Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Terima kasih wanakwat masih menyimak
- siaran Radio Silaturahim dan juga Rasya
- TV di pagi hari ini masih dalam program
- acara tausiah pagi bersama Ustad Ahmad
- Jazuli Chalid.
- Tadi di awal kita sudah menyimak bersama
- penjelasan yang disampaikan oleh beliau
- kajian mengenai tujuan memperingati
- Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi
- Wasallam yang intinya agar kita lebih
- mencintai kepada Baginda Nabi wanakwat
- ya berarti juga disampaikan beberapa
- tanda-tanda orang yang cinta itu
- mengikuti pola hidup dan yang kedua
- ingin atau mau berkorban
- untuk yang dicintainya. Mungkin masih
- tadi yang disampaikan Ustad juga masih
- banyak sebenarnya ciri-ciri atau
- tanda-tanda orang yang cinta itu dan
- mungkin untuk eh selanjutnya akan
- dijelaskan lagi pekan depan insyaallah
- untuk lebih lengkapnya. Selanjutnya kita
- akan masuki sesi tanya jawab SMS yang
- pertama dikirimkan oleh hamba Allah
- Ustad.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustad saya sering mendengar ketika dalam
- pengajian apabila Pak Kiai menyebut nama
- Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi
- Wasallam
- orang-orang yang hadir pada mengatakan
- shallu alaih
- dan diucapkan secara serentak. Itu
- artinya apa Ustad dan mengapa mereka
- mengucapkan kalimat itu?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Eee
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda,
- "Al bakhil
- man idza dzukirtu lam yushalli alayya."
- Orang pelit, orang bakhil itu kata Nabi
- adalah orang
- yang ketika disebut namaku,
- dia tidak bershalawat kepadaku.
- Jadi, maksudnya kalau nama Nabi disebut,
- kita ini diperintahkan untuk
- membaca shalawat. Misalnya, "Shallu
- alaih."
- Artinya shallu alaih itu,
- "Ya Allah, rahmatilah beliau."
- Gitu.
- Ada juga yang mengucapkan, "Allahumma
- shalli wasallim alaih." Ya Allah,
- limpahkan rahmat dan salammu kepada
- beliau.
- Nah, jadi Allahumma shalli wasallim
- alaih. Ada juga yang shallallahu alaih,
- ya. Artinya semoga Allah merahmati
- beliau. Jadi, yang jelas bershalawat.
- Tapi, kalau umpamanya orang menyebut
- nama Muhammad bin Nabi Muhammad kemudian
- shallu alaih, itu enggak betul. Kenapa?
- Shallu alaih itu artinya bershalawatlah
- kalian semua kepada Nabi. Wong disuruh
- shalawat malah nyuruh lagi, ya.
- Iya, jadi bukan shallu. Kalau shalli
- untuk satu orang, itu maksudnya kepada
- Allah. Shallu alaih, "Ya Allah, rahmati
- dia." Tapi, kalau shallu, ya, kan enggak
- mungkin kepada Allah.
- Malah nyuruh lagi, gitu, ya.
- Jadi, yang mudah yang gampang, Allahumma
- shalli wasallim wabarik alaih. Nah,
- barang siapa kata Nabi, "Waman shalla
- alayya wahidah shallallahu alaih
- asyran." Siapa yang membaca selawat
- untukku satu kali, kata Nabi, Allah akan
- berikan kepada 10 rahmat.
- Gitu.
- 10 rahmat itulah dari Allah, ya.
- Biar saya enak.
- Nah, saya bahkan pernah, ya,
- eee
- waktu itu di Madinah.
- Di Madinah ini ketika azan,
- Asyhadu anna Muhammadan,
- ya, Muhammadar Rasulullah, itu yang
- hadir tuh mengucapkan begini,
- Allahumma sholli wasallim alaih.
- Menggema, tapi sekali-kalinya waktu itu
- tahun 2000 berapa, ya, yang saya
- melaksanakan haji yang ya kalau enggak
- keempat yang kelima lah.
- Itu tahun 2000 ini, 2005 kalau enggak
- salah. Ke sininya enggak pernah dengar
- lagi.
- Kenapa itu?
- Ya, enggak tahu deh, enggak tahu, ya.
- Tapi kalau saya tetap setiap disebut
- nama Nabi Muhammad termasuk waktu azan,
- ya, Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah,
- karena Nabi menyebutkan, "Bakhil itu
- orang kalau namaku disebut enggak
- berselawat." Dan Nabi enggak
- mengkhususkan kecuali di waktu azan,
- tidak. Setiap nama Nabi Muhammad
- disebutkan, maka kita disunahkan
- menyebut mengucapkan selawat, membaca
- selawat. Gitu, ya, Ibu, ya. Wallahualam.
- Baik, selanjutnya, Ustaz, dari hamba
- Allah kembali 085882399
- sekian-sekian.
- SMS-nya, Pak Ustaz, "Apa agama Rasul
- sebelum diangkat menjadi Nabi? Mohon
- penjelasannya. Syukron."
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- waktu
- masih kecil kan hidup di kalangan
- orang-orang jahiliyah.
- Pada waktu itu di Arab ini
- ada orang yang beragama yang yang
- menyembah matahari
- yang menyembah apa namanya bulan
- menyembah ini patung dan ini yang paling
- banyak
- ada juga yang menyembah kepada bintang
- kepada malaikat kepada jin ya itu di
- Alquran banyak di dijelaskan di dalam
- Alquran
- ada juga yang beragama Hanif mengikuti
- agamanya Nabiullah Ibrahim
- nah cuma
- kayak seperti apa persisnya gitu
- ya itu juga tidak tidak tidak tahu
- karena jaraknya
- dengan Nabi Ibrahim kan begitu jauh ya
- yang jelas Nabi Muhammad itu tidak
- mengikuti agama salah satu di antara
- mereka yang enggak benar
- ya
- cuma beliau ini
- ya enggak nah beliau ini ya enggak
- pernah menyembah berhala dan sebagainya
- bahkan itu dikatakan sebagai orang yang
- enggak berakal sehat jadi beragama apa
- ya Nabi enggak beragama apa-apa
- nah begitu usia 40 tahun diangkat
- menjadi Rasul ya jadilah kemudian beliau
- sebagai seorang Rasul dan agama yang
- dibawa adalah agama Islam
- ya yang ajarannya Islam nama agamanya
- juga adalah agama Islam jadi sebelum
- beliau menjadi Rasul memeluk agama apa
- ya beliau enggak memeluk agama apa-apa
- wallahualam
- baik dan selanjutnya eh pertanyaan
- melalui
- WA WhatsApp berhasil Ustaz
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh
- Ustaz dalam menggapai mahabbah ilallah
- wa ilarrasul bagaimana caranya ber
- berkhalwat di tengah-tengah gemerlapnya
- kehidupan.
- Yang mana kita dituntut untuk bisa
- membangun diri, keluarga dan masyarakat.
- Mohon pencerahannya Ustaz, terima kasih.
- Ya, bismillahirrahmanirrahim.
- Tadi saya katakan, orang enggak mungkin
- cinta kalau enggak kenal.
- Enggak mungkin.
- Biar kita berhalwat gitu ya, di rumah
- sendirian gitu.
- Ya. Terus ibadah terus kepada Allah. Ini
- ini mengenal Nabi loh ya, bukan bukan
- kepada mengenal Allah, mengenal Nabi ya
- bicaranya.
- Enggak akan kenal, biar Bapak terus atau
- Ibu salatnya, puasanya rajin, tapi Bapak
- dan Ibu tidak pernah tahu kayak apa
- Rasul, sebab enggak pernah membaca
- sejarah hidup Rasul, perjalanan hidup
- Rasul, ibadah Rasul kayak apa, mahabbah
- kepada Rasul ya enggak bakal ada.
- Jadi kalau kita pengin cinta kepada
- Rasul,
- baca sejarah hidup beliau sejak lahir,
- kemudian apa namanya, bagaimana
- sifat-sifat beliau, itu banyak
- diungkapkan di dalam buku-buku hadis,
- buku-buku sejarah atau datang kepada
- seorang Kiai, seorang Ulama, seorang
- Ustadzah, minta tolong dibacakan,
- diceritakan tentang siapa Rasul atau Ibu
- beli misalkan sirah nabawiyah ya, atau
- buku-buku yang lain, banyak sekali lah
- yang menerangkan tentang Rasul. Se eh
- kalau kita sering membaca,
- membaca eh sejarah hidup beliau, itu
- bertambah, nanti akan bertambah, bahkan
- suatu saat nanti ketika membaca kisah
- tentang Rasul, Ibu bisa menangis ya.
- Menangis dan saat itu membayangkan,
- biasa kan orang seperti itu. Insyaallah
- begitu. Jadi dengan cara tadi yang dua,
- membaca, ya, mendengarkan, itu loh. Nah,
- kalau sudah seperti itu, tumbuh nantinya
- rasa cinta, ingin mengikuti bagaimana ee
- pola hidupnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Wallahualam.
- Baik, selanjutnya pertanyaan dari Diki.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Di tempat saya katanya selalu ada
- peringatan Maulid atau peringatan yang
- lain, tapi
- terkesan tidak ada yang membekas, Ustaz.
- Ehm.
- Selalu, contohnya ee bisa dilihat dari
- salat yang berjamaah di masjid itu-itu
- saja katanya, Ustaz. Bagaimana, Ustaz?
- Iya.
- Dengan hal ini.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Eee.
- Setiap orang mengadakan perayaan,
- memang mestinya
- ada tujuan yang hendak dicapai oleh
- panitia. Nah, itu nanti dievaluasi,
- mestinya seperti itu.
- Nah, cuma umumnya di kita ini jarang
- seperti itu, ya.
- Jadi, kita mengadakan perayaan Maulid
- ini karena latah.
- Ikut-ikutan, karena orang-orang
- merayakan Maulid Nabi, kita ikut-ikutan,
- sehingga
- tidak jarang di antara kita ini enggak
- ngerti tujuannya apa sih gitu, ya,
- tujuan memperingati Maulid ini. Jadi,
- tidak terprogram dengan baik.
- Eee, tapi ya sudah lumayanlah seperti
- itu, ya, lumayan. Nah,
- eee selanjutnya,
- apabila kita mempunyai tujuan dan tujuan
- itu tidak ter belum tercapai semuanya,
- ya jangan dibuang semuanya.
- Ya, dalam kaidah usul fikih itu ada
- dikatakan begini, "Ma la yudroku kulluhu
- la la yudroku kulluhu."
- Jika tidak bisa mendapatkan semuanya, ya
- jangan dibuang semuanya.
- Lah, tinggal kita benahi, kita lengkapi
- kekurangannya.
- Ya.
- Peringatan Maulid punya tujuan ini salah
- satunya, misalnya di antara tujuannya
- bagaimana supaya orang bisa memakmurkan
- masjid, salat berjamaah di masjid. Yang
- lain sudah tercapai mau pada salatnya,
- tapi berjamaahnya, memakmurkan masjidnya
- belum tercapai. Ini namanya belum
- didapati semuanya.
- Jangan karena enggak di belum didapati
- semua, lalu ditinggalkan semuanya, ya
- jangan. Tinggal upaya sekarang bagaimana
- supaya bisa ah, lebih fokus agar mereka
- mau datang ke ke musala sehingga bisa
- berjamaah di sana. Nah, enggak cuma
- setahun sekali. Yang paling bagus
- saya lihat itu jemaah kebun kebun jeruk,
- jemaah tabligh.
- Rajin bawa orang, gitu kan.
- Nanti pada maghrib akan ada ah, zikir,
- ilmu dan amal saleh, gitu tuh. Itu
- namanya ngajak orang. Wong kita ini
- masalahnya dakwahnya enggak enggak mau.
- Enggak berani kita itu ngajak orang.
- Apalagi sudah orangnya agak agak galak,
- ketus omongannya, ya.
- Sudahlah katanya nafsi-nafsi. Sudah apa
- kita tinggal ah, apa namanya ah, nanti
- juga kalau mau enggak diajak juga
- datang. Di samping itu salat kan di
- rumah juga boleh, ya.
- Kemudian omongannya kadang-kadang agak
- pedas, sudah kapok enggak mau
- ngajak-ngajak lagi, gitu kan kita ini.
- Padahal ngajak orang itu begitu penting.
- Sampai Nabi sallallahu alaihi wasallam
- mengatakan, "Barangsiapa mengajak orang
- untuk memperoleh hidayah, ya
- maka orang itu mendapatkan pahalanya,
- juga pahala orang yang kita ajak." Luar
- biasa sebenarnya. Wallahu a'lam.
- Baik, Ustaz. Dan terakhir namanya Ustaz
- Tadi SMS dari Ibu Masykur. Nih, di luar
- tema tapi Ustaz tadi eh menjelaskan
- bagaimana seorang guru mendeskripsikan
- Tuhan katanya. Nah, ini Ustaz bagaimana
- untuk mendeskripsikan tentang dosa dan
- pahala ke anak-anak? Contohnya anak TK.
- Sebaiknya seperti apa Ustaz? Dengan
- tujuan memotivasi karakter yang positif
- katanya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Anak-anak kayak anak TK,
- ya.
- Eh memang rawan loh hati-hati ya kita
- ini.
- Saya akan buat contoh dulu begini.
- Suatu hari saya ini diminta ngisi
- ceramah di daerah eh apa Tanjung Priok.
- Karena murid saya yang ada di Jelambar
- ini dia punya rumah di sana.
- Nah, dalam satu acara saya diminta
- menyampaikan. Begitu pulang
- saya diantar oleh dia.
- Ya, oleh murid saya ini ya istrinya, ya
- anaknya. Anaknya
- mungkin umur kalau enggak 6 ya eh 7
- tahunan lah anak putri ya pakai jilbab,
- pakai busana muslimah.
- Nah,
- lalu saya katakan begini namanya Ipin,
- "Pin." kata saya.
- "Anak kamu bagus memakai jilbab ini
- masih kecil sudah biasakan pakai jilbab
- tapi hati-hati
- tidak sedikit di antara kita orang tua
- yang menyuruh anak memakai jilbab
- tapi caranya ya
- buruk sekali.
- Ya, buruk sekali
- yang sangat bertentangan dengan ajaran
- agama. Ya, gimana buruknya?
- Ada di antara orang tua muslim ini yang
- menyuruh anaknya umur 6 tahun 7 tahun
- memakai jilbab dengan cara begini, Nak.
- Kamu ini sebagai seorang muslimah, kita
- ini muslimah.
- Namanya seorang muslimah wajib menutup
- auratnya.
- Di antara aurat itu adalah rambut.
- Kepala, ya.
- Itu aurat harus ditutup. Kalau enggak,
- Nak, katanya, kalau enggak ditutup nanti
- di hari kiamat
- itu Allah akan panaskan besi dibakar di
- api neraka
- kemudian besi itu ditusukkan dari
- ubun-ubunnya tembus sampai ke duburnya.
- Memang ada keterangan begitu, kata saya.
- Tapi kalau ini disampaikan kepada anak,
- nih orang tua sadeng, kata saya.
- Emm, enggak ngerti pendidikan, kata
- saya. Buat orang tua boleh, ya,
- disampaikan begitu. Buat anak enggak
- boleh yang begini. Kenapa?
- Ketika anak di diceritakan begitu, dia
- itu akan menghayalkan kan, bagaimana
- kepala orang ditusuk besi yang menyala.
- Saya tanya kepada kamu, kalau ini
- disampaikan kepada anakmu umur 6 atau 7
- tahun, apa pandangan anak terhadap
- Allah?
- Emm.
- Itu yang harus kita perhatikan.
- Apa kata orang tua? Allah itu sadis,
- persis, kata saya. Itulah yang ada di
- dalam, apa namanya, benak si anak, Allah
- itu sadis, Allah itu kejam.
- Ini bahaya.
- Bagaimana anak ini nanti akan cinta
- kepada
- ee pada orang yang sadis. Enggak ada
- orang cinta sama yang sadis sama yang
- kejam. Semua benci kepada orang yang
- sadis. Itu begitu.
- Nah, inilah kelirunya kita.
- Nah, termasuk nih Ibu nih hati-hati, ya.
- Bagaimana anak kok nih dosa. Anakku,
- anakku umur TK enggak ngerti dosa.
- Enggak ngerti dosa, ya.
- Nak, jangan begini. Sebab yang paling
- bagus tuh bukan jangan untuk anak
- anak-anak TK, tapi Nak, harus begini.
- Gitu. Otak itu kan dibelah dua dua, ya.
- Ada sisi apa namanya? Yang bagian
- positif dan negatif. Belum belum
- berfungsi yang bagian negatifnya anak
- itu. Dilarang apapun juga nanti
- dilakukan lagi dilakukan lagi. Jadi
- makanya basyiron dulu. Nabi Muhammad
- diperintahkan basyiron baru naziron.
- Untuk anak-anak tingkat TK belum saatnya
- dengan dengan kata naziron.
- Kabar baik dulu gitu, Ustaz.
- Kabar baik duluan. Didorong artinya
- didorong gitu, ya. Didorong diberi
- motivasi gitu kan. Itu yang yang yang
- penting. Jangan ditakut-takutin dulu
- karena itu bisa berbahaya bagi
- perkembangan mental anak.
- Anak-anak kita banyak yang enggak pede
- pede itu karena salah satu di antaranya
- adalah kekeliruan kita mungkin orang
- tua. Jadi anak itu enggak pede. Ya.
- Jadi itu untuk untuk anak-anak TK jangan
- banyak ditakut-takutin, ya. Enggak bagus
- nantinya. Tapi bagaimana didorong supaya
- berkembang juga mentalnya dia.
- Jadi pede itu kan penting juga, ya,
- dalam dalam kehidupan. Begitu ya, Ibu.
- Mudah-mudahan apa yang disampaikan ini
- besar manfaatnya buat kita semuanya.
- Baik.
- Cukup?
- Cukup, Ustaz. Mungkin kesimpulan,
- silakan.
- Ya.
- Jadi mengenai ini tujuan dari perayaan
- Maulid Nabi sallallahu alaihi wasallam
- sekali lagi bahwa perayaan atau
- peringatan Maulid itu bukan tujuan tapi
- itu adalah merupakan satu sarana, satu
- cara, satu alat untuk menyampaikan
- kepada tujuan yaitu mengenal Nabi.
- Dengan mengenal diharapkan bisa tumbuh
- rasa cinta, ya. Dan ini cinta itu
- merupakan ajaran tertinggi di dalam
- Islam. Saya kalau sudah cinta kita akan
- mengikuti gaya pola hidup orang
- dicintainya, mau berkorban untuk yang
- dicintainya, mendahulukan apa yang
- disukai oleh yang dicintainya daripada
- ah yang disukai oleh dirinya. Semoga
- Allah Subhanahu Wa Ta'ala membimbing
- hati kita ke jalan yang diridai dan
- dicintainya. Membe menghiasi hati kita
- dengan akhlak yang mulia. Membersihkan
- hati kita dari akhlak yang hina,
- melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah
- kepada kita, anak cucu kita, sehingga
- dapat istikamah dalam menjalankan
- perintahnya, menjauhi larangannya, dan
- menjadikan Rasulullah sebagai uswatun
- hasanah kita
- baik ah semasa hidupnya, ketika wafat,
- sesudah wafat, baik perbuatan maupun
- ucapannya, bahkan sampai kepada hela an
- nafas kita. Rabbana taqabbal minna
- du'ana wa raja nasir amalinna
- birahmatika ya arhamarrahimin.
- Wassallallahu ala sayyidina Muhammadin
- wa ala alihi wasahbihi wasallam.
- Alhamdulillahirabbil alamin.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
- kepada guru kita Ustaz Ahmad Zadjuli
- Khaliq atas kehadirannya kembali di
- Hasil dan juga atas kajiannya tentunya
- yang insyaallah dapat kita petik manfaat
- dan pelajarannya ikhwan akhwat.
- Dan kami ucapkan terima kasih juga
- kepada ikhwan akhwat yang telah
- mendengarkan, menyimak program acara
- tausiah pagi ini dan juga ikhwan akhwat
- yang telah mengirimkan SMS. Mohon maaf
- ya tidak dapat kita bacakan seluruhnya
- seperti biasa karena terbatasan waktu.
- Akhirnya saya Rizal Alhaq ditemani oleh
- para pejuang dakwah kita ada Imron,
- ada Robi dan juga Khaliq undur diri.
- Subhanakallahumma wabihamdika. Asyhadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka wa
- atubu ilaik. Billahi taufik wal hidayah.
- Wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.