Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 Bismillahirrahmanirrahim. 0:03 Alhamdulillahiabbil alamin. Hamdan katon 0:05 thyiban barokan fih kama yuhibbu waard. 0:08 Allahumma shi wasallim wabarik ala 0:09 sayidina Muhammadin waa ali sayidina 0:11 Muhammad. Masih dipancarkan dari jalan 0:13 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:16 Cibur Bekasi. Radio Silaturahim dan juga 0:18 Rasil TV untuk Islam yang satu. 0:20 Asalamualaikum warahmatullahi 0:21 wabarakatuh. Ikhwan akhwat yang 0:23 dirahmati Allah. Senang sekali di pagi 0:27 jelang siang ini kami kembali menjumpai 0:29 ikhwan akhwat secara langsung dalam 0:31 program acara Ahlan Wasahlan untuk edisi 0:35 Selasa dan alhamdulillah kita sudah 0:37 memasuki hari pertama ya di bulan 0:39 Syakban. Masyaallah, tidak terasa tidak 0:43 apa kurang dari sebulan lagi ya, kita 0:44 insyaallah akan memasuki bulan suci 0:46 Ramadan ikhwan akhwat. Semoga Allah 0:49 memberikan nikmat ee sehat, nikmat usia 0:52 sehingga kita bisa menikmati ibadah di 0:55 bulan suci Ramadan yang akan datang 0:57 insyaallah. Amin. Amin ya rabbal alamin. 0:59 Bertepatan juga dengan 20 Januari ya di 1:03 2026 di kesempatan ini. Alhamdulillah 1:05 ikhwan akhwat ahlan wasahlan. Ini kita 1:08 kedatangan tamu spesial alhamdulillah 1:11 jauh dari Aceh tepatnya Ikhwanawat yaitu 1:15 Dr. Tengku Amri Fatmi Abdul Anjiz, Lc. 1:20 MA. Kita sapa terlebih dahulu tamu kita. 1:23 Asalamualaikum warahmatullahi 1:24 wabarakatuh Ustaz. 1:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:26 wabarakatuh. Kabar baik dan sehat, 1:27 Ustaz. Ya, 1:27 alhamdulillahirabbil alamin. Allah 1:29 berikan nikmat ya karunianya kepada kita 1:32 semua dan juga kami alhamdulillah bisa 1:34 bersilaturahim kembali di silaturahim 1:36 ya. 1:36 Iya. Alhamdulillah Ustaz kapan sampai 1:38 Jakarta Ustaz? 1:39 Dari Aceh kemarin. 1:41 Alhamdulillah. Bagaimana 1:43 Aceh Ustaz? Kondisi terakhir sekarang, 1:45 Ustaz, setelah kalau enggak salah akhir 1:46 November ya, 25 atau 26 November. 1:49 Bencana banjir 1:51 dan longsor yang masyaallah luar biasa. 1:54 seperti he 1:56 sangat-sangat apa ya istilahnya saya aja 1:58 baru melihat gitu kondisi bencana 2:00 seperti itu, Ustaz. Kondisi sekarang 2:01 seperti apa, Ustaz? Update-nya, Ustaz? 2:03 Ee kondisi sekarang ee ada perkembangan. 2:08 Artinya bahwa ee sebenarnya yang dalam 2:10 bencana begini kan yang kita butuhkan ee 2:13 bantuan ya. terus ada yang membantu ee 2:16 pemerintah juga sudah bertindak ya ee 2:19 membantu he 2:20 ee ada dari para ee relawan juga banyak 2:24 yang datang membantu mulai dari hari 2:26 sejak hari-hari awal sampai saat ini 2:29 alhamdulillah terus ada berdatangan tapi 2:32 itu bukan bermakna bahwa ee masalahnya 2:35 sudah selesai. 2:36 H 2:36 tentu ee dalam kebencanaan setiap masa 2:39 fase itu kan kebutuhan juga 2:41 berbeda-beda. 2:42 Heeh. Nah, ini ini inilah sekarang yang 2:44 sedang kita hadapi gitu. Apalagi kita 2:46 mau masuk bulan suci Ramadan nih. 2:48 Betul, Ustaz. Masyaallah. Pasti pasti 2:49 berat, Ustaz, ya. 2:50 Iya, betul. Jadi, ini yang perlu para 2:53 pendengar dan juga saudara-saudara kami 2:55 di mana pun berada untuk memberikan 2:56 sedikit perhatian 2:58 terus dan sedikit perhatian dan terus 3:00 perhatian terhadap masyarakat Aceh dan 3:02 juga saudara kita di tempat lain yang 3:04 juga terkena musibah ini ya. Jadi, 3:06 musibahnya belum selesai, masih terus e 3:08 harus diperhatikan. 3:09 Baik, Ustaz. Iya. Eh, ikhwan akhwa 3:11 mungkin yang baru menyalakan radionya 3:14 dan mungkin sudah tidak asing lagi ya 3:15 dengan Ustaz Amri ini. Beliau memang 3:18 berapa kali sudah silaturahim kerasil 3:20 kita siaran pernah juga rekaman yang 3:22 sudah kita putarkan dan kalau dihasil 3:25 jadwal tetapnya itu setiap Senin siang 3:28 ya Mas Ondi ya. 3:29 Senin siang jam 13.00 mungkin Ikhwanwat 3:31 sudah tidak asing lagi dengan Ustaz 3:33 Amri ini dan alhamdulillah beliau 3:35 berkesempatan hadir secara langsung nih 3:37 berkunjung bersilaturahim ke Rasil. 3:39 Alhamdulillah. Ikhwan kami sampaikan 3:42 beliau adalah ulama muda dari Aceh, 3:45 tepatnya dari PID Ustaz ya. 3:47 Iya. 3:47 Dari PID. Beliau merupakan lulusan 3:50 Al-Azhar Kairo dengan gelar doktor 3:53 akidah filsafat dan juga merupakan ketua 3:56 DKM Masjid Agung Alfalah Sigli yang 4:00 mungkin ikhwan akhwat dan ee para pemuda 4:03 nih terutama yang selalu menyimak kajian 4:06 dari Ustaz Tengku. Beliau dikenal 4:07 sebagai dai dengan dakwah yang kreatif 4:11 ya, yang menjangkau ee anak-anak muda di 4:15 dalam negeri dan juga beberapa negara ya 4:18 di luar negeri juga. Dan kami mendengar 4:20 insyaallah di bulan Ramadan sudah 4:21 terjadwal jadwal safari dakwahnya ke 4:24 Austral. Masyaallah, Ustaz. Luar biasa. 4:27 Ustaz mengenai bencana yang menimpa 4:31 saudara-saudara kita di 4:33 Aceh, Sumatera Utara dan juga Sumatera 4:35 Barat dan sekarang juga beberapa daerah, 4:37 Ustaz, ya. 4:37 Karena banjir ini juga banyak yang apa 4:40 terkena musibah ee bencana ini, Ustaz. 4:42 Khususnya di Aceh, Ustaz. 4:44 Nah, apakah ee mengingatkan banjir 4:47 bandang yang e menimpa Aceh ini dan 4:50 beberapa wilayah juga di Sumatera itu 4:52 membawa material kayu gelondongan, 4:55 Ustaz? Betul. 4:56 Yang masif ee di wilayah Aceh Utara, 4:59 kemudian Beteng Ath, kemudian beberapa 5:02 daerah yang saya juga lupa ni mungkin 5:03 Ustaz nanti bisa menjelaskan. Nah, 5:04 bagaimana Ustaz memandang bencana ini 5:07 dari ee akidah dan filsafat Islam, 5:10 Ustaz? 5:11 Dan apakah ini kita masih bisa menyebut 5:14 ini tuh murni ujian dari Allah atau ee 5:18 merupakan konsekuensi hukum sebab akibat 5:21 dari kerusakan lingkungan atau 5:23 deforestasi gitu, Ustaz? Iya. 5:25 Bagaimana, Ustaz, melihatnya dari 5:27 ee akidah dan filsafat Islam, Ustaz? 5:29 I ee pertama secara akidah ya. Kita 5:32 tidak lepas daripada apa yang Allah 5:33 sampaikan dalam Al-Quran. Auzubillah 5:34 minasyaitanirrajim. 5:35 Bismillahirrahmanirrahim. 5:37 Ma musibatin fil ardhi w anfusikum illa 5:40 kitabi minqabraha. Ya, tidak ada satu 5:43 musibah yang menimpa e menimpa di bumi 5:46 ini juga pada diri kalian, kecuali itu 5:48 sudah ada di dalam e fil kitab, yaitu 5:51 dalam lauhul mahfud, jauh sebelum Allah 5:53 menciptakannya. Ya. Jadi keyakinan kita 5:57 bahwa segala sesuatu itu terjadi dengan 5:59 ee masyiatillah ee dengan takdir 6:02 daripada Allah jelas itu tidak terlepas. 6:05 Ya. Di sisi bahwa kita melihat tidak ada 6:08 suatu kejadian di bumi ini yang di luar 6:11 kehendak Allah dan terjadi di luar di 6:13 luar kuasa Allah. Karena itu mustahil 6:15 secara hukum akal juga. Kalaulah ada 6:17 misalkan satu dahan pohon yang tumbang 6:21 ataupun satu daun yang rontok ke bumi 6:24 itu di luar masyiatillah itu mustahil. 6:27 Kenapa mustahil? Ya berarti ada sesuatu 6:29 yang terjadi di luar kuasa Allah. 6:31 Berarti Allah tidak berkuasa dong. 6:33 Ya. Jadi secara akidah kita tidak lepas 6:37 daripada masyiatillah. Nah, kemudian 6:41 musibah itu Allah juga sebutkan di dalam 6:43 Al-Qur'an juga bahwa eh fabima kasabat 6:46 aidikum. Ada juga musibah itu bima 6:49 kasabat aidikum. Jadi ada juga musibah 6:52 yang terjadi pada dirimu ya itu adalah 6:55 karena kasabat aidikum yang diusahakan 6:58 oleh tanganmu. Kata Allah ya. Jadi kalau 7:00 kita lihat kata-kata musibah dalam 7:01 Al-Qur'an ya, ada ee di sana level 7:06 akidah kita yang itu tidak boleh 7:08 tergoyangkan dan di sana juga Allah 7:10 sebutkan level tanggung jawab manusia. 7:12 H. 7:13 Jadi ketika terjadi musibah kamu jangan 7:15 tanya kenapa Allah menakdirkan tapi kamu 7:18 tanya adalah kenapa tangan manusia ada 7:20 di situ. Nah ini secara quraninya ya. 7:23 Ya. E 7:25 ama musibatinum. 7:32 Ada musibah di sana yang kata Allah kamu 7:34 bertanya kepadanya dari mana ini? Ya 7:37 jawab kata Allah itu dari kalian. Nah 7:41 jadi level kedua level manusiawinya yang 7:44 kita pertanyakan kita boleh mencari 7:46 sebab akibatnya itu adalah yang di mana 7:49 letak kesalahan manusia di dalam musibah 7:51 ini. 7:51 H. Jadi ee jangan kita tanyakan bahwa oh 7:55 itu sudah takdir Allah kok. Oh itu sudah 7:58 sudah dari sononya ya. 8:00 Enggak usah dipertanyakan lagi. Yang itu 8:02 memang enggak disuruh pertanyakan loh 8:04 takdir Allah siapa yang mempertanyakan 8:05 ya. Tapi Allah ngajarkan kita lebih 8:08 cerdas lagi. Yang kita pertanyakan itu 8:10 adalah bima kasabat aidikum yaal fasadu 8:14 fil barri wal bahri bima kasabat 8:15 aidinas. Kalau sudah nampak kerusakan di 8:18 daratan dan di lautan bima kasabat 8:21 aidinnas. Maka itu oleh sebab tangan 8:22 manus manusia. Jadi saya dalam level ini 8:25 mempertanyakan tangan siapa ini yang 8:29 menjadi sebab daripada musibah ini. 8:31 Betul. 8:32 Nah, ini nih. Jadi sangat qurani sekali 8:35 sebelum kita katakan sangat logis 8:37 dan sangat saifik untuk mengatakan bahwa 8:40 ulah tangan siapa terjadinya suatu 8:43 musibah ini. Dan juga musibah kita tahu 8:46 diberikan oleh Allah kepada kita dalam 8:48 hidup. Ada yang ada sebab, ada yang 8:50 tanpa sebab daripada manusia maksudnya. 8:52 Iya. 8:52 Ada yang tanpa sebab. Allah boleh 8:54 menghendaki musibah apapun terjadi pada 8:56 diri seseorang atau pada diri orang 8:58 banyak ya tanpa ada sebab oleh manusia 9:01 boleh terjadi 9:02 dan itu tidak mencederai iman kita. 9:06 Begitu juga boleh ee boleh terjadi oleh 9:08 sebab ulah tangan manusia. Maka yang 9:10 terjadi sekarang di Aceh ya kita lihat 9:14 h 9:15 tangan manusia mana nih yang menjadi 9:17 sebab di dalam terjadinya musibah itu. 9:19 Itu sangat qurani sekali ya, sangat 9:21 logis dan juga sangat saentifik melihat 9:24 ee di mana sebab daripada ee menjadi 9:27 terjadinya musibah yang menimpa kita 9:29 ini. 9:30 Nah, begitu. 9:30 Iya, Ustaz. Kalau dilihat dari sisi para 9:33 korban, Ustaz, masyarakat dan warga di 9:35 sana 9:37 yang dia kan sebetulnya tidak tahu 9:38 menahu, Ustaz. 9:39 Betul. pasti ya mereka juga istilahnya 9:41 apa yang menjadi korban gitu. Padahal 9:44 yang berbuatnya kan 9:45 ya yang di atas mungkin Ustaz ya. 9:47 Iya. Nah, bagaimana Ustaz ee melihat 9:49 para korban di sana? Kami lihat memang 9:52 beritanya dengan kesabaran 9:54 khususnya orang-orang Aceh. Masyaallah. 9:56 Iya. 9:57 Ee dengan ujian yang sangat-sangat 9:58 berat, Ustaz. Ya. 9:59 Betul. 10:00 Kalau dibandingkan bukan kebandingkan 10:01 artinya ketika bencana tsunami ee 2004, 10:05 Ustaz, ya. 10:06 Dibandingkan dengan sekarang kan 10:07 cakupannya lebih besar. Kemudian kan 10:09 kalau dulu tsunami 10:11 air beberapa menit akhirnya kembali ke 10:13 laut. Kalau sekarang 10:14 iya 10:15 lumpur tanah gelondongan kayu 10:18 tertinggal di 10:19 betul 10:19 rumah-rumah warga yang masyaallah luar 10:21 biasa gitu Ustaz yang terkubur segala 10:23 macam. Nah, Ustaz bagaimana melihat 10:25 dari ee sudut pandang untuk korban, 10:27 Ustaz? Agar mereka tetap bersabar, tetap 10:29 menerima 10:30 i 10:30 ya ujian yang memang bukan karena tangan 10:32 ulah mereka, Ustaz. 10:34 Iya. Iya. Baik. Jadi ee ya saya 10:37 alhamdulillah turun ke lapangan dan juga 10:41 menjumpai saudara-saudara kita yang kena 10:43 musibah di Aceh ya dan ee sedikitnya 10:46 melihat langsunglah dan juga merasakan 10:48 perasaan daripada saudara-saudara kita 10:50 di sana. 10:51 Kalau ditanya apakah orang Aceh ini 10:53 menerima daripada ee takdir Allah dengan 10:55 ini? jelas ya ee dari sisi akidahnya 10:58 mereka tidak terganggu dalam masalah 11:00 ini. Ee ini ee ini terjadi dengan dengan 11:04 takdir Allah dan mereka diminta untuk 11:06 bersabar dengan takdir yang 11:08 yang terjadi ini ya. jangan kufur dengan 11:10 Allah atau tidak menyalahkan Allah. 11:14 Dalam hal ini, dalam hal ini 11:15 alhamdulillah ee secara umum 11:17 tetap menjaga ibadah 11:18 masyarakat Aceh itu ee ini tetap ee apa 11:21 namanya ee aman dalam permasalahan ini. 11:24 Tapi bukan bermakna seperti saya mulai 11:27 ee tadi masyarakat Aceh bukan bermakna 11:30 bahwa dengan ini tidak meminta 11:32 pertanggungjawaban dari mereka yang 11:34 menjadi sebab terjadinya musibah ini. 11:36 masyarakat kita ee masyarakat Aceh juga 11:39 secara secara umum mulai sadar akan 11:42 kerusakan yang terjadi yang selama ini 11:44 mereka tidak tahu dan kerusakan itu 11:46 mereka tidak melakukannya gitu. He. 11:48 Tapi ada orang yang melakukannya, ada 11:50 tangan-tangan jahil yang jahat juga yang 11:53 telah melakukan pengrusakan sehingga 11:55 terjadinya musibah seperti ini. Banyak 11:58 saudara kita di Aceh itu mereka kasih 12:00 tahu bahwa enggak terbayangkan sama 12:03 mereka akan terjadi air segede itu, 12:05 setinggi itu di daerah di daerah yang 12:08 biasa tercana terjadinya banjir di Aceh 12:10 Utara misalkan dan yang lainnya di 12:13 Tamiang juga. He. 12:14 Ee begitu juga di PD Jaya, mereka siap 12:18 untuk banjir yang terjadi setiap tahun. 12:21 Hm. Iya. I 12:22 ya selututlah airnya gitu kan. Itu 12:24 mereka siap. Tapi yang terjadi kali ini 12:26 tidak ada dalam sejarah dan bahkan dalam 12:29 sejarah dan dalam riwayat nenek moyang 12:31 mereka gitu. Kalau akan ada terjadi air 12:34 setinggi itu 5 m, 12:36 ada yang 7 m. 12:37 Iya. 12:38 Ya, enggak ada sejarah. sehingga mereka 12:40 betul-betul sangat ee terkejut dengan 12:43 kejadian dan juga lumpur yang sangat 12:45 dahsyat itu 12:46 terjadi. Dari sini kan mereka ee 12:49 saudara-saudara kita dan kami juga 12:50 selaku orang Aceh sadar betapa bahwa wah 12:53 ada perubahan yang luar biasa terjadi 12:55 sehingga ini ee dalam sejarah tidak 12:58 terjadi musibah begini tapi sekarang 13:00 terjadi. Berarti ada yang rusak dong, 13:02 ada yang salah do me-manage hutan kita, 13:05 dalam mem-manage ee begitu juga ee ee 13:08 sungai kita. ada masalah di sana. Nah, 13:12 dalam hal ini selaku masyarakat Aceh 13:15 yang terkena korban, yang enggak terkena 13:17 korban juga menuntut pemerintah untuk 13:21 bertanggung melihat tanggung jawab dalam 13:24 hal ini. Siapa yang menyebabkan daripada 13:25 bencana? Kita tidak mau mewariskan 13:28 bencana ini untuk anak cucu kita lagi. 13:29 Iya. Iya. cukup menjadi sejarah 13:31 sekarang, tapi tidak terjadi lagi 13:33 kemudian untuk terus ber untuk secara 13:36 cepat bertindak untuk secara 13:38 undang-undangkah, secara pelestarian ee 13:41 lingkungan dan juga secara pendidikan 13:44 dan juga secara hukum juga ee melihat 13:47 mereka-mereka yang menjadi penyebab 13:49 daripada bencana ini terjadi dan itu 13:51 dituntut sama masyarakat Aceh dan 13:53 diharamkan sama masyarakat Aceh 13:55 pemerintah ini juga menindak 13:56 menindaklanjuti daripada musibah ini. 13:59 Iya, Ustaz tadi menyampaikan insyaallah 14:01 secara akidah ee terutama warga Aceh ya, 14:04 korban di sana insyaallah 14:06 amanlah Ustaz ya. 14:07 Mereka menjaga akidahnya, menerima 14:09 takdir, menjaga ibadah di di reruntuhan 14:12 rumah. Masyaallah luar biasa kita 14:14 melihat 14:15 ee foto-foto, videonya itu luar biasa 14:17 ya. Betul K. 14:18 Bahkan ketika dibawa ada yang bawa ee 14:19 bantuan mereka minta Al-Qur'an ada 14:22 enggak? 14:22 Iya, betul, Ustaz. Itu Ustaz viral juga, 14:24 Ustaz. Masyaallah untuk menjaga 14:25 akidahnya, Ustaz ya. Dan saya juga 14:27 melihat bagaimana masyarakat di sana 14:29 ketika bencana itu baru terjadi, 14:32 warga membantu warga gitu sebelum ada 14:35 bantuan dari pemerintah, relawan datang 14:37 itu luar biasa gitu. Ada yang menyiapkan 14:40 rumahnya untuk ditinggali sementara, ada 14:42 yang membangun hunian sementara. Warga 14:44 bantu warga itu, Ustaz. Bagaimana Ustaz 14:46 melihatnya? Masyaallah, masyarakat Aceh 14:48 ini luar biasa. pertama ee kita selaku 14:51 sesama saudara enggak enggak akan tega 14:54 duduk diang dengan kondisi yang terjadi 14:56 di sana sebagai kewajiban untuk membantu 15:00 ee ee saudara kita. itu adalah panggilan 15:03 manusiawi kita dan panggilan dalam agama 15:05 kita juga yang Nabi sallallahu alaihi 15:07 wasallam sampaikan untuk kita ee saling 15:09 membantu antara ee saudara kita 15:13 dan juga dari sisi yang lain ee dimaknai 15:16 juga ataupun dipahami dari sini juga ada 15:20 keterlambatan 15:21 h 15:21 daripada ee pemerintah juga di dalam 15:25 turun tangan dengan segera ketika 15:27 saudara kita sedang tertimpa musibah 15:29 yang seperti itu. kita tidak tahu 15:30 sebabnya kenapa. Jadi 15:33 ee orang sudah terkena musibah kan, 15:37 kita tidak bisa menyalahkan sana sini. 15:39 Apa yang kita bisa mampu untuk untuk 15:41 melakukannya? Kita wajib untuk ambil 15:43 tindakan sesegera mungkin untuk membantu 15:46 saudara kita yang terdampak musibah di 15:47 sana. Ada yang enggak makan dalam 1 15:49 minggu ya, ada yang ee apa namanya ee 15:53 enggak makan sulit untuk minum dan dan 15:56 yang lain itu kalau kita dengar cerita 15:58 di sana dahsyat gitu ya karena 16:00 terputusnya akses ya 16:02 ee hilangnya apa yang mereka miliki gitu 16:05 ya. Tapi dalam hal ini kita ambil 16:08 pelajaran ee dari kejadian ini bahwa ee 16:15 siapa aja harus turun tangan untuk 16:16 membantu. 16:17 Iya. 16:18 Kalau kalau pemerintah lebih lagi. 16:21 Iya. Karena kewajibannya. 16:22 Heeh. Kewajibannya. Kemudian juga 16:23 kalaupun pemerintah sudah turun tangan, 16:25 apakah berarti kita selaku warga ee 16:28 tidak berkewajiban? Tetap kita 16:31 berkewajiban untuk membantu saudara 16:32 kita. Dan sampai hari ini tentunya ya 16:34 mereka masih tidak normal, kondisi masih 16:37 sangat banyak yang masih mereka butuhkan 16:40 ya. 16:40 Ee mungkin setahun 2 tahun kita akan 16:43 tetap mesti memperhatikan dalam 16:45 kalkulasi kita gitu ya. 16:47 Dalam setahun ini ya setahun 2025 ni2 16:52 26 akan terus kita mesti membantu 16:55 saudara kita ya. Mesti kita perhatikan 16:58 mereka. 16:59 Baik, Ustaz. Nah, kalau ee kita melihat 17:02 Ustaz ee di Aceh ini kan tadi ya Ustaz 17:05 menyampaikan ya para korban di sana 17:07 betul secara akidah aman Ustaz. Mereka 17:09 meskipun kehilangan kehilangan segalanya 17:12 Ustaz. 17:13 Betul. 17:13 Rumah keluarga ada yang meninggal orang 17:16 tuanya yang kehilangan anak-anaknya 17:17 begitu anak-anak yang kehilangan orang 17:19 tuanya 17:20 ada yang satu apa istilahnya? Satu 17:22 keluarga juga. Masyaallah. 17:24 He. 17:24 Ee sampai sekarang hampir 2 bulan, 17:27 Ustaz, ya. hampir 2 bulan bencana ini 17:29 dan Mas saya lihat data di BNPB itu 17:32 hampir 17:34 ee 165.000 17:36 yang masih di pengungsian, Ustaz. 17:39 Iya. Iya. 17:40 Itu luar biasa. Malam apa? Siang 17:42 kepanasan, malam kedinginan, Ustaz. Nah, 17:44 ini, Ustaz, dari 17:46 sisi studi filsafat Islam yang ee Ustaz 17:48 tekuni, Ustaz. Nah, konsep sabar dan 17:51 rida seperti apa yang paling relevan, 17:53 Ustaz, disampaikan kepada para korban 17:55 agar mereka ini bisa bangkit kembali 17:58 tanpa kehilangan arah hidup, Ustaz? 18:00 Pasti juga kan ada yang mungkin 18:02 ya putus asa, 18:03 stres karena kehilangan segalanya itu, 18:05 Ustaz. Bagaimana, Ustaz? 18:06 Iya. Iya. Itu Nabi kita Muhammad 18:08 sallallahu alaihi wasallam menyampaikan 18:10 di dalam hadis beliau ya inadmatil 18:14 ula kata Nabi, "Bah sesungguhnya sabar 18:16 itu adalah dalam benturan yang pertama." 18:18 Oh, 18:18 ya. Siapa saja kita dalam benturan yang 18:20 pertama dalam hidup musibah yang enggak 18:22 kita sangka-sangka terjadi, di situlah 18:24 kita perlu kepada kesabaran. Sesuatu 18:26 yang sudah terbiasa terjadi ya orang 18:28 tidak perlu sabar. Kenapa ya sudah biasa 18:31 terjadi. Tapi kepada saudara kami di 18:33 Aceh dan juga di ee Sumatera ee Sumatera 18:37 Barat begitu juga di Sumur begitu bahwa 18:40 yang terjadi ini adalah di luar daripada 18:43 dugaan kita. Nah, dan berat bagi hati 18:45 kita, berat bagi jiwa kita 18:47 ee untuk menanggung ini. Kata Nabi, 18:49 "Nah, di situlah kesabaranmu itu 18:51 dibutuhkan." Makanya kata Nabi 18:53 sallallahu alaihi wasallam, 18:56 ul sabar itu dibutuhkan dalam benturan 18:58 yang pertama. Kemudian Allah hibur kita 19:00 lagi dengan Allah sampaikan dalam 19:02 Al-Qur'an, innallah maobirin. Ya, 19:05 sesungguhnya Allah itu bersamaan 19:06 orang-orang yang sabar. Ya. Kemudian 19:08 Allah katakan lagi, wabasyirin alladina 19:11 asatum musibatun qu inna lillahi wa inna 19:14 ilaihi rojiun. Ya, berikan kabar gembira 19:16 kepada orang yang bersabar. 19:18 Orang-orang yang bersabar itu dapat 19:19 kabar gembira. Ya. 19:21 Iya. 19:21 Jadi ee artinya bahwa orang bersabar 19:23 mesti dalam kondisi enggak gembira dong 19:26 ya. 19:27 Ee karena dia sulit, susah, pahit gitu. 19:29 Gimana bisa bergembira? Ee berikan kabar 19:33 duka. Ya, semestinya begitu kan. I. 19:35 Tapi Alquran membalik loh. Berikan kabar 19:37 gembira kepada orang yang ber yang 19:39 bersabar. Jadi kok bisa ada kabar 19:41 gembira? Nah inilah dia janji daripada 19:44 kalau manusia kasih tahu kita berikan 19:46 kabar gembira kepada orang yang berduka, 19:49 orang yang bersabar, kita 19:50 ee mungkin ragu gitu. Tapi kalau janji 19:53 ini daripada pencipta kita Allah 19:55 Subhanahu wa taala maka mesti itu 19:57 terjadi bahwa orang-orang yang mampu 19:59 bersabar dalam kondisi yang susah pahit 20:02 ya 20:03 ee seperti ini maka mereka dijanjikan 20:06 kabar gembira oleh Allah Subhanahu wa 20:07 taala dalam hidup mereka setelah ini 20:09 kalau mereka sanggup untuk bersabar dan 20:11 Allah sampaikan innallaha maobirin 20:14 sesungguhnya Allah bersama orang-orang 20:15 yang bersabar. Jadi relevan sekali 20:18 kondisi saat ini untuk kita mengamalkan 20:20 ayat ini. 20:21 Iya. Iya. Iya. Saudara-saudara kami yang 20:22 beriman akan Al-Qur'an bahwa Al-Qur'an 20:25 telah memberikan kabar gembira. Nah, 20:27 jadi kalau sudah bersabar tunggu kabar 20:28 gembira ini akan datang. Dan ee apa yang 20:32 terjadi dengan sejarah hidup orang Aceh 20:34 juga dengan tsunami yang terjadi pada 20:37 tahun 2004 itu. 20:39 Dan itu telah membuktikan bahwa bagi 20:41 orang Aceh ya setelah musibah itu 20:43 terjadi maka ada kabar gembira lain yang 20:45 kemudian terjadi dalam hidup ya. Dan 20:48 kita juga begitu tahu dan insyaallah dan 20:50 kita menanti juga akan ada kebaikan ke 20:53 depan bagi saudara-saudara kita yang 20:55 saat ini terkena musibah dengan 20:57 kesabaran mereka dan juga tentu dengan 20:59 bantuan kita dan kepedulian kita 21:01 ya akan ada suatu kebaikan yang lebih 21:03 baik bagi mereka ke depan. 21:05 Tetap kita optimis Ustaz ya mengharap ee 21:08 memiliki harapan atau raja ya Ustaz ya 21:11 terhadap ujian ini, Ustaz. Nah, Ustaz ee 21:13 kalau enggak salah di awal-awal apa 2 21:15 pekan gitu apa 3 pekan setelah bencana 21:17 kan kita juga mendengar berita 21:19 fenomena bendera putih 21:21 i 21:22 dari beberapa warga Ustaz. Nah, Ustaz 21:24 bagaimana? Itu kan pasti kan ee tanda 21:26 apa ya protes lah ya Ustaz ya 21:28 kepada penanganan yang lambat. 21:30 Penanganan yang tadi koordinasi yang 21:33 sebelumnya 21:34 belum lancar Ustaz. Tadi Ustaz saya ee 21:37 sebelum siaran mendengar koordinasinya 21:39 yang lancar itu baru beberapa hari. H 21:42 ke belakang, Ustaz. 21:43 Nah, Ustaz, bagaimana melihat ya 21:45 keputusan masyarakat di sana, Ustaz? 21:47 Ketika waktu itu ada beberapa yang ee 21:50 mengibarkan bendera putih, kemudian 21:52 bendera Aceh, Ustaz, bagaimana Ustaz 21:54 melihat itu? 21:55 Iya. 21:56 Ee bendera putih, bendera gam juga dulu 21:59 ada yang berkibar di sebagian tempat di 22:02 Aceh gitu ya. 22:03 Ee itu kita maknakan seperti apa 22:06 sebenarnya ya? Jadi bendera putih itu ya 22:09 ee itu adalah saya tanya sendiri gitu ya 22:11 sama masyarakat di sana. Bahkan 22:13 Pak Kec 22:15 Pak Keci itu adalah kepala desa di sana 22:18 namanya. Namanya Pak Kesi ya. 22:20 Tengku Kesi kita panggil kalau di 22:22 kampung ya. Kita saya tanya sendiri 22:24 ketika saya bawa bantuan ke daerah yang 22:27 kena bencana ketika banyak bendera putih 22:30 itu mereka kibarkan. Pak Kasih ini apa 22:32 artinya ini ya? Apa artinya ini bendera 22:35 di kampung kita ini bendera putih 22:37 dikibarkan? He. 22:39 Ee Pak Ustaz ee bendera ini bermakna dua 22:42 katanya. Yang pertama adalah kita damai. 22:45 Iya. I 22:46 bahwa pernah perang tapi damai. 22:49 Bermakna juga yang kedua menyerah 22:51 katanya. 22:51 Menyerah gitu. 22:53 Artinya bahwa kami sudah enggak sanggup 22:54 ngurus diri kami sendiri gitu. Kalau 22:56 diharapkan kami untuk ngurus urusan kami 22:58 sendiri, kami sudah enggak sanggup lagi 23:00 gitu. 23:00 Iya. 23:01 bahwa kami sudah menyerah dengan kondisi 23:03 yang ada ini, gitu. Maka saatnya bantuan 23:05 itu sangat kami butuhkan ya. Jadi 23:07 saatnya orang lain terserah siapa gitu, 23:09 apalagi pemerintah untuk segera turun 23:12 tangan bantu kami dalam kondisi ini. 23:14 Nah, begitu juga adanya bendera Aceh 23:16 yang tersebarkan itu ya. Apa artinya itu 23:19 ya? itu wujud daripada emosional kondisi 23:23 kekecewaan mereka ya, pelampiasan 23:26 kekecewaan mereka dengan dari harapan ee 23:30 tindak daripada pemerintah dalam 23:32 menangani ini pada saat itu ya. Jadi 23:35 emosional itu kan muncul. Jadi 23:37 ee apa yang mereka alami 23:39 sebelum ini untuk lambang simbol 23:42 kekecewaan terhadap negara menurut 23:45 mereka inilah simbolnya gitu. I 23:47 pada saat ee apa namanya bendera itu 23:49 dulu dalam sejarah mereka mereka mereka 23:51 kibarkan ya. Maka simbol kekecewaan saat 23:54 itu ya mereka kibarkan ini ya. Nah, 23:56 gitu. Itu ee jadi itu di kita pahami 24:00 dipahami bersama bahwa begitulah mereka 24:02 sebenarnya mengharap 24:04 Indonesia selaku negara yang kuat ya 24:07 begitu hadir ya ketika rakyat Aceh 24:09 kondisi sangat lemah ya kondisi di titik 24:12 yang mereka sangat memerlukan bantuan 24:14 ya. Kapan lagi ya sebuah negara ee 24:17 melindungi rakyatnya kecuali menampakkan 24:19 diri sebagai pelindung kecuali ketika 24:22 kondisi masyarakat sedang lemah-lemah 24:23 begini. Nah, itu yang kami yang kita 24:26 harapkan. Masyarakat Aceh juga harapkan. 24:29 Iya. 24:29 Nah, begitu. 24:31 Baik, Ustaz Ikhwan Ahwat yang baru 24:33 bergabung ya menyalakan pesawat telat 24:36 ee tontonan di YouTube Brazil TV. Saat 24:39 ini kita tengah berbincang dengan Ustaz 24:42 eh Dr. Tengku Amri Fatmi Abdul Anjiz. 24:46 Beliau merupakan ulama muda asal PID 24:49 Aceh, Ikhwan Akhwat yang merupakan 24:51 lulusan Alazhar Kairo dengan gelar 24:53 Doktor akidah filsafat. Kita 24:55 bincang-bincang mengenai update terkini 24:57 bagaimana kondisi Aceh setelah ee atau 25:01 pasca banjir bandang dan juga longsor 25:04 2526 November lalu. Ustaz hampir 2 bulan 25:07 Ustaz ya. Betul 25:08 Iwan Ah. Kami akan kembali setelah 25:10 jedang partisipasi dari Ikhwan Akhwat 25:13 yang mungkin ingin menanyakan pertanyaan 25:16 terkait Aceh, terkait tantangan dakwah 25:18 di Aceh sekarang mungkin atau terkait 25:20 hal lainnya ataupun komentarnya silakan 25:22 Ikwan Awat bisa mengirimkan pesan 25:24 singkatnya di 0811999720. 25:30 Kami akan kembali setelah jeda berikut 25:31 ini. 25:34 Terima kasih Iwana Awat masih menyimak 25:36 program acara Ahlan Wasahlan untuk edisi 25:40 Senin 1 Syakban 1447 Hijriah bertepatan 25:43 juga dengan 20 Januari 25:46 2024. Ikhwan akhwat, saat ini kita 25:48 kedatangan tamu spesial dari Aceh, jauh 25:51 dari Aceh Iwan Ahwat eh yaitu Ustaz Amri 25:54 Fatmi Anjisiz. Lebih lengkapnya Dr. 25:57 Tengku Amri Fatmi Abnul Anjiz. LC, MA. 26:01 Beliau merupakan ulama muda asal PID 26:05 Aceh yang merupakan doktor akidah 26:08 filsafat lulusan Alazhar Kairo Mesir dan 26:11 juga merupakan ketua DKM Masjid Agung 26:13 Alfalah Sigli yang dikenal juga dengan 26:16 dakwahnya yang kreatif ya menjangkau 26:19 anak-anak muda yang memang itu menjadi 26:22 beberapa kendal lah untuk dakwah yang 26:25 banyak tidak masuk ke kalangan muda. 26:27 Kalau Ustaz Amri alhamdulillah sudah 26:29 masuk ke kalangan muda di Aceh, kemudian 26:32 di beberapa kota juga di Indonesia dan 26:34 juga di berbagai negara Ikhwanawat. 26:36 Alhamdulillah. Masyaallah. Dan juga 26:39 beliau ee insyaallah tadi sebelum siaran 26:42 katanya insyaallah terjadwal dakwah juga 26:44 di Australia. Di antaranya ya untuk 26:47 Ramadan ini, Ustaz. Di Australia di 26:49 mana, Ustaz? Nanti rencana dakwah di 26:51 sana, Ustaz? 26:52 Insyaallah di Sydney. 26:53 Sydney, Ustaz. Ya. 26:53 Iya. Bila Allah izinkan. 26:55 Masyaallah. Insyaallah dimudahkan, 26:56 Ustaz. di sana ya. 26:58 Baik, Ustaz. Sebelum kita lanjutkan 26:59 bincang-bincang ini ada beberapa pesan 27:02 singkat dari para pendengar yang sudah 27:05 dikirimkan ke nomor hasil. Di antaranya 27:08 alhamdulillah Ustaz ee saya menyimak 27:10 katanya syukron ilmunya dan juga 27:12 pencerahannya 27:14 dari Ibu Darma. Kemudian dari Ibu Epi. 27:18 Ustaz, banyak info yang menyatakan 27:20 kuatnya misionaris di Aceh pasca tsunami 27:23 sampai sekarang. Apa yang sudah 27:25 dilakukan? para ulama ee MUI Aceh untuk 27:29 menghadang ini. Saya prihatin sekali 27:31 akan hal ini, Ustaz. Nah, ini bagaimana, 27:33 Ustaz? Tantangan dakwah pasca bencana 27:35 ini, Ustaz? 27:36 Iya. 27:37 Ee kejadian masa tsunami dulu ada 27:39 misionaris yang masuk itu kita tidak 27:41 kita pungkiri ya. Ada. Apalagi memang 27:44 ini ee banyak bantuan masuk dari luar 27:47 dari berbagai negara. Nah, 27:49 saat ini di Aceh apakah ada kejadian 27:51 yang sama seperti itu? Ya, boleh jadi 27:54 ada. Kita tidak bisa memungkiri. Boleh 27:55 jadi ada misionaris yang masuk mencoba 27:58 untuk mencari celah lah ya. Nah, ini 28:02 juga yang kita wanti-wanti selaku 28:04 masyarakat di sana dan juga ke selaku 28:06 para ulama juga di sana yang terus ee 28:10 ikut hadir kita bersama dengan 28:12 saudara-saudara kita membantu mereka ee 28:16 dan sisi rohani dan juga sisi tarbiah 28:20 dan juga ee psikososial healing ini juga 28:24 yang sangat kita butuhkan saat ini gitu. 28:27 Dibutuhkan oleh masyarakat kita, 28:28 saudara-saudara kita di sana. Nah, 28:30 makanya ee kita mengharap dukungan dari 28:33 pihak manaun ee untuk kondisi ee saat 28:36 ini yang ee masih sangat mereka butuhkan 28:40 juga adalah sisi pendidikan ya, tarbiah 28:43 ee ruhiah bagi saudara-saudara kita di 28:46 sana. Bukan cuma hanya ee sembakau saja. 28:49 Ini juga sangat mereka butuhkan dalam 28:51 keterbatasan mereka ee di tempat-tempat 28:54 pengungsian. Nah, tempat-tempat ibadah 28:56 kita turun juga di sana untuk 28:58 membersihkan tempat ibadah. menyiapkan 29:00 tempat ibadah bagi saudara-saudara kita. 29:04 Ini juga adalah bagian daripada ee 29:06 penanggulangan ya dari kondisi di mana 29:09 para misionaris itu bisa masuk mencari 29:12 celah. Ya, maka tanggung jawab kami ee 29:14 selaku para ulama di sana ee para tokoh 29:17 masyarakat dan pemuka begitu juga 29:18 tanggung jawab kita ee dari masyarakat 29:21 Indonesia secara umum untuk menjaga 29:23 saudara kita yang muslim di Aceh ini. 29:26 Tidak ada celahlah bagi mereka yang ee 29:29 misionaris untuk menyebarkan 29:30 ajaran-ajaran mereka yang bertentangan 29:32 dengan apa yang mereka yakini. Nah, kita 29:35 mau menjaga akidah mereka ya. Dan ini 29:37 banyak hal yang kita ee kita lakukan 29:40 selaku ulama 29:42 ee dan para pemuka-pemuka di sana ee 29:46 dalam menjaga ini termasuk dengan 29:47 mendidik anak-anak juga membuat sekolah 29:49 untuk anak-anak sementara walaupun ini 29:51 sang masih terbatas ya. 29:53 Iya. Nah, ini juga sangat-sangat 29:55 terbatas dan sekaranglah masanya kita 29:58 pikirkan mulai tahun ini ee bagaimana ee 30:01 anak-anak kita ee yang masih ee di 30:04 tempat pengungsian ini mereka bisa terus 30:06 belajar begitu juga terus mengaji karena 30:10 ee ada budaya adat kita di Aceh. 30:12 Anak-anak itu sekolah dan mengaji gitu. 30:14 Sekolah dan mengaji 30:15 ya itu tidak boleh putus. He. 30:16 Nah, ini mudah-mudahan dalam hal ini ee 30:19 dapat perhatian dari banyak 30:20 saudara-saudara kami di sini juga di 30:23 luar Aceh. 30:23 Iya, Ustaz. Nah, Ustaz kalau melihat ee 30:26 bencana-bencana yang terjadi sebelumnya, 30:28 Ustaz, biasanya kan ya para relawan 30:31 ee pada ya datang membantu, Ustaz. 30:34 Nah, cuman ee kalau relawan itu kan 30:35 punya keterbatasan, Ustaz. Biasanya 30:37 mungkin di 1 bulan, 2 bulan atau 3 bulan 30:39 pertama mereka masih bisa 30:41 turun. 30:42 Tapi setelah itu mereka harus kembali 30:45 relawan-relawan tersebut ya harus 30:46 kembali beraktivitas, harus kembali ber 30:49 mencari nafkah, bekerja dan sebagainya. 30:51 Iya. 30:51 Akhirnya kan si apa para korban yang 30:54 terdampak ini kan 30:56 mereka kan masih butuh 30:58 bantuan, Ustaz. 30:59 Betul. 30:59 Dan dari pemerintah mungkin sudah 31:01 meskipun e enggak tahu sekarang ya 31:03 seperti apa gitu, Ustaz. Semoga sih 31:05 optimal dan maksimal, Ustaz. He. 31:07 Nah, bagaimana Ustaz juga melihat ee 31:08 dari sisi relawannya Ustaz? Mereka juga 31:12 kan dari berbagai daerah, berbagai 31:14 tempat meninggalkan aktivitasnya, 31:16 meninggalkan pekerjaannya. 31:17 Tidak sedikit yang 31:19 ee menggunakan uang sendiri, Ustaz. Itu 31:22 masyaallah. Dan tidak lupa para 31:23 pendengar Radio Silaturrahim juga 31:25 masyaallah sudah 31:26 banyak yang menyisihkan rezekinya, 31:28 menitipkan ee rezekinya untuk membantu 31:31 ee saudara-saudara kita di Sumatera 31:33 sana, Ustaz, ya. Dan kemarin juga kita 31:35 sudah ee bekerja sama dengan ee dua 31:38 lembaga kemanusiaan yaitu Ukhu Halfatah 31:40 Rescue dan juga Hilmi Hilal Merah 31:42 Indonesia dari FEI yang telah membuat 31:45 program sedang membuat program ee 31:48 pembangunan hunian sementara. Nah, Ustaz 31:50 bagaimana melihat dari sisi 31:52 parelawannya, Ustaz? 31:53 Iya. Baik. Ee alhamdulillah pertama saya 31:55 ucapkan jazakumullah khairan kepada 31:57 seluruh saudara-saudara kami yang ee 31:59 telah turut ikut membantu ya ee baik 32:02 secara mengirimkan ee bantuan berupa 32:06 dana begitu juga yang banyak yang turun 32:08 langsung ke lapangan di sana untuk 32:10 membantu saudara kami, saudara kita yang 32:12 terdampak musibah secara langsung di 32:14 Aceh. nya di awal-awal bulan bulan 32:17 pertama alhamdulillah kami lihat banyak 32:19 para relawan yang turun dan memang para 32:22 pengungsi begitu juga para 32:23 saudara-saudara kita yang kena musibah 32:25 sangat mengharap pada relawan. Mereka 32:27 nyatakan sendiri bahwa kami hanya bisa 32:29 mengharap sama relawan ya karena mereka 32:31 yang siap menerobos. Mereka siap datang 32:33 langsung 32:35 membawa bantuan walaupun bantuannya 32:36 minim yang mampu mereka bawa ya tapi ini 32:39 betul-betul sangat menghibur saudara 32:41 kita. Ada kepedulian langsung. 32:42 Iya tanpa dipos media, tanpa kamera. 32:44 Kadang tanpa de media, tanpa kamera ya. 32:47 Ya, tanpa diekspos lebih banyak daripada 32:49 yang diekspos sebenarnya ya. Tanpa 32:50 diekspos itu lebih banyak. Nah, ini ini 32:52 saya ucapkan jazakumullah khairan dan 32:54 terima kasih kepada para relawan. Nah, 32:56 keterbatasan ini betul 32:58 dan saat ini kami sudah merasakan masuk 33:00 bulan kedua ini kan merasakan bahwa para 33:03 relawan sudah mulai 33:05 berkurang ya 33:07 berkurang karena 33:08 ya pertama ya ee masa tentu mereka juga 33:11 harus mengurus diri mereka sendiri harus 33:13 balik seperti ee sediakala gitu 33:17 ee bekerja dan yang lainnya ee dan ada 33:19 urusan yang harus mereka urus ya. 33:22 Kemudian juga mungkin melihat bahwa 33:24 pemerintah sudah mulai sigap untuk 33:27 membantu walaupun ee kenyataan di 33:30 lapangan juga harus masih perlu maksimal 33:32 lagi lebih 33:33 walaupun harus maksimal lagi lebih ya ee 33:37 biar sesuai dengan harapan. Nah, saya 33:39 sampaikan bahwa ee kita sangat butuh 33:42 masih kepada para relawan relawan yang 33:45 datang untuk membantu 33:46 di sana secara ee konsisten khususnya 33:51 sampai setahun nih 33:52 ya berkelanjutan 33:52 ke depan berkelanjutan karena kebutuhan 33:55 mereka itu berbeda dari waktu ke waktu 33:58 kan. 33:58 Betul. Jadi ee ada ee bantuan segera 34:04 mungkin sembako dulu di di awal-awal 34:06 sembako, selimut dan yang lain itu 34:08 mereka butuhkan dengan bahkan 34:11 ee mie instan bahkan ada yang ngasih 34:13 juga gitu ya. Itu tetap mereka butuh 34:16 pakaian enggak butuh itu fase itu 34:18 mungkin sudah lewat. Iya 34:19 ya walaupun tetap mereka butuh tetap 34:21 tapi fase itu sudah kebanyakannya mereka 34:23 sudah dapat tapi sekarang kebutuhan 34:26 selanjutnya kan tempat hunian sementara 34:28 kebutuhan dapur mereka saya sampaikan 34:31 bahwa saudara-saudara kami yang kena 34:32 musibah di sana mereka perlu dapur. 34:36 Maksud ustaz dapur apa? Kompor untuk 34:39 mereka masak. 34:40 Kemudian tabung gas kemudian peralatan 34:42 dapur untuk mereka sendiri gitu. 34:44 Iya. 34:45 Jadi kan mereka enggak mampu juga untuk 34:46 setiap hari di dapur umum. 34:48 Iya. Dan sekarang banyak de rumah yang 34:49 sudah tidak aktif gitu karena apa? 34:51 Mereka enggak sanggup lagi untuk 34:52 ngungsi. Jadi suasana mengungsi 34:54 terus-menerus itu kan buat stres juga 34:56 keprivasinya tidak ada. 34:58 Jadi mereka walaupun akhirnya harus 35:00 bertahan di rumah mereka atau di atas 35:02 tanah tertimbun itu untuk mereka buat ee 35:05 semacam tenda gitu, mereka melakukannya 35:09 sekarang seperti itu. Jadi kembali ke 35:11 rumah. Arti kembali ke rumah apa? 35:12 Kembali ke tanah rumah buat tenda gitu. 35:14 Iya. 35:15 Tapi mereka enggak punya duit untuk beli 35:16 kompor. Ya, ini terusang saya sampaikan 35:19 kepada seluruh para pendengar yang 35:20 menonton kami juga bahwa saudara kami di 35:22 sana perlu mereka perlu kompor, perlu ee 35:26 ee gas ya, perlu peralatan dapur ya, 35:29 yang sekarang ini sangat mereka butuhkan 35:32 alat untuk membersihkan rumah juga ya. 35:35 Nah, ee kasur mereka butuh walaupun 35:39 mereka tinggal di tempat hundian 35:42 sementara ya kasur juga mereka butuh ya 35:44 contoh ya saat ini kan mereka butuhnya 35:46 yang 35:47 seperti itu. Nah, sekarang ee kami 35:50 mengharapkan para relawan ya ee siapa 35:53 saja saudara kita yang membantu untuk 35:55 memanage dirinya bagaimana ee bisa terus 35:58 secara bergantian untuk membantu saudara 36:02 kami, saudara kita di Aceh gitu. Nah, 36:05 dan juga ya ee mungkin bisa di-support 36:08 kita juga yang membantu bisa men-support 36:09 supaya mereka bisa terus bisa berada di 36:12 sana gitu ya. Okelah mungkin dalam 1 36:14 bulan mereka dengan apa pembiayaan dari 36:17 mereka sendiri atas nama Ikhlas Hati 36:19 mereka bantu. Tapi kalau terus 36:20 berkelanjutan relawan kita kan juga 36:23 perlu untuk makan makan di sana misalkan 36:25 mereka enggak ada kerja ya. Saudara kita 36:27 yang kita bantu juga enggak ada kerja di 36:29 sana kan. 36:30 Nah mereka juga butuh pekerjaan 36:32 pembiayaan diri gitu. Nah, ini ini juga 36:34 ee perlu disikapi gitu kepada 36:37 lembaga-lembaga ee relawan ataupun 36:40 lembaga-lembaga kemanusiaan yang 36:42 mengirim ee saudara-saudara saudara kita 36:43 yang membantu di sana ini untuk 36:46 diperhatikan. Begitu. 36:47 Baik, Ustaz. Nah, semoga ini menjadi apa 36:50 ya istilahnya pengingat juga untuk para 36:51 pendengar ya. Ee memang di awal-awal 36:55 bulan pertama tadi Ustaz sampaikan 36:56 relevan tuh cukup ya banyaklah. Sekarang 36:58 kan semakin berkurang pada pulang. Nah, 37:00 sedangkan kebutuhan mereka tuh ee belum 37:03 selesai tadi contoh untuk memenuhi 37:05 kebutuhan utama mereka, Ustaz, ya, untuk 37:07 memasak supaya tidak mengantri lagi, 37:09 supaya tidak apa ya, bergantung 37:13 penuh kepada orang lain. Mereka pun kan 37:15 punya izah sendiri, Ustaz. Ya, 37:16 betul. I 37:17 dengan keadaan yang apa istilahnya ala 37:20 kadarnya tetap bisa masak gitu segala 37:22 macam. Masyaallah. Nah, Ustaz, peran 37:25 Ustaz, peran ulama di sana ee saya 37:28 mendengarkan ulama-ulama juga selalu di 37:30 sana tuh mengingatkan pemerintah, Ustaz, 37:32 ya. 37:32 Iya. 37:32 Terutama khususnya untuk penanganan 37:34 bencana ini. Bagaimana ini peran ulama 37:36 untuk apa, ya istilahnya menekan 37:39 pemerintah di sana, pemerintah pusat 37:40 untuk tadi ya mengingatkan kembali untuk 37:43 ini kewajiban pemerintah gitu. Ini 37:45 tanggung jawab pemerintah yang 37:47 istilahnya apa ya tidak bisa dipandang 37:50 ee remeh, Ustaz ya. dan tidak sebulan 2 37:52 bulan berkelanjutan dan tidak hanya di 37:55 daerah-daerah yang terekspos media di 37:58 pelosok pun banyak yang belum terjangka. 38:00 Ustaz, bagaimana peran ulama di Aceh 38:02 sana, Ustaz? 38:03 Jadi ee kita melihat pertama bahwa 38:06 ketika kejadian terjadinya musibah ee 38:09 banyak hal-hal yang memang ulama harus 38:11 turun tangan ya untuk meluruskan di 38:14 masyarakat sebelum kita meluruskan 38:15 masalah dengan pemerintah. 38:17 Iya. di masyarakat kita memandang ada 38:20 banyak terjadi hal-hal yang di luar 38:21 daripada ee hukum Islam ya. Naiknya 38:24 harga barang itu padahal itu kebutuhan 38:27 bersama 38:28 itu jatuhnya zalim Ustaz ya. Iya, jelas 38:30 itu ya ee itu juga para ulama turun 38:32 untuk menjelaskan ee permasalahan 38:34 tersebut pada saat kondisi saudara kita 38:37 terang tertimpa musibah, janganlah 38:39 mengambil untung ee mengambil untung 38:41 pada ee barang-barang yang memang itu 38:44 kebutuhan asasi ya karena itu memang ee 38:46 pendapatan yang tidak halal ya. Jadi 38:48 para ulama kita di Aceh turun untuk 38:50 menjelaskan permasalahan itu. Ketika gas 38:52 kita harus ngantri 38:54 ee panjang ya lama gitu ya. Ee padahal 38:58 gas itu harganya sudah jelas berapa gitu 39:00 kan. Itu juga ee para ulama kita di Aceh 39:02 juga menyampaikan tempat itu adalah 39:04 kebutuhan asasi itu tidak boleh dengan 39:06 ada okno-ognum yang mengambil untung di 39:08 belakang daripada itu karena itu 39:09 pendapatan yang tidak halal gitu. Nah, 39:12 sekarang ee dengan dengan pemerintah ya 39:16 para ulama kita ya terus menyampaikan 39:20 aspirasi daripada masyarakat, 39:22 kebutuhan-kebutuhan e mereka dan banyak 39:25 tengku-tengku pimpinan dayah gitu 39:27 misalkan ee juga turun ee mengajak ee 39:32 langsung murid-muridnya untuk membantu 39:33 membersihkan rumah warga, membersihkan 39:35 tempat ibadah ya. dan terus sampai saat 39:38 ini ikut menyuarakan kebutuhan 39:41 masyarakat di bawah ya. 39:43 ee kebutuhan masyarakat di bawah yang 39:46 mereka ee sangat bergantung dalam hal 39:49 ini kepada uluran tangan pemerintah 39:52 karena ada hal-hal yang enggak bisa 39:53 dijangkau oleh relawan, 39:55 pembukaan jalan, akses jalan, kemudian 39:57 juga ee jembatan seperti misalkan di ee 40:01 Aceh Tengah benar meriah ya 40:04 itu ee akses jalan yang masih sangat ee 40:08 mereka butuhkan itu kan belum selesai. 40:11 banyak yang belum siap, belum belum 40:13 selesai untuk mereka hasil panen dari 40:15 kebun mereka yang banyak itu 40:17 sayur-sayuran di Aceh Tengah itu banyak 40:18 sekali itu mereka harus membawanya itu 40:22 dengan tangan, dengan jalan kaki hasil 40:24 panen mereka dan untuk mereka jual. 40:26 Iya. 40:27 Nah, jadi akses jalan itu sangat mereka 40:29 butuhkan dan itu kan para relawan 40:31 terbatas. 40:32 Kalaupun kita sewa ekskavator, berapa 40:35 hari sanggup kita sewa, 40:36 ya. Nah, jadi ee ini kan pemerintah 40:40 harus betul-betul secepatnya 40:42 menyelesaikan masalah jembatan-jembatan 40:44 utama, jembatan Kutablang misalkan 40:46 jembatan paling utama itu ee yang 40:48 menghubungkan jalan nasional ya ee itu 40:52 bagaimana penyelesaiannya. Ini sudah 2 40:54 bulan sudah dibuat jembatan sementara. 40:57 Okelah sementara tapi yang 40:59 yang aslinya itu kapan mau dibangun 41:01 gitu? Kalau ini katanya sementara berapa 41:04 bulan ini sementara apakah setahun 41:05 sementara? Kalau setahun enggak 41:07 sementara itu [tertawa] 41:09 ya. Kapan akan dibong yang aslinya itu 41:11 intinya seperti sekarang 41:12 tetapnya gitu. 41:13 Iya hunian tetapnya juga apa ditunggu oh 41:16 kita bangun ini dulu baru besok kita 41:17 bong kan enggak bisa kebutuhan kita 41:20 secara cepat dong 41:22 kebutuhan asasi perjalanan itu jalan dan 41:25 itu juga membuka akses ekonomi yang baik 41:27 juga 41:28 bagi masyarakat. Nah, jadi kita harapkan 41:31 begini e perhatian yang lebih maksimal 41:33 daripada pemerintah supaya masyarakat 41:36 kita di Aceh ini dengan segera mungkin 41:39 bisa tertangani dengan baik. Nah, dari 41:41 semua liniah ee dari semua lini. Enggak 41:43 bisa satu lini aja enggak bisa. 41:45 Banyak lini yang harus kita selesaikan. 41:48 Nah, baik Ustaz tadi dari yang Ustaz 41:51 sampaikan mereka masih terutama buat 41:54 anak-anak Ustaz masih butuh pendidikan 41:56 kan 41:56 mereka banyak yang sekarang masih di 41:58 pengusian 41:59 di tenda-tenda atau di hunian sementara 42:02 tidak sekolah. He. 42:03 Nah, anak-anak juga kan beda dengan 42:05 orang dewasa, Ustaz ya. Meskipun orang 42:06 dewasa pun pasti merasa tidak nyaman ee 42:10 kesulitan di e pengungsian di tenda. 42:13 Nah, untuk anak-anak apalagi, Ustaz? Kan 42:15 sangat mudah ee sakit. Betul. 42:18 Ee batuk. Kemudian, nah itu bagaimana, 42:20 Ustaz, dengan korban-korban anak-anak di 42:22 sana, Ustaz? 42:23 Iya, ee anak-anak kita di sana butuh 42:25 baju, batu pakaian tentu ya, pakaian 42:28 untuk anak-anak ya. Tapi kita kirim 42:30 pakaian untuk anak, kadang ada yang 42:31 enggak pas gitu ya. Ee yang enggak pas 42:34 kita dikirim, ternyata waktu dikasih 42:35 imang itu 42:36 sulit pakaian untuk anak-anak. Kami 42:38 sudah mencoba untuk memberikannya. Jadi 42:40 nanti kan sulit ini besar kecil enggak 42:42 bisa gitu ya. Ya. Ya. Ada yang 42:44 berinisiatif memberikan biaya itu untuk 42:46 orang tuanya, orang tuanya untuk bisa 42:48 menyediakan mereka. Anak-anak ini butuh 42:51 alat-alat pendidikan ya, 42:53 alat-alat pendidikan kepada ke 42:56 mereka ya 42:57 ee untuk mereka belajar. Tujuan pertama 42:59 juga untuk ngaji mereka ya. 43:02 Ee begitu juga perlu kepada yang 43:05 mengajarkan mereka. Nah, ya. Nah, jadi 43:08 kadang kita bisa menyakan buku alat 43:10 tulis, begitu juga mushaf misalkan. Tapi 43:13 kemudian enggak ada yang ngajarin mereka 43:15 gitu ya. Ee ada guru-guru mereka di sana 43:17 yang ngajarin gurunya juga kena musibah 43:21 gitu ya. 43:22 Ya kena musibah ya. Kita datang dari 43:25 luar ya seperti di yayasan kami Yayasan 43:27 Bina Iman Akhlak Yazaka ya. Kami kita 43:29 kami mengirim guru ya ee untuk 43:33 mengajarkan anak-anak di sana. Guru 43:35 ngaji ya untuk mengajarkan anak-anak di 43:37 sana gitu ya. ee masa liburan kemarin 43:40 setiap hari kita kirim, tapi sekarang 43:42 sudah mulai sekolah lagi dan juga mulai 43:44 ngaji lagi dan kita kirim akhir pekan 43:46 pada hari Sabtu mereka datang ke tempat 43:48 pengungsian untuk mengajarkan anak-anak 43:50 gitu. Nah, ini ini kita kan perlu 43:52 support dalam hal dalam hal dalam hal 43:55 ini dan nanti kalaupun ada misalkan 43:57 guru-guru ngaji di kampung itu bisa kita 43:59 support dengan ya kita guru ngajinya itu 44:01 kita berdayakan untuk bisa ee ee menjaga 44:06 anak-anak ini tetap bisa ngaji ya dan 44:09 mushaf Al-Qur'an ya mushaf Al-Qur'an itu 44:11 kita butuhkan ya apalagi ini bulan 44:14 Ramadan akan datang ini siapa aja yang 44:16 bisa membantu kirimkan mushaf ke Aceh 44:19 apalagi bulan Ramadan ini di depan untuk 44:22 bisa kita bagikan kepada saudara kepada 44:24 saudara-saudara kita di sana ya. Ee itu 44:27 kita butuhkan banyak loh kita butuhkan. 44:29 Bahkan kemarin itu ee kita belanja di 44:32 Aceh cari mushaf ada yang sudah habis 44:35 stok semua gitu ya. Habis stok karena 44:37 memang ee dibutuhkan mungkin masa-masa 44:40 trauma healing juga ini harus harus 44:42 harus e harus datang. Apalagi ini bulan 44:45 bulan Ramadan bulan Al-Qur'an. kita mau 44:48 mquran 44:50 dan juga membaca Alquran yang banyak 44:52 juga tapi mereka mau baca di mana gitu. 44:55 Nah, ini kita butuhkan. Jadi, 44:56 saudara-saudara kami yang mendengarkan 44:58 ini dan menonton ini silakan kirimkan 45:00 mushaf Al-Qur'an melalui lembaga-lembaga 45:02 yang bisa dipercaya. Silakan ya. Saya 45:04 enggak mengatakan bahwa oh kirim dengan 45:06 kami enggak silakan kirim dengan 45:08 lembaga-lembaga yang dia bisa dipercaya. 45:09 Baik ke Aceh Tamiang, ke Aceh Utara, 45:11 kemudian ke PD Jaya ya. ee silakan ya ee 45:15 punya link di sana atau punya kenalan 45:18 yang tahu bisa dikirimkan dengan orang 45:20 sana, silakan kirim ya ee mushaf 45:22 Al-Qur'an demi untuk mereka. Di samping 45:24 itu juga oh mau ngirim juga untuk guru 45:26 ngajinya juga pemberdayaan guru ngaji di 45:29 sana skemanya bisa seperti itu. K guru 45:32 ngaji juga enggak ada pekerjaan juga di 45:33 sana. Kondisi rumah mereka kena musibah, 45:35 karena pekerjaan mereka tidak ada. ya 45:37 mungkin ada sedikit yang bisa kita ee 45:40 support untuk dia ada untuk anak-anak 45:42 juga ter tertalangi gitu. Jadi ini 45:45 penting untuk kita ee 45:48 kita pahami seperti itu. 45:49 Baik. Baik, Ikhwanawat. Ee selanjutnya 45:52 ini ada pertanyaan eh WA dari Bu siapa 45:56 nih? Bu Asma, Ustaz. He. 45:58 Asalamualaikum, Ustaz. tangan penyebab 46:00 banjir bandang yang menelan ribuan 46:02 nyawa, menyengsarakan sekian banyak 46:04 orang di Aceh, Sumatera Utara, dan 46:06 Sumatera Barat. Pelakunya harus dihukum 46:08 mati. Bagaimana menurut Ustaz? Katanya 46:11 Ustaz dari Bu Asma. 46:12 Iya. Itu semua kembali kepada kepada 46:15 hukum di negara kita ya. E setiap hukum 46:18 itu harus setimpal dengan kerusakan yang 46:19 dibuat ya. Ee 46:23 selanjutnya dari Eyang Sri nih pendengar 46:26 setia kita Eyang Sri Rasil ee Bapak Kiai 46:29 ya Ustaz Amri Fatmi. 46:32 Ee selalu dalam rahmat dan rida Allah 46:34 Subhanahu wa taala. Amin. 46:35 Amin. Amin ya rabbal alamin. 46:36 Betapa senang hati para pejabat yang 46:39 jahat tidak usah lama-lama 46:41 mengusir warga 46:44 dan tikus eh tikus-tikus saja suruh 46:47 ngerusak hutan. Kalau banjirnya kayu 46:50 gelondongan. kan cepat rata. Kalau 46:52 banjir air kan rumah-rumah masih 46:54 berdiri. Semoga pertolongan Allah segera 46:58 datang. Mohon tanggapannya, Ustaz. 47:01 Terima kasih. 47:03 Hm. 47:04 Ee betapa senang hati para pejabat yang 47:07 jahat tidak usah lama-lama mengusir 47:09 warga 47:11 dan tikus-tikus saja suruh ngerusak 47:13 hutan. Kalau banjirnya kayu gelondongan 47:16 kan cepat rata. Nih ee kurang dipahami 47:18 nih kalimatnya ya. Ya. Ya, Ustaz ya. ya 47:20 mohon bisa mengirimkan lagi Afwan ee 47:22 mohon maaf Eyang Sri mungkin ada 47:24 beberapa tipo juga takutnya salah ee 47:26 baca saya salah menanggapi juga nih 47:28 I 47:29 Yang SRI kemudian dari siapa lagi ini oh 47:32 dari Bu Ei Bu tadi ya sudah kita bacakan 47:37 kemudian dari ee 47:40 siapa ini dari Pak Pepen Supendi. 47:45 Asalamualaikum warahmatullahi 47:46 wabarakatuh Ustaz. 47:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:48 wabarakatuh. Ee semoga Allah mengabulkan 47:50 doa-doa dan permintaan hambanya para 47:53 korban yang di ee terdampak bencana 47:57 katanya Ustaz. Ini doa dari Pak Pepen 47:59 Supendi. Ustaz 48:00 Ustaz, selanjutnya Ustaz mengenai 48:02 tantangan di sana Ustaz, tantangan 48:03 dakwah pasca 48:05 i 48:05 ee bencana ini seperti apa, Ustaz? 48:07 Terutama untuk para ulama 48:09 dan juga para dai di sana, Ustaz. 48:12 Tentunya kan tidak mudah bisa kalau 48:13 mengambil pelajaran tadi ee pasca 48:17 tsunami, Ustaz. kan diberitakan tadi 48:19 seperti pertanyaan juga dari pendengar 48:22 misionaris segala macam. Nah, tantangan 48:23 dakwah seperti apa, Ustaz? Dan juga 48:26 strategi dakwah apa yang tepat mungkin 48:28 yang bisa dilakukan yang metode-metode 48:31 yang bisa diterapkan oleh para ulama di 48:33 sana, Ustaz, sekarang? 48:34 Iya. Ee jadi setiap ee kejadian di 48:37 masyarakat ee tentu punya tantangan yang 48:40 berbeda dan solusi yang berbeda, ya. 48:42 Iya, Ustaz. dan semua itu punya ee cara 48:46 tersendiri yang harus kita tempuh untuk 48:48 itu. Nah, ee pertama adalah kita ee 48:52 sebahagian ee guru-guru kita di Aceh itu 48:55 ee ketika terjadinya musibah ini mereka 48:58 turun langsung ke lapangan untuk melihat 49:01 kondisi dan juga membantu. Bukan cuma 49:04 lihat aja ya, 49:05 membantu ya membantu masyarakat secara 49:08 langsung ya mengarahkan ee banyak 49:10 murid-murid juga untuk membantu 49:12 masyarakat. Jadi kehadiran ulama dalam 49:15 kondisi yang seperti itu sesuai dengan 49:16 kebutuhan yang mereka perlukan itu 49:19 penting 49:20 ya. Supaya jangan dipikir para ulama ini 49:22 enggak ada perhatian terhadap guru-guru 49:24 ini, enggak ada perhatian terhadap 49:25 kebutuhan asasi daripada mereka nih. 49:29 Turun tangan langsung membantu saudara 49:31 kita baik membawa sembako. Kemudian ada 49:34 lagi kita mengajak murid-murid juga 49:37 untuk ee membersihkan masjid-masjid ya. 49:40 He. 49:40 Jadi, membersihkan masjid-masjid supaya 49:42 para warga bisa pakai untuk salat Jumat, 49:45 salat, bahkan juga dipakai untuk 49:47 pengungsian, ya. 49:48 Jadi, ee kita mau menjadikan masjid itu 49:51 sebagai sentral. Nah, dan dalam hal ini 49:53 juga ada strategi di mana kita 49:55 menjadikan masjid itu sebagai sentral 49:58 bantuan dan masjid itu menjadi tempat ee 50:01 di mana ee kebutuhan pengungsi dan itu 50:04 diuplly. 50:07 ya, kita ingin menghidupkan masjid, kita 50:09 berdayakan masjid tersebut. 50:12 Jadi nanti kita ingin ke depan untuk 50:14 membuat program yaitu ee masjid ee 50:19 masjid apa namanya? Masjid ee 50:24 aman kebencanaan. 50:25 Oh, masjid aman kebencanaan. 50:27 Iya, artinya bahwa masjid ini kalau ada 50:29 bencana tempat ini aman gitu. Ada sumur 50:31 bornya ya, kemudian ee kebutuhan ee 50:35 sanitasinya baik. Kemudian kalau mati 50:38 lampu ada ginset di masjid gitu ya. 50:41 Karena kemarin kita selama 1 bulan itu 50:43 kan mati lampu 50:44 dan kita memberdayakan masjid untuk itu 50:47 seperti masjid kami di masjid masjid 50:49 Alfalah Kota Sigli itu ee ginset itu ee 50:53 minyak sulit didapatkan listrik mati. 50:56 Bayangkan itunya. Jadi 50:57 ee kita minta sama pemerintah untuk 51:00 masjid ada ada suplly khusus minyak demi 51:03 apa? Menghidupkan ini listrik gitu. Jadi 51:06 masyarakat banyak pergi ke masjid untuk 51:07 ngecas 51:09 macam-macam, ngecas lampu di waktu malam 51:11 nanti gitu ya. 51:12 Jadi masjid yang aman ke kebencanaan 51:16 begitu ya. Kalau ada yang mengungsi bisa 51:18 mengungsi ke 51:19 masjid aman di situ ya. Nah, kita mau 51:22 menjadikan masjid itu betul-betul ee 51:24 dekat dengan masyarakat dan juga dalam 51:27 kondisi bencana seperti itu, tempat 51:29 pelarian dan yang lain itu adalah 51:31 kalaupun enggak ada rumah ya jadikan 51:32 masjid itu tempat mereka tinggal. 51:35 walaupun mungkin di sekeliling masjid. 51:37 Nah, begitu juga banyak kejadian di ee 51:40 Aceh Utara misalkan menasah-menasah. 51:43 Apa tu? 51:43 Menasah itu seperti surau-surau ya. 51:45 Surau-surau itu yang 51:47 ee dipakai sebagai tempat pengungsian ya 51:50 ee suplai logistik dan yang lain di 51:53 Menasa. Karena ee ee surau di sana 51:56 tinggi gitu. H 51:57 tinggi enggak di bawah jadi tinggi. Jadi 52:00 di situlah banyak juga saudara kita yang 52:02 selamat dari banjir karena mereka pergi 52:04 ke 52:05 ke situ. Jadi masyarakat Aceh dengan 52:07 kejadian bencana seperti ini juga aware 52:10 bahwa oh ternyata ya kehadiran masjid 52:12 ini menasa-menasa surau-surau itu adalah 52:15 bagian penting dalam hidup gitu. Itu 52:16 strategi seperti itu akan kita jalankan 52:19 ke depan. Kita menyiapkan masjid ini 52:21 adalah ee menjawab kebutuhan ee 52:25 kebencanaan. 52:26 Iya. Iya. 52:26 Nah, kita juga harapkan siapa aja untuk 52:29 bisa 52:30 menupport untuk kebutuhan masjid-masjid 52:33 yang setiap daerah itu mesti ada 52:35 beberapa titik masjid itu yang aman 52:36 secara kebencanaan. 52:39 Begitu. 52:39 Kalau BNPB itu atau BPBD itu ada desa 52:42 tanggap bencana. Ini masjid aman 52:44 kebencanaan, Ustaz. Ya. 52:45 Iya, betul. 52:46 Jadi, insyaallah jadi nanti jadi pusat 52:47 tadi ya ketika terjadi bencana 52:50 ee masyarakat bisa mengungsi dulu di 52:51 situ. Kemudian ada kebutuhan-kebutuhan 52:53 utama yang bisa 52:54 ee kita dapatkan di sana. Betul. 52:56 Dan setelah itunya tadi Ustaz bilang 52:58 menjadi pusat psikososial juga ya. 53:00 Teruma healing juga Ustaz 53:01 terumah healing juga ibadah mereka di 53:03 situ, tempat pendidikan mereka di situ. 53:05 Anak-anak enggak ada sekolah ya sudah 53:06 sekolahnya di masjid. Kenapa tidak? 53:09 Bantuan bencana juga bantuan yang datang 53:11 mudah dijangkau. Kenapa? Di masjid 53:13 semuanya bisa merata. Ya. Jadi kita 53:15 harapkan seperti itu. 53:17 Iya. Iya. Masyaallah. Ustaz terkait ee 53:20 pas ee dakwah pasca bencana juga Ustaz. 53:22 Nah, dakwah mengenai apa ya? Pelestarian 53:26 lingkungan, Ustaz. 53:27 Menjaga hutan, Ustaz. 53:29 Apakah ulama juga menyampaikan kepada 53:31 masyarakat dan juga kepada yang di atas 53:35 pemerintah? Ustaz, bagaimana, Ustaz? 53:37 I ya. Saya pikir 53:38 ini kan penting, Ustaz. 53:39 Betul, ya. Ee kalau menjaga merawat 53:42 merawat lingkungan ya ee ada disampaikan 53:46 di dalam dakwah-dakwah dan juga di dalam 53:48 ee pendidikan agama kita. Tetapi 53:51 perhatian kita untuk itu sedikit. 53:53 Kenapa? Kita merasa bahwa itu adalah 53:56 tidak begitu ee tidak begitu masalah 53:59 dengan hidup. Tapi dengan kejadian saat 54:01 ini betul-betul lingkungan itu adalah 54:04 kalau kalau salah dikelola bermasalah 54:06 dengan hidup kita. 54:07 Iya. Unsur yang penting itu. 54:08 Iya. Dan sekarang kan ee kesadaran itu 54:11 mulai terbangun dengan baik. Kesadaran 54:13 itu mulai mulai muncul. Nah, kita ingin 54:16 menggaungkan dan mendidik anak-anak kita 54:18 juga pendidikan dalam pendidikan agama 54:20 bagaimana kewajiban menjaga lingkungan 54:22 itu. 54:23 Ya, bahkan Nabi sallallahu alaihi 54:25 wasallam mengatakan bahwa siapa yang 54:27 memotong kayu ya pohon yang itu dipakai 54:32 oleh oleh orang itu untuk berlindung 54:36 maka nanti dia akan disambar oleh api 54:39 neraka kata Nabi. Begitu juga orang yang 54:41 membuang kotoran di bawah pohon yang 54:43 dipakai pohon itu untuk berlindung maka 54:46 dia dia akan mendapatkan dosa besar. 54:49 Artinya apa? Pohon yang ada itu untuk 54:52 perlindungan manusia yang dibutuhkan 54:54 oleh manusia itu enggak boleh diganggu 54:55 loh. 54:56 Iya. I 54:56 bukan cuma hanya sekedar pohon di 54:58 pinggir jalan saja kan. Artinya ke hutan 55:00 kita itu pohon yang banyak. Kalau 55:03 terjadi kerusakan pada hutan kita 55:05 langsung berimbas dengan kita ini ya. 55:07 Maka anak cucu kita nanti ya yang kalau 55:09 seandainya hutannya kita tebang saat ini 55:12 enggak dijaga saat ini, sudah anak cucu 55:13 kita akan dapat musibah lebih dahsyat 55:14 dari kita. Sekarang yang terjadi ini 55:16 saat ini adalah sejak berapa puluh tahun 55:19 yang lalu kan terus terjadi maka saat 55:22 ini kita rasakan artinya apa? Orang masa 55:24 orang tua kita enggak memperhatikan itu. 55:26 Maka anak-anak kita, anak-anak anak-anak 55:28 sekarang kita juga sekarang kena. Nah, 55:31 kalau terus ini berlanjut masa kita yang 55:34 sedang memiliki anak ini ya kita 55:36 lanjutkan, kita beri toleran untuk itu 55:39 dirambah hutan kita dengan cara yang 55:41 tidak benar, maka cucu kita nanti akan 55:43 kena juga terus kena dampak 55:44 lebih dahsyat lagi kan. 55:46 kejadian akan lebih dahsyat lagi. Maka 55:48 dalam hal ini kita harapkan para ulama 55:50 kita ee juga dalam pendidikan Islam itu 55:53 untuk di betul-betul harus di harus 55:55 dimasukkan kondisi ee penjagaan 55:58 lingkungan sebagai fardu kifayah bagi 56:00 kita semua dan juga hubungannya dengan 56:03 pemerintah ee memang mungkin selama ini 56:06 agak kurang kita ee mengajak pemerintah 56:09 dalam penjagaan lingkungan ini. Karena 56:12 kita 56:13 mempercayai 56:15 bahwa pemerintah sanggup untuk 56:18 menjaganya. 56:18 Iya 56:20 ya. Biarlah kita jaga yang lain. 56:22 Pemerintah yang jaga itu. 56:25 Selama ini. 56:26 Iya. 56:26 Kita menyangka seperti itu. Apakah 56:29 sangkaan kita benar? Itu tanda tanya. 56:33 Tanda tanya besar, Ustaz. [tertawa] 56:34 Tanda tanya besar. 56:36 Sekarang 56:36 masallah. I semoga dakwah mengenai 56:39 pelestarian lingkungan ini ya. 56:41 rata bisa diterima oleh masyarakat dan 56:43 juga pemangku kepentingan tentunya, 56:45 Ustaz. Itu yang lebih penting lagi, 56:46 Ustaz. 56:46 Soalnya mereka yang punya tanda tangan 56:48 dan punya kuasa, Ustaz. 56:49 Punya kuasa. [tertawa] Punya helikopter 56:51 untuk melihat, punya drone untuk 56:53 merambah melihat ke sana. Mata kita 56:55 enggak melihat ke sana. 56:56 Betul. Masyaallah. Semoga Allah 56:57 memberikan hidayah ya kepada mereka yang 56:59 Amin. 56:59 tangan-tangan mereka apa ya? Berbuat 57:01 zalim, Ustaz ya. 57:03 Masyaallah. Yang dampaknya begitu 57:04 dahsyat. 57:05 Masyaallah. 57:06 Nah, Ustaz Ustaz ee terakhir Ustaz masa 57:08 depan terutama Aceh, Ustaz ya. He. 57:11 Aceh pasca bencana ini seperti apa, 57:12 Ustaz? Terutama untuk menjaga apa ya? 57:15 Supaya tetap tangguh secara akidah, 57:17 secara spiritual 57:19 dan juga tangguh untuk kembali bangkit, 57:22 Ustaz, ya. 57:22 Iya. 57:23 Melakukan aktivitas lagi seperti biasa. 57:25 Masyaallah. Bagaimana, Ustaz? 57:27 Nah, ee saya dapatkan langsung ya ketika 57:31 saya datang e datang Ustaz Abdul Samad 57:34 juga saya datang ee 57:36 ke tempat pengungsian kita bawa ee 57:38 bantuan gitu ya. 57:40 Mereka bilang begini, ada yang bilang 57:42 begini, langsung saya hafal kata-katanya 57:44 gitu. Ustaz, kami enggak menangis karena 57:48 musibah ini terjadi sama kami, tapi kami 57:50 menangis karena terharu ustaz mau 57:52 menjenguk kami. 57:53 Masyaallah. [tertawa] 57:55 Ya, Ustaz, kami enggak menangis karena 57:58 musibah ini terjadi dengan kami. Tapi 58:00 kami menangis terharu karena Ustaz 58:02 datang menjenguk kami. 58:03 Bahagia mereka ya. 58:05 Artinya apa? support manusiawi itu 58:07 terhadap saudaranya itu sangat penting 58:09 loh. 58:09 Iya. Iya. 58:10 Ya. Kehadiran kita ya. Siapa aja di 58:13 negeri ini yang ee apa namanya? Yang dia 58:16 ee ee ya ee bisa membantu kehadiran itu 58:20 ke sana ikut membantu itu adalah support 58:23 yang paling kuat. He. 58:25 Bagi saudara kita yang kondisinya 58:26 seperti itu. Mungkin sedikit yang kita 58:28 bawa. 58:28 Iya. 58:29 Ya. Tapi kehadiran kita bahwa oh kita 58:31 ikut serta di sana bersama dengan 58:33 mereka. Itu kan sebenarnya ee yang kita 58:36 butuhkan selaku ee manusia ketika 58:39 saudara kita merasakan perasaan yang 58:40 sama dengan kita 58:41 ikut juga hadir bersama kita 58:43 berempati Ustaz ya. 58:44 Betul. Nah, 58:45 masyaallah. Dan Ustaz ee mungkin karena 58:48 waktu yang terbatas Ustaz ee pesan 58:51 terakhir Ustaz yang ingin Ustaz 58:52 sampaikan 58:53 baik itu terkait ya pasca bencana ee 58:57 banjir bandang juga longsor di Aceh, 59:00 Sumatera Utara dan sekarang beberapa 59:01 daerah lain juga. Ustaz. 59:02 Iya. 59:03 Pesan terakhir apa, Ustaz? mungkin 59:04 hikmah apa yang bisa kita 59:05 pesan saya yang terakhir adalah kepada 59:06 seluruh peran pendengar dan yang 59:07 menonton kami bahwa ee bencana yang 59:10 terjadi di Aceh mungkin secara ee nyawa 59:14 ee tidak banyak tidak sama dengan 59:18 tsunami. Tetapi kerusakan materi yang 59:22 disebabkan oleh banjir dari gunung ini 59:26 itu lebih luas lebih banyak ketimbang 59:28 tsunami. He. 59:29 Jadi penanganannya ini akan membutuhkan 59:31 masa yang lama. 59:33 masa yang lama. 59:34 Iya, 59:35 pemerintah berkewajiban dalam ini. 59:36 Masyarakat kita juga berkewajiban 59:39 terhadap hal ini. Maka jangan lupakan 59:41 Aceh, jangan lupakan kondisi masyarakat 59:43 Aceh hanya gara-gara sudah kurang viral 59:45 di 59:46 media sosial. 59:47 Media sosial atau kurang masuk di dalam 59:49 TV setahun, 2 tahun yang akan datang 59:52 khususnya tahun ini. Ini kita sangat 59:55 terus harus peduli terus-menerus 59:57 membantu saudara kita di sana ya, baik 1:00:00 secara langsung ataupun tidak langsung. 1:00:01 Jadi jangan dipikir bahwa mungkin 1:00:03 sekarang sudah oke ya, setahun ini akan 1:00:06 tidak oke, masih tetap harus kita ee 1:00:09 kita harus membantu sesuai dengan 1:00:11 kebutuhan mereka secara bertahap. Apa 1:00:12 yang dibutuhkan sekarang yaitu yang 1:00:14 enggak sama dengan dibutuhkan sebelum 1:00:16 ini. Terus begitu setiap 2 bulan, 2 1:00:18 bulan tentu akan berbeda 1:00:19 kebutuhan-kebutuhan mereka. khususnya 1:00:21 mereka yang hilang pekerjaan banyak 1:00:23 sekali yang enggak ada pekerjaan yang 1:00:25 mereka terus bersabar sampai hari sampai 1:00:27 hari ini. Ee kemudian yang kedua adalah 1:00:31 ini bulan Ramadan mau datang ke depan 1:00:34 ini ya sudah diambang pintu satu pekan 1 1:00:37 bulan lagi tepat gitu bulan Ramadan akan 1:00:39 datang. Maka saudara kita juga 1:00:41 berkewajiban yang sama dengan kita ya 1:00:43 untuk berpuasa 1:00:45 ya tapi mereka akan berpuasa dalam sisi 1:00:48 keterbatasan sekali ya di sana. Maka 1:00:50 kita tidak mau saudara kita itu enggak 1:00:52 berpuasa karena terjadi musibah yang 1:00:55 terjadi kepada mereka tanpa perhatian 1:00:57 daripada kita. Maka ee bantu saudara 1:01:00 kita di sana khususnya bulan Ramadan ini 1:01:02 yang sedang di di depan pintu ya ee 1:01:07 dengan yuk bantu mereka untuk ibadah 1:01:10 mereka, bantu mereka untuk buka puasa 1:01:12 mereka, makannya e mereka, sahur mereka 1:01:16 ya. Eh, kita harapkan yang punya 1:01:18 channel, punya link, punya hubungan yang 1:01:21 bisa membantu secara langsung, yuk mari 1:01:23 buka dapur. Misalkan dapur umum ya, 1:01:25 operasikan dapur umum penyediaan buka 1:01:27 puasa mereka 1 bulan silakan di saya 1:01:31 mengharapkan itu misalkan dibuat di 1:01:33 masjid, ada satu masjid menyediakan buka 1:01:35 puasa untuk saudara-saudara kita atau 1:01:37 sahur untuk untuk saudara-saudara kita 1:01:39 ya. Nah, itu bisa dikoordinasikan 1:01:42 mungkin punya relawan-relawan khusus 1:01:44 ataupun mungkin punya lembaga-lembaga 1:01:46 khusus e minta buka di setiap daerah di 1:01:50 sana di mana tuh masjidnya itu fungsikan 1:01:52 jadikan tempat dapur umum tapi khusus 1:01:55 bulan Ramadan misalkan ini mereka 1:01:56 butuhkan itu ya mereka akan berpuasa 1:01:59 bekerja di siang hari juga untuk 1:02:01 membersihkan rumah rumah mereka tapi 1:02:03 mereka enggak punya duit enggak punya 1:02:05 uang enggak punya pekerjaan ya kita bisa 1:02:07 membantu itu dan bulan Ramadan bantuan 1:02:09 itu akan akan dilipagandakan oleh Allah 1:02:11 subhanahu wa taala. Itu saja mungkin 1:02:13 pesan daripada saya. 1:02:14 Baik, terima kasih jazakallah khairan 1:02:16 kair kepada Ustaz Amri Fatmi Anziz yang 1:02:19 telah hadir di Rasil memberikan ya 1:02:22 informasi terkini saudara-saudara kita 1:02:24 di Aceh 1:02:25 dan juga Sumatera Utara dan Sumatera 1:02:27 Barat, Ustaz ya yang hampir 2 bulan ini 1:02:30 tadi diceritakan masih ada di tenda yang 1:02:33 masih mungsi. Masyaallah. Semoga Allah 1:02:35 menjaga kesabaran mereka, Ustaz. Ya, 1:02:37 tentunya dan juga 1:02:39 menghimbau kepada ikhwan akhwat yang 1:02:41 diberikan keringanan, keleluasaan, 1:02:45 kelapangan rezeki, Ustaz, ya. Untuk 1:02:46 mengingat saudara kita, terutama tadi 1:02:48 Ustaz sampaikan di akhir menjelang 1:02:50 Ramadan ini tentunya mereka juga ingin 1:02:51 beribadah seperti biasa, menjalankan 1:02:53 ibadah puasa seperti biasa, 1:02:55 berbuka, bersahur, dan juga melaksanakan 1:02:58 ibadah-ibadah lainnya. Sekali lagi, 1:03:00 syukran, Ustaz. Terima kasih. Insyaallah 1:03:02 kita bertemu kembali. Amin. 1:03:03 Di progam lainnya Iwan. Demikian ahlan 1:03:06 wasahlan untuk edisi hari ini bersama 1:03:10 tamu kita Dr. Tengku Amri Fatmi Abdul 1:03:14 Aziz, Lc, MA yang merupakan salah satu 1:03:17 ulama muda dari eh PID Aceh, doktor 1:03:21 akidah filsafat lulusan Alazhar Kairo, 1:03:24 Mesir dan juga merupakan ee ketua DKM 1:03:27 Masjid Agung Alfalah Sigli. yang ini 1:03:30 kita kenal sebagai dai dengan dakwah 1:03:32 yang kreatif menjangkau anak muda dari 1:03:35 dalam hingga luar negeri. Terima kasih 1:03:37 Ustaz semoga safari dakwahnya di Jakarta 1:03:39 berjalan lancar dan baik. 1:03:41 Amin. 1:03:41 Demikian kita akhiri saya Ridal haqq dan 1:03:45 teman-teman yang bertugas ada Bang Ondi 1:03:47 dan eh Ustaz Algi undur diri. 1:03:49 Subhanakallam asadu alla ilahailla anta 1:03:51 astagfirik. Billahi taufik walhidayah. 1:03:54 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:03:55 wabarakatuh. 1:03:56 Waalaikumsalam.