Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Para hadirin,
- jemaah Masjid Silaturahim serta
- para siswa
- Insan Mandiri
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Alhamdulillah wa syukurillah
- pada pada pagi hari ini
- kita masih diberikan taufik dan hidayah
- oleh Allah Subhanahu wa taala untuk
- menjalankan
- segala perintah Allah Subhanahu wa taala
- dan menjauhkan larangannya.
- Para hadirin sekalian
- Surah Al Baqarah
- ayat 62 yang dibacakan tadi
- dan juga
- ada surah yang mirip dengan itu dengan
- sedikit berbeda redaksi
- yaitu Surah Al Maidah
- Al Maidah ayat 69.
- Kedua surah ini
- sering
- dijadikan
- argumen
- oleh orang-orang liberal
- sebagai dalil, sebagai hujjah
- bahwasanya
- semua agama itu sama.
- Bahwasanya
- yang penting
- kita beriman dan beramal saleh, seperti
- itu.
- Enggak perlu menjadi muslim.
- Dan
- ayat yang dibacakan
- yaitu Surah Al Baqarah ayat 62 ini.
- Biasa memang mereka selalu mengambil
- penggalan-penggalan ayat
- kemudian
- tidak
- dikaitkan dengan ayat-ayat yang lain
- kemudian
- memberikan penafsiran-penafsiran
- sesuai dengan
- kemauannya diri sendiri atau hawa
- nafsunya atau golongannya.
- Bagaimana sebenarnya
- tentang ayat
- 62 dari Surah Al Baqarah ini maupun ayat
- 69 dari Surah Al Maidah
- yang berbunyi
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Innalladzina amanu
- walladzina hadu wan nasoro
- was sobiina man amana billahi wal yaumil
- akhiri wa amila sholiha
- falahum ajruhum inda robbihim wala
- khaufun alaihim wala hum yahzanun.
- Sesungguhnya orang-orang yang beriman
- dan orang-orang Yahudi
- dan orang-orang Nasoro, Nasrani
- was sobiin dan orang-orang Sabiin
- nanti kita terangkan Sabiin itu apa.
- Man amana billahi wal yaumil akhir
- barangsiapa diantara mereka yang beriman
- kepada Allah dan yaumil akhir
- wa amila sholihan dan beramal saleh
- falahum ajruhum inda robbihim
- maka bagi mereka akan mendapat ganjaran
- di sisi Tuhan mereka
- wala khaufun alaihim wala hum yahzanun
- dan mereka tidak akan merasa takut dan
- tidak akan merasa sedih nanti di yaumil
- kiamat.
- Jadi di sini dikatakan sesungguhnya
- orang yang beriman
- orang Yahudi, Nasrani maupun Sabiin
- semuanya itu akan selamat katanya jika
- mereka beriman dan beramal saleh.
- Artinya yang penting kita baik
- ya agama kita apapun
- ya kita akan selamat baik dan beramal
- beriman katanya dengan yaumil akhir.
- Apakah seperti ini pengertiannya? Lalu
- bagaimana dengan ayat-ayat yang lain
- yang tadi juga dibacakan
- dalam Surah Ali Imran wa may yabtaghi
- ghairal islami dinan fala yuqbala minhu
- wa huwa fil akhirati minal khosirin.
- Barangsiapa
- yang mencari selain Islam sebagai apa
- agama
- fala yuqbala minhu maka tidak akan
- diterima darinya
- wa huwa fil akhirati minal khosirin dan
- dia di akhirat nanti termasuk
- orang-orang yang merugi.
- Apakah terdapat paradoks antara
- dua ayat ini?
- Tentu tidak ya.
- Alquran saling menafsirkan satu dengan
- yang lainnya.
- Kalau kita baca asbabun nuzul dari
- Surah
- Al Baqarah ayat 62 ini
- diceritakan bahwasanya
- Salman Al Farisi yang kita ketahui
- seorang sahabat Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam yang berasal
- dari Persia
- dia adalah
- sebelum datang ke Madinah orang yang
- ingin mencari kebenaran.
- Dia termasuk dari keluarga pejabat. Dia
- berteman baik dengan anak
- eh pejabat juga.
- Dia sering
- keluar dari rumah
- berjalan-jalan ke sana kemari
- akhirnya pada suatu waktu dia mendapati
- di satu kemah
- ada seorang yang sedang membaca kitab
- kitab Taurat sambil menangis.
- Dia tertarik kemudian dia datangi.
- Kemudian kata pendeta tersebut jika kamu
- benar-benar ingin mengetahui tentang apa
- yang saya baca
- mari saya terangkan.
- Kemudian mulailah si pendeta itu
- menerangkan tentang agama
- eh
- Nasrani yang di
- bawa, yang di anut oleh si pendeta tadi.
- Akhirnya
- Salman Al Farisi tertarik dan mengikuti
- agama orang tersebut. Asalnya dia
- seorang Majusi
- ya penyembah api.
- Kemudian diterangkan tentang hal-hal
- yang haram, hal-hal yang haram, apa yang
- harus dikerjakan dan seterusnya.
- Pada suatu waktu
- ya
- si pejabat tadi, si pejabat temannya
- ayahnya dari temannya tadi mengadakan
- pesta
- kemudian di
- hidangkanlah jamuan
- dan pada saat hadir jamuan tersebut dia
- tidak memakan.
- Ditanya oleh ayahnya, "Kenapa kamu
- enggak makan?"
- tanya kepada anaknya. Oh dikatakan
- bahwasanya
- eh makanan kamu tidak halal bagiku.
- Nah pada saat itulah
- ketahuan bahwa anak si pejabat tadi dan
- juga termasuk Salman
- eh sudah
- berbeda agama dengan orang tuanya.
- Akhirnya dia diusir.
- Setelah itu Salman ini
- pergi
- mencari
- pendeta tadi dan berangkat merantau
- dengan pendeta tersebut, ikut beribadah
- dengan mereka. Kemudian diajak
- oleh pendeta se tersebut ke komunitas
- kaum Nasoro yang juga sama-sama
- beribadah kepada Allah dan beramal
- saleh.
- Kemudian pada saat itu diceritakan
- bahwasanya
- di zaman ini katanya inilah zaman di
- mana akan
- ada nabi yang terakhir.
- Hendaknya kamu
- berusaha mencari dan menemui
- nabi tersebut. Kami pun jika kami
- berjumpa dengan nabi tersebut kami akan
- beriman kepadanya dan kami akan
- membelanya
- sampai titik darah
- terakhir.
- Akhirnya
- Salman Al Farisi pun
- mencari
- ya ke daerah
- Yatsrib, Madinah pada waktu
- ini eh sesuai dengan petunjuk si pendeta
- Yahudi tadi.
- Ketika di perjalanan dia dibegal orang.
- Hartanya diambil kemudian dia dia
- dijadikan budak.
- Dan sampai di Madinah dia bekerja
- sebagai budak.
- Nah kebetulan memang pada saat pada saat
- itu, di masa itu Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam kemudian hijrah dari
- Mekkah ke Madinah.
- Ketika Salman mendengar tentang
- hijrahnya
- ada seorang yang mengaku sebagai nabi
- Salman pun wah ingin menemuinya karena
- dia juga
- sudah membaca Taurat dan sudah
- mengetahui ciri-ciri nabi
- yang terakhir ini.
- Ya karena memang ciri-ciri nabi yang
- terakhir nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam sudah disebutkan di
- dalam Taurat dan Injil
- dan ciri nabi ini sudah diketahui oleh
- orang Yahudi maupun Nasrani.
- Sehingga disebutkan dalam Alquran
- ya'rifunahu kama ya'rifuna abnaahum.
- Mereka kenal kepada nabi seperti mereka
- mengenal anak-anak mereka sendiri.
- Jadi bagaimana kalau kita misalnya di
- pasar ketemu dengan anak kita, pasti
- kita kenal.
- Ini contohnya ketika nabi waktu umur 12
- tahun diajak oleh pamannya berdagang ke
- Syam.
- Tahu-tahu ada seorang rahib namanya
- Bahira melihat
- nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam dan kemudian dia berbicara
- kepada pamannya.
- Suruh pamannya ini buru-buru pulang.
- Jangan berada di di Syam.
- Karena dia tahu nih Yahudi ini tahu, si
- Bahira tahu bahwasanya nabi Muhammad ini
- adalah bakal menjadi nabi yang terakhir.
- Sampai demikian
- ya karena memang Allah sifati, Allah
- terangkan bahwasanya mereka itu mengenal
- nabi kita seperti mereka mengenal
- anak-anak mereka sendiri.
- Nah
- kemudian Abu Hurairah
- Salman Alfarisi pun
- sudah mengetahui ciri-ciri nabi akhir
- zaman ini. Ketika mendengar nabi
- tersebut datang ke Madinah, dia mau
- coba, mau menemuin dan juga tentunya
- sekalian
- membuktikan benar enggak ciri-ciri yang
- ada di Taurat
- dan Injil tersebut sesuai dengan
- orang yang ngaku nabi ini.
- Dia bertemulah ke Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam
- beri salam kemudian ya berbicara
- akhirnya
- dia bawa
- buah-buahan
- yang dia beli dari hasil upah dia
- bekerja.
- Diserahkan kepada nabi
- ya
- dikatakan ini adalah
- dari hasil zakat saya. Ini hasil ini
- adalah sedekah dari saya katanya.
- Terus Rasulullah pun menyambutnya dan
- menerimanya ya
- dengan
- gembira dan kemudian
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- panggil sahabat-sahabatnya
- dan perintahkan sahabat-sahabatnya untuk
- makan. Rasul enggak makan.
- Terus kata Salman bilang satu, ketahu,
- saya tahu ciri salah satu ciri
- nabi ini bahwasanya nabi akhir zaman itu
- tidak
- tidak menerima sedekah.
- Pas pada esok harinya lagi
- Salman
- datang lagi
- dengan membawa hadiah lagi, dengan
- membawa buah-buahan lagi dan mengatakan
- kepada
- Rasulullah ini adalah hadiah dari saya.
- Kalau kemarin dibilang sedekah
- ini bilang hadiah. Diterima lagi sama
- Rasul.
- Kemudian
- Rasulullah panggil sahabat-sahabatnya.
- Makan mereka dan Rasulullah pun ikut
- makan.
- Kedua dia bilang wah ini sudah dua ciri
- dari nabi akhir zaman
- bahwasanya
- nabi akhir zaman ini tidak terima
- sedekah
- tapi menerima hadiah.
- Setelah itu
- ya Salman berkeliling
- ngiterin sambil ngobrol ngiterin
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Dia mau ada mau lihat lagi ciri yang
- lain lagi.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- kemudian tahu apa yang diingini oleh
- Salman, dibuka bajunya.
- Dibuka jubahnya,
- hei Salman
- lihat ini.
- Ya di punggungnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam ada tanda itu merupakan
- khatamun nabiyyin, tanda
- penutup nabi-nabi ada di sini.
- Ketika dia mengetahui Salman itu
- langsung Salman Alfarisi menubruk nabi
- dan menciumnya.
- Dan kemudian dia mengatakan
- dia beriman, dia mengucapkan dua kalimat
- syahadat.
- Setelah lama mengobrol dengan nabi
- diterangkan tentang Islam, kemudian
- Salman menceritakan ya Rasulullah
- saya sebelum ke Madinah ini saya
- berteman dengan orang-orang ahli kitab.
- Ya
- mereka itu orang-orang baik, orang-orang
- yang saleh
- beriman kepada Allah dan yaumil akhir.
- Dan mereka pun
- memberitahu saya tentang akan adanya
- nabi yang terakhir dan mereka berjanji
- kalau ketemu mengalami nabi yang
- terakhir tersebut mereka akan beriman
- dan membelanya.
- Lalu Salman bertanya bagaimana nasib
- mereka ya Rasulullah di akhirat nanti?
- Kemudian menurut riwayat ini ya wallahu
- alam saya enggak bisa pastikan katanya
- Rasulullah bilang
- mereka itu min ahli nar.
- Mereka itu ahlu ahlu nar karena tidak
- beriman, tidak
- menyatakan Islam kepadaku.
- Akhirnya turun ayat
- innalladzina amanu
- walladzina hadu wannashara washaabiina
- man amana billahi wal yaumil akhir wa
- amila shalihatan
- falahum ajruhum inda rabbihim wala
- khaufun alaihim wala hum yahzanun.
- Sesungguhnya orang-orang yang beriman
- dan orang-orang Yahudi maupun orang
- Nasrani maupun sabi in sabi in itu
- artinya sebagian kalau baca terjemah
- dibilang itu
- para penyembah bintang. Sebenarnya bukan
- itu ya ashaabiin arti orang yang
- meninggalkan tradisi
- jahiliyah kaumnya. Enggak mau
- ikut-ikutan menyembah berhala itu sabi
- in.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ketika membawa agama yang baru bilang
- shabaa Muhammad. Sayyidina Umar ketika
- masuk Islam dibilang shabaa Umar artinya
- Umar keluar keluar dari agama dan
- tradisi kita.
- Nah kaum sabi in ini adalah kaum yang
- beriman kepada Allah juga dan yaumil
- akhir dan dia tidak mening
- menyembah apa yang disembah oleh kaum
- jahiliyah.
- Nah mereka ini
- man amana billahi wal yaumil akhir wa
- amila shalihatan dan beramal saleh nanti
- falahum ajruhum inda rabbihim mereka
- akan mendapatkan ganjaran di sisi Tuhan
- mereka dan mereka tidak akan bersedih.
- Ya wala khaufun alaihim wala hum
- yahzanun tidak akan merasa sedih maupun
- tidak akan merasa
- takut di yaumil kiamat nanti. Arti
- mereka akan selamat di yaumil kiamat.
- Baru Salman Alfarisi baru merasa senang.
- Tadinya dia sudah gundah ketika
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bilang mereka ahlu nar ya
- sedih Salman karena melihat mereka ini
- orang-orang baik, orang-orang saleh.
- Ya
- kok seperti itu.
- Ya ternyata ini turun ayat Quran yang
- menyatakan ya
- kalau walaupun mereka itu ya karena
- mereka tidak berjumpa kepada Rasul
- ya tapi mereka sudah beriman kepada
- Allah dan Rasulnya, beriman kepada Allah
- dan yaumil akhir dan beramal saleh ya
- mereka adalah termasuk orang-orang yang
- selamat di yaumil kiamat.
- Nah jadi
- bagaimana dengan ayat ini kalau
- dikaitkan dengan zaman sekarang?
- Kan Alquran katanya untuk
- sampai seterusnya sampai akhir zaman
- bukan hanya untuk orang-orang yang
- sebelum
- eee
- sebelum diutusnya Rasul.
- Imam Ghazali
- memberikan
- keterangan dan juga sebenarnya
- ayat-ayat ini tidak bertentangan dengan
- ayat tadi, dengan ayat yang Al Baqarah
- 85 tadi.
- Jadi apabila
- kata Imam Ghazali
- ada pada zaman saat ini pun, zaman
- sekarang pun misalnya ada orang yang
- hidup terpencil
- ya orang Nasrani kah, Yahudi kah dia
- beriman kepada Allah dan yaumil akhir
- dan dia beramal saleh hidup di suatu
- daerah terpencil, dia belum mendengar
- dakwah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- belum mendengar dakwah Islam, dia
- beribadah sesuai dengan apa yang mereka
- dapat dahulu.
- Ya andai kata mereka seperti itu pun dan
- dia berbuat baik, mereka termasuk dalam
- ayat ini. Mereka termasuk selamat.
- Tapi kalau mereka sudah pernah mendengar
- dakwah Islam
- tentang dakwahnya nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam lalu mereka
- tetap ingkar, maka mereka termasuk
- orang-orang yang kafir. Seperti dalam
- surah Al Bayyinah innalladzina kafaru
- min ahlil kitabi wal musyrikina fi nari
- jahannama khalidina fiha abada.
- Ya sesungguhnya orang-orang yang kafir
- min ahlil kitab wal musyrikin dan juga
- orang-orang musyrik ya termasuk mereka
- itu
- min ahli nar. Jadi
- kalau mereka
- telah mendengar dakwah Rasul tapi tidak
- beriman
- ya maka merekalah termasuk orang-orang
- yang kafir tersebut.
- Kemudian Imam Ghazali
- menyebutkan lagi. Jadi ada tiga
- sebenarnya
- kelompok dari orang-orang dari umatnya
- nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam terhadap dakwah Islam ini
- yang pertama tadi
- orang
- yang beriman kepada Allah dan yaumil
- akhir tapi tidak mendengarkan dakwah
- nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, belum mendapatkan dakwah nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- sama sekali enggak mendengarkan dakwah
- Islam.
- Ya kalau zaman sekarang hampir mustahil
- ya sebab semuanya
- apa media begitu begitu luas ya
- semuanya bisa mendengarkan hal ini.
- Nah mereka ingkar, maka ini termasuk
- orang-orang yang
- yang tidak selamat.
- Tapi kalau ada mereka di antara mereka
- yang kedua golongan kedua artinya
- mereka sama sekali tidak mendengarkan
- dakwah Islam.
- Hidup dalam terpencil kemudian tidak
- mendengarkan
- ya dan mereka beriman kepada Allah dan
- yaumil akhir, beramal saleh
- ya itu kata Imam Ghazali itu juga itu
- termasuk orang yang mafu
- ya mungkin dia akan termasuk di dalam
- ayat ini karena dia tidak mendengarkan
- dakwah Rasul misalnya hidup terpencil
- tadi.
- Yang ketiga juga katanya yang
- Imam Ghazali berijtihad katanya dia juga
- mafu orang yang mendengarkan dakwah
- Islam tapi musyawwah
- dakwah Islam yang telah di
- dirusak
- seperti melihat bagaimana dakwah Islam
- yang di
- tampilkan oleh orang-orang yang bengis
- yang mengaku misalnya dia
- sebagai Islam ya seperti ISIS begitu
- ya
- melakukan kejahatan ke sana kemari
- dengan mengatasnamakan Islam kalau orang
- mendapatkan oh Islam seperti ini
- dia mendapatkan gambaran Islam seperti
- ini kemudian dia tidak mau beriman ya
- karena dilihat oh agama saya
- menyuruh memerintahkan kedamaian agama
- saya memerintahkan kasih sayang kok
- agama Islam kayak begini
- ya memaksa orang kalau orang kamu enggak
- mau Islam ditembak
- ya memperkosa
- anak-anak gadis ya
- menjadikan mereka budak
- apakah seperti ini Islam lah kemudian
- dia menolak masuk ke dalam Islam karena
- melihat Islam kayak begini
- ya dia tidak mendapatkan keterangan
- tentang Islam yang sebenarnya yang
- rahmatan lil alamin kata Imam Ghazali
- pun ini pun termasuk yang mafu nanti
- kalau dia beriman pada Allah wal yaumil
- akhir wa amila sholihan ya
- jadi
- keterangan bahwasanya semua
- agama itu benar ya
- itu bertentangan wa man yabtaghi ghairal
- Islami dinan falayyuqbala minhu wahuwa
- fil akhirati minal khosirin barangsiapa
- mencari selain Islam sebagai agama
- maka tidak akan diterima dan dia di
- akhirat termasuk orang-orang yang merugi
- karena dakwah Islam sudah menyebar
- dakwahnya Rasulullah Shallallahu Alaihi
- Wasallam menyebar ke seluruh
- dunia
- ya setiap orang bisa
- mengakses bisa mendengarkan
- apa itu Islam yang sebenarnya
- ya bagi mereka yang tetap menentang dan
- tidak mau mengikuti dakwahnya Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam maka mereka
- termasuk orang-orang yang merugi nanti
- di yaumil kiamat naudzubillah min dzalik
- ini saja yang dapat saya sampaikan
- mudah-mudahan benar maaf bermanfaat
- billahi taufik wal hidayah
- wassalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- Rasul TV
- untuk Islam yang satu.