Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Brail TV. [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain wid dunya wadin wasatu wasalamu
- asilya wal mursalin waa alihi wasobihi
- ajmain. Rbi zidni ilma warzuqni fahma
- walikna bihin. Apa kabar semua ikhwan
- dan akhwat di mana pun Anda berada?
- Senang sekali pagi hari ini saya
- Muhammad Musa Alqaf kembali menemani
- Iwan dan Akwat di acara Ahlan Wasahlan
- tanggal 21 Januari 2021 atau bertepatan
- dengan 8 Jumadil Akhir 1442
- Hijriah.
- Sehat ikhwan dan akhwat? Ya Allah lama
- kita tidak berjumpa di udara. Semoga di
- mana pun Anda berada iwan dan akhwat
- selalu dalam lindungan Allah Subhanahu
- wa taala. Sehat-sehat ikwan dan
- akhwatnya. keluarganya, teman-temannya,
- dan seluruh saudara-saudara Iwan dan
- Akhwat semua. Pagi ini Iwan dan Ahhwat,
- ahlan wasahlan edisi spesial karena hari
- ini kita akan membahas sesuatu yang
- sangat menarik bersama tamu kita. Tamu
- kita ini adalah ee seorang praktisi
- digital
- market, digital marketing. Biasanya kita
- tuh menyebutnya digital marketer, ya.
- Digital marketer.
- Digital marketer. Ada Bang Ahmad Fawas.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Bang Ahmad Fa
- Waalaikumsalam, Bang.
- Waalaikumsalam, Bang Ahmad Fawas ini Wan
- Ahwat adalah ee fasilitator di gapura
- digital. Gapura digital itu adalah
- sebuah ee acara atau sebuah organisasi
- yang berafiliasi langsung dengan Google
- ya.
- Iya. Tapi ee sebelumnya ee saya secara
- pribadi di media manaun itu tidak
- mewakili program tersebut gitu ya.
- Oh gitu.
- Tidak mewakili program tersebut. salah
- satu pengisi di program tersebut ya.
- Baik,
- Bang Fawas ini juga Ikwan dan Ahwat
- merupakan owner dari gudangpeluang.com
- dan Bang Fawas ini sehari-harinya adalah
- pendamping UMKM terutama di bagian
- online. Jadi hari ini kita akan membahas
- sebenarnya seberapa menarikkah dunia
- digital. Mungkin Iwan dan Nawat banyak
- yang pengin jualan online dari rumah di
- masa pandemi tapi bingung harus mulai
- dari mana.
- Kemudian kita juga nanti akan banyak
- Iwan pernah dengar nih brand owner,
- reseller, dropshipper, tapi enggak
- ngerti apa. Kita juga akan bahas dan
- segala sesuatu tentang dunia digital
- yang sering terdengar tapi tidak akan
- tidak kita pahami akan kita bahas pada
- hari ini.
- Baik, insyaallah.
- Insyaallah bersama Bang Fawas.
- Insyaallah.
- Insyaallah Nawat. Program ini juga
- nantinya akan rutin di acara ahlan
- wasahlan setiap hari Kamis di pekan
- ketiga.
- Di pekan ketiga insyaallah nanti Bang
- Kas akan rutin ee menemani Iwan Wan dan
- Akwat dan nantinya juga akan ada banyak
- program-program menarik yang
- pendampingan untuk semua kita ee
- terutama di bidang online. Karena
- seringnya nih, Bang, kita bingung, Bang.
- Kita mau jualan tapi bingung harus mulai
- dari mana.
- Iya. Karena ee sebagai informasi Wand
- dan Nawat, dunia digital sekarang ini
- sangat sangat sangat prospek. Di Google
- mungkin kita sering buka Google.
- He
- Google itu kan dibangun di tahun 1998,
- Bang Has. Awalnya dulu launching.
- Hari ini per detiknya ada 63.000 orang
- mencari di mesin Google per detik.
- Yes.
- Per detik. Artinya 1 menit aja udah
- banyak
- ada banyak sekali. Kemudian ee Amazon
- yang dulunya orang bingung jualan online
- tuh bagaimana. Mungkin orang banyak yang
- memicingkan mata. Ngapain sih jualan
- online? Hari ini Amazon sudah menjual
- 606 juta produk.
- Oke.
- Lewat website-nya yang membuat akhirnya
- salah satu ownernya Jeff Bos menjadi
- orang terkaya di dunia.
- Dunia. Iya.
- Betul. Orang terkaya. Kalau enggak salah
- sekarang kegeser menjadi yang kedua
- setelah yang Tesla naik pertama. Tapi
- tetap tetap top dunia [tertawa]
- dari cuma jualan online. iPhone yang
- baru launching 12 tahunan yang lang
- lalu. Hari ini 63% orang di dunia
- menggunakan iPhone.
- Iya betul.
- Dan angka yang menarik juga adalah
- Facebook. Hari ini ada 2,4 miliar
- orang menggunakan Facebook di seluruh
- dunia.
- Iya. Kayak negara sendiri berarti. Wah,
- itu lebih besar dari negara terbesar di
- dunia sekarang. Lebih besar dari Cina
- penduduknya. Jadi, Facebook kalau mau
- bikin negara sudah bisa menjadi negara
- terbesar.
- Sudah jadi,
- sudah [tertawa] jadi satu negara dan
- banyak ee data-data yang cukup fantastis
- tentang dunia online. Oleh karena itu,
- Iwan dan Nawat, hari ini kita akan
- banyak-banyak bicara dengan ahlinya,
- dengan Bang Fawas tentang dunia digital
- marketing. Begitu kurang lebih Bang
- Fawas.
- Baik, Man. Jadi di pandangan menurut
- pandangan Bang Fawas nih dunia digital
- marketing sekarang ni seperti apa, Bang?
- Baik, sebelumnya terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Para pendengar hasil di mana pun Anda
- berada. Ya, perkenalkan nama saya Fawas.
- Saya eh
- emm ini ya apa namanya?
- Bukan siapa-siapa
- [tertawa]
- gitu ya. Saya hanya seorang pelaku atau
- praktisi penjualan online sejak
- 2011 gitu ya.
- Oh, sudah lumayan lama, Bang.
- Lumayan. [tertawa]
- 9 tahun.
- Jadi ee Bang Musa gini saya panggilnya
- Bang Musa aja.
- Iya. Musa langsung [tertawa] enggak
- apa-apa
- saya panggil Bang Musa. Sama-sama masih
- muda ini.
- Iya.
- Sumuran.
- Sumuran ya. Oke, jadi ee gini
- Bapak, Ibu sekalian ya, para pendengar
- hasil yang sangat saya cintai.
- Eh, digital marketing itu
- luas banget ya kalau kita mau bahas gitu
- loh ya. Cuman ee potensinya bagi bisnis
- kita itu juga sama besarnya.
- He
- ya. Nah, karena digital marketing itu
- pembahasannya terlalu luas,
- maka kita perlu untuk membuat ee
- mengkotak-kotakkan dulu
- kita mau ngapain dulu, gitu ya. Kalau
- tadi yang ee Bang Ustaz sampaikan ee
- Amazon dan lain sebagainya, mereka itu
- sebenarnya bukan dagang, tapi hanya
- memfasilitasi orang untuk berdagang gitu
- kan
- ya. Nah, sekarang peranannya kita itu di
- dunia digital itu apa dulu? He.
- Jadi sebelum kita mau menerapkan
- strategi macam-macam untuk jualan
- online, peranan kita dulu kita mau
- sebagai developer. Nah, seperti yang
- tadi disebutkan itu berarti developer
- dia apa mendevelop sebuah market gitu
- kan. Nah, atau kita mengambil bagian
- sebagai memang pelaku usaha yang mau
- jualan di dunia online kan begitu ya.
- Makanya tadi kita ee bagi menjadi brand
- owner,
- reseller, dan dropshipper.
- Jadi ketika kita mau masuk di dunia
- online pertama kali kita mengambil peran
- dulu kita mau bermain sebagai apa?
- Sebagai brand owner kah atau sebagai
- reseller kah atau sebagai dropshipper?
- Karena strategi jualannya itu beda-beda.
- Betul. Betul.
- Begitu. Kalau seandainya, Bang, untuk
- kita-kita yang masih awam nih, untuk ee
- mungkin E dan benar-benar dari nol
- banget,
- mana yang paling ideal untuk memulai?
- Apakah sebagai dropshipper, sebagai
- reseller atau sebagai brand owner? Dan
- tolong dijelasin, Bang, masing-masing
- itu apa. Mungkin ada yang masih
- [tertawa] apa makanan apa lagi tuh.
- Baik. Jadi gini,
- ada tiga istilah tadi ya. ada brand
- owner, ada reseller, ada dropshipper.
- Nah, brand owner artinya pemilik
- daripada brand ya atau ee bahasa
- mudahnya adalah Anda pemilik produknya,
- Anda yang produksi gitu
- ya. Yang kedua, reseller. Nah, reseller
- ini orang suka kebolak-balik.
- Reseller dan dropshipper tuh suka
- kebolak-balik. Reseller tuh sebenarnya
- apa? distributor.
- H
- ya. Dia enggak punya produk yang dia
- produksi, tapi dia membantu atau dia
- menjadi ee mitra dari sebuah brand untuk
- ikut menjual. Warung itu juga termasuk
- distributor
- ya. Yang terakhir adalah dropshipper.
- Dropshipper
- bahasa kerennya kan dropshipper. Padahal
- kalau kita dulunya nih lebih mengenal
- istilah
- makelar. [tertawa]
- Oh
- makelar gitu.
- Karena dia enggak punya produk. He.
- Dia tidak punya stok produk, tapi dia
- hanya bantu menjual.
- Hm. Jadi pengiriman langsung dari brand
- ownernya.
- Nah, iya betul. Reseller.
- Dia hanya membantu untuk
- merekomendasikan barang. He.
- Nah, cuman kan orang ee suka suka
- beda-beda nih apa suka ee kebentur
- antara reseller dan dropshipper,
- Teman-teman. Ya, sekali lagi ya, kalau
- dropshipper tuh dia tidak perlu stok
- barang. Kalau reseller dia stok barang.
- He.
- Nah, ada satu fakta menarik ya tentang
- dropshipper ini. Kenapa sekarang
- digandrungi sama banyak masyarakat?
- Karena seakan-akan kalau kita mau jualan
- online menjadi dropshipper, kita itu
- enggak perlu modal.
- He.
- Kan dia enggak perlu stok barang.
- Betul.
- Begitu toh.
- Betul.
- Nah, tapi ada satu kendala nih, Bang
- Musa nih.
- Harga di marketplace itu jadi
- berantakan,
- kacau gitu kan. Nah, ini buat
- teman-teman yang sudah memulai jualan
- online pasti ngerasain kan
- jualan online di marketplace harganya
- persaingannya agak kejam.
- Betul, betul, [tertawa] betul, betul.
- Kejam banget gitu. Nah, karena kenapa?
- Karena distributor yang stok barang
- dengan dropshipper yang tidak stok
- barang itu saling bersaing di situ.
- Iya,
- saling bersaing di situ. Ya, saran saya
- jangan jadi dropshipper kelamaan.
- Hm. harus naik kelas nih.
- Harus naik kelas jadi reseller begitu.
- Karena sejatinya dropshipper itu hanya
- sebatas metodologi melakukan riset
- produk. H
- begitu dari ada lima brand, katakan lagi
- tu ya, lima brand yang mana ya yang saya
- mau stok barang
- dicoba dulu di dropship dulu. A B C D E
- yang mana yang responnya paling oke di
- situlah dia berani stok barang.
- Hm.
- Kan awalnya hanya begitu aja.
- Betul betul betul. [tertawa] Menarik
- menarik menarik. Bahkan e bangas ada
- teman cerita dia sebagai dropshipper,
- dia bahkan tidak mengambil untung dari
- apa yang dia jual.
- Kadang-kadang dia jual rugi. Artinya
- ketika dia ngambil dari satu produsen
- dia dapat Rp10.000, dia jual Rp9.000,
- Bang.
- Dia enggak jual di bawah harga pasar
- supaya orang-orang beli ke dia.
- Keuntungan dia dari mana? Keuntungan dia
- dari ekspedisi, diskon ekspedisi.
- Iya.
- Karena dia ngirim banyak, akhirnya dapat
- potongan [tertawa] ekspedisi. Ada banyak
- hal menarik Ihan yang akan kita bahas
- nanti ke depannya. Untuk Iwan dan Ahwat
- yang ingin bertanya-tanya bisa langsung
- kirim WhatsApp ataupun SMS ke nomor
- 08111999720.
- Sekali lagi di 0811999720
- atau kalau mau telepon interaktif
- langsung nanya-nanya. Hayo boleh Iwan
- danwat ditunggu di sini e ke 0218451512.
- Jadi kalaupun kita enggak punya
- pengalaman, kita mau jadi dropshipper,
- apa yang harus kita lakukan pertama
- kali, Bang?
- Baik. Jadi gini,
- h
- pertama-tama hilangkan dulu mindset
- bercita-cita untuk jadi dropshipper
- selamanya gitu. [tertawa]
- Hilangkan dulu.
- Nah, kenapa demikian?
- Karena teman-teman gini, tetap aja kita
- harus ambil posisi itu sebagai
- pedagangnya atau pebisnisnya bukan
- internet marketer.
- He.
- Nah, itu kan beda ya.
- He.
- Nah, kalau internet marketer mereka tahu
- celahnya. Kayak tadi Bang Musa sampain
- tuh dia berani jual rugi karena ada
- benefit dari logistik gitu kan.
- Nah itu mainannya internet marketer. Dia
- dia tahu cela-cela demikian. Nah tapi
- kalau untuk orang awam mindsetnya harus
- mindset pedagang dulu gitu. Penjual
- dulu.
- Saya mau menjual barang yang mana ya kan
- begitu.
- Betul.
- Nah kalau belum punya produk ya
- alternatifnya adalah teman-teman tinggal
- buka marketplace
- ya.
- By the way gini, ada marketplace, ada
- media sosial. Nanti kita juga akan bahas
- tuh
- bedanya apa,
- bedanya apa ya mainnya gimana.
- Nah, tapi kalau untuk memulai sekali,
- Anda belum punya produk apapun, Anda
- bisa cari produk-produk yang lagi
- trending ya di marketplace tertentu.
- Entah yang itu yang hijau, yang merah,
- yang orange gitu ya,
- Tokopedia [tertawa] gitu maksudnya.
- Enggak apa-apa, Bang. Kita nyebut brand
- supaya lebih tergambar gitu.
- [tertawa]
- Oke, oke, oke, oke.
- Jadi buka Tokopedia, Shope, Lazada ya
- harus disebut semua nih, Bang, biar
- adil. Buka lapak dan lain-lain.
- [tertawa]
- Terus lihat yang paling laku di situ apa
- gitu ya.
- I
- itu bisa. Lalu juga banyak sekali di apa
- Instagram itu kan juga banyak akun-akun
- ee brand owner atau distributor atau
- supplier yang mereka memang cari ee
- dropshipper.
- He.
- Nah, kita bisa mulai dari situ atau
- mulai dari ikut komunitas belajar
- bisnis. biasanya sudah ada produk-produk
- yang bisa dipasarkan secara langsung
- kayak gitu yang insyaallah
- kita sampaiin enggak nih?
- Sampaiin, Pak. [tertawa]
- Bocoran sedikit-sedikit boleh.
- Insyaallah ee kalau enggak ada halangan
- bulan depan
- ya Rasil akan keluarkan sebuah program
- belajar kewirausahaan gitu ya.
- Mudah-mudahan lancar nih.
- Amin. Amin. Amin. Amin.
- Nah, jadi bisa mulai dari mana untuk
- yang belum punya produk? bisa mulai dari
- ikut program kita. Insyaallah nanti akan
- ada produk-produk yang teman-teman bisa
- langsung jual.
- Hm.
- Begitu. Tanpa perlu stok dulu.
- Dan kadang masalahnya tuh mau jual tapi
- enggak tahu caranya, Bang. Nanti ada
- diajarin juga caranya.
- Iya. Jadi kita benar-benar pandu dari
- cara jual gini, dari cara memasuki dunia
- online yang benar gitu ya. Lalu cara
- tampil di hasil pencarian Google, cara
- jualan di marketplace, di e media sosial
- sampai cara mengelola WA gitu loh
- untuk dapatin database dan lain
- sebagainya.
- Iya. Iya. Karena ee banyak mindsetnya
- tuh, Bang, jualan online tuh ribet.
- Jualan online tuh harus melag teknologi
- penjualnya. Jualan online tuh harus
- punya pengetahuan yang banyak, resiko
- rugunya besar. Sebenarnya kondisi
- real-nya tuh seperti apa sih, Bang?
- Apakah memang kalau mau jualan online
- sesulit itu? Kalau misalkan ada ibu-ibu
- yang mendengarkan nih sehari-hari
- dasteran di rumah, ngurus anak, enggak
- bisa main handphone juga bisanya cuma
- buka WhatsApp. Apakah masih bisa untuk
- berjualan online?
- Ya, jadi gini ee Bapak Ibu sekalian ya,
- sahabat Rasil semuanya
- ya.
- Kalau soal saya gaptek, Pak, bisa enggak
- jualan online gitu ya atau bagaimana
- caranya? Jadi strategi untuk jualan
- online itu banyak. Makanya ketika kita
- mau masuk di dunia online, kita mengukur
- dulu diri kita itu mampunya pakai
- strategi yang mana gitu ya.
- Pakai strategi yang mana. Salah satunya
- aja. Jadi gini
- ee ada salah satu strategi yang yang
- fokusnya bukan untuk langsung jual
- produk tapi untuk mendapatkan database
- terlebih dahulu.
- He.
- Nah, database berarti kontak person
- daripada calon pembeli terlebih dahulu.
- dia kumpulkan dulu database-nya. Ketika
- sudah terkumpul baru dia menawarkan
- produk. Nah, ini kan panjang. Gimana
- cara dapatin database-nya? Kita butuh
- lead magnet, kita butuh ini, kita butuh
- itu. Nah, kalau untuk pelaku yang
- katakanlah tingkat gapteknya 1 sampai 5,
- dia nomor tig lah gitu ya.
- Masih okelah ya, masih lumayan.
- Masih tiga [tertawa] lah ya. Nah, yang
- dikhawatirkan itu dia terlalu banyak
- buang waktu akhirnya.
- Hmm.
- Begitu. Kecuali Anda punya staf.
- Hm. Anda punya staf yang memang untuk
- ngurusin hal-hal demikian.
- Kalau ee memang benar-benar baru pribadi
- aja, baru sendiri mainnya, manfaatkan
- platform digital yang Anda paling
- kuasai.
- H
- ya, yang hari-hari hari demi hari Anda
- komunikasi dengannya.
- Iya. Iya,
- gitu toh. Berarti pakai dulu ee WhatsApp
- ya dan media sosialnya apa yang yang
- dipakai sama dia. Katakanlah
- Facebook misalnya
- Facebook atau Instagram gitu kita sebut
- brand enggak masalah ya.
- Enggak apa-apa. [tertawa]
- Aman, Bang.
- Buat pembelajaran.
- Oke, [tertawa]
- begitu. Jadi, seenggaknya pilih dulu
- satu sampai dengan tiga platform
- ya. Kalau udah expert kan katakanlah dia
- di ee Tokopedia ada, di Bukalapak ada di
- Shopee ada gitu ya. Lalu di Instagram
- ada. Ngebangun fanpage juga macam-macam
- yang dipakai yang diterapin sama dia
- dia. Nah, untuk sampai di tahap itu kan
- butuh waktu.
- Sedangkan kita butuh langsung transaksi.
- H
- ya. Maka dari itu, manfaatkan dulu
- WhatsApp-nya atau WhatsApp bisnis-nya ya
- dengan eh media sosial pilih salah satu
- dulu dan marketplace pilih salah satu
- dulu. Mulai dari situ dulu, Teman-teman.
- Gitu ya. Nah, dari situ nanti kita bisa
- lihat tuh oke ini saya sudah mulai
- terjadi transaksi demi transaksi nanti
- baru paham maksudnya first impression
- kesan pertama ketika orang ngelihat
- ulasan itu apa efeknya dan lain-lain
- gitu ya. Intinya sekarang cari transaksi
- satu dua transaksi per hari itu aja dulu
- gitu.
- Iya. Jadi cari closingan dulu Iwan dan
- Nawat. Cari yang beli dulu supaya ada
- uang masuk sehingga kita lebih
- termotivasi. Benar tuh Bang Hava Fawas.
- Jadi Iwan dan Ahwat kalau mau mulai
- jangan pelajarin semuanya pusing nanti.
- Iya
- mulai dulu. Kalau memang punyanya
- WhatsApp seperti yang tadi Bang Fawas ee
- jelaskan. Kalau memang adanya WhatsApp
- jualan leat WhatsApp gitu Bang ya.
- I di
- kontak WhatsApp ada nomor siapa tawarin
- aja satu-satu kan. Nanti kita kita bahas
- nanti dibahas tuh satu-satu gimana
- caranya. Nah, tadi Bang Fa sempat
- ngomong ada marketplace, ada media
- sosial.
- Iya.
- Ee apa tuh, Bang bedanya, Bang, buat
- marketplace dan media sosial? Terus ee
- mana yang lebih efektif untuk jualan?
- Jadi, gini, kita ngelihatnya dari dua
- perspektif nih, Bang. Nih,
- betul.
- Perspektif pertama adalah dari ee kita
- sebagai calon konsumen ya, kita sebagai
- pengguna layanan
- ya. Kalau kita buka Tokopedia, kita buka
- buka lapak, kita buka Shope, Lazada, dan
- lain-lain sebagainya, ya
- tujuan kita tuh buka aplikasi tersebut
- kan udah udah udah udah jelas ya, kita
- ingin belanja atau kita ingin
- membandingkan produk.
- He.
- Ya, kita datang ke pasar,
- he
- kita ngelihat ada ee kain di pasar. He.
- Harganya berapa? Rp100.000.
- He.
- Kita cek terlebih dahulu gitu kan. kita
- buka terlebih dahulu tuh aplikasi tadi
- untuk melihat barang yang sama harganya
- berapa. Nah, artinya mau orang itu buka
- aplikasi-aplikasi tersebut untuk belanja
- maupun untuk membandingkan
- siapapun yang buka aplikasi itu adalah
- orang yang siap untuk mengeluarkan uang,
- kan gitu kan.
- Betul.
- Nah, itu dulu ya. Lalu yang kedua media
- sosial. Kalau media sosial agak beda
- cerita nih. Enggak semua orang buka
- Instagram, buka Facebook untuk cari
- produk.
- Kadang dia untuk ee apa namanya? Update
- status, untuk stalking mantang,
- [tertawa]
- untuk riaan,
- untuk pamerat,
- untuk ngelihat apa influencer idolanya
- dia gitu kan. Sehingga kalau kita
- sebagai pedagang,
- kita sebagai pebisnis nih, Teman-teman,
- ya.
- He
- ee perspektif pedagang itu kita
- ngelihatnya jadi gini. Kalau saya mau
- jualan di media sosial dengan saya
- jualan di marketplace,
- berarti caranya harus beda dong.
- Betul. Betul.
- Caranya harus beda. Kalau di marketplace
- orang yang datang sudah siap keluar
- uang, maka ada istilah yang namanya hard
- selling kan.
- Udah langsung jual aja gitu loh.
- Kalau di media sosial orang yang datang
- belum tentu dia siap untuk berbelanja
- maka jangan langsung ditawari produk.
- Hm.
- Caranya adalah gimana agar orang itu
- jempolnya berhenti di postingan Anda,
- kan gitu.
- Iya. Iya, betul. [tertawa]
- Jangan sampai dia terus terus scroll.
- Iya. Jadi, gimana caranya biar jempolnya
- itu ngerem gitu kan.
- Nah, jadi ada dua dua hal yang
- perbedaannya itu sangat mencolok gitu
- ya. Yang satu hard selling, yang satu
- soft selling. Nah, dasarnya itu cuman
- tetap ini bukan ilmu pasti gitu, Bang.
- Saya karena tetap ada banyak juga
- marketplace di apa ee toko online di
- Instagram yang penjualannya fantastis
- gitu loh. Tapi dasarnya ketika kita baru
- memulai, pahami dulu itu
- ya. Dua cara menjual berbeda antara di
- marketplace dan media sosial.
- Kalau dari pendapat Bang Fas pribadi
- untuk yang benar-benar gaptek he
- lebih baik untuk di awal ya
- i
- lebih baik marketplace atau media
- sosial?
- Tanpa keraguan dijawab langsung
- marketplace.
- Marketplace [tertawa] ya. Nanti kalau
- dia sudah lebih expert baru sosial i
- eh baik Bang Fas kita mulai sebelum
- masuk ke pembahasan lebih lanjut kita
- bacain WhatsApp dulu Bang.
- E monggo.
- Banyak nih Bang yang sudah kirim
- WhatsApp. Ada Bu Ingga Darma.
- Banyak dari emak-emak, Bang, yang ngirim
- WhatsApp nih, Bang,
- ya. Alhamdulillah.
- Ada juga dari
- e Pak Bayu, Pak Abay di Jakarta.
- Asalamualaikum, Bang Fawas, Kang Musa.
- Jika seseorang sudah punya produk tapi
- berupa stok-stok dalam jumlah banyak dan
- stoknya ini dead stock, Bang Fawas.
- Stoknya banyak dan dead stock.
- Tidak terbaharui.
- Tidak terbarui.
- Iya.
- Apakah online? Apakah dengan cara online
- masih bisa dipasarkan? Misalkan untuk
- sepatu-sepatu yang size-nya broken.
- Mohon nasihatnya. Baik. Jadi dia punya
- stok stoknya ini udah udah mengendap
- cukup lama. Apakah bisa dipasarkan
- secara online?
- Produknya sepatu pula ya.
- Produknya sepatu pula.
- Produknya sepatu pula.
- Kebetulan ini sepatu.
- Jadi kenapa tadi ada saya sampaikan
- sepatu pula gitu ya? Jadi
- eh tepatnya saya kurang tahu ya. Cuma
- ini saya baca tentang awal daripada
- network marketing
- dulu
- sekitar 1960-an di Amerika he
- itu ekonomi parah dan ada satu pabrik
- sepatu ya sama ya
- he
- ya pabrik sepatu dia sudah tidak bisa
- produksi lagi ya tidak punya staff ya
- tidak punya budget promos
- h
- nah saat itu kurang lebih kondisinya
- hampir sama seperti sekarang ya orang ee
- pabrik-pabrik manufacturer besar itu ee
- hancur dan ee masyarakat banyak yang
- kena PHK. Nah, saat itu Bang Musa ada
- salah satu sahabatnya dia yang kebetulan
- kena PHK.
- Hm.
- Dia datang ke pabrik, dia ngelamar
- kerja.
- Hm.
- Ya, dia bilang, "Di sini enggak ada
- pekerjaan. Yang hanya yang ada tersisa
- sepatu sisa." H
- gitu ya. Kita akan bahas kualitasnya itu
- bagaimana. sepatu sisa yang sudah tidak
- bisa produksi lagi. Nah, akhirnya
- temannya ini menawarkan diri untuk sini
- saya jualin sepatunya. Saya jualin
- sepatunya ee tanpa dibayar berupa gaji,
- melainkan langsung komisi.
- Iya.
- Ya toh. Nah, dia kelilinglah dari rumah
- ke rumah, door to door, door to door.
- Dan dia ee dari penjualan 1 2 3 4 sampai
- mulai banyak, dia mulai berdandan pakai
- jaz.
- Wih, lebih
- gitu ya. Tapi tetap door to door ini
- gitu ya. Tetap door to door ya. Nah,
- sehingga rekan-rekan lain,
- teman-temannya dia yang lain itu
- ngelihat, "Loh, si Fulan ini udah dapat
- kerja, kerja di mana gitu ya." Nah, dia
- bilang, "Saya kerja di pabrik sepatu."
- Dia enggak tahu kalau ini sebagai
- freelance gitu kan.
- E sebagai ee apa namanya? eh sales aja
- yang tidak ada gaji. Akhirnya
- orang-orang ini mendaftar pula
- sebagai
- sebagai freelance penjual sepatu
- tersebut dan muter tuh pabrik sepatunya
- dan dia bangkit lagi. Dan ee penerapan
- model penjualan seperti itu akhirnya
- diterapkan sama banyak industri
- gitu ya. Nah, jadi Pak ini kisahnya
- mirip [tertawa]
- kalau tidak kalau misalkan stoknya ada
- ya pertanyaannya adalah kalau ini
- penjualannya kembali bergulir gitu ya.
- Ini justru kita tanya balik gitu ya.
- Kalau penjualannya kembali bergulir
- dengan Bapak merekrut dropshipper atau
- reseller untuk bantuan tenaga penjual
- apakah akan produksi sepatu lagi?
- Iya. Jangan nanti ketika sudah berjalan,
- bergulir [tertawa]
- stoknya malah habis. Enggak
- diperbaharui. Dipharui.
- Enggak diperbaharui.
- Oh, gitu. Baikbaik. Tapi memang sangat
- sangat mungkin berarti, Bang, ya?
- Mungkin banget.
- Mungkin banget. Mungkin banget.
- Mungkin banget.
- Ee kita lanjut, Bang Fawas. Jadi yang
- perlu di tadi kan sudah di dibahas ada
- marketplace, ada juga media sosial.
- Heeh. Terus kemudian untuk awal e arahin
- ke marketplace karena marketplace lebih
- gampang, pasarnya sudah ada dan
- lain-lain.
- Nah, untuk marketplace kita sudah ada
- nih yang mau dijual. Udah tahu nih,
- Bang, yang mau dijual apa? Taruh
- misalkan tadi sepatu, kita sudah tahu
- yang mau dijual sepatu. Gimana caranya
- kita nyiapin kontennya nih, Bang? Gimana
- caranya? Kan marketplace kita posting
- foto dong. I betul.
- Gimana caranya kita menyiapkan produk
- kita itu terlihat menarik
- di marketplace supaya ketika
- seperti tadi yang Bang Faus bilang,
- ketika orang ngelihat di marketplace tuh
- ngelihat foto kita berhenti
- ya
- enggak lanjut tu [tertawa] gimana
- caranya tuh, Bang?
- Baik. Jadi ee ini agak agak agak panjang
- dikit enggak apa-apa.
- Enggak apa-apa, Bang. Kita masih punya
- waktu rencana sampai magrib si [tertawa]
- gitu ya. Para pendengar siap semua ya?
- Siap semua.
- Monggo. Monggo, Bang. Jadi begini, saya
- mulai dari kenapa marketplace gitu dulu
- ya.
- Karena marketplace itu teman-teman
- sekalian ya [berdehem]
- karakteristik daripada orang yang hadir
- membuka marketplace
- ya
- tadi sudah siap untuk menerima
- penawaran.
- Artinya kita enggak perlu ee menerapkan
- strategi yang aneh-aneh. Tarik database
- dan lain sebagainya. He.
- Jadi untuk memulai benar-benar Anda
- hanya ee perlu memenuhi
- apa yang diminta sama marketplace
- tersebut.
- Itu dulu satu ya. Nah, paling untuk
- tahap awal antara Tokopedia, Bukalapak,
- Shopee.
- Ngeri banget kita sebut semua [tertawa]
- Lazada gitu ya. Nah, dari empat ini saya
- mau jualan di mana
- gitu ya. Saya mau mulai jualannya di
- mana? Nah, itu perlu riset. Risetnya
- gimana? Biasanya saya gini, Teman-teman.
- Saya mau menjual e sebuah produk e baju
- kurta gitu ya.
- Nah, baju kurta.
- Baju kurta ini baju yang gamis panjang
- ya.
- Iya, yang panjang baju muslim kurta
- Pakistan. Nah, itu kan
- Pakistan
- itu lengkap begitu. Kenapa judulnya
- copywritingnya? Iya. Judul di
- masih keingat riset kemarin. [tertawa]
- Jadi judul di marketplace-nya kita
- cantumin panjang tuh ya.
- Jangan cuma baju muslim doang.
- Detail harus detail.
- Harus detail. Nah, saya lanjut ya. Jadi,
- ee saya mau memilih nih saya mau jualan
- di mana ya? Di yang hijau kah, yang
- merah kah, mau Shopee kah, Tokopedia,
- bukan apa kayak mana dulu. Nah, saya
- pertama-tama yang akan saya lihat adalah
- yang barang mau saya jual ini saya cek
- dulu di tiga itu gitu ya.
- Toko penjual kurta di hijau, merah, dan
- orange ini gitu ya di Tokopedia,
- Bukalapak dan Shopee yang mana yang
- paling merata penjualannya bukan yang
- paling besar ya. Jadi kita bisa cek kan
- eh kita searching dulu ya baju muslim
- Kurta Pakistan katakanlah gitu. Lalu
- keluarlah toko-toko yang menjual produk
- tersebut. Nah kita lihat dulu total
- transaksi daripada toko-tokonya.
- Hm.
- Kalau dari banyaknya toko hanya
- didominasi oleh satu sampai dengan li
- toko aja dengan penjualan ribuan. Yang
- lainnya
- puluhan-puluhan aja ya saya akan cek
- yang sebelahnya. Kalau yang sebelahnya
- ternyata ee ada banyak toko yang nilai
- transaksinya ratusan, maka saya akan
- jualan di situ. H
- gitu ya. Karena saya menilainya lebih
- lebih merata gitu loh.
- Iya,
- lebih merata. Artinya ee orang yang mau
- beli baju muslim Kurta itu di platform
- yang banyak toko laku
- itu lebih banyak yang butuh gitu loh.
- Lebih banyak kita bisa jualan di sana.
- Nah, ketika saya sudah memilih
- platformnya, yang kedua adalah
- melengkapi profil tokonya secara
- profesional. Nah, ini dulu.
- H
- bikin selengkap-lengkapnya.
- Nah, biasanya orang itu malas ngisi
- deskripsi.
- He, betul.
- Dikasih jatah 1000 karakter diisi cuman
- tiga. [tertawa]
- Murah aja. Toko murah biasanya kalau
- gitu tuh. toko murah gitu kan, serba ada
- dan lain-lain lah. Nah, jadi pertama ee
- hilangkan dulu kebiasaan itu ya.
- Karena gini, kalau kita jualan secara
- langsung senjata kita itu kan mulut nih.
- H
- senjata kita verbal. Tapi kalau di dunia
- digital, senjata kita itu copywriting.
- Senjata kita itu bagaimana caranya kita
- mampu mengkomunikasikan
- melalui teks.
- Ya, jadi sering-sering menulis deskripsi
- produk dan lain sebagainya itu
- sebenarnya latihan semua
- ya. Jadi kalau ada kesempatan untuk
- mengisi deskripsi jangan singkat-singkat
- tapi ceritakan bisnis Anda secara
- tekstual. Foto dan lain-lain ya paling
- saya tekankan hanya di foto produk
- gitu ya. Foto produk ini penting.
- Jadi masih banyak saya bukan bukannya ee
- tidak menyarankan Anda enggak foto pakai
- smartphone gitu ya. Tapi bayangkan
- begini, Anda pakai smartphone foto
- produk H
- sedangkan toko sebelahnya ya modelnya
- aja sudah bule.
- Iya fotonya proper banget [tertawa]
- seperti itu kan. Nah, maka dari itu ee
- kalaupun mau fotonya cuma sekedar pakai
- handphone, dua hal aja. Pertama, Anda
- harus mau belajar editing setidaknya ya.
- He.
- Yang kedua
- ya pencahayaan lah ketika pengambilan
- gambar dan lain sebagainya. Begitu. Oh,
- satu lagi ditambah lagi setiap produk
- itu sekarang di marketplace
- setiap ee produk yang kita post selalu
- dikasih video. Hm.
- Dikasih jatah kita bisa menampilkan
- videonya. Jadi
- ee fotografi dan videografi sekarang
- penting banget untuk pelaku penjualan
- online. So, belajar tentang hal itu saya
- pikir bukan hal yang sia-sia.
- H
- gitu ya. Nah, itu semua dari profil yang
- profesional, foto yang e terlihat serius
- ya, bukan bukan cuman serius. Saya
- serius nih fotonya nih. Bukan cuman itu,
- tapi harus terlihat serius.
- Iya, hasilnya juga harus serius
- [tertawa] ya.
- Harus terlihat serius.
- Jangan cuma berhenti diat tuh. Hasilnya
- juga harus kelihatan serius.
- Betul.
- Betul. Karena orang kadang enggak tahu
- perjuangan kita. Orang kan cuma ngelihat
- dari hasilnya aja.
- Yes. Apalagi kalau dia cari pencarian
- yang keluar langsung ribuan.
- Iya.
- Foto produk.
- Betul.
- Betul. Toh? gimana caranya kita bisa
- bersaing sama foto-foto lain yang lebih
- ee profesional lah ya, yang tampak
- tampak serius mengerjakannya kan.
- Iya. Iya. I. Jadi di sini yang dinilai
- hasilnya bukan prosesnya.
- Yes.
- Walaupun kita kerjanya enggak serius.
- Kalau hasilnya serius oke juga tuh,
- Bang. Ya. [tertawa]
- Baik Iwan dan Ahmad. Ee cukup seru
- perdiskusi kita. Bagi Wananda yang ingin
- berpartisipasi, ayo sekali lagi saya
- kami undang di nomor WhatsApp 0811999720
- atau telepon interaktif ke 0218451512.
- Jangan ke mana-mana Iwan dan Ahwat. Kami
- akan kembali setelah [musik]
- Brasil [musik]
- TV.
- Masih bersama kami Ikhwan dan Akhwat di
- acara Ahlan Wasahlan.
- Pada hari ini spesial tentang digital
- marketing. Suatu hal yang sering kita
- dengar. Kita sering dengar kisah-kisah
- suksesnya. Orang-orang jadi kaya
- mendadak. Ada anak muda ee lulus kuliah
- langsung kaya. Bahkan ada yang anak-anak
- SMA. Trennya nih, Bang Fawas, banyak
- anak-anak SMA yang orang tuanya bilang,
- "Uh, anak saya ngapain nih? Kok bisa
- tiba-tiba dapat banyak uang?" Ada yang
- pikir, "Wah, jangan-jangan anak saya
- jualan narkoba atau yang lain." Padahal
- enggak, Iwan dan Nawat. Padahal anak
- bisa jadi anak-anak Iwan dan Hawa
- mendapatkan banyak uang karena mereka
- berjualan secara online.
- I
- kalau dengar cerita Bang Fawas tadi ada
- yang namanya dropshipper. Bahkan dia
- tidak punya barang dia bisa berjualan
- barang orang lain.
- Dan ketika diseriusin untungnya lumayan
- besar gitu. Jadi
- kalau dulu orang tua-orang tua tuh
- berharap menantunya enggak di rumah gitu
- supaya dapat banyak penghasilan. Hari
- ini banyak yang mantunya sarungan,
- penghasilannya jauh lebih besar.
- [tertawa]
- Sarungan dari rumah. Ketak-ketik ketakik
- handphone. Dikira main handphone padahal
- lagi transaksi. Tuh menarik. [tertawa]
- Banyak WhatsApp Bang Fawas yang masuk ke
- kita. Ada dari [mendengus] Bunda Milda.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bang Fawas, Kang Musa. Saya
- lagi belajar jualan online.
- Oke.
- Masih lingkup kecil lewat WhatsApp
- status dan WhatsApp grup. Saya jualan
- baju-baju muslim agar membuat
- orang-orang yang melihat lebih tertarik
- selain dari kata-kata atau tulisan.
- kira-kira bagaimana ya caranya?
- Kadang-kadang saya juga coba selingin
- dengan produk-produk lain seperti
- makanan dan lain-lain.
- Mohon nasihatnya, Bang Fawas. Syukron.
- Baik, terima kasih. Ibu siapa?
- Ibu Bunda Emilda.
- Bunda Emilda.
- Emilda.
- Masyaallah.
- Esperalda. Kayaknya nama Spanyol ya,
- Bunda Emilda [tertawa] nih.
- Mungkin masih ada keturunan
- latin. Silakan, Bang. Baik, Bunda.
- [tertawa] Bunda
- udah akrabetudah
- udah akrab ya. Jadi, jadi begini eh
- memang kita ee walaupun ada marketplace,
- walaupun ada media sosial, he
- tapi uniknya di Indonesia itu transaksi
- kok malah juga lebih tinggi lewat
- WhatsApp ya, kan begitu.
- Oh, artinya closing lebih banyak di
- WhatsApp ya.
- Iya, closing justru memang lebih banyak
- di ee WhatsApp via chatting.
- What? Oh, iya. I.
- Nah, jadi ini yang perlu teman-teman
- tahu gitu ya.
- Nah, jadi kalau ee baru memulai di
- WhatsApp sebenarnya
- ke depannya pun Anda akan ada di
- WhatsApp git.
- Iya. Iya. Walaupun [tertawa] kita sudah
- main di mana-mana gitu ya.
- Iya. Mau pakai strategi yang lain-lain
- gitu ya, tetap aja nanti ee WA itu akan
- sangat berguna gitu ya atau aplikasi
- sejenis
- betul. He
- bila tergantikan gitu ya.
- Oh, Telegram gitu ya. Le.
- Iya. kan ada lagi nih apa e BIP atau apa
- gitu kan. Nah, artinya sama aja lah ya.
- He.
- Jadi gini ee Bunda [tertawa]
- sor ya saya tadi agak ketawa soalnya
- dengar kayak mendadak tadi loh. Heeh.
- [tertawa]
- Dan menantu 4.0.
- Menantu 4.0 tuh.
- Jadi gini, untuk mengoptimal ee
- mengoptimalisasi penjualan di WhatsApp
- he
- ee ibu perlu
- menambah kontak itu dulu.
- Hm.
- Ya.
- Karena di WhatsApp itu status kita
- ya hanya bisa dilihat oleh orang yang
- saling menyimpan nomor.
- Heeh. Heeh.
- Betul toh? Betul.
- Maka ibu perlu pikirkan sebuah cara
- bagaimana agar Ibu dapat kontak baru
- gitu ya. Nah, nanti ini kita insyaallah
- di pelatihan kita akan kita bahas detail
- gitu ya.
- Dagang [tertawa]
- cara nambah kontak gitu ya.
- Bagaimana cara ada strateginya tuh Bang
- ya.
- Ada strateginya [tertawa]
- gitu ya.
- Nah, jadi ee bagaimana agar kita
- menambah kontak person kita gitu ya.
- bercanda ya, jangan terlalu serius soal
- dagang tadi ya. [tertawa]
- Ibu bisa mulai dari join grup demi grup
- gitu ya. Ee grup WhatsApp, grup Facebook
- ya. Dimulai dari itu dulu. Tapi pastikan
- grup-grup yang Anda masuki adalah
- grup-grup yang sesuai
- H
- ya penghuninya itu sesuai dengan calon
- pembeli daripada produknya. He.
- Kalau produknya baju muslim, kira-kira
- calon pembelinya itu
- ee
- bagaimana sih gitu kan ya? Tentu pertama
- muslim,
- pria maupun wanita usia berapa. Nah, dia
- kira-kira kalau di Facebook itu
- mem-follow fanpage apa?
- Hm. masuk di grup apa. Nah, di situlah
- Ibu juga harus masuk dan diagendakan ya
- setiap hari saya nge-share apa di grup
- yang mana. Begitu. Kalau kita bicara
- tentang WhatsApp dan baru jualan basic
- nih baru memulai banget. Eh, saya kasih
- gini aja, ada dua teknik menjual gitu
- ya. Yang pertama adalah kita menawarkan
- orang. Yang kedua, memancing orang untuk
- bertanya ke kita. Nah, kalau memancing
- orang untuk bertanya ke kita, kita
- memanfaatkan status. H.
- Kalau kita yang mendor apa menawarkan
- terlebih dahulu, nah kita manfaatkan
- broadcast message, kan seperti itu.
- Ya, pertanyaannya kalau kita broadcast
- message biasanya akan dianggap tanda
- kutip ya, spam.
- Iya. Atau
- bila ke kontak yang belum menyimpan
- nomor kita.
- Betul.
- Mengganggu gitu ya. Nah, nanti takutnya
- kita diblok justru informasinya enggak
- sampai
- gitu ya. Jadi, ada dua cara tadi, Ibu.
- Pertama, tawarkan langsung ya lewat ee
- broadcast bikin copywriting-nya yang
- baik. Yang kedua adalah pancing dia
- bertanya lewat status-status yang kita
- bikin. Nah, belum selesai nih status itu
- saya kasih tips bikin status yang agar
- dilihat sama orang. Artinya mau foto
- produknya bagus atau tidak kan ujungnya
- itu yang menilai adalah transaksi kan.
- Iya. saya foto produknya biasa aja, tapi
- transaksi saya tinggi. Mantap gitu.
- [tertawa]
- Nah, jadi bagus tidaknya sebuah foto dan
- lainlin gitu, itu saya kembalikan lagi
- hasilnya adalah ee tolak ukurnya adalah
- transaksi ya, tapi gimana caranya agar
- status kita dibuka sama orang kan
- begitu.
- He he.
- Jadi gini, pertama ee saya sarankan
- pakainya WA bisnis.
- H
- ya pakainya WA bisnis. Kenapa WA bisnis?
- Karena WA bisnis bisa membuat labeling
- h
- dari nomor-nomor kita. Jadi kita bisa
- broadcast langsung ke semua orang gitu
- ya yang sudah kita tandai. Yang kedua,
- status WA kita ya.
- Status WA itu kan menarik ya. Dia
- platformnya itu gini modelnya. Kalau
- kita posting yang pertama
- lalu kita bisa posting posting posting
- lagi kan yang banyak kan sampai
- kadang-kadang ibu-ibu jualan tuh sampai
- titik-titik dia
- iya kecil titiknya [tertawa]
- titik-titik kecil gitu ya. Nah itu saya
- tidak merekomendasikan sama sekali. Iya
- ya. Tapi tawarkan begini, Bu. Satu
- produk setiap jam berapa dipostingkan?
- Oh, harus konsisten gitu ya?
- Konsisten.
- Jadi, satu produk tertentu Ibu punya 10
- produk. Nah, produk yang ini setiap jam
- ini ya saya postnya katakanlah begitu
- ya. Jadi dibikin manajemen waktunya.
- Yang kedua, setiap memposting setidaknya
- posting tiga status.
- He.
- Status yang pertama, kedua, dan yang
- ketiga. Yang ketiga ini kan yang akan
- tampak dari luar.
- Betul. Jadi orang yang mau ngelihat
- status kita, dia itu melihat postingan
- kita yang ketiga.
- Ya, maka postingan kita yang ketiga itu
- harus berisikan kata-kata sedikit yang
- memancing orang untuk klik gitu loh.
- Hm.
- Yang untuk membuka status kita
- ya. Jadi ada tiga status ya, bikin tiga
- pos status.
- Yang ketiga adalah yang dilihat oleh ee
- kontak kita.
- Hm. He.
- Nah, maka isi yang ketiga itu harus
- kata-kata yang memancing orang tersebut
- ngeklik. Contoh, alhamdulillah kasih
- emote tonjok ke atas senyum. Itu kan
- orang penasaran ya, ih kenapa nih dia
- gitu kan
- dibuka. Ketika dibuka
- masuk ke pos satu kan.
- Pos satu ini harus mengkomunikasikan
- kendala orang yang buka begitu ya. Yang
- kedua baru foto produk.
- Contohnya gimana tuh kendala orang yang
- buka? Jadi contoh gini
- eh saya punya kendala kalau saya ya saya
- punya kendala cari baju muslim yang
- ukurannya pas [tertawa]
- gitu ya. I
- super super ekstra nih. Super superstra
- [tertawa]
- large gitu kan.
- Nah, maka saya akan ee
- memilih untuk lanjut ya. Bila
- kata-kata yang di pertama dilihat ee di
- saya lihat ketika saya klik itu adalah
- soal keresahan saya mencari baju.
- Iya,
- gitu ya. Ee Anda bisa tulis begini,
- "Kamu lagi susah atau gini? Susah kan?
- Beda ya. Kamu lagi susah atau susahkan
- cari baju muslim kurta yang big size?"
- H [tertawa]
- gitu ya. Tiba-tiba saya baca itu, saya
- klik. Nah, itu udah ee dari quality
- barangnya setelahnya dari situlah kurang
- lebih gitu ya. Jadi alurnya gitu. Tiga.
- Yang pertama, yang pertama tadi
- keresahan orang. Yang kedua foto
- produknya, yang ketiga clickbait-nya
- kata gitu ya. Pancingan untuk orang
- ngeklik gitu ya. Kurang lebih giniah.
- Nanti di kelas kita bisa bahas lebih
- banyak
- ya. [tertawa]
- Eh, ada lagi Bang Fawas. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Maaf, Ibu
- lagi dengerin Radio Rasil sekarang
- ee tentang cara memasarkan produk
- online. Ibu belum bisa nih ee untuk ikut
- jualan online. Ibu ini tukang jahit. Ibu
- bisa bikin baju apa saja seperti baju
- muslim dan kemeja batik juga baju-baju
- lainnya. Bagaimana caranya Ibu menaruh
- produk di online dari Ibu Yus di Depok
- yang mendengarkan Rasil sejak tahun
- 2011?
- Masyaallah.
- Disebutkan oleh beliau
- dari 2011. Jadi, Bu Yus nih udah ee
- sudah sepuh e Bang Fawas.
- Beliau nih
- ee bikin produk-produk baju, baju-baju
- muslim ke meja batik. Tapi bingung cara
- naruh produknya tuh di online.
- Apakah ada caranya? Atau mungkin
- pertanyaannya lebih ke kalau seandainya
- bukan ibu yang menjalankan, apakah ada
- tempat-tempat yang nih saya punya produk
- nih, tolong dong dijualin nanti ada
- dropshipper-dopser yang mengambil produk
- barang itu.
- Baik, sebelumnya terima kasih Ibu ya. Ee
- jadi gini ee Bang Musa.
- Heeh.
- di ketika saya buka pelatihan bisnis
- Heeh.
- ya sudah 3 tahun lebih ya.
- Heeh.
- saya punya ee cukup banyak peserta yang
- bahkan email aja enggak bisa bikin gitu
- ya.
- Oh gitu.
- Dari nol banget berarti ya
- sampai sekarang admin saya ini masih
- ngantri puluhan email untuk dibuatin.
- Oh
- iya sampai seperti itu
- ya. Nah itu positifnya adalah
- minat belajar bisnisnya tinggi.
- Oh
- gitu ya. minat belajar bisnisnya tinggi.
- Memang ee dari sayanya ya jadi
- konsekuensi yang harus diterima adalah
- orang jadi lambat masuknya kan.
- Iya.
- Karena dia harus nunggu dulu admin bikin
- email dan lain-lain. Nah, enggak masalah
- gitu ya. Nanti pun di program belajar
- kita pun nanti akan ada fasilitas untuk
- itu
- dibantu betul-betul ya.
- Lalu yang berikutnya gini. Kalau ibu
- betul-betul sendirian, tidak ada yang
- bisa bantu untuk mengonlinek-ekan gitu
- ya. Nah, itulah ee salah satu alasan
- kenapa kita akan keluarkan nih nanti nih
- insyaallah yang bulan depan kita jalan
- gitu ya. Di mana orang-orang yang bisa
- produksi itu bisa kita promosikan secara
- cuma-cuma.
- Oh,
- jadi kita bantu promosikan di platform
- kita. Jadi peserta didik kita yang belum
- punya produk ya, yang minat untuk
- menjadi dropshipper atau reseller dari
- si Ibu itu kan juga bisa ketemu nanti
- gitu loh. Betul. Jadi Bu Yus nanti bisa
- ikutan tuh kalau punya produk.
- Bisa tentu bisa.
- Hm. Iya
- gitu Ibu Yus.
- Jadi memang pada intinya adalah tidak
- ada hak tidak ada yang tidak mungkin di
- dunia online ini, Bang. Ya.
- Dari apapun kondisi kita se se
- segaptek apapun
- selalu ada jalan.
- Ada lagi WhatsApp dari
- ee
- dari Bang Andi di Tambun.
- Oh, mendengarkan. Banyak yang absen nih,
- Bang Fawas. Mendengarkan. Saya
- mendengarkan.
- Terima kasih banyak.
- Terima kasih dari komunitas pendengar,
- grup komunitas pendengar hasil juga
- banyak yang mengirimkan WhatsApp.
- Mm. Banyak yang banyak yang justru
- banyak yang baru tahu, Bang Fawas,
- ternyata memang digital marketing tidak
- sesulit itu.
- Iya.
- Dan digital marketing ternyata tidak ee
- tidak se tidak seribet itu
- dan sangat prospek ya.
- Tadi sempat bahas WhatsApp bisnis.
- WhatsApp bisnis tuh cara mengaktifkannya
- bagaimana, Bang?
- Jadi gini, jadi em
- sekali lagi saya tidak mewakili dari
- pihak WhatsApp gitu.
- Betul. Betul. informasi umum ini.
- Iya. Jadi informasi umum aja gitu ya.
- Anda search di Google juga sebenarnya
- bisa.
- Cuman intinya
- ee WhatsApp itu sebuah platform
- komunikasi dan interaksi
- gitu ya
- untuk berdagang. Tapi kan di Indonesia
- ini dipakai untuk berdagang tinggi kan.
- Nah, mereka keluarkan satu platform baru
- namanya WhatsApp Business. Sebenarnya
- tidak baru-baru banget ini sudah lama
- gitu ya.
- Di mana lebih banyak dipergunakan untuk
- fitur-fitur kita berdagang
- gitu ya. Nah, fitur berdagang ini
- maksudnya gimana? He.
- Yang namanya kita mau berjualan kita kan
- harus promote kan, kita harus promosi,
- kita harus mengkomunikasikan ee produk
- kita ke semua kontak kita. Makanya Anda
- perhatikan kalau di WhatsApp biasa fitur
- teruskannya kan udah
- terbatas,
- tidak seperti dulu kan.
- Iya.
- Kalau dulu kita bisa broadcast ke semua
- orang kan. Nah, itu fiturnya dipisah
- lhsama mereka.
- Kalau di WhatsApp bisnis itu kita tetap
- bisa broadcast dan per label kan. Jadi
- label itu pengkategorian. Oh, ini ada
- nomornya Bang Fawas. Bang Fa itu apa?
- Konsumen. Oh, ini ada nomornya Bang Musa
- nih. Ini apa nih? Ini pelang ee ee calon
- pembeli katakan gitu ya. Jadi ada yang
- sudah beli, ada yang belum gitu kan.
- Kalau yang beli nanti Anda mau kirimkan
- pesan tentang apa ke mereka. Kalau untuk
- yang belum beli nanti Anda kirimkan
- pesan apa, seperti apa ee ke mereka
- semua. Nah, itu memungkinkan dikelola
- pakai WhatsApp bisnis.
- Hm.
- WhatsApp bisnis itu juga kan mereka
- punya fitur katalog produk
- gitu kan. Jadi kita bisa taruh katalog
- produk kita ya di ee WhatsApp bisnis
- ya dan lengkap juga tuh sama
- tombol-tombolnya. Jadi kita bisa
- connectin dia. Kita kirimkan gini ya.
- Kalau WhatsApp biasa kita biasanya hanya
- berkirim gambar, berkirim video ya.
- Kalau WhatsApp biasa kita bisa berkirim
- produk,
- berkirim foto produk lengkap dengan
- tombolnya. Jadi ke selengkapnya atau
- beli nanti ee tombol tersebut langsung
- mengarah ke
- apa yang mau Anda tuju. Contoh, Anda
- punya Tokopedia tapi jualannya pakai
- WhatsApp itu bisa gitu ya.
- Oh, jadi nanti ketika diklik langsung
- marah ke Tokopedia atau ke Shopee gitu
- ya.
- Iya.
- Menarik Bang Fawas, Bang. Tadi kan juga
- ee sempat dibahas tentang Bangas bilang
- kalau seandainya kita mau posting di
- marketplace gambar udah menarik nih.
- Tapi kalau copywriting atau tulisannya
- enggak menarik kan jadi mentah juga.
- I.
- Nah, gimana caranya bikin copywriting
- biar menarik, Bang?
- Baik. Jadi gini,
- eh kita
- sebelumnya gini ya, Teman-teman ya.
- Teman-teman jangan berpikir bahwa saya
- mampu menjawab semuanya
- itu dulu
- ya. Tapi
- kenapa saya perlu sampaikan itu? Karena
- toh di hari demi hari Anda sendirian.
- Betul. Betul.
- Ya. Maka banyak-banyaklah
- mengambil pandangan dari perspektif
- kalau Anda itu pembeli.
- Hm.
- Maka apa yang akan Anda cari? gitu kan
- ya. Satu kita lihatnya dari ini aja dari
- kita mencari informasi di Google ya.
- Kita ketik apapun di Google kita butuh
- informasi tentang apapun itu kan akan
- keluar banyak listingan informasi
- bentuknya artikel dan lain-lain.
- Hm.
- Ya kan enggak mungkin dong Anda cari
- sampai ke ya walaupun ada ya orang
- begitu dicari sampai halaman ke-8 gitu
- atau ke-12 ke ujung
- ya paling akhir emang siapa yang cari
- artikel sampai ujung sana gitu kan.
- Jarang
- mahasiswa lagi ngerjain skripsi.
- Iya. [tertawa]
- Kecuali ada mahasiswa tahap akhir gitu
- lagi mengerjakan skripsi dia cari
- artikel dari yang paling ujung gitu kan
- biar dosennya enggak kelihat gitu kan.
- Betul. [tertawa]
- Nah, yang ee
- diprioritaskan untuk diklik sama orang
- adalah artikel yang di paling depan ini
- dulu. Lalu dari banyaknya artikel yang
- paling depan, apa yang membuat kita
- memilih salah satunya? He
- tentu kan judul.
- Betul judul. Nah, kenapa judul tersebut
- ee kita pilih ya karena kita menilainya
- judul itu paling relevan dengan
- kebutuhan kita. Apa itu relevan gitu ya?
- Maksudnya paling sesuai dengan kebutuhan
- kita. He.
- Maka kenapa tadi saya bilang di
- marketleplace ee lebih mudah gitu
- teman-teman ya? Karena orang ee kalau
- mencari informasi ya atau mencari produk
- di langsung di marketplace-nya yang dia
- ketik adalah nama produknya.
- Hm.
- Ya. Jadi langsung aja bikin nama produk
- ya. Em biasanya gini nama produknya ya,
- nama brandnya
- ya, lalu kasih ee embel-embel kayak
- apa ya? kayak kayak value-nya gitu loh.
- Premium
- gitu ya. Ee
- eksklusif
- eksklusif ya murah
- murah
- murah gitu. By the way masukan itu juga
- bagus gitu loh. Walaupun kebanyakan saya
- tidak jual barang murah. H
- karena kalau misalkan kita jual barang
- murah kita bikin ee kita tidak jual
- barang murah gitu ya. Lalu kita bikin
- salah satu judulnya itu pakai kata
- murah.
- H
- yang enggak yang enggak relevan lah gitu
- kan. Enggak relevan. Lagi pula kalau
- kita ngejaga brand juga nanti kan agak
- susah. Iya.
- Nah, tapi untuk memulai sekali lagi
- judul enggak usah neko-neko enggak
- masalah.
- Nama produk Anda ya satu nama produk
- Anda. Yang kedua, nama brandnya. Yang
- terakhir adalah eh value yang Anda
- janjikan dari produk tersebut. Premium,
- original, dan lain sebagainya. Itu untuk
- judul ya. Tapi kalau untuk bikin judul
- sekali lagi perlu riset. Cara merisetnya
- dari mana? Salah satunya adalah dari
- pencarian yang dimiliki oleh
- marketplacer sendiri.
- Itu yang paling gampang. Kita ketikkan
- aja produk yang mau kita jadikan judul
- tadi di kolom pencarian barang. Nanti
- dia akan rekomendasikan kan.
- Iya.
- Rekomendasi contoh ya ee inilah
- handphone atau smartphone
- ee Samsung. Kat ya Samsung baru Anda
- ketik sampai Samsung ujungnya langsung
- direkomendasikan sama mereka kan.
- Iya. Betul.
- Apa nih S apa gitu kan?
- Iya. Apa? Nah,
- seperti itu. Anda masukkan nama produk
- yang mau Anda pakai. Anda lihat nanti ya
- yang direkomendasikan pertama kali sama
- dia apa ya. Nah, itu bisa jadi
- referensi. Kalau mau lebih ee ini lagi
- lebih tepat sasaran lagi, Anda butuh
- pakai platform pihak ketiga
- seperti pakai Google Trends ataupun
- Google Keyword Planner.
- Hm.
- Begitu ya. Cuman sekali lagi ya nanti
- jelimet kita.
- Iya iya iya
- nanti terlalu jelimet. Yang paling basic
- itu dulu aja. He,
- judul langsung nama produk, brand, dan
- value yang Anda janjikan.
- Hm. Jangan lupa kasih judul, kasih nama
- produk dan juga value
- yang kita janjikan.
- Jadi kalau jualan baju koko, baju koko
- mereknya misalkan Adinda, baju koko
- adinda
- premium.
- Iya, itu bisa
- limited design gitu ya. Oh, gitu. Cakep.
- Dan jangan takut salah.
- Iya.
- Udah bikin judul enggak kunjung datang
- rubah judulnya gitu.
- Betul, [tertawa] betul, betul, betul.
- Jangan takut salah. Jadi jangan
- kebanyakan mikir. Ayo Ian dan take
- action.
- Do it aja.
- Do it. Take action. Make it happen.
- Asalamualaikum Bang Fawas. Saya Anugerah
- di Tangerang. Salam hormat untuk Bang
- Fawas.
- Masyaallah.
- Bang Fawas, saya mau bertanya. Menurut
- Bang Fawas, lebih baik jual produk di
- online? Contoh misal di Facebook atau
- Instagram atau WhatsApp memakai akun
- pribadi atau akun nama toko kita
- Syukron. Ya,
- misalkan Pak Anugerah nih, Bang Fawas,
- dia mau jualan di WhatsApp, dia namanya
- di WhatsApp tuh tetap [berdehem]
- Anugerahkah
- atau nama tokonya misalkan tokonya Jaya
- Makmur atau nama Jaya Makmur yang
- dicantumkan.
- Baik, begini. Jadi soal akunnya akun
- pribadi atau akun toko itu mungkin ya.
- Iya.
- Akun pribadi. Saya pakai akun pribadi
- atau akun toko nih. Karena kalau soal
- nama Heeh. He.
- Namanya aja Pak Anugerah. Udah
- masyaallah bagus tuh.
- Betul.
- [tertawa]
- Udah. Masyaallah, bagus tuh. Jadi gini,
- memang
- ee
- Anda mau main yang mana aja ya pada
- akhirnya adalah yang Anda butuhkan
- transaksi ya. Mau pakai ee Anda contoh
- kayak begini di Instagram bikin dua
- akun, satu akun pribadi, satu akun toko.
- Kan biasanya seperti itu ya buku saya
- ya.
- Iya, betul. Nah, akun pribadi
- orang-orang biasanya hanya untuk
- keperluan pribadi aja nih.
- Untuk produk dikhususkan sendiri kan
- begitu
- ya. Anda mau main pakai yang mana bebas,
- terserah gitu [tertawa] ya. Jadi itu ee
- enggak apa-apa Pak, Bapak mau ee main
- pakai foto Anda pribadi ya sori akun
- Anda pribadi atau bikin satu akun toko
- baru gitu ya. Saran saya
- lihat dulu Pak Anugra ini brand owner
- atau reseller. Nah, gitu.
- Kalau Bapak brand owner berarti Bapak
- punya kepentingan untuk membesarkan nama
- brandnya.
- Hm.
- Kalau Bapak reseller, maka Bapak punya
- kepentingan untuk membesarkan nama
- tokonya. Nah, itu beda.
- Hm. Paham. Paham
- gitu ya. Jadi sama-sama jual teh. Tapi
- yang toko pertama namanya toko Anugerah.
- Toko yang kedua namanya toko Karisma kan
- gitu, tapi sama-sama jual barang yang
- sama gitu loh. Nah, Pak Anugra ini
- statusnya brand owner atau distributor.
- He,
- begitu. Kalau distributor nama tokonya,
- kalau produk ya langsung main di nama
- produknya. Eh, sori kalau brand owner
- langsung main di brand produknya.
- Berarti akun mengikuti itu, gitu loh.
- Oh, paham. Paham.
- Akunnya mengikuti itu. Instagramnya
- berarti dibikin atas nama akun toko,
- toko Anugerah. ya toko Anugerah. Kalau
- pemain ee brand, brandnya apa? Brandnya
- Anugerah. Ya sudah, Anugerah gitu loh.
- Iya.
- Jadi antara nama brand ee produk atau
- brand tokonya.
- Iya. Iya. Karena kalau toko menjual
- banyak produk-produk orang lain,
- kalau produk itu yang produk kita.
- Misalkan tadi anugerah madu, madu
- anugerah atau
- madu anugerah.
- Sarung anugerah.
- Betul.
- Betul. Atau rapid test anugerah. Karena
- sekarang rapid test banyak mereknya,
- Bang.
- Oh, gitu ya. [tertawa]
- Oke, ada dari Bu Hani, Bang Fawas,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Bang Fa dan Bang Mutam.
- Bagaimana agar kata-kata yang kita
- gunakan untuk mempromosikan produk kita
- bisa menarik dan efektif dan tidak
- membuat orang malas membaca. Karena
- biasanya deskripsi yang terlalu panjang
- membuat orang lain malas untuk membaca.
- Mohon nasihatnya.
- Baik. Ini berarti jualan di manapun lah
- ya. Anggapnya anggap di manapun. Jadi
- gini eh
- soal emm membuat kata-kata yang orang
- itu tidak jenuh.
- Jadi teman-teman gini,
- kita belajar menyampaikan apa yang ee
- orang mau tahu itu aja.
- Iya. [tertawa]
- Iya.
- Begitu ya. Jadi kita hanya menuliskan
- hal-hal yang orang itu mau tahu tentang
- itu. Berarti kalau baju ya kita cukup
- sampaikan ee kira-kira kalau orang itu
- perlu tahunya tentang apa sih ukuran
- h
- size-nya, bahannya,
- modelnya.
- Nah, jadi harus detail gitu ya. Enggak
- usah pakai storyting maksudnya. He he.
- Toko kami berdiri sejak
- itu kayaknya belum perlu
- terlalu panjang.
- Itu terlalu panjang karena orang
- sifatnya gini, Bu
- ya. sifatnya ee calon pembeli kita itu
- dia mau instan
- dapat informasinya pun instan gitu ya.
- Dia datang ke ee marketplace dia lihat
- produk ada banyak pilihan produk kenapa
- dia buang waktu untuk baca deskripsi
- Anda kan katakanlah gitu ya.
- Iya.
- Nah makanya foto produk, video produk
- dan detail produk di deskripsi itu satu
- kesatuan. Apa yang belum bisa kita
- sampaikan di foto? Nah, itu kita
- sampaikan di deskripsi ya. Contoh kalau
- di foto kita cuman bisa tuliskan
- ketersediaan ukuran itu S, M, L, XL.
- Tapi kan ukuran detail berapa senti
- berapa sentinya kan enggak bisa ya. Bisa
- tapi akan memakan banyak space kan di
- foto kan. Nah, itu sampaikan di
- deskripsi.
- Betul. Hm.
- Begitu. Lalu jam buka toko, jam tutup
- toko gitu ya dan ee apa namanya?
- Peraturan toko
- itu di deskripsi. itu di deskripsi kayak
- contoh visi misi kami itu kayaknya
- [tertawa]
- itu di profile perusahaan nanti beda
- lagi ya
- itu di profile perusahaan itu di hati
- hati pedagang ya gitu ya
- benar benar karena memang deskripsi itu
- orang yang membuka memang orang yang
- benar-benar mencari informasi itu Bang
- ya
- yes
- jadi ketika orang tidak tertarik memang
- dia tidak akan membuka deskripsi
- betul
- cakep Bang Faos eh ada lagi Bang Faos
- wah banyak sekali Bang Faos nih
- WhatsAppsApp yang masuk
- jadi jam . kita nih [tertawa] sampai
- magrib berapa menit lagi?
- 45.
- Oke. Baik kita 4 menit lagi kita Bang
- Fawas ada banyak WhatsApp masuk Bang
- Fawas yang bilang terima kasih ilmunya
- insyaallah segera dipraktikkan. Penting
- nih Bang ya.
- Yang paling penting dipraktikkan ya.
- Yes. Penting banget.
- Betul. Betul sekali. Ada dari
- kita kasih PR nanti di ujung.
- Wah mantap.
- Kita kasih PR.
- Baik. Karena waktu sudah 4 menit lagi,
- Bang Faas. [tertawa]
- Mungkin bisa ee kesimpulan kesimpulan
- apa Bang Faas, yang ingin disampaikan
- pada pertemuan hari ini
- dan PR-nya apa Bang? [tertawa]
- Baik. Jadi ee teman-teman pendengar
- hasil semuanya terima kasih banyak
- sebelumnya sudah mendengarkan ee obrolan
- kita ini ke mana-mana gitu. Mana-mana
- [tertawa]
- cara saya dengerin Rasel dari dari subuh
- itu ulama-ulama, ustaz-ustaz semua
- tiba-tiba kedatangan dua. [tertawa]
- Jadi sebelumnya mohon maaf gitu ya.
- Ya Allah saya lagi aja nih. [tertawa]
- Biasanya saya kalau siaran memang
- begitu, Bang. Kebanyakan bercandanya.
- Mohon maaf ya, Bang dan Ah. Gimana?
- Gimana, Bang? Jadi, em untuk teman-teman
- semua yang mau memulai usahanya di dunia
- online gitu ya,
- pertama-tama ya
- satukan dulu pemahaman bahwa bisnis
- isnis.
- Online dan offline itu hanya sebatas
- metodologinya aja.
- metodologi kita untuk melakukan promosi.
- Kalau dulu offline, sekarang online.
- Jadi enggak ada tuh yang namanya bisnis
- online, bisnis offline. Bisnis ya bisnis
- gitu.
- Online offline hanya sebatas
- metodologinya saja. Satu itu. Yang
- kedua, Teman-teman ya jangan pernah malu
- untuk belajar gitu ya. Kenapa demikian?
- Karena sesungguhnya Anda tidak
- tertinggal apapun kok.
- Iya.
- Sebenarnya itu enggak tertinggal apapun.
- saya punya cukup ya katakanlah ada
- beberapa klien gitu ya
- ee kebetulan pedagang-pedagang di Depok
- he
- yang seakan-akan mereka ee
- menutup ee apa namanya? Menutup usahanya
- gara-gara enggak online.
- Oh,
- jadi gini ee banyak istilah-istilah baru
- yang seakan-akan itu hal baru buat
- mereka padahal itu sudah dari dulu.
- Contoh dropshipper kan kayaknya baru
- kan. Apa tuh dropshipper? Saya enggak
- paham. Ngebangun dropshiper makelar.
- Makelar iya
- dan lain sebagainya lah.
- Begitu teman-teman sekalian. Nah
- ya jadi ee
- emm untuk teman-teman saya enggak
- apa-apa share nomor saya di sini.
- Oh enggak apa-apa. Justru banyak yang
- nanya. Bang Fawas [tertawa] boleh tolong
- di-share nomornya. Ada dari Ibunda
- Habibah, ada dari
- ada dari Pak Ridwan.
- Baik. Jadi ee bisa untuk lebih lanjut
- ya.
- Tapi sebelum ke situ saya minta waktu 30
- detik aja
- untuk nyampein PR-nya.
- Oh iya [tertawa] benar
- lupa nih ya. Kalau kita mau jualan
- online enggak terlepas dari kita bikin
- konten gitu ya. Bikin konten berarti
- bikin apa? Bikin foto atau bikin video.
- Mulainya dari mana? Mulainya dari
- handphone yang teman-teman punya
- sekarang gitu ya. Insyaallah kita bisa
- ketemu lagi di program yang sama ya.
- Harapan saya Anda sudah menerapkan bikin
- video produk unboxing
- tapi produk Anda sendiri.
- Oh,
- jadi caranya kemas produk Anda
- seakan-akan mau dikirim. Setelah itu
- Anda rekam dan Anda buka lagi.
- H
- begitu. Nanti akan canggung rasanya
- gimana gitu ya. Ya, ini produk itu yang
- kita butuhkan gitu ya. Rasa canggung dan
- Anda tetap mau paksa diri Anda melakukan
- itu yang kita butuhkan begitu. Jadi
- mudah-mudahan eh program belajar yang
- tadi kita janjikan gitu ya, itu cepat eh
- berlangsung insyaallah di bulan depan.
- Tapi untuk sharing-sharing untuk tanya
- jawab lebih lanjut bisa saya kis nomor
- gitu
- bisa hubungi saya di 0813
- 811
- 8591.
- Saya ulangi. 0813
- 811
- 8591
- ya atas nama Fawawaz.
- Fawwaz.
- Fawwaz.
- F A U W A Z E.
- FA U WA Z. Dan mohon jangan WA di atas
- jam 11.00 malam.
- Waduh. [tertawa]
- Terima kasih banyak Bang Fawas ilmunya
- hari ini.
- Terima kasih banyak Kiw Nafat di mana
- pun Anda berada. Jadi jika memang ada
- pertanyaan-pertanyaan lebih lanjut bisa
- langsung menghubungi Bang Fawas di
- 081381118591.
- I
- jangan lupa Iwan dan Ahad PR-nya kemas
- produk Anda.
- I
- buka lagi tapi dengan video diidean
- kita unboxing
- unboxing. Setelah itu di-upload di
- Instagram ya. T nama saya @fawwaz fau wt
- gitu ya. F A U V A Z tag ke Instagramnya
- Bang Fawas. Bisa juga tuh berarti kalau
- mau nanya-nanya di Instagram Bang Fawas
- ya.
- Bisa langsung
- @faw
- a z e Fawaz.
- Terima kasih banyak sekali lagi Bang
- Fawas.
- Salam.
- Mohon maaf Iwan dan apabila ada
- pertanyaan-pertanyaan yang belum
- terjawab karena keterbatasan waktu.
- Terima kasih banyak ee Bang Anis di meja
- operator, Fajar di bagian produksi
- video, dan terima kasih banyak kepada
- seluruhnya yang mendengarkan. Saya
- Muhammad Musa Alqaf undur diri bersama
- narasumber kita Bang Fawas. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.