Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:08 [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:15 warahmatullahi wabarakatuh. 0:17 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 0:20 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:23 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:25 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:28 Bagaimana kabarnya di siang hari ini? 0:30 Semoga Anda dalam keadaan sehat walafiat 0:33 dan selalu dalam lindungan Allah 0:35 Subhanahu wa taala. 0:38 Di siang hari ini, Ikhwan dan Akhwat, 0:39 senang sekali saya Abi Agus ditemani 0:42 Fajar di meja Switcher hasil TV. 0:45 Kemudian ada Ustaz Algi di meja operator 0:50 radio kembali hadir di ruang dengar Anda 0:52 edisi Selasa 21 Rabiul Akhir 1447 0:57 Hijriah. yang juga bertepatan di tanggal 0:59 14 Desember 2025 Masehi. Tema yang akan 1:05 dibawakan pada siang hari ini yaitu 1:07 tentang Al-Qur'an sebagai mubayyinah. 1:09 Dan guru kita juga telah hadir, ikhwan 1:11 dan akhwat di studio Rasil Cibubur. 1:13 Asalamualaikum warahmatullahi 1:15 wabarakatuh, Ustaz. 1:16 Waalaikumsalam warahmatullahi taala 1:18 wabarakatuh. 1:19 Sehat, Ustaz? Ya, 1:20 alhamdulillah. Alhamdulillah. 1:22 Alhamdulillah ala 1:23 kullial. 1:24 Alhamdulillah. Kalau siaran langsung 1:25 greng gitu ya? Betul. 1:27 Langsung sehat. [tertawa] 1:28 Alhamdulillah. 1:29 Baik, Ikhwan dan Akhwat. Mari kita simak 1:33 pemaparan yang akan disampaikan oleh 1:36 guru kita Ustaz Fawas Abi Zawiyah. 1:38 Tafadol Ustaz. 1:39 Baik. Jazakallah khairan kirsir. Kang 1:41 Abi Agus beserta segenap kru radio 1:45 silaturahim ada Kang Fajar, Kang Algi 1:49 ya. Mudah-mudahan semua senantiasa 1:51 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:53 Begituun kita sekalian. 1:55 Bismillahirrahmanirrahim. 1:57 Asalamualaikum warahmatullahi 2:00 wabarakatuh. 2:02 Alhamdulillah. 2:04 Alhamdulillahi ala kullial wasalatu 2:07 wasalam ala sayyidina Muhammadin maula 2:11 Bilal wa ala alihi wa ashabihi khairi 2:15 ashabin wa. 2:18 Amma ba'du falakal hamdu ya rab ya 2:21 muhawil ahwal haw ahwalana wa ahwal 2:24 muslimin ila ahsanil 2:27 subhanaka la ilma lana illa ma alamtana 2:30 innaka antal alimul hakim wala haula 2:34 wala quwwata illa billahil aliyil 2:37 adzimabbisrohli 2:39 sodri ya rab waassirli amri wahlul 2:43 uqdatan m lisani yafqahu qaulibana 2:55 hablana hukmanimnaadunka 2:57 ilman tawaana musliman waqna 3:03 wau dakwana anilhamdulillahi 3:07 rabbil alamin. 3:11 ee ikhwan dan akhwat, para mustamiin dan 3:14 mustamiat Radio Silaturahim 3:19 AM720 3:21 untuk Islam yang satu. Begitupun 3:24 musyahidin dan musyahidat yang ikut 3:26 menyimak dan menyaksikan secara live 3:30 dari kanal Rasil TV melalui media 3:34 YouTube ataupun yang mendengarkan 3:37 melalui radio-radio 3:39 rekanan dakwah Islam Rasil ini. Baik 3:43 radio yang ada di Jawa Tengah, Jawa 3:44 Barat, Jawa Timur hingga Banyuwangi dan 3:49 Bali. juga di belahan Pulau Sumatera 3:52 mulai Palembang, Batam, bahkan hingga 3:55 negeri Jiran, Singapura, dan Malaysia 3:57 Johor juga yang ikut memancarkan melalui 4:01 radio Almadinah yang ada di Kalimantan, 4:05 juga Alkhairat yang ada di Palu hingga 4:07 Papua sana. Juga yang ikut menyimak 4:11 melalui Radio Garden Internasional baik 4:13 yang ada di kepulauan di Australia 4:16 maupun Timur Tengah sana. Hafidakumullah 4:19 warakum. Amin ya rabbal alamin. Mari 4:22 kita buka program tausiah siang radio 4:27 silaturahim dengan membaca ummul Quran 4:30 suratul fatihah. Bermohon kepada Allah 4:33 dengan kemuliaan Al-Qur'anul Karim, 4:36 kemuliaan suratul fatihah khususnya 4:38 Allah berkenan jadikan kita min ahlil 4:41 fatihah. Allah jadikan kita min ahlil 4:44 Quran. Allah jadikan kita minal 4:46 mahdiyin, alhadil mahdiyin wal muhtadin 4:51 dengan kemudian Al-Qur'anul Karim. Dan 4:53 juga khususnya kita mohon pada Allah 4:55 semoga orang tua kita, guru-guru kita, 4:58 orang-orang yang berjasa mengenalkan 4:59 kita kepada Islam 5:02 yang sudah meninggal dunia, Allah 5:03 jadikan kubur mereka raudah min riyadil 5:06 jannah. Allah sirami rahmat dan ampunan 5:09 serta kesejukan dalam alam barzakh 5:11 mereka. 5:13 Dan tak lupa untuk orang tua kita yang 5:15 masih hidup, guru-guru kita yang masih 5:17 hidup, mertua ataupun saudara, paman, 5:21 dan orang-orang dan juga khususnya para 5:23 alim ulama di mana saja berada, 5:26 khususnya tamu kita, gurunda kami yang 5:29 baru yang baru meninggalkan Indonesia 5:32 untuk pergi menyambung rehl dakwah ke 5:35 Malaysia dan Thailand yang dan akan 5:37 kembali nanti pertengahan Oktober ini ke 5:40 Jakarta, yaitu gurunda kami Al Habib 5:42 Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin 5:44 Hafid. Semoga beliau senantiasa 5:46 dianugerahkan oleh Allah Subhanahu wa 5:48 taala penjagaan, perlindungan dan juga 5:51 kesehatan selama menjalani program 5:54 rehlah di Asia Tenggara ini. Dan juga 5:57 untuk guru kita di antaranya Ustaz 5:58 Husein bin Hamid Al-Attas, Ustaz Hamzah 6:00 bin Atas Al-Attas, Habibana Umar bin 6:02 Ahmad Al-Attas, kemudian Abina K.H. 6:05 Muhammad Ihya Ulumuddin, Buya K.H. 6:07 Ghazali Musanif, Amina Syihabuddin, 6:09 Aminah K. Syihabuddin di Nurul Haramin, 6:11 Pujan, Malang. Kemudian gurun Al Habib 6:13 Bakar bin Muhammad Faqih Abn Habib Hasan 6:16 bin Abdullah Syatri di Tarim Hadramaut. 6:18 Abuya Ahmad bin Muhammad Almiki di 6:20 Makkah. Habibana Zain bin Ibrahim bin 6:22 Somed di Madinah. Kemudian eh Habibana 6:25 Sayid Kamal Bagi Al Haidari, Dr. Adnan 6:27 Ibrahim Al Hasni, Dr. Adnan Arrifa'i, 6:30 Dr. Fadil Shoh Assamira Al Baghdadi dan 6:33 para ulama-ulama kami di seberang Azhar 6:35 sana Mesir dan di mana saja belahan 6:38 penjuru dunia ulama-ulama kita semua. 6:40 Semoga Allah anugerahkan sehat afiatul 6:43 umur fi husnil amal mahfudin marzuqin 6:46 manzurin ala hadinah wau niatin shihah 6:50 waila hadratin nabil mustofa muhammadin 6:53 sallallahu alaihi wa alihi wasallam. 6:56 Alfatihah. 6:59 Auzubillahis samiil alim 7:02 minasyaitanirrajim. 7:05 Bismillahirrahmanirrahim. 7:09 Alhamdulillahiabbil 7:12 alamin 7:13 arrahmanirrahim 7:16 maiki yaumiddin 7:19 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in 7:24 ihdinasirathal 7:26 mustaqimathalladzina 7:30 an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim 7:35 walad 7:38 in 7:40 rbigfirli 7:42 waliwalidaiya walil mukminina amin 7:47 ya rabbal alamin. Baik, untuk kesempatan 7:49 siang hari ini tajuk atau tema kita 7:52 adalah 7:54 Al-Qur'an merupakan mubayyinah atau 7:56 mubayyinat. Di pekan yang lalu tajuk 7:59 kita berjudul Al-Qur'an merupakan 8:01 bayyinah, bukti yang terang yang jelas. 8:05 ya, bukti yang terang yang jelas. 8:08 Sehingga 8:11 pada pertemuan yang lalu kita membahas 8:14 atau merenungkan ayat dalam Quran surah 8:17 Al-Hujurat tentang sebuah pertanyaan 8:19 dari pendengar yang ee akan perintah 8:24 dalam Al-Qur'an dalam bertabayun, 8:27 meminta bayyinah. Nah, sudah kita bahas 8:29 di pertemuan lalu. Nah, di siang hari 8:31 ini kita akan renungkan tausiah. Di 8:33 siang hari ini kita akan baca dan 8:35 renungkan hayati panduan Al-Qur'an yang 8:39 merupakan mubayyinat. 8:41 Kita akan buka Quran surah Annur surah 8:44 ke-24 dalam urutan mushaf Al-Qur'an ayat 8:47 ke-34 dan 35 yaitu firman Allah 8:50 Subhanahu wa taala 8:53 yang berfirman, "Ba'da anzubillahis 8:57 samiil alimi minasyaitanirrajim. 9:04 Walaqad anzalna 9:08 ilaikum ayatim 9:11 mubayyinat 9:14 ayatim 9:16 mubayyinatin 9:17 wa matsalam minalladzina khalau min 9:21 qoblikum wa mauidah 9:24 [menghela napas] 9:25 wa matsalam minalladzina khalau min 9:29 qoblikum wa mauidzatan lil muttaqin 9:35 Allahuus 9:37 samaawati wal ard 9:41 matsalu nurihi kamishkatin 9:45 fiha misbah. 9:48 Almisbahu fi zujajah. 9:53 Azzujajatu 9:54 kaha 9:56 kaukabun 9:58 duriyun 9:59 yuqadu min syajarah. 10:03 yuqadu min syajaratim mubarakatin 10:07 zaitunatin la syarqiyah 10:11 la syarqiyatin 10:14 wala gharatin 10:16 yakadu zaituha yudi 10:21 yakadu zaituha yudiu 10:25 walau lam tamsashu nar 10:29 nurun ala 10:33 Yahdi linurihi 10:36 yasyaadribullah 10:41 amsala linas 10:44 wallahu bikullaiin 10:47 alim. 10:50 Sadaqallahul aliyul adzim. Wallagha 10:53 rasuluhun nabiyul habibul karim waahnu 10:57 ala dalalika minas syahidina wasyakirina 11:01 walhamdulillahi rabbil alamin. 11:06 Ikhwan dan akhwat, segenap pendengar 11:09 radio silaturahim AM720 di mana saja 11:12 berada. 11:14 Wqnallahu iyakum litaatihi 11:18 wa husuli mardih 11:21 bibarkatil Quranil Karim. 11:24 Ikhwan dan akhwat, 11:26 di kesempatan kita pertemuan siang hari 11:29 ini menyambung pertemuan pekan lalu 11:32 yang mana tajuknya adalah Al-Qur'an 11:36 merupakan bayyinah, 11:39 bukti yang terang, bukti yang jelas. 11:42 Kebenaran yang jelas, kebenaran yang 11:45 terang benerang. Itulah 11:48 Al-Qur'an bayyinah. 11:51 Nah, di antara makna bayyinah 11:54 yang Allah sebutkan dalam Al-Qur'an 11:57 terdapat dalam Quran surah Albayyinah. 12:00 Apa itu Albayyinah? Ketika Allah 12:03 Subhanahu wa taala berfirman, "Lam 12:05 yakunilladzina kafaru min ahlil kitabi 12:09 wal musyrikina 12:11 munfakina hatta tatiahumul bayinah." 12:17 Apa itu bayinah? 12:19 Rasulun minallah 12:22 yatlu suhufam mutaharah 12:25 fiha kutubun qayyimah. 12:29 Bayyinah di sini merupakan 12:32 diwujudkan oleh Allah Subhanahu wa taala 12:34 berupa rasulun minallah. Seorang duta 12:39 utusan yang datang dari Allah, dipilih 12:41 oleh Allah untuk apa? yatlu alaihim 12:45 ayati 12:47 atau dalam Quran surah Albayyinah tadi 12:49 rasulum minallah yatlu suhufan mutaharah 12:54 seorang utusan Tuhan 12:57 seorang duta Allah subhanahu wa taala 13:00 yang diutus ke tengah umatnya 13:02 hamba-hambanya 13:03 tugas utamanya yatlu suhufan mutaharah 13:09 mentilawahkan 13:10 lembaran-lembaran 13:12 yang suci dan disucikan oleh Allah dari 13:17 bermacam noda, salah, dan kesalahan. 13:21 Itulah Al-Qur'an, 13:24 sebuah kumpulan 13:26 lembaran-lembaran 13:28 suci yang berasal dari Allah Subhanahu 13:32 wa taala. 13:34 Itulah bayinah, 13:36 bukti yang terang, bukti yang jelas. 13:41 Nah, di pertemuan kali ini kita akan 13:43 membacakan atau merenungkan bacaan Quran 13:46 yang tadi kita baca yang terdapat dalam 13:49 Quran surah An-Nur 13:53 yang dibuka oleh Allah Subhanahu wa 13:55 taala dalam firmannya di awal surah 13:57 Annur suratun anzalnaha. 14:01 Sebuah surah yang kami turunkan. 14:05 Wa faradnaha dan kami wajibkan. 14:09 Ya, surah tersebut. 14:13 Wa anzalna fiha ayatin bayyinat. Lihat 14:18 sebuah surah yang kami turunkan 14:21 dan kami haruskan atau wajibkan untuk 14:24 dibaca dan dipelajari surah tersebut. 14:28 Wa anzalna dan kami turunkan fiha dalam 14:32 surah tersebut ayatin bayyinat. 14:36 ayat-ayat kebesaran, tanda-tanda 14:38 kebesaran Tuhan yang begitu jelas, yang 14:42 begitu terang. 14:44 La'allakum 14:46 tadzakkarun. 14:47 Tujuannya supaya kalian mau 14:51 mengenal, mau mengingat, mau 14:55 mempelajari, dan mengambil pesan dari 14:58 ayat-ayat bayyinat tersebut. 15:02 Nah, apabila ada seorang di antara kita 15:05 yang masih belum 15:08 belum juga dapat 15:11 memahami 15:13 ayat-ayat Allah yang begitu jelas, 15:17 boleh jadi problemnya karena ada 15:21 ayat-ayat yang mirip satu dengan yang 15:23 lain. 15:24 atau bagi orang 15:28 kaum sekelompok masyarakat 15:31 yang mereka 15:34 tidak memahami 15:36 bahasa atau 15:38 dialek-dialek Al-Qur'an yang Allah 15:41 gambarkan dengan lisanun arabi, 15:46 dialek yang begitu jelas, yang begitu 15:48 sempurna 15:50 atau bilisani kaum. lisan kaumnya yang 15:53 mereka ini bukan berasal dari kaum 15:55 tempat Al-Qur'an itu diturunkan. 15:58 Maka Allah beritahukan, 16:00 "Kami pun turunkan ayat-ayat 16:03 mubayyinat." 16:06 Apa itu makna ayat mubayyinat? ayat-ayat 16:09 yang menjadi penjelas 16:12 indikator kebenaran, 16:16 indikator bukti kebenaran ayat lain yang 16:20 boleh jadi kita masih belum jelas dalam 16:22 memahami ayat tersebut. 16:25 Maka kata Allah Subhanahu wa taala di 16:27 Quran surah Annur ayat 34, walaqad 16:29 anzalna ilaikum ayatin mubayyinat. 16:35 Kalau tadi di ayat pertama dari Quran 16:36 surah Annur ini Allah katakan, "Wa 16:38 anzalna fiha ayatin bayyinatin laallakum 16:42 tadakarun." Maka di ayat ini Allah 16:44 tegaskan kembali bukan sanya bukan hanya 16:48 saja ayat-ayat yang bayyinat yang Allah 16:51 turunkan dalam Al-Qur'an, namun Allah 16:53 beritahukan walaqad anzalna ilaikum. Dan 16:56 sungguh pasti nyata sudah anzalna kami 17:00 turunkan ilaikum ke tengah-tengah kalian 17:03 ayatin 17:04 mubayyinatin. 17:06 Ayat-ayat yang menjadi penjelas bagi 17:10 maksud ayat lain yang boleh jadi 17:12 sekalipun bayyinat namun kita belum 17:15 mampu memahami dengan sempurna. Maka 17:18 kami turunkan kembali kata Allah Taala 17:20 ayatin mubayyinat. 17:24 ayat-ayat 17:26 baik yang berupa Quraniah, 17:29 bacaan yang Allah tuangkan dalam 17:32 Al-Qur'an ataupun ayat-ayat kauniah, 17:35 tanda-tanda kebesaran Allah yang Allah 17:37 hamparkan di seluruh alam semesta raya 17:41 ini. Inilah ayat mubayyinat, ayat-ayat, 17:45 tanda-tanda kebesaran Allah yang menjadi 17:48 indikator penjelas atau maksud bagi ayat 17:51 ayat-ayat lainnya. 17:55 Bahkan Allah turunkan dalam Al-Qur'an 17:56 masalan perumpamaan, 18:00 masalan pelajaran. 18:04 Minalladzina khalau dari orang-orang 18:06 yang telah berlalu minqoblikum sebelum 18:10 kalian. 18:12 Wa mauidatan. Dan kami turunkan 18:14 pesan-pesan penting dalam Al-Qur'an ini. 18:17 Selain ayat mubayyinat, selain matalan. 18:20 minalladina k minqlikum. Allah pun 18:23 turunkan dan jadikan Al-Qur'an ini 18:26 sebagai apa? Mauidatan. 18:28 Pesan-pesan berharga. 18:31 Lil muttaqin. Memang tidak semua orang 18:35 dapat menjadikan Al-Qur'an sebagai ayat 18:37 mubayyinat. Tidak semua orang mau 18:40 menjadikan Al-Qur'an mengambil dari 18:42 Al-Qur'an matsalan minalladzina khalau. 18:45 Nah, begitu juga tidak semua tabaqat, 18:50 level-level manusia ini mau menjadikan 18:53 Al-Qur'an sebagai mauidah, pesan-pesan 18:57 penting, nasihat-nasihat baik hanya lil 19:01 muttaqin. Orang-orang yang betul-betul 19:05 mau bertakwa kepada Allah Subhanahu wa 19:07 taala. yang menjadikan Al-Qur'an sebagai 19:11 mauidah, Al-Qur'an sebagai matsalan, 19:14 Al-Qur'an sebagai ayatin mubayyinat. 19:18 Itulah pemberitaan Allah Subhanahu wa 19:20 taala tentang Al-Qur'an. Selain dia 19:23 ayat, ayat-ayatnya adalah bayyinat, 19:26 Al-Qur'an juga merupakan ayatin 19:29 mubayyinat. Dalam Al-Qur'an terdapat 19:32 ayat-ayat yang menjadi penjelas bagi 19:36 atau maksud penjelas bagi ayat-ayat yang 19:39 lainnya. 19:41 Lalu Allah Subhanahu wa taala 19:42 memperkenalkan tentang dirinya 19:45 di ayat 35 dari Quran surah Annur inilah 19:48 dikatakan surah Annur karena di sinilah 19:51 stressing point-nya sebuah surah tentang 19:55 nur cahaya Allah Subhanahu wa taala. Nur 19:59 ini merupakan gambaran cahaya yang 20:03 kemampuan cahayanya ini menerangi 20:06 seluruh alam semesta. Bahkan 20:10 di celah-celah terkecil mampu 20:13 menembusnya. Termasuk yang namanya nur 20:15 ini adalah cahaya yang mampu menembus 20:18 lerung hati yang terdalam dalam diri 20:22 manusia. nur. 20:25 Namun tentunya 20:27 diri kita merupakan wadah. Sebagaimana 20:30 pernah dikisahkan 20:32 al Imam Muhammad bin Idris Assyafi'i 20:36 mengeluh kepada gurunya yang bernama 20:38 Imam Waqi' tentang buruknya hafalan 20:42 beliau, sulitnya beliau menghafal 20:46 atau sulitnya memahami pelajaran yang 20:48 disampaikan oleh gurunya. Beliau 20:49 mengatakan dan mengabadikan kisahnya 20:52 dalam sebuah pesan syair syakautu ila 20:56 wakiin su hifzi 21:00 faarsyadani ila tarkil maasi 21:04 wa akbarani biannal ilma nurun waurullah 21:10 la yuhda ataupun la yut liasi. 21:15 Apa maknanya? 21:17 Kata Assyafi'i dalam ungkapan syairnya 21:19 yang begitu indah ini. Syakautu aku 21:22 mengadu dan mengeluh curhat ila waqiin. 21:26 Kepada guruku yang bernama waqi' 21:30 su hifzi akan buruknya hafalanku, 21:34 buluknya daya tangkapku dalam memahami 21:37 sebuah pelajaran. 21:39 Faarsyadan maka sang guruku waqi' 21:43 mengarahkan diriku ila tarkil maasi. 21:46 Beliau bilang, "Tinggalkan kemaksiatan." 21:51 Wa akhbarani dan kemudian guruku 21:54 memberitahukan padaku 21:56 bahwa biannal ilma nurun. Sungguh 21:59 ilmunya Allah adalah nur, cahaya. 22:02 Cahaya. Tapi ingat, wanullah la yuhda 22:07 liasi. 22:09 Tapi ingat, cahaya Allah itu tidak akan 22:12 diberikan 22:14 kepada orang-orang yang suka berbuat 22:17 maksiat. 22:19 J wadahnya ilmu Allah ini yang berupa 22:21 cahaya ya, itu adalah kalbu kita. 22:25 Nah, karena nur ini ilmu adalah nur, 22:28 maka nur Allah tidak mau bertempat di 22:31 tempat yang kotor, ya, di tempat yang 22:34 banyak hal-hal yang di situ pelanggaran 22:36 kepada Allah Subhanahu wa taala. 22:41 Bahkan disebutkan dalam sebuah catatan 22:43 ulama tentang syair yang al Imam Syafi'i 22:46 tadi ungkapkan. Rupanya penyebab 22:50 penyebab beliau 22:53 susah lambat dalam memahami dan 22:55 menghafal pelajaran rupanya dikarenakan 22:59 beliau pernah melihat dan fokus melihat 23:04 betis atau gelang kaki yang terdapat 23:07 yang digunakan di betis seorang wanita 23:10 yang saat itu sedang mengangkat 23:11 pakaiannya lalu tampak betis dan gelang 23:14 kakinya. 23:16 Nah, itulah penyebab katanya al Imam 23:19 Syafi'i terkena su alhifdzi. Buruknya 23:24 daya tangkap dan buruknya hafalan daya 23:27 hafal beliau. Masyaallah. Lihat tuh Kang 23:29 Abi Agus ya. Cuma ngelihat gelang doang 23:32 di betis 23:33 terganggu hafalannya. 23:36 Sekarang bagaimana kita ini ya melihat 23:39 gadget ya kan bahkan fokus dengan 23:42 gadget. Ada dari kita yang siap 23:46 berjam-jam di hadapan gadgetnya 23:48 melihat bermacam penampilan-penampilan 23:51 dan penampakan yang ada di situ. 23:53 Bagaimana hati kita enggak keras, hati 23:56 kita enggak berat untuk apa? Untuk mau 23:59 menerima cahaya Allah Subhanahu wa 24:01 taala. Baik, 24:04 di ayat ke-35 tadi Allah Subhanahu wa 24:06 taala beritahukan bahwasanya Allahuus 24:09 samawati wal ard. 24:12 Secara arti harfiah di sini dapat kita 24:15 lihat relaks-nya ya. Allahuus samawati 24:19 wal ard. Allah adalah cahaya 24:22 cahaya bagi langit-langit dan bumi. 24:27 Nah, di sini muncul pertanyaan, apakah 24:29 Allah itu makhluk? 24:31 Ya, apakah berarti Allah itu makhluk? 24:34 Nah, maka para ulama di sini 24:37 ranahnya adalah mentakwil. 24:41 Maksud Allahu Nurus samawati adalah 24:44 satu. Allah pemilik cahaya yang 24:48 menerangi langit-langit dan bumi. 24:51 Allahu nurus samawati wal ard. Allah 24:54 adalah zat yang memberikan penerangan 24:57 bagi langit-langit dan bumi. 25:00 Ya Allahu nurus samawati wal ard. Atau 25:03 sebagian ulama mengatakan sudah kita 25:05 pasrahkan maknanya kepada Allah. Secara 25:07 harfiah Allah adalah nur. 25:10 Allah adalah cahaya. 25:13 Allah bukan berarti bentuk berbentuk 25:16 cahaya seperti apa yang kita pahami. 25:18 Karena sudah ada pemahaman Al-Qur'an, 25:20 mubayinat dari Al-Qur'an bahwa laisa 25:22 kamlihi. 25:24 Nah, ketika 25:26 Al-Qur'an secara bayinah menyebutkan 25:29 Allahu nurus samawati wal ard. Allah 25:32 adalah cahaya langit-langit dan bumi. 25:36 Berarti Allah itu berbentuk dong. Allah 25:39 itu benda dong. Nah, tidak. Karena ada 25:42 ayat lain yang menjadi mubayyinat bagi 25:45 ayat ini. Apa itu? Firman Allah 25:48 Subhanahu wa taala, "Laisa kamitlihi 25:50 saiun wahuw samiul bashir." Tidak ada, 25:56 tidak ada satuun dari apapun dari segala 26:01 sesuatu yang dapat menyerupai Allah, 26:05 yang serupa dengan Allah. Dan Allah 26:08 tidak bisa diserupakan dengan apapun dan 26:11 sesuatu apapun yang ada. Kenapa? Karena 26:14 Allah pencipta segala sesuatu. Maka sang 26:16 pencipta tidak bisa disamakan dengan 26:19 sesuatu yang dia ciptakan. Lalu 26:21 bagaimana memahami Allah nurus samawati 26:23 wal ard? Ya Allah nur. Naam. Allah nur. 26:27 Tapi bukan berarti nur yang kita pahami 26:29 ya dengan daya atau pemahaman yang 26:34 terbatas dari apa yang kita yang kita 26:36 ketahui tentang arti nur. 26:39 Nah, kalau saja Allahu nurus samawati 26:41 wal ard maka sifat-sifat Allah laksana 26:44 nur. Af'alnya Allah nur dan kalamnya 26:49 Allah adalah nur. Kalamnya Allah adalah 26:52 nur. 26:54 Artinya Al-Qur'an 26:56 merupakan nur, cahaya penerang bagi 27:00 seluruh langit, langit dan bumi serta 27:03 apapun dan siapapun yang ada di 27:07 langit-langit maupun bumi, di alam 27:10 langit maupun bumi. Allah yang menerangi 27:14 mereka, Allah yang menyinari mereka. 27:18 Allahuus samawati wal ard. Dan Al-Qur'an 27:23 adalah nur. Di ayat lain Quran surah 27:26 Almaidah Allah gambarkan bahwa Al-Qur'an 27:27 merupakan nur. Qad jaakum 27:32 minallahi nurun 27:35 wa kitabum mubin. 27:40 Yahdi 27:42 bihi mantabaa ridwanahu 27:46 subulasalam. 27:49 Waukhrijuhum minadzulumati 27:52 ilanuri biidnih 27:55 waahdihim 27:57 ilaim 27:59 mustaqim 28:01 atau yahdiattil mustaqim. 28:04 Lihat bagaimana Allah Subhanahu wa taala 28:05 beritahukan qod jaakum minallah 28:08 nurun wa kitabun mubin. Sungguh telah 28:12 datang atau sungguh telah mendatangi 28:15 kalian 28:18 minallah 28:20 yang mendatangi itu berasal dari Allah. 28:22 Apa itu? Nur 28:25 cahaya penerang 28:27 yang menyenari. 28:29 Wa kitabun mubin. Bentuk cahayanya 28:33 berupa kitab, kumpulan lembaran dari 28:37 tulisan firman-firman Tuhan mubin yang 28:41 begitu jelas dalam menyingkap mana yang 28:44 benar dan mana yang salah. Abana 28:48 yang menyingkap atau diartikan yang 28:51 menghilangkan kegelapan 28:54 yang begitu jelas dalam memberikan 28:56 penjelasan. Kitabun mubin 29:00 yang dengan itu Allah Subhanahu wa taala 29:02 bimbing orang-orang, 29:04 arahkan setiap orang, 29:06 berikan petunjuk pada orang-orang yang 29:08 ingin mencari keridaan Allah Subhanahu 29:11 wa taala. Dan Allah keluarkan mereka 29:14 dari nilai-nilai kegelapan kepada satu 29:17 cahaya, yaitu cahaya Allah, agama Allah, 29:20 ajaran Allah. 29:22 Kemudian wayahdihim. Dan Allah bimbing 29:26 mereka ya ilaatin mustaqim menuju jalan 29:31 yang begitu lurus hingga sampai ke 29:34 surganya Allah Subhanahu wa taala. 29:37 Itulah nur Al-Qur'an merupakan nur. 29:41 Allahu nurus samawati wal ard. Maka 29:44 kalamullah, firman Allah adalah nurus 29:48 samawati wal ard. 29:50 Lalu Allah Subhanahu wa taala 29:52 beritahukan perumpamaan dari cahaya 29:54 Allah ini. Matalu nurihi kamishkatin 29:58 fiha misbah. 30:00 Al misbahu fi zujajah. 30:03 Azzujajatu kaha kaukabun duryun durriyun 30:08 yuqadu min syajaratin mubarakah 30:11 zaitunatin la syarqiatin wala gharbiyah. 30:17 Gambaran perumpamaan matsalu nurihi, 30:22 perumpamaan cahaya Allah 30:26 itu digambarkan oleh Al-Qur'an, oleh 30:28 Allah langsung kamishkatin 30:31 fiha misbah. [menghela napas] 30:33 Seperti sebuah lubang 30:36 yang tidak tembus. Yang tidak tembus. 30:39 Kalau dalam kalau miska ini biasanya 30:41 kalau orang-orang di Timur Tengah 30:42 membangun rumah di temboknya sebagai 30:45 tembok ini dibuat lubang atau kalau di 30:48 tempat-tempat asli seperti gua ya ada 30:51 celah-celah di bebatuan berlubang besar 30:55 yang mana di dalamnya terdapat misbah 30:58 pelita. 31:00 Coba Renumkan kalau ada sebuah lubang di 31:02 di dinding atau di di sebuah gunung di 31:05 situ terdapat 31:07 celah. 31:08 Apa namanya? Celah yang di dalamnya itu 31:10 ada lentera atau pelita lampu. 31:13 Kira-kira gimana gambaran lampunya? 31:15 Menterang kan? 31:16 Heeh. 31:17 Menyorot mencoroti ke arah yang lebih 31:18 jauh. 31:19 Heeh. 31:19 Ya kan? 31:21 Kaha kaukabun duriu almisbahu fi 31:24 zujajah. Sedangkan pelita tadi berada di 31:29 dalam sebuah tabung kaca. Tambah lagi 31:31 terangnya 31:33 pantulan dari apa? Dari kaca. 31:36 Azzujajatu. Sedangkan lampu atau tabung 31:39 kaca ini digambarkan oleh Allah kaha 31:43 kaukabun durriyun. 31:45 Bentuknya pancaran dari cahaya lampu di 31:49 kaca ini seperti kaukabun, 31:52 bintang-bintang 31:54 yang berkilauan. 31:56 Yuqadu yang dinyalahkan. Ini pelita min 32:01 syajaratin ya dengan apa namanya minyak 32:06 dari sebuah pohon mubarakatin yang penuh 32:09 dengan keberkahan 32:11 yaitu apa? Zaitunah. Pohon zaitun. Jadi 32:15 dalam kaca ini terdapat minyak. 32:18 Minyaknya berasal dari pohon apa? 32:20 Zaitun. 32:21 Zaitun. Coba dalam wadah wadah kaca. 32:24 Heeh. 32:24 Ada minyaknya. Jernih itu minyaknya ya 32:28 kan? Kemudian ada pelitanya yang berasal 32:30 dari minyak tersebut. Sebuah minyak dari 32:33 pohon yang diber diberkahi. 32:36 La syarqiatin wala garbiyah. Yang mana 32:40 pohon zaitun yang terbaik itu sebuah 32:42 pohon yang tidak tumbuh di belahan timur 32:46 jauh atau barat berlawanan yang jauh. 32:49 Tapi apa? Di tengah-tengah antara timur 32:51 dan barat itu menghasilkan minyak zaitun 32:54 yang terbaik yang saat ini di antaranya 32:56 adalah terbaik apa? Minyak zaitun yang 32:58 berasal dari tanah Palestin. 33:01 Yakadu zaitu yudi. Hampir-hampir minyak 33:05 dari minyak pohon zaitun ini mampu 33:08 menerangi, 33:10 menyinari 33:11 ya. Walau lam tamsasu nar. Cukup ada 33:15 sedikit cahaya pantulan ya sudah mampu 33:18 menerangi sekalipun minyaknya tidak 33:21 terkena api ya. Nurun ala nur. Cahaya di 33:25 atas cahaya. 33:27 Yahdi linurihi man yasya. Allah 33:30 berkehendak untuk memberikan bimbingan 33:34 seseorang kepada cahaya tersebut. Tapi 33:37 tentunya tidak semua orang. Hanya 33:38 orang-orang yang Allah kehendaki. 33:43 Dan Allah Subhanahu wa taala menjadikan 33:46 membuat perumpamaan ini ya dan banyak 33:49 perumpamaan lain untuk para manusia. 33:53 Wallahu bikulli alim. Dan Allah 33:56 Subhanahu wa taala maha mengetahui 33:58 terhadap segala sesuatu. Gambaran dari 34:02 nur cahaya Allah, nur cahaya firman 34:06 Allah, nur cahaya Al-Qur'an. 34:10 Setelah ini kita sambung setelah jedah 34:13 insyaallahu taala. 34:14 Masyaallah, Ustaz. Terima kasih 34:15 jazakallah atas tausiahnya di siang hari 34:19 ini, Ikhwan dan akhwat. Demikian tadi 34:21 taus yang disampaikan oleh guru kita 34:24 Ustaz Fawas Abi Zawiyah tentang 34:27 ayat-ayat mubayyinah dalam Al-Qur'an 34:31 yang secara harfiah ayat-ayat mubayyinah 34:33 berarti ayat-ayat yang jelas dan memberi 34:36 penjelasan terang. Nah, seperti apa 34:39 ayat-ayat mubayyinah? Nanti Anda bisa 34:41 bertanya kepada ustaz di sesi yang 34:43 kedua. Silakan kirimkan pertanyaan Anda 34:45 di 0811999720. 34:51 Kami akan segera kembali setelah jeda 34:53 berikut ini. [musik] 34:59 [musik] 35:06 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 35:08 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 35:10 Subhanahu wa taala. Terima kasih Anda 35:12 masih bersama kami dalam program tausiah 35:16 siang bersama Ustaz Fawas Abi Zawiyah 35:20 tentang ayat-ayat mutasyabihat 35:23 mubayyinat mohon maaf ya dari Ibu Rina 35:26 Pak Ustaz di Depok. Asalamualaikum 35:28 warahmatullahi wabarakatuh. 35:30 Waalaikumsalam warahmatullahi 35:32 wabarakatuh. 35:33 Saya sering mendengar Al-Qur'an disebut 35:35 sebagai ayat-ayat mubayyinah. 35:38 katanya artinya ayat-ayat yang jelas dan 35:41 jadi petunjuk hidup. Nah, yang menjadi 35:45 ee pertanyaan dan saya berpikir kalau 35:48 Al-Qur'an sudah sejelas itu, kenapa 35:50 masih banyak orang termasuk saya sendiri 35:53 kadang bingung dalam menjalani hidup? 35:55 Apa karena kurang paham isinya atau ada 35:58 cara khusus supaya kita benar-benar bisa 36:01 mengambil petunjuk dari Al-Qur'an dalam 36:04 kehidupan sehari-hari? Terima kasih, 36:06 Ustaz. Masyaallah tabarakallah. 36:09 Barakallah fiha. Untuk Ibu Rina yang ada 36:12 di Depok, bismillah. Rabbana zidna ilman 36:15 hablana hukman alimna minadunka ilman 36:18 tawafana musliman wa alhiqna bisihin. 36:25 Al-Qur'an merupakan ayat bayyinah atau 36:29 bayyinat dan juga ayat yang mbayyinat. 36:32 Al-Qur'an merupakan bukti keterangan 36:35 yang begitu jelas. 36:37 penjelasan yang sangat terang dan juga 36:40 saling menjelaskan satu dengan yang 36:42 lainnya. 36:44 Bila ada orang bertanya, "Lalu bagaimana 36:47 [mendengus] kami kok hidup masih bingung 36:49 ya?" Al-Qur'an itu adalah alhadi 36:52 yang membimbing hidup kita. Annur yang 36:54 memberikan cahaya penerang bagi 36:55 kehidupan kita. Lalu kenapa masih banyak 36:58 di antara kita yang masih bingung 37:02 dengan pertanyaan Ibu tadi? Sejatinya 37:04 itu menjawab pertanyaan itu sendiri. 37:06 Heeh. Ya, apa jawabannya? Kenapa orang 37:09 masih baik yang bingung dalam menjalani 37:12 kehidupan padahal Al-Qur'an merupakan 37:14 petunjuk bagi kehidupan kita? Jawabannya 37:16 satu. 37:19 Sudahkah kita 37:21 menjadikan Al-Qur'an sebenar-benar 37:24 petunjuk hidup kita? 37:26 Nah, bagaimana caranya? Pertama, kita 37:29 wajib mempelajari cara membaca 37:31 Al-Qur'an. 37:33 Dan setelah Al-Qur'an kita bisa baca, 37:36 maka ada arahan yang kedua dari Tuhan, 37:39 bacalah Al-Qur'an. 37:42 Baca, namun bukan hanya sekedar baca. 37:46 Karena Al-Qur'an bukan hanya sekedar 37:47 bacaan. Namun pahami 37:52 bimbingannya, pahami panduannya. 37:56 Setelah kita mengenal ee setelah kita 37:59 membaca, mengenal, memahami, mengerti 38:04 apa yang jadi keinginan Al-Qur'an, 38:08 maka ikuti arahan Al-Qur'an. Jangan 38:11 sekali-kali kita melenceng jauh dari 38:14 Al-Qur'an. 38:16 Nah, maka dengan kita membaca, 38:20 mempelajari bacaannya, mempelajari 38:22 isinya, memahami kandungannya atau 38:26 mengerti apa yang diinginkan 38:29 dan dituju oleh Al-Qur'an kemudian kita 38:32 mengikuti panduannya, maka dijamin hidup 38:35 kita akan bercahaya mendapatkan cahaya 38:39 penerangan dari Al-Qur'an. Hidup kita 38:42 akan terbimbing, jalan akan diarahkan 38:46 dengan lurus dengan bimbingan ayat-ayat 38:49 Al-Qur'an. Jadi masalahnya di mana? 38:53 Masalahnya masih banyak di antara kita, 38:56 saya dan yang lain pendengar, boleh jadi 38:59 hubungan dengan Al-Qur'an belum 39:01 betul-betul terjalin dengan mesra. 39:04 Hanya baca Al-Qur'an saat ada waktu 39:07 saja. Bukan menyiapkan waktu untuk 39:09 Al-Qur'an, tapi membaca Al-Qur'an di 39:11 sisa waktu yang masih ada. 39:14 Kemudian tidak mentadaburkan Al-Qur'an 39:17 dengan mempelajari, menghayati, memahami 39:21 dengan betul apa isi kandungan dan 39:23 keinginan Al-Qur'an itu yang menjadi 39:26 penyebab. Nah, kemudian tidak mengikuti 39:29 panduan-panduan Al-Qur'an dalam kita 39:33 hidup dan berkehidupan. Nah, maka itulah 39:35 Ibu Rina. Semoga dapat jawaban ini 39:38 mendapat menjadi apa? Dapat menjadi 39:40 penerang ya atau jawaban ini bisa 39:43 membuat lega hati Ibu Rina dan 39:45 orang-orang yang memiliki persepsi yang 39:48 sama. Kenapa kita hidup masih belum lagi 39:52 terarah? Padahal Al-Qur'an 39:54 memberitahukan bahwa Al-Qur'an adalah 39:56 pembimbing bagi kehidupan. Jawabannya 39:59 adalah karena kurang interaksinya kita 40:02 dan kurang kita berjalan dengan betul di 40:06 bawah atau di belakang panduan 40:08 Al-Qur'an. Wallahu taala alam bisawab. 40:11 Baik, Ustaz. Kemudian ada dari Ibu Nur 40:15 di Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 40:17 wabarakatuh, Pak Ustaz. 40:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:20 wabarakatuh. 40:21 Kalau kita membaca Al-Qur'an tapi belum 40:23 sempat berwudu, ini hukumnya bagaimana, 40:25 Pak Ustaz? Apa tetap boleh membaca atau 40:27 sebaiknya berwudu dulu? 40:29 Naam. 40:30 Karena Al-Qur'an adalah suhufan 40:32 mutaharah. 40:34 Heeh. 40:35 Suhufan mukarramah marfuatin mutaharah. 40:39 Maka 40:41 diri kita bukan hanya mesti berwudu 40:45 sebelum baca Al-Qur'an, tapi wudukan 40:47 juga hati kita. Kosongkan kita punya apa 40:51 namanya? ee pemikiran-pemikiran sebelum 40:55 kita membaca Al-Qur'an. Berikan jiwa 40:57 kita, raga kita untuk Al-Qur'an. Nah, 41:00 jika belum sempat wudu, berwudu lebih 41:02 dahulu. Tentunya keutamaan membaca 41:05 Al-Qur'an dalam keadaan suci. Kenapa? 41:09 Karena Al-Qur'an adalah kalam-kalam suci 41:12 dari Allah Subhanahu wa taala. 41:14 Wallahuam. 41:16 Baik. Wallahuam bissawab. 41:19 Kemudian 41:21 ee sebentar Ustaz 41:24 masih ada pertanyaan? 41:26 Masih ada posat ini 41:28 masyaallah 41:29 pertanyaan dari Bapak 41:33 Ahmad di Bekasi. Asalamualaikum Ustaz. 41:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:37 wabarakatuh. 41:38 Saya sering mendengarkan kata tadabur 41:40 Al-Qur'an. Sebenarnya tadabur itu 41:42 maksudnya apa ya? Apakah cukup hanya 41:44 membaca dan memahami terjemahnya saja 41:47 atau ada cara khusus supaya tadabur kita 41:50 benar-benar menyentuh hati dan 41:51 menguatkan iman? 41:53 Masyaallah. Barakallah fikum. Arti 41:55 tadabur ya secara bahasa adalah bahagian 42:00 dalam atau bagian belakang. Nah, tadabur 42:04 ini minimal kesimpulannya dapat 42:06 diartikan dua perkara. Yang pertama 42:09 memahami makna yang zahir dari setiap 42:13 kata ayat Al-Qur'an. Maka terjemah 42:17 Al-Qur'an adalah media yang sangat 42:19 membantu untuk dapat kita memahami 42:23 maksud yang tertulis secara zahir dari 42:27 Al-Qur'an. Sekalipun terjemah Al-Qur'an 42:30 itu bukan Al-Qur'an. Terjemah Al-Qur'an 42:32 tidak mampu menggambarkan isi daripada 42:35 Al-Qur'an karena perbedaan bahasa. Kita 42:38 paham kan bahwasanya kosakata bahasa 42:40 yang digunakan dalam Al-Qur'an itu 42:43 bahasa Arab ya itu kosakata yang 42:45 terbanyak di dunia ini. Jadi kosakata 42:48 bahasa tuh Kang Agus bahasa Arab ini 42:51 paling banyak 42:53 bahasa Arab itu terdapat dalam bahasa 42:55 Arab terdapat 12 juta kosakata. 42:59 Sedangkan Inggris saja hanya 600.000. 43:01 ini 12 juta kosakata. Nah, namun adanya 43:06 Al-Qur'an terjemah, terlebih Quran 43:08 terjemah perkata adalah media 43:11 yang sangat menunjang. 43:13 Heeh. 43:14 Untuk kita mampu memahami makna zahir, 43:17 makna yang tersurat ya secara zahir 43:22 dalam Al-Qur'an. Nah, lalu tadabur yang 43:25 kedua adalah menggali, memahami, 43:29 menggali, mengeksplore maksud dari makna 43:32 yang tersirat. Jadi, ada yang tersurat, 43:35 ada yang tersirat. Yang tersurat adalah 43:37 yang makna yang zahir secara terletak 43:39 dalam setiap kata dari ayat Al-Qur'an. 43:41 Nah, makna yang batin mesti digali, 43:44 exppplore ya. Dan memang dalam Al-Qur'an 43:46 terdapat isyarat bahwa yang mampu 43:48 menggali makna-makna ini adalah ulul 43:51 albab, orang yang cerdik pandai alias 43:54 orang-orang yang mesti memiliki 43:56 alat-alat tambahan untuk dapat memahami 44:00 makna yang tersirat di balik makna yang 44:03 tersurat. Namun kewajiban kita gugur 44:06 dengan kita mau membaca dan mempelajari 44:09 maksud makna yang tersurat melalui media 44:13 terjemah Al-Qur'an. Terlebih lagi 44:15 Al-Qur'an berkata. Oleh karenanya 44:17 bagusnya bagaimana buat kita mentadabung 44:20 Al-Qur'an. Ada orang punya program od 44:23 one day one jus itu bagus. 44:25 One day one jus atau odod. 44:27 Odot. Nah, namun lebih bagus lagi jangan 44:30 hanya target juz yang kita yang kita 44:32 kejar, tapi one day ya, one paper 44:36 misalnya satu hari satu halaman kita 44:39 merenungkan berhenti di setiap ayat-ayat 44:42 Al-Qur'an lalu memahami makna yang 44:44 tersurat darinya. Demikian wallahu taala 44:47 alam babawab. 44:48 Baik, Ustaz. Kemudian dari Bapak Hasan 44:51 di Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 44:54 wabarakatuh. 44:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:56 wabarakatuh. 44:58 Ustaz, saya ingin bertanya. Di usia 45:01 berapa sebaiknya anak-anak mulai 45:03 menghafal Al-Qur'an? Soalnya saya ingin 45:06 anak saya bisa mencintai dan terbiasa 45:08 dengan Al-Qur'an sejak kecil, tapi juga 45:11 tidak mau terlalu memaksakan kalau belum 45:14 saatnya. 45:15 Masyaallah. Barakallah fikum. 45:18 [berdehem] 45:19 Ee kalau kita lihat ya di beberapa 45:22 negeri, negeri apa namanya di belahan 45:25 dunia ini 45:25 Heeh. 45:26 Banyak cara metode menghafal dan di usia 45:29 berapa? Kalau jawabannya mulai usia 45:31 berapa? Mulai 45:34 usia anak kita hitungan minggu atau 45:38 bulan dalam kandungan ibunya. 45:41 Mulai perdengarkan ayat-ayat Quran. 45:44 Sekalipun menghafal 45:46 bukan kewajiban, 45:48 namun menghafal Quran adalah media yang 45:51 terbaik untuk kita mampu selalu 45:54 berinteraksi dengan Al-Qur'an kemudian 45:57 mempelajari makna atau isi kandungan 46:00 Al-Qur'an. 46:02 Usia berapa yang paling baik? Mulai usia 46:04 anak kita masih dalam kandungan ibunya. 46:07 Perdengarkan Al-Qur'an. Perdengarkan 46:10 Al-Qur'an. Perdengarkan Al-Qur'an. 46:13 Kemudian 46:15 ee kalau kita lihat ini kenyataannya 46:16 banyak di antaranya saya punya guru 46:18 Syekh Muhammad Amin Asyinqiti. Beliau 46:21 berasal dari Syingqit ya, seorang sayid, 46:24 seorang habib ya. Di sana di kampung 46:27 beliau, beliau cerita kampung beliau 46:29 adalah kampung Qariah Alawiyah. 46:31 He. 46:31 Sebuah kampung yang ditempati oleh para 46:34 zuriah Ahlul Bait Rasulillah. Allahum 46:37 di sana sangat tabu kalau ada anak 46:40 turunan seorang sayid 46:42 turunan habib umur 7 tahun belum hafal 46:46 Quran 30 juzuk. 46:48 Hmm. 46:49 Aib tabu di sana. 46:52 Bahkan bila ada sampai usia 10 tahun 46:54 belum juga menghafal Al-Qur'an 46:56 disarankan ya oleh para tetua masyarakat 47:00 sana ya sibukkanlah dengan yang lain 47:04 kalau memang sudah enggak punya 47:05 keinginan atau semangat untuk menghafal 47:07 Al-Qur'an 47:08 itu usia 7 7 tahun. 47:11 Tapi kalau memang negeri kita ini bukan 47:13 hal yang menjadi kebiasaan, bagaimana 47:15 cara menghafalnya supaya punya anak-anak 47:17 yang hafal Quran? Ya tadi mulai ada 47:19 dalam kandungan perdengarkan Al 47:21 Al Al-Qur'an. Setelah lahir ke alam 47:23 dunia di rumah jangan pernah sepi dari 47:25 suara 47:26 Al-Qur'an. Lalu mulai bisa bicara, 47:28 ajarkan juga suara-suara dan bacaan 47:31 Al-Qur'an. Mulai mengenal huruf membaca 47:33 ya. Mulai perkenalkan bacaan Al-Qur'an 47:37 ya. baik dengan metode menghafal ataupun 47:40 dengan sering memperdengarkan sehingga 47:42 dengan sendirinya dia bisa menghafal. 47:45 Itu saja. Mudah-mudahan walaupun 47:47 Al-Qur'an bukan menghafal Quran bukan 47:49 sebuah tujuan, namun mudah-mudahan 47:51 sebagai perantara media penghantar untuk 47:54 tumbuh seorang anak cinta kepada 47:57 Al-Qur'an. Barakallahu fikum Bapak 47:59 Hasan. Mudah-mudahan Allah anugerahkan 48:01 saya, Pak Hasan dan seluruh pendengar 48:04 silaturahim Allah anugerahkan memiliki 48:06 anak keturunan yang hidup berjalan di 48:09 bawah pandu Al-Qur'an terlebih lagi 48:11 dapat menghafal Al-Qur'an anzahri qalbin 48:14 ya. Menghafal Al-Qur'an di luar apa 48:16 namanya bacaan yang bisa dibaca. Amin ya 48:18 rabbal alamin. 48:20 Amin ya rabbal alamin. Ada Ibu Tina di 48:23 Depok. Asalamualaikum warahmatullahi 48:25 wabarakatuh, Pak Ustaz. 48:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:27 wabarakatuh, Ibu. 48:28 Izin bertanya, Pak Ustaz. Apakah di 48:29 zaman sekarang ini masih relevan 48:32 menyekolahkan anak-anak ke pesantren? 48:35 Soalnya banyak juga orang tua yang lebih 48:37 memilih sekolah umum. Sementara saya 48:40 berharap anak-anak bisa punya dasar 48:42 agama yang kuat, tapi juga bisa bersaing 48:45 di dunia luar. 48:47 Masyaallah. Barakallahu fikum. 48:49 Pertanyaannya, apa sih urgensinya 48:51 pesantren? 48:52 Heeh. 48:52 Itu ya. Kalau pertanyaan tadi kan apakah 48:55 masih relevan? Tentu jawabannya pastilah 48:58 relevan ya kan menyok anak-anaknya. Nah, 49:02 lalu apa itu pesantren? Nah, ini supaya 49:04 tadi kan ada pertanyaan berikutnya 49:06 karena saya ingin anak-anak juga 49:07 memiliki pondasi agama yang kuat ya. 49:09 Kemudian dapat menguasai keilmuan umum 49:13 ya. Dan tentunya para pendengar harus 49:16 paham ya. Sebetulnya salah besar sebuah 49:20 pemahaman tentang dikotomi. Pemisah 49:22 antara ilmu dunia dan ilmu akhirat. ilmu 49:26 agama dengan ilmu umum. Salah itu. Semua 49:29 ilmu pengetahuan yang ada di tengah 49:31 kehidupan kita ini semua berasal dari 49:33 ilmunya Allah. Berasar bersumber dari 49:36 Al-Qur'an. 49:38 Nah, cuma ada istilah ilmu umum ilmu 49:39 agama ini sebetulnya 49:42 sebuah pemisah apa namanya? Sebuah 49:45 doktrin yang memisahkan seakan-akan ada 49:48 batasan antara hidup kehidupan dunia dan 49:50 hidup dan dengan agama. Padahal 49:54 kita hidup di dunia, panduan kita adalah 49:56 agama yang mampu mengarahkan kita di 49:58 kehidupan dun dunia hingga hidup 50:00 selamat, bahagia dunia dan akhirat. Nam. 50:03 Nah, lalu apa urjansinya pesantren? 50:05 pesantren ini sebuah lembaga ya 50:08 sebetulnya dibina dibina diadakan 50:13 untuk membantu orang tua yang tidak 50:16 punya kesempatan atau kemampuan mendidik 50:21 anak-anaknya, mengajarkan anak-anaknya 50:23 ilmunya Allah Subhanahu wa taala. Itu 50:26 asalnya. 50:27 Jadi kalau ditanya masih relevan enggak 50:28 pesantren? Pasti relevan. 50:30 Khususnya bagi siapa? Bagi orang tua 50:32 yang tidak punya kemampu kemampuan dan 50:34 kesempatan. mendidik anaknya 50:36 memperkenalkan ajaran agama Al. 50:40 Tapi bila seorang tua sudah punya 50:42 kemampuan 50:43 he 50:44 dan punya semangat mendidik anaknya di 50:46 rumah tanpa harus memasukkan 50:49 anak-anaknya ke pesantren, 50:51 menitipkan kepada para guru. 50:53 Heeh. 50:53 Ya silakan 50:55 cukup di rumah aja. 50:56 Hm. Enggak masalah ya. 50:58 Enggak masalah. Jadikan rumah Anda 50:59 seperti pesan 51:00 pesantren 51:01 pesantren. 51:02 Jadikan. Iya. Artinya kan ada tuntutan 51:04 buat orang tua, 51:05 ada tuntutan untuk orang tua mendidik 51:07 anak-anaknya. Karena anak-anak adalah 51:10 amanah titipan Al 51:11 Allah. Nah, karena banyak orang-orang 51:14 tua yang tidak punya kesempatan 51:17 atau kemampuan mendidik anak-anaknya, 51:19 memperkenalkan kewajiban yang Allah 51:21 wajibkan kepada setiap manusi manusia. 51:23 Jangankan buat anaknya. 51:25 Heeh. 51:25 Buat dirinya aja dia enggak punya. 51:27 Iya. 51:27 Karena semua kawan dalam bahasa Arab 51:28 nih, Kang Abi Agus. 51:30 Siap. faqiduaiin lah. 51:33 Orang yang enggak punya air enggak bakal 51:35 bisa kasih minum orang lain. 51:36 Iya. 51:37 Buat dirinya enggak ada. Nah, ini banyak 51:39 terjadi realita realita di tengah 51:41 masyarakat ini banyak orang tua yang 51:43 tidak punya kemampuan 51:45 mendidik anak-anaknya tentang apa-apa 51:48 yang Allah wajibkan untuk diketahui oleh 51:50 setiap hamba. Ma yajibu ya alal alal 51:54 abdi limaulah. Oleh karena itu mereka 51:57 menitipkan atau mencari guru ya. untuk 52:00 mampu membina anak-anak mereka gitu. 52:04 Nah, itulah relevansi yang perlu kita 52:05 pahami. Tapi kalau kita, Anda, saya ya 52:09 punya kemampuan mendidik anak-anak dan 52:11 menjadikan rumah laksana pesan 52:13 pesantren, ya, maka tidak ada urgensi 52:17 anak untuk berangkat ke pesantren 52:19 kecuali hanya untuk mencari pengalaman 52:21 agar hidup lebih mandi mandiri. Kenapa? 52:25 belajar bersosial, masak sendiri, ya 52:28 bangun tidur 52:29 urus pakaian sendiri, ee urus pakaian 52:33 cucian sendiri dan lain sebagainya. Itu 52:36 gambaran relevansinya begitu ya. Wallahu 52:38 taala alam. 52:39 Peran pesantren itu sendiri seperti apa 52:42 dan bagaimana, Ustaz, dari zaman 52:43 kemerdekaan hingga saat ini? 52:45 Oh, masyaallah. Perang pesantren itu 52:47 membangun jiwa setiap 52:50 anak manusia. He 52:52 ini nih membangun juga ini kan enggak 52:53 semua orang mampu nih. He 52:54 iya kan enggak semua orang mam mampu 52:57 gitu. 52:58 Itu perannya dari mulai zaman dulu 53:01 sampai sekarang masyaallah kemerdekaan. 53:03 Makanya awas jangan sampai ada orang 53:05 yang mendeskriikan pesantren. 53:07 H 53:08 sekalipun ada oknum-oknum di tengah 53:11 hidupan pesan pesantren. Ada bermacam 53:13 kejadian buruk yang tidak baik di dunia 53:15 pesantren. Tapi itu bukan standar. I 53:19 karena di mana-man tempat pun hal itu 53:21 terjadi, baik di dunia pesantren atau di 53:23 luar 53:24 pesantren, di dunia boarding maupun di 53:26 luar boarding gitu ya. Cuma jangan kita 53:30 jenderal kan semua. 53:32 Iya 53:32 gitu. Apalagi lagi ramai nih kita ya di 53:37 dibakar lagi nih. 53:38 Heeh. 53:38 Ya. He. 53:39 Hati kita bikin kesal lagi nih 53:41 dengan sebuah tayangan di sebuah TV 53:42 swasta. 53:43 Heeh. He 53:44 yang mendiskripkan pengasuh pesan 53:46 pesantren. 53:47 Kalau itu ee apa namanya? 53:51 pihak penanggung jawab ee TV tersebut ya 53:56 channel TV swasta tersebut tidak mau 53:57 datang ke pesantren yang di situ mereka 54:00 apa namanya gambarkan dengan hal-hal 54:02 yang yang tidak baik. 54:03 Iya. 54:04 Nah, kita boikot aja dah. 54:05 Heeh. 54:06 Ya kan? Jangan tonton lagi tuh. Ya 54:07 enggak. 54:08 Oh, katanya sudah kirim surat. Oh, kok 54:09 kirim surat? 54:10 Ya kan? He. 54:11 Sekarang yang yang perlu kita pahami 54:13 orang kadang-kadang nih dengan mudahnya 54:15 minta maaf. 54:16 Heeh. 54:16 tanpa berpikir efek apa yang sudah dia 54:18 lakukan dahulu. 54:19 Iya. 54:20 I kan. 54:20 Ee contoh-contoh gini. Ada ada ada 54:22 sebuah kisah nih. Seorang yang datang ke 54:24 hadapan seorang guru, 54:25 seorang syekh ya. Dia ingin minta maaf. 54:28 Heeh. 54:29 Karena sudah menyebarkan fitnah. 54:32 Heeh. 54:32 Berita yang palsu ya. Mengat namakan si 54:36 guru tadi. 54:37 Kata si guru, "Oke, saya maafkan. bisa. 54:41 Tapi coba Anda pikirkan nih saya kasih 54:43 gambaran nih. Tahu enggak ee kemoceng? 54:47 Kemoceng ya. Iya. 54:48 Ya. Yang dari bulu ayam tuh ketika Anda 54:50 sebarkan fitnah, 54:52 laksana Anda menyebarkan mencopot 54:55 kemoceng. 54:55 Iya. Bulu bulunya 54:56 dan disebarkan apa terbawa angin. 54:58 Iya. 54:59 Sekarang ketika Anda minta maaf saya 55:00 maafkan. Tapi berita yang sudah tersebar 55:02 bagaimana? 55:03 Bagaimana? 55:04 Iya. Bisa enggak kembali lagi ke kemuda 55:06 tebar-tebar itu bulu ayam yang 55:08 tererbangan 55:08 dari kemoceng bisa enggak balik lagi? 55:10 Iya. 55:11 Nah, itu karena orang dengan mudahnya 55:12 kirim surat katanya sudah kirim surat 55:14 sekarang sekarang di di pihak pihak kami 55:16 sudah membuatkan ee kompresi press minta 55:18 maaf bagaimana 55:20 fitnah yang sudah disebarkan bagaimana 55:22 tuh caranya? 55:23 Iya kan jadi jejak digital ya. 55:25 Jejak digital sekarang bagaimana 55:27 menghapusnya? 55:28 Ya enggak bisa, Ustaz. 55:28 Ah, itu dia. Ah, ya. Baik. Itulah 55:31 gambaran dari pesantren, sebuah lembaga 55:33 yang dibangun, dibina ya ee untuk 55:37 menjadi wadah, membantu orang-orang tua 55:41 yang tidak mempunya kemampuan kesempatan 55:44 membangun ruh, membina akhlak ya dan 55:47 membuat seorang anak memiliki jiwa yang 55:50 mandiri. Wallahu taala alam biswab. 55:53 Baik, Ustaz. Itu menjadi penjelasan 55:56 terakhir, Ustaz, ya. Kita dibatasi oleh 55:58 waktu. 55:58 Siap. Siap. Siap. Dan kita akan tutup 56:01 dengan eh closing statement. 56:04 Baik, 56:04 kesimpulan. 56:05 Baik. Mudah-mudahan kesimpulannya adalah 56:08 jadikan Al-Qur'an sebagai bainah. Dan 56:11 beruntunglah kita selain Al-Qur'an 56:13 adalah bainah, Al-Qur'an juga mubayinah 56:16 dari apa-apa yang bainah dalam 56:18 Al-Qur'an. Wallahu taala alam bisawab. 56:20 Baik, terima kasih Ustaz. Terima kasih 56:23 untuk Ibu Rahmawati. Lalu ada Bapak 56:26 Mukmin. Mohon maaf pertanyaannya belum 56:29 sempat kami sampaikan kepada ustaz 56:31 karena kita dibatasi oleh waktu karena 56:33 memang azan asar sebentar lagi akan 56:35 segera berkumandang untuk wilayah 56:37 Jaboritab. 56:38 Akhirul kalam kami yang bertugas di 56:40 siang hari ini mohon undur diri dari 56:42 ruang dengar Anda. Terima kasih atas 56:44 segala perhatian dan juga pertanyaan 56:47 dari ikhwan dan akhwat. Semoga 56:48 pertanyaan-pertanyaan yang belum dijawab 56:51 sudah terwakili oleh 56:52 pertanyaan-pertanyaan yang tadi sudah 56:54 dijawab oleh Ustaz. Kami ee sekali lagi 56:56 kami mohon undur diri. Ilalq wabillahi 56:59 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 57:01 warahmatullahi wabarakatuh. 57:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:04 wabarakatuh. Jazakumullah khair. 57:07 Beruntunglah [musik] bila hati mengenal 57:10 Allah. Beruntunglah bila [musik] diri 57:14 merindu Allah.