Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:08 [musik] 0:20 Rasul TV 0:27 [musik] 0:32 [musik] 0:42 Wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:45 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 0:46 subhanahu wa taala yang dapat meraih 0:48 kami lewat radio maupun lewat ruang 0:51 dengar ikhwan dan akhwat lewat Rasul 0:54 visual di YouTube Rasul TV. 0:56 Assalamualaikum warahmatullahi 0:58 wabarakatuh. 1:00 Semoga saat ini ikhwan dan akhwat yang 1:02 dirahmati Allah diberikan kesehatan dan 1:05 yang kebetulan mungkin diberikan ujian 1:06 sakit atau kesusahan mudah-mudahan 1:09 menjalaninya dengan ikhlas. Ini bulan 1:11 baik insya Allah Allah berikan berkah 1:14 dan solusi secepatnya insya Allah. Fikih 1:17 wanita bersama Ustadzah Herlini Amran 1:19 hadir di tengah-tengah ruang dengar 1:21 ikhwan dan akhwat dan kali ini kami live 1:24 walaupun masih dari masing-masing tempat 1:26 saya di studio Rasul dan Ustadzah masih 1:29 dari kediamannya. 1:30 Guru kita telah hadir di tengah-tengah 1:32 kita namun sebelum saya sapa beliau 1:34 izinkan saya membacakan berita duka yang 1:37 datang dari eh 1:40 rekan-rekan kita yang dari MER-C Medical 1:43 Emergency Rescue innalillahi wa inna 1:46 ilaihi raji'un 1:47 telah berpulang ke rahmatullah Ustadz 1:50 Ir. Ahmad Fauzi. Beliau merupakan 1:54 mujahid pembangunan rumah sakit 1:57 Indonesia di Gaza dan Myanmar. Pukul 2:00 13.15 2:02 waktu Indonesia Tengah di Balikpapan. 2:05 Baru saja beliau meninggalkan kita dan 2:09 insya Allah husnul khotimah karena 2:11 berpulang di hari Jumat di bulan baik 2:14 bulan Ramadan ini, insya Allah. Kami 2:16 dari keluarga besar Rasil mengucapkan 2:19 duka cita yang sedalam-dalamnya kepada 2:21 keluarga yang ditinggalkan. Semoga 2:23 diberikan ketabahan dan mudah-mudahan 2:26 diberikan kesabaran dalam menghadapi 2:29 ujian kali ini. Dan baik, insya Allah 2:33 saya akan langsung melanjutkan dan 2:34 menyapa guru kita Ustazah Helini Amran 2:36 yang ada di seberang sana. 2:38 Assalamualaikum warahmatullahi 2:39 wabarakatuh, Ustazah. 2:41 Waalaikumsalam 2:43 warahmatullahi wabarakatuh. 2:45 Apa kabar, Ustazah? Sehat nampaknya. 2:47 Alhamdulillah 2:49 alladzi bini'matihi tatimmus sholihat. 2:52 Ma'alim sehat, semuanya sehat ya? 2:53 Alhamdulillah, berkat doa Ustazah, 2:55 berkat doa pendengar, kami bisa kembali 2:57 lagi menjumpai pendengar, Ustazah ya. 2:58 Alhamdulillah, Ustazah. 3:00 Dan insya Allah selama kurang lebih 90 3:03 menit ke depan, tema yang akan diangkat 3:05 Ustazah yaitu amalan mudah, pahala 3:08 berlimpah. Apa saja itu? Menarik ya 3:10 temanya. Mari kita simak dan saya 3:12 persilakan langsung. Tafadhol, Ustazah. 3:14 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 3:17 Alhamdulillah, alhamdulillahilladzi 3:20 hadana lihada wama kunnalinahtadiya 3:23 laula an hadanallah. 3:25 Robbi ya robbana lakal hamdu bil iman, 3:28 lakal hamdu bil Islam, lakal hamdu bil 3:31 Quran, lakal hamdu bi Ramadan. Lakal 3:34 hamdu bil mali wal ahli wal mu'afah. 3:38 Lakal hamdu bikulli ni'matin an'amta 3:40 biha alaina. 3:42 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 3:44 sayyidina Muhammadin wa'ala alihi 3:46 wasohbihi ajma'in wabak. 3:49 Allahumma inna nas'aluka ridhoka wal 3:51 jannah wa na'udzubika min sahatika wan 3:54 nar. Amin ya rabbal alamin. 3:56 Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan 3:58 kepada Allah yang telah memberikan kita 4:01 semua macam nikmat yang dapat kita 4:04 rasakan dan mudah-mudahan kita menjadi 4:06 hamba Allah yang bersyukur. Nikmat 4:08 Ramadan adalah nikmat-nikmat yang luar 4:10 biasa yang wajib kita syukuri. Dengan 4:13 keberkahan waktunya, keberkahan 4:15 hari-harinya, dengan amalan yang ringan 4:18 tapi pahalanya berlimpah. Dengan amalan 4:20 kecil tapi pahalanya besar, subhanallah. 4:23 Mudah-mudahan Allah memberikan kita 4:24 karunia mendapatkan keberkahan Ramadan, 4:27 amin ya rabbal alamin. 4:28 Kita doakan yang sedang sakit semoga 4:30 diberikan kesembuhan. 4:32 Yang sedang dalam keadaan berduka cita 4:35 semoga Allah berikan kebahagiaan, Allah 4:38 angkat semua musibah, cobaan dan 4:39 ujiannya yang eh 4:42 Allah ambil 4:44 Allah panggil kembali kepadanya, semoga 4:47 kembali dalam keadaan husnul khotimah. 4:50 Dan kita yang sedang menanti dan 4:51 menunggu ini pun mudah-mudahan 4:53 mendapatkan karunia husnul khotimah juga 4:55 insya Allah. 4:57 Siang ini kita membahas tentang amalan 4:59 yang mudah tapi pahalanya berlimpah. Ya, 5:03 apalagi dilaksanakan di bulan Ramadan, 5:06 subhanallah. Bulan yang penuh dengan 5:08 kelimpahan dan keberkahan ya, pahala 5:10 yang berlipat ganda insya Allah. 5:13 Eh, sebagaimana kita memahami tentang 5:15 kondisi umat Islam memang sudah menjadi 5:17 sunatullah berbeda satu dengan yang 5:20 lainnya. 5:21 Kondisinya berbeda-beda, ada yang 5:23 memiliki tingkat ilmu yang cukup baik. 5:27 Berilmu, ya tentu saja ilmu agama ya, 5:29 sehingga dia bisa mengamalkan apa yang 5:32 telah dia pelajari, yang telah dia 5:33 ketahui. Dan ada juga yang mungkin umat 5:36 Islam yang memiliki tingkat keilmuan 5:38 agama yang biasa-biasa saja. Ya, tentu 5:41 saja berbeda ya. Eh, mereka yang 5:43 memiliki ilmu dengan yang tidak memiliki 5:46 ilmu. Dan ada juga eh kondisi umat Islam 5:49 yang diberikan Allah karunia kekayaan 5:52 harta ya, yang dengan harta dia bisa 5:55 berinfak, bersedekah, walaupun 5:57 kenyataannya memang banyak terdapat 6:00 orang-orang kaya yang pelit ya dan tidak 6:02 sedikit juga orang miskin yang dermawan. 6:04 Nah, ada kondisi umat Islam miskin, ada 6:06 yang 6:07 dalam 6:08 keadaan memiliki jabatan, pangkat ya, 6:11 kedudukan, ada yang rakyat jelata. 6:13 Inilah perbedaan-perbedaan perbedaan 6:16 yang merupakan sudah sudah sunatullah 6:18 yang telah Allah tentukan ya bahwa kita 6:20 itu berbeda-beda kondisi umat Islam saat 6:24 ini. Nah, tentu saja perbedaan-perbedaan 6:27 ini itu bukan berarti Allah juga 6:29 membedakan tambang pahala yang bisa 6:31 dikelola oleh umat Islam. Ya, artinya 6:34 umat Islam yang selama ini mengikuti 6:37 perintah Allah, menjauhi larangannya ya. 6:39 Artinya dengan kondisi yang berbeda-beda 6:41 ini itu kan tidak terhalang juga untuk 6:43 mendapatkan keberkahan limpah bahan 6:45 pahala yang berlipat. Allah tidak 6:47 memberikan pahala hanya untuk orang kaya 6:49 saja ya. Artinya 6:51 mereka punya harta, kemudian mereka 6:54 diberikan kesempatan untuk bersedekah 6:56 hanya kepada mereka saja, tapi kepada 6:59 orang miskin tidak. Bahkan kalau kita 7:01 lihat atas dasar eh 7:04 pemberian pahala itu bisa jadi atas atas 7:06 dasar kondisi umat Islam itu bisa jadi 7:09 Allah memberikan pahala yang berbeda 7:11 dengan jumlah nominal yang sama. 7:13 Misalnya ada orang miskin yang 7:15 sedekahnya itu atau sedekahnya itu hanya 7:17 10.000 saja dengan orang kaya yang 7:19 bersedekah dengan nominal yang sama 7:21 10.000, tentu pahalanya berbeda ya. Nah, 7:24 bagaimana dengan orang miskin, orang 7:26 fakir yang tidak punya harta? Bagaimana 7:27 mereka bisa melakukan amal-amal, 7:30 amal-amalan yang tentu pahalanya 7:32 berlimpah dengan 7:33 keterbatasan-keterbatasannya 7:35 ya. 7:36 Nah, jadi Allah yang Maha Bijaksana itu 7:38 telah menetapkan pahala bagi hambanya 7:40 yang beriman ya. Dan Allah itu Maha 7:42 Adil, sehingga menyediakan banyak jalan 7:45 bagi hambanya yang ingin masuk surga, 7:47 ya. Dengan melaksana, eh mengerjakan 7:49 amalan-amalan ringan, mereka bisa 7:51 mendapatkan pahala-pahala yang 7:53 berlimpah, ya. 7:55 Kalau kita lihat, eh sebenarnya ibadah 7:58 eh dalam Islam itu yang misalnya 8:01 tercermin dalam rukun Islam yang lima 8:04 itu, itu kita lihat nuansa ekonominya 8:07 itu eh tidak tidak sebanyak eh apa 8:10 namanya, nuansa yang eh ibadah saja. 8:12 Artinya, ibadah yang tidak bernuansa 8:14 ekonomi itu eh bisa jadi lebih banyak 8:17 dan tidak membutuhkan pengorbanan harta 8:19 dibandingkan dengan yang nuansanya 8:21 ekonomi, ya. Kalau kita lihat 8:23 rukun Islam, itu kan ada lima. Hanya dua 8:26 ibadah saja yang melibatkan harta. Itu 8:29 zakat dan haji, itu baru melibatkan 8:31 harta. Sisanya kan tidak, ya. Sisanya 8:34 kan ya tadi, kalau syahadat pintu 8:36 gerbang masuk Islam. Kemudian eh juga 8:41 eh puasa, salat dan puasa, ya. Itu kan 8:43 tidak membutuhkan ekonomi dalam arti 8:46 beda dengan yang eh kewajiban zakat atau 8:49 haji ini. Jadi, dalam kehidupan kita itu 8:52 banyak sekali amal saleh yang ringan, 8:55 yang mudah, ya, yang 8:56 walaupun sedikit, ya, tapi pahalanya 8:59 besar dan tidak butuh eh tidak 9:01 membutuhkan pengorbanan ekonomi. Kata 9:03 kuncinya adalah sebenarnya dari semua 9:06 ibadah-ibadah itu adalah ikhlas. Kunci 9:09 diterimanya amal ibadah 9:11 itu ikhlas. Jadi, sebelum kita berbicara 9:14 amalan mudah, pahalanya berlimpah atau 9:16 amalan berat, pahalanya banyak atau 9:19 amalan kecil, pahalanya besar, ya, 9:21 intinya dari semua amal ibadah itu 9:23 adalah keikhlasan. Dan itu dilihat 9:25 dilihat dari niat. Innamal a'malu bin 9:29 niyat. 9:30 Jadi, fungsi niat itu itu di eh di 9:32 antaranya itu adalah untuk 9:34 menyempurnakan amal, ya. Jadi, 9:36 sempurnanya amal itu tentu dengan adanya 9:38 niat. Dan niat itu adalah rukun dalam 9:41 suatu ibadah. Kalau tidak ada niat dalam 9:44 ibadah itu, maka tidak sempurna amalnya. 9:47 Makanya ketika kita berzikir mengingat 9:49 Allah misalnya dalam kesendirian kita 9:52 atau setelah kita selesai menunaikan 9:55 salat fardu kita, kita kan berzikir 9:57 mengingat Allah dengan kalimat tasbih 9:58 misalnya atau kalimat 10:01 subhanallah walhamdulillah gitu, ya. Itu 10:05 perlu dihadirkan hati, ya. Dan tentunya 10:07 niat kita ingin mendekatkan diri kepada 10:09 Allah. Tapi kalau hanya sekadar ucapan 10:11 saja, itu enggak ngepek nantinya. Ya, 10:14 belum tentu mendapatkan pahala besar 10:15 karena apa yang kita ucapkan dengan apa 10:18 yang kita pikirkan dan apa yang kita 10:20 sedang renungkan tuh berbeda. 10:21 Ucapannya subhanallah subhanallah, tapi 10:24 hatinya ingat yang lain. Tapi yang dia 10:25 pikirkan tuh adalah 10:27 apa geraknya tidak tidak mengikuti apa 10:30 yang dia ucapkan. Hatinya juga entah ke 10:32 mana. Itu hanya ucapan biasa. 10:35 Ya, bisa jadi itu hanya kalimat seperti 10:37 kalimat mantra, ya. Maka perlu ada niat 10:40 yang tercermin dari tidak hanya ucapan, 10:43 tapi hatinya pun 10:45 ikut merenungkan apa yang dia baca. Dan 10:48 itu akan dia bisa buktikan dari 10:51 organ 10:52 anggota tubuhnya. Dan dia merasakan 10:55 betul bahwa Allah tuh Maha Suci dengan 10:57 segenap kekuasaannya. Allah tuh Maha 10:59 Kuasa. Jadi, di sini penting 11:01 peran niat, ya. 11:03 Untuk menyempurnakan dari amal ibadah 11:06 kita. 11:07 Juga fungsi niat itu untuk merubah 11:10 merubah yang baik menjadi bisa yang 11:14 baik, niat baik bisa menjadi buruk. Ya, 11:16 jadi amal yang baik itu akan menjadi 11:18 sia-sia dan tidak bernilai di sisi Allah 11:22 kalau tidak betul, kalau tidak karena 11:24 Allah. Jadi, amalan amalnya kecil, 11:27 amalnya mudah, ringan, tapi kalau 11:29 diniatkan karena Allah, itu bisa 11:32 berlipat ganda. Ya, contoh misalnya 11:34 orang yang bersedekah ya. Kalau dia 11:37 niatkan karena Allah, tentu beda dengan 11:39 orang yang bersedekah niatnya itu karena 11:41 enggak enak sama orang. 11:43 Dia berinfak kok kita enggak, kayak 11:45 misalnya ada kotak infak di masjid ya, 11:47 ketika di di apa di di jalankan gitu ya, 11:50 ketika akan mendekati kita kan berpikir 11:52 dulu, enggak enak ya kalau enggak enggak 11:54 enggak berinfak. Nah, ini kan berarti 11:56 niatnya karena bukan karena Allah, tapi 11:58 karena enggak enak sama orang. Nah, 12:00 tentu saja berbeda ya ketika amal itu 12:02 dilakukan hanya semata-mata karena 12:04 Allah. 12:05 Nah, di sini juga fungsi niat ya sebelum 12:07 kita menjelaskan tentang amalan yang 12:09 mudah dan pahala berlimpah, itu fungsi 12:12 niat itu adalah untuk membedakan. 12:14 Membedakan suatu amal antara tradisi 12:17 atau adat kebiasaan dan ibadah. 12:20 Contohnya misalnya, ketika seseorang itu 12:23 makan ya berbuka ya, tapi dia tidak 12:25 meniatkan apa-apa hanya makan saja 12:27 memang lapar ya sudah makan bismillah eh 12:29 itu diucapkan hanya sekedar itu saja ya, 12:32 tapi tidak 12:33 mema memaknai apa yang terkandung dalam 12:35 bismillah itu, kemudian dia makan ya itu 12:38 dia tidak memasukkan niat untuk 12:40 mendapatkan kekuatan untuk bisa 12:42 melakukan ibadah setelah itu. Maka eh 12:45 ketika kita hanya makan begitu saja 12:47 karena lapar, yang dapat hanya kenyang. 12:50 Tapi ketika kita niatkan karena Allah, 12:52 kita ingin makanan kita ini agar bisa 12:55 memperkuat tubuh kita untuk beribadah 12:57 kepada Allah, insyaallah ini menjadi 12:59 sumber energi kita makanan tersebut. 13:01 Maka perlu ada 13:03 niat dan itulah fungsi niat untuk 13:05 membedakan antara kebiasaan dan ibadah. 13:08 Contoh lagi misalnya nanti di akhir 13:10 Ramadan kan ada eh 13:12 1 Syawal, ya biasanya tradisi kita itu 13:15 adalah silaturahim ke rumah orang tua. 13:18 Ya. 13:19 Ya karena memang tradisi diikuti saja 13:20 tradisinya ikut eh mendatangi orang tua, 13:24 minta maaf atas semua kesalahan. Kalau 13:26 itu hanya dilakukan karena tradisi, 13:29 enggak dapat apa-apa. 13:30 Tapi ketika itu dilakukan karena Allah, 13:33 Allahlah yang memerintahkan kita untuk 13:35 berbakti kepada orang tua, Allahlah yang 13:38 memerintahkan kita untuk dapat 13:40 menyenangkan hati orang tua dan kita 13:42 niatkan untuk itu, insyaallah kedatangan 13:45 kita itu adalah ibadah. Bukan hanya 13:47 sekadar kebiasaan, tradisi, dan adat 13:49 istiadat. Nah, di sinilah fungsi niat 13:52 itu untuk membedakan mana yang amalan 13:54 itu dinilai ibadah, mana amalan itu yang 13:57 hanya tradisi atau kebiasaan. 13:59 Dan fungsi niat itu juga bisa 14:01 membesarkan atau melipatgandakan amal. 14:04 Amal kecil itu bisa menjadi besar di 14:07 sisi Allah itu karena niat. 14:09 Jadi, niat itu sangat penting. 14:11 Ya, artinya dengan niat 14:13 itu bisa menjadi berlipat ganda 14:16 eh nilai pahala itu, bisa jadi besar. 14:19 Ya, jadi dengan niat ini memang penting 14:21 banget ya kita 14:24 memasukkan niat-niat yang ada ya, 14:25 takaddu niat, memperbanyak niat ya. 14:27 Jadi, betapa banyak ya amal kecil itu 14:30 menjadi besar gara-gara niat. Betapa 14:32 banyaknya amal yang besar itu menjadi 14:34 kecil juga gara-gara niat. Maka, kita 14:37 niatkan semua aktivitas kita itu adalah 14:40 karena Allah. Dan ini adalah eh bagian 14:43 dari anugerah Allah ya, telah menetapkan 14:45 kepada kita ya, niat saja di dalam hati 14:48 itu sudah berda- berdampak pahala, baru 14:50 niat. Ya. 14:52 Misalnya, 14:54 dalam niat itu eh 14:57 ada sebuah riwayat dalam eh hadis yang 14:59 cukup panjang, hadis riwayat Bukhari 15:00 Muslim ya. Eh, bunyinya gini 15:03 terjemahannya ya, "Sesungguhnya Allah 15:05 menulis semua kebaikan dan keburukan." 15:08 Jadi, semua kebaikan dan keburukan itu 15:10 ditulis oleh Allah. 15:12 Barangsiapa 15:13 berkeinginan berbuat kebaikan 15:16 lalu dia tidak melakukannya 15:19 Allah menulis di sisinya pahala satu 15:21 kebaikan sempurna untuknya. 15:24 Jika dia berkeinginan berbuat kebaikan 15:26 lalu dia melakukannya, 15:28 Allah menulis pahala 10 kebaikan sampai 15:32 700 kali, sampai berkali-kali, 15:34 berlipat-lipat banyaknya. 15:36 Nah, itu itu dari niat ya. Kalau hanya 15:39 di dalam terniat belum sempat 15:41 dilaksanakan, nah, itu dihitung satu 15:44 pahala. Tapi kalau sudah diniatkan dan 15:46 dilaksanakan itu bisa berlipat-lipat 15:48 pahalanya. Begitu juga dengan niat 15:50 buruk. 15:52 Ketika dia tidak melakukannya, Allah 15:54 tulis di sisinya eh pahala satu 15:56 kebaikan. 15:57 Jadi, ketika dia sudah meniatkan 15:59 keburukan dan tidak dilaksanakan, itu 16:01 pahala buat dia satu kebaikan, ya, 16:03 kebaikan yang sempurna untuknya. Tapi 16:06 jika dia berkeinginan, punya niat buruk 16:08 sampai dia laksanakan niat buruknya itu, 16:11 dia hanya eh mendapatkan artinya catatan 16:14 dari Allah itu hanya satu. Allah menulis 16:16 satu keburukan saja. Nah, inilah bentuk 16:19 kasih sayang Allah kepada 16:20 hamba-hambanya. Nah, oleh karena itu, eh 16:23 tentu saja kita eh perlu ya memasukkan 16:26 niat eh yang baik dalam diri kita. Cuman 16:29 bedakan dengan keinginan ya atau hamun 16:31 ya atau apa eh keinginan dalam arti 16:35 hanya pengin ya, ngayal itu beda ya. 16:38 Niat itu berbeda dengan keinginan ya. Eh 16:42 kalau niat itu kan sudah ada kesungguhan 16:44 hati ya, benar-benar sudah ditekatkan 16:46 ya, diazankan. Tapi kalau hanya 16:49 keinginan itu hanya sekedar keinginan. 16:52 Hanya ingin saja tapi enggak pengin 16:54 melaksanakan, pengin gitu istilahnya. 16:56 Itu tentu beda dengan niat. 16:58 Kalau niat itu tentu merupakan tindakan 17:01 nyata yang akan dia lakukan, yang 17:02 penting dia punya niat dulu dan nanti 17:04 dia akan lakukan. Jadi, ada kesungguhan 17:07 hati di dalamnya, ada tindakan nyata ya. 17:10 Sementara 17:11 ingin itu atau keinginan itu, pengin ya, 17:14 itu hanya pengin saja ya, tidak ada 17:17 tindakan nyata. 17:18 Nah, kalau niat itu tentu 17:21 eh menghasilkan pencapaian, nanti ada 17:23 target ya, ada target yang akan dicapai. 17:26 Sementara keinginan tuh enggak ada 17:27 targetnya karena memang cuman ingin 17:29 doang, pengen doang. Pengen deh nanti 17:31 malam salat malam itu apa sampai 23 17:34 rakaat misalnya, pengen doang tapi tidak 17:37 berniat dia. Kalau yang namanya niat itu 17:39 dia berusaha untuk eh bisa 17:41 melaksanakannya dengan kesungguhan hati, 17:43 dia optimal punya semangat dalam 17:46 mewujudkannya. Nah, itu beda ya antara 17:49 niat dengan eh keinginan. Nah, jadi niat 17:52 yang baik yang sudah kita niatkan di 17:54 dalam hati kita, yang sudah kita 17:56 tekadkan, ketika suatu saat kita 17:58 terhalang untuk melaksanakannya 18:01 ya misalnya 18:02 nanti malam niat ah, habis tarawih nanti 18:05 malam bangun salat tahajud, ya kita 18:07 berusaha artinya pengen memang niatnya 18:09 tidak hanya sekedar kepengen. Tapi 18:11 qadarullah ternyata bagi seorang 18:13 perempuan misalnya haid ya, nah itu 18:16 berarti niatnya itu sudah membuahkan 18:18 pahala bagi dirinya. Nah, cuman bedakan 18:20 dengan cuman keinginan pengen aja, 18:22 malam-malam ah pengen ah males ah, nah 18:24 itu kan beda ya dengan niat ya. 18:26 Nah, sekarang kita lihat ya apa 18:28 amalan-amalan mudah itu yang pahalanya 18:31 berlimpah. Nah, ada dua di sini. Ada 18:34 amalan ringan itu yang terkait dengan 18:37 hablum minannas, artinya antara hubungan 18:40 eh sesama manusia, itu apa eh dibedakan 18:43 dengan eh yang ter amalan ringan, amalan 18:47 mudah yang terkait dengan hablum 18:49 minallah ya. 18:50 Pertama 18:52 senyum. 18:53 Ya, senyum itu kan amalan mudah cuman 18:56 meng apa menarik bibir ke belakang 18:58 ketemu teman eh apa saudara kita 19:00 tersenyum ya. Tabassumuka fi wajhi 19:03 akhika laka shadaqah. Senyummu di 19:06 hadapan saudaramu itu nilainya shadaqah, 19:09 sedekah ya shadaqah, ya itu indahnya 19:11 Islam. Tidak cuma menekankan ibadah 19:15 vertikal saja ya hablum minallah, tapi 19:17 juga mengajarkan bagaimana berkasih 19:19 sayang kepada sesama, bagaimana 19:21 menyenangkan hati sesama. Bahkan 19:23 Rasulullah mengatakan, "La la tahqironna 19:26 minal ma'ruf syai'an walau antalqo 19:28 akhoka biwajhin tolqin." 19:31 Jadi jangan engkau menganggap remeh 19:33 perbuatan baik sedikitpun, meskipun 19:35 hanya menampilkan wajah ceria kepada 19:37 saudaramu. Masya Allah ya. Jadi wajah 19:40 ceria aja itu kalau kita berada di 19:43 dengan saudara kita yang kita niatkan 19:46 karena Allah untuk menyenangkan saudara 19:48 kita ya, itu pakai niat loh ya. Insya 19:51 Allah tuh pahalanya berlimpah. Dianggap 19:54 sedekah ya. 19:55 Hanya wajah senyum, tapi kalau wajahnya 19:58 mesem kayaknya jutek gitu ya. Nah itu 20:01 yang temannya merasa kayaknya enggak 20:03 enak ada masalah apa, itu enggak dapat 20:05 apa-apa itu. 20:07 Kita kan mau setiap kehadiran kita tuh 20:08 berpahala ya, ada nilai sedekahnya. Maka 20:11 tersenyumlah. 20:12 Asal jangan senyum-senyum sendiri ya. 20:15 Nah itu senyum ya, mudah sekali 20:17 amalannya, pahalanya berlimpah. Begitu 20:20 juga menyebarkan salam. 20:23 Amalan ringan salam ini, ini 20:25 kadang-kadang sulit ya kita temukan di 20:27 tengah masyarakat ya yang biasa 20:30 sehari-hari hidup sehari-hari, ketemu 20:32 biasanya jarang ya 20:34 mengucapkan salam. Udah kenal udah kenal 20:36 udah biasa ketemu langsung negur aja 20:38 langsung, "Eh apa kabar?" gitu kan 20:40 enggak 20:40 didahului tidak dimulai dengan salam. 20:43 Padahal Rasulullah Shallallahu Alaihi 20:44 Wasallam itu ifsyau salam itu luar biasa 20:47 ya, itu buah kebaikan yang bisa dipetik 20:50 dari ucapan 20:52 salam ini tuh kan ucap-ucapannya 20:54 mengandung doa ya. Itu menebarkan salam 20:56 itu bisa menumbuhkan rasa saling 20:58 menyayangi di antara sesama umat Islam 21:01 walaupun tidak saling mengenal. Ada 21:03 perasaan apa ya Eee, gitu dengan saudara 21:06 kita sesama muslim, ya. Nah, jadi 21:10 jangan lupa nih menyebarkan salam, ya. 21:12 Walaupun kelihatannya asing, aneh, 21:14 pokoknya kita ingin menyebarkan 21:16 sebagaimana yang Rasulullah eee 21:17 perintahkan, ya. Bahkan disebutkan, ya, 21:20 "La tadkhulul jannah hatta tu'minu wala 21:23 tu'minu hatta tahabbu." Nah, "Awala 21:26 adullukum ala syai'in idza fa'altumuhu 21:28 tahabbatum, afsyus salam bainakum." 21:32 Jadi, Rasulullah mengatakan, ya, "Kalian 21:34 tidak akan masuk surga sampai kalian 21:36 beriman." 21:37 "Dan tidak akan sempurna iman kalian 21:39 hingga kalian saling mencintai." 21:42 "Maukah aku tunjukkan kalian pada 21:44 sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian 21:47 akan saling mencintai?" "Sebarkan salam 21:50 antara kalian." 21:51 Jadi, menyebarkan salam ini adalah 21:53 menyebarkan kedamaian, menyebarkan eee 21:56 rasa eee apa namanya persaudaraan, ya, 21:59 menyebarkan eee kekuatan silaturahim 22:03 sama umat Islam. Itu bisa menebarkan eee 22:06 rasa saling mencintai, saling artinya 22:09 saling menyayangi sesama hamba Allah, 22:11 sesama umat Muhammad sallallahu alaihi 22:13 wasallam. Sehingga dalam dalam hadis 22:15 lain dikatakan, eee "Tadkhulul jannah 22:17 bis salam." Jadi, setelah kita sebarkan 22:20 salam, memberi makan kepada orang lain, 22:22 kemudian kita "Washilu bil apa namanya 22:25 awas wasilul arham." Kita sambung tali 22:29 silaturahim, ya. Kemudian kita 22:31 melaksanakan salat pada malam ketika 22:33 orang-orang pada tidur, itu masuk surga 22:36 dengan kedamaian. Jadi, menebarkan 22:38 salam, ya. Jadi, 22:40 ini memang kebiasaan yang perlu dirubah, 22:43 ya. Yang selama ini mungkin enggak ngeh 22:45 gitu, ya, kalau ketemu saudaranya tuh 22:47 harus dengan salam dulu. Ketemu di jalan 22:50 naik motor, ya. Saudara kita lagi jalan, 22:52 ya. Itu jangan langsung, "Eh, dari 22:54 mana?" Enggak langsung itu dulu kita 22:55 kita ucapkan, tapi ucapkanlah salam. 22:58 "Assalamualaikum." Kalau dapat sempurna 23:00 eee pahalanya itu, ya, berlipat. 23:02 Sempurnalah salamnya. Assalamualaikum 23:04 warahmatullahi wabarakatuh. 23:07 Jadi, ini penting banget ya, 23:08 ucapan-ucapan kayak gini. Paling tidak 23:10 di hati kita tuh membersihkan dari 23:13 kedengkian, tidak suka, dan kita merasa 23:16 ini adalah saudara kita. 23:18 Ini adalah sesama umat Muhammad 23:20 sallallahu alaihi wasallam. Insyaallah 23:23 akan muncul rasa saling menyayangi 23:25 sesama umat Islam. 23:27 Jadi, ini menyebarkan salam. Salam tuh 23:28 kan enggak sulit, mudah kan? 23:31 Nah, cuman yang jadi masalah merubah 23:32 kebiasaan itu. 23:34 Itu, ee, amalan mudah yang pahalanya 23:37 berlimpah. 23:38 Kemudian berikutnya adalah mengajak 23:40 kepada kebaikan. Mengajak kepada 23:42 kebaikan ya. Man dalla ala khairin 23:44 falahu mislu ajri fa'ilihi. 23:47 Barang siapa yang menunjukkan kepada 23:49 sebuah kebaikan, maka baginya seperti 23:51 pahala pelakunya. Maka sekarang di era 23:54 media sosial, di mana perkembangan IT 23:58 sudah sedemikian maju, maka kita bom pur 24:00 itu ya, ee, apa media sosial tuh dengan 24:03 nilai-nilai kebaikan, ajakan-ajakan 24:05 untuk berbuat baik. Ya, jadi kita, kita 24:08 hiasilah ya, mungkin banyak 24:10 kalimat-kalimat atau postingan yang 24:12 tidak baik, kita banjiri. Seandainya 24:14 umat Islam semuanya memahami tentang 24:18 betapa besarnya, ee, amalan mudah yang 24:20 pahalanya berlimpah ini dengan mengajak 24:22 kepada kebaikan, itu akan diisikan, akan 24:25 penuh itu semua media sosial dengan 24:27 ajakan kebaikan. Pahalanya tuh luar 24:29 biasa. 24:31 Ketika misalnya kita mengingatkan, ee, 24:33 di media sosial misalnya, ee, untuk hari 24:36 Jumat memperbanyak selawat atau 24:38 disebutkan selawat apa, bisa jadi orang 24:41 yang membacanya, yang selama ini mungkin 24:43 lupa, bukannya enggak tahu ya, banyakan 24:45 lupa, teringatkan kembali dan dia 24:47 mengamalkannya. Itu kita mendapatkan 24:50 pahala. Subhanallah, itu baru satu 24:52 orang. Bagaimana dengan yang 24:53 lain-lainnya? Berapa pertemanannya 24:55 jumlahnya ketika melihat posting kita 24:57 tuh semua penuh dengan ajakan kebaikan, 24:59 insya Allah kita pun akan mendapatkan 25:01 kebaikan sebagaimana pahala bagi yang 25:03 melakukannya. Masya Allah kan luar 25:05 biasa. Maka jangan diberi jangan 25:07 diposting atau di lakukan 25:10 perbuatan-perbuatan yang membawa dampak 25:13 kecelakaan buat kita, dosa jariyah. 25:15 Ketika kita posting itu adalah beritanya 25:17 tentang apa ternyata hoax ya, fitnah ya, 25:20 atau beritanya itu gibah itu kebagian 25:23 kita kebagian yang tidak baik bisa 25:25 menjadi dosa jariyah. Maka kita ajaklah 25:28 kebaikan saudara-saudara kita di manapun 25:31 kita berada hanya dengan dua jempol ini 25:34 insya Allah mudah-mudahan bisa 25:35 memasukkan kita ke surga ya. 25:38 Banyak lagi hadis-hadis ya Rasulullah 25:40 mengatakan 25:41 satu orang saja diberi petunjuk melalui 25:44 perantaraanmu maka itu lebih baik bagimu 25:46 dari mendapatkan humrin na'im, humrin 25:49 na'im itu unta merah tuh bentuk kiasan 25:53 bagaimana harta yang sangat mahal di 25:56 masa Rasulullah. Nah jadi betapa 25:58 besarnya pahala yang didapat bagi 26:00 orang-orang yang bisa mengingatkan orang 26:03 lain yang orang lain mendapatkan 26:05 petunjuk gara-gara kita ya jadi ini 26:08 mudah sekali amalannya ya dan pahalanya 26:11 itu berlimpah. 26:13 Jadi itulah 26:15 apa yang kita berharap ya bahwa 26:19 bagaimana apapun yang bisa kita lakukan 26:21 itu ya berlomba-lombalah dalam kebaikan 26:23 ya untuk meraih anugerah pahala Allah 26:26 yang berlimpah ya sekalipun dengan 26:29 pahala yang mudah dan ringan. 26:31 Termasuk juga misalnya 26:34 semangat ya semangat untuk beramal saleh 26:36 ya. 26:37 Jadi contohnya nih ada contoh barangkali 26:40 sudah 26:41 akrab ya kisahnya tentang apa hadis yang 26:44 diriwayatkan oleh Abu Dzar 26:46 ada beberapa orang sahabat Nabi yang 26:49 berkata kepada Rasulullah tentang orang 26:51 kaya yang ee pergi dengan membawa banyak 26:54 pahala. Jadi mereka curhat kepada 26:56 Rasulullah. Curhatnya itu ee ya 26:59 Rasulullah dzahaba ahludz dzatsur ee bil 27:02 ujur, ya. Ya Rasulullah, orang-orang 27:05 kaya tuh borong semuanya pahalanya. 27:08 Mereka kan salat sama seperti kami juga 27:10 salat, mereka puasa seperti kami juga 27:13 puasa. Artinya semuanya bisa dilakukan 27:15 oleh mereka, cuman yang membedakan 27:17 mereka tuh punya harta. Dengan hartanya 27:19 mereka bisa sedekah, bisa infak. Lah 27:21 kami enggak punya apa-apa. Karena 27:23 sahabat yang curhat kepada Nabi ini 27:25 adalah ahlus suffah, ya, yang tinggalnya 27:27 di masjid enggak punya apa-apa. Jadi 27:29 ngirinya tuh dalam arti bukan ngiri 27:31 negatif, ya. Ya artinya wah mereka 27:33 borong semua pahala, gitu. Nah, kemudian 27:37 ee kata Rasulullah kepada ee sahabat 27:39 itu, "Bukankah Allah telah menjadikan 27:42 bagi kalian sesuatu yang dapat kalian 27:43 sedekahkan? 27:45 Pada setiap tasbih itu ada sedekah, 27:47 setiap takbir itu ada ada ee ada 27:50 sedekah, setiap tahmid itu ada sedekah, 27:52 setiap tahlil itu juga ada sedekah, 27:54 menyuruh kepada yang ma'ruf itu adalah 27:56 sedekah, mencegah dari yang mungkar itu 27:58 adalah sedekah, dan salah seorang dari 28:00 kalian ber berhubungan dengan istri 28:02 kalian juga sedekah." Nah, mereka 28:04 bertanya, "Ya Rasulullah, kami 28:05 bersyahwat mendatangi istri kami masa 28:07 diberikan pahala juga? Kalau dilakukan 28:10 kepada yang haram yang bukan ee ee apa 28:13 istrimu bagaimana? Tentu berdosa, kan? 28:15 Maka begitu juga ketika kalian 28:16 lampiaskan kepada syahwat kalian kepada 28:19 yang halal, maka akan memperoleh 28:20 pahala." 28:21 Jadi ee luar biasa, ya, keadilan dalam 28:24 Islam ini, ya. 28:26 Bagaimana ee kita bisa melakukan apapun 28:29 amalan mudah, amalan ringan, amalan 28:31 kecil, yang penting niatnya karena Allah 28:33 itu dihitung ee berpahala dan sedekah. 28:36 Itu untuk ee memperbanyak, ya, ee aset 28:39 kita nanti agar kita bisa kembali kepada 28:42 Allah dalam keadaan berlimpah anugerah 28:44 sehingga mudah memasuki surganya. 28:47 Kemudian eh kita lihat lagi misalnya 28:50 amalan mudah dan pahala berlimpah itu 28:53 adalah mendoakan orang lain. Nah, 28:55 mendoakan orang lain. 28:57 Bahkan Rasulullah sallallahu alaihi 28:58 wasallam itu menganjurkan umatnya untuk 29:00 mendoakan orang lain, ya. Sebab 29:02 mendoakan orang lain itu kan hakikatnya 29:05 itu kan sama juga dengan mendoakan diri 29:07 kita sendiri, ya. 29:09 Jadi sebagaimana dalam hadis yang 29:11 disampaikan oleh eh Ubadah bin Shamit 29:14 gitu, ya. Sami'tu Rasulullah sallallahu 29:16 alaihi wasallam yaqul, "Man istaghfara 29:18 lil mukminina wal mukminat, kataballahu 29:21 lahu bikulli mukminin wa mukminatin 29:24 hasanah." Masya Allah. 29:26 Barang siapa yang mendoakan ampunan bagi 29:29 kaum mukminin dan mukminat, maka Allah 29:31 akan menulis untuknya pahala sebanyak 29:34 orang mukmin dan mukminat tersebut. 29:36 Jadi artinya apa? Eh kita mendoakan 29:39 saudara kita, ya, secara keseluruhan. 29:41 Coba kita hitung, ya, berapa sih jumlah 29:43 kaum mukminin dan mukminat dari dulu 29:45 sampai sekarang, ya. Kan banyak tuh. 29:47 Karena bentuk doa kita kan secara umum. 29:49 Ya Allah, Allahummaghfir lil mukminina 29:52 wal mukminat wal muslimina wal muslimat 29:55 al ahya'i minhum wal amwat. Itu kan 29:58 secara umum. Ya Allah, ampunilah 30:00 perempuan yang ber- perempuan dan 30:02 laki-laki yang beriman, perempuan dan 30:04 laki-laki yang Islam, yang masih hidup 30:06 ataupun yang sudah meninggal. Nah, coba 30:09 dihitung berapa jumlah kaum mukmin 30:11 mukminat muslim muslimat yang hidup dan 30:13 sudah meninggal. Kan Allah yang tahu 30:15 banyaknya, ya. Nah, sebanyak itulah 30:17 pahala yang akan kita dapat ketika kita 30:20 mendoakan mereka. Maka jangan 30:22 pelit-pelit berdoa untuk kuku aku-aku, 30:25 kami. Ya Allah, ampuni dosa kami. Ya 30:28 Allah, jadikan anak-anak kami. Kami kami 30:30 itu dimaksudkan diniatkan adalah 30:32 anak-anak kita dan anak-anak kaum 30:34 muslimin semuanya. 30:37 Eh ada suatu hari, ya, Ummu Darda itu 30:39 berkata kepada Shafwan, ya. Dia bertanya 30:41 ya Ummu Darda, ini. "Apakah engkau akan 30:43 berangkat berangkat haji tahun ini?" 30:46 Terus, eh, apa, eh, Sofwan itu 30:49 mengatakan, "Iya." 30:50 Kemudian Ummu Darda melanjutkan, 30:52 "Doakanlah kebaikan untuk kami." Nah, 30:54 jadi dia titip doa, ya. Kalau ada yang 30:56 mau berangkat haji, titip doa. 30:57 "Doakanlah kebaikan untuk kami." Karena 30:59 Rasulullah pernah bersabda, "Doa seorang 31:02 muslim untuk saudaranya tanpa 31:05 sepengetahuan dia, itu mustajab." Di 31:08 dekat kepalanya tuh ada seorang malaikat 31:10 yang ditugasi untuk mengamini setiap dia 31:13 berdoa kebaikan untuk saudaranya. 31:15 Malaikat itu mengatakan, "Amin. Engkau 31:17 pun akan mendapatkan hal yang sama." 31:19 Nah, jadi ini luar biasa, ya. Jangan 31:22 pelit-pelit dalam berdoa. Jangan hanya 31:24 untuk anakku, keturunanku, tapi kami. 31:27 Ketika kita mendoakan kami, semua 31:29 anak-anak, pemuda-pemuda, 31:31 pemukmin-muslimat, keluarga muslim, kita 31:33 doakan juga, itu berlipat-lipat pahala 31:36 kita peroleh. Ya, kemungkinan 31:38 mendapatkan petunjuk untuk keluarga kita 31:40 itu lebih mudah ketika kita memohonkan 31:43 petunjuk, "Ya Allah, tunjukilah 31:45 saudara-saudara kami, pemuda-pemuda 31:47 kami, anak-anak, keturunan kami. 31:49 Lindungi mereka dari pergaulan bebas, 31:50 dari narkoba. Berilah mereka hidayah 31:52 untuk dapat mendekatkan diri kepadamu, 31:54 mentaati perintahmu." Subhanallah. Kita 31:56 doakan semuanya, insya Allah berdampak 31:58 kepada kita. Ini adalah amalan yang 32:00 mudah, tapi pahalanya berlimpah, ya. 32:04 Kemudian juga menjenguk orang sakit, ya. 32:07 Ya, orang yang menjenguk orang sakit itu 32:09 kata Nabi, itu berada di kurfatul jannah 32:12 sampai dia kembali. Nah, ditanya oleh 32:14 sahabat, "Ya Rasulullah, kurfatul jannah 32:16 itu apa?" Nabi menjawab, "Itu 32:18 taman-taman surga yang sedang berbuah." 32:21 Jadi, kebun surga itu, taman-taman surga 32:23 itu sedang berbuah. Nah, di hadis lain 32:25 itu Nabi mengatakan, "Seorang muslim 32:27 yang menjenguk muslim yang sakit pada 32:29 pagi hari, itu 70.000 malaikat akan 32:33 berselawat kepadanya hingga sore. 32:36 Jika dia mengunjunginya pada sore hari, 32:38 itu 70.000 malaikat akan berselawat 32:40 kepadanya hingga pagi, ya. Jadi, 32:43 malaikat itu juga memintakan ampunan 32:45 kepada 32:46 kepada Allah untuknya. 32:48 Artinya, ee orang yang menjenguk orang 32:51 sakit itu luar biasa ya pahalanya. 32:53 Bahkan dalam riwayat lain di hadis 32:55 Tirmidzi, itu diserukan ketika ada orang 32:57 yang berjalan menuju menjenguk 33:00 saudaranya yang sakit, itu malaikat 33:01 menyeru dari langit ya, "Bagus engkau, 33:03 perjalananmu bagus. Engkau telah 33:05 mempersiapkan tempat tinggal di dalam 33:06 surga." 33:08 Nah, sekarang kan kondisinya kalau 33:09 menjenguk orang sakit itu kan ee tidak 33:11 boleh ya. Ada peraturan rumah sakit 33:13 enggak boleh dijenguk. Nah, sementara 33:15 kita itu ingin. Jadi, niat, maka 33:18 niatkanlah. Walaupun niat tidak 33:19 terealisir, itu akan mendapatkan pahala, 33:22 satu pahala. Yang penting niat. Bila 33:24 seandainya memang sekarang tidak Covid, 33:27 tidak pandemi, itu insyaallah pasti saya 33:29 sudah jenguk tuh saudara saya yang 33:31 dirawat di rumah sakit. Nah, masukkan 33:32 niat di situ. Pengin niat tapi karena 33:35 memang kenyataannya tidak diperkenankan 33:37 oleh ee rumah sakit, itu dinilai pahala 33:40 itu ya. 33:41 Nah, jadi ini penting memasukkan pahala 33:43 ya, niat dengan beramal saleh. 33:45 Baik, Mbak. Nanti kita lanjutkan lagi 33:47 ya, sampai di sini. 33:51 Ada lima amalan yang ringan namun 33:54 menghasilkan pahala yang berlimpah, 33:56 yaitu yang pertama senyum, yang kedua 33:57 salam, yang ketiga mengajak pada 33:59 kebaikan, yang keempat mendoakan orang 34:01 lain, dan yang kelima tadi menjenguk 34:03 orang sakit. Mudah-mudahan kita 34:05 diringankan langkahnya dan niatnya 34:07 Ustazah ya, semoga dapat mengamalkan 34:09 semua ini, insyaallah. Baik, ikhwan dan 34:11 akhwat, saya akan jeda sebentar. Saya 34:12 persilakan bagi yang ingin memberikan 34:14 pertanyaannya, silakan di nomor seperti 34:16 biasa untuk WhatsApp, 08111999720. 34:24 Atau silakan berdiskusi langsung dengan 34:26 Ustazah dengan nomor telepon kami di 34:28 0218451512. 34:33 Insyaallah kami kembali setelah nasyid. 34:40 [musik] 34:43 Rasul TV 34:46 [musik] 34:52 [musik] 34:59 Radio silaturahim juga Rasul visual 35:01 lewat Rasul TV di YouTube Ikhwan dan 35:04 Akhwat saat ini kami live Fiqih Wanita 35:06 bersama Ustadzah Herlini Amran dan tema 35:08 kita adalah amalan yang lima ringan 35:11 namun pahalanya berlimpah. Tadi sudah 35:14 diberikan pemaparan oleh Ustadzah namun 35:17 ada beberapa yang masih akan disampaikan 35:19 Ustadzah? 35:20 Iya. 35:20 Iya, tafadhol Ustadzah. 35:22 Iya, baik. Jadi tadi kita sudah bahas 35:25 tentang amalan yang mudah pahala 35:27 berlimpah yang terkait dengan hablum 35:29 minannas ya yang terkait dengan manusia. 35:31 Sebenarnya banyak lagi tapi karena 35:34 keterbatasan waktu kita cukupkan sampai 35:36 di situ. Nah, sekarang kita membahas 35:39 tentang amalan mudah yang pahala 35:41 berlimpah yang terkait dengan hablum 35:42 minallah tentang bagaimana hubungan kita 35:45 dengan Allah. Ya, jadi ringan mudah tapi 35:49 pahalanya berlimpah. Yaitu pertama 35:51 zikir. 35:52 Zikir itu dijelaskan misalnya di 35:54 antaranya ya 35:56 subhanallah wabihamdihi subhanallahil 35:58 adzim. Itu kata Rasul Abu Hurairah dari 36:02 Abu Hurairah dari Rasulullah Shallallahu 36:03 Alaihi Wasallam itu dua kalimat itu 36:05 ringan di lisan tapi berat di timbangan 36:08 dan disukai Ar-Rahman. Jadi sangat 36:10 disukai Allah tuh. Subhanallah 36:12 wabihamdihi subhanallahil adzim. 36:15 Bahkan 36:16 ada seorang datang kepada Rasulullah dia 36:19 mengatakan begini ya Rasulullah dunia 36:21 telah berpaling dariku dan apa yang aku 36:24 miliki nih eh sudah hampir habis. Itu 36:27 istilahnya tuh dia sudah eh enggak punya 36:29 apa-apa lagi lah gitu ya. Nah, kemudian 36:31 Rasul bertanya, "Di manakah engkau 36:33 berada pada saat para malaikat 36:35 memohonkan rahmat kepada Allah bagi para 36:38 hambanya? Ya, di manakah engkau eh 36:41 ketika makhluk Allah yang lain selain 36:43 masyarakat eh selain malaikat itu 36:45 bertasbih memuji Allah yang karena 36:47 itulah mereka diberi rezeki." Nah, 36:49 kemudian dia ber- dia bertanya, "Ya 36:51 Rasulullah, bacaan tasbih apa yang 36:53 engkau maksud tadi tuh?" gitu ya. Rasul 36:55 menjawab, "Bacaan Subhanallah 36:57 Wabihamdihi Subhanallahil Azhim 36:59 Astaghfirullah." Nah, baca 100 kali itu 37:03 di antara terbit fajar sampai engkau 37:05 mengerjakan salat subuh. Ya, jadi 37:08 setelah kita eh mendengarkan apa namanya 37:11 eh sudah masuk waktu subuh ya, ya kita 37:14 eh 37:15 apakah itu setelah apa sebelum qabliyah 37:19 subuh ya, intinya tuh dibaca Subhanallah 37:22 Wabihamdihi Subhanallahil Azhim 37:25 Astaghfirullah itu 100 kali, itu sebelum 37:27 kita mengerjakan salat subuh. Nah, kata 37:30 Nabi, eh niscaya engkau akan datang eh 37:32 niscaya dunia akan mendatangimu dengan 37:34 tunduk dan hina. Nah, juga dari setiap 37:37 kalimat yang engkau baca, itu Allah 37:39 menciptakan satu malaikat yang bertasbih 37:42 kepadanya untukmu hingga hari kiamat. Di 37:44 mana pahalanya ditujukan bagi dirimu, 37:47 gitu ya. Nah, kemudian 37:50 apa kata apa sahabat Umar bin Khattab, 37:53 "Ya Rasulullah, 37:54 kalau kalau semua apa namanya ada 37:56 malaikat yang diciptakan satu satu 37:59 malaikat untuk orang yang bertasbih 38:01 kepada engkau, berarti 38:03 banyak banget tuh nanti ya surga ya, itu 38:05 karunia Allah tuh lebih dari karunia 38:06 Allah tuh lebih dari itu." Ya, jadi itu 38:09 bacaan yang ringan Subhanallah 38:11 Wabihamdihi Subhanallahil Azhim 38:13 Astaghfirullah. 38:16 Kemudian juga 38:17 eh yang membaca setelah salat ya. Jadi, 38:21 ada tadi ya sahabat yang diberikan eh 38:25 karunia oleh Allah, dia salat, puasa, 38:28 dan berinfak, bersedekah. Ada juga 38:30 sahabat yang hidupnya susah ya. Kemudian 38:33 eh mereka curhat kepada Rasulullah, 38:35 kemudian 38:36 dan mereka eh irinya tuh karena bukan 38:39 karena dalam hal negatif, karena eh 38:42 irinya "Ih, dia yang kaya tuh enak ya 38:44 punya harta bisa berinfak, kita kan 38:46 enggak bisa berinfak." Nah, Rasulullah 38:48 langsung mengajarkannya kepadanya untuk 38:49 bacaan tahmid tahmid ya. Eh tasbih, apa? 38:52 Eh apa? 38:54 Bacaan tahmid, takbir, tahlil ya. 38:57 Eh di apa namanya? 33 kali itu ya, 39:00 bacaan seperti bacaan selesai salat itu 39:02 ya, ditutup dengan la ilaha illallah 39:04 wahdahu la syarikalah lahul mulku 39:06 walahul hamdu yuhyi wa yumit wahuwa ala 39:08 kulli syai'in qadir itu ya. Nah, itu 39:10 engkau sama dengan apa yang dilakukan 39:12 oleh sahabat-sahabatmu yang ber 39:14 bersedekah itu. Ya, ternyata sahabat 39:18 yang mampu itu pun mendengarkan eh apa 39:21 namanya? Ajaran eh zikir Rasulullah 39:23 kepada sahabat yang tidak mampu, eh 39:25 mengamalkan juga. Terus katanya enggak 39:27 mampu itu mengatakan, "Kalau gitu apa 39:29 yang tersisa bagi kami? Semuanya mereka 39:31 ambil." Nah, Rasul tersenyum. Ya Allah, 39:33 memang dalam kehidupan ini ada 39:35 memberikan karunia kepada yang eh yang 39:37 lain ada yang tidak ya. Jadi, memang ini 39:38 bagian dari eh karunia Allah ya kepada 39:42 sebagian. Toh juga kalau yang punya 39:44 harta juga nanti hisabnya kan lebih lama 39:46 ya dibandingkan yang tidak punya. 39:48 Nah, termasuk kalimat eh tadi ya eh 39:51 tasbih, tahmid, tahlil ya. 39:53 Itu eh yang kita baca setelah selesai 39:55 salat, itu akan diampuni dosa-dosa kita 39:58 walaupun banyaknya seperti buih di 40:00 lautan. Jadi, kalau memang kita bisa, 40:03 punya waktu ya setelah selesai salat 40:05 lima waktu, itu jangan lantas salam, 40:07 apa? Lantas jalan gitu habis Allahumma 40:10 antas salam lantas jalan gitu ya. 40:12 Jangan itu langsung, kita tunggu dulu, 40:14 duduklah sebentar ya setelah mengucapkan 40:17 istigfar, kemudian Allahuma anta salam 40:19 dan seterusnya, kemudian ya itu, tasbih, 40:22 subhanallah 33 kali. Kemudian 40:26 tahmid, ya, kemudian takbir, ya. 40:29 Dan ditutup dengan kalimat 40:30 lailahaillallah, itu itu dibacanya pakai 40:33 niat dan dengan 40:35 eh 40:36 suara yang paling tidak kita merasakan 40:39 keagungan Allah. Jadi, bukan 40:41 bacaan-bacaan sekedar bacaan komat-kamit 40:44 dalam arti kayak jampi-jampi gitu, ya, 40:47 sblah sblah sblah blah blah blah blah. 40:48 Bukan begitu, itu enggak ngefek tuh. Ya, 40:51 yang berefek itu adalah ketika kita 40:53 memiliki niat yang memang kita ingin 40:54 memuji Allah, mengagungkan Allah, 40:56 mensucikan Allah, dan kita ucapkan 40:59 dengan kalimat tasbih, subhanallah, apa? 41:01 Subhanallah, gitu ya, dengan tidak 41:03 tergesa-gesa, insyaallah Allah akan 41:06 mengampuni dosa kita walaupun banyaknya 41:08 seperti buih di lautan. 41:10 Kemudian beristigfar, ya, beristigfar 41:13 dan mengucapkan itu, ya, bisa 41:15 astagfirullahalazim. Banyak, ya, 41:16 kalimat-kalimat istigfar yang diajarkan 41:18 Rasulullah, paling tidak ketika kita 41:20 beristigfar kepada Allah eh dalam sebuah 41:22 riwayat, ya, kalimat istigfar yang 41:25 astagfirullahalazim, 41:27 alladzi la ilaha illa huwal hayyul 41:29 qayyum wa atubu ilaih, gitu ya. Kita 41:32 baca 3 kali, ya, astagfirullahalazim, 41:35 alladzi la ilaha illa huwal hayyul 41:38 qayyum wa atubu ilaih, 41:40 astagfirullahalazim, 41:42 alladzi la ilaha illa huwal hayyul 41:45 qayyum wa atubu ilaih. Itu gufirat lahu 41:47 dzunubuhu wa in kana farron minaz minaz 41:50 zahfi, ya. 41:52 Jadi, kalau kita baca 3 kali, itu maka 41:54 dosa-dosanya itu diampuni meskipun dia 41:57 lari dari medan perang. Padahal kita 41:59 tahu, ya, orang yang lari dalam medan 42:01 perang itu kan dosa besar. Nah, intinya 42:03 Allah akan ampuni dosa-dosa kita. Tapi 42:05 tentu saja dengan membacanya dengan 42:07 penuh penghayatan, 42:09 ya, dengan kesadaran, dengan khudu, ya, 42:12 bukan dengan lisan yang kayak kalimat 42:14 jampi astagfirullahalazim 42:15 bukan begitu. Kita mengucapkannya dan 42:18 kita paham. Yang namanya iman itu kan 42:20 tidak yang nama yang namanya iman itu 42:23 diucapkan dengan lisan, diyakini dengan 42:26 hati dan diamalkan dengan perbuatan. 42:30 Jadi perbuatan kita juga mencerminkan 42:32 bahwa kita memang bertobat kepada Allah 42:34 dan hati kita pun mengakui bahwa kita 42:36 memang tidak akan lagi berbuat dosa. 42:38 Kita tobat kepada Allah dengan setobat 42:40 yang sebenar-benarnya dan lisan kita 42:42 mengucapkannya. Nah, itulah yang berefek 42:44 yang akan membawa kita insyaallah 42:47 diampuni dosa-dosa kita. 42:49 Bahkan Rasul juga menyebutkan ya man 42:51 aktsara minal istighfar ja'alallahu lahu 42:54 min kulli hammin farajan. Itu ada tiga 42:56 ya keutamaan istighfar yang sering 42:58 banyak beristighfar tuh Allah berikan 43:01 kelapangan dari setiap kegundahannya. 43:05 Allah berikan jalan keluar dari setiap 43:07 kesempitannya dan Allah beri rezeki 43:09 untuknya dari jalan yang tidak terduga. 43:12 Jadi luar biasa ya kalau kita punya 43:13 masalah-masalah misalnya dengan suami, 43:16 dengan anak, dengan tetangga, masalah 43:19 dengan ekonomi ya, masalah dengan 43:21 kehidupan kita. Kita punya banyak 43:23 beban-beban cobaan ujian. Coba deh 43:25 istighfar diperbanyak. Bisa jadi ini 43:27 adalah kesalahan kita tanpa kita sadari. 43:30 Nah, dengan istighfar inilah 43:31 mudah-mudahan Allah akan berikan jalan 43:33 keluar dari semua persoalan-persoalan 43:35 hidup kita. Intinya kita tobat terlebih 43:37 dahulu mengakui kesalahan dan mengakui 43:40 kelemahan diri kita di hadapan Allah. 43:42 Jadi bukan bukan pertama kali 43:43 nyalah-nyalahin orang dulu. Kita dulu 43:45 menyalahkan diri kita dengan memohon 43:47 ampun kepada Allah sehingga turunlah 43:49 pertolongan Allah terhadap kita. 43:52 Kemudian selanjutnya amalan mudah banget 43:56 itu baca ayat kursi. 43:57 Ya. 43:58 Baca ayat kursi itu 44:01 salah satu sebab masuk surga ya. Jadi 44:03 baca ayat kursi itu bisa sebelum tidur 44:06 atau setelah salat. Ya, dalam hadis yang 44:09 disahihkan oleh Albani dalam riwayat 44:11 An-Nasa'i, 44:13 "Barangsiapa yang membaca ayat Kursi 44:15 setelah selesai salat, maka tidak ada 44:18 yang menghalanginya masuk surga kecuali 44:20 kematian." 44:21 Masyaallah ya. Jadi, banyak ya ayat 44:23 keutamaan ayat Kursi, di antaranya itu. 44:25 Kita rutinkan saja, insyaallah mudah 44:27 kok, enggak susah ayat Kursi, hafal kan 44:29 semuanya. Nah, insyaallah kita dapatkan 44:31 keutamaan yang sangat banyak. Ya, jadi 44:34 kita kalau sudah tahu ilmunya, sudah 44:36 tahu keutamaannya, mudah-mudahan kita 44:39 bisa bersemangat untuk mengerjakannya. 44:41 Apalagi di bulan Ramadan ini ya, bulan 44:43 yang penuh kemuliaan, keagungan, yang 44:46 detiknya saja berharga ya, yang kita 44:49 berpuasa doa kita makbul, maka kita 44:51 perbanyak saja deh yang keluar dari 44:53 lisan kita ini kalimat-kalimat yang 44:55 baik. Dan mudah-mudahan eh kita akan 44:58 mendapatkan anugerah limpahan yang 44:59 berlipat, insyaallah. Nah, termasuk 45:02 mengikuti eh azan ya, kita eh ucapkan 45:06 apa yang diucapkan eh muazin. Jadi, 45:08 dengan azan kita dengerin, ketika azan 45:11 kita baca ya, ucap kita ucapkan, saya 45:14 rasa semua sudah pada sudah pada paham 45:15 ya. Nah, ini paling tidak ketika kita 45:18 menjawab azan, itu Rasulullah akan 45:21 memberikan kita eh syafaat. Jadi, Allah 45:24 itu akan memudahkan kita bagi 45:26 hamba-hambanya yang 45:28 menjawab eh panggilan 45:30 [berdehem] 45:30 azan itu, itu halal baginya syafaat dari 45:33 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 45:35 Masyaallah ya. Mudah-mudahan kita nanti 45:37 bisa bertetangga ya dengan Rasulullah 45:38 dan keluarga serta para sahabatnya, 45:40 amin. 45:41 Terus membaca Alquran. Nah, apalagi di 45:44 bulan Ramadan yang menjadi bulan Quran 45:46 ini, tentu diharapkan eh bisa 45:50 membaca Alquran. 45:55 Eh di bulan Ramadan ini tentu eh pahala 45:58 membaca Alquran itu luar biasa ya. 46:01 Bagaimana eh pahalanya? 46:04 Eh, contohnya pahala dilipatgandakan ya. 46:06 Jadi, kalau membaca satu huruf dari 46:08 Alquran itu, itu mendapatkan satu pahala 46:11 kebaikan ya. Nah, setiap satu pahala itu 46:14 dilipatgandakan menjadi 10 kebaikan. 46:16 Nah, hitung aja kalau misalnya satu 46:18 baris ya dalam Alquran itu ada satu 46:20 baris, itu kira-kira hurufnya ada 46:22 sekitar 35 atau 40 itu berapa tuh? 46:24 Dikalikan aja tuh ya, luar biasa. 46:26 Apalagi membacanya sampai satu juz ya, 46:29 itu pahala berlipat. Diangkat derajatnya 46:32 ya, karena Allah mengangkat derajat 46:34 suatu kaum dengan kitab Alquran dan 46:36 merendahkan suatu kaum yang tidak mau 46:37 membaca Alquran. Begitu juga ketenangan 46:40 jiwa dan hati ya. Tidak ada suatu kaum 46:43 yang merasa sedang Tidak ada suatu kaum 46:45 yang mereka sedang berzikir kepada Allah 46:47 kecuali para malaikat akan mengitarinya. 46:50 Ya. 46:50 Jadi, rahmat Allah itu akan tercurahkan 46:52 kepadanya ya, ada sakinah, ketenangan 46:55 ya, mendapatkan ketenangan jiwa dan 46:57 hati. Juga syafaat. Alquran itu juga 47:00 akan memberikan syafaat bagi pembacanya 47:03 beserta para malaikat yang mulia nanti 47:05 di hari kiamat. Banyak banget ya, 47:07 eh bagaimana keutamaan orang-orang yang 47:09 membaca Alquran dan insyaallah kita 47:11 sudah praktekkan, sedang praktekkan 47:13 sekarang ini. Bulan Ramadan adalah bulan 47:16 Alquran dan mudah-mudahan kita 47:18 mendapatkan anugerah dari bacaan Alquran 47:21 dan keimanan kita, insyaallah. 47:23 Terus, eh amalan mudah berikutnya yang 47:27 mendapatkan pahala yang berlimpah itu 47:29 adalah 47:30 membaca surat Al Ikhlas. 47:32 Ya, surat Qul huwallahu ahad itu ya, 47:35 sampai selesai. Allahushamad, lam yalid 47:38 walam yulad, walam yakun lahu kufuan 47:41 ahad. Itu surat Al Ikhlas. 47:43 Nah, ada eh sebuah riwayat yang 47:45 disampaikan oleh Abu Said Al Khudri, itu 47:48 Rasul bertanya kepada sahabat, "Siapa 47:50 diantara kalian yang mampu membaca 47:53 sepertiga Alquran setiap malam?" Wah, 47:57 setiap malam baca Alquran sepertiga tuh. 47:59 Nah, sahabat enggak ada yang mampulah 48:01 gitu ya artinya berat banget itu bacaan 48:03 apa membaca sepertiga Alquran. Kemudian 48:06 Rasulullah memberitahu ya bacalah surat 48:08 Al-Ikhlas eh tiga kali itu seperti 48:12 kalau tiga kali itu kan berarti khatam 48:14 Alquran ya. Jadi, Alquran Al-Ikhlas 48:16 dibaca sekali itu seperti sepertiga 48:18 Alquran. Nah, ada lagi sahabat ya karena 48:22 banyak sekali ya keutamaan-keutamaan dan 48:24 apalagi kandungan surat Al-Ikhlas ini 48:26 kan menyebutkan 48:29 tentang kekuasaan Allah ya. Ada seorang 48:31 sahabat yang dia itu memimpin ekspedisi 48:33 militer ya. Dia itu mengimami. Jadi, 48:35 kalau dulu itu kalau pemimpin suatu 48:37 ekspedisi itu pasti dia menjadi imam. 48:40 Pemimpin itu jadi imam. Nah, sahabat ini 48:42 mengimami para sahabat untuk salat. 48:45 Beliau itu selalu membaca surat 48:47 Al-Ikhlas sebelum ayat yang lain sebelum 48:49 menyambung ayat yang lain. Jadi, bukan 48:51 ah surat Al-Ikhlas saja bukan tapi 48:54 pengantarnya surat Al-Ikhlas kemudian 48:56 nyambung dengan 48:57 surat-surat yang lain. Nah, itu 49:02 ditanya oleh ini apa namanya dilaporkan 49:04 sahabat kepada Rasulullah. Rasulullah 49:06 saja enggak pernah nyontohin kok ini 49:07 malah 49:08 melakukannya gitu ya enggak pernah kami 49:10 melihat Rasulullah selalu membaca surat 49:12 Al-Ikhlas tapi ini kok pemimpin kami ini 49:15 selalu membaca surat Al-Ikhlas sebelum 49:17 membaca 49:18 surat yang lain. Nah, dilaporkan kepada 49:20 Nabi. Nah, Nabi 49:21 menyuruh bertanya kepada coba tanyakan 49:23 lagi. Nah, kenapa dia selalu menjadi 49:27 imam dan selalu membaca surat Al-Ikhlas? 49:29 Lalu dijawab oleh sahabat ini. 49:32 Surat Al-Ikhlas itu merekam sifat Allah 49:34 yang Maha Pengasih. 49:36 Aku sangat senang membacanya. 49:38 Nah, jadi itu jawabannya aku senang 49:40 bacanya karena di situ 49:42 terdapat sifat-sifat Allah di situ ya 49:44 yang Maha Pengasih yang menunjukkan 49:46 keesaan Allah. Aku suka dengan ayatnya. 49:49 Lalu dilaporkan lagi kepada Nabi apa 49:50 kata Nabi? 49:51 "Beritahukan kepadanya bahwa Allah 49:53 mencintainya." 49:54 Nah, itu ya, masyaallah. Ada lagi ya, 49:57 eh, di Quba ya, ada seorang sahabat 49:59 menjadi imam. Kan, dia di 50:01 tunjuk menjadi imam, ya, di Masjid Quba 50:04 itu, ya, di Quba itu ada ada sebuah 50:06 masjid ya, yang, eh, 50:08 sahabat ini ditunjuk menjadi imam. Dia 50:10 selalu begitu, ketika sudah selesai 50:13 Al-Fatihah, dia membaca Al-Ikhlas, baru 50:15 dia lanjutkan surat yang lain. Selalu 50:18 dia begitu, diprotes sama sahabat yang 50:20 lain, ini 50:22 kok jadi begini ya, eh, akhirnya 50:24 diminta, diminta, "Sudah, jangan 50:26 begitulah, jangan selalu baca surat 50:28 Al-Ikhlas, coba, eh, langsung saja surat 50:30 yang yang biasa begitu, kenapa selalu 50:32 pakai, eh, surat Al-Ikhlas?" Nah, 50:34 kemudian, eh, hal ini dilaporkan kepada 50:37 Nabi karena dia enggak mau merubahnya. 50:38 "Kalau kalian enggak mau, ya sudah, 50:40 jangan saya jadi imam, cari saja sendiri 50:41 imam yang lain." begitu. Nah, kemudian 50:43 Nabi bertanya kepada, dipanggil kan oleh 50:45 Nabi, "Kenapa kamu kok enggak nurutin 50:47 perintah teman-temanmu?" Dia jawab apa? 50:50 "Ya, Rasulullah, 50:52 aku suka membacanya." 50:54 Jadi, artinya surat Al-Ikhlas ini aku 50:56 suka membacanya sebelum aku baca 50:58 surat-surat yang lain. Apa jawab Nabi? 51:00 "Sungguh, kecintaanmu membaca surat 51:03 Al-Ikhlas dapat mengantarkanmu ke 51:05 surga." 51:06 Subhanallah. Jadi, artinya amalan yang 51:08 mudah, ringan, tapi pahalanya berlipat. 51:11 Bahkan ada, eh, riwayat dari ini ya, ya, 51:13 saya terus terang tidak tahu kedudukan 51:15 hadis ini, sahih atau tidaknya, tapi min 51:17 bab fadhailul a'mal ya, sekedar 51:20 fadhailul a'mal itu enggak ada masalah 51:22 ya. Anas bin Malik mengatakan, "Orang 51:24 yang membaca surat Al-Ikhlas 50 kali, 51:27 itu dosanya selama 50 tahun akan 51:29 diampuni." 51:30 Bahkan dalam riwayat Said bin Musayyab 51:32 ya, Rasulullah bersabda, "Yang membaca 51:34 surat Al-Ikhlas 10 kali, itu dibangunkan 51:36 satu istana di surga. Yang baca 20 kali 51:39 dibangunkan dua istana di surga. Yang 51:42 baca 30 kali dibangunkan tiga istana." 51:44 Kemudian Umar bin Khattab berkata, Umar, 51:46 "Ya, Rasulullah, kalau begitu banyak 51:48 akan banyak istana di surga nantinya." 51:50 Kata Nabi, "Itu anugerah Allah itu lebih 51:53 luas daripada itu." katanya. 51:54 Ya, jadi 51:56 itu bagaimana eh surat Al Ikhlas itu 51:58 keutamaannya ya, singkat padat ya. 52:01 Bahkan ada riwayat dari Sahal bin Sa'ad 52:03 ya, ketika ada seseorang menemui 52:05 Rasulullah mengadukan kemiskinannya. 52:08 Eh, apa kata Nabi? "Kalau engkau masuk 52:10 rumah yang di dalamnya ada orang, 52:12 ucapkan salam. Jika tidak ada orang 52:14 ucapkan salam kepadaku dan bacalah Al 52:17 Ikhlas." Nah, orang itu pun melaksanakan 52:19 anjuran Rasulullah, kemudian Allah 52:21 melimpahkan rezeki kepadanya. Sampai 52:23 para tetangganya pun ikut merasakan 52:25 rezeki tersebut. Ya, jadi ini eh ini 52:28 semua ada di tafsir Al Qurtubi ya. Ada 52:30 lagi misalnya tentang eh seorang yang 52:33 terbunuh ya eh apa di Madinah, orang 52:36 saleh itu kan 52:37 suatu saat Rasulullah itu melihat eh apa 52:40 namanya udara itu matahari itu warnanya 52:43 itu enggak merah tapi agak putih. 52:45 Kemudian Rasulullah bertanya kepada 52:47 Malaikat Jibril, Malaikat Jibril 52:48 mengatakan karena di di Madinah ada 52:50 orang saleh. Di di Madinah ada orang 52:53 yang saleh meninggal. Kemudian dia 52:55 disalatkan oleh malaikat ya. Jadi 70.000 52:59 malaikat menyalatinya. Terus apa sih 53:01 amalannya? Nah, dijawab karena dia 53:03 sepanjang siang dan malam dia rajin 53:05 membaca Al Ikhlas, surat Al Ikhlas ya. 53:08 Dia baca ketika duduk, berdiri, berjalan 53:11 gitu ya. Jadi itu membawa anugerah buat 53:14 dia. Ketika meninggal itu disalatkan 53:16 oleh 70.000 malaikat. Ya, itu di semua 53:19 dikutip di tafsir Al Qurtubi ya. Jadi 53:22 itu surat Al Ikhlas ya. Jadi membaca, 53:24 merenungkannya, dan kita paham apa 53:26 maksudnya itu ya. 53:28 Kemudian juga eh membaca dalam sehari 53:31 itu 100 kali la ilaha illallah wahdahu 53:35 la syarikalah lahul mulku walahul 53:39 hamdu wa huwa ala Wa ala syai'in qadir. 53:42 Kalau dibaca itu eh maka 100 kali 53:44 bacanya itu ya. Itu di keutamaannya itu 53:47 apa? 53:48 Di dalam 53:49 itu pahalanya sama dengan membebaskan 10 53:53 budak. Budak itu mahal loh harganya. 53:55 Kita di 53:56 samakan ya pahalanya seperti membebaskan 53:58 10 budak. Kemudian ditulis untuknya 100 54:01 kebaikan. Dihapus dari dirinya 100 54:05 kejelekan atau dosa ya. Dan 54:08 zikir itu itu penjaga dirinya dari 54:10 gangguan setan sampai pada sore harinya. 54:13 Dan tidak ada seorangpun yang datang 54:14 membawa amal yang lebih baik daripada 54:17 apa yang dia bawa kecuali ada orang yang 54:19 beramal lebih banyak daripada dirinya. 54:21 Nah itu ucapan itu tadi ya. 54:23 Lailahaillallah wahdahu la syarikalah, 54:26 lahul mulku walahul hamdu wahuwa ala 54:28 kulli syaiin qadir. Dibaca 100 kali. Ya 54:31 begitulah antaranya antara lain masih 54:33 banyak yang lain ya. Tapi ini hanya 54:35 sebagian yang saya sebutkan betapa 54:38 banyak dalam ajaran Islam itu amalan 54:41 mudah pahala berlimpah ya. Jadi kita 54:43 tidak perlu berkecil hati. Yang penting 54:46 niatkan semuanya karena Allah. 54:48 Wallahualam bisawab. 54:50 Masya Allah alhamdulillah tadi saya 54:53 sempat mencatat ada 11 amalan mudah 54:56 namun dengan pahala yang berlipat. 54:59 Dan memang betul harusnya memang mudah 55:01 untuk diamalkan. Cuma masalahnya apakah 55:03 kita mengingatnya untuk menjalankannya 55:05 dan dijalankan secara istiqomah. Baik 55:08 ikhwan dan akhwat saya akan membacakan 55:11 tanya jawab ya Ustadzah. Langsung saja 55:13 tanpa ada jeda nasyid kita akan langsung 55:16 ke 55:17 sebentar. Ibu Ani Ustadzah ini 55:22 bertanya, "Assalamualaikum 55:23 warahmatullahi wabarakatuh." 55:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:27 Wabarakatuh. Saya Ibu Ani dari Cipadu 55:30 mau bertanya apabila adzan datang 55:32 Ustadzah dan saya sedang membaca 55:33 Alquran. Apakah diteruskan atau distop 55:36 dulu membaca Alquran-nya. Jazakallah 55:37 Ustazah. 55:39 Eh, ini kan panggilan Allah ya. 55:42 Jadi artinya ada amalan duanya tuh 55:44 semuanya kebaikan. Yang satu panggilan 55:46 Allah, yang satu kita sedang membaca 55:48 firman Allah. Jadi kita bisa tunda dulu 55:51 membaca firman Allah, kita menjawab dulu 55:54 panggilan Allah. 55:55 Jadi misalnya gini deh. Eh, ada seorang 55:58 anak sedang disuruh oleh ibunya eh 56:01 menulis ya atau misalnya 56:04 eh membaca ya. Terus tiba-tiba ibunya 56:07 manggil dia. 56:08 Nah, dia mau mana dulu yang dia dia 56:10 kerjakan? Ini kan juga saya kerja ini 56:12 juga karena disuruh Ibu gitu misalkan 56:14 ya. Tapi panggilan Ibu enggak dia jawab. 56:17 Nah, jadi tentu ada amalan yang utama 56:19 pada saat yang 56:21 yang bersamaan itu menjawab panggilan 56:23 azan. Tunda dulu Alquran-nya. Ini juga 56:25 bagian ibadah loh ya menjawab panggilan 56:27 azan. Maka itu adalah amalan utama yaitu 56:30 mendengar, menjawab panggilan azan. 56:32 Tunda dulu baca Alquran-nya. Nah, 56:34 setelah kita selesai azan, selesai 56:36 berdoa, nah kemudian mau lanjutkan 56:38 bacaannya silakan atau kita langsung 56:40 salat juga boleh. 56:42 Bahkan kalau memang perlu kalau memang 56:44 ini ya memang memungkinkan misalnya 56:46 kalau untuk salat sunah ya, enggak 56:48 apa-apa kita sambil baca Alquran ya. Ya, 56:50 mungkin bisa pegang mushaf ya karena 56:52 kita mungkin punya target ya. 56:55 Nah, selama tidak banyak bergerak itu 56:56 bisa dilakukan. Jadi kita mengutamakan 56:59 mana yang lebih utama begitu. 57:03 Baik, sudah terjawab Ibu ya. Eh, karena 57:05 saya akan beralih ke pertanyaan 57:06 berikutnya ini dari hamba Allah. 57:09 Asalamualaikum warahmatullahi 57:10 wabarakatuh. Waalaikumsalam 57:12 warahmatullahi wabarakatuh. 57:13 Saat ini banyak sekali yang membagi atau 57:16 membagikan atau men-share tausiah dan 57:18 nasihat-nasihat yang bagus-bagus. Nah, 57:20 bagaimana cara kita agar bisa mengajak 57:23 kebaikan pada orang lain? Mungkin salah 57:25 satunya dengan share-share tentang 57:27 tausiah dan nasihat-nasihat tersebut. 57:29 Namun tidak ada kesan kita menggurui 57:31 yang lain Ustazah. 57:33 Iya, itu juga bisa kok, apa namanya eh 57:36 bagian dari kebaikan-kebaikan. Sifatnya 57:38 tuh tidak menggurui, tapi sifatnya tuh 57:40 menginformasikan. 57:42 Kan banyaklah hal-hal sebenarnya kalau 57:44 itu banyak banget ya yang belum ter eh 57:47 tersosialkan ya, tersosialisasikan. 57:49 Misalnya tentang hadis, misalnya sehari 57:52 bersama hadis apa ya, eh satu hari 57:54 bersama hadis apa gitu ya, itu bisalah 57:57 dilakukan itu. Itu kan tidak me 57:59 menggurui kalau kita hanya me mengin 58:01 atau mungkin ada sumber ya. 58:03 Misalnya ada kajian-kajian dari Ustaz 58:06 atau tulisan para siapa apa orang-orang 58:08 yang baik gitu yang semuanya itu kan 58:11 tulisan tuh menggugah ya. Eh kita kenal 58:14 siapa yang yang apa namanya yang 58:16 menyampaikannya, terus kita kita eh kita 58:18 sebarkan itu. Mungkin mungkin saja 58:21 banyak orang yang belum membacanya atau 58:23 mendengarkannya. Nah, bisa jadi lewat 58:25 kita dia mendengarkannya, itu luar biasa 58:27 kan. Kita juga dapat pahala. 58:30 Jadi jadi menginformasikan atau 58:32 men-share sesuatu yang eh baik gitu ya, 58:35 itu juga kita akan mendapatkan kebaikan. 58:37 Atau informasi-informasi 58:39 kajian di mana ada acara apa misalnya ya 58:41 yang sangat bermanfaat yang bisa diikuti 58:44 oleh umat Islam, kita sebarkan. Jadi 58:46 bukan kayak marketing ya, marketing 58:48 kebaikan. Nah, itu bisa dilakukan 58:50 menginformasikan eh sesuatu yang sangat 58:53 baik bisa di eh apa didengar oleh yang 58:56 lain. Misalnya gini, eh kita punya 58:58 lingkungan ibu-ibu rumah tangga yang 59:00 anaknya masih apa ya yang anak-anak 59:02 sekolah ya. Kemudian ada kajian 59:04 parenting misalnya dari salah seorang 59:06 pakar parenting Islam misalnya ya dan 59:08 itu temanya bagus misalnya melindungi 59:11 anak dari kejahatan pornografi misalkan 59:14 ya, itu kan kita dapat kan informasi 59:16 itu. Nah, kita insyaallah berpahala 59:18 kalau kita lakukan karena Allah, kita 59:20 sebarkan supaya semua orang bisa 59:21 mendengarkannya dan itu bermanfaat pada 59:24 pada keluarganya juga. Itu juga bagian 59:26 dari amal saleh. Jadi, banyak banget ya 59:29 amal saleh yang bisa kita eee apa 59:31 namanya kita share ya. Menunjukkan 59:33 seseorang kepada kebaikan. Misalnya, 59:36 kita menyebarkan apa misalnya eee 59:38 mungkin ada yang bertanya di dalam di 59:41 secara umum, "Saya pengin anak saya 59:43 pesantren, pesantren mana ya?" Gitu. 59:44 Kita sebarkan ya ada alternatifnya nih 59:46 di sini-sini. Itu juga kebaikan. Jadi, 59:48 memberitahu, menunjukkan orang sesuatu 59:51 itu juga berpahala insyaallah. 59:53 Jadi, banyak bangetlah ya tidak hanya 59:55 eee mem-posting Alquran atau hadis atau 59:58 apa. Semua kajian-kajian kebaikan 1:00:00 semuanya bisa insyaallah. 1:00:02 Baik, insyaallah. Terus eee diteruskan 1:00:04 ya Ibu men-share kebaikan. Baik, ini 1:00:07 saya bacakan dari hamba Allah Ustazah. 1:00:10 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:11 wabarakatuh. 1:00:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:14 wabarakatuh. 1:00:15 Saya sepakat memang ini amalan-amalan 1:00:17 yang mudah, namun ternyata tidak jua 1:00:19 mudah untuk dilaksanakan. Di antaranya 1:00:22 poin pertama yang kedua yaitu 1:00:24 menyampaikan senyum dan salam. Saya 1:00:26 berusaha setiap saat untuk menyampaikan 1:00:28 senyum dan salam terutama untuk satu 1:00:30 orang ini yang tidak pernah memberikan 1:00:33 saya respon yang baik. Kadang-kadang 1:00:35 buang muka, bahkan kadang-kadang 1:00:37 menghindari saya. Jeleknya lagi dia 1:00:39 merupakan rekan kerja sehingga saya 1:00:42 sering bertemu dengannya di setiap 1:00:44 kesempatan. Mohon Ustazah saya dikuatkan 1:00:46 agar saya bisa melaksanakan eee amalan 1:00:49 senyum dan salam ini. Terima kasih. 1:00:54 Iya, eee ini dari hamba Allah ya. 1:00:57 Hamba Allah Ustazah. 1:00:58 Iya, betul kalau seseorang 1:01:00 punya penyakit hati, itu pasti akan 1:01:03 sulit menerima senyum dan salamnya orang 1:01:05 lain. Jadi, maka jangan samaan. Jangan 1:01:08 samaan dengan orang yang berpenyakit. 1:01:11 Ketika orang itu tidak menanggapi kita, 1:01:13 itu urusan dia dengan Allah. Tapi kan 1:01:15 kita diperintahkan Allah tersenyum. 1:01:17 Bukankah kita mau sedekah? Nah, orang 1:01:19 mau menerima sedekah kita terserah dia. 1:01:21 Yang penting kita telah sampaikan. 1:01:23 Ya, misalnya kita diperintahkan, 1:01:25 misalnya ya, kita diperintahkan 1:01:27 memberikan sedekah berupa makanan kepada 1:01:29 orang gitu ya. Kita sudah berikan. Nah, 1:01:32 orang itu terserah dia, mau dia terima, 1:01:35 mau dia kasih orang lain itu bukan 1:01:36 urusan kita. Urusan kita sudah selesai, 1:01:38 kita sudah mendapatkan pahala dari 1:01:40 Allah. Nah, begitu juga dengan senyum 1:01:42 dan salam. 1:01:43 Kita hanya menyampaikan salam ya, 1:01:46 senyum. Dia tidak jawab eh salam kita, 1:01:48 dia dosa. 1:01:50 Jadi, mengucapkan salam itu sunah, 1:01:53 menjawab salam itu wajib. 1:01:55 Nah, jadi ketika dia tidak menjawab 1:01:57 salam kita, itu urusan dia dengan Allah, 1:01:58 enggak ada masalah deh. Kita insya Allah 1:02:01 enggak punya apa-apa ya, jadi artinya 1:02:03 mmm hamba Allah yang bertanya ini, 1:02:05 enggak usah dipikirin deh, jangan samaan 1:02:07 gitu ya. Kita kan mau banyak kelimpahan 1:02:10 pahala, jangan juga gara-gara dia kita 1:02:11 enggak dapat pahala. Akhirnya kita eh 1:02:14 ber- zhon ya, atau mungkin menggibahnya 1:02:16 dalam hati. Ya sudah, kita doakan saja, 1:02:18 mudah-mudahan dibukakan pintu hatinya. 1:02:21 Kalau memang yang yang salah kita, kita 1:02:24 bertobat kepada Allah. Kalau memang ada 1:02:25 salah, kita minta maaf kepadanya, 1:02:27 selesai. Memang mudah ya, tapi 1:02:30 sebenarnya eh ini adalah amalan hati. 1:02:33 Ini adalah kerja-kerjanya setan ya, 1:02:35 supaya umat Islam itu sesama bersaudara 1:02:38 itu terjadi pertengkaran. 1:02:40 Setan itu kan enggak suka kita damai 1:02:42 kan. Maka lawan itu. Dia adalah saudara 1:02:45 kita juga. Ya, ketemu dia senyum, 1:02:46 niatkan karena Allah dan doakan dia, "Ya 1:02:48 Allah, eh 1:02:50 jadikan kami eh 1:02:51 hamba Allah yang bersaudara." Itu kan 1:02:53 perintah Rasulullah juga, "Kunu 1:02:55 ibadallahi ikhwana." Jadilah hamba Allah 1:02:57 yang bersaudara. Kita doakan, 1:02:59 mudah-mudahan suatu saat orang yang 1:03:01 tidak suka dengan kita, kita tidak 1:03:03 meladeninya, mudah-mudahan suatu saat 1:03:05 dia akan senang dengan kita, dia akan 1:03:06 cinta dengan kita. Dia akan merasa eh 1:03:09 ber- bersalah dengan apa yang dia 1:03:10 lakukan terhadap kita. Jadi, jangan 1:03:13 samaan. Itu satu, jangan samaan. Rugilah 1:03:16 kita. Kita ingin sedekah, masa kita mau 1:03:18 kebagian dosa juga. 1:03:20 Kemudian kita doakan dia. Ketika kita 1:03:22 mendoakan dia, itu pahala kita dapatkan, 1:03:25 insyaallah, ya. Mudah-mudahan bisalah, 1:03:27 Mbak, ya. 1:03:28 Heeh. 1:03:28 Berbuat baik kepada orang yang enggak 1:03:30 suka dengan kita. 1:03:31 Iya. 1:03:32 Iya, eh mudah-mudahan tetap istikamah, 1:03:34 ya, hamba Allah, menebarkan senyum dan 1:03:35 salamnya. Insyaallah digerakkan hati 1:03:37 rekannya. Saya beralih ini, mohon izin 1:03:40 di luar tema, Ustazah. Ibu Darma di 1:03:41 Bekasi bertanya. "Mau bertanya, Ustazah, 1:03:44 karena sekarang kan kita ke mana-mana eh 1:03:46 wajib memakai masker dan saya suka 1:03:49 pengap jika tidak membubuhkan minyak 1:03:52 angin dan freshcare. Itu membatalkan 1:03:54 puasa enggak, ya, Ustazah? Mohon 1:03:56 pencerahannya." 1:03:58 Iya. 1:03:59 Insyaallah tidak membatalkan, ya. Yang 1:04:01 saya pahami kalau yang membatalkan itu 1:04:03 yang masuk sesuatu ke kerongkongan kita. 1:04:05 Mmm. 1:04:06 Masuk apapun, mau masuk batu, mau masuk 1:04:09 masuk apapun, ya, sesuatu benda, ya, ke 1:04:11 dalam eh kerongkongan kita, ya. 1:04:13 Kerongkongan apa tenggorokan ini yang di 1:04:14 sini nih? 1:04:15 Tenggorokan. 1:04:15 Iya. 1:04:16 Tenggorokan apa kerongkongan, Mbak? 1:04:18 Kerongkongan [tertawa] tenggorokan. 1:04:19 Kerongkongan. 1:04:20 Kerongkongan tenggorokan. 1:04:21 Iya, itu itu membatalkan. Jadi, kalau 1:04:24 hanya mencium itu kan eh apa namanya, eh 1:04:28 kepentingannya untuk kesehatan, ya. 1:04:30 Jadi, eh artinya tidak sampai eh 1:04:34 iya, mudah-mudahan tidak inilah, bukan 1:04:36 bukan masuk ke dalam hati kita, kita 1:04:38 telan gitu, ya. Kalau hanya menghirup 1:04:40 itu kan untuk obat juga, ya. Itu mungkin 1:04:43 berbeda dengan yang sengaja, sengaja 1:04:45 misalnya ada eh masakan rendang Padang 1:04:49 tuh 1:04:50 wah, apa namanya, baunya tuh, terus kita 1:04:52 hirup. Nah, itu apakah batal? Itu 1:04:54 makruh, ya, tidak membatalkan, tapi 1:04:56 makruh karena itu kan merasakan, 1:04:58 membayangkan enaknya gitu, ya. Kalau ini 1:05:00 kan kesehatan. 1:05:02 Begitu, mudah-mudahan enggak 1:05:03 membatalkan, insyaallah. Kalau memang 1:05:05 mmm ragu, maka da ma yari buka ila ma la 1:05:08 yari buka, ya. Enggak usah pakai itu. 1:05:10 Tapi kan ini pengap, ini kan untuk 1:05:12 kesehatan kita supaya tidak membawa 1:05:14 dampak madarat terhadap eh kesehatan 1:05:16 kita, insya Allah enggak apa-apa, Mbak. 1:05:18 He eh. Baik, insya Allah enggak apa-apa, 1:05:20 Bu Darma, ya. Boleh diteruskan. Baik, 1:05:22 insya Allah saya akan eh beralih ke 1:05:24 pertanyaan berikutnya, Ustazah. Ini dari 1:05:27 hamba Allah lagi bertanya. 1:05:28 Assalamualaikum warahmatullahi 1:05:30 wabarakatuh. 1:05:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:33 wabarakatuh. 1:05:34 Ustazah, bagaimana eh caranya agar saya 1:05:37 mendapatkan eh rida Allah apabila salah 1:05:40 satu keluarga saya belum memberikan maaf 1:05:42 kepada saya. Berulang kali saya sudah 1:05:45 meminta maaf, namun beliau tidak 1:05:47 membukakan pintu maafnya kepada saya dan 1:05:49 terang-terangan memberikan pernyataan 1:05:52 bahwa tiada maaf untuk kesalahan saya. 1:05:55 Mohon pencerahannya, Ustazah. 1:05:58 Sebesar apa ya salahnya ya sampai tidak 1:06:00 ada pintu maaf? 1:06:01 Disebutkan. 1:06:02 [tertawa] 1:06:02 Ya sudah, enggak perlu juga disebutkan, 1:06:04 ya. 1:06:05 Yang penting gini, 1:06:06 eh tetap kita berlaku baik, ya, Bu, buka 1:06:10 eh pintu hatinya dengan cara eh 1:06:14 muamalah dengannya dengan biasa saja 1:06:16 gitu ya, berikan dia hadiah, doakan dia, 1:06:20 eh sikap kita tetap tambah baik 1:06:22 dengannya, kemudian dengan orang-orang 1:06:24 sekitarnya. Apa yang dia sukai kita kita 1:06:27 kita ikuti ya, kita turuti apa yang 1:06:29 menjadi eh kesenangannya, kita kita juga 1:06:32 ikut senang, ya. 1:06:33 He eh. 1:06:34 Karena ini kan keluarga katanya ya, kan 1:06:36 keluarga. Jadi, eh kita 1:06:38 Kenapa? 1:06:39 Iya, keluarga dekat dia, Bu. 1:06:40 Iya, keluarga dekat. Jadi, kita eh tetap 1:06:43 dengan sikap kita yang tidak eh 1:06:45 sepertinya ini ya, terus saja kalau 1:06:48 memang ketemu dia kita tegur, terus 1:06:50 kemudian kita berlaku ini saja eh 1:06:53 seperti biasa. Kita minta maaf tadi ya, 1:06:55 seperti dia katakan tiada maaf bagimu. 1:06:56 Kita doakan saja mudah-mudahan terbuka 1:06:58 pintu hatinya. Kan kalau orang yang 1:07:00 bersalah itu kan dengan manusia, itu kan 1:07:03 eh meminta maaf. 1:07:05 Kalau dia sudah meminta maaf, ya 1:07:07 mudah-mudahan Allah eh memaafkan 1:07:09 dirinya. Nah, adapun orang itu tidak mau 1:07:12 memaafkan, urusan dia dengan Allah. 1:07:14 Yang penting kita jangan samaan, ya. 1:07:17 Nah, itu jadi eh dengan kerabat kita 1:07:19 yang dekat itu, tetap berpenampilan 1:07:22 baik, berlaku berperilaku baik. Kalau 1:07:24 perlu ya kita berusaha mendekatkan diri, 1:07:26 membawakan oleh-oleh, hadiah, atau apa, 1:07:28 mendoakannya. Sampai suatu saat 1:07:31 insyaallah mudah-mudahan terbuka pintu 1:07:33 hatinya. 1:07:34 Amin. 1:07:34 Ya, ibarat batu, 1:07:37 batu yang besar, yang keras, itu 1:07:39 lama-lama akan hancur dengan tetesan 1:07:41 air. Seiring dengan perjalanan waktu. 1:07:44 Jadi, butuh proses. 1:07:46 Jadi, ketika kita bersalah dengan orang 1:07:48 lain, ya saya enggak tahu tingkat 1:07:49 kesalahannya seperti apa, ya. Tapi, 1:07:51 terus sajalah meminta ridanya, meminta 1:07:54 maafnya, meminta keikhlasannya. 1:07:56 Kemudian, kalau ada hak-haknya yang kita 1:07:59 ambil, kembalikan. Ya, kan kesalahan itu 1:08:01 kan tergantung jenisnya apa dulu. 1:08:04 Kalau dia tidak mau memaafkan kita 1:08:06 karena mungkin dulu kita pernah 1:08:08 menipunya, ya. Eh tidak jujur kepadanya, 1:08:11 kita gantikan semuanya. Atkan sehingga 1:08:14 dia itu tidak lagi eh terkurangilah, ya, 1:08:17 rasa sakit hatinya. Jadi, 1:08:20 eh kata kuncinya adalah 1:08:22 terus eh mendekatinya, doakan dia, 1:08:25 semoga pintu hatinya nanti terbuka. 1:08:28 Kadan ada maaf bagi kita, insyaallah. 1:08:30 Ya, manusia itu kan berbolak-balik, ya. 1:08:32 Hati manusia itu kan di tangan Allah, 1:08:33 ya. Suatu saat yang dulu benci jadi 1:08:35 cinta, yang cinta bisa benci. Itu 1:08:37 beda-beda tipis itu. Ya. 1:08:39 Iya. Baik, makanya di himbau untuk tidak 1:08:42 membenci berlebihan dan tidak mencintai 1:08:45 berlebihan saja, ya. Karena 1:08:46 Betul. Demikian tipisnya batasnya. 1:08:48 Betul, Mbak. 1:08:49 Eh satu lagi, Ustazah, ya, dari hamba 1:08:52 Allah di Pondok Cabe. Karena masih 1:08:53 berkaitan dengan pertanyaan yang 1:08:55 sebelumnya mengenai maaf-memaafkan. Kali 1:08:57 ini eh lebih ke memaafkan, Ustazah. 1:08:59 Baik, hamba Allah di Pondok Cabe 1:09:01 bertanya, "Ustazah, saya sulit memaafkan 1:09:04 seseorang karena dia sebenarnya seorang 1:09:06 teman yang pergi meninggalkan hutangnya, 1:09:09 sementara hutangnya saya saat ini yang 1:09:11 membayarkannya. Apakah saya berdosa 1:09:14 ketika saat ini saya marah pada dia 1:09:16 karena hutangnya cukup besar, Ustazah? 1:09:18 Setiap bulan saya wajib membayar sebesar 1:09:20 2,9 juta. Saya harus bagaimana, 1:09:23 Ustazah?" 1:09:24 Iya. 1:09:25 Eh, ini memang beban ya kalau kita 1:09:27 jadikan beban. Tapi akan menjadi 1:09:31 jadi buah pahala kalau itu niatkan 1:09:32 karena Allah. Jadi intinya gini, 1:09:34 ketika suatu eh pekerjaan yang bukan 1:09:37 kita eh penyebabnya, kemudian kita yang 1:09:40 menanggungnya, kita serahkan kepada 1:09:43 Allah. Apalagi ya anggap aja itu 1:09:45 infaknya hamba Allah kepada Allah yang 1:09:48 insyaallah jadi investasi terbesar. Nah, 1:09:50 repotnya nanti kita udah bayar terpaksa, 1:09:53 udah enggak ikhlas pula, hati kita sakit 1:09:55 kena tindakannya. Kan yang kita dapat 1:09:57 apa? Rugi kan? 1:09:58 Betul. 1:09:59 Nah, jadi berusaha untuk ikhlas memang 1:10:01 berat. Tapi insyaallah di balik itu, itu 1:10:04 terkandung kekayaan, kekuatan, 1:10:08 berlimpahnya pahala, karunia luar biasa 1:10:11 di situ. Dahsyat banget itu. Ya, kita 1:10:13 sudah berusaha eh memaafkan dalam arti 1:10:16 ya kan kita mau mau mau 1:10:19 kita mau marah tetap bayar, kita ikhlas 1:10:23 tetap bayar, pilih yang mana coba? 1:10:26 Ya, mendingan kita tetap membayar tapi 1:10:28 ikhlas kan? 1:10:29 Betul. 1:10:29 Nah, itu nanti akan menjadi buah dari eh 1:10:32 pahala itu keberkahan untuk kita, rezeki 1:10:34 kita. Insyaallah itu nilainya nilai 1:10:36 sedekah. Jadi hamba Allah ini setiap 1:10:39 bulan bersedekah karena Allah kalau itu 1:10:41 niatnya karena Allah. Insyaallah doakan 1:10:43 juga, "Ya Allah, limpahkan rezekimu 1:10:44 kepadaku dengan keberkahan-keberkahan 1:10:46 yang berlipat." Mudah-mudahan deh. 1:10:48 Nah, itu itu yang kita harapkan seperti 1:10:50 itu ya berusaha untuk mengikhlaskan, 1:10:53 meridakan, walaupun berat. Ya, memang 1:10:56 surga itu enggak enggak murah ya, mahal 1:10:58 ya. Tapi insya Allah hamba Allah bisa 1:11:00 ya. Daripada kita enggak ikhlas coba. 1:11:03 Terpaksa juga bayar. 1:11:05 Harus bayar, rugi kan? 1:11:07 Nah, daripada rugi mendingan kita 1:11:08 mendapatkan pahala berlipat, kita bayar 1:11:10 dengan ikhlas dapat pahala infak, kita 1:11:13 ikhlas nanti Allah gantikan yang 1:11:14 berlipat lagi. Yang kasihan tuh dia. 1:11:16 Jadi kalau dalam masalah dunia ini, 1:11:19 kalau ada orang yang curang atau orang 1:11:21 yang berbuat zalim, orang yang eh 1:11:24 berhutang enggak bayar, orang yang 1:11:25 berbuat eh aniaya, itu bukan kita yang 1:11:29 dianiaya pada hakikatnya, bukan kita 1:11:31 yang dirugikan. Hakikatnya tuh dialah 1:11:34 yang merugikan dirinya sendiri. Artinya 1:11:36 dia akan berhadapan dan bertanggung 1:11:38 jawab nanti di hadapan Allah di hari 1:11:40 kiamat. Masya Allah ya, jadi eh 1:11:43 orang-orang yang seperti itu kita, kita 1:11:45 coba ya kondisikan jiwa kita, hati kita, 1:11:48 itu orang yang harus dikasihani. Kasihan 1:11:51 deh. Gitu ya, kasihan deh gitu ya. Nah, 1:11:54 jadi eh ketika itu kita, kita rasakan ya 1:11:56 kekasihan itu, kita mudah-mudahan bisa 1:11:59 ikhlas. Mudah-mudahan ini bagian dari 1:12:00 infak karena Allah ya Allah, 1:12:02 mudah-mudahan ini adalah pahala yang 1:12:03 berlipat ya Allah. Insya Allah deh hamba 1:12:05 Allah. 1:12:06 Allah nanti insya Allah hamba Allah akan 1:12:08 menemukan eh nanti di balik ini ya 1:12:11 sesuatu yang mengejutkan dari anugerah 1:12:13 Allah. Insya Allah ya, kalau kita selama 1:12:15 ini penuh dengan rasa syukur ya, insya 1:12:17 Allah akan ada kejutan-kejutan dalam 1:12:19 kehidupan kita ya, ketika kita berusaha 1:12:21 untuk ikhlas. Insya Allah. 1:12:23 Insya Allah. Baik, mudah-mudahan 1:12:24 diberikan kesabaran Ibu atau Bapak dan 1:12:26 tadi Ustazah bilang niatkan ini infaknya 1:12:28 di jalan Allah. Baik, merupakan 1:12:30 pertanyaan terakhir Ustazah, silakan 1:12:32 mungkin sebelum benar-benar ditutup 1:12:34 Ustazah memberikan kesimpulan atas tema 1:12:36 kita pada siang hari ini. 1:12:37 Ya. Pendengar yang dirahmati Allah, 1:12:40 bahwa kita adalah hamba-hamba Allah yang 1:12:42 memiliki usia yang terbatas di dunia 1:12:45 ini. Usia yang eh di jalan, dijelaskan 1:12:48 oleh Rasulullah usia eh hamba-hambanya 1:12:51 tidak lebih dari sekitar 60 atau 70 ya, 1:12:54 usia-usia yang memang tidak seperti 1:12:56 usia-usia orang-orang terdahulu. Nah, di 1:12:59 usia-usia yang yang terbatas inilah 1:13:02 kemudian Allah berikan kita anugerah 1:13:04 karunia yang luar biasa dengan amalan 1:13:06 sedikit tapi memiliki pahala yang 1:13:08 berlipat. Usia-usia yang pendek tapi 1:13:11 Allah berikan banyak sekali 1:13:13 karunia-karunia bahkan di bulan Ramadan 1:13:15 ini ada satu malam yang kalau kita 1:13:17 beramal di dalamnya itu setara dengan 1:13:19 kita beramal itu lebih dari 83 tahun 4 1:13:22 bulan yaitu 1000 bulan. Ini adalah 1:13:25 usia-usia yang pendek tapi memiliki 1:13:27 banyak sekali eh pahala-pahala yang 1:13:30 berlipat ya. Jadi, inilah rahmat Allah 1:13:33 bagi semua umat Muhammad sallallahu 1:13:35 alaihi wasallam yang bisa eh memiliki 1:13:38 potensi memproduksi pahala berlipat 1:13:40 ganda dibandingkan umat yang terdahulu. 1:13:42 Nah, untuk menyiasati menyiasati usia 1:13:44 yang pendek inilah dengan karunia dan 1:13:46 rahmat Allah kita diberikan 1:13:48 amalan-amalan ringan amalan-amalan mudah 1:13:51 tapi memiliki limpahan pahala yang 1:13:53 banyak. Mudah-mudahan kita mampu untuk 1:13:55 eh melakukan semuanya, mengamalkan 1:13:57 semuanya meskipun singkat tapi 1:13:59 insyaallah janji Allah melipatgandakan 1:14:02 pahala umat Muhammad sallallahu alaihi 1:14:03 wasallam. Mudah-mudahan dengan amal ini 1:14:05 kita bisa diperjumpakan dengan 1:14:07 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, 1:14:09 keluarga dan para sahabatnya dan 1:14:11 mudah-mudahan kita berhak mendapatkan 1:14:12 syafaat darinya [berdehem] insyaallah. 1:14:16 Qulu qauli hadza, astagfirullahalazim 1:14:17 walakum. Assalamualaikum warahmatullahi 1:14:20 wabarakatuh. 1:14:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:14:22 wabarakatuh. Jazakillah khairan katsiran 1:14:24 kepada Ustazah Herlini Amran atas 1:14:26 ilmunya, atas waktunya pada siang hari 1:14:28 ini. Mudah-mudahan bermanfaat banyak, 1:14:31 insyaallah kita dikuatkan kembali karena 1:14:33 sudah diingatkan atas amalan-amalan yang 1:14:36 sebenarnya seharusnya kita selalu 1:14:37 lakukan namun karena terlupakan untuk 1:14:40 diniatkan kepada Allah sehingga tidak 1:14:41 istikamah menjalankannya. Mari mulai 1:14:43 lagi memberikan senyum, memberikan 1:14:45 salam, mengajak pada kebaikan, mendoakan 1:14:48 orang lain, menjenguk orang sakit dan 1:14:49 masih banyak lagi yang tadi sudah eh 1:14:51 Ustazah paparkan agar kita menjadi 1:14:53 pribadi muslim atau muslimah yang lebih 1:14:56 baik lagi ke depannya. Saya yang 1:14:58 bertugas pada hari ini Karolin, juga ada 1:15:00 Ondy, terus di belakang radio operator 1:15:04 mungkin Fahri saya ingat tidak kelihatan 1:15:05 dari sini. Mohon maaf dan juga eh 1:15:08 menghaturkan terima kasih atas eh peran 1:15:10 serta ikhwan dan akhwat telah 1:15:11 menyampaikan pertanyaannya, responnya 1:15:14 via WhatsApp. Insya Allah di lain 1:15:15 kesempatan apabila ada yang belum 1:15:17 berkesempatan dibahas Ustazah, diberikan 1:15:20 di kesempatan yang lain. Kami pamit 1:15:22 terlebih dahulu, mohon maaf atas sekali 1:15:23 lagi atas kekurangan. Subhanaka 1:15:25 Allahumma wabihamdika, asyhadu alla 1:15:27 ilaha illa anta, astagfiruka wa atubu 1:15:30 ilaik. Wabillahi taufik wal hidayah. 1:15:32 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:15:34 wabarakatuh.