Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:19 Rasul [musik] TV 0:32 [musik] 0:41 Bismillahirrahmanirrahim, 0:42 Assalamualaikum warahmatullahi 0:45 wabarakatuh. Alhamdulillahirobbil alamin 0:48 Hamdan katsiron toyyiban mubarokan fihi 0:51 kama yuhibbu robbuna wa yardho. Asyhadu 0:53 an laa ilaha illallah wahdahu laa 0:55 syarikalah Wa asyhadu anna Muhammadan 0:57 abduhu wa rosuluhu laa nabiya ba'da amma 1:00 ba'd. 1:01 Dipancaruaskan dari Jalan Masjid 1:03 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 1:05 Cibubur, Bekasi, Radio Silaturahim dan 1:08 Rasul TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 1:10 akhwat para pendengar Radio Silaturahim 1:12 dan pemirsa Rasul TV yang dimanapun 1:14 antum dan antunna berada di sore hari 1:16 ini semoga ikhwan akhwat yang saat ini 1:19 sedang menyimak Radio Silaturahim 1:21 berkumpul bersama keluarga di rumah 1:23 ataupun yang saat ini sedang berada 1:25 dalam perjalanan dan dimanapun antum dan 1:27 antunna berada semoga kita semuanya 1:30 selalu dalam kesehatan dan senantiasa 1:32 selalu dalam lindungan dan rahmat Allah 1:34 Subhanahu wa ta'ala. 1:36 Bahagia sekali ikhwan akhwat bersama 1:37 saya Muhammad Hafiz Al Floresi beserta 1:40 teman-teman pejuang dakwah yang bertugas 1:42 di sore hari ini ada Bang Neja di 1:45 kameramen dan Bang Yusuf Subangkit di 1:47 meja operator alhamdulillah kembali 1:49 hadir dalam program tausiyah sore 1:51 bersama guru kita Ustadz Ahmad Jazuli 1:54 Kholil. Dan alhamdulillah ikhwan akhwat 1:56 di edisi hari ini hari Rabu tanggal 10 1:59 Sya'ban 1442 Hijriah atau bertepatan di 2:03 tanggal 24 Maret 2021. 2:07 Dan ikhwan akhwat saat kita saat ini 2:09 kita sedang menyiarkan secara live 2:11 melalui Zoom bersama guru kita dan kita 2:13 sudah terhubung dengan beliau, kita sapa 2:16 terlebih dahulu. Assalamualaikum 2:17 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 2:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:21 wabarakatuh. 2:23 Kabar sehat, Ustaz, ya? 2:24 Alhamdulillah, alhamdulillah. 2:26 Allahu Akbar. 2:28 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 2:29 Subhanahu Wa Ta'ala, insyaallah pada 2:31 kesempatan kita di sore hari ini guru 2:34 kita masih melanjutkan pembahasannya 2:37 yakni di pekan sebelumnya guru kita 2:39 membahas dengan tema mahabbah dan 2:41 insyaallah di pekan yang ini guru kita 2:43 juga masih melanjutkan pembahasannya 2:45 namun sub bahasan di sore hari ini 2:47 adalah 2:50 yang berhak dicintai. Benar, Ustaz, ya? 2:54 Iya. 2:55 Baik. 2:56 Marilah kita simak nasehat dari beliau, 2:59 langsung saja kita serahkan kepada 3:01 Ustaz. Tafadhol, Ustaz. 3:05 Assalamualaikum warahmatullahi 3:07 wabarakatuh. 3:09 Al fadhilah hadisinna habibina 3:11 rasulillah Muhammad ibni Abdillah 3:13 sallallahu alaihi wasallam wa ala alihi 3:14 wa ashabihi wa azwajihi wa dzurriyatihi 3:16 wa ahli baitihi Al Fatihah. 3:19 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 3:21 Bismillahirrahmanirrahim. 3:24 Alhamdulillahirobbil alamin. 3:27 Arrahmanirrohim. Arrahmanirrohim. Maliki 3:28 yaumiddin. Iyyaka na'budu wa iyyaka 3:31 nasta'in. Ihdinash shirothol mustaqim. 3:34 Shirothalladzina an'amta alaihim ghoiril 3:37 maghdhubi alaihim waladh dhollin. Amin. 3:41 Bismillahirrahmanirrahim. 3:42 Alhamdulillahirobbil alamin. Wassholatu 3:44 wassalamu ala asyrofil mursalin. 3:48 Sayyidina wa Maulana Muhammadin wa ala 3:52 alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'd. 3:55 Fa inna ashdaqol hadits kitabullah 3:58 Ta'ala wa khoirol hadi hadyu Muhammadin 4:01 sallallahu alaihi wasallam wa syarrul 4:03 umur muhdatsatuha wa kullu muhdatsatin 4:06 bid'ah wa kullu bid'atin dhalalah wa 4:09 kullu dhalalatin finnar. 4:12 Para pendengar Radio Silaturahim dan 4:14 pemirsa Rasiltv yang dirahmati Allah, 4:18 alhamdulillah 4:19 kembali kita panjatkan puji serta syukur 4:22 kehadirat Allah subhanahu wa ta'ala 4:25 yang senantiasa melimpah curahkan nikmat 4:28 karunia-Nya kepada kita, terutama nikmat 4:31 iman dan Islam, nikmat sehat walafiat 4:34 nikmat panjang usia dalam taat, termasuk 4:37 nikmat dipertemukannya kita 4:40 oleh Allah subhanahu wa ta'ala di sore 4:42 ini 4:44 ee dalam rangka menjalankan salah satu 4:47 perintah-Nya yang diwajibkan atas kita 4:50 semua yaitu menuntut ilmu yang insya 4:53 Allah pada sore ini 4:55 kita akan melanjutkan kajian kita minggu 4:59 yang lalu tentang tentang mahabbah dalam 5:01 sub bahasan 5:03 ee yang berhak 5:05 dicintai atau yang berhak 5:08 memperoleh mahabbah. 5:11 Mudah-mudahan apa yang kita pelajari ini 5:15 ee menjadikan menjadi ilmu yang 5:17 bermanfaat bagi kita fidunya wal 5:20 akhirat. Shalawat dan salam semoga 5:22 selalu tercurah atas Nabi kita Muhammad 5:24 sallallahu alaihi wasallam beserta 5:26 keluarganya, para sahabat, para pengikut 5:29 dan pengamal sunnahnya. 5:31 Para pendengar Radio Silaturahim dan 5:33 pemirsa Rasiltv rahimakumullah. 5:37 Minggu yang lalu sudah saya sampaikan 5:40 tentang 5:42 dalil-dalil syara ya 5:45 tentang hub ee hubbul abdi lillah 5:49 yakni tentang mahabbahnya hamba kepada 5:52 Allah subhanahu wa ta'ala. 5:56 ee 5:56 [berdehem][batuk] 5:58 Maka pada siang ini sore ini kita akan 6:01 melanjutkan kepada apa sih sebenarnya 6:04 mahabbah itu? 6:06 Eee. 6:09 Setiap pancaindra yang Allah ciptakan 6:13 ya 6:14 baik itu matanya, telinga, mulut 6:19 ya dan lain sebagainya 6:21 [berdehem] 6:21 mempunyai fungsi sendiri-sendiri. 6:25 Ya, mempunyai fungsi sendiri-sendiri. 6:27 Mata berfungsi untuk melihat, telinga 6:30 untuk mendengar, begitu juga yang 6:33 lainnya. 6:35 Nah, semua yang dilihat, yang didengar, 6:38 yang dirasa 6:40 itu dalam istilahnya 6:42 bahasa Arab disebut mudrak. 6:45 Ya. 6:46 Nah, mudrakat ini 6:50 ada kalanya 6:52 adalah sesuai dengan tabiat kita manusia 6:57 ada juga yang bertolak belakang. 7:01 Artinya ada yang menyenangkan, ada yang 7:04 tidak menyenangkan. 7:07 Nah, ketika 7:10 telinga kita mendengar sesuatu yang 7:13 menyenangkan 7:16 nah, senangnya telinga mendengarkan 7:19 sesuatu itu namanya khub atau mahabbah. 7:24 Artinya apa? Suka. 7:28 Jadi, telinga ini suka mendengar apa 7:31 namanya suara-suara yang indah. 7:35 Mendengar apa namanya 7:37 lantunan ya ayat-ayat Alquran 7:42 dengan lagu yang sangat apa namanya yang 7:46 sangat indah. 7:48 Kemudian mungkin juga mendengarkan 7:50 musik. Nah, itu sudah merupakan 7:53 kecenderungannya 7:55 telinga 7:56 menyukai suara-suara yang indah. 8:01 Ya. 8:03 Nah 8:04 kecondongan hati telinga kepada 8:07 suara-suara yang indah, itulah namanya 8:11 hub atau mahabbah. 8:14 Sebaliknya sekarang, mendengarkan suara 8:17 yang ngawur-ngawuran, 8:19 nah itu telinga ini enggak suka, maka 8:21 kebalikan dari mahabbah nantinya, 8:23 kebalikan dari hub. 8:26 Ya. 8:28 Oleh sebab itu makanya 8:31 Al Imamul Ghazali mengatakan, ya, bahwa 8:36 sudah menjadi kecenderungan indra kita 8:38 ini suka kepada sesuatu, 8:43 kayak tadi telinga suka mendengarkan 8:45 suara-suara yang indah, sehingga beliau 8:48 itu tidak berani mengatakan bahwa musik 8:52 itu haram. 8:54 Ya, tidak. Walaupun banyak ulama yang 8:57 mengatakan 8:58 musik itu bagian dari alatul malahi dan 9:01 itu adalah haram. Kenapa? 9:03 Karena diciptakannya telinga ini memang 9:06 sudah menjadi fitrahnya, ada 9:09 kecenderungannya, yaitu menyukai 9:13 suara-suara yang indah. 9:16 Begitu juga mata. 9:19 Mata ini punya fungsi untuk melihat, 9:22 tapi juga punya kecenderungan, 9:26 yaitu melihat sesuatu yang indah, yang 9:30 cantik. 9:32 Maka kecondongan, kecenderungan 9:35 apa namanya mata kita kepada hal-hal 9:38 yang indah, yang cantik, 9:40 itu namanya hub, itu namanya suka. 9:44 Ya, itu namanya suka. 9:47 Nah, begitu juga dengan indra-indra yang 9:50 lainnya. 9:52 Nah, ini mahabbah itu itu. 9:54 Nah, ketika rasa suka 9:59 ya, 10:00 itu begitu dalam di dalam diri manusia, 10:05 maka disebut namanya 10:08 apa namanya rindu. 10:11 Asyik gitu maksyuk ya. 10:16 Nah, 10:17 [berdehem] 10:17 itulah mengenai ee hub atau 10:21 mahabbah. 10:25 Dan semua orang pasti menyukai hal-hal 10:28 yang 10:29 indah, 10:31 yang baik, yang menyenangkan, itulah 10:34 fitrah 10:35 manusia. 10:38 Ya, fitrah manusia. Siapapun manusianya, 10:41 dia tentu akan suka yang demikian. 10:45 Nah, selanjutnya para pendengar Radio 10:47 Silaturahim dan pemirsa Rasio TV yang 10:50 dirahmati Allah. 10:54 Ee tinggal sekarang apa yang menyebabkan 10:58 manusia ini suka? 11:02 Apa yang menyebabkan kita ini suka? 11:06 Ya, 11:07 bahwa suka atau mahabbah atau cinta 11:12 itu tidak mungkin terjadi 11:14 kecuali adalah 11:18 karena mengenal. 11:21 Bahasa agamanya karena makrifat. 11:25 Bagaimana ee 11:28 ini saudara 11:31 apa 11:32 [berdehem] 11:34 saudara Yusuf itu akan mencintai 11:36 istrinya 11:38 kalau dia tidak mengenal. 11:41 Ya, 11:42 jadi bisanya Yusuf mencintai istrinya 11:44 itu karena dia kenal istrinya. 11:47 Dia tidak akan menye kita tidak akan 11:49 mencintai sesuatu kalau kita tidak 11:52 mengenalnya. 11:54 Ya, 11:55 nah, cuma mengenal itu 12:00 tidak harus melihat. [berdehem] 12:03 Awas, mengenal tidak harus melihat. 12:08 Ya, 12:09 kita bisa mengenal 12:12 ee 12:13 Bapak Presiden Soekarno. 12:16 Bapak Presiden Soeharto, walaupun 12:18 mungkin kita tidak pernah berjumpa 12:21 dengan Bapak Presiden Soekarno. 12:25 Kita bisa mengenal siapa Sahabat Abu 12:28 Bakar, siapa Umar, Utsman, Ali 12:31 radhiallahu anhu. 12:33 Walaupun kita tidak tidak hidup sezaman 12:35 dengan mereka. Begitu juga kita bisa 12:39 mengenal Rasulullah. 12:42 Walaupun kita tidak bisa melihat 12:44 Rasulullah. 12:46 Tidak bisa melihat bukan berarti kita 12:48 tidak bisa mengenal. Begitu juga, 12:52 ya, bahwa orang bisa mencintai Allah 12:55 walaupun Allah tidak bisa dilihat dengan 12:59 basyar. 13:01 Ya. 13:04 Nah, karena itu sekarang bagaimana cara 13:06 untuk mengenal dulu? 13:09 Untuk mengenali seseorang, sesuatu yang 13:12 pertama adalah dengan bergaul erat. 13:17 Ya. Kalau kita pingin mengenal, nah, 13:21 kalau-kalau kita pingin mengenal Habib 13:23 Husein, bergaul erat dengan Habib 13:25 Husein. 13:26 Sehingga kita tahu bagaimana beliau 13:29 kalau berjalan, kalau makan, kalau 13:32 tidur, kalau kalau dan seterusnya. 13:37 Ya. 13:38 Nah, bagaimana Sahabat mengenal Rasul? 13:41 Setiap hari mereka bergaul dengan Rasul, 13:44 sehingga tahu bagaimana Rasulullah 13:46 sallallahu alaihi wasallam. 13:50 Ini yang menumbuhkan, yang menyebabkan 13:52 orang mahabbah, orang cinta karena 13:55 mengenal. 13:58 Nah, karena mengenal. Caranya mengenal 14:00 adalah dengan bergaul. 14:04 Nah, itu. Lalu sekarang 14:07 kita ini 14:09 tidak bisa bergaul dengan Rasulullah. 14:14 Lalu bagaimana kita bisa mengenal Rasul? 14:16 Yang kedua adalah baca biografinya 14:20 Rasulullah. 14:23 Sejarah hidup Rasulullah sejak dari 14:26 dilahirkan sampai akhir hayat beliau. 14:31 Nah, baca itu. 14:33 Ya, sejarah hidup. Hmm, sirah nabawiyah. 14:38 Dari situ kita akan mengenal. Makanya 14:41 banyak di barat itu 14:44 untuk memperkenalkan Rasul 14:46 kepada mereka-mereka yang belum kenal, 14:49 disuruh membaca buku itu. 14:52 Hmm. 14:54 Nah, inilah apa namanya salah satu 14:58 cara atau yakni cara kedua untuk 15:01 mengenal. 15:04 Nah, nah ini [berdehem] eh Hafiz 15:08 ya, itu 15:09 kalau bulan Rabiul Awal banyak orang 15:12 Islam ini memperingati Maulid Nabi 15:15 sallallahu alaihi wasallam. 15:19 Apa kemudian di sana dalam Maulid 15:21 dibaca? 15:23 Maulid Diba, dibaca Simtudduror, dibaca 15:29 ya, kitab-kitab atau buku-buku tentang 15:32 Maulid, sejarah hidup Nabi sallallahu 15:34 alaihi wasallam. 15:36 Jadi kalau gitu untuk apa perayaan 15:38 Maulid Nabi? Untuk mengenal Nabi lebih 15:41 dekat lagi. 15:44 Inilah cara kedua karena kita bergaul 15:46 enggak bisa, maka kita bacalah sejarah 15:49 hidup Nabi sallallahu alaihi wasallam. 15:52 Tujuannya apa membaca sejarah hidup? 15:55 Supaya kita lebih mengenal Rasul. 15:58 Dengan mengenal Rasul akan menumbuhkan 16:00 cinta kepadanya. 16:03 Sekarang tanya kepada hati Anda 16:06 ya 16:07 apakah membaca Maulid ini perbuatan 16:10 buruk? 16:11 Membaca sejarah hidup Nabi, bagaimana 16:14 kita bisa cinta Nabi kalau kita tidak 16:16 mengenal? dan salah satu untuk mengenal 16:20 Nabi adalah membaca sejarah hidup dan 16:23 itulah Maulid Nabi. Tujuannya adalah ke 16:26 sana. 16:28 Nah. 16:31 Makanya saya heran ada orang kok 16:33 mengharamkan 16:35 mengharamkan Maulid Nabi. Wah, aduh, 16:38 lebih buruk lagi dari itu. 16:40 Sampai hidangannya saja yang di 16:43 dikeluarkan untuk acara Maulid Nabi itu 16:46 lebih buruk dari daging babi. 16:49 Sampai ada yang mengatakan seperti itu. 16:52 Ya. Kenapa seperti itu? 16:55 Karena mereka melihat ini adalah 16:59 melihat eee 17:03 pelaksanaannya bukan tujuannya ke mana. 17:08 Padahal tujuan kita tujuan orang yang 17:10 memperingati Maulid Nabi itu adalah ini, 17:12 untuk mengenal supaya tumbuh cinta 17:15 sehingga 17:17 teraplikasikan 17:19 terwujud diwujud bisa diwujudkan apa 17:22 yang menjadi pesan Allah 17:25 dalam surat At-Taubah ayat 24. 17:28 Katakanlah jika bapakmu, anakmu 17:32 saudaramu, istrimu, ya 17:35 kemudian keluargamu, harta kekayaanmu, 17:38 rumah tempat tinggalmu lebih kamu cintai 17:41 daripada Allah dan Rasul-Nya. 17:45 Jadi supaya kita lebih mencintai Rasul 17:47 daripada yang lain. 17:50 Nah, caranya adalah bagaimana? Nah, ini. 17:53 Bagaimana menumbuhkan 17:55 cinta itu 17:57 untuk tumbuh ini lewat pengenalan lebih 18:00 dulu dan di antara upaya mengenal Nabi 18:04 adalah membaca sejarah hidup Nabi. 18:10 Jadi substansinya, 18:12 ya, 18:12 yang kita lihat 18:15 gitu. 18:17 Adapun cara bagaimana mengenal, terserah 18:21 bagaimana saja. 18:22 Ini salah satu. 18:24 Nah, kalau sekarang kita tidak bisa 18:26 membaca sirah nabawiyah. 18:30 Tidak bisa membaca biografi nabi, ya. 18:34 Lalu bagaimana? Apa apakah ada cara 18:37 lain? Ada. Yaitu yang ketiga. 18:40 Mendengarkan. 18:43 Ya, 18:44 keterangan penjelasan tentang Rasul dari 18:48 orang yang sudah mengenal Rasul. 18:52 Nah, itulah makanya ada mauidhoh, ada 18:54 ceramah-ceramah yang menerangkan tentang 18:57 akhlak Rasul dan lain sebagainya. 19:02 Ya, enggak mungkin dalam satu kali 19:04 pertemuan dibahas. Karena itu berlanjut 19:07 terus acara ini enggak pernah habis. 19:11 Nah, tinggal kita ini mau melihat apa 19:14 namanya 19:16 kepada substansinya. 19:19 Atau melihat apa namanya, ee amal 19:24 amaliyahnya. 19:27 Ya, tergantung kepada 19:30 Anda semuanya. 19:34 Ehm. 19:36 Kemudian 19:37 [berdehem] 19:37 para pendengar Radio Silaturahim. 19:41 Jadi sekali lagi untuk kita mencintai 19:43 Allah adalah dengan 19:45 mengenal. 19:48 Nah, selanjutnya bahwa manusia dalam 19:51 kaitannya dengan ini itu ada empat 19:54 golongan manusia. 19:57 Yang perti insan nafsahu wa baqoahu wa 20:02 kamalahu wa dawama wujudihi. 20:06 Wa bugduhu li halakihi wa adamihi wa 20:09 nuqsonihi wa quwati kamali. 20:13 Fahadi itu kulli hayyin. 20:17 Yang pertama sebab pertama bahwa manusia 20:21 siapapun manusia dia akan 20:24 mencintai dirinya. 20:26 Dia akan menyukai dirinya. 20:30 Dia menginginkan dirinya kekal. 20:33 Nah, [berdehem] 20:34 lau yu'ammaru alfa sanatin, seandainya 20:37 dipanjangkan 20:39 sampai 1.000 tahun, emang maunya 20:41 manusia. 20:42 Ingin kekal, ya. 20:44 Ingin sempurna. 20:47 Nah, kemudian di kehancuran, 20:50 mati. 20:51 Dan itu sudah dijelaskan, innal 20:53 mautalladzi tafirrūna minhu fainnahu 20:56 mulāqīkum, sesungguhnya kematian yang 20:58 kalian semua lari darinya. 21:01 Kematian itu akan datang, akan 21:04 mendatangi kamu, menemui kamu. 21:07 Manusia enggak suka hancur, enggak suka 21:09 rusak, enggak suka sakit, 21:13 enggak suka kurang, ya. 21:15 Nah, 21:17 itu adalah 21:18 manusiawi. 21:20 Oleh sebab itu, 21:23 eee, 21:25 [berdehem][batuk] 21:25 ketika sahabat Umar sudah masuk Islam, 21:28 ditanya oleh Rasulullah, "Umar, 21:31 kamu cinta kepadaku?" "Tentu, 21:33 Rasulullah." 21:35 "Lalu, siapa yang lebih kau cintai, aku 21:38 atau dirimu?" 21:41 Jawab Sahabat 21:42 "Aku mencintaimu, wahai Rasulullah, 21:45 melebihi kecintaanku kepada siapapun dan 21:49 kepada apapun selain diri saya." 21:54 Jelas dari situ bahwa Sahabat Umar ini 21:57 berarti lebih mencintai dirinya daripada 22:00 Rasulullah. Kenapa? Semua manusia 22:04 itu dia pasti dia menyukai, mencintai 22:08 dirinya melebihi kepada siapa, 22:10 kecintaannya kepada siapapun. 22:14 Nah, pada waktu itu karena Sahabat Umar 22:16 belum mengerti makna mahabbah kepada 22:20 Rasul, kenapa harus lebih mencintai 22:23 Rasul dari kecintaan pada dirinya. Pada 22:26 saat itu belum, beliau belum menemukan 22:29 wajar-wajar saja dia itu. 22:31 Kenapa? Karena pengetahuan agamanya 22:34 belum mumpuni, belum cukup. Sehingga dia 22:37 belum menemukan jawaban. 22:42 Nah, ini ini yang pertama ya. 22:46 [berdehem] 22:47 Hasan Al Basri rahimahullah taala 22:51 mengatakan man arafa robbahu ahabahu. 22:54 [berdehem] Siapa yang mengenal Tuhannya, 22:56 pasti dia akan mencintainya. 23:00 Terus waman arafa dunia zahada fiha. 23:03 Siapa yang mengenal dunia, maka dia akan 23:07 zuhud ya. 23:08 Zuhud pada dunia. 23:12 Zuhud itu ya 23:15 ini apa namanya? 23:18 Ini 23:19 Fais apa Hafiz ini? Hafiz ya? Ya, zuhud 23:21 itu Hafiz, asalnya adalah 23:26 mengutamakan yang nilai lebih besar. 23:29 Memilih 23:30 nilai yang lebih besar. Namanya milih 23:33 itu mesti kan 23:35 dua yang dipilih ke atas ya, dua ke 23:37 atas. Enggak mungkin satu. 23:40 Nih kalau orang suruh memilih uang 100 23:43 ee dolar dengan 100.000 23:47 pasti akan memilih 100 apa namanya? Gitu 23:51 kan. Kenapa? 23:53 Lain karena nilainya jauh lebih besar. 23:57 Nah, itu namanya zuhud yang begitu. 24:00 Karena lebih memilih yang nilainya 24:02 besar. 24:03 Nah, selanjutnya ini dikaitan dengan 24:07 kehidupan dunia dan akhirat dan nilai 24:09 ukhrawi. 24:12 Tuh begitu ya. Maka kalau ada orang 24:16 suruh me mendahulukan 24:19 nilai ukhrawi yang akan kamu kejar atau 24:21 nilai duniawi. Nah, orang zuhud itu dia 24:24 akan memilih melakukan atau mencari 24:28 nilai ukhrawi daripada duniawi. Ini 24:30 namanya zuhud yang begini. 24:36 Nah, itu karena dia enggak bukan orang 24:38 zuhud namanya orang zahid. Ya. 24:41 Jadi, tadi siapa yang mengenal dunia, 24:44 kata Hasan Al Basri, pasti dia akan 24:46 zuhud terhadap dunia. 24:49 Ya, pada dunia itu berarti apa? Lebih