Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:33 Brazil TV 0:56 warahmatullahi wabarakatuh. 0:58 Alhamdulillah wasalatu wassalamu ala 1:01 rasulillah wa ala alihi wasohbihi wa 1:05 mawalah. Allahumma sholli ala sayyidina 1:08 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 1:13 Masih dipancarkan dari jalan Masjid 1:15 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 1:18 Bekasi. Inilah radio silaturahim untuk 1:22 Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 1:26 dirahmati Allah di mana pun Anda berada. 1:29 Bagaimana kabar Anda di pagi hari ini di 1:32 Jumah Mubarok tanggal 18 Muharram 1448 1:39 Hijriah bertepatan tanggal 3 Juli 2026. 1:45 Alhamdulillah kembali lagi bersama kita 1:49 di acara Hikmah Pagi Kajian Keluarga 1:53 Islami bersama guru kita Ustaz Agus 1:56 Sudarmaji. Kita sapa dulu beliau telah 2:00 berada di studio Rasil. Asalamualaikum 2:02 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 2:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:04 wabarakatuh. Bang Algi. 2:05 Gimana kabarnya, Ustaz? 2:06 Kabar baik 2:09 sehat juga ya. 2:09 Alhamdulillah Ustaz. 2:10 Alhamdulillah. 2:11 Alhamdulillah. Ikhwan akhwat. Begitupun 2:15 bagi Anda yang sedang berada di rumah 2:18 maupun di perjalanan, mudah-mudahan 2:21 selalu diberikan kesehatan dan dalam 2:23 lindungan Allah subhanahu wa taala. Amin 2:25 ya rabbal alamin. Ikhwan dan akhwat, 2:29 pagi hari ini tema kita adalah nafkah 2:33 yang baik adalah pelajaran yang baik. 2:36 Begitu ya, Ustaz ya. 2:37 Betul. 2:37 Nafkah yang baik adalah pelajaran yang 2:40 baik. Karena begitu penting sekali, 2:42 Ikhwan dan Akhwat. 2:44 Bagaimana nafkah ini selain bisa untuk 2:49 menghidupi keluarga kita ini sangat 2:52 penting bagi kita semua di dalam 2:56 keluarga. Tafadol ustaz. 2:59 Bismillahirrahmanirrahim. 3:01 Asalamualaikum warahmatullahi 3:04 wabarakatuh. 3:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:06 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin 3:10 alladzi hadana lihadza w kunna linahtadi 3:14 laula an hadanallah ashadu alla 3:17 ilahaillallahu wahdahu la syarikalah 3:21 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 3:25 rasuluhu la nabiya ba'dah allahumma 3:28 sholli wasallim wabarik ala nabina 3:30 muhammadin waa alihi wa ashabihi waman 3:35 tabiahum 3:36 yaumilqi 3:39 Masyaallahu 3:41 w lam yasya lam yakun la haula wala 3:44 quwwata illa billahil aliyil adzim. Amma 3:48 ba'du. Ikhwan dan akhwat rahimakumullah. 3:52 Syukur kepada Allah pada kesempatan pagi 3:55 hari ini kita berada di Jumat yang 3:58 ketiga ya di bulan Muharram ini. 4:01 Tepatnya hari ini adalah tanggal 18 4:03 Muharram. 4:05 Kita bersyukur kepada Allah atas semua 4:08 limpahan nikmat dan karunia-Nya 4:11 sehingga kita dapat melaksanakan 4:14 semua kewajiban kita sebagai seorang 4:16 muslim. Ikhwan sekalian, 4:20 hari ini kita akan meneruskan kajian 4:23 kita tentang bagaimana mendidik dan 4:26 mencetak anak menjadi orang yang saleh 4:29 dari awal kehidupannya. Nah, kali ini 4:33 kita akan membahas tentang bagaimana 4:37 nafkah yang dicari oleh orang tua 4:41 merupakan tarbiah buat anak ya. 4:45 Namun sebelumnya kita juga mendoakan ya 4:47 Bang Algiah bagi ikhwan akhwat kita yang 4:50 sedang dalam perjalanan semoga Allah 4:53 memberkahi perjalanannya ke mana saja 4:55 apakah di dalam kota atau ke luar kota 4:58 atau yang sedang di luar kota dalam 5:00 keadaan berlibur bersama anak-anak 5:03 tersayang ya karena ini memang masih 5:05 dalam liburan masa liburan sekolah ya 5:07 betul ustaz 5:08 n kita doakan semoga 5:11 semua agenda safarnya agenda agenda 5:14 perjalanannya dimudahkan Allah subhanahu 5:16 wa taala, 5:17 diberkahi dan dilimpahkan ya 5:20 rahmat dan berkahnya 5:22 dan pulang kembali nanti ke rumah dalam 5:24 keadaan sehat walafiat 5:27 tidak kurang sesuatu. Bagi yang sedang 5:30 sakit atau dalam keadaan diuji sama 5:32 Allah, kita doakan semoga Allah 5:35 mengangkat penyakitnya ya, segera 5:37 memberikan kesembuhan. 5:39 Amin. 5:39 Dan memberikan kelapangan bagi yang 5:41 sedang sempit ya. Mudah-mudahan Allah 5:43 Subhanahu wa taala menguatkan kita 5:46 selalunya dalam iman dan takwa 5:48 kepadanya. Amin. Allahum amin. Ikhwan 5:49 sekalian, 5:52 mencetak anak saleh itu bukan sesuatu 5:54 yang 5:56 instan, 5:58 tetapi 5:59 memerlukan kesabaran karena merupakan 6:02 suatu perjalanan yang panjang. 6:05 Pendidikan anak yang saleh kita 6:10 sudah bahas tahap pada pertemuan yang 6:11 lalu dimulai dengan 6:14 memilihkan 6:15 calon ibu atau calon ayah yang paling 6:21 tepat. 6:23 Seorang laki-laki diperintahkan oleh 6:25 Allah Subhanahu wa taala melalui 6:29 perintah Nabinya juga, yaitu memilih 6:33 istri dengan empat pertimbangan. 6:38 Apakah itu pertimbangan 6:41 nasabnya, 6:43 pertimbangan hartanya, atau pertimbangan 6:48 kecantikannya, kerupawanannya. 6:50 Dan yang terakhir pertimbangan agamanya. 6:53 Tapi yang terbaik adalah pertimbangan 6:54 agamanya. Itu juga dipakai untuk memilih 6:58 calon suami. Bagi para 7:01 gadis ya atau mereka yang mau menikah. 7:06 Gadis pun boleh, janda pun boleh. yang 7:08 mau menikah e janda menikah lagi 7:10 tentunya 7:12 juga menggunakan empat kriteria itu. 7:14 Nah, yang terbaik adalah 7:17 dengan memilih yang terbaik agamanya. 7:23 Kemudian setelah 7:26 menikah dan seterusnya, maka ketika anak 7:30 ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa 7:32 taala hadir dalam rahim seorang ibu, 7:38 terjadilah 7:40 pendidikan yang 7:42 sebenarnya. ya, 7:45 sudah mendapatkan 7:47 ayah dan ibu yang benar, kemudian 7:50 dikandung dalam rahim seorang ibu yang 7:52 benar juga. 7:54 Anak kemudian dididik dengan benar oleh 7:56 orang tuanya, terutama oleh ayahnya. Ya, 8:00 ayahnya dalam hal ini diuji sama Allah 8:04 untuk bertanggung jawab 8:08 memenuhi nafkah keluarga. 8:12 Sebenarnya apa yang disebut dengan 8:14 nafkah itu? 8:17 Nafaqah itu satu kata. 8:22 Jadi nafkah dalam bahasa Indonesia 8:24 nafkah dan dalam bahasa Indonesia tidak 8:27 memakai qof ya, Bang ya. 8:29 Memakai ka nafkah. Nafkah 8:32 aslinya pakai qo nafkah 8:34 bahasa Arabnya ustaz 8:35 nafkah. Heeh. 8:36 Juga jadi 8:39 infak. 8:41 Infak itu satu akar kata dengan nafkah. 8:44 Allah mengatakan 8:46 dalam surah at-Talaq ayat yang keet7 8:49 auzubillahyaitanirrajim. 8:51 Liyunfiq du saatim min sa'atih. 8:55 Hendaklah orang yang mampu memberi 8:57 nafkah berikanlah nafkahnya 9:01 sesuai kemampuannya. 9:05 kaitan ini 9:07 seseorang 9:09 diberi kemampuan oleh Allah 9:13 atau ketidakmampuan juga boleh 9:18 karena tidak semua orang sama 9:20 kemampuannya dalam hal nafkah. 9:22 Ya, itu satu hal yang bisa kita temukan 9:26 secara kasat mata. 9:29 Ada orang mampu membeli 9:31 mobil yang bermerek terkenal, bahkan 9:35 mobil yang terbaru. 9:37 Tapi ada juga yang tidak mampu membeli 9:39 mobil baru. Cukup dia membeli mobil 9:42 second, mobil bekas. 9:45 Mungkin usianya sudah 10 tahun atau 9:47 bahkan lebih. Harganya separuhnya ya 9:50 atau bahkan sepertiganya tinggal 9:52 sepertiganya. Tetapi ada yang tidak 9:54 mampu sama sekali membeli mobil. 9:58 mampunya membeli motor roda du. Nah, 10:03 kalau motor roda 3 itu namanya bemo ya, 10:05 Bang ya? Atau bajai bajai. 10:10 Kemudian di bawah itu juga ada yang 10:13 bahkan hanya mampu membeli sepeda tanpa 10:17 motor. Ke mana-mana naik sepeda dia. 10:22 Sepeda yang betul-betul 10:24 bukan untuk kemewahan. Karena memang ada 10:26 sepeda harganya Rp0 juta. 10:29 Lebih lebih mahal daripada harga motor 10:32 ya kan. Motor paling berapa Bang? R 10:35 jutaan ya. 10:37 Ini ada sepeda harganya Rp0 juta 10:40 impor itu. Nah ikhwan sekalian 10:43 Allah memberikan 10:46 kemampuan itu berlainan. 10:50 Dan ayat yang kita baca tadi, liyunfi 10:55 sa'atim min sa'ati. Hendaknya memberikan 10:58 nafkah. 11:01 Harta yang diberikan Allah Subhanahu wa 11:03 taala itu 11:07 diinfakkan, 11:09 dibelanjakan 11:12 untuk apa? Untuk kebaikan. 11:15 Nafkah itu adalah harta yang 11:18 dibelanjakan. 11:21 Kalau harta yang tidak dibelanjakan 11:23 bukan nafkah namanya harta harta diam 11:26 ya. Nah, tapi dari harta misalnya Bang 11:28 Algi punya uang R10 juta, uang itu 11:33 kemudian dia bagi-bagi ya bagi empat 11:36 misalnya 11:39 yang seperempat pertama karena dia orang 11:41 baik, orang saleh digunakan untuk 11:44 kebaikan untuk di jalan Allah 11:45 seperempat. Jadi R juta bagi 4 berapa, 11:47 Bang? 11:48 2,5 juta. Wah, itu masyaallah. Untuk 11:50 apa? 11:51 untuk kebaikan. 11:55 Infak, sodqah di situ semua. 11:59 Pokoknya seperempat dari penghasilannya 12:02 untuk Allah. Wah, subhanallah. Hebat 12:04 itu. Karena ada orang yang hanya 1/40 12:09 bukan 1/4at 1/40 alias 2,5%. 12:13 2,5% 12:14 ya. Pokoknya apapun 1/40. Tapi ada orang 12:17 sampai 1/4at. Kalau Abu Bakar separuh. 12:20 Masyaallah 12:21 ya. Separuh tuh, Bang Ali. 12:23 Seperempat lagi untuk apa? Untuk 12:26 keperluan hari-hari, 12:30 yaitu 12:32 untuk orang makan ya dan sebagainya. 12:36 Seperempat lagi untuk investasi 12:38 anak-anak sekolah. 12:42 Seperat lagi tabungan ya. Masyaallah. 12:44 Kalau ini sudah hebat ya, Nak sekalian 12:48 memberi nafkah 12:50 kenapa disebut sebagai pelajaran 12:52 terbaik? Ini letaknya namun saya akan 12:55 sepil dulu ya beberapa 12:59 kemuliaan orang memberikan nafkah di 13:02 jalan Allah. 13:04 Dan nafkah yang terbaik itu diberikan 13:07 kepada siapa? Keluarga. Nah, ini coba 13:12 supaya kita juga jangan memandang remeh 13:15 nafkah yang dikeluarkan untuk keluarga. 13:17 Padahal itu sodqah yang terbaik. 13:20 Ya, satu-satu akan kita buka dalilnya. 13:24 Yang pertama, 13:26 bismillahirrahmanirrahim. 13:30 Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh 13:33 Muslim dari Abu Hurairah ya radhiallahu 13:37 anhu. 13:39 Qala Rasulullahi sallallahu alaihi 13:41 wasallam berkata 13:43 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 13:46 dinarun anfaqtahu fisabilillah 13:52 wa dinarun anfaqtahu fi roqobah 13:56 wainarun shodqta bihi ala miskin winarun 14:01 anfaqtahu ala ahlik aomuha 14:05 ajron 14:07 alladzi anqtahu 14:11 Nabi sallallahu alaihi wasallam 14:12 bersabda, "Sat dinar yang engkau 14:15 infakkan di jalan Allah, entah untuk 14:17 dakwah, entah untuk jihad, ya untuk 14:20 Palestina dan sebagainya. 14:22 1 dinar yang engkau infakkan untuk 14:24 membebaskan budak, 14:27 1 dinar yang engkau sedekahkan untuk 14:29 orang miskin, 14:31 dan 1 dinar yang engkau 14:34 nafkahkan untuk keluargamu, yang paling 14:37 besar pahalanya adalah yang engkau 14:40 nafkahkan untuk keluargamu. Masyaallah. 14:45 Jadi, Iwan sekalian, kenapa 14:48 sering kita dengar menafkahi keluarga 14:52 itu 14:54 itu dari khazanah fikih Islam. 14:57 Menafkahi keluarga, menafkahi anak dan 15:00 istri. 15:02 Ini dalilnya. 15:06 Ada harta yang di di dinafkahkan untuk 15:09 jalan Allah. Itu bagus enggak? Bagus. 15:11 Bagus. 15:13 Yang kedua, harta untuk 15:16 membebaskan budak, 15:18 kemudian untuk orang miskin 15:21 dan ada yang untuk keluarga. Jadi empat 15:24 empat empat 15:25 empat 15:26 empat jenis ya, Bang. Ee alg 15:29 dan yang terbaik kata Nabi, aomuha 15:33 ajron. 15:35 Pahala yang paling besar adalah nafkah 15:37 untuk keluarga. 15:38 Keluarga paling utama, Ustaz. 15:40 Paling utama. Maka itu kita semangat 15:41 nih, Bang. Agi kalau cari nafkah untuk 15:43 keluar harus semangat. 15:45 Ada ee 15:49 gambar kemudian 15:52 di badan mobil ya. 15:54 Ya, selamat berjuang. Pejuang nafkah. 15:59 Oh iya. Jadi 16:01 mencari nafkah itu perjuangan. 16:03 Perjuangan bukan, Bang. 16:04 Perjuangan. 16:05 Perjuangan. 16:06 Mencari nafkah itu perjuangan. 16:11 Dan nafkah yang baik itu untuk keluarga. 16:15 Jadi kalau Bapak Bapak yang punya uang 16:18 dari pekerjaannya 16:21 seharusnya sangat ikhlas ketika 16:23 memberikan belanja itu kepada istrinya. 16:27 Untuk apa istri belanjakan? Untuk 16:29 keperluan di rumah, 16:32 makan anak-anak dan keperluan seluruh 16:35 anggota keluarga. 16:37 Ya. Kemudian 16:40 hadis yang kedua dari Saad bin Abi 16:43 Waqqas radhiallahu anhu, sahabat Nabi 16:45 yang agung. Anan Nabi sallallahu alaihi 16:48 wasallam q innaka mahma anqta ala ahlik 16:54 min nafaqatin fakaaru 16:56 fiha 17:01 imatik. 17:03 Sesungguhnya apapun yang kau nafkahkan 17:04 untuk keluargamu, niscaya engkau akan 17:07 mendapatkan pahala padanya. Walaupun 17:11 hanya sekedar sesuap makanan yang kau 17:14 suapkan ke mulut istrimu. Allahumma 17:16 sholli ala Muhammad. Ya Allah. 17:20 Jadi sekarang ada 17:24 kejadian 17:27 anak minta sepatu, "Ayah. Aku pun enggak 17:29 punya sepatu. Sepatuku sudah sobek. dan 17:32 tidak muat lagi karena aku sudah naik ke 17:35 SMP. Oh iya, 17:38 itu ayahnya kemudian karena ayahnya cuma 17:41 ee penarik ojek ya 17:45 biasanya pulang sebelum magrib jam 0.30 17:47 sudah pulang. Nah, karena anaknya minta 17:49 itu dia bablas sampai jam 09.00 3 hari 17:53 alhamdulillah 17:55 dapat uang Rp200.000 belikan 17:58 sepatu buat anak itu yang terbaik. Heeh. 18:02 yang terbaik itu. 18:06 Kemudian sang ibu bilang, "Ya, 18:10 tolong 18:13 saya harus berobat ini. Tangan kok 18:17 rasanya nyeri-nyeri." 18:21 Kemudian dibawalah ibu ke rumah sakit. 18:25 Utang sana, utang sini. 18:29 Dan untuk mendapatkan kesembuhan 18:31 istrinya, si suami 18:34 harus bekerja keras. 18:37 Kalau dia tukang ojek, mungkin ngojeknya 18:39 tambah jamnya. Kalau dia pedagang 18:41 mungkin tambah dagangannya. 18:45 Ketika itu dia lakukan dia sedang 18:50 menabung. Ya, mungkin dia enggak punya 18:52 tabungan di dunia nih, Bang Algi. 18:56 Enggak punya tabungan di dunia karena 18:57 apa? Semua penghasilannya habis untuk 18:59 keluarga. Tapi bismillah kalau dia 19:01 niatkan itu sebagai sedekah buat 19:03 keluarganya, tabungannya di akhirat itu 19:07 bertumpuk-tumpuk 19:09 terus, bertambah-tambah terus seiring 19:12 dengan belanja yang diberikan untuk 19:13 keluarganya. 19:15 Dibawanya istri ke rumah sakit, 19:19 dibayarnya hutang untuk menutup 19:22 keperluan berobat dan obat. 19:26 Untuk anak-anak yang lain, ayahku di 19:28 kampus ada kegiatan, 19:30 besok harus kumpul di kampus pagi-pagi 3 19:34 hari keluar kampus. Katanya berapa, Nak? 19:37 Rp200.000, ya? 19:40 Oke. Ini bawa Rp200.000 R000 untuk 19:43 diberikan ke kampus. Yang Rp100.000 kamu 19:46 pegangan di jalan. Itu ayahnya. 19:49 Masyaallah sedang apa? Sedang menabung 19:52 untuk akhiratnya. 19:54 Wahai para suami, 19:57 ingatlah engkau meskipun tidak punya 19:59 tabungan di dunia tapi engkau punya 20:01 tabungan di akhirat dengan apa? Menyuapi 20:06 anak. 20:07 Tapi tidak harus kelihatan seperti 20:09 nyuapin dengan sendok atau dengan tangan 20:12 ya, Bang Algi. Tetapi bahwa ada makanan 20:15 yang masuk ke mulut anak, masuk ke mulut 20:17 istri, itu sedekah yang terbaik. 20:20 Masyaallah. 20:22 Berikutnya, dalil berikutnya ya. 20:25 Dari Abu Ya'la diriwayatkan dalam 20:27 musnadnya dengan sanad yang sahih. 20:30 Diriwayat juga oleh Imam Ahmad 20:32 annahu qal ya Rasulullah 20:36 ayodqin afdolu q juhdul muqilli 20:41 wabda biman taul. 20:45 Dia bertanya ada orang bertanya. Jadi 20:48 jadi Abu Ya'la itu bertanya kepada 20:49 Rasulullah sedekah apa yang paling baik 20:51 ya Rasul? 20:53 Ayusodqotin 20:55 afdol. Iya. Ayus. Ay ayusodqoti afdol. 21:00 Paling baik itu sedekah ya apa ya 21:02 Rasulullah? Beliau menjawab pemberian 21:04 orang yang membutuhkan dan mulailah 21:06 dengan keluarga terdekatmu. Masyaallah. 21:11 Sebelum kita cari-cari orang yang 21:13 membutuhkan yang paling membutuhkan 21:15 siapa? Keluarga. 21:16 Keluarga. 21:18 Ya. Masyaallah. Jadi ini kita makin 21:21 makin senang ya mencari nafkah untuk 21:23 keluarga. Karena apa? Pahalanya paling 21:25 besar. 21:26 H 21:27 pahalanya paling besar. 21:29 Jadi jangan diremehkan mencari nafkah 21:31 untuk keluarga. Ya. Kemudian 21:34 diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam kitab 21:36 Almustadrak. Ini kitab yang besar ya. 21:38 Meskipun ee penulisnya menulis dalam 21:42 usia 74 tahun ya. 21:43 Masyaallah. 21:45 Imam alhakim 21:48 beliau dari ee Persi ya dengan komentar 21:52 sahih sesuai dengan periwayatan Muslim. 21:55 Namun Bukhari dan Muslim tidak 21:56 meriwayatkannya. 21:58 Diriwayatkan oleh Ahmad dan dengan sanad 22:00 yang baik dari Miqdam bin M'di Qarib 22:04 radhiallahu anhu berkata, "Qala 22:06 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 22:07 ma ma'amta 22:10 nafsaka fahua shodqatun. 22:14 apa yang kamu sedekah, apa yang kamu 22:17 makan untuk dirimu sendiri. Ya, jadi apa 22:19 yang kamu berikan untuk dirimu sendiri 22:23 adalah sedekah. Jadi, masyaallah kita 22:24 makan dari keringat kita untuk diri 22:27 sendiri itu dihitung sedekah. 22:29 Masyaallah. 22:30 Wama atamta 22:33 waladaka fahuallaka shodqatun. yang 22:36 engkau berikan 22:40 sebagai makanan untuk anakmu, maka itu 22:43 adalah sodqah. 22:45 Wadamta 22:48 zaujaka faakodqatun. 22:50 Dan apa yang kau beri makan kepada 22:53 istrimu, makanan berikan kepada istrimu 22:55 itu juga seodqah. Wamta 22:59 khimaka fahuaaka. dan juga yang kau 23:02 berikan makan untuk orang rumah dalam 23:05 arti ART ya pembantu khadimuka 23:10 ya khadimaka 23:13 itu adalah sodqah juga ya masyaallah 23:16 jadi sodqah yang ada di rumah itu sudah 23:19 yang terbaik ya 23:21 kemudian 23:23 diriwayatkan oleh Abu Hanifah dalam 23:25 musnadnya dari Ibnu Abbas radhiallahu 23:27 anhu 23:28 ya radhiallahu anhuma qala Rasulullah 23:30 sallallahu alaihi wasallam 23:36 mahumanallahi 23:39 min alfiat 23:41 baifiillah. 23:46 Beliau Rasulullah sallallahu alaihi 23:47 wasallam bersabda, "Apabila seseorang 23:49 dari kalian meninggal dunia dalam 23:50 keadaan sedih hatinya, maka itu lebih 23:53 baik di sisi Allah daripada 1000 pukulan 23:55 pedang di jalan Allah." Masyaallah. Apa 23:57 maksudnya? 23:58 Para ulama mengatakan 24:01 hadis yang ada kata magmuman, artinya 24:05 bersedih hati dan mahmuman 24:09 itu mencari nafkah yang halal untuk 24:12 keluarga merupakan fardu ain. Ya. Jadi 24:15 para ulama mengatakan 24:18 orang yang meninggal dalam keadaan sedih 24:21 misalnya 24:23 enggak sempurna dia memberi makan 24:25 anaknya kepada istrinya, keluarganya itu 24:28 lebih baik daripada mati di jalan 24:32 pedang. Mati dalam keadaan berjuang. H. 24:35 Jadi, masyaallah memberi nafkah 24:38 keluarga, perjuangan keluar dari rumah, 24:42 menghadirkan makan di rumah tiap hari, 24:44 itu perjuangan yang tidak kalah mulianya 24:47 dengan berjuang jihad fisabilillah. Tapi 24:49 bukan berarti kita pun meninggalkan 24:53 jihad fisabilillah. Tidak. 24:55 Ya, ini dari sisi pahalanya. Ya, maka 25:00 itu 25:02 kita mengatakan 25:05 seperti yang dikatakan Ibnu Abbas 25:06 radhiallahu anhu dan Abu Nuaim dalam 25:08 kitab Hilyatul Auliya, 25:11 tholabul halali jihadun. Mencari 25:15 nafkah yang halal adalah jihad. 25:18 Jihad 25:19 tholabul 25:21 halali jihadun. Apa, Bang? Tholabul 25:24 halali jihadun. Jadi mencari nafkah yang 25:28 halal itu adalah jihad. 25:30 Sebanding tuh, Ustaz pahalanya dengan 25:31 jihad mungkin sebanding bisa sebanding 25:33 Ustaz. 25:34 Bisa sebanding bahkan lebih baik. 25:35 Oh, masyaallah. 25:36 Kata beberapa hadis yang kita baca tadi 25:37 ya. 25:39 Nah, kemudian Attabrani meriwayatkan 25:41 dari Ibnu Mas'ud radhiallahu anhu dengan 25:43 lafaz tholabul halali faridatun. Mencari 25:48 nafkah yang halal itu wajib. Ya. Jadi 25:52 artinya setiap 25:55 laki-laki, 25:57 kepala keluarga itu wajib keluar rumah 25:59 untuk apa? Menafkahi istri dan anaknya. 26:01 Wajib. Kalau wajib berarti nanti ditanya 26:05 sama Allah. Ya, 26:06 masyaallah. 26:07 Kalau sudah wajib hukumnya sudah dosa, 26:08 Ustaz 26:09 ditanya sama Allah, "Bang Algi, kita 26:11 kalau di rumah santai-santai, anak 26:14 enggak makan itu, ya Allah." 26:17 Ali bin Abi Thalib itu 26:21 konon pulang dari satu 26:25 pekerjaan, tangannya itu melepuh karena 26:28 banyak 26:29 mengangkat 26:31 barang berat. 26:34 Ceritanya dia bekerja di rumah orang 26:37 Yahudi mengangkat air. 26:38 Hm. 26:39 Jadi karena gesekan dengan kayu yang 26:42 menjadi apa? timbanya itu ya itu melep 26:47 Rasulullah melihat tangannya seperti itu 26:48 merah-merah ya dicium sama Rasulullah 26:50 tangannya tak cup Ali inilah tangan yang 26:54 dicintai oleh Allah 26:57 ya jadi Bapak-bapak ayo 27:02 kita mencoba untuk 27:06 memperoleh cintanya Allah dengan apa 27:10 mencari nafkah dengan semangat buat 27:13 keluarga 27:14 Ya. Kemudian 27:21 dari ee Ibnu Asakir meriwayatkan dari 27:25 Anas radhiallahu anhu dengan lafaz mam 27:29 mata 27:31 kalan fi tholabil halali mata magfur 27:36 lahu. Barang siapa yang meninggal dalam 27:37 keadaan mencari nafkah yang halal, maka 27:40 dia meninggal dalam keadaan diampuni 27:42 Allah subhanahu wa taala. Ada seorang 27:44 kakak saya, kakak saya, kakak sepupu itu 27:48 meninggal dalam keadaan 27:52 mencari nafkah untuk keluarganya. Dan 27:53 saya masyaallah menjadi saksi belia 27:55 orang yang saleh. 27:58 Ada suatu kejadian beliau mengalami 28:01 kecelakaan sepeda motor. 28:04 Maka saat itu juga keluarganya 28:05 kehilangan dia. Tapi di sini kita 28:08 mendapatkan jawaban bahwa dia meninggal 28:10 dalam keadaan 28:11 seperti orang berjuang. Jihad 28:13 fisabilillah. Jhadisillah. 28:15 Dan diampuni dosa-dosanya ya Allah. 28:17 Amin. Masyaallah. 28:19 Itu Bang ya 28:21 mata magfuron. 28:23 Lahu mata magfur lahu magfur 28:27 magfurlah. 28:29 H 28:29 diampuni dosanya oleh Allah. Masyaallah 28:32 ya. 28:33 Seperti orang mati syahid ya. 28:35 Iya. Jihad. 28:37 Jihad 28:38 dia terbunuh di situ dengan panah atau 28:42 pedang atau apapun. 28:44 Nah saat itu juga menetes darahnya 28:48 diangkat semua dosanya diampuni sama 28:50 Allah. 28:53 Ya, masyaallah. Ya, ini Allah bagaimana 28:56 menghargai, memuliakan orang mencari 28:58 nafkah untuk keluarganya. Ya. 29:03 Ya. Ini sebaliknya bagaimana orang yang 29:05 menyia-nyiakan keluarganya. Ini saya 29:07 bacakan hadis Nabi dari Abdullah bin 29:11 Umar ibnu Umar. 29:14 Qala Rasulullahi shallallahu alaihi 29:16 wasallam kafa bil mar isman 29:20 ayud mayqu. 29:24 Cukuplah berdosa 29:26 bagi seseorang yang menyia-nyiakan orang 29:29 yang seharusnya dia beri makan. Ah jadi 29:33 kalau santai-santai 29:35 suruh cari makan sendiri istrinya, 29:39 anaknya juga dibiarkan mengemis ke sana 29:41 sini nunggu MBG. Ya, sekarang ada tren 29:45 baru nih, nunggu MBG. 29:47 Nunggu MBG. 29:48 Ya Allah. Dan sang suami, sang ayahnya 29:51 kepal keluarga santai-santai aja. Lebih 29:55 banyak menghabiskan waktunya untuk 29:58 kesenangan dia. Nauzubillah. Ini 30:00 ancamannya dosa. 30:04 Ya. Nah, 30:06 terakhir satu 30:08 kisah yang ingin saya angkat di sini. 30:11 Suatu hari 30:13 Nabi sallallahu alaihi wasallam berada 30:15 berada 30:17 di satu masjid ya. 30:21 Di waktu subuh beliau menemui kamu 30:23 wanita. Beliau berdiri di hadapan 30:25 mereka. Jadi ada sekelompok sahabiah, 30:29 sahabat wanita salat subuh bersama Nabi 30:32 dan para ikhwan, para sahabat yang lain. 30:35 Beliau datangi ke sop perempuan. Ya, itu 30:38 rupanya sunah ya mendatangi perempuan 30:41 kemudian memberikan nasihat. Apa kata 30:43 beliau? Wahai kamu wanita, 30:46 belum pernah aku melihat orang-orang 30:48 yang kurang akal dan agamanya lebih bisa 30:51 menarik hati orang-orang yang sempurna 30:53 akalnya daripada kalian. Ya, maksudnya 30:57 orang itu mulia tidaknya dari akalnya 31:00 digunakan untuk beribadah. Sesungguhnya 31:03 aku telah melihat bahwa kalian adalah 31:05 mayoritas penghuni neraka di hari kiamat 31:08 kelak. Ya Allah, 31:10 kalian kaum wanita, aku sudah 31:12 menyaksikan sendiri 31:15 akan menjadi apa itu? Penghuni neraka. 31:19 Mayoritas. 31:20 Mayoritas wanita. 31:21 Wanita. Oleh karena itu, dekatkanlah 31:23 diri kalian kepada Allah semampu kalian. 31:29 Disuruh sama Nabi, dekatkanlah. 31:33 Jangan bermaksiat kepada Allah karena 31:35 kalian sudah kelihatan oleh mataku 31:37 sendiri ya penghuni neraka 31:42 mayoritas perempuan. 31:45 Nah, di antara wanita-wanita yang diberi 31:49 peringatan oleh Nabi itu ada seorang 31:51 perempuan namanya Zainab. Dia istri dari 31:54 sahabat Ibnu Mas'ud, Abdullah bin 31:56 Mas'ud. pulang ke rumah dengan ee 31:59 tergopoh-gopoh. 32:02 Kemudian ditanya sama 32:06 suaminya 32:08 setelah dia kelihatan mengambil 32:10 perhiasannya kan dia punya perhaat masih 32:12 nyimpan. 32:14 Mau ke mana kau bawa perhiasan itu? 32:17 Aku akan mendekatkan diri kepada Allah 32:20 dan rasulnya dengan perhiasan ini. 32:23 Maksudnya mau disedekahkan sedekah. 32:29 Aduh, hai istriku, sini, sini, sini. 32:31 Katanya, 32:32 bersedekahlah kamu kepadaku dan kepada 32:36 anakku. Sesungguhnya kamilah tempatmu 32:39 bersedekah. 32:42 Zainab ini enggak puas 32:44 atas ucapan suaminya. Ya, mungkin karena 32:47 suami kadang-kadang suami istri itu ee 32:50 ucapan 32:52 suami kadang-kadang tidak didengar. 32:54 Istri tidak dengar oleh suami begitu 32:56 kadang-kadang ya. Heeh. 32:58 Kadang-kadang lebih mendengar orang 32:59 lain. Betul enggak, Bang? Aul. 33:02 Diom diomongin suami istri kurang dengar 33:05 tapi diomongin orang dengar. Sebaliknya 33:06 begitu. Suami 33:08 diomongan istri kurang dengar tapi 33:10 diomongin orang dengar. Ya. 33:13 Nah, dia ee apa namanya? Menyanggah Ibnu 33:18 Mas'ud. Padahal Ibnu Mas'ud ini seorang 33:20 sahabat yang alim. 33:23 Nabi sallallahu alaihi wasallam senang 33:24 mendengarkan bacaannya Ibnu Mas'ud ya. 33:25 Yang terbaik dalam bacaan Quran salah 33:28 sudah Ibnu Mas'ud ya. 33:31 Enggak ah 33:32 aku mau pergi ketemu Rasulullah dulu. 33:37 Maka dia pun meminta izin menghadap 33:39 Rasulullah. Para sahabat kan menjaga di 33:41 depan pintu Rasulullah. 33:44 Ya Rasulullah ini adalah Zainab. Dia 33:46 datang mau menghadap engkau. Apakah 33:47 diberi izin Zainab? Siapa itu? Ib ee 33:51 istrinya Ibnu Mas'ud. Ya Allah, ya 33:53 Rasulullah. Oh, ya sudah kasih dia izin 33:55 masuk. Ah, setelah memberikan 33:58 penghormatan salam ee Zainab berkata, 34:01 "Ini istrinya Ibnu Mas'ud namanya 34:03 Zainab. Ternyata banyak nama Zainab saat 34:05 itu." Termasuk 34:07 ee anak Nabi. Ya. 34:08 Iya. Kata beliau begini, "Ya Rasulullah, 34:13 aku mendengar engkau berkata tadi pagi, 34:18 maka aku pulang menemui ilmu ee 34:21 mengambil perhiasanku 34:24 dan aku ceritakan ini kepada Ibnu 34:26 Mas'ud. 34:29 Aku berharap perhiasanku ini kujadikan 34:31 sarana untuk dekatkan diri kepada Allah 34:34 dan kepadamu agar Allah tidak menjadikan 34:37 aku salah satu penghuni neraka." Tetapi 34:41 Ibnu Mas'ud suamiku berkata, 34:43 "Sedekahkanlah 34:46 kepadaku dan kepada anakku karena 34:48 sesungguhnya kamilah tempat sedekah itu. 34:52 Maka aku meminta izin untuk ketemu 34:55 engkau ya Rasulullah. Bagaimana 34:56 pendapatmu ya Rasulullah? Kata Nabi, 34:58 "Sedekahkanlah kepada dia, kepada Ibnu 35:01 Mas'ud, kepada suamimu dan kepada 35:03 anak-anaknya. Karena sesungguhnya 35:04 merekalah tempat sedekah itu." E 35:06 masyaallah ikhwan sekalian, 35:09 ini suami justru dapat sodqah dari 35:12 istrinya karena istrinya lebih kaya dari 35:13 suaminya ya. Karena istrinya punya 35:15 perhiasan daripada kamu sarkan ke orang. 35:18 Karena maksud orang yang miskin ya, 35:21 berkebutuhan. 35:23 Kecuali kalau Ibnu Maksudnya 35:25 berkelebihan ya. 35:28 Ini kebetulan Ibnu Mas'ud berkebutuhan. 35:31 Maka kata Rasulullah, "Betul kasih aja 35:34 itu, sedekahkan aja ke suamimu 35:37 kepada anak-anakmu supaya mereka makan." 35:40 Ya Allah. 35:43 Jadi, ik sekalian, 35:46 mencari nafkah yang baik itu perjuangan 35:49 dan menjadi tarbiah pendidikan bagi 35:53 anak-anak kita. Anak-anak. 35:55 Bagaimana itu bisa terjadi? Pertama, 35:59 karena nafkah yang baik 36:02 dicari dengan jalan yang halal 36:06 itu menjadi penentram hati. 36:10 Masuk ke mulut kita, masuk ke mulut anak 36:12 istri kita. 36:14 Maka insyaallah 36:17 menenangkan hati. 36:19 Sebaliknya kalau harta yang dicari 36:22 dengan cara yang tidak halal atau 36:25 bercampur-campur antara yang halal 36:27 dengan yang haram, 36:29 maka yang dimakan kemudian tumbuh 36:32 menjadi 36:34 daging. 36:37 Kata Nabi sallallahu alaihi wasallam, 36:38 "Tidak ada tempat yang lain kecuali 36:41 adanya di neraka." Jadi daging yang 36:43 tumbuh dari harta yang tidak halal tadi 36:46 akan membawa orang masuk neraka. 36:49 Nauzubillah. 36:50 Nauzubillah minzalik. 36:52 Jadi daging-daging kita yang tumbuh dari 36:55 cara yang tidak halal mungkin dalam 36:58 berniaga, dalam berbisnis campur-campur, 37:02 ngebohongin orang, ya memanipulasi 37:08 atau menceritakan hal-hal yang tidak 37:10 sesuai dengan kenyataan. 37:13 Bu, nih saya belinya segini loh, Bu. 37:15 Belinya Rp100.000. Padahal dia belinya 37:17 cuma Rp80.000. R000 saya enggak dapat 37:20 untungnya. Jadi ngomong enggak benar 37:24 itu. Kata Nabi, daging yang tumbuh dari 37:28 makan barang yang haram itu tempatnya 37:31 nanti di neraka. 37:33 Jadi daging ini menyeret. Nauzubillah 37:36 ya, Bang. 37:36 Ya Allah. Kalau kita bisa congkelin 37:39 sel-sel kita yang haram-haram itu kita 37:40 congkelin. 37:41 Heeh. 37:43 Maka saya enggak bisa pikir ada orang 37:44 yang korupsi. Nah, itu 37:46 yang merampok, yang mencuri, yang 37:49 menggarong harta rakyat, 37:51 harta umat. Tenang-tenang saja itu. 37:53 Nauzubillah. 37:54 Sementara gaji dia sudah besar. 37:56 Oh, gajinya besar. Tapi itulah memang 38:00 nafsu yang dipelihara 38:03 oleh setan ya, akhirnya tidak pernah 38:06 puas, 38:08 gaji besar tapi masih teganya mencuri 38:11 ya, mencuri uang rakyat. Jadi makan yang 38:14 dimakan tumbuhnya bukan cuma satu sel, 38:18 dua sel, semua selnya jadi 38:21 daging haram itu. Nauzubillah 38:23 ya Allah. Nah, itu yang pertama. 38:28 Yang dimakan dari harta halal, 38:31 bersih di badan, 38:34 bersih di hati, itu cemerlang. 38:39 Kenapa orang tidak bisa berkata-kata 38:42 lurus? 38:44 Omongannya ke sana kemari 38:46 mencela-mencle, bengkok-bengkok, 38:47 ucapannya, lidahnya bengkok. Kenapa? 38:50 Karena makan dari harta yang haram, 38:52 hatinya bengkok. 38:57 Sel-sel yang tumbuh di tubuhnya pun 39:00 sel-sel bengkok semua itu bukan sel yang 39:03 lurus. 39:05 Ya, masyaallah. Nauzubillah minzalik. 39:08 Ya. Kemudian 39:12 yang kedua, 39:15 setelah anak itu makan dari harta yang 39:17 halal, apalagi yang sedang dalam 39:19 kandungan ya, Bang Algi ya. 39:20 Iya. 39:21 Hati-hati memberi makan anak dalam 39:23 kandungan. 39:24 Pastikan tidak lain dan tidak bukan 39:28 adalah harta yang halal saja. 39:37 Jangan sedikit pun tergiur, terpengaruh 39:41 oleh setan mengambil bahkan mohon maaf 39:45 satu sen saja yang tidak halal itu 39:48 tumbuh menjadi daging yang yang haram. 39:50 Nauzubillah ya. 39:56 Kemudian yang kedua, ketika anak itu 39:59 sudah lahir, kemudian dia 40:04 dibesarkan dengan cara yang baik juga 40:06 oleh orang tuanya. Dan dia melihat orang 40:09 tuanya adalah pejuang nafkah yang baik, 40:13 pejuang nafkah yang selalu 40:18 bekerja untuk yang halal. Anak akan 40:21 melihat, "Ya Allah, ayah dan bundaku 40:23 bukan orang yang buruk. Ayah bundaku 40:26 tidak pernah berbuat kekejian. Ayah dan 40:29 bundaku selalu ingin jujur." 40:33 Ya, kata KPK jujur itu hebat. 40:37 Hebat. 40:38 Ya, ada 40:40 tulisan besar tagline-nya KPK. 40:42 Nah, dulu enggak tahu sekarang ya kan. 40:46 KPK masih ada enggak ya? 40:48 Masih. 40:48 Oh, masih. E cuma perannya sudah mulai 40:51 dilemahkan katanya. Ya 40:52 betul. 40:55 Lihat ayahnya orang jujur, ibunya orang 40:57 jujur. Kalau berniaga, kalau berbisnis, 40:59 kalau berjualan, itu juga semua dengan 41:01 cara yang jujur itu anak hatinya 41:05 terbina, terbasuh dengan kejujuran. 41:11 Ayah dan bundanya tidak pernah mengambil 41:13 jalan pintas, 41:16 tidak pernah berbohong untuk mencari 41:17 keuntungan dalam berniaga. 41:20 Dia melihat betul itu pelajaran yang 41:22 terbaik. 41:24 Langsung membekas di hatinya, "Ya Allah, 41:27 jadikanlah aku seperti dan bundaku orang 41:28 yang jujur, Ya Allah." 41:31 Ya. Dan dia menyaksikan betapa banyak 41:34 pertolongan Allah meskipun dirugikan di 41:37 awal oleh orang lain, ditipu oleh orang 41:40 lain, tetapi bisnis mereka tetap 41:42 dipelihara oleh Allah Subhanahu wa 41:43 taala. Ada saja keberkahan, ada saja 41:48 keuntungan di belakang dan dia menjadi 41:51 saksi itu, itu menjadikan dia orang yang 41:53 sabar. 41:55 pertama jujur. 41:57 Jujur 42:00 karena atmosfer kejujuran yang 42:03 ditularkan oleh kedua orang tuanya. Yang 42:05 kedua apa? 42:08 Dia juga disiplin, 42:12 tidak malas. Karena apa? Tidak mungkin 42:18 usaha atau perniagaan yang baik itu 42:21 tumbuh berkembang dengan baik. kecuali 42:25 dengan kedisiplinan dan kerja keras. Dia 42:27 lihat, oh ya harus kerja keras. 42:30 Jadi kalau kalau cerita-cerita para 42:32 pengusaha yang sukses, apakah dia muslim 42:35 juga dari Stenghoa ya itu kan kelihatan 42:38 mereka betul-betul disiplin, kerja 42:39 keras. 42:42 Jadi mentalnya bukan mental pecundang, 42:46 tetapi mental yang pemenang. Selalunya 42:48 ingin pekerja keras 42:51 ya. 42:54 dan menjadi anak yang tidak suka 42:57 mengambil jalan pintas. Nah, ini 42:59 sekarang kan banyak pengin jalan pintas. 43:01 Betul, Ustaz. Yang instan-instan 43:03 yang instan. Kalau bisa dibeli beli. 43:05 Kalau bisa ijazah dibeli, bisa beli 43:08 ijazah aja. Betul enggak? 43:09 Enggak perlu belajar, enggak perlu 43:11 ujian. Betul enggak, Bang? 43:13 Betul. Langsung aja 43:14 langsung beli. Udah tiba-tiba jadi 43:17 profesor. Ah. Ee eh bukan profesor. 43:20 Kalau profesor kan mesti ada jenjangnya. 43:23 S1 lah. S1, S2. 43:24 Toto-tahu sudah doktor. Saya pernah 43:26 ditawari jadi doktor R25 juta itu. 43:28 Masyaallah 43:29 ya. Dan banyak orang yang beli. Enggak 43:33 sempat, Ustaz. Ya udah, ya Allah. 43:37 Dia mencantumkan doktor di situ. Benar 43:40 enggak, Bang? 43:42 Salah, Ustaz. He. 43:44 Kemudian dia mendapatkan 43:47 harta dari situ, mendapatkan penghasilan 43:49 dari doktornya yang 43:53 batil itu. Waduh, kayak apa tuh? 43:56 Itu mengalir terus, Ustaz. 43:57 Mengalir terus. Apalagi kalau orang 43:59 enggak bisa ngelihatin ijazahnya yang 44:00 asli kan. Iya. 44:03 Itu malu-maluin ya 44:07 almamaternya. Saya saya dari UGM jadi 44:09 agak agak malu juga dengar ada orang 44:12 penting 44:13 ee sampai sekarang enggak bisa nunjukkan 44:15 ijazah aslinya 44:17 dari Jogja, dari UGM. Ya, 44:20 kalau memang benar kenapa harus takut? 44:21 Kenapa takut? Ya, jadi sekalian itu 44:25 masyaallah ya. 44:27 Jadi anak-anak yang melihat orang tuanya 44:30 jujur ya, tidak jalan pintas 44:34 dan orang tuanya menafkahi mereka itu 44:37 dengan masyaallah 44:39 apa jungkir baliklah kutangan ya dengan 44:41 perjuangan yang dahsyat itu anak-anak 44:43 itu akan tumbuh menjadi orang yang 44:45 menghargai menghargai kerja keras. 44:50 Kemarin saya melihat di satu tayangan di 44:53 YouTube, 44:55 ternyata salah satu cara yang 44:58 efektif dipakai di sekolah-sekolah di 45:00 Cina adalah 45:04 melihat bagaimana ayah mereka itu 45:07 bekerja setiap hari. 45:10 Itu nangis semua anak-anaknya ya. 45:13 Ayahnya kuli bangunan. Bagaimana 45:14 beratnya membawa 45:17 material ya kan? 45:18 Material. 45:20 Ayahnya 45:22 petugas pembersih dinding ee apa 45:25 namanya? Gedung bertingkat. Harus 45:28 menggunakan tali temali 45:31 itu untuk menyambung nyawa dia, untuk 45:34 menafkahi anak-anak dia. 45:38 Anak-anak itu nangis bagaimana? Ya 45:40 Allah, kok di sini belum kayak gitu ya? 45:43 Waduh. Kalau di sini waduh 45:48 ayahnya enggak usah banyak kerja tapi 45:50 tiba-tiba duitnya banyak. Itu itu enggak 45:53 masuk akal itu dipertanyakan 45:54 dipertanyakan. Aduh di mana contohnya 45:57 tuh di mana gitu loh ya kan. 45:59 Lobi sana lobi sini tiba-tiba 46:02 wah mobilnya tambah lagi rumahnya tambah 46:05 lagi. Enggak jelas 46:07 ya. Tapi kemudian nanti saya ditanya 46:10 ustaz apa benar begitu? Kan banyak orang 46:11 yang lobis. Tapi ee bisnis-bisnis besar 46:16 dengan lobi ya. Betul. Tapi harus 46:17 kelihatan. Betul bisnisnya. Betul. Kalau 46:20 bisnisnya enggak jelas tiba-tiba dapat 46:22 uang besar ya itu bisnis dengan demit 46:25 itu ya. E demis dengan setan. Bisnis 46:28 bisnis dengan setan. Baik ikhwan 46:30 sekalian. Demikian maka marilah kita 46:33 mantapkan hati kita. Kalau kita ini 46:37 bersedekah sedekah untuk keluarga itu 46:39 yang terbesar ya. 46:43 nilainya di hadapan Allah ya dan juga 46:46 bernilai jihad fisabilillah maka itu 46:49 menjadi 46:50 tarbiah yang terbaik buat anak-anak 46:52 kita. Demikian wallahuam bisawab. 46:55 Wallahuam bisawab. Alhamdulillah, ikhwan 46:58 dan akhwat, kita telah sama-sama 47:01 mendengarkan pemaparan yang disampaikan 47:04 oleh guru kita Ustaz Agus Sudarmaji 47:07 tentang nafkah yang halal, tarbiah yang 47:11 terbaik untuk keluarga. 47:14 Ini sudah banyak yang menyimak, Ustaz, 47:17 di pagi hari ini. 47:18 Silakan bagi ikhwan dan akhwat. Kami 47:20 sedang live acara Hikmah Pagi. Kirimkan 47:24 komentar, pertanyaan, ataupun 47:27 pendapat-pendapat yang ikhwan akhwat 47:29 ingin sampaikan ke nomor 0811999720. 47:37 Mungkin kita langsung masuk ke 47:39 pertanyaan, Ustaz. Ya, 47:40 sudah ada ya pertanyaan. 47:40 Sudah. Alhamdulillah. Silakan, Pak. 47:42 Sudah banyak yang menyimak dari Ibu Yeti 47:44 Setiawati, 47:46 dari Bapak Nana, Ibu Vina. 47:49 Masyaallah. 47:50 di Jatiranggon, Ibu Musyati di Priuk, 47:55 Ibu Farida, Ibu Imah di Jawa Tengah, ada 48:00 Ibu Suyati, Bapak Sujana, dan masih 48:04 banyak yang lainnya lagi. 48:05 Masyaallah. 48:05 Kita bacakan satu dulu pertanyaan yang 48:08 sudah masuk dari Ibu Yeti Setiawati, 48:10 Ustaz. 48:11 He. 48:11 Asalamualaikum warahmatullahi 48:13 wabarakatuh, Ustaz. Izin bertanya. 48:16 Ada seorang suami yang sudah tidak bisa 48:19 mencari nafkah. 48:22 Sudah tidak bisa mencari nafkah lagi. 48:25 Jadi dilakukanlah berpuasa sunah Daud. 48:29 Oh, jadi mungkin uzur atau apa nih, 48:32 Ustaz? 48:34 Walau sedang bersama dengan keluarga, 48:37 kalau saatnya berpuasa tidak mau dia 48:40 berbuka padahal sedang dalam perjalanan 48:43 dengan alasan dia hanya bisa melakukan 48:46 dengan berpuasa salat wajib maupun 48:50 sunahnya. 48:51 Apakah hal itu mendapat rida dari Allah 48:53 subhanahu wa taala, Ustaz? 48:55 Masyaallah. Bismillah 48:56 Ibu Yeti. 48:57 Ibu Yeti Setiawati ya. 48:58 Bismillahirrahmanirrahim. Solli ala 49:00 Muhammad w ba'du. 49:02 Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun 49:05 la haula wala quwwata illa billahil 49:07 aliyilim. Ibu Yati 49:10 semua terjadi atas izin Allah atas 49:12 kehendak Allah 49:14 dan Allah memberikan 49:17 kemampuan yang berlainan pada 49:18 hamba-hambnya. 49:21 Innallah yabsutu rizqo 49:24 wakdirulah. 49:25 Allah itu meluaskan rezeki atau 49:28 menyempitkan 49:30 juga. Begitu orang dikasih kemampuan nih 49:34 serba bisa 49:37 bisnis apa aja jadi. Ada enggak orang 49:39 begitu, Bang? 49:40 Ada. 49:40 Ada. 49:42 Tapi ada orang yang satu bisnis aja 49:43 enggak jadi-jadi. 49:44 Betul. Bahkan sudah berikhtiar ke mana 49:47 pun masih belum jalannya gitu, Ust. 49:50 Iya, belum jalannya. 49:53 Nah, jadi itu semua terjadi atas 49:57 izin Allah. 49:58 Izin Allah. Nah, yang terbaik adalah 50:01 tadi 50:03 jangan terpancing ambil jalan pintas 50:07 kemudian, nah 50:11 cari yang haram aja susah apalagi yang 50:13 halal apagi yang haram. 50:16 Ya. 50:18 Nah, sekarang kejadian kalau ada seorang 50:19 suami tidak lagi mampu untuk mencarikan 50:21 nafkah untuk berkeluarganya, 50:23 keluarga 50:25 enggak bisa lagi. Mungkin karena faktor 50:28 fisik kena stroke. Banyak itu ya. 50:31 Bisa jadi. Heeh. Banyak yang seperti 50:32 itu. 50:32 Di usia saya 50. 50:33 Betul 50:34 ya. Bahkan lebih awal 45 itu sudah muda 50:37 pun ada yang sakit 50:39 sakit 50:40 keras gitu. 50:41 Enggak mampu lagi. Apa boleh buat? 50:46 Kemudian perjuangan yang lain apa? 50:48 Karena dia tahu ya ada jalan untuk 50:51 mencari rezeki itu adalah dengan 50:53 beribadah. Dia lakukan itu boleh enggak? 50:56 Boleh. 50:58 Boleh. Bahkan wajib kalau dalam kacamata 51:01 wajibnya ee fikih mencari nafkah ya 51:03 sekalipun istri ya, Ustaz? 51:05 Iya. 51:05 Iya. Istri yang mencari nafkah. 51:07 E bukan ee suami. 51:08 Nah, 51:09 kan tadi jalannya apa? Puasa Daud. 51:12 Iya, betul. Kemudian dia salat-salat 51:15 salat wajib sunah tetap dijalankan. 51:17 He tetap dijalankan. Terutama salat duha 51:20 banggi ya. He 51:21 salat dua salat tahajud silakan 51:24 boleh. 51:27 Dan mudah-mudahan ini jadi kafar 51:30 dosa-dosanya ya. Karena dia meninggalkan 51:32 mencari nafkah yang 51:34 yang normal ya. Ini kan enggak normal 51:36 nih Bang. 51:37 Betul 51:37 ya. Tadi pertanya boleh enggak Ustaz? 51:40 Boleh, silakan. Dan mudah-mudahan Allah 51:43 buka rezekinya di situ dengan 51:44 Amin. 51:46 Karena ada dua nih, Bang Algi. 51:49 Ada rezeki yang dikejar orang. Orang 51:51 harus datang ke dia untuk ngejar rezeki 51:54 itu. 51:54 Rezeki itu 51:56 ada yang rezeki mendatangi orang. 52:00 Rezekinya datang sendiri, Ustaz. Ada 52:02 orang yang didatangi rezeki itu 52:05 ya. 52:08 Ada satu kisah ya, 52:12 Nabi Sulaiman 52:14 suatu ketika melihat ada seekor 52:17 semut ya. 52:20 Pasukan semut, Ustaz. 52:22 Semut seekor aja. 52:23 Oh, seekor aja. 52:23 Heeh. 52:26 Dia lagi membawa sebutir makanan. 52:29 Hm. 52:31 Entah dari remah-remah apa gitu ya. 52:34 Kemudian apa yang terjadi? 52:37 itu semut 52:39 tiba ada di pinggir danau. 52:42 He. 52:43 Tiba-tiba dari danau dalam danau itu 52:46 seekor katak besar 52:49 me buuka mulutnya mangap gitu. 52:54 Si semut datang masuk ke mulut 52:57 mulut katak. 52:58 Katak itu katak segera terjun ke bawah. 53:04 Nabi Sulaiman takjub. Enggak 53:09 lama setelah itu si katak muncul lagi. 53:13 Kemudian apa? 53:17 Semut itu keluar dari mulutnya. Nah, 53:19 Nabi Sulaiman kan bisa bahasa hewan ya 53:21 kan. 53:21 Betul. 53:22 Hei semut, 53:24 apa yang kamu lakukan? 53:27 Masuk ke mulutnya katak kemudian 53:29 menghilang kemudian muncul lagi. Git. Ya 53:33 Nabi Allah, 53:34 aku diperintah sama Allah. Bayangkan ini 53:38 semut diperintah sama Allah ya. 53:42 Untuk menyantuni seekor cacing yang puta 53:46 lumpuh di bawah sana tuh, 53:50 di kedalaman danau. 53:55 Dan aku difasilitasi oleh katak ini yang 53:59 juga diminta sama Allah. 54:03 Uh, begitu ya. Nabi Sulaiman takjub nih. 54:05 Berarti ini dia sudah lumpuh, buta ya 54:08 kan? 54:09 Iya. 54:09 Enggak bisa apa-apa. 54:11 Dikasih makan sama 54:13 makhluk yang lain kan. Itu cacing di 54:15 bawah. 54:15 Datang sendiri ustaznya. 54:16 Oh iya. Ini memang ceritanya israiliat 54:19 ya. 54:20 Terus 54:21 kemudian 54:23 kenapa bisa begitu? Karena dia berdoa 54:26 kepada Allah. 54:27 Masyaallah. 54:30 H. Allah doanya minta sama Allah supaya 54:34 apa? Keberadaan dia itu juga menjadi 54:37 kebaikan buat makhluk-makhluk yang lain. 54:40 Akhirnya semua makhluk diinstrumen 54:42 diorkestrasi oleh Allah supaya apa? 54:46 Supaya memastikan tiap hari dia makan 54:49 tuh. 54:53 Ini rahman dan rahimnya Allah Subhanahu 54:56 wa taala. Begitupun bayi yang masih 54:59 dalam kandungannya, Ustaz. Apalagi mah 55:02 dekat dengan ibunya doa ya Allah hari 55:05 ini enggak ada beras gimana ya Allah ya 55:10 sampai jam 11.00 Belum ada beras. 55:13 Apa yang terjadi? 55:15 Ada orang ketok. Asalamualaikum, Dek. 55:18 Ayo ikut yuk. Kenapa, Bu? Panggilnya 55:21 Bude 55:24 ini. Bude ngajak kamu. Kita mau ada 55:28 syukuran. 55:30 Itu anaknya Pak RT 55:33 akikahan. Masyaallah. 55:37 Kamu kan bisa ngaji ya. Masyaallah. 55:40 Yuk, ini rezeki dia, rezeki anaknya juga 55:43 ya. Iya, betul. 55:45 Datang makan di situ. Ya Allah. 55:49 Habis makan dikasih besek dua lagi. 55:52 Karena dia ngaji situ. 55:55 Sampai malam itu besek buat makan di 55:57 sama suaminya. Ya Allah. 55:58 Masyaallah. 56:00 Jadi, ikhwan sekalian jangan takut bahwa 56:02 Allah itu maha pemurah memberi kita 56:04 rezeki asal kita yakin ya terhadap ee 56:08 suami yang tadi itu. Insyaallah apa yang 56:11 dilakukannya benar ya. Karena dia juga 56:13 ee tidak mampu berat apa-apa, hanya 56:16 mampu 56:18 beribadah, 56:19 puasa jauh. 56:21 Hm. 56:21 Dan lain-lain. Yang yang salah adalah 56:24 dia sudah patah semangat ya, Bang. Ya, 56:25 betul. 56:26 Putus asa. Ya udahlah. Terkadang ibadah 56:28 juga jadi malas tuh, Ustaz. 56:29 Akhirnya begini aja sama orang nedeng 56:32 tangan minta-minta ke sana kemari. Ada 56:33 enggak kayak gitu? Banyak. 56:34 Banyak. 56:35 Bahkan yang masih gagah, lengkap, 56:40 mampu ee berjalan jauh, masih ada nedeng 56:43 tangan sana kemari. Tidak malu 56:45 mengemis-ngemis. Ya, nauzubillah 56:48 minzalik. Wallahuam bisawab. 56:50 Wallahuam bisawab. Semoga bisa menjawab 56:54 dari apa yang ditanyakan oleh Ibu Yeti. 56:57 Kita lanjut dari Ibu Dewi di Bandung, 57:01 Ustaz. 57:01 He. 57:02 Asalamualaikum, 57:03 Pak Ustaz. 57:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:05 wabarakatuh. 57:06 Mohon nasihatnya bagaimana cara 57:09 membiasakan 57:11 anak menghargai setiap rezeki yang Allah 57:14 berikan. Dia tidak boros dan memahami 57:18 bahwa keberkahan nafkah lebih utama. 57:21 dari banyaknya harta seorang anak 57:23 mungkin Ustaz. 57:24 Iya. Masyaallah. 57:25 Pendidikan untuk seorang anak. 57:26 I. 57:28 Bismillahirrahmanirrahim. Shalli ala 57:29 Muhammad wa ala ali Muhammad. Terima 57:30 kasih Bu Dewi. Jauh-jauh dari Bandung 57:33 menyimak siaran kita ya. 57:36 Ibu tadi yang pertama kasih makan anak 57:40 kita 57:41 dari yang halal Ustaz. 57:42 Hanya dengan yang halal. 57:45 Berpengaruh sekali Ustaz. Sangat 57:47 pengaruh, Ibu. 57:50 Kullu mauludin yuladu alal fitroh. 57:53 Fitrahnya hati itu enggak kemasukan yang 57:56 haram. 57:57 Betul. 57:57 Kalau kemasukan yang haram, hati 57:58 langsung apa? Keras. 58:00 Keras. 58:01 Kesat. Kalau sudah kesat, dia enggak 58:03 bisa bersyukur, Bu. 58:05 Gitu ya, Bang, ya. 58:07 Enggak mampu bersyukur 58:10 ya. enggak mampu mengendalikan 58:15 tangannya untuk apa? Boros belanja 58:17 sana-banjas ini. Tapi kalau hatinya 58:19 dikasih makan dengan yang halal, dengan 58:21 yang fitrah tadi, 58:23 insyaallah hatinya kuat. 58:26 Itu yang pertama, Ibu, ya. Nah, kalau 58:28 yang pertama ini sudah kita lampaui, 58:31 baru yang kedua. Tapi kalau yang pertama 58:33 belum kita lampaui, jangan naik yang 58:34 kedua, yang ketiga, 58:36 ya. Nah, yang kedua adalah memberi 58:41 teladan kepada anak. 58:44 Ibu enggak usah ngomong, tapi Ibu 58:45 sendiri alhamdulillah 58:49 dikasih suami sedikit, Bu. 58:52 Biasanya dikasih tiap hari Rp100.000 ya. 58:54 Hari itu Ibu cuman nerima Rp50.000. Ibu 58:57 tidak ngomel ini Bapak gimana sih 58:59 sekarang? Udah ee harta harga-harga naik 59:02 terus. Bapak ke segini gimana? Nah, 59:05 hm. 59:06 Dia lihat ibunya. Alhamdulillah ya, Pak. 59:10 Allah masih kasih kita rezeki. 59:11 Mudah-mudahan Allah berkahi. Segini pun 59:13 cukup. 59:14 Masyaallah. 59:15 Tidak keluar sedikit pun dari lisan sang 59:18 ibu keluh kesah apalagi menyalahkan 59:20 suaminya apalagi tidak terima dengan 59:22 pemberian Allah. 59:25 Yang kedua adalah teladan. 59:27 Teladan 59:27 ya, Bang. ya. Nah, 59:30 yang ketiga baru kita nasihati. 59:34 Nah, 59:36 kita ini makan atas pemberian Allah dan 59:40 kebaikan orang lain. Coba 59:43 itu nasi dari mana? Beras kan? 59:46 Iya. 59:46 Nah, 59:49 beras yang nanam siapa? Apa? Ibu sama 59:51 ayah nanam gak? 59:54 Yang nanam siapa? 59:55 Para petani coba para petani nanam 59:59 kemudian 1:00:00 digiling ya sama tukang giling. Kemudian 1:00:03 dipak 1:00:05 dikarungin ya kan. Kemudian dari desa 1:00:07 yang jauh sana diangkut ke sini. Siapa 1:00:10 yang angkut? Itu bapak-bapak angkutan 1:00:12 para sopir truk. Betul tidak? Betul. 1:00:15 Jadi dia ke sini itu karena kemurahan 1:00:17 Allah dan karena kebaikan orang banyak. 1:00:19 Maka kita bersyukur 1:00:21 ya. Jadi, Ibu anak itu memang tergantung 1:00:25 usianya juga diberikan 1:00:28 pemahaman 1:00:30 ya. Kalau masih usia-usia prasekolah 1:00:34 langsung aja alhamdulillah ayo kita 1:00:36 bersyukur pada Allah. Jadi sifatnya 1:00:38 adalah mekanistis. apa aja diucapkan 1:00:42 bareng-bareng. Tapi kalau sudah 7 tahun 1:00:44 ke atas mulai masuk ke proses 1:00:48 intelektual berpikir ya secara kognitif 1:00:51 anak mulai oh iya ya ini enggak ada 1:00:55 ayahku bukan seorang petani tapi tiap 1:00:58 hari ada makanan dari mana dari Allah 1:01:00 dari orang-orang baik itu. Maka ketika 1:01:03 kamu juga melihat andil orang-orang 1:01:06 banyak itu 1:01:08 untuk makan kamu hari-hari maka kamu 1:01:11 juga harus mampu berbagi sama orang. 1:01:12 Betul enggak ya? Punya 2.000 ada orang 1:01:16 minta-minta kasih sedekahkan 1:01:19 ya. Nah, bagaimana supaya tidak boros? 1:01:21 Ah, kalau tidak boros lihat ibunya dan 1:01:23 bapaknya. 1:01:27 Kalau bapak ibunya boros, udah anak 1:01:29 pasti boros. Ya enggak bag enggak usah 1:01:31 ikut-ikut ya, Ustaz. 1:01:32 Sudah ikut ya. Udah langsung jadi model 1:01:35 ya. 1:01:36 Iya. 1:01:38 Contoh gitu. Contohnya 1:01:40 boros itu kan sesuatu yang 1:01:44 tidak kita perlukan tapi kita beli. 1:01:46 Hm. 1:01:48 Ya. 1:01:50 Tapi kalau kita perlukan 1:01:52 beli banyak pun enggak masalah. 1:01:53 Betul 1:01:55 ya, Bang Algi ya. Nah, misalnya 1:01:58 Bang Algi 1:02:00 beli motor lagi. 1:02:03 Bagaimana sih beli motor? Kan masih ada 1:02:05 motor. Iya. Itu kan motor buat ngantar 1:02:07 kamu ke sekolah segala macam. 1:02:09 Buat saya nanti kalau ke kantor gimana? 1:02:13 Oh ya enggak apa-apa. 1:02:16 Jadi satu yang memang fungsional 1:02:19 diperlukan itu tidak boros. Yang kedua 1:02:22 sesuai dengan kemampuan. Kalau sudah 1:02:24 ngutang-ngutang ah ini Bang ya 1:02:26 kadang kan gengsinya Ustaz. 1:02:27 Ginya aduh 1:02:28 yang bikin berat. 1:02:30 Masa anak buah saya pakai NMAX saya. 1:02:32 Nah 1:02:33 e pakai motor butut gitu. Sedangkan 1:02:35 kemampuan terbatas, Ustaz. 1:02:37 Aduh, ya kan 1:02:39 saya ini udah let call sama sama Bang 1:02:42 Tedy tuh ya kan let call. Cuma saya let 1:02:45 call-nya L call normal. Kalau Tedy kan 1:02:47 enggak normal kan gitu ya. 1:02:50 Itu ee 1:02:53 teman-teman saya 1:02:56 itu pakai motor ini akan pakai mobil ini 1:02:59 ikut-ikutan enggak? Bismillah orang. dan 1:03:02 banyak para jenderal dan saya menjadi 1:03:05 saksi sendiri ada jenderal bintang dua 1:03:09 dan pensiun dalam keadaan yang sederhana 1:03:13 meninggal diantar oleh orang-orang yang 1:03:15 baik. Masyaallah ya. Tidak pusing 1:03:19 dikejar KPK, tidak pusing artinya 1:03:22 diungkit-ungkit sana sini ya. Karena 1:03:23 rumahnya pun masyaallah sederhana. 1:03:26 Ya, demikian buat Bu Dewi ya. 1:03:29 Mudah-mudahan 1:03:31 mencerahkan. 1:03:32 Wallahuam bawab. 1:03:33 Wallahuam bisawab. Mudah-mudahan 1:03:36 terjawab apa yang ditanyakan oleh Ibu 1:03:38 Dewi di Bandung. Em kita sudah dibatasi 1:03:42 waktu nih, Ustaz. Masyaallah. 1:03:44 Iya. Mungkin eh closing statement di 1:03:46 kajian kita pagi hari ini tentang 1:03:49 nafkah yang halal tarbiah yang paling 1:03:52 baik bagi keluarga. Silakan Ustaz. 1:03:54 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. Muhammad 1:03:56 waduh. Ikhwan sekalian. 1:04:01 kita itu dijadikan oleh Allah 1:04:05 sebagai makhluk yang terpilih untuk 1:04:08 memimpin di muka bumi sesuai dengan 1:04:12 kapasitas kita, sesuai dengan takdir 1:04:14 kita. Ya, 1:04:16 maka lakukanlah yang terbaik. 1:04:20 Kita memimpin keluarga, 1:04:23 maka pimpinlah keluarga. 1:04:25 Dan cara yang paling baik memimpin 1:04:27 keluarga adalah memberi makan dengan 1:04:31 cara yang baik, dengan makanan yang 1:04:34 halal. 1:04:37 Karena ini urusannya panjang tidak cuma 1:04:39 di dunia sampai di akhirat. 1:04:43 Dan kita berdoa kepada Allah 1:04:45 semoga Allah menjauhkan kita dari 1:04:49 menafkahi keluarga dengan jalan yang 1:04:52 batil. 1:04:52 Hm. Yang haram, Ustaz. dengan barang 1:04:55 yang haram 1:04:57 ya. 1:05:00 Tetapi kita dimampukan oleh Allah untuk 1:05:05 mencari nafkah 1:05:07 dengan cara yang terbaik. Dan juga ada 1:05:10 doa 1:05:12 supaya kita tidak banting tulang nih, 1:05:14 Bang Algi. 1:05:15 Betul. 1:05:16 Yaitu Allahummarzuqna 1:05:19 atau marzuqni ya kalau sendiri ya. 1:05:21 Sendiri. Allahumarzuqna rizqon halalan 1:05:24 wasian 1:05:28 taabin wala masyaqatin walain wala 1:05:31 tabiah. 1:05:34 Ya Allah berikanlah aku limpahan rezeki 1:05:37 yang halal 1:05:42 dan juga luaskanlah 1:05:45 dengan cara yang aku tidak harus banting 1:05:48 tulang bersusah payah. 1:05:51 Tapi dimudahkan 1:05:53 dan ini boleh. Jangan sampai kita karena 1:05:56 perjuangan itu bernilai jihad kemudian 1:05:58 kita susahkanlah aku ya Allah berikan 1:06:00 tantangan besar. Tidak. 1:06:02 Sunahnya adalah diberi keringanan oleh 1:06:05 Allah. Dirimpahkan rezeki dengan cara 1:06:08 yang mudah, cara yang ringan. 1:06:11 Tidak berarti kita jalan pintas ya. 1:06:13 He. 1:06:14 Tetapi semuanya disaran pada Allah. Coba 1:06:17 kalau kita dimudahkan oleh Allah ya. 1:06:21 Ada enggak orang yang cari makan dengan 1:06:23 cara susah? Banyak. 1:06:26 Salat saja dipersulit 1:06:29 sama majikannya. Ada enggak, Bang? 1:06:31 Ada. 1:06:32 Banyak. 1:06:32 Banyak, Ustaz. 1:06:35 Tapi kita dapat tempat salat dipermuda. 1:06:37 He. 1:06:38 Mau jumatan mau keluar juga disilakan. 1:06:42 Ya, masyaallah. 1:06:46 Gaji tidak ada yang ditahan-tahan. 1:06:50 Itu semua karena Allah dan itu ada 1:06:52 doanya. Ya, demikian semoga Allah 1:06:55 Subhanahu wa taala menolong kita untuk 1:06:58 melaksanakan semua kewajiban kita. 1:07:01 Amin. 1:07:01 Dan menjauhi semua larangannya. Rbana 1:07:03 hablana min azwajina. 1:07:09 Amin. 1:07:12 Amarhamdulillahamik 1:07:22 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:26 wabarakatuh. Demikian ikhwan dan akhwat, 1:07:28 kita telah sama-sama mendengarkan hikmah 1:07:32 pagi di Jumah Barokah ini tentang nafkah 1:07:36 yang halal adalah tarbiah yang terbaik. 1:07:41 Ikhwan dan akhwat, perlu diketahui 1:07:43 nafkah yang halal adalah pondasi ibadah 1:07:46 di dalam keluarga. Dari nafkah yang 1:07:49 halal itulah lahir doa yang diijabah 1:07:52 oleh Allah Subhanahu wa taala. anak-anak 1:07:56 yang tumbuh dengan kebaikan dan rumah 1:07:59 tangga yang diridai Allah subhanahu wa 1:08:01 taala. Amin ya rabbal alamin. Sekian 1:08:05 dari kami. Kami yang bertugas izin undur 1:08:07 diri. 1:08:09 Dari operator ada Abi Agus dan switcher 1:08:13 ada Ondi Saputra juga. Saya Alghifahur 1:08:16 Rozi pamit. Billahi taufik wal hidayah. 1:08:19 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:08:21 alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu 1:08:25 ilaik. Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:28 wabarakatuh.