Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Hasil 0:03 TV. 0:08 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:10 subhanahu wa taala. Terima kasih 0:13 Anda masih bersama kami dan kini kita 0:16 telah terhubung dengan pemerhati bangsa, 0:19 pengamat politik, ada Bang Toni Rosyid 0:23 di ujung telepon sana. Asalamualaikum 0:25 warahmatullahi wabarakatuh, Bang Toni. 0:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:29 wabarakatuh, Mas. 0:32 Bagaimana? Masyaallah sehat, Bang Toni. 0:34 Alhamdulillah sehat walafiat. 0:37 Banyak cerita yang beredar di luar nih, 0:40 Bang. Mungkin kita butuh ee pencerahan 0:44 dan juga sedikit analisa dari Abang. 0:46 Namun sebelum itu, sebelum kita ke 0:48 berbagai cerita-cerita yang terjadi 0:51 dalam sepekan ini, Bang Toni ee 0:55 NU telah mengadakan muktamar yang ke-35 0:58 di ee Pondok Pesantren Bahrul Ulum 1:01 Tambak Beras, Jombang. Dan sebagai ee 1:04 tuan rumah muktamar ke-35 NU ini, 1:07 bagaimana kemudian ee Bang Toni melihat 1:10 serta harapan dari Nahdatul Ulama? 1:14 Karena kita tahu ee NU adalah salah satu 1:17 ee ormas Islam yang terbesar di 1:20 Indonesia. Dan dalam waktu yang sama 1:23 pula kemarin juga ini Gus Yahya eh ee 1:27 Ketua PBNU, ketum PBNU menyerukan untuk 1:32 penyelesaian konflik di Timur [berdehem] 1:33 Tengah melalui dialog dan diplomasi 1:37 setelah dirinya menghadiri pemakaman 1:39 Ayatullah Syed Al Khamenei sebagai 1:41 bagian dari delegasi pemerintah 1:43 Indonesia. di tengah konflik yang 1:47 semakin panas karena beberapa hari ini 1:50 Amerika menyerang Iran. Kemudian Iran 1:53 membalas ee menyerang 1:54 pangkalan-pangkalan Amerika Serikat di 1:56 negara-negara teluk. Belum lagi kemarin 1:58 juga Saudi ee menyerang bandara di sana 2:03 Ayaman dan kemudian Yaman. Dalam hal ini 2:07 Hauti juga membalas menyerang bandara di 2:10 Saudi. Kemudian Bang Toni, kita juga 2:14 ingin ee melihat bagaimana perjalanan 2:18 hukum di Indonesia begitu, Bang ya. ee 2:21 beberapa hari ini kan juga ramai ini 2:23 masalah KPK eh mohon maaf masalah 2:26 kejaksaan dan juga polisi yang akhirnya 2:30 dalam konferensi pers menghadirkan ee 2:34 apa namanya ee Kejagung 2:37 yaitu ee Kaplori yang menyatakan bahwa 2:41 kami tetap solid begitu di tengah 2:44 pusaran korupsi yang menyeret nama ee 2:49 Jampitsus ee yaitu Febri Adriansyah. 2:52 Dari dua informasi ini, Bang, mungkin 2:55 Abang bisa memberikan pencerahannya 2:56 kepada kita. Silakan, Bang Toni. 2:59 Iya. Menyoroti NU ee 3:04 sebelum bicara tentang konflik Timur 3:06 Tengah ya, 3:07 NU selesaikan dululah konflik internal 3:09 kan gitu. 3:12 Iya. Jadi ee konflik itu munculkan 3:15 karena kepentingan. 3:16 Heeh. ya. Dan konflik itu bisa 3:19 minimalisir kalau kemudian ee langkahnya 3:23 adalah meminimalisir kepentingan itu 3:26 gitu kan 3:27 ya. Jadi selama kepentingan itu ee masih 3:32 dibiarkan ya, dilberalisasi 3:36 ya, maka kemudian konflik itu akan ee 3:40 terus meninggi. Ee termasuk di dalam 3:43 konteks ee muktamar ya inilah saatnya 3:48 ee melakukan sebuah perubahan ya dari 3:53 hasil 3:54 ini dari hasil apa namanya? 3:59 melakukan perubahan dari hasil refleksi 4:02 selama konflik yang berkepanjangan di 4:03 internal PPNO. Artinya apa? Sudahlah ee 4:08 terutama pengurus yang lama enggak 4:10 usahlah ikut bermain, enggak usahlah 4:12 ikut [berdehem] menunjuk saya nyalonkan 4:14 ini karena bagus, ini bagus, enggak 4:15 usahlah. 4:16 Heeh. 4:17 Dalam rangka untuk meminimalisir 4:19 kepentingan-kepentingan yang lebih jauh. 4:21 Ini kan ormas dan ormas terbesar di 4:24 Indonesia. harusnya tampil untuk memberi 4:27 menjadi referensi bagi ormas-ormas yang 4:29 lain yang sedang tumbuh. NU ini adalah 4:33 ormas meskipun tidak paling tua ee 4:36 secara kultural paling tua ya, tapi 4:39 secara struktural memang lahir pada 4:41 tahun 1926 Muhammadiyah lebih dulu. 4:44 Tetapi secara kultural sebelum lahir 4:46 Muhammadiyah NU itu ya sudah membangun 4:50 kultur melalui pesantren-pesantren. 4:53 Artinya dalam perjalanan sejarah sudah 4:55 layaknyaalah menjadi bapak dari bangsa 4:57 ini, sudah menjadi bapak dari 5:00 ormas-ormas, sudah menjadi layak menjadi 5:02 bapak bagi umat Islam khususnya umat 5:05 Islam di seluruh Indonesia. sebagai 5:07 bapak, maka sudah selayaknya NU 5:10 membangun sebuah karakter yang layak 5:13 untuk menjadi referensi bagi 5:14 anak-anaknya, bagi adik-adiknya ya, bagi 5:17 orang-orang yang memang ee akan 5:19 menjadikan NU sebagai prototipe ee 5:21 mengelola sebuah ormas. Oleh karena itu 5:24 secara ee sektor sektoral ee dan parsial 5:30 perlu pada menahan diri terutama 5:33 pengurus-pengurus lama yang terbukti ee 5:36 dianggap dalam tanda kutip gagal 5:38 sehingga munculnya muktamar dipercepat 5:40 kan gitu. 5:41 Heeh. 5:41 Adanya muktamar dipercepat kan karena 5:43 pengurus lama dianggap gagal. Kalau 5:45 sudah gagal ya sudahlahu diri. Enggak 5:47 usahlah kemudian ikut-ikutan. serahkan 5:50 kepada ee pengurus-pengurus NU atau 5:54 cabang-cabang NU yang di daerah untuk 5:56 memilih seorang pemimpin yang apa? Ketua 5:59 PPNO yang nanti paling layak ya untuk 6:02 memimpin NU ke depan ya. Kalau kemudian 6:05 ikut-ikutan sekali lagi NU itu PBNU 6:09 bukan PKB, bukan partai politik, maka 6:13 perlu sebuah sistem ee dan karakter yang 6:17 berbeda. Kalau PKB atau partai-partai, 6:21 partai politik itu kan memang namanya 6:23 mereka adalah pelaku politik praktis. 6:26 Berbeda dengan ormas. 6:28 Heeh. 6:28 Ini garis bawahi ya. Kalau selama ini ya 6:33 hampir-hampir mirip yang terjadi. Karena 6:35 itu ee hasil dari konflik yang cukup 6:39 konflik internal cukup panjang sudah 6:41 waktunya NU melakukan refleksi dan 6:44 evaluasi khususnya karena ini sangat 6:46 menentukan pada muktamar ee ke depan di 6:49 Nyumbang. Penentuan itu kan alot sekali 6:52 karena berbagai kepentingan. He. Ini kan 6:54 juga partai harusnya tidak seperti itu. 6:56 Mau di mana pun kek gitu kan ya terserah 7:00 gitu kan. Kalau misalnya kalau di 7:03 Lirboyo wah yang diuntungkan nanti Gus 7:05 Yusuf yang kalau di apa di mana itu 7:09 namanya di Jombang yang diuntungkan itu 7:11 si ee Gus Salam ya atau calonnya ee I ee 7:16 Gus Ipul gitu kan. 7:17 Kalau di Kediri Prabowo enggak bisa 7:20 datang tapi kalau di Jombang Prabowo 7:22 bisa datang. Heeh. 7:23 Sementara dekat dengan ee orang dekatnya 7:27 Prabowo kan gitu-gitu. Jadi saya 7:30 akhirnya memberikan sebuah analisis 7:32 politiknya ke situ dan itu mestinya 7:34 tidak perlu yang kayak begitu. Cari 7:37 tempat yang tetapi ya sudahlah semoga 7:40 kita berharap betul ya ee nanti dalam 7:43 prosesnya ya tidak ada politik uang gitu 7:46 kan, tidak ada intervensi kekuasaan dan 7:49 sebagainya. kita berharap seperti itu 7:52 sehingga ee NU betul-betul ee layak 7:55 untuk dijadikan sebagai ee Bapak dan 7:58 kakak tertua bagi ormas-ormas yang 8:00 sedang sedang tumbuh sehingga ee NU apa 8:05 PBNU khususnya ee menjadikan diri dengan 8:09 sebuah berdiri dengan sebuah harisma 8:11 yang kuat ya. Kalau harisma yang kuat ya 8:13 tinggal ajak ormas-ormas yang lain ya. 8:16 Kalau kemudian merangi LGBT gampang gitu 8:18 kan. Merangi korupsi. 8:20 Ang gitu kan. Kemudian ROO yang sudah 8:24 terlalu lama tentang easan 8:27 ee perempasan aset ee bisa didorong. 8:31 Kalau sudah NU bicara ngajak 8:32 Muhammadiyah pasti Muhammadiyah mau 8:33 ngajak rupasi yang lain pasti mau. 8:35 Gandeng MUI pasti mau. MUI itu 8:37 pendolanya e tokoh-tokoh ee utamanya, 8:40 elit-elitnya juga kebanyakan mayoritas 8:43 NU. Nah, NU itu menjadi sebuah kunci. 8:46 Nah, kalau NU punya karisme ya, terus 8:50 kemudian jelas visi kebangsaan dalam 8:53 pengertian ee setiap periodenya, maka 8:56 akan menjadi sebuah kekuatan umat yang 8:58 luar biasa dahsyat. Luar biasa dahsyat 9:01 gitu ya. Luar biasa dahsyat. Saya bisa 9:03 bayangkan NU itu akan menjadi sebuah 9:06 penentu nasib bangsa ini. Meskipun ormas 9:09 bukan partai politik. dia akan menjadi 9:11 penentu nasib bangsa ini. Kenapa NU bisa 9:13 panggil presiden kok bukan NU yang 9:15 dipanggil presiden. 9:16 Iya. 9:17 E karena apa? NU punya kekuatan dengan 9:19 ormas-ormas yang lain. Misal panggil eh 9:21 begini ini ada LGBT ini kita harus apa 9:24 namanya? Tentaskan ini. Ini ada ee 9:26 korupsi. Kalau sudah korupsi itu di atas 9:29 10 miliar harus ee apa ee potong leher 9:33 gitu misalnya harus hukuman mati gitu 9:35 kan. kan MOI juga sudah memberikan fatwa 9:38 kan ya sesoal-soal itu gitu loh ya. 9:42 Kalau NU yang dukung MUI itu enggak ada 9:44 apa-apanya dibanding NU karena apa? 9:46 Lebih kuatan NU karena basis massanya 9:49 itu lebih real gitu ya. 9:50 Iya. Iya. Ya, maka kita sebagai umat ya 9:54 dan sebagai bangsalah bukan sektarian 9:56 sebagai bangsa Indonesia ini berharap 9:58 betul ee PBNO NU apalagi hubungan NU 10:03 dengan nonmuslim kan juga ormas muslim 10:05 itu juga bagus gitu kan 10:07 ee yang selama ini betul-betul terjaga. 10:09 Kalau betul-betul bisa tampil seperti 10:12 itu bangsa ini akan sangat cepat untuk 10:15 berlari menjadi bangsa yang lebih baik. 10:19 Hm. He. 10:20 Jadi memang suara RU ini yang ee akan 10:23 didengar oleh ee umat ini, Bang. 10:27 Iya. Secara politis kan begini, siapapun 10:29 yang punya pengaruh paling besar gitu 10:31 kan, siapapun yang punya pengaruh paling 10:33 besar ya itu yang kemudian paling 10:36 didengar oleh ee penguasa itu. NU adalah 10:40 ormas terbesar di Indonesia bahkan di 10:42 dunia dalam konteks Indonesia terbesar 10:45 di Indonesia ya. bagaimana menampilkan 10:48 diri e sebagai bapak dan juga sebagai 10:53 kakak yang bisa diterima oleh adik-adik 10:56 dan anak-anaknya itu saja. Kalau sudah 10:59 kemudian dengan catatan apa kalau bisa 11:01 diterima ya proses ini ya tidak 11:04 kelihatan ambisius, proses muktamar dan 11:06 kemudian menunjukkan performance-nya 11:08 tidak didikt diintervensi punya 11:11 kemendirian tidak berorientasi pada 11:14 uang. Maka dulu Gus Dur ya lihat 11:17 ditakuti sama Pak Pak 11:20 ee Pak Orde Baru itu sama Pak Harto 11:23 diuti ya. Kita lihat Gus Dur misalnya ya 11:27 ee apa mengadakan raker gitu kan. 11:31 Heeh. 11:32 Takut itu Pak Harto 11:34 hanya mengadakan raker itulah kecerdasan 11:37 ya seorang Gus Dur ngadakan raker 11:39 kumpulin orang. Wah, sudah ketakutan 11:41 itu. 11:42 Itu Orde Baru yang sudah puluhan tahun 11:45 ya, yang tingkat otoriternya 11:49 dan tingkat sentralistiknya dalam 11:51 kekuasaan itu sangat tidak diragukan. 11:54 Itu kalau Gus Dur cuma mungkin itu. 11:56 Kenapa? Karena memang Gus Dur itu tidak 11:58 punya kepentingan kecuali kepentingan 12:00 NU. Coba hidup Gus Dur sederhana, rumah 12:03 Gus Dur sederhana, enggak punya sampai 12:06 meninggal beliau almarhum enggak punya 12:08 kekayaan yang bisa dilihat gitu kan yang 12:11 signifikan. Padahal mantan presiden, 12:13 mata ketua PPNO ya kendaraannya 12:16 biasa-biasa saja. Putra e putri-putrinya 12:19 juga dilihat kelihatan bukan orang yang 12:22 punya duit 12:23 ya. Ee yang dibangun bukan hanya ketika 12:25 Gus Dur PNU, ketika Gus Dur menjadi 12:28 presiden, yang dibangun bukan rumahnya. 12:30 bukan karangannya, bukan memperluas 12:31 tanahnya yang dibangun PBNU. 12:34 Heeh. 12:35 Nah, kita merindukan gitu loh, 12:37 merindukan e ketua-ketua PBNU itu 12:40 seperti Gus Dur gitu loh, yang memang 12:43 mewakafkan total hidupnya untuk NU dan 12:47 tidak punya ee apa eh faced of interest 12:51 terhadap NU. Tidak menjadikan NU sebagai 12:54 kendaraan kecuali untuk membangun umat 12:57 dan bangsa. Itulah Gus Dur ya. Kalau di 13:01 polisi ada hugeng gitu kan ya. Ee di NU 13:04 itu ada Gus Dur. Ini manusia yang 13:06 menurut saya sangat luar biasa ya dalam 13:10 konteks pengabdian totalitasnya kepada 13:13 NU sehingga mewakafkan dirinya dan 13:16 mengorbankan dirinya. Agustur perlu 13:19 menjadi prototipe bagi generasi sekarang 13:22 ya. Bukan sebagai orang-orang yang ingin 13:25 berkuasa. Ya, Gusur kalau waktu itu mau 13:27 berkuasa sampai ini mengakomodir aja 13:29 kepentingan Golkar dan kepentingan 13:31 partai yang lain itu masih terus kok 13:32 lanjut 5 tahun. 13:34 Heeh. He. 13:34 Tapi karena prinsip dan idealismenya ya 13:37 enggak apa-apa. Yang penting saya sudah 13:38 ungkapkan, saya sudah saya enggak mau 13:40 dijajah oleh apa bangsa ini dijajah oleh 13:42 partai-partai politik 13:44 dan itu punya prinsip. Nah, kita 13:46 berharap siapapun yang terpilih nanti 13:48 prosesnya 13:49 itu adalah proses yang tidak 13:51 terintervensi, proses yang mandiri, 13:53 proses yang jauh dari ambisi pribadi. 13:56 Dan kemudian ketika siapapun yang yang 13:58 jadi kita juga berharap bisa membawa NU 14:01 kembali betul-betul kepada khitah. 14:03 Khitah sebagai perjuangan sebagai 14:06 nahdatul 14:07 ulama ya sebagai kebangkitan para ulama 14:11 untuk mengawal bangsa ini agar menjadi 14:13 bangsa yangatun thayibatun warbun gfur. 14:16 Amin. 14:17 Amin. Baik. Kemudian ee tema dialog yang 14:21 kedua nih, Bang. Ini yang terkait dengan 14:24 ee 14:25 ee Kejagung dan Plori. Bagaimana Abang 14:28 melihat ini? 14:28 Tadi ada bahasa Masakus itu, Bu apa 14:32 namanya? mengungapkan kesolitan. Kita 14:34 enggak butuh kesolitan. 14:36 Hm. 14:37 Rakyat itu butuh pemeratan kursi. Justru 14:40 kalau tidak solid gitu kan e saling 14:43 ambil, saling saling bongkar malah bagus 14:46 kan begitu 14:47 malah bagus ya. 14:49 Kalau solid malah kompromi kan begitu 14:52 begitu 14:53 logikanya harus dibalik gitu loh. 14:55 Jadi ketika [tertawa] terbongkarnya 14:57 begitu itu yang disorot itu bukan oh ini 14:59 konflik antara keduanya ya biar 15:01 berkonflik. berkonflik dengan pengertian 15:03 untuk bangsa dan untuk bangsa dan negara 15:06 ini mentingannya untuk rakyat ini 15:09 pemungkaran korupsi itu kan untuk 15:11 bangsa. 15:12 Heeh. 15:13 Gitu kan. Kemudian diawali triggernya 15:15 oleh sebuah konflik apapunlah triggernya 15:18 itu yang penting kan terbongkar. Nah, 15:20 ada seorang ee ulama 15:22 sangat ee ulama besar terkenal di 15:25 Indonesia, saya enggak perlu sebutkan 15:26 namanya. dia kirim soal ee Febri itu kek 15:31 ditangkap kakak di sini begini begini 15:33 begini banyak. Saya dari dulu ketika 15:35 kepada Rasel kan saya selalu bilang saya 15:37 enggak pernah kaget. 15:39 Oh heeh. 15:40 Mas Agus kan sering dengar saya bilang 15:42 ketika wawancara itu termasuk hostnya 15:45 Pak Ihsan. Saya enggak pernah kaget, 15:47 enggak pernah terkejut. 15:50 Itu biasa itu. 15:52 Karena problemnya itu bukan personal 15:55 morality. bukan moralitas personal, 15:59 bukan soal Febri. Febri mau diganti 16:02 siapa, diganti siapa? Magi siapa? Ya, 16:05 selama sistemnya masih seperti ini, ya, 16:08 ya orang-orang akan seperti Febri-febri 16:09 yang lain. 16:11 Oh, berarti kita sistemnya yang harus 16:13 disorot ini. Sistem. Jadi begini loh, 16:16 dalam struktur ini ya, ini ada sebuah 16:20 cerita seorang menteri kepada saya 16:22 langsung. 16:22 Heeh. empat mata dia cerita ya ee ketika 16:27 dia sudah selesai jadi menteri 5 tahun 16:30 ini sudah lama menteri lama ya 16:31 5 tahun itu dia bilang apa ada seorang 16:35 pejabat struktural bawain di Pak ini 16:38 uang sekian miliar untuk ini uang apa 16:41 ini uang ya memang kami kumpulin dari 16:42 proyek-proyek itu, Pak untuk ini gitu 16:44 kan dikasih ini semua menteri yang kami 16:47 kasih seperti ini, Pak. ini untuk ee 16:50 Bapak pensiun. Pokoknya setiap menteri 16:52 yang pensiun kami sudah siapkan ini. 16:54 Dari mana uangnya? Ya, diambil dari 16:56 proyek-proyek, Pak. Gitu kan. Oh, enggak 16:58 usah kata menteri itu. 17:00 Heeh. 17:00 Enggak usah, enggak usah bagi-bagi aja. 17:02 Saya enggak enggak enggak enggak perlu 17:03 gitu loh. Gak gitu gitu loh. Dia juga 17:06 kaget ternyata ada yang seperti itu. Apa 17:09 ini artinya ya? Ini berjalan ee di dalam 17:12 sebuah ee struktur gitu loh. 17:15 Heeh. 17:15 Ada sistem terstruktur. 17:18 ya untuk ya ee melakukan korupsi. 17:22 Hm. 17:23 Gitu. Jadi ini bukan menterinya A, 17:25 menterinya B, menterinya C, bukan 17:27 jampitusnya 17:28 apaan Febri ya, bukan yang lain, bukan 17:31 karena kemarin di Bea Cukai ini mau 17:34 ganti orang itu hanya ganti personal. 17:37 Sistem itu sistem koruptif itu jalan. 17:40 Hm. 17:40 Ah, perlu saya jelaskan ada sistem 17:42 koruptif dua ee apa melalui dua ee 17:45 bentuk. Yang pertama itu internal 17:47 melalui struktur itu sudah dari zaman 17:50 dulu 17:52 ya, dari zaman Orde Baru, Orde reformasi 17:55 terus itu berjalan gitu sampai sekarang 17:58 jalan terus diwariskan turun-temurun. 18:01 Yang baru masuk diajarin caranya begini 18:03 yang masuk meneruskan itu ya ee apa pola 18:07 korupsinya itu diteruskan. E ada yang 18:10 kemudian di eksternal, di eksternal itu 18:12 siapa ya? ee bagian untuk lobi. 18:15 Nah, bagian untuk lobi itu siapa? Ya, 18:17 orang kepercayaan dari pejabat itu. Si 18:20 A, kamu lebihnya si B, si C, si D. Ya, 18:23 ada orang kepercayaan dan orang ini 18:25 memang sudah dibawa dari bawah 18:29 gitu kan, sudah terlatih dari bawah 18:30 sehingga mengerjakannya secara 18:32 profesional. Enggak bisa kemudian 18:34 misalnya Feri itu mendapatkan Febri itu 18:37 mendapatkan uang itu langsung transaksi 18:40 dengan dia langsung enggak ada. Pasti 18:41 ada pihak ketiga, 18:44 boleh jadi ada pihak keempat gitu loh 18:47 yang kemudian menjadi mediator. 18:50 Iya. Iya. 18:50 Di antara Febri dengan mereka. Dan pola 18:53 seperti ini kan ya boleh dibilang ya 18:57 oknumnya terlalu banyak gitu loh. 18:59 Jadi persoalannya lagi-lagi masyarakat 19:02 Indonesia itu senang kaki ee persiap 19:06 terjebak oleh kasus dan oleh person. 19:11 Ya. Jadi ada teori right meal itu 19:16 namanya eh sociological imag eh apa 19:19 namanya? sociological 19:21 eh imagination itu ya. Imaginasiologi. 19:25 Jadi eh ada trouble personal, personal 19:28 trouble persoalan personal itu terjadi 19:31 ya kaitannya dengan ya eh apa namanya eh 19:35 public isue ya sebenarnya sistem ya bisa 19:38 dikatakan yang lain adalah sistem. 19:41 Jadi ada orang sistem orang buruk jahat 19:44 tapi kalau sistemnya bagus kejahatannya 19:47 hilang. 19:48 Heeh. 19:48 Ya. 19:49 Orang baik ya ada ungkapan begitu dengan 19:52 sistem buruk ya kebaikannya hilang 19:55 kan begitu. Nah. Oleh karena itu 19:58 persepsi kita yang harus diubah bukan 20:01 lagi melihat secara ee dari sisi kasus 20:05 dan pada personal tapi dilihat dari 20:08 sebuah sistem yang berjalan. itu kan 20:10 hanya persoalan berapa angkanya yang 20:12 berbeda. itu kan nanti ada febr-febr 20:14 yang lain gitu kan di institusi bisa 20:17 sama maupun institusi yang lain gitu kan 20:19 nanti akan ada ya yang seperti ini akan 20:22 terus akan terus ada gitu loh ya cuman 20:25 beda angkanya ya kemudian beda aktornya 20:30 beda pihak ketiganya gitu kan modusnya 20:33 habis miriplah 20:34 Heeh he 20:34 polanya mirip satu dengan yang lain maka 20:38 cara memberantasnya itu bukan kasus per 20:40 kasus 20:41 jadi lagi-lagi Saya selalu menggunakan 20:43 sebuah analogi. Kalau torennya kotor 20:47 yang dibersih yang diganti jangan 20:49 krannya. 20:51 Hm. 20:52 Dibersihkan torennya. 20:54 Heeh. Atau ganti ganti torennya apa yang 20:56 di sistem. Iya. Ganti torennya itu 20:58 sistem torennya. 21:01 Kalau kran itu kan dia hanya mengikuti 21:04 saja. Kalau airnya bersih dia ikut 21:06 bersih. Kalau airnya kotor dia ikut 21:08 kotor. Kecuali kerannya itu menyempit 21:10 rusak lah. Itu perlu kerannya. Air kotor 21:13 kok yang diganti kerannya bukan yang 21:15 diganti torennya. Ah kita gitu kan ya 21:19 yang kemudian Febri kalau kamu mau 21:21 diganti Febri mau berapa kali tetap sama 21:24 bos. 21:24 Iya 21:26 gitu kan. Dan Febrifebri ini itu ada di 21:30 hampir semua institusi. 21:33 Febri-febri ini. Mana ada institusi yang 21:36 tidak muncul orang seperti Febri? 21:37 Pertanyaannya gitu. 21:38 Heeh. 21:39 Kecuali dosen. 21:41 Karena apa? Meja aja enggak punya, kursi 21:43 enggak punya, apa yang mau dikorupsi? 21:45 [tertawa] 21:46 Karena enggak ada kesempatan aja. Kalau 21:48 dosen dikasih kesempatan boleh jadi 21:50 korupsi gitu loh. Karena enggak ada 21:51 kesempatan. Maka Pak Mahfud MC kan 21:54 sampai membuat sebuah analogi yang 21:56 sangat ekstrem. Kalau malaikat sudah 21:58 jadi pejabat di Indonesia akan korup kan 22:00 gitu ya. Itu itu analogi yang sangat 22:03 sangat ekstrem kalau enggak salah 22:05 analoginya gitu ya. E coba-coba di 22:07 dilihat lagi gitu. Artinya apa? 22:09 laki-laki sistem. Orang yang baik berada 22:13 di sistem yang buruk, maka kebaikannya 22:15 akan hilang. Orang yang jahat berada di 22:17 sistem yang baik, maka kejahatannya akan 22:20 hilang. Jadi ini bukan soal solid dan 22:23 tidak solid. Ini bukan soal pembongkaran 22:26 oleh siapa, tapi ini adalah sebuah 22:29 kejahatan sistemik dan terstruktur 22:33 bahkan masif yang dilakukan 22:36 turun-temurun dan diwariskan terhadap 22:38 generasi terutusmenerus kepada 22:40 berikutnya. Inilah yang harus 22:42 diperbaiki. 22:44 Inilah yang harus dipotong. Inilah yang 22:47 harus direformasi. 22:49 itu 22:51 cara berpikir yang benar gitu loh. 22:54 Jadi ee perbaikan sistem ini mungkin 22:58 Bang Toni bisa menjelaskan secara 22:59 spesifik harus seperti apa, Bang? Karena 23:02 saya juga ingin menyoroti tentang ee apa 23:05 namanya? RUU perampasan aset terhadap 23:09 koruptor. Ini yang masih terus dibahas 23:11 di dalam Proleknas 2026. 23:15 Ya, kita kan punya sistem ya ketentan 23:19 kita sistem presidensial. 23:20 Heeh. Heeh. 23:21 Presidensial. Presidensial itu kan 23:24 kemudian ee 23:26 betapa berkuasanya seorang presiden. 23:29 Iya. Nah, kekuasaan itu kan ee kalau 23:34 kita menggunakan analisanya Robert Moron 23:37 Morton misalnya itu kan ada apa namanya 23:41 ee fungsi manifest, ada fungsi latin ya 23:46 ee akan sangat bergantung kepada ee ee 23:49 mod apa namanya ee penguasa. Jadi 23:53 presiden misalnya jaksa Agung ini kita 23:56 apresiasi ya dalam konteks ini presiden 23:59 menggunakan jaksa Agung untuk melakukan 24:02 e pemberantasan korupsi yang luar biasa. 24:04 Bahkan sebelum ada undang-undang 24:06 perampasan aset ya Presiden juga sudah 24:08 melakukan perampasan aset yang juga luar 24:10 biasa. Artinya kita harus harus 24:12 objektif, harus jujur bahwa ee apa yang 24:15 dilakukan oleh Presiden dalam konteks 24:16 ini sudah benar, sudah tepat dan kita 24:19 dukung 24:20 ya perampasan aset. yang kemudian 24:22 Presiden permasan aset itu kan dari dulu 24:24 tidak pernah di 24:25 ee ini karena terlalu kuatnya oligarki 24:28 dan oligarki di hadapan Pak Prabowo 24:30 sekarang mulai melemah sehingga RUU 24:32 perampasan aset ini kemungkinan besar 24:35 akan dijadikan undang-undang diketok 24:37 lalu menjadi undang-undang. ini juga 24:38 harus menjadi sebuah ini menjadi poin 24:40 positif yang harus kita apresiasi dari 24:42 Pak Prabowo ya tanpa keinginan Pak 24:45 Prabowo enggak mungkin itu DPR ya ee 24:47 banyakkan juga teman-teman di DPR itu 24:49 dikuasai oleh oligarki. Sederhananya 24:51 ginilah oligarki ee ada kawan saya 24:54 seorang anggota DPR dia bilang begini, 24:57 "Kalau jalan nyalon anggota DPR jangan 24:58 paang sendiri, enggak jadi. Harus pakai 25:00 uang orang." Caranya gimana? Ya, dari 25:02 taipan-tapan itu 25:04 minta uang kemudian jadi pada akhirnya 25:06 apa? ya. Di situ otomatis ada transaksi 25:08 enggak ada makan siang gratis 25:10 ya. Dan prosesnya kan se seperti itu ya 25:14 seperti itu. Bahkan sampai ratusan orang 25:17 dipersiapkan dan dibiayai ya oleh 25:20 sejumlah taipan itu untuk menjadi 25:22 anggota DPR ya. Dari situlah kemudian 25:26 merawatlah pada anggota DPR itu. Inilah 25:28 yang sering kali terjadi. Nah, yang ini 25:31 hanya bisa dipatahkan oleh yang namanya 25:33 Presiden. Ah, oleh karena itu RU 25:36 perampasan aset itu dari dulu ini RU kan 25:39 sudah lama sekali kan tidak pernah 25:41 dibahas-bahas lagi ya ee tidak 25:44 dimasukkan Proknas gitu. sekarang sudah 25:47 masuk dan kemudian dibahas dan 25:48 kemungkinan besar akan ketok Palu ini 25:50 bagian daripada menurut saya jasahnya 25:52 Pak Pak Prabowo ah betapa kuasanya 25:54 seorang presiden itu misal panggil 25:57 Kapolri sudah saatnya selesai Pak 25:59 Kapolri selesai saya ganti Kapolri yang 26:02 baru eh kamu aku jadikan Kapolri ya tapi 26:04 dengan catatan ini kamu berantas semua 26:05 backing-packing enggak ada lagi backeng 26:07 jadi Pak Prabowo tidak perlu bicara di 26:09 depan para polisi yang kemudian ada 26:12 kamera polisi harus begini begini enggak 26:14 perlu cukup panggil Kapolri ganti 26:17 Kapolri ya atau kapolri yang ada. Eh, 26:20 oke kamu selesaikan ini enggak ada 26:22 backeng-beng enggak ada kemudian 26:24 palak-palakan enggak ada begini ya. 26:26 Semua anggotamu harus dibersihkan. Semua 26:28 aknum-akoknum itu harus dibersihkan yang 26:30 melakukan itu. Kalau kamu sanggup aku 26:31 pertahankan. Kalau enggak sanggup enggak 26:32 ganti. Ah, penggantinya seandainya 26:34 enggak sang penggantinya pun dilakukan 26:35 gitu. Kamu akan jadikan Kapoli. Tapi 26:37 begini begini begini. Ya, kalau aku 26:38 kasih waktu yang 6 bulan. Kalau kamu 26:40 tidak melakukan ini aku ganti kira-kira 26:42 nurut enggak? 26:44 Nurut B. [tertawa] 26:46 pasti siap, Pak. Karena apa? Ini kita 26:49 kalau bicara tentang e teori pertukaran 26:51 gitu kan. Teori pertukaran 26:53 ee apa namanya? Ee ada teori teori ee 26:59 pertukaran itu. Jadi seseorang itu dalam 27:02 konteks ee struktur sosial ya siapa yang 27:05 paling kuat ya? orang yang paling 27:07 dibutuhkan itu yang paling kuat, yang 27:09 punya otoritas tinggi. Dalam konteks 27:11 ini, Presiden bisa bisa melantik dan 27:13 bisa memecat ee seorang Kapolri, maka 27:16 Presiden punya posisi yang daya tawar 27:18 yang sangat tinggi. Orang yang menjadi 27:20 superior, yang inferior itu pasti 27:22 mengikut kan prosesnya ee ee seperti itu 27:26 teori sosiologinya kan. Nah, dalam 27:29 konteks ini ya eh apa namanya eh do udes 27:34 ya bahasa pertukarannya itu aku memberi 27:36 supaya engkau melakukan sesuatu memberi 27:38 sesuatu artinya aku beri jabatan kamu 27:41 supaya kamu mengikuti apa yang ee aku 27:43 instruksikan kan selesai. 27:45 Begitu juga Jaksa Agung, Jaksa Agung 27:47 sudah jalanlah gitu kan. Begitu juga 27:49 yang lain-lain gitu kan ee PPATK 27:52 kemudian ee apa OC terus kemudian BPK ee 28:00 lalu apa ee dan lain-lain ya. Ya, itu 28:04 bisa dilakukan oleh seorang presiden. 28:06 Heeh. 28:07 Ya, asal presiden mau. 28:10 Heeh. 28:11 Asal presiden konsisten sangat bisa. Ah, 28:14 semoga dengan tanda-tanda dengan RUOU 28:17 kemudian bisa menjadi undang-undang 28:19 perampasan aset. Kemudian Pak Prabowo 28:21 sudah melakukan perampasan-perampasan 28:23 aset yang cukup signifikan. Ada kalau 28:25 enggak salah sudah 6 juta hektar baik 28:27 tambang maupun ee sawit yang kemudian 28:30 sudah di disita 28:32 sebagainya ya. Saya berharap ini 28:34 berjalan terus dan semakin rapi ya 28:36 semakin rapi dan semakin konsisten 28:38 dengan membersihkan orang-orang di 28:40 sekitarnya. Jangan sampai Pak Prabowonya 28:42 sudah berbuat baik. sudah menkan 28:44 kemudian dikotori oleh orang-orang yang 28:47 berada di ee di sekitarnya. Itu yang 28:49 paling penting. Dan Pak Prabowo juga 28:51 jangan juga kontraproduk dengan kegiatan 28:53 ee program-program yang lain yang justru 28:55 menjadi sorotan publik dan sorotan itu 28:57 menjadi negatif. misalnya [berdehem] ee 28:59 ternyata korupsi MBK ya MBK niatnya baik 29:02 ya cuman karena memang belum terlalu 29:05 matang ya dia persiapannya 29:07 perencanaannya ya akhirnya amburadul 29:09 yang sekarang kan ee tadi pagi saya baca 29:12 untuk K3 banyak orang yang sudah 29:14 berinvestasi misalnya para-para 29:17 pengusaha ya kelas kecil sampai kelas 29:19 menengah dia mencoba untuk apa ee enggak 29:22 enggak ada kelas atas dalam kontek ini 29:24 ini kelas mainannya kelas menengah lah 29:26 iya itu sudah berinvestasi untuk MBG ya. 29:29 Kemudian ada efisiensi kan mereka jadi 29:31 korban. 29:32 Hm. 29:33 Sampai yang K3 aja daerah terluar ee apa 29:36 ee apa D3T ya misalnya daerah terluar 29:39 terpencil terjauh itu aja asosiasi 29:42 mereka kumpul dibaca media tadi tadi 29:45 pagi itu ee mengalami padahal mengalami 29:49 kerugian sampai 8,7 triliun padahal 29:52 mereka membantu negara ya mereka pinjam 29:55 dari bank ya. Kalau kemudian tidak 29:57 beroperasi gimana mereka cicilan bank 30:00 ini juga harus diperhatikan. Kalau fokus 30:02 saja ke 3T misalnya ya memang mereka 30:04 paling butuh 3T ini ya. Jakarta 30:08 belakangan, Semarang belakangan. 30:10 Surabaya belakangan, yang lain-lain 30:12 belakangan lah. Yang diutamakan adalah 30:14 daerah yang betul-betul tingkat 30:16 stuntingnya tinggi. Terus kemudian 30:18 kekurangan gizi masyarakat yang 30:20 kekurangan gizinya juga besar jumlahnya 30:23 dan sebagainya, pendidikannya rendah. 30:25 Merekalah yang mestinya diutamakan 30:28 ya bukan kemudian ya nggih Jakarta 30:30 nantilah gitu tapi yang sudah jalan aja 30:33 lah gitu yang sudah jalan yang sudah 30:35 dapurnya sudah mau jadi apa ya ya itu 30:37 dijalankan aja mau tidak mau ya jangan 30:39 kemudian merugikan pihak ketig doa-doa 30:42 orang yang terzalimi itu bahaya loh 30:45 gitu kan begitu 30:47 iya baik Bang Toni kita sudah berada di 30:49 penghujung dialog kita di pagi hari ini. 30:52 Bang Toni ee sedikit kesimpulan dari 30:54 perbincangan kita, Bang. 30:56 Iya. Jangan pernah berhenti untuk 30:59 beramal e buat bangsa ini. 31:02 Ya, terus-menerus sesuai dengan ee 31:05 kapasitas kita, posisi kita dalam kita 31:08 mengambil peran eh likulli maqamin 31:11 rijal. Artinya ya seperti saya sebagai 31:14 pengamat politik yang hanya bisa ee 31:17 memberikan masukan dengan seperti ini. 31:19 yang lain yang punya ee 31:21 kapasitas-kapasitas yang lain ya ee 31:23 terus konsisten untuk memberikan ee 31:26 masukan kepada bangsa ini agar terkelola 31:28 menjadi lebih baik ke depan dan 31:30 terus-menerus dengan niat yang ee tulus 31:34 terus kemudian dengan ee sikap yang 31:37 objektif dan tidak memiliki 31:40 kepentingan dari pribadi ataupun 31:41 kelompoknya. Insyaallah kalau semuanya 31:43 melakukan dengan cara seperti ini 31:45 keberkahan akan turun begitu. 31:46 Amin. Amin ya Allah. Baik. Terima kasih 31:49 Bang Toni Rasyid atas dialog kita di 31:51 pagi hari ini. Asalamualaikum 31:52 warahmatullah wabarakatuh, Bang Toni. 31:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:57 wabarakatuh.