Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Fasayarallahu [bernyanyi] 0:02 amalakum wa rasuluhu wal mukminun. 0:08 Wasaturadduna 0:09 ila aalimil ghaib wasyahadah. 0:14 Fayunabbiukum 0:17 bimaa kuntum [bernyanyi] 0:20 ta'malun. 0:26 [musik] 0:31 [musik] 0:36 [musik] 0:36 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 0:39 perhatian Allah dan rasulnya. 0:42 Jika perhatian [musik] dari atasan, 0:45 pejabat, dan orang-orang yang berkuasa 0:47 saja sudah bisa membuat kita kegirangan. 0:51 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 0:54 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 0:57 yang paling indah, yaitu baginda nabi? 1:02 Apalagi yang kita cari di dunia selain 1:04 dua hal tersebut? 1:11 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 1:14 kita beramal saleh apapun bentuknya. 1:17 [musik] bisa dengan tenaga, harta, 1:20 pemikiran, dan lain sebagainya. 1:24 Namun [musik] amalan yang paling 1:26 menyenangkan baginda Nabi adalah 1:29 memperjuangkan ajarannya, [musik] 1:31 meneruskan perjuangan beliau, berdakwah 1:34 di jalannya. 1:36 [musik] 1:39 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 1:42 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 1:45 [musik] bersama-sama berjuang bersama 1:47 Radio Silaturahim dengan berdonasi ke 1:50 nomor rekening berikut. 1:58 [musik] 2:11 Brail TV [musik] 2:23 [musik] 2:31 [musik] 2:41 [musik] 2:46 Bismillahirrahmanirrahim. 2:48 Asalamualaikum warahmatullahi 2:49 wabarakatuh. 2:51 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 2:53 waa ali sayyidina Muhammad. 2:54 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 2:56 ini hari Rabu tanggal 18 Zulhijah 1442 3:00 Hijriah atau tanggal 28 Juli 2021. Ya, 3:05 seperti biasa Radio Sulatarim dan Rasil 3:06 TV melalui YouTube kembali mengadarkan 3:08 acara acara tamu kita. Kali ini kita 3:12 menghadirkan teman-teman dari STAI. 3:17 Apa itu STAI? Sekolah Tinggi Agama Islam 3:22 Alfatah yang akan menerima 3:25 ee penerimaan mahasiswa baru untuk tahun 3:27 ajaran 3:29 2021 sampai 3:32 2022. Silak siapkan Pup Pen sama Kartas. 3:35 Kami nanti akan membacakan nomor HP 3:38 pengurusnya ya, supaya Anda bisa 3:40 bertanya-tanya mengenai hal ini. Sudah 3:42 hadir di sini yaitu Bapak Deni Rahman, 3:48 M. Ee Kom, kemudian beliau adalah 3:52 Kaprodi atau ketua program studi. 3:55 Kemudian ada juga Mas Afif, ketua BEM 3:59 STI. Asalamualaikum, Pak Deni dan Afif. 4:04 Waalaikumsalam. Apa kabar? 4:06 Alhamdulillah sehat. 4:07 Sehari berapa kali nulis innalillahi wa 4:10 inna rojiun? 4:13 Lumayan banyak. [tertawa] 4:16 Lumayan banyak karena teman-teman sudah 4:18 ada yang pergi duluan ya. 4:20 Iya. Masyaallah. 4:21 Iya. 4:22 Mudah-mudahan kita terjaga ya. 4:24 Mudah-mudahan umur kita panjang. 4:26 Panjang yang bermanfaat. Oke. 4:29 Ngomong-ngomong gimana kabarnya ST AI? 4:34 Sudah berapa tahun sih usianya nih? 4:36 Alhamdulillah. 4:36 Kalau enggak dari 99. Betul. 4:38 Betul. Dari 99 berarti 21 tahun ya. 4:41 Bisa dicerita sedikit mengenai apa itu 4:44 Sai? 4:45 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 4:47 Asalamualaikum warahmatullahi 4:48 wabarakatuh. 4:49 Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala 4:51 rasulillah. Allahumma sholli ala 4:52 Muhammadin wa ala alihi wasahbihi 4:54 ajmain. Eh jazakallah khair kami 4:57 sampaikan kepada keluarga besar Radio 4:59 Silaturahim dan Rasil TV juga wabil 5:02 khusus ke Pak Krisna yang mendampingi 5:06 kami di pagi hari ini dan juga kepada 5:08 seluruh pendengar Radio Silaturahim dan 5:10 pemirsa Arsal TV yang dimuliakan Allah. 5:12 Alhamdulillah ee kami atas nama ST 5:15 Alfattah ee insyaallah ee membuka 5:18 kembali penerimaan mahasiswa baru untuk 5:22 ikhwan akhwat ya, mungkin punya 5:24 putra-putri 5:26 ee dari Bapak Ibu sekalian yang ingin 5:30 fokus 5:33 mendalami ilmu tentang jurnalistik atau 5:36 komunikasi dan dunia dakwah. Iya. 5:39 Jadi mungkin kalau saya gambarkan ada 5:42 delapan ya, mungkin jika mungkin ya 5:45 putra-putri, Ibu, Bapak, pendengar rasil 5:48 semuanya ingin menjadi dai atau praktisi 5:51 dai, yang kedua jurnalis, yang ketiga 5:54 akademisi, yang keempat ee penulis, yang 5:58 kelima PR public fabrication, keenam 6:02 konsultan, 7 presenter atau MC, 6:05 kedelapan bergerak di bisnis media kami 6:08 mengundang ee membuka kesempatan kepada 6:11 Anda semuanya untuk bergabung bersama 6:12 kami. Kita ee mendalami mempelajari ilmu 6:16 jurnalistik, komunikasi dan dakwah. 6:19 Ini untuk putra-putri 6:20 untuk untuk putra-putri. 6:21 Putra-putri yang 6:24 kalau Anda punya putra-putri 6:26 kayaknya punya bakat ke arah jurnalistik 6:29 ee menjadi apa namanya? 6:32 Ee presenter apalagi tadi itu 6:35 penulis, PR, konsultan. presenter, MC 6:38 ya, pembaca berita ya, dai, praktis 6:41 dakwah dan seterusnya ya. 6:42 Mungkin tidak hanya putra-putri ya, 6:44 mungkin untuk Bapak Ibu juga boleh 6:45 karena memang tidak dibatasi usia. 6:48 Usia berapa pun boleh. 6:52 ST AAI, Sekolah Tinggi Agama Islam 6:56 Alfatah. 6:57 Di sini juga ada ketua BEM-nya nih, 6:59 Afif. Asalamualaikum, Afif. 7:02 Waalaikumsalam warahmatull. Apa saja 7:03 kegiatan BEM ST? Ai ini 7:08 ya. Alhamdulillah selama ini kita sudah 7:12 seminar ada seminar nasional 7:15 internasional meskipun masih virtual. 7:18 He. 7:18 Lalu kita juga ada bakti sosial seperti 7:24 kesehatan dan lain sebagainya. 7:28 dan juga kita masih banyak 7:31 program-program yang bisa 7:33 kita lakukan insyaallah meskipun dalam 7:36 keadaan pandemi seperti ini. 7:38 Waktu seminar itu tema-tema apa saja 7:41 yang disampaikan? yang kemarin kita 7:43 seminar tentang jurnalistik 7:46 karena kita jurnalistik terus juga ada 7:48 yang Alaqso juga ada tentang 7:51 menurut Afif gimana jurnalisme sekarang 7:54 ini banyak haknya apa banyak realnya 7:58 ya masyaallah ya pertanyaan yang lumayan 8:01 menurut saya kalau 8:05 kita mungkin semua bisa mengetahui 8:09 bagaimana tetapi Tapi 8:12 karena ada kebebasan berpendapat menurut 8:15 saya sudah agak 8:20 bergeser dari yang aslinya jurnalistik 8:23 itu. 8:24 Seperti yang diajarkan kepada saya, 8:26 kalau menetapkan judul itu enggak usah 8:29 panjang-panjang gitu. 8:31 Sekarang sampai ada yang panjang sampai 8:33 beberapa kata begitu. 8:35 Kadang-kadang kita setelah kita baca 8:37 tidak sesuai dengan judul, Pak. 8:38 Iya, ada yang begitu juga. Judulnya 8:40 bombastik, [tertawa] 8:42 judulnya viral. 8:45 Oke, [berdehem] kembali ke Pak Deni 8:48 Rahman. Mata kuliah apa saja yang 8:50 diberikan di ST AI ini? 8:52 Ah, jadi alhamdulillah mata kuliah 8:57 ee jadi untuk secara perkuliahan kita 8:58 kan ada delan semester Pak Kirsna. 9:00 He. 9:01 Jadi yang ee semester 1 sampai semester 9:03 6 itu yang kuliah kelas campur dengan 9:06 teori praktik. Nanti di semester 7 itu 9:09 KKL dan KKN, nanti semester 8 skripsi. 9:12 Normalnya seperti itu. Adapun mata 9:14 kuliah yang diberikan tentu saja yang ee 9:16 berkenaan dengan ilmu-ilmu jurnalistik 9:18 atau komunikasi dan juga ilmu dakwah ya. 9:22 Kalau dipresentasikan kurang lebih 9:24 ee 40% itu mata kuliah komunikasi ya. 9:28 ya, misalnya pengantar ilmu komunikasi, 9:31 kemudian ee pengantar ilmu jurnalistik, 9:34 pengantar public relation, ada teknik 9:36 reportas wawancara, ada teori 9:38 komunikasi, 9:40 ada 9:41 ee psikologi komunikasi misalnya 9:43 seterusnya itu kurang lebih 40%. Ada 9:46 juga 38% itu mata kuliah dakwah, 9:49 ilmu-ilmu dakwah ya, 9:50 pengantar ilmu dakwah, psikologi dakwah, 9:53 teori-teori dakwah ya. ee ada ushul 9:56 fikih juga masuk, kemudian 9:59 ee filsafat dakwah dan seterusnya ya. Ee 10:04 ada juga mata koi umum ya seperti 10:06 misalnya ya ee Pancasila, Bahasa 10:08 Indonesia, pengantar statistik dan 10:10 seterusnya. Ee ini kami hitung 12%, 10:15 ada juga 8% itu tahfidul Quran. 10:17 Heeh. He. 10:18 Jadi ini unggulan-unggulannya ya, 10:19 tahfidul Quran dan juga ada ee mata 10:22 kuliah khusus mungkin wallahualam ya di 10:24 tempat lain ada enggak itu adalah mata 10:26 kuliah Al-Quds wal Maqdisiyah. 10:29 Hm. 10:29 Gitu. Jadi tentang Alqus dan 10:33 ee qus Masjidil Aqsa dan kepalestinaan. 10:35 Kira-kira ini spesial. Jadi insyaallah 10:37 alumni-alumni kita nanti dia akan 10:38 mengetahui ya ee apa namanya 10:41 persoalan-persoalan yang terjadi di 10:43 Masjidil Aqsa dan Palestina gitu. 10:46 Insyaallah menarik nih ya. 10:47 [tertawa] 10:48 Alhamdulillah. 10:49 Di kampus lain mungkin enggak ada mata 10:50 kuliah itu ya. 10:51 Iya. 10:52 Oke. Ee kami akan bacakan nomor HP yang 10:54 Anda bisa hubungi untuk bertanya-tanya 10:57 lebih lanjut mengenai Sekolah Tinggi 11:00 Agama Islam Alfatah ini yang sudah 11:05 mau menerima mahasiswa baru lagi untuk 11:08 tahun kuliah 2122. 11:11 Silakan. Ini nomor teleponnya dicatat 11:13 ya. 11:14 Pak Deni Rahman nomornya 0812 11:20 19 11:21 27 11:24 [berdehem] 94 11:26 14 0812 11:30 19 11:31 27 11:33 9414 11:36 ini kampus ST AI Sekolah Tinggi Agama 11:42 Islam ini di mana di Alfatah di Mana 11:44 tuh? 11:44 Iya, di Jalan Pesantren Alfatah RT2 RW5 11:48 Dusun Pasir Angin, Desa Pasirangin, 11:49 Kecamatan Cilengsih, Kabupaten Bogor. 11:52 Jadi di Jalan Raya Narogong Narogong 11:55 masuk 11:55 ee katar pilar ya. 11:57 Katar pilar ya. Belah katar Pilar atau 11:58 depan PT Bukaka. 12:00 Bukaka, 12:01 Jalan Narogong masuk kurang lebih 1 12:02 kilo. 1 kilo dari Jalan Narogong situ. 12:05 Oke. Itu boarding atau bagaimana? Ee 12:07 jadi untuk mahasiswa ee sepertinya bukan 12:09 boarding, hanya memang kita sarankan 12:12 tinggal di sekitar pesantren. Jadi 12:13 memang di sana ada ee rumah-rumah, 12:15 kamar-kamar yang dikoskan, yang 12:17 disewakan untuk para mahasiswa. 12:19 Jadi bertempat di sana karena kita 12:21 sarankan tinggal di ee area pesantren di 12:24 komplek karena memang ee kegiatan kita 12:26 tidak hanya pagi, 12:28 tidak hanya perkuliahan. Jadi malam kita 12:30 ada kegiatan malam ya untuk mencapai 12:32 empat kompetensi. 12:34 Ee dan di hari Jumat itu ada kerja bakti 12:39 apa namanya? Membersihkan lingkungan, 12:41 kampus dan masjid di pesantren. Kemudian 12:43 Sabtu Ahad itu untuk kegiatan 12:45 kemahasiswaan 12:46 ya seminar mungkin terus bakti sosial, 12:48 penggalangan dana dan seterusnya lah. 12:50 Itu mahasiswanya dari mana saja? 12:52 Ee yang sudah tercatat alhamdulillah 12:54 kita mungkin sebagai perwakilan dari 12:56 seluruh pulau Indonesia sudah ada. 12:57 Alhamdulillah di Sumatera mulai Aceh, 12:59 Jambi, ee Sumsel, Sumatera ada, Lampung 13:03 ada, kemudian Jabotabek, SJawa 13:05 di ke timur ada dari Kupang, Flores, 13:08 Adonara, Lombok alhamdulillah ada. 13:10 Kemudian dari Papua ya perwakilan ya, 13:12 Pak ya satu-satu gitu di Papua ada di 13:14 Sulawesi, dari Palu ada alhamdulillah 13:15 dari Kalimantan juga ada alhamdulillah. 13:17 Jadi sekalipun 13:19 ee dan alhamdulillah, Pak. Jadi kita 13:21 juga punya mahasiswa luar negeri. 13:23 Oh, 13:23 begitu ya. yang sekarang yang sedang 13:25 aktif kuliah ada tiga orang dari 13:27 Philipin. 13:28 Hm. 13:28 Gitu. Ini juga sebetulnya tantangan juga 13:30 nih buat teman-teman. 13:30 Tari mana? 13:32 Iya, biasa. Ee jadi dari apa namanya 13:34 para asatid kita, pengurus yayasan, 13:37 pengelola, pembina itu kan sering ikut 13:39 aktif juga kegiatan apa tuh 13:41 internasional 13:42 di dunia-dunia luar negeri gitu ya. Nah, 13:45 berkumpullah mereka gitu. Masyaallah. 13:47 Kemudian bertukar nomor telepon, 13:49 bertukar inilah visi misi. Kemudian ya 13:51 kita sampaikan bahwa di kita ada lembaga 13:53 pendidikan untuk ee kader-kader jurnalis 13:56 dan dai danah mereka tertaralik 13:58 menitipkan tiga orang dari Tir. 14:00 Alhamdulillah. Ini peluang Pak buat 14:01 calon mahasiswa nanti yang 14:03 ee punya ketertarikan bahasa misalnya ya 14:05 Arab Inggris karena mereka alhamdulillah 14:08 penguasaan bahasa Arab Inggris itu ee 14:10 lumayanlah 90% gitu. Jadi untuk 14:13 memancing berbahasa itu bisa langsung 14:15 dengan mereka langsunglah natif 14:17 speakernya gitu Pak. 14:18 Oke. [tertawa] Alhamdulill 14:20 kembali ke Mas Hafif. Mas Haif apa yang 14:21 Mas Hafif per rasakan setelah berapa 14:23 tahun kuliah di STI ya? 14:25 Iya 14:26 STI. 14:27 Alhamdulillah 14:29 sudah baru 1 tahun ini. 14:32 Tapi rasanya sangat luar biasa sekali. 14:34 Apa yang paling dirasakan? 14:35 Yang paling menarik bagi saya karena 14:38 kita di jurnalistik. He 14:40 pastikan ketika di kampus, di kelas kita 14:43 belajar tentang teori-teorinya. 14:45 Nah, setelah pulang dari kampus kita 14:47 bisa langsung praktik di media dakwah 14:51 kampusnya. Ada alhamdulillah ada YouTube 14:53 dan ada 14:54 portal beritanya. 14:55 Sehingga ketika kita paginya belajar di 14:58 kampus, siangnya kita pelajari dan 15:00 malamnya kita bisa coba nulis. H 15:03 dan coba nulis yang saya sangat rasakan 15:06 itu langsung dipublish ke web sehingga 15:09 itu ada rasa kesenangan tersendiri. 15:12 Nah, lalu ketika di YouTube-nya kita 15:14 bisa belajar editing, bisa belajar jadi 15:16 aktor juga 15:17 sehingga pokoknya benar-benar baru 1 15:19 tahun ini tapi saya bisa terjun di teori 15:22 dan praktiknya itu sehingga saya sangat 15:24 senang berada di STI. 15:26 Sudah membuat film juga katanya. Eh, 15:28 alhamdulillah 15:29 bisa dicek 15:30 apa judulnya itu 15:32 nama portalnya 15:33 ada kita media kampus kita namanya 15:37 Basirah. Jadi yang news-nya Basirah News 15:39 dan yang YouTube-nya 15:41 Basirah TV. 15:42 TV produknya 15:44 bisa di 15:45 produknya bisa dicek mungkin yang dari 15:49 portal beritanya ya ada views dan news 15:52 ada berita, ada artikel, ada 15:56 ini 15:56 feature dan lain sebagainya. 15:58 Oke. Kalau jam kuliahnya dari jam berapa 16:00 sampai jam berapa ini? 16:01 Ee kita kuliah jam. 16:03 Pagi. 16:04 Pagi. Betul. Sampai jam 0.30. Istirahat 16:06 sampai jam 10. Jam 10. Masuk lagi 16:08 sampai. 1130. Betul. 16:09 Nanti kalau ada yang kuliah lagi siang, 16:11 kita ada juga jam .30 sampai jam . 16:13 Tapi kan tidak setiap hari sesuai 16:15 jadwal. 16:15 Itu dari Senin sampai Jumat. 16:17 Senin sampai Kamis saja. 16:18 Oh, Jumatnya. 16:19 Jumatnya itu untuk kerja bakti itu. Oh, 16:21 oke. 16:21 Iya. Kita beramal saleh jadi ee apa 16:23 namanya? Apa namanya? Menumbuhkan juga 16:26 kepedulian terhadap lingkungan sekitar, 16:28 membersihkan masjid, kampus dan 16:30 seterusnya. 16:31 Ini nomor telepon yang kami bisa bacakan 16:35 untuk bertanya lebih lanjut mengenai 16:37 Sekolah Tinggi Agama Islam Alfatah 16:40 nomornya silakan dicatat. Bapak Deni 16:43 Rahman nomornya 0812 16:46 19 16:49 27 9414 16:52 0812 16:54 1927 16:57 94 16:59 14. 17:01 Kemudian para alumni yang sudah sekolah 17:04 di Sekolah Tinggi Agama Islam pada ke 17:07 mana tuh berpencarannya? 17:09 Masyaallah. Alhamdulillah. Jadi, 17:10 alumni-alumni 17:12 ee catatan kami sih kurang lebih 140 17:15 alumni, 17:16 alhamdulillah. Dan mereka 17:18 mayoritas ya kiprahnya di dunia media 17:21 dan ee dai. 17:23 Enggak ada yang nganggur ya? 17:24 Enggak ada yang nganggur. Alhamdulillah. 17:24 [tertawa] 17:25 I ee dan ada juga yang ke pendidikan ya. 17:28 Jadi guru-guru ada juga alhamdulillah 17:30 praktisi-praktisi media dosen, ada yang 17:33 jadi jurnalis ya. 17:34 Betul. Iya. Makanya tadi kan sesuai 17:35 dengan itu ya. Jadi akademisi ada gitu 17:37 ya 17:38 ee praktisi media ada. He 17:40 praktisi dakwah ada gitu. Alhamdulillah. 17:42 Insyaallah enggak ada yangur, Pak. 17:43 Alhamdulillah. 17:44 Oke, mungkin nanti kita akan undang juga 17:46 para alumninya ya. 17:48 Iya, insyaallah. 17:49 Oke, Anda masih mendengarkan penjelasan 17:52 mengenai Sekolah Tinggi Agama Islam 17:54 Alfatah yang beralamat di Pasir 18:00 Angin ya. Iya. Pasirin 18:02 di jalan pesantren Alfatah di Cilengsi, 18:06 Bogor. Baik, kami akan kembali setelah 18:08 yang berikut ini. 18:21 Wasaturaduna 18:23 ilaimil 18:25 ghaib wasyahadah. 18:28 Fayunabbiukum 18:31 bimaa kuntum 18:34 ta'malun. 18:36 [bernyanyi] 18:40 [musik] 18:50 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 18:53 perhatian Allah dan Rasulnya. 18:56 Jika perhatian [musik] dari atasan, 18:58 pejabat, dan orang-orang yang berkuasa 19:01 saja sudah bisa membuat kita kegirangan. 19:04 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 19:07 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 19:11 yang paling indah, yaitu Baginda Nabi? 19:15 Apalagi yang kita cari di dunia selain 19:18 dua hal tersebut? 19:25 Perhatian tadi bisa didapat hanya 19:27 [musik] jika kita beramal saleh apapun 19:30 bentuknya. Bisa dengan tenaga, harta, 19:34 pemikiran, dan lain sebagainya. 19:37 Namun amalan yang paling menyenangkan 19:40 baginda Nabi [musik] 19:42 adalah memperjuangkan ajarannya, 19:44 meneruskan perjuangan beliau, berdakwah 19:47 di jalannya. 19:50 [musik] 19:53 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 19:55 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV 19:59 bersama-sama berjuang bersama Radio 20:01 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 20:04 rekening berikut. 20:15 [musik] 20:28 Brail 20:30 [musik] 20:39 [musik] 20:49 [musik] 20:58 [musik] 21:02 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 21:04 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis 21:06 Cibur. Masih di acara tamu kita di mana 21:09 kami mengundang teman-teman dari Sekolah 21:12 Tinggi Agama Islam Alfatah. 21:15 Ada kaprodinya, ada juga sekarang tadi 21:18 ada ketua BEM-nya, sekarang ada 21:20 alumninya 21:21 yaitu Pak Arif Ramdan, alumni. Beliau 21:26 sekarang adalah praktisi media juga 21:28 dosen ya. Asalamualaikum. 21:30 Waalaikumsalam warahmatullahi. 21:32 Jumpa lagi. Kemarin kami pernah ngundang 21:34 beliau ya mengenai cerita Aceh. Kemarin 21:37 kami putar ulang banyak yang telepon ya. 21:39 Banyak yang telepon. Luar biasa Rasil 21:42 sampai ada pesan kopi segala. Oke. 21:46 Berapa lama di Aceh ya? 21:48 Kemarin setelah 2 bulan pulang 3 bulan 21:50 baru kembali lagi. 21:50 Enggak dari awal datangnya dulu. Oh, 21:52 dari awal 2004 awal 2004 akhir untuk 21:56 tsunami. 21:56 Jadi cukup paham mengenaihan 21:59 ya. 21:59 Iya, insyaallah mudah. [tertawa] 22:02 Gimana mahasiswa di Arani? Nah, Araniri 22:04 namanya. 22:05 Iya, di Universitas Islam Araniri. 22:07 Beliau adalah dosen jurnalistik 22:10 dan juga redaktur dari Tribun Kompas 22:13 Group. Betul. 22:14 Iya. Ee saya di Tribun berkhidmat 22:17 sekitar 19 tahun ya. 22:20 sekarang ya sudah full di kampus ya 22:22 sudah di kampus tapi masih mengelola 22:24 beberapa portal dan untuk konsultan 22:26 beberapa media kalau e apa namanya 22:30 bergerak di bidang jurnalistik di Aceh 22:32 iya 22:33 warna beritanya tuh mengenai apa 22:36 biasanya 22:37 ya kalau berita sama tetapi kan di Aceh 22:40 ini sudah dari awal sudah terkondisikan 22:42 sejak pemberlakuan syariat ya jadi 22:45 warna-warna jurnalistik dakwah 22:47 sebetulnya terbuka buka peluangnya. Tapi 22:50 secara umum memang 22:51 ya jurnalisme 22:53 ee konvensional ya secara umum. Tetapi 22:56 kalau kita melihat ee wilayah ee 22:59 peluang-peluang untuk bisnis jurnalisme 23:01 dakwah sangat terbuka di Aceh karena 23:03 memang perangkatnya sangat mendukung 23:05 dengan kanun-kanun yang ada juga kultur 23:07 masyarakat seperti itu. 23:10 Masyaallah. 23:11 Makanya kalau alumni Alfatah ee S 23:13 Alfatah ya ini ke Aceh 23:15 Masyaallah 23:15 banyak tempat di sana. [tertawa] 23:17 Alhamdulillah. Alhamdulillah. tempat dan 23:19 memang jurnalisme sekarang juga sudah 23:21 mulai ee mengarah kepada apa namanya ee 23:25 jurnalisme etik ya. Jadi masyarakat itu 23:28 sekarang sudah jenuh dengan 23:29 berita-berita yang sangat tidak jelas 23:30 ya. He. 23:31 Jadi sekarang ee kesempatan mencari 23:34 berita-berita yang betul-betul ini hok 23:36 atau bukan ini layak dipercaya atau 23:37 bukan 23:38 dan ini akan dilahirkan oleh Alfatah 23:41 sebetulnya kampus ee Istiwah Tinggi 23:43 Islam Alfatah yang bergerak di bidang e 23:46 penyiar komunikasi dan penyiaran Islam. 23:49 Peluangnya sangat terbuka ke depan. 23:50 Apalagi sekarang era digital kan dakwah 23:53 juga 23:53 bermetamorfosis kan tidak hanya 23:55 konvensional. Jadi kalau tadi ada ketua 23:58 BEM bisa menulis setiap hari sekarang 24:01 mulai aktif ya seperti itu. Alfatah 24:04 mengkader 24:05 mahasiswanya. 24:06 Dan saya kebetulan alhamdulillah 24:08 ditakdirkan menjadi alumni yang paling 24:09 awal 992. Jadi 24:12 waktu itu memang di kader betul-betul di 24:15 bidang jurnalistik ya. 24:16 He. 24:17 Dan penyiaran Islam. sampai kemudian 24:19 berkhidmat di ee grup tribun Kompas di 24:23 Serambi Indonesia di Banda Aceh dan ya 24:25 alhamdulillah ilmunya dari apatah 24:26 insyaallah. Nah, bagaimana kita mengolah 24:29 sebagai jurnalis ya, bagaimana kita 24:31 mengolah berita sehingga berita ini 24:35 sehat haw 24:39 ya untuk berita yang sehat dan hok itu 24:41 yang harus bermula dari jurnalis yang 24:43 punya kepribadian baik juga gitu kan. 24:45 Kalau jurnalisnya tidak memiliki tras ya 24:49 bisa saja dia juga memeli berita, 24:52 bisa juga memproduksi hoa ya bisa juga. 24:56 Nah, ini tantangan sebetulnya ke depan 24:57 untuk para penyiar ya, penyiar juga 25:00 untuk jurnalis muslim bahwa mereka akan 25:02 dicari. He. 25:04 Masyarakat itu 25:05 H 25:05 sekarang butuh informasi yang sehat. 25:08 Sekarang kan Indonesia kan dikepung 25:10 dengan hoax ya. 25:11 Iya. 25:11 Kita hampir tidak tahu lagi mana yang 25:13 benar, mana yang tidak. Kadang-kadang 25:15 juga narasi kebenarannya juga narasi 25:17 hawya itu juga pakai Al-Qur'an gitu. 25:18 Iya. 25:19 Saya nulis buku tentang hoa ya yang 25:21 berbau syariah itu pakai ayat tapi 25:23 sebetulnya itu haw itu saya saya tulis 25:25 tentang itu. Jadi ini ee kalau ee saya 25:29 hari ini kami diminta untuk presentasi 25:32 bersama Alfatah jangan ragu untuk apa 25:35 namanya ee mendidik anak-anak kita di 25:37 bidang ee jurnalis 25:40 komunikasi ya. komunikasi dalam ee apa 25:43 komunikasi secara umum, tetapi untuk 25:45 keahlian-kean seki jurnalisme, 25:47 jurnalistik dan ee penyiaran di bidang 25:50 dakwah. Karena hari ini zamannya sudah 25:53 hadir gitu. 25:53 Iya. I 25:54 ee para praktisi komunikasi mengatakan 25:57 siapa yang ee menguasai komunikasi, 26:00 menguasai teknologi informasi, dia akan 26:03 menguasai dunia. Nah, di komunikasi 26:05 penyiaran Islam diajarkan itu diajarkan 26:08 tentang ilmu-ilmu komunikasi, ilmu 26:10 praktisi tentang jurnalistik ke 26:12 penulisan ya. Jadi mahasiswa itu ee 26:15 disiapkan untuk 4 tahun dia mampu. 26:19 Kalau dia dakwah secara apa namanya? 26:22 Lisan orator juga dia mampu. Karena di 26:24 alpatah saya lihat juga ada kelas-kelas 26:26 malam yang disiapkan untuk menjadi 26:29 dai-dai profesional juga. Ada kelas 26:31 praktisi penulis. ee kemudian ee 26:35 videomaker dan kebetulan untuk 5 bulan 26:38 ini saya sendiri yang menangani 26:40 mahasiswa untuk bidang berita dan 26:42 ee jurnalistik videonya. Dan Mas Kris 26:45 nanti juga bisa pendengar sih bisa 26:47 melihat membuka langsung basirahnews.com 26:50 itu karya mahasiswa juga 26:51 basirahws.com. 26:52 Heeh. Kemudian channel TV-nya Basirah 26:54 TV. H. 26:55 Ee Mas Apip tadi sudah produksi ee 26:58 film pendek, 26:58 film pendek perdana sketsa parodi 27:00 dakwah. [tertawa] Para pendengar as bisa 27:03 buka Basirah TV ya. Baru 2 hari yang 27:05 lalu diluncurkan. 27:06 Bisa dilihat tuh ya. 27:07 Iya seperti itu, Mas. 27:08 Oke. 27:10 Asalamualaikum Rasil. Alhamdulillah 27:13 Bapak Deni Rahman itu ponakan saya 27:15 Ishakim alumni PKD angkatan pertama. 27:18 Semoga sukses-acaranya. Ini Pak Deni 27:21 Ramen yang pernah kerasi dulu. Iya 27:22 betul. 27:24 Wah, bisa cerita kopi nih. 27:27 Ya, karena kemarin waktu diharan ulang 27:30 itu banyak yang tanya-tanya soal kopi 27:33 tuh. Ternyata ada istilahnya kopi rumah 27:36 dengan kopi untuk kafe. Untuk kafe ya? 27:39 [tertawa] Seperti apa bedanya itu? 27:41 Iya, sebetulnya kan itu gini, kalau 27:43 untuk rumahan jangan beli yang kualitas 27:45 untuk kafe sayang kan. 27:47 Hanya untuk konsumsi sendiri ya. He 27:48 nanti ada [berdehem] 27:49 varian jenisnya lah. Itu juga 27:51 karena ada pendengar rahasia bertanya ke 27:53 saya kemarin, saya juga harus 27:55 gali juga ke kebun kopi kemarin 27:57 [tertawa] sudah dapat juga informasinya. 27:59 E seperti itu. 28:00 Jadi gulanya mesti dibedakan ya. 28:02 Ya tergantung enggak asem tuh gulanya 28:04 harus gula apa 28:05 ada pertanyaan. J sebetulnya ini yang 28:06 ahli kopi harus jawab ya. [tertawa] 28:08 Tapi karena saya penikmat juga ya dapat 28:10 ilmunya gitu. Kalau dari dataran tinggi 28:12 gayo 28:13 e kalau pakai gula putih itu jadi asam 28:15 jadi enggak enak gitu. Jadi kembung 28:17 perut. Cuma perlakuannya pakai gula aren 28:20 atau pakai susu dan gula aren terpisah. 28:22 Nah, seperti itu. Tapi kalau sebetulnya 28:24 mau sehat, kopi enggak pakai gula. 28:25 [tertawa] 28:27 Kalau di Eropa kan enggak terkena kopi 28:29 pakai gula kan. Hanya di Indonesia ada 28:31 kopi, ada gula. [tertawa] 28:33 Ya, ini bagian dari jurnalistik ya. Data 28:37 harus disampaikan secara benar. Itu dia 28:40 Pak Deni. Nomor teleponnya dong Pak Deni 28:43 boleh enggak? 28:44 Iya, silakan 28:45 Pak Deni boleh nomor telepon Pak Deni? 28:46 Pak Arif. 28:47 Eh, Pak Arif 28:48 saya sudah ada ya. 0853 28:50 08 ini Pak Arif yang di Aceh ya. 0853 28:55 62 28:55 62 28:56 70 28:57 70 28:57 R.000 28:58 R.000 nih kalau untuk tanya-tanya soal 29:02 Aceh ini 29:02 dan kopi. 29:03 Oke, [tertawa] soal kopi, soal 29:06 universaniri juga bisa tanya ke Pak Arif 29:10 ya. Arif Rahman 29:12 Ramdan. 29:13 Arif Ramdan. di 0853 29:16 627.000. 29:19 Kalau untuk Pak Deni Rahman nomornya 29:21 adalah 0812 29:23 19279414 29:27 081219279414. 29:32 Pak Deni boleh kami bertanya berapa uang 29:35 kuliah di STAI? 29:37 Ah iya terima kasih. 29:40 ee untuk biaya di awal itu Rp600.000. 29:44 Rp600.000 29:45 untuk masuk ya. Jadi ada biaya 29:47 pendaftaran R.000, biaya masama 29:49 istilahnya masa taruf mahasiswa ospek 29:52 Rp200.000 29:53 dan almamater Rp150.000 29:55 J 600.000 29:57 itu untuk pertama masuk. Kemudian nanti 29:59 setelah perkuliahan itu SPP nya 30:03 Rp2.750.000. 30:05 H 30:05 atau bisa dalam skema bulanan itu per 30:08 bulan Rp450.000. R000 30:10 menurut saya cukup murah sih. 30:11 Murah-murah. 30:12 SMA aja bisa 300 400, Pak. 30:16 Iya betul. 30:17 Iya. Jadi bisa ee apa namanya supaya 30:19 tidak beratkan Rp450.000 per bulan 30:21 gitu. 30:22 Ee ada juga sih jariah ee bangunan ya 30:26 itu kita 30:28 ee patok di angka R5 juta, tapi itu bisa 30:31 dicicil sampai selesai kuliah. Boleh. 30:34 Oke. 30:37 Mm. Asalamualaikum. 30:39 Pak Arif, apakah 30:42 bagaimana masa depan jurnalis di 30:44 Indonesia? 30:46 Masa depan jurnalis di Indonesia masih 30:50 cerah ya selama memang media dan para 30:54 jurnalisme komitmen terhadap ee kode 30:58 etik ya, terkomitmen terhadap bahwa ee 31:01 jurnalis itu 31:03 ya berlaku bekerja berkhidmat untuk 31:06 masyarakat bukan untuk penguasa. Hm. 31:09 Seperti itu. Nah, jika ini masih 31:11 dipegang oleh ee para jurnalis kami ya 31:14 di media, insyaallah ee harapan 31:17 masyarakat mendapatkan informasi yang 31:19 benar, yang sehat, dan baik juga akan 31:21 semakin cerah. Tetapi kalau memang hari 31:23 ini misa ee jurnalisnya 31:26 tidak berlaku sebagaimana dia seorang 31:28 jurnalis, artinya dia hanya mementingkan 31:31 kekuasaan atau apa namanya? Mengikut 31:33 mengekor kepada apa yang disampaikan 31:35 kekuasaan, baik benar atau salah. Di 31:37 situlah akhir daripada jurnalisme di 31:40 Indonesia. 31:41 Tapi saya harap juga tidak seperti itu. 31:44 Kami harap nanti juga alumni STI harus 31:46 belajar dari sini bahwa tugas kita 31:48 sangat mulia menyampaikan kebenaran. 31:51 Masyaallah. 31:51 Jurnalisme jurnalistik itu jurnalis itu 31:53 kan menyampaikan kebenaran, bukan 31:54 menyampaikan kebohongan, Pak. He. 31:56 Nah, ini ini yang dikadar di Sekolah 31:58 Tinggi Islam Alfatah. Jadi disiapkan 32:01 kader-kader seperti itu sehingga dia 32:03 betul-betul menjadi ee penyamung lidah 32:07 masyarakat. Mungkin seorang jurnalis 32:09 ingin menyampaikan kebenaran, tapi 32:11 manajemen di media tersebut tidak 32:14 menginginkan itu. 32:15 Ya, itu mungkin pernah dialami dulu oleh 32:18 kawan-kawan termasuk saya. Tetapi dengan 32:20 era teknologi digital yang sudah semakin 32:22 berkembang saat ini, ternyata untuk 32:24 menyampaikan kebenaran itu tidak harus 32:27 kita berada pada payung media yang 32:30 mengekang kita. Kita bisa karena apa? 32:32 Platform digitalnya sudah terbuka dan 32:34 pre bebas untuk kita. 32:35 Oke. 32:36 YouTube bebas, sosial media yang lain 32:37 bebas. Tinggal bagaimana kita menyiapkan 32:40 ee skill kita dengan alat-alat yang 32:42 sudah ada. Kalau dulu memang era- 32:44 sebelum teknologi maju mungkin jurnalis 32:46 masih ee terpaku bekerja di perusahaan 32:50 media yang dia punya idealisme tetapi 32:53 perusahaan medianya misal dalam tanda 32:55 petik bermain mata dengan penguasa 32:57 kan dilematis juga bagi wartawan. Tetapi 32:59 hari ini untuk menyampaikan kebenaran 33:01 sudah sangat terbuka peluangnya. 33:03 Makanya muncul sekarang ee media-media 33:06 alternatif 33:08 podcast kan sekarang muncul marak 33:10 sebetulnya itu dia muncul karena tadi 33:12 ada sekat-sekat yang memang ee untuk 33:15 menyampaikan kebenaran dia terhalang 33:17 oleh tadi yang sebutkan Mas Kris tadi 33:19 medianya sih enggak ini ya seperti itu. 33:21 He 33:22 itu pengalaman. 33:25 Jadi gitu kalau menurut saya Indonesia 33:26 akan cerah kalau 33:28 ee proses pendidikan jurnalistiknya juga 33:31 benar. 33:31 Hm. lembaga-lembaga kursus-kursus 33:33 jurnalistik yang ada selama ini atau 33:35 kampus ya kami berkhidmat di kampus juga 33:37 benar mendidik mahasiswanya seperti itu. 33:40 H 33:41 Pak Harif, apakah dengan adanya media 33:44 sosial pengertian jurnalistik menjadi 33:46 lebih luas lagi sekarang? 33:48 Iya, 33:49 itu sudah sudah barang tentu ya. Jadi ee 33:52 teori yang dulu kita pakai 20 10 tahun 33:56 yang ke belakang di buku-buku itu 33:58 sekarang pada kenyataannya sudah jauh 34:01 meninggalkan buku yang ada untuk media 34:03 sekarang sudah banyak berkembang. Dulu 34:04 misal yang menjadi penyampai informasi 34:07 dulu kan cuma media cetak media 34:08 media elektronik gitu sekarang sudah ada 34:11 internet. Dulu penyampai informasi itu 34:13 kan dikuasai oleh wartawan. H 34:15 kita jadi wartawan itu hebat karena kita 34:17 serba tahu. He. 34:18 Sekarang wartawan yang ngintipin sosmit 34:21 [tertawa] 34:22 terbalik kan. 34:22 Benar. 34:23 Dulu masyarakat tuh nunggu nih apa nih 34:25 kata wartawan ni apa kata berita. Maka 34:27 dulu jangan heran kalau ada koran 34:28 tirasnya sehari bisa 300.000 eksemplar. 34:32 Ada yang sampai 500.000 eksemplar. Ada 34:33 yang majalah yang 1 bulan bisa 1 juta 34:36 eksemplar. Tapi itu cerita lalu. 34:38 Sekarang wartawan kalau dia tidak punya 34:40 sosial media itu ketinggalan zaman. 34:43 Jadi, everybody can mix news. Setiap 34:46 orang bisa bikin informasi, bisa bikin 34:48 berita, tapi tinggal bagaimana media 34:50 memverifikasi berita itu. Nah, ini juga 34:53 tugas ee apa namanya? Akademik ya. 34:56 Bagaimana mendidik masyarakat untuk e 34:58 smart, jujur, bersosial media. 35:01 Kadang-kadang ada masyarakat latah 35:02 dengan Facebook-nya, dengan WA-nya, 35:04 dia ada kejadian yang seharusnya secara 35:06 etika jurnalistik tidak boleh disebar. 35:09 Itu yang berdarah-darah itu kan sekarang 35:10 disebar. Heeh. 35:11 Nah, jurnalisme kan mengatur etika itu. 35:14 Heeh. 35:14 Nah, ini mungkin yang menjadi tugas ke 35:16 depan para akademisi bagaimana ee 35:20 masyarakat juga ya 35:20 ee mengedukasi masyarakat bermedia 35:23 sosial yang baik dan benar. Dan itu akan 35:26 kita siapkan juga dengan mahasiswa kita 35:28 di Alfatah insyaallah, Mas. 35:29 Masyaallah. Itu dia Pak Arif Rahman. 35:31 Beliau adalah alumni 35:34 dari STI Alfatah 35:37 angkatan 99 kalau salah ya. 35:39 Iya. 2000. I 35:40 2000. Oke. Baik. Ee Pak Deni bisa 35:44 disampaikan lagi kira-kira siapa-siapa 35:46 saja yang tepat untuk masuk di ST AI 35:49 ini? STI ya, Sekolah Tinggi Ilmu Agama 35:52 Islam. 35:52 Baik. Alhamdulillah ya. Jadi ee 35:55 pendengar Radio Silaturahim dan pemirsa 35:57 TV yang dimuliakan Allah. ee 36:00 kepada 36:02 eh ibu dan bapak-bapak 36:05 maupun putra-putrinya ya yang ingin ya 36:09 masa depannya 36:11 ee punya cita-cita sebagai dai atau 36:14 praktisi dakwah, sebagai jurnalis, 36:17 sebagai akademisi, penulis, PR, 36:21 konsultan, presenter, MC, dan bergelut 36:24 di bisnis media. Mari kami mengundang 36:29 untuk ee bersama-sama kita mendalami 36:32 ilmu komunikasi dan dakwah ya, lebih 36:34 spesifik ilmu komunikasi tentang 36:36 jurnalistik. 36:38 Begitu Mas Krisna. Oke. Baik, kami akan 36:41 bacakan lagi nomor HP yang Anda bisa 36:43 hubungi untuk bertanya lebih lanjut 36:44 mengenai Sekolah Tinggi Agama Islam ini 36:49 STI Alfattah di Cilengsi Bogor. Nomornya 36:53 untuk Pak Deni adalah 0812 36:58 1927 37:01 94 14 0812 37:06 1927 37:08 9414. 37:11 Kemudian nomor telepon Pak Arif Ramdan. 37:14 Barangkali Anda pengin tahu juga nih, 37:16 beliau adalah praktisi media ee dosen di 37:21 Araceh. 37:22 Nomornya 0853 37:25 62 77.000. 37:29 0853 627.000. 37:34 Sekarang alumninya sudah ada berapa 37:36 kira-kira? 37:37 Ee 140. 37:38 140. berpencar di berbagai media ya. 37:40 Alhamdulillah. 37:41 Termasuk Mas Angga itu alumni di sana ya 37:43 yang di sini. Alhamdulillah ya. 37:44 Ada Pak Angga, ada Pak Rizal. 37:46 Heeh. 37:47 Pakesa. 37:48 Pak Angga tuh station manager. Beliau 37:50 nih yang nulis nulis tajuk 37:52 Rasil. 37:53 Rasil. 37:54 Tulisannya bagus. [tertawa] 37:56 Iya. Alhamdulillah. Oke. 37:58 Ee jadi 38:01 dari sini eh dari STA ini bisa jadi 38:04 jurnalis, 38:06 bisa jadi presenter, 38:08 bisa apalagi? 38:09 Iya. I bisnis media. 38:12 Bisnis media. He. 38:13 Karena kita diajakkan juga manajemen 38:15 media massa. Jadi bagaimana kalau 38:16 misalnya kita 38:17 pengin mengelola media ya, cetak 38:19 elektronik maupun online bisa. 38:21 H 38:22 gitu. Jadi PR, public relation, 38:24 konsultan insyaallah bisa. H gitu. 38:28 Karena ini juga alhamdulillah jadi kita 38:30 kan juga output kita insyaallah pengin 38:32 ee alumni kita itu punya empat 38:34 kompetensi 38:35 gitu. Jadi 38:36 satu menulis ya sebagai apa namanya 38:39 basic dari seorang jurnalis. 38:41 Yang kedua itu bisa tahsin [berdehem] 38:44 tahsin baca Al-Qur'an dengan baik. 38:45 Kemudian khitabah, pidato, ceramah, 38:48 dan baca kitab kuning sebagai basic dari 38:51 dai gitu. Kompetensi ini yang output 38:53 yang memang ee insyaallah mudah-mudahan 38:55 kita hasilkan seperti itu para alumni 38:56 alumninya. 38:58 Ee di apa namanya? Saya sebagai kaprodi 39:00 ingin menambahkan satu lagi, Pak. 39:01 Kompetensi itu di multimedia 39:03 gitu. Karena memang sekarang sudah 39:04 masanya, sudah zamannya. Jadi alumni 39:06 kita juga ya mereka bisa ee apa namanya 39:09 menggunakan 39:11 IT teknologi gitu yang sekarang sudah 39:14 berkembang dalam rangka mencapai tadi ee 39:16 mencapai menyampaikan dakwahnya, 39:18 menyampaikan pesan-pesan 39:20 ee jurnalistik kebenaran insyaallah. 39:22 Ada open house mau lihat-lihat dulu 39:24 kampusnya boleh. 39:25 Ah boleh silakan silakan. 39:26 Tiap hari ada di sana. 39:27 Tiap hari ada insyaallah ya 39:29 atau ya janjian bisa kontak dengan saya 39:31 mau tengah malam boleh. 39:32 [tertawa] 39:32 Oke, 39:33 ke 39:34 kalau mau kontak itu tadi ke Pak Deni ya 39:36 di 0812 39:39 1927 9414 39:42 0812 39:44 1927 39:46 9414. 39:49 Iya. Oh, Pak Krishna e info ee jadi 39:51 insyaallah pendaftaran kan kita buka 39:52 nih. Sebetulnya sudah ini masuk 39:54 gelombang 3 39:55 gitu dari Maret, April gelombang 1, Mei, 39:57 Juni gelombang du. Nah, yang sekarang 39:58 nih masuk gelombang 3 nih, 40:00 Juli, Agustus. Jadi sampai akhir Agustus 40:03 nanti insyaallah kita mulai ee apa 40:05 namanya perkuliahan di pertengahan 40:06 September setelah di awal-awal 40:08 sebelumnya itu ee apa namanya kita 40:10 adakan ospek masa taruh 40:12 sarat penerimaan apa saja 40:14 ee yang umum biasa apa namanya ee ijazah 40:18 betul mengisi formuli pendaftaran 40:20 ee tadi insyaallah sudah ada di 40:22 deskripsi ya ee ada link pendaftaran 40:24 Google Form bisa diklik nanti ee mungkin 40:27 yang 40:28 berminat silakan langsung di link nanti 40:30 isi formul pendaftarannya. Kemudian kopi 40:33 ijazah dua lembar, ee kopi transkrip 40:36 nilai, kemudian kopi KTP, kopi kartu 40:39 keluarga dan pas foto berwarna 3 * 4 40:43 gitu. Nanti bisa lebih lengkap di 40:45 melalui 40:46 katanya usia enggak? 40:47 Oh, usia silakan boleh berapapun 40:50 boleh [tertawa] silakan. Yang 40:52 berapa usia tertua yang ada sekarang 40:54 yang 40:54 Mas Kris mau kuliah lagi. Iya ini mau 40:57 kuliah lagi nih. Grisis berapa? 41:01 Masyaallah. 41:03 Oke. Eh, 41:08 boleh. Usia berapa pun silakan ya. 41:11 Insyaallah. 41:11 Pak Arif Acehnya di mana? Kok nanya 41:14 Acehnya di mana? Di mana, Pak? 41:16 Saya di Banda Aceh. 41:17 Oh, di Banda Aceh. 41:18 Saya di Banda Aceh di Kopelma ya. 41:19 Komplek belajar mahasiswa Darussalam. 41:21 Jadi rumah saya tidak jauh dari sekitar 41:23 kampus Araniri dan kampus Sah Kuala. dua 41:26 kampus terbesar di Aceh. 41:27 Jadi disebutnya Kopelma, Komplek 41:29 Pelajaran Mahasiswa Darussalam. 41:32 Oke. Baik. Ee kita seperti sudah 41:34 dibatasi oleh waktu. Silakan terakhir 41:36 ada yang mau disampaikan baik Pak Deni 41:39 maupun Pak Arif. Silakan. 41:40 Baik ya. Ee alhamdulillah ya sekali lagi 41:44 kami haturkan jazakallah khair dan 41:46 terima kasih kepada 41:48 Radio Silaturahim dan Rasil TV dan juga 41:52 kepada seluruh pendengar Rasil ya. Tentu 41:54 saja kami ee Prodi Komunikasi Penyan 41:58 Islam Sekolah TIG Agama Islam Alfatah 42:00 mohon doa, mohon dukungan ya. Dan juga 42:04 ee mari kita bersama-sama membangun Sy 42:06 Alfatah dengan mendaftarkan 42:09 putra-putrinya bergabung bersama kami. 42:11 Kita sama-sama mempelajari ilmu 42:13 komunikasi dan ilmu dakwah untuk ya 42:16 kemajuan Islam dan muslimin di masa yang 42:18 akan datang. Insyaallah. 42:20 Arif. Ee Islam ke depan memerlukan 42:24 banyak kader dai yang ee 42:28 bisa berkiprah di berbagai kondisi. 42:32 Karena hari ini kondisinya sudah ee era 42:35 digital ya, era komunikasi informasi 42:37 yang sangat pesat, maka diperlukan ee 42:41 apa namanya kader-kader atau 42:42 kualitas-kualitas dai yang multimedia 42:44 juga sehingga apa yang kita harapkan ke 42:47 depan untuk dakwah dan penyiaran Islam 42:49 ee dapat terwujud sempurna. dan di 42:52 jurusan atau di prodi komunikasi 42:54 penyiaran Islam itu diajarkan Alfatah 42:57 menyediakan prodi itu. Jadi, mari ee 43:00 yang berminat misal tidak akan rugi 43:04 memperdalam ilmu komunikasi dan 43:06 penyiaran Islam. Demikian, Mas Kes. 43:09 Oke. Baik, terakhir saya akan bacakan 43:10 lagi nomor HP yang Anda bisa hubungi 43:12 untuk bertanya lebih lanjut mengenai 43:13 Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam ini. Ee 43:18 ada sini Pak Deni Rahman. Beliau adalah 43:20 kaprodi atau ketua program studi 43:22 nomornya 0812 43:27 1927 43:28 9414. 08121927 43:34 9414. Kemudian juga di sini ada Pak Arif 43:38 eh Ramdan e dosen di Aceh ya. juga 43:42 alumni dari ST AI nomornya 0853 43:49 62 43:51 70.000 43:54 085362 43:56 77.000. 43:58 Baik, terima kasih eh Pak Arif, Pak Deni 44:02 juga 44:04 Pak Afif, Pak. Terima kasih ya. Baik, 44:07 saya Muhamad Krisna juga Anis Mohon 44:09 pamit. Wabillahi taufik walhidayah. 44:11 Wasalamualaikum warahmatullahi 44:11 wabarakatuh. 44:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:13 wabarakatuh.