Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:53 Rasil TV 2:16 Bismillahirrahmanirrahim. 2:18 Assalamualaikum warahmatullahi 2:20 wabarakatuh ikhwan akhwat 2:21 rahimakumullah. 2:23 Syukur alhamdulillah ya kita dapat 2:25 bersama-sama pada siang ini 2:28 di sepenggal acara yang mudah-mudahan 2:31 membuat kita semakin paham bagaimana 2:33 menjalani hari-hari kita, hidup kita 2:36 dengan jauh lebih sehat lahir dan batin. 2:39 Ruang kesehatan di Rasil untuk Islam 2:41 yang satu yang hadir setiap Kamis pada 2:44 pukul 13.00 waktu Indonesia Barat. Tidak 2:47 lupa rasa syukur kita juga kita 2:49 lantunkan salam selawat kepada kekasih 2:52 kita junjungan umat Muhammad Rasulullah 2:55 sallallahu alaihi wasallam beserta 2:56 keluarga dan kerabatnya yang insyaallah 3:00 kelak di saat yang sangat kita rindukan 3:02 kita disatukan bersama beliau. 3:05 Ikhwan akhwat Anda 3:08 sering sekali mendengar 3:10 bukan cuma mendengar bisa jadi menjadi 3:12 bagian dari hal yang satu ini, benda 1 * 3:15 9 cm yang begitu populer, yang begitu 3:19 banyak jadi bahan pembicaraan. Salah 3:22 satu aktivis yang peduli pada hal ini 3:25 yaitu 3:27 Anda masih ingat? 3:28 Bapak Fuad Baraja itu siap untuk kita 3:32 semuanya lagi-lagi membahas terkait 3:34 dengan kesehatan yang tadi saya sebut 3:38 yang disebabkan oleh benda 1 * 9 cm 3:42 tadi. Kita sapa beliau dulu. 3:43 Assalamualaikum warahmatullahi 3:44 wabarakatuh. Waalaikumsalam 3:46 warahmatullahi wabarakatuh. Jauh 3:48 perjalanan tapi segar tetap bugar. 3:52 Kali ini bahasan terkait dengan benda 1 3:54 * 9 cm yang suka dihisap-hisap orang itu 3:58 apa persisnya? Ya saya akan membawakan 4:00 topik yang mungkin belum pernah kita 4:02 bahas sebelumnya 4:04 yaitu tentang bagaimana kita 4:06 mempersiapkan generasi muda kita 4:08 kita keinginkan sekali bahwa generasi 4:10 muda kita itu enggak ngerokok gitu loh. 4:13 Tapi di seberang sana ada industri rokok 4:16 yang sangat konsen menjadikan anak-anak 4:18 kita supaya ngerokok. 4:20 Dan 4:21 izinnya exit permitnya keren banget ya. 4:25 Bahwa itu boleh bahwa sasaran mereka 4:27 harus anak muda juga enggak ada aturan 4:30 dari pengelola negeri ini, ayah dan 4:33 bunda juga 4:35 kebanyakan diantara kita iya sih enggak 4:37 kepengin anak-anak merokok tapi kenapa 4:40 kita enggak ketat ya? Padahal lebih dari 4:42 4.000 zat kimia yang dikandung oleh 4:45 benda 1 * 9 cm tadi untuk aspek 4:49 kesehatan berbahaya sekali sementara 4:52 nikotin yang bersifat adiktif dan tar 4:55 yang bersifat karsinogenik itu enggak 4:57 bisa dihindari. 4:59 Baik, mari kita simak bagaimana kita 5:00 turut berkontribusi peduli bahwa 5:04 anak-anak kita ke depan adalah generasi 5:06 yang rawan dengan paparan 5:10 apa rokok ini 5:12 apakah kita juga punya kepedulian untuk 5:14 membuat mereka juga terhindar dari ini? 5:16 Silakan. 5:19 Baik. 5:19 Bismillahirrahmanirrahim. 5:20 Assalamualaikum warahmatullahi 5:22 wabarakatuh. 5:24 Pemirsa dan pendengar Radio Silaturahim 5:27 di manapun Anda berada, alhamdulillah 5:28 kita berjumpa kembali 5:30 di acara Ruang Kesehatan yang 5:33 saya bahas bersama Mbak Nuning selalu 5:35 masalah 5:36 rokok. Ya 5:38 saya harap jangan bosan-bosan 5:40 mendengarkan informasi tentang masalah 5:42 rokok ini ya karena 5:45 sedikit sekali saya katakan sedikit 5:47 sekali media 5:49 yang konsen pada masalah rokok artinya 5:52 yang secara konsisten meng meng meng 5:56 apa mengangkat isu tentang masalah rokok 5:58 ini tidak banyak. 5:59 Ya jadi Rasil termasuk salah satu yang 6:01 sangat peduli dan konsisten sekali 6:04 mengangkat masalah rokok karena tahu 6:06 bahwa masalah rokok ini sudah merupakan 6:10 masalah besar sekali ya di 6:12 khususnya kita umat Islam ini 6:14 banyak sekali saudara-saudara kita yang 6:17 mereka tidak mampu membeli susu buat 6:20 anaknya tapi rokoknya enggak pernah 6:22 berhenti. 6:23 Ya karena sudah kecanduan. 6:25 Baiklah hari ini saya akan bahas tentang 6:29 sulitnya 6:31 menyiapkan generasi muda tanpa rokok 6:33 khususnya di negara di negeri kita ini. 6:36 Kenapa saya katakan sulitnya? 6:39 Hampir semua kita tidak menginginkan 6:41 anak kita merokok bukan? 6:43 Semua orang tua menginginkan anaknya 6:45 tidak merokok. 6:47 Tapi 6:49 karena kurangnya informasi 6:52 karena kurangnya pengetahuan tentang 6:54 masalah rokok ini menjadikan orang tua 6:56 ini 6:57 abai 6:59 sehingga 7:00 justru 7:02 beberapa perilaku mereka itu malah 7:06 secara tidak sengaja tentunya 7:08 mendorong anak anak-anaknya untuk 7:10 merokok. 7:11 Kenapa saya katakan demikian? 7:13 Anda bisa bayangkan 7:14 di luar sana teman-teman anak-anak kita 7:16 yang sudah mulai merokok mereka 7:19 menginginkan anak kita yang tidak 7:21 merokok juga ikut-ikut merokok dan ini 7:23 sifat sama di mana-mana sama. 7:27 Ketika satu kelompok atau katakanlah 7:29 sebutnya peer group ya atau satu 7:32 kelompok anak dengan usia yang kira-kira 7:33 kurang lebih sama kalau di situ sudah 7:35 ada yang merokok dia akan menginginkan 7:38 teman yang lain juga merokok sama dia 7:39 itu di mana-mana sama. 7:41 Rokok dong supaya sama begini keren 7:44 kalau enggak ngerokok kalau enggak 7:45 ngerokok banci segala macam segala macam 7:47 akhirnya anak kita ini ingin mencoba 7:49 merokok padahal rokok ini benda yang 7:51 adiktif. 7:53 Ini bukan untuk dicoba 7:55 karena siapapun yang mencoba pasti 7:56 kecanduan. 7:58 Ya sedikit sekali orang yang lolos dari 8:01 dari 8:03 buruknya rokok ini ada beberapa orang 8:05 yang saya temui mengatakan begini iya 8:06 Pak saya dulu tuh pertama kali 8:07 nyoba-nyoba ngerokok itu 8:09 karena rasanya enggak enak Pak jadi saya 8:12 enggak terusin gitu. 8:13 Itu loh itu itu dia beruntung sekali. 8:16 Oke kita kembali ke track-nya. 8:19 Nah perilaku orang tua banyak yang saya 8:22 katakan tadi justru mendorong anak 8:23 merokok ini apa saja? Pertama 8:26 banyak sekali diantara orang tua yang 8:27 merokok di dalam rumah. 8:31 Masih banyak saudara-saudara kita yang 8:33 merokok di dalam rumah. 8:35 Ini se 8:37 hal terburuk yang dilakukan manusia saya 8:39 katakan di bidang kesehatan adalah 8:42 merokok di tengah keluarganya. 8:44 Merokok di tengah anak-anaknya, istrinya 8:46 dan bahkan istrinya sedang hamil, 8:49 anaknya masih bayi dan sebagainya mereka 8:50 merokok tanpa merasa bersalah, tanpa 8:53 merasa bahwa itu akan merusak kesehatan 8:56 keluarganya gitu. Ini ini yang yang saya 8:58 katakan tadi karena kurangnya informasi 9:00 yang lengkap dan benar. 9:02 Nah 9:03 perilaku merokok di tengah keluarga ini 9:05 bukan hanya memaparkan anak-anak kita 9:07 kepada asap rokok 9:11 sebutnya second hand smoke ya 9:13 atau asap rokok tangan kedua itu 9:17 menjadikan mereka perokok pasif 9:19 tapi juga keterpajanan 9:23 artinya anak-anak kita ini melihat 9:24 perilaku merokok kita. 9:26 Artinya ketika si bapak merokok di dalam 9:28 ruangan atau di dalam rumah anak-anaknya 9:31 pun melihat perilaku merokok bapaknya 9:33 ini. Ini yang menjadikan anaknya 9:35 kemudian ingin mencoba 9:38 merokok itu karena ngelihat bapaknya kok 9:40 merokok sambil merem melek gitu ya. 9:43 Kayaknya nikmat banget gitu ya. Nah 9:46 inilah yang menjadikan anak-anak kita 9:48 menjadi ingin mencoba merokok. 9:52 Nah 9:53 kemudian ada yang lebih parah lagi. 9:56 Ayah atau orang tua yang merokok 10:00 menjadi sering sekali menyuruh anaknya 10:03 untuk membeli rokok. 10:06 Ini sangat buruk, sangat buruk sekali, 10:08 ya. 10:10 Nanti ketika kita misalnya belanja rokok 10:12 mau beli rokok di katakanlah di 10:14 minimarket, oh enggak bisa kalau 10:15 anak-anak kecil, oke. Anak kecil itu 10:17 akan mengatakan saya disuruh bapak saya. 10:20 Dan itu hampir di semua warung diterima. 10:23 Kok kamu merokok? Enggak kok ini saya 10:24 beli buat bapak saya. 10:26 Jadi 10:27 sangat buruk sekali, jangan pernah, ya, 10:30 mulai sekarang Anda yang sering menyuruh 10:32 anak-anaknya beli rokok, saya sarankan 10:35 berhentilah. 10:36 Jangan eh memaparkan anak kita kepada 10:40 satu risiko, ya, karena ini buruk sekali 10:44 efeknya nanti karena ketika nantinya dia 10:46 mencoba merokok dia akan mengatakan saya 10:49 disuruh bapak saya, padahal untuk 10:50 dirinya sendiri. Ini sangat buruk. 10:53 Kita semua, tadi saya katakan dan tidak 10:55 menginginkan anak-anak kita menjadi 10:56 perokok, bukan? Tapi Anda harus tahu di 10:59 luar sana industri rokok sangat 11:03 gencar. Mereka enggak pernah berhenti 11:06 memikirkan cara bagaimana supaya 11:08 anak-anak ini merokok. 11:11 Ada dokumen industri rokok yang sudah 11:14 dibuka oleh pemerintah Amerika. 11:16 Dikatakan di situ 11:18 di dokumennya industri rokok ditulis 11:19 bahwa remaja hari ini adalah calon 11:23 pelanggan tetap hari esok. 11:26 Kalau anak remaja sekarang tidak merokok 11:29 atau kalau anak-anak sekarang tidak 11:31 merokok, maka industri rokok akan hancur 11:33 sebagaimana satu masyarakat yang tidak 11:35 melahirkan generasi penerus akan punah. 11:39 Bayangkan. Jadi mereka secara 11:41 terang-terangan menjadikan anak-anak 11:43 kita sebagai target. Itulah sebabnya 11:46 seluruh dunia, seluruh bangsa dunia, 11:50 atas 11:51 saya katakan hampir saja, ya, hampir 11:53 seluruh masyarakat dunia, kenapa? Karena 11:55 negara kita belum jadi seperti bagian 11:56 dari mereka, ya. 11:57 Hampir seluruh masyarakat dunia sudah 11:59 peduli 12:01 eh sangat peduli terhadap masalah ini 12:04 sehingga mereka meratifikasi satu 12:05 konvensi pengendalian rokok 12:08 yang namanya FCTC, Framework Convention 12:12 on Tobacco Control. 12:14 Nah, 12:16 hampir 200 negara sudah meratifikasi 12:18 konvensi ini. 12:20 Indonesia menjadi satu-satunya negara di 12:22 Asia Raya yang tidak meratifikasinya. 12:25 Tolong jangan tanya ke saya karena yang 12:27 berhak, yang boleh meratifikasi 12:30 konvensi ini adalah presiden, ya. Jadi 12:32 kalau Anda eh menanyakan 12:35 eh kenapa kok Indonesia sampai sekarang 12:37 belum menjadi bagian dari FCTC, ya, 12:39 tanyanya ke Pak Jokowi, bukan ke saya, 12:41 ya. 12:43 Nah, 12:44 di luar sana industri rokok sangat 12:46 gencar sekali, apapun dilakukan, ya. 12:49 Karena di FCTC tadi itu ada pelarangan 12:52 iklan rokok. 12:54 Ya. Industri rokok sangat rugi, dia 12:56 merasa kalau sampai iklan rokok dilarang 12:59 di sini 13:00 maka nanti mereka tidak bisa 13:01 mengenalkan, memperkenalkan atau 13:03 mengenalkan produknya kepada anak-anak 13:05 kita. Ingat, iklan rokok tidak pernah 13:08 sama dengan iklan-iklan produk lain. 13:11 Jangan dianggap sama, ya. 13:14 Karena misalnya Anda 13:16 punya usaha 13:18 air kemasan, misalnya. Misalnya nih, ya, 13:21 Anda punya usaha air kemasan. Di luar 13:23 sana ada lebih dari 200 merek air 13:26 kemasan. 13:26 Iya, kan? Kalau Anda tidak beriklan 13:29 Anda ti, produk Anda tidak dikenal oleh 13:31 mereka. Jadi akan 13:34 enggak akan maju usaha Anda. 13:36 Maka Anda membuat iklan. 13:38 Ya, minimal Anda dapat sebagianlah dari 13:41 pasar atau pangsa pasar ini. 13:43 Dengan beriklan produk Anda akan 13:45 dikenal, kemudian orang akan membelinya. 13:49 Nah, kalau iklan rokok tidak. 13:51 Iklan rokok ini tujuan utamanya adalah 13:53 menjerat perokok pemula. 13:57 Karena orang yang sudah merokok, orang 13:59 yang sudah kecanduan, itu tidak akan 14:02 tidak akan beralih ke merek lain ataupun 14:06 mungkin mereka beralih ke merek lain 14:08 tapi tidak akan berhenti merokok. Atau 14:09 kalau mau bikin apa, ya, satu permisalan 14:12 yang ekstrem saja. Anda bisa bayangkan 14:14 sekarang ada sekitar 70 jutaan penduduk 14:18 Indonesia yang merokok. 14:20 Anda bisa bayangkan kalau hari ini 14:22 misalnya semua iklan rokok dilarang 14:25 apakah mereka berhenti merokok? 14:28 Tidak. 14:29 Ya, ini sangat sulit sekali berhenti 14:30 merokok itu, tapi apa yang dilakukan 14:32 industri rokok adalah melakukan segala 14:35 cara supaya iklan rokok ini tidak 14:38 dilarang di sini. 14:39 Padahal seluruh dunia sudah melarangnya. 14:42 Seluruh dunia sudah melarang iklan 14:43 rokok, ya. Ah, mungkin ada negara-negara 14:46 yang masih 14:47 terbelakanglah, ya. Tapi Indonesia 14:50 dengan jumlah perokok terbesar di dunia, 14:53 maksud saya bukan jumlah orang yang 14:55 merokok, ya, karena penduduk kita masih 14:57 hanya 1/6 dari penduduk China. 15:00 Jadi kalau ditanya jumlah orang yang 15:02 merokok, pasti 15:03 negara China 15:05 pasti lebih paling banyak yang merokok. 15:07 India dengan penduduk terbesar kedua 15:10 dunia pasti menjadi penduduk atau yang 15:13 merokoknya nomor dua terbesar di dunia. 15:15 Tapi Indonesia menjadi ketiga terbesar 15:18 dari segi jumlah. 15:20 Kalau dilihat lagi dari prevalensi, 15:23 jumlah perokok dibanding jumlah 15:24 penduduk, maka Indonesia yang terbesar 15:28 di dunia. 15:30 Ini karena apa? Karena perokok kita 15:33 meningkat terus dari tahun ke tahun. 15:35 Perokok-perokok remaja tentunya, ya. 15:38 Bayangkan, pernah saya katakan 15:39 sebelumnya bahwa perokok remaja kita 15:41 usia 10 sampai 14 tahun meningkat 300% 15:46 dalam 10 tahun terakhir. 15:49 Apakah Anda merasa ini fine-fine saja? 15:53 Apakah Anda merasa ini wajar-wajar saja? 15:56 Sama sekali tidak. Ini rokok, ya, bukan 15:58 benda yang lain, bukan misalnya produk 16:02 minuman 16:03 eh energi atau produk minuman-minuman 16:06 yang lain atau makanan-makanan, permen 16:08 atau tidak. 16:09 Orang bisa berhenti dengan mudah dari 16:10 dari dari apa namanya, produk-produk 16:13 tersebut. Misalnya katakanlah satu 16:16 produk permen cokelat misalnya suka 16:18 disukai anak-anak. 16:21 Kalau misalnya mereka tidak punya uang 16:23 untuk membeli permen cokelat 16:24 kesayangannya atau kesukaannya, saya 16:26 yakin dengan mudah dia menjauh dari itu. 16:29 Karena enggak bisa beli. 16:30 Tapi rokok ini adiktif. Rokok ini 16:33 menjadikan anak kita kecanduan dan kalau 16:35 sudah kecanduan, dia akan melakukan 16:37 segala cara untuk mendapatkan benda itu. 16:40 Dari mulai nyolong, ngerampok, bunuh, 16:42 seperti itu sudah terjadi banyak sekali. 16:45 Saya buat kliping di rumah itu, itu ada, 16:47 ada misalnya gara-gara diminta uang buat 16:50 beli rokok enggak dikasih, seorang anak 16:52 membunuh bapaknya. 16:54 Ada 16:55 saya pernah baca eh seorang anak muda 16:58 remaja di di Bali, seingat saya, itu 17:01 mencuri tabung gas dari satu toko 17:04 untuk membeli rokok, katanya. 17:07 Pernah lagi di tengah sawah anak 17:09 laki-laki dua orang sedang duduk ngobrol 17:11 enggak punya uang buat beli rokok, ada 17:13 nenek-nenek lewat pakai kalung digetok 17:15 kepalanya meninggal, diambil kalungnya 17:17 katanya untuk membeli rokok. 17:20 Dan ini sudah banyak sekali. Coba Anda 17:22 apa namanya, bisa di googling, ya, di 17:26 Google banyak sekali berita-berita 17:28 kriminal yang 17:30 disebabkan oleh adiksi rokok ini. 17:33 Nah, kembali kita ke masalah kita, 17:34 kepada anak-anak remaja kita. Jadi 17:38 di satu sisi kita menyiapkan, di satu 17:40 sisi kita tidak menginginkan anak kita 17:42 menjadi perokok, tapi di sisi lain 17:45 ya, eh industri rokok menginginkan 17:47 anak-anak kita merokok. 17:49 Bayangkan, mereka mengatakan dengan 17:50 jelas kalau anak remaja sekarang tidak 17:52 merokok, industri rokok akan bangkrut. 17:55 Artinya apa? Mereka menginginkan anak 17:57 kita merokok supaya bisnisnya bisa terus 17:59 berlanjut. 18:01 Jadi 18:02 intinya saya ingin mengatakan bahwa Pak 18:04 Jagak, mari, mari kita jaga anak-anak 18:06 kita. Dengan apa kita menjaganya? 18:07 Pertama, 18:09 berikan informasi yang lengkap dan 18:11 benar. 18:12 Dan jangan hanya sekali, terus 18:14 berkali-kali. Anda harus kreatif. 18:16 Dapatkan informasi-informasi yang up to 18:19 date, ya, tentang masalah rokok ini. 18:21 Bisa Anda buka internet, di Google dan 18:23 mana-mana. Anda bisa lakukan itu dan 18:25 Anda bisa secara berkala memberikan 18:27 informasi ini kepada anak-anak. Jangan 18:28 pernah bosan. 18:30 Karena yang di sana, loh, di luar sana 18:31 industri rokok tidak pernah bosan 18:33 mengupayakan anak-anak kita supaya jadi 18:35 perokok, ya. Jadi informasi yang 18:38 terus-menerus 18:39 ya, enggak harus setiap hari kumpulkan 18:42 anak, enggak harus begitu, ya. Tapi 18:44 setiap minggu kita jelaskan lagi, 18:47 pertegas lagi masalah rokok ini 18:49 bagaimana, bahwa rokok itu adalah produk 18:51 yang membuat orang kecanduan dan seorang 18:54 kecanduan enggak bisa berhenti karena 18:56 sulit sekali memang berhenti merokok itu 18:58 dan di dalam rokok itu ada seperti yang 18:59 dikatakan Mbak Nunung tadi ada lebih 19:01 dari 3.000 zat kimia 19:03 dan sebagainya dan sebagainya. Ini harus 19:05 terus kita suntikkan kepada anak-anak 19:07 kita secara secara continuous, 19:09 terus-menerus supaya mereka tetap aware, 19:11 ya, walaupun nanti mereka berkumpul 19:13 dengan teman-temannya yang sudah 19:14 merokok, mereka tidak eh tidak tertarik 19:18 untuk merokok. Supaya dia selamat tidak 19:21 mencoba merokok. Karena 19:23 dari pengamatan saya atau dari beberapa 19:25 literatur yang saya baca, setelah lewat 19:27 20 tahun 19:29 usia seorang anak, ya, lewat dari 20 19:31 tahun, itu mereka sudah sangat kokoh, 19:34 artinya pertahanan mereka sudah sangat 19:36 kokoh. 19:37 Sulit sekali atau mereka tidak se, tidak 19:40 semudah itu untuk menjadi perokok. Tapi 19:43 sebelum 20 tahun, ya, apalagi antara 14 19:47 sampai atau 10 sampai 18 ini sangat 19:49 rentan sekali, sangat rentan sekali. 19:52 Umumnya mereka eh berkumpul dengan 19:54 teman-teman yang sudah merokok dan ini 19:55 enggak bisa dihindari. 19:57 Enggak bisa dihindari ya. Jangan ber 19:59 jangan meng merasa bahwa 20:01 nanti kalau di sekolah mereka tidak akan 20:03 apa namanya berkumpul dengan merokok 20:05 karena sekolahnya ketat masalah 20:07 rokoknya. Saya sudah buktikan. Saya 20:09 sudah sering sekali diundang ke 20:11 sekolah-sekolah yang benar-benar bagus, 20:14 sekolah mahal, sekolah yang sangat 20:16 canggih. Tapi guru-gurunya mengatakan 20:19 bahwa Pak murid-murid kami kok merokok 20:21 Pak. Saya pernah diundang oleh satu 20:23 sekolah yang akhirnya saya menerapi 10 20:28 orang. 20:29 Ya, 10 orang dari mereka diupayakan 20:31 berhenti merokok dengan 20:34 terapi yang saya lakukan di klinik saya. 20:38 Nah, 20:39 kemudian jauhkan dari 20:42 di samping memberikan informasi yang 20:43 lengkap dan benar secara kontinu. 20:46 Jauhkan mereka dari asap rokok baik 20:49 melalui asap rokok secara langsung 20:52 ataupun asap rokok sebagai sesuatu yang 20:54 masuk ke tubuh mereka karena jadi 20:56 perokok pasif juga tidak melihat 20:59 perilaku merokok. Ini penting sekali ya. 21:01 Tidak melihat melihat perilaku merokok. 21:04 Apa lagi? 21:05 Jauhkan rumah Anda dari segala sesuatu 21:09 yang mengingatkan pada perilaku merokok 21:11 atau menunjukkan perilaku merokok. 21:12 Misalnya Anda punya kalender 21:16 poster atau apapun yang 21:19 iklan rokok yang di dalamnya ada iklan 21:21 rokok. 21:22 Buang. 21:24 Jangan digantungkan di mana bagian 21:26 manapun dari rumah Anda poster, kalender 21:29 atau apapun bentuknya yang mengingatkan 21:31 mereka pada perilaku merokok. 21:33 Atau menunjukkan perilaku merokok 21:34 ataupun merek rokok itu sendiri. Ya. 21:37 Jangan tunjukkan mereka. Kemudian jangan 21:40 sedia asbak di rumah. Ya. Kalau memang 21:44 suami Anda ataupun Anda seorang perokok 21:47 di dalam rumah ataupun di bagian dari 21:48 rumah Anda seorang perokok jangan 21:51 merokok di dalam rumah. Ini sangat 21:52 buruk. Tadi saya katakan perilaku 21:54 terburuk manusia itu adalah merokok di 21:55 tengah anak-anaknya. Terburuk. Karena 21:57 dia 21:58 di samping dia menyakiti membuat sakit 22:01 di badannya sendiri ya menimbulkan 22:03 penyakit untuk badannya sendiri juga 22:05 membuat sakit orang lain. Ini sudah 22:07 diakui seluruh dunia. Janganlah 22:09 mengatakan Bapak saya merokok juga 22:11 enggak apa-apa atau saudara saya merokok 22:13 juga enggak apa-apa. Jangan. Ini ini 22:15 ini pernyataan yang sangat bodoh. 22:17 Bahwa merokok menyebabkan penyakit itu 22:19 sudah di amini oleh hampir seluruh pakar 22:22 kesehatan dunia. 22:23 Ya, jadi sudah enggak ada keraguan di 22:25 dalamnya. 22:26 Jadi saya katakan kalau Anda seorang 22:27 perokok 22:28 jangan merokok di dalam rumah. 22:30 Kalau Anda belum bisa berhenti, kalau 22:33 berusaha berhenti belum mampu untuk 22:34 berhenti maka Anda harus 22:38 tidak merokok di dalam rumah, meng di 22:40 kebun atau di satu bagian yang di luar 22:43 tentu saja ya di luar rumah. Cari satu 22:45 spot yang di situ Anda merokok sendiri 22:48 tidak dilihat oleh anak-anak dan asapnya 22:50 juga tidak mengganggu yang lain ya. 22:52 Sekali lagi 22:54 usahakan usahakan yuk. Saya katakan ya 22:57 ini rawan sekali. Anak-anak kita sangat 22:59 rawan sekali khususnya di Indonesia ini. 23:02 Saya katakan sekali lagi enggak 23:03 bosan-bosan saya mengatakan dalam 10 23:05 tahun jumlah perokok remaja kita 23:07 meningkat 300%. 23:11 Saya tidak akan ragu-ragu untuk 23:12 mengatakan ini karena memang ini data 23:13 ya. Jadi sekali lagi mari 23:17 saya saya ajak Anda untuk care untuk 23:21 peduli kepada anak-anak kita jangan 23:24 sampai mereka 23:26 Anda melihat mereka merokok Anda marah. 23:29 Dipukul anaknya. 23:31 Kecil-kecil sudah merokok mau jadi apa 23:33 kamu? 23:34 Nah, kalau dia bilang mau jadi seperti 23:35 Bapak bagaimana? 23:37 Iya kan? Jadi sudahlah ya sudahi 23:39 kebodohan-kebodohan ini supaya 23:42 Anda dan keluarga bisa hidup sehat dan 23:45 anak-anak Anda bisa mencapai cita-cita 23:47 dalam keadaan sehat ya tentu saja. 23:50 Jangan sampai 23:52 masa depan mereka dirampas oleh benda 23:56 yang hina ini. 23:58 Assalamualaikum. 24:00 Masya Allah. 24:03 Jadi 24:04 hina tapi dicinta itu kali ya. 24:08 Satu hal yang kita sadari tetapi 24:11 kesadaran kita ternyata tidak cukup kuat 24:13 untuk bertindak, bersikap dan 24:17 menentukan 24:18 sesuatu di rumah. Bisa terjadi 24:20 pertengkaran luar biasa antara Bunda dan 24:23 Ayah Anda hanya karena benda satu ini. 24:26 Pertanyaan boleh Anda kirim ke Rahasia 24:30 seperti biasanya tapi yang jelas 24:33 dari aspek kesehatan, dari aspek 24:35 keuangan rokok ini memang luar biasa 24:39 sekali pengaruhnya. 24:41 Kalau Anda pernah dengar penyakit apa 24:43 saja sih yang ditimbulkan karena rokok? 24:44 Pasti pernah. 24:46 Kerugian apa saja sih? Sebatang sekarang 24:47 berapa sih? 24:49 Ya, sekitar 1.000. Ya, masih murah sih 24:52 ya. Coba satu batang 45.000 gitu. 24:56 Lumayan berpikir untuk belanjanya tapi 24:59 ya. 24:59 Itu sudah terjadi di negara-negara lain 25:01 ya. 25:02 Jadi seperti di Australia misalnya 25:04 sebungkus rokok 400.000. 25:07 Sebungkus. Aturan enggak apa-apa juga 25:09 kali ya dibikin begitu kan makin kaya 25:11 nanti anunya pabriknya. 25:13 Dan yang bisa merokok hanya orang-orang 25:15 yang memang berkelebihan ya. 25:17 Sementara kalau tadi ada keinginan orang 25:22 merokok apa yang bisa 25:24 Pak Fuad bantu untuk membuat ini 25:27 terealisir? Untuk mungkin Membantu 25:29 keinginan berhenti merokok. 25:31 Berhenti merokok. 25:33 Jadi ke nomor berapa karena kan 25:36 iya sih mau sih tapi kalau enggak 25:37 dibimbing, kalau enggak ditemanin 25:39 kayaknya enggak mungkin juga gitu ya. 25:41 disiapkan ini dulu ya. Disiapkan 25:43 pulpennya. 25:44 Heeh, nanti di akhir akan kami berikan. 25:46 secara saya akan berikan ya. Tapi 25:49 pertama untuk berhenti merokok ini ya. 25:52 Pertama yang dibutuhkan adalah niat 25:55 dan motivasi. 25:58 Dua hal ini ya. Niat saja tanpa motivasi 26:01 yang kuat sulit sekali. 26:03 Motivasinya kuat tapi enggak punya niat 26:04 juga enggak ada mungkin ya. Jadi sekali 26:06 lagi dibutuhkan niat yang kuat dan 26:08 motivasi yang kuat. Seperti 26:10 Pasien-pasien di klinik saya ketika 26:12 datang mereka enggak langsung diterapi. 26:14 Mereka Dipersuasi dulu ya. 26:16 Iya, ngobrol dulu. Itu bisa setengah jam 26:17 itu. 26:18 Makanya saya hanya menerima satu hari 26:20 maksimal lima orang. 26:22 Supaya waktunya cukup gitu ya. 26:24 Nah, 26:26 kenapa saya harus ngobrol dulu 26:27 menjelaskan dari A sampai Z masalah 26:29 rokok ini? Untuk menumbuhkan motivasi 26:31 itu. 26:32 Nah, ketika motivasinya sudah timbul, 26:35 tumbuh dengan baik kalau niatnya sih 26:37 insya Allah sudah pasti ada ya karena 26:39 mereka datang ke rumah kan. 26:40 Makanya ketika ketika mereka mendaftar 26:42 atau mereka 26:44 menelepon saya untuk membuat appointment 26:46 untuk datang itu saya sudah katakan dulu 26:48 Anda benar-benar mau berhenti merokok. 26:50 Kalau hanya istri Anda yang ingin Anda 26:53 berhenti merokok 26:54 enggak usah. 26:55 Karena sulit ya. 26:57 Atau seorang ibu rumah tangga ya seorang 27:00 wanita menelepon Pak 27:01 saya ingin sekali suami saya berhenti 27:03 merokok. Saya katakan Bu ada 40 juta 27:06 perempuan yang ingin suaminya 27:07 suaminya berhenti merokok tapi belum 27:10 keturutan. 27:12 Kenapa? Karena 27:14 berhenti merokok ini tidak mudah ya. 27:17 Diperlukan niat yang kuat. Jadi kalau 27:18 Ibu yang kepingin suaminya berhenti 27:20 merokok saya enggak bisa berbuat apa-apa 27:22 Bu. Ibu sekarang tanyakan saja kepada 27:24 suami Anda 27:26 Pak mau enggak berhenti merokok? Ini ada 27:28 Pak Fuad Baraja bisa bantu. Saya 27:31 membantu loh. Saya enggak bisa bikin 27:32 orang berhenti merokok. 27:33 Saya membantu orang yang punya keinginan 27:36 untuk berhenti merokok. Nah, umumnya 27:38 pasien-pasien saya ini datang ke klinik 27:40 ini mereka sudah punya keluhan. 27:43 Aduh Pak 27:45 Karena sudah ada keluhan ya. 27:47 Kalau bangun tidur tuh dada saya 27:48 kayaknya 27:50 terasa enggak enak gitu Pak. Aduh Pak 27:52 saya kalau naik tangga sudah 27:53 ngos-ngosan. Aduh Pak saya main futsal 27:56 sedikit sudah enggak kuat misalnya gitu. 27:57 Nah, artinya ketika sudah mulai ada 27:59 keluhan itu mereka datang merasa ingin 28:01 berhenti merokok kemudian datang ke 28:02 tempat saya. Nah, biasanya karena karena 28:06 niatnya, keinginannya sudah kuat ya 28:08 tinggal saya tambahkan motivasi. Dengan 28:11 cara apa? Saya tunjukkan. 28:13 Ini loh rokok sebenarnya kayak gini. 28:16 Paru-paru orang yang merokok itu kayak 28:17 gini warnanya hitam legam gitu. Kok bisa 28:20 seperti itu? Bagaimana prosesnya? Saya 28:22 jelaskan semua itu melalui demo-demo 28:25 kecil gitu ya. Ini untuk menumbuhkan 28:26 motivasi supaya menguatkan motivasinya 28:29 lagi supaya benar-benar 28:31 motivasinya kuat, niatnya juga kuat 28:34 insya Allah 28:35 berhenti merokoknya lebih mudah. Padahal 28:38 banyak yang diketahui akibat buruknya 28:41 terus pemborosan uangnya bla bla bla bla 28:44 bla. Kenapa masih enggak takut ya orang 28:46 ya? Karena adiksi Mbak. Adiksi rokok ini 28:50 luar biasa. Saya katakan saya tulis di 28:52 buku-buku saya tingkatan adiksi itu 28:54 rokok itu paling tinggi. Candunya 28:56 jadinya sudah tingkat dewa gitu ya. 28:58 Seingat saya sudah 19 orang pasien saya 29:01 seingat saya 19 orang karena saya 29:03 hitung. 29:04 Mungkin satu lagi dalam waktu dekat. 29:06 19 orang mengatakan Pak saya dulu 29:08 pengguna narkoba Pak. 29:10 Tapi saya bisa bisa berhenti dari semua 29:12 itu tanpa terapi, tanpa apa tapi rokok 29:14 saya enggak bisa Pak. 29:16 Tolong bantu saya. Itu sering sekali. 29:18 Seingat saya sudah 19 orang mengatakan 29:20 demikian. Dan itu banyak dan dia bilang 29:23 apa namanya 29:25 berhenti merokok itu lebih sulit 29:27 daripada berhenti dari narkoba. Itu 29:29 sudah ditulis di di bungkus rokok. Saya 29:30 pernah lihat gambar bungkus rokok dari 29:32 Kanada. 29:33 Di sana ditulis di bungkusnya. Saya 29:35 punya gambarnya di di rumah. 29:37 Cigarettes are highly addictive. Rokok 29:40 itu sangat adiktif. 29:42 Studies have shown that tobacco can be 29:45 harder to quit than heroin or cocaine. 29:48 Beberapa penelitian telah 29:56 Heeh. 29:57 Heeh. 30:03 Kalau di luar sana negara-negara sudah 30:04 mulai punya eh apa namanya 30:07 aturan-aturan tertentu kalau misalnya di 30:11 negara tercinta Indonesia kita ini 30:13 pengelolaannya 30:15 juga ikut berperan serta bukan cuman 30:17 ayah ibu untuk anak-anaknya 30:20 kemudian pabrik-pabrik juga ikutan gitu 30:22 pasti pencapaiannya luar biasa. 30:24 bisa. 30:26 Kayaknya untuk sekarang ini 30:28 Itu sumber yang menarik sih ya soalnya 30:30 ya dari nikotin tembakau itu. 30:32 Itu 30:33 itu sudah bisnis yang enggak ada matinya 30:35 Pak. Itu namanya 30:37 ah ya di luar negeri sudah mati, sudah 30:39 sudah 30:40 ending-nya itu sudah kelihatan ya. Dan 30:42 itu karena peraturan kan menjadi seperti 30:44 itu. 30:44 kebijak Kebijakan heeh. 30:45 oleh pemerintahnya. Jadi industri rokok 30:48 itu disebutnya sunset industri 30:51 industri yang pasti akan punah. 30:55 Hanya saja 30:56 kita kapan itu punah. Tapi kalau 30:58 industri di negara-negara lain ada yang 31:00 seperti New Zealand mengatakan 2025 31:03 sudah enggak ada rokok di New Zealand. 31:05 Karena mereka itu tadi harga rokoknya 31:07 400 ribu sebungkus gitu kan. 31:09 Di Australia juga begitu. Kemarin ada 31:12 beberapa orang yang mengatakan waktu di 31:14 ruang kesehatan lain itu kalau saja 31:17 warung-warung muslim kita enggak jualan 31:19 rokok asik ya yang kaya nanti 31:21 warung-warung yang non muslim katanya 31:23 karena yang nyari masih banyak tapi 31:26 setidaknya itu bentuk kepedulian kan. 31:29 Kesadaran saja juga bukan hanya 31:30 kepedulian tapi kesadaran bahwa dia kan 31:31 menjual sesuatu yang buruk dan itu 31:33 haram. Heeh Iya dong. 31:36 Tanyakan pada siapapun yang 31:38 yang menjual sesuatu barang yang 31:40 membahayakan itu haram hukumnya. Karena 31:42 mengkonsumsinya juga haram maka 31:44 menjualnya juga haram. Ada enggak data 31:46 berapa penduduk berapa keluarga di 31:48 penduduk kita Indonesia ini yang eh 31:51 sebagai keluarga perokok? 31:53 Angkanya gitu kurang lebihnya. Kalau 31:55 dari sisi keluarga saya enggak bisa 31:57 karena kan hampir ada satu keluarga yang 31:59 semuanya perokok gitu ya. Ada artinya 32:02 beberapa orang mengatakan pada saya Pak 32:04 di rumah saya itu yang enggak ngerokok 32:05 cuman saya sendiri Pak. 32:06 Heeh, berarti kalau misalnya 10% saja 32:10 dari ratusan juta penduduk kita itu 32:13 berapa banyak potensi ke kesehatan yang 32:17 terganggu kemudian keuangan baru 32:19 kesehatan. 32:19 dan ini 32:20 tidak dirasakan sekarang karena efek 32:22 buruk rokok itu tidak timbul seketika. 32:24 Heeh. 32:25 Efek buruk rokok itu timbulnya 20 sampai 32:27 25 tahun setelah orang itu mulai 32:29 merokok. Makanya ini ini memang angka 32:31 ini unik sekali ya coba bayangkan. 32:35 Pasien-pasien saya di klinik terapi 32:36 Heeh. itu 32:38 hampir semuanya saya katakan 90% nya 32:41 adalah orang-orang di di sekitar usia 32:43 40. 32:45 Heeh. 32:47 Sedang-sedang tumbuhnya itu ya kan. 32:48 40 ke atas ya. Heeh. Nah, kalau saya 32:50 tanya Anda mulai ngerokoknya kapan? 32:52 Hampir semuanya mengatakan sejak SMP. 32:55 SMP artinya umur 15 tahun 15-an ya. 32:58 Heeh. Kalau 15 tambah 20 35, 15 tambah 33:01 25 40. Heeh. 33:04 Jadi 33:05 yuk kita pahami yang kayak gini-gini ini 33:08 supaya kita tuh punya masa depan yang 33:10 cerah yang baik yang tidak terganggu 33:12 oleh rokok jangan gadaikan Masa depan 33:16 ini hanya untuk sesuatu yang sifatnya 33:19 remeh-temeh gitu loh. Jadi remaja kita 33:21 yang belasan tahun inilah yang 33:23 betul-betul harus kita jaga kita 33:25 pelihara dan yang terdekat adalah 33:28 keluarga sendiri dulu. Juga peer group 33:30 tadi kalau ada temannya merokok pasti 33:33 kena ya. 33:35 Pertanyaannya adalah di rumah masih ada 33:36 asbak enggak? 33:37 Ada korek api enggak? Kalau bisa dibuang 33:39 tuh. 33:40 Korek api jadi kalau 33:41 Untuk untuk kepentingan dapur bolehlah 33:43 ya. Di dapur kan pakai ini pakai Enggak 33:45 semua enggak semua enggak 33:46 yang pakai korek api ya. 33:48 Ya kalau bisa disembunyiin aja. 33:50 Ya kerja sama yang baik antara ayah dan 33:52 bunda terkait dengan buah hati kita 33:54 bagaimana karena 33:56 hampir yang menyimak pasti bilang iya di 33:59 rumah gue juga perokok 34:02 meskipun mungkin enggak semua tapi pasti 34:04 ada. 34:05 Apapun yang akan Anda tanyakan apapun 34:07 yang akan Anda curahkan silakan Anda 34:10 kirim nanti Pak Fuad mudah-mudahan bisa 34:12 memberikan pencerahan dan kita jeda 34:15 sejenak. Kalau mau tahu lebih banyak 34:18 terkait dengan bahaya rokok tinggal 34:20 googling tapi memunculkan perasaan ingin 34:23 berhenti merokok dan niat berhenti 34:25 merokok kayaknya enggak bisa googling. 34:27 Niatnya harus dari mana? Mari kita 34:29 renungkan. 38:24 Terima kasih masih tetap bersama Rahasia 38:25 untuk Islam yang satu di Ruang Kesehatan 38:28 bersama Bapak Fuad Baraja yang sedang 38:30 bicara soal 38:32 bagaimana dengan 1 kali 9 cm ini 38:35 sulitnya menyiapkan generasi muda kita 38:38 tanpa rokok dan kepedulian Anda turut 38:42 serta kita semua berperan di dalam 38:44 mewujudkan hal semacam ini meskipun eh 38:48 pihak dari pemerintah lebih kuat lagi 38:50 ya. Kalau masih ada produksinya dan 38:52 harganya masih terjangkau ya agak sulit 38:54 memang. Boleh kita langsung ke 38:55 pertanyaan Pak Silakan. 38:57 Eh ini dari hamba Allah warung saya 39:00 tadinya jualan rokok biasa sih nah saya 39:03 mulai tidak jualan rokok lagi dan itu 39:06 yang membuat saya ribut sama suami. Dia 39:10 bilang apa-apaan sih memang kenapa sih 39:12 dan orang-orang juga bilang payah 39:14 sekarang di warungnya 39:16 tidak ada lagi disediain dijual rokok 39:20 tetap saya kekeh Pak 39:22 secara agama dosa enggak sih 39:24 bertentangan dengan suami dalam hal 39:26 seperti ini. 39:28 Iya. 39:30 Bismillahirrahmanirrahim jadi begini 39:34 kita yakin bahwa sesuatu yang buruk itu 39:36 haram sudah itu saja dulu. Heeh. 39:38 Kita yakin 39:40 ayat dalilnya apa? Kita ngomong harus 39:42 pakai dalil dong. Iya. Iya kan. 39:44 Di surat Al-A'raf ayat 157. 39:47 Ini ayat yang ayat yang sering saya 39:50 sampaikan. 39:52 Alladzina yattabi'una nabiya ummiya 39:54 alladzi yajidunahu maktuban indahum fi 39:57 taurati wal injil. 39:59 Ya'muruhum bil ma'ruf wa yanhahum anil 40:01 munkar. 40:03 Wa yuhillu lahumut tayyibat. Wa 40:05 yuharrimu alaihimul khabaits. 40:09 Jadi nabi yang mereka ikuti yaitu Nabi 40:12 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 40:13 adalah nabi yang mana mengajak mereka 40:15 berbuat baik, melarang mereka berbuat 40:18 munkar. 40:19 Mengharamkan bagi mereka. 40:23 Menghalalkan bagi mereka segala yang 40:25 baik dan mengharamkan segala yang buruk. 40:28 He eh. Yuhillu lahumut tayyibat. 40:31 Wa yuharrimu alaihimul khabaits. 40:33 Al-A'raf ayat 157. 40:35 Bisa dilihat sendiri. 40:37 Artinya apa? Segala yang baik itu pasti 40:40 halal, segala yang buruk itu pasti 40:42 haram. He eh. Gitu kan. Iya. Yuharrimu 40:45 alaihimul khabaits. 40:47 Dan melarang mengharamkan segala yang 40:50 buruk. Buruk, berbahaya, bikin penyakit, 40:53 segala macam itu semua adalah sesuatu 40:55 yang buruk yang khabaits. Jamak dari 40:57 khabits ya, jadi jamaknya khabaits. 41:01 Artinya segala sesuatu yang termasuk 41:03 orang khabits itu pasti haram. 41:06 Nah, kalau sudah benda itu haram. 41:09 Maka meng-menghisapnya 41:11 atau mengkonsumsinya juga haram, 41:13 menjualnya juga haram. 41:15 Dan melakukan apapun yang berkaitan 41:17 dengan itu juga haram ya, jadi. 41:19 Yakin saja. 41:21 Bahwa Allah itu Maha baik dan mencintai 41:23 kebaikan ya, jadi. 41:25 Eee. 41:26 Ada satu hadis yang saya lupa redaksinya 41:29 tapi mengatakan begini, "Siapa yang 41:31 meninggalkan sesuatu karena Allah, Allah 41:34 akan menggantinya dengan yang lebih 41:35 baik." Ini ada hadisnya jelas sekali, 41:37 cuma saya lupa redaksionalnya. 41:39 Siapa yang meninggalkan sesuatu karena 41:41 Allah. Jadi kalau Anda tidak jual rokok, 41:43 meninggalkan. 41:45 Penjual-menjual rokok atau tidak menjual 41:47 rokok karena Allah, maka yakinlah bahwa 41:49 Allah akan menggantinya dengan lebih 41:51 baik. 41:52 Dan sudah banyak kok contohnya. 41:54 Warung-warung yang tadinya jualan rokok 41:55 kemudian tidak jual rokok, 41:57 alhamdulillah. 41:59 Menjadi lebih berkah dan sebagainya. 42:01 Masya Allah. Jadi artinya yakin saja 42:03 bahwa kalau kita meninggalkan sesuatu 42:05 yang buruk, meninggalkan sesuatu karena 42:07 Allah, lillahi ta'ala. 42:09 Saya melik-melakukan ini lillahi ta'ala, 42:12 saya meninggalkan ini lillahi ta'ala ya, 42:15 hanya karena Allah. Saya melakukannya 42:17 karena Allah, misalnya saya melakukan 42:19 kebaikan ini, saya melakukannya lillahi 42:21 ta'ala, saya melakukan karena Allah, itu 42:23 akan ada. 42:24 Pahalanya. 42:26 Dan juga meninggalkan sesuatu yang buruk 42:28 karena Allah itu juga ada pahalanya ya, 42:30 jadi dan itu dijanjikan oleh Allah siapa 42:33 yang meninggalkan sesuatu karena Allah, 42:35 maka Allah akan menggantinya dengan yang 42:37 lebih baik. 42:38 Kalau ini jadi niatan keren banget. 42:40 Iya. 42:41 Iya itu dikemas dengan ini gitu. Betul, 42:43 jadi artinya kita yakini dulu, kita 42:45 yakini dulu ya. 42:46 Eee. 42:49 Saya jadi ingat warung di dekat rumah 42:51 saya dulu ketika saya baru tinggal di 42:53 situ. 42:54 Dia jual minuman keras, ya enggak keras 42:57 banget sih tapi namanya. Iya pokoknya 42:59 gituan deh ya. 43:01 Terus? Jualan beginian, "Iya Pak ini 43:04 buat ada orang-orang lama." 43:05 Macam-macamlah gitu. 43:06 Tapi ya mungkin setelah dipikir-pikir 43:08 gini-gini mungkin tinggal. 43:11 Enggak jualan itu lagi gitu ya, insya 43:13 Allah. Jadi enggak insya Allah enggak 43:14 akan enggak akan. 43:16 Mati anginlah rezeki-rezeki ini ya, 43:18 kita. Siapa tahu lebih berkah justru ya 43:20 kan. 43:20 maksudnya lebih karena kita 43:21 meninggalkannya karena Allah. 43:24 Baik, ini dari Pak. Eee, Pak Dudung di 43:27 Citayam Pak Fuad. Assalamualaikum. 43:31 Saya berterima kasih kok kepada 43:32 pemerintah yang menerapkan larangan 43:34 merokok di gedung-gedung, di kereta, di 43:37 bis umum. Di Jakarta kalau boleh request 43:40 tuh ya kepada pemerintah. Menerapkan 43:43 larangan merokoknya bukan cuma di itu 43:45 saja tapi di bis umum luar kota. 43:48 Oh, berarti sering keluar kota ya Pak 43:50 Dudung. Yang melanggar diancam saja 43:53 dicabut izinnya untuk menarik penumpang. 43:56 Biar. Eee, diberikan peraturan yang 43:58 benar itu bagaimana Pak Fuad gagasan 44:00 saya ini. Karena nyesek banget deh kalau 44:03 ada yang merokok di bis umum luar kota. 44:05 Satu orang saja, satu orang yang merokok 44:07 dalam satu bis itu, itu sudah efeknya 44:09 luar biasa. 44:10 Kan sempit ya bis ya. Iya. Nah, gini. 44:13 Eee. 44:14 Setahu saya, setahu saya ya bis-bis itu 44:16 sudah banyak yang dilarang merokok, 44:18 sudah banyak ya. 44:19 Dan biasanya semakin keren bisnya ya, 44:22 itu semakin jauh dari rokok. 44:25 Bahkan saya pernah lihat. 44:27 Eee. Karena supirnya perokok. He eh. 44:30 Di-dikasih pembatas antara ruang supir 44:33 dan. 44:34 Ke ruang belakang. Dikasih pembatas kaca 44:37 seperti kaca atau bukan kaca enggak tahu 44:38 tapi dia ada batasnya gitu. Nah. 44:42 Eee, carilah bis yang memang melarang 44:44 merokok, jadi Anda bisa cari. 44:46 Di misalnya di terminal gitu ya, cari 44:48 eee. 44:50 Maaf nih. Saya mau tanya nih, saya saya 44:52 enggak suka asap rokok nih, di di bis 44:54 ini dilarang merokok atau boleh merokok? 44:57 Kalau Anda katakan. 44:58 Dilarang merokok, naiklah. 45:00 Tapi kalau dia bilang, "Oh boleh Pak 45:02 merokok." Ya sudah enggak usah cari bis 45:03 yang lain. Bertanyanya untuk sekedar 45:05 tahu ya. 45:06 Betul, eee maksudnya kalau mau naik juga 45:08 silakan pilih yang bis itu memang. 45:10 Melarang merokok, nah. 45:13 Biasanya. 45:14 Setahu saya. 45:16 Bis-bis itu kalau dia jarak jauh ya, 45:18 kalau yang satu jam. Sampai gitu ya, itu 45:21 kan sudah satu jam ya, sebelum naik dia 45:23 sudah merokok duluan habis itu sampai 45:24 sana enggak masalah. Tapi kalau dalam 45:26 jarak bis itu melaju 8 jam, 9 jam gitu. 45:30 Saya setahu saya dia memberhentikan kok, 45:32 300 kilo atau berapa ratus kilo gitu dia 45:34 berhenti. 45:36 Di peristirahatan, banyak itu yang 45:38 merokok di kemudian naik lagi gitu ya. 45:40 Dan itu juga sudah mengakomodir 45:41 istilahnya ya, tapi tapi enggak usah 45:44 mengharapkan bahwa semua bis harus kayak 45:46 harus boleh merokoklah ya, karena kan 45:48 yang merokok sama yang enggak merokok 45:49 pasti banyak yang enggak merokok gitu 45:50 loh maksud saya, kan ada ibu-ibu yang 45:52 dalam hati mereka tuh nyumpahin loh. 45:55 Anda harus takut. Anda harus takut 45:59 dikutuk dalam hati. Doanya orang yang 46:01 terzalimi. 46:03 Orang itu merasa terzalimi dengan asap 46:05 rokok Anda di dalam bis atau di di 46:06 manapun juga. 46:08 Jadi kalau sampai ada orang yang merasa 46:11 terzalimi dengan perilaku rokok Anda. 46:14 Hati-hati. Karena hadisnya jelas sekali. 46:17 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 46:18 bersabda, "Ittaqu da'watal mazlum." 46:21 Fa innahu laisa bainaha wa bainallahi 46:24 hijab. 46:26 Artinya takutlah kamu ya, kepada doanya 46:30 orang yang terzalimi. 46:31 Terzalimi. Karena antara doa orang yang 46:34 terzalimi dan Allah itu tidak ada sekat, 46:36 tidak ada hijab. Tuh loh. 46:39 Langsung nembus itu, jadi jangan sampai 46:42 eee nanti orang itu terzalimi dan 46:44 mendoakan yang buruk pada Anda. 46:46 Ini bisa-bisa menjadi hal yang buruk 46:48 buat Anda, jadi sekali lagi. 46:51 Yuk. 46:53 Kita-kita budayakan mencari bis yang 46:56 memang dia. 46:57 Dilarang merokok. 46:59 Mungkin ya maaf ya, mungkin ada bis-bis 47:01 yang bagus, mungkin biayanya lebih mahal 47:04 sedikit. Ya saya kira enggak apa-apalah 47:07 kita naik bis dengan biaya sedikit 47:08 karena kita juga enggak tiap hari kan. 47:10 Cari yang biayanya lebih mahal. 47:11 Biasanya kalau ber-AC kan dilarang 47:13 merokok di dalam ya. 47:14 Ya jadi nanti kalau di setiap apa 47:17 katakanlah berapa ratus kilo dia 47:19 berhenti di satu tempat istirahat ada 47:20 yang merokok, orang-orang merokok turun 47:22 merokok yang merokok kalau enggak ya 47:23 mereka tetap jalan dia mau pipis gitu. 47:26 Oke. 47:27 Kemudian ini dari Bapak oh dari Ibu 47:30 Maryam. 47:32 Pak Fuad. 47:33 Apa sih yang sudah dilakukan pemerintah 47:35 atau Kemenkes untuk. Agar perokok remaja 47:38 enggak semakin banyak. Sebenarnya kalau 47:41 saya lihat remaja banyak merokok itu 47:43 karena mindset-nya itu loh, enggak 47:44 merokok enggak gaul, enggak merokok 47:46 enggak jantan. Ya, itu sebetulnya 47:49 diciptakan oleh industri rokok. 47:51 Diciptakan melalui iklan-iklan rokok, 47:53 itulah sebabnya seluruh dunia melarang 47:54 iklan rokok. Iya, iya. Iya. Mindset yang 47:57 diubah. 47:58 Iya, di-di-dimainkan itu ya. Jadi. 48:01 Seolah-olah kelihatan saja iklan-iklan 48:03 rokok hampir semuanya. 48:05 Apa. 48:06 Me-me-apa me. 48:08 Menggambarkan sesuatu yang dahsyat, 48:12 lompat dari gunung ke gunung, lompat 48:14 dari pesawat. 48:16 Keren banget pokoknya. Jadi ya memang 48:19 mereka menggambarkan itu seperti itu 48:20 untuk me-menarik. Eee, perokok-perokok 48:24 pemula. 48:25 Karena ya tujuannya hanya iklan rokok 48:27 itu tujuannya menarik perokok pemula. 48:30 Karena kalau orang yang sudah merokok, 48:31 dia enggak perlu lagi iklan rokok itu. 48:33 He eh. Beda dengan iklan-iklan produk 48:34 lain ya. Iya. Diingatkan lagi, 48:36 diingatkan. 48:37 ya jadi mereka sudah apa namanya. Eee, 48:41 kalau ditanya tadi pertanyaan pertama 48:42 tadi apa? Apa yang sudah dilakukan 48:43 pemerintah. Kalau saya katakan enggak 48:45 ada ya enggak, ada yang dilakukan tapi 48:47 belum maksimal. 48:50 Belum maksimal ya, ketika. Hampir 200 48:53 negara meratifikasi konvensi 48:55 pengendalian rokok, Indonesia 48:57 satu-satunya negara di Asia yang tidak 48:59 meratifikasinya, ini kan. 49:01 Menyedihkan gitu loh, padahal kalau di 49:02 Asia kan kita nomor tiga loh terbesar 49:05 pokoknya jumlah perokoknya. 49:06 Ketidakpedulian ini muncul karena. 49:09 Market-nya gede. 49:12 Kalau dibilang market-nya ataupun 49:14 mungkin eee kalau di rokok kan itu 49:16 artinya cukai ya. He eh. Cukainya 49:19 didapat itu. He eh. Itu hampir 200 49:21 triliun. 49:24 Cukainya. Jadi. 49:26 depan ya, jadi target tahun depan, 49:28 sekarang sekitar 170-180. 49:30 Jadi kalimat eee Pak Fuad tadi bilang 49:33 bahwa kita abai itu memang ada 49:35 alasan-alasan tertentunya. 49:37 Tapi tapi tapi itu pun itu bukan itu 49:39 alasan yang bodoh saya bilang. Karena di 49:41 di samping angka 49:43 rupiahnya tadi, ada angka kerugian yang 49:46 intangible. Triliun-triliunan mungkin 49:49 ya. 49:49 Ah, iya. 49:50 Ya, karena kalau gampangnya itu tiga 49:52 kali lipat dari 49:53 ke angkanya selalu hampir tiga kali 49:55 lipat dari 49:56 biaya uang yang diterima pemerintah. 49:59 Jadi saat 49:59 sudah jelas rugi gitu tiga kali lipat 50:01 kerugiannya, tapi 50:02 Karena karena duitnya fresh. 50:05 Heeh, 50:06 iya iya iya. Jadi saya ingat banget 50:08 waktu saya pertama kali masuk di 50:10 aktivitas anti rokok dulu ya. Heeh. Itu 50:13 waktu itu pemerintah dapat cukai rokok 50:15 itu 3,5 triliun. 50:17 Tapi kerugiannya bisa 13 triliun. Heeh. 50:19 Sekarang ketika cukainya 170 180 50:23 triliun, kerugiannya 531 triliun. 50:25 sekitar tiga kali lipat ya. Heeh. 50:28 Jadi 50:28 Tapi itu tidak membuat sadar bahwa ya 50:30 sudahlah mendingan enggak usah atau atau 50:32 bagaimana. Baik, ini kita sekarang ke 50:36 Ibu siapa enggak ada namanya. Suami saya 50:38 tidak merokok Pak Fuad. Tapi kedua anak 50:41 laki-laki kami 21 dan 24 tahun semuanya 50:45 merokok. Dari SMP sudah merokok sampai 50:48 sekarang. 50:48 juga. 50:50 Bahkan anak pertama saya itu dibawa ke 50:53 klinik Pak Fuad sudah berhenti, tetapi 50:58 karena enggak dengan kesadaran sendiri 51:00 ah, balik lagi. 51:01 Balik. Di rumah korek api dan asbak 51:04 sudah saya buang eh saya umpetin. 51:06 Yang ingin saya tanyakan gimana ya biar 51:09 ada kesadaran dari diri sendiri karena 51:11 kalau cuman uh himbauan saja pasti tidak 51:14 efektif. Kalau posting tentang selalu 51:17 share ke saya share ke mereka juga tapi 51:19 masih seperti itulah. Ya. Oke, 51:22 masukannya ditunggu. 51:24 Kita simak. 51:24 Ya, jadi gini ya. 51:25 Sebetulnya 51:27 ya ini yang yang kita enggak kepingin 51:28 ya. Ibu siapa namanya enggak? 51:30 Enggak ada namanya. Ya. 51:31 Mudah-mudahan Ibu lagi mendengar ya. 51:33 Jadi sebetulnya Bu, mungkin kalau Anda 51:35 mengatakan sudah pernah ke tempat saya 51:36 ya 51:38 itu adalah upaya ya, itu upaya. Kita 51:40 sudah lakukan dan dia sempat berhenti 51:42 merokok tapi kemudian 51:44 eh kambuh lagi ya. Karena memang 51:46 berhenti merokok ini saya katakan tadi 51:47 diperlukan 51:49 niat yang kuat dan keinginan dan 51:51 motivasi yang kuat ya. Dan kalaupun 51:53 kemudian dia berhenti merokok kemudian 51:55 dia larut menjadi perokok lagi karena 51:57 faktor 51:59 usia yang mungkin ya masih tergolong 52:01 muda kemudian teman-temannya lingkungan 52:03 ini lingkungan ini berat banget. 52:05 Lingkungan ini yang sangat berat ya. 52:07 Jadi teman-temannya pada ngerokok 52:09 akhirnya dia menjadi perokok lagi gitu 52:10 ya. Memang ini ini ini satu tantangan 52:13 juga buat kita semua. 52:15 Nah 52:17 ayo kita jangan lupakan faktor doa ya Bu 52:20 ya. Karena Ibu 52:22 minta sama Allah 52:24 dibukakan pintu hati dari anak-anak Ibu 52:27 supaya 52:29 apa namanya diberi kemudahan untuk 52:32 berhenti merokok. Ya. 52:34 Itu banyak Bu yang sudah akan mengatakan 52:37 pada saya 52:38 saya berdoa khusus secara khusus suami 52:41 saya untuk berhenti merokok dan 52:42 alhamdulillah suami saya berhenti 52:44 merokok gitu ya. 52:45 Doa secara khusus Bu. Setiap Ibu minta 52:47 sesuatu, minta kesehatan, minta rezeki 52:50 yang banyak 52:52 sisipkan doa secara khusus. Katakanlah 52:54 untuk anak Ibu yang namanya si fulan 52:56 misalnya. Sebut namanya Bu, sebut 52:58 namanya. Ya Allah berikan kemudahan 53:01 kepada anak saya si fulan untuk berhenti 53:03 merokok. Ya Allah berikan kemudahan 53:06 kepada anak saya si fulan untuk berhenti 53:08 merokok. Terus diulang-ulang Bu ya. 53:10 Usahakan sampai nangis Bu. Sampai nangis 53:13 ya. Supaya benar-benar doa itu dari hati 53:16 langsung nembus ke pintu langit Bu. 53:19 Insya Allah ya. Ini faktor doa itu insya 53:22 Allah apa namanya usahakan jadi eh 53:25 jangan doanya itu sambilan. Jangan 53:28 sambilan ya. Jadi khusus secara khusus 53:30 sebut namanya, sebut tujuan dari doa 53:32 tersebut sampaikan secara rutin 53:35 terus-menerus. Setiap habis salat wow. 53:37 Betul. Apalagi di tengah malam. 53:39 Betul karena salat malam itu ya. Karena 53:41 Allah itu sangat cinta, sangat senang 53:44 sekali melihat hambanya merengek-rengek. 53:48 Itu adalah Allah itu suka melihat 53:50 hambanya minta sampai nangis-nangis itu 53:52 Allah suka. Jadi yuk kita doakan secara 53:55 khusus. Nah, faktor lain adalah 53:59 Ibu sampaikan secara 54:01 terus-menerus ya Nak. 54:03 Apa namanya 54:05 Ibu 54:07 keinginan Ibu itu kamu nantinya menjadi 54:10 anak yang baik dan sehat. Heeh. 54:13 Jadi 54:14 kalau kamu jadi orang baik, pintar, 54:16 cerdas 54:17 tapi enggak sehat 54:20 itu kan jadi Ibu ini jadi menahan 54:22 perasaan gitu loh. 54:24 Jadi 54:25 kalau 54:26 penginnya kami kita-kita sebagai orang 54:29 tua ini kalau kita meninggalkan mereka 54:31 nantinya, mereka meninggalkan dalam 54:33 keadaan 54:34 sehat dan 54:37 tidak merokok itu artinya ya minimal 54:39 tidak menjadi 54:41 eh mendapat mendapatkan penyakit akibat 54:42 rokok gitu. Itu kan dambaan setiap orang 54:44 tua. Tapi ya memang saat 54:46 sekarang-sekarang ini kita belum bisa 54:49 mengharapkan sepenuhnya seperti itu 54:51 karena memang anak-anak kita sekarang 54:52 lebih agresif ya. Kadang-kadang dikasih 54:54 tahu sekalimat jawabnya 10 kalimat gitu 54:57 ya. Jadi ya itulah itu tantangan buat 54:59 kita juga ya. Doa Bu ya sekali lagi doa 55:02 kemudian sampaikan keinginan Ibu. 55:05 Tujuan saya ini Nak, tujuannya 55:07 menginginkan nanti masa depan kamu sama 55:10 dengan baik, sehat, sejahtera dan 55:12 sebagainya. Terus sampaikan itu. 55:14 Jangan bosan-bosan. 55:17 Itu ayahnya tidak merokok anak-anak 55:19 merokok. Kalau yang ayahnya merokok 55:21 beban Ibu lebih berat lagi kasih tahu 55:24 ayahnya dulu biar walk the talk gitu. 55:26 Nah, itu yang kebanyakan begitu memang. 55:28 Kebanyakan begitu karena saat ini data 55:30 nih ya kembali ke data ya. 55:32 Dua dari tiga laki-laki di Indonesia ini 55:34 perokok. Dua dari tiga. 55:35 Yes. Heeh. Anda termasuk yang mana 55:38 sahabat? 55:39 Termasuk yang satu apa yang dua gitu. 55:41 Yang pertama yang satu atau yang dua. 55:42 Tapi yang jelas memang ini adalah PR 55:45 kita semua. 55:46 Betul. 55:47 Kalau di sini ada beberapa orang yang 55:49 menyatakan sebagai pedagang saya sangat 55:52 setuju banget saya juga akan usaha. 55:54 Eh enggak ada namanya juga dan kalau 55:56 seandainya pedagang-pedagang kita mau 55:59 kompak enggak jualan ginian bagus tuh. 56:02 Tapi kalau yang jualan sendiri ngerokok 56:04 kumaha atuh. 56:06 Ya enggak apa-apa sekarang ngerokok itu 56:08 kan gini ya. Kalau orang itu punya 56:09 keinginan hampir semua perokok punya 56:10 keinginan untuk berhenti hampir 56:11 semuanya. Heeh. Punya keinginan untuk 56:13 berhenti. Memang karena sulitnya 56:15 berhenti merokok itu jadi mereka nah 56:17 kalau dia merokok sebagai pedagang nih 56:19 dia merokok ya enggak apa-apa kan dia 56:21 ngerokoknya jangan pertama ngerokoknya 56:22 jangan di warung kan itu juga ada 56:24 bahaya-bahaya kebakaran juga ya toh. 56:26 Kalau ngerokok di luar, ngerokok balik. 56:28 Kan rokok itu enggak selalu dipegang 24 56:30 jam. Iya. Rokok dipenuhi kebutuhan 56:32 adiksinya ya masuk lagi gitu. Itu 56:35 biasanya berapa jam sekali sih kebutuhan 56:37 adiksinya? 56:37 Ya tergantung. Jadi gini 56:38 eh 56:40 di awal-awal orang merokok 56:42 Heeh. katakanlah gini ya 56:44 semua orang merokok itu awalnya pasti 56:46 satu batang. 56:49 Satu hari atau sekali hisap? Sehari. Oh. 56:52 Sehari pertama satu batang. Heeh. 56:54 Lama-lama jadi dua, lama-lama jadi tiga, 56:57 lama-lama jadi empat, lama-lama 56:58 sebungkus. Lama-lama dua bungkus, 57:00 lama-lama orang yang paling parah ya 57:02 paling parah dalam arti jumlah rokoknya 57:03 ya yang pernah saya terapi 57:06 saya lupa namanya orang itu merokok 57:07 empat bungkus satu hari. Satu hari empat 57:10 bungkus itu berapa menit sekali ya? Ah, 57:12 itu tinggal dibagi saja kan dibagi kan 57:15 dua kita hidup 24 jam nih. Heeh. 57:17 Dikurangi enam jam tidur dulu. 57:19 Iya. Enam jam tidur berarti kan 18 jam. 57:23 Kalau 18 jam dia merokok satu bungkus 57:26 berarti satu jam satu. 57:27 satu jam satu. Kalau dia merokok dua 57:29 bungkus berarti satu jam dua. Tiga 57:31 bungkus satu jam tiga gitu saja. Heeh, 57:33 oke. 57:34 Ini ada yang bilang dari hamba Allah. 57:37 Suami saya itu tidak bisa tidak merokok 57:39 kalau dia harus 57:42 sedang BAB. 57:44 Tetapi di luar itu dia bisa menahan. Ini 57:47 apa kaitannya dengan adiksi ya? Padahal 57:50 kan di ruangan tertutup kan. 57:52 Jadi gini 57:53 ada yang namanya kebiasaan, ada yang 57:55 namanya kecanduan. Hampir semua orang 57:57 merokok itu karena kecanduan. 57:58 Heeh. 57:59 Tapi ada yang namanya kebiasaan. 58:01 Kalau benar ya maaf saya tidak 58:02 Dibilang mungkin enggak bisa keluar 58:04 kalau dia tidak merokok. 58:05 ini ini saya katakan. Kalau misalnya 58:08 benar dikatakan bahwa dia hanya merokok 58:09 saat BAB artinya di tempat lain enggak 58:11 enggak ngerokok kan. 58:11 Heeh. 58:12 Iya kan? 58:12 Iya. Nah, itu kebiasaan namanya. 58:15 Karena kebiasaan itu sesuatu yang selalu 58:17 dilakukan ya yang selalu dilakukan dan 58:20 menimbulkan sesuatu sebagai sebagai 58:23 efeknya. Misalnya gini ya. 58:25 Eh 58:26 dia sudah terbiasa pegang rokok saat 58:29 BAB. Jadi kalau dia enggak megang rokok 58:31 itu, enggak merokok sulit gitu loh. 58:34 Katakanlah enggak lancar. 58:36 Tidak lancar gitu ya. Ya. Itu karena 58:38 kebiasaan. Heeh. 58:40 Tapi kalau misalnya kebiasaan di dulu 58:41 kebiasaan bisa dirubah. 58:44 Kalau kecanduan sulit. 58:45 ya. 58:45 Kalau kalau kalau kalau kebiasaan bisa 58:47 dirubah. Tapi 58:49 kalau misalnya contoh 58:51 Anda bisa bayangkan kalau orang 58:53 kebiasaan bawa pulpen sama notes ke 58:56 dalam kamar kecil saat BAB. 58:59 Betapa produktifnya dia. 59:03 Heeh. 59:04 Iya kan? Dia nulis gitu. 59:07 Kebiasaan yang tadinya megang rokok 59:08 diganti megang pulpen sama kertas sama 59:10 buku kecil gitu sehingga dia nulis 59:12 kebiasaan. 59:14 Iya kan? 59:14 Iya, ada kreatif yang dibuat ya. 59:16 Bisa ya. Jadi ini kebiasaan. Eh antara 59:18 kebiasaan dengan kecanduan ini memang 59:20 beda ya. Jadi kalau kalau apa eh 59:23 kecanduan memang sulit sekali kambuh. 59:26 Tapi kalau kebiasaan itu bisa dirubah. 59:28 Kebiasaan misalnya contoh ya. Saya saya 59:30 kasih contoh contoh kebiasaan ini ya. 59:32 Ada orang perempuan suka gigitin kuku. 59:35 Ehm 59:36 Ya, gigitin kuku, dia suka gigitin kuku. 59:40 Suatu hari dia sakit perut. 59:43 Katanya dokter atau katanya orang tuanya 59:44 misalnya, ini gara-gara kamu suka 59:46 gigitin kuku. Ada kuman yang masuk dari 59:49 kuku, kotoran di kuku ini, ada kuman 59:51 yang masuk ke perut kamu. Maka itu 59:52 kumannya jadi menjadikan kamu sakit 59:54 perut. Tek, langsung kebiasaan itu bisa 59:56 hilang. Jadi sebab akibatnya ternyata 59:59 ya. Ehm, ada anak yang misalnya 1:00:03 Ehm 1:00:05 Macam-macam ya, jadi kebiasaan ini 1:00:07 banyak. Tapi ya contoh-contoh seperti 1:00:09 itulah. Jadi kalau kebiasaan lebih mudah 1:00:10 dirubah. 1:00:11 Insya Allah ya. 1:00:13 Ehm ini dari Ibu Sri di Kalibata. 1:00:15 Saya lagi dengerin nih siaran Rasil saat 1:00:18 ini bahas masalah rokok. Anak saya 1:00:20 kebetulan dagang sembako. Saya pingin 1:00:23 deh usaha anak saya ini enggak usah 1:00:25 pakai jualan rokok. Boleh dong mohon 1:00:27 doanya ke depan. Amin. 1:00:29 Iya, kita doakan untuk semua pedagang 1:00:31 yang punya niat untuk tidak dagang rokok 1:00:34 bisa terwujud nanti rezekinya 1:00:36 dimudahkan. 1:00:37 Dimudahkan. Dan satu lagi yang tadi saya 1:00:39 katakan 1:00:40 satu motivasi dari beberapa orang yang 1:00:42 saya dengar, karena ada hadis Rasulullah 1:00:44 yang mengatakan siapa yang meninggalkan 1:00:47 sesuatu karena Allah, Allah pasti akan 1:00:49 menggantinya dengan yang lebih baik. 1:00:52 Jadi insya Allah kalau dia meninggalkan 1:00:54 jualan rokok akan diganti rezekinya dari 1:00:56 sumber yang lain gitu ya. 1:00:59 Oke. Ehm yang berikutnya dari Ibu Tini. 1:01:04 Assalamualaikum Pak Fuad. Saya pernah 1:01:07 ditanya sama seorang perokok ketika saya 1:01:10 sampaikan bahwa merokok itu haram. 1:01:13 Jualnya juga 1:01:14 jadi haram. Terus ditanya ada dalilnya 1:01:17 enggak? 1:01:18 Saya enggak berani jawab karena takut 1:01:20 salah. Nah saya cuma bilang merokok itu 1:01:22 perbuatan yang menzalimi orang lain. Dan 1:01:25 diri sendiri juga. 1:01:26 Dan asap dari asapnya. Kemudian orang 1:01:29 itu bertanya lagi, apa sih yang tidak 1:01:31 baik dari rokok? Saya cuma bilang bisa 1:01:34 bikin sendiri, bisa bisa bikin diri 1:01:36 sendiri dan orang lain terpapar sakit. 1:01:40 Saya ingin dapat ilmunya nih bagaimana 1:01:42 kita sampaikan pada orang yang seperti 1:01:44 itu kalau ketemu lagi. Enggak apa-apa. 1:01:47 Iya. Jadi sebetulnya 1:01:49 kalau ngomong dalil banyak Bu, banyak 1:01:50 ya. 1:01:51 Tapi memang tidak ada dalil yang 1:01:53 mengatakan 1:01:55 walau apa katakanlah hadis atau Quran, 1:01:57 ayat Quran yang mengatakan tidak boleh 1:01:59 merokok. Kok dilarang merokok? Kenapa? 1:02:01 Karena zaman Rasulullah belum ada rokok. 1:02:03 Ya, seandainya ada ya, pasti sudah 1:02:07 dilarang karena rokok itu kan benda yang 1:02:09 buruk ya. 1:02:11 Tapi bukan berarti kalau enggak ada 1:02:13 dalil rokok secara khusus itu berarti 1:02:16 rokok itu juga tidak haram ya. Tapi 1:02:17 karena hampir seluruh negara-negara yang 1:02:19 di situ ada Islamnya sudah melarang. 1:02:23 Ehm sudah mengharamkan rokok ini ya. 1:02:26 Banyak sekali negara-negara 1:02:28 minimal mereka memfatwakan si mufti 1:02:31 ataupun 1:02:33 MUI-nya lah di sana gitu ya. 1:02:35 Itu sudah mengatakan 1:02:38 ehm rokok itu haram. 1:02:40 Tugas mereka menyampaikan. 1:02:42 Ya, kalau kalau mereka bertanggung jawab 1:02:44 orang itu juga enggak ngerokok ya bisa 1:02:46 enggak ngerokok itu enggak enggak 1:02:47 mungkin ya. Tapi yang penting mereka 1:02:49 menyampaikan. 1:02:50 Wala talbisul haqqa bil batil, jangan 1:02:52 kau campur adukkan antara yang hak dan 1:02:54 yang batil. 1:02:56 Itu juga harus terkena itu. Tapi kalau 1:02:58 jadi ke pertama saya katakan kalau dalil 1:03:00 rokok secara khas, secara khusus tidak 1:03:02 ada. Tapi sekarang kita coba 1:03:06 segala sesuatu yang berbahaya, 1:03:07 membahayakan orang lain dan berbahaya 1:03:09 bagi diri sendiri itu haram. La dharar 1:03:11 wala dhirar itu ada dalam hadisnya. 1:03:14 Ya, jadi kita tidak boleh membahayakan 1:03:16 diri sendiri dan orang lain. 1:03:18 Itu ada. Jadi kalau kita kita yakin 1:03:20 enggak kalau rokok itu berbahaya bagi 1:03:21 kesehatan? Di situ baliknya ke situ ya 1:03:23 kan. 1:03:24 Kemudian 1:03:25 dari sisi ehm ehm penggunaan uang 1:03:30 misalnya 1:03:31 itu termasuk mubazir. 1:03:33 Karena rokok itu tidak ada gunanya. Jadi 1:03:36 kalau kita memberi membeli rokok, 1:03:38 membeli sesuatu dengan rezeki yang 1:03:40 diberikan oleh Allah kemudian kita 1:03:41 gunakan untuk membeli rokok itu termasuk 1:03:44 mubazir. Mubazir. Mubazir itu artinya 1:03:47 menghambur-hamburkan harta untuk sesuatu 1:03:48 yang tidak berguna. Nanti ngeyel lagi 1:03:50 Mbak. 1:03:51 Loh, ada gunanya rokok. Saya tuh kalau 1:03:53 enggak kerja kalau enggak ngerokok 1:03:55 enggak bisa kerja. Gitu kan. Jadi 1:03:57 sebetulnya itu kan karena dia sudah 1:03:58 kecanduan. Buktinya banyak 1:04:00 saudara-saudara kita yang tidak merokok 1:04:01 tapi bisa bekerja dengan baik. Gitu kan. 1:04:04 Ya jadi 1:04:05 ehm kalau Anda memang tidak merokok ya 1:04:07 Anda enggak akan membutuhkan rokok gitu. 1:04:08 Tapi kalau mau Anda sudah merokok ya 1:04:10 berhentilah, coba berhenti supaya tidak 1:04:12 mengeluarkan uang untuk hal-hal yang 1:04:14 tidak guna. Jadi artinya dari sisi 1:04:16 kemubaziran ya, wala tubadzir tabdziran 1:04:20 innal mubadzirina kanu ikhwanus syayatin 1:04:24 itu di surat Al-Isra ada disebutkan 1:04:26 bahwa janganlah kau memubazirkan, 1:04:29 menghambur-hamburkan harta karena 1:04:30 orang-orang yang melakukan mubazir itu 1:04:33 adalah saudara-saudaranya 1:04:35 setan. Mau jadi saudaranya mereka? Bukan 1:04:38 saudara, bukan teman loh. Mau jadi 1:04:40 saudaranya mereka. Itu dari sisi tadi ya 1:04:43 sudah dari sisi yang yang buruk eh tidak 1:04:46 membahayakan dan 1:04:47 diri sendiri dan orang lain ya. La 1:04:48 dharar wala dhirar. Kemudian 1:04:52 kita juga menghindarkan diri dari 1:04:53 melakukan hal yang sia-sia. 1:04:55 Di surat Al-Mukminun 1:04:57 bismillahirrahmanirrahim qad aflahal 1:04:59 mukminun alladzina hum fi salatihim 1:05:01 khasyi'un walladzina hum anil laghwi 1:05:05 mu'ridhun. 1:05:07 Beruntunglah orang-orang yang beriman 1:05:09 yaitu orang-orang yang khusyuk dalam 1:05:11 salatnya. Yang kedua dikatakan 1:05:13 orang-orang yang 1:05:15 berpaling dari hal-hal yang sia-sia. 1:05:17 Nah. Iya ya. Biasanya tanpa kita sadari. 1:05:20 enggak boleh melakukan hal yang sia-sia. 1:05:22 Siapa yang enggak boleh ya berarti itu 1:05:24 dilarang. Kalau kita dilarang berarti 1:05:26 haram kan gitu kan. Tahu enggak sih 1:05:27 kalau itu sia-sia? 1:05:29 Iya. Banyak di antara kita yang mungkin 1:05:32 tidak terlalu menyadari ada kesia-siaan 1:05:36 pada hal-hal yang kelihatannya sepele. 1:05:39 Jadi kalau kita amar ma'ruf nahi munkar 1:05:42 terkait dengan merokok keren banget ya. 1:05:45 Amar ma'ruf itu banyak orang memilih 1:05:47 jalur amar ma'ruf itu. Tapi nahi munkar 1:05:49 enggak banyak. Seperti itu ya. 1:05:51 nahi munkarnya. 1:05:53 Oke, ini dari Bunda Fajar di Bekasi. 1:05:56 Boleh enggak sih Pak Fuad kalau hisapan 1:05:58 yang 9 senti ini dibilang racun yang 1:06:01 dinikmati oleh mereka yang belum ngerti. 1:06:04 Tapi juga yang belum takut akan 1:06:06 bahayanya. Gini, kalau saya bilang boleh 1:06:09 ya boleh ya. Tapi masalahnya 1:06:10 orang itu menikmati rokok itu kalau dia 1:06:13 sudah kecanduan. 1:06:15 Orang yang enggak kecanduan, maaf ya 1:06:17 Bunda Fajar misalnya misalnya di depan 1:06:20 Anda ada orang yang ngerokok. Kemudian 1:06:22 Anda ambil rokok itu, Anda hisap. Rokok 1:06:25 itu enggak enak. Pahit, mual, batuk. 1:06:30 Pokoknya enggak enak rokok itu. 1:06:32 Nikmatnya rokok itu ketika orang itu 1:06:35 sudah kecanduan. 1:06:37 Kenapa nikmat di sini? Nikmat apa? 1:06:38 Nikmatnya sama dengan pisang goreng? Ya 1:06:40 enggak. 1:06:41 Nikmatnya rokok itu karena aspek 1:06:43 kecanduannya. Jadi bukan zatnya rokok 1:06:46 itu enak, jangan salah ya. Jangan salah. 1:06:48 Rokok itu aslinya enggak enak. Yang 1:06:51 membuat enak itu adalah 1:06:53 kecanduannya. Setelah setelah Anda 1:06:54 kecanduan maka otak Anda akan 1:06:57 membutuhkan itu. Ketika Anda merokok 1:06:59 nikotinnya sampai ke otak akan menum 1:07:02 menimbulkan efek dopamin. Dopamin itu 1:07:05 hormon di otak yang membuat orang merasa 1:07:07 senang, bahagia, puas, santai, kenyang, 1:07:11 tenang, enggak ngantuk dan sebagainya. 1:07:14 Nah ketika Anda ngerokok zat nikotin 1:07:16 sampai ke otak menimbulkan itu, dopamin. 1:07:19 Gitu loh. Nah itu yang di situ akan 1:07:21 membuat rileks, membuat nyaman gitu ya 1:07:23 ketika rokok asap rokok nikotinnya sudah 1:07:26 sampai ke otak. Jadi orang itu 1:07:27 kecanduan. Jadi kalau orang enggak kalau 1:07:30 orang enggak kecanduan kalau misalnya 1:07:31 orang misalnya Mbak Nunung ini ada orang 1:07:33 ngerokok di rokoknya di asbak diambil 1:07:36 dihisap pasti enggak enak. 1:07:38 Pasti batuklah minimal pahit rasanya 1:07:40 enggak enak. Jadi nikmatnya rokok itu 1:07:42 ketika orang itu sudah kecanduan. 1:07:44 Hanya ketika sudah nyandu. Untuk 1:07:47 menghindari itu enggak usah coba-coba. 1:07:48 Enggak usah coba-coba. Karena kalau 1:07:49 nyoba ya pasti Tapi seperti yang tadi 1:07:51 kita kita belum selesai tadi. Jadi kan 1:07:52 dikatakan apa kenikmatan apa tadi? 1:07:55 Sia-sia. Yang 1:07:57 dinikmati coba. 1:07:58 Saya mau supaya clear gitu. Ehm sudah 1:08:02 pindah ke nama lain sebentar ya. Tadi 1:08:04 Ibu Fajar 1:08:06 ya. Bunda Fajar. 1:08:08 Oke, dibilang racun yang dinikmati. 1:08:11 Tetapi dinikmati oleh mereka yang memang 1:08:14 belum ngerti dan belum takut akan 1:08:17 bahayanya. Kalau dibilang belum ngerti 1:08:19 ya juga. 1:08:20 Karena saya maaf ya dokter spesialis itu 1:08:24 banyak yang ngerokok. Enggak mungkin ya 1:08:26 enggak ngerti. 1:08:26 Enggak ngerti. 1:08:28 Jadi artinya gini, ketika orang itu 1:08:30 sudah kecanduan ya memang mau dokter, 1:08:31 mau presiden, mau apa ya sudah sulit ya 1:08:34 karena memang sudah faktor kecanduan itu 1:08:35 memang di situlah letaknya. 1:08:38 Jadi wahai para perokok 1:08:41 semoga segera sadar dengan menyimak 1:08:43 acara ini karena merokok merusak 1:08:45 kesehatan dan merusak kantong Anda. Ini 1:08:47 gongnya dari Ibunda Fajar. Oh gitu. 1:08:50 Oke, yang berikutnya tadi dari ehm mana? 1:08:54 Lupa tuh. 1:08:55 Ya sambil dicari Mbak Nunung ya. Saya 1:08:57 saya sampaikan nomor telepon saya. 0811 1:09:03 866 1:09:06 411 1:09:08 Sekali lagi ya disiapkan pulpennya 1:09:10 barangkali tadi belum siap. 1:09:12 0811 1:09:14 Ehm 866 1:09:17 411 1:09:19 Tolong jangan nelpon sekarang. Saya 1:09:21 sering kalau keluar dari siaran pasti 1:09:24 WA saja dulu. Anda lebih baik WA saya 1:09:26 yang telepon ya. Enggak usah telepon ke 1:09:28 saya karena kita lagi di studio, kan. 1:09:31 Jadi, Anda WA saja, "Pak, saya tolong 1:09:34 diberikan info tentang masalah apa?" 1:09:36 Nanti saya saya yang telepon Anda. 1:09:39 Sekali lagi 0811866411. 1:09:45 Ya, kalau ketinggalan entar di ujung 1:09:47 saya sebutkan lagi. 1:09:49 Oke, ini masih ada waktu kita coba 1:09:51 lanjut ke 1:09:54 pertanyaan dari 1:09:57 tunggu sebentar, ya. 1:10:01 Hilang, hilang datang. Nah, 1:10:04 bagaimana kalau kita semua cari menantu 1:10:08 yang enggak perokok, hal ibu-ibu. Oh, 1:10:11 ini dari 1:10:12 ibunda pasti, ya. Ini saran saja kepada 1:10:15 ibu-ibu, kalau bisa kita cari menantu 1:10:17 persyaratannya adalah bukan perokok. Itu 1:10:20 sudah dilakukan, banyak sekali yang 1:10:22 melakukan, ya. 1:10:23 Jadi, ee 1:10:24 beberapa waktu yang terakhir ini, kalau 1:10:26 enggak salah 2 minggu atau 3 minggu yang 1:10:28 lalu ada pasien datang ke rumah saya, 1:10:29 anak muda, gagah, cakep. 1:10:32 "Anda sudah menikah?" ketika saya tanya 1:10:34 begitu. 1:10:35 "Belum, Pak." 1:10:36 Dikira akan selesai pertanyaannya di 1:10:38 situ. 1:10:40 "Apa dalam waktu dekat Anda akan 1:10:42 menikah?" 1:10:43 "Iya, Pak." 1:10:44 Terus? 1:10:44 "Berarti calon istri Anda minta Anda 1:10:46 supaya berhenti merokok?" "Iya, Pak." 1:10:47 Oh, jadi datangnya untuk itu, ya. Keren. 1:10:50 tapi saya bilang, ya, saya enggak akan 1:10:52 berhenti di situ. Saya jelaskan 1:10:55 bagaimana memulai hidup, ya. 1:10:57 Bagaimana Anda memulai hidup ber bersama 1:11:01 maksudnya hidup rumah tangga 1:11:04 bersama orang yang tidak menyukai 1:11:06 perilaku Anda. 1:11:07 Ini kan enggak bagus gitu loh. Kalau 1:11:09 bisa kita memulai hidup bersama ini 1:11:12 sudah saling saling cocok gitu loh. 1:11:16 Jadi, kalau enggak sebenarnya enggak 1:11:17 salah kalau Anda mengatakan, "Saya tidak 1:11:19 saya enggak akan menikah sama kamu kalau 1:11:20 kamu masih merokok." Enggak ada salah 1:11:21 enggak salah. 1:11:23 "Karena saya enggak mau." 1:11:25 Iya, iya. 1:11:26 Enggak salah. Jadi, kalau karena kalau 1:11:29 risikonya ya kalau 1:11:30 saya mau ya berarti resikonya akan saya 1:11:33 tanggung berupa kising and 1:11:36 Enggak usah ke situ lah. 1:11:38 Tapi kita kan Anda akan menjadi orang 1:11:40 yang sepanjang hidup Anda di rumah 1:11:42 tangga akan 1:11:43 Iya, iya. kebawa asap rokok, ya. 1:11:45 Ini ada 1:11:47 dukungan anjuran dari Pak Sofyan, ya. 1:11:51 "Pak Fuad, semoga dirahmati Allah. Untuk 1:11:53 mencegah perokok baru yang penting 1:11:55 adalah keteladanan. Karena saya amati 1:11:58 setiap keluarga yang orang tuanya enggak 1:12:00 merokok, anaknya enggak merokok. 1:12:02 Meskipun tadi ada yang di antara 1:12:03 Iya, iya, ada sedikit. Dan saya sendiri 1:12:05 alhamdulillah enggak merokok. Anak saya 1:12:07 usianya 20 tahun enggak merokok loh. 1:12:09 Jadi, kalau menurut saya solusinya 1:12:11 keteladanan, benar enggak tuh?" 1:12:12 Iya. Ya, benar tapi tidak mutlak. He he. 1:12:15 Ya, artinya apa yang Anda katakan benar 1:12:17 karena orang tuanya enggak merokok 1:12:18 biasanya anaknya juga enggak merokok, 1:12:20 apalagi orang tuanya 1:12:21 memahami tentang masalah rokok sehingga 1:12:24 dia selalu memberikan informasi yang 1:12:25 lengkap dan benar sehingga anaknya tidak 1:12:27 terpancing untuk mencoba, ya. 1:12:30 Tapi di luar sana banyak sekali 1:12:32 orang-orang yang dia 1:12:34 apa namanya, orang tuanya tidak merokok 1:12:36 tapi anaknya banyak yang merokok itu 1:12:38 banyak. Tapi 1:12:39 ee Pengaruh peer group, ya, biasanya. 1:12:41 group, ya. Teman-teman sekolah itu 1:12:43 banyak yang menjadikan anaknya jadi 1:12:45 perokok. 1:12:46 Ada seorang ibu yang melapor, "Benar 1:12:48 banget apa yang dikatakan Pak Fuad tadi, 1:12:50 rokok memang pahit, enggak enak. Saya 1:12:52 pernah kok coba-coba merokok yang punya 1:12:55 bapak." 1:12:57 "Alhamdulillah kapok." katanya. 1:12:59 Kapok untung. Tadi barusan saya dengar 1:13:02 operator kita juga bilang pernah nyoba 1:13:04 pahit gitu, ya. Iya. 1:13:05 Jadi, gini. 1:13:06 Ee ini ada satu hal yang harus 1:13:08 diketahui, ya. 1:13:09 Ketika anak remaja, 1:13:11 ya. 1:13:12 Kalau ditanyakan misalnya anak anak SMP 1:13:14 atau SD gitu, ya. 1:13:15 "Pernah enggak kamu nyoba merokok?" 1:13:17 "Pernah nyoba." Rasanya apa? Pasti dia 1:13:18 bilang manis. 1:13:20 Manis? How come? 1:13:22 Karena di rokok itu dikasih gula. 1:13:25 Oh, ya? 1:13:26 Ya. 1:13:27 Oh, oh. Jadi, 1:13:29 di tempat yang dihisap itu dikasih gula. 1:13:33 Itu yang membuat anak-anak itu merasa 1:13:35 bahwa rokok itu manis. He he he. Supaya 1:13:37 kan itu kertas, ya, Mbak, ya. Iya. 1:13:39 Kertas itu kan pasti rasanya enggak enak 1:13:41 gitu kalau dia. Jadi, sama dia sengaja 1:13:43 sama pabrik rokok hampir semua rokok itu 1:13:45 ada mengandung gula karena itu dihisap. 1:13:48 Jadi, tempat yang dihisap itu dikasih 1:13:49 gula supaya manis. 1:13:51 Jadi, kalau anak kecil anak SD yang suka 1:13:53 nyobain rokok ditanya, "Apa rasanya 1:13:55 rokok?" Pasti dia bilang manis. 1:13:58 Iya, iya. Ee tapi manisnya itu ya itu 1:14:00 tadi, begitu dia sudah kecanduan ya 1:14:03 sudah dia akan merokok terus untuk 1:14:05 mendapatkan 1:14:06 adiksi pada 1:14:07 Betapa parahnya yang namanya candu. 1:14:10 Dia bisa menjebak siapapun, secerdas 1:14:13 apapun dia, 1:14:15 entah perannya apa, titelnya mungkin 10 1:14:18 jejer-jejer, tapi kalau yang namanya 1:14:19 sudah nyandu, 1:14:21 ya sudah. 1:14:22 Dan ini ada pertanyaan yang 1:14:25 mudah-mudahan tidak menimbulkan 1:14:29 rasa tidak nyaman. 1:14:31 "Pak Fuad, banyak ustaz kita yang 1:14:33 merokok. 1:14:35 Apakah mereka tidak tahu bahwa ini 1:14:37 merugikan bukan hanya diri sendiri tapi 1:14:39 juga orang lain. 1:14:42 Sedih rasanya, ya, Pak Fuad. 1:14:44 Terus di bawahnya dituliskan juga, 1:14:47 kita bisa enggak sih berdoa semuanya 1:14:49 serentak agar orang-orang yang kita 1:14:51 kasihi, hamba Allah, tidak merokok?" 1:14:55 Sebetulnya kalau dikatakan bahwa banyak 1:14:58 ustaz-ustaz kita yang merokok, betul, 1:15:00 ya. Tapi saya yakin lebih banyak yang 1:15:02 tidak merokok, khususnya yang muda-muda 1:15:04 sekarang ini, ya. Itu mereka 1:15:06 bersih, mereka hidupnya bersih, tidak 1:15:08 merokok. 1:15:08 terlanjur mungkin masih adiktif. Masih, 1:15:10 masih ada. Dan itu itu 1:15:12 saya pernah saya pernah ketemu sama 1:15:15 almarhum dulu sebelum waktu masih beliau 1:15:16 masih ada, ee Ali Mustafa Yakub, beliau 1:15:20 bilang, "Pak Fuad, di Bogor sini nih, 1:15:22 Pak, ada ustaz 1:15:24 yang dia itu kalau ngaji, ceramah, lagi 1:15:26 taklim sama ibu-ibu itu, 1:15:28 dia mau ngisap rokok di di tengah 1:15:30 ibu-ibu yang lagi taklim tadi. Dia 1:15:31 tanya, "Bu ibu, 1:15:33 rokok ini hukumnya gimana?" "Haram." 1:15:35 "Nah, tapi sekarang saya kalau kalau 1:15:36 ngajar enggak ngerokok enggak bisa 1:15:37 ngajar." gitu. 1:15:39 Masya Allah. Itu Pak Ustaz almarhum Ali 1:15:42 Mustafa Yakub pernah mengatakan pada 1:15:43 saya gitu di di Bogor ini. 1:15:45 Nah, 1:15:46 ee tadi 1:15:49 yang saya katakan lebih banyak yang 1:15:51 enggak merokok. Kenapa? Karena 1:15:53 ee ketika fatwa tentang haramnya merokok 1:15:57 itu 1:15:58 dirundingkan 1:16:00 tahun 2009, 1:16:03 itu 1:16:04 83% 1:16:06 ulama kita menyatakan haram mutlak. 1:16:09 He he. 1:16:11 83%. 1:16:13 Iya. Dan yang 17% mengatakan makruh. 1:16:16 Bukan haram bukan bukan boleh loh. He he 1:16:19 jadi di antara makruh dan haram. 1:16:21 Haram. 1:16:22 Padahal yang yang yang makruh itu kalau 1:16:24 diteruskan jadi haram. 1:16:26 Jadi, artinya 1:16:27 lebih banyak ustaz-ustaz atau 1:16:28 ulama-ulama yang tidak merokok 1:16:30 sebetulnya. Hanya saja karena yang 1:16:33 merokok ini 1:16:34 ketitik gitu loh. Yang jadi itu, ya. 1:16:37 Iya, karena 1:16:38 mosok ustaz merokok? Nah, gitu. Jadi, 1:16:41 seolah-olah kebanyakan mereka merokok. 1:16:43 Iya, sebetulnya para guru pun karena ada 1:16:46 beberapa anak 1:16:48 sekolah yang bilang, "Lah, Pak guru aja 1:16:50 ngerokok di kelas, masa kita enggak 1:16:52 boleh?" Oh, 1:16:53 itu enggak boleh itu. Enggak mungkin 1:16:55 bukan sekarang, ya, beberapa waktu yang 1:16:56 lalu. 1:16:56 mungkin dalam waktu dulu. Kalau sekarang 1:16:58 merokok di kelas itu wah, dosa besar 1:17:00 itu. Jadi, enggak ada guru yang ngerokok 1:17:02 di kelas, ya? Harusnya enggak ada. Kalau 1:17:04 itu disampaikan, kalau memang ada, 1:17:06 misalnya Anda orang tua dan anak Anda 1:17:08 mengatakan bahwa Pak guru ngerokok di 1:17:10 kelas, sampaikan ke Dinas Pendidikan 1:17:13 bahwa Banyak undang-undang di Republik 1:17:15 Indonesia ini yang menyampaikan terkait 1:17:18 dengan larangan rokok di tempat-tempat 1:17:20 tertentu, kemudian juga 1:17:22 Ya, itu namanya kawasan tanpa rokok. Itu 1:17:24 ada tujuh. 1:17:25 Ya, ee apa namanya, kawasan kesehatan. 1:17:29 He he. Itu termasuk dari mulai rumah 1:17:31 sakit, puskesmas, klinik, itu semua 1:17:34 bebas. Bebas rokok bukan bebas merokok, 1:17:37 ya. Ya, bebas rokok. Kemudian sarana 1:17:40 pendidikan. 1:17:42 Sekolah dari perguruan tinggi sampai TK 1:17:44 itu He he. haram apa namanya, dilarang 1:17:46 merokok, ya. Kemudian sarana tempat 1:17:49 bermain anak. 1:17:51 Iya. 1:17:51 Itu juga enggak boleh merokok. Itu itu 1:17:52 ada memang itu aturannya ada, tapi 1:17:54 mungkin belum di seluruh Indonesia. 1:17:57 Ada tujuh tempat itu dan tempat tempat 1:17:59 kerja, ya. Kemudian ada lagi ee 1:18:04 tempat ibadah. 1:18:06 Tempat ibadah dari mulai masjid sampai 1:18:08 langgar sampai musala itu harusnya tidak 1:18:11 boleh orang merokok. Itu aturannya 1:18:12 begitu. 1:18:14 Jadi, aturannya sudah dibuat, insya 1:18:16 Allah kalau disadari dan dilaksanakan 1:18:20 akan lebih banyak yang terlindungi. Iya. 1:18:24 Karena 1:18:25 asap rokok bagi orang-orang yang enggak 1:18:27 merokok itu saja yang disebut apa, 1:18:29 negatif tadi, pasif pasif saja jelek 1:18:32 sekali, ya. 1:18:33 Kemudian em waktu kita sudah ada di 1:18:36 penghujung, tampaknya 1:18:38 banyak keluhan-keluhan 1:18:40 bagaimana caranya menghentikan kebiasaan 1:18:43 merokok orang-orang tercintanya. Sekali 1:18:45 lagi tadi 1:18:47 ada yang bisa Anda hubungi nomor ini 1:18:49 karena beliau memberikan terapi untuk 1:18:51 berhenti merokok, tapi yang jelas yang 1:18:54 utama 1:18:55 harus ada niat terlebih dahulu, ya. Di 1:18:58 0811 1:19:00 sudah pegang bolpoin, ya. 0811866 1:19:06 411. 1:19:08 Sekali lagi 0811866411. 1:19:14 Nomor Pak Fuad ini bisa Anda WA dulu 1:19:16 kalau ada sesuatu yang mungkin nanti 1:19:18 bisa di ee Saya akan hubungi, ya. bahas, 1:19:21 oke. Silakan kita rangkum bahasan kita 1:19:24 tentang bagaimana sulitnya menyiapkan 1:19:27 generasi muda kita tanpa 1:19:30 rokok. Oke. 1:19:31 Ehm, insya Allah ini 1:19:33 menyingkat, meringkas apa yang kita 1:19:36 sampaikan, kita angkat hari ini 1:19:37 topiknya, 1:19:38 bahwa khususnya di Indonesia sangat 1:19:40 sulit 1:19:42 mendambakan ataupun menginginkan 1:19:43 generasi muda kita bebas dari rokok ini, 1:19:46 sulit. Khususnya di sini, karena eh 1:19:50 pemerintah kita masih belum tegas 1:19:53 mengendalikan, bukan melarang loh ya. Di 1:19:56 seluruh dunia tidak dilarang merokok, 1:19:58 saya jamin. 1:19:59 Tapi dikendalikan, dikendalikan kenapa? 1:20:01 Karena rokok itu berbahaya. Dengan asap 1:20:03 tadi itu ya. 1:20:04 bagi perokoknya maupun jadi bagi yang 1:20:06 lain tidak merokok di sekelilingnya. 1:20:08 Artinya aturan-aturannya jelas, 1:20:10 rokok itu dibikin harganya mahal 1:20:13 supaya tidak terjangkau oleh anak-anak 1:20:16 Iya. dan orang-orang miskin. Bagus dong. 1:20:19 Yang kedua, iklan rokok dilarang total, 1:20:22 karena iklan rokok itu mengarah pada 1:20:23 anak-anak, pada perokok pemula. Ehm, 1:20:26 ehm. Ya. Kemudian yang ketiga, kawasan 1:20:28 tanpa rokok itu untuk melindungi haknya 1:20:31 orang yang tidak merokok. 1:20:33 ehm, ehm. Jadi Anda yang merokok punya 1:20:34 hak, boleh, tapi jangan mengganggu 1:20:36 haknya orang lain. Anda merokoklah 1:20:38 dengan tanggung jawab di luar sana, gitu 1:20:40 ya. Jadi artinya di tempat-tempat 1:20:41 tertentu, di ruang tertutup, di ruang 1:20:43 kerja, di ruang lain enggak boleh 1:20:44 merokok. 1:20:45 Yang keempat adalah memberikan informasi 1:20:47 eh dalam bentuk gambar-gambar di 1:20:49 bungkus-bungkus rokok. 1:20:51 Nah, 1:20:52 di Indonesia 1:20:54 kita masih sangat sulit mengharapkan ini 1:20:56 semua, karena saya katakan tadi masih 1:20:59 ada kepentingan-kepentingan tertentu 1:21:00 dari sebagian orang, 1:21:03 bagian 1:21:04 apa, eh pihak, gitu ya. Nah, tapi kita 1:21:08 sebagai orang tua, kita sebagai eh 1:21:11 masyarakat, kita juga wajib memberikan 1:21:14 perlindungan. 1:21:15 Ya. Kenapa saya katakan wajib memberikan 1:21:17 perlindungan? Kepada siapa? Kepada 1:21:18 keluarga kita, dengan cara apa? Dengan 1:21:20 cara tidak merokok di dalam rumah. 1:21:22 Kalau Anda merokok di dalam rumah dan 1:21:24 menyebabkan 1:21:26 keluarga Anda sakit, 1:21:28 kalau sampai mati gara-gara penyakit 1:21:31 akibat rokok yang Anda sebarkan, ini 1:21:32 dosanya enggak habis-habis ini. Astaga. 1:21:35 Bagaimana Anda menyebabkan kematian 1:21:36 orang karena asap rokok Anda? Dan itu 1:21:38 sudah sering kali terjadi. 1:21:42 Kemudian 1:21:43 eh caranya yang yang tadi sudah saya 1:21:45 katakan, 1:21:47 jangan merokok di dalam rumah, karena 1:21:48 bukan hanya karena asap rokoknya saja, 1:21:50 tapi juga anak-anak Anda melihat 1:21:52 perilaku merokok Anda dan ini akan 1:21:54 cenderung ditiru oleh anak-anak itu. 1:21:56 Hampir semua anak kecil yang merokok 1:21:58 adalah orang tuanya merokok. Ya. 1:22:01 Jadi 1:22:03 eh anak paling kecil yang pernah saya 1:22:05 terapi itu merokok di usia 2 tahun. 1:22:08 Heeh. Ya. Jadi pasien saya pernah juga 1:22:11 mengatakan, "Saya pengin berhenti 1:22:13 merokok, Pak." Motivasinya apa? 1:22:14 Motivasinya karena sekarang anak saya TK 1:22:16 sudah mulai merokok. 1:22:18 Ya, jadi banyak nih. Dan seperti yang 1:22:20 saya katakan tadi, pertumbuhan perokok 1:22:21 di Indonesia memang sangat cepat, 1:22:23 khususnya di kalangan anak-anak dan 1:22:24 remaja. 1:22:26 Kemudian yang berikutnya adalah bebaskan 1:22:29 as, eh bebaskan rumah Anda dari segala 1:22:32 atribut yang mengarah kepada rokok. Jadi 1:22:36 asbak, jangan ada asbak di dalam rumah. 1:22:39 Di dalam rumah jangan ada asbak. Kalau 1:22:41 misalnya nanti tamu mengatakan, "Oh, di 1:22:43 sini enggak ada asbak ya?" Oh, iya, 1:22:44 tidak ada asbak karena kami tidak 1:22:46 merokok, sehingga kami tidak merokok di 1:22:48 dalam, enggak ada yang merokok di dalam 1:22:49 rumah, maka tidak menyediakan asbak. 1:22:51 Kalau Anda ingin merokok, silakan Anda 1:22:53 merokok di depan, di teras di sana, ya, 1:22:55 asbaknya gede tuh, kiloan per kilo-kilo. 1:22:58 Artinya tidak merokok di dalam rumah 1:23:00 kita ya, di kebun apa di mana, tapi 1:23:02 kalau kita sendiri memang sudah tidak 1:23:03 merokok, mungkin lebih mudah, karena 1:23:04 kita tidak menyediakan asbak, karena 1:23:06 memang kita tidak menggunakan asbak. 1:23:08 Jadi jangan sampai Anda menyediakan as, 1:23:10 Anda tidak merokok, tapi memfasilitasi 1:23:13 orang untuk merokok dengan menyediakan 1:23:16 asbak. Ini sangat buruk sekali ya. Dan 1:23:19 kemudian berikan informasi yang lengkap 1:23:21 dan benar kepada anak-anak. Tentu saja 1:23:23 kita harus kreatif, cari informasi yang 1:23:26 lengkap banyak melalui buku-buku, 1:23:28 melalui 1:23:30 internet ya, karena saya juga banyak 1:23:32 menulis buku-buku tentang masalah rokok 1:23:34 ya. Buku-buku ini 1:23:36 eh bisa Anda baca untuk menambah 1:23:38 khasanah pemikiran Anda tentang masalah 1:23:39 rokok, sehingga Anda bisa melakukan 1:23:41 sesuatu kepada anak-anak, menjelaskan 1:23:43 kepada mereka supaya mereka tidak 1:23:46 terjerumus menjadi perokok. Kalau sudah 1:23:48 terjerumus sulit sekali berhentinya. 1:23:50 Jadi 1:23:51 eh 1:23:53 kalau Anda memang perokok, berhentilah 1:23:56 sebelum diberhentiin sama rokoknya. 1:23:59 Demikian dari saya hari ini. Terima 1:24:01 kasih, Pak Buat Baraja untuk eh 1:24:04 kehadirannya yang mempersuasi kita untuk 1:24:07 lebih sadar diri. Yang jelas merokok 1:24:09 merupakan pemborosan nasional, 1:24:12 karena terus terang banyak sekali 1:24:15 yang membuat potensi sumber daya manusia 1:24:17 anak bangsa ini menjadi melemah dan ya, 1:24:21 itu berarti masa depan ada di dalam 1:24:23 ambang ketidaknyamanan. Terima kasih 1:24:25 untuk peduli Anda, 1:24:27 buang asbak dari rumah ya. 1:24:29 Dan semua yang kita cintai, 1:24:32 mudah-mudahan terhindar dari terus 1:24:35 kecanduan benda satu ini. Billahi taufik 1:24:38 wal hidayah, wassalamualaikum 1:24:40 warahmatullahi wabarakatuh. 1:24:41 Waalaikumsalam.