Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:43 Rasil TV 1:08 Bismillahirahmanirahim, alhamdulillah 1:10 wakafa washolatu wassalam ala nabiyil 1:12 mustofa waala alihi wasohbihi ala sidik 1:15 walofa. Assalamualaikum warahmatullahi 1:17 wabarakatuh ikhwan akhwat yang dirahmati 1:19 Allah subhanahu wa taala, selamat datang 1:21 di acara kajian tasawuf bersama Sayyid 1:24 Ahmad Musytaba bersama saya Sayyid Alkaf 1:27 Anis Muhalim dan juga Ondy sebagai 1:29 kameramen. Dan ikhwan akhwat 1:31 alhamdulillah Sayyid Ahmad Musytaba 1:33 alhamdulillah sudah membersamai kita di 1:35 studio. Assalamualaikum Habib. 1:36 Waalaikumsalam 1:38 Allah wa barakatuh 1:39 Sayyid Habib 1:41 Alhamdulillah alhamdulillah, perjalanan 1:42 lancar Habib Alhamdulillah Habib 1:44 Insyaallah insyaallah insyaallah 1:46 pagi-pagi weekend alhamdulillah paling 1:48 enak 1:49 paling enak 1:50 perjalanan Jakarta alhamdulillah. Hari 1:52 ini kita ikhwan akhwat akan melanjutkan 1:55 pembahasan oh membaca kitab mahiyatut 1:57 tasawuf karangan Habib Umar bin Muhammad 1:59 bin Salim bin Hafidz melanjutkan bab 2:02 ikhlas Habib ya 2:03 bahas salah satu ciri ahli tasawuf yaitu 2:06 ikhlas kemarin sudah dibahas ee 2:09 mukadimahnya sekarang kita akan 2:12 menyelesaikan pembahasan bab ikhlas dan 2:13 mungkin akan di na'am kalau ada waktu 2:16 mungkin lanjut ke yang selanjutnya Habib 2:18 ya insyaallah baik ikhwan akhwat mari 2:20 sama-sama kita dengarkan penjelasan dari 2:23 Habib Ahmad Musytaba tentang salah satu 2:26 ciri ahli tasawuf yaitu ikhlas 2:29 bismillah 2:33 bismillahirahmanirahim 2:34 alhamdulillahirobbil alamin 2:37 washolatu wassalamu ala sayyidil 2:38 mursalin sayyidina Muhammadin waala 2:40 alihi wasohbihi ajma'in subhanaka laa 2:42 ilmalana illa ma alamtana innaka antal 2:44 alimul hakim wa tub alaina innaka antat 2:46 tawwabur rahim 2:47 allahumma ya fattahu ya alim ya fattahu 2:49 ya alim ya fattahu ya alim iftah alaina 2:51 fathan qoriba ya arhamar rohimin 2:54 allahumma laa sahla illa ma ja'altahu 2:55 sahla wa anta taj'alul hazana idza 2:57 syi'ta sahla allahumma sahillana uluma 3:00 wahablana wasi'atil fuhu bi jahin 3:01 nabiyikal ma'sum shollallahu alaihi 3:03 wasallam allahumma inna nas alukal ilmal 3:05 ladunni wal masyrabash shofil hani ya 3:07 wahab ya ghani wana'udzubika allahumma 3:09 min ilmin laa yanfa' waqalbin laa 3:10 yakhsya' wa'amalin laa yurfa' wa'ainin 3:13 laa tadma' wa nafsin laa tasyba' wa 3:14 da'watin laa yustajabu laha bi rahmatika 3:16 ya arhamar rohimin ya arhamar rohimin ya 3:18 arhamar rohimin 3:20 alhamdulillahirobbil alamin 3:22 senantiasa puji dan puji syukur kita 3:23 haturkan ke hadirat Allah subhanahu wa 3:25 taala atas limpahan karunia hidayat 3:27 inayah dan riayah dan taufik kepada kita 3:30 semua hingga bisa bersama kembali dalam 3:32 kajian mingguan 3:34 dan di sini kita membaca kitab mahiyatut 3:36 tasawuf wasimatul ahlih karangan 3:38 Sayyidil Habib Umar bin Muhammad bin 3:40 Salim bin Hafidz 3:43 ee 3:44 pemirsa dan pendengar ee Rasil 3:46 hafizakumullah wa ra'akum wa ballaghakum 3:48 aqshaa munakum di sini 3:50 ee dalam pertemuan yang lalu kita masuk 3:52 di alamat ketiga al ikhlas Habib ya 3:56 setelah ee kita membahas toban dari awal 3:58 definisi tasawuf kemudian alamat pertama 4:01 keluasan ilmu kemudian alamat kedua 4:03 perhatian terhadap ee hati dan di sini 4:07 alamat ketiga al ikhlas 4:09 toban ee sempat dibahas juga dalam 4:12 minggu lalu definisi al ikhlas itu dan 4:15 juga dalil dari Alquran dan juga dari 4:17 hadis Nabi shollallahu alaihi wa alihi 4:19 wasallam 4:20 kemudian menukil daripada kalam 4:22 al harits al muhasibi al harits al 4:24 muhasibi ketika beliau membahas perihal 4:26 tentang ikhlas memang 4:27 al ikhlas ini adalah 4:30 inti nah sempat kita bahas Habib ya 4:32 perumpamaan ikhlas bagaikan angka satu 4:35 aya yang amal-amal yang lain itu kayak 4:36 apa kayak angka nol nol nol wa akherah 4:39 yang enggak ada artinya nol-nol itu 4:40 kecuali ada angka sebelumnya wa akherah 4:43 begitulah kata Sayyidil Imam Ibnu 4:45 Athaillah As Sakandari 4:47 al a'malu suwarun qaimah wa arwahuhal 4:49 wujudus sirril ikhlas fiha wa akherah 4:52 nah di sini kita akan masih membahas 4:54 perihal tentang ikhlas 4:56 menukil beberapa kalam daripada aimmas 4:58 sholihin dimulai dari kalam al Imam al 5:01 Qusyairi kemudian kalam al fudhail bin 5:03 ayyadh kemudian kalam Sayyidil Habib 5:04 sendiri 5:06 saya bismillahirahmanirahim 5:08 qala musonnif hafizahullah taala wa 5:09 ra'ah 5:10 waqala al Imam al Qusyairi fi risalatih 5:13 nah di sini Sayyidil Habib menukil 5:15 jumlah daripada kitab ar risalah al 5:18 Qusyairiyah karangan al Imam al Qusyairi 5:21 Imam Qusyairi ini siapa Habib nah 5:23 mungkin orang kalau sering 5:25 baca-baca kitab tasawuf enggak asing 5:27 namanya ini enggak al Qusyairi apalagi 5:29 kitab yang tenar itu ar risalah al 5:31 Qusyairiyah wa akherah 5:34 yang ajib memang risalah itu 5:36 ee beliau namanya al Imam Abul Qasim 5:39 Abdul Karim bin Hawazin al Qusyairi 5:42 wa akherah 5:43 beliau ini Habib berguru kepada seorang 5:45 alim allamah yang bernama Abu Ali ad 5:47 daqqaq 5:48 ad daqqaq 5:49 itu sebagai syekh fathah beliau 5:52 banyak orang mengira Imam Qusyairi ini 5:54 hanya 5:55 ahli tasawuf 5:56 padahal 5:58 masyaallah luar biasa beliau ini Habib 6:00 sebelum beliau tenar dengan tasawufnya 6:02 dan dengan kitab ar risalah 6:04 Qusyairiyahnya beliau tenar dengan al 6:06 kalam ilmul kalam mutakallim wa akherah 6:09 gowi dalam ilmu tauhid gowi dalam ilmu 6:12 aqidah wa akherah beliau berguru dalam 6:15 ilmu tauhid itu kepada syekh al ustadz 6:18 Abu Ishaq al Isfirayini wa akherah 6:21 ilmul ushul wa ilmul ilmul ashlein 6:25 kalau di di apa namanya kita dengar 6:26 ilmul ashlein maksudnya ashlu din wa 6:29 ashlul fiqih wa akherah ushul ashlu din 6:31 at tauhid wa ushul fiqih ya ma'ruf kitab 6:33 ushul fiqih itu beliau selain mutakallim 6:36 juga ushuli 6:38 pakar hebat dalam ilmul ushul dan ya 6:40 pastilah kalau orang masyaallah dalam 6:42 ilmu ushul ya fiqihnya juga pasti 6:44 masyaallah ee beliau juga apa namanya 6:46 toban mazhab mazhab Syafii 6:48 syafii al mazhab asy'ari al aqidah 6:51 abul qasim abdul karim al Qusyairi 6:54 wa akherah ee di Khurasan beliau ini 6:56 Habib daerah apa namanya kalau sekarang 6:58 ee Irak Iran dan sono wa akherah aslinya 7:01 ee bukan dari sono beliau keturunan dari 7:04 apa namanya dari bani Qusyair dari Arab 7:08 tapi nenek moyangnya pindah sono 7:10 hadza ajib ar risalah al Qusyairiyah eh 7:12 kitab ar risalah al Qusyairiyah itu 7:14 membahas tentang apa 7:15 banyak pembahasan tentang di situ di 7:16 situ dibahas tentang mustholahatil qaum 7:19 istilah-istilah ulama tasawuf oke 7:21 yang ajib lagi beliau di situ juga 7:23 membahas rijal biografi-biografi ulama 7:27 tasawuf nah makanya seringkali kita 7:29 dengar rijalal Qusyairiyah na'am artinya 7:32 ulama-ulama yang disebutkan biografinya 7:34 dalam kitab ar risalah al Qusyairiyah wa 7:36 akherah 7:37 ini penting Habib penting penting banget 7:40 ee seringkali kita belajar ilmu 7:42 entah itu fiqihkah atau entah itu 7:44 hadiskah atau entah itu tasawuf sekarang 7:47 penting sekali kita 7:48 mengkaji juga biografi-biografi ulama 7:51 yang menjadi rujukan dalam ilmu ini dan 7:53 ini banyak sekali apa namanya muallafat 7:56 yang dikarang untuk membahas perihal ini 7:59 yang dinamakan dengan tabaqat 8:01 hmm tabaqat tingkatan-tingkatan atau 8:03 generasi-generasi 8:04 orang yang belajar fiqih 8:06 enggak akan 8:12 kecuali dia mempelajari 10 ilmu 8:14 semua berkaitan dengan fiqih di 8:16 antaranya at tabaqat 8:18 dia tahu tuh apa namanya 8:19 tingkatan-tingkatan ulama-ulama dari 8:21 zaman ke zaman dari abad ke abad di 8:23 mazhab dia itu contohnya 8:25 dan ini banyak 8:26 hampir tiap-tiap mazhab mereka mempunyai 8:28 tabaqat wa akherah 8:30 kalau di mazhab di mazhab arba'ah yang 8:32 ajib di sini yang pertama kali 8:34 mencetuskan tabaqat dari mazhab 8:35 hanabilah 8:36 tabaqatul hanabilah dari situ banyak 8:39 yang niru habis itu 8:40 kalau di mazhab syafi'iyah ee kitab yang 8:42 ma'ruf dalam tabaqat 8:43 ee al Imam as Subki ee tabaqat as 8:46 syafi'iyah al kubra itu luar biasa Habib 8:48 tujuh jilid 8:50 yang kitab itu dibilang ee semuanya ada 8:52 di bukan cuma biografi setiap Imam Subki 8:55 menyebutkan biografi seorang ulama dia 8:57 juga menyebutkan kisah-kisah keilmuannya 9:00 wa akherah terjadi perdebatan antara dia 9:02 sama siapa ya gitu dibilang kitab ini 9:04 hadza ajib semuanya ada di situ ente mau 9:06 fiqih ada di situ ente mau nahwu pun ada 9:09 ente mau tentang ilmu tauhid juga ada di 9:10 situ tabaqat 9:12 hadza ajib ilmur rijal ilmur rijal apa 9:15 lagi masalah hadis oh toban kalau ilmul 9:18 hadis memang semuanya cerita tentang 9:19 rijal wa akherah al jarh wa ta'dilnya 9:22 dan banyak kalau masalah ee al hadis al 9:24 hafiz al mizzi Ibnu Adi Ibnu Hajar al 9:26 Asqalani mengarang tentang rijal wa 9:28 akherah 9:30 begitu Habib nah di tasawuf pun ada 9:33 seperti itu 9:34 nah di antara kitab yang membahas 9:37 tentang tabaqat ini nih ar risalah al al 9:39 Qusyairiyah dia nyebutin wa minhum fulan 9:42 bin fulan gimana tarajimnya dan apa 9:44 perkataan-perkataannya dan terus seperti 9:46 itu makanya dinamakan sebagai dikatakan 9:48 sebagai istilah rijalal Qusyairiyah ya 9:50 ulama-ulama yang disebutkan di ee 9:52 risalah al Qusyairiyah ini beliau 9:55 tahun berapa sih abad ke berapa beliau 9:57 ini Habib? Apa namanya lahir di tahun 9:59 300-an di akhir abad ke-4. Ehm. Dan 10:03 beliau meninggal di awal tahun 400-an, 10:06 awal abad ke-5 Hijriah. Nah, itulah masa 10:09 beliau. Baik, bismillah. 10:12 Qala Imam Al-Qusyairi, Imam Qusyairi 10:13 berkata dalam risalahnya mengungkap 10:15 hakikat ikhlas, al-ikhlasu ifradul haqqi 10:18 subhanahu. 10:20 Ikhlas adalah mengesakan Allah, 10:22 menyatukan Allah subhanahu wa ta'ala fi 10:25 ta'at dalam perihal 10:27 ketaatan bil qasdi dengan tujuan 10:30 menuju hanya kepada Allah ta'ala. 10:32 Maksudnya bagaimana? Wahuwa an yurida bi 10:34 ta'atihi at-taqarruba ilallah subhanahu. 10:37 Bermaksud ketika dia melaksanakan taat 10:39 itu hanyalah tujuannya at-taqarrub, 10:41 mendekat kepada Allah subhanahu wa 10:43 ta'ala. Duna syai'in akhar, bukan dia 10:46 menuju apapun, mempunyai maksud apapun 10:48 selainnya. 10:49 Ehm, dari tasannu' lil makhluq, berbuat 10:52 untuk seorang makhluq dipandang, 10:55 wahakadza au mahmadah indan nas atau 10:57 mendapatkan pujian au mahabbatun ada 10:59 ataupun cinta, suka untuk dipuji 11:01 daripada orang-orang, au ma'na minal 11:04 ma'ani ataupun ma'na apapun siwa 11:06 taqarrub yang selain daripada 11:07 mendekatkan diri kepada Allah subhanahu 11:09 wa ta'ala. 11:11 Berarti harus satu, harus intinya adalah 11:13 ente beribadah ini kenapa pengen dekat 11:16 sama Allah ta'ala, wahakadza. 11:18 Ehm. Pengen lebih mengenal Allah. Pengen 11:21 dicintai oleh Allah ta'ala. Nah, ini 11:23 yang kita cari. 11:25 Wahakadza, bukanlah yang tadi kayak 11:27 beliau sebutkan apa namanya ehm 11:29 pandangan manusia ataupun pujian dari 11:31 manusia ataupun yang selain itu, 11:34 wahakadza. Ini 11:35 ma'nal ikhlas dengan dengan standar yang 11:37 ajib, wahakadza. 11:40 Makanya Habib, orang kalau ikhlas 11:41 dikatakan kalau seandainya orang sudah 11:43 ehm apa namanya 11:45 masuk dalam alam keikhlasan bagi mereka 11:48 itu sama 11:51 antara pujian dan celaan. 11:54 Iya. Gitu. 11:56 Enggak ada nilainya maksudnya? Enggak 11:57 ada nilainya Habib. 11:59 Ehm, maksudnya gimana? Kalau seandainya 12:02 ada beberapa orang apa namanya dia 12:04 dicela, dia ada ada ada syai' di hatinya 12:07 gitu, kayak gimana? Tapi ditahan sama 12:09 dia, disabar-sabarin gitu. 12:11 Ketika dia dipuji, ada senang di hatinya 12:13 tapi ditahan sama dia. Itu lumayanlah, 12:16 wah itu bagus, masuk dalam kategori 12:18 mujahadah. 12:19 Tapi kalau di kalangan mereka, eh sama 12:21 aja, artinya enggak ada rasa sama 12:23 sekali, mati rasa. 12:25 Iya, iya, iya, benar. 12:27 Dipuji habis-habisan, biasa-biasa aja 12:29 dia. 12:31 Wahakadza. 12:32 Enggak GR sama sekali, apalagi apalagi 12:33 terbang, enggak sama sekali. 12:36 Dicela habis-habisan, biasa-biasa aja 12:38 dia. 12:39 Ehm, orang nyuruh dia, "Ayo dong 12:40 klarifikasi." 12:42 Dia ngerasa enggak ada yang perlu 12:44 diklarifikasi, 12:45 apa namanya? 12:47 Enggak enggak, artinya enggak enggak 12:49 sama sekali, enggak merasa bahwasanya 12:50 dia dicela. 12:51 Gitu. Masya Allah, masya Allah. Hadza 12:54 shaub Habib. Shaub shaub Habib. Tapi 12:56 beda Habib ya antara celaan dan 12:58 kritikan. Nah, hadza jamil, jamil jiddan 13:01 ini, keren-keren. 13:03 Mencela, menjudge, apa namanya? Masuk ke 13:05 pribadinya ila akhirih, ini yang mereka 13:07 enggak pedulikan. Tapi kalau kritikan 13:09 justru dicari Habib. Ehm. 13:13 Nasehat, kritikan, motivat motivasi, 13:16 mereka suka itu. Ayo, bismillah. 13:18 Rahimallah imra'an ahda ilayya uyubi, 13:21 kata Sayyidina Umar. Masya Allah, masya 13:23 Allah. Semoga Allah merahmati 13:25 ehm memberikan rahmat kepada orang-orang 13:27 yang telah Sayyidina Umar 13:28 men-menta'birkan ahda, memberikan hadiah 13:31 kepadaku yang berupa keburukanku. 13:34 Nah, begitu Habib. Masya Allah. Ingat 13:37 Sayyidina Zeinal Ali Zeinal Abidin. 13:39 Allahu Akbar. Waktu ada orang mencela 13:41 dia, mencela, dicela, dicela-cela dari 13:44 bab 1 sampai bab 24 mah. 13:47 Dicela-cela Habib. 13:49 Pengawalnya mau menggerbekkan, 13:51 pengawalnya mau menggerbek ditahan, 13:52 jangan-jangan. 13:53 Kemudian ehm di sisi saya orangnya. 13:56 Ehm, kalau enggak salah mohon dikoreksi 13:58 Habib. Nah, masya Allah, masya Allah. 13:59 Ehm. 14:00 "Apa yang kamu bilang itu belum 14:02 lengkap." Lailahaillallah. "Sini duduk 14:03 sama saya, saya kasih tahu aib-aib lain 14:06 yang belum kamu sebutin tadi." kata 14:08 Sayyidina 14:10 Wallahi, artinya apa? Dia dicela enggak? 14:13 Enggak ada rasa sama sekali. 14:15 Masya Allah, malah dikasih uang menurut 14:17 saya. Na'am, na'am, dari riwayat uang 14:18 orang yang mencela mencela dikasih uang 14:21 kemudian apa namanya orang itu akhirnya 14:23 Enggak enakan. Enggak enakan. Enggak 14:25 enakan, akhirnya tobat sama Allah 14:26 subhanahu wa ta'ala, masya Allah. Hadza 14:28 ajib subhanallah. Kalau kita bahas 14:30 tentang Sayyidina Ali Zeinal Abidin, 14:31 hadza luar biasa Habib, luar biasa. 14:33 Makanya tadi masih cerita tadi, 14:34 dicela-cela habis ehm wa ma khofi kana 14:38 a'zham, yang ente enggak tahu lebih 14:39 banyak katanya kan. Ehm. 14:41 Bahkan dalam riwayat yang lain, di 14:43 cerita yang lain 14:44 bukan cuma dicela Habib, diludahin. 14:47 Pernah Sayyidina Ali 14:49 Zeinal Abidin 14:50 dicela-cela habis dan diludahin 14:52 akhirnya. 14:53 Apa yang beliau buat? 14:55 Ngebalas? Enggak, apalagi 14:57 ngebalas celaan juga enggak. Itu ludah 15:00 itu ya jatuh ke mukanya. 15:03 Beliau usap-usap mukanya dengan ludah 15:04 itu. 15:05 Ehm. 15:06 Dan beliau berkata 15:09 riqul mu'mini syifa'. 15:12 Ya Allah. Itu, ini 15:14 ludah dari seorang mu'min adalah obat. 15:16 Ya Allah. Wahakadza, wahadza warada fi 15:19 riwayat, ada ada riwayat memang, riqul 15:21 mu'mini syifa'. 15:22 Wahakadza, Nabi Allah ketika mengambil 15:24 turab dari turab syifa', bi riqi 15:26 ba'dina, wahakadza yusyfa bihi mariduna, 15:28 wahakadza. 15:29 Nah, ini luar biasa Habib. Masya Allah, 15:32 luar biasa. 15:32 Riqul mu'mini syifa', luar biasa. 15:35 Sayyidina Ali Zeinal Abidin. 15:37 Pernah juga teman waktu zaman itu kan 15:40 yang berkuasa adalah ini, ehm Bani 15:43 Umayyah. 15:44 Yang memang apa pada zaman itu banyak 15:46 yang menyerang ahlul bait. Dan 15:48 diwajibkan di khutbah-khutbah Jum'at itu 15:50 untuk mencaci maki ahlul bait. 15:52 Sayyidina Ali Zeinal Abidin ya 15:53 biasa-biasa nyantai. 15:55 Ehm, diceritakan ini ajib luar biasa 15:57 ini, luar biasa Habib. 15:59 Waktu beliau hadir shalat Jum'at Ehm. 16:02 Sayyidina Ali Zeinal Abidin hadir sama 16:04 anaknya, siapa? Muhammad Al-Baqir. 16:08 Ini banyak anaknya di antaranya Zaid ila 16:10 akhirih. 16:11 Sayyidina Muhammad Al-Baqir hadir di 16:12 situ. 16:13 Yang khotib ini ya tanpa batas. 16:15 Menyelanya habis. 16:17 Enggak kayak biasalah. 16:18 Ehm, dan sampai-sampai dibilang, "A'ni 16:21 au wa wa wa iyyaka a'ni, yang aku maksud 16:24 dengan celaan ini adalah engkau." 16:27 Udah jelas sudah enggak pakai 16:28 nyindir-nyindir lagi, inti yang dicela 16:29 nih. 16:30 Tetap aja. 16:32 Akhirnya sama anaknya Sayyidina Muhammad 16:33 Al-Baqir dibilang, "Abah 16:36 ya, balas dong." 16:38 Paling enggak klarifikasi kalau bahasa 16:39 kita sekarang. Iya, iya. Jelasin ke 16:41 orang bahwasanya ente enggak kayak gini. 16:43 Oh, gitu. 16:44 Gitu. 16:45 Dibalas sama Sayyidina Ali Zeinal 16:46 Abidin. Oh, ini subhanallah, gimana 16:48 Habib? 16:48 Sayyidina Al-Baqir na'am, itu yang yang 16:50 apa? Yang itu yang Sayyidina Al-Baqir 16:51 kan. Sama Sayyidina Ali Zeinal Abidin 16:53 abahnya dibilangin ke anaknya. Ehm. Syuf 16:55 ya waladi. 16:57 Apa namanya? Ma mata ahitta abaka 16:59 sabbaban, 17:00 sejak kapan engkau melihat ayahmu pernah 17:02 mencela orang? 17:05 Gitu. 17:07 Balas enggak? Enggak. 17:09 Dia bilang, "Ente pernah lihat ane kayak 17:10 gini? Ente pernah lihat ane ngomong 17:12 enggak bagus ke orang lain?" Ehm, ehm. 17:14 Mata ahitta, enggak pernah, ya sudah 17:15 memang bukan begini caranya, 17:17 gitu. 17:18 Wallahi. Ajib, wallahi ajib. Mata ahitta 17:21 abaka sabbaban. 17:23 Ehm, ma'ruf kalau kita kembali ke hadis 17:24 ma bu'itsu sabbaban wala la'anan ila 17:27 akhirih, Nabi Allah bersabda, "Bukanlah 17:28 aku orang pelaknat ataupun orang 17:29 pencela." kata Nabi Allah bersabda. 17:32 Gitu Habib. Ya Allah. 17:34 Lailahaillallah. 17:35 Jadi apa namanya? Ehm, ini kan pujian 17:38 apa namanya? Celaan ini, celaan mereka 17:40 enggak bakal balas. 17:41 Sebenarnya, sebenarnya Syuf. 17:44 Tapi ini agak gharib Habib ya. 17:46 Ujian yang yang berat itu bukan celaan. 17:49 Pujian. Pujian yang berat. 17:52 Itu getarkan keikhlasan banget. 17:54 Ehm. Kalau celaan, bisa saja kita sabar 17:57 wa ila akhirih, wah insya Allah khair, 17:58 kita maafin ila akhirih, oh it's okay. 18:01 Tapi kalau pujian, wow, oh itu 18:03 benar-benar gimana ya? Artinya ente mau 18:05 maafin, mau emang ente enggak salah kok 18:07 dipuji kok. 18:08 Berarti ente yang yang main di sini. 18:10 Ehm. 18:11 Iya, benar. Ya, bismillah, jangan 18:12 pedulikan. Itu susah tidak mempedulikan 18:14 pujian ya. 18:16 Makanya apa namanya? 18:18 Ketika sebagian ulama dibilang, "Masya 18:20 Allah, ya ente ini demen dipuji, demen 18:22 dicium tangan." kalau bahasa 18:24 Indonesianya. Aduh, benar. Demen dicium 18:26 tangan, iya kata dia dibilang. 18:28 Kalau ente tahu, tahu enggak? Ketika 18:30 orang mencium tangan aku, itu dzobat 18:33 persis kayak orang nabok aku katanya, 18:36 nampar, sama persis. Ane rasakan sama 18:38 itu. 18:40 Pas orang kalau seandainya nampar, 18:42 itu yang ane rasakan persis ketika 18:44 tangan ane dicium orang lain, 18:45 wahakadza. 18:46 Hadza ajib. 18:48 Yaqul Sayyidina Umar bin Abdul Aziz, 18:50 "Barangsiapa yang memuji 18:53 temannya, maka sungguh dia telah 18:55 menggorok lehernya." Iya. Artinya gitu. 18:59 Makanya pun pujian itu bahaya banget 19:01 Habib. 19:02 Karena akan membatalkan keikhlasan gitu 19:04 Habib. Itu dia. Dan akan mendatangkan 19:07 ketidakikhlasan di awal Habib. Betul 19:09 banget. Karena dia nagih soalnya. Nagih 19:12 ya. 19:13 Dia akan misalnya dia beramal terus 19:15 dipuji, terus dia melakukan amal yang 19:17 sama kayak kok enggak dipuji lagi? 19:20 Lailahaillallah. Ya Allah, benar, benar. 19:22 Nah, ini Habib, memang yang 19:25 yang semestinya enggak ditoleh sama 19:26 sekali pujian itu kan, enggak sama 19:28 sekali. Dia muji atau enggak muji ya 19:31 sama aja, emang 19:32 kalau kita pikir-pikir, entah kita bahas 19:34 di akhir bab insya Allah perihal tentang 19:35 ikhlas ini, ikhlas itu diobati dengan 19:37 apa? Dengan pemikiran. Ehm. 19:41 Dengan mindset gitu. Dengan mindset, 19:42 wahakadza. 19:43 Gitu-gitu. 19:44 Dia muji ane 19:47 apa yang bertambah? 19:49 Dia mencela ane apa yang kurang? 19:52 Enggak, berarti ngapain kita peduli sama 19:54 mereka? Ehm. Ngapain kita mengorbankan 19:56 amal baik kita demi perkara yang enggak 19:58 ada artinya sebenarnya. Wah gitu. 20:01 Al Imam ee Al Habib Muhammad bin 20:03 Abdullah Al Haddar. 20:06 Beliau punya Abah namanya Habib Abdullah 20:08 Ma'ruf Al Haddar bin Syekh Abu Bakar bin 20:10 Salim. 20:11 Ee in hadza ajib. Beliau ini seorang 20:13 yang saleh, yang polos gitu. 20:15 Ee pas dia balik dari masjid, salat di 20:18 masjid balik ke rumah. 20:20 Dia sama anaknya. 20:23 Ee ada orang Bib di tengah-tengah jalan. 20:25 Wah habis, dihabisin, dicaci maki habis 20:28 depan orang lagi. 20:31 Dia buat kayak gini Syekh, hadza ajib. 20:34 Dia di di dia diam aja pas orang tua 20:36 nyaci maki dia depan orang, marhaba. 20:38 Habis itu apaan? 20:39 Dilihat bajunya. 20:41 Lihat bajunya. 20:42 Begini-giniin. 20:45 Maksudnya apaan? Ini celaan ee enggak 20:47 berpengaruh sama sekali. 20:49 Ee hatta kotoran pun itu enggak ada, 20:51 enggak nempel di baju anak. Ih ngapain 20:53 berarti peduliin sama celaan itu? Benar. 20:55 Kalau seandainya celaan itu kotoran yang 20:58 tokek nempel jadi hitam baju kita gitu. 21:00 Lah baru 21:01 barulah mungkin kita mau ber beraksi 21:03 gitu. Tapi ini enggak sama sekali 21:04 berpengaruh. Wah gitu. 21:07 Dilihat bajunya, masih bersih tetap 21:08 masih oke. Ada yang kurang? Enggak ada 21:10 yang kurang? Ya sudah jalan aja. 21:12 Benar-benar, iya iya. Lailahaillallah, 21:15 lailahaillallah. 21:16 Begitu Habib. Ya Allah. Naam naam. 21:19 Nah makanya dibilang 21:21 ee itulah seorang yang mukhlis. Ketika 21:25 celaan dan pujian itu sama. 21:27 Wah gitu. 21:28 Yagulu Sayyidah Rabi'ah Al Adawiyah yang 21:31 minggu lalu kita bahas kan. 21:32 Beliau masya Allah yang luar biasa dalam 21:34 keikhlasan beliau. Beliau berkata 21:36 apa namanya? 21:37 Fakul idza shaha minkal wuddu ya 21:39 ghayatul muna fakululladzi fauqot turabi 21:42 turabun wasab ghairul mahrumah katanya. 21:44 Nah ini, ini yang dibahas di pertama 21:46 Habib. 21:47 Ee kemarin ya? Lailahaillallah kata gal 21:50 Imam Al Qusyairi. 21:52 Nah kemudian di sini Sayyidil Habib di 21:54 alinea kedua membahas tentang 21:57 ee perkataan Sayyidina Fudhail bin 21:59 Iyadh. Oke. 22:01 Perkataan Sayyidina Fudhail bin Iyadh 22:03 ini ma'ruf, ma'ruf juga. 22:05 Gal Sayyid warawa bisanadihi, warawa 22:07 yakni Imam Qusyairi meriwayatkan 22:09 bisanadihi. Oh naam ana lupa. 22:11 Risalah Qusyairiyah ini tab'an beliau di 22:13 abad ketiga 22:15 di abad keempat dan kelima itu masih 22:16 pola-pola 22:18 penyusunan kitab, pola-pola pengarang 22:20 kitab itu masih menggunakan sanad-sanad. 22:22 Jadi kalau mau menukil kalamnya si 22:24 fulan, harus nyebutin dulu sanadnya dari 22:26 ente sampai sampai fulan dari mana ente 22:27 ambil ini. Dan terus gitu. Makanya di 22:29 sini Al Imam Qusyairi ketika 22:30 meriwayatkan kalam daripada Fudhail bin 22:33 Iyadh pakai sanad. 22:35 Warawina an kadza wa qala haddasani 22:38 kadza gal sampai Fudhail bin Iyadh. Wah 22:40 gitu. Warawa bisanadihi ada maknanya 22:41 itu. 22:42 Warawa beliau meriwayatkan dengan 22:43 sanadnya sampai kepada Sayyidina 22:45 Fudhail. Man Fudhail hadza? 22:47 Hadza Imam 22:49 ismuhu Fudhail bin Iyadh At Tamimi. 22:53 Nah ma'ruf Fudhail bin Iyadh. 22:55 Beliau ini Habib 22:58 murid daripada Sayyidina Ja'far Shadiq 23:01 bin Muhammad Al Baqir bin Ali Zainal 23:03 Abidin. Fudhail bin Iyadh. 23:05 Dan juga murid daripada Sufyan bin 23:06 Uyainah. 23:07 Masya Allah. 23:10 Beliau adalah di antara guru Imam 23:11 Syafi'i. 23:12 Imam Syafi'i sempat ngambil dari beliau, 23:14 ngambil hadis dari beliau. 23:15 Wah gitu. Sufyan Ats Tsauri juga sempat 23:17 ngambil hadis dari beliau. 23:19 Fudhail bin Iyadh. Sosok ulama yang luar 23:21 biasa, azim. 23:25 Ikhtalafu di mana khilaf ada yang 23:26 sebagian yang sebagian menempatkan 23:27 beliau sebagai tabi'in, tapi kebanyakan 23:29 menempatkan beliau sebagai tabi'ut 23:30 tabi'in. Wah gitu. Baik, Fudhail bin 23:32 Iyadh. 23:33 Fudhail bin Iyadh ini Habib 23:36 ini banyak yang menyebutkan tarjamah 23:37 beliau. 23:38 Di antaranya kalau kita ee lihat apa 23:41 namanya itu ee Syarah Al Ainiyah 23:43 karangan Habib Ahmad bin Zein Al Habsyi 23:46 itu menyebutkan lumayan panjang biografi 23:48 Fudhail bin Iyadh. 23:51 Yang ma'ruf dari Fudhail bin Iyadh ini 23:53 kalimat-kalimat bijaknya, kata-kata 23:54 bijaknya. Wah keren-keren. Banyak kata 23:57 bijaknya. Di antaranya yang kita bakal 23:58 baca ini. 24:00 Yang gharib di sini yang ajib Fudhail 24:02 bin Iyadh ini 24:04 itu 24:05 enggak kayak biografi ulama yang lain 24:07 dari kecilnya masya Allah belajar enggak 24:09 enggak. Ini dulunya nakal. 24:11 Bahkan ini dulunya preman. Waduh. 24:15 Oh benar Habib, lebih parah lagi? 24:16 Bosnya preman. 24:18 Bos orang yang gaul gitu. Atau riq, apa 24:20 ya kalau bahasa begal? Perampok. 24:21 Perampok, iya naam. 24:23 Bosnya perampok nih Fudhail bin Iyadh. 24:28 Aji bos perampok. Aji bukan ini saja, 24:30 ada lagi satu lagi namanya Abu Bakar bin 24:31 Al Hawari. Itu sama juga. 24:33 Lailahaillallah. 24:35 Dan banyak yang terjadi kayak ini. 24:38 Lailahaillallah Habib, hadza ajib. 24:42 Hatim apa namanya? Ee 24:44 Bisyr Al Hafi juga kan. Bisyr Al Hafi 24:46 dulunya pemabuk malahan. 24:48 Wah gitu. Ini menjadi sosok ulama yang 24:50 luar biasa semua. Yang kata-kata 24:52 bijaknya dinukil di di mana-mana. Kalau 24:55 kita melihat biografi mereka, loh kok 24:56 bisa gitu ya? 24:58 Kok bisa berubah 24:59 emang ada ceritanya. Tiap-tiap mereka 25:01 itu ada ceritanya gimana Bisyr Al Hafi, 25:02 gimana Hatim Al Asham juga gimana 25:04 ceritanya. Ini apa coba Fudhail bin 25:06 Iyadh? 25:07 Intinya di sini 25:09 kalau Allah Ta'ala sudah menunjuk ya, 25:11 maka Allah enggak peduli ini apa 25:13 background-nya. Ehm. Begitu. Ehm. Iya 25:16 enggak? Dikatakan oleh Imam Ibnu 25:18 Athaillah As Sakandari dalam hikamnya. 25:20 Idza fataha laka wujhatan fit ta'arufi 25:23 ilaihi fala tubali ma'aha an galla 25:26 amaluk. Dia bilang kalau seandainya 25:27 Allah Ta'ala sudah membukakan pintu 25:29 untuk berkenalan denganmu, maka jangan 25:31 kau pedulikan sedikitnya amalmu itu. 25:34 Enggak. 25:35 Wah gitu. Fainnahuma fataha illa wahuwa 25:37 yurid an yata'arrafa alaihi karena Allah 25:39 Ta'ala tidaklah membukakan pintu itu 25:40 kecuali Allah yang mau untuk berkenalan. 25:43 Ehm. Wah gitu. Jangan ngandelin amal. 25:45 Paham gitu. 25:46 Gal am tara? 25:48 Apakah kamu enggak tahu katanya? 25:50 Bahwasanya al a'malu anta muriduh 25:53 ilaihi. 25:54 Wat ta'arufu wamuriduhu alaik. 25:57 Kalau amal itu adalah perkara yang 25:58 engkau persembahkan kepadanya. Ente 26:01 nyodorin. Tapi kalau perkenalan sesuatu 26:05 yang dimulai darinya kepadamu. 26:08 Faina, makanya dibilang jauh banget 26:10 perbedaan antara fainnama 26:12 turiduhu 26:13 ilaihi mimma huwa muriduhu alaik. Jauh 26:15 banget perihal yang engkau sembahkan 26:18 kepadanya 26:19 dengan dan dibandingkan dengan perihal 26:21 yang dimulai darinya dulu. Wah, jangan 26:23 dibedakan itu jauh banget. Jauh banget. 26:26 Artinya apa di sini? 26:28 Kalau Allah sudah membukakan pintu 26:29 kepada hambanya dan Allah pilih hambanya 26:30 ini, teng. 26:32 Ini enggak punya amal. 26:34 Emang Allah enggak tahu dia enggak punya 26:35 amal? 26:36 Ini bejat dulunya, emang Allah enggak 26:37 tahu dia bejat. Tapi Allah yang mau 26:40 untuk berkenalan dengannya. Allah yang 26:42 mau mendekatkannya. Udah jangan 26:43 dipandang dulu-dulu itu apa gimana 26:45 ceritanya. 26:46 Nah ini suatu penyemangat besar artinya 26:49 seburuk-buruknya seorang 26:51 itu harapan untuk menjadi baik tetap 26:53 ada. Tetap ada. Dan enggak bakal ditutup 26:55 pintu tobat itu. Sampai kapan? Sampai 26:58 nyawa sudah di sini baru kelar. Ehm. 27:00 Hatta yughargir. 27:02 Kalau sudah ghargor, sudah digargorah, 27:05 nah sudah tutuplah pintu tobat. Sebelum 27:07 itu 27:08 harapan besar. Siapapun itu, lihatlah 27:11 biografi-biografi ini. Bisyr Al Hafi 27:13 dulunya pemabuk. Wah gitu. 27:16 Fudhail bin Iyadh 27:18 perampok. 27:19 Abu Bakar bin Al Hawari juga sama 27:21 perampok. Wah gitu. 27:23 Tapi ujung ceritanya beliau menjadi luar 27:25 biasa semua. Wah gitu. 27:27 Makanya sempat kita bahas. 27:29 Al Imam Junaid bin Muhammad Al Baghdadi, 27:31 ma'ruf Sayyidut Thaifah. 27:33 Nah. 27:35 Suatu hari beliau apa namanya? 27:38 Jalan bersama rombongannya balik itu. 27:41 Banyak dia punya rombongan. 27:42 Dia tengah jalan dicegat sama perampok. 27:46 Dihabisin itu harta-hartanya. 27:48 Dan dibawa mereka ke mana ke tempat ee 27:51 basecamp-nya perampok itu. 27:55 Wah yang ajib di sini 27:56 jadi perampok sudah sudah ini nih. Apa 27:59 namanya akhirnya? 28:00 Mereka para perampok itu nuangin ini 28:02 arak, khamr. Nuangin khamr. 28:06 Sampailah ke bosnya, ke bosnya perampok 28:08 ini. 28:09 Pas ee si bos ini mau dituangin khamr 28:13 bosnya bilang, "Enggak enggak enggak 28:14 enggak usah. 28:15 Aku lagi puasa hari ini." 28:17 Ini soim katanya. Ana puasa nih hari. 28:21 Bingung ini Sayyidina Junaid bin 28:22 Muhammad. Nah puasa, puasa apaan nih? 28:26 Ente udah ngerampok orang, ngambil harta 28:28 orang, pakai puasa lagi. Ini apaan? 28:31 Langsung dibilang sama "Ayyu soim 28:34 katanya ini. Ayyu soim hadza ini. Puasa 28:37 apaan ini sedangkan ente ngambil harta 28:38 kita, puasa." 28:41 "Gal ya fulan katanya, hei anak muda 28:45 ketahuilah apa namanya? 28:47 Satu helai tali ini tak akan aku 28:49 putuskan hubungan antara aku dengan 28:51 Allah Ta'ala. 28:53 Walau ngambil harta orang wah ya lah, 28:54 tapi harus ada satu helai tali antara 28:57 aku dengannya yang mudah-mudahan ia akan 28:59 menarikku dengan tali ini." 29:02 Ajib. Ajib. 29:05 Kelar tuh ceritanya. Balik Sayyidina 29:06 Junaid bin Muhammad Al Baghdadi, balik 29:07 semua ila akhiru. 29:09 Sekian tahun kemudian, hadza ajib. 29:11 Sekian tahun kemudian ketika Sayyidina 29:12 Junaid lagi naik haji. 29:16 Lagi naik haji dan di Multazam 29:18 dia lagi nangis-nangis dilihat ada orang 29:20 tua di sampingnya. Nangis-nangis. Dia 29:22 bilang nih orang tua munawwar wajhuh. 29:25 Wajahnya nur. Cahaya ini hadza ajib. 29:29 Dideketin sama dia minta doa gitu. 29:32 Pas dicolek sama dia, dia nengok ini 29:34 orang tua. 29:36 Enggak ada, ini kayaknya muka enggak 29:37 asing. Ana pernah lihat muka ini. 29:39 Nih orang tua juga? Iya. 29:41 Kayak pernah ketemu. 29:43 Ingat-ingat, nah ingat katanya. "Ente 29:46 nih katanya". 29:48 Ente dulu kan ketua perampok yang itu. 29:52 Dia ingat juga, "nah betul ente anak 29:54 muda yang itu kan". 29:55 Nah semua. 29:57 "Kok bisa kayak gini sekarang?" 29:59 Kata saya, "luar biasa ini apa yang 30:00 terjadi? Ah fulan". 30:02 "Ingat enggak?" 30:04 "Apa yang ane bilang waktu dulu?" 30:06 Satu helai tali yang tak akan aku 30:08 putuskan hubungan dengannya, yang 30:10 harapanku. 30:11 Mudah-mudahan Allah menarikku dengan 30:12 berkat tali ini dan sekarang inilah aku 30:14 sekarang. 30:15 Aji. Berkat tali yang tipis itu satu 30:18 helai tali walaupun semua sudah putus. 30:20 Hubungan antara dia sama Allah sudah 30:22 hablum minallah putus semua, tinggal 30:24 satu jangan diputusin. 30:25 Eh akhirnya Allah narik ane dengan tali 30:27 itu menjadi begini ya sekarang. 30:29 Nah makanya Habib. 30:32 Hada ajib nah artinya. 30:34 Subhanallah. Harapan masih ada dan 30:37 enggak bakal ditutup. 30:39 Wahai kita asagi bagi kalau orang 30:41 Hadramaut bilang, asagi. Bagi. Bagi. 30:44 Siapa sih yang ngasih. Mereka para ulama 30:46 itu magam mereka kedudukan tinggi mereka 30:48 ya Allah yang ngasih. 30:50 Eh. 30:51 Sang Maha Pemberi masih ada apa sudah 30:53 sudah enggak ada sekarang? 30:54 Eh masih ada kekal eh berarti masih 30:56 masih mungkin bisa jadi kayak mereka. 30:57 Betul. 30:59 Kalau seandainya Sang Maha Pemberi 31:00 enggak ada eh sudah enggak ada harapan 31:01 lagi enggak selagi Allah Ta'ala masih 31:03 ada berarti ada harapan untuk bisa jadi 31:05 seperti mereka ya yang ngasih mereka 31:06 juga yang ngasih kita. 31:08 Wahai kita itu artinya. 31:10 Ini di surat Az-Zumar ayat. Na'am. 53 31:13 jika. 31:26 Hada ajib. 31:27 Kebanyakan. Ulama berkata ini adalah 31:29 ayat arja ayah fil Quran. 31:32 Arja artinya. Ayat yang paling 31:35 membukakan pintu harapan. 31:38 Arja raja pintu raja. Di ayat ini. Ini 31:41 kalau kita ini Habib luar biasa. 31:43 Artinya apa qul ya ibadi. Dikatakanlah 31:45 wahai Muhammad. 31:47 Serukanlah kepada hamba-hambaku ya ibadi 31:48 wahai hamba-hambaku. 31:50 Yang mana yang saleh enggak. He eh. 31:52 Apa nah. 31:53 Qul ya ibadi qul ya ibadiyal ladzina 31:56 asrofu. 31:58 Asrofu artinya telah. Eh telah lalai. 32:04 Benar-benar lalai gitu setelah melewati 32:06 batas. Melewati batas. Ala anfusihim 32:08 yang mereka mendzalimi diri mereka 32:09 sendiri. 32:12 Ini nah ini ini berarti hamba-hamba yang 32:14 yang masya. Masya banget ini. 32:16 Tapi tapi entar dulu Allah Ta'ala masih 32:19 nyatakan mereka adalah hambaku kata 32:21 Allah Ta'ala. 32:22 Hamba. Ini jangan jauh-jauh Habib jangan 32:24 jauh-jauh kalau seandainya ada orang tua 32:25 nih. 32:26 Dia punya anak yang bandel. 32:27 Bandel dan durhaka banget sama orang 32:31 tuanya. 32:32 Enggak sedikit dari orang tua yang 32:33 enggak ngakuin lagi dia sebagai anaknya 32:35 iya enggak. Iya benar. Banyak itu. Entah 32:38 itu lain agama kah entah itu lain 32:39 pemikiran kah entah itu dia buat 32:41 perilaku yang dahsyat kah pokoknya si si 32:44 orang tua ini. Enggak ngakuin lagi dia 32:46 anak. 32:46 Tapi Allah enggak. 32:48 Sebejat-bejatnya hambanya tetap 32:49 dinamakan ini hambaku loh. Hamba. 32:52 Ada ya mutakalimnya ada ya mutakalimnya 32:55 ibadi. 32:57 Ini ya ibadi habis itu dibilang la 32:59 taqnatum min rahmatillah jangan kalian. 33:01 Putus asa dari rahmat Allah Ta'ala tetap 33:03 ada rahmat Allah ada. 33:05 Innallaha yaghfirudz dzunuba jami'a 33:06 Allah itu mengampunkan dosa semuanya 33:08 tanpa kecualian. 33:10 Dibilang gini. 33:11 Dosa ente besar. 33:13 Banyak enggak terhitung. 33:14 Iya. Tenang aja rahmat Allah lebih besar 33:16 kok. 33:17 Rahmat Allah lebih banyak bahagia. 33:20 Wa rahmati sabagat gholobi nah kayak 33:22 gitu rahmatku. 33:24 Lebih didahulukan daripada kemurkaanku 33:26 kata Allah Ta'ala. Dan terus gitu. 33:29 Innahu huwal ghofurur rahim. 33:31 Ala kulli hal Habib. 33:33 Ini ceritanya menjadi cerita Fudail ini 33:34 ceritanya. Fudail. Fudail bin Iyad. 33:37 La ilaha illallah nah di sini beliau 33:39 berkata. 33:40 Qola. 33:41 Tarkul amali min ajlin nasi riya. 33:44 Oke. 33:45 Wal amal min ajlillah syirik. 33:48 Wal ikhlas an yu'afikallahu minhuma. 33:52 Perkataan ini yang antum tanya nih 33:53 minggu kemarin. Iya. Iya enggak. He eh. 33:55 Ini dia di sini dibahas. 33:57 Kita artiin dulu tarkul amal min ajlin 33:59 nas ketika seseorang meninggalkan amal. 34:02 Tidak beramal dia bukan beramal 34:03 meninggalkan malah dia. Dia meninggalkan 34:05 amal tapi itu dikarenakan manusia. 34:09 Itu namanya riya tuh. 34:11 Kalau wal amal adapun beramal min ajlin 34:14 nas demi. Manusia itu namanya syirik 34:16 kesyirikan. 34:17 Wal ikhlas adapun ikhlas adalah an 34:19 yu'afikallahu minhuma engkau 34:21 diselamatkan Allah Ta'ala daripada kedua 34:23 perkara itu. Tidak beramal untuk manusia 34:26 dan juga tidak meninggalkan amal demi 34:28 manusia. 34:29 Oke. Maknanya apa oke kita bahas. 34:32 Taman awalan ini perkataan ini banyak 34:34 sekali yang meriwayatkannya. 34:36 Di antara yang meriwayatkannya Al Imam 34:38 Al Baihaqi. 34:40 Dalam syu'abul iman meriwayatkan nas 34:42 ini. 34:43 Dan banyak yang mensyarahkannya Habib. 34:45 Al Imam An-Nawawi. Dalam syarah adzkar 34:48 dalam dalam adzkar dan juga Ibnu Allan 34:50 dalam syarah adzkar. 34:51 Membahas. Apa arti perkataan ini. 34:55 Oke. 34:57 Taman ma'ruf Habib. 34:59 Yang kita yang kita pahamin riya itu apa 35:01 sih riya pamer. 35:03 Pamer dengan apa pamer dengan amal 35:05 pastilah. 35:07 Entah itu salat kah entah itu puasa kah 35:08 entah itu belajar kah entah itu ngajar 35:10 kah begitu. 35:11 Ketika dia beramal. 35:13 Demi manusia. 35:15 Eh. 35:16 Beliau nyatakan di sini ini masya Allah 35:17 langsung naik ke atas namanya syirik itu 35:19 namanya. 35:20 Wah kafir dong begitu. 35:22 Eh enggak. 35:24 Hada guru 35:25 asyirkul khofi dibilangkan memang arriya 35:27 itu di nama lain dari riya adalah. 35:30 Asyirkul khofi syirik yang tersembunyi. 35:33 Memang betul kalau kita pikir-pikir 35:35 ketika orang berbuat amal eh. 35:39 Demi fulan melihat seakan-akan dia 35:41 menyembah fulan. 35:44 Seakan kalau fulan enggak lihat dia 35:45 enggak bakal ngamalin ini. 35:47 Berarti dia menyekutukan menyekutukan 35:49 Allah Ta'ala dengan fulan ini. 35:51 Maka dinamakan asyirk asyirkul khofi. 35:53 Beramal demi orang itu suatu kesyirikan 35:56 ya memang betul dia menyekutukan Allah 35:58 dengan si fulan ini. 36:00 Tapi apa temanya beramal. 36:03 Tapi kalau meninggalkan amal. 36:07 Demi manusia. 36:08 Kok bisa dikatakan riya. Riya itu pamer 36:11 pamer dengan amalan ini pamer dengan 36:13 meninggalkan amal oh ini menjadi problem 36:15 di sini. 36:16 Tapi sebenarnya ini makna yang tinggi 36:18 Habib Syuk. 36:21 Isy makna hada contohnya gini contoh. 36:25 Hada ajib Habib contoh. 36:27 Kita masuk ke majelis contohnya 36:30 majelisnya di masjid contohnya. 36:33 Majelisnya di masjid. 36:35 Iya kan sunah kalau masuk masjid sunah 36:37 salat tahiyatul masjid dulu wahai kita. 36:40 Kita masuk di masjid. 36:43 Entah itu gurunya kah entah itu yang 36:45 salah satu peserta di masjid itu apa 36:47 ashab majelis. 36:48 Pas dia masuk masjid ya orang pada 36:50 ngelihatin ada orang masuk baru gitu. 36:52 Semestinya di sini dia sunah 36:54 sunah salat 36:56 eh tahiyatul masjid wahai kita. 36:58 Mau salat. Ah tapi enggak enak ah. 37:01 Enggak enak dilihatin orang. Eh 37:02 bahasanya gitu. Enggak enak dilihatin 37:04 orang. 37:05 dilihatin orang akhirnya sudah dia duduk 37:06 dia enggak salat akhirnya. 37:08 Nah ini masuk dalam kategori ini. 37:11 Kenapa ente enggak salat. 37:13 Enggak enak dilihat orang. 37:14 Oh selagi ada nama orangnya di situ 37:17 berarti riya di situ. 37:19 Selagi entah itu beramal apa 37:21 meninggalkan amal. Beramal demi orang. 37:24 Meninggalkan amal demi orang sama riya 37:26 juga. Termasuk kalau dia bilang. 37:29 Enggak ah takut riya itu juga. 37:32 Itu juga bisa loh. Hada ajib. Keren itu 37:35 Habib keren keren keren. 37:36 Meninggalkan amal. Enggak ah kenapa ente 37:38 enggak mau salat. Takut riya ane. 37:41 Justru ini juga masuk dalam kategori 37:43 riya. 37:44 Ya sama juga. Jadi solusinya apa Habib. 37:46 Udah salat aja. Itu dia solusinya apa 37:48 wal ikhlas an yu'afikallahu minhuma. 37:51 Selagi ada nama di situ orang entah 37:54 entah orang lihat kah entah orang 37:55 mandang kah baikpun kita beramal atau 37:57 enggak beramal. 37:58 Masuk dalam daerah ikhlas jadikan beliau 38:01 berkata wal ikhlas an yu'afikallahu 38:03 minhuma. Ente selamat dari dua perkara 38:06 ini. 38:07 Lah ngamalin perkara demi orang. Walah 38:10 ninggalin perkara demi orang. 38:12 Masuk masjid gimana ya salat enggak. 38:15 Bainaka wa bainallah. 38:17 Allah nyuruh apa salat ya salat 38:19 sekarang. 38:20 Allah nyuruh duduk ya duduk wahai kita. 38:22 Enggak ah enggak mau salat. Kenapa 38:24 karena insya Allah deh entar apa namanya 38:25 ganti dengan baqiyat sholihat aja 38:27 subhanallah alhamdulillah Allahu Akbar 38:28 empat kali ya samakan 38:30 pengganti tahiyatul masjid gitu jadi 38:32 emang enggak memandang ke orang. 38:35 Ini solusinya di sini. Mau salat enggak 38:37 salat terserah tapi. 38:39 Intinya. 38:40 Enggak mandang orang gitu. 38:43 Itu dia solusinya itu. 38:46 Keren Habib. Keren hada ajib. Kalau kita 38:48 ibadah itu. Iya. 38:50 Dan kita masih terikat sama tadi pujian 38:53 pandangan orang. Kita tersiksa banget. 38:56 Masya Allah antum. 38:58 Sama. Benar enggak. Sama Habib. Tersiksa 39:00 karena gimana ya. 39:02 Karena pandangan orang bisa jadi tidak 39:04 mungkin. 39:06 Baik kalau dia benci sama kita. 39:07 Iya oke. Bisa jadi akan selalu baik 39:09 kalau dia cinta sama kita. Allahu Akbar 39:12 benar-benar akhirnya lama-lama yang 39:14 tersiksa kita iya enggak. 39:17 Demi pandangan orang orang bilang entar 39:20 orang bakal mandang gini ya sudah kita 39:21 gini deh. 39:23 Orang enggak tahu ya sudah kita gini 39:24 deh. Terus. Enggak bakal selesai ini 39:26 terus gitu. 39:28 Dibilang gini ada cerita ajib ini ada 39:30 cerita ma'ruf ini. 39:31 Kalau ente ngurusin apa kata orang. 39:34 Enggak bakal selamat. 39:36 Benar. 39:37 Ada dua dua orang. Di cerita itu. 39:41 Apa. 39:41 Bapak sama anaknya yang ma'rufkan 39:43 ceritanya cerita ini cerita. cerita di 39:45 ja di ayam jahil jahiliyah. Wa wa nusib 39:48 aidan kalamnya ini cerita ini ke Juha. 39:51 Tapi ala kulli hal bi qadar nazar siapa 39:52 yang dalam cerita itu. 39:54 Ada bapak sama anaknya. Dan ini mereka 39:56 bawa himar keledai. Iya. 39:59 Nah, keledai kecil gitu lumayan. 40:02 Pertama-tama si bapak di atas keledai 40:04 dan si anak di bawah yang itu yang bawa 40:07 keledai itu. 40:08 Orang pada ngelihatin, "Wah, itu 40:10 bapaknya zalim banget, kejam. Anaknya 40:12 disuruh kayak gitu, kasihan." Benar. 40:15 Kedengar sama si bapak itu. 40:17 Ah, ya sudah deh deh. 40:18 Sudah ane turun deh. Ane turun, ente 40:20 naik ke atas. He eh. 40:23 Oke. 40:24 Jalan lagi sebentar. Ada orang apa 40:26 namanya komen. 40:27 "Wah, itu anak kurang ajar banget." 40:29 "Bapaknya disuruh di bawah, bawain ke 40:32 dia." 40:33 "Waduh, katanya enggak selamat lagi." 40:35 "Jadi gimana sekarang?" Ya sudah, kita 40:37 naik bareng-bareng. 40:38 He eh. He eh, ente di depan ane di 40:39 belakang. 40:40 Jalan. 40:41 Ada orang bilang, "Wah, kejamnya itu. 40:44 Kasihan himarnya ditunggangi berdua 40:45 lagi." 40:46 "Ya Allah." katanya. 40:48 Salah lagi. Salah lagi. 40:50 Ya sudah akhirnya turun dua-duanya ini. 40:52 Abangnya turun, anaknya turun. Ya kita 40:53 bawa bareng-bareng saja. 40:55 Maju ke depan, ada orang komen lagi. 40:57 "Itu orang gila." katanya. "Dia punya 40:59 himar tapi enggak ditunggangin." 41:01 "Dibawain saja gitu. Ini enggak buat 41:02 apaan itu bawa himar?" 41:04 Katanya bilang, "Acu." Jadi solusinya 41:06 apa ini? Solusi digotong himarnya. 41:11 Himarnya digotong salah. Himarnya 41:13 ditunggangi berdua salah, satu-satu juga 41:15 salah. Iya. It ah, sudah capek. Benar 41:18 benar. Ini artinya apa? 41:20 Enggak bakal kelar kalau kita ya apa 41:22 namanya 41:23 eh memperhatikan ini. Orang bakal bilang 41:25 gini, orang bakal bilang gini. 41:28 Enggak bakal kelar. Ridwan nas ghayatun 41:30 la atudrak, saya bilang. La tudrak. La 41:33 tudrak. 41:34 Nah, makanya jadi gimana cara selamat 41:35 dari dua perkara ini? 41:37 Selamatnya dengan ikhlas sudah. Eh anyu 41:39 afi Allah minhum ketika memandang dalam 41:41 beramal atau dalam meninggalkan amal 41:43 jangan pandang manusia. 41:44 Pandanglah Allah subhanahu wa taala. 41:46 Oke, ini makna yang tinggi di sini yang 41:48 makna yang ajib di di masa di di tarkul 41:50 amali ajlin nas riya. 41:53 Ada juga yang menafsirkan begini tarkul 41:55 amali ajlin nas riya itu 41:57 eh kayak tadi apa namanya kayak yang 41:59 tadi antum apa bahas apa namanya ketika 42:01 orang mau beramal. 42:03 Ah, tapi ah ngeri ah. Ngeri riya. Ah, 42:06 sudah ane ninggalin amal saja. Tarkul 42:08 amal 42:09 li ajliha. Nah, juga namanya riya juga 42:11 persis makanya. 42:13 Juga ada yang bilang gini, dia mau salat 42:15 di depan 42:16 eh di depan orang. Oh. Ah, entar kalau 42:19 ane salat di depan orang bakal 42:20 diomongin. Jadi ah, ane bilang ah ane 42:22 enggak usah salat saja biar lebih 42:24 dikenal dengan keikhlasan. "Wah, Fulan 42:27 ikhlas tuh." 42:28 Kenapa dia enggak mau salat di depan 42:29 kita? Nah, iya riya juga berarti. Masya 42:32 Allah. Eh, selagi ada 42:34 selagi ada ya apa namanya gambaran ke 42:36 orang 42:37 He em he em. iya sudah berarti susah 42:39 untuk ikhlas. Bib tadi ridwan nas 42:41 ghayatun la tudrak artinya apa itu? Oh, 42:43 hadza ajib. Ridwan nas ghayatun la 42:45 tudrak. 42:46 Apa kalau bahasa kita ini slogan ya ya 42:48 kalau bahasanya slogan. 42:49 Ridwan nas 42:51 keridhoan manusia itu adalah target yang 42:55 tak akan pernah tercapai. He em iya iya 42:57 nah. 42:58 Makanya jangan dicari. He em he em. 43:00 Makanya jangan dijadikan target. Enggak 43:01 bakal sampai ke target itu. Masya Allah. 43:03 Tapi kalau ridho Allah naam tudrak. 43:06 Masya Allah sekali 43:08 Bagi ikhwan akhwat yang ingin bertanya 43:10 diskusi silakan kirimkan WhatsApp ke 43:12 08111999720 43:17 atau bisa telepon langsung ke 43:18 0218451512. 43:21 Kita akan kembali setelah jeda lagu 43:23 berikut ini. 44:10 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 44:13 perhatian Allah dan Rasul-Nya. 44:16 Jika perhatian dari atasan, pejabat, dan 44:20 orang-orang yang berkuasa saja sudah 44:22 bisa membuat kita kegirangan. 44:25 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 44:27 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 44:31 yang paling indah yaitu Baginda Nabi? 44:36 Apa lagi yang kita cari di dunia selain 44:38 dua hal tersebut? 44:45 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 44:48 kita beramal saleh apa pun bentuknya. 44:51 Bisa dengan tenaga, harta, pemikiran, 44:55 dan lain sebagainya. 44:58 Namun amalan yang paling menyenangkan 45:00 Baginda Nabi adalah memperjuangkan 45:04 ajarannya meneruskan perjuangan beliau 45:07 berdakwah di jalannya. 45:13 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 45:16 Radio Silaturahim dan pemirsa Ras TV 45:19 bersama-sama berjuang bersama Radio 45:22 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 45:25 rekening berikut. 47:41 Ras TV. 48:04 Bismillahirrahmanirrahim. Selamat datang 48:06 kembali ikhwan akhwat yang dirahmati 48:07 Allah subhanahu wa taala. Kembali lagi 48:09 di kajian tasawuf bersama Habib Ahmad 48:11 Mujtaba bin Syahab membahas kitab 48:15 Mahiyatut Tasawuf karangan Habib Umar 48:18 bin Muhammad bin Salim bin Hafidz dan 48:20 kita sampai kepada pembahasan bab ikhlas 48:23 eh tentang apa namanya eh salah satu 48:27 ciri-ciri ahli tasawuf 48:30 tentang ikhlas. Bagi ikhwan akhwat 48:31 sekali lagi yang ingin bertanya silakan 48:33 kirimkan pertanyaan ke 08111999720 48:39 atau bisa telepon berkomunikasi secara 48:41 langsung 48:42 eh face to face sama Habib Ahmad Mujtaba 48:46 ke 021 8451512. 48:50 Sudah ada sebenarnya beberapa 48:53 eh pesan WhatsApp cuman jujur belum ane 48:56 bukain yang mana yang nanya yang mana 48:57 yang bilang nyimak Habib. Mungkin Habib 49:00 eh mau melengkapi? Boleh. Penjelasan 49:02 tadi silakan bismillah. 49:03 Bismillahirahmanirahim. 49:05 Di sini ada dua alinea yang pertama 49:07 Habib qala Sayyidil Habib walizalika 49:10 jamu wa aradhu an kasir minal amali 49:12 dzahirah lati lil nufus ilaiha mail. 49:14 Walaha fiha ghardun wa matma' wa in 49:16 adzumat fi nazaril awam malam tusih wa 49:18 tasfu fiha niyah. Waqad aba wa rafadhal 49:21 imarata wal walwilayata ala ahadil 49:23 khulafa rasyidin kasiran minal sahabat 49:24 di sini Habib menjelaskan bagaimana 49:27 polanya salaf salihin dalam keikhlasan 49:29 mereka. 49:30 Walizalika oleh karena itu ahjamu 49:33 karena perihal ikhlas ini 49:35 wa aradhu 49:37 mereka para salaf sholihin, mereka 49:39 memalingkan diri artinya. 49:42 Enggak begitu 49:44 apa namanya mencari-cari. 49:46 Mereka memalingkan diri dari banyak dari 49:49 perihal amal-amal yang dzohir 49:52 yang nampak. 49:53 Gitu. Allati linufus ilaiha mail, yang 49:56 mana ada kecondongan hati di situ. 49:59 Walafiha warodun wamatma, yang mana 50:01 nafsu itu ada tamak 50:04 ada pengin banget untuk melaksanakan 50:07 amal itu. 50:08 Ya, biasanya amal yang ada kecondongan 50:10 hawa nafsunya itu langsung mereka cegah. 50:13 Mereka enggak mau untuk ngamalin itu. 50:15 Apalagi amal-amal yang dipandang oleh 50:17 manusia. Wain adzomat finadzoril awam, 50:19 walaupun amal itu di kalangan 50:22 orang-orang awam itu amal yang agung. 50:25 Malam tasyih watosufiha niyah, selagi 50:27 mereka tidak mendapatkan 50:30 keikhlasan dalam niat, ya. 50:32 Mereka menganggap niatnya tidak sah 50:35 tidak bersih, maka mereka mencegah diri 50:37 mereka untuk melaksanakan amal itu. 50:39 Walaupun orang awam 50:40 memandang ini amal-amal yang sangat 50:42 bermanfaat. Nah 50:45 banyak kali kita berkata, enggak apa-apa 50:46 yang penting manfaat. Janganlah menjadi 50:49 seperti lilin katanya kan, nerangin 50:51 orang tapi dia sendiri terbakar. 50:53 Akhirnya dia maju ke banyak kebanyakan 50:55 orang ketika melihat amal ini amal yang 50:57 manfaat, ya udah bismillah. Berkorban 50:59 demi amal ini, tapi di hatinya belum ada 51:02 keikhlasan. Di hatinya masih apa namanya 51:05 mencari pandangan manusia dalam amal 51:08 ini. Nah, kayak lilin itu akhirnya. 51:11 Ciut sendiri lama-lama walaupun orang 51:13 terang. 51:14 Sayyidul Habib di sini mencontohkan. 51:16 Nah, ini contoh sebenarnya panjang 51:17 bahasanya Habib, tapi alaku hal kita 51:18 baca sedikit. 51:20 Banyak daripada sahabat mereka aba 51:23 warofado, menolak al imaroh wal wilayah 51:27 untuk dijadikan sebagai amir, ketua. 51:30 Untuk dijadikan sebagai pemimpin. 51:33 Alal khulafa rasyidin di zaman khulafa 51:35 rasyidin banyak kasir minas sahabat, 51:37 mereka tidak mau untuk apa namanya 51:39 memegang suatu amanah itu. 51:42 Wahakada walidzalika harosu aidon ala 51:44 ikhfa ima gadoru min amalihim sholiha 51:46 wasi wasifatihim toyyibah toyyibah 51:48 alhasanah wakitman ahwalihim al fadilah 51:51 asyarifah, oleh karena itu banyak juga 51:52 di diantara aslaf sholihin 51:54 mereka berusaha sebisa mungkin untuk 51:56 menyembunyikan 51:58 amal-amal sholeh 51:59 amal-amal sholeh mereka dan juga 52:00 sifat-sifat baik mereka 52:02 dan kitman ahwalihim sangat-sangat 52:05 merahasiakan apa namanya magam mereka 52:08 ataupun perihal-perihal mereka yang 52:10 mulia. Wahakada. 52:12 Hada 52:13 ajib, di pembahasan mereka itu dibilang 52:16 begini. 52:19 Berusahalah untuk menyembunyikan amal 52:21 baikmu sebagaimana engkau berusaha untuk 52:24 menyembunyikan amal burukmu. 52:26 Wahakada. 52:28 Kalau kita jelas, kalau kita punya amal 52:29 buruk kita berusaha untuk jangan sampai 52:31 orang tahu. 52:32 Nah, ini semestinya ada juga di amal 52:35 baik. Ketika orang apa namanya 52:37 beramal-amal baik 52:39 harus ada berusaha itu, berusaha jangan 52:41 sampai orang tahu. Wahakada. Nabi salam 52:43 bersabda 52:43 dalam hadisnya yang di kalau dalam ilmu 52:45 musolah dinobatkan sebagai hadis maglub, 52:48 tapi alaku hal 52:50 apa namanya Nabi salam menceritakan 52:52 keikhlasan 52:53 keikhlasan seorang hamba sekiranya dia 52:55 bersedekah dengan tangan kanannya 52:58 tangan kirinya itu enggak tahu. Nah, 53:01 maksudnya apa? 53:02 Orang terdekat pun enggak tahu dengan 53:04 amal baiknya apalagi orang lain, apalagi 53:06 mau ditenar-tenarin. Ah, enggak kayak 53:08 gitu caranya. Wahakada. 53:10 Beramallah amal baik dan berusahalah 53:13 engkau menyembunyikannya sebagaimana 53:14 engkau menyembunyikan amal buruk. 53:16 Wahakada. Ini aliniyah terakhir yang 53:18 dibahas oleh Sayyidul Habib. Sebelum itu 53:21 Sayyidul Habib membahas perihal tentang 53:23 al imaroh wal wilayah. Oke. Ini 53:26 pembahasan yang sebenarnya ada manhaj di 53:28 sini dan panjang pembahasannya. 53:29 Ringkasnya ikhwan 53:32 banyak orang memandang bahwasanya 53:34 menjadi pemimpin itu suatu yang mulia 53:37 dan bagus karena itu akan membawa 53:39 manfaat untuk umat. 53:41 Betulkah demikian? Betul. Iya. 53:44 Kesejahteraan umat 53:46 itu dengan dua faktor. Pertama 53:49 kesholehan ulamanya dua, keadilan 53:53 pemimpinnya. Wahakada. Ketika ulamanya 53:56 sholeh dan pemimpinnya adil, maka 53:59 insyaallah akan sejahtera umat itu. 54:02 Nah, akhirnya banyak di sini orang-orang 54:04 berupaya untuk menjadi pemimpin demi 54:07 mensejahterakan rakyat. Benarkah 54:10 demikian? 54:11 Jawabannya ini kembali ke hatimu. 54:13 Wahakada. Kalau seandainya engkau 54:16 dinobatkan sebagai pemimpin 54:18 dan memang ente ikhlas di situ. 54:20 Enggak mencari pujian manusia, apalagi 54:22 naudzubillah mencari manfaat duniawi 54:25 dari itu, itu bahaya banget. 54:28 Bahaya-bahaya. 54:30 Apalagi apa namanya mengambil hak orang 54:32 lain, oh naudzubillah mindzalik. Itu 54:34 kita enggak bahas masalah itu, lah itu 54:36 memang sudah jelas-jelas maksiat. 54:38 Tapi yang kita bahas di sini, orang 54:40 berusaha untuk adil. Tapi entar dulu, 54:42 hatimu bagaimana? Apakah hatimu masih 54:44 condong ke perkara itu? Condong untuk 54:46 jadi pemimpin, condong untuk dipandang 54:48 manusia? 54:49 Selagi ada kecondongan, nah ini biasanya 54:51 yang ditinggalkan oleh para aslaf 54:53 sholihin dan para sahabat. 54:55 Kebanyakan sahabat ketika mereka menjadi 54:57 wali dalam dalam suatu wilayah atau amir 55:00 dalam suatu rombongan 55:01 itu kebanyakan Habib dipaksa. 55:05 Wahakada. Sahabat pada enggak mau. 55:07 Makruf kalau kita baca ceritanya 55:08 Sayyidina 55:09 Sayyidina Umar bin Khattab, bagaimana 55:10 beliau menunjukkan wali-walinya di 55:12 tiap-tiap wilayah. Enggak ada yang mau, 55:14 tapi dipaksa oleh Sayyidina Umar. Yang 55:16 kayak gini yang berhasil biasanya. 55:19 Justru yang mencari-cari itu 55:22 itu yang biasa yang yang yang kewalahan. 55:26 Yang enggak mencari dan dipaksa, itu 55:28 yang ditolong. Wahada makruf dalam hadis 55:31 Nabi salam. 55:32 Ketika seorang sahabat dinobatkan 55:34 sebagai apa namanya ketua kelompok. 55:37 Dia enggak mau. 55:39 Akhirnya Nabi salam bilang, innaka 55:41 insaal taha ukilta ilaiha. 55:44 Wailam tas alha uinta alaiha. 55:47 Kalau seandainya ente memang mencari, 55:49 mencari-cari ini, maka engkau akan 55:51 sendiri yang akan menanggung tanggung 55:52 jawabnya. 55:54 Wah, berat. 55:55 Berat. Tapi kalau seandainya ente enggak 55:57 mencari-cari tapi ente dinobatkan 55:59 di tempat ini mau enggak mau, nah 56:01 insyaallah engkau akan dibantu untuk 56:03 melaksanakannya. 56:05 Gitu Habib. Iya, iya. Masyaallah. 56:08 Oke. 56:09 Untuk penerapan masalah ini ya susah, ya 56:10 pasti susahlah. 56:12 Baikpun itu jabatan internal ataupun 56:15 umum ya, menjadi contoh ketua organisasi 56:18 atau ketua apa namanya komunitas, itu 56:20 sudah masuk tuh, sudah masuk menjadi 56:21 suatu amir. 56:23 Apalagi 56:24 lebih lebih ini lagi Habib, apa namanya 56:27 ketua camatkah, lurahkah, RT atau RWkah 56:32 dan terus ke atas sampai ke presiden 56:34 sampai ke ya macam-macam gitu 56:35 jabatan-jabatan. Semua perihal-perihal 56:37 jabatan-jabatan ini, itu perihal yang 56:39 terpandang oleh manusia dan dan mereka 56:41 memandang ini penting. 56:43 Dan memang penting untuk dijabat oleh 56:45 orang-orang yang baik, yang sholeh. Nah, 56:47 tapi tadi apa namanya syaratnya memang 56:49 harus ikhlas kalau kita memandang dengan 56:51 pandangan ulama tasawuf. Mereka enggak 56:53 mandang 56:54 dengan keadilannya pasti itu dengan 56:56 pandangan fiqih yang dzohir saja sudah 56:58 pastilah harus ada keadilan di situ, 57:00 harus benar-benar dia memberikan hak 57:02 kepada yang berhak dan tidak mengambil 57:05 sama sekali hak dari perihal itu dan apa 57:09 namanya tidak mendzolimi sama sekali 57:11 kan Sayyidina Umar bin Khattab 57:13 radhiallahu anhu 57:14 waktu beliau menjadi khalifah 57:16 ketika beliau duduk di kantor, kalau 57:18 bahasa kita kantor sekarang. Ketika 57:19 beliau duduk di tempat apa namanya 57:21 imaroh itu, maka datang anaknya 57:24 ngetok pintu. 57:26 Dibilang 57:27 fulan, ente mau bahas masalah keluarga 57:29 atau masalah negara, masalah muslimin? 57:32 Masalah keluarga Abah. 57:34 Dimatiin dulu lilinnya. 57:38 Baru masuk anaknya tuh. 57:41 Eh, kok gelap-gelap Habib? 57:43 Bingung, kok gelap begini? Karena ini 57:45 lilin 57:46 pakai biaya baitul mal, baitul muslimin. 57:49 Wow. Lah, ente mau ngomong personal. 57:51 Kalau ana pakai lilin ini, berarti ana 57:52 dzolim sekarang, ngambil harta orang. 57:55 Dimatiin jadi. Kalau seandainya 57:57 pembahasan-pembahasan untuk umat enggak 57:58 apa-apa kita pakai baitul mal ini. 58:01 Segitunya Habib. Masyaallah, masyaallah. 58:03 Iya. 58:05 Perihal itu enggak dibahas di sini ya, 58:06 pastilah keadilan apa namanya memberikan 58:10 hak kepada yang berhaknya, tidak 58:12 mengambil hak dari yang itu, tidak 58:14 memanfaatkan jabatan itu ilal akhir. Itu 58:15 perihal yang secara fiqihpun dibahas, 58:17 tapi yang dibahas di sini kecondongan 58:19 hati. 58:20 Walau seandainya orang sudah masyaallah 58:22 begitu, tapi hatinya masih condong 58:25 kalau bisa jangan. 58:27 Cari yang lain deh. 58:30 Wah, itu rahasia kalau diterapin ini 58:32 enggak ada yang 58:34 Benar-benar. Benar-benar Habib. Ya 58:36 Allah. Alaku hal, nah intinya entar 58:39 jadi kalau kalau begini enggak bakal ada 58:40 yang mau, justru itu yang dicari. Ketika 58:42 orang enggak ada yang mau 58:44 terjadilah keadilan yang seperti di 58:46 zaman Sayyidina Umar bin Khattab, di 58:48 zaman Sayyidina Umar bin Abdul Aziz, ya 58:50 enggak? Sayyidina Umar bin Abdul Aziz, 58:52 bagaimana ketika bagaimana beliau 58:53 menjabat menjabat 58:55 khilafah, dipaksa. 58:57 Beliau enggak mau. Dalam tempo cuma 2 58:59 tahun lebih dikit keadilan menyebar di 59:02 dunia Islam, makruf sampai-sampai 59:04 hewan-hewanpun hadir enggak ada 59:06 ceritanya apa namanya kalau bahasa kita 59:08 iyyastod, apa namanya 59:10 eee eee serigala makan kambing enggak 59:14 ada, sudah masing-masing. 59:17 Itu di zaman Sayyidina Umar bin Abdul 59:18 Aziz, karena memang keadilan yang beliau 59:19 buat luar biasa. Ini beliau menjadi 59:21 khalifah gimana ceritanya? Dipaksa. 59:23 Oleh yang sebelumnya karena ada wasiat 59:26 daripada seorang tabi'i yang bernama 59:27 Roja, Roja bin Khaiwah. 59:30 Roja bin Khaiwah, naam. Itu yang ini 59:32 kalau bisa ini nih Umar Abdul Aziz yang 59:33 yang jadi khalifah. Dia enggak mau, 59:35 akhirnya dipaksa juga. Masya Allah 59:36 tabarakallah. 59:37 Nah, kalau kayak gitu 59:39 enggak tahu kapan ceritanya ya, tapi 59:41 insya Allah insya Allah khair. Saking 59:43 adilnya bahkan hewan pun Na'am. 59:46 merasakan ya. Betul. 59:48 Hada mujarab, ketika tersebar keadilan 59:51 di suatu daerah maka hewan-hewan pun 59:53 akan terpengaruh dengan keadilan itu. 59:55 Benar. 59:55 Sejahtera semua, makmur semua, 59:57 tumbuh-tumbuhan juga, semuanya ikut. 1:00:00 Nanti kita harus ikhlas. 1:00:01 Sebaliknya Bib, kalau pemimpinnya zalim, 1:00:03 hutan ditebang, ekosistem berantakan. 1:00:06 justru sebaliknya. 1:00:07 Musibah datang, Habib ya. 1:00:09 Karena memang kalau pemimpinnya zalim, 1:00:12 satu dirusak satu ekosistem, semuanya 1:00:15 semuanya rusak. Semua akan berinteraksi. 1:00:18 Hewan, tumbuh-tumbuhan, benda-benda 1:00:20 mati, semua akan berinteraksi dengan 1:00:23 keadilan ataupun lawannya. 1:00:25 Begitu. Allah, semoga kita di 1:00:28 Ajib. jadikan negeri yang adil kembali. 1:00:31 Amin, amin, insya Allah. 1:00:34 Nah, ini jadi pembahasan di akhir bab 1:00:36 ikhlas itu Sayyidul Hadad membahas 1:00:37 masalah ini. 1:00:39 Bagaimana banyak dari kalangan sahabat 1:00:40 mereka 1:00:42 apa namanya menolak untuk itu karena 1:00:43 mereka pandang hati. 1:00:46 Masih ada kecondongan, masih ada itu apa 1:00:49 sudah tahan dulu sampai ikhlas akhirnya. 1:00:52 Iya, iya, iya. Ya Allah. 1:00:53 Masya Allah, Habib. Na'am. 1:00:54 Insya Allah ini beberapa pesan yang 1:00:56 masuk, ada yang 1:00:58 menyemak bismillah dari Batam Ibu 1:01:00 Nurjanah, masya Allah ada yang dari 1:01:02 Sukabumi. Ada yang dari 1:01:06 Jogja, 1:01:07 masya Allah jazakumullah khair Semarang. 1:01:10 Wah, yang dari Semarang paling semangat 1:01:12 ini menyemak operator kita menyemak 1:01:14 Habib Mustofa namanya Imran, masya 1:01:15 Allah. 1:01:15 Ahlan wa sahlan. 1:01:16 Beliau bilang ana sujud syukur ada 1:01:19 kajian tasawuf katanya. 1:01:20 Allahu Akbar, masya Allah. Jazakumullah 1:01:22 khair, jazakumullah khair. 1:01:22 Kemudian ada dari Banyuwangi, Bondowoso, 1:01:26 dan terima kasih banyak ikhwan akhwat 1:01:28 yang sudah menyemak via YouTube dan 1:01:30 sudah bergabung dan sudah berkomentar, 1:01:32 jazakumullah khairan jaza. Ada satu 1:01:34 pertanyaan Habib mungkin kita masukkan. 1:01:38 Assalamualaikum warahmatullahi 1:01:40 wabarakatuh. 1:01:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:41 wabarakatuh. Dari Ibu 1:01:42 Rahmawati. Kita hanya berharap kepada 1:01:45 Allah subhanahu wa taala, lalu bagaimana 1:01:48 kalau berharap kepada syafaat guru? 1:01:51 Na'am. 1:01:52 Nah, begitu Habib. Gimana, Bib? Berharap 1:01:54 kepada syafaat guru sebenarnya karena 1:01:56 Allah juga. Nah, itu dia jawabannya. 1:01:58 Kalian hebat, masya Allah antum. Ajib. 1:02:01 Apa gimana, Bib? Hada ajib jiddan. Ibu 1:02:03 Rahmawati ya, Bib, ya. Jazakumullah 1:02:05 khair, terima kasih banyak Bu Rahmawati 1:02:06 atas apa namanya soalnya dan 1:02:08 tanggapannya. Hada ajib, kita berharap 1:02:10 kepada Allah taala. 1:02:13 Ini yang puncaknya dan ini adalah target 1:02:15 dari segala target, berharap kepada 1:02:17 Allah taala. Kayak tadi yang dibahas 1:02:19 berharap 1:02:20 kepada syafaat guru atau kepada syafaat 1:02:23 orang saleh ataupun sama juga 1:02:26 walaupun lebih luhur lagi kepada syafaat 1:02:28 Nabi Muhammad sallallahu alaihi 1:02:29 wasallam. Karena ini memang kan ada apa 1:02:32 namanya kemuliaan-kemuliaan yang memang 1:02:33 sudah disebutkan oleh Nabi sallallahu 1:02:34 alaihi wasallam. Taman ma'ruf, syafaat 1:02:36 Rasulullah syafaat yang paling besar di 1:02:38 hari kiamat nanti. 1:02:39 Juga ada syafaat-syafaat yang Allah 1:02:41 taala berikan kepada hamba-hamba yang 1:02:42 baik seperti 1:02:44 orang yang hafal Quran. 1:02:46 Orang yang hafal Quran itu diberikan 1:02:48 kesempatan untuk memberikan syafaat, iya 1:02:50 enggak? 1:02:51 70 daripada keluarganya. 1:02:53 Orang yang hafal Quran. Dan ini Allah 1:02:55 taala memang berikan kepada hamba-hamba 1:02:56 yang saleh. Nah, 1:02:59 kenapa karena kesalehannya, karena 1:03:02 ketakwaannya kepada Allah. Dan Nabi 1:03:04 sallallahu alaihi wasallam pun diberikan 1:03:05 syafaat karena Nabi sallallahu alaihi 1:03:06 wasallam adalah kekasih Allah. Berarti 1:03:08 ketika kita berharap syafaat dari orang 1:03:11 tua, 1:03:12 mengharap syafaat dari guru, mengharap 1:03:15 syafaat dari orang-orang saleh, itu 1:03:16 inti-intinya kembali ke kepada Allah 1:03:19 subhanahu wa taala karena Allahlah yang 1:03:21 memberikan mereka keleluasaan untuk bisa 1:03:23 memberikan syafaat. Subhanallah, nah 1:03:25 begitu Habib. Jadi sama. 1:03:27 Mengharap kepada Allah taala langsung. 1:03:29 Jami' wa hada huwal ashl, ini adalah 1:03:31 pokok dan target dari segala target. 1:03:33 Mengharap dari Rasulullah itu juga 1:03:35 dibenarkan. 1:03:36 Karena Rasulullah diberikan keleluasaan 1:03:39 untuk memberikan syafaat. Berharap 1:03:40 kepada guru-guru kita, orang saleh juga 1:03:43 bagus. Kepada adik kita yang hafal Quran 1:03:46 contohnya, jangan lupa entar di hari 1:03:48 kiamat nanti ingat kalau kakak di neraka 1:03:51 apa namanya kasih syafaat. Memang Allah 1:03:53 taala berikan mereka untuk apa namanya 1:03:56 keleluasaan dalam memberikan syafaat 1:03:57 kepada 70 keluarganya. Nah, terus begitu 1:04:00 Bib. Jadi intinya sama. 1:04:02 Eee 1:04:03 minta syafaat dari minta syafaat, minta 1:04:06 keberkahan dari seorang guru 1:04:07 sama, intinya akan merujuk ke syafaat 1:04:10 dan barakah minallah karena Allahlah 1:04:13 yang menjadikan mereka seperti itu. 1:04:15 Kayak antum bilang tadi lah persis. 1:04:18 Masya Allah, jazakumullah. 1:04:19 Ya khair, ya khair, Habib. Jazakumullah 1:04:20 semoga kita mendapatkan syafaat dari 1:04:23 Baginda Besar Nabi Muhammad sallallahu 1:04:25 alaihi wasallam dan dikumpulkan bersama 1:04:27 orang-orang saleh. Amin, amin ya rabbal 1:04:29 alamin. Jazakumullah khairan jaza. Habib 1:04:31 atas penjelasannya dan jawaban dari 1:04:33 pertanyaan-pertanyaannya. Serta 1:04:35 kesabarannya menghadapi al fakir, masya 1:04:37 Allah. Jazakumullah khair juga buat para 1:04:41 pendengar Radio Silaturahim yang sudah 1:04:43 mengirimkan pesan. Ada Ibu Nugroho 1:04:45 Kemayoran yang baru masuk, ada Bu Maria, 1:04:48 ada Pak Adi, ada Bapak Anugerah, ada 1:04:52 Femi Tebet, Sunan, Ibu Tris, Bu Sari, Bu 1:04:55 Ijah, wah dan masih banyak lagi kalau 1:04:58 saya sebutkan satu-satu mungkin 1:05:00 selesainya bisa zuhur. 1:05:02 Dan terima kasih banyak yang sudah 1:05:04 menyemak via YouTube, jazakumullah 1:05:06 khairan jaza. Mohon maaf sekali tidak 1:05:09 semua pertanyaan kami menjawabnya. Insya 1:05:11 Allah kita akan kembali minggu depan 1:05:14 bagi ikhwan akhwat yang ingin bertanya 1:05:16 silakan kirimkan kembali minggu depan. 1:05:18 Insya Allah jazakumullah khairan jaza, 1:05:20 semoga ikhwan akhwat sekalian bisa 1:05:22 mengamalkan, bisa mendapatkan manfaat 1:05:24 dari apa yang kita diskusikan pada hari 1:05:27 ini. Semoga kita diberikan hati ikhlas 1:05:30 kepada Allah subhanahu wa taala dalam 1:05:32 segala perbuatan kita, dalam segala 1:05:35 ibadah kita, dalam segala apa yang kita 1:05:38 lakukan di dunia semata-mata hanya 1:05:40 karena Allah subhanahu wa taala. Semoga 1:05:43 Allah bersihkan hati kita, semoga Allah 1:05:44 beri cahaya kepada hati kita, dan ikhwan 1:05:47 akhwat saya Isa Al Kaff, Andi dan juga 1:05:50 Anis Mualim di meja operator mohon undur 1:05:52 diri. Wassalamualaikum warahmatullahi 1:05:54 wabarakatuh.