Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Di Swedia, seorang kalau hamil begitu 0:03 mulai pertengahan hamilnya disuruh 0:05 istirahat, gaji diberikan terus. Begitu 0:07 menyusui selama masa menyusui, dia 0:09 diberikan gaji penuh, diizinkan untuk 0:12 tidak bekerja. Kenapa? Karena anak yang 0:14 dikandung dilahirkan anak yang kelak 0:16 akan menjadi apa? 0:17 Orang yang akan mengemban amanat di masa 0:19 akan datang. 0:25 [musik] 0:28 Bismillahirrahmanirrahim. 0:31 Assalamualaikum warahmatullahi 0:33 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:35 rahimakumullah. Alhamdulillah 0:37 wasyukurillah, kita bisa bersama-sama 0:39 kembali di acara psikologi keluarga yang 0:42 mudah-mudahan 0:43 kehadirannya, bahasannya mempersuasi 0:46 kita semua untuk bisa menjadi anggota 0:49 keluarga yang jauh lebih baik sebagai 0:53 ayah bundakah atau sebagai anak-anak. 0:57 Dan tidak lupa tentu saja salam selawat 0:59 kita lantunkan untuk junjungan umat 1:01 kekasih kita Muhammad Rasulullah 1:03 sallallahu alaihi wasallam. 1:05 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:08 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 1:10 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 1:13 akhir. 1:15 Ikhwan akhwat yang [berdehem] disayang 1:17 Allah, 1:19 ustad kita sudah datang untuk membahas 1:23 kasus hari ini. Assalamualaikum Ustad 1:26 Husein, Ustad Abu Bakar. 1:29 [berdehem] 1:29 Jadi kasus yang datang ada dua, 1:33 yang pertama dari penyekapan wanita dan 1:37 yang kedua nanti kita akan bahas tapi 1:39 seperti biasanya sebelum kita mulai kita 1:42 akan bersama-sama membaca ummul kitab. 1:47 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:53 Bismillahirrahmanirrahim. [berdehem] 1:58 alhamdulillahirobbil 2:00 alamin 2:03 arrahmanirrahim 2:07 maliki yaumiddin 2:10 iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in 2:16 ihdinash shirothol mustaqim 2:21 shirothol ladzina an'amta alaihim 2:26 ghoiril maghdubi alaihim walad 2:29 dhooooollin 2:35 Amin 2:36 [berdehem] 2:36 amin 2:37 Jadi ikhwan akhwat ustad ini yang 2:41 pertama dari seorang istri yang sudah 2:44 menikah 10 tahun punya dua anak nah 2:49 ketika anak pertama perempuan itu 2:51 melakukan hal-hal yang tidak baik 2:54 seperti mengambil uang di dompet 2:56 kemudian diingatkan untuk jangan 2:58 melakukan hal itu dia berjanji tapi 3:01 tetap saja dia melakukannya berkali-kali 3:04 masih saja seperti itu saya enggak sabar 3:07 melihat anak seperti ini jadi saya 3:10 menghukumnya dengan tidak memberi uang 3:13 jajan memang sih dia hanya diam saja 3:16 tapi dia tetap saja mengambil lagi dan 3:18 enggak merasa jera tuh ustad dengan 3:21 marah kemarahan saya dan juga pukulan 3:24 yang saya berikan yang jadi permasalahan 3:26 tuh ustad apa yang harus dilakukan agar 3:29 dia tidak melakukan hal itu 3:31 itu satu kemudian kasus yang satunya 3:34 lagi terkait dengan 3:37 penyekapan wanita selama 3 tahun usianya 3:40 29 tahun wanita ini jadi korban karena 3:44 kasus ini 3:46 eh baru terungkap setelah korban masuk 3:49 ke rumah sakit yaitu di rumah sakit 3:52 Hasan Sadikin Bandung. 3:54 Dia dapat informasi melalui WA. Keluarga 3:58 korban langsung menuju rumah sakit dan 4:01 mendapati korban dalam kondisi yang 4:03 sangat memprihatinkan, Ustaz. 4:05 Yaitu luka berat di bagian kepala, 4:07 wajah, dan juga kaki. 4:10 Memang sih berdasarkan keterangan polisi 4:12 belum ditemukan siapa yang melakukan hal 4:16 tersebut, tidak diketahui keberadaannya 4:19 selama 3 tahun tadi. Dan korban diduga 4:22 mengalami berbagai bentuk kekerasan baik 4:25 fisik ataupun yang menggunakan tangan 4:28 kosong, dengan benda tumpul juga, dan 4:31 benda tajam. 4:33 Pelajaran apa nih, Ustaz, yang bisa kita 4:35 ambil dari kasus ini? 4:38 Masih banyak wanita-wanita yang menjadi 4:40 korban kekerasan kan, Ustaz? Terima 4:43 kasih untuk pencerahannya. Iya. 4:46 [berdehem] 4:47 Bismillahirrahmanirrahim. 4:49 Alhamdulillahirabbil 4:51 alamin. 4:53 Hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi 4:57 kama yuhibbu rabbuna wa yarahu. 5:00 Allahumma shalli wa sallim wa barik ala 5:04 abdika wa rasuli 5:06 sayyidina wa nabiyyina Muhammadin wa 5:09 alihi wa shahbihi wa sa'irina ala 5:12 nahjihil qawim ila yaumiddin. 5:16 Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana 5:20 innaka antal alimul hakim. 5:23 Allahumma hdina subulassalam wa akhrijna 5:25 minadzulumati ilannur wahdina ila 5:28 shirathikal mustaqim. 5:31 Amma ba'du, ikhwan akhwat, 5:34 [berdehem] 5:34 pendengar pemirsa yang dirahmati Allah, 5:36 Ustaz Abu Bakar Baraja 5:39 yang 5:40 setia menemani kita 5:42 dengan senyumnya yang menyejukkan, 5:45 begitu juga Ibu Nur Nuning 5:48 yang membawa cahaya ya pada majelis kita 5:51 dengan izin Allah 5:53 ada juga Al Ustad Abul Hasan Asy'ari 5:56 ditemani oleh Atif Setiabudi. 5:59 Kita kembali bertemu dalam psikologi 6:03 keluarga. Dengan sendirinya kita sebagai 6:06 kaum muslimin merujuk kepada bimbingan 6:09 dan tuntunan Allah Subhanahu wa ta'ala. 6:12 [berdehem] 6:13 Allah berfirman 6:15 di dalam 6:17 surat At-Tahrim 6:20 mengingatkan kita semuanya, "Ya 6:22 ayyuhalladzina amanu 6:24 qu anfusakum 6:27 wa ahlikum nar wahai orang-orang yang 6:30 beriman 6:32 lindungi diri kalian dan keluarga kalian 6:35 dari azab api neraka." 6:40 Melindungi keluarga kita [berdehem] 6:42 termasuk diri kita 6:45 dari azab api neraka maksudnya 6:47 dari amal perbuatan yang akan 6:49 menjerumuskan kita ke dalam api neraka. 6:54 Oleh karena itu 6:56 untuk menjaga keluarga kita, menjaga 6:59 diri kita, menjaga masyarakat kita 7:03 maka dimulai pertama-tama dengan 7:06 menumbuhkan dan menyuburkan iman dalam 7:09 hati kita. 7:13 Iman akan tumbuh dengan ilmu 7:18 memahami kebesaran keagungan Allah, 7:20 memahami bahwa Allah pencipta kita yang 7:22 Maha tahu tentang diri kita 7:25 juga memahami bahwa kita merupakan 7:27 makhluk yang berhutang amat besar kepada 7:30 Allah dengan nikmat-nikmat yang kita 7:33 dapatkan. 7:35 Kita ditempatkan di muka bumi sebagai 7:37 khalifahnya. 7:38 Allah jadikan makhluk-makhluk di bumi 7:40 menjadi pelayan yang melayani manusia. 7:42 Bahkan sinar mataharinya, kehangatannya, 7:46 angin yang bertiup, hujan yang turun, 7:50 kemudian oksigen juga yang kita hirup. 7:53 Berbagai macam kekayaan di bumi dari 7:56 mulai 7:57 pertanian, peternakan, kekayaan lautnya 8:01 ya. Dan berbagai macam kekayaan 8:04 tambangnya, Allah sediakan bagi manusia. 8:07 Allah tidak menuntut dari manusia untuk 8:09 membayar sepeserpun 8:11 atau menuntut dari mereka untuk 8:12 memberikan rezeki bagi Allah. 8:15 Tapi Allah 8:17 menguji kita, apakah kita bersyukur 8:21 dengan nikmat yang Allah berikan. Lalu 8:23 kita mematuhi bimbingan petunjuknya, 8:25 semua kebaikannya kembali kepada kita. 8:29 Maka iman akan terus berkembang dengan 8:31 subur dengan ilmu, 8:33 dengan syukur, 8:36 dengan kita taat pada Allah Subhanahu wa 8:38 Ta'ala. 8:39 Dari sana lahirlah buah-buah iman. 8:44 Apa buah iman yang paling penting Pak 8:45 Ulung? 8:46 Akhlak. 8:48 Akhlak itu merupakan buah iman yang amat 8:52 penting dan itulah merupakan 8:56 tujuan diutusnya Nabi kita Muhammad 8:58 Shallallahu Alaihi Wa Alihi Wasallam. 9:01 Innama buitsu liutamma makarimal akhlak. 9:06 Sesungguhnya aku diutus hanya apa? 9:08 Hanya untuk menyempurnakan 9:10 makarimal akhlak. 9:13 Akhlak bersama Allah. 9:16 Menjadi hamba yang bersyukur, hamba yang 9:19 taat, hamba yang selalu mengagungkan 9:22 Allah, merasakan kehadiran Allah bersama 9:24 diri kita, malu di hadapan Allah 9:28 atas segala kebaikan yang begitu besar 9:30 terhadap kita. 9:32 Kalau jiwa sudah betul-betul apa? 9:35 Dipenuhi dengan syukur, 9:37 kemudian mendorong dirinya untuk taat, 9:39 malu kepada Allah. Niscaya dia akan 9:42 menghiasi dirinya dengan apa yang 9:44 dicintai Allah dan dia berusaha menjauh 9:46 dari apa-apa yang tidak disukai Allah. 9:49 Dan ketahuilah 9:51 dalam timbangan amal saleh manusia yang 9:54 paling berat adalah husnul khuluq, 9:57 akhlak yang baik. 9:59 Ma min syai'in 10:01 ma min syai'in 10:03 atsqal fil mizan min husnil khuluq. 10:07 Tidak ada sesuatu yang lebih memberatkan 10:09 timbangan di sisi Allah daripada akhlak 10:12 yang baik. 10:14 Diriwayatkan oleh Tirmidzi. Begitu juga 10:19 akmalukum imanan ahsanukum akhlaqa. 10:23 Orang yang paling sempurna imannya kalau 10:25 kalian ingin lihat, bukan dengan 10:26 Qur'annya, 10:28 bukan dengan pembicaraannya, 10:31 bukan dengan gelarnya, bukan dengan 10:33 kekayaan dan penampilan nya atau dengan 10:36 nasabnya maupun sukunya. 10:38 Orang yang paling sempurna imannya 10:40 adalah orang yang paling baik akhlaknya, 10:43 ahsanukum [menghela napas] 10:44 akhlaqa. 10:45 [mendengus] 10:46 Oleh karena itu 10:48 kalau kita ingin mengetahui sampai di 10:51 mana kedalaman dan kesempurnaan iman 10:54 seseorang, kita lihat pada akhlaknya. 10:59 Nah, orang tua 11:01 seharusnya betul-betul ya 11:03 memulai dari dirinya, dia menjaga 11:05 dirinya agar dia berakhlak sempurna. 11:09 Hari demi hari bukan bertambah mundur 11:11 malah bertambah maju akhlaknya. 11:13 Kemudian dia memberikan contoh di tengah 11:15 keluarganya agar berakhlak baik dan 11:17 mulia manusia. 11:20 Agar dia menjaga hak-hak orang 11:21 sebagaimana dia menjaga hak dirinya. Dia 11:24 menghormati orang sebagaimana dirinya 11:26 ingin dihormati, dia mencintai bagi 11:28 orang sebagaimana apa yang dicintai 11:30 untuk dirinya. 11:33 Nah, kalau setiap orang tua membimbing, 11:36 ya, 11:37 anaknya bukan hanya melalui kata-kata 11:39 tapi melalui sikap dan perbuatan. 11:43 Jadi, pendidikan pertama dimulai dengan 11:45 pendidikan akhlak. 11:48 Agar iman yang ditanamkan dalam hatinya 11:50 itu betul-betul berbuah bukan hanya 11:52 daunnya banyak tanpa buah, tapi buahnya 11:55 amat banyak dalam kehidupan ini. 11:58 Kata-katanya baik, mulia, 12:01 jujur, 12:02 amanat, ya. 12:05 Kemudian menepati janji, 12:07 menghargai kehormatan orang lain. 12:10 Kalau semua ini kita miliki, dengan 12:13 sendirinya orang akan merasa aman dari 12:15 gangguan kita. 12:16 Oleh karena itu, Mbak Nuning, kata 12:18 mukmin, 12:19 kata mukmin ini, ya, 12:21 bisa menjadi nama Allah, Al Mukmin. 12:25 Artinya yang melimpahkan, 12:27 menganugerahkan 12:28 rasa aman. 12:30 Dengan dia beriman pada Allah, dia tidak 12:31 akan gentar pada selain Allah. Dia tidak 12:33 akan takut dalam hidup ini. Kebutuhannya 12:35 semua ada pada Allah. 12:37 Kemudian mukmin yang menjadi ciri 12:40 manusia yang beriman, 12:42 yaitu orang lain semua di sekelilingnya 12:45 merasa aman dari gangguannya. 12:47 Bahkan orang tersebut mengharapkan 12:50 kebaikannya. Jadi, Al Mukmin itu 12:52 ya, yukmanus syarruhu. 12:55 Eh, ya, yukmanus syarruhu wa yurja 12:58 khairuhu. Orang berharap kebaikannya dan 13:00 merasa aman dari gangguannya. 13:03 Nah, kalau pendidikan ini, Mbak Nuning, 13:05 dimulai di tengah-tengah anak-anak kita, 13:08 di tengah-tengah anak kita, 13:10 secara merata. 13:12 Seperti kita lihat karakter building 13:14 yang dibangun di Jepang, 13:16 di Australi, di Selandia Baru, di Eropa, 13:20 mereka sebelum mengajarkan pelajaran 13:22 umum seperti matematik dan lain 13:23 sebagainya, yang pertama mereka bangun 13:26 akhlaknya. 13:28 Akhlak ini mereka biasakan hingga apa? 13:32 Tanpa mereka perlu memikirkan lagi, 13:34 mereka tahu apa yang harus dilakukan 13:36 dalam setiap gerak-gerik mereka. Karena 13:38 apa? Selalu diingatkan. Jadi selama 1 13:41 tahun, 2 tahun bangunin, itu masalah 13:42 akhlak diutamakan. 13:44 Bahkan lulus tidak lulusnya seseorang, 13:47 bukan hanya bergantung pada kemampuan 13:49 dalam berbahasa atau matematik atau yang 13:51 lain, tapi tergantung bagaimana sikap 13:53 akhlak. 13:55 Saya punya teman kebetulan, dia menjadi 13:58 atase militer di Belanda. 14:00 Kira-kira mungkin sekitar, 14:02 mungkin 20 tahun yang lampau ya. 14:05 Saya lama enggak bertemu dengan beliau. 14:09 Dia bekerja di atase militer di Belanda. 14:11 Ya maksudnya mewakili Indonesia. 14:13 Anaknya sekolah di sana. 14:15 Anaknya sekolah di sana. 14:17 Waktu si anak pulang ke Indonesia, 14:20 si ayah ibu bingung luar biasa. 14:23 Karena si anak selalu mengatakan, "Ini 14:24 tidak benar ya. 14:26 Ini salah. Ini enggak boleh sama sekali 14:28 kita mengganggu hak-hak umum. Ini pada 14:29 saat salat Id 14:31 atau Jumat, orang keluar ke jalan. Ini 14:33 enggak benar ya. 14:34 Ini betul-betul mengganggu fasilitas 14:36 umum. 14:37 Mengganggu lalu lintas orang lain. 14:39 Bicara juga kalau bohong, ya. 14:42 Jadi si ayah ibu bingung bagaimana. 14:44 Kalau dia salahkan anaknya, menyalahkan 14:46 yang benar. 14:47 Kalau dia benarkan, 14:50 si anak bagaimana akan hidup di 14:51 tengah-tengah masyarakat Indonesia yang 14:52 semuanya boleh. 14:57 Jadi bagaimana mereka dari mulai 14:59 kanak-kanak, membangun karakter yang 15:02 sehat dan baik. 15:05 Maka tak heran di Swedia, 15:07 anggota DPR Mahfuni, enggak punya mobil 15:10 pribadi dinas itu. Enggak punya juga 15:12 apa? Eh, pengawal yang mengawalnya 15:14 dengan voider-nya. Dia naik mobil umum 15:17 berangkat ke DPR. Dia bekerja berjuang 15:19 untuk untuk rakyat. 15:22 Presiden Uruguay 15:25 Mujica 15:30 diminta tinggal di istana, dia menolak. 15:31 Tinggal di rumah sederhana di 15:33 perkebunan. 15:35 Gaji 90% diserahkan kepada orang-orang 15:37 yang butuh. Dia hanya menerima 15:40 10% dan dia cukup dengan pakaian 15:42 sederhana, gaya hidup sederhana. 15:45 Dia mengabdikan dirinya untuk rakyat. 15:48 Dia pernah merasakan masa-masa susah. 15:50 Dia tidak ingin sama sekali rakyatnya 15:52 merasakan penderitaan seperti yang 15:54 dialami dia karena tragedi dan perbuatan 15:57 zalim orang lain. 16:00 Di Swedia seorang 16:02 kalau hamil 16:04 begitu mulai pertengahan hamilnya, 16:06 disuruh istirahat. Gaji diberikan terus. 16:09 Begitu menyusui, selama masa menyusui 16:12 dia diberikan gaji penuh 16:16 diizinkan untuk tidak bekerja. 16:18 Kenapa? Karena anak yang dikandung anak 16:21 yang kelak akan menjadi apa? 16:22 Akan menjadi 16:27 orang yang akan mengemban amanat di masa 16:29 akan datang. 16:32 Padahal Swedia bukan negara subur 16:34 seperti kita, negara yang sebagian 16:35 waktunya itu 16:37 dalam kondisi bersalju, negara 16:39 Skandinavia kan jangan ditanya. 16:41 Tapi mereka dengan kondisi yang ekstrem 16:43 tersebut, mereka berjuang, mereka 16:45 berusaha menegakkan keadilan. Padahal 16:47 agama tidak dominan. 16:49 Tapi apa? Melalui karakter building yang 16:51 dibangun dari mulai kanak-kanak sampai 16:54 mereka merasakan bahwa ini bagian dari 16:55 hidupnya. 16:57 Kalau kita umat Islam, hafal Quran. 17:01 Menguasai hadis. 17:03 Berjubah 17:05 berjidat hitam, bersorban, ya. 17:08 Tapi ternyata tidak berakhlak. 17:11 Malah menyebarkan fitnah, perpecahan, 17:13 masing-masing mengklaim dirinya 17:14 merupakan orang yang benar, yang lain 17:17 semua salah dan bejat. 17:20 Maka kalau kita lihat mereka maju kita 17:22 mundur, jangan salahkan mereka. 17:25 Jangan kalau kita gagal, kita katakan 17:27 bahwa ini konspirasi 17:29 negara-negara Zionis. Betul mereka 17:30 berkonspirasi, tapi kalau kita tidak 17:32 buka diri kita 17:34 mengikuti ajakan mereka, tidak mungkin 17:37 kita akan apa? 17:38 Kita akan mundur dan hancur. 17:41 Saksikan Iran. 17:44 Bukan merupakan negara adidaya tadi. 17:47 Bahkan ketika diboikot bertahun-tahun. 17:51 Dia memulai 17:53 memulai perkembangan teknologinya 17:56 dari kapal-kapalan dia belajar dulu nih. 17:59 Kapal-kapalan main-mainan. 18:01 Mulai dari sana mereka belajar sedikit 18:02 demi sedikit. 18:05 Mereka bertahan berhadapan dengan 18:07 embargo, bertahan berhadapan dengan 18:08 kesulitan. Tapi rakyat hidup sejahtera, 18:11 harga bahan bakar murah, gas juga murah. 18:14 Mereka bukan menetapkan harga, 18:16 membandrol harga sebagaimana harga gas 18:18 dunia atau 18:19 minyak bumi, tapi disesuaikan untuk 18:21 rakyat. Bayangkan per liter 500 rupiah. 18:24 Gas mereka bisa pakai sepuas-puasnya, 18:26 bayar cuma beberapa bulan sekali. 18:30 Rakyat merasakan keadilan. Hingga ketika 18:32 mereka diserang, mereka terpanggil untuk 18:34 bersatu. 18:36 Saya menyampaikan Iran bukan mengajak 18:38 orang menjadi Syiah. 18:39 Tapi belajar dari sebab kemajuan orang 18:41 lain. 18:43 Kalau masih menggiring ke sana, berarti 18:44 memang Anda orang yang tidak layak untuk 18:46 diajak bicara. 18:47 Orang-orang yang betul-betul tidak mampu 18:49 berpikir. Belajar, walaupun dari negara 18:51 kafir atau negara yang tidak seiman. 18:54 Selandia Baru, Australia, kenapa mereka 18:56 maju? 18:57 Kenapa negara Skandinavia maju seperti 18:59 Finlandia dan lain sebagainya? Padahal 19:01 beberapa bulan itu gelap gulita. 19:04 Kenapa mereka maju? 19:06 Karena mereka pertama-tama membangun 19:08 akhlak pekerti yang luhur. 19:10 Hingga 19:12 rakyat mereka bekerja sama, saling 19:14 menghargai, saling menghormati. 19:16 Saya punya teman 19:18 berangkat ke Australia bekerja. 19:21 Kebetulan pulang di malam hari, Mbak 19:23 Nuning. 19:24 He em. 19:25 Karena tidak tahan mengantuk, dia tidur 19:27 di antara dua kursi. Jadi kakinya 19:28 merentang di jalan. 19:29 He em. 19:31 Seorang perempuan mau keluar dari bus, 19:33 tertahan oleh apa? 19:34 Kaki. 19:35 Dia berusaha untuk 19:37 keluar dari bawah dia. Apa namanya? 19:40 Dia tidak melangkahi dia, tapi dari 19:41 bawah. Kesenggol. 19:43 Ketika bangun dia 19:45 si perempuan yang minta maaf. Saya minta 19:46 maaf, Anda mengantuk, saya mengganggu 19:48 tidur Anda. 19:49 He em. 19:51 Bayangkan, Mbak Nuning. 19:52 Luar biasa. 19:54 Jadi kita lihat 19:56 bahwa kita betul-betul telah kehilangan 19:59 inti dari agama kita yang merupakan buah 20:02 dari iman dan merupakan tujuan dari misi 20:05 nabi kita, yaitu akhlak dan pekerti yang 20:07 luhur. Nah, kalau kita berhadapan dengan 20:09 kasus kita saat ini. 20:12 Ibu 20:14 punya dua orang anak. Satu laki-laki, 20:15 satu perempuan. 20:17 Yang perempuan ternyata tangannya suka 20:20 panjang. 20:20 He em. 20:21 Mengambil, ya 20:23 apa yang menjadi milik ibunya. Ibunya 20:24 memukul 20:26 menghukum. Apakah ini jalan keluar? 20:29 Tidak. 20:30 Pukulan akan meningkatkan 20:32 pembangkangannya. 20:33 He em. 20:34 Penentangannya. 20:37 Hukuman-hukuman juga yang tidak mendidik 20:41 bukan membuat dia jera, malah membuat 20:43 dia mencari-cari jalan bagaimana untuk 20:46 melakukan aktivitasnya dengan cara yang 20:49 licin. 20:51 Apalagi pergaulan di luar. Ibu pernah 20:53 bertanya enggak apa kira-kira sebab 20:55 sampai dia melakukan perbuatan seperti 20:57 ini? Ibu harus tahu. Ibu harus kenali 20:59 anak Ibu dari dekat. 21:01 Karena kalau Ibu tidak berusaha, masa 21:02 orang lain lebih kenal anak Ibu. 21:06 Ibu perhatikan enggak bagaimana 21:07 pergaulannya di luar? 21:09 Apalagi zaman sekarang kan terjadi 21:11 persaingan pada anak-anak yang masih 21:13 puber. 21:13 Yes, betul. 21:14 Pada anak-anak usia SMP, SMA, itu anak 21:17 ingin menonjol di antara teman-temannya. 21:19 Nah, kalau teman-temannya punya uang, 21:21 beli jajan, 21:22 punya ini, punya itu, sedangkan anak Ibu 21:27 tidak punya kemampuan tersebut, 21:29 dia akan berpikir, kalau tidak ada jalan 21:32 yang baik, yang benar, dia akan tempuh 21:35 jalan yang salah, mengambil uang orang 21:36 tuanya. 21:37 Yes, betul. 21:39 Oleh karena itu, Ibu harus selalu 21:41 betul-betul dekat dengan anak, 21:43 mengingatkan kepada anaknya. Pada saat 21:45 kita susah, bersabar, pada saat kita 21:48 mampu, kita nikmati nikmat Allah sambil 21:50 bersyukur. Kamu jangan tergiur pada 21:52 teman-teman kamu yang nampak mereka itu 21:55 kelihatan 21:57 bersenang-senang dengan apa yang 21:59 diberikan orang tua, itu bukan hasil 22:00 kerja mereka. 22:02 Dan kebiasaan seperti ini, kebiasaan 22:04 yang tidak sehat. 22:05 Pada saat sibuk atau orang tua punya, 22:07 dia hidangkan buat anaknya apa yang 22:09 pantas. Kemudian pengaruh gadget. 22:12 Pengaruh gadget ini baru ini luar biasa. 22:14 Kenapa banyak anak-anak melakukan 22:16 tindakan-tindakan 22:18 ofensif yang ekstrem? 22:20 Mhm. 22:21 Padahal orang tuanya cukup baik. 22:25 Lingkungan juga cukup baik. Kenapa? Dia 22:26 menyaksikan tontonan-tontonan film, 22:31 baik itu kekerasan, 22:32 termasuk di antaranya penyekapan wanita. 22:37 Jadi film-film horor, 22:39 film-film juga eh katakan yang 22:42 menunjukkan apa namanya kesadisan 22:44 laki-laki atau perempuan yang melakukan 22:46 penyekapan terhadap wanita, 22:49 terkadang hanya karena disakiti, 22:50 ditolak, terkadang karena dia punya 22:52 hypersex, dia perlakukan wanita dengan 22:55 perlakuan-perlakuan yang tidak baik. 22:58 Ini berbagai macam sebab dari tontonan 23:01 yang disaksikan 23:02 itu berdampak negatif pada dirinya. 23:05 Kalau orang dewasa masih bisa menimbang. 23:08 Tapi kalau orang kecil? 23:09 He eh. 23:09 Yang sedang tumbuh, masa-masa puber, 23:12 syahwatnya sedang bergelora dan dia 23:14 minder untuk mendapatkan teman perempuan 23:18 ya, karena dia merasa dipandang remeh, 23:20 mungkin karena latar belakang tidak 23:22 punya uang atau karena latar belakang 23:24 katakan keluarganya yang tidak punya. 23:27 Itu bisa saja menyebabkan akhirnya 23:29 laki-laki yang minder ini berubah 23:31 menjadi laki-laki yang apa? 23:33 Keras. 23:33 Yang melakukan tindakan apa? Karena 23:35 begitu tertekan jiwanya, dia enggak 23:37 mampu secara baik berapa namanya 23:40 berinteraksi dengan teman-temannya, 23:42 melakukan pendekatan dengan cara baik 23:44 karena rasa minder akhirnya 23:45 mengakibatkan ledakan. Akhirnya 23:48 mendorong dia untuk melakukan 23:49 tindakan-tindakan apa? 23:50 Kejahatan. Biasanya yang melakukan 23:52 penyiksaan seperti ini 23:54 penyekapan, orang-orang yang mengalami 23:55 gangguan jiwa. 23:57 Mengalami gangguan jiwa. Mengalami 24:00 trauma. 24:01 Dia tidak mampu lakukan ya, hal-hal yang 24:03 baik, yang sehat dengan cara yang baik, 24:06 dia lakukan cara-cara yang buruk dan ini 24:08 sering terjadi. 24:10 Laki-laki yang di rendahkan oleh seorang 24:12 wanita. 24:14 Perempuan mengatakan kalau di dunia 24:16 tidak ada manusia 24:18 kecuali hanya engkau, saya lebih suka 24:20 menikah dengan seekor anjing. 24:23 Itu ucapan yang menyakitkan ini 24:26 membuat si laki-laki menyimpan dendam 24:28 yang luar biasa, apalagi si perempuan di 24:30 kalangan mampu, berkumpul bersama 24:31 teman-temannya juga yang mampu 24:33 akhirnya dia menyimpan 24:35 dendam kebencian. 24:37 Satu hari dia punya kesempatan 24:40 dia culik wanita yang disekap, bahkan 24:42 ada yang dikubur hidup-hidup. 24:46 Oleh karena itu hendaknya 24:48 perempuan-perempuan juga menjaga omongan 24:50 mereka, mereka berakhlak baik, mereka 24:52 juga berdoa kepada Allah memohon 24:54 perlindungan. Karena yang bisa 24:55 melindungi anak-anak kita termasuk kita 24:58 hanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Jadi 25:00 orang tua disamping mendidik anaknya 25:01 berakhlak baik, menghormati orang lain, 25:04 menjaga lisannya, mendidik dirinya untuk 25:07 selalu berdoa, sehabis sholat, bangun di 25:09 waktu malam, mohon pada Allah. Karena 25:11 cara-cara seperti ini akan membuat dia 25:14 dicintai Allah, Allah lindungi dia, dan 25:16 dicintai, dihormati oleh manusia. 25:21 [mendengus] 25:22 Dan hendaknya wanita-wanita yang di 25:24 bawah umur ini, orang tua jangan pernah 25:26 sama sekali mengabaikan pengawasannya. 25:29 Pergaulan dia, lingkungan dia, dan 25:31 ingatkan. 25:33 Ingatkan perlakuan-perlakuan 25:35 yang berbahaya buat dirinya. 25:38 Jadi wanita kalau sudah mulai 25:39 berkembang, jangan bergesekan dengan 25:42 laki-laki. Jangan laki-laki dibiarkan 25:44 apa namanya memegang tubuhnya, ya, dan 25:47 lain-lain sebagainya. Artinya jangan 25:49 sampai dibiarkan. 25:51 Karena kalau ini dibiarkan lama-kelamaan 25:53 berdampak negatif pada si wanita 25:55 tersebut, begitu juga kepada 25:58 pelaku. Kan kadang-kadang mereka 26:00 menutupi gerak-geriknya dengan apa? 26:01 Dengan alasan-alasan sayang dan lain 26:03 sebagainya. 26:04 Padahal orang ini mengalami kelainan. 26:07 Kita lihat penyakit pedofilia dan lain 26:09 sebagainya kan berkembang saat ini. 26:11 Bahkan 26:12 pemerkosaan terhadap anak-anak laki-laki 26:14 yang melakukan adalah orang-orang yang 26:17 kita sangka-sangka sama sekali. 26:19 Laki-laki melakukan pencabulan terhadap 26:21 anak kecil. Oleh karena itu disamping 26:23 pendidikan akhlak, menegakkan hukum 26:26 betul-betul harus tegas. 26:29 Kalau dibiarkan, tidak akan menimbulkan 26:31 efek jera. Oleh karena itu pencabulan 26:33 terhadap anak-anak kecil atau pencabulan 26:35 terhadap wanita, 26:37 itu seharusnya hukumannya mati. 26:40 Bukan hukuman 26:42 cambuk, tapi hukuman mati. Apa? Kalau 26:44 zina itu suka sama suka. 26:47 Artinya orang berzina, 26:49 baik dia dengan pelacur atau dengan 26:51 teman wanitanya atas dasar suka sama 26:53 suka tanpa paksaan. 26:55 Oleh karena itu hukuman zina itu 26:56 dikenakan 100 kali cambukan 26:58 apabila terbukti dengan empat orang 27:00 saksi yang adil. Kalau tidak dapat 27:03 dibuktikan, maka ingatkan dia untuk 27:05 beristigfar. 27:07 Untuk mohon ampun, bertobat dari 27:08 kesalahan. 27:09 Tapi kalau mencabuli orang, itu 27:11 traumanya luar biasa. Sampai sepanjang 27:14 hidupnya dia mengalami trauma. 27:16 Oleh karena itu 27:17 hukumannya hukuman al-ifsad fil ard. 27:20 Orang-orang yang melakukan kerusakan di 27:21 muka bumi. Jadi yang melakukan 27:23 pencabulan 27:25 yang menimbulkan trauma berat, bukan 27:27 hanya pada anaknya, pada orang tuanya 27:28 juga. Dan pada masyarakat. Ini 27:30 penyekapan menimbulkan takut enggak? 27:32 He eh. 27:32 Menimbulkan ketakutan kan? 27:34 Oleh karena itu orang-orang seperti ini 27:35 tidak boleh sama sekali apa? 27:38 Diberikan hak istimewa. Dihukum mati. 27:41 Agar menimbulkan efek jera buat orang 27:44 lain. Bukan karena kekejaman. Biasanya 27:45 satu kali dua kali hukuman akan membuat 27:49 masyarakat dan umat apa? 27:51 Berhenti melakukan perbuatan tersebut. 27:53 Oleh karena itu pada masa Nabi 27:56 dalam riwayat sepanjang Nabi itu ya 27:59 eee memerintah 28:01 begitu juga diikuti oleh para sahabatnya 28:03 hanya enam kasus perzinahan yang 28:04 dihukum. 28:07 Enam kasus perzinahan. 28:11 Orang berhati-hati. Suatu saya di Mesir 28:14 itu kalau perempuan keluar malam hingga 28:16 pukul 12 malam 28:18 tidak ada yang berani ganggu sama 28:19 sekali. 28:20 Beda dengan kondisi bisa sekarang. 28:22 Ketika 28:23 kita saksikan bagaimana 28:25 eee satelit-satelit terbuka untuk 28:28 menyaksikan film-film yang vulgar 28:31 film-film yang berbahaya terbuka buat 28:33 rakyat Mesir semua melalui parabola 28:35 tanpa harus bayar. 28:36 He eh. 28:39 Sampai kita saksikan pria sama wanita 28:41 bisa berciuman di mal yang dulu tidak 28:43 pernah ada. Dulu kalau ada laki-laki 28:45 sama perempuan tertawa atau di jalan 28:47 ada namanya polisi adab yang Anwar 28:49 Syahadat apa namanya mulai, itu langsung 28:52 ditangkap. 28:53 Diberikan peringatan. 28:55 Jam 12 malam perempuan keluar, kenapa? 28:58 Karena kalau sampai dia berani 28:59 memperkosa hukumannya mati. 29:03 Jadi karena hukuman yang berat 29:05 membuat apa? 29:06 Orang khawatir dan takut. Ini bukan 29:08 berarti kejam, tapi hukuman sifatnya itu 29:11 pertama menimbulkan efek jera, kedua 29:12 menjaga kehormatan orang-orang yang tak 29:16 berdosa, yakni menjaga kesucian 29:17 kehormatan mereka. Ini sampai iman 29:20 pendidikan akhlak yang buah-buahnya 29:22 begitu indah harus betul-betul kerja 29:25 sama antara negara [berdehem] dan rakyat 29:27 masyarakat. 29:29 Oleh karena itu kenapa ada amar ma'ruf 29:30 nahi mungkar? Supaya kalau ada yang 29:32 ganjil bersama-sama masyarakat 29:34 mengingkari perbuatan tersebut hingga 29:36 dia merasa perbuatannya salah. Tapi 29:38 kalau masyarakat mendiamkan, 29:39 membenarkan, apalagi merestui seperti 29:42 ketika menganggap LGBT merupakan hak 29:44 asasi manusia. 29:46 Mereka menganggap LGBT itu merupakan 29:48 varietas seksual bukan penyakit jiwa. 29:51 Ini kejadian. 29:53 Jadi kita lihat bagaimana mereka 29:54 memandang LGBT, pergaulan homoseksual 29:56 dan kaum lesbi ini merupakan varietas 29:59 seksual dan merupakan hak mereka untuk 30:01 melakukan bukan gangguan jiwa. 30:05 Jadi dengan pendidikan iman, akhlak yang 30:08 dibiasakan orang tua, lingkungan yang 30:10 sehat melahirkan opini yang sehat. Dan 30:13 film-film 30:14 yang berkembang baik melalui melalui 30:17 apa? Melalui YouTube, melalui juga 30:19 katakan bab sinema, itu harus 30:22 betul-betul film yang sifatnya mendidik, 30:25 yang buruk harus dihindari. 30:27 Yang menarik Cina. 30:29 Cina itu negara yang betul-betul 30:32 memprotek hal-hal semacam ini untuk 30:34 tidak disaksikan oleh rakyat. 30:37 Hingga 30:38 etos kerja mereka meningkat, pergaulan 30:40 mereka juga semakin baik, ya. Padahal 30:42 jumlah penduduk mereka kan 1 miliar 30:44 lebih. 30:45 Bayangkan coba. 30:46 Tapi mereka berhasil mengubah Cina yang 30:48 tadinya merupakan negara candu, negara 30:51 seks, negara minuman bebas, ya. 30:54 Ternyata sekarang berubah. 30:56 Tidak ada YouTube di Cina. Tapi mereka 30:58 punya apa? 30:59 Punya pengganti YouTube, yaitu semua 31:02 yang bermanfaat untuk rakyatnya. Ya, 31:05 mereka sajikan. Sedangkan yang tidak 31:08 baik mereka filter. Mereka menggunakan 31:09 YouTube juga, tapi menyaring. 31:11 Mereka saring yang dianggap apa? 31:13 Kemudian mereka juga punya apa? 31:15 Punya juga apa? 31:17 Punya juga berbagai macam provider yang 31:19 menyajikan hal-hal yang sifatnya 31:21 pendidikan. 31:22 Jadi kalau kita 31:24 mau apa namanya, menyaksikan YouTube 31:26 misalnya enggak ada sama sekali. 31:28 Jadi hal-hal yang bisa merusak 31:29 rakyatnya, semua dijauhkan. 31:32 Bahkan kampanye anti rokok itu 31:34 berkembang dengan pesat sampai-sampai 31:36 apa enggak usah ulang-ulang. 31:37 Jumlah perokok dari hari ke hari 31:39 menurun. Indonesia? 31:41 Meningkat. 31:42 Ini menunjukkan bahwa kita ini mayoritas 31:45 beragama Islam, tapi iman belum tumbuh 31:47 di hati kita. 31:48 Dari iman akan muncul nanti akhlak 31:51 pekerti yang luhur. Bukan hanya tata 31:53 krama, bahasa yang manis seperti 31:54 orang-orang bilang Indonesia rakyatnya 31:56 santun. Tapi pemimpinnya amanat, jujur, 32:01 tidak korupsi, menepati janji. Ini 32:03 akhlak. 32:04 Tapi kalau basa-basi, kata-kata yang 32:07 baik dan santun, itu bisa saja casing 32:09 yang menutupi kebusukan akhlak 32:12 seseorang. Jadi betul-betul kita harus 32:14 serius 32:15 mendidik akhlak bangsa kita. Yang 32:18 beragama Kristen, mereka fokus mendidik 32:20 akhlak pada pemeluknya. Yang beragama 32:23 yang lain pun demikian. Dan kalau kita 32:25 lihat orang-orang Buddha itu 32:27 memperhatikan berbagai macam nilai-nilai 32:29 universal dan ujar-ujar yang membimbing 32:31 mereka untuk apa? Untuk bisa betul-betul 32:34 berakhlak baik. 32:36 Jadi kesimpulannya 32:39 tidak sama sekali bermanfaat orang yang 32:41 beragama 32:43 tapi akhlaknya buruk, malah dia akan 32:45 menodai agamanya. 32:46 La dina liman la akhlaq qola, tidak ada 32:50 agama 32:52 bagi orang yang tidak memiliki akhlak. 32:53 Begitu juga la dina liman la akhlaq, 32:55 tidak ada agama pada seorang yang tidak 32:57 berakal. 32:59 Jadi, antara iman, akal, dan akhlak 33:02 merupakan kesatuan yang tidak dapat 33:05 dipisahkan. Oleh karena itu, kita 33:07 perlu mengingatkan diri kita. 33:10 Berhadapan dengan kejadian anak Ibu. 33:13 Ibu harus akrab dengan anak Ibu, harus 33:15 mengetahui 33:16 kenapa sampai dia melakukan hal ini. Ibu 33:18 ajak dia berdiskusi, 33:20 berdialog. Kita kalau disentuh oleh 33:22 orang tua kita, 33:24 oleh Ibu kita, 33:25 dengan bahasa yang baik, dengan mengajak 33:27 dia berpikir, merenung, itu hati kita 33:29 luluh. 33:30 Kita akan merasa malu, menyesali 33:31 perbuatan kita. 33:33 Dan hibur, kamu wajar kalau melakukan 33:36 hal ini karena dasar kebodohan, tidak 33:38 tahu sebabnya. Tapi, kalau kamu biarkan 33:40 kamu bergaul di luar, itu menunjukkan 33:42 kamu lebih baik dari teman kamu, bukan 33:43 dengan cara ini. 33:44 Dengan belajar, dengan ilmu, dengan 33:46 akhlak, kamu bisa mengalahkan mereka. 33:49 Berikan cerita-cerita pengalaman yang 33:50 berguna buat dia. 33:52 Jadi, orang tua harus tahu betul 33:54 apa yang menyebabkan anak melakukan 33:57 perbuatan seperti ini. Bisa saja 33:58 teman-teman yang menyuruh karena ingin 34:00 disayang oleh teman, dia mencuri supaya 34:03 bisa membelikan rokok teman, ada yang 34:04 membelikan itu kenyataan. Kita anak 34:06 kecil itu ingin dihargai oleh apa? Oleh 34:08 teman-teman kita. 34:11 Jadi, masalahnya 34:12 Ibu tanamkan yang baik buat anak-anak 34:14 Ibu. 34:16 Kemudian dekat dengan anak. 34:19 Biarkan dia terbuka. 34:21 Kalau dia berbuat kesalahan, berikan 34:22 pintu maaf yang seluas-luasnya. Ingatkan 34:25 padanya, kamu tidak 34:27 eh tidak hina karena kamu melakukan 34:29 kesalahan. 34:31 Tapi, orang yang tidak berupaya untuk 34:33 memperbaiki diri, berulang-ulang 34:36 melakukan kesalahan, lama-kelamaan 34:38 akalnya akan apa? 34:39 Akalnya akan menurun. 34:41 Nah, berkaitan dengan kasus penyekapan 34:43 ini 34:44 dengan sendirinya di samping agama 34:47 orang tua 34:49 pemerintah dan masyarakat 34:51 harus bekerja sama. Kalau tidak, 34:53 mustahil 34:55 kasus semacam ini bisa dihindari. Maka 34:57 kita berharap menghimbau para ulama para 34:59 ustad para cendekiawan tokoh masyarakat, 35:02 coba mari bersama-sama. Kalau kita 35:03 biarkan hal ini terjadi kita berdiam, 35:06 besok akan mengenai kita. 35:08 Besok akan menimpa keluarga kita. Tapi 35:10 kalau kita serius melakukan perbaikan 35:12 watawasau bil haqqi watawasau bis sabri 35:15 insyaallah kasus kejahatan semacam ini 35:18 akan dapat dihilangkan atau tidak 35:21 diminimalisir. 35:24 Dan ingat, jangan pernah lepas 35:28 hendaknya kita selalu berdoa doakan diri 35:30 kita, anak kita. Dan cara-cara memukul 35:33 cara-cara yang kita anggap 35:36 tidak sesuai untuk pertumbuhan anak pada 35:39 masa kini. 35:40 Ini cara-cara yang tidak dilakukan Rasul 35:43 tidak dilakukan keluarga Rasul, tidak 35:45 dilakukan juga oleh sahabat-sahabat 35:47 Rasul. Yang melakukan biasanya 35:49 masyarakat jahiliyah. 35:52 Jadi kerasnya orang tua seperti ini 35:54 merupakan hal yang tidak tepat tidak 35:56 akan menyelesaikan persoalan malah akan 35:58 menambahkan pembangkangan bagi anak-anak 36:01 kita. Kebencian yang bisa mendorong 36:03 mereka melakukan perbuatan-perbuatan 36:05 yang lebih buruk lagi. 36:06 Seperti kasus seorang anak bisa membunuh 36:09 ibunya sendiri. 36:12 Hanya karena apa? 36:14 Karena si ibu mengingatkan dia belajar 36:16 jangan sering-sering 36:18 menggunakan handphone. Tapi dengan cara 36:20 yang apa? Menyakitkan. Kalau diambil 36:23 hati anaknya pelan-pelan 36:25 diingatkan untuk berpikir, walaupun 36:27 sedang mabuk Jajet masih bisa teriak. 36:29 Jangan sekali-kali baik itu orang tua 36:31 terhadap anak, 36:33 anak terhadap orang tua, suami terhadap 36:35 istri, istri terhadap suami, atau di 36:37 antara sesama teman menggunakan 36:39 kata-kata yang menyakitkan. 36:42 Wallahualam. 36:44 Masyaallah. 36:46 Jadi, ikhwan akhwat enggak gampang ya 36:49 dalam kondisi seperti sekarang ini 36:52 membangun jiwa-jiwa yang bening, jernih 36:56 pada buah hati kita karena memang banyak 36:58 hal yang mempengaruhi. 37:00 Terus terkait dengan kasus kali ini, apa 37:03 kata Ustaz Abu Bakar Baraja? Yuk kita 37:06 simak. 37:08 Mmm, masyaallah. 37:10 Bismillahirrahmanirrahim. 37:13 Assalamualaikum warahmatullahi 37:16 wabarakatuh. 37:17 Waalaikumsalam. 37:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 37:19 wabarakatuh. 37:21 Alhamdulillah. 37:24 Kalau kita ingat 37:26 begitu banyaknya 37:32 kekasih Allah yang selalu 37:35 dekat kepada-Nya. 37:38 Kekasih Allah yang selalu bisa 37:41 mendekatkan dirinya 37:44 karena ada ucapan yang 37:47 ringan tapi berat. 37:50 Yaitu alhamdulillah. 37:53 Ketika kita mengucapkan alhamdulillah, 37:57 bagaimana Allah memberikan syukurnya 38:00 kita kepada 38:02 hamba yang benar-benar bersyukur. 38:06 Jadi, kekasih Allah itu selalu berharap 38:11 mensyukuri 38:12 nikmat-nikmat yang datang kepada 38:16 dirinya. 38:18 Yang selalu dia memperoleh 38:21 apa yang 38:22 dirinya mendapatkan suatu hadiah yang 38:25 besar dari siapa? Dari Allah. 38:29 Kenikmatan-kenikmatan 38:31 yang selalu dia harapkan, dia selalu 38:35 mengatakan dari Allah. 38:39 Ketika itu 38:40 kita bisa perhatikan 38:43 ketika seorang anak 38:46 ya kurang lebih usianya 9 tahun 38:52 dia bisa mengambil 38:56 uang di dompet ibunya 38:59 dengan mudah dia mengambil di dompet 39:02 ibunya kemudian ibunya melihat dan marah 39:08 menghukumnya 39:10 apa yang terjadi? 39:14 Terus-menerus seperti ini 39:17 tapi ibunya tidak pernah melihat apa 39:21 yang menyebabkan 39:23 anak itu mengambil. 39:29 Apa yang membuat anak itu mau mengambil? 39:33 Padahal bukan dirinya ingin mengambil 39:38 karena ada sesuatu dorongan yang bisa 39:42 diambil untuk melakukan sesuatu. 39:48 Apa yang membuat anak itu bisa 39:50 mengambil? 39:52 Bisa jadi karena anak laki-lakinya 39:57 adiknya lebih diutamakan daripada si 40:02 kakak ini. 40:04 Bisa juga seperti itu 40:07 si ibu tidak memahami keutamaan 40:12 pada si anak laki-laki diutamakan karena 40:15 anak perempuan 40:16 sudah besar, ini anak kecil diutamakan. 40:23 Dengan keutamaan anak itu, yang besar 40:27 dibiarkan. 40:29 Ketika si anak kecil meminta sesuatu 40:32 diberikan, minta ini lagi diberikan. 40:35 Tapi, 40:37 ketika 40:38 dia meminta sesuatu, nanti dulu. 40:42 Walaupun diberikan, tapi ada kata-kata 40:45 nanti dulu. 40:49 [mendengus] 40:50 Permasalahannya cuman sedikit, nanti 40:53 dulu, nanti diberikan. Cuman nanti dulu. 40:57 Kata-kata nanti dulu ini, sedangkan yang 41:01 kecil langsung diberikan, langsung 41:03 diberikan. Nah, coba kita perhatikan. 41:08 Dari permasalahan yang kecil ini, 41:12 akan menunjukkan diri anak itu 41:15 berlebihan. 41:18 Seperti yang tadi diutarakan oleh Ustaz 41:21 Husein, bagaimana membimbing anak itu 41:25 mencapai akhlak yang baik. 41:31 Membimbing anak-anak kita untuk 41:33 mendapatkan akhlak yang baik. 41:37 Ketika dia melakukan sesuatu, kita 41:40 berikan. Kalau kita tidak bisa, kita 41:43 katakan, "Baik." 41:46 Nah, oke, kita akan berikan. 41:49 "Kamu sabar sebentar." 41:51 Jadi, kata-kata bukan nanti dulu, "Kamu 41:54 sabar, nanti saya kasih." Jadi, dia bisa 41:57 menunggu, bukan nanti dulu. 42:01 "Ntar dulu ya, ini dulu. Nah, Mama lagi 42:03 megang adik. Oh, Mama lagi memberikan 42:06 makan untuk adik." Dan dia menunggu, 42:08 ngelihatin adiknya diberikan makan. Dia 42:11 tidak 42:14 Bagaimana prosesnya ini? 42:18 Ketika dia menunggu, menanti, dia 42:22 menunjukkan sifat-sifat yang tidak 42:25 menyenangkan. 42:28 Dengan kata-kata menunggu, dia berhasil 42:31 untuk melakukan sesuatu. 42:35 Karena dia tidak bisa menunggu dengan 42:38 pelama. 42:39 Dengan mencari, nungguin adiknya makan, 42:42 nungguin adiknya ini, tapi dia tidak 42:45 pernah tercapai keinginannya dan selalu, 42:48 selalu, selalu seperti itu. 42:51 Nah, ketika kesempatan datang, 42:56 kesempatan datang, dia melihat, "Oh, 42:58 mamanya ngambil ngambil uang dari dompet 43:01 itu. Oh, mamanya dari dompet itu 43:04 mengambil uang." Dia dengan diam dia. 43:07 Dengan mamanya tidak ada, dia buka, 43:09 diambil dia. Kerjakan. 43:11 Dia bisa mengambil. 43:13 Dia tidak memperhatikan bahwa ini salah. 43:20 Kalau misalkan 43:22 anak yang pertama itu meminta sesuatu, 43:26 kemudian oke, baik. 43:29 Kamu sabar sebentar. Kamu sabar 43:32 sebentar. Oke, sabar. 43:34 Sebentar, ya. Jangan kita bilangin bahwa 43:38 saya sedang memberikan makan adik kamu. 43:41 Saya lagi memberikan adik kamu makan, 43:43 tidak. 43:45 Kamu sabar sebentar. Insyaallah Ibu akan 43:48 berikan. 43:50 Dia oke, sabar. Ibu memberikan makan, 43:52 mengasih ini, tiba-tiba memberikan, "Oh, 43:55 saya dapat, saya bisa." 43:59 Karena tidak ada efek yang menyebabkan 44:02 kenapa kok adik? Kenapa kok adik dikasih 44:05 makan dulu, bukan saya yang diminta 44:07 duluan. 44:09 Nah, dalam proses ini saja yang membuat 44:14 dirinya dia 44:15 akan mengambil, dia melihat. 44:18 Dia melihat satu gejala, yang dua gejala 44:21 dia akan melihat lagi. Misalnya 44:23 dimarahin, dipukul enggak boleh ngambil 44:25 di dompet. Oke, saya tidak akan 44:28 mengambil di dompet. 44:29 Dia diam. 44:31 Misalnya di mana? Di lemari. Oh, naruh 44:33 uangnya di lemari. Dia akan buka. 44:36 Nah, 44:37 kuncinya di mana? Diumpetin. Oke, 44:39 kuncinya di mana? Taruhnya di mana? Dia 44:41 akan melihat. 44:44 Karena anak usia 9, 8 tahun itu sudah 44:49 mulai berpikir. 44:51 Kalau anak sudah mulai berpikir 44:54 dikerjakan kepada negatif, 44:59 bagaimana besar-besarnya dia kalau tidak 45:01 pernah bernegatif? 45:05 Ketika dia meminta sesuatu, mengambil 45:09 sesuatu dengan sendiri, dan melakukannya 45:12 dengan sendiri, dengan tindakan yang 45:14 sendiri, 45:15 kemudian apa yang kita harus lakukan? 45:20 Ketika anak sejak dini kita buatkan 45:24 akhlak yang baik, 45:27 sebagaimana akhlak-akhlaknya Rasulullah 45:30 dan sahabat-sahabatnya. 45:32 Bagaimana? 45:34 Tentunya kita berikan berdua anak dua 45:38 anak ini dengan ucapan atau cerita 45:42 tentang bagaimana akhlak-akhlak yang 45:44 baik. 45:46 Kalau kita menceritakan 45:48 perbuatan-perbuatan yang baik, 45:50 insyaallah 45:51 si ibu juga akan merasakan, "Oh, saya 45:55 telah memberikan perbuatan yang baik. 45:57 Saya menyampaikan perbuatan yang baik." 45:59 Maka ketika dia meminta sesuatu yang 46:04 enggak bisa di langsung dikatakan tunggu 46:07 sebentar. Oke, maaf. Tidak kata tunggu. 46:11 Sebentar. 46:13 Insya Allah 46:15 Ibu akan kasih. Mama akan berikan. 46:19 Jadi enggak pakai ngatakan kata-kata 46:21 tunggu, nanti dulu. 46:24 Kata-kata tunggu dan nanti dulu itu 46:27 berat buat dia. Dia harus menungguin. 46:30 Aduh, ini lama banget. 46:33 Baru 5 menit, baru 3 menit, itu sudah 46:36 lama. 46:39 Waktunya akan berbagai. 46:43 Karena dia waktunya begitu lama. 46:50 Begitu lama waktunya dia, sehingga wah, 46:54 enggak mantap, enggak enak. 47:00 Dia merasakan waktu yang begitu lama, 47:02 akhirnya diambil. Dia melakukan sesuatu 47:05 yang tidak baik. 47:08 Perbuatan-perbuatannya 47:09 dia itu akibatnya. Coba kalau kita 47:13 renungkan sejak kecil, coba kita berikan 47:17 sama-sama bagaimana adiknya, kakaknya 47:21 suatu hal yang baik, bagaimana akhlak, 47:25 bagaimana bicara yang ter yang membuat 47:29 dirinya 47:31 adalah kebaikan. 47:33 Dengan seperti itu akan membuat dirinya 47:38 kuat. 47:39 Dan kalau tidak, kalau tidak 47:42 dari kecil dia diteruskan, 47:45 dimarahin 47:47 dia besar sedikit SMP, SMA, terus dia 47:52 marah, dia akan berpikir sampai dia 47:55 kuliah, sampai dia menikah, dia akan 47:57 berpikir negatif. 48:01 Jadi, anak itu yang membuat orang-orang 48:04 yang negatif. 48:07 Kalau dia sudah berpikir yang negatif, 48:10 dia akan melakukan sesuatu yang negatif, 48:13 maka perbuatan-perbuatannya 48:15 itu teruskan negatif. 48:19 Bisa nanti SMP dia cuman ngambil barang 48:22 orang, lihatin ini ada orang punya. Dia 48:25 enggak sengaja dalam orang minta, "Eh, 48:26 kok diambil?" Oh, iya enggak cuman 48:28 pegangan doang. Padahal dia akan ambil, 48:31 kalau enggak ketahuan dia terus. Tapi 48:33 kalau ketahuan, "Oh, iya." 48:36 Sampai besar dan sampai besar itu dia 48:40 akan memunculkan korupsi. 48:44 Tindakan-tindakan yang kecil. 48:47 Tindakan-tindakan semuanya 48:50 nega eh 48:51 tindakan-tindakan yang negatif. 48:55 Jadi, perbuatan-perbuatan negatif itu 48:58 yang membuat kecelakaan buat dirinya 49:01 dia. 49:03 Nah, coba kita perhatikan yang kedua. 49:06 Bagaimana kok orang itu dia bisa 49:09 disekap? 49:10 Bagaimana orang itu di ambil, diculik, 49:14 kalau tidak dilakukan perbuatan yang 49:18 positif. Kalau orang itu benar-benar 49:23 melakukan perbuatan yang positif, yang 49:27 benar-benar bertindak baik, insyaallah 49:31 tidak ada orang yang 49:34 jahat pada dirinya. 49:36 Karena ketika kita berbuat baik, ketika 49:39 kita melakukan akhlak dari kecil sampai 49:42 besar, sampai umur 29 tahun berbuat yang 49:46 baik, insyaallah Allah akan jaga dirinya 49:50 dari perbuatan-perbuatan yang tidak 49:54 baik. 49:56 Oleh karena itu, kenapa kok dia disekap 49:58 dan sebagainya? 50:00 Wallahualam 50:02 apa yang terjadi 50:04 pada diri anak itu. Yang penting bahwa 50:08 sejak kecil, sejak mulai besar, dia 50:13 dilakukan perbuatan negatif seperti itu. 50:17 Tapi kalau dilakukan akhlak-akhlak yang 50:20 baik, insyaallah kita tidak akan pernah 50:24 dapat perbuatan seperti ini. 50:27 Jadi yakinkan bahwa perbuatan-perbuatan 50:30 yang positif, perbuatan-perbuatan yang 50:33 baik, insyaallah akan menjadikan yang 50:37 baik juga. 50:39 Insyaallah. 50:40 Masyaallah, 50:42 jadi ikhwan akhwat, 50:45 membangun karakter yang baik, akhlak 50:48 yang baik, kayaknya sesuatu yang harus 50:50 terus diperjuangkan. Ustaz Husein, 50:52 closing idea, waktunya sudah habis. 50:55 Bismillahirahmanirahim. 51:00 Oleh seorang penyair yang bernama 51:02 Syauqi, yang dibuang 51:05 ke Andalusia 51:08 oleh Inggris. 51:10 Dia mengatakan, "Innamal umamul akhlaqu 51:12 ma baqiyat, fainhumu dzahabu dzahabat 51:15 akhlaquhum." 51:17 Fondasi dan pilar satu bangsa adalah 51:19 akhlak. 51:20 Apabila akhlaknya 51:23 rusak, bobrok, maka negara tersebut 51:25 dipastikan dalam keadaan hancur walaupun 51:27 menguasai sumber kekayaan alam yang amat 51:29 baik. 51:30 Oleh karena itu, akhlak 51:32 [berdehem] 51:32 yang akan membuat seorang hamba dicintai 51:34 Allah, 51:37 berkumpul di sisi Rasul karena yang akan 51:39 bersama di samping Rasul yang paling 51:41 mulia akhlaknya. 51:42 Dan juga akan dicintai oleh keluarganya, 51:45 dicintai oleh manusia. Karena Nabi 51:48 dicintai bukan karena apa? 51:50 Embel-embel yang bermacam-macam karena 51:52 akhlak dan pekertinya yang mulia. 51:55 Akhlak juga merupakan buah dari iman. 51:59 Akhlak juga 52:01 yang membuat seseorang mengalami 52:03 kesuksesan dalam perjuangannya. 52:06 Oleh karena itu, mari bersama-sama yang 52:08 tadinya selama ini kita abaikan yang 52:09 penting anak kita bisa bagus angkanya, 52:12 nilainya, bisa keluar dari SMA masuk 52:15 perguruan tinggi terbaik. 52:17 Ini bukan merupakan apa? 52:19 Sesuatu yang bisa 52:21 membuat anak kita menjadi sukses. Tanpa 52:25 akhlak dia gagal. Seperti kita lihat 52:27 pendidikan-pendidikan yang menghasilkan 52:29 sarjana bahkan tamat dari Harvard, dari 52:31 Oxford, dari berbagai universitas. 52:34 Kembali ke tanah air bukan membawa 52:36 solusi, malah menjadi beban buat rakyat. 52:40 Agar rakyat melayani dia, memberikan 52:42 gaya hidup yang berlebihan, korupsi 52:44 sana-sini. Di di akhlak itu yang akan 52:47 memajukan bangsa kita. Akhlak yang 52:48 menciptakan keharmonisan. Akhlak juga 52:51 yang akan memberikan rasa aman dalam 52:53 kehidupan kita. Kita akan menjadi orang 52:55 yang dicintai Rasul, dicintai Allah, 52:57 dicintai keluarga kita, dicintai oleh 52:59 masyarakat. Mudah-mudahan 53:01 Allah hiasi kita dengan makarimul 53:03 akhlak, jauhkan dari 53:06 ucapan-ucapan, perbuatan-perbuatan yang 53:08 tidak senonoh yang menjatuhkan martabat 53:10 kita di hadapan Allah, di hadapan juga 53:13 keluarga kita maupun manusia. 53:15 Subhanakallahumma wabihamdih. Asyhadu an 53:17 la ilaha illa anta astagfiruka wa atubu 53:20 ilaik. 53:21 Wal afwu minkum. Wassalamualaikum 53:23 warahmatullahi wabarakatuh. 53:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 53:27 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Dutin, 53:30 Pak Abu Bakar dan ikhwan akhwat di 53:32 manapun Radio Silaturahim bisa disimak. 53:35 Mudah-mudahan kita dikaruniai kemampuan 53:39 untuk meningkatkan, mengutamakan akhlak 53:41 dalam keluarga kita ya. Billahi taufik 53:44 walhidayah, wassalamualaikum 53:45 warahmatullahi wabarakatuh. 53:46 wabarakatuh.