Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:15 Asalamualaikum, Bang Ihsanud Nursi. Apa 0:18 kabar? 0:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:21 wabarakatuh. Alhamdulillah. Baik. 0:23 Alhamdulillah mantap. 0:25 Alhamdulillah. 0:26 Yah, 18.000 Ibu lagi nih. Ini pernah 0:29 bilang enggak bakalan stabil kalau 0:31 begini ya. Nampaknya ini enggak ada 0:34 hujan, enggak ada angin katanya BI 0:36 independen. Nampaknya sudah ada 0:38 peraturan baru yang saya juga baru tahu 0:40 itu ya. Alkisah dari apa undang-undang 0:43 di 2026 ini nampaknya menjadi alasan 0:46 untuk mengevaluasi dulu OJK sekarang 0:50 Bank Indonesia. tapi dengan pola 0:52 mengundurkan diri dengan baik-baik 0:54 daripada urusan CSR diungkit-ungkit atau 0:57 gimanalah ya. Main Sandra nih banyak di 0:59 negeri kita ini. Ah, belum lagi urusan 1:02 ini ya kita lihat apa tuh lagi bebenah 1:05 nih BGN, SPPG, urusan komisi. Wah, 1:08 banyak Pak saya pernah ditawarin itu 1:10 kalau dapat saya dikirimin R5 juta ya 1:13 setiap bulan. Mantap pula ya. Saya gak 1:16 niatlah yang begitu-begitulah begitu ya. 1:18 Para pendengar juga ingin mendengar 1:20 analisa-analisa lain tentang URI. Ada 1:23 kampus baru. Apa itu LEM Hanas? 1:26 Lembaga-lembaga yang dibiayai negara 1:28 lainnya apa kedinasan. Bagaimana pura 1:32 kisah ini akan menyedot lagi biaya 1:34 pendidikan yang sedemikian besar. Apa 1:37 yang Bang Ihsanuddin Nursi lihat dari 1:39 perkembangan di Timur Tengah juga 1:41 menjadi cerita yang ingin didengar oleh 1:43 rentetan analisa antum atau ada yang 1:46 lain yang perlu diberitahu untuk 1:48 pendengar radio silaturahim? Tafadol 1:50 Bang Iksanuddin Nursi. 1:53 Baik, [menghela napas] 1:55 maaf agak telat. 1:56 Enggak apa-apa. 1:58 Bismillahirrahmanirrahim. 2:00 Subhanaka la ilmaana illa maamtana inaka 2:03 antalimul hakim rbi zidni ilman warzuqni 2:07 fahman rbisliri waassirli amri wahlul 2:11 uqdatan min lisani yafqahu 2:14 Allahumma shalli sayidina Muhammad. Saya 2:16 mulai dengan cerita luar aja dulu. 2:20 Oh iya. Karena pada hakikatnya soal 2:22 independensi pernah saya bilang di 2:26 [tertawa] 2:26 pernah saya bilang 2:29 [terkesiap] 2:30 soal soal nilai tukar sudah saya bilang 2:34 duluan. Jadi 2:35 banyak hal rasil itu sudah duluan gitu. 2:38 Benar cerdas pendengar kita nih. Luar 2:40 biasa dari satpam sampai profesor kita 2:43 ada di sini pendengar. [tertawa] 2:47 E. 2:47 Nah, kalau cerita dengar cerita luar. 2:50 He. 2:51 Ee 2:53 saya 2:55 saya melihat 2:57 ee 2:59 membaca tentang usia Trump yang 80 tahun 3:02 ini. 3:02 Iya. Oh, iya. 3:03 Ya. 3:05 Ini memang akhirnya 3:08 punya masalah pada 3:11 kondisi fisik dan mental. H fisik dan 3:14 mental ini trum ya, bukan yang lain ya. 3:17 Trum dulu kita bicara. 3:19 Iya. [tertawa] 3:21 Saya ngerti itu maksud perengan tu. 3:23 Iya. Enggak, saya cuman ngomong tram. 3:25 Benar, Bang. Itu bagus, Bang. [tertawa] 3:28 Iya, 3:29 karena ada yang sudah stem katanya. 3:32 [tertawa] 3:34 Lanjut. 3:36 Nah, lalu [berdehem] 3:38 ee 3:39 di tengah yang namanya 3:42 ee situasi 3:44 perang terhadap Iran pada hakikatnya 3:47 betul-betul menunjukkan 3:49 satu 3:51 konfigurasi 3:52 h 3:53 bahwa 3:55 hampir tidak ada 3:58 negara Islam yang tidak ditundukkan oleh 4:00 Washington. 4:02 Betul. 4:03 Jadi cerita tentang war on terror, war 4:07 on Islam pada jetok 4:10 sesungguhnya melahirkan satu konfigurasi 4:13 global 4:15 bahwa yang belum tertundukkan negara 4:17 Islam cuma Iran. 4:20 Yang belum bersifat independen bank 4:22 sentralnya cuma Iran 4:24 untuk Islam. Ya, 4:24 bahkan hampir dianggap bukan Islam gitu 4:26 loh. 4:27 Iya. [tertawa] 4:33 He. 4:35 [tertawa] 4:35 Dan yang menariknya nanti hubungannya 4:37 sama 4:39 Anda juga menarik. [tertawa] 4:42 [berdehem] 4:45 E entar dibilang 4:46 Londo Ireng lagi. 4:47 Nah, [tertawa] 4:49 hati-hati kalau ngomong. 4:53 Lalu ee dilihat dari suasana itu 4:57 [berdehem] 4:58 dia memang 5:00 berminat dan bersih keras untuk 5:04 menunjukkan sebuah ee semua negara 5:06 tertundukkan. 5:08 Jadi dari konstruksi misalnya 5:12 ee kekuasaan di dunia dengan menunjuk 5:16 pada kemampuan 5:18 finansial, digital dan [berdehem] 5:21 militer, 5:23 ambisinya memang menundukkan semua 5:25 negara di dunia. 5:26 Hm. 5:28 Cuma kebetulan 5:31 ee 5:33 ada negara yang belum ditundukkan 5:36 seperti yang disebut pada cerita Nation 5:40 Defense Strategic of US 2008 hingga 2026 5:44 kemarin. Salah satunya adalah Iran yang 5:47 disebut 5:48 mereka menyebutnya ada delan negara. 5:49 H 5:50 tapi setelah Venezuela jatuh tinggal 5:52 tujuh. Lalu dari tujuh itu yang 5:55 betul-betul harus menjadi sasaran utama 5:57 adalah ee Iran sementara kalau untuk 6:00 langsung menghadapi Cina 6:02 punya masalah, kalau menghadapi langsung 6:03 Rusia punya masalah. 6:06 Oh, Korea Korea Utara enggak ada 6:08 minyaknya lain lagi. 6:11 Ee Korea Utara dia agak khawatir karena 6:14 berkaitan sama nuklir kalau diganggu. 6:16 [tertawa] 6:17 Nah, artinya ee Korea Utara juga ada 6:21 urusan dengan agama kan? Enggak ada 6:23 enggak ada 6:24 urusan. 6:26 [berdehem] Jadi ini kan konstruksinya 6:27 pendekatan-pendekatan agama. Itu yang 6:31 yang kalau orang bilang situasi 6:34 sekarang dalam konstruksi Israel, 6:37 Amerika terhadap Iran bukan perang 6:38 agama. Rasanya naif gitu. 6:42 Rasanya naif. dan 6:44 berkali-kali kita bilang di di rasiologi 6:47 ini perang perang bukan sekedar perang 6:49 peradaban, bukan sekedar perang militer, 6:53 bukan cuma sekedar perang 6:55 nuklir yang arahnya menghadap Malang, 6:57 tapi ini perang, perang agama, 6:59 perang ideologi gitu. Dan itu dan itu 7:02 terbukti ketika ketika kita melihat ee 7:07 ee 7:09 salah satu aliran di sana itu 7:14 dia demikian 7:15 progresif gitu, 7:17 konservatif, progresif gitu dalam 7:20 menunjukkan 7:21 perjuangan tegaknya agama mereka. He. 7:24 [berdehem] 7:25 Dan itu 7:27 kalau kita enggak lihat lagi sekarang 7:28 dengan situasi Trump kayak gitu 7:31 ee dan perlawanan muncul dari dalam, 7:35 maka bisa bisa seperti yang kita bilang 7:38 bahwa sesungguhnya 7:40 ee keinginan mereka untuk menegakkan 7:43 jadi problematik bagi mereka yang 7:45 menyatakan 7:47 sebagai pejuang hakti manusia, 7:49 betul, 7:49 sebagai orang yang menegakkan demokrasi, 7:52 sebagai orang yang menjunjung tinggi 7:55 hak-hak atas intelektualitas gitu. 7:59 Jadi perlawanan dari dalamnya sendiri 8:01 juga muncul seru. 8:02 He. 8:03 Nah, ketika Timur Tengah misalnya 8:05 katakan ee diam-diam Arab Saudi juga 8:08 punya sikap sikap double standard. Arab 8:11 Saudi sekarang punya double standar. 8:13 He he. [tertawa] 8:17 Jadi agak agak lain gitu. Sementara 8:21 [berdehem] Qatar yang pernah dituding 8:23 sebagai 8:25 negara pendana teroris itu juga bermain 8:28 sama main double standard juga gitu. 8:31 Eh dalam bahasa yang sederhana 8:33 sesungguhnya 8:34 ketika di Amerika dituding sebagai 8:36 negara yang tidak mampu melindungi 8:38 dirinya sendiri, ngapain kami harus 8:40 berlindung pada negara yang tidak mampu 8:41 melindungi dirinya sendiri gitu? 8:42 [tertawa] Kata 8:46 kata kata menteri luar negeri Arab 8:49 Saudi, Farhan 8:50 bin Farhan itu dipanggil Pakistan 8:53 akhirnya. [tertawa] 8:54 Iya, dipanggil Pakistan. [mendengus] 8:55 Nah, Pakistan diam-diam mengingatin 8:57 mengingatkan Iran. Jangan ganggu Arab 9:00 Saudi. Iran enggak ada urusan. Iran 9:02 pokoknya semua instalasi militer Amerika 9:05 diteluk 9:06 negara negara Teluk pasti menjadi 9:08 sasaran gitu. Iya. 9:09 Dan Anda lihat ee begitu yang namanya 9:12 sasaran-sasaran ketika sasaran 9:14 infrastruktur yang dihajar oleh Amerika, 9:17 maka Iran kembali juga menghajar 9:18 infrastruktur gitu. 9:21 Lalu si 9:22 tangan 9:22 lalu bilang 9:24 setiap yang namanya setiap yang namanya 9:27 satu kapal diganggu di salat hormus maka 9:30 akan satu infrastruktur dirusak oleh 9:32 Amerika kata 9:33 kata Trump. H. 9:35 Oh, sebaliknya begitu infrastruktur 9:37 balasan lagi infrastruktur lagi yang 9:39 dihadang oleh [tertawa] 9:41 jadi Iran dapat dua. 9:43 Dia dapat sasaran empuk di di Selat 9:45 Hormus, dia dapat sasaran empuk di Teluk 9:47 gitu kan. Jangkauannya menjadi lebih 9:49 mudah daripada dia mesti ngejangkau 9:51 ee ain gitu. Nah, 9:53 bahkan sekarang Ukraina dan ee London 9:56 pun uring-uringan karena mendapat ee 9:58 ancaman pula dari 10:01 pergolakan diri. 10:03 suka tidak suka karena ee ini yang 10:05 pernah kita bilang mungkin a santal 10:08 ingat 10:08 ini sudah perang dunia ketiga kok pada 10:10 hakikatnya [tertawa] gitu. 10:14 Jadi Rasil sudah ngomong baru kemudian 10:17 di di Washington sibuk, "Wah udahlah 10:19 kita ciptakan perang dunia ketiga aja." 10:21 Dan beberapa orang baru menyebut ini 10:23 perang dunia ketiga. Udah ini ah perang 10:25 dunia ketiga gitu yang belum dipakai 10:27 cuman satu waktu itu belum pakai nuklir. 10:30 Itu aja [tertawa] 10:31 sampai 10:33 amunisi kehabisan sekarang kan itu juga 10:35 kan menjadi ee proyek yang e menjadi 10:39 mesin uang Amerika ya. industrial 10:41 military. 10:43 Nah, itu yang Anda sebut sebagai 10:46 financial digital military industrial 10:49 complex. Bukan cuma military industrial 10:52 kompleks, tapi financial digital 10:54 industrial military kompleks gitu. 10:56 [tertawa] 10:56 Jadi terlibatlah keuangan, terlibatlah 10:59 digital, terlibatlah militer. 11:01 Iya. 11:01 E ya. Itu tadi sebenarnya mereka sedang 11:04 tadi perang untuk uang, perang untuk 11:06 ekonomi gitu yang pernah juga kita 11:08 sampaikan sebagian kelaparan tapi kita 11:10 mesti beli pesawat, mesti beli kapal. 11:12 Ini kan duit semua itu [tertawa] 11:15 ya. Nah, itulah fakta bahwa mereka 11:18 mencetak uang seenak-enaknya, 11:21 mereka mainin digital seak-enaknya, 11:23 mereka memainkan industri militer 11:26 seenak-enaknya, hanya dalam rangka 11:27 menunjuk bahwa mereka adalah negara 11:29 adidaya tunggal gitu. yang kemudian 11:32 disebut mereka sendiri sebagai oleh si 11:34 Stephen W sebagai hegemon predator gitu. 11:37 Hegemon pemangsa. 11:40 Predator itu pemangsa artinya. 11:43 Nah, dari seluruh cerita itu ya ah di 11:49 sini kita mendapatkan bukti bahwa tidak 11:52 akan ada kedamaian kalau mereka yang 11:54 berkuasa. Kedamaian mereka ciptakan 11:57 sepenuhnya total berbasis pada kekuatan, 11:59 berbasis pada ee ya model zaman batu. 12:03 He. 12:03 Model di mana ketika seperti Al-Qur'an 12:05 belum datang secara utuh gitu. [tertawa] 12:09 Dan kemudian dilukiskan dalam Al-Qur'an 12:12 kalau kalau kalian ikut apa yang nenek 12:14 moyang kalian katakan ya silakan 12:16 tersesat [tertawa] kan gitu. 12:19 Jadi ketika ketika kita ketika Nabi Nuh 12:23 menyampaikan kepada kaumnya misalnya 12:25 selama 900 tahun gitu ya kalau mau ikut 12:28 juga tet nenek moyang ya silakan katanya 12:30 [tertawa] 12:31 pasti akan tersesat timbullah banjir. 12:33 Nah sekarang banjir itu banjir keuangan, 12:37 banjir digital, 12:39 banjir peralatan militer yang merusak 12:42 sesungguhnya 12:43 dan menenggalkan peradaban kemanusiaan. 12:46 Nah, itu analoginya begitu gitu. Jadi 12:49 bukan banjir, bukan banjir air, tapi 12:51 banjir rusaknya peradaban seluruh dunia. 12:54 Kalau kita mau ngelihatnya begitu. Nah, 12:56 itu bisa kita lihat ee sebenarnya pada 12:59 pemerintahan-pemerintahan yang muncul di 13:00 riturs, di Washington Post, di Wage 13:05 Journal, 13:06 di Financial Times, di hampir semua. 13:09 Nah, kerusakan itu dipertahankan 13:10 sebenarnya melalui lembaga yang namanya 13:13 bank internasional gitu ya. H 13:15 Bank for Interal Settlement. 13:18 Oh, 13:19 BIS. 13:20 Nah, BIS ini adalah organisasi persatuan 13:26 seluruh bank center sedunia gitu. 13:29 Namanya BIS, 13:30 Bank for International Settlement. 13:33 Nah, senya semua negara yang punya bank 13:37 sentralnya independen pasti member of 13:41 BIS, Bank for International Servant. 13:44 Jadi kalau baca buku prahara bangsa 13:46 kelihatan tuh desainnya. Udah saya bikin 13:47 desainnya di situ. 13:48 Kalau baca buku prahara bangsa 13:51 di bab 4 sudah saya kasih lihat di situ. 13:53 Nah 13:54 eh ee apa perbedaannya satu sama lain? 13:59 Tergantung pada sampai seberapa jauh 14:01 negara tadi punya tagihan luar negeri, 14:03 punya cadangan luar negeri, punya 14:06 investasi di luar negeri sehingga apakah 14:08 dia bisa menstabilkan nilai tukarnya apa 14:10 enggak tergantung pada tagihan luar 14:12 negerinya. 14:14 misalnya begitu [berdehem] apa 14:16 konstruksinya dengan perang? 14:17 Konstruksinya dengan perang selama 14:18 mereka punya punya kekuatan akan ee 14:22 cadangan devisa tagihan luar negeri, 14:25 maka perang tidak akan mempengaruhi 14:26 perekonomian mereka. Mereka cuma tinggal 14:28 jaga bagaimana hajat hidup orang banyak 14:31 terpenuhi. Ah, di situ artinya perang 14:34 bukan hanya tadi yang yang Anda bilang 14:36 bukan hanya finansial, 14:38 H 14:39 bukan hanya militer tapi juga digital. 14:42 Karena di kita sudah masuk ke semua lini 14:44 kehidupan. Ah itu kalau kalau waktu kita 14:48 di puncak gitu ya, kita cerita tentang 14:50 perekon tentang perang itu mungkin ingat 14:52 gitu ya. Waktu rapat kerja. Betul. 14:54 Betul. 14:55 Iya. 14:56 Betul. [tertawa] 14:57 Nah. Nah. Kalau kita kalau kita 14:59 ngelihatnya begitu soal kemudian 15:02 Undang-Undang 15:04 ee 23 99 diubah menjadi Undang-Undang 24 15:09 2026 15:10 tentang PPSK gitu ya, 15:12 penanggulangan sistem keuangan yang 15:15 mengubah posisi independensi. 15:17 Sebenarnya sebenarnya 15:19 memang ada niat untuk mengubah posisi 15:21 independensi bank sudah lama. 15:23 Eh, jadi udah sudah lama itu ee jadi di 15:28 2019 15:30 gitu ya. He 15:31 kan pernah juga dirasil saya omongin 15:33 ini. 15:34 Iya, ke mana arah huruf P2SK ini arahnya 15:38 kok di ruah-ruah gitu. 15:39 [berdehem][tertawa] 15:40 Nah, eh 15:43 orang terkagum-kagum dengan independensi 15:47 bank sentral. 15:48 Padahal dengan istilah independensi itu 15:51 menunjukkan dua negara. dalam satu 15:53 negara. 15:54 Hm. 15:56 Jadi ada ada dua negara dalam satu 15:58 negara. Jadi seolah-olah bayi itu negara 16:01 sendiri gitu yang eksekutif tidak pernah 16:04 bisa bisa menyentuhnya gitu. 16:06 Meniru meniru Amerika gitu kayak gitu. 16:08 [berdehem] 16:09 E dan memang memang harus meniru 16:10 Amerika. 16:11 Oh 16:12 kan tadi kan tadi bagian dari FB kan 16:14 bagian dari financial digital military 16:17 industrial complex. He. 16:19 Jadi nanti sebenarnya arahnya dari 16:22 struktur ini, struktur peperangan ini 16:25 dari arah FDMIC 16:27 dari financial digital merity industri 16:29 complex ini arahnya 16:33 DC Central Banking Digital Currency 16:36 dengan catatan bank sentralnya tetap 16:38 dalam posisi independen. Nah, kalau bank 16:41 sentralnya tidak independen, sulit 16:43 berlaku digital currency karena 16:46 seeksekutifnya bisa nolak. Nah, di sini 16:49 di Indonesia menjadi bentuknya menjadi 16:52 polanya enggak keru-karuan. 16:53 Hm. 16:54 Karena di satu sisi, di satu sisi 16:57 Undang-Undang Kesehatan menerima dogma 17:00 global, dogma badan kesehatan dunia, apa 17:04 yang disebut dengan KLB, keadaan luar 17:06 biasa. Jadi kalau nanti WHO menyatakan e 17:09 pandemi gitu ya, 17:11 maka tidak ada satu unsur pun di 17:14 Indonesia yang bisa menolak sebagai KLB 17:17 keadaan luar biasa. 17:19 Artinya kedaulatan kesehatan kita 17:21 tergantung pada kemampuan kita 17:23 menghadapi WHO. Undang-undang mengatur 17:25 kita mesti tunduk pada WHO gitu 17:27 pada kondisi itu gitu. 17:29 itu bisa kelihatan dari Undang-Undang 17:31 Kesehatan kemarin. Tapi undang-undang 17:33 yang yang lain itu bisa menentang 17:36 kekuatan global. Jadi gimana nih 17:37 ceritanya [tertawa] 17:39 gitu loh. 17:41 Se kanan belok kiri judulnya. [tertawa] 17:44 Nah, jadi kalau ng makanya saya bilang 17:47 sesungguhnya yang menjadi masalah kenapa 17:49 rupiah jatuh, kenapa indeks harga saham 17:51 gabung seperti sekarang gitu ya. H 17:54 itu karena karena 17:57 pendekatan yang dilakukan oleh rezim ini 18:01 e penataan penataan regulasinya. Jadi 18:06 dalam ulang tahun PKB kemarin ke 28 18:10 gitu ya. Lawan bicara saya Fuad Bawazir 18:13 gitu ya. [berdehem] 18:15 Eh dan lagi 18:16 nah Wahyu media yang yang 18:19 yang bicara banyak soal MBG itu gitu. 18:21 [berdehem] 18:22 Nah, saya menyebut begini. Anda kalau 18:25 mau mengikuti model pasal 33 yang 18:27 sesungguhnya, pasal 33 ayat 12 dan 3, 18:31 bukan pasal 33 ayat 4 gitu ya, 18:34 [berdehem] Anda harus berhadapan dengan 18:35 ratusan undang-undang yang statusnya 18:37 tunduk pada neoliberal 18:40 yang salah satunya adalah Undang-Undang 18:41 BI. 18:42 H 18:43 ah Undang-Undang tapi bilang enggak ada 18:46 urusan pasal 33 ayat 4. Padahal pasal 33 18:49 ayat 4 itu yang bikin berantakan. gitu. 18:53 Nah, [berdehem] ee 18:54 ya artinya kalau kalau kita mau ngelihat 18:57 kayak gitu dari strukturstruktur 18:59 ee perundang-undangan dengan basis 19:01 konstitusi begitu, maka 19:05 dunia sedang melihat 19:07 Prabowo Subianto sedang mengembalikan 19:09 model ee sistem ekonomi politik yang ee 19:15 sesungguhnya sesuai dengan ee niat para 19:19 pendiri republik sebagian. kan. Tapi 19:22 yang didekati ekonomi 19:23 h 19:23 tanpa menyentuh persoalan politik. 19:25 Padahal keputusan politik yang dia 19:27 bangun itu menentukan arah ekonomi. Nah, 19:30 di situ muncul situasi menjadi kalau 19:33 pakai meme jadi situasi mumet, situasi 19:35 ruwet. [tertawa] 19:41 Kalau pakai meme itu gitu istilahnya. I 19:42 kan ada tuh yang yang sudah muncul yang 19:46 ruwet ruwet ruwet gitu. [tertawa] 19:50 Macam orang Solo dulu pernah bilang itu. 19:52 Itu karena mereka menyelesaikannya tidak 19:54 tidak pakai metodologi yang 19:57 tidak menggunakan metodologi ilmu, tidak 19:59 menggunakan konfigurasi keilmuan gitu 20:01 ya. 20:02 Artinya tidak menggunakan kekuatan 20:04 intelektual secara benar runtunannya. Ya 20:07 macam macam tiba masa datang akal atau 20:09 datang inspirasi tengah malam entah 20:11 gimana gitu, Bang. 20:13 Nah, tiba masa datang akal itulah salah 20:16 satunya URI, salah satunya MPG, salah 20:19 satunya SPPG gitu 20:21 begitu gitu. 20:23 Nah, itulah jadi begitu. 20:24 Iya. Saya saya gak saya gak bisa 20:27 membayangkan orang-orang di sekitar 20:28 istan itu yang pada garu-garu kepala, 20:30 tapi kan dia kan enggak bisa menentang, 20:33 harus ikut kan begitu, Bang. 20:35 Iya. Nah, jadi kalau kita kalau kita 20:38 ngambil misalnya kemunculan URI ya 20:40 di Universitas Republik Indonesia, kita 20:43 melihat sekarang 20:44 pergantian Periargio ini kan pergantian 20:47 Periargio mengikut tiga pejabat 20:49 sebelumnya. Tiga pejabat keuangan kan 20:52 sebelumnya memundurkan diri dari mulai 20:53 OJK, Mahindrasi Regar, 20:55 direktur BEI ya kan, lalu kemudian Sri 20:59 Mulyani, 21:00 lalu kemudian 21:02 Ferio, gitu ya. Benar ini yang enggak 21:05 kan Anggito nih. 21:06 Iya. 21:06 Kalau Anggito sih penikmat kekuasaan. 21:09 Kalau Anggito sih sudah kita kenal siapa 21:11 dari zaman operasi syariah 212 sudah 21:14 kita tahu siapa dia gitu loh. Lanjut 21:17 lanjut Bang. Sabar. [berdehem] 21:19 [tertawa] 21:21 Artinya 21:22 nah saya kan cerita berdasarkan yang 21:25 saya tahu dan yang saya alami. 21:27 [berdehem] 21:27 Saya harus tidak dalam rangka ee ah 21:30 dalam rangka gibah, dalam rangka fitnah 21:32 gitu. 21:32 [tertawa] 21:34 Artinya kalau kita kita cerita 21:35 konstruksi internasional terus langsung 21:37 masuk ke Indonesia, 21:38 maka sebenarnya aliran pemikiran yang 21:40 masuk ke Indonesia itu yang harus 21:42 dibersihkan duli oleh Prabowo Subianto 21:46 sebagai presiden. 21:47 Jadi, bersihkan dulu, jernihkan dulu ee 21:50 watak, karakter 21:52 para pendiri, para bukan para pendiri 21:55 ya, para para penyelenggara negara. Nah, 21:58 belum dia selesaikan watak dan karakter 22:01 para penyelenggara negara, dia sudah 22:03 selesaikan yang namanya sejumlah ee 22:06 undang-undang gitu ya. 22:08 Hm. H 22:08 perundang-undangan 22:10 yang memang ee menghadapi situasi 22:13 tertentu. Ketika dia sentuh OJK 22:17 maka problemnya adalah dia berhadapan 22:19 dengan standarisasi yang dibangun oleh 22:21 Morgan Stanley, oleh fit rating, oleh 22:23 standard andpur gitu loh. Misalnya 22:26 ketika dia sentuh misalnya soal 22:28 bagaimana sistem kebijakan pembiayaan 22:30 yang harus tunduk pada modal akuntansi 22:33 yang dibangun oleh luar yang diaplikasi 22:35 Indonesia. Dia berhadapan dengan 1723 22:38 dia berhadapan dengan Sri Mulyani gitu 22:40 [tertawa] loh. 22:43 Ketika dia sentuh soal nilai tukar 22:45 bagaimana memainkan nilai tukar dengan 22:46 posisi independen CBI dia menyentuh 22:49 iya ketentuan Undang-Undang 239 dan PPSK 22:53 tadi 22:53 gitu. itu itu riwayat-riwayatnya. 22:56 Padahal problematiknya adalah bukan 22:58 sekedar pada undang-undang, 23:00 tapi pada konstitusi. Maka pertanyaan, 23:02 pertanyaan begini biasanya biasanya saya 23:04 dihadang oleh 23:05 pertanyaan begini, 23:07 mana yang kita selesaikan lebih dahulu? 23:08 Konstitusinya apa undang-undangnya gitu. 23:10 Hm. Mayamnya ketemu ketemu. [tertawa] 23:13 Nah, e ketika dibilang mari kita 23:16 selesaikan konstitusinya dulu atau 23:18 undang-undangnya dulu, kita mesti 23:19 melihat sistem ekonomi politik yang 23:22 dianut oleh Undang-Undang Dasar 2002 23:24 atau sistem ekonomi politik yang dianut 23:26 oleh Undang-Undang Dasar yang di 23:28 amandemen itu, itu sudah ambadul. 23:32 Hm. 23:34 Sudah ambadul, sudah berantakan, enggak 23:36 karu-karuan. Maka ketika dia sentuh 23:38 regulasinya gitu ya, ya dia akan akan 23:41 makin menunjukkan regul e makin akan 23:43 makin menunjukkan aburadul. 23:45 He. 23:46 Maka tidak ketemu pola, formatnya enggak 23:48 ketemu. 23:49 Jadi kalau pakai bahasa akademiknya 23:52 desain berpikirnya gimana sih sebenarnya 23:54 gitu loh. Pertanyaannya 23:55 desain berpikir thinking modelnya gitu. 23:58 Thinking modelnya kayak apa gitu. 24:01 Dibongkarlah oleh yang namanya tempo. 24:04 Siapa penulis pidatonya? bagaimana 24:06 konstruksinya, kenapa istilah Gustaf ee 24:09 Sriah hilang? Ingat Gustaf cerita Gustaf 24:11 ya 24:12 si penipu yangititu ya itu kan isunya 24:15 sebenar hilang terus isu tentang luar 24:17 biasa ini [tertawa] lagi kepala rumah 24:19 tangga hilang lagi macam-macam. 24:22 Iya kepala rumah tangga kejahatan hilang 24:24 jadi enggak semuanya enggak karu-karuan 24:26 model-modelnya. Nah ini menunjukkan 24:30 menunjukkan tata kelola yang tidak rapi 24:32 gitu ya. Heeh. 24:33 Tata kelola yang berantakan yang dalam 24:36 bahasa saya bawa tidak mengatasi krisis 24:40 multidimensi. 24:42 Hm. 24:43 Jadi kalau [berdehem] 9798 24:46 dari krisis moneter melahirkan krisis 24:49 multidimensi dan kemudian Nursi 24:52 menyampaikan ini akan terjadi selama 24:55 satu generasi 24:57 Hm. 24:58 Jakarta Pus gitu ya. He 25:00 karena ini wawancnya di Jakarta Pus cuma 25:01 he 25:02 eh dalam satu generasi ini akan 25:04 menimbulkan masalah min satu generasi ke 25:06 depan akan bermasalah. 25:08 Itu wawancara saya di Jakarta Pus ketika 25:11 kita diserang habis-habisan oleh AMF 25:13 gitu [berdehem] 25:15 dan terjang terbukti 25:18 h 25:18 tata kola berantakan, krisis 25:19 multidimensi berantakan. Nah, krisis 25:21 multidimensi itu menunjukkan dunia 25:24 Indonesia berantakan berjalan hingga 25:26 sekarang. Nah, kalau panggung global di 25:29 bawah di bawah Israel dan Amerika 25:32 berantakan, maka Indonesia adalah salah 25:34 satu cerminan. Itu 25:35 cerminan global tadi gitu loh 25:38 ngelihatnya 25:40 di tengah itu. 25:40 Jadi kalau kalau kita bisa melihat 25:42 pantulan global itu ada pada Indonesia, 25:46 ulang pantulan global itu pada Indonesia 25:50 yakni krisis multidimensi. Enggak usah 25:53 kaget, enggak usah heran. 25:55 Heeh. itu karena kita sebenarnya 25:58 ee ee sudah sekian lama mengikut jejak 26:03 pantulan global tadi. Sejak namanya kita 26:05 dipaksa untuk tunduk pada IMF, WBank 26:08 gitu ya. Kita dipaksa tunduk pada 26:11 perekonomian bebas, kita dipaksa tunduk 26:14 pada sistem dolar tadi gitu ngelihatnya. 26:17 Sementara oligarki tentu mengambil 26:20 kesempatan di sini karena banyak yang 26:22 bilang ini pergolakan ini terjadi di 26:24 antara oligarki ini jadi makin ruet 26:27 gitu. E ruet ruet ruet lagi gitu, Bang. 26:31 Enggak juga 26:32 enggak juga. He 26:33 enggak juga. 26:35 Ini ini ke ke 26:37 ee kalau dibilang antara oligarki saling 26:40 berebut enggak juga. 26:41 Oh saling berbut. Justru sekarang 26:43 [tertawa] 26:44 justru mereka sekarang 26:45 ee jadi dalam ini bagian dari perdebatan 26:49 saya dengan AI ya. 26:51 Karena karena saya ngebangun tesis orang 26:55 kaya tuh gelisah dengan kekuasaan 26:57 gereja. 26:58 H. 26:58 Maka dipisah maka orang kaya itu 27:00 berhasil memisahkan antara kekuasaan 27:02 negara dengan gereja gitu. 27:04 Protestan. Nah, itu kerjaan orang kaya 27:06 tuh 27:06 supaya ee otoritas yang dia miliki 27:10 tidak diganggu oleh gereja. 27:12 Ajak gereja. 27:13 Tapi kemudian muncul muncul lagi orang 27:15 kaya melihat ini negara berlebihan punya 27:17 kuasa maka dia ganggu lagi negara gitu. 27:20 [tertawa] 27:21 Itu selalu kerjaan orang kaya gitu. Itu 27:24 sejarah dari loh Muhammad Rasulullah 27:26 sallallahu alaihi wasallam 27:28 itu ketika hadir di Makkah dan di 27:31 Madinah itu mengganggu kekuasaan orang 27:33 kaya. H 27:35 iya 27:36 mengganggu kekuasaan politik itu loh. 27:38 Jadi [tertawa] 27:40 jadi setiap kebijakan yang membangun 27:42 rasa keadilan pada manusia yang 27:44 menegakkan harkat martabat manusia 27:47 dengan pola ajaran tidak mensyerikatkan 27:49 Allah dan pola anutannya adalah Muhammad 27:52 Rasulullah. 27:52 Kesederhanaan itu. 27:54 Iya. [berdehem] 27:54 [mendengus] 27:55 Maka yang terganggu adalah orang kaya 27:58 gitu. [tertawa] 27:59 Jadi kalau kalau orang kayak sekarang 28:01 sekarang ini merasa terpecah enggak 28:04 saya harus saya saya jujur 28:07 sejujur-jujurnya enak ngomong jujur 28:09 sejujur-jujurnya nih saya saya paham nih 28:12 modal berpikirnya begitu gitu. Kenapa? 28:14 Karena sekian lama ee dalam 28:19 cerita apa? Cerita mulai Jimbaran. Ingat 28:21 ya 28:22 peristiwa Jimbaran ya. Heeh. 28:24 Mulai dari Jimbaran hingga sekarang 28:26 orang kaya selalu berhasil 28:27 mengkonsolidasikan dirinya. Walaupun 28:30 orang kaya di Indonesia berambil dari 28:31 sumber daya sumber daya alam Indonesia, 28:34 tapi itu kan karena kesalahan kebijakan 28:36 Indonesia sendiri. Mereka memberi 28:38 keluasaan. Negara berhasil mereka 28:41 intervensi, negara mereka berhasil 28:43 mereka infiltrasi. Lalu kemudian negara 28:46 memberikan keistimewaan dengan 28:49 memperkenankan sumber daya diambil oleh 28:51 mereka. Jadilah orang-orang kaya itu 28:54 sumbernya dari sumber daya alam 28:55 Indonesia. Kecuali satu si Otto Sugiri 28:59 gitu sama 29:01 perempuan satu yang basisnya data data 29:04 center Indonesia itu gitu gitu 29:06 ngelihatnya. 29:08 [mendengus] 29:08 Artinya kalau kita ngambil ke peta peta 29:11 cerita tentang dunia global yang sedang 29:14 ee berantakan kakar-karuan. 29:18 H 29:18 nah pantulannya adalah Indonesia. 29:20 Hm. pantolannya seperti kita saksikan di 29:22 Indonesia. Artinya sesungguhnya ketika 29:24 pantulan itu terjadi di sini gitu ya, 29:27 maka memang sosial budaya kita 29:30 ya. Makanya kemudian kita ribut LGBTQ, 29:33 kita juga [tertawa] ribut yang lain ke 29:35 sana juga larinya. Heeh. 29:37 Semua itu dalam rangka itu gitu 29:39 ngelihatnya. Makanya kemudian kita sibuk 29:41 juga soal ee ee dunia pendidikan ini kan 29:48 saya memang memprotes waktu itu ketika 29:50 Prabowo Subianto baru pulang dari Peru 5 29:53 ketika menghadiri acara di sana gitu ya. 29:55 Silakan datang ke Indonesia untuk 29:57 investasi dunia pendidikan. Nah, 29:59 sekarang dia tunjukkan betul dia main di 30:00 URI ini kan lagi-lagi mik. [tertawa] He 30:04 he. 30:07 Artinya kalau kalau kita ngambil 30:10 keseluruhan dari tata kelola yang 30:12 seperti sekarang yang tidak melahirkan 30:14 satu ee model yang jelas ke mana larinya 30:17 gitu ya. H 30:18 mestinya mestinya kalau ini ini mungkin 30:21 dia mau bilang, "Sudah deh, jangan 30:23 ngomong soal kembali ke UNBulin 30:25 aja ke satu tindakan di mana kita 30:27 memperbaiki regulasi dan dia lupa sekali 30:30 lagi dia berhadapan dengan 30:33 pemikiran dan karakter para penata 30:35 kelola itu 30:38 tidak dalam penataan 30:40 Undang-Undang Dasar 45. Apa problemnya? 30:43 para penyelenggara negara sebagian besar 30:46 itu punya kesenjangan pengetahuan 30:48 tentang konstitusi. 30:52 Ulang-ulang ya. Saya harus mengatakan 30:54 ini. Saya harus mengatakan ini karena 30:58 penggunaan istilah ekonomi konstitusi 30:59 kok jadi kok jadi merebak ramai kayak 31:01 gini diam-diam gitu loh. 31:02 Iya. Iya. [tertawa] 31:05 Tidak [mendengus] menggunakan istilah 31:06 ekonomi kerakyatan, tidak menggunakan 31:08 istilah ekonomi Pancasila. Tapi dia diam 31:12 orang pada kembali ke saya, "Bang, mana 31:14 itu konsep ekonomi konstitusi?" Loh, 31:16 kaget saya ini saya tahu nih arahnya ke 31:19 mana. [tertawa] 31:22 [berdehem] 31:22 Saya ngerti nih karena orang tadi 31:23 bertanya desainnya ke mana, saya ngerti 31:25 gitu. [tertawa] 31:27 Iya. He. 31:28 Nah, artinya lagi-lagi kalau kalau saya 31:30 mau bilang ya, orang memang mencoba 31:33 ingin menerjemahkan pemikiran Prabowo 31:35 tentang ekonomi konstitusi. 31:37 Tapi orang lupa bahwa sepanjang mau 31:41 membendahi ee tidak dalam perspektif 31:44 desain berpikir yang utuh menyeluruh, 31:46 lalu kemudian baru dipilah-pilah agak 31:49 repot. Nah, sekarang dimulai dengan 31:50 parsial. 31:51 Hm. 31:52 Sekarang dimulai dengan parsial. Itulah 31:53 tadi Undang-Undang P2SK. 31:56 Maka [berdehem] empat pejabat sebelum 31:58 perempat 31:59 pejabat 32:00 mundur semuanya. Lalu kemudian kita 32:03 lihat bagaimana situasi Amerika. 32:05 Lagi-lagi dimaki-maki habis keributan. 32:07 Bahkan 32:08 ada ada suara mari kita hentikan bantuan 32:12 donasi ke bantuan APBN Amerika ke 32:16 Israel. Sudah muncul tuh. Sudah muncul 32:18 itu. [tertawa] 32:21 Menarik. Asal asal jangan muncul ya 32:24 macam ide MUI tentang pajak dan zakat 32:29 macam jiran Indonesia. Nah, itu juga. 32:31 [tertawa] 32:32 Lalu ada juga tuh kemarin di kongres 32:34 umat Islam yang bicara yang bicara 32:36 danantara syariah gitu. [tertawa] 32:40 Eh, 32:42 itu lagi 32:42 saya nih saya [berdehem] terta 32:45 terbahak-bahak karena itu berarti para 32:47 ulama tuh enggak ngerti akar masalah. 32:48 Maaf ya. 32:49 Heeh. Iya. Iya. Maaf, maaf, maaf kalau 32:51 saya ngomong kayak gini. Maaf nih karena 32:53 ini persoalan bidang ilmu nih. Jangan 32:55 jangan takut. Nanti Bang Iksand diundang 32:57 ke MUI. [tertawa] 33:01 Saya tidak saya enggak mau begini bukan 33:03 berarti diundang karena beberapa 33:04 teman-teman yang juga datang ke saya 33:05 kok. 33:06 Iya. Iya. 33:08 Wah luar biasa, Bang. Waktu juga. Tapi 33:11 apa yang mesti diingat ini kita ini 33:13 kadang-kadang jangankan masyarakat ya, 33:16 pengurus DKM hari ini biasanya sudah 33:19 masuk 500 kali transfer baru 30 33:22 380 kali transfer ini ke eker hasil 33:26 memang betul-betul ini masyarakat sedang 33:29 hmm tidak baik-baik saja tapi jalanan 33:31 masih macet semua masih jalan pasar 33:34 masih ramai gimana Bang 33:35 I nah orang bertahan 33:39 H 33:39 jadi di satu sisi gitu ya ee orang 33:42 bertahan untuk melakukan 33:44 transaksi-transaksi yang 33:47 tidak dibutuhkan. 33:48 Hm. 33:49 Orang hanya bertransaksi pada apa yang 33:51 sangat dibutuhkan. H 33:52 di satu sisi muncul isu tentang tarik 33:55 duit dari bank. 33:57 Hm. 33:57 Lakukan penundaan bayar pajak 33:59 sampai akhirnya 34:01 ada pemeriksaan pajak di jalan tol. 34:03 [tertawa] 34:05 Ribuan kertas sudah sampai ke rumah 34:07 masing-masing. Itu print pakai robot 34:09 sekarang, Bang. Itu printnya. Orang 34:10 banyak bilang, "Saya enggak ngirim. Ini 34:12 robotnya dari by system lah sekarang. Ai 34:14 kan gitu." Iya. Heeh. Heeh. He. 34:17 Jadi artinya kalau kalau mau dilihat 34:20 dari sekarang ee lagi-lagi gitu ya ee 34:26 saya harus bilang bahwa 34:29 mari kita 34:32 mengembalikan 34:33 ee multidimensi ini, krisis multidimensi 34:36 ini ke akar masalahnya. 34:38 Hm. 34:39 Akar masalahnya tiga. 34:41 Hm. 34:42 kita krisis kepercayaan satu sama lain 34:44 yang saya sebut sebagai social distance. 34:46 Ingat ya, saya ngomongnya entah berapa 34:48 tahun lalu nih dan diulang-ulang dirasil 34:50 gitu ya. [berdehem] Mari kita perbaiki 34:52 social distrust kita. 34:54 Yang kedua, mari kita perbaiki social 34:56 disorder kita. 34:57 Mari kita perbaiki social disobedience 34:59 kita. H 35:00 kita ganti istilah sosialnya dengan 35:02 politik dan ekonomi. 35:03 Oh, 35:04 mari kita eh mari kita perbaiki 35:06 political distrust kita, 35:08 political disobedient, political 35:10 disorder kita. Kita perbaiki. 35:12 Ini saya ngomong dari sebelum COVID nih 35:13 dari 35:14 dari zaman 35:15 sudah zaman bahala banget gitu. Jadi ee 35:19 multidimensi krisis akar multidimensi 35:21 ini, krisis multidimensi ini harus kita 35:24 perbaiki dan pemerintah harus 35:25 menunjukkan itu. Artinya pemerintah 35:27 tidak mungkin untuk tidak mendengar. 35:30 Pemerintah wajib mendengar 35:33 untuk memperbaiki krisis multidimensi 35:35 ini yang akar masalahnya adalah 35:37 political distrust. H 35:40 itu pentingnya 35:40 political distrust itu. Political 35:43 distrust itu muncul dari omongan 35:45 pemerintah yang tidak karu-karuan. 35:47 Tudingan Londok Irang. Tudingan antek 35:50 asing. 35:51 Korban yang paling depan itu yang lagi 35:53 sensus ekonomi sekarang nih, Bang. Habis 35:55 dimaki-maki masyarakat. [tertawa] 35:58 Iya. Saya diomelin terus semua. Ngapain 36:02 kamu ke sini? 36:03 Masyaallah. Lanjut, Bang. [tertawa] 36:05 Oke. Jadi artinya yang melakukan sensus 36:07 ekonomi terpaksa berhadapan dengan 36:09 masyarakat 36:10 dan itu cerminan masyarakat yang tidak 36:12 percaya sama sekali. 36:13 Ngapain Anda menses sampai pertanyaan 36:15 yang kayak gini gitu. Saya sudah bayar 36:17 pajak, negara sudah menerima pajak 36:19 sebanyak 82% 36:21 dari APBN, dari masyarakat. Wah, 36:23 dibongkar habis-habisan [berdehem] 36:26 di yang namanya negara tidak memberikan 36:28 ee pengharapan kehidupan yang layak 36:30 melalui pembelanjaannya. Ya, itu kan 36:32 sampai kayak gitu gitu dari aspekal. He. 36:35 Jadi [berdehem] satu kita perbaiki 36:37 bagaimana 36:39 social, politic and economical distrust 36:42 kasus Febri Adriansah gitu ya sebagai 36:46 gunung es dari korupsi. Ah saya 36:49 menyebutnya sebagai gunung es dari 36:51 korupsi gitu ya. Itu harus kita bongkar 36:54 secara struktur. 36:57 Baru satu 36:58 bongkar secara struktur. Iya, baru satu 37:02 kan pasti ada ratusan ribuan triliun 37:04 yang lain gitu. 500.000 ribu triliun 37:07 yang beredar di luar e OJK itu. 37:10 [berdehem] 37:11 Jadi berikutnya yang kedua kita perbaiki 37:14 social, economic and political disorder. 37:18 Wah, jadi kalau ada ada anak orang 37:22 seorang, seorang pejabat dalam 2 tahun 37:24 kekayaannya meningkat menjadi sekian 37:28 miliar gitu ya, ya si pejabat tadi 37:31 jelaskanlah ke mana [tertawa] gitu. 37:33 Masyaallah. He 37:34 karena loh loh enggak real ini diungkap 37:37 soalnya sudah terbuka gitu [tertawa] 37:40 sudah terbuka. Begitu juga kita 37:42 memperbaiki yang namanya social economic 37:44 and political disobedience. 37:46 H 37:46 jadi salah satunya adalah salah bentuk 37:50 salah satu bentuk pembangkangan 37:53 ulang ya. He. 37:54 Salah satu bentuk pembangkangan yang 37:57 dilakukan oleh pemerintah sendiri 37:59 terhadap kondisi politiknya adalah dan 38:02 ini ekonomi politik adalah di tengah 38:04 yang namanya negara menanggung hutang 38:07 beban hutang yang demikian tinggi, 38:09 kalian hidup bermewah-mewah yang 38:11 diindikasikan dengan menggunakan 38:14 mobil-mobil premium di tengah rakyat 38:16 dalam keadaan susah. 38:18 Nah, itu pembangkangan itu. Itu 38:20 pembangkangan secara nyata. ini ini ya. 38:23 Ya Allah 38:23 itu jadi 38:25 jadi biar ee saya saya harus ini karena 38:28 saya pernah menyampaikan secara terbuka 38:30 ya 38:30 ke hadapan para peti terhadapan ke 38:33 hadapan presiden gitu ya waktu itu dia 38:35 belum menjabat presiden. Maka saya 38:36 sampaikan lagi sekarang itu menunjukkan 38:40 eh betapa 38:43 sense of crisis tidak dimiliki oleh para 38:44 pejabat. Ketika orang tidak punya sign 38:46 of crisis oleh para pejabat, dia nyaris 38:50 akan menyentuh problem etika. Ketika 38:52 problem etika diabaikan dan tidak peduli 38:55 yang penting saya berkuasa, saya tidak 38:57 mau tahu orang lain kayak gimana, itu 38:59 sudah menyentuh problem moralitas. 39:02 H. 39:03 Jadi, suruh berpikirnya begitu gitu loh. 39:05 Dan itu ditunjukkan dengan perilaku. 39:07 Perilaku 39:08 menunjukkan tidak adanya sign of crisis. 39:10 Sun of crisis menunjukkan minus etik. 39:14 minus etik menunjukkan sesungguhnya 39:16 krisis moral [tertawa] gitu. Nah, itulah 39:19 krisis multidimensi dia menunjukkan dari 39:22 cerita tadi dan hanya bisa selesai kalau 39:25 masing-masing orang punya spiritualitas 39:28 gitu ya, punya intelektualitas gitu ya, 39:31 punya punya spiritualitas, punya 39:32 moralitas, intelektualitas, dan pola 39:35 kebijakan yang betul-betul berpihak 39:36 kepada rakyat 39:38 ya 39:38 dalam kondisi seperti sekarang. 39:40 Masyaallah. 39:40 Saya kira begitu. Kasih, Bang. 39:43 Baru saya mau ingetin 850 nih. Mohon 39:45 maaf lahir batin kalau yang salah gitu 39:47 ya. Subhanakallahumma wabihamdika asadu 39:51 alla anta astagfirulai. Asalamualaikum 39:53 warahmatullahi wabarakatuh. 39:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:57 wabarakatuh.