Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:15 Bismillahirohmanirohim. 0:18 Assalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh ikhwan akhwat yang disayang 0:22 Allah. Hari ini acara bincang hijrah 0:26 hadir ke ruang dengar Anda tanpa mask 0:29 krisna nih karena ada yang perlu 0:32 dilakukan. Jadi Nuning temani bersama 0:37 Bang Habib M. Ali Husein M.M. yang 0:40 merupakan master trainer BNSP 0:45 dan konsultan bisnis digital ya. 0:49 Sekaligus merupakan tenaga ahli di 0:51 pemerintahan. Dengan 0:54 Bapak atau Abang nih Abang Dedy Rahman 0:58 yang merupakan praktisi branding 1:01 founder kata 1:04 eee 1:05 media ya. 1:06 Untuk pagi pagi atau siang sih kalau 1:09 gini hari? 1:10 Mudah-mudahan apa yang dibahas kali ini 1:13 bagaimana 1:14 otentik dari Mas Dedy Rahman itu 1:17 judulnya 1:19 eee nanti kita tanya persisnya ya. 1:21 Mudah-mudahan dan tidak lupa tentu saja 1:24 salam selawat kita lantunkan untuk 1:27 junjungan umat kekasih kita Muhammad 1:29 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. 1:32 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:34 beliau ya dan dipertemukan di saat yang 1:37 sangat kita rindukan di eee 1:41 akhir nanti di zaman akhir. 1:45 Kita sapa beliau. Assalamualaikum 1:47 warahmatullahi wabarakatuh Bang Habib 1:49 dan juga Bung Dedy. 1:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:55 wabarakatuh. 1:57 Sehat ya? 1:58 Alhamdulillah. Alhamdulillah. 2:00 Jadi, persisnya bahasan hari ini apa? 2:07 Terdengar suara saya, Mbak Nuning? 2:08 Kedengaran kok, jernih. He em. 2:12 Bismillahirrahmanirrahim. 2:14 Assalamualaikum warahmatullahi 2:15 wabarakatuh, para pendengar 2:19 tercinta yang dirahmati oleh Allah 2:21 subhanahu wa taala. 2:23 Saat ini kita akan membahas tema yang 2:26 cukup menarik, 2:28 yaitu rahasia branding yang disukai bumi 2:30 dan langit. 2:32 Tentunya bumi ini eh kita asosiasikan 2:36 dengan dunia dan langit itu kehidupan 2:38 kita yang selamanya, yaitu akhirat. 2:41 Nah, jadi 2:43 hari ini saya membawa, mengundang eh 2:47 salah satu 2:49 pakar, eh senior, 2:52 eh mentor gitu, ya, eh 2:55 founder Katapedia. Beliau 2:58 kalau disebutnya king maker, eh. 3:01 King maker itu 3:04 yang menjadikan pemimpin gitu, ya, baik 3:06 pemimpin daerah, nasional, maupun 3:10 eh ada presiden juga yang dijadikan oleh 3:12 beliau gitu, ya. 3:15 Nah, 3:16 jadi 3:19 kita sekarang sering lihat eh hiruk 3:22 pikuk pencitraan, ya, di mana setiap 3:24 orang itu itu berlomba-lomba tampil, 3:27 dikenal, viral gitu, ya. He em. Eh 3:30 flexing, menampilkan segala sesuatu 3:33 gitu, ya. 3:35 Untuk apa sih? Untuk siapa gitu, ya, eh 3:38 membangun citra ini gitu, ya. Apakah 3:40 sekadar untuk mendapatkan tepuk tangan 3:42 dari manusia gitu, ya? 3:45 Atau justru kita sedang kehilangan arah 3:47 gitu, ya, sedang kehilangan identitas, 3:49 terdebak dalam citra yang kita bangun 3:51 sendiri gitu, ya. 3:52 Nah, di era medsos ini semua ditampilkan 3:55 gitu ya. 3:56 Baik artis, influencer, politisi gitu 4:00 ya. 4:01 Tapi 4:02 bukan cuman mereka, tetapi sebagai umat 4:05 Islam gitu ya, ini juga kebutuhan kita 4:08 gitu ya. Mulai dari pelajar, pebisnis, 4:10 ustaz, ibu rumah tangga, sebetulnya 4:14 popularitas itu bukan hanya tujuan, 4:16 bukan hanya sarana 4:19 tapi branding langit yang disukai bumi 4:23 tapi kadang-kadang itu kita kehilangan 4:25 arah sehingga nilainya itu hilang. 4:28 Bahkan semua amalan kita yang kita 4:30 lakukan itu tidak ada nilainya di 4:32 akhirat ketika kita hanya tujuannya 4:35 untuk 4:37 pamer, untuk ria, untuk menunjukkan 4:39 bahwa kita itu 4:41 berhasil, kita itu bisa membantu orang 4:44 kita itu eee luar biasa secara branding 4:48 bumi. 4:49 Tapi banyak teman saya, banyak relasi 4:52 saya itu dengan sekejap hilang, Mbak 4:54 Noni. Dengan sekejap branding yang 4:57 dibangun tahunan, berpuluh-puluh tahun 5:00 bahkan 5:02 itu dengan sekejap hilang. Mungkin kita 5:04 juga eee bisa lihat ya 5:07 eee fenomena eee bagaimana kepala daerah 5:10 yang mem eee membangun branding-nya 5:12 puluhan tahun dengan misalnya 5:16 eee cinta sama istrinya, eee sa apa 5:20 mewakili pemuda, gen Z dan lain-lain 5:23 seketika hancur lebur gitu ya dengan 5:27 satu, dua isu gitu ya. Seketika hancur, 5:30 namanya hancur eee 5:32 dan kita kasihan gitu ya, kita kasihan. 5:34 Aibnya diumbar di mana-mana dan 5:36 lain-lain gitu ya. Nah 5:38 eee itu juga sebetulnya belum valid gitu 5:41 ya, belum tentu itu sesuai sama 5:43 keadaannya. Tetapi bagaimana kita 5:46 membangun branding, personal branding 5:48 terutama 5:49 atau ee citra diri kita yang disukai 5:53 bumi dan langit sekaligus. Jadi yang 5:55 jaga tuh bukan hanya manusia, tetapi 5:57 Allah yang menjaga. Gitu ya. Mungkin 6:00 kita 6:02 melihat 6:03 kalau kita nih dibuka aibnya, mungkin 6:05 orang tuh enggak mau kenal lah sama kita 6:07 gitu ya. Karena Allah tutupin aib kita, 6:10 Allah lihatkan 6:12 perilaku kita yang baik gitu ya, 6:14 sehingga orang tuh pengen 6:15 dekat sama kita, memandang kita positif 6:19 gitu ya. Itu 6:20 maknanya gitu ya. 6:22 Branding itu bukan citra kosong, tapi 6:25 cerminan dari nilai, kontribusi, dan 6:28 keikhlasan gitu ya. 6:30 Jadi lahir dari manfaat, bukan 6:32 pencitraan palsu gitu ya. Kita bikin 6:34 pencitraan setelah jadi pemimpin malah 6:36 korupsinya paling besar gitu ya. Nah, 6:39 bukan bukan seperti itu atau flexing 6:42 bantu-bantu 6:43 warga, bantu bantu masyarakat, ternyata 6:46 uangnya uang dari nipu orang. Itu banyak 6:48 sekali gitu ya. Nah, 6:50 gimana kita nata ulang nih? 6:53 Nata ulang 6:54 cara kita dikenal sama publik, bukan 6:57 cuman gemerlap, tapi dengan akhlak, tapi 6:59 kita juga 7:00 utamanya adalah mencapai akhirat yang 7:02 selamanya gitu ya, dengan 7:05 tetap 7:07 ee kita memperhatikan substansi, bukan 7:09 cuman sensasi gitu ya. 7:12 Nah, kita bahas nih rahasia branding. 7:14 Bukan cuman disukai manusia, tapi 7:16 diridai oleh Allah subhanahu wa taala. 7:18 Nah, 7:19 ee mungkin itu yang paling utama ee 7:23 pembuka dari saya. Ee silakan Mbak 7:26 Nuning 7:28 dilanjutkan. Iya, jadi ikhwan akhwat, 7:31 bagaimana pencitraan yang ditata 7:33 sedemikian rupa, itu 7:36 ternyata 7:38 jadi 7:39 utama untuk branding yang bisa disukai 7:42 langit dan bumi. Sementara 7:45 em untuk Bung Dedy Rahman yang merupakan 7:48 king maker 7:50 rahasia untuk rahasia bagaimana 7:55 si branding ini 7:58 bisa luar biasa akan kita simak. Gimana 8:01 nih, Bung Dedy? 8:04 Terima kasih, Mbak. Eh, 8:06 asalamualaikum warahmatullahi 8:07 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 8:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 8:10 wabarakatuh. 8:11 Eh, sebenarnya mungkin saya perlu 8:14 ceritakan sedikit bahwa urusan branding 8:18 ini saya handle itu 8:21 eh 12 tahun terakhir lah ya, 12 tahun 8:23 terakhir. Tetapi lama sebelumnya, 8:26 sebelum saya ngurusin branding itu 8:28 adalah 8:29 bidang IT 8:31 sebagai software developer manager 8:34 terutama. 8:35 Nah, saya melihat setiap pekerjaan itu 8:38 adalah bagian ibadah. Pada saat saya 8:41 jadi software engineer, saya membantu 8:43 perusahaan, banyak perusahaan agar 8:46 memudahkan kerjaan mereka di perusahaan. 8:49 He em. Nah, begitu saya membuat software 8:52 yang ternyata itu membawa saya 8:55 ke bidang branding, yaitu media 8:57 monitoring dulu, sehingga saya bisa 8:59 mengetahui apapun pembicaraan orang 9:02 terhadap brand tertentu, itu yang 9:05 membuat saya masuk ke dunia branding. 9:08 Dan lebih spesifik lagi, ternyata dunia 9:10 branding yang saya masuki itu lebih 9:13 disukai oleh para politisi. 9:17 Sehingga dari 12 tahun yang lalu sampai 9:20 sekarang pun 9:21 itu saya masih membantu politisi dalam 9:24 hal branding mereka. 9:27 Nah, walaupun saya bekerja di dunia 9:29 politisi yang kira-kira di dunia politik 9:32 ya, kira-kira menurut orang ini banyak 9:35 pencitraan, banyak hal yang 9:37 memang sepertinya dunia tipu-tipu, gitu 9:41 kan ya. 9:42 [tertawa] 9:42 Tetapi saya berpikir bahwa 9:46 pekerjaan saya sebagai 9:48 praktisi branding 9:50 ini memang saya niatkan untuk lillahi 9:52 ta'ala. Jadi 9:54 setiap saya bertemu dengan politisi, 9:57 terutama kalau dia muslim ya, kalau non 10:00 muslim tentu saya menggunakan bahasa 10:02 yang agak berbeda, tapi intinya sama. 10:05 Jadi misalkan kalau saya membantu para 10:09 caleg gitu kan ya, 10:11 maka saya akan menjelaskan tentang 10:14 branding itu sebenarnya apa. 10:16 Nah, kalau dari definisi yang saya buat 10:19 sendiri, kumpulan dari definisi para 10:22 pakar yang lain, itu adalah proses 10:25 meningkatkan values, nilai-nilai, 10:28 agar dipercaya. 10:30 Jadi 10:31 ini ada se branding itu sebuah proses. 10:34 Dan 10:35 apa yang ditingkatkan itu adalah values, 10:37 nilai-nilai, gitu kan ya. 10:39 Nilai-nilai yang dianggap penting, yang 10:41 membuat tujuan akhirnya itu agar 10:44 dipercaya. 10:46 Itu tujuan akhirnya. Sehingga 10:48 buat teman-teman yang saya bantu jadi 10:50 caleg kemarin gitu kan ya, itu saya akan 10:53 melarang mereka memasang spanduk He em. 10:57 dalam rangka untuk membuat dirinya 11:01 jadi populer, terkenal. Enggak, saya 11:03 larang. 11:04 Saya larang. 11:07 Biasanya kemudian saya akan menjelaskan 11:09 tahapan bagaimana seharusnya 11:12 mem-branding diri, terutama buat caleg 11:15 yang muslim, gitu kan ya. 11:17 Dan itu saya tarik dari sirah nabi kita, 11:21 Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. 11:23 Beliau sebelum memproklamasikan dirinya 11:27 sebagai nabi di usia 40 tahun gitu kan 11:30 ya, 11:31 Beliau meningkatkan values 11:34 beliau sendiri. Jadi, values-nya itu 11:35 ditingkatkan 11:37 sehingga pada saat sebelum usia 40 11:41 tahun, beliau sudah dapat gelar Al-Amin. 11:45 Pasti akan banyak sekali yang beliau 11:47 lakukan 11:49 dari sikap, tindakan, perkataan, 11:52 seluruhnya 11:54 itu membuat orang menjadi sangat 11:56 percaya. 11:57 Sehingga dia dapat gelar Al-Amin. Dan 12:00 pada saat deklarasi dia sebagai nabi 12:03 terlebih dahulu beliau 12:07 mengetes, gitu, kan, ya 12:09 tingkat kepercayaan orang padanya. 12:12 Beliau bertanya 12:13 pada kaum Quraisy 12:16 "Kalau saya katakan Bisa. 12:18 bahwa di balik bukit sana itu banyak 12:22 sekali akan datang segerombol serigala 12:25 ataupun sekelompok musuh berkuda yang 12:28 akan menyerang 12:30 apakah kalian percaya?" 12:32 Dan seluruhnya berkata bahwa kami 12:34 percaya. 12:35 "Dan tidak ada satu kata pun yang kau 12:39 ucapkan yang tidak kami percaya, 12:41 seluruhnya kami percaya." Begitu kata 12:43 kaum Quraisy. 12:45 Sehingga tingkat kepercayaan sudah 12:47 tinggi, barulah beliau 12:49 mendeklarasikannya. 12:50 Ini tahapan branding sebenarnya, gitu, 12:53 kan, ya. Ini yang kemudian para caleg 12:56 harus lakukan terhadap masyarakat yang 12:59 akan memilih dia kalau dia 13:01 mendeklarasikan dirinya sebagai caleg 13:05 gitu, kan, ya sebagai caleg. 13:08 Nah 13:09 ada tahapan-tahapannya sehingga begitu 13:12 tahapan itu berhasil dilakukan, maka 13:15 saya izinkan dia boleh pasang spanduk 13:18 sebanyak-banyaknya di manapun. 13:20 Karena sudah 13:22 dikenal dan disukai. 13:25 Sehingga spanduk itu, itu akan jadi doa. 13:28 Oh, itu caleg yang oh itu orang itu saya 13:31 kenal, orangnya baik segala macam. 13:33 Mudah-mudahan dia bisa jadi anggota 13:36 legislatif, ada doa. Tetapi kalau kita 13:40 kita belum dikenal, tetapi memasang 13:43 spanduk di mana-mana, itu efeknya malah 13:46 semakin buruk. Ini siapaan sih 13:48 senyum-senyum enggak jelas gitu kan ya. 13:51 Kacau ini ngerusak aja daerah sini ya. 13:55 Seperti itu. Itu buat caleg. 13:57 Bahkan buat yang pilkada pun, itu sama. 14:01 Hal seperti hal itu saya sama. 14:03 Kemarin saya bahkan di diminta oleh 14:06 sebuah partai politik untuk memberikan 14:09 eh masukan terkait branding terhadap 14:12 seluruh kepala daerah mereka. Ada 14:15 sekitar 30-an 14:17 dari 30-an daerah, 35 daerah. 14:20 Saya menceritakan tentang kepala daerah 14:23 itu 14:24 itu tujuannya, nah tergantung lagi itu 14:26 niatnya gitu kan ya. Itu saya 14:30 perlihatkan seperti yang disebutkan oleh 14:32 eh surat Quraisy di akhir. Di surat 14:37 Quraisy terakhir itu, Allah menceritakan 14:40 bahwa tujuan seseorang menjadi pemimpin 14:43 itu sebenarnya ada dua. 14:46 Jadi menghilangkan rasa lapar atau 14:48 ketahanan pangan dan menghilangkan rasa 14:52 takut atau keamanan publik. Dua hal itu 14:55 aja yang akan dikerjakan oleh seorang 14:58 pemimpin, bupati, walikota dan lainnya. 15:01 Maka itu sudah akan mengetuk pintu 15:06 langit gitu kan. 15:07 Bahwa di bumi dia akan disukai, karena 15:09 itu memang kebutuhan dari semua eh 15:13 penduduk bumi. 15:15 Hilang rasa lapar, hilang rasa takut. 15:17 Ketahanan pangan dan keamanan publik. 15:20 Itu semuanya disukai oleh penduduk bumi. 15:23 Dan itu juga yang disukai oleh penduduk 15:26 langit. Itu sebabnya judulnya tadi eh 15:29 saya usulkan rahasia branding yang 15:32 disukai penduduk bumi dan 15:34 langit. Kira-kira begitu dulu, Pak Ato. 15:38 Jadi Oke. 15:40 luar biasa sekali ya kalau yang seperti 15:42 dikatakan oleh Bung Dedy tadi bukan 15:45 sekedar pencitraan belaka 15:48 tapi 15:49 yang banyak kita lihat juga adalah 15:52 ya kok akhirnya begini. 15:55 [tertawa] 15:55 Gimana Bung Habib? 15:57 Jadi itu memang kembali lagi ke niat 16:00 awal. Saya sih berharap di setiap klien 16:04 yang saya handle He em. 16:06 itu saya bisa memberikan masukan-masukan 16:10 yang sifatnya disukai oleh langit gitu 16:12 kan ya. Kalau kemudian dia beragama 16:15 Islam, tentu saya menggunakan eh 16:18 surat-surat yang ada gitu kan ya. Untuk 16:21 kemudian mencoba mengarahkan niat 16:24 beliau. 16:25 Cuma ya memang saya kan tidak bisa 16:28 selalu mendampinginya cukup lama gitu 16:30 kan ya. Apalagi kemudian kalau saya 16:33 melihat ada karakter-karakternya 16:35 sepertinya ini sudah tidak benar gitu 16:38 kan ya. 16:40 Dan sudah kalau sudah menang itu agak 16:43 sulit kemudian dikontrol. 16:45 Paling mudah dikontrol sebelum menang. 16:47 Kalau sudah menang itu agak sulit. 16:50 Apalagi sudah jadi presiden ya. 16:52 [tertawa] 16:54 Niatnya itu yang yang utama gitu kan ya. 16:56 Dan kadang kan niat itu sudah dalam 16:58 hati. Saya tidak bisa melihat 17:01 Melihat. melihat niat mereka. Cuma kita 17:04 bisa mengetahui 17:06 setelah dia jadi apa perilaku 17:08 kebijakan-kebijakan beliau. Itu yang 17:11 kemudian memperlihatkan niat 17:13 sesungguhnya. 17:14 Ya saya 17:15 eh berkali-kali minta ampun ya ya, 17:17 kepada Allah untuk politisi yang pernah 17:20 saya bantu tapi kemudian melenceng 17:23 [tertawa] 17:23 melenceng dari yang saya harapkan. 17:26 Gitu, Pak. 17:28 Ya, tadi 17:30 Bang Habib mau tanya apa tuh? 17:33 Jadi 17:34 eee mungkin eee kita bawa ke 17:38 masyarakat umum ya terutama 17:41 eee warga biasalah, kita eee warga 17:44 kebanyakan 17:46 yang dapat pemimpin gitu ya sudah kita 17:50 pilih berubah gitu ya yang tadi Mas Dedy 17:52 bilang ya. 17:53 Nah 17:54 sebetulnya bedanya branding untuk dunia 17:56 dan akhirat tuh seperti apa sih? 17:58 Maksudnya tuh eee apa sih kita branding 18:01 dunia nih bisa viral gitu ya, tapi 18:03 branding akhirat nih bisa kekal kan 18:05 harusnya kan. Nah, kalau misalnya 18:08 keduanya digabung itu 18:10 niat, prosesnya benar tuh kan luar biasa 18:12 gitu ya. Gimana sih 18:14 eee dari sisi branding perspektif sama 18:18 mungkin ada insight-insight dari Islam 18:21 nih seperti apa gitu ya. Jadi 18:24 eee kayak misalnya 18:26 brand abadi muslim nih kan 18:28 misalnya punya anak saleh gitu ya. Nah, 18:31 ini kan legasi, warisan kita yang bakal 18:35 oh, ini siapa sih anaknya siapa? Bahkan 18:37 saya dapat pernah dapat kerjaan gitu 18:39 karena kakek saya tuh baik sama orang 18:42 Mas Dedy. Jadi kakek saya itu karena 18:44 baik sama seseorang 18:47 eee terus orang itu jadi pemimpin gitu 18:49 ya, terus tiba-tiba saya dipanggil, oh, 18:52 kamu itu anak cucunya ini ya? 18:55 Oh, kakek kamu tuh suka ngasih makan 18:57 saya, suka 18:59 nasehatin saya gini-gini. Nah, itu kan 19:01 legasi. Legasi yang diturunin dari 19:03 generasi ketiga gitu ya. Nah, bahkan 19:07 sampai generasi ketujuh itu juga 19:11 masih diingat gitu ya. 19:12 Gitu ya. Nah, itu legasi legasinya 19:15 bagaimana sih kita bangun brand itu 19:18 bukan cuman 19:19 dunia tapi akhirat gitu ya. Nah, bedanya 19:21 apa tuh tadi? 19:23 Oke. 19:25 Terima kasih Mas Habib. Jadi memang 19:28 kalau proses branding-nya sendiri yang 19:31 eh saya pernah tuliskan dalam buku saya 19:34 itu memang dari luar akan kelihatannya 19:37 sama ya. 19:38 Jadi ada tahapan tahapan proses branding 19:41 itu yang memang akan tampak luarnya itu 19:44 sama. 19:45 Tapi sesungguhnya yang akan membedakan 19:47 itu adalah di dalamnya, niatnya. 19:50 Jadi niatnya untuk melakukan branding 19:53 itu sebenarnya apa? 19:55 Kadang saya sedikit membongkar niatnya 19:57 dengan meminta para politisi itu untuk 20:02 eh berkelakuan 20:04 itu persis seperti karakternya. 20:07 Saya akan bilang bahwa 20:09 agar tampil natural, agar terlihat 20:12 ketulusannya. 20:14 Tetapi jauh dari itu saya juga berharap 20:17 sambil melihat niat sesungguhnya itu 20:20 seperti apa. 20:22 Karena 20:23 kalau niatnya benar 20:26 kalau niatnya tulus kalau niatnya untuk 20:28 kebaikan 20:30 maka proses branding itu akan mengalami 20:33 mendapatkan keberkahan. 20:35 Dan itu akan terus berlanjut. Keberkahan 20:38 itu kan kebaikan yang banyak. Bahkan 20:40 sampai turunan ketujuh juga keberkahatan 20:43 itu masih dapat. 20:45 Nah, itu proses branding yang baik yang 20:47 kita harapkan gitu kan ya. Baik branding 20:50 personal maupun branding korporat, 20:52 perusahaan 20:54 barang atau apapun gitu kan ya. 20:57 Yang penting itu awalnya itu memang 20:59 niatnya yang memang untuk kebaikan orang 21:01 banyak gitu kan ya. Atau memang lahir 21:04 dari jiwa yang eh ikhlas, tulus. 21:08 Itu yang kemudian nanti membawa 21:10 keberkahan dari branding tersebut. Dan 21:12 branding itu bisa dianggap cukup berkah 21:15 bila kemudian dia bisa bertahan lama, 21:19 gitu kan. 21:20 Dia bisa bertahan lama karena dia 21:22 melayani 21:23 banyak orang, kalau bisnis ya, kalau 21:26 bisnis. Dia bisa bertahan ba lama kalau 21:29 dia eh 21:31 politisi, kalau kemudian dia memang 21:34 memberikan kebaikan bagi banyak orang 21:37 yang 21:38 eh dipimpinnya. 21:40 Walaupun mungkin bisa jadi dia tidak 21:43 mendapatkan jabatan eh publik, gitu kan 21:46 ya. Tetapi dia bisa menjadi pemimpin di 21:49 setiap orang-orang yang menyukainya. 21:53 Kenapa kemudian saya bilang bahwa tidak 21:55 harus menjadi pejabat publik? 21:57 Karena di negeri yang menjalani sistem 22:00 demokrasi, 22:02 kadang memang kita mendapatkan pemilih 22:06 pemimpin yang itu bukan benar-benar 22:10 hasil dari keinginan rakyat. 22:13 Tapi hasil dari 22:16 perhitungan 22:17 atau kemenangan voting atau money 22:19 politik, banyak hal gitu kan ya. 22:22 Demokrasi apalagi lewat voting itu bukan 22:25 sesuatu yang paling bagus menurut saya. 22:27 Tapi itu yang lagi kita jalankan 22:29 sekarang. Tidak apa-apa. Mudah-mudahan 22:33 dengan proses branding yang bagus ini, 22:35 kita bisa mendapatkan pemimpin-pemimpin 22:37 yang baik. Amin. 22:38 Asalkan sistem demokrasinya juga cukup 22:40 baik. 22:41 Gitu, Mas. Wah, jadi ke politik lagi ya. 22:45 Nah, memang enggak apa-apa itu namanya 22:48 eh 22:49 nilai diri. 22:50 Tapi nanti bisa diaplikasikan ke 22:53 kehidupan kita sehari-hari. Nah, mungkin 22:55 kalau pendengar nih, kan 22:58 kita penginnya hidup kita dikenang bukan 23:00 cuman berapa puluh tahun, 23:03 gitu ya, tetapi ee setelah kita 23:06 meninggal juga kita masih dikenang, 23:07 masih di Yes. 23:08 Nah, gimana sih 23:11 bangun branding atau bangun ee pribadi 23:14 yang dikenang karena kebaikan gitu ya, 23:18 dikenang selamanya gitu. Kita sudah 23:20 enggak ada tetap kita bisa bisa 23:22 dikenang, bisa didoakan orang gitu ya. 23:24 Mungkin dari sisi ilmu branding-nya tuh 23:27 kayak gimana gitu, ada teknik-teknik 23:31 Simpelnya sih di kalau di dalam dunia 23:33 branding itu adalah konsistensi, ya, 23:37 keistiqomahan. 23:38 Kalau kita sudah mem-branding diri kita 23:40 sebagai 23:42 orang baik atau menyukai sesuatu gitu 23:45 kan ya atau suka berderma kepada anak 23:48 yatim gitu kan ya atau suka membantu 23:51 orang, maka itu harus tidak berubah. 23:55 Konsistensi, istiqomah itu adalah bahwa 23:58 bukti 24:00 branding dan niat kita itu sejalan. 24:03 Dan kalau itu benar-benar sejalan dan 24:06 itu tidak mengganggu dari gerakan kita 24:09 gitu kan ya. Kita hanya bisa bisa 24:11 melakukan sesuatu itu dengan tulus 24:15 dengan konsisten itu kalau memang dari 24:18 dalam kita memang ee menyukai hal 24:21 tersebut gitu kan ya. Kita nyaman, kita 24:24 juga merasakan ada manfaatnya kita 24:26 melakukan suatu kebaikan. 24:29 Dan kebaikan yang dijalankan dengan 24:31 ikhlas dan tulus itu 24:35 akan melahirkan legacy. Sehingga kita 24:38 akan dikenal orang itu seperti orang apa 24:41 gitu kan ya. 24:42 Walaupun kita sudah lama meninggalkan 24:44 dunia, tapi keluarga, teman yang masih 24:47 ingat kita 24:48 pasti akan mengenang bahwa terbersit 24:52 kata-kata bahwa beliau itu begini begini 24:54 begini. Dan insya Allah itu 24:56 kalau dilakukan secara konsisten selama 24:59 hidup yang puluhan tahun. Maka itu akan 25:02 tertanam dengan sangat kuat. Intinya 25:04 itu. 25:05 Di dunia branding, istiqomah, konsisten 25:08 gitu kan. 25:10 Iya. 25:11 Gitu. 25:11 Menarik, menarik. 25:13 Soalnya banyak juga kita lihat misalnya 25:16 orang eh kasih bantuan, kasih apa 25:20 namanya kontribusi, masukin di media 25:22 sosialnya. Nah, itu perbedaannya tipis 25:25 tuh antara siar sama ria. 25:29 Nah, [berdehem] 25:30 dia pengen dapat eh likes, komentar, dan 25:33 lain-lain. Apa emang bener-bener 25:36 eh pengen siar gitu mungkin dorong orang 25:38 supaya berbuat baik. Nah, itu bedainnya 25:41 juga kadang-kadang kita enggak tahu tuh. 25:43 Agak susah ya. Agak sulit bedainnya. 25:47 Gimana Bang Nuning? 25:48 Ini juga [berdehem] 25:49 jangan sampai 25:50 perbuatan baik kita karena kita ingin 25:53 terlampau ingin menjaga supaya 25:57 eh tidak ria gitu kan, tidak dianggap 26:00 pamer, kita juga sembunyikan. 26:03 Eh karena di 26:05 di satu hadis terakhir ya menurut saya, 26:09 bahwa itu Allah sampaikan bahwa 26:11 kenikmatan yang Allah dapatkan, 26:12 kenikmatan besar itu disebarluaskan, 26:15 disampaikan saja. 26:17 Agar kemudian yang lainnya itu 26:19 terinspirasi. 26:22 Nah, itu yang penting. Niat melakukan 26:24 kebaikan yang disebarluaskan 26:27 untuk menginspirasi orang lain agar 26:30 melakukan kebaikan, itu juga berpahala 26:33 gitu kan. 26:33 Jadi memang tergantung niatnya. 26:37 Kecuali niatnya untuk like ya, untuk 26:39 comment and share. 26:41 Jadi, Bang Habib 26:43 Iya, betul. kalau 26:45 gitu, seberapa penting nih misalnya 26:48 memberikan tips-tips untuk meningkatkan 26:52 branding kita di masyarakat. Misalnya 26:54 saja karena terkait dengan profesi 26:57 seseorang sebagai seorang psikolog, biar 27:00 eee 27:02 citranya meningkat, memberikan hal-hal 27:05 terkait itu di medsos. 27:07 Sepenting apakah itu? 27:10 Eee jadi gini, 27:11 misalnya eee kasusnya itu 27:14 kita itu bukan niatnya bukan buat diri 27:17 kita gitu. Misalnya, ayo ke saya karena 27:20 eee saya begini begini begini, tapi kita 27:23 niatnya membantu orang lain. Yuk, ini 27:24 nilai psikolog yang benar gitu dengan 27:27 nilai nilai 27:29 yang ikhlas dan memang betul-betul 27:31 berdasarkan akhlak gitu ya. Jadi, 27:33 kenapa sih orang pengin me- memberikan 27:37 nilainya dia kepada orang lain? Nah, 27:40 mereka itu kan perta- pertama dari trust 27:43 gitu ya. Trust enggak kenal, maka enggak 27:46 sayang atau dia enggak tahu keahliannya. 27:49 Jadi, branding itu memperjelas siapa 27:52 saya, spesialisasi saya ha spesialisasi 27:55 saya apa dan kenapa 27:58 eee Anda percaya sama saya. Nah, kalau 28:01 di dunia psikolog itu trust itu penting. 28:03 Trust itu segalanya gitu. Ketika 28:06 customer itu sudah trust, dia makan 28:07 makia eee semuanya akan dijelaskan, 28:10 semuanya eee akan dicurhatkan, akan 28:13 diberikan gitu untuk 28:15 memberikan solusi gitu. Nah, 28:18 branding juga untuk bukan di ruangan 28:22 yang eee terapi aja, tapi buat edukasi 28:25 publik bahwa misalnya pinjol itu 28:27 berbahaya gitu ya. Ketika sekarang dari 28:30 riset yang 28:33 jadi korban pinjol itu guru gitu ya. 28:35 Sebagian besar lebih dari 50% guru. 28:37 Kenapa? Nah, ini kan satu ironi ketika 28:41 mengajarain eee kebaikan, tetapi di lain 28:44 sisi terjerat di pinjol. Dan pinjol 28:47 ketika orang pinjol itu data-data 28:49 pribadi akan disebar ke publik bahkan 28:52 banyak korbannya itu bunuh diri gitu ya 28:55 karena apa? Karena 28:58 tidak adanya edukasi terkait pinjol. 29:01 Nah, orang-orang yang jadi korban pinjol 29:03 itu perlu tuh dikasih tahu oh ini 29:06 dampaknya setelah dia jadi korban pinjol 29:09 dia dia bisa nutup diri dia bahkan 29:12 disebarin aibnya di 29:15 eee di semua kontaknya dia dan lain-lain 29:18 gitu bahkan 29:19 ini bukan 29:22 hanya membantu orang lain supaya tidak 29:24 terjerat tapi nilai-nilai manfaat 29:26 syiarnya itu lebih penting gitu ya. Jadi 29:29 eee kita semakin dikenal karena nilai 29:31 kita ah semakin banyak orang yang kita 29:35 tolong gitu ya semakin banyak orang yang 29:37 eee berempati pada kita tentunya memang 29:40 perbedaannya tipis nih antara eee syiar 29:43 sama riya gitu ya antara kita berbuat 29:47 baik karena Allah atau kita berbuat baik 29:49 karena eee orang lain atau karena materi 29:52 memang tipis sekali gitu jadi susu sapi 29:55 itu dilahirkan antara darah dan keringat 29:58 gitu ya di tengah-tengahnya ada susu 30:00 gitu ya itu benar-benar mesti murni 30:02 betul-betul murni jadi kalau ketika kita 30:05 berharapnya hanya sama Allah gitu ya 30:08 Allah akan membalasnya itu 30:09 berlipat-lipat 30:10 eee tanpa batas nah itu namanya 30:13 unlimited nah mungkin itu itu yang eee 30:15 banyak di 30:18 pahami oleh orang itu ketika kita 30:20 berharap sama manusia 30:22 apalagi ini hubungannya antar manusia ya 30:24 jadi eee kalau saya ada 30:27 formula ya sedikit formula itu satu 30:30 dibanding eee 30:32 x sama dengan hasil x-nya itu harapan 30:36 kita ke manusia semakin besar 30:39 x-nya nilai x-nya maka hasilnya akan 30:42 semakin 30:44 kecil gitu ya. Gitu ya, jadi 30:47 nah, bagaimana supaya hasilnya besar 30:49 gitu ya, 1 di dibagi x, 30:52 maka x-nya itu harus di nol-in gitu ya. 30:55 Ketika x-nya 0, 1 di dibagi 0, maka 30:58 hasilnya adalah 31:00 apa? Hasilnya adalah tak terhingga gitu 31:03 ya. Nah, itu nilai keikhlasan itu di di 31:07 di x-nya, di niat kita gitu ya. Makanya 31:10 tadi Mas Dedy bilang, niat itu memang 31:13 penting banget gitu yang membedakan 31:15 eh branding kita sama branding yang 31:18 betul-betul ria, branding yang barat 31:20 yang betul-betul mempromosikan tanpa 31:22 nilai. Bahkan ya, ada penerbit 31:26 eh buku barat ya, 31:28 itu bunuh diri 31:31 gitu ya. 31:32 Sangat jauh eh sama nilainya dia gitu 31:35 ya. Daniel Kahneman kalau enggak salah 31:37 namanya itu, penerbit wah itu buku 31:39 banyak, banyak sekali buku apa namanya 31:42 buku motivasi eh 31:45 yang yang di yang dibuat sama dia, dia 31:49 bunuh diri 31:51 eh tahun lalu gitu ya, 27 Maret gitu ya, 31:54 3 minggu setelah ulang tahunnya ke 90 31:56 gitu ya. Nah, itu dia memotivasi orang, 31:59 dia menginspirasi orang dengan eh 32:01 buku-bukunya gitu ya, tapi 32:04 nilainya hilang gitu ya, nilainya hilang 32:06 gitu ya. Bukunya banyak sekali, saya 32:07 juga banyak baca bukunya. 32:10 Eh bukunya misalnya Thinking Fast and 32:12 Slow segala macam, buku-buku motivasi 32:14 diri, bagus sekali. Sedangkan menurut eh 32:18 saya, dirinya sendiri belum termotivasi 32:20 dengan bukunya itu. Jadi, ada orang 32:23 ngajarin orang tapi memang nilai ini di 32:25 Islam itu penting sekali gitu ya, 32:26 pendekatannya memang beda. Ehem. 32:29 Iya, bisa nulis keren ya, tapi 32:31 pendekatannya berbeda. Kita nih 32:32 [tertawa] 32:32 eh 32:33 he eh tapi 32:34 tetapi ada yang hilang gitu ya. Kita 32:36 holistik gitu ya. Jadi pendekatan kita 32:38 holistik. Itu Mbak Nunung mungkin Iya, 32:41 tips kepada masyarakat apapun juga 32:44 profesi kita terkait dengan apa yang 32:47 kita berikan se 32:48 sebagai tips tadi untuk branding 32:51 sekaligus juga untuk mempersuasi 32:54 orang-orang menjadi seperti tujuan utama 32:56 kita ya agar mendapatkan ridho Allah 32:59 juga. Nah, Bung Dedy seberapa pentingkah 33:03 kita berada aktif di media sosial untuk 33:07 semua ini? 33:11 Kalau sekarang ini ya mau di seberapa 33:13 seberapa penting 33:15 ini 33:17 karena orang semuanya sudah berhubungan 33:20 dengan sosial media 33:22 sehingga apabila kita ingin menyampaikan 33:26 kebaikan gitu kan ya 33:29 kebaikan 33:30 itu 33:31 mau enggak mau harus menggunakan sosial 33:33 media 33:34 agar penyebarannya, agar siarnya itu 33:38 sangat cepat meluas. 33:40 Bisa kita bayangkan orang yang punya 33:42 niat buruk aja menggunakan sosial media 33:44 dengan sangat kencangnya. 33:46 Sehingga kalau kita tidak menggunakan 33:49 sosial media bahwa 33:52 ba untuk 33:53 untuk hal-hal yang kebaikan 33:56 maka nanti isinya sosial media itu 33:59 banyak yang buruk gitu. Itu jangan 34:01 sampai. Kita harus 34:03 melakukan usaha yang cukup besar ya 34:07 berjihadlah di sosial media untuk 34:10 memastikan kemudian sosial media itu ada 34:13 konten-konten yang bagus gitu. Ada 34:16 konten-konten yang bermanfaat, 34:17 mengedukasi dan membuat perbaikan diri, 34:21 perbaikan masyarakat, keluarga dan 34:23 negara gitu. 34:24 Itu yang diharapkan sehingga itu menjadi 34:26 sangat penting. 34:28 Kecuali kita enggak peduli dengan hal 34:30 tersebut, kita hanya peduli dengan diri 34:32 kita sendiri saja, ya mungkin memang 34:35 enggak enggak butuh sosial media 34:37 barangkali ya, gitu kan ya. 34:39 Dan sekarang sosial media itu menjadi 34:42 alat juga, baik 34:44 eh perusahaan, apalagi negara untuk 34:47 kemudian eh melakukan penilaian 34:49 seseorang. 34:51 Bahkan sudah eh sejak 10 tahun yang lalu 34:54 pun 34:55 itu perbankan untuk menilai kredit 34:57 seseorang itu juga dari 35:00 eh skor yang di sosial medianya, itu ada 35:03 tools-nya. 35:04 Saya pernah bantu buatinnya juga, gitu 35:06 kan ya. Sehingga 35:08 eh sosial media menjadi hal yang sangat 35:10 eh penting. Saya juga setiap ketemu 35:13 orang baru pasti saya akan cek sosial 35:15 medianya dulu seperti apa gitu, bahwa 35:19 kalau kemudian dia menampilkan sesuatu 35:22 pencitraan di sosial media medianya, 35:24 paling tidak saya tahu 35:27 cara berpikirnya. 35:28 Sehingga sehingga pada saat ketemu, 35:31 nanti saya tahu bagaimana cara bersikap 35:33 sebaik-baiknya kepada eh beliau. 35:37 Kira-kira begitulah, Pak Doni. 35:39 Baik. Di WA yang diterima di acara ini 35:44 ada 35:45 Bapak atau Bung Abi yang bertanya nih. 35:50 Statistik nah, data statistiknya 35:54 caleg yang dibantu 35:57 selama ini 35:58 tertangkap niat yang baik atau yang 36:00 tidak nih, itu yang pertama. Terus yang 36:02 kedua, Rasulullah sallallahu alaihi 36:05 wasallam setelah diangkat menjadi nabi 36:08 bukan branding diri tapi branding Allah. 36:11 Bisa jelaskan? 36:13 Terima kasih. Iya. 36:16 Oke, heeh. Yang pertama, urusan eh 36:19 klien-klien saya ya alhamdulillah sih 36:23 begitu selesai menjadi anggota 36:25 legislatif, eh saya masih tetap bisa 36:28 berhubungan 36:30 ee mudah dikontak gitu kan ya, masih 36:32 bisa berdiskusi dan ternyata ee semakin 36:37 baguslah ya. Jadi memang niat-niat awal 36:39 yang dulu kita diskusikan bersama itu 36:43 memang benar-benar bisa dijalankan. 36:45 Biasanya 36:47 ini terjadi kalau saya handle paling 36:49 tidak 36:51 satu tahun ya sebelum sebelum 36:53 pencoblosan itu saya handle satu tahun 36:55 sehingga saya bisa menyampaikan 36:58 visi-visi, pandangan saya, persepsi, 37:01 apapun gitu untuk mempengaruhi beliau. 37:05 Dari sisi beliau sih ee dengan beliau 37:08 mendengarkan saya itu berharapnya sih 37:11 kemudian nanti masyarakat akan memilih 37:14 beliau gitu. Tetapi dari sisi saya 37:17 sebenarnya saya menyampaikan segala 37:19 sesuatu kepada caleg itu sebenarnya juga 37:23 tidak hanya dia bakal dipilih tetapi 37:25 juga dalam hal untuk membentuk 37:28 pikirannya bagaimana nanti setelah jadi 37:31 anggota legislatif itu apa saja yang 37:34 harus di ee dilakukan gitu. 37:37 Alhamdulillah kemarin beberapa kali 37:40 ketemu dengan teman-teman ee caleg yang 37:42 dibantu itu mereka senang sekali dan 37:45 bahkan mereka sudah enggak mikir 37:47 bisnisnya lagi gitu kan ya. He bahwa 37:50 benar bisnisnya itu untuk ee membiayai 37:53 kemarin urusan pencalegan kan ya, tapi 37:55 setelah menjadi anggota legislatif 37:58 urusan bisnisnya tinggal 10% jadi sudah 38:00 mereka bisa delegasikan, mereka full 38:03 untuk ngurusin masyarakat. Nah itu itu 38:06 yang membuat saya tuh ee bahagia 38:09 sebenarnya kalau menjadi konsultan 38:10 politik membantu politisi yang kemudian 38:14 dia membantu orang banyak. Mudah-mudahan 38:17 ya 38:18 pahala dia membantu orang banyak itu 38:20 juga bisa mengalir ke saya juga, gitu 38:22 kan ya. 38:23 Amin. 38:24 Yang sedihnya itu kan kalau politisinya 38:26 buruk sekali, gitu loh. Takutnya dosanya 38:28 ke saya juga, gitu kan ya. 38:30 [tertawa] 38:31 Itu yang pertama. Nah, yang kedua itu 38:34 kan terkait sama eh branding eh 38:37 Rasulullah, ya. 38:39 Nah, ini memang ada dua hal dan itu bisa 38:42 bisa terlihat agak berbeda. Pertama 38:45 adalah 38:47 eh message-nya, pesannya. Yang kedua 38:50 adalah messenger-nya. Jadi, pembawa 38:53 pesannya. 38:55 Baik caleg, 38:56 pilpres, politisi, 38:58 siapapun, itu pasti ada pesan-pesan yang 39:02 dia bawa. 39:03 Ada niat-niat atau semacam janji 39:07 program, janji prioritas, janji kerja 39:10 yang akan dia lakukan pada saat nanti 39:15 eh menjadi eh politisi, gitu kan ya, 39:18 menjadi pejabat publik. Itu sesuatu yang 39:20 berbeda dengan pembawa janji. 39:24 Nah, 39:25 orang harus 39:27 eh percaya dulu dengan pembawa janji, 39:31 politisinya, nabinya, 39:34 baru kemudian nabinya, politisinya, bisa 39:37 kemudian 39:39 eh memperlihatkan janjinya, sehingga 39:41 janjinya tersebut itu kemudian bisa 39:44 dengan 39:45 eh diterima oleh masyarakat. 39:48 Iya. 39:49 Bahwa branding yang dilakukan oleh 39:51 Rasulullah 39:52 itu sebelum menjadi nabi adalah 39:55 mem-branding dirinya. 39:57 Karena dari awal juga dia enggak tahu 40:00 kalau dia itu akan menjadi Rasulullah. 40:03 Dia menjadi Rasulullah dan akan eh 40:07 eh menyebarluaskan 40:09 ajaran Islam. Itu beliau belum tahu. 40:12 Setelah tahu itu 40:14 eh di usia 40 yang kemudian nanti 40:16 mendeklarasikan. 40:18 Jadi, ee 40:19 mohon jangan digabungkan gitu kan ya. 40:22 Jangan sampai kemudian 40:24 ee kita tidak mempedulikan 40:27 yang pembawa pesannya, messenger-nya, 40:30 messenger-nya dibandingkan pesannya 40:32 sendiri. Nah, itu penting dua-duanya. 40:35 Kalau kemudian 40:37 para nabi 40:39 itu punya akhlak buruk gitu kan ya, 40:41 enggak mungkin dia akan jadi nabi 40:44 kemudian membawa Allah pesan dari Allah. 40:47 Iya, terima kasih. Mudah-mudahan Bang 40:49 Abdi dengan jawaban ini merasa lega. 40:53 Kita sayangnya sudah di penghujung acara 40:55 nih. Bagaimana closing statement dari 40:58 Bang Habib sekaligus juga Bung Dedy. 41:02 Silakan. 41:09 Silakan. 41:10 Oh, saya dulu ya. Oke, terima kasih. Oh. 41:13 Ee kalau dari saya ee 41:16 saya selalu menekankan bahwa 41:19 apa pun yang kita lakukan di sosmed itu 41:22 ada jejak digitalnya. 41:25 Dan karena ada jejak digitalnya, apabila 41:28 apalagi bisa sampai di capture orang, 41:31 maka sampaikanlah 41:33 hal-hal yang memang 41:35 sesuai dengan hati nurani kita 41:38 dan se ada keinginan untuk kebaikan, 41:41 membangun kebaikan. Nah, dua hal itu 41:43 yang penting. Dan lakukan itu secara 41:45 istikamah. 41:46 Kalau kemudian kita lakukan postingan 41:49 yang cukup baik, kemudian istikamah, 41:52 mudah-mudahan branding kita itu dianggap 41:55 orang baik dan orang yang memperjuangkan 41:58 kebaikan. 41:59 Dan kalaupun nanti meninggal dunia, 42:02 seperti kata Habib, itu diingat sebagai 42:04 orang yang membawa kebaikan. 42:07 Gitu dari saya. Iya, Bang Habib. 42:12 Oke, ee jadi 42:14 di zaman sekarang yang sibuk dengan 42:17 pencitraan 42:18 kita sering terjebak 42:21 oleh keinginan untuk terlihat baik 42:23 sebelum menjadi benar-benar baik gitu 42:25 ya. 42:26 Kita ingin dikenal, dihormatin, bahkan 42:28 diviralkan dengan satu atau dua kegiatan 42:32 kita gitu. Rasulullah mengajari hal yang 42:34 beda gitu ya. Beliau tidak pernah 42:36 berjuang untuk membesarkan namanya tapi 42:39 beliau berjuang untuk meninggikan 42:41 kalimat Allah gitu ya. Bagaimana kita 42:42 lihat contohnya? 42:44 Di Thaif beliau dilempari, dihina. 42:46 Apakah beliau 42:48 membalas gitu ya? Beliau 42:51 bahkan malaikat ee Jibril menawarkan 42:53 apakah ini akan dihancurkan gitu ya? 42:56 Beliau ee bilang 42:58 "Jangan." Gitu ya. Ee malah bahkan 43:01 beliau mendoakan gitu ya, mendoakan 43:03 Thaif. Dan kita lihat Thaif itu banyak 43:05 pejuang-pejuang Islam gitu ya. Banyak 43:07 bahkan mereka masuk ke Islam dengan 43:09 sukarela gitu ya. Itu 43:11 ee beliau enggak tampil dengan pujian 43:13 manusia tapi beliau 43:15 hadir dengan akhlaknya. Ya itulah 43:18 personal branding beliau gitu ya. Itu 43:20 branding sejati. 43:21 Jadi beliau enggak mengajak orang lihat 43:25 "Nih saya." Gitu ya. Tapi beliau ngajak 43:27 orang ke Allah gitu ya. 43:29 Nah, kalau kita membangun citra diri 43:31 ingatlah bahwa kita 43:34 bukan hanya member membentuk orang ee 43:38 siapa diri kita gitu ya. Lebih penting 43:40 lagi dari itu apa yang Allah lihat dari 43:43 hati kita gitu ya. Dunia ini bukan hanya 43:45 penampilan tapi aku Allah akan lihat 43:48 hati, akhlak kita gitu ya. 43:51 Niat kita seperti apa gitu ya. Branding 43:53 kita bukan sekedar visual tapi 43:56 merupakan pancaran 43:58 nilai kita gitu ya, akhlak kita. Bukan 44:01 sekedar konten tapi kebermanfaatan kita 44:03 gitu ya. Jadi 44:05 ee 44:07 bagaimana kejujuran, ketulusan, 44:09 kontribusi kita itu lebih dinilai gitu 44:12 ya. Bagaimana kita diingin, dikenal, 44:14 dirindukan 44:16 ya. 44:17 Jadi cermin kebaikan gitu ya. 44:19 Siapa yang kehadirannya membawa cahaya, 44:22 dia akan diingat gitu ya ketika dia 44:24 meninggalkan dunia ini ya. Buatlah diri 44:27 kita bernilai bahkan setelah kita tidak 44:29 ada dengan kebaikan kita, dengan nilai 44:31 kita, dengan branding kita ya. 44:34 Tinggalkan legasi yang baik buat 44:35 keturunan kita. Dengan apa kita dikenal 44:39 gitu ya. Apa kebermanfaatan kita buat 44:41 orang lain. Apa nilai kita buat orang 44:44 lain. Itulah yang buat kita dikenal 44:46 bukan cuma di dunia tapi di akhirat yang 44:49 membawa nama kita terus didoakan sampai 44:52 hari akhir. 44:53 Terima kasih. 44:54 Assalamualaikum warahmatullahi 44:56 wabarakatuh. Waalaikumsalam 44:58 warahmatullahi wabarakatuh. 45:00 Ikhwan akhwat, itu tadi bincang hijrah 45:03 kita bersama Bang Habib 45:06 Ali Husaini ya, master trainer BNSP 45:10 bersama Bung Dedy Rahman yang merupakan 45:13 founder Katapedia. Bahasan rahasia 45:15 branding yang disukai langit dan bumi, 45:18 mudah-mudahan kita juga jadi istikamah 45:21 dan konsisten karena ingat bahwa jihad 45:26 di sosmed yang bisa membantu masyarakat 45:29 semoga bisa kita tingkatkan. Sekali lagi 45:31 terima kasih Bang Habib dan Bung Dedy. 45:34 Billahi taufik wal hidayah. 45:35 Wassalamualaikum warahmatullahi 45:37 wabarakatuh. 45:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:41 wabarakatuh. 45:41 Makasih Bang Nuni.