Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Ahlan was
- [Musik]
- sahlan radio silat silaturahim dan Rasil
- visual yang Anda bisa lihat di YouTube
- Ketik Rasil TV, maka Anda bisa melihat
- kami di sini. Di sini ada Ustaz
- Sirojuddin, ada Ustaz Ahmad Fauzi, dan e
- Bapak Jafar Arifin, saudara kita yang
- baru saja masuk masuk menjadi Islam
- sejak tanggal 6 Februari
- tahun 2017. Pak Jabar, apa cita-cita Pak
- Jabar selanjutnya nih? Eh, cita terutama
- untuk ee ee Kecamatan Amanatun NTT. Iya,
- cita-cita saya ee saya ada di sini
- belajar untuk kembali ke kampung halaman
- saya untuk untuk ee membangun Islam
- bersama keluarga dan orang tua sendiri.
- Itu cita cita saya dan kerinduan saya. H
- dengan itu sehingga ee yang jelas saya
- tidak bisa melangkah sendiri. Saya butuh
- dukungan untuk dari saudara-saudara
- Islam. Kalau dulu kita berteman, kalau
- teman bisa berpisah kapan saja, tapi
- kalau bersaudara sampai akhirat kita
- tetap bersaudara. Itu doa saya dan
- kerinduan saya. Saya minta dukungan dari
- saudara-saudara seiman untuk ee dukung
- saya untuk kami ee memulai di daerah
- saya dengan niat untuk keluarga saya
- yang sekarang sudah menunggu saya untuk
- kami ee mereka syahadat mualaf dan
- syahadat ucapkan syahadat sehingga
- menjadi ee warga Islam dan tidak ada
- yang terlambat karena umur orang tua
- saya sudah 70 tahun. Tapi sudah mau per
- telepon di diajak gitu. Sudah sudah ya
- sudah kok secepat itu maunya ya bagi
- bagaimana apa yang Bapak bisa terangkan
- kepada beliau-beliau ee awalnya memang
- saya ini ee tulang punggung keluarga ya.
- Jadi semua keluarga memang di saya ee
- salah satu pendeta dan punya power juga.
- Nah, sehingga selama ini kami tiba-tiba
- berdiam diri dan munculnya di Jakarta
- itu menjadi tanda tanya buat mereka. Apa
- kami lanjutkan pendidikan atau apa. Saya
- jelaskan bahwa kami sekarang sudah bukan
- Kristen lagi, tapi saya sudah Islam.
- kami sekeluarga sudah Islam dan ee
- mereka tanya, "Jadi baru-baru 2 bulan
- yang lalu saya pulang berdakwah ke orang
- tua karena saya harus
- pertanggungjawabkan ini di hadapan orang
- tua. Nah, saya jelaskan apa adanya."
- Lalu orang tua percaya bahwa oh ternyata
- Islam itu ee begitu. Kalau dalam
- pandangan kita dari purbakala, kita tahu
- bahwa Islam itu jahat, Islam itu
- teroris, Islam itu eh ISIS dan lain-lain
- sebagainya. Nah, ketika saya sampaikan
- bahwa tidak itu ada oknum-oknum yang
- yang pakai nama Islam dengan niat ee
- niat-niat tertentu, tapi sesungguhnya
- itu bukan orang Islam. Karena kalau
- Islam yang sungguh-sungguh itu beda. Dan
- orang saya jelaskan ke orang tua, orang
- tua bilang, "Ya kalau begitu karena
- banyak sorotan bilang, "Kenapa anaknya
- sesat?" Jadi orang tua saya angkat
- tangan bahwa kalau memang anak saya
- sesat, ya anak kami sesat berarti kami
- orang tua juga siap sesat ikut anak. Ya.
- Dan ketika saya jelaskan, saya bilang
- akhirat kita hanya di dalam tangan Allah
- Subhanahu wa taala yaitu Al-Qur'an yang
- menuntun kita untuk menuju ke sana
- akhirat kita. Jadi orang tua saya
- bilang, "Siap kalau memang itu benar,
- anak jangan lama-lama di sana. Datang
- dulu masalah belajar kapan saja dan di
- mana saja tetap belajar. Tapi datang
- dulu supaya kita di sini jelas statusnya
- supaya jangan diganggu-ganggu lagi. Itu
- ee keputusan kami bersama orang tua.
- Termasuk yang 71. Termasuk yang 71.
- Ketika Bapak berada di agama lain, Bapak
- kan kehidupannya dijamin oleh pihak
- lembaga sana kan. Nah, sekarang terlepas
- semua. Benar. Sekarang semua diblokir
- semua dan kami kembali kepada no lahir
- baru. Lahir baru. Iya.
- Ee tentu Bapak kan mesti mencari
- pekerjaan untuk menafkahi keluarga gitu
- kan ya. Ya itulah sehingga saya minta
- dukungannya ini karena kalau peraturan
- dua menteri ini kita tidak bisa langsung
- membangun masjid. He. Harus memulai dari
- musala. Musala bukan masjid tapi musala
- itu tempat ibadah ya untuk sementara.
- Dan dengan niat kami untuk membangun
- sebuah restoran karena tempat saya itu
- di pinggir pantai jalur itu milik Bapak.
- Iya, itu milik saya, milik orang tua dan
- tanah 3 hektar kami sudah ee
- sudah dihibahkan dari orang tua untuk
- membangun kegiatan Islam di situ untuk
- sementara. Dan itu sudah ee sudah
- dihibahkan. Kemudian itu di jalur ee
- jalur negara dari iya jalan raya jalur
- negara dari ee Indonesia masuk ke Timor
- Leste lewat bagian selatannya. Jadi
- pantainya berhadapan dengan Australia,
- kampung saya. Waduh.
- Iya itu anggaran. E pakai maaf pakai
- mic. Anu Pak Jabar supaya mempertajam
- lagi kan Pak Jabar perlu apa pendanaan
- untuk bangun musala sama restoran itu.
- Kira-kira yang paling mendasar
- dibutuhkan berapa supaya para pendengar
- bisa Iya. respon itu tentu yang saya
- awalnya memang kami sudah rancangkan
- sekitar 150 juta itu ee restoran dengan
- musala karena bangun dengan kamar mandi
- apa tempat wudu lain-lain sebagainya.
- Nah, itu itu ee rencana kami seperti
- itu. Restoran makanan apa tandanya
- nanya? Ya, yang jelas makanan nasional
- punya. Iya, makanan nasional. Siapa
- minta masak ya? Kalau istri saya
- alhamdulillah masak masak. Ee masa apa
- biasanya ya? Masak yang empat. Ada lima
- kenyang. Alhamdulillah.
- Lima kenyang. Masyaallah. Ee kita baca
- SMS dulu
- ya.
- Ee ee asalamualaikum Pak Jafar.
- Alhamdulillah saya senang sekali
- mendengarnya. Selamat datang Pak Jafar.
- Mudah-mudahan jadi muslim yang kafah.
- Amin. Kemudian dari Bapak Jawir Zulfikar
- ini apakah tidak ada penentangan dari
- masyarakat sekitar apalagi di sana Islam
- masih minoritas? Ya. Ee kalau saya
- saya anak anak pribumi tuan tanah. Jadi
- siapa mau usir saya dari kampung saya?
- Siapa mau tantang saya? Dan itu hak hak
- asasi saya yang harus dihargai. Iya. Dan
- pilihan saya berdasarkan Undang-Undang
- pasal
- ee Undang-Undang Pasal 29 ya. Oh. Heeh.
- Iya. Iya. 29. 29 ayat 12. Jadi itu
- tolong hargai karena saya di sini saya
- tidak merugikan siapapun pihak. Saya di
- sini pilihan saya sendiri. Ya, saya
- jalani apa yang saya ee yakini sekarang
- karena tidak ada orang suruh saya, tidak
- ada orang paksa saya, tidak ada orang
- bujuk saya. Ini pilihan saya sendiri.
- Sampai napas putus pun saya tetap pegang
- Al-Qur'an. Allah subhanallah.
- Sampai napas putus pun. Ya. Tetapi
- kenapa saya putus? Saya hanya berdoa
- minta satu saja buat saya senyum supaya
- dunia
- tahu. Iwan Iwan. Kami bisa gambarkan di
- sini Pak Zafar ini orang senyum aja
- enggak ada ininya ya. Gimana yo?
- Senyum aja enggak ada apa
- tegang-tegangnya gitu ya.
- Masyaallah. Ee asalamualaikum Pak Jafar.
- ee bisa mengajar atau
- apa ee yang mungkin bisa menjadi
- pekerjaannya gitu. Ee sebenarnya saya
- bisa mengajar pun bisa
- ee pengalaman
- seperti properti bisa, tapi kami sudah
- ambil keputusan untuk tanggal 18
- Desember ini harus pulang. Hm. He harus
- pulang ke sana. Karena orang tua sudah
- sepakat seperti itu supaya ee keluarga
- jangan berpikir untuk Natal dan
- lain-lain lagi. Oke. Iya. Heeh. Karena
- ini hari raya. Iya. Nah, jadi supaya
- orang tua statusnya jelas keluarga.
- Heeh. Iya.
- Nih ini ada dari Ibu Darman.
- Asalamualaikum Ustaz Jafar. Subhanallah.
- itu Ustaz Arifin. Siapa yang sekarang ee
- ya itu Bapak ee Bapak ini ya Zafar
- Arifin namanya. Semoga Allah selalu
- lindungi ee dalam agama kita Islam dan
- bisa tercapai cita-citanya mau ngajak
- orang-orang kampungnya untuk kembali
- kepada Islam. Baik, kita nerima telepon
- dulu. Halo. Asalamualaikum.
- Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Iya, maaf.
- Dengan siapa ini? Saya Pak Haji Hikmah.
- Mas Krisna. Pak Haji Ikma silakan.
- Iya. Asalamualaikum Pak Ustaz Jafar.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahu Akbar. Semoga Allah Subhanahu wa
- taala selalu melindungi dan merahmati
- Pak Ustaz Jafar. Amin. Amin. Saya tidak
- tidak mau panjang lebar, Pak Ustaz, ya.
- Iya. Tolong titipkan nomor
- rekeningnya di Radio Rasil atau anu
- nanti saya insyaallah saya mau anu mau
- partisipasi. Amin. Amin. Baik, terima
- kasih. Semoga amal ibadahnya diridway.
- Iya. Allah Subhanahu wa taala berkahi
- kesehatannya, rezekinya dari Bapak Haji
- Haji Hikmah. Iya. Saya tidak punya
- harta, tidak untuk membalasnya, tapi
- saya punya doa. Iya. Iya. Pokoknya minta
- minta nomor rekening, Pak, ya. Terima
- kasih. Baik, Pakik. Iya, terima kasih,
- Pak. Masna, kapan saya bisa dapat nomor
- reken ini, Mas? Baik, nanti eh eh Bapak
- tinggalkan nomor teleponnya ke Pak Jej
- ya yang tadi menerima nomor telepon
- Bapak ya. Tolong tinggalkan nomor HP
- dari Pak ada nomor telepon saya kok.
- Hah? Mas Krishna ada nomor HP saya Pak
- Haji adiknya Hamdan. Oh oke baik baik
- baik baik ya. Nomor Pak Krisa juga ada
- sama saya. Iya i ya. Dia ke HP saya aja
- ya. Oke, oke, oke. Mas, baik, baik,
- baik. Masih. Asalamualaikum. Baik.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Oh, rupanya
- beliau ini Pak adiknya e saudaranya Pak
- Hamdam Zulfa.
- Oh, Pak Anjir.
- Iya, Bima.
- Oh, begitu ya. Ini saudara kita di Rasil
- juga, Pak Zulfikarnya juga dari sana,
- dari NTT juga nih. Hm.
- Ada nomor rekeningnya mungkin belum
- hafal ya, tapi nanti ada di sini.
- Ada ada. Oh, buka.
- Ee nomor teleponnya dicatat ya.
- Barangkali mau mencatat nomor telepon
- dari saudara kita baru, saudara baru
- kita nih yang masuk Islam pada tanggal 6
- Februari tahun 2017. ee nomor HP-nya
- 082
- 331
- 431
- 023
- 082
- 33
- 1 2 3 Zafar Arifin gini namanya dulu
- namanya Aris Merk
- Merkianus. Merkianus. H ada nomornya
- rekeningnya berapa? Bank apa? BRI. BRI
- ya? Iya. Ee
- Oh, dient dulu ya untuk yang telepon
- jangan sekarang nanti habis siaran aja
- ya. Ini sudah ada nomor
- rekeningnya ee Bank
- BRI nomornya
- 0039 01.
- 39
- 572. Ini saya ulangi lagi
- 0039-01839
- 57-50-2 atas nama masih pakai nama lama
- nih Aris
- Melkianus ni Ninet ya. Iya Nineev. Eh
- Nineev. Oh, Aris Melkianus Ninef.
- Banknya BRI. Cabang mana nih? Cabang
- Kupang. Cabang Kupang. Iya. Oke, ya.
- Nomor HP-nya
- 0823314
- 0. Mm.
- [Musik]
- Ee mungkinkah Bapak menjadi
- penceramah dengan terus mendalami
- ilmu-ilmu Islam? Silakan. Ya, pasti
- saja. Hm. Ya, saya ada, saya mantan
- penceramah. Saya ada sini untuk lebih
- dahsyat lagi.
- Saya akan ceramah. Yang jelas saya
- kembali jadi tokoh Islam di kampung
- saya. Amin. Iya. Dan saya yang dulunya
- sulit untuk membuka pintu bagi Islam ke
- kampung halaman saya. Sekarang saya
- sudah buka pintu lebar-lebar. Mari
- saudara-saudara saya, mari kita
- bersama-sama berdakwah untuk ee sisa
- hidup ini kita kembalikan kepada Allah
- saja. Oke. Ee Ustaz Ahmad Fauzi,
- kira-kira apa yang bekal apa yang perlu
- dimiliki oleh Ustaz Zafar Arif ini untuk
- nanti dia duh dalam Islam? Iya. kemarin
- masalah tauhid atau apa? Silakan.
- Kemarin juga saya sudah bicarakan ya.
- Ini Pak Jafar ini potensi
- besar untuk perubahan
- Heeh. di kampung beliau karena satu
- beliau mantan pendeta sudah pengalaman
- untuk berbicara di hadapan orang gitu.
- Nah, saya bilang, "Pak Jafar, ini lebih
- bagus lagi mendalami ilmu agama dan
- menghafal
- hadis-hadis dan ayat-ayat Al-Qur'an
- walaupun potongan-potongan Al-Qur'an
- yang berkaitan dengan berdakwah gitu.
- Supaya Pak Jafar ini pulang dia
- berdakwah di sana." Hm. Ya, dia
- sampaikan kepada saudaranya, minimal
- saudaranya dulu ya. yang utama ya
- ilmu-ilmu yang berkaitan dengan tauhid,
- fikih, dan hadis gitu. Supaya nanti dia
- pulang dia berdakwah kepada
- saudara-saudaranya dan pada umat-umat di
- sana gitu ya. Ya, mudah-mudahan Pak
- Jafar bisa mendalami ilmu-ilmu agama ya.
- Itu oke. Kemudian dari SMS-nya,
- "Assalamualaikum Pak Jafar. Sukses dunia
- dan akhirat untuk Pak Jafar." Amin.
- Allah selalu bersama Anda dan keluarga.
- Allahu Akbar. Allahu Akbar. Ini enggak
- disebut namanya ini. Kalau bisa ditulis
- namanya ya.
- Hm. Pak Zafar sementara ini di Jakarta
- tinggal di mana?
- Di mana, Pak? Ee saya di daerah Mampang
- Indah 2 ee daerah Sawangan, Depok. Hm.
- Mampang Indah 2 ya? Iya. Mampang Indah
- 2. Sawangan Depok. Hm.
- Dua Romawi apa nomornya dua? Nomornya
- dua. Oh, Mampang Indah. Nomor dua. Hm.
- Dekat e rumahnya Bapak Arifin Ilham yang
- lama ya? Iya.
- Oke. Oh, subhanallah. Cuma bilang gitu
- aja.
- Eh, Pak Jafar mudah-mudahan Allah
- memberi kesehatan untuk Pak Jafar dan
- Allah menambah ilmu Islamnya kepada Pak
- Jafar sehingga Pak Jafar bisa ceramah
- mengembalikan orang-orang yang ee lama
- ke ke agama lama ke agama Pak Jafar
- sekarang. Oke. Baik. Asalamualaikum Pak
- Jafar. Apakah Pak Jafar sudah ketemu Ibu
- Irena Handono? Umir belum? Kalau bisa
- nanti. Iya jumpa ya. Insyaallah. Siap.
- Dekat sini rumahnya dekat Rasil. Heeh.
- Insyaallah. Heeh. Oke. Tapi kenal dengan
- beliau ya? Tahu ya? Pernah dengar ya?
- Pernah dengar dan saya diarahkan mau ke
- situ. Oh. Belum ada mau bawa saya ke
- situ. Saya rumahnya dekat dekat di sini
- kok. Dekat terhasil.
- H. Asalamualaikum Pak
- Jafar. Ee Pak Jafar kalau ketika dalam
- ceramah di agama lama biasanya isi
- ceramahnya apa?
- Ee kalau pengalaman saya di lama itu
- beda dengan sekarang ini. H. Nah, yang
- jelas sekarang ini saya harus ee
- ceramahnya yang jelas harus memulai dari
- wudu. Cara kita bersuci, cara kita ee
- menjadi warga Islam harus memulai dari
- perkara yang yang ee yang kecil, yaitu
- bagaimana cara kita berwudu yang benar
- dan bagaimana cara kita salat yang
- benar. Jadi ee lima hukum Islam itu yang
- saya harus terapkan dengan enam ee enam
- rukun Islam. Eh rukun Islam, rukun iman.
- Eh rukun iman. Jadi itu yang saya harus
- saya terapkan awal-awalnya karena ee
- sebatas yang saya tahu itu saya terapkan
- dan saya tetap belajar terus ya untuk
- menuju kepada ke apa ee
- pengajaran-pengajaran yang lebih luar
- biasa lagi. Kalau dulu saya pendeta,
- sekarang saya ee saya belum ustaz ya.
- Jadi jangan saya e sini saking
- terkesannya. Iya.
- Mendengar nama itu telinga saya merah.
- Tapi saya saya akan berusaha untuk
- mengejar itu. Insyaallah kalau umur
- panjang eh umur saya masih umur panjang
- pasti saya mencapai itu. Oke.
- Mudah-mudahanya doakan. Oke. Sekarang
- yang Pak Jafar sudah pelajari tentang
- Islam apa? Sudah mengenal huruf Arab
- belum? Ee sudah bisa. ee Al-Qur'an saya
- sudah bisa baca karena saya dari pertama
- memang ee mulainya dari Iqra 1, Iqra 1
- sampai Iqra 6 dan alhamdulillah ee kalau
- saya sekeluarga ee itu saya sudah bisa
- baca Al-Qur'an dengan perlahan-lahan,
- tidak terlalu lincah tapi alhamdulillah
- sudah bisa dan kalau anak saya tiap hari
- dia setor karena dia kelas kelas 3 SMA
- jadi tiap hari dia sudah setor di
- ustazah ya bisa diperdengarkan Arkan
- kepada kami barangkali al-Fatihah saja
- yang ya seperti alfatihah mungkin ya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arrahmanirrahim maiki yaumiddin iyaka
- na'budu wa iyaka nastain ihdinasiratal
- mustaqimatadina anamta alaihim ghairil
- magdubi alaihim
- wqdin masyaallah
- luar biasa
- ya oke ee Eh, ada yang tanya nih, Ustaz
- ee Ahmad Fauzi, kalau di zaman Rasul
- kalau orang mau masuk Islam tuh seperti
- apa di zaman Nabi dulu? Ya, di zaman
- Rasul tidak bedanya ya seperti zaman
- sekarang ketika orang mau masuk Islam
- itu yang awal syahadat. Hm.
- Tetapi sekarang ini terkadang begini,
- orang mau masuk
- Islam suruh mandi dulu. Hm. Iya kan? Ada
- yang begitu. Saya mau masuk Islam. Iya,
- mandi dulu katanya. He.
- Ditakutkan pas kamar mandi meninggal
- tapi belum syahadat. Hm. Berdosa kita.
- Jadi harus dipercepat. Dipercepat.
- Ketika seseorang masuk hidayah, "Pak
- Ustaz, saya mau masuk Islam.
- buru-buru pegang tangannya kalau ada
- saksi. Walaupun enggak ada saksi, Allah
- dan malaikat, para saksi ucapkan asyhadu
- alla ilahaillallah wa asyhadu anna
- muhammadar rasulullah. H selesai deh
- gitu. Oke. Heeh. Pak Kiai Yajudin di
- pesantren Ahsanu Amalah suka ada juga
- orang yang ee datang sana untuk
- bersyahadat.
- Ada beberapa orang
- yang berbagai motivasi, ada yang mau
- nikah lalu masuk Islam itu
- ada. Kemudian pernah Pak Pendeta
- Kornilius Ramlan juga pendeta masuk
- Islam. H ya. Terus dari
- Medan, dari Tapanuli juga ada. Nah, cuma
- saya menambahkan sedikit Pak Haji
- tadi. Ini yang merupakan pelajaran kami
- di
- pesantren bahwa
- sebenarnya orang yang bersyahadat itu
- ada kriterianya. Hm.
- Karena dalam satu hadis dikatakan
- awwaluddin
- makrifatullah. Bahwa belajar agama
- awalnya itu harus mengenal Allah. He ya.
- Karena di
- sana ee dikatakan mungkin ini maqalah
- Sayidina Ali radhiallahu anh. Man arofa
- nafsahu faqod arofa
- rbahu. Barang siapa yang telah kenal
- dirinya maka akan kenal
- Tuhannya. Nah, karena Pak Jafar latar
- belakang pendeta biasanya knowledge-nya
- itu sudah banyak.
- Nah, bagi awam saya sering menekankan
- sebaiknya Anda itu meyakini Allah itu
- sebagaimana Anda meyakini 2 + 2 4. Hm.
- Pasti
- makrifatullah. Sedangkan makrifatullah
- itu kan diawali dengan makrifatun nafsi.
- H. Seperti ayat mengatakan azzariyat
- wafil ardi ayatul
- mukinin. Afala tubsirun wafi anfusikum
- afala tubsirun.
- Dan ayat Allah terbentang luas di jagat
- raya ini. Begitu kompleksnya ayat-ayat
- Allah. Wafi anfusikum. Dan dalam dirimu
- juga lebih kompleks. Afala tubsirun.
- Apakah kau tidak memperhatikan? Jadi
- dari belajar makrifatun nafsi
- makrifatullah. Ee belajar makrifatullah
- makrifatul kauni. Jadi ketika orang itu
- bersyahadat sudah pasti enggak akan
- lepas karena sudah mantap
- madep makrifatullah. Ya, lillah, billah,
- minallah, illallah. Mantap. Nah, Pak
- Jabar ini sedikit-dikit sudah kami kasih
- tahu bagaimana cara memahami kehendak
- Allah. Tidak lagi belajar, maaf ece-ece
- iqra ini kan baru tahapan. Tadi saya
- katakan bagaimana bisa memahami takdir
- yang begitu luasnya. Ya kan? Karena
- kalau bicara takdir kan berarti Pak
- Jafar sebenarnya sudah wum warqtin
- yamuha. Tidak sehelai daun pun yang
- jatuh dari tangkainya melainkan sepat
- Allah. Jadi masuknya Pak Jabar masuk
- Islam itu sudah grandes dari Allah.
- 50.000 tahun beliau harus Islam pada
- hari ini tanggal sekian itu sudah
- grandesan Allah. Oke. Bahkan semua yang
- terjadi di muka bumi sudah kredisi
- Allah. Hanya saja kami ada bimbingan
- kalau mereka masuk Islam kami
- bimbing malam Jumat zikiran, malam Ahad
- belajar muhadarah lalu memperdalam
- akidah.
- Tauhid, takwa. Kami tidak akan pernah
- mengajarkan hal yang ece-ecek yang
- sifatnya furuiah.
- Apakah jenggot panjang atau cingkrang
- atau mau tahlil atau tidak, jangan
- urusin itu. Urusin tentang kemanusiaan
- yang morat-marit ini. Jadi kami
- menghindari para santri kami itu jangan
- berbicara khilafiah, jangan berbicara
- furuiah, tapi bicara yang prinsip
- tentang kemanusiaan. Mohon maaf, Pak
- Risna. Saya cerita dikit. Kalau orang di
- Palestina itu meninggal tiga orang heboh
- dunia, kenapa kita di sini yang 50 anak
- meninggal setiap hari enggak dihibohkan
- karena narkoba? 70 orang meninggal
- karena asap rokok dan sebagainya. Belum
- yang bunuh diri mencapai 50.000 per
- tahun.
- ee orang-orang yang perah penyakit
- paranoid kayak di Bandung seorang yang
- berjilbab mendekap anaknya pakai bantal
- lalu mati dan sebagainya. Sesungguhnya,
- maaf Indonesia ini perlu ditolong dalam
- waktu cepat ya. Ee jadi yang awalnya
- tadi belajar agama jangan
- tanggung-tanggung dari basic tadi akidah
- ee apa namanya tauhid, takwa itu
- diperdalam. Dan saya berharap nanti Pak
- Jafar dalam waktu singkat ini memang
- sering akan datang ke pesantren kami
- untuk pendalaman akidah itu. Begitu Pak
- Haji. Baik, Pak Ki. Senang sekali kita
- dibatasi oleh waktu. Mas Oni sudah
- ngasih kode nih. Baik. E untuk Anda yang
- belum mencatat nomornya dari narasumber
- kami silakan disiapkan Pupan samang
- kertas. Saya akan bacakan nomor HP
- masing-masing. Kita mulai dari Bapak
- Kiai Sirajudin. Beliau adalah pimpinan
- dari pesantren Ahsanu Amala BJ Depok.
- nomornya
- 0851
- 00
- 32
- 5519. Kemudian Bapak Ahmad Fauzi, Ustaz
- Ahmad Fauzi alumni Yaman ini ee beliau
- adalah pimpinan dari Majelis Taklim
- Nurul Fatah Depok. Nomornya
- 0877
- 82
- 65 12 76. Kemudian nomor telepon Bapak
- Zafar Arifin mualaf sejak 6 Februari
- tahun 2017. Orang NTT dari Kampung
- Amanatun, Kecamatan Amanatun NTT. Ini
- nomornya
- 0
- 82
- 33
- 14
- 31
- 023
- 082
- 33
- 14
- 3102 3 begitu. Baik, terima kasih Pak
- Jafar, Pak Kiai, Ustaz Ahmad Fauzi.
- Terima kasih atas kehadiran di kalir.
- Mudah-mudahan ini bermanfaat ya siaran
- ini. Kita insyaallah akan jumpa lagi
- dalam acara alamalan berikutnya. Saya
- Muhammad Krishna Wondi Saputra dan
- Zulfikar. Ini beliau juga dari Kupang
- ya, NTT. NTT. Di atas siapa? Fajar.
- Fajar Ibrahim. Mohon pamit. Wabillahi
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- ini dipegang ada Bang
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Muhammad
- [Musik]
- Ahlan sahlan
- [Musik]