Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat pendengar Radio Silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kembali
- berjumpa Iwan akhwat di Kamis malam hari
- ini tanggal 6 Rajab 1447
- Hijriah atau tanggal 25 Desember
- 2025. Hadir kembali acara kajian kitab
- Alulu Wal Marjan bersama Dr. K. H. Zaki
- Mubarok, MA. Beliau adalah Mustasyar
- PBNU yang alhamdulillah telah hadir di
- tengah-tengah kita. Kita live via
- aplikasi Zoom Ikhwan Akhwat. Kita sapa
- Ustaz terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah sehat.
- Alhamdulillah. Hari ini tema yang akan
- disampaikan adalah mengenai hakikat
- ibadah puasa. Gitu ya, Ustaz ya.
- I
- kita akan bersama-sama ee simak ikhwan a
- dan nanti yang ingin bergabung bertanya
- silakan Anda bisa kirimkan melsapp kami
- di 0811999720.
- Tul ustaz.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi
- hadana liadan
- wama kunna linahtadiya laula an
- hadallah.
- Ashadu alla ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah
- wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasul.
- Allahumma sholli wasallim ala had
- nabiyil karim
- sayyidina wa maulana Muhammad waa alihi
- wa ashabihi watabiin waman tabiahum
- bisanin ila yaumiddin.
- Amma ba.
- Ikhwan akhwat, para pendengar radio
- silaturahim
- dan pemirsain TV yang kami cintai.
- Alhamdulillah pada malam hari ini kami
- berjumpa kembali dalam kajian kitab alal
- marjan.
- Nah, hari ini kita akan membahas tentang
- hakikat ibadah puasa atau siap.
- Puasa itu menurut pengertian bahasa
- adalah al imsu alisai.
- Menahan diri dari sesuatu.
- Menahan diri dari makan, dari minum,
- dari berbicara dan macam-macam. Itu arti
- secara bahasa.
- Nah, bagaimana pengertian puasa dalam
- arti secara syariat atau secara istilah?
- Ada tiga ya
- yang mudah sekali dihafal. Apa dia?
- Tarakul aqli
- wasyurbi
- wusayanin nisa.
- meninggalkan makan,
- meninggalkan minum,
- dan bercampur dengan perempuan.
- Kapan
- minal fajri? Dari waktu fajar di waktu
- subuh
- ilal magribi salam magrib.
- Yaitu ketika matahari terbenam.
- Iktisaban lillah.
- dengan
- niat mencari keridaan Allah.
- Hakikat puasa
- dalam pengertian istilahi atau secara
- syarinya.
- Saya ulangiulli
- wasurbi
- meninggalkan makan dan minum dan
- bersambung dengan istri
- minal fajri dari fajar di waktu subuh.
- ilaurubyamsi sata terbenam
- iktisaban lillah
- dengan
- niat semata-mata
- mencari keran Allah
- artinya lakukan dengan ikhlas
- nah ini adalah penertian puasa secara
- syari atau secara lahiriah Ya,
- batiniahnya
- banyak yang harus ditinggalkan.
- Apa yang pertama
- supaya menahan mata,
- pandangan mata kita untuk tidak melihat
- tersela.
- Ya
- tahan ya. Jangan kita puasa tapi mata
- kita ya
- ke mana-mana padahal yang diharamkan ya
- dilihat enggak boleh.
- Orang itu dilihat akhlaknya dari matanya
- ya. Kalau matanya curah
- ya
- melihat hal-hal yang diharapkan
- atau matanya jelalatan. Nah, itu juga
- enggak benar itu ya. Makanya menahan
- pandangan mata.
- Yang kedua menahan pendengaran.
- dari hal-hal yang tercela,
- kuat, gosip,
- ngerasain orang lain tolak.
- Ini hakikat puasa
- puasa ruhani yang tadi tiga itu puasa
- lahiriah.
- Yang ketiga, menjaga lisan kita.
- Selain tidak makan
- juga jangan sampai kita gunakan lisan
- kita untuk
- menghina orang lain
- atau mengatakan perkataan-perkataan
- kotor arrofas
- atau memaki, mencaci
- ya mengumpat. AT stop
- menjaga lisan
- untuk hal yang baik. Bicara yang baik
- boleh, pengajian boleh, ceramah boleh,
- ngobrol yang baik boleh.
- tiga
- yang keempat
- penciuman kita
- dijaga juga
- ya menciuman dijaga jangan sampai
- mencium hal-hal yang diharamkan
- menjaga apa lagi?
- Tangan kita
- agar tidak digunakan untuk hal-hal yang
- tidak baik.
- termasuk jari kita ini. Jari sekarang
- kan HP itu ya pakai jari. Nah, itu
- hati-hati terus dijaga.
- Jangan sampai seenak kita menggunakan
- jari kita untuk hal-hal yang tersela.
- Itu enggak boleh
- ya. Apalagi anak-anak sekarang jarinya
- cepat
- ya.
- Kalau ketika mah sudah lemot
- anak muda cepat sekali.
- kemudian menjaga perut kita
- dan mengonsumsi hal-hal yang diharamkan
- atau mengonsumsi secara berlebihan.
- Sudah berapa?
- Sudah lima
- ya. Saya ulangi. Menjaga mata, menjaga
- pendengaran,
- menjaga lisan, menjaga penciuman kita,
- ya menjaga tangan kita.
- Ya. kemudian
- menjaga perut kita
- sudah enam itu
- menjaga
- seksual kita, divid seksual kita
- dan saya melakukan aktivitas seksual
- yang diharamkan oleh agama
- harus secara sah.
- sebagai hubungan
- suami dan istri
- termasuk kaki kita dijaga. Jangan sampai
- kita melangkah kepada menuju hal-hal
- yang maksiat. Enggak boleh.
- Ah, luar biasa ya. Itu puasa kita ya.
- Masih ada satu lagi yang paling berat
- saudara-saudara.
- yang banyak orang sering enggak kuat itu
- menahan hawa nafsu
- termasuk
- ya nafsu-nafsu yang tadi
- hawa nafsu ini ada tiga
- terutama ya
- inni aksya alaikum syahwat
- Aku khawatir kalian terjembab dalam
- nafsu
- dari dorongan perutmu. Nah, ini jangan
- sampai berlebih mengonsumsi makanan.
- Sebab dari situlah sumbernya penyakit.
- Makan secara berlebihan
- atau makan yang salah. Suah makannya
- salah.
- Dan ini hati-hati loh anak-anak muda
- kita ini
- ya sering terjebak di sini.
- 15 tahun yang lalu dalam penelitian oleh
- guru besar di UI
- itu orang karena kena diabetes itu di
- atas umur 40
- sekarang umur 20 umur 22 sudah
- cuci darah
- karena ginjalnya
- sudah tidak berfungsi
- kurang berfungsi
- Nah, kalau anak-anak umur 20 tahun, 22
- tahun sudah cuci darah gimana? Bayangkan
- itu dari pola makan
- ya ulama.
- Kemudianikum tadi libidoseksual
- harus dijaga
- hanya kepada yang halal,
- tidak boleh kepada yang tidak
- khaludillatil
- hawa.
- Hawa nafsu menyesatkan seperti gadab.
- Amarah itu hati-hati tu. Orang kalau
- amarah itu lupa diri sehingga melakukan
- hal-hal yang sangat berbahaya untuk
- dirinya.
- Ya, kata Nabi, "Bukanlah orang yang
- hebat itu orang yang bisa mengalahkan
- orang lain.
- Orang yang hebat itu orang yang dapat
- mengendalikan nafsunyaal
- ketika lagi datangnya marah bisa kuasai
- diri." Nah, itu.
- Nah, ini hakikat puasa dari pengertian
- puasa secara bahasa, pengertian puasa
- secara
- istilah,
- kemudian puasa secara
- rohaniah
- ya.
- rohaniah, lahiriah dan roh
- kalau sudah seperti ini, insyaallah
- puasa kita berhasil. Sekarang ini kan
- sudah masuk ke bulan
- Rajab ya,
- sudah minggu minggu pertama bulan Rajab,
- Saudara-saudara itu bentar lagi kita
- akan masuk Syakban Ramadan.
- Maka di bulan Rajab ini puasa sunah kita
- ditambah
- bukan cuma hari Senin dan Kamis ditambah
- 3 hari setiap bulan bukan 11 hari bukan
- lebih banyak lagi di bulan Rajab
- meningkat puasa puasa sunah kita di
- bulan Syakban lebih meningkat lagi
- hampir 30 Syakban bahkan dalam satu
- hadis Nabi 30 hari di bulan Syakban
- puasa
- kalau Ramadan jelas
- Nah, jadi jangan sering mengklaim kalau
- saya puasa sunah seperti Nabi
- lah. Saya tanya berapa banyak puasa ente
- di bulan
- Syakban biasa Senin Kamis ya. Kalau Nabi
- meningkat ya mudah-mudahan Rajab-mudah
- meningkat itu bulan Rajab meningkat
- termasuk
- asrul
- bulan haram naik puasa itu.
- Baik kita lihat para jemaah sekalian
- hadis yang pertama mengenai Siam ini.
- Waan Abi Huraiirata dan dari Abi
- Hurairah radhiallahu anhu semoga Allah
- meridainya.
- Beliau menginformasikan
- apa kata beliau? Qala bersabda. Siapa
- yang bersabda? Rasulullahi Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Apa sabda Nabi itu isinya?
- Qa berfirman, "Siapa?" Allahu Allah azza
- waalla
- maza maal
- yang maha
- mulia dan maha agung.
- Apa
- kata firman hadis qudsi ini namanya
- hadis qudsi
- ku amalni adama
- semua amal manusia itu untuk dirinya
- sendiri.
- Salat, zakat,
- sedekah, ya amal saleh, semua untuk diri
- sendiri kata Tuhan.
- Am
- kecuali puasa
- beda sendiri saudara
- sesungguhnya puasa itu untukku kata
- Tuhan
- wazi
- dan aku yang akan langsung membalasnya
- memberikan balasan yang baik kepada
- orang-orang yang berpuasa.
- Wasiamu junatin. Puasa itu adalah
- perisai
- ya. Perisai yang menangkal berbagai hal.
- Menangkal segala hal yang akan
- membayakkan kita puas perisai.
- Maka waidanaumu
- yaumikum. Apabila kamu masuk dalam hari
- puasamu,
- fala yarfus, jangan berkata kotor.
- Wasab dan jangan mencaci mak.
- Fainabahu ahadun. Apabila ada seseorang
- yang mencela kamu
- tal memusuhi kamu, jangan dilad tuhan.
- Falakul katakan kepada orang itu, inniim
- aku sedang berpuasa.
- Jangan diladeni
- orang ajak bertengkar,
- mengajak bermusuhan, mengajak paku
- hantam. No
- inim
- walladzi nafsi Muhammadin biyadi
- dan demi Tuhan yang jiwa Muhammad ada
- pada kekuasaannya
- kfu ini sungguh aroma mulut
- orang yang berpuasa
- atyabu lebih harum lebih wangi.
- Allah di sisi Allah
- miskin dari parfum kesturi.
- Bkan saudara-saudara betapa m orang
- puasa digambarkan
- itu bau mulut orang berpuasa itu di sisi
- Allah lebih harum lebih wangi dari bau
- kisturi.
- Saking mulia, saking mulianya ini firman
- Allah
- limi bagi orang yang berpuasa
- apa dia farhatani? Ada memperoleh dua
- kebahagiaan
- kebahagiaan yang tiada taranya
- yafraghuma yang dia akan
- menikmati kebahagiaan kedua kebahagiaan
- itu. Apa kebahagiaannya? wujudnya
- aftoro
- farihafitri.
- Kalau orang itu berbuka dia merasakan
- nikmatnya berbuka.
- Senang
- nikmat bukan.
- Bayangkan dari jam .00 pagi kita sampai
- jam .00 sore enggak makan apa-apa,
- enggak minum.
- Begitu masuk waktu magrib, azan magrib,
- alhamdulillah.
- apapun yang disediakan kita nikmat
- ya nikmat itu
- ada orang
- Perancis
- suami istri masuk Islam
- saya islamkan.
- Nah, dian saya bahwa beliau berdua ini
- sebelum syahadat masuk Islam sudah
- laksanakan puasa.
- J tinggal di Indonesia
- ya kemudian bergaul bersama seorang
- muslimat teman-temannya puasa, dia ikut
- puasa. Sudah 2 tahun suaminya puasa.
- Istrinya sudah 3 tahun.
- Apa komentarnya Pak Zaki?
- Selama umur saya,
- saya baru menikmati nikmatnya
- makan ketika saya buka puasa yang
- pertama kali. Ya, Saudara
- ya, orang Perancis mana pernah lapar.
- Begitu di bawa puasa lapar, haus,
- dahaga. waktu magrib dia katakan selama
- umur saya baru pertama kali menikmati
- makanan sebagai berbuka puasa. Maka
- Tuhan tegaskan tadi
- yang berpuasa itu memiliki dua
- kebahagiaan
- kebahagiaan ketika dia berbuka. Apa yang
- kedua? lebih agung lagi
- farhatun
- dan kebahagiaan ketika dia jumpa dengan
- akhir
- nir
- ahli surga orang yang diridai oleh Allah
- akan melihat berjumpa dengan Allah di
- hari akhirat wah itu kebahagiaan yang
- lebih lagi dari segala-gala
- lebih dari kebahagiaan berbuka puasa
- itu kita akan dapati
- kalau puasanya seperti yang saya
- jelaskan tadi
- bukan puasa alas-salam
- puasa berkualitas bukan dia betul-betul
- berkualitas puasa
- Waidza laqiyaahu fariha bis
- dia berjumpa dengan Tuhannya maka dia
- merasa bahagia luar biasa puasanya.
- Hadis sahih disepakati oleh Imam Bukhari
- dan Muslim.
- Hadis berikutnya
- waanhu dan dari Abi Hurairah.
- Anna sesungguhnya Rasulullahi
- sallallahu alaihi wasallam
- bersabda,
- apa kata Nabi? Manfaq zaujini.
- Barang siapa yang infakkan sepasangillah
- Allah sepasang itu bisa sepasang hewan
- ya
- sapi
- atau unta ya untuk berjihad ya
- fisabilillah.
- Maka orang itu nur dia akan dipanggil
- dari mana dipanggilnya
- min abwabil jannati dari pintu-pintu
- surga.
- Ya Abdullahi
- Hir
- wahai hamba Allah ini adalah karunia
- terbaik.
- Jadi semua dipanggil dari pintu pintu
- surga itu semua ada delapan.
- Ya, kalau kita melihat
- tempat-tempat ya, itu ada
- bintang yang
- delapan itunya ya, itu mengambangkan
- pintu surga.
- Kalau kita biasa bintang kan lima itu
- ya. Kalau bintangnya
- orang Yahudi itu enam ini delapan itu
- melambangkan pintu surga.
- Maka apaanana
- min ahlati?
- Apabila orang itu ahli salat,
- duya min babi dipanggil dia dari bab
- namanya Farid. Farid masuk melalui pintu
- salat karena dulunya rajin salat.
- Ya Abdullah, wahai Abdullah.
- Udul bab masuklah dari pintu sur
- ya Abdurrahman.
- Ya said
- ya
- panggil dari pintu
- salat.
- ahli jihad. Apabila orang itu memang
- seorang mujahid,
- dua min jahad, dia dipanggil dari pintu
- mujahid.
- Ya.
- Hai Salim,
- masuk.
- Hai Farha masuk.
- Eh, sahib mas
- nama-nama lain juga begitu. Nama orang
- Barat pokoknya kalau dia itu ahli jihad
- masuk
- bisa sail
- jihad namanya
- bisa
- ya break
- namanya.
- Hawad ibad masal
- pintu jihad karena dia mujahid dia
- berjihad terus di
- dan jihad ini bukan semata mata perang
- menyampaikan ilmu ke mana-mana itu jihad
- mencari ilmu ke mana-mana jihad
- waman min ahliam
- Barang siapa yang ahli puasa
- ya, puasa Ramadan ya, puasa sunah Senin
- Kamis, puasa Ayyumul Bid, puasa-puasa
- lahir, puasa Syawal,
- puasa ee
- Zulhijah,
- ya awal Zulhijah sampai tanggal 9.
- Duia min babil rajab dipanggil dari
- pintu namanya arrajad fi
- yav
- very very important porv
- paling namanya arraja ahli puasa
- ya Farid ya Salim ya Syuaib
- ya Mansur ya
- karena apa memang dia ahli siam
- min ahliqati. Dan barang siapa yang ahli
- sedekah
- dui minabil seodqah. Dia dipanggil dari
- pintu sedekah namanya.
- Pintu sedekah. Oh itu yang ahli sedekah
- masuk dari situ. Dipanggil dipanggil
- saudara-saudara bukan masuk. Dipanggil.
- Halo fulan Mas. Halo fulana masuk ahli
- sodqah.
- Jadi ada pucanya masing-masing.
- Qala Abu Bakrin menanggapi pernyataan
- Nabi ini. Abu Bakar berkomentar bertanya
- radhiallahu anhu semoga Allah
- meridainya. Bi anta wa ummi. Demi ayah
- engkau dan ibuku Rasulullah. itu biasa
- ya ucapan para sahabat bi abi anta wa
- ummi.
- Demi ayahku engkau dan ibuku Rasulullah
- ya Rasulullahi katanya
- ma ala manya minilal abwab.
- Ya. Apakah ada
- orang-orang yang dipanggil dari
- pintu-pintu itu?
- Pintu jihad dipanggil dia, pintu Siam
- dipanggil dia, Rayan. Ya, kemudian pintu
- sedekah dipanggil dia.
- Dipanggil semua dari berbagai arah.
- Apakah ada salah seorang dipanggil dari
- semua pintu yang delan itu?
- Kulha semuanya. Kata Abu Bakar, tanya
- Abu Bakar naam Nabi. Iya. Ada yang satu
- orang dipanggil dari semua pintu surga.
- Wa arju an takuna minhum.
- Aku berharap semoga engkau Abu Bakar
- termasuk dia. Orang-orang yang dipanggil
- dari semua pintu surga. Masyaallah
- bahagia sekali ini ya. Salah satu
- keistimean Abu Bakar Assiddiq
- dan didoakan oleh Nabi termasuk orang
- yang dipanggil dari semua pintu surga.
- Amin. Kalau kita mah dipanggil dari
- salah satu, alhamdulillah. Ya, para
- jemaah sekalian, ini kajian kita ya di
- mana kita akan menyambut Ramadan nanti
- dengan hakikat puasa yang betul-betul
- kita bisa pahami
- lahiriahnya dan batiniahnya. Terima
- kasih. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat
- telah kita bersama-sama simak kajian
- kitab Allu wal Marjan bersama Dr. K. H.
- Zaki Mubarok, MA. Belia adalah mustasyar
- PBNU. Tema yang disampaikan adalah
- mengenai hakikat ibadah puasa. Ya,
- tinggal sekitar 56 hari lagi gitu ya
- kalau enggak salah puasa itu bulan
- Ramadan ini, Ustaz ya.
- I
- sesaat lagi gitu ya. Kita akan siapkan
- Iwan Ah. Eh, sudah banyak ustaz yang
- gabung di WhatsApp Rasil yang menyapa
- kita di malam hari ini yang menyimak e
- acara kita ini. Ada Bapak Muhammad Iqbal
- sedang menyimak, Ibu Tini, ada Ibu Wati,
- Ibu Fani juga Bapak Rasyid, Ibu Supi
- Depok dan juga Ibu Ani Cani Hudaifah
- yang selalu menyimak, setia menyimakkan
- hasil. Ibu Aminah juga ada Bapak Asep
- ya, Pak Yudi di Bogor dan masih banyak
- lagi. Yang pertama saya bacakan
- pertanyaan yang masuk ini
- dari Bapak Wahyu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Semoga Pak Kiai dan kru Rasil sehat
- walafiat. Amin ya rabbal alamin.
- Amin.
- Mengenai puasa, apakah benar ada
- keterangan dulu Nabi pernah berpuasa
- karena tidak ada makanan
- pada saat pagi hari di rumahnya. Berarti
- niat awal tidak puasa, akhirnya puasa
- karena tidak ada sesuatu yang dimakan.
- Apakah kita bisa juga seperti itu, Pak
- Kiai?
- Ya,
- mendapatkan pahala juga. Demikian. itu
- untuk puasa sunah ya boleh kita niatnya
- sudah siang enggak apa-apa.
- Kalau puasa wajib harus malam hari
- niatnya dari magrib sampai subuh ya
- kalau puasa wajib. Kalau yang puasa
- sunah itu boleh ya itu Nabi kan begitu.
- Beliau tadinya enggak mau puasa
- ya. Tiba-tiba dia tanya kepada Sayidah
- Aisyah, "Apakah ada
- makanan yang bisa dimakan pagi itu?
- Aisyah ada air putih
- [tertawa] ya. Air putih.
- Kalau kata Nabi, "Kalau gitu saya
- puasa."
- Ya,
- jadi
- niatnya sudah siang.
- He
- ya. Tapi sebelum zuhur
- waktu sarapan
- ya. Jadi itu boleh
- tapi itu puasa sunah. Kalau puasa wajib
- harus niatnya sejak magrib sampai subuh
- antara itulah ya
- puasa sunah dan puasa wajib boleh. Kalau
- salat sunah boleh ya. Sebaliknya Nabi
- sudah niat puasa
- sunah juga ya. Hm.
- Tiba-tiba ada orang ngirim
- apa makanan kita di sini ya?
- Ada makanan itu. Itu yang biasa di
- kalangan orang-orang Arab itu ada itu
- seperti bubur yang tapi manis.
- Nabi akhirnya dimakan tuh dikirim oleh
- Allah.
- Nah, itu puasa sunah. Tapi kalau puasa
- ya demikian terima kasih
- ya. Ibu Hajah Syaidah juga sedang
- menyimak di malam hari ini juga ada
- Bapak Musyawir selalu menyimakkan rasil.
- Terima kasih Ustaz tausiah dan
- nasihatnya.
- Pertanyaan yang masuk dari Ibu
- ini tanpa nama ya, hamba Allah mungkin.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Di zaman sekarang ini ada orang yang
- rutin melakukan puasa tapi dengan niat
- untuk kesehatan seperti istilahnya
- intermittent
- fasting atau puasanya orang-orang Genzi
- atau para selebud katanya. ini bagaimana
- kalau kita niatkan untuk ibadah juga
- tapi memang konsepnya tapi memang konsep
- puasanya berbeda, Pak Ustaz. Tidak
- seperti ibadah puasa pada umumnya.
- Demikian
- ya beda konsepnya.
- Kalau kita kan puasa itu minal fajri
- ilal magrib.
- Kalau mereka kan enggak
- ya. Dia biasanya hitung
- dari jam .00 sore nanti enggak makan
- apa-apa lagi sampai jam 09.00 pagi.
- Misal
- memang itu jaraknya nanti sama dengan
- puasa kita.
- Tapi itu bukan yang dimaksud oleh cara
- tata cara kita ya. Nah, kalau yang itu
- kita bisa lakukan apa?
- Untuk
- menyederhanakan makan gitu aja niatnya.
- Bukan puasa seperti syariat kita bukan
- ya. Itu kita menjaga diri supaya makanya
- tidak berlebihan batas
- boleh enggak apa-apa. Tapi kalau puasa
- yang sunah kita biasa harus dari magrib
- maaf ya dari subuh sampai
- boleh diambil. Senin Kamis saya ambil ee
- jam .30 sahur
- langsung puasa.
- sampai magrib. Nah, hari-hari selain
- hari Kamis dan hari
- Senin saya ambil itu tadi
- magrib saya makan enggak makan lagi sama
- nanti besok jam 09.00 pagi.
- H
- itu itu ee sifatnya hanya untuk menahan
- supaya tidak makan berlebihan. Ya.
- Istirahat 15 jam enggak makan.
- itu tapi bukan puasa yang kita maksud ya
- itu namanya puasa latan menahan diri
- dari makanan
- berlebihan ya
- bukan puasa istilahat tapi boleh ya
- terima kasih
- seperti berdi gitu ya mengatur pola
- makan gitu ustaz ya
- untuk kesehatan
- baik dari Bapak Yudi di Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Pertanyaan yang singkat, bagaimana agar
- kita kuat menghadapi cobaan hidup?
- Demikian
- ya.
- Yang pertama
- kita harus berlatih.
- Namanya riokah.
- Apa kita harus
- menebal menebalkan diri kita dengan
- kesabaran?
- Ke mana kita mengarahkannya? Semua itu
- takdir Allah.
- Jadi kita terima dengan tulus.
- Saya dapat rezeki banyak takdir.
- Alhamdulillah
- saya dapat rezeki sedikit. Itu takdir
- Allah. Alhamdu.
- Iya.
- Belum dapat rezeki. Sabar.
- Nah, kalau kita mengembalikan semua itu
- adalah takdir Allah, kita enggak akan
- marah-marah, enggak akan kecewa,
- akan bersikap lebih dewasa,
- akan bersikap lebih tenang,
- ya.
- ya tidak busuk
- dan tidak kemudian cerita ke orang lain
- kita susah pun enggak
- dia menahan diri enggak mau cerita untuk
- apa cerita susah ke orang lain kita
- mengadu pada Allah yang terbaik bukan
- pada sesama manusia sama manusia malah
- kita jadi di dihina oh kasihan kasihan
- enggak kita mohon
- ya saya kira begitu ya terima kasih
- insyaallah kalau kita meyakini ini bahwa
- semua takdir Allah kita akan tabah dan
- sabar.
- Terima kasih.
- Insyaallah Bapak Ramdan di Bekasi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Kiai.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Ee mohon nasihatnya, Pak Kiai. Ada yang
- mengatakan dengan kita beriman dan
- bertakwa itu salah satu kunci keberkahan
- dalam suatu negeri. Di sebuah negeri
- banyak orang yang beriman.
- Tapi kenapa keberkahan belum juga
- menghampiri negeri tersebut? Apakah
- negeri yang berkah itu tidak akan
- terkena musibah dan lain-lain, Pak Kiai.
- Demikian.
- Ya, musibah di mana-mana ada
- ya itu enggak bisa dihindari. Tapi orang
- itu sabar.
- Nah, sekarang ini kan negeri-negeri
- beriman. Beriman itu lahiriahnya,
- batiniahnya belum tentu. Ustaz
- apakah beriman kadang kita pakai sorban?
- Enggak.
- Nah, ini banyak orang bersorban
- ya. Tapi
- imannya enggak sampai ke dalam
- di tataran kulitnya.
- Kalau kita umpamakan kelapa, dia imannya
- itu masih berada berkutat di
- serabut.
- Serbut.
- He.
- Belum masuk ke batoknya,
- belum masuk ke kopranya.
- Nah, itu banyak.
- Tapi kalau orang benar-benar beriman
- kepada Allah, insyaallah enggak akan
- resat, enggak akan ditimpa kesulitan.
- Ada apa namanya ee bahaya dan lainnya
- itu biasa kehidupan
- ya. Orang misalnya ditinggalkan oleh
- orang tuanya, ada ditinggalkan oleh
- saudaranya, ditinggalkan oleh anaknya,
- itu tapi dia kembalikan semua kepada
- Allah.
- Harus yakin ini yang terbaik
- ya.
- Bagaimana kalau bisa ini saya anak saya
- kan yang paling saya cintai. Iya.
- Kalau sudah waktunya diambil milik Allah
- ya harus milik Allah.
- Ya mungkin kita berat ya tapi yakinilah
- itu milik Allah.
- Mari diambil oleh pemiliknya.
- Ada orang cit mobil di rumah saya.
- Kemudian diambil mobil itu. Gimana saya
- ya orang punya pilik dia
- itu kita berlakti begitu insyaallah ya.
- Terima kasih.
- Masyaallah. Pertanyaan yang terakhir
- Ustaz ya dari hamba Allah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, banyak orang-orang
- yang populer dan terkenal berhijrah dari
- gemerlap kehidupannya menjadi religius.
- Terlihat dari cara berpakaian dan
- ibadahnya juga rutin dari postingan di
- media sosialnya yang islami. Untuk
- mencapai pada hijrah yang sesuai dengan
- keinginan Allah Subhanahu wa taala,
- apakah itu sudah cukup ataukah ada hal
- yang masih perlu dilakukan?
- Demikian, Ustaz.
- Masih keikhlasannya.
- Ya, keikhlasan di hatinya harus
- ditumbuhkan.
- Se yang begitu maaf ya sebagian
- karena model lagi musim kanan begitu
- tanpa enggak tapi kalau dia ikhlas betul
- baru benar.
- Berhijrah. Berhijrah ke mana?
- Oh iya berhijrah meninggalkan ahli yang
- tersela bagus.
- Saya mestinya dari awal hidup kita.
- Hal
- ya
- itu pun bagus ya tapi tidak bisa
- menyamai orang yang dari awal sudah
- baik.
- Nanti di akhirat itu dibalas oleh Allah
- sesuai dengan
- sama-sama husnul khatimah enggak sama
- amalnya.
- Iya.
- Si B husnul khatimah dia amalnya
- terhitung baik kira-kira
- 2 bulan sebelum meninggal. Beda dengan
- orang yang dari awal sampai dia wafat
- baik.
- He
- begitu itu Allah ma ya. Nah jadi begitu
- saya kira itu. Tapi itu baik saja ya
- kalau ada orang-orang berhijrah tadi
- Pak.
- Baik.
- Iya
- ya. Jat baik.
- Tapi kalau ada orang mengatakan menurut
- saya ya, kita kembali pada Al-Qur'an dan
- sunah. Kalau saya enggak cocok itu
- kenapa? Saya enggak pernah tinggalin
- Quran dan sunah kok
- sejak saya kecil enggak pernah tinggal.
- Jadi gimana kembali orang kita enggak
- pernah tinggal
- ya? Ya. Itu kadang-kadang ee
- kalimat-kalimat itu memukul tapi
- sebetulnya belum tentu benar. Ya,
- saya kira demikian. Mohon maaf kalau ada
- khilafah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian Iwan Awat telah
- kita bersama-sama simak kajian kitab
- Alulu Wal Marjan yang disampaikan oleh
- Dr. K. H. Zaki Murok, M. Abdullah
- Mustasyar PBNU. Tema yang telah kita
- bersama-sama simak adalah mengenai
- hakikat ibadah puasa. Semoga apa yang
- ustaz sampaikan banyak manfaat untuk
- kita semuanya. Iwan Hawat. Saya yang
- bertugas Pak Har ditemani Neza dan juga
- Yusuf. Subang pamit. Subhanakallahumma
- wamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.