Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:23 Ahlan wasahlan. 0:28 Bismillahirrahmanirrahim. 0:29 Wasalamualaikum warahmatullahi 0:30 wabarakatuh. 0:32 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:34 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:37 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:39 ini hari Selasa 0:42 tanggal 30 Juni 2026 atau tanggal 15 0:47 Muharram 1448 0:50 Hijriah. Kita jumpa lagi dalam acara 0:52 Ahlan waslan. Kami menghadirkan 0:55 seseorang, dua orang nih [tertawa] 0:56 yang sudah kita undang. kita undang lagi 0:58 karena bagus responnya ya. Dan sekarang 1:01 beliau-beliau ini sudah menulis buku 1:03 judulnya Islam dan Tre. Bagi Anda yang 1:06 bertanya akan mendapat buku ini Islam 1:09 dan TR. Tre itu TR 1:12 singkatan dari tension and trauma 1:15 releasing exercise. Untuk Anda punya 1:18 trauma sakit apa, obatin pakai ini. 1:21 Caranya gampang tinggal tiduran, 1:24 kakakinya ditekuk nanti akan 1:26 goyang-goyang sendiri. Tanpa anda 1:29 gerak-gerakan geraknya sendiri. Saya 1:31 sudah coba. Aduh, masyaallah 1:33 enak banget tadi ya. Asalamualaikum, 1:35 Masono. 1:39 Ini juga ada Adit, ada Rafa, ada Damar, 1:42 Algi, dan juga tentu saja Ondi Saputra. 1:46 Oke, ini pendengar banyak yang tahu 1:48 tentu TR itu apa? Tre 1:53 apa itu? Silakan Mbak Titi. E maicnya 1:55 tolong di 1:58 Oke. 2:02 Kok biasanya ketinggalan lagi bisa 2:03 diambilin enggak? 2:04 Oke. 2:06 T sih biasanya kita bicaranya itu. 2:10 Yes. Itu adalah tension and trauma 2:12 releasing exercise gitu. Cuman 2:15 kita orang Indonesia mulutnya ya udah TR 2:18 aja deh gitu. 2:21 Karena T itu adalah tentang bagaimana 2:25 kepandaian tubuh itu bisa menyelesaikan 2:29 kebutuhan tubuhnya sendiri. Jadi teori 2:31 itu adalah tentang kepandaian tubuh 2:33 menurut saya. Kecerdasan tubuh 2:36 di mana tubuh itu memang sudah dibekali 2:40 oleh Tuhan. Sebuah getaran 2:44 yang membuat getaran itu keluar dengan 2:47 sendirinya. tentu difasilitasi dulu ya 2:49 dengan saya atau Pak Toton sebagai 2:52 provider ya gitu sehingga saya bisa 2:55 memfasilitasi tubuhnya seseorang untuk 2:58 mengeluarkan getaran. Ketika getaran itu 3:01 keluar, orang itu dalam keadaan sadar 3:04 sehingga otot-otot yang tegang itu 3:07 dirilis oleh getaran itu sehingga 3:09 menjadi lebih tenang, lebih segar, lebih 3:15 apa. Oke. Kenapa getaran itu bisa 3:17 datang? Gini ya, kita ngomong soal 3:21 trauma aja dulu gitu. Kadang-kadang 3:23 orang suka tidak mengerti tentang 3:25 trauma. Mungkin saya lebih details 3:26 tentang trauma. Apa sih sebenarnya itu 3:28 trauma gitu? Trauma itu adalah suatu 3:31 kejadian dari mulai kita di perut 3:33 sehingga kita dewasa sekarang 3:37 kejadian yang terjadi oleh tubuh kita 3:40 atau oleh mata kita melihat itu 3:43 menghasilkan emosi. 3:46 Emosi itu kadang sedih, kadang 3:49 gembira, 3:50 kecendaian, marah gitu 3:52 kira-kira gitu. Oke. Kalau kita bilang 3:55 yang terjadi dari dalam tubuh kita 3:57 adalah ketika kita dibully, 3:59 ketika kita dalam tergesa-gesa menuju 4:02 kantor dalam keadaan macet atau apapun 4:05 itu. 4:06 Atau di kantor ada konflik dengan bos 4:09 atau teman-teman atau di rumah tangga 4:11 konflik antara suami istri, konflik 4:13 antara anak-anak itu kan terjadi tuh 4:15 emosinya langsung ya. Nah, kalau 4:18 misalnya yang tidak langsung di tubuh 4:20 kita adalah kita melihat sesuatu, 4:23 melihat orang tua kita berantem, melihat 4:26 kakak kita terjadi kecelakaan atau 4:28 apapun itu. Jadi, itu semua kita namakan 4:32 adalah tentang kejadian gitu. 4:34 H trauma itu. 4:35 Yes. Karena apa? Kejadian itu 4:38 menghasilkan emosi di tubuh kita ya. 4:42 Nah, ketika emosi itu keluar yang 4:43 terjadi apa? tubuh kita, ototnya semua 4:46 menegang. Nah, itu yang dibilang tension 4:49 gitu. 4:50 Sehingga kami mengatakan bahwa emosi 4:54 kejadian itu tersimpan di tubuh. Karena 4:57 ujung-ujungnya kan tubuh kita yang 4:59 tension, marah, kesal, sedih kan otot 5:03 kita yang tension. Jadi kita bilang 5:05 bahwa trauma itu disimpan di dalam otot. 5:09 Gimana mengeluarkannya gitu. He. 5:12 Nah, ini kita memberikan satu ilmu yang 5:15 baru adalah mengeluarkan trauma dari 5:18 otot itu ada ee dengan cara bergetar. 5:21 Bergetarnya dari mana? Tubuh sendiri 5:24 yang mengeluarkan getarannya 5:25 tanpa kita anu ya. 5:27 Iya. Tanpa kita suruh kita suruh gerakan 5:31 gitu 5:31 dia akan bergerak sendiri tubuh kita itu 5:33 ya 5:34 dalam keadaan tiduran. 5:35 Iya. 5:36 Dalam keadaan sadar yang pasti 5:38 sadar 5:39 itu penting sekali sadar. 5:41 Oke. Ee Mason 5:44 siap. 5:45 Penyakit fisik apa yang bisa di 5:49 sembuhkan atau diatasi dengan melalui TR 5:52 ini? 5:53 Jadi ee asalamualaikum warahmatullahi 5:55 wabarakatuh. 5:56 Jadi kami ini ee berdua Mbak Titi ee 5:59 kadang-kadang kami itu ee susah 6:02 menjelaskan ee sesuatu karena kan perlu 6:05 ketemu kami lagi, ketemu kita untuk 6:06 menjelaskan apa itu TR. Makanya kami 6:08 membuat buku. Nah, buku ini ee ya 6:13 khususnya saya kaitan dengan Islam. 6:15 Jadi, kenapa Islam? Karena ee 6:19 kita ingin umat Islam itu bisa ee tahu 6:22 TR dengan secara mudah dan secara luas. 6:26 Nah, kenapa buku ini di di ee tujuan 6:29 daripada buku ini adalah untuk 6:30 memberikan pemahaman komprehensif 6:32 tentang apa dan bagaimana fisik dan 6:34 psikis manusia serta konsep TR dalam 6:36 perspektif Islam. 6:38 Jadi ee yang kedua menunjukkan bagaimana 6:41 trauma dapat dikelola secara efektif 6:44 dengan mengintegrasikan metode TR dengan 6:47 ajaran Islam. Yang ketiga, memberikan 6:49 paduan praktis bagi pembaca muslim untuk 6:53 mengeterapkan 6:55 ee sebagai bagian dari perjalanan 6:57 penyembuhan ee sesuatu ee syariat. Jadi 7:01 memang kami itu ee tujuan daripada buku 7:04 ini adalah bagaimana ee ee 7:08 cara untuk me ee menyembuhkan penyakit 7:14 hati. Salah satu itu yang kami tujuan 7:17 misalnya ada dengki, iri, dendam. Nah, 7:19 itu yang akan kita rilis 7:23 itu Mas Kista. Tambahin Mbak Titi. Mau 7:26 ditambahin 7:26 Mbak Titi mic-nya jangan lupa. 7:29 [tertawa] 7:30 Enggak sih? Maksudnya memang penyakit 7:33 fisik itu kan datangnya dari psikis dulu 7:35 yang sakit ya sebenarnya. Jadi tiari ini 7:38 maksudnya Mas Toton tuh kita membenarkan 7:41 dari dasarnya aja dulu gitu. Karena 7:45 secara fisik kita enggak bisa ngomong 7:47 karena itu adalah tentang dokter ataupun 7:50 apa. Karena kami bukan di dunia itu, 7:53 tapi kami itu di dunia untuk terapi 7:57 secara fisik, menyehatkan secara 7:59 fisiknya. Ketika fisiknya sehat, apapun 8:02 penyakit yang oke ketika psikisnya 8:05 sehat, maksud saya apapun penyakit yang 8:08 secara fisik itu bisa dijalanin gitu. 8:12 Jadi misalnya contohnya mm kami pernah 8:15 mengajar di Yayasan kanker Indonesia. 8:17 H 8:18 walau sama satu lagi kanker payudara apa 8:21 namanya? 8:22 Eh 8:23 ping love ping 8:24 gitu. Jadi ya memang memang udah divonis 8:26 mereka sakit kanser gitu. Nah apa nih 8:29 fungsinya TR untuk penyakit itu gitu 8:32 kan. 8:33 Sehingga kami mengajarkanlah mereka ti 8:35 hari ini gitu. Nah, yang dialami ketika 8:38 itu bahwa oh trauma saya tentang 8:42 penyakit ini, tentang saya dari awal di 8:45 vonis 8:46 h 8:47 saya kanser itu saya punya rasa takut, 8:50 sedih segala macam. Itu yang kembalian 8:51 saya omongin sehingga tension ya 8:54 tubuhnya ya gitu. 8:55 Terus terakumulasi lagi dia harus sering 8:59 ke rumah sakit, 9:00 dia harus minum obat, 9:01 tambah tension aja tuh ya. terus 9:03 tensinnya terakumulasi gitu sehingga 9:07 dibantu sama pengobatan medis sangat 9:10 bagus gitu. Ketika kita memberikan dia 9:13 pelatihan ini mereka mengatakan bahwa oh 9:16 ketika saya mau kemok saya perginya udah 9:20 ikhlas 9:22 udah tenang sehingga saya menjalan 9:25 menjalankan kemonya tuh dengan ya rasa 9:27 bahagia rasa apa gitu. Sama seperti di 9:30 buku ini. Di buku ini juga mengajarkan 9:33 bahwa sudut pandang penyakit dari sudut 9:37 p ajaran agama itu adalah tentang 9:41 ee di kita disayang sama Tuhan, diberi 9:45 cobaan untuk kita ikhlas, untuk kita 9:49 bersyukur, untuk kita lebih tenang dalam 9:53 menghadapi penyakit ini. Sudah 9:55 pandangkan ya. Oke. Ketika kita 9:58 mengkolerasikan dengan TRI gitu, TRI itu 10:02 juga sebenarnya mengajarkan seperti itu. 10:04 Mungkin Mas Kisna juga ngerasain ya 10:06 ketika habis bergetar di situlah rasa 10:09 surrendernya kami, ikhlasnya, 10:12 tenangnya sehingga apapun yang 10:16 dendam, dengki, 10:18 iri, 10:18 sirik, iri itu kan sebenarnya kan 10:22 pengganggu kesehatan. 10:23 Yes. Gitu. Dan itu adanya dari mana sih 10:27 sebenarnya 10:28 yang kita tuh makhluk hidup di buku 10:31 mengatakan bahwa kita tuh makhluk hidup 10:33 yang paling sempurna diciptakan oleh 10:34 Allah gitu. Tapi kita juga yang merusak 10:38 tubuh kita sendiri. Dendam, iri apa 10:41 semua kan tuh dari suatu kejadian 10:43 misalnya oh saya punya mobilnya segini 10:46 tiba-tiba di sebelah mobilnya lebih 10:48 bagus lagi. Terus kita ngiri 10:51 ya yang ciptain siapa? Diri kita sendiri 10:53 kan gitu. secara 10:57 di agama mengatakan ya itu kan enggak 11:00 boleh ya lebih detail nanti bisa baca di 11:02 buku itu kan enggak boleh gitu tapi kan 11:05 kita enggak bisa 11:07 enggak bisa menghambat kehidupan dunia 11:11 terus berputar terus maju pasti ada itu 11:14 gitu nah kolin nanti ari anda bisa 11:17 melakukan shaking 11:19 bergetar 11:19 tubuh bergetar tubuhnya 11:22 kemudian semua trauma umat trauman tuh 11:24 tentang yang ih tetangga punya ini. Kok 11:26 dia naik jabatan, kok ini kok ini iri 11:28 dengki segala macam itu hilang. Karena 11:30 itu kita sebut trauma. Karena itu kan 11:32 tersimpannya di otot. Ketika ototnya 11:34 digetarkan itu akan hilang semuanya. 11:37 Cuman bedanya ceritanya masih ada gitu. 11:41 Misalkan saya pernah trauma tentang 11:44 kecelakaan lalu lintas gitu sehingga 11:46 saya sedap melihat kecelakaan rasanya 11:48 takut banget gitu. Setelah saya 11:50 menjalankan sistem Ciari ini, 11:53 saya sudah mulai enggak takut tentang 11:55 melihat darah, masuk ke rumah sakit 11:57 karena trauma saya sudah hilang. Tapi 12:00 apa ceritanya masih ada. Saya masih bisa 12:02 menceritakan sekarang pengalaman saya 12:04 tentang saya tabrakan cuman energinya 12:07 yang sudah hilang, 12:09 energi negatifnya yang menguap ketika 12:12 kita shaking. Kira-kira begitu. 12:14 Jadi itulah makanya kata semua penyakit 12:17 apa segala macam kalau di Islam kan ya 12:19 udahlah ya kita tahu gitu. Tapi 12:22 masalahnya kan tetap harus berobat ke 12:23 dokter. Nah 12:26 antara berobat ke dokternya itu masuklah 12:29 kita si TE ini untuk menenangkan 12:32 memberi kamu surrender ikhlas bersyukur 12:36 semua penyakit yang diberikan sama 12:37 Allah. He 12:38 kan kita bisa bilang bahwa itu cobaan 12:41 kira-kira gitu sih. 12:42 Oke Iwan danadat kami masih 12:43 bincang-binjang dan Mbak Titi ee 12:46 dan ee Mas Toton. Beliau adalah provider 12:50 istilahnya untuk pelatih apa provider ya 12:53 provider 12:54 eh TR e apa 12:57 TR 12:58 TI 12:58 Tri 12:59 Tri tension and 13:01 and trauma 13:03 trauma releasing exercise. 13:07 Silakan yang mau bertanya tentu ada 13:09 hadiah dari kami yaitu buku Islam dan 13:14 Pendekatan Islam dalam Pelepasan Trauma 13:17 dan ee dan Penyakit hati. Kalau Anda 13:19 adalah pengurus masjid, boleh juga 13:21 diadakan di masjid Anda. Lalu panggil 13:27 ininya jemahnya lah untuk dira sama-sama 13:29 begitu ya. Kayak ini berbayar enggak? 13:33 [tertawa] 13:36 ya 13:36 ee di buku kami ada sudah dicantumkan di 13:40 bagian belakang gitu. Di situ juga ada 13:42 contact person-nya yayasan kami. 13:45 Kemudian ada beberapa 13:48 komunitas atau apapun itu yang memang 13:51 kita berikan secara gratis karena 13:52 menurut kami ini sangat penting. 13:54 Hm. 13:56 Ada yang bertanya, "Mas Toton, apakah 13:58 ini harus dalam posisi duduk? Apakah 14:01 bisa eh bisa? Apakah ini hanya posisi 14:06 tiduran 14:08 bisa ee dilakukan sambil duduk? Tidak. 14:12 Ee pada umumnya dilakukan dalam tiduran, 14:15 tapi pertama kali seorang yang mau kalau 14:19 kita ngelihat di YouTube itu lengkap 14:21 semuanya ada lengkap 14:22 lengkap dan kita bisa belajar dari 14:24 YouTube. Tapi kita enggak sarankan untuk 14:26 belajar dari YouTube karena kita tidak 14:28 tahu sampai sejauh mana orang itu 14:31 traumanya. He. 14:33 Sehingga kadang-kadang nanti dia 14:34 bergetar enggak bisa berhentikan dan 14:36 sebagainya. Tapi tidak tidak mungkin 14:38 merusak tubuh itu pasti. Yang jelas ee 14:40 kalau memang ee Bapak Ibu mau me ee apa 14:44 meng mencoba melatihan TR itu bisa 14:48 mengundang kami, kami ee apa ee apa 14:51 bersedia datang 14:53 untuk terutama untuk komunitas masjid, 14:55 lalu untuk apa ee pengajian-pengajian 14:57 nanti kita ajar antara wanita dan pria 15:00 pasti kita bedakan. Heeh. kita pisahkan 15:02 nanti ada Bu Titi yang untuk wanitanya 15:03 dan sebagainya dan itu ee penting Bang 15:07 ee karena kami juga misalnya kami pernah 15:10 ngajar di akademi militer untuk tentara 15:12 polisi sering kami ngajarkan lalu 15:15 komunitas ee bencana alam dari ee setiap 15:19 bencana alam kami bantu mereka untuk ee 15:21 melepaskan ter 15:22 seperti kemarin di Padang ya 15:23 di Padang ee Aceh kemarin kami juga 15:26 terakhir dari Aceh 15:28 kami berapa hari hampir sebulan di sana 15:29 untuk bantu ee ee para ini banyak sekali 15:32 yang bisa ini. Jadi memang ee undang 15:36 kami nanti ee apa bisa saya juga bawa 15:40 bukunya untuk bisa dibaca dan kita 15:43 praktikkan. Jadi memang ee pada 15:45 prinsipnya ee tiduran tapi bisa juga 15:48 duduk. Tapi untuk pertama kali undanglah 15:52 kami supaya kami bisa mengajarkan dengan 15:53 baik. 15:54 Oke. Baik. dari Bapak Junaidi, Mas Toton 15:58 dan Mbak Titi tidak pernah sakit dong ya 16:00 dengan metode ini. Berarti hanya untuk 16:03 orang Islam saja kah ini? 16:05 Silakan, Mbak Titi. 16:07 Iya. Enggak juga kalau sakit ya tetap 16:09 sakit ya gitu. Makanya saya bilang bahwa 16:12 sakit itu kan ujian dari Allah gitu. 16:15 Masalahnya mengatasi sakitnya dengan 16:18 berbagai macam gitu 16:21 ya. Sakit juga ya Mason [tertawa] ya. 16:24 yang gitu untuk Islam enggak juga. Ee 16:27 kebetulan kebetulan beberapa mm para 16:32 muslim di Indonesia ini di Jakarta 16:35 khususnya mereka kan suka tidak bisa 16:37 bersentuhan ya yang perempuan mau sama 16:40 yang perempuan, yang laki-laki sama 16:42 laki-laki. Makanya saya kolaborasi sama 16:45 Mas Toton untuk bersama-sama memegang ya 16:48 enggak juga untuk umat Islam, seluruh 16:50 agama boleh melakukan ini. Kami juga 16:54 pernah mengajar di Semarang ya, 16:56 pastan. 16:57 Pasturan kami pernah gitu di 16:59 daerah-daerah yang 17:02 mayoritas 17:02 mayoritasnya tidak Islam juga kami 17:04 mengajar gitu. Nah, kenapa pertanyaan 17:08 itu mungkin mungkin karena buku kami itu 17:10 Islam dan TR gitu. [tertawa] 17:12 Makanya saya bilang karena saya itu gini 17:14 ya ceritanya saya Mas Toton tuh pada 17:16 tahun du apa 3 tahun yang lalu ya 17:19 habis saya ngobrol di sini deh sama Dir 17:21 Rasil tiba-tiba tuh beberapa masjid 17:24 menghubungi kami untuk melakukan TR 17:27 kemudian saya bilang oke boleh gitu jadi 17:30 habis salat subuh saya berjalanlah dari 17:32 masjid ke masjid gitu setiap minggu sama 17:34 Mas Toton untuk melakukan tiari nah 17:37 beberapa alim ulama di situ ketika sudah 17:40 melakukan ini Mereka bilang, "Oh, luar 17:43 biasa ya. Tubuh itu ternyata bisa 17:46 menyembuhkan tubuh sendiri gitu. Ini 17:48 benar-benar asli dari Allah, dari Tuhan 17:51 langsung untuk kita pakai. Sehingga 17:54 mereka banyak tuh mengeluarkan 17:57 ayat-ayat atau hadis-hadis yang iya kan 18:01 ini kan diajarkan juga di Al-Qur'an 18:02 gini, hadis juga mengatakan ini." Terus 18:05 saya juga kaget kok kolorasinya sama ya 18:08 gitu. Ah, ini kita berdua sering 18:10 ngobrol, sering bercakap-cakap kayaknya 18:12 kita ngeluarin aja deh buku Islam dan TR 18:14 karena kolerasinya kok mirip gitu yang 18:17 kita lakukan. Kira-kira begitu. Makanya 18:19 keluarlah buku ini. 18:21 Oke. Baik. Saya akan bacakan ee 18:23 testimoni yang ada di buku ini dari 18:25 Koloner Purnawiran Tri Hari Purnomo, 18:28 Purnawira TNI dan penggiat masjid. Ikut 18:32 pelatihan di dua tempat momen reuni 18:34 lifting TNI dan Ciawi di Masjid Jami 18:37 Medan Satria Bekasi. 18:39 Tre membuat data atau Ri membuat saya 18:43 melepaskan ketegangan fisik dan 18:44 emosional yang saya simpan selama ini. 18:47 Saya merasa lebih bebas dan ringan 18:49 setelah melakukan relatian ini. Terima 18:51 kasih teman-teman TRI Mbak Titi dan Mas 18:54 Toton yang luar biasa sekaligus menjadi 18:57 inspirasi saya untuk melangkah dengan 18:59 optimis. 19:01 Ada lagi 19:03 dari Fitri PNPB. Luar biasa. Pelatihan 19:07 TR ini membuat saya lebih rileks dan 19:10 dalam menghadapi sesuatu jujur nih. Ee 19:14 betul tanpa rekayasa. Serta yang tidak 19:18 kalah pentingnya saya bisa melakukan 19:20 tray kapanp dan di manaun. Jadi bisa di 19:23 mana saja ya. 19:24 Siap. 19:25 Cuma 15 menit. 19:26 Cuma 15 menit. 19:27 15 tiap hari kalaupun 19:29 dan kadang-kadang tubuh itu akan minta 19:31 sendiri untuk dilatih. 19:32 Oh. Karena kan manusia hidup kan tiap 19:35 hari hidup dan apapun pengalamannya 19:37 diterima oleh tubuh kan. Tubuh itu 19:39 merekam semua kejadian 19:41 dan tersimpan di dalam otot dan dikunci 19:43 di otak limbik. Nah, kalau ee pada saat 19:46 bergetar ee otak limbiknya memperbaiki 19:49 ee trauma baik fisik maupun psikis. 19:52 H 19:53 misalnya kemarin ada taruna yang 19:55 ketabrak enggak bisa lari lagi. Kan 19:57 kalau seorang taruna enggak bisa lari di 20:00 akademi militer pasti dikeluarkan. He. 20:02 Eh. Nah, kita bantu. Akhirnya mereka 20:04 bisa lari lagi ee karena kakinya patah 20:07 tiga itu. 20:08 Oh. 20:08 Setelah sembuh dari operasi, lalu bisa 20:12 berjalannya agak sulit, lalu akhirnya 20:14 dia bisa latihan dan sekarang sudah jadi 20:17 ee perwira dan sekarang ada di Pakistan 20:20 lagi pendidikan di sana dan itu luar 20:21 biasa. 20:22 Jadi ada ada juga ada pilot yang jatuh 20:25 dari ee 20:27 apa e kakinya terlindas ban pesawat 20:29 remuk. akhirnya bisa berjalan lagi. 20:31 Banyak banyak hal yang kita bisa bantu 20:33 itu dari segi psikis, dari segi eh 20:36 fisik, dari segi psikis juga banyak 20:38 sekali. Misalnya trauma dalam kandungan 20:41 atau trauma misalnya ada seorang ibu 20:43 anak ee orang tua dengan anaknya itu 20:46 ribut terus. Rupanya mereka ada masalah 20:50 trauma waktu anaknya dalam kandungan. 20:52 Nah, itu bisa terrilis. Hm. seorang ee 20:58 suami istri yang menginginkan punya 21:01 anak, lalu kita bantu TR, dua-duanya 21:04 latihan Tri. Alhamdulillah akhirnya bisa 21:08 ee sehat dan bisa punya anak kembali. 21:10 Itu luar biasa. Banyak banyak sekali. 21:12 Karena kami juga 21:14 bukan hanya setahun saya, kami sudah 21:17 kalau saya sudah hampir lebih dari 10 21:19 tahun ngajar ini Mbak Titi sudah 8 21:22 tahunan. Jadi kita sudah dan sudah 21:23 keliling Indonesia. 21:25 H 21:26 dan memang banyak ee Tre di luaran sana 21:29 itu berbayar 21:31 lumayan bayarnya. Nah, itu yang kita 21:33 membuat supaya kita bagaimana untuk 21:36 membantu umat Islam untuk kita bisa ee 21:39 memasyarakatkan TR. Misalnya kalau di 21:41 masjid yang tidak bisa salat ee salatnya 21:44 pakai kursi akhirnya bisa salat. Ah, itu 21:46 [tertawa] yang 21:48 Oke. 21:50 Baikbaik. Silakan kalau yang mau 21:52 ngundang e Mas Soton atau Mbak Titi 21:55 untuk dilatih ee TRE atau TR R silakan 22:00 ee tol nomornya ini silakan dicatat 22:04 nomornya 0812 22:06 kemudian 23 22:09 9.000 983 22:12 0812 22:14 kemudian 23 9.000 22:17 983 22:20 WhatsApp itu, Mas Krishna. WhatsApp. 22:23 WhatsApp ya. 22:24 Iya, WA. 22:25 Kirim WA saja ya. 22:26 Heh, [tertawa] WA aja. 22:27 Oke. Jangan telepon dulu, WA aja. 22:29 WA aja. 22:30 Kalau telepon nanti boleh kalau mau 22:32 konsultasi kita kasih nomor telepon yang 22:34 lain. 22:34 Oke. Ee, Mas Toton, kami jauh di Bogor 22:38 itu boleh enggak? 22:40 Boleh aja kalau boleh undang 22:43 komunitasnya. Misal ada komunitas masjid 22:44 di Bogor, kita bantu ke sana. biasanya 22:46 kita lakukan ee habis subuh misalnya 22:49 Sabtu atau Minggu setelah kuliah subuh 22:52 kita lakukan. Nah, ee perlu diketahui 22:55 kita butuh waktu sekitar 4 jam untuk 22:57 pertama kalian minimal 4 jam. Jadi dari 23:00 jam .00 mungkin sampai jam 10.00, jam 23:01 11.00 baru kita bisa ini karena kita 23:04 harus latihan paling tidak ee tiga kali. 23:06 Setelah itu ee bisa dipraktikkan sendiri 23:10 tanpa bantuan kita di rumah dan itu dan 23:13 itu pribadi bisa lakukan apapun di 23:15 rumah. Dan waktunya bebas mau pagi, mau 23:17 siang, mau sore. 23:19 Ya, kayak orang latihan naik sepeda atau 23:21 berenang lah. Sekali latih begitu bisa 23:23 selesai. Selesai. 23:24 Gurunya enggak perlu ngajar [tertawa] 23:26 lagi 23:26 kayak Mas Kisna kemarin udah setahun 23:28 enggak latihan. Tadi latihan kan bisa 23:30 juga buruk lagi 23:32 habis enggak [tertawa] latihan. 23:34 Aduh, harus lah. Waduh, menarik sekali 23:39 nomor teleponnya. Boleh. Oh, tadi kan 23:41 sudah saya saya bacakan nomor teleponnya 23:42 0812 23:45 23 9.00083 23:48 0812 23:50 kemudian 23 900983. 23:56 Mbak Titi boleh tahu siapa penemu dari 24:01 TR 24:02 ini? 24:04 Oh, oke. Penemunya adalah Dr. David 24:08 Berseli. Dia itu dari Kanada dan kami 24:11 juga menimba ilmunya karena kami 24:13 angkatan pertama untuk provider 24:15 Indonesia juga bersama beliau gitu. Jadi 24:18 beliau yang menemukannya. 24:20 Asal muasalnya bagaimana kok bisa 24:21 ketemu? 24:23 yang saya tahu ya salah satunya adalah 24:25 Dr. David ini dulu memang pekerja sosial 24:29 sama Mother Teresa. 24:31 Kemudian dia keliling-keliling ke 24:33 negara-negara yang sedang ee goyang gitu 24:37 ya. Suatu saat dia ada di suatu negara 24:40 dia melihat ada sebuah bom meledak. Nah, 24:44 di sekitar situ ada anak-anak, ada juga 24:47 orang dewasa. 24:49 Ketika terjadi bom itu meledak, 24:51 anak-anak itu nangis semuanya tidak 24:54 bergerak tapi tubuhnya bergetar. Ya. 24:57 Nah, orang dewasanya itu malah pergi 25:00 lari menyelamatkan dirinya. Di situlah 25:04 ketika berapa bulan kemudian anak-anak 25:07 itu kembali lagi ke daerah itu yang 25:09 bekas bom itu dan dia bermain-main tanpa 25:11 ada trauma. Nah, yang orang dewasanya 25:14 sudah tidak lagi berani masuk ke area 25:17 situ. Situ dia bilang, "Kenapa ini 25:19 anak-anak kok bisa hilang traumanya?" 25:21 Ya, gitu. Ternyata pas diperhatikan anak 25:24 ini menangis terus sampai tubuhnya 25:27 bergetar 25:28 gitu sehingga oh rupanya kita nih punya 25:31 getaran tubuh yang meng membuat 25:35 traumanya hilang cepat hilang. 25:37 Sebenarnya gampang banget sih kita aja 25:38 nih kalau mungkin ya aku enggak tahu ya 25:41 musik kita mesti membebaskan diri kita 25:43 untuk menangis. Susahnya orang-orang 25:46 dewasa ya mungkin yang angkatan saya ya 25:48 itu susah banget untuk menangis karena 25:50 waktu kecil jangan nangis jangan nangis 25:52 selalu digituin sama orang tua. Nah itu 25:54 namanya orang tua tuh mewariskan trauma 25:57 ke kita. Jangan nangis [tertawa] jangan 25:58 nangis gitu. 26:00 Harusnya dibiarkan aja ya 26:01 sebenarnya biarkan saja. Coba ya, enggak 26:04 usah ikut pelatihan ini deh. Coba suatu 26:06 saat misalnya ee Anda pemirsa semuanya 26:09 tiba-tiba pengin nangis yang kayak mau 26:11 meledak gitu. Diamin aja masuk kamar 26:14 kalau malu teriak aja wah gitu sampai 26:16 badannya geter-geter. 26:18 Itu setelah selesai itu jauh lebih enak, 26:20 lebih tenang. Ya, 26:21 betul. Yang dibutuhkan emang getaran 26:23 tubuh 26:23 dibanding yang ditahan-tahan ya. 26:24 Iya, betul. Tapi kan enggak mungkin ya 26:26 nangis dulu baru dapat getaran. 26:29 Kalau pelatihannya kan langsung bisa 26:30 dapat getaran ya. Kira-kira 26:32 pakai nangis. [tertawa] 26:33 Jangan pakai nangis ya. 26:35 Oke. Ini dari siapa nih? Dari Jenny 26:37 Juita. Sejak kecil saya mengalami trauma 26:40 yang berdampak besar pada hidup 26:42 menimbulkan rasa takut, cemas, dan 26:45 bahkan sempat membuat saya ingin 26:46 mengakhiri hidup. Kondisi ini 26:51 mempengaruhi saya, mempengaruhi hubungan 26:54 saya dengan orang lain dan menyebabkan 26:56 berbagai gangguan fisik seperti asam 26:58 lambung, vertigo, dan pingsan. Tahun 27:01 2020 saya didiagnosis depresi berat 27:05 dengan halusinasi dan menjadi terapi 27:07 serta obat-obatan. Namun hasilnya belum 27:11 optimal. Pada tahun 2021 saya mengetahu 27:14 mengenal TR dan mulai berlatih rutin. 27:18 Perlahan saya merasa perubahan besar, 27:20 tubuh lebih tenang, emosi lebih stabil, 27:23 dan saya mampu menghadapi tekanan dengan 27:26 ikhlas termasuk saat merawat ibu yang 27:29 sakit. dari Jenny Juita. 27:34 Oke, yang lain juga ada dari Erwin. Eh, 27:39 awalnya saya tidak bisa berjalan jauh. 27:41 Setiap menempuh jarak setengah 1 km saja 27:45 ras sakit muncul hingga harus berhenti. 27:48 Selama berbulan-bulan saya berjuang 27:50 menghadapi rasa sakit itu setiap hari. 27:53 Alhamdulillah setelah mengikuti latihan 27:55 TR saya merasakan perubahan luar biasa. 27:58 tubuh terasa lebih ringan dan nyaman. 28:00 Bahkan kini saya bisa berjalan lebih 28:03 jauh dan lebih cepat sampai berkeringat. 28:08 Ee ada yang tanya nih, TR ini sudah ada 28:12 di mana saja? 28:14 Apakah di Bandung apa di mana ada? 28:17 Kalau 28:18 sudah ada ee jadi salah satu yang dulu 28:21 kami juga dalam komunitas di TR 28:24 Indonesia. Nah, itu memang di Bandung 28:27 ada di ee sampai di Cirebon, di 28:29 Surabaya, bahkan kami dulu ngajar di 28:32 saya ngajar di Banda Aceh, Padang, Mata, 28:35 Mataram e banyak sekali beberapa 28:37 kota-kota dan itu bisa ada di ee 28:41 Instagram-nya dan kami juga ee ada 28:43 Instagram Sadar TR. Jadi yang satu TR 28:47 Indonesia, kalau kami Sadar TR TE, 28:49 Sadar. 28:51 Nah, itu bisa dan bisa juga ee ee apa 28:56 namanya? DM ke Instagram kami. Jadi, 28:59 kami bisa bantu nanti Mas Kista. 29:02 Oke. 29:02 Kalau untuk mengenal TR lebih jauh. 29:05 Apakah kalau saya sudah ikut TR saya 29:08 tidak perlu ke dokter lagi? Dari siapa 29:11 nih? Dari Bu Retno. 29:14 Jadi gini, Mas Kista. Saya punya 29:16 pengalaman. 29:17 Saya tiba-tiba ada batu di kantong 29:20 kemih. 29:21 Hm. 29:22 Wah, sakitnya luar biasa. Sampai 29:23 guling-guling itu. Sampai guling-guling. 29:27 Ee karena waktu itu ada ee pemilu dan 29:31 saya ketuanya dan karena kurang minum 29:33 akhirnya muncullah itu batu. Dan setelah 29:36 itu saya ya mau tidak mau saya harus ke 29:38 dokter, dokter uroloh. 29:41 Tetap saya prasakan ke dokter dan 29:44 diketahui bahwa setelah di apa ee 29:47 endoskopi ketahuan ada batunya lalu 29:50 batunya diambil sama dokternya ee nanti 29:52 malamnya. Jadi saya sekarang lagi ee di 29:55 di endoskopi lalu ee malamnya diambil 29:58 batunya. Nah, antara siang dan malam itu 30:02 saya TR terus TR terus dan akhirnya pada 30:05 saat malam diamb ee di endoskopi di mau 30:08 diambil batunya, batunya sudah enggak 30:09 ada. 30:09 Oh, 30:10 sudah enggak ada. Dan itu kejadian di 30:12 dalam diri saya. 30:13 Tapi tetap saya butuh dokter. 30:15 He. [berdehem] 30:16 Karena ee untuk memastikan apakah saya 30:19 masih sakit apa tidak. Dan obat tetap 30:21 dikasih obat pastinya. Tapi mungkin 30:24 obatnya itu jauh lebih bermanfaat bagi 30:27 saya karena tubuh saya sudah nerima 30:30 lebih cepat menerima dibanding kalau 30:32 tubuh saya sakit atau cara pandang saya 30:34 terhadap penyakit itu beda gitu loh. 30:35 Nah, 30:36 TR itu membuat perubahan itu. 30:39 Yang yang lebih hebatnya lagi begini, 30:41 Pak Mas Kista. 30:44 Kadang-kadang 30:46 ee 30:48 salah satu rukun Islam itu kan takdir 30:50 yang terakhir percaya sama takdir. Nah, 30:53 kalau kita tidak menerima takdir 30:55 biasanya kita sakit. 30:57 Nah, itu yang itu bisa diatasi dengan 31:00 TR. 31:01 Jadi, takdir apapun kita bisa terima 31:05 setelah kita latihan. 31:07 Salah satunya maksudnya bukan. [tertawa] 31:10 Baik. Asalamualaikum Mas Toton dan Mbak 31:12 Titi. Ter usia berapa yang bisa ikut 31:16 latihan ini? Apakah anak-anak bisa? 31:21 Ya, anak-anak bisa. Biasanya kami selalu 31:24 mendapatkan klien itu minimal SMP ya 31:27 gitu. Kemarin kita baru ngajarin teater 31:29 keliling mereka anak-anak SMP gitu 31:33 biasa. Rata-rata mereka bercerita 31:35 traumanya ya biasa hubungan dengan orang 31:38 tua, sama guru, sama teman-teman. 31:40 pembulian itu penting banget gitu 31:43 sehingga kalau remaja dewasa sampai 31:46 orang tua juga bisa menggeterin jadi 31:48 bebas umurnya 31:50 dan kita ee sarankan untuk komunitas 31:54 misalnya guru apa yang 31:57 pakailah TR untuk supaya memudahkan anak 32:00 itu bisa cepat menerima pelajaran. Tapi 32:04 sebelum anak-anaknya gurunya dulu di ee 32:06 latihan Tre supaya dia lebih tahu apa 32:08 itu TR. 32:10 kami ada apa apa menyarankan untuk ee 32:13 komunitas guru untuk latihan TR supaya 32:16 mereka paling tidak siap untuk menerima 32:20 apa mengajarkan kepada muridnya lebih 32:22 baik, 32:23 jauh lebih baik, Mas Krisna. 32:25 Oke. 32:27 Ee Mas Toton dan Mbak Titi boleh tahu 32:29 latihan itu untuk pertama berapa lama 32:34 dari Bapak Didi? 32:36 Lamanya tuh biasanya kalau private saya 32:40 4 jam. Tapi kalau misalnya dia 32:42 berkelompok banyak 10, 20 atau 30 itu 32:46 biasanya saya butuh waktu 1 harian sih 8 32:49 jam lamanya. 32:51 Dan hanya satu kali aja ya. Satu kali 32:54 saya ajarkan ya ibu-ibu, bapak-bapak 32:56 selebihnya melakukannya sendiri di 32:58 rumah. Kamin sangat efisien. Kalau 33:01 misalnya pertama kalinya 8 jam atau 4 33:04 jam, besok-besoknya tuh hanya 15 menit 33:07 seumur hidup. Hanya 15 menit 33:10 setiap hari. 33:11 Setiap hari itu aja. 33:14 Tidak bisa bayar lagi. 33:16 Masyaallah. 33:18 Oke, silakan kalau Anda ee pengurus 33:22 masjid bisa undang Mason dan Mas Titi 33:25 untuk diajarkan ee bagaimana 33:28 menghilangkan trauma ya. Trauma apa saja 33:31 Mbak Titi yang bisa dihilangkan melalui 33:34 metode ini? 33:35 Jadi trauma itu kan beda-beda ya, Mas 33:37 ya. Mungkin orang ada jatuh terus dia 33:41 nangis, ada orang jatuh terus kemudian 33:44 dia takut lagi. Jadi traumanya 33:45 macam-macam sih. Jadi makanya itu yang 33:47 saya bilang K apa semua kejadian yang 33:50 kita alami itu di kita masukkan dalam 33:52 trauma karena menjadikan satu emosi. Nah 33:55 itu yang yang kita rilis di dalam otot 33:58 yang disimpan di dalam otot. Jadi semua 34:01 trauma bisa dilakukan dihilangkan dengan 34:05 T ini. 34:06 Dan biasanya begini Mas Krisna, kalau 34:09 orang ke 34:11 tempat lain harus cerita kan tentang 34:13 traumanya, harus menulis, harus ini 34:16 enggak cuman geter-geter aja insyaallah 34:19 traumanya hilang. 34:21 [tertawa] 34:21 itu itu 34:22 tambah jawabannya dia itu trauma macam 34:24 apa begini ya karena kadang-kadang 34:27 trauma itu enggak kita rilis disimpankan 34:29 di otot kemudian kita nongkrong ketemu 34:31 lagi sama teman kita ngomongin lagi 34:33 tentang kejadian itu. Nah itu akan 34:36 terjadi lagi trauma yang baru. Jadi 34:39 kalau kita ngobrol kasih ngomongngomong 34:41 terus tentang trauma itu. 34:42 Ngomong-ngomong terus terakumulasilah 34:44 ketegangan di otot gitu. Jadi kalau 34:47 ngomong trauma, segala macam hal yang 34:51 harus dikeluarkan, emosi yang harus 34:53 dikeluarkan itu namanya trauma. 34:55 Oke. 34:55 Hilangkan sendiri aja deh, pakai getaran 34:57 tubuh sendiri. 35:00 Mbak Titi dan Mas Toto, bagaimana sih ee 35:04 latihan TR ini? Apakah 35:08 sama seperti Ling Tiangkong atau 35:10 bagaimana? 35:12 ee Tre agak agak berbeda dari yang lain. 35:15 Karena TR itu 35:17 yang diutamakan adalah memakai 35:19 kecerdasan tubuh. Jadi tubuh hanya 35:22 berbaring, dia akan bergetar dengan 35:23 sendirinya. Lebih-lebih dia punya 35:25 masalah terhadap tubuhnya pasti 35:27 bergetar. Memang ada sedikit senam, ada 35:31 enam langkah kita ajarkan senam dulu 35:32 supaya tubuh itu termotivasi untuk bisa 35:35 bergetar. Nah, bergetar tubuhnya itu 35:38 akan 35:39 membuat tubuh menjadi rileks, menjadi 35:42 lebih apa ee pasrah, lebih ee dan itu 35:47 akan membawa 35:49 akibat orang itu ee lebih 35:53 apa ya, lebih 35:55 bisa terima apapun yang ada dalam hidup. 35:59 Surrender lebih surrender. 36:01 Oke. Asalamualaikum, Mas. Mbak Titi, 36:03 Ayah saya usianya 70 tahun. Apakah bisa 36:06 mengikuti TR ini? 36:09 Bisa. Bisa. 36:11 Kami pernah ee ngelatih ee Pandu Werda. 36:16 He. 36:16 Pramuka ee Werda itu usianya minimal 85 36:21 masih. 36:22 Jadi ada ee ada lebih dari 50 orang. 85 36:26 sampai hampir 90 [tertawa] 36:29 ada satu orang yang 70 tapi rata-rata 85 36:32 ke atas. itu kita latih dan 36:34 alhamdulillah mereka senang ada 36:35 profesornya juga di situ. Jadi mereka 36:38 setelah itu lebih senang dan lebih lebih 36:40 apa ya tadinya ya cbetut jadi senyum dan 36:45 sebagainya itu luar biasa Mas Kista. 36:49 Jadi ee ee pemirsa yang budiman saya 36:53 sarankan latihanlah TR. 36:55 He 36:55 banyak cara untuk bisa ee melatih TR. 36:59 Oh, baterinya diganti dulu, Mbak Titi. 37:03 Eh, Mas Toton, apakah bisa diundang 37:07 untuk acara keluarga 37:09 untuk dilatih bersama Mas Soton? 37:13 Bisa saja nanti di apa ee di DM bisa di 37:17 atau di telepon yang tadi, WhatsApp juga 37:19 bisa. nanti akan dibantu oleh ee 37:22 sekretariat kami Yayasan Sadar Indonesia 37:25 ee Tre Indonesia nanti akan kita bantu. 37:28 Oke, ini nomor teleponnya. Silakan yang 37:30 tadi belum mencatat kami akan baca. 37:32 ADM admin 37:33 admin yayasan ya. Silakan dicatat nih. 37:36 Ee saya ingin dilatih TR 0812 37:42 kemudian 23 37:45 9.000 37:46 983 37:48 0812 37:51 23 37:52 kemudian 9.000 atau 900 37:57 983 0812 23 38:02 9.000 38:03 983 38:06 alamatnya Jalan Wijaya berapa? 38:09 Du 38:10 wijaya 2 nomor F 38:13 10 38:14 nomor F10 38:16 Jakarta Selatan 38:17 Wijaya Grand Center. 38:19 Iya. 38:19 Oke. 38:23 Mas Toton ini benar yang enggak bayar. 38:26 [tertawa] 38:27 Jadi gini kalau ee ini lebih baik di 38:31 komunitas aja. He. 38:32 Jadi biar lebih kami juga lebih ini 38:35 ngajarnya lebih ini misalnya karena ee 38:37 dengan komunitas masjid atau komunitas 38:40 ee apa ee pengajian apa-apa kita lebih 38:43 lebih ini 38:44 dan itu ee bisa 38:47 50 orang kami berdua bisa ngajar 38:50 sekaligus itu bisa ini dan 38:52 tolong siapkan waktunya. Kadang-kadang 38:55 ee biasanya mulai jam .00 ya kita 38:58 selesai 38:58 komunitasnya aja. Jadi 39:00 komunitasnya aja. Jadi kami mengajar 39:02 secara gratis untuk orang-orang yang 39:07 ee mengkontribusikan hidupnya untuk 39:11 negara. 39:11 Hm. 39:12 Misalnya guru-guru, 39:14 alim ulama. 39:15 Coba ee suaranya keluar enggak, Mbak 39:17 Titi? 39:19 Oh, belum dinyalakan. bisa diulang lagi? 39:23 Ee jadi biasanya itu memang kita 39:25 mengajar TIAR ini secara free atau 39:28 secara gratis itu untuk orang-orang yang 39:31 mendistribusikan atau mengkontribusikan 39:33 hidupnya untuk negara gitu. Kayak 39:36 misalnya guru-guru, alim ulama, tentara 39:42 gitu. Dan tidak menutup kemungkinan juga 39:46 untuk orang-orang yang tidak mampu gitu. 39:50 Oke. 39:51 Masan udah pernah ngajar di mana aja ter 39:54 ini? Kalau saya ya hampir kalau dari di 39:58 Indonesia hampir ya 10 kota banyak Mas 40:01 10 kota ya. Ya, kalau di dalam di sini 40:04 memang kita ee dari ee ee TNI Oh, di 40:10 kalangan militer juga pernah juga ya. di 40:12 apa dulu pernah juga pilot-pilot RI 1 40:15 juga kami pernah ngajar, terus pilot ee 40:18 Pondok Cabe juga yang di Semarang juga 40:22 belum lagi yang TNU AU juga pernah, TNU 40:26 ee AL juga Lantama, lalu di 40:30 perusahaan-perusahaan banyak juga lalu 40:33 di yayasan-yayasan, yayasan kanker 40:36 payudara, lalu yayasan panti asuhan di 40:39 bencana alam juga kami sering selalu 40:41 lalu bencana dalam di masjid-masjid, di 40:44 komunitas-komunitas, komunitas misalnya 40:46 sekolah di Stela Maris waktu itu sudah 40:48 agak lama memang anak-anak jalanan, 40:50 komunitas anak jalanan karena gini, anak 40:52 jalan tuh perlu dibantu karena memang ee 40:55 trauma mereka luar biasa dan kita ee 40:58 free untuk itu untuk anak-anak jalanan 41:01 untuk nah untuk penghafal Quran juga 41:04 hafiz-hafiz Quran itu perlu TR karena 41:06 pada saat ee 41:07 jadi mempermudah ya 41:08 mempermudah. Pernah kami ngajar ada satu 41:11 anak itu tiba-tiba dia ee satu ee 41:15 rombongan gitu yang satu sudah hampir 41:17 sudah hampir di atas juz 10 juz dia 41:20 hanya juz 5 berhenti aja enggak enggak 41:21 enggak ini rupanya ada trauma dalam 41:25 hidupnya sehingga waktu itu kita ajarkan 41:27 TR malah dia yang lebih cepat selesai 41:30 hafiz duluan 30 juz dibanding 41:33 kawan-kawannya. 41:34 Oh, gitu ya. 41:35 Heeh. dan sangat mempercepat karena ee 41:39 bagaimanapun 41:41 ee Al-Qur'an itu kan kitabullah. Jadi 41:45 memang harus clear tubuhnya, traumanya 41:48 harus hilang dan itu sangat membantu 41:51 sangat-sangat membantu untuk penghafal. 41:54 Mau ujian sekolah latihan TR deh. 41:57 [tertawa] 41:57 Oke. 41:59 Oke. 42:00 Betul sekali tuh buat ibu-ibu ya yang 42:02 sulit nyuruh anaknya belajar. Nah, 42:05 latihanlah ini. 42:07 Oke, [tertawa] 42:09 Mbak Yeti Pamula, Mas Toton dan Mbak 42:12 Titi. Berapa lama 42:16 kita latihan lalu mulai terasa efeknya? 42:22 Mem 42:24 langsung sih, H 42:25 Mas Krita langsung enggak? 42:26 Iya, langsung. 42:27 Nah, itu jawabannya [tertawa] ada Mas. 42:30 Saya juga pernah. Waduh, badan jadi 42:33 enteng lagi enak. Alhamdulillah. Ee 42:36 silakan yang mau ikut pelatihan TR atau 42:41 silakan hubungi Mas Toton atau Mbak Titi 42:44 di 0812 42:46 23 42:48 900 42:51 3 * 983 42:53 08123 42:56 9.000 42:57 983. 43:01 Ee Mbak Titi dan Mas Soton apakah bisa 43:03 juga untuk wanita hamil ikut latihan 43:05 ini? 43:06 Nah, itu 43:06 oke. Untuk wanita hamil sih tidak 43:08 disarankan ya untuk wanita hamil atau 43:11 orang-orang yang habis dioperasi di 43:14 bagian perut yang belum 3 bulan lamanya 43:17 itu tidak disarankan gitu. Karena 43:20 getaran itu ketika kita senam itu yang 43:23 ditarik adalah di bagian kaki dan bagian 43:26 perut gitu. Jadi itu kan harus kita 43:28 tarik dulu baru kita lepas baru tubuhnya 43:31 bergetar gitu. Kayak misalnya 43:34 karet gelang ya kita tarik dulu 43:37 panjang-panjang terus kita lepas dia kan 43:38 bergetar tuhet terus kembali ke bentuk 43:40 yang baik. Itulah kira-kira 43:42 tidak disarankan oleh wanita kami 43:45 ee dari siapa? Dariantana. 43:47 Asalamualaikum, Mbak Titi dan Mas Toton. 43:51 Apa ayah saya pelupa, apakah bisa ikut 43:53 metode ini? 43:56 Orangnya lupaan. Ee 43:59 beberapa peserta ee dengan latihan ini 44:04 dia lebih lebih apa ya? Lebih present 44:07 lebih present dalam hidup 44:08 dan itu membuat dia lebih ee pelupanya 44:12 ee ee bisa hilang. bukan hilang ya, 44:15 berangsur-angsur akan ini. Jadi pada 44:18 saat kita latihan TRS setelah selesai 44:20 badan lebih segar, lebih siap, lebih 44:23 presen, lebih menerima apapun. Nah, itu 44:26 yang lebih penting bagi kita dalam 44:28 kehidupan. Nah, itu yang akan lebih 44:31 mudah untuk me me apa melakukan 44:35 ee h 44:36 kegiatan 44:36 kegiatannya 44:37 ya. Biasanya kan lupa itu enggak fokus 44:40 ya, Mas gitu. Kalau TR itu mengembalikan 44:43 kefokusannya kita seperti yang Mason 44:45 bilang jadi present moment gitu sehingga 44:48 ya kita juga kadang-kadang lupa sih 44:50 gitu. Tapi kalau kalau TR itu kan ketika 44:53 15 menit kita dalam sadar, dalam fokus, 44:57 dalam pasrah, itu kan yang membuat kita 45:00 fokus. Karena beberapa ada juga 45:02 testimoni itu adalah tentang salat dan 45:05 mereka lebih fokus salatnya ketika sudah 45:08 melakukan TRI. Oh, masyaallah. 45:13 Oke, 45:15 Mbak Titi, apabila kami masih minum obat 45:18 dokter dan masih berobat dokter, apakah 45:21 boleh ikut tere? 45:22 Oh, iya boleh, boleh, boleh banget. 45:24 Heeh. Biasa klien kami juga banyak yang 45:26 sudah minum, masih minum obat. Saya sih 45:28 menyarankan memang harus ke dokter ya, 45:30 karena kan ada tolak ukur gitu. Saya 45:33 enggak tahu mudah-mudahan ketika dia 45:35 datang lagi, "Aduh Mbak Titi tiba-tiba 45:37 obat saya udah berkurang nih." gitu ya. 45:40 Alhamdulillah gitu karena tiari adalah 45:43 men-support aja. 45:45 Heeh. 45:45 Kalau untuk misalmisal diabet atau 45:47 jantung, apa yang bisa dirasakan setelah 45:50 ikut TR ini? Eh, karena kami tidak 45:52 mengalami, tapi menurut testimoni ini 45:55 langsung adik saya sendiri ada di situ 45:56 di buku namanya Rini itu diabetnya 45:59 memang sangat membantu sekali. 46:01 Hm. 46:02 Ketika dia 46:04 ee dia ukurannya tuh dari obat, Mas. 46:08 Jadi, jadi biasa obatnya takarannya 46:10 segini. Ketika dia bantu obatnya makin 46:13 berkurang, makin berkurang, ukurannya 46:15 gitu. Satu. 46:16 Kedua, dia kena saraf 46:19 apa ya kakinya gitu. Ketika dia selalu 46:21 bergetar, kakinya selalu bergetar, dia 46:24 jadi udah berkurang kena sarap. Gini, 46:27 karena dia dikasih minum obat tidur. 46:29 Sakit sekali kan kalau dia mau tidur itu 46:30 saraf tepinya kan. Jadi dia minum obat 46:32 tidur sama obat saraf kan. Ketika dia 46:35 selalu melakukan tiarnya dia sering 46:37 banget pagi, siang, sore gitu karena dia 46:39 kebutuhan kan. Dia mengatakan bahwa dia 46:42 udah enggak minum obat tidur lagi gitu. 46:45 Dia udah mengatakan bahwa oh udah bisa 46:47 tidur, udah enggak nyut-nyut lagi gitu. 46:49 Jadi enggak perlu minum obat tidur lagi 46:51 gitu. 46:53 Oke. 46:54 Dan ini simpel, Mas Krisna. TR itu 46:56 simpel berbaring terus getar-getar 46:57 sendiri sudah selesai. Kita enggak perlu 47:00 [tertawa] enggak perlu bercerita, enggak 47:02 perlu apa, tinggal getar-getar aja. 47:05 Dan bergetarnya itu bukan hanya bergetar 47:07 ee kadang-kadang juga ada emosi. Ada 47:10 emosi bukan bisa nangis, bisa ketawa. 47:13 Kita pernah ngajar satu batalyon eh 47:16 tentara eh di Semarang gitu dan 47:19 tiba-tiba 47:21 salah satu ketawa dan semuanya ketawa 47:23 dan rilisnya bukan bukan seckingnya 47:25 bukan ya sambil bergetar [tertawa] 47:27 sama ketawa semuanya. Oh, gitu. 47:29 Nah, itu salah satu cara merilis 47:31 kepegangan itu pilot-pilot. Pilot bukan 47:33 pilot pilot 47:36 ee apaace apa helikopter apaace itu 47:38 harganya hampir 800 sampai 1 triliun 47:41 Pakistan kan bawa satu itu kan [tertawa] 47:43 tegang sekali 47:45 karena untuk 47:47 mengind mengurangi ketegangannya 47:50 traumanya akhirnya dia ketawa dan itu 47:53 luar biasa. 47:54 Oke, dari Bu Fani. Asalamualaikum, Mas 47:57 Saton dan Mbak Titi. Saya mengalami 47:59 penyakit lambung dan apabila tekanan 48:02 pekerjaan yang tinggi, saya sering 48:04 mengalami muntah-muntah. Apakah terapi 48:06 ini bisa menyembuhkan gert saya? 48:10 Eh, saya saya ngalami 2010 sebelum saya 48:13 kenal TR, saya seorang lawyer, Pak. Mas 48:17 Krisna. Saya ee lalu karena makan enggak 48:21 pernah teratur. Nah, 2010 kalau kena 48:24 cabe sedikit aja 48:25 H 48:25 saya guling-guling, Mas Kisna. 48:27 He. 48:27 Sejak 2010 sampai sekarang saya sudah 48:29 enggak pernah makan cabai ya seperti 48:31 biasa aja enggak ada masalahnya. Dan 48:33 gertnya e itunya hilang sampai sekarang 48:36 sudah 16 tahun 48:37 walaupun makan cabe enggak apa-apa 48:39 enggak apa-apa sekarang cabe enggak ada 48:40 masalah. 48:41 Masyaallah. 48:43 Tapi syaratnya rajin 48:44 biasa kan kalau enggak salah makan 48:47 pikiran gitu kan. pikiran itu kan emosi 48:50 juga, traumatik juga. Jadi dengan 48:53 getaran tubuh Anda masing-masing dia 48:56 akan menyelesaikannya sendiri kok. 48:58 Hm. 48:58 Insyaallah. 49:00 Bata Titi dan Mbak Fa Mbak Fani. Mbak 49:03 Titi dan Mas Toton kapan ada pelatihan 49:06 dalam waktu dekat ini kami akan ke sana. 49:09 Siap. Nanti di kita apa di apa di 49:13 WhatsApp aja kami nanti kami akan kasih 49:15 tahu di e WhatsApp atau soalnya adminnya 49:18 yang ngurus semuanya ya. Ibu-ibu, 49:19 bapak-bapak tanya semuanya dari situ. 49:22 Nah, pertanyaannya tuh kebanyakan 49:24 tentang penyakit, tentang penyakit, 49:26 tentang penyakit. Nah, kami kan tidak 49:28 mengalami penyakit yang ditanyakan tapi 49:31 kami bisa menjawab dengan testimoni. 49:34 Jadi di buku saya ini testimoni 49:36 pertanyaan semua tuh kayaknya ada semua 49:38 di sini, Pak. Yogurt lah, yang asam 49:42 lambung lah, yang gula darah 49:45 kayaknya ada sini semua ya 49:47 yang enggak bisa tidur, 49:50 yang parah lagi yang yang apa yang 49:52 hampir sampai mau bunuh diri. [tertawa] 49:54 Betul itu. Wah, itu depresi berat itu. 49:57 Anak-anak muda banyak begitu sekarang. 49:59 Sekarang kan banyak anak-anak yang 50:00 kecanduan HP ini. 50:02 Iya. 50:02 Kasih kitalah itu bisa 50:04 insyaallah bisa kita bantu untuk bisa. 50:08 Oke, 50:09 Mbak Titi. Mohon maaf teman saya ada 50:11 gejala 50:13 LGBT. Apakah bisa disembuhkan dengan 50:17 metode Teri ini? 50:19 Ee 50:22 semoga bisa ya, karena menurut aku yang 50:24 saya tahu yang saya tahu ya LGBT itu 50:28 adalah tentang 50:30 trauma masa kecilnya gitu. Saya enggak 50:32 tahu mungkin tentang 50:35 broken home atau tentang pembulian 50:39 apapun itu, itu datangnya dari trauma 50:43 masa lalu yang disembuhkan kan trauma 50:45 masa lalunya ya gitu. Semoga LGBT-nya 50:49 juga bisa kembali lagi ke kodratnya 50:53 Anda dilahirkan sebagai laki-laki atau 50:55 perempuan. Sebenarnya itu 50:58 diambil didasari oleh agama juga sih 51:02 biasanya larinya harus ke situ juga ya. 51:05 Jadi sebenarnya panjanglah kalau ngomong 51:06 LGBT itu karena biasanya tuh ada satu 51:11 klien LGBT dia dididik dulu sama 51:14 psikolohnya gitu. Kemudian saya membantu 51:18 untuk penyembuhan psikisnya. Kira-kira 51:20 gitu. 51:21 Tapi yang lebih penting, Mas Kista, 51:23 apapun masalahnya penyakit apa-apa harus 51:26 dimulai dari dirinya sendiri. Pertama 51:29 dia mau sembuh. 51:30 Hm. 51:31 Dia mau sembuh dan dengan dengan mau 51:35 sembuh itu salah satu 51:36 salah satu cara untuk dia bisa ee lebih 51:40 cepat ee apa yang dia mau inginkan. 51:43 Iya. Benar. Seperti seperti misalnya 51:45 begini, Mas kita saya pernah membantu 51:47 orang yang stroke 51:49 sama sekali enggak bisa enggak bisa ini 51:51 enggak bisa bangun tidur aja. Kebetulan 51:54 waktu itu zaman COVID jadi kita enggak 51:55 bisa datang kita pakai Zoom aja. 51:58 Minggu pertama ee saya suruh kebetulan 52:01 tangannya masih bisa gerak. Saya harus 52:02 tepuk tangan terus. 52:03 Hm. 52:04 Tepuk tangan itu salah satu membantu 52:05 untuk supaya sarafnya bergerak bergerak. 52:08 Setelah tepuk tangan, minggu berikutnya 52:09 baru kita bisa latihan tree. Karena 52:11 takinya bisa nekuk. 52:13 Karena si ini ibu-ibu ada di Garut ee 52:17 dia karena keinginan mau sembuhnya dia 52:20 guru, Pak. Ee 52:21 h 52:21 dalam 3 bulan dia sudah bisa mengajar 52:23 kembali. 52:24 Oh, masyaallah. 52:25 Bahkan ada kawan saya ya pribadi saya 52:28 ajarkan tiap hari selama 2 minggu saya 52:30 datang ke rumahnya. 52:32 Tapi karena niatnya dia enggak mau 52:33 sembuh sampai sekarang masih begitu aja. 52:35 Hm. 52:36 Yang pertama adalah niatnya dia memang 52:38 benar-benar mau sembuh 52:41 termasuk LGBT. 52:43 Iya. 52:43 Dia harus 52:44 niat sama percaya sih yang penting. 52:46 Iya, betul. Heeh. 52:47 Percuma saya kasih kalau orang itu tidak 52:49 percaya gitu. 52:51 Iya, betul. [tertawa] 52:53 Oke. Oke. 52:55 Ee 52:57 dari W Ibu Fanny lagi gerakannya seperti 53:00 apa sih persisnya kalau boleh tahu? Eh, 53:04 susah enggak katanya? 53:06 Tidak susah. Gampang sekali. Bahkan ee 53:09 orang tua yang usianya 85 pun bisa 53:12 melakukannya. Ya, memang di YouTube 53:15 lengkap ada kalau mau ee tapi kita tidak 53:18 sarankan untuk melatih belajar dari 53:20 YouTube. Kalau mau lihat gerakan banyak 53:22 sekali di ini dan itu lengkap semua di 53:25 YouTube. Tapi kita tidak saranan karena 53:28 kita enggak tahu sampai sejauh mana dia 53:31 yang melakukan latihan itu traumanya. 53:34 Hm. 53:35 Kalau biasa tapi kalau tiba-tiba dia dia 53:37 traumanya besar akhirnya dia trauma 53:39 terhadap Tre itu aja. [tertawa] Jadi 53:41 enggak latihan TR. 53:42 Iya. Di buku kami juga ada tuh 53:43 langkahnya. 53:45 Di buku lengkap itu. 53:46 Di buku ada lengkap langkahnya. 53:48 Kalau Bapak Ibu memang mau mesen 53:49 bukunya, mau tahu tentang Tre pesan aja 53:52 lewat nomor telepon yang ini nanti kita 53:54 kirim. 53:55 Oke. 0812 53:57 23 983. 54:01 Ini hanya mengganti ongkos cetak. Lalu 54:05 ada sedikit ee apa ee untuk kita bisa 54:09 bisa mencetak buku lagi gitu loh, Pak. 54:12 itu 54:13 ee 54:15 teman saya pelupa. Bisakah menjadi tidak 54:19 pelupa? Tadi sudah dijawab ya? 54:20 Tadi sudah dijawab insyaallah lah. 54:22 Mau ditambahin lagi barangkali. 54:24 Jadi ee pelupa itu tadi Mbak Titi bilang 54:27 karena dia tidak fokus ya, tidak ini 54:30 apapun yang dihadapi. Nah, membantu 54:32 untuk supaya dia lebih surrender lebih 54:35 siap menerima apapun dalam hidupnya. 54:39 Hm. Teman pernah kecewa karena tidak 54:41 diterima di perguruan tinggi negeri. 54:44 Dia stres banget. [tertawa] 54:46 Apa bisa dengan ikut ini lalu stresnya 54:48 menjadi hilang karena dia tidak diterima 54:50 di perguruan tinggi negeri? 54:53 Iya. Iya. [tertawa] 54:55 Kalau ditanya iya karena stres itu kan 54:58 adalah gangguan psikis ya gitu. Ketika 55:01 dia tidak diterima di perguruan tinggi 55:03 dia merasa sedih, dia merasa kecewa itu 55:06 emosi yang keluar. Kemudian tersimpanlah 55:09 di otot tubuh yang menegang. Ketika 55:12 digetarkan otot tubuhnya, nah itu 55:15 stresnya sudah hilang. Kira-kira gitu. 55:17 Yang paling gampang ya saya menerangkan 55:19 seperti itu. 55:21 Oke. Ini testimoninya banyak sekali nih. 55:24 Iya. 55:25 Adausula tuti, pungusang. Awal saya 55:29 mengalami kecemasan yang berlebihan. 55:30 Kemudian saya diperkenalkan dengan TR. 55:33 Ya, meskipun awalnya saya cukup skeptis, 55:36 saya mencoba terus melakukannya tanpa 55:38 putus selama sebulan. Hasilnya sungguh 55:41 luar biasa. Kecemasan selalu ada di 55:44 dalam hidup. Tetapi saya bisa lebih 55:47 tenang mengatasi kecemasan saya. Bahkan 55:50 saya bisa merasakan apa yang tubuh saya 55:52 inginkan. Saya berarti tres setiap 55:55 ketika tubuh saya sedang membutuhkan dan 55:57 memberi sinyal untuk bergetar. Luar 56:01 biasa ya. Ini bergetar sendiri ya? 56:04 Iya. 56:05 Iya. Iya. Tubuhnya bergetar sendiri. 56:07 Betul. 56:08 Tanpa kita 56:09 kontrol. Enggak. 56:10 Kontrol 56:10 enggak. 56:11 Hanya 56:11 jurus sih enggak bisa, Mas. [tertawa] 56:13 Oh, harus sadar. 56:14 Harus sadar. 56:15 Kalau enggak sadar namanya ayan. Mas 56:17 benar itu. Itu benar. [tertawa] 56:20 Biasanya kalau ee kenapa butuh provider 56:23 seperti kami itu supaya dia tetap dalam 56:26 melakukan latihan sadar. 56:29 Kadang-kadang ada orang yang ee latihan 56:32 5 menit saya enggak sampai enggak sampai 56:34 2 3 menit saya berhentikan 56:36 karena dia mulai tidak sadar karena 56:38 tomonya besar. Akhirnya kita latihan ee 56:41 apa e TR menit berhenti lagi 3 menit 56:44 berhenti lagi 3 menit berti lagi. Jadi 56:46 itu yang salah satu cara untuk me 56:48 membuat ee 56:51 merilis traumanya. 56:53 Nah itu kan hanya yang yang tahu 56:55 provider Mas kita. Hm. 56:59 [tertawa] 56:59 Jadi, pernah suatu saat ada seorang 57:02 perwira ee 57:06 apa? Perwira dia latihan TR. Tiba-tiba 57:09 dalam waktu enggak sampai 2 3 menit lah 57:12 dia sudah ee kebetulan kalau kami latih 57:14 tentara kan senjata tuh kita kita 57:16 amankan. Ini nyari senjatanya [tertawa] 57:19 bahaya kan. Nah, itu kita berhentikan 57:23 supaya dia akhirnya dia latihannya cuma 57:25 ee enggak enggak lebih dari 5 menit tiap 57:27 hari 57:29 kita ajarkan. 57:30 Baik, ee waktu sudah menunjukkan pukul 57:33 11.37 57:35 menit. Sepertinya kita sudah di akhir 57:37 acara. Silakan ada yang mau disampaikan 57:40 Mbak Mbak Titi atau Mason 57:44 nanti saya akan bacakan nomor teleponnya 57:46 lagi 57:46 ya. 57:46 Oke. Baik. Enggak. Saya hanya mau 57:49 menyampaikan bahwa sebenarnya 57:52 tubuh itu sudah mempunyai kekuatan untuk 57:58 menyelesaikan tubuhnya sendiri. Jadi 58:01 dengan kecerdasan tubuh dan ini menurut 58:04 saya sangat penting untuk setiap orang 58:07 menyayangi tubuhnya, memelihara 58:09 tubuhnya, memberikan asupan tubuhnya dan 58:13 memberikan satu pelajaran apapun itu 58:18 untuk tubuh itu bisa menyehatkan dan 58:21 menyembuhkan tubuhnya sendiri. Awar lah 58:23 mulai sekarang terhadap tubuh. Jangan 58:25 pernah kita sering mengontrol tubuh 58:27 kita, tapi mulai percaya tentang apa 58:30 yang dimau oleh tubuh. Itu aja sih, ya. 58:33 Tubuh itu ee seperti kata Mbak Titi, 58:36 sayangilah tubuh Anda. Karena tubuh itu 58:39 yang menopang hidup dalam keseharian. 58:42 Nah, 58:44 percayakan sama tubuh karena tubuh 58:46 sangat pintar. 58:48 Hm. 58:48 Tere itu mengandalkan kecerdasan tubuh. 58:51 Biar tubuh yang melakukannya sendiri. 58:53 karena hanya tubuh yang tahu masalahnya 58:55 yang ada di tubuh itu TR. Jadi biar jadi 58:59 TR itu luar biasa masih jadi 59:02 bergetar itu karena tubuhnya yang tahu. 59:04 Hm. 59:05 Dan misalnya kalau dulu saya ada sakiti 59:09 kantong omi, kantong ominya yang 59:10 bergetar gitu loh. 59:11 Oh. 59:12 Karena tuh misalnya ada pernah ada orang 59:15 kebacok trauma di ee apa ee mulutnya ini 59:19 yang bergetar mulutnya. 59:20 Oh, gitu. 59:21 Sakit gigi yang bergetar. 59:24 di saraf gini. Heeh. Dan itu hilang. 59:26 Benar. Masyaallah. 59:27 Itu luar biasa. [tertawa] 59:29 Oke. 59:30 Percaya sama tubuh dan tubuh itu sangat 59:31 cerdas. 59:32 Iya. Pokoknya setiap orang berhaklah 59:33 untuk mendapatkan tre ini menurut saya 59:36 apapun jalannya. 59:37 Oke. 59:38 Allah itu luar biasa. Allah itu kita 59:40 ngasih 59:41 ee tubuh kepada manusia sangat sempurna 59:44 dan percaya sama tubuhnya lah. 59:46 Oke. Baik. 59:48 Baik. Silakan yang tadi belum mencatat 59:51 nomor teleponnya. Kami akan bacakan 59:53 kembali Trauma Sadar Indonesia 59:55 Foundation Wijaya Grand Center Wijaya 2 59:59 blok F nomor 10 Jakarta Selatan. Ini 1:00:02 nomornya 0812 1:00:06 sudah. Kemudian 23 1:00:09 kemudian 9.000 1:00:12 983 1:00:14 0812 1:00:16 23 1:00:17 9.000 1:00:19 9 1:00:21 83 1:00:23 Mason terima kasih Mbak Titi terima 1:00:24 kasih atas penjelasannya. 1:00:27 Terima kasih sudah mengantar ya. Oke di 1:00:29 sini juga ada Adit, ada Rafa, ada Damar 1:00:33 dan Andi Saputra juga Algi. Saya 1:00:36 Muhammad Krishna mohon pamit. Wabillahi 1:00:38 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:00:40 warahmatullahi wabarakatuh. 1:00:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:42 wabarakatuh. 1:00:44 saya serahkan