Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:12 Asalamualaikum warahmatullahi 0:14 wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin. 0:17 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:20 wa ala ali sayyidina Muhammad. Ikhwat 0:23 dan akhwat yang dirahmati Allah 0:25 subhanahu wa taala. Bagaimana kabar Anda 0:27 di sore hari ini? Semoga dalam keadaan 0:29 sehat walafiat dan selalu dalam 0:32 lindungan Allah Subhanahu wa taala. Di 0:35 sore hari ini, Ikhwan dan Akhwat, 0:36 kembali kami dapat hadir ke ruang dengar 0:39 Anda dalam program tausiah sore edisi 0:42 Senin di tanggal 29 Desember 0:46 2025. 0:48 Dan sore hari ini tema yang akan 0:50 disampaikan oleh guru kita Ustaz Z M. 0:53 Bahmid yaitu tentang belajar dari 0:56 musibah bencana di Sumatera. Langsung 0:59 saja ikhwan dan akhwat kita menyapa guru 1:01 kita yang telah hadir melalui aplikasi 1:03 Zoom. Asalamualaikum warahmatullahi 1:05 wabarakatuh, Ustaz. 1:08 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10 wabarakatuh. 1:11 Baik, bagaimana kabar Ustaz? Sehat ya, 1:13 Ustaz? Ya, 1:16 alhamdulillah. 1:17 Alhamdulillahiabbil alamin. Nahmadullah 1:22 masyaallah. 1:25 Allahu Akbar. Baiklah ikhwan dan akhwat, 1:27 langsung saja kita dengarkan pemaparan 1:29 yang akan disampaikan oleh beliau. 1:31 Tafadol Ustaz. 1:38 Asalamualaikum warahmatullahi 1:40 wabarakatuh. 1:41 Waalaikumsalam. 1:43 Alhamdulillahi rabbil alamin. 1:48 Alhamdulillahilladzi 1:50 anamana bdolan. 1:55 Alhamdulillah alladzi anama alaina 1:57 binikmatal islam wal iman. 2:02 Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:05 syarikalah 2:07 alladzi la ilahailla huwal malikur 2:10 rahman wa ashadu anna muhammadan abduhu 2:13 wa rasuluh 2:15 arsalahu bil ayati wal ihkam. 2:18 Allahumma sholli wasallim wabarik 2:22 ala nabina Muhammad sahibil burhan 2:27 wa ala alihi wa ashabihi ulil fadli wal 2:30 irfan. 2:34 Para pendengar sekalian yang dimuliakan 2:36 Allah subhanahu wa taala 2:39 di mana aja Anda berada. 2:43 Apalagi mereka yang dalam perjalanan 2:44 insyaallah Allah Subhanahu wa taala 2:46 menyampaikan sampai ke tujuan 2:48 masing-masing dengan sehat walafiat. 2:54 Dan kepada mereka yang masih sakit, 2:57 menderita sakit dicobai oleh Allah 2:59 dengan kurang sehat penyakit. 3:02 Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala 3:04 akan mengembalikan kesehatannya 3:06 dengan kesehatan yang lebih baik. 3:09 Amin ya arhamarrahimin. 3:13 Pendengar sekalian yang mulia, 3:17 mari kita lihat 3:21 tentang musibah yang terjadi kepada 3:23 bangsa kita ini berbabak-babak luar 3:25 biasa. 3:27 belum selesai masalah 3:31 Sumatera Utara, Aceh, Medan dan yang 3:33 lain-lain. 3:35 Kemudian 3:37 Kalimantan juga mendapatkan banjir 3:39 bandang 3:40 kalau enggak salah 2 hari yang lalu atau 3:42 sehari yang lalu. 3:46 Dan subhanallah 3:49 beberapa hari sebelumnya juga 3:52 banjir di Bekasi. Masyaallah, 3:55 jalan-jalan penuh dengan bajet. 3:58 Nah, 4:00 mungkin kalau kita bertanya kepada 4:02 saintis, 4:05 mereka akan mengatakan ini fenomena 4:07 alam. 4:10 Tapi kita juga perlu mempelajari, 4:12 perhatikan sebab-sebabnya. 4:17 Karena Allah Subhanahu wa taala juga 4:18 menyuruh kepada kita apa yang Allah 4:20 Taala berikan di lingkungan kita ini 4:22 supaya kita ini menjaga. Jangan berbuat 4:24 kerusakan. 4:25 W tufsidu fil ard innallaha la yuhibbul 4:28 mufsidin. 4:30 Jangan kalian berbuat kerusakan fasad di 4:33 muka bumi dan Allah Taala tidak 4:36 menghendaki hamba-hamba Allah yang 4:38 demikian. 4:40 Perbuatan-perbuatan yang demikian. 4:43 Nah, Saudara-saudara sekalian, para 4:44 pendengar yang mulia. 4:48 Saya ingin kita ini 4:51 Indonesia. Masyaallah. Masyaallah. 4:54 di dalam sejarah ya dalam sejarah 4:58 Syekh Muhammad Abdu yang dari Mesir 5:01 seorang ulama yang cukup pesat terkenal 5:05 dan pengarang buku. 5:08 Dia itu pernah diundang ke Indonesia 5:11 kalau enggak salah peristiwa ini sebelum 5:13 merdeka mungkin subhanallah atau baru 5:16 merdeka saya lupa tahunnya. 5:19 Jadi ketika dia berada di atas pesawat 5:23 memasuki wilayah Indonesia 5:26 dan dia lihat pemandangannya yang begitu 5:28 indah 5:30 dengan gunung-gunung yang penuh dengan 5:32 kehijauan, pohon-pohon yang luar biasa. 5:35 Ketika dia landing di Indonesia dijemput 5:38 oleh beberapa kiai-kiai, masyaallah 5:42 yang pertama-tama sesudah memberikan 5:44 salam, apa yang komentarnya Muhammad Anu 5:46 yang pertama? 5:48 Dia mengatakan, 5:51 "Biladakum 5:53 gitah minal jannah." 5:56 Negeri kalian ini potongan dari surga. 6:02 Artinya sepotong kecil dari surga. 6:06 Memang tentunya tidak dibandingkan 6:09 keindahan Indonesia ini dengan surga 6:11 yang diciptakan oleh Allah. Ya Allah, 6:13 enggak bisa dibandingkan. mungkin 6:17 ee ya enggak bisa dibandingkan dengan 6:19 perbandingan sat banding triliun kali. 6:23 Tapi karena kekagumannya dia melihat 6:25 keindahan Indonesia 6:29 dengan pulau-pulaunya, lautnya, 6:31 gunung-gunungnya, hutannya, ya 6:34 mengatakan, "Jadi ini hanya ungkapan 6:37 negeri kalian ini potongan dari jannah." 6:42 Nah, hamba Allah yang mulia. 6:53 Mohon maaf, Masisa 10 masih ada. 7:02 Apa yang terjadi di Aceh? Dan kalau kita 7:05 perhatikan sekarang, masyaallah 7:09 yang kita perhatikan terjadi di sana 7:11 sekarang ini adalah tangisan, 7:13 penderitaan yang luar biasa. Padahal 7:17 kita ini hidup di negara yang subur. 7:20 Memang benar tidak akan terjadi sesuatu 7:23 itu kalau bukan dengan kehendak Allah 7:25 Subhanahu wa taala. 7:28 Tapi ada terkadang dalam kehidupan kita, 7:32 kita mengundang 7:34 seakan-akan mengirim undangan kepada 7:36 Allah untuk mendatangkan musibah kepada 7:38 kita. 7:44 Karena tangan-tangan kita yang berbuat 7:47 kerusakan di muka bumi. 7:51 Sebelum kita masuk tentang masalah ini 7:53 ke Aceh, 7:55 mari kita melihat perbandingan yang 7:58 Allah ceritakan dalam Al-Qur'an. 8:03 Ada tiga bangsa besar. 8:07 Tiga bangsa besar yang Allah ceritakan 8:09 dalam Al-Qur'an. 8:11 Dan Allah memulai ini di dalam surat 8:14 Al-Fajr. Allah memulai ini dengan 8:16 sumpah. 8:20 Empat kali Allah Taala bersumpah untuk 8:22 menyampaikan kepada kita berita supaya 8:25 kita mengambil pelajaran. 8:28 Dimulai dengan wal fajri wayalin asr. 8:31 Ya. Dan demi waktu fajar dan malam-malam 8:34 yang ke-10. Kita enggak perlu bahas 8:37 sumpahnya Allah Taala. Wasyafi wal wat. 8:44 Dan demi yang genap dan yang ganjil 8:48 yasar dan demi malam apabila telah 8:50 berlalu. 8:57 Jadi Allah Taala mengingatkan kepada 8:59 kita sekalian, bukankah ini 9:11 Allah Taala menyatakan yang demikian itu 9:15 terdapat sumpah 9:17 bagi orang-orang yang berakal. 9:21 Empat kali Allah bersumpah. 9:23 Kemudian Allah menceritakan 9:26 tentang ada tiga bangsa besar sebelum 9:30 kita, sebelum datangnya Rasulullah 9:32 sallallahu alaihi wasallam 9:35 yang mereka ini termasuk bangsa-bangsa 9:37 yang 9:39 terkemuka. 9:41 Sehingga di dalam ayat itu Allah Taala 9:43 nyatakan 9:45 lam yuhlq fil bilad 9:49 yang manusia sebelumnya dan sesudahnya 9:52 yang datang 9:54 belum belum bisa untuk melakukan seperti 9:56 apa yang mereka lakukan 9:58 karena kepintaran daripada ketiga bangsa 10:00 ini. 10:03 Allah Subhanahu wa taala kemudian 10:06 mengingatkan 10:08 dimulai dengan alam tara 10:12 kaifa fa'al rabbuka biad. 10:16 Tidakkah kalian melihat? 10:19 Tidakkah kalian berpikir? 10:21 Tidakkah kalian mengambil pelajaran? 10:26 Kaifa fa'alab rbuka biad? Apa yang Allah 10:29 Taala lakukan kepada tiga bangsa ini? 10:33 Yang pertama bangsa Adsamud 10:44 bangsa AD ini 10:47 Iramaatil imad. 10:50 Nah, sebagian mufassirin Iram itu adalah 10:53 nama daripada pemimpin mereka, raja 10:56 mereka. 10:57 Sebagian mengatakan 11:00 nama daripada kota mereka, ibu kota 11:03 mereka. 11:05 Tapi lebih banyak mengatakan iramatil 11:07 imad di kota yang bernama Iram. 11:11 Mereka ini membangun bangunan-bangunan 11:14 yang luar biasa. 11:17 Dan bangsa AD ini 11:20 badan-badan mereka ini besar-besar, 11:22 tinggi-tinggi besar. 11:24 kalah kita sangat besar-besar. 11:29 Mungkin tingginya sampai 2 m ada. 11:33 Tapi Allah memulai ayat ini. Tidakkah 11:36 kalian melihat dan berpikir, 11:39 menganalisa, 11:41 merenung, dan berpikir, mengambil 11:43 pelajaran 11:45 satu bangsa AD yang mempunyai 11:47 bangunan-bangunan yang luar biasa. 11:49 Allati lam yuklq bilad. 11:53 yang belum ada bangsa atau manusia yang 11:56 bisa membangun seperti apa yang 11:59 dilakukan oleh mereka. Yang kedua, 12:02 watamudadina jabusak bilw. Kemudian 12:05 bangsa Tsamud. 12:09 Bangsa Tsamud ini jabus sakra bil. 12:15 Gunung-gunung batu 12:18 mereka pahat menjadi rumah-rumah mereka. 12:21 Jadi tidak dia bangun rumah dari nol 12:23 seperti kita pakai main pasir, tidak. 12:27 Gunung batu yang ada di lingkungan 12:30 mereka kan 12:34 ee contoh aja di mulai dari Ordan, Saudi 12:38 Arabia itu kan Sahara dan gunung batu. 12:41 Kebanyakan 12:45 mereka memahat gunung batu ini menjadi 12:47 rumah-rumah. 12:49 Di antaranya ada yang mereka jadikan 12:52 seperti stadium. Stadium 12:54 dipahat dari gunung batu menjadi 12:56 stadium. Jadi tempat-tempat duduknya itu 12:59 dari batu yang kokoh. 13:06 Dan stadium ini di Ordon. Di Ordon masih 13:09 ada, Jordan masih ada. Kita lihat total 13:12 itu batu tapi sudah berbentuk stadium. 13:16 Ada lapangan di tengahnya 13:18 pinggir-pinggirnya itu di apa dengan 13:20 tempat-tempat duduk dari batu. Saya 13:23 tahunya karena saya pernah ke sana, 13:25 pernah lihat. Subhanallah. 13:29 Kemudian bangsa yang ketiga, wa firauna 13:32 diluta. 13:35 Firaun. 13:39 Siapa yang tidak kenal dengan Firaun? 13:42 Dan Firaun autunnya 13:47 yang tinggi-tinggi, yang besar besar. 13:49 Coba kita perhatikan piramid sampai 13:51 sekarang belum pernah ada yang bisa 13:53 berbuat sed demikian. 13:56 Jepang, 13:57 bangsa Jepang tahun 1 mereka 14:01 merencanakan untuk membangun piramid 14:03 dengan tidak memakai 14:06 tidak memakai ee alat-alat modern. 14:12 Mereka mau ingin 14:15 menduplicate bagaimana piramid itu bisa 14:18 dibangun di Mesir hanya dengan 14:20 tangan-tangan manusia. 14:22 Tapi sesudah 1 tahun lebih hampir 2 14:25 tahun proyek ini berjalan, akhirnya 14:26 dibatalkan. Mereka tidak sanggup. 14:31 Jadi Allah Taala ingatkan wa Firaun 14:34 autadun 14:37 dengan bangunan-bangunannya, 14:39 pasak-pasaknya, piramidnya. 14:43 Jadi tiga bangsa ini luar biasa. Dan 14:46 Allah Taala menyatakan, "Lam yuklq fil 14:48 bilad." 14:51 Lam yuklqlaha fil bilad. Dan tidak ada 14:55 yang bisa bangun seperti mereka. 14:59 sekalipun teknologi kita yang maju 15:01 sekali, 15:04 tapi kemudian Allah Subhanahu wa taala 15:06 menyatakan 15:08 kesemuanya mereka ini alladzina tag fil 15:12 bilad 15:14 faaksaru fihal fasad. 15:19 Tapi mereka kebanyakan berbuka tag. 15:22 Mereka melakukan perbuatan 15:24 sewenang-wenang di dalam negerinya. 15:29 Karena Allah Taala menyatakan, "Faakaru 15:32 fihal fasad." Karena kebanyakan 15:34 pejabat-pejabat mereka itu 15:38 fasad. 15:41 Fasad itu artinya mereka berbuat 15:43 kezaliman, 15:45 keadilan tidak ditegakkan, 15:47 kecurangan yang dipraktikkan, pemerasan 15:50 terjadi, 15:52 yang lemah diinjak. 15:56 Allah Taala yang berbicara dalam 15:57 Al-Qur'an. Faakaru fial fasad. 16:00 Kebanyakan pejabat-pejabat dari tiga 16:04 bangsa ini berbuat fasad, 16:06 berbuat sewenang-wenang. 16:11 Dan apa artinya? Allah Taala menyatakan, 16:16 "Fasabba alaihim rabbukaab." 16:21 Ketiga bangsa ini Allah Taala menyatakan 16:24 maka Allah tumpahkan 16:28 adab kepada mereka. 16:33 Di dalam Al-Qur'an itu Allah Taala 16:36 ingatkan tentang adab ini ada tiga 16:38 macam. 16:40 Ada tiga macam. 16:42 Yang pertama Allah Taala menyatakan 16:45 minalna 16:47 akbar. 16:50 Kami kami berikan kepada mereka 16:53 adab-adab yang kecil, adab permulaan 16:57 sebagai cemeti peringatan 17:01 sebelum Allah Taala tumpahkan adab yang 17:04 besar. 17:05 Dan adab yang paling besar itu di 17:07 akhirat. Tapi kalau Allah sudah katakan 17:10 fasabba alaihimuk 17:13 adab, itu sudah bukan adab kecil. 17:16 Itu adab yang sangat besar. Allah 17:18 tumpahkan. 17:20 Nah, yang kedua yang Allah Taala 17:22 nyatakan 17:25 Allah kirim adab kepada mereka sebagai 17:27 peringatan. 17:32 Jadi terkadang Allah mengirim adab itu 17:34 bukan sekali, bukan dua kali, 17:35 berbabak-babak 17:37 peringatan. 17:41 Dan itu masih termasuk adab kecil 17:45 karena belum sampai ke taraf yang Allah 17:47 Taala nyatakan fasai. 17:51 Maka kami tumpahkan adab kepada mereka. 17:54 Nah, hamba Allah yang mulia, mari kita 17:57 bahas sedikit tentang apa yang Allah 17:58 nyatakan dalam Al-Qur'an. Faaksaru fihal 18:02 fasad. 18:03 Kebanyakan dari tiga bangsa ini, 18:07 kebanyakan 18:08 pejabat-pejabat mereka, rakyat mereka 18:12 berbuat fasad. 18:14 Fasad ini apa? Sangat luas. 18:20 Pemerasan, 18:22 kezaliman. 18:24 Kezaliman ini sangat luas. 18:30 Orang yang menjual keadilan. 18:33 Menjual keadilan 18:36 yang benar disalah, yang yang benar 18:38 disalahkan, yang salah dibenarkan. 18:42 Itu termasuk kezaliman. 18:50 Maksiat meraja lela. 18:55 Dan karena sudah terlalu berlebihan maka 18:58 Allah Taala menyatakan fasab alaibukaab. 19:02 Maka Allah tumpahkan adab kepada mereka 19:05 itu. Tumpahkan adabnya bukan dikirim 19:08 lagi. 19:12 Mari kita lihat contoh kepada Firaun. 19:15 Siapa yang tidak kenal Firaun? Siapa 19:18 yang tidak tahu ceritanya Firaun? 19:19 Masyaallah. 19:21 Firaun sudah berlalu. 19:28 Tapi dalam kehidupan kita 19:31 bukan sedikit. 19:34 Manusia-manusia yang awam ada, yang 19:37 pejabat ada yang berpraktik dengan 19:40 praktik-praktiknya Firaun. 19:45 Ya, 19:50 sifat-sifat Firaun dipraktikkan oleh 19:52 mereka. Firaun itu berbuat 19:53 sewenak-wenak, 19:55 semaunya dia. Masyaallah. 19:59 Dan banyak dalam pengalaman kita di 20:01 Indonesia ini kita lihat ada pejabat 20:04 yang semau-maunya. 20:06 Buktinya 20:08 hutan yang ditebang semau-maunya 20:11 tanpa mempedulikan 20:13 apa akibat 20:15 daripada penerbangan hutan yang luar 20:18 biasa 20:20 dengan menginjak segala peraturan, 20:22 melewati segala hukum dan undang-undang, 20:25 segala peraturan dan apa yang akan 20:27 terjadi 20:33 semuanya ini demi untuk kemaslahatan dan 20:35 kekayaan mereka tidak mempergunan, tidak 20:38 ber tidak 20:41 ee memperhatikan apa yang akan terjadi 20:45 kepada rakyat, kampung, daerah ketika 20:48 akan terjadi banjir yang luar biasa, 20:51 banjir bandang. Karena apabila pohon itu 20:54 ditebang semau-maunya, hutan ditebang 20:56 semau-maunya, 20:58 maka pasti akan terjadi kebenciran. 21:01 Karena pohon-pohon ini juga termasuk 21:03 salah satu 21:06 sistemnya mereka itu untuk menyerap 21:08 menyerap air. 21:12 Ekosistem akan berubah. 21:20 Coba kita lihat kepada Firaun 21:23 apa yang Allah Taala lakukan kepada 21:24 mereka. 21:26 Sebelum Allah Taala nyatakan, "Fasabba 21:29 alaihim rabbuka adab." Allah mengirim 21:32 dulu adab. Mengirim adab berbabak-babak 21:36 sebagai peringatan. 21:38 Peringatan 21:41 ini yang Allah Taala menyatakan 21:42 wudannahu minalabilna. 21:45 Kami kirim kepada mereka, berikan kepada 21:48 mereka adab-adab permulaan, adab-adab 21:51 kecil. 21:53 Memang yang terjadi di Aceh, di Medan 21:55 itu bukan ratusan orang yang meninggal 21:58 dunia, mungkin ribuan, belum lagi 22:00 termasuk yang hilang. 22:03 Tapi di sisi Allah Taala ini masih 22:05 merupakan azab kecil. Belum Allah Taala 22:07 tumpahkan azabnya. Sebab kalau Allah 22:09 Taala tumpahkan adab kepada satu bangsa 22:13 atau satu daerah, maka bangsa itu 22:16 dihilangkan daripada peredaran 22:18 kehidupan. 22:22 Coba kita perhatikan Firaun 22:25 bagaimana Allah mengirim adabnya. Belum 22:28 fasaba alaihim, belum Allah menumpahkan 22:31 adab. Allah Taala mengirim adab kepada 22:34 mereka. 22:37 Peringatan demi peringatan, babak demi 22:39 baba. 22:41 Di dalam Al-Qur'an Allah Taala 22:42 menyatakan, "Faarsalna alaihim tufan." 22:48 Kami kirim kepada mereka taufan, angin 22:50 taufan yang luar biasa. 22:55 Istana tidak bergoyang. 22:59 Istana tidak berpengaruh. Paling-paling 23:01 angin masuk ke dalam, tapi tetap berdiri 23:03 dengan kokoh. Yang menderita, yang 23:06 hancur-hancuran itu rakyat jelata, 23:08 rakyatnya. 23:17 Dan tiap Allah mengirim adab kepada 23:20 Firaun. 23:27 Firaun ini orang yang pintar. Bukan, 23:29 bukan dia pint. Dia tahu Nabi Musa 23:33 alaihi salalam itu seorang nabi dan dia 23:37 tahu Allah Taala itu dia kenal Allah 23:40 Taala. 23:41 Justru itu ketika dia akan tenggelam, 23:43 dia bersyahadah kepada Allah Taala 23:50 dan selesai tapi tidak di 23:56 Qalu 23:59 ya Musa udu lana rabbaka bima hida. 24:09 Firaun menyuruh datang mereka kepada 24:10 Musa, kepada Nabi Musa 24:14 karena mereka tahu Nabi Musa ini nabi. 24:17 Ya Musa 24:20 walai. 24:22 Ketika Allah Taala tetapkan kiriman adab 24:25 ini kepada mereka, 24:30 Firaun menyuruh kepada para 24:32 penasihat-penasihatnya, utusan pergi 24:34 kepada Nabi Musa, minta kepada Nabi 24:36 Musa, "Ya Musa, 24:39 bima wahai Musa, coba minta kepada Allah 24:44 dengan kenabian yang Allah telah berikan 24:46 kepadamu 24:48 dengan hidayah ahid. 24:52 Kemudian mereka berjanji 24:56 lainakail 25:01 ma bani israil. 25:04 Kalau adab ini sudah diangkat oleh 25:06 Allah, kami akan beriman kepadamu. 25:09 Artinya dengan kalimat yang lain. Kalau 25:12 adab terangkat sudah dihentikan oleh 25:15 Allah Taala, kita akan beriman bukan 25:18 sekedar beriman aja kepada Allah. 25:20 Artinya kita iman kepada Allah dengan 25:22 benar-benar mematuhi hukum-hukum dan 25:26 perundang-undang Allah Subhanahu wa 25:27 taala. 25:30 Jangan berbuat sewak 25:36 ya. 25:38 Termasuk menbung menebang pohon 25:39 semau-maunya itu perbuatan 25:41 sewenang-wenang hanya untuk ingin 25:43 mendapatkan kekayaan pribadi, kekayaan 25:45 perusahaan. 25:50 Jadi ketika mereka katakan yang kepada 25:52 Musa demikian, Musa berdoa kepada Allah 25:54 Taala dihilangkan azab ini oleh Allah 25:57 Subhanahu wa taala. 26:03 Tapi Allah Subhanahu wa taala menyatakan 26:05 di ayat ini, 26:13 tiap Allah Taala menghentikan adab ini 26:19 yang mereka berjanji lminan laka kami 26:21 akan beriman kepadamu ya Musa. Beriman 26:24 kepada Allah Taala. 26:27 suruh Nabi Musa berdoa. Nabi Musa berdoa 26:29 ketika azabnya sudah hilang, dihilangkan 26:32 oleh Allah Taala. Allah Taala nyatakan 26:35 di ayat ini menceritakan kepada kurang 26:37 ajarnya ketiga bangsa ini. 26:41 Mereka balik lagi berbuat seperti 26:43 semula. 26:46 Berbuat kezaliman, 26:49 kecurangan, 26:51 keadilan diinjak-injak. 26:56 Maka Allah Taala kirim lagi azab yang 26:58 kedua. 27:04 Faarsalna alaihimut tufan 27:07 wal jarat. 27:09 Kemudian Allah mengirim belalang. 27:12 Coba bayangkan 27:14 belalang ini kita bisa makan ya 27:16 dihalalkan dalam Islam kita 27:20 belalang. 27:22 Tapi kalau sudah jutaan triliun belalang 27:25 yang datang, 27:29 bayangkan di semua penjuru itu belalang. 27:33 Dalam rumah masuk belalang, mau tidur 27:35 angkat bantal belalang. Semua belalang. 27:37 Dan belalang ini memakan perbendaharaan 27:40 tanaman-tanaman mereka sampai 27:42 habis-habisan rata. 27:46 Gandum-gandum mereka tanam. Pokoknya 27:48 perbendaharaan makanan dimakan oleh 27:50 belalang. Habis. 27:53 Penasihatnya Firaun mengatakan kepada 27:55 Firaun, "Sejak kami menjadi penasihat 27:58 dari bapakmu sebelumnya, 28:01 kami belum pernah melihat adab semacam 28:03 ini. Ini pasti adab dari Allah Subhanahu 28:06 wa taala sebagai peringatan kepada 28:09 kita." 28:14 Apa kata Firaun? 28:16 pergi kepada Musa, 28:19 mintakan kepadanya udulana bima minta 28:23 kepada Musa dengan apa yang Allah telah 28:26 jadikan dia sebagai seorang nabi, dengan 28:28 apa yang Allah hidayahi kepadanya. 28:31 Dan kalau adab ini sudah terangkat 28:38 lukminanak, 28:40 kami akan beriman kepadamu. 28:44 Musa berdoa lagi yang kedua kali. 28:47 Terangkat adab Allah itu belalangnya 28:50 tiba-tiba hilang. Entah ke mana. 28:53 Wallahualam. Tapi aman. Satu pun sudah 28:55 enggak ada. 29:04 Sesudah hilang, sama lagi apa yang 29:06 mereka lakukan. 29:09 Jadi Allah memberikan peringatan kepada 29:12 Firaun berbabak-babak adab demi adab, 29:15 musibah demi musibah. 29:18 Kemudian Allah Taala mengirim kutu 29:23 kutub. 29:28 Jadi kalau kita lihat di ayat ini, 29:32 Allah kirim berbabak-babak sampai 29:34 berkali-kali dengan berbeda-beda azab. 29:37 Kutu di semua tempat penuh dengan kutu. 29:40 Di dalam istana penuh dengan tempat 29:42 tidur penuh dengan kutu. Semua kutub. 29:47 Bayangkan 29:49 Allah Taala tidak mengirim 29:51 api kebakaran yang luar biasa atau gempa 29:54 membalikan. Tidak. 29:57 Tapi enggak kuat mereka menghadapi kutu 29:59 di mana semua tempat kutu begitu banyak. 30:08 Wal jalad walumala wadfadi. Kemudian 30:11 Allah mengirim katak. Jadi sesudah 30:13 diangkat lagi kutu ini selesai Allah 30:15 mengirim katak. Di mana-mana semua ada 30:17 katak. 30:19 Kemudian Allah Taala menyatakan wadam 30:23 ayatin 30:25 fastbaru 30:28 mujrimin. 30:30 Jadi ketika Musa berdoa lagi kutu 30:33 diangkat. 30:35 Allah Taala mengirim kepada sumber 30:37 kehidupan mereka, sumber air kehidupan 30:40 mereka, sungai Nil berubah menjadi 30:43 darah. Total merah menjadi darah. 30:48 Jadi sungainya itu sama dengan kalau 30:51 kita ngangkat dengan telapak tangan sama 30:53 dengan kita ngangkat darah. Darah waddam 30:56 di ayat ini dikatakan darah bukan hanya 30:59 sekedar berubah warnanya menjadi merah. 31:05 Tapi Allah Subhanahu wa taala nyatakan 31:07 tiap adab ini dihilangkan oleh Allah 31:10 sebagai peringatan. 31:13 Mereka tetap fastqbaru wanimin. 31:17 Mereka tetap menyombongkan diri 31:21 dan mereka itu kauman mujrimin. 31:26 Sehingga apa yang terjadi? Allah Taala 31:28 nyatakan dibaai 31:33 maka Allah tumpahkan adab kepada mereka. 31:36 Di antaranya salah satu bukti yang Allah 31:38 tumpahkan kepada mereka. 31:40 Firaun 31:42 ditenggelamkan oleh Allah dengan 31:44 pengikut-pengikutnya semua yang 31:46 mengikuti Firaun untuk mengejar Nabi 31:48 Musa. 31:49 Kemudian Allah tutup laut tersebut. 31:52 Semua mereka tenggelam. 31:56 Hanya jasadnya Firaun yang didamparkan 32:00 oleh Allah ke pinggir pantai untuk 32:03 menjadi peringatan kepada umat yang 32:05 datang sesudahnya. 32:10 Nah, hamba Allah yang mulia, para 32:13 pendengar yang dimuliakan Allah 32:15 subhanahu wa taala. 32:17 Jadi, mari kita balik lagi 32:19 ya. 32:22 Kita tidak ingin sampai Allah Subhanahu 32:24 wa taala menumpahkan adab kepada kita. 32:28 Mari kita balik lagi dengan kondisi dan 32:30 keadaan yang kita lihat yang perhatikan 32:32 apa yang terjadi di Aceh ya, di Medan, 32:36 pokoknya daerah Sumatera Utara 32:40 ini akibat daripada penebangan pohon 32:42 yang semau-maunya. 32:46 pemerintah sebelumnya mungkin juga itu 32:48 memang sengaja menutup mata menjual 32:51 untuk supaya mendapat keuntungan. 32:54 Bukan keuntungan negara, kadang-kadang 32:57 keuntungan pribadi. 33:05 Jadi ini sama dengan kita mengirim 33:07 undangan kepada Allah Subhanahu wa taala 33:10 supaya Allah taala mendatangkan azab. 33:12 Tapi kasihan yang menderita adalah 33:15 masyarakat awam. Kenapa masyarakat awam 33:17 yang menderita? Supaya para pejabat 33:20 pejabat yang bersangkutan yang 33:23 memberikan izin penbangan semau-maunya 33:26 ya. Yang hanya menonton 33:31 peringatan dari Allah supaya mereka mau 33:33 membuka mata melihat apa yang Allah 33:35 berikan di dalam adab ini. Apakah mereka 33:39 akan 33:41 apa namanya? 33:43 Laahum yarun 33:45 ya wah minabil 33:49 akbar 33:52 supaya mereka itu mau menyadari balik 33:55 lagi ke jalan yang sebagaimana 33:57 diperintah oleh Allah Subhanahu wa taala 34:00 dalam Al-Qur'an. Berbuat baik, jujur 34:05 ya. 34:07 Jangan zalim, jangan menginjak-nginjak 34:10 yang lemah. 34:12 Jangan mempermainkan keadilan, 34:14 mempermainkan hukum. Menjual keadilan 34:18 karena jabatan, menjual keadilan karena 34:21 materi. 34:24 Dan itu kebanyakan yang terjadi kepada 34:26 kita. Subhanallah. 34:29 Azab ini ya Allah, mereka yang tidak 34:33 kena azab ini juga merupakan cobaan dari 34:35 Allah Taala. kita di Jakarta ini mungkin 34:37 ada tempat-tempat tertentu yang tidak 34:39 pernah rasakan atau tidak pernah rasakan 34:41 banjir. 34:43 Tapi ini juga merupakan cobaan Allah 34:46 kepada kita. Mau tidak kita turun tangan 34:48 untuk turut membantu, bersuara, 34:51 mengingatkan kepada mereka? 35:04 Adab yang diberikan Allah kepada kita 35:05 ini masih berbentuk kiriman 35:07 peringatan-peringatan Allah Subhanahu wa 35:10 taala kepada kita sekalian. 35:15 Memang benar yang menderita 35:19 rakyat jelata 35:21 yang pejabat-pejabat ini lagi enak duduk 35:24 makan minum semaya dengan kekayaan yang 35:27 berlimpah ruah. Di sisi lain di Aceh itu 35:30 seorang 3 hari enggak makan, 4 hari 35:32 enggak makan. Dan adab ini nampaknya 35:36 lebih dahsyat daripada suat tsunami. 35:38 Lebih dahsyat. 35:41 Coba kita perhatikan gambar-gambar yang 35:44 masyaallah 35:48 keluar di WA, keluar di online luar 35:50 biasa 35:52 denganokan-nggokan kayu dan becek itu 35:55 naik sampai hanya kelihatan genteng 35:57 rumah. 36:01 Maka di ayat ini Allah Subhanahu wa 36:03 taala ingatkan kepada kita semua. Tiga 36:06 bangsa aja yang sangat pintar, besar dan 36:09 mereka berbuat apa yang belum pernah 36:11 bisa dibuat oleh manusia. Dihancurkan 36:13 oleh Allah Taala ditumpahkan adab kepada 36:16 mereka. Dihilangkan mereka daripada 36:19 peredaran kehidupan. 36:22 Bagaimana dengan kita? 36:26 Jadi jangan kita hanya berpikir 36:29 dengan terjadi banjir, ah ini fenomena 36:31 alam. 36:34 Fenomena alam itu Allah Taala yang 36:36 mentakdirkan, Allah Taala yang mengatur. 36:40 Justru itu di dalam satu hadis qudsi 36:43 Allah Taala menyatakan, "Fala tasumbud 36:45 dahahat." Jangan kalian mengutup-ngutup 36:48 cuaca. 36:50 Artinya apa? Iklim. Ya Allah Taala 36:54 menyatakan karena dia Allah yang 36:56 mengatur pergantian iklim cuaca. 37:01 Tapi ketika kita berbuat sewenang-wenang 37:09 yang Allah Taala menyatakan faaktaru 37:11 fihal fasad. Karena kebanyakan 37:14 pejabat-pejabat dan penduduk daripada 37:16 tiga bangsa ini berbuat fasad. 37:19 Dan hampir itu yang terjadi kepada kita 37:22 sekarang banyak 37:26 hamba-hamba Allah mencari pengadilan 37:29 ya. Iya. Mencari hamba-hamba Allah yang 37:33 ingin mencari yang terzalimi. 37:37 Mencari putusan yang adil di pengadilan. 37:44 Kebanyakan yang lemah tidak bakal 37:45 ketebu. 37:47 Keadilan tidak akan mereka dapatkan 37:50 kebanyakan. 37:52 Malahan terkadang keadilan itu diputar 37:54 balikkan hanya karena faktor keuntungan, 38:00 faktor kekayaan dengan siapa mereka 38:02 berhadapan. Yang memutus ini dia melihat 38:05 yang dia berhadapan dengan siapa. Yang 38:07 punya fulus, punya pengaruh, punya 38:10 jabatan. 38:12 pasti menang. 38:16 Coba kita renungkan sejenak. 38:19 Seorang tua 38:21 yang dia mencuri pisang ajak di kebun. 38:25 Ada juga yang mencuri singkong karena 38:26 kelaparan ya sudah enggak makan. 38:31 Dijatuhi hukuman 38:35 bertahun-tahun. 38:37 Tapi yang korupsi bermiliar-miliar 38:40 triliun. 38:41 tidak diapa-apain. 38:47 Yang menang menebang hutan semau-maunya 38:51 dengan kezaliman seakan-akan tidak ada 38:53 apa-apain. 38:57 Ini hamba Allah yang mulia. 38:58 Astagfirullah. Ini termasuk faaksaru 39:01 fihal fasad. Karena kebanyakan 39:03 mereka-mereka yang memegang hukum 39:08 berbuat semau-maunya. fasad berbuat 39:10 sewenang-wenang. Di Quran, di ayat ini 39:13 Allah Taala menyatakan ketiga bangsa ini 39:16 Allah Taala menyatakan faaksaru. 39:19 Jadi kebanyakan kalau sudah berbicara 39:22 kebanyakan di Quran berarti 90% ke atas. 39:28 Dan termasuk masyarakat awam 39:32 berbuat fasad. 39:40 Para pendengar sekalian yang dimuliakan 39:42 Allah Subhanahu wa taala. 39:48 Di ayat ini Allah Subhanahu wa taala 39:50 mengingatkan kepada kita bangsa yang 39:52 lebih besar dari kita 39:56 itu ditumpahkan Allah adab kepada 39:58 mereka. Dan sampai sekarang mereka itu 40:00 cuma kita tahu nanti sejarahnya dari 40:02 Al-Qur'an. 40:06 Apalagi kita bangsa Indonesia. 40:10 Jangan kita mempermainkan hukum. 40:15 Jangan kita mempermainkan keadilan. 40:19 Jangan kita memeras kepada yang lemah. 40:22 Jangan kita menginjak kepada yang lemah. 40:29 Berpikirlah bahwa ada saatnya jabatan 40:33 itu akan dihilangkan oleh Allah. 40:36 Ada saatnya para pemangku hukum mereka 40:38 juga itu akan masuk masa pensiun tua. 40:42 Dan sesudah itu Allah memindahkan mereka 40:44 ke alam barzakh. 40:50 Hamba Allah yang mulia, 40:56 mari kita lihat 40:59 bagaimana berakhir 41:01 daripada apa yang Allah Subhanahu wa 41:03 taala 41:05 ta menyatakan 41:08 sudah dikirim oleh Allah adab 41:10 berbabak-babak. 41:13 sudah diingatkan 41:24 berkali-kali 41:26 maka kami tumpahkan adab kepada mereka. 41:29 Tumpahkan adab kepada mereka. Di dalam 41:32 ayat ini Allah Taala menyatakan. 41:43 Kemudian Allah Taala menghukum sebagian 41:46 dari mereka. Nah, kalau sebagian dari 41:48 mereka siapa? Berarti yang berbuat fasad 41:51 yang paling banyak ini itu yang kena 41:54 hukuman dari hukuman di dunia. 41:57 Bagaimana Allah menghukum kepada mereka? 42:00 Allah tenggelamkan termasuk Firaun. 42:06 Allah tenggelamkan kepada mereka. 42:14 Kami tenggelamkan mereka di laut. 42:18 Ya. Yang lain di mana kami lemparkan 42:19 mereka ke laut ditenggelamkan oleh Allah 42:23 Subhanahu wa taala. 42:29 Karena mereka mendusta 42:36 dan mereka lalai di dalam oleh Allah. 42:37 Dia lalai dia tidak peduli. 42:45 Ini contoh yang Allah Subhanahu wa taala 42:47 berikan kepada kita dalam Al-Qur'an. 42:50 Kenapa Allah taala abadikan cerita ini 42:52 dalam Al-Qur'an? untuk kita meng 43:00 ambil pelajar. 43:02 Kan ada ayat yang lain yang Allah Taala 43:03 ingatkan kepada kita. Kalau kita 43:06 menginginkan bagaimana adab Allah ini? 43:09 Artinya supaya kita ini bisa keluar 43:11 daripada masalah yang sangat ruet, 43:15 sangat rumit. Hamba Allah yang mulia, 43:17 kalau masyarakat awam mereka tidak bisa 43:20 berbuat banyak. Paling-paling kalau 43:22 mereka taat kepada Allah dengan ketaatan 43:25 yang masyaallah luar biasa. 43:27 Tapi yang berbahaya ini adalah para 43:30 pejabat, para koruptor 43:33 ya. 43:35 Mereka-mereka yang duduk di 43:37 instansi-instansi hukum 43:42 hanya ingin mengumpulkan kekayaan 43:48 dengan memutar balikkan keadilan. 43:51 Dan itu banyak yang terjadi dalam 43:53 kehidupan kita saat-saat ini. 43:55 Subhanallah. 43:58 Kan ada ayat dalam Al-Qur'an yang Allah 44:00 Taala ingatkan. 44:02 Lau anna ahlal qura amanu wattaq 44:08 lafatahna alaihim barakat minama wal. 44:12 Kalau penduduk daripada satu negeri, 44:15 penduduk dari satu negeri, satu negara, 44:21 amanu wattaqu. 44:24 Mereka benar-benar beriman kepada Allah 44:26 dan taat kepada Allah. Nah, ini 44:30 takwall ini sangat luas. 44:33 Takwallah sangat luas. 44:39 Ini contoh yang agak lebih besar. 44:43 Kan ada perusahaan-perusahaan 44:47 yang mempunyai apa namanya? 44:50 HPH. HPH itu apa ya? Artinya mereka 44:54 diberikan ee diberikan lahan yang cukup 44:59 besar untuk mereka pergunakan. Apa 45:01 mereka? Pohon potong pohonnya 45:04 kemudiannya untuk ditanam sawit. Yang 45:07 penting mereka bisa berbuat semau-maunya 45:09 di dalam hutan tersebut. dalam tanah 45:11 tersebut. Kalaupun ada masyarakat yang 45:14 sudah tinggal di situ, digusur semaunya. 45:20 Kalau umpama 45:25 yang mendapatkan izin seperti ini, tidak 45:28 mungkin dia tidak dia akan dapat izinnya 45:31 kalau tidak dengan sogokan kepada 45:33 para-para pejabat. 45:38 Kalau sekarang kita ini apa? Menteri 45:39 Kehutanan. 45:41 mestinya Menteri Kehunanan itu aktif 45:44 sebelum dia memberikan konsesi kepada 45:47 mereka. 45:49 Perhatikan 45:50 apa yang akan dilakukan oleh mereka. 45:55 Pohon-pohon akan digundulin. Apa 45:57 akibatnya nanti? 46:02 Tapi kalau sudah terima fulus, 46:05 ya masa bodoh. 46:07 Apa akibatnya akan kebanjiran? 46:11 kehancuran, 46:13 rakyat akan menderita, mereka bermasa 46:15 bodoh. 46:18 Jadi kalau kita berbicara ketakwaan 46:20 kepada Allah, benar-benar hidup yang 46:23 jujur, 46:28 itu ketaatan kepada Allah Taala. 46:31 Kita mau tebang pohon semau-maunya. Kita 46:33 lihat apa akibatnya akan terjadi dan 46:36 semua tahu 46:38 apabila bukit sudah gundul, gunung itu 46:41 sudah gundul, pohon-pohon ditebang hanya 46:43 karena untuk keuntungan kayu yang akan 46:45 dijual ke luar negeri 46:48 pasti akan mendatangkan banjir. 46:54 Pasti itu. 46:57 Jadi sama dengan mereka itu mengundang 47:00 supaya Allah Taala mendatangkan banjir 47:03 ulah tangan mereka. 47:05 Yang menderita siapa? Rakyat, masyarakat 47:09 Allah. 47:11 Ada berita yang saya baca 2 hari lalu 47:13 atau 3 hari lalu. Saya 47:17 ada negara kalau tidak salah dari dari 47:22 Dubai atau dari ya dari Dubai kalau 47:24 enggak salah. Pokoknya dari Emirat. 47:27 membawa bantuan beras 300.000 ton. 47:33 300 Iya, 300.000 ton 47:38 sudah sampai di Indonesia. 47:41 Ini berita yang ada 47:44 tapi ditahan tidak diberikan. 47:48 Padahal di sisi yang lain yang menangis 47:51 karena kelaparan, menangis karena 47:54 besoknya tidak ada makanan, apalagi 47:56 listrik tidak ada, elektrik enggak ada, 47:58 semua enggak ada. 48:00 Jadi bantuan untuk kepada mereka ini 48:04 bukan dilihat dari segi kemanusiaan, 48:07 tapi dilihat daripada politik. 48:16 Jadi dipolitisasi. 48:21 Subhanallah, 48:23 subhanallah, 48:26 subhanallah. 48:29 Bantuan ini ditolak. Wallahualam. Kalau 48:32 sekarang sudah dibagikan, enggak tahu. 48:34 Tapi berita 2 hari 3 hari yang lalu 48:36 ditahan 48:38 tidak bisa. 48:40 Ya Allah ya Karim. 48:46 Padahal di dalam Al-Qur'an berkali-kali 48:51 Allah Subhanahu wa taala mengingatkan 48:54 kepada kita 48:56 untuk memperhatikan ketika mereka dalam 48:58 menderita, dalam musibah. 49:01 Banyak ayat yang Allah Taala cerita 49:04 tentang ini, 49:09 tapi seakan-akan rasa kemudahan iyaka 49:11 na'budu wa iyaka nastain. Kepadamu ya 49:14 Allah aku arahkan peribadatanku. 49:16 Kepadamu aku bersujud 49:20 dan kepadamu aku menedahkan tangan. 49:23 Kemudian dia mengatakan ihdinal 49:26 mustaqim. Hidayahilah kami jalan yang 49:29 istiqamah. 49:31 Tapi ketika sampai di masalah politik, 49:34 soal istikamah dia lupa soal iyaka 49:37 na'budu wa iyaka nastain yang dia 49:39 berjanji sehari paling kurang 20 kali 49:44 dia lupakan. 49:49 Karena mereka itu makan dengan enak, 49:51 tidur dengan enak, kemewahan ada, 49:54 segala-galanya ada. 49:57 Inilah akibat. 50:01 Kalau segala sesuatu itu sudah di 50:05 campur dengan sudah artinya sudah 50:07 dipolitisasi, 50:09 maka kemanusiaan dalam dirinya hilang. 50:17 Yang mulia, para pendengar yang 50:18 dimuliakan Allah Subhanahu wa taala. 50:22 Jangan sampai Allah taala menumpahkan 50:24 adab kepada kita. 50:26 yang terjadi sekarang ini Allah masih 50:28 mengirim adab sebagai peringatan 50:30 laallahum yarjiun supaya mereka-mereka 50:34 termasuk kita-kita 50:37 yarjiun balik ke jalan Allah Taala lihat 50:40 mana yang pantas mana yang baik menurut 50:43 apa yang Allah perintahkan. 50:48 Subhanallah. 50:50 PBB 50:52 sudah mendeklarasikan 50:55 bahwa mereka itu harus membantu karena 50:58 ini sudah termasuk 51:00 astagfirullahalazim 51:03 ee bukan musibah nasional tapi musibah 51:06 internasional 51:10 dan itu sudah diputuskan oleh PBB. 51:14 Maka hamba Allah yang mulia, 51:17 marilah kita balik dan renungkan. 51:20 Kenapa Allah mengingatkan kita dengan 51:22 adab yang berbabak-babak? 51:24 Tapi Allah Subhanahu wa taala juga 51:26 memberikan jalan keluar 51:29 kepada kita. 51:31 sehingga Allah Taala tidak akan 51:32 mendatangkan adab-adab yang besar 51:34 seperti ini. 51:37 Mudah-mudahan insyaallah kita mengambil 51:39 pelajaran dengan apa yang Allah ingatkan 51:41 tentang tiga bangsa besar yang 51:44 dihancurkan oleh Allah Taala, 51:46 ditumpahkan adab kepada mereka dan 51:48 dihilangkan dari peredaran kehidupan. 51:53 Kalau ada yang salah kepada Allah saya 51:54 mengharapkan magfirahnya. Waminallahi 51:57 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum. 52:00 warahmatullahi wabarakatuh. 52:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 52:04 wabarakatuh, ikhwan akhwat. Demikian 52:06 tadi ee telah kita simak bersama 52:10 pemaparan yang telah disampaikan oleh 52:13 guru kita Ustaz Z Mahmid. 52:18 Tetaplah bersama kami. Kita akan jeda 52:20 sejenak, Ustaz. 52:22 Silakan. 52:23 Baik. Tetaplah bersama kami ikhwan dan 52:25 akhwat. Usai jeda singkat ini kita akan 52:27 masuk ke sesi pertanyaan dari ikhwan dan 52:31 akhwat. Menggali hikmah di balik musibah 52:33 bencana yang terjadi di Sumatera. Jangan 52:36 ke mana-mana.