Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 Brazil TV. 0:39 Asalamualaikum warahmatullahi 0:41 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:42 rahimakumullah. Syukur alhamdulillah 0:45 kita dapat kembali bersama-sama di acara 0:48 ruang kesehatan yang mudah-mudahan bisa 0:52 mempersuasi kita semua untuk bisa juga 0:55 melangkah jauh lebih nyaman dengan 0:58 kesehatan lahir dan batin. Ya, tidak 1:00 lupa salam selawat kita lantunkan untuk 1:02 junjungan umat kekasih kita Muhammad 1:04 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 1:07 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:09 beliau dan insyaallah dipertemukan 1:13 dengan beliau di saat-saat yang sangat 1:16 kita rindukan di yaumil akhir. Ikhwan 1:19 akhwat, bahasan ruang kesehatan kali ini 1:24 bisa jadi benar-benar perlu kita resapi 1:28 yang akan disampaikan oleh Dr. Eri Nur 1:32 Setianto, spesialis penyakit dalam 1:34 sekaligus eh spesialis endokrin ya. Dan 1:40 beliau 1:42 saat ini praktik di ee rumah sakit 1:47 Mayapada 1:48 di Jakarta Selatan dan juga di Puri 1:51 Cinere Depok. Beliau sudah hadir, kita 1:54 sapa beliau. Asalamualaikum 1:55 warahmatullahi wabarakatuh. 1:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:59 wabarakatuh. Sehat bugar ya, Dok ya? 2:01 Alhamdulillah. 2:02 Kalau enggak enggak sampai sini. Eh, 2:04 tapi ngomong-ngomong tadi Ikhwan Awat di 2:07 off air itu kita akan membahas terkait 2:10 dengan diabetes melitus. Si manis yang 2:14 bikin miris tapi enggak bikin kita 2:16 nangis kok. Nah, seperti apa persisnya? 2:20 Kita akan dengarkan sepenuh hati, 2:23 sepenuh rasa apa yang disampaikan oleh 2:25 Dr. Herry. Silakan. 2:27 Baik, terima kasih. Asalamualaikum 2:29 warahmatullahi wabarakatuh. Ee ikhwan 2:30 awat sekalian. Eh 2:33 saya coba ee gambarkan apa itu si manis 2:36 yang bikin miris ya. Diabetes milites. 2:39 Mungkin sudah pada tahu tapi ada juga 2:42 yang belum tahu ya. Jadi apa sih 2:43 diabetes melitus itu ya? Atau orang awam 2:47 bilangnya kencing manis ya. 2:48 He he. 2:48 Nah, terus ada ee apa namanya? Diskusi 2:52 mengenai ada enggak sih yang tipe basah 2:54 atau kering gitu ya. Kemudian ee 2:57 penyakit ini diturunkan menyilang kalau 3:00 anaknya laki-laki eh kalau ibu ke anak 3:02 laki, ayah ke anak perempuan. Betul 3:04 enggak itu? Ya, itu mitos atau fakta 3:06 gitu ya. Minum obat terus-menerus nanti 3:09 ginjalnya rusak gitu ya. Terus ee 3:14 ternyata ini semua adalah mitos ya. Jadi 3:19 ee tidak benar ya. Jadi ini semua nanti 3:22 bisa dijelaskan secara gamblang ya. 3:24 Jadi, 3:26 diabetes melites itu sebenarnya adalah 3:28 penyakit yang ditandai dengan munculnya 3:32 gejala yang timbul karena peningkatan 3:34 kadar gula darah atau istilah kerennya 3:36 glukosa ya. Dan itu berlangsung 3:39 terus-menerus menyebabkan komplikasi 3:42 dalam jangka panjang. Kalau bisa 3:44 dibilang diabetes itu induknya atau 3:48 biangnya semua penyakit ya. Jadi hulunya 3:51 diabetes, hilirnya macam-macam tinggal 3:54 pilih ya. Jadi eh ibunya atau the mother 3:59 of diseases ya. Jadi ibunya penyakit 4:02 walaupun nanti ada neneknya penyakit 4:04 lagi. Jadi ini ibunya, ini neneknya itu 4:06 adalah obesitas atau gendut ya, gemuk 4:09 ya. 4:09 Jadi obesity is the grandmother of 4:12 diseases. Jadi dari diabetes sebelumnya 4:14 bisa dari obesitas ya. Kemudian 4:16 penyebabnya adalah karena ada kekurangan 4:19 insulin ya. Insulin itu apa sih? Hormon 4:21 yang dihasilkan oleh pankreas. Baik 4:23 mutlak artinya enggak ada sama sekali 4:25 atau relatif ya. Jadi sebagian saja 4:27 sudah rusak sisanya masih bisa. Ee orang 4:30 awam bilang sebutnya kencing manis. 4:32 Karena banyak juga pasien yang terutama 4:34 yang di daerah itu kalau ee curiga itu 4:37 dia lihat tuh pas saat buang air kecil 4:40 kok ada semutnya gitu ya. Ya, memang 4:41 benar di dalam urin kita secara ee kasat 4:47 mata kelihatan bahwa digemari oleh semut 4:49 karena memang di situ ada gulanya ya. 4:51 Gulanya keluar lewat urin. Nah, tadi 4:53 dikatakan ee diabetes ee apa? Tipe 4:56 basah, tipe kering ya. Itu sebenarnya 4:58 enggak ada kalau itu adalah ee luka ya. 5:01 Kalau ada luka tipe basah atau luka tipe 5:05 kering ya. Jadi diabetes lukanya basah 5:07 atau kering. Kalau yang basah itu yang 5:09 mungkin yang bernanah gitu ya. Ee yang e 5:13 apa kalau orang bilang busuklah gitu ya. 5:15 Nah seperti itulah contohnya gambarnya 5:16 ya. Nah itu yang tipe luka tipe basah. 5:20 Tapi bukan diabetesnya tipe basah. 5:21 Karena ini harus diluruskan karena kalau 5:24 yang gemuk berarti basah. Kalau diabetes 5:26 kurus berarti kering. Enggak gitu. Nah 5:27 ini lukanya aja. Nah yang tipe kering 5:29 seperti ini lukanya. Mungkin ee ikhwan 5:32 awat yang lihat ee YouTube bisa lihat 5:34 gambaran lukanya. Tapi kalau yang enggak 5:38 yang dengar di radio mungkin ya kita 5:39 gambarkan aja. Kalau yang tipe basa tuh 5:41 bernanah, basah, dan berbau. Kalau yang 5:43 tipe kering lukanya itu hitam ya, 5:45 kehitaman belum tentu ada nanahnya. Tapi 5:48 sama dua-duanya menyebabkan komplikasi. 5:51 Nah, diabetes yang sebenarnya dibagi 5:53 menjadi klasiknya tuh empat ya, tipe 1 5:56 itu pada anak kecil biasanya di bawah 20 5:58 tahun atau 25 tahun itu sudah menyandang 6:01 diabetes. 6:03 Yang kedua, diabetes tipe 2 yang 6:05 didapatkan di usia dewasa. 6:08 Ee jadi di usia dewasa itu di atas 40 6:11 biasanya. Nah, ada sih di antara itu ya 6:13 antara 20 sampai 40 suka ketemu tuh. 6:15 Tapi ya nanti kita lihat intinya yang e 6:18 pembagian besar itu. Yang ketiga pasat 6:21 hanya saat kehamilan. Jadi pada saat 6:23 hamil aja tuh gulanya tinggi dan 6:25 sebagainya. Tapi karena selama hamil kan 6:27 kira-kira 9 bulan itu ee terekspos 6:31 dengan gula darah yang tinggi akibatnya 6:32 nanti bayinya jadi besar terjadi 6:34 komplikasi. Makanya kita harus ee apa ya 6:37 istilahnya menjaga selama kehamilan 6:39 gulanya bagus. Yang keempat adalah tipe 6:41 lain. Jadi, he 6:43 tipe yang disebabkan misalnya karena 6:45 penyakit tertentu. Misalnya ee ada 6:48 pasien yang pernah dengar mungkin lupus 6:50 ya, mendita lupus itu autoimun, dapat 6:52 steroid obat karena dipakai 6:55 terus-menerus gulanya naik. Kemudian 6:56 orang yang tumor pankreas ya dioperasi 7:00 sisa pankreasnya tinggal sedikit. Jilah 7:02 diabetes. Jadi tipe-tipe seperti itu. 7:04 Nah, yang terakhir nih mungkin masih 7:06 baru ya, tipe lima. Nah, tipe 5 ini 7:09 akibat terjadinya malnutrisi atau kurang 7:11 gizi yang kronik. Jadi, pasien-pasien 7:13 yang kelaparan di daerah daerah-daerah 7:15 yang sulit mendapat makanan dan tidak 7:17 mencukupi gizinya itu ee biasanya ee 7:21 timbul diabetes yang disebut tipe 5. Ini 7:23 yang terbaru 7:25 ya. Jadi, ini memang ee kompleks ya. 7:28 Tapi jadi yang perlu ditekankan tidak 7:30 ada diabetes basah dan tipe kering 7:32 kecuali lukanya. Nah, sebabnya apa? 7:34 Faktor risikonya apa sih diabetes 7:36 yang pertama? Ya inilah faktor genetik 7:39 ya. Jadi ee warisan lah kalau istilah 7:44 awamnya. Jadi warisan tidak hanya harta 7:45 tapi juga penyakit ya. Jadi ini ee yang 7:49 tidak bisa kita pungkiri. Artinya memang 7:51 ada garis dari atas atau generasi 7:54 sebelumnya. Yang berikutnya yang ini 7:56 yang masih bisa dimodifikasi yaitu 7:58 kurang gerak atau aktivitas mager kalau 8:00 anak sekarang bilangnya. Apalagi sejak 8:03 COVID itu mulai generasi mager mulai 8:06 meningkat ya karena semua ada di tangan 8:09 ya. Jadi mager nih ambil apa pesan apa 8:11 sudah sampai rumah. Nah itu 8:13 berkelanjutan sampai sekarang. Kemudian 8:16 makanan yang berlebihan terutama 8:17 karbohidrat sehingga menyebabkan 8:19 obesitas. Jadi balik lagi ee yang makan 8:22 berlebihan jadi obesitas. Walaupun belum 8:24 tentu dia diabetes, tapi lama-lama kalau 8:26 obesitasnya enggak ditangani bisa aja 8:28 salah satunya jadi diabetes. Kemudian 8:30 hamil tadi ya kita hamil yang ada bakat 8:33 dari keluarga diabetes. Pada saat belum 8:35 hamil enggak diabetes, pada saat hamil 8:37 gulanya naik. 8:38 Kemudian penyakit yang lain ya tadi yang 8:39 saya sampaikan. 8:42 Nah, kalau kita telusuri si apa sih itu 8:45 insulin? Ya, biang keroknya ini memang 8:47 insulin. Karena kurang insulin 8:50 itu diabetesnya muncul. Jadi insulin itu 8:52 adalah hormon. Hormon itu banyak ya di 8:55 tubuh kita ya. Jadi hormon jangan 8:56 dibayangkan hormon laki-laki wanita aja 8:58 ya. Ada hormon macam-macam. Ada hormon 9:01 adrenalin, ada hormon insulin, hormon 9:03 tiroid. Hormon tadi yang laki perempuan 9:05 testosteron sama proges e sama estrogen 9:08 gitu ya. Yang ini salah satu kita 9:10 fokuskan ke hormon insulin urusannya 9:11 pencernaan itu dihasilkan oleh sel beta 9:14 di pankreas ya. Ada gambarnya mungkin 9:17 slide berikut Mas kalau yang lihat. Nah, 9:20 jadi bayangkan aja di lambung sebelah 9:22 kiri kita di belakangnya itu ada beda 9:25 atau ada apa namanya? Organ yang 9:27 berbentuk koma tapi terbalik ya. Nah, di 9:30 situlah ee yang disebut 9:33 pankreas. Nah, ini ada gambar besarnya 9:35 mungkin. Slide berikutnya nih kelihatan 9:37 ya. 9:39 Nah, jadi nah seperti itulah pankreas 9:41 kira-kira. Nah, di situlah menghasilkan 9:44 hormon insulin. Jadi, pabrik hormonnya 9:46 di situ. 9:48 Nah, keluhannya mungkin ada beberapa 9:51 gejala ya. Kalau di sini 3P biar gampang 9:54 ya. P itu poli artinya banyak. Poli 9:57 polifagi eh poliuri, polidipsi, 9:59 polifagi. Jadi banyak minum eh banyak 10:01 buang air kecil, banyak minum sama 10:03 banyak makan. Jadi kalau ada orang yang 10:06 enggak ada apa-apa cepat lapar, 10:09 haus terus terus jadinya pipis terus, 10:11 terutama malam hari walaupun enggak 10:13 minum. Nah, hati-hati tuh diabetes ya 10:15 walaupun belum pasti. Kemudian yang 10:18 paling sering pasien itu ee orang itu 10:20 sadar diabetes biasanya kalau berat 10:22 badannya kok turun ya, Dok, saya 10:24 makannya banyak nih. Apa aja saya makan 10:27 nih, tapi kok saya makin kurus ya, terus 10:29 lemas gitu ya, ngantuk dan lain-lain. 10:31 Nah, ini keluhan lainnya. Jadi 10:32 lemas, kesemutan. Jadi selain 3P tadi 10:36 banyak kencing, banyak haus, banyak 10:38 makan plus penurunan berat badan atau 10:41 kalau enggak ada itu ada keluhan lemas, 10:43 kesemutan, sering-sering kebas ya, 10:45 gatel-gatel, 10:46 matanya kabur ya, bukan matanya kabur 10:48 ya, matanya burem lah ya. Kemudian pada 10:51 pria ini yang sering jadi ee kunci 10:53 pertama aja, Dok, kok saya jadi enggak 10:56 enggak greng gitu ya. Ya, jadi itu salah 10:59 satu ee gejala kemudian gatal-gatal pada 11:02 wanita. Nah, ini keluan-keluan itu 11:05 menjadi pintu masuk kecurigaan kita pada 11:08 diabetes, ya. Nah, kemudian ee selain 11:12 itu ada beberapa lagi ya, yaitu ya tadi 11:15 ee ee harus dibuktikan dengan adanya 11:19 kadar gula darah yang memang terbukti 11:23 di atas normal. Nanti sampai ke sana. 11:26 Nah, satu lagi nih ee kapan sih kita di 11:30 orang kan sering ngomong, "Dok, saya itu 11:33 devonis menderita diabetes." 11:37 Coba di slide berikut, Mas. Di agak 11:39 dipercepat, ya. Jadi loncat beberapa 11:41 slide terus lanjut. Nah, ditulisnya tuh 11:45 ee pasien tuh selalu mengeluh slide 11:47 berikut. 11:49 Slide berikut. Nah, ini dia. Kita kapan 11:52 sih, Dok? saya nih divonis sebagai 11:55 penderita diabetes. Itu yang merah-merah 11:56 saya tulis tuh divonis tuh kesannya kan 11:59 kayak tahanan gitu ya, narapidana atau 12:01 yang disidang dihukum ya dan menderita. 12:04 Jadi ini yang 12:05 konsep dasar yang dapat dari guru saya 12:07 bahwa ini harus dirubah. Jadi kita tuh 12:08 diabetisi itu bukan akhir dari 12:10 segalanya, tapi sesuatu yang harus kita 12:13 terima dan kita bersahabat dengan 12:15 diabetes itu. Kalau enggak nanti kita 12:18 musuhin, akibatnya dia lebih galak dari 12:20 kita. Jadi harus kita temenin supaya dia 12:22 nurut sama kita. Jadi dikendalikan ya. 12:24 Jadi ini dicoret nih slide berikut di 12:28 vonisnya kita coret menjadi didiagnosis. 12:31 Artinya ketahuan kan lebih positif ya, 12:33 Dok. Saya didiagnosis diabetes 1 tahun 12:35 yang lalu. Artinya dokter kasih tahu 12:37 saya gulanya tinggi so what gitu 12:39 ngapain? Dan saya bukan menderita tapi 12:41 menyandang. Menyandang tuh kayak orang 12:43 dapat pangkat kan. Pangkatnya jenderal 12:45 kan dikasih nih 12:46 saya pangkatnya jenderal kan beda sama 12:48 aduh menderita gitu ya. Jadi kita punya 12:50 optimisme yang tinggi. Artinya sampai 12:53 saat ini meemang konsepnya diabetes itu 12:56 dalam tanda petik belum bisa 12:57 disembuhkan. Balik lagi seperti sebelum 13:00 sakit. Makanya namanya penyakit kronik. 13:02 Heeh. 13:03 Jadi konsep sekarang adalah mengelola, 13:05 mengendalikan 13:06 sehingga se kalau umur kita enggak tahu 13:09 ya Allah yang ngatur. Tapi selama kita 13:11 masih sehat di usia lanjut kan lebih 13:13 baik daripada muncul komplikasi yang 13:15 lain. Jadi ini konsepnya seperti itu. 13:18 Tapi nanti ke depan mungkin 10 tahun 5 13:20 tahun ee 15 tahun lagi akan ada 13:21 ditemukan obat-obat yang memperbaiki 13:24 fungsi pankreas ya. Jadi kalau tadi ya 13:28 ini tadi menyambung tadi ya kena kapan 13:30 kita didiagnosis menyandang diabetes 13:33 mungkin ee ikhwan akhwat ee merasa nih 13:36 ah gula saya masih nanggung nih masih ya 13:38 150 13:40 130 belum 200 gitu Dok. Nah, sebenarnya 13:44 adalah saat kita mengerasakan tiga 13:47 gejala tadi ya, 3P tadi cepat ee gampang 13:51 haus, banyak minum, sering pipis, 13:52 terutama malam eh banyak makan dan 13:55 sering pipis, banyak minum. Nah, itu 13:57 plus penurunan berat badan. Kalau itu 14:00 enggak ada, ada tambahannya periksa 14:01 gula. Nah, periksa gula darah yang kita 14:04 periksa tuh ada beberapa macam yang 14:06 salah satunya dari jari prikt namanya 14:09 ya. itu darah perifer atau darah vena 14:11 yang di lab yang diambil dari pembuluh 14:13 darah besar. Biasanya orang lab yang 14:15 ambil. Nah, itu batasannya kalau gula 14:19 gula darah ada tiga nih yang kita cek. 14:20 Gula darah puasa, gula darah 2 jam 14:23 setelah makan, dan sewaktu. Nah, yang 14:26 sering dikerjakan kalau kita ke mall 14:28 jalan-jalan tuh ada gratis tuh periksa 14:30 darah tuh. Nah, itu namanya gula darah 14:31 sewaktu screening. Jadi datang periksa 14:34 lab. 14:36 Nah, jangan stres dulu. Barangkali kita 14:38 tadi habis minum 14:39 he 14:40 tea ya apa maca dan lain-lainlah. Nah, 14:42 gulanya naik tuh. Atau sebaliknya kita 14:45 habis makan atau belum makan ya biasanya 14:47 kalau 200 satu kali pada periksaan gula 14:50 darah sewaktu itu belum tentu diabetes. 14:52 Masih mungkin habis makan. Kecuali kita 14:54 meemang niat dari rumah nih ada lab nih 14:56 gratis nih. Saya puasa dulu kita cek. 14:58 Nah, itu gula darah puasa. Walaupun 15:00 dibalut dengan sewaktu timingnya tapi 15:03 intinya puasa kapan puasa itu 8 sampai 15:06 12 jam. 15:08 tanpa asupan karbohidrat minum boleh. 15:10 Nah, itu dicek. Kalau lebih dari 126 15:13 besar sama dengan jadi 126 lebih. Jangan 15:16 salah itu sudah masuk kriteria diabetes. 15:19 Sebaliknya kalau gula dar sewaktu lebih 15:20 dari 200 beberapa kali nih dua kali 3 15:23 kali 200 terus hati-hati itu diabetes 15:26 ya. Jadi keluhannya begitu. Ada gula 15:29 darah nanti dokter yang nentuin deh 15:32 kira-kira ini masuknya apa karena ada 15:33 kriterianya 15:35 jadi normal. 15:37 prediabetes sama diabetes. Pre itu 15:40 artinya sebelum diabetes tapi enggak 15:41 normal. Nih ada lebih ini lagi ya ee 15:44 karena kalau sudah mendekati prediabetes 15:46 ke diabetesnya gampang gitu. Jadi ini 15:49 sekarang kita justru screening-nya di 15:50 prediabetes supaya jangan jadi diabetes 15:52 ya. 15:54 Nah, 15:56 langkah-langkah pengelolaannya yang 15:58 pertama ya begitu terdiagnosis 16:00 jangan panik ya, jangan terus nangis. 16:02 Ada pasien datang ke saya masih muda 16:05 baru jadi CEO. Dok, saya diabetes, Dok. 16:09 Umur saya baru 30 tahun, Dok. Udah deh 16:11 karir saya habis, enggak bisa apa-apa 16:13 gitu. Nangis di depan saya loh. Saya 16:15 bilang, "Jangan." Saya bilang, "Justru 16:18 alhamdulillah ketahuan." Saya bilang, 16:19 "Daripada nanti ketawanya di akhir sudah 16:21 ada komplikasi." Nah, jadi artinya 16:23 jangan panik karena kadang-kadang dengan 16:27 ee tadi ya modifikasi lifestyle, gaya 16:29 hidup, pola makan, kemudian mengatur 16:33 istirahat dan waktu olahraga teratur itu 16:35 bisa kalau baru ketahuan itu bisa 16:38 menurunkan gula darat sampai 30% dengan 16:42 exercise, lifestyle modification, sama 16:45 ngatur eh stress management itu bisa 16:48 tuh. Nah, itu yang disebut diabetes 16:51 terkontrol dengan lifestyle walaupun dia 16:53 ada bakat ya. Nah, pasti dokter kalau ke 16:56 dokter dapat data itu pasti difollow up, 16:58 dievaluasi, kemudian udah ikut aja deh, 17:02 jangan ke dokter, habis itu ke orang 17:05 pintar gitu. Jadi dokternya enggak 17:07 pintar gitu ya. Jadi ke mana-mana dulu 17:10 begitu gulanya enggak terkontrol, 17:12 uangnya habis banyak, akhirnya baru 17:15 balik ke dokter. Jadi yang alternatif 17:16 adalah ke dokternya bukan ke orang 17:18 pintarnya ya. Jadi ini memang harus 17:20 dirubah nih kemudian evaluasi berkala 17:23 yang penting begitu dokter bilang Pak 17:24 kontrol 1 bulan sudah kontrolnya 1 17:26 bulan. Nah nanti kalau sudah membaik 17:29 biasanya 3 bulan sekali. 17:32 Nah tujuannya ya seperti saya sampaikan 17:33 tadi satu meningkatkan quality of life 17:37 atau kualitas hidup ya. Jadi yang 17:39 tadinya diabetesi tidak terkontrol 17:42 ee tiap hari kebangun malam karena 17:44 pipis. Jadi siangnya produktivitas 17:46 terganggu lagi meeting ngantuk kemudian 17:49 ee lemot ya ee apa daya ingatnya lambat, 17:54 cepat lupa. Nah, itu bisa kita perbaiki 17:56 dengan memperbaiki kadar gula ya. Dengan 17:58 cara tadi 18:00 target kita jangka pendek hilangnya 18:02 keluhan semutan, kebas, sering buang air 18:04 kecil, berat badan turun itu nanti bisa 18:07 hilang jangka pendek. Mudah-mudahan 18:09 badan kita segar, nyaman, dan sehat gitu 18:11 ya. Targetnya itu jangka panjangnya 18:13 jangan sampai ada komplikasi apalagi 18:15 jangan sampai ada kecacatan ya atau 18:17 mortalitas atau kematian. 18:20 Baik, selanjutnya nih kita bicara ee 18:24 kalau diabetes tuh kok ada sih yang ke 18:26 gawat darurat nih. 18:27 Kalau tadi kan yang 18:29 di rumah nih kita bisa kontrol datang ke 18:31 poliklinik, ke puskesmas. 18:33 Nah, kapan orang kenapa sih ke UGD 18:36 tiba-tiba gitu? Ada dua ya. Jadi 18:38 komplikasi kronik tadi yang saya bilang 18:41 bisa ke ginjal, ke liver, nanti saya 18:43 jelasin. Nah, sekarang komplikasi akut. 18:45 Akut tuh bukan berarti harus berat ya, 18:47 tapi tiba-tiba gitu. Jadi orang tadi 18:50 kita ngobrol tiba-tiba karena ada 18:51 diabetes kita lupa makan tapi dia minum 18:54 obat tiba-tiba keringat dingin colaps 18:56 gitu ya. Nah, itu gula darahnya rendah. 18:57 Namanya hipoglikemia. 18:59 Gula darah sewaktu yang diperiksa di 19:01 tangan nih biasanya kurang dari 100. 19:04 Kalau mau detail ya di bawah 70. Tapi 19:06 100 kurangnya biasanya sudah ada 19:07 keluhan. Yang kedua kalau ketinggian. 19:10 Jadi kerendahan masuk ICU eh masuk UGD, 19:13 ketinggian juga masuk UGD. Tapi beda tuh 19:16 kalau yang gula darahnya terlalu rendah 19:18 justru harus lebih cepat ditangani. 19:21 Karena begitu gula darah kita di bawah 19:22 100 atau 70, otak kita ini enggak dapat 19:25 makanan gula. Kan makanannya dua otak 19:27 tuh gula sama oksigen. 19:29 Oksigen dapat enggak dapat gula. ya udah 19:33 ee kabol apa teler ee sel-sel otaknya ee 19:37 apa namanya mengalami kerusakan. Kalau 19:38 kelamaan itu permanen bisa enggak 19:41 bangun, kesadarannya menurun walaupun 19:43 gulanya sudah dinaikin. Jadi buat ee apa 19:46 namanya? Perhatian kalau ada orang yang 19:49 diabetes lupa minum obat, lupa makan, 19:51 dia minum obat atau nyuntik insulin 19:53 tiba-tiba pingsan. Yang kita pikirkan 19:55 pertama gula darahnya rendah. Kalau dia 19:57 masih bangun suruh minum gula aja 19:59 kasih teh manis gulanya gula pasir 4 20:01 sendok suruh minum 20:02 asal manis aja biar selama dia masih 20:04 bangun ya tapi kalau enggak sadar ya 20:06 jangan langsung bawa ke UGD diangkut aja 20:09 langsung jangan suruh minum tapi kalau 20:10 dia masih aduh kok lemas ya suruh minum 20:12 gula urusan gulanya tinggi urusan nanti 20:15 yang penting naik dulu dan segera ditata 20:18 laksana begitu yang enggak sadar 20:21 misalnya biasanya lansia ya kakek nenek 20:23 kita yang di rumah kan sekarang suka 20:25 mandiri nih ni. 20:26 Heeh. Heeh. 20:27 Ee Eyang enggak mau gangguin, Eyang mau 20:29 sendirian di rumah, padahal dia pakai 20:31 insulin atau minum obat. Nanti datangnya 20:34 pada saat bersih-bersih aja ya, bangun 20:35 pagi atau sore. Nah, pada saat kita 20:37 temuin beliau colollaps di tempat tidur 20:39 itu langsung diangkut aja dan ke UGD 20:41 pasti gulanya rendah biasanya. Nah, itu 20:44 biasanya dari dokter akan kasih gula tuh 20:46 lewat injeksi. Nah, itu cepat bangun. 20:48 Nah, kalau yang ketinggian ini lebih 20:50 lama waktunya. Nah, jadi misalnya ada 20:52 orang gulanya 700 masih jalan-jalan 300 20:55 masih ngobrol-ngobrol masih ngomong 20:56 lagi, "Dok, gula saya masih 400 ini, 20:58 Dok." Nah, itu masih bisa lama tuh 3 21:00 hari. Tapi kalau didiamin lama-lama 21:02 gulanya makin tinggi. Nah, itu yang 21:05 namanya masuk ke ICU juga kesadarannya 21:07 juga turun gitu cuman ada waktunya. 21:10 Jadi, kalau gula dannya tinggi masih ada 21:12 waktu, tapi kalau gulanya kerendahan itu 21:14 harus ke UGD secepatnya. N. Nah, ini 21:17 komplikasi kronis yang lama nih. Tadi 21:19 saya bilang di slide berikutnya ada nih 21:21 ya. Itu gambar otak tuh biasanya stroke, 21:24 serang apa namanya? Ee sumbatan pembuluh 21:27 darah otak. Mata bisa jadi buta ya, 21:29 retinopati atau katarak jantung, 21:31 serangan jantung. Kalau enggak ee ini ya 21:35 lewat gitu ya. Satu lagi tadi disfungsi 21:38 ereksi ya pada pria. Kemudian gagal 21:40 ginjal sampai suci darah dan tadi luka 21:42 di kaki yang tipe basah dan kering tadi 21:45 ya. komplikasi selanjutan seperti ini 21:47 diurut 21:49 semuanya ada tuh saraf, mata, 21:53 ee paru, jantung semua ada. Jadi ibunya 21:56 penyakit ee adalah diabetes. 22:02 Kemudian ee selanjutnya 22:05 bagaimana kita mengendalikan gula dar 22:07 nanti urusannya dokter. Tapi intinya 22:08 nurut aja deh. Ngatur makan, olahraga, 22:12 manajemen stres. Sisanya serahin ke 22:14 dokter ya obatnya dan sebagainya. Yang 22:16 penting disuruh minum sekali ya, sekali, 22:17 dua kali, dua kali. Jangan nawar. Kalau 22:20 nawar apalagi kalau dokter bilang, "Bu, 22:22 ini karena obatnya udah empat macam. 22:26 Harusnya enggak boleh berarti fungsi 22:28 pankreasnya sudah rendah. Jadi memang 22:30 harus ditambah dari luar dengan insulin. 22:32 Nah, begitu dibilang insulin biasanya 22:33 pada kabur tuh." Jangan, Dok. Jangan, 22:35 Dok. Takutnya nanti ketergantungan. atau 22:38 takutnya kecanduan insulin. Nah, ini 22:39 beda ya. Ini yang harus saya garis 22:41 bawahi bahwa kalau saya menyampaikan ke 22:44 pasien kalau memang kita sudah saatnya 22:46 pakai insulin berarti kita butuh 22:47 insulin. 22:49 Memang itu sisi bermata dua pedang ya. 22:51 Jadi antara kebutuhan dan ketergantungan 22:53 ya. Jadi biasanya saya bilangin 22:55 gampangnya gini deh Pak. Yang namanya 22:57 ketergantungan biasanya hasil akhirnya 22:59 negatif. Contoh ya narkoba, 23:01 ketergantungan anti nyeri itu biasanya 23:03 hasil akhirnya jelek. Tapi kalau 23:05 kebutuhan berarti kita membutuhkan 23:07 sesuatu untuk hal-hal yang lebih 23:09 positif. Misalnya buat kerja nih. Kalau 23:11 kita enggak pakai insulin, gula kita 23:13 tinggi terus enggak produktif, ya udah 23:15 pakai insulin atau minum obat. Terus 23:17 misalnya 23:19 ee apa namanya? Ee menggunakan ee yang 23:23 hasilnya baik misalnya obat hipertensi 23:24 ya kan itu butuh ya walaupun sama-sama 23:26 terus tiap hari pakai tapi hasil 23:29 akhirnya enggak ada komplikasi. Makanya 23:32 harus diingat bahwa kebutuhan dan 23:34 ketergantungan itu ee sudut pandangnya 23:37 dilihat hasil akhirnya bagaimana ya. 23:38 Jadi jangan jangan berpikir bahwa kalau 23:41 kita pakai obat, pakai suntikan untuk 23:44 diabetes itu ketergantungan tapi namanya 23:46 kebutuhan dan itu bisa mengendalikan 23:49 sehingga tidak terjadi komplikasi di 23:51 kemudian hari. Ini udah udah udah apa 23:55 namanya udah harus dirubah nih konsep 23:57 berpikirnya. Kan yang jadi pertanyaan 24:00 selalu gini, "Dok, saya sudah minum obat 24:03 rutin, tapi tetangga saya bilang atau 24:06 orang tua saya bilang nanti ginjalnya 24:08 rusak 24:09 kalau minum obat terus gitu atau pakai 24:12 insulin terus gitu." 24:13 Nah, kalau konteksnya diabetes 24:16 itu justru sebaliknya. Kalau kita enggak 24:18 minum obat, enggak ngatur gula dengan 24:20 insulin dan lain-lain itu komplikasi 24:22 jalan terus ujung-ujungnya yang yang 24:24 dibilang tadi cuci darah, serangan 24:26 jantung, dan lain. Tapi kalau kita 24:27 menggunakan ini dengan benar, dengan di 24:30 bawah kontrol dokter, kemudian targetnya 24:32 kita. Jadi kalau Bapak, Ibu sekalian 24:34 kalau ke dokter itu jangan cuma minta 24:36 obat, tapi diskusi, Dok. Ini target 24:39 gulanya sudah tercapai belum? biar 24:40 dokternya yang pusing. 24:42 Ibu sudah minum obat belum? Sudah makan 24:44 sudah benar. Nah, nanti dosis dia 24:46 ngatur. Tapi intinya kita ketemu dokter 24:48 bukan ngambil obat, tapi review penyakit 24:51 diabetes kita sudah terkendali belum. 24:53 Ah, patokannya apa? Gula darahnya. Gula 24:56 darah puasa tadi itu yang tadi saya 24:58 bilang 8 sampai 12 jam atau 10 jam 25:01 enggak makan. Dicek itu bukan 126 tapi 25:06 antara 100. Kalau yang masih muda nih, 25:08 yang masih muda tuh muda tuh berapa sih? 25:10 50 ke bawah lah. Yang masih muda itu 25:12 gula puasanya kalau bisa di bawah 100. 25:15 Beda dengan tadi ya. Kalau tadi 25:16 diagnostik lebih dari 126 diabetes ini 25:18 di bawah 100 atau kalau 50 ke atas itu 25:21 110 sampai 130 ya ada tuh targetnya. 25:26 Nah, kalau belum nyampai situ dokternya 25:27 suruh mikir tuh, "Dok, gimana caranya 25:29 supaya gula puasa saya segitu? Jangan 25:31 kerendahan, jangan ketinggian. Satu lagi 25:34 yang 2 jam habis makan itu 140 180 untuk 25:39 yang 50 tahun ke atas. Kalau yang muda 25:41 di bawah 140. Jadi ini memang ada beda 25:43 kriterianya. Jadi jangan beranggapan 25:46 bahwa makin rendah gula darah makin 25:48 bagus untuk yang lansia. Nah, kalau 25:50 lansia ini justru hati-hati 25:52 dokter enggak terlalu akan ketat sampai 25:54 rendah. Tapi yang muda harus strik gitu 25:56 ya. Beda nih karena life expectasi atau 26:00 harapan hidupnya masih panjang. Kalau 26:02 yang sudah 50 ke atas relatif lebih 26:05 rendah ya. Jadi dua itu ya. Gula darah 26:07 puasa 110 140 2 jam setelah makan 140 26:12 180. Nah, HBA 1C nih sekarang mungkin 26:15 pernah dengar ya 26:16 apa sih HBA 1C? 26:17 Dokter suka bilang, "Bu, nanti periksa 26:19 ya 3 bulanan namanya HBA1C." Itu yang 26:22 tadi ee kita cek 3 bulanan itu adalah 26:26 hasil rata-rata dari gula darah puasa 26:29 dan 2 jam. Kalau tadi saya bilang segitu 26:32 yang saya bilang 110, 1430, 140, 140, 26:35 nanti HBA 1C 7. Nah, itu yang kita 26:38 targetkan. HBA1C 3 bulanan harus sekitar 26:41 7 atau kurang. Kalau yang muda di bawah 26:43 7uh, kalau yang senior atau lansia 7,5 26:47 masih oke ya. Jadi itu yang PR kalau 26:50 Bapak, Ibu semua atau ikhwan akhwat ke 26:52 dokter kalau sempat ngobrol sama 26:54 dokternya suruh beliau ee ee periksa 26:58 targetnya tercapai enggak sisanya nurut 27:01 ya. Jadi, jadi itu ya kira-kira ee apa 27:06 yang harus kita kerjakan. Nah, 27:09 diabetes ini adalah satu kondisi yang 27:12 multifaktor ya. Jadi enggak bisa, "Dok, 27:15 saya sudah minum obat, Dok." Terus saya 27:18 makan bebas, malas olahraga, terus e 27:21 begadang. Nah, itu saya sudah minum obat 27:23 toh gulanya nanti juga turun. Enggak 27:24 gitu ya. Jadi diabetes itu adalah konsep 27:29 hidup. Jadinya kalau kita sudah 27:30 diabetisi berarti harus punya konsep 27:33 tadi. Pertama ee harus ee kontrol 27:38 pertama edukasi dulu ya. Ini kita dalam 27:39 rangka edukasi ya. Jadi pilar diabetes 27:41 itu ada empat. satu edukasi ini salah 27:44 satu rasil ini sangat bagus ya karena 27:46 mengedukasi orang untuk e atau waspada 27:51 atau paham tentang diabetes secara umum 27:54 dulu. Nah, namanya edukasi. Nah, ini 27:56 makin kita tahu makin benar karena 28:00 banyak sekali hoa tuh 28:01 hoa-hooka di yang tiba-tiba pop up gitu 28:03 ya. Muncul kita lagi buka, lagi 28:06 scrolling atau nongol diabetes itu gini 28:08 gini gini. Nah, kalau kita punya modal 28:10 ilmu pengetahuan yang yang firm, yang 28:12 yang mantap gitu ya, itu enggak laku tuh 28:15 yang hoax-hoax itu. Jadi kita cuma lihat 28:16 aja, wah ini hoax nih, kita tahu ya. 28:18 Nah, ini diabetes tadi yang yang saya 28:20 pelajar yang saya jelaskan tadi sebagai 28:22 dasar dari diabetes, ya. Jadi, edukasi. 28:25 Yang kedua adalah diet. Diet 28:29 artinya kita enggak makan ya. Diet 28:31 mengatur pola makan sesuai dengan 3J. 28:34 Nah, ini banyak banget ini ya 28:36 jargon-jargon atau singkatan supaya 28:38 ingat J itu jenis, jadwal, dan jumlah. 28:41 Ini makanannya nih. Jenisnya apa nih? 28:43 Biasanya dokter akan jelasin jenisnya. 28:45 Ya udah yang pasti jangan yang berdasar 28:48 eh berbahan dasar gula pasir ya. Jadi 28:51 gula tebu itu sukrosa ya. Gula dasar 28:54 glukosa. Sukrosa itu dihindari. Jadi 28:57 kalau mulai yang diabetes sekarang itu 28:59 lihat gula pasir enggak usah dibeli. 29:01 Satu menghemat. Jadi gula pasir kan 29:03 mahal nih, udah enggak usah dibeli. Yang 29:05 kedua, jaga terhadap dies. Nanti 29:07 terbiasa tuh justru kita minum manis 29:09 malah enggak enggak nyaman gitu ya. Yang 29:12 kedua, jumlah. 29:14 Kalau saya nih kerjanya macul di pinggir 29:16 jalan ya, saya bekerja sebagai buru 29:18 bangunan. Saya makan nasi satu piring 29:21 itu hilang. Jadi asupan yang saya 29:24 konsumsi akan terpakai sebagai bahan 29:26 untuk bergerak, untuk bekerja sehingga 29:28 enggak ada sisanya. Nah, itu yang 29:30 disebut ee seimbang antara asupan dan 29:32 keluar. Tapi kalau saya seperti saya 29:34 nih, saya duduk-duduk di sini banyak di 29:36 belakang meja ya makanya jangan sepiring 29:38 penuh nasi gitu ada hitungannya. Jadi 29:41 jumlah karbohidratnya harus dihitung. 29:43 Nah, itu dokter yang atur. Terus jenis 29:45 makannya tadi rendah karbo, tinggi 29:48 protein, rendah lemak. Jadi protein tuh 29:51 misalnya daging, ikan, telur, jangan 29:53 kuningnya, putihnya ya. He. 29:55 Kemudian yang nabati kedele ee apa 29:58 kacang-kacangan itu boleh tinggi, tapi 30:01 karbonya, karbohidrat itu misalnya nasi, 30:04 tepungnya misalnya ee apa namanya? roti, 30:06 mie, segala macam ee apa bubur. Nah, itu 30:10 masuk karbo itu yang harus minimal sama 30:12 lemak. Nah, masalahnya lemak ini kan 30:14 enak nih. Nah, jadi biasanya kalau 30:16 enggak makan sop kaki kambing gitu ya, 30:19 terus ee apa yang mengandung lemak, nah 30:21 itu harus diminimalisir. Jadi, rendah 30:24 karbohidrat, rendah lemak, tinggi 30:27 protein ya. Apa barangnya? Nanti 30:28 dijelasin. Kemudian yang ketiga, 30:30 kontrol. Nah, tadi kontrol biasanya 30:32 dokter kalau awal-awal sebulan, kalau 30:34 BPJS mungkin 3 bulan bisa ya nanti dapat 30:36 obat. Dari situ kita diskusi tuh ya. 30:39 Jadi ingat ee data-data minta tolong 30:41 dokter untuk me-review balikin ke kita, 30:43 kita ikutin. Jadi kontrol rutin. Jadi 30:46 bukan udah minum obat beres. Enggak ada 30:48 gitu ya. Harus kontrol teratur. Siapa 30:51 tahu kalau Bapak atau ikhwan akhwat 30:52 sekalian sudah terkontrol gulanya, dosis 30:55 obat bisa diturunin atau yang tadinya 30:57 insulin mungkin diturunkan dosisnya gitu 31:00 ya. Nah, yang keempat adalah exercise 31:03 atau olahraga. 31:05 Beda ya dengan bergerak ya. Ini harus 31:08 jelas nih, Dok. saya ke mall jalan-jalan 31:10 gitu ya. Ee sudah berapa kilo tuh, Dok? 31:13 Kalau dihitung ya. Itu beda. Jadi 31:15 olahraga adalah ada polanya misalnya ada 31:19 ee durasinya sekian menit, panjang kilo, 31:24 kemudian ee repeat diulang misalnya 31:27 kalau otot ya angkat beban gitu. Kalau 31:29 lari ya lari cepat, lari lambat gitu ya. 31:32 Jadi olahraga aerobik dan ee isometrik. 31:36 Jadi aerobik itu lari kardio ya, lari 31:39 naik sepeda, treatmal meal, berenang. 31:41 Itu kalau berenang duanya dapat otot, 31:43 dapat ee kardionya. Satu lagi kalau yang 31:46 di gym tuh ya latihan fisik angkat 31:48 beban. Nah, itu otot. Nah, kalau bisa 31:50 kombinasi itu teratur seminggu minimal 31:54 150 menit. Bentuknya apa? bisa 3 kali 50 31:58 menit misalnya lari eh jalan 50 menit 3 32:01 kali seminggu atau 30 menit tapi 5 kali 32:04 minimal dengan frekuensi yang teratur 32:06 dan rutin. Dari situ kita dapat manfaat 32:10 olahraga. Tapi kalau misalnya 32:12 olahraganya hanya hype aja ikut habis 32:14 itu enggak. Nanti kalau lagi ramai. Nah 32:16 itu sering kejadian tuh lagi lari karena 32:19 dia ini enggak latihan. Nah terjadilah 32:22 kondisi yang fatal. Jadi olahraga itu 32:24 yang penting rutin dan ee minimal 150 32:28 menit per minggu untuk diabetisi. 32:31 Nah, jadi ini kesimpulannya nih. Ini 32:33 terakhir nih mungkin nanti sebelum tanya 32:35 jawab ya. 32:35 Iya. 32:36 Nah, Nuning ya. Jadi 32:37 kita ee ee pertama diabetes ini penyakit 32:41 kronik atau menahun lah kerennya kronik 32:43 ditandai oleh kadar gula darah yang 32:46 melebihi normal. Kemudian diabetes ini 32:50 sampai saat ini nih saya garis bawah ya 32:52 sampai saat ini belum dapat disembuhkan 32:55 tapi hanya dapat dikendalikan. Mungkin 32:57 pernah dengar nih yang di internet baca 33:00 tuh di China sudah ada bisa menyembuhkan 33:03 diabetes. Nah, ini masih dalam ee 33:06 penelitian tapi progresnya ada dan 33:08 memang untuk tipe-tipe diabetes tertentu 33:10 dan yang masih baru. Kalau yang sudah 33:12 kronik kelihatannya sulit. Yang ketiga, 33:14 diabetes yang tidak di terkendali. 33:17 itu dapat menimbulkan berbagai macam 33:19 komplikasi yang munculnya nanti. Jadi 33:22 enggak segera nih saya diabetes biasanya 33:24 5 sampai 10 tahun baru tuh pada terjadi 33:27 kerusakan-kerusakan yang 33:29 fatal. Tapi baru awal-awal kalau bisa 33:32 masih kita jaga. 33:34 Kemudian tadi deteksi dini penting. 33:36 Sekarang selain tiga gejala kalau enggak 33:38 ada apa-apa ya udah ee misalnya kantor 33:41 nih biasanya sering begini nih kantor 33:43 mengadakan MCU cuman banyak yang kabur 33:47 pada enggak mau nih karena apa? Takut 33:48 ketahuan. Terus yang lebih jeleknya 33:51 nanti saya dipindahin. Jadi kalau 33:52 ketahuan sakit saya dipindahin. Nah 33:54 sebenarnya itu konsep perusahaan sudah 33:56 bagus. dia prevention 33:58 tahu mana yang ee perlu ditata laksana 34:01 dan dijaga supaya enggak ada komplikasi. 34:03 Karena urusannya nanti kalau komplikasi 34:06 costnya untuk menjamin ee Pak ee 34:08 karyawannya lebih besar. Makanya 34:10 mendingan yang awal-awal diberesin ya 34:12 kayak mobil lah. Kalau rajin servis 34:14 mungkin murahlah sekali datang atau 34:16 makan gratis. Tapi kalau sudah turun 34:18 mesin urusannya panjang. Nah, sementara 34:20 manusia kalau sudah turun mesin atau 34:22 dalam tanda penting masuk ICU itu bisa 34:24 balik lagi kecil kemungkinannya lebih 34:26 banyaknya enggak balik lagi. Jadi 34:28 tinggal pilih mau dirutin dikontrol 34:31 sehingga terdeteksi atau berat. Nah, ini 34:35 masalah usia ya Allah yang atur tapi 34:37 kita berusaha untuk menjaga kesehatan. 34:39 Pemantauan itu penting. Jadi periksa 34:41 alat. Kalau punya alat periksa berkala. 34:43 Enggak usah cek tiap hari. Yang tiga 34:45 tadi aja gula puasa 2 jam habis makan. 34:47 sudah seminggu sekali lihat. Kemudian H 34:52 ee pemeriksaan HBA1C dan urin kencing 34:54 itu penting. 34:56 Nah, mungkin itu ya. Jadi 34:59 ee ikhwan akhwat sekalian ini kuliah 35:01 berapa menit nih? Setengah jam. Tapi 35:04 harusnya paham, mudah-mudahan minimal 35:07 ada perubahan wacana bahwa satu ya, 35:10 pertama ee diabetes itu sebenarnya bisa 35:14 dicegah supaya enggak komplikasi. Yang 35:17 sudah terdiagnosis diabetes udah jangan 35:20 sedih. Tetap aja kita berusaha untuk 35:23 menjaga supaya terkontrol, mencegah 35:25 komplikasi. Kemudian berikutnya kalau ke 35:27 dokter jangan cuma minta obat, diskusi, 35:30 minta pendapat mengenai kontrol diabetes 35:33 dan tipsnya. Yang kelima, nurut. Jangan 35:36 ngeyel. Ini saya sering ketemu nih 35:38 pasien. Saya biasanya sudah tahu nih 35:39 kalau ketemu pasien yang bakal panjang 35:42 ceritanya nih dari cara duduknya. Begitu 35:44 ketemu saya di depan, saya tanya, 35:46 "Bapak, Dok, saya diabetes nih." 35:47 Biasanya diajak pasangannya entah 35:49 istrinya, entah suaminya, "Dok, ee saya 35:52 diabetes nih." Oke. Cuman masalahnya 35:54 saya tuh suka makan. Nah, saya bilang, 35:57 "Pak, Bapak harus ngatur diet." Nah, 35:59 kalau duduknya mundur itu biasanya 36:01 ceritanya panjang nih, berdebatnya 36:03 panjang nih. Tapi kalau oke, Dok, 36:05 gimana? Nah, ini cepat. Nah, dari situ 36:08 mulai dari diet yang benar. Jadi, atur 36:11 makan, stress manajemen, kontrol yang 36:14 baik, edukasi, insyaallah hidup sehat 36:18 bersama diabetes. Mungkin itu, Pak. 36:20 Silakan. Terima kasih warahmatullahi 36:22 wabarakatuh. 36:22 Masallah. Terima kasih sekali Dr. Herry 36:25 dan ikhwan akhwat dari apa yang sudah 36:27 kita dengar tadi. Kayaknya paham banget 36:29 ya. Cuma masalahnya kan kadang-kadang 36:32 orang bilang kita nablek 36:34 udah bilang jangan yang manis-manis tapi 36:36 kayaknya enggak pas deh. Oh ya karena 36:39 ini live Anda bisa telepon ke 021845 36:44 1512 ya. Jadi kalau mau telepon langsung 36:48 bisa ke 845 36:52 1512. 36:54 Sementara kalau mau WA silakan seperti 36:58 yang sudah masuk nih, Dok. Kita bisa 36:59 langsung pertanyaan ya, Dok ya. Boleh, 37:01 boleh. 37:02 Dari hamba Allah. Kalau memang ada 37:05 keturunan dia Betney Dog, 37:07 pastikah kita akan kena meskipun kita 37:10 sudah jaga pola hidup. 37:12 Umur saya 35 tahun. Bagaimana dengan 37:15 ini? Kalau punya keturunan terus andai 37:17 kata harus check up itu berkalanya 37:20 berapa kali se berapa bulan sekali. 37:23 Terima kasih. Iya 37:24 bisa dijawab langsung ya mungkin ya lupa 37:27 ya. Jadi saya sampaikan tadi kalau 37:28 diabetes yang tipe 1 itu yang biasanya 37:33 pada anak-anak itu memang kadang-kadang 37:35 dia munculnya ee tidak harus dari orang 37:39 tua yang diabetes. Itu karena masalahnya 37:41 adalah pola 37:43 imun biasanya. Kalau yang satu ya yang 37:45 sekarang kita bicara tipe dua nih karena 37:46 usia 35. 37:48 Ee 37:50 dari penelitian dikatakan kalau orang 37:52 tua kita, pasangan kita eh apa ee 37:55 generasi sebelum kita, ayah ibu kita 37:56 diabetes dua-duanya. Jadi kalau tipe dua 37:59 kan tadi ada faktor genetik atau warisan 38:02 ya, satu lagi habit atau lifestyle atau 38:06 ee gaya hidup ya. Jadi dua ini dominan 38:09 fifty-fy lah kalau kita bilang 5050. 38:12 Nah, berarti Anda tadi 35 tahun mungkin 38:14 salah satu dari orang tua Anda diabetes. 38:16 Nah, salah satu 38:18 ee orang tua diabetes itu resiko dari 38:20 masing-masing anaknya. Misalnya anaknya 38:21 empat nih, tiap anak akan ee berisiko 38:25 sekitar 25 sampai 30% menyandang 38:28 diabetes di masa yang akan datang. 38:31 He. 38:32 Nah, makanya kalau salah satu itu pasti 38:35 lebih kecil kemungkinannya. Tapi saya 38:36 pasti dapat enggak? Pasti tidak. Tapi 38:39 ada kans untuk kena diabetes sekitar 25 38:43 sampai 30% pada semua anak-anaknya. Nah, 38:45 jadi tergantung anak-anaknya nih eh 38:47 orangnya ini kalau lifestyle-nya bagus, 38:49 gaya hidupnya bagus, stress manajemennya 38:51 bagus, itu bisa enggak termanifestasi 38:57 sebagai diabetes sampai nanti di usia 39:00 tertentu. Artinya kan sebenarnya 39:01 diabetes itu kalau mau jujur itu 39:03 penyakit lansia. 39:05 Manusia kan ujung-ujungnya pasti 39:06 meninggal ya. Jadi, tubuh kita tuh 39:08 memprogram 39:10 untuk menurunkan semua fungsi. Makanya 39:12 pernah dengar kan ada ee kakek saya 39:15 umurnya 100 tahun, enggak sakit apa-apa 39:17 tuh tapi ya sudah meninggal. Artinya 39:19 fungsi-fungsi itu akan turun. Nah, pada 39:22 diabetes yang dicegah adalah jangan 39:24 sampai muncul di usia produktif. Pada 39:28 saat kita kerja nih biasanya kan usia 39:30 kerja kan 40 sampai 55, 58 lah ya. 39:34 kita lagi puncak-puncak karier, 39:36 puncak-puncak ee apa namanya? Kalau saya 39:39 sih bilangnya gini, saat itu kita jadi 39:41 tulang punggung keluarga, jangan sampai 39:43 jadi tulang pinggang. 39:44 Tulang punggung itu artinya kita memikul 39:46 keluarga kita, terutama bapak-bapak atau 39:48 Ibu-ibu yang bekerja, kita dapat 39:51 penghasilan untuk makan di rumah, yaitu 39:53 dari kita sebagai tulang punggung. Nah, 39:56 kalau kita mengalami diabetes di usia 39:58 muda apalagi sebelumnya nanti pada saat 40:00 produktif komplikasi muncul pasti kita 40:03 akan jadi invalid atau capable eh 40:07 disable bisa komplikasi kena stroke, 40:10 serangan jantung. Akhirnya jadi apa? 40:11 Jadi tulang pinggang. Artinya ke 40:12 mana-mana kita digendong enggak bisa 40:14 jadi tulang punggung. Makanya ee tadi 40:17 saya bilang 40:19 25% sampai 30% kalau salah satu. Kalau 40:21 dua-duanya lebih tinggi, ayah ibu 40:23 diabetes, resiko masing-masing generasi 40:26 berikutnya sekitar 75 sampai 80%. Jadi 40:29 lebih tinggi lagi resikonya. Tapi jadi 40:31 enggaknya tergantung orangnya 40:33 masing-masing. 40:34 Misalnya kita berempat, kakak beradiknya 40:35 satu langsing hobinya olahraga apa lari 40:39 enggak ngemil. Nah, mungkin dia bisa aja 40:42 diabetesnya di usia 70 di saat memang 40:44 sudah sepuh gitu. Sementara yang satu 40:46 lagi udah malas, stres, ee banyak uang, 40:50 terus enggak pernah olahraga. Nah, cepat 40:52 tuh jadinya di usia-usia 50 mungkin 40:54 kena. Nah, yang yang lain-lain 40:57 tergantung dari lifestyle-nya. Jadi, 41:00 kalau tadi dibilang ee kalau perbaikan 41:03 gaya hidup makin kecil kemungkinannya. 41:05 Sekarang tinggal bagaimana di atas ayah 41:06 ibunya dua-dua atau salah satu. He. 41:08 Kemudian check up biasanya kalau yang 41:10 masih muda 40 tahun mungkin ee 1 tahun 41:14 sekali masih bisalah atau 6 bulan sampai 41:16 1 tahun. Tapi yang sering-skeling ringan 41:18 misalnya periksa urin gitu kan enggak 41:20 mahal ya. Begitu lihat di urin ada gula 41:22 plus sat lebih. Nah, itu hati-hati. 41:25 Kemudian kalau di kantor biasanya ada 41:27 ada schedule-nya tapi rata-rata kalau 50 41:31 tahun 60 tahun ke atas ya 6 bulan 41:34 sekali. Kalau yang lebih muda mungkin 41:35 agak jauh mungkin itu kali kalau bisa 41:38 menjawab. 41:40 Baik. Kemudian ini pertanyaan terkait 41:43 dengan yang barusan dibahas nih dari 41:47 mm Dindin yang ada di Cilengsi. 41:51 Perihal diabet yang diwariskan dari 41:53 orang tua nih, Dok. Penyebabnya bukan 41:55 karena kebiasaan pola hidup orang tuanya 41:57 itu sendiri kah? Sebagai contoh, karena 42:00 orang tua suka banget dengan yang 42:02 manis-manis, bikin makanan yang 42:04 dikonsumsi anak-anak juga manis-manis 42:07 kebanyakan itu. Nah, saat dewasa anak 42:10 jadi mudah kena diabetes. Apalagi kalau 42:12 orang tuanya enggak pernah olahraga, 42:14 anak-anak juga kan jadi jarang olahraga 42:16 kan, Dok? Gimana nih? Ee enggak ada 42:19 dicontohin sama orang tua mohon 42:21 pencerahannya. Terima kasih. 42:23 Jadi, ini kita nyalain orang tua nih 42:24 ceritanya ya. Jadi, habis orang tuanya 42:26 hidupnya gitu. Nah, biasanya yang sering 42:29 disalahin ibunya nih atau istrinya, 42:30 "Dok, saya makannya enak karena istri 42:32 saya masaknya enak." Jadi, saya istrinya 42:35 kenal lagi. Jadi, artinya begini ee 42:37 betul. Jadi, ee dulu mungkin ini 42:40 konsep-konsep yang harus dirubah sejak 42:42 kecil ya. Jadi saya enggak tahu nih 42:44 zaman dulu kalau di di luar negeri itu 42:48 seorang anak di pendidikan dasar atau 42:51 PAUD dan lain-lain sudah dikasih tahu 42:52 ini makanan sehat, ini enggak sehat. 42:54 Ini healthy food, ini junk food. Nah, 42:56 makanya kita harus tahu dari awal 42:59 sehingga justru orang tua yang ditegur 43:01 anak-anak mungkin pernah dibilang, "Ih, 43:02 kakek makannya manis-manis yang bilang 43:04 cucunya gitu kan." Nah, itu lebih lebih 43:06 nonjok gitu ya. Oh, iya ya. Nah, jadi 43:09 konsep-konsep itu benar. Jadi ee 43:11 biasanya pola hidup orang tua akan 43:15 dilihat sama anak-anaknya. Apalagi dulu 43:17 mungkin kalau ee kita misalnya kita 43:20 punya anak, anak kita gemuk ee apa ee 43:24 apa kayak lucu dicubitin gitu senang tu. 43:26 Padahal itu hati-hati itu obesitas tuh. 43:28 Hm. 43:29 Jadi jangan senang ya kalau kita punya 43:30 anak obesitas nih. Obesitas itu artinya 43:33 ee lebih berat rata-rata dibanding 43:36 usianya atau persentilnya. Itu jangan 43:37 senang-senang karena itu resiko diabetes 43:40 muncul untuk generasi berikutnya. Jadi 43:43 semakin dari kecil obesitas, SD-nya 43:45 obesitas. Nah, pada usia dewasanya itu 43:48 resiko diabetes akan lebih cepat muncul. 43:51 Artinya apa? Ee tolong nanti kalau punya 43:53 anak, punya cucu harus ke dokter anak 43:56 lihat apakah ini lewat persentil atau 43:58 rata-rata berat badan anak seusianya 44:00 atau enggak. Karena itu resiko obesitas 44:02 pada anak-anak itu nanti diabetesnya 44:04 akan muncul lebih cepat. Nah, jadi tadi 44:07 pertanyaannya kalau orang tua kita suka 44:09 makan manis ya ya tergantung kita nih 44:11 kita mau karena kita sudah dengerin 44:13 radio rasil pulang dari sini misalnya 44:15 orang tua kita dari suku tertentu kan 44:18 suka manis-manis nih ya udah yang itu 44:21 kita sudah tahu ya kita kita hindarin 44:23 artinya kita tetap ee menghormati 44:25 misalnya main ke rumah orang tua kita 44:27 dimasakin yang enak ya kita ambil 44:28 secukupnya enggak usah diikutin enggak 44:31 usah makan mumpung di rumah jadi nanti 44:34 yang salah jadi orang tua enggak jadi 44:35 kita sendiri yang punya sikap. Kan tadi 44:37 saya bilang begitu ada warisan atau 44:40 genetik tergantung ee faktor habit juga. 44:43 Kalau kita sadar bahwa ada generasi usia 44:46 lanjut diabetes di bawahnya orang tua 44:49 kita diabetes. Nah, kita harus jaga 44:50 jangan sampai turun ke kita. Nah, itu 44:52 yang penting. Jadi, ee intinya adalah 44:55 dengan informasi ini ee di rumah kita 44:59 harus atur makanan terutama ya junk 45:01 food, makanan yang siap saji, kemudian 45:04 yang mengandung gula tinggi, kemudian 45:07 yang ee ultra processing ya, makanan 45:09 yang diproduksi ulang misalnya. Nah, itu 45:11 yang minimalisir untuk dikonsumsi. Yang 45:15 penting jumlah jenis jadwal dijaga 45:18 makannya, jenisnya sama jadwal makannya 45:20 juga jangan berlebihan. Apalagi siaran 45:23 sekarang nonton bola nih, Bu ya. He, 45:25 Mbak, Ibu sekalian ya. Nonton bola 45:26 paling enak sambil ngemil kan. Nah, ini 45:28 bahaya. Tengah malam pula ya udah beres 45:32 deh itu ya. Jadi tolong diingat kalau 45:34 nonton bola ya nonton bola. Jangan 45:35 ngemil, jangan nyiapin makanan yang 45:37 enggak biasanya ada dikumpulin. Nah, itu 45:39 hati-hati. Mungkin itu jawabannya 45:41 sekilas ya. Mudah-mudahan bisa terjawab. 45:44 Jadi, wahai para Bunda, 45:46 peran kita di dalam menyediakan sajian 45:49 itu ternyata juga akan berpengaruh pada 45:52 kesehatan ee gula darah. Bukan cuma kita 45:55 sebagai ayah, ibu, tapi anak-anak nih 45:57 ya. 45:59 Sayangnya manis itu memang menarik 46:01 sekali. 46:02 Meskipun banyak yang bilang kalau makan 46:04 sesuatu sambil ngacak deh kan sudah 46:06 manis. 46:07 Nah, ini dari Mbak Anggun Pratiwi 46:09 bertanya, "Makan apa aja sih yang harus 46:12 dihindari?" 46:14 Mungkin terlat dengerin ya, tapi yang 46:15 jelas itu tadi manis-manis. Apalagi 46:17 dong? 46:17 Jadi boleh diulang sedikit ya. Jadi, 46:19 He 46:20 diet ee untuk yang manis ya. Manis ini 46:22 artinya, nah ini nanti berkait dengan 46:26 ditanya biasanya yang pemanis buatan itu 46:29 bagus enggak sih? Gitu. Jadi, pertanyaan 46:31 ini memicu ee ee apa namanya? jawaban 46:35 yang akan lebih luas. Jadi gini, manusia 46:38 itu sebenarnya untuk makan kan mungkin 46:40 kita pernah pernah ngerasain makanan 46:42 yang hambar kan, 46:43 enggak ada selera nih makan apa sih 46:44 rasanya enggak ada anyep gitu ya. Even 46:47 itu 46:47 ee enggak pas misalnya ada ee masakan 46:52 etnis tertentu ternyata enggak tajam 46:55 gitu. Nah, itu enggak ada rasa selera 46:57 makan deh. Nah, makanya sebenarnya orang 46:59 yang saya tahu tuh butuh tiga, cuman 47:01 makanya ada permen yang dulu yang ada 47:02 tiga rasa tuh manis, asem, asin. Nah, 47:04 ini sebenarnya manusia tuh 47:05 rata-rata butuh ee tiga itu. Rasa manis, 47:09 rasa asam, sama rasa asin. Kalau 47:11 kebanyakan manis jadi diabetes, 47:13 kelebihan asin jadi hipertensi, kemudian 47:17 ee manis, asem, asin. Nah, asin, garam 47:19 ya, asem itu sakit mah. Jadi, ini memang 47:22 enggak boleh lebih, semua, enggak boleh 47:23 berlebihan. Nah, untuk diabetes 47:25 khususnya ya yang manisnya asal dari 47:28 gula pasir atau tebu atau glukosa atau 47:32 sukrosa. Nah, itu gula manis dan 47:34 turunannya bisa sirup, bisa cake, bisa 47:36 macam-macam. Itu diminimalisir untuk 47:39 yang ada riwayat diabetes atau yang 47:42 keturunan dikurangi kalau bisa 47:44 dihindari. Nah, kita butuh manis itu 47:46 dari rasanya aja. Kalau yang gula pasir 47:49 tadi berbanding lurus 2 sendok gula 47:52 pasir misalnya 1 sendok 5 kalori. 47:54 Kalau dua nambah manis kalorinya nambah. 47:57 Mau tiga ini nambah lagi. Nah kalau yang 47:59 low calori diet atau rendah atau zero 48:02 calori itu manisnya ada, kalorinya 48:04 enggak ada. Jadi untuk yang diabetes 48:05 asal ada manis tapi rendah kalori itu 48:08 masih boleh. Karena apa? Yang kita jaga 48:11 adalah kelebihan kalori. Jadi rasa manis 48:13 boleh. Tapi hati-hati 48:15 pemanis buatan itu ada yang tidak 48:17 direkomendasi. Oke. 48:19 Saya jadi ingat dulu waktu kecil, kenapa 48:21 kita waktu SD itu enggak boleh jajan 48:24 sembarangan? 48:24 He. 48:25 Karena itu kan barang murah tuh di 48:26 pinggir jalan. Nah, kita enggak tahu 48:28 manisan itu biang gilanya itu 48:31 karsinogenik. Jadi, 48:32 saya baru sadar sekarang, iya. Dulu 48:34 kenapa dilarang enggak boleh jajan 48:35 keluar? Nah, ternyata enggak bisa 48:36 dipertanggungjawabkan tuh 48:37 makanan-makanan yang di luar. 48:38 He he. 48:39 Kadang-kadang ada pemanis yang murahan, 48:40 yang dari bahan tekstil, pewarna, dan 48:43 lain-lain. Kita enggak tahu ya. Artinya 48:44 untung enggak bandel ya. Nah, kita anak 48:46 baik enggak pernah jajan. Jadi, begitu 48:49 ceritanya. Jadi, makanannya intinya yang 48:51 mengandung gula dan turunannya, gula 48:53 pasir ya dan turunannya. 48:55 Oke. 48:55 Sama karbo yang lain misalnya tepung ya. 48:57 Tepung ya kalau makan ee nasi ya 49:01 secukupnya jangan nambah 3 empat kali 49:03 kecuali kita bekerjanya memang 49:05 mengeluarkan energi yang banyak begitu. 49:07 Baik, ini dari Ibu Juni di Ciputat. 49:10 Assalamualaikum, Dr. Heri. 49:13 Saya alhamdulillah kontrol bulanan atas 49:16 diabetnya. 49:18 Alhamdulillah gua puasa itu di angka 104 49:21 sampai 106, gula sewaktu 90. 49:25 Nah, obat metforminnya dari tiga kali 49:27 sehari jadi dua kali dan kemudian jadi 49:30 satu kali. Bulan ini sudah stop 49:32 metformin. 49:34 Makannya alhamdulillah sih 49:36 rebus-rebusan, sayuran, buah-buahan 49:38 dengan gula. 49:40 yang aman. Stevi, insyaallah bulan ini 49:43 saya periksa gula puasa lagi. Menurut 49:46 dokter, gimana? Saya tetap harus minum 49:49 metformin buat jaga-jaga apa enggak nih? 49:51 Makasih 49:52 ya. Ee baik Ibu ee harusnya ini 49:56 ee apa namanya? Pasti di bawah kontrol 49:59 dokter harusnya ya. Jadi penurunan dosis 50:02 itu biasanya jangan sendiri ya harus 50:05 diawasi oleh dokter atau ee apa namanya 50:09 ee dengan pengawasan yang berdasarkan 50:12 data gitu ya. Jadi 50:14 heeh 50:14 kalau lihat ceritanya enggak tahu nih 50:17 matformin ini kan memang salah satu 50:19 efeknya adalah ee menurunkan nafsu 50:21 makan, menurunkan berat badan. Jadi 50:24 kemungkinan diberikan pada ee penyandang 50:27 diabetes yang ee berat badannya lebih. 50:29 Nah, dengan adanya penurunan berat badan 50:31 yang bermakna, kemudian mungkin ibu 50:34 rajin olahraga dan sebagainya, kebutuhan 50:37 obat dosisnya pasti harusnya turun ya. 50:40 Nah, he 50:40 kalau dengar ceritanya ini ya harusnya 50:44 perbaikan 50:45 data yang ada. Nah, 50:46 kalau tadi pertanyaan selanjutnya adalah 50:49 ee boleh enggak saya minum sesuai untuk 50:52 jaga-jaga? Nah, ini harus harus ke 50:53 dokternya dulu nih di Puskesmas atau di 50:55 di ya yang saya kan enggak ngelihat nih, 50:58 saya bukan paranormal nih. Saya enggak 50:59 lihat ibu, enggak tahu apa ee yang 51:02 terjadi dalam lab yang lain. Jadi 51:04 intinya adalah 51:06 tetap ee harus atas nasihat dokter atau 51:09 minimal ada yang mengawasi, Bu. Karena 51:12 Heeh. 51:13 kalau kita lihat di AI, lihat di 51:14 komputer, oh ini bagus nih. Nah, siapa 51:16 yang bertanggung jawab? Gitu. Artinya ee 51:18 harus lihat orangnya. Kita sebagai 51:20 dokter harus lihat ee fisiklah. kemudian 51:22 melihat yang lain-lain. Jadi itu berita 51:24 baik ya, artinya terjadi penuunan dosis 51:26 dengan target gula darah yang tercapai. 51:30 Nah, artinya memang itulah maksudnya. 51:31 Jadi dosis paling kecil yang bisa 51:34 menjaga supaya gula darahnya terkontrol. 51:35 Tapi tetap pesan saya harus ke dokter 51:38 dulu untuk di-review sama beliau. 51:40 Iya. 51:41 Baru nanti diputuskan. Oh, enggak pakai 51:42 obat. Ada yang bisa tanpa obat. Karena 51:44 tadinya misalnya 51:45 gemuk ya, obesitas terus dia rajin 51:48 olahraga, ngatur makan, 51:50 jadi langsing. Yang saya bilang tadi itu 51:52 namanya relatif kekurangan insulin 51:55 karena kurus insulinnya sebenarnya 51:57 cukup, lemaknya hilang. Yang menghalangi 51:59 insulin itu sebenarnya kerja insulin itu 52:01 lemak. Lemaknya hilang ya udah dia 52:02 terkontrol dengan diet ya. Tapi begitu 52:05 ngacau lagi bisa berubah lagi. 52:07 Ada tambahan, setiap pagi saya minum 52:09 glim piritah 52:11 dan usia saya 69 tahun Ibu Juni tadi. 52:14 Oke. 52:15 Baik. Itu apalagi ada glim pirit harus 52:18 lapor dokter tuh kayaknya harus diatur 52:20 apa minimalir atau diganti atau 52:22 dikurangi. 52:23 Itu si Jis. Tapi sudah 52:25 saya apresiasi Ibu ya karena berarti Ibu 52:27 sudah mengikuti saran yang saya 52:30 sampaikan. Artinya 52:31 mengawasi gulanya, tahu obatnya, kapan 52:34 minumnya, ngatur makannya dan lain-lain. 52:37 Mudah-mudahan tetap sehat ya, Bu. 52:39 Berikutnya ini dari Mbak Marni Maslifah 52:43 di Bogor. Dok, bagusan nasi dingin atau 52:46 nasi yang tetap di magicom sih, tapi 52:48 lama di situ. Maksudnya tetap dicolok 52:51 magicomnya bisa sampai 2 3 jam. Gulanya 52:55 lebih rendah mana nih 52:57 di antara dua tadi? Terima kasih ya. Ya, 52:59 jadi ini pertanyaan yang teknis ya. Jadi 53:02 intinya sebenarnya penyandang diabetes 53:04 itu kalau bisa mengkonsumsi karbohidrat 53:07 yang low GI ya, glyemic index-nya 53:11 rendah. Yang paling tinggi GI-nya itu 53:13 kan gula ya. Nah, harus lebih rendah. 53:15 Ee salah satu upaya yang kedua adalah 53:19 memperlambat proses pencernaan 53:21 karbohidratnya. Jadi ee makanan yang 53:24 dicernanya lebih lambat, karbo yang 53:26 dicerna lebih lambat itu akan membuat 53:29 gula darahnya flat. Jadi enggak pik 53:30 enggak enggak loncat gitu. Nah, yang 53:32 bahaya itu kalau loncat. Nah, salah satu 53:34 upayanya adalah ee dengan kalau orang 53:38 bilang ee mendinginkan nasinya gitu ya, 53:41 supaya proses pencerahannya lebih 53:43 lambat. Jadi kalau nasi panas-panas 53:45 apalagi makannya di warung Padang itu 53:47 luar biasa. Itu 53:48 bisa banyak plus ee apa namanya? nafsu 53:52 makannya jadi banyak. Nah, dengan me apa 53:55 namanya? Kalau tadi pertanyaannya kalau 53:57 dicolokin nanti waktu didiamin itu harus 53:59 dilihat ee penelitian langsung sih belum 54:02 ada. Cuman mungkin kalau Anda penyandang 54:04 dipet boleh dicoba sendiri tuh dengan 54:07 porsi yang sama. Anda makan nasi yang 54:09 dicolokin terus dimakan sama nasi yang 54:11 didinginin dulu tanpa dicolokin. Satu 54:14 lagi yang taruh kulkas dulu. He. 54:15 Nah, itu diteliti deh. Karena setiap 54:18 orang tuh kadang proses pencernaannya 54:20 beda-beda. Jadi, saya enggak bisa jawab 54:23 langsung. Tapi intinya 54:25 prosedur mekanik tadi mengurangi 54:27 kecepatan pencernaan karbohidrat. 54:29 Mungkin itu kali. Apalagi kalau bubur. 54:31 Bubur itu paling cepat. Jadi, 54:33 saya sih tidak rekomen penjandang 54:35 diabetes makannya bubur gitu. 54:37 Karena apa? Pasti dibantu dicerna dengan 54:39 dimasak cepat. 54:41 Bubur itu satu porsi. itu mungkin kalau 54:44 nasi itu cuman sedikit gitu ya, jadi 54:47 pasti jumlahnya lebih banyak. Jadi dua 54:49 porsi bubur itu mungkin sebenarnya satu 54:50 porsi nasi. Jadi itu enggak direkomen 54:52 gulanya pasti loncat-loncat tuh. 54:54 Tapi emang ada orang makan nasi dari 54:56 lemari es tadi. 54:57 Jadi gini, pasien saya cerita, "Jadi, 54:59 Dok, saya nasi, saya masukin kulkas, 55:01 besoknya saya angetin, habis itu saya 55:02 diamin, baru saya makan." Jadi orang 55:04 bilang nasi kemarin, 55:06 nasin yang kemarin. Jadi itu salah satu 55:09 harus dilihat juga tuh, harus diteliti 55:10 benar apa enggak. Tapi intinya kalau 55:12 dari konsepnya ya masuk karena dia 55:15 memperlambat proses pencerahan 55:16 karbohidrat dengan mekanik tadi. 55:19 Baik, terima kasih nih untuk yang sudah 55:21 menyimak dan merasa bermanfaat banget 55:25 untuk Ibu Ani Cudai, 55:28 kemudian juga untuk Bung Abu, kemudian 55:32 juga untuk em 55:36 Pak Ding 55:39 Pak Dudung ya. Heeh. Kemudian juga Tuan 55:42 Baron Betawi, terima kasih sekali. Dan 55:45 untuk Mbak Juni mudah-mudahan 55:50 terpersuasi dengan penjelasan kali ini. 55:54 Dan satu lagi ini dari nasi yang sudah 55:57 dingin tadi katanya lebih rendah ya ee 56:00 dari Pak RKW ya. Penjelasannya tadi 56:03 sudah jelas ya, Dok ya. Jadi jangan nasi 56:05 panas 56:07 kalau mau nasi kemarin dipanasin itu 56:09 teori. Tapi coba dulu deh. 56:10 Iya belum tentu. Baiklah kita sudah di 56:13 penghunjung mungkin. Heeh. 56:15 Jadi closing ideanya segera akan kita 56:18 simak. Mudah-mudahan keturunan atau 56:20 tidak dengan pola hidup yang mendukung 56:24 kita bisa mengatasi gangguan gula kita. 56:27 Silakan, Dok. 56:29 Ya. Baik. Closing statement saya adalah 56:31 pertama eh 56:34 penyandang diabetes tuh jangan langsung 56:37 down ya. Kita tetap harus semangat. 56:39 Konsepnya adalah bersahabat dengan 56:41 diabetes. Jadi jangan dimusuhin. Kita 56:43 kenal sahabat kita, kita tahu sifatnya, 56:47 kita bisa atur supaya dia mendukung 56:48 kita. Artinya kalau saya bilang diabetes 56:51 itu chronic disease. Jadi penyakit yang 56:54 kayak pangkat. Jadi orang dapat pangkat 56:57 kan enggak akan turun pangkat lagi 56:58 kecuali dipecat ya. Jadi kalau sudah 57:00 jadi jenderal dia enggak ng jadi kopral 57:02 ya. Jadi kalau sudah terdiagnosis 57:04 diabetes ya sudah sampai sekarang 57:06 konsepnya adalah saya menyandang 57:08 diabetes. Cuman statusnya terkendali 57:11 atau tidak. Nah kalau terkendali tadi 57:13 upaya kita itu komplikasinya berkurang. 57:15 Kalau tidak terkendali nah cepat deh. 57:17 Tuh yang kedua ee jangan lupa kalau diet 57:20 itu 3J jenis jumlah jadwal. Jenis 57:23 makanan jumlahnya sama jadwalnya. Jadi, 57:26 penyandang diabetes bukan enggak boleh 57:27 makan ya, jangan salah. Penyandang 57:30 diabetes tuh justru harus makan tepat 57:32 waktu. Jadi, kalau telat makan memang 57:35 gulanya akan turun sebentar. Tapi ya 57:38 karena Allah ini maha maha maha 57:40 segalanya, jadi memang kita didesain 57:42 untuk bisa bikin gula sendiri. Makanya 57:45 ada orang berpuasa enggak makan kok 57:47 masih hidup sampai magrib. Nah, karena 57:48 kita punya sistem yang namanya 57:50 glukoneogenesis. 57:52 Membuat gula sendiri dari mana? Ya, dari 57:54 membakar lemak. Makanya kalau dalam di 57:57 muslim ya kita puasanya benar itu 58:00 harusnya enggak gemuk. 58:02 Nah, masalahnya adalah pada saat kita 58:04 berpuasa itu kan ini jadi ngomongin 58:06 puasa tapi enggak apa-apa ini supaya ada 58:08 pemahaman. Jadi jangan salah kalau 58:10 diabetes saya enggak makan deh, Dok. Itu 58:11 justru salah besar. Yang benar adalah 58:13 makan sesuai jumlahnya. Jadi sedikit aja 58:16 yang penting jam makan kita makan karbo 58:17 ya. Kalau kita puasa nih, kenapa ibu-ibu 58:21 biasanya itu kalau yang kodok habis 58:23 lebaran malah naik berat badan di 58:25 tengah-tengah turun. Karena apa? Puasa 58:26 kan kita normal tiga kali makan 58:29 sepertiga, sepertiga sepertiga kalau 58:30 rata. Nah, kalau puasa kan hanya du 2/3 58:32 kan sahur sama buka. Tapi 58:36 jumlah makanannya jadi sepertig 1 seteng 58:38 1, seteng. Jadi sama aja 1,5 sahur 1,5 58:42 buka atau ee 1 sahur duanya di pasat 58:45 buka kalorinya nih maksudnya akibatnya 58:47 apa ya? ses lagi. Jadi tetap makan 58:50 sesuai jadwal, jumlah jenis. Yang 58:53 keempat adalah segera deteksi dini. 58:57 Kalau ketemu komplikasi biasanya sih 50% 58:59 penyandang diabetes itu sudah ada 59:00 komplikasi. Yang paling ringan 59:03 kesemutan, kebas, baal. Itu sudah salah 59:05 satu neuropati. Nah, itu salah satu 59:06 komplikasi ringan. Yang berikutnya 59:09 adalah begitu terdiagnosis segera ke 59:11 dokter, jangan ke mana-mana dulu deh. 59:13 Jangan ke sana, jangan ke sini. Nanti 59:15 begitu komplikasinya sudah kronik, 59:18 berat, baru ke dokter sudah enggak bisa 59:20 apa-apa. Jadi, begitu terdeteksi dini 59:22 segera ke dokter akan dipantau ee sesuai 59:25 dengan tadi yang saya sampaikan. 59:27 Insyaallah sambil berdoa kita tetap 59:29 sehat sampai lanjut usia dengan 59:32 menyandang diabetes. Mungkin itu saja. 59:34 Masyaallah. Terima kasih banget, Dr. 59:38 Herry dan Ikhwan Akhwat. Mudah-mudahan 59:42 kita benar-benar bisa jaga dirinya ya. 59:45 Kita harus optimis dan juga mengelola, 59:48 mengendalikan apapun yang kita jalani 59:50 dalam hari-hari kita. Baik itu soal gaya 59:53 hidup dan juga yang penting tadi ingat 59:56 ya, dokter bilang jangan enggak 59:58 bergerak. Sehari paling enggak lima eh 1:00:00 sehari seminggu paling enggak lima kali 1:00:03 em 30 menit lah. 30 menit kali 5 kan 150 1:00:07 menit. Oke dan mudah-mudahan sekali lagi 1:00:12 emm diabetes yang merupakan sim manis 1:00:16 yang bikin miris tidak membuat kita 1:00:17 menangis. Terima kasih ya Dok ya. 1:00:19 Billahi taufik wal hidayah. 1:00:20 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:00:22 wabarakatuh.