Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- itu
- [Musik]
- mungkin bisa menggarap memanfaatkan
- bulan Ramadan semaksimal mungkin tanpa
- ada start atau persiapan di bulan
- Syakban ini. Jadi, dua bulan ini bulan
- ee Rajab dan Syakban. Rajab sudah
- berlalu, Syakban ini masih ada di
- dalamnya
- kita. Jadi
- diibaratkan kalau Syakban ee Rajab itu
- adalah syahruz zar, bulan untuk kita
- bercocok tanam. untuk menanam bibit.
- Kemudian bulan Syakban ini syahrus saqyi
- azzar. Jadi bulan untuk kita merawat,
- menyiram tanaman ini. Dan bulan Ramadan
- adalah syahrul hasad, waktu saat kita
- akan memanen. Tidak mungkin kita bisa
- memanen kalau kita tidak pernah menanam,
- tidak pernah
- merawat. Jadi, bulan Syakban ini sebagai
- persiapan. Rawatlah tanaman-tanaman
- kita. bibit-bibit yang pernah kita
- tanam. Nah, bagaimana caranya? Nah, kita
- akan memasuki Ramadan, bulan yang suci.
- Bersihkan. Kalau di bulan Rajab
- kemarin itu
- litadathiril dunub ya, lithiril badan
- minadzunubi walub. Untuk membersihkan
- dosa-dosa lahiriah kita. kaki, tangan,
- mata,
- telinga yang berbuat dosa itu
- diibaratkan bagaikan kotoran dosa-dosa
- tadi yang menempel di badan kita. Kita
- bersihkan kotoran-kotoran tadi, kita
- mandi. Kemudian dosa ini bukan terbatas
- pada anggota badan, tapi hati dan
- pikiran juga berbuat dosa. Bersihkan
- lahir batin sebelum kita masuki waktu
- dan tempat yang suci. Jadi, ini
- pandangan beda-beda karena ini bukan
- masalah yang sangat prinsipil.
- Jadi kalau buat saya pribadi, bersihkan
- siapa persiapkan diri kita untuk
- memasuki tempat dan bulan yang suci.
- Sucikan diri kita terlebih dahulu.
- Banyak-banyak istigfar kepada Allah
- Taala ya. Termasuk kita latih puasa,
- latih bangun malam. Jadi ditingkatkan di
- bulan Syakban ini ditingkatkan karena
- kita akan memasuki puncaknya ibadah
- yaitu bulan Ramadan di mana kita harus
- memperbanyak segala-galanya. Di samping
- puasa di siang harinya, bangun malamnya,
- ibadah-ibadah yang sunah, sodqah dan
- sebagainya, kita latih dari kita dari
- saat ini, setar dari sekarang, tancap
- gas dari sekarang, insyaallah kita akan
- bisa memaksimalkan bulan Ramadan. Tapi
- tanpa ada persiapan dari mulai
- istigfarnya, pembersihan diri, jiwa
- kita, kemudian peningkatan-peningkatan
- ibadah, enggak mungkin kita bisa memetik
- hasil di bulan Ramadan. Nah, jadi banyak
- tingkatkan kebaikan-kebaikan kita,
- insyaallah kita akan dapat memetik
- hasilnya di bulan Ramadan nanti.
- Wallahuam. Baik. Jadi mungkin kita perlu
- istilahnya ee training dulu, Ustaz, ya.
- Latihan dulu untuk menyambut ee bulan
- Ramadan karena memang banyak sekali ee
- ladang-ladang amal-amal saleh di bulan
- Ramadan nanti. Baik. Ee Ustaz,
- pertanyaan kedua. Asalamualaikum, Ustaz.
- Saya Ibu Siti dari
- Tambun. Bagaimana kalau sudah terlanjur
- hutang rumah? Anak saya sudah kredit
- perumahan mulai bulan Januari tahun ini.
- Kreditnya selama 20 tahun, Ustaz. Mohon
- pencerahannya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Hutang bukan
- sesuatu yang dilarang, bukan haram. Cuma
- sebisa mungkin
- kita menghindari terhindar dari hutang.
- Jangan ada urusan-urusan dengan hutang.
- Itu sebisa mungkin.
- Tapi saat ini juga terlalu
- sulit. Apalagi kita ingin memiliki
- segalanya, punya rumah, punya kendaraan
- ya yang memang medianya ini jalannya ini
- hanya dengan cara kredit seperti itu.
- Jadi enggak masalah, enggak usah
- dipikirkan, enggak usah kita merasa
- sedih, merasa berdosa dan
- sebagainya itu enggak masalah ya. dalam
- masalah
- riba yang terpaksa ya atau yang dipaksa
- ini insyaallah enggak terkena enggak
- terkena dosa. Jadi yang memanfaatkan
- penderitaan orang lain yang berdosa
- besar. Jadi riba ini pada dasarnya
- memanfaatkan penderitaan orang lain.
- Kita tidak akan meminjam-minjam uang kok
- ke bank kalau enggak terdesak. Untuk apa
- kita minjam ke sana kemari? Karena
- terdesak. Karena ada urusan. Karena
- orang tua kita sakit
- parah selama apa kita sebagai anak harus
- membiayaibiiayai rumah sakit terpaksa
- kita harus minjam uang. Nah, begitu juga
- dengan kredit rumah, kredit kendaraan.
- Bagi kita yang masyarakat
- lemah tidak usah kita pikirkan, tetap
- kita berusaha. Nah, jadi itu enggak
- masalah. Memang medianya seperti itu,
- jalannya seperti itu.
- Jadi boleh enggak
- apa-apa. Insyaallah tetap berkah. Ibu
- enggak dosa. Yang berdosa adalah yang
- memanfaatkan penderitaan orang lain. Itu
- yang sangat besar dosanya. Makanya dosa
- riba itu dosa yang sangat kejam, yang
- jauh dari dosa membunuh, dosa berzina,
- dosa merampok, dosa mabuk, dosa judi,
- itu masih kalah dengan dosa-dosa riba.
- Wallahuam.
- Baik. Ee terima kasih Ustaz atas
- jawabannya. Ee semoga terjawab ya,
- Ibu siapa tadi? Ibu Siti di
- Bekasi. Ee baik, Ustaz. Pertanyaan
- selanjutnya.
- Ada
- dari Ummu
- Muhammad. Ee Ustaz, bagaimana dengan
- hadis yang mengatakan bahwa orang yang
- minta dirukiah tidak akan masuk kelompok
- orang yang masuk surga tanpa dihisab?
- Iya. E
- bismillahirrahmanirrahim. Ini kalimat
- rukyah juga jangan kita salah artikan.
- Jadi rukyah itu kan jenis pengobatan
- alternatif ya. Doa seperti kita ke
- dokter. Ketika kita sakit tetap kita
- dianjurkan untuk berobat. Jangan pasrah.
- Jangan kita katakan nanti Allah berikan
- kesembuhan dan lain-lain. Itu satu
- tindakan atau pemikiran yang salah.
- Tetap ketika kita sakit, kita ke dokter,
- kita berobat. Itu perintah agama. Kita
- berobat juga dapat pahala. Baik itu
- berobat secara medis ke dokter ataupun
- tradisional ataupun kita minta doakan.
- termasuk kita saya minta air kepada
- seorang guru, seorang yang saya anggap
- alim saleh, kemudian saya minum itu
- tetap satu obat media. Nah, jadi tetap
- termasuk dalam
- pengobatan. Nah, ketika kita minta
- dirukiah itu berarti kita minta doa.
- Jadi, rukyah itu tadi seperti
- jampek-jampek kita minta dibacakan,
- minta
- didoakan, tergantung orangnya. Kalau
- memang rukyah seperti yang kebanyakan
- pada saat ini perdukunan minta ke dukun,
- minta ke paranormal kemudian
- dijampai-jampai oleh paranormal yang
- kita paranormalnya atau dukunnya sendiri
- banyak melanggar agama atau ada yang
- memang dia tergolong orang yang enggak
- meninggalkan salat tapi enggak ngerti
- hukum akidahnya banyak cacat, banyak
- pelanggaran agama di sana cuma sekedar
- muslim, cuma sekedar salat, bacaannya
- pun cacat. cat apalagi masalah bagaimana
- hatinya dan sebagainya. Kalau memang
- yang didatangi itu
- perdukunan paranormal ini sudah jelas
- dilaknat karena paranormalnya dukunnya
- itu, profesi itu sangat dilarang.
- Perbuatan-perbuatan yang dilaknat oleh
- Allah Taala. Ketika kita seorang muslim
- datang ke mereka maka itu juga perbuatan
- yang dilarang. Jadi wajar kalau amal
- kita enggak akan diterima sekian hari.
- Wajar kalau kita tidak akan masuk ke
- golongan ke dalam golongan orang-orang
- yang masuk surga tanpa hisab. Itu jelas.
- Nah, jadi ini tergantung kalau kepada
- orang yang alim, yang saleh, yang
- mengamalkan agama, yang bertakwa kepada
- Allah Subhanahu wa taala itu enggak
- sampai ke sana. Jadi, ini tergantung ya
- datangnya ke siapa.
- Jadi kalau dibilang minta rukyah, minta
- rukyah dalam bentuk apa dan datangnya ke
- siapa. Jadi kalau orang-orang yang
- wajar, yang saleh, insyaallah enggak
- termasuk dalam ancaman hadis yang tadi.
- Wallahuam. Baik. Eh, Ustaz, sepertinya
- kita sudah tersambung dengan line
- telepon. Halo, asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. Baik.
- Dengan di mana? Dengan siapa dan di
- mana, Pak? Bapak Asri di Jati
- Asih ya. Iya, silakan. Iya, Pak.
- Silakan. Bapak Asri di Jati Asih. Iya,
- Pak. Oh, iya, Pak. Pak Asri.
- Asalamualaikum, Ustaz. Iya. Saya salah
- seorang manusia namanya meemang masih
- banyak kekurangan.
- Ee yang saya
- pertanyakan saya tuh dalam salat selalu
- ada bayangan apa-apa yang enggak-enggak
- istilahnya kan ya mengganggu pikir ee
- sementara kan usia saya sudah ini 28 tak
- balik
- akan paham ustaz ya 28 terbalik ya nah
- ini yang mengganggu saya jadi enggak
- kalau katakan enggak khusyuk salah saya
- temu-temu gitu ada ajalah yang terbayang
- macam itu kan caranya bagaimana supaya
- kita lebih khusyuk dalam salat ini ini
- yang Saya tanyakan iya karena
- bagaimanapun juga kita berusaha sudah
- macam-macam disaran begini begitu tapi
- belum berhasil saya apa salahnya. Iya
- itu saya barangkali mudah-mudahan
- dikasih jalan keluarnya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Bismillahirrahmanirrahim. Apa yang Bapak
- alami? Saya kira banyak ya orang yang
- mengalami seperti Bapak dan sampai saat
- ini juga masalah khusyuk itu sesuatu
- yang paling sulit.
- termasuk tingkat para asatizah,
- ulama-ulama juga belum tentu bisa
- mengalami merasakan
- khusyuk. Jadi kalau memang Bapak enggak
- pernah khusyuk itu sesuatu yang wajar
- sebenarnya. Dan saya juga saya belum
- pernah mengalami khusyuk dari A sampai
- Z. Benar-benar enggak ingat apa-apa.
- Ini yang sering yang sering saya alami.
- Bahkan teman-teman siapapun juga begitu
- takbir Allahu Akbar saya sadar saya
- salat. Tapi 2 3 detik kemudian enggak
- usah hitungan menit, hitungan detik
- langsung pikiran sudah ke mana-mana.
- Pikiran nanti ke pasar, pikiran ke
- rumah. Bahkan enggak sedikit ketika
- begitu saya memasuki salat tanpa kita
- sadari itu terbayang artis-artis yang
- seronok terkadang ada di di depan kita
- itu bisa terjadi. Jadi masalah
- ini
- kita yang pertama banyak-banyak
- istigfar mohon ampun kepada Allah
- subhanahu wa taala. Jadi di luar salat
- kita banyak istigfar karena erat
- kaitannya semuanya itu dengan dosa-dosa
- dan kesalahan yang kita
- lakukan. Dan setelah kita banyak
- istigfar kepada Allah Taala, kita
- persiapkan diri kita, kita sadar bahwa
- kita akan menghadap zat pencipta langit
- dan bumi, penguasa alam semesta.
- Kita sadari bahwa salat ini bukan
- pekerjaan murahan, bukan kerjaan
- sembarangan, bukan asal jadi, bukan
- sekedar kita untuk menggugurkan
- kewajiban.
- Jadi jangan sampai kita terpaksa yang
- yang penting saya sudah salat, yang
- terpenting kewajiban gugur. Ini bukan
- sebatas itu, tapi ini merupakan sesuatu
- yang paling penting di atas yang paling
- penting. Kita akan menghadap Allah
- Rabbul Alamin dan kita akan bertanggung
- jawab kepada Allah Taala. Dan kita
- sadari bahwa salat ini amal yang pertama
- kali dihisab oleh Allah Subhanahu wa
- taala sebelum amal yang lain
- lain.
- Kemudian kita persiapkan diri kita
- sebelum salat. Jangan sampai ada hal-hal
- yang akan mengganggu salat kita. Ini
- umpama ya seperti kalau ibu-ibu di
- rumah. Jangan sekali-kali kita masak air
- kemudian kita tinggal salat. ini kita
- enggak bakal nyaman nanti sudah apa
- jangan-jangan kita lupa nanti bisa
- terjadi kebakaran dan sebagainya. Ini
- hal-hal yang membuat kita enggak akan
- tenang. Jadi jangan ada apa-apa sama
- sekali. Jangan ada hal-hal yang akan
- mengganggu konsentrasi salat kita yang
- membuat kita
- khawatir. Usahakan disiapkan sedemikian
- rupa. Jangan sampai waktu kita salat
- akhirnya terganggu dengan
- pikiran-pikiran yang lain. Nah, ini
- mungkin yang ee bisa membantu walaupun
- tidak 100% kita manusia yang namanya
- alkhawatir, lintasan-lintasan dalam
- pikiran kita, dalam benak kita itu soal
- biasa. Tapi yang terpenting ketika
- lintasan tadi ada, ketika
- bayangan-bayangan itu ada, segera kita
- hilangkan. Kita sadar bahwa kita lagi
- salat, kita sadar bahwa kita sedang
- menghadap Allah Subhanahu wa taala.
- Walaupun dua atau 3 detik kemudian
- kemudian lintasan itu datang kembali
- mengganggu kita lagi. Kemudian kita
- sadar lagi kembalikan konsentrasi. Kita
- sadar oh iya saya lagi salat kenapa saya
- harus mikirkan ini? Terus-menerus kita
- berperang dengan nafsu kita, dengan
- setan, dengan bayangan-bayangan yang
- Bapak rasakan terus-menerus. Nah,
- insyaallah Bapak lawan terus-menerus.
- Memang kualitas kita baru sampai di
- sini. Kita jangan ukur diri kita dengan
- nabi-nabi, dengan para sahabat yang
- menurut cerita Sayidina Ali bin Abi
- Thalib ketika dipanah tidak berasa sama
- sekali. Jangan kita ukur diri kita
- dengan mereka. Kita ini masih ya seperti
- ini. Kualitas kita memang baru sampai di
- sini. Ketika ada tamu beri salam kita
- dengar ya memang kita punya kuping.
- Jangan kita ukur Sayidina Ali bin Abi
- Thalib enggak dengar apa-apa. Ada
- seorang ulama, ada tukang ngamen di
- depan rumahnya, dia enggak dengar.
- Karena dari sangat khusyuknya itu
- mereka, kita belum sampai ke sana. Nah,
- jadi berusaha kebaikan ini enggak harus
- sekaligus dan kita juga enggak harus
- seperti
- mereka. Karena memang alamnya sudah
- berbeda, semuanya berbeda. Jangan kita
- maksakan diri kita harus seperti mereka.
- Yang jelas tetap kita harus berbuat
- baik, tingkatkan kebaikan kita, tapi
- jangan kita punya target harus seperti
- Imam Syafi'i, seperti para sahabat.
- Nah, ini sesuatu yang salah yang
- akhirnya kita hanya merasa diri kita
- merasa dosa, merasa bodoh, merasa ini,
- merasa itu, yang kita juga enggak akan
- mungkin target apa mencapai target
- mereka yang akhirnya karena keadaan kita
- seperti ini kemudian kita dipermainkan
- terus-menerus oleh setan yang akhirnya
- terkadang buat apa saya salat kalau
- enggak khusyuk
- ya akhirnya mendingan enggak salat
- sekalian. Nah, ini jangan sampai kita
- termakan isu-isu yang setan berusaha
- untuk menjerumuskan kita seperti itu.
- Wallahuam. Baik, semoga terjawab tadi
- Bapak Asri. Ee memang, Ustaz, kalau
- perjuangan untuk khusyuk itu sangat
- berat sekali, Ustaz. Iya. Iya. Ee baik.
- Ee ada Bapak Haji Kasmui di Tegal.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz Rasil.
- Waalaikumsalam. Sebetulnya negara kita
- ini kaya raya, tetapi koruptornya meraja
- lela. Kalau pengin selamat, hukum Allah
- ditegakkan, hukum Belandanya digusur.
- Afwan, Ustaz, bagaimana, Ustaz? Ya,
- bismillahirrahmanirrahim. Apa yang
- dikatakan ya betul ya. Jadi kalau mau
- aman, makmur segalanya, mau maju itu
- semuanya pakai hukum Allah. Ada sebuah
- buku yang ditulis oleh politikus Libanon
- Syakib Arslan. Beliau menulis buku yang
- sangat menarik judulnya limza takarul
- Muslimun walimza taqaddama ghairuhum.
- Kenapa kita kaum muslimin semakin
- terpuruk tertinggal oleh dunia Barat
- sementara dunia Barat semakin maju?
- Jawabannya adalah liannal muslimina
- qadarqu kitaballah wasunata rasulih.
- Karena sebagian orang Islam ini telah
- meninggalkan Al-Qur'an, meninggalkan
- sunah rasul. I. Nah,
- bagaimana zaman-zaman keemasan Islam
- dari zaman sahabat, zaman
- Nabi, zaman khulafa rasyidin, nah itu
- luar biasa kemajuan. Nah, bahkan kita
- tahu sebelum tahun 24 Khilafah
- Utsmaniyah itu sangat ditakuti oleh
- dunia Barat. Dan saat ini Turki ketika
- kembali kepada agama Allah Taala yang
- dipimpin oleh Erdogan luar biasa bangkit
- saat ini dan sangat diperhitungkan oleh
- dunia Barat. Ketika kembali ke agama di
- mana salat subuh bagaikan salat Jumat
- itu perkembangan peningkatan ekonominya
- sangat
- drastis. Income per kapita pun boleh
- dibilang tertinggi saat ini itu Turki.
- Dan bukan cuma Turki saat ini di Rusia,
- di Inggris itu banyak ternyata di antara
- orang-orang nonmuslim yang
- sadar kalau mereka ingin kembali
- mencapai keridaan Allah Taala ternyata
- masuk ke dalam Islam. dan
- ilmuwan-ilmuwan Barat itu sudah
- meramalkan bahwa Islam satu-satunya
- agama yang bisa diterima oleh umat
- manusia pada saat ini karena sesuai
- dengan akal sehat.
- Jadi saya juga teringat seorang Napoleon
- bonepy, seorang yang haus darah yang
- menjajah negara-negara Arab khususnya
- menjajah Mesir pada saat
- itu. Napoleon Bone Party walaupun dia
- seorang penjajah, walaupun dia seorang
- yang haus darah, tapi juga dia
- mengatakan kalau umat Islam mau maju,
- dia katakan masalah di bumi ini tidak
- akan pernah bisa diselesaikan kecuali
- hanya dengan hukum Allah Taala. Kecuali
- kalau Al-Qur'an ini diamalkan,
- dipraktikkan, hanya Islamlah yang akan
- dapat menyelesaikan problem di muka bumi
- ini. Hanya bisa selesai dengan kembali
- kepada Al-Qur'an dan hadis Nabi. Jadi,
- terpuruknya kita dan negara-negara Arab,
- negara Islam yang lainnya. Karena banyak
- di antara kita sudah meninggalkan agama
- Allah dan cenderung kepada pemikiran
- liberalisme dan
- sekularisme. Nah, ketika itu banyak saat
- ini kita lemah, kita diobok-oboh, kita
- dipecah belah. Seandai kata kita
- benar-benar solid kembali kepada
- Al-Qur'an dan sunah Rasul, kita akan
- berwibawa, kita akan diperhitungkan.
- Dan mudah-mudahan apa yang kita alami
- saat ini perpecahan, gontok-gontokan,
- bahkan kita ini berada di ambang
- kehancuran. Semoga hal ini dapat
- menyadarkan kita, dapat menyatukan kita,
- dapat memberikan kita semangat untuk
- kembali kepada Al-Qur'an dan sunah
- Rasul. Wallahuam. Subhanallah sekali,
- Ustaz. Memang seharusnya ee kita ini
- apa? Selalu berpegang teguh kepada
- Al-Qur'an dan sunah sebagai satu-satunya
- pedoman kita, Ustaz. Iya, betul. Baik.
- Ee mungkin ee itu tadi pertanyaan
- terakhir, Ustaz ee untuk kesimpulan kita
- di sore di siang hari ini, Ustaz.
- Heeh.
- Bismillahirrahmanirrahim. Para pendengar
- pemirsa TV
- Rasil, kita sudah berada di tanggal 7
- Syakban ya kalau enggak salah dan enggak
- lama lagi kita insyaallah akan memasuki
- gerbang bulan suci Ramadan.
- namanya bulan suci, syahrul Quran, bulan
- rahmah dan barokah. Kita tidak akan
- mendapatkan itu semua kecuali kita
- persiapkan diri kita masuk dalam gerbong
- bulan
- Ramadan. Persiapkan diri kita,
- tingkatkan kebaikan
- kita. Banyak istigfar kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Selesaikan
- permasalahan kita insyaallah.
- kita
- akan ikut dalam rombongan atau gerbong
- Ramadan dan insyaallah kita akan sampai
- ke tujuan kalau kita sudah persiapkan.
- Tapi jangan kita anggap remeh. Berapa
- banyak kaum muslimin kalau kita
- perhatikan mungkin hari pertama, kedua,
- ketiga masjid masih membeludak. Tapi ke
- sananya masjid ditinggalkan oleh
- sebagian kaum muslimin. Kenapa? Karena
- mereka tidak punya persiapan. Mereka
- tidak menyambut datangnya bulan Ramadan
- dengan membersihkan dirinya dan
- mempersiapkan meningkatkan amal saleh.
- Bila hal ini kita tidak lakukan, maka
- kita termasuk orang-orang yang akan
- hengkang dari masjid meninggalkan
- Ramadan sebelum Ramadan meninggalkan
- kita. Jangan tertipu dengan lebaran,
- jangan tertipu dengan iming-iming itu
- semuanya. Karena yang namanya Idul Fitr
- kembali bebas makan dan minum. Alfitr
- itu lawan dari Assum. Assum berpuasa,
- Alfitr berbuka. Jadi Idul Fitr kembali
- bebas makan, bebas minum. Cuma terkadang
- kita berlebihan kembali kepada suci.
- Seolah-olah kita enggak punya dosa lagi.
- Padahal banyak di antara orang-orang
- yang merayakan lebaran menganggap diri
- mereka suci. Padahal mereka banyak
- meninggalkan. Bahkan ada yang enggak
- salat, ada yang enggak puasa. Kalau
- pulang kampung lebaran paling getol.
- Nomor satu, orang kampung enggak tahu
- dosa kita banyak, kita enggak berpuasa,
- kita dilaknat oleh Allah Taala, dicium
- tangan-tangan kita, dipelukin kita,
- walyadzubillah tertipu dengan kata-kata
- Idul Fitr. Kembali kepada suci lagi.
- Kita enggak tahu amal kita itu diterima
- atau enggak, dosa kita diampuni atau
- tidak, kita enggak tahu. Jangan tertipu
- dengan hal-hal semacam itu. Kita sambut
- datangnya hari raya, hari lebaran.
- Padahal yang menjadi intinya adalah
- Ramadannya. Lebaran itu sudah keluar
- dari bulan yang suci. Jadi Idul Fitr
- kembali bebas makan, bebas minum. Yang
- selama Ramadan kita menahan diri. Nah,
- memasuki 1 Syawal bebas kembali. Nah,
- cuma seringkiali kita berlebihan Idul
- Fitr kita artikan kembali suci bagaikan
- kita seorang yang enggak pernah berbuat
- dosa lagi. Walaupun bisa saja kita
- artikan ke situ, tapi saya termasuk
- orang yang tidak setuju dengan
- makna-makna seperti itu. Jadi, Idul Fitr
- dalam fikih itu kembali bebas makan dan
- minum. Nah, maasyir muslimin
- rahimakumullah, semoga manfaat buat
- kita. Amin ya rabbal
- alamin. Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Berikanlah dan sekalian
- proses hari
- ini terima kasih kepada
- yang ini dan juga kami ucapkan terima
- kasih kepada dan sekalian yang tadi
- turun SMS WA ataupun telepon. Kami mohon
- maaf ada beberapa SMS yang belum sempat
- kami karena
- terbatasnya. Eh, saya Muhammad Abdullah
- Rasyid bersama tim yang bertugas. Di
- sini ada produser
- kita Nurfitri Tahir ataupun terima
- kasih. dan juga ee Mas Jen di meja
- operator tadi dan
- juga Meza di balik kameraman dan juga
- ada Bang Yusuf Subangkit di meja
- operator radio silaturahim eh akhir
- kalam kita
- [Musik]
- subhanak wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- [Musik]
- Yeah.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- H
- [Musik]