Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat pendengar Radio Silaturahim dan
- juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah kita kembali
- berjumpa Iwan akhwat di Senin sore hari
- ini tanggal 17 Safar 1447
- Hijriah atau tanggal 11 Agustus 2025
- hadir acara tausiah sore bersama Ustaz
- Zaid M. Bahmid yang alhamdulillah telah
- bergabung bersama kami dan kita live
- aplikasi Zoom Iwan. Kita sapa Ustaz
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah. Alhamdulillah binikmah
- waliah.
- Alhamdulillah. Hari ini tema yang akan
- kita sama-sama simak Iwad adalah
- mengenai keagungan dan keistimewaan
- Al-Qur'an.
- Kita akan bersama-sama nanti ee simak
- pemaparannya dan nanti juga yang
- bergabung bertanya silakan Anda bisa
- kirimkan melalui WhatsApp kami di
- 0811999720.
- Tad ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillahilladzi
- hadana liha w kunna linahtadi laallah
- inalhamdillah
- nahmaduhuaskuruhuinuhuastagfiruh
- wa naudubillahi minuri anfusina
- wamatialina
- man yahdillah fahual muhtad
- waman yudlil falan tajida lahu waliyan
- mursyida.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim wabarik
- ala sayyidina Muhammad
- annabir rahma wa ala alihi wasahbihi
- wasallama tasliman ka.
- Allahumma rabbisrahli sadri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Amin. Ya rab.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah kita ketemu kembali.
- Masyaallah ini satu nikmah dan iradah
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- Dan kepada mereka dalam perjalanan yang
- mungkin mengikuti acara ini,
- mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- sampaikan tujuan di tujuan dengan sehat
- walafiat.
- Para hamba Allah yang mulia, pendengar
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kalau kita berbicara tentang Al-Qur'an
- ini, masyaallah
- tidak ada hamba Allah yang tidak
- mengenal Al-Qur'an
- sekalipun dia kafir,
- tapi ada yang begitu mendengar nama
- Al-Qur'an sudah jadi alergi bagi mereka.
- Nah, itu biasanya banyak terjadi di
- negara-negara barat.
- Tapi saat ini, Subhanallah,
- orang-orang Barat sendiri yang tadinya
- membenci Al-Qur'an
- mulai tertarik untuk ingin mengetahui
- apa sih isi di dalam Al-Qur'an.
- Subhanallah.
- Dan banyak di antara mereka begitu
- ketemu dengan kisahnya Maryam,
- ibunya Nabi Isa Alaih Salam.
- Dan dalam beberapa
- ee surah Allah Taala menceritakan
- tentang Maryam,
- maka
- kebanyakan dari mereka sangat mengegumi,
- taub. Oh, jadi ini isi Al-Qur'an
- bercerita tentang nabi-nabi juga
- sebelumnya.
- Nah, sekarang kita akan membahas tentang
- bagaimana peranan Al-Qur'an ini dalam
- kehidupan kita.
- Dan perlu kita bertanya kepada diri kita
- masing-masing.
- Apakah selama ini
- saya telah menjadikan Al-Qur'an
- sebagaimana yang Allah Taala terangkan
- di dalam Al-Qur'an?
- Apakah kita jadikan peranan Al-Qur'an
- dalam kehidupan kita
- sebagai guidance, way of life, ya? Jalan
- kehidupan, jalan keselamatan.
- Jalan untuk menterramkan kehidupan kita.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala.
- Al-Qur'an ini merupakan mukjizat yang
- terbesar di dalam abad ini. Kalau kita
- berbicara tentang mukjizat Nabi Musa
- Alaih Salam
- itu hanya terjadi di zamannya Nabi Musa.
- Masih berganti. Kemudian Allah Subhanahu
- wa taala menurunkan nabi-nabi yang lain,
- maka manusia itu mulai melupakan. Dan
- kita tidak ada yang menyaksikan mukjizah
- tersebut.
- Tapi subhanallah, Al-Qur'an
- sejak diturunkan kepada Rasul sallallahu
- alaihi wasallam sudah berapa berapa
- puluh generasi berganti. Mungkin ratusan
- generasi yang berganti
- karena turun 1500 tahun yang lalu, 1400
- sekian, 1440-an sekian, ya. anggap 1500
- tahun yang lalu.
- Berarti kira-kira sudah berganti
- kurang lebih 15 generasi.
- Kalau kita anggap aja satu generasi itu
- 100 tahun.
- Sebenarnya satu generasi itu mungkin
- berapa rata-rata? 80 90 tahun.
- Sudah 15 generasi. Nabi Isa Alaih Salam
- ketika Allah menurunkan Injil kepada
- Nabi Isa Alaih Salam
- baru 302 tahun aja Injilnya sudah
- berubah.
- Terjadi perubahan pada waktu konferensi
- Nisea dan di saat itulah mereka
- menetapkan Isa sebagai anak Tuhan.
- Walaupun ada beberapa bisop yang tidak
- mengakui tentang mereka membantah bahwa
- mereka mengatakan Nabi Isa alaihi salam
- hanya manusia biasa yang diangkat jadi
- nabi oleh Allah Taala.
- Kemudian kelompok ini
- tidak diakui. Dan ketika mereka kembali
- itu namanya kelompok Aries.
- Ketika mereka kembali ke kampung
- halaman, mereka tidak ada satuun yang
- kembali sampai di kampung halaman. Jadi
- mereka itu dibunuh di tengah jalan
- karena mereka yang menantang bahwa Nabi
- Isa alaihi salam itu bukan anak Tuhan.
- Nah, baru 300 tahun aja Injil itu sudah
- mulai dirubah
- di dalam konferensi Nisea atau Nisea
- Konsili
- ya.
- Nah, tapi Al-Qur'an Subhanallah
- subhanallah
- sudah 150 generasi berganti.
- 150 generasi berganti.
- Al-Qur'an ini dijamin oleh Allah
- Subhanahu wa taala yang Allah taala
- ingatkan kepada kita sekalian. Dia Allah
- yang menurunkan Al-Qur'an itu dalam
- Al-Qur'an.
- Dan sesungguhnya Allah yang akan menjaga
- keasliannya Al-Qur'an. Itulah sehingga
- dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan inna hadal Quran yahdi
- lillati hiya aqwa.
- Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberikan
- petunjuk,
- memberikan jalan kehidupan.
- Lillati hiya awa.
- Artinya yang sangat kuat, sangat benar,
- sangat bermanfaat
- daripada semua gagasan-gagasan yang
- pernah kita dengar dalam kehidupan
- manusia. Jadi, tidak ada gagasan yang
- melebihi Al-Qur'an, tidak ada hipotesi
- yang melebihi Al-Qur'an.
- Tidak ada pendapat-pendapat yang
- melebihi Al-Qur'an
- apalagi menyaingi Al-Qur'an.
- Nah, mari kita sebelum masuk lebih dalam
- tentang ayat ini.
- Kalau kita mengambil
- secara saintis ya secara sains
- artinya kita pergunakan logikanya kita
- sebagai manusia.
- Jangan dulu berbicara sebagai muslim,
- berbicara sebagai manusia aja yang
- pintar, yang mempergunakan akal mereka.
- Manusia ini Allah Subhanahu wa taala
- ciptakan adalah makhluk yang terbaik
- dari semua pernah diciptakan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Dan itu dalam
- Al-Qur'an
- alladzi ahsanain
- khalaqahu wada khqal insani
- yang sesungguhnya yang terbaik
- ahsan termasuk terbaik terindah
- dari semua diciptakan oleh Allah
- Subhanahu wa taala yaitulah manusia yang
- diciptakan akan
- dari tanah.
- Coba kita bayangkan kekuasaan Allah.
- Dia menciptakan kita dari tanah, tapi
- kita enggak nampak kayak tanah.
- Ya.
- Kemudian kita bisa berpikir, bisa
- merancang,
- bisa menjadi daya tarik
- ya dari kedua lawan lawan pasangan yang
- berbeda antara laki dan perempuan. bisa
- menjadi daya tarik satu sama yang lain,
- bisa berpantun, bisa bersyair, bisa
- berbicara.
- Karena Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan,
- "Alladzi ahsana kullaaiin khalaq."
- Yang terbaik sesungguhnya yang terbaik
- dari semua makhluk yang Allah ciptakan
- itu manusia.
- Nah, para pendengar sekalian yang
- muliakan Allah Taala. Kalau kita
- berpikir secara logika aja ya,
- ketika Anda membeli barang-barang yang
- mahal
- itu namanya ada buku petunjuk,
- specification guide biasanya ya.
- Kalau umpama mesin-mesin yang sangat
- mahal yang diciptakan oleh pabriknya,
- pabrik tidak pernah akan mengeluarkan
- barang tanpa memberikan buku petunjuk.
- Kita membeli HP aja. HP
- itu dalamnya sudah komplit. Ada buku
- petunjuk macam-macam cara pergunakannya
- itu barang yang tidak seberapa nilainya.
- Tapi manusia
- yang Allah Taala menyatakan walaqad
- qaramna bani Adam yang sesungguhnya kami
- telah memuliakan bani Adam
- mengistimewakan
- wahmalnahum fil bar wal bah waragqnahum
- minyibat
- waadnahum
- mimmanna.
- Dan di ayat ini Allah Taala menyatakan,
- "Dan kami istimewakan manusia ini
- dari [berdehem] semua makhluk yang Allah
- Taala ciptakan."
- Mimman khalagna tafdil. Allah Taala
- istimewakan.
- Manusia ini berarti makhluk yang
- termahal,
- terbaik, terindah.
- Sudah pasti
- manusia akan memerlukan buku petunjuk.
- Beberapa tahun ke belakang, [berdehem]
- beberapa tahun yang lalu. Kalau sekarang
- buku petunjuk itu pabrik-pabrik mobil.
- Ketika kita membeli mobil
- sudah ada buku petunjuk.
- Apalagi kalau mobil-mobil yang mahal,
- mobil yang murah aja ada buku petunjuk.
- Toyota mengeluarkan buku petunjuk dari
- Toyota. Enggak ada Toyota kemudian
- keluar buku petunjuknya dari Mercedes.
- Enggak ada.
- Ya, Hyundai.
- Sekarang ini buku petunjuknya sudah
- diletakkan di online. Sudah tidak cetak
- buku lagi di online.
- Itu mobil. Mobil tidak seberapa harganya
- dibandingkan dengan manusia.
- Sehingga para medical saci di Amerika,
- di dunia Barat, salah satu
- subhanallah saya lupa namanya.
- dia seorang profesor ee
- seorang ahli penyakit dalam.
- Apa dia mengatakan tentang manusia?
- Human
- manusia ya
- atau the human body. Badan manusia ini
- the most complicated system
- but the most amazing system. Bayangkan.
- Dia ini seorang ahli penyakit dalam.
- Dia mengatakan bahwa manusia ini, badan
- manusia adalah sistem yang sangat
- komplikasi, tapi sistem yang sangat
- mengagumkan.
- Coba bayangkan.
- Dan yang ciptakan kita ini adalah Allah
- Taala.
- Maka Allah menurunkan Al-Qur'an
- sebagai buku petunjuk supaya dalam
- kehidupan kita jangan kita rusak, jangan
- gagal ya, jangan berakhir dengan
- kerugian. Maka Allah Taala menurutkan
- buku petunjuk
- untuk manusia itu. Sehingga Allah Taala
- menyatakan, "Inna hadal Quran
- yahdillatiya akwam."
- Al-Qur'an ini memberikan petunjuk
- dengan sangat-sangat mulia, kuat, benar,
- macam-macam.
- Justru itu Al-Qur'an sekalipun sudah
- 1500 tahun walaupun banyak para
- ya para orientalis-orientalis barat ya
- para
- saintis-saintis barat mencoba-coba untuk
- membantah Al-Qur'an tapi mereka berakhir
- dengan akhirnya masuk Islam.
- Malahan ada
- para peneliti-peneliti
- yang ketika diingatkan kepada mereka
- dengan satu ayat aja dan mereka mulai
- berpikir dan berakhir dengan masuk
- Islam.
- Nah, Al-Qur'an tidak perlu pembuktian,
- tapi Allah Taala membuktikan di dalam
- Al-Qur'an apa yang akan terjadi yang
- tadinya belum kita ketahui
- dan banyak buktinya dalam Al-Qur'an.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala,
- tapi saya ingin membawakan
- bagaimana keagungan dan peranan
- Al-Qur'an dalam kehidupan kita.
- Kita semua, apalagi muslimin, kita semua
- tahu kalau berbicara Al-Qur'an,
- masyaallah
- ada hamba-hamba Allah ya karena
- penghormatannya kepada Al-Qur'an.
- Dia cium
- kemudian dia harus taruh tempat yang
- tinggi.
- Itu enggak salah. Benar.
- Tapi bukan hanya untuk itu Al-Qur'an
- ya dia cium tempat yang tinggi.
- Terkadang juga enggak pernah dia baca,
- enggak pernah dia pelajari. Nanti dia
- baca setahun sekali pada waktu Ramadan.
- Subhanallah.
- Ya.
- Padahal di ayat ini Allah Taala
- menyatakan sesudah Allah menyatakan
- bahwa Al-Qur'an ini akan memberikan
- petunjuk.
- Petunjuk yang mempunyai kekuatan yang
- luar biasa.
- Tidak ada tandingan,
- tidak ada gagasan di dunia ini. Ya,
- gagasan yang dikeluarkan oleh
- hamba-hamba Allah yang lain yang bisa
- menandingi Al-Qur'an.
- Sehingga Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan
- mukminin alladinaalunahum
- ajaran kabir.
- Dan berikanlah kabar gembira
- kepada mereka-mereka yang beriman.
- Wabasyirilladina
- wabasyir
- wabasyir wabasyirul mukminin alladina
- [berdehem]
- dan berikanlah kabar gembira kepada
- mereka-mereka yang beriman
- yang melaksanakan amal-amal yang baik
- menurut Al-Qur'an. Bagi mereka analah
- lahum ajaran kabira. Bagi mereka itu
- ada ganjaran baik di dunia ataupun di
- akhirat.
- Kita kalau berbicara ganjaran jangan
- kita hanya berpikir, "Oh, nanti di
- akhirat baik di dunia ataupun di
- akhirat."
- Tapi
- sampai di mana
- kita mengikuti apa yang Allah Taala
- berikan petunjuk dalam Al-Qur'an itu
- yang perlu kita balik kepada diri kita
- masing-masing
- untuk bertanya kepada diri kita, melihat
- kepada diri kita.
- Sehingga di dalam Al-Qur'an ketika Allah
- Taala mengingatkan tentang kualiti
- manusia, ya kuality manusia.
- Jadi manusia itu qualitynya
- dibeda-bedakan oleh Allah Taala.
- Manusia siapa yang kualitnya terbaik?
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan, "Khairukum
- man taalamal Quran waamah.
- yang terbaik.
- Artinya quality yang terbaik bagi kalian
- wahai muslimin yang beriman.
- Khairukum
- man taalamal Quran. Mereka yang
- mempelajari
- tadabbar bil Quran mempelajari,
- memperhatikan, mengikuti
- tentang Al-Qur'an. Kemudian dia ajarkan
- lagi kepada hamba Allah yang lain,
- kepada temannya, kepada saudaranya dalam
- dia berdakwah
- itu. Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan
- quality manusia yang terbaik.
- Quality mukmin yang terbaik. Taalamal
- Quran waam khairuhum.
- ini secara keseluruhan yang terbaik
- kuality yang terbaik bagi kalian wahai
- muslimin
- taalamal Quran waamah.
- Karena Al-Qur'an ini buku petunjuk
- dan Al-Qur'an ini bukan juga hanya
- sekedar buku petunjuk.
- Al-Qur'an ini juga merupakan obat yang
- sangat ampuh,
- obat yang sangat mujarab
- kepada hati kita, jiwa manusia.
- Wzil minal qurani mau siifaun warahmatun
- lil mukminin.
- Dan kami menurunkan Al-Qur'an
- menjadi obat obat penawar
- syifa
- kepada mereka yang beriman.
- Nah, hamba Allah yang mulia,
- ketika Allah memberikan petunjuk kepada
- kita, bukan hanya petunjuk kepada badan
- kita, petunjuk apa langkah kita yang
- kita harus lakukan, tapi juga petunjuk
- kepada roh kita. Roh jiwa kita.
- Kalau kita berbicara tentang roh,
- yang bernilai dalam kehidupan manusia
- itu roh. Kalau roh sudah Allah pisahkan
- dari badannya, apa yang terjadi? Mau
- tidak mau badannya ini keluarganya yang
- akan menimbun di dalam tanah.
- Mohon maaf.
- Tapi keluarganya yang akan mengantarkan
- dia ke kubur diletakkan dalam tanah,
- ditimbun dengan tanah dan dibiarkan
- sendirian di dalam tanah.
- Sebulan masih diingati, 2 bulan masih
- keluarganya masih hidup.
- Makin hari makin masuk bulan yang lain,
- makin dilupakan hamba Allah tersebut.
- Karena roh sudah terangkat.
- Sepintar-pintarnya seorang hamba Allah,
- secantik-cantiknya seorang wanita,
- seganteng-gantengnya seorang lelaki,
- ketika Allah telah pisahkan roh dari
- badannya, rohnya telah diangkat oleh
- Allah Taala,
- jasadnya menjadi tidak bernilai kepada
- orang yang hidup.
- Jadi yang berperan dalam kehidupan
- manusia itu sebenarnya roh,
- tapi juga yang akan bertanggung jawab di
- hadapan Allah, yang akan ditanyakan oleh
- Allah, yang bertanggung jawab itu
- rohnya.
- Tapi ketika akan diadab oleh Allah,
- dikembalikan lagi badannya menjadi
- sempurna seperti kita hidup di dunia.
- Karena Allah Taala menyatakan liyaduquul
- adzab. supaya dia merasakan azabnya itu.
- Nah, Al-Qur'an ini Allah Subhanahu wa
- taala menyatakan
- wunazilu minal qurani ma hua syifun
- warahmah lil mukminin.
- Kami turunkan Al-Qur'an
- menjadi petunjuk dan obat ya obat tapi
- bukan untuk obat fisik,
- obat roh kita.
- Di dalam kitab Ibnu Katsir
- itu diterangkan dari beberapa sahabat
- Rasul sallallahu alaihi wasallam yang
- membenarkan
- bahwa kalau roh ini sudah masuk ke dalam
- tubuh lebih banyak Allah Taala
- mempergunakan kalimat nafs.
- Kalau sudah dalam tubuh.
- Ketika akan dihembuskan
- ke dalam badan itu Allah Taala
- menyatakan wfih
- wum
- abid
- disebut roh ketika akan dihembuskan ke
- dalam sesudah dia di dalam
- badan manusia maka diistilahkan dengan
- kalimat nafs. Justru itu ketika roh ini
- akan dipisahkan oleh badannya di dalam
- hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam
- ketika
- ee Abu Bakar radhiallahu anhu membacakan
- ayat ee di surat surah subhanallah surah
- Alfajar
- di akhir ayat itu ketika
- Abu Bakar ee membaca ya ahatun ya
- ayyatuhan nafsul mutmainah
- Wahai jiwa yang tenang.
- Ya, nafs yang tenang mutmainnah.
- Ketika Abu Bakar membaca ayat ini, Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mengatakan
- kepada Abu Bakar, ayat itulah itu yang
- akan dibacakan oleh malaikah ketika Anda
- akan menghadapi kematian.
- Nah, sekarang mari kita lihat hamba
- Allah yang mulia.
- Apa sih peranan Al-Qur'an dalam
- kehidupan kita
- dan bagaimana perlunya
- kita mempelajari Al-Qur'an?
- bagaimana
- perlunya
- dan ee bagaimana perlunya kita dan
- bagaimana kepentingan yang harus kita
- prioritaskan
- dalam kehidupan kita tentang Al-Qur'an.
- Di ayat yang lain Allah Subhanahu wa
- taala mengingatkan begini.
- tabarakalladzi nazzalal furqana ala
- abdihi liyakuna lil alamina nadira
- tabarakalladzi
- nazalal furqhan maha suci Allah dengan
- segala keberkahannya
- yang telah menurunkan Al-Qur'an kepada
- hamba-Nya
- untuk menjadi lil alamina nadira untuk
- menjadi peringatan bagi seluruh alam
- ini. Jadi termasuk manusia-manusia dia
- muslim, dia bukan muslim itu merupakan
- peringatan bagi mereka.
- Kita berbicara kita hamba-hamba Allah
- yang muslim peringatan.
- Karena manusia ini tidak hidup di dunia
- ini
- secara tiba-tiba.
- Artinya memang kita tidak kita tidak ada
- rencana untuk hidup.
- Tapi Allah yang merencanakan
- menghidupkan kita.
- Kita boleh mengatakan, "Saya tidak minta
- untuk saya hidup.
- Saya tidak minta kepada Allah untuk saya
- hidup.
- Allah Taala yang menghidupkan kita."
- Sehingga di dalam Al-Qur'an Allah Taala
- ingatkan, "Afahasibtum
- annama khalagnakum abata waakumina
- turjaun."
- Apakah kalian menyangka bahwa kalian
- hidup ini sia-sia, main-main?
- Artinya enggak ada rencana tiba-tiba aja
- hidup
- dan tidak ada tujuan.
- Waakum turjaun. Dan sesungguhnya kalian
- menganggap kalian tidak akan
- dikembalikan kepada Allah. Jadi kita
- hidup di dunia ini ada makna, ada
- tujuan.
- Dan karena manusia ini adalah makhluk
- yang sangat mahal, sangat indah, ya,
- yang terbaik dari makhluk-makhluk yang
- lain, Allah Taala zat yang maha pemurah.
- Allah Taala ikutkan kehidupan kita
- dengan buku petunjuk. Itulah dia
- Al-Qur'an.
- Supaya kita jangan gagal dalam
- kehidupan.
- Jangan menjadi manusia yang merugi dalam
- kehidupan.
- Karena ada beberapa ayat dalam Al-Qur'an
- Allah Taala ingatkan
- orang-orang yang dia meninggal dunia
- dalam keadaan merugi.
- Alladzina khasiru anfusahum wa ahlihim
- yaumalqiamah.
- Mereka-mereka yang merugikan diri mereka
- sendiri dan keluarganya
- ketika akan menghadapi
- perjalanan masuk ke kubur ke yaumul
- qiamah.
- Ada surat yang selalu kita baca, kita
- dengar surat yang pendek.
- Wal asri innal insana lafi khusri.
- Allah mulai dengan bersumpah
- dan demi waktu asar.
- Ya, sesungguhnya manusia itu selalu
- dalam keadaan merugi.
- Tapi kemudian Allah Taala menyatakan
- illa.
- Terkecuali.
- Jadi kalau yang tiga ini tidak ada
- kepada manusia, sudah pasti mereka akan
- menghadapi kerugian yang luar biasa baik
- di dunia ataupun di akhirat.
- illalladzina amanu. Yang pertama mereka
- beriman.
- Iman kita ini yang akan melepaskan kita
- dari kerugian. Saya ingin memberikan
- contoh sedikit begini. Subhanallah.
- Kalau kita berdagang ya dagang apa aja
- selalu kita menghitung keuntungan kita.
- Kemudian kita lihat modal kita,
- masyaallah makin hari makin besar. Itu
- normal.
- Orang berdagang dia ingin supaya asetnya
- dia makin hari makin banyak,
- keuntungannya makin hari makin besar.
- Itu dalam perdagangan.
- Nah, kita dalam kehidupan ini kenapa
- Allah Taala menyatakan sesungguhnya
- manusia itu dalam kerugian?
- Coba kita renungkan sejenak.
- Kita hitung kehidupan kita.
- Kita dihidupkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kemudian Allah Taala ikutkan dengan buku
- petunjuk Al-Qur'an
- supaya kita jangan masuk kepada kelompok
- rugi.
- Kemudian sesudah itu, masyaallah kita
- diantar sampai kita menjadi dewasa.
- Ada buku petunjuk di samping kita,
- tapi kita abaikan.
- Kemudian kita nikah,
- kemudian punya anak,
- berarti
- umur kita mulai bertambah.
- Ya, dari muda masuk jadi dewasa. Dari
- dewasa dia menuju kepada tua, kepada
- ketuaan.
- Yang istilah kita sekarang itu apa?
- Ee lansia,
- ya.
- itu kalimat lansia sebenarnya enggak
- enak didengar. Amerika itu orang kafir
- mereka tidak pakai kalimatia lansia.
- Mereka mengatakan senior citizen.
- Senior citizen artinya
- ee warga negara yang berjasa, sudah
- senior dia.
- Kita pakai lansia, lanjut usia.
- Ya, ada lagi kalimat yang lain.
- Astagfirullah. Saya lupa apa namanya.
- Ee
- sudah sepuh
- ya. Ada lagi kalimat yang lain.
- Subhanallah. Nah,
- ketika kita sudah bekerja dengan susah
- payah,
- mendidik anak sampai besar, makin hari
- kita makin tua, makin lemah.
- Malahan terkadang kita diabaikan oleh
- anak-anak kita, terkadang diabaikan juga
- oleh istri-istri.
- Di mana keuntungan kita
- coba?
- Tidak ada keuntungan.
- Lama-lama, lama-lama kita jadi lemah,
- ya. Jadi pikun atau lama-lama kita
- diantarkan ke kubur.
- Jadi keuntungannya kita di mana?
- Justru itu Allah Taala menyatakan
- manusia itu dalam stage kerugian.
- Tapi Allah Taala istimewakan
- illalladzina amanu wailus shihat. Dan
- amanu waamilus shihat ini itu ada buku
- petunjuknya dan hadis Rasul sallallahu
- alaihi wasallam untuk memberi guidance
- kepada kita sekalian.
- Terlepas dia dari kerugian.
- sehingga dia masuk ke alam kubur
- diistimewakan, dimuliakan oleh Allah
- Subhanahu wa taala karena iman dan amal
- salehnya dia. Masyaallah.
- Jadi itu Al-Qur'an yang menyelamatkan
- kita Al-Qur'an.
- Nah, sekarang mari kita lihat dalam
- kehidupan kita dengan Al-Qur'an.
- Tadi kan saya katakan
- yang bernilai dalam kehidupan kita ini
- roh.
- Seorang artis yang paling cantik yang
- dieluk-elukan oleh manusia luar biasa.
- Kadang-kadang hanya manusia-manusia yang
- bodoh sebenarnya yang mengelu-elukan
- artis.
- Ketika dia telah meninggal dunia, coba
- badannya kita hadiahkan kepada seseorang
- untuk dia tidur sama-sama dengannya atau
- untuk bercembuh dengannya di malam hari.
- Enggak ada yang mau
- karena roh [berdehem] sudah terangkat.
- Dan yang bertanggung jawab kepada Allah
- adalah roh
- hati hati manusia. Ya.
- Nah, sebagian mufassirin mengatakan yang
- ada di dalam hatinya. Jadi, fisik
- hatinya itu hanya merupakan sarana aja.
- Tapi di dalam hatinya ini yang bernilai.
- Nabi Adam alaihi salam
- ketika dia melakukan pelanggaran yang
- pertama-tama dia minta kepada Allah
- rabbanaamna anfusana itu di langit belum
- diturunkan ke bumi.
- Amna anfusana waillam tagfirlana
- watarhamna lanakunanna minal khasirin.
- Ya Allah kami telah menzalimi diri kami.
- Allah Taala turunkan dia ke bumi.
- Nur dalam hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- ketika dia sampai di bumi
- yang dia minta kepada Allah Taala doa
- yang pertama yang dia panjatkan kepada
- Allah.
- Allahum nasaluka imanan yubasyiru qbi
- waqinanqan.
- Ya Allah, aku meminta rongga hatiku ini,
- dadaku ini dipenuhi dengan iman dan
- keyakinan kepadamu. Yang
- hadisnya ini cukup panjang. Dia mulai
- doanya. Allahumma innakaamati
- wa innakaamu hajati.
- Allahum nasaluka imanan yubasiru
- waqinan.
- Ya Allah, Engkau lebih mengetahui
- apa yang ada dalam dirinya, dalam
- diriku. Maka terimalah alasan-alasanku
- dan engkau lebih mengetahui apa yang aku
- butuhkan, maka berikanlah keinginanku.
- Dia minta, "Ya Allah, penuhilah rongga
- dadaku dengan iman dan keyakinan
- kepadaku."
- Jadi, iman kita kepada Allah, iman kita
- kepada Al-Qur'an itu peranan luar biasa
- dalam kehidupan kita. Manusia itu
- terkadang kena benturan, dia sedih.
- Ya, dia sedih.
- Saya berikan contoh aja bagaimana
- kesedihan hamba Allah.
- Ketika umpama dia punya anak
- satu-satunya anaknya satu-satunya
- dia mencoba lagi cari yang kedua, yang
- ketiga, enggak diberikan oleh Allah
- Taala cuma satu itu.
- Otomatis dia akan menjaga anak ini
- sebaik mungkin.
- Tapi ada istilahnya kadang-kadang kita
- katakan dimanja anaknya. Padahal memanja
- anak itu sesuatu yang sangat tidak baik.
- kita manja anak sama dengan kita
- merusakkan
- masa depannya dia karena dia akan
- menjadi manusia egois kalau terlalu
- dimanja dan biasa kan kita sendiri kalau
- ada apa-apa kita katakan ya ini anak
- manja nampaknya
- dia jadi egois dia enggak peduli dengan
- kehidupan bersama itu hasil daripada
- anak-anak yang dimanjak nah ketika
- seorang memanjakkan anaknya pada
- jalannya yang baik umpama yang benar
- anaknya sekolah dengan bayi
- ketika dia lulus SMP
- mau masuk SMA ya
- tiba-tiba dia meninggal dunia tabrakan
- atau bayangkan kesedihan hamba Allah
- tersebut
- tapi kalau dia beriman kepada Allah dan
- Quran
- dan Allah Taala telah menyatakan dalam
- Al-Qur'an
- tentang kematian.
- Beberapa ayat yang Allah Taala ingatkan
- tentang kematian.
- Bahwa kematian itu akan datang kepada
- kalian. Tidak memandang umur, tidak
- memandang tua mudanya, tidak memandang
- pendidikannya,
- tidak memandang kaya miskinnya.
- Pasti orang tuanya ini sangat sedih,
- luar biasa. Tapi ketika dia beriman
- dengan Al-Qur'an, dia tahu
- ketika Allah Taala menyatakan,
- "Wama tadi nafsun taksibuan
- wad nafsun biay tamut."
- Itu kalau dia beriman kepada Al-Qur'an,
- dia pelajari Al-Qur'an, dia yakin dengan
- ayat ini, maka dia akan kembalikan
- kepada Allah. "Ya Allah, lakal hamdu.
- Tidak akan terjadi kematian terkecuali
- dengan kudrah dan iradah
- itu. Masyaallah. Jadi pada saat itu yang
- Allah Taala nyatakan wunazilu minal
- Quran siifaun warahmah lil mukminin.
- Kami turunkan Al-Qur'an ini menjadi
- obat. Maka pasti dengan musibah yang dia
- dapatkan, kesulitan yang dia hadapi,
- kesedihan yang boleh dibilang luar
- biasa.
- Ketika dia kembali kepada Al-Qur'an yang
- Allah syifa
- warahmah menjadi obat dari hatinya, dia
- kembalikan kepada Allah. Ya Allah,
- hadratika
- ya Allah.
- Begitu juga umpama
- tiba-tiba rumahnya terbakar
- atau kena musibah banjir.
- Itu kesedihan yang luar biasa.
- Di situlah orang-orang hamba-hamba Allah
- yang menjadikan Al-Qur'an menjadi
- pedoman hidupnya.
- Ya,
- di situlah yang Allah Taala menyatakan
- syifaun warahm
- dan menjadi rahmah baginya. Apalagi
- ketika seorang hamba Allah sudah sakit,
- parah, sakit.
- Dokter sudah menggeleng-gelengkan
- kepala,
- sudah katakan
- sudah tidak mampu lagi. Penyakitnya
- sudah sangat parah.
- Hampir enggak ada jalan keluar.
- Ketika dia beriman kepada Allah dan
- Al-Qur'an, ketika dia mempelajari
- Al-Qur'an, ketika dia tahu tentang
- Al-Qur'an yang Allah bercerita tentang
- kematian.
- Innal maut
- minuahu
- mulaikum.
- Jadi seorang meninggal dunia itu bukan
- karena penyakit, bukan karena musibah.
- Itu hanya merupakan sebab yang Allah
- Taala berikan. Al-Qur'an yang berbicara.
- Nanti kematian yang akan datang kepada
- kalian.
- Justru itu pada saat kita ini beriman
- kepada Allah dan kepada Al-Qur'an, kita
- menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman
- dalam kehidupan kita.
- sedih ya sedih tapi ada kegembiraan
- karena dia tahu kalau dia sabar menerima
- musibah dari Allah Taala ini ada
- ganjaran yang mulia atau mungkin akan
- membawa hikmah yang baik baginya.
- Justru itu Allah Taala menyatakan
- wunazilu minal qurani ma hua syifaun
- warahmah lil mukminin
- menjadi obah
- dan mendatangkan rahmah dari Allah
- Subhanahu wa taala kepada mereka yang
- beriman.
- Jadi, Al-Qur'an ini Allah Subhanahu wa
- taala turunkan bukan hanya sekedar
- upacara akhirat, bukan.
- Al-Qur'an ini Allah turunkan untuk
- kehidupan kita di dunia dan di yaumil
- akhir.
- Coba kita perhatikan isi Al-Qur'an.
- Tidak banyak Allah Taala berbicara
- tentang kondisi nanti yang akan terjadi
- di yaumul akhir.
- Tidak sebanyak sebagaimana Allah Taala
- terangkan kepada kita dan sejarah contoh
- yang Allah ceritakan dalam Al-Qur'an
- untuk kehidupan kita.
- Kondisi dan keadaan di akhirat kita
- tidak bakal tahu kalau bukan dari
- Al-Qur'an atau dari hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Tapi kehidupan di dunia
- saya berikan satu contoh begini. Dalam
- Al-Qur'an Allah Taala menyatakan begini.
- Wamanikri
- fahu mauqi
- siapa yang berpaling daripada
- peringatanku.
- Waman aikri.
- Siapa yang berpaling daripadaku dari
- mengingat kepadaku, dari peringatanku,
- peringatan Allah dalam Al-Qur'an itu
- luar biasa.
- Allah Taala nyatakan fa lahu maisanka.
- Allah taala akan memberikan kepadanya
- kehidupan yang sangat sempit.
- Diq.
- Berapa banyak orang-orang hamba-hamba
- Allah.
- Jadi jangan berpikir bahwa kalau Allah
- Taala menyatakan maisisyah, maisyah itu
- kehidupan hidup banka sempit.
- Bukan berarti itu orang miskin, fakir,
- belum tentu.
- Terus bukan berarti bahwa hamba Allah
- tersebut sakit terus-menerus. Belum
- tentu.
- Bisa. Di antaranya itu sakit yang Allah
- berikan sebagai cemeti untuk
- memperingat.
- Fainna lahu maat.
- Maka baginya kehidupan yang ruwet,
- kehidupan yang komplikasi, kehidupan
- yang sempit.
- Apa pejabat-pejabat yang suka korupsi,
- yang hidup mewah, tidak mau mendengarkan
- teriakan rakyat.
- Apa mereka itu hidup bahagia
- terus-menerus?
- Kita enggak tahu
- mungkin dia tidur dalam semalam hanya 2
- jam menghadapi kesulitan hidup.
- Mempunyai kehidupan yang tidak enak.
- Adanya kemewahan dalam kehidupan belum
- tentu akan memberikan kebahagiaan kepada
- seseorang.
- Kemudian nanti di akhirat, nanti di
- akhirat Allah Taala giring mereka dalam
- keadaan buta.
- Mereka itu yang berpaling daripada
- Al-Qur'an, berpaling daripada mengingat
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Maisyatan
- wahsyuruh yaumalqiamati.
- Dan kami himpun mereka itu di
- yaumulqiamah padang mahsyar dalam
- keadaan buta.
- Kemudian dia masih protes kepada Allah
- Taala.
- Dia mengatakan, "Rabbi lima hasyatani
- ama." Ya Rabb, kenapa engkau
- himpun aku dalam keadaan buta?
- Dan tadinya aku bisa melihat.
- Allah Taala menjawab kepada mereka.
- Bukankah telah peringatan-peringatan
- saya berikan kepada kalian Quran
- tapi kalian berpaling buta tidak
- melihat.
- Jadi hamba Allah yang mulia,
- dalam kehidupan kita Al-Qur'an ini
- peranannya luar biasa.
- Mari kita lihat bagian daripada amal
- saleh ya. Karena Allah Taala menyatakan
- di ayat tadi yang saya baca, wubasirul
- mukmininum
- ajaran.
- Di antaranya amal ee Allah Taala
- menyatakan dan berikan kabar gembira
- kepada mereka-mereka yang beriman, yang
- beramal baik, yang beramal saleh.
- Salah satu salah satu
- amal saleh yang sangat gampang
- dan kita didoakan oleh malaikat, kita
- dikelilingi oleh malaikat
- dan kita berdialog dengan Allah Taala.
- Apa itu? Membaca Al-Qur'an.
- Coba balik kepada diri kita dan kita
- bertanya dalam sehari itu
- berapa lama kita hidup dengan HP?
- Tapi berapa lama kita membaca Al-Qur'an?
- Berapa banyak kita baca Al-Qur'an?
- Berapa lama?
- Padahal Rasul sallallahu alaihi wasallam
- telah mengingatkan kepada kita, satu
- huruf yang kita baca Allah Taala lipat
- gandakan pahalanya menjadi 10.Lul
- huruf
- manatul Quran.
- Siapa yang membaca Al-Qur'anal
- huruf fadilah
- hasanah. Tiap huruf itu
- ada fadilahnya, kebaikan.
- Kemudian Allah Taala menyatakan wa asra
- amsaliha. Kemudian Allah Taala lipat
- gandakan menjadi 10 hasanah.
- Coba kita hitung.
- Kalau kita membaca Al-Qur'an di waktu
- subuh,
- itu di waktu subuh Allah Taala
- memerintahkan semua para malaikahnya
- untuk menyaksikan hamba Allah ini yang
- lagi membaca Al-Qur'an.
- il wa quranal fajr
- innal quranal fajri kana mashuda
- inna quranal fajr kana masyhud
- dan bacalah al-qurena
- baca al-qur di waktu subuh itu
- disaksikan oleh semua makhluk Allah
- Taala termasuk para malaikat yang ada di
- langit
- Biasanya hamba Allah yang mulia
- apa sebelum subuh atau sesudah subuh
- terserah fadal.
- Tapi jangan kita lewatkan kesempatan
- ini. Subhanallah.
- Jangan dilewatkan.
- Satu halaman itu satu halaman
- itu kira-kira antara 200 sampai 300
- huruf satu halaman. Satu halaman
- Al-Qur'an.
- Kalau kita membaca Al-Qur'an aja di
- waktu subuh,
- anggap aja umpama
- lima halaman. Lima halaman itu hanya dua
- lembar setengah.
- Rata-rata itu kira-kira satu halaman itu
- sekitar antara 250 300 huruf.
- Anggaplah 250
- satu halaman.
- 250 kalau dilipatkan dilipat gandakan
- oleh Allah Taala 10 kali
- sama dengan 2.500.
- Kalau 3 halaman aja 7.500.
- Ini waktu subuh sebelum kita bergerak
- memulai sesuatu, Allah Taala telah
- melimpahkan kepada kita 75.500
- hasanah yang kita lakukan.
- Dan ada hadis yang lain yang Allah Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mengingatkan
- bahwa ketika kita membaca Al-Qur'an
- atau kita dalam keadaan salat ya,
- para malaikat mengatakan kalau dia tahu
- dengan siapa dia
- berkata-kata berbicara maka dia tidak
- akan berhenti.
- Man yuriuatakallamu.
- Siapa yang menginginkan untuk berdialog
- dengan Tuhannya? Faqra Al Qur'an.
- Bacalah Al-Qur'an.
- Kita disaksikan oleh malaikat. Hanya
- kalau Allah menjawab kepada kita, tidak
- bisa kita dengar. Kita lihat aja enggak
- bisa.
- Tapi kita telah menuai.
- Masyaallah.
- kita. Apalagi kalau kita membicara ee
- membiasakan umpama subuh
- ya kita anggap aja
- membaca setengah juz.
- Setengah juz itu 10 halaman.
- Bayangkan 10 halaman
- keluar rata-rata 250 huruf. 2.500* 10
- lagi.
- Subhanallah sudah 2 juta hasanah.
- Walaupun kita tidak mau
- menghitung-hitung kebaikan yang kita
- lakukan, tapi itu merupakan
- satu support kepada kita. bahwa
- [berdehem] sebelum kita memulai
- pekerjaan kita,
- kita telah dianugerahi Allah Subhanahu
- wa taala kebaikan yang sangat banyak,
- amal saleh yang sangat banyak.
- Coba kita biasakan.
- Saya tidak mengajarkan, tapi saya
- artinya hanya memberikan saran saja.
- Karena Al-Qur'an ini Allahu Akbar yang
- Allah Taala menyatakan inal Quran
- yahillatiyawam. [berdehem]
- Al-Qur'an ini akan memberikan bimbingan
- petunjuk hidayah kepada kita yang tidak
- ada tandingan. Sangat kuat bermanfaat
- luar biasa.
- Subuh itu kita banyak kesempatan.
- Saya kira hampir enggak ada hamba Allah
- yang begitu bangun subuh terus cari
- sarapan.
- Pergunakan kesempatan
- sekalipun hanya 15 menit setengah jam.
- Apalagi kalau dia bisa menyelesaikan
- setengah juz. Apalagi kalau 1 juz.
- Masyaallah.
- Mungkin sesudah itu kita sibuk di luar
- kita bekerja selesai magrib pergunakan
- kesempatan.
- sebelum tidur.
- Masyaallah.
- Sehingga Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan, "Iqra Al-Qur'an
- fainna ya syafi'anahib yaumalqiamah."
- Perbanyaklah membaca Al-Qur'an
- karena itu nanti akan membawa syafaat.
- Di hadis yang lain, Rasul sallallahu
- alaihi wasallam menyatakan
- kita membaca banyak Al-Qur'an di dalam
- rumah yang banyak dibaca Al-Qur'an ya.
- Bukan bukan
- video ya, bukan video. Kita mendengar
- video ya boleh ada pahalanya kalau kita
- ikuti.
- Tapi kita juga perlu membaca Al-Qur'an.
- Rumah yang di dalamnya banyak dibacakan
- Al-Qur'an, maka rumah yang Allah berikan
- banyak kebaikan di dalamnya.
- Ya,
- jadi hamba Allah yang mulia, mari
- penutupnya
- karena waktu yang memisahkan kita
- penutupnya. Saya ingin ingatkan sedikit
- ini pernah saya sampaikan beberapa kali,
- tapi saya ingin ingatkan kembali supaya
- kita jangan lupa.
- Di ayat yang lain Allah Subhanahu wa
- taala mengingatkan kepada kita tentang
- Al-Qur'an
- yang Allah taala ingatkan kepada kita,
- wahada kitabun anzalnahu mubarak
- fattabiu wattaqu laallakum turhamun.
- Di [mendengus] ayat yang lain Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan wikrun
- mubarakunantum
- lahu
- subhanallah
- afantum bihi
- lailahaillallah astagfirullahalim
- hadikrun mubarakun anzalnahu
- afaantum lahu munkirun
- ini adalah Al-Qur'an yang penuh dengan
- keberkahan yang kami turunkan.
- Di ayat yang lain Allah Taala
- menyatakan, "Wada kitabun anzalnahu
- mubarakun."
- Dan ini
- Al-Qur'an yang kami turunkan penuh
- dengan keberkahan
- berulang-ulang. Dan juga ada di
- ayat-ayat yang lain. Berarti hamba Allah
- yang mulia, Al-Qur'an itu merupakan
- sumber keberkahan
- yang Allah Taala
- sediakan. untuk kita.
- Berarti begitu subuh kita membaca
- Al-Qur'an, kita memulai
- memulai
- hari kita itu dengan keberkahan.
- Malam kita baca Al-Qur'an, kita tidur
- dengan keberkahan.
- Kita baru megang aja Al-Qur'an,
- keberkahan sudah mengalir dalam diri
- kita. Megang untuk dibaca.
- Jadi umpama kita
- contoh aja kita berpikir atau kita niat,
- "Ya Allah sebelum tidur ana mau ingin
- baca Al-Qur'an."
- Kita baru megang aja Al-Qur'an. Baru
- megang
- itu keberkahan sudah mengalir ke dalam
- diri kita.
- Dan manusia itu memerlukan keberkahan.
- rongga-rongga tubuh kita itu memerlukan
- ada keberkahan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Jadi ketika seorang itu
- membiasakan dirinya membaca Al-Qur'an
- baik di waktu subuh atau setelah seing
- magrib atau ketika dia akan tidur,
- lidahnya ini dia membiasakan
- memperbanyak zikir kepada Allah dengan
- Al-Qur'an.
- Lidahnya ada keberkahan.
- Masyaallah.
- Suaranya ada keberkahan. rongga-rongga
- tubuhnya ada keberkahan. Subhanallah.
- Subhanallah.
- Untuk itu hamba Allah yang mulia, para
- pendengar dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala, jangan kita sia-siakan Al-Qur'an.
- Satu buku yang luar biasa. Firman-firman
- Allah yang mempunyai kekuatan yang luar
- biasa. Nah, kalau umpama sekarang ini
- kan sudah canggih. Dulu kita harus
- membawa Quran ke mana-mana.
- Hm. Sekarang kan Quran kita bisa
- download
- di HP.
- Justru itu kalau kita download HP dalam
- ee Quran dalam HP, jangan kita download
- yang macam-macam, yang porno-porno, yang
- tidak-tidak. Jangan. Jangan digabungkan
- Al-Qur'an dengan sesuatu yang dilarang
- oleh Allah Subhanahu wa taala sehingga
- keberkahan. Begitu kita buka Al-Qur'an
- pada saat itu dia berfungsi sebagai
- Al-Qur'an.
- Iya.
- Ketika kita membaca mengalir keberkahan
- dalam diri. Mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala akan menjaga
- keberkahan kita dengan Al-Qur'an.
- Amin.
- Kalau ada yang salah kepada Allah saya
- mengharapkan magfirannya. Willallahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian manat telah kita
- bersama-sama simak tausiah sore bersama
- Ustaz ZM. Mahmid, keagungan dan
- keistimewaan Al-Qur'an. Semoga kita
- tambah cinta, semoga kita tambah terus
- membaca Al-Qur'an setiap hari. Tadi
- sudah sampaikan Ustaz setelah selesai
- salat di mana pun kita berada semoga
- keberkahan selalu menyertai kita yaat.
- Ya sudah banyak ustaz yang bergabung di
- WhatsApp Rasil yang bertanya maupun yang
- menyapa kita
- di sore hari ini. Ada Bapak Ahmad
- Rasyidin sedang menyimak. Terima kasih
- Ustaz atas nasihat dan tausiahnya. Bapak
- Yuman di Gunung Putri. Bapak Asep juga
- Bapak ee Muhammad ya sedang menyimak di
- mobil melalui ee melalui Radio Rasia dan
- juga Bapak
- Tejo Sukmono, Bapak Nur Sumiatno, ada
- juga Bapak Imam Pratomo, Ibu Alih Yahya,
- Ibu Anisani Hudah Eyang Sri, ada Bapak
- Amsir Tabrani juga sedang menyimak
- Pakahian Rohili,
- ada juga Ibu Tati, Bapak Edwin juga
- sedang menyimak kita di sore hari ini
- dan banyak lagi yang sudah menginginkan
- WhatsApp. Terima kasih banyak Iwan
- Nawat. Tidak saya bisa bacakan semua
- sapaan-sapanya karena banyak sekali. Ini
- yang bertanya yang pertama saya bacakan
- dari
- Ibu Rahma di Bekasi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz Jmid.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, apakah ada
- tanda-tanda dan ciri-ciri yang bisa
- diketahui bahwa Al-Qur'an yang kita
- selalu baca dan hafalkan sudah berada
- dalam hati, tidak sekedar di lisan saja.
- Terkadang ada yang sering membaca
- Al-Qur'an tapi hatinya masih keras,
- ucapannya masih kasar. Bukankah
- seharusnya Al-Qur'an membukakan hati
- pembacanya? Mohon nasihatnya, Pak Ustaz.
- Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali Muhammad. Justru itu kalau kita
- akan membaca Al-Qur'an. [berdehem]
- Usahakan jangan kita lupa. Minta kepada
- Allah.
- Minta kepada Allah.
- Ya Allah
- jadikanlah hidupku
- bagian daripada Al-Qur'an
- atau Ya Allah penuhilah hatiku dengan
- Al-Qur'an.
- Atau kita bisa, "Ya Allah, Allahumma
- jaalni min ahlil Quran. Ya Allah,
- jadikanlah aku daripada ahlil Quran."
- Selesai baca, minta kepada Allah Taala.
- Nah, kita pun di dalam salat itu
- diajarkan oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Selesai salat
- kita minta kepada Allah, Allahumma ainni
- ala zikrika wa syukrika wusni ibadat.
- Jadi memang kita membaca Al-Qur'an itu
- memang untuk melembutkan hati. Benar
- menjadi obat untuk hati kita. Benar.
- Perbanyak kita baca Al-Qur'an. Nah,
- jangan jadi begini. Jangan kita patah
- hati karena ada kadang-kadang
- ya saya anggap itu fatwa yang agak
- keliru
- bahwa orang yang membaca Al-Qur'an kalau
- dia enggak ngerti artinya tidak ada
- pahalanya.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyuruh kepada kita iqra Al-Qur'an.
- Perbanyaklah baca Al-Qur'an. Nanti dia
- akan membawa manfaat kepada kita.
- Berarti ada pahalanya, fadilahnya. Orang
- menyingkirkan batu dari jalan aja ada
- fadilahnya.
- Iya.
- Masa kita memegang firman Allah kemudian
- membaca firman Allah Taala enggak ada
- fadilahnya dari Allah. Rasul sallallahu
- alaihi wasallam sudah menyatakan tiap
- huruf itu satu. Apa?
- Allah Taala lipat gandakan menjadi 10
- fadilah, 10 hasan. Jadi
- ada bagusnya ketika kita membaca
- Al-Qur'an, kita mulai dengan minta
- berdoa kepada Allah
- supaya Allah Taala melembutkan hati
- kita. Jadi soal nanti Allah Taala
- melekatkan di dalam hati kita atau tidak
- itu kita serahkan kepada Allah Taala.
- Kita minta kepada Allah Taala insyaallah
- terjawab.
- Baik dari Bapak Baron Albatawi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Pak Ustaz, kenapa masyarakat Islam
- kebanyakan malas baca Al-Qur'an? Apakah
- itu
- padahal itu kitab sucinya mereka lebih
- tertarik membaca medsos, WA, dan lain
- sebagainya. Apakah faktor keimanan atau
- makanannya atau apa penyebabnya seperti
- itu, Pak Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalloli ala sayyidina
- Muhammad wa ala ali Muhammad. Jadi
- begini, [berdehem]
- Rasulullah sudah menyarankan kepada kita
- untuk baca, perbanyak baca Al-Qur'an.
- Quran sudah menyatakan kepada kita bahwa
- Quran ini penuh dengan keberkahan.
- Tinggal balik kepada diri kita
- masing-masing.
- Apa kita akan mengikuti tuntunan medsos
- atau kita akan mengikuti tuntunan Allah
- dalam Al-Qur'an?
- Karena kita diciptakan oleh Allah Taala.
- Allah lebih mengetahui semua susunan
- rongga badan kita ee organ-organ kita.
- Allah lebih mengetahui ketika kita
- membaca Al-Qur'an
- itu juga bermacam-macam faktor
- keberfkahan, faktor kesehatan, faktor
- kebaikan Allah Taala limpahkan kepada
- kita. Tinggal kerugian kita, kebodohan
- kita sendiri.
- I
- yang kita tinggalkan Al-Qur'an kemudian
- kita lebih banyak menghabiskan waktu
- dengan medsos.
- Insyaallah terjawab.
- Beralih ke pertanyaan dari Ceterep Bogor
- dari Ibu Titik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apaan ini ada tiga pertanyaan yang akan
- saya sampaikan, Pak Ustaz? Yang pertama,
- adakah penjelasan di dalam Al-Qur'an
- mengenai perbedaan antara roh dan sukma?
- Apakah betul orang yang sedang tidur
- rohnya tetap di badan dan sukman keluar
- dari badannya? Contohnya dalam mimpi.
- Apakah roh orang gila tetap melekat di
- badan namun tempat sukmanya diambil alih
- oleh jin? Mohon penceranya, Pak Ustaz.
- Oke.
- Jadi begini, sukma ini bahasa Indonesia.
- Roh bahasa Arab, [berdehem]
- nafs bahasa Arab.
- Jadi kalau Ibu maksud dengan sukma
- itu kadang-kadang dikatakan jiwa kan.
- Jiwa itu dia roh. Roh itu ya nafs.
- Jadi enggak ada bedanya antara roh dan
- sukma. Cuma bahasa Indonesia
- diterjemahkan daripada kata roh atau ee
- nafs.
- Banyak Allah Taala mempergunakan kalimat
- nafs di dalam Al-Qur'an. Karena ee di
- dalam kitab Ibnu Katsir mengatakan
- ketika roh sudah masuk ke dalam badan,
- maka lebih banyak Allah mempergunakan
- kalimat nafs. Jadi sukma dan roh itu
- tidak ada beda. Nah, mengenai orang gila
- apa rohnya di diangkat ee sukmanya
- diangkat. Sukma ini bahasa Indonesia
- sukma itu artinya nafs. Sama juga, Bu,
- jiwa, roh.
- Tetap kalau rohnya sudah diangkat ya dia
- mati. H
- ya meninggal dunia rohnya masih ada,
- masih tetap ada. Justru itu Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mengingatkan
- karena begini, orang gila itu itu
- merupakan satu benturan cobaan dari
- Allah Subhanahu wa taala.
- Ya. Sehingga Rasulullah mengingatkan
- yang kita perlu tangisi bukan orang yang
- meninggal dunia, tapi orang yang Allah
- cobai dengan dia mendapat sak gila. Jadi
- otaknya dia ini
- apa dihentikan oleh Allah Taala?
- Wallahuam. Tapi pada saat itu
- hanya Allah Taala yang lebih mengetahui
- tapi tetapnya rohnya masih di badannya,
- nafsnya masih ada.
- Nah, mengenai ee pertanyaan yang ketiga
- itu, yang kedua atau yang ketiga?
- Sebentar.
- Ee
- tertidur ya? Saya lupa. Hah. Oh, orang
- yang tidur.
- Orang yang tidur itu memang rohnya
- digenggam oleh Allah subhanahu wa taala
- dan dikembalikan sesudah dibangun. Dia
- akan bangun. Tapi ada orang yang tidur
- digenggam oleh Allah Taala dan sudah
- tidak dikembalikan lagi. Itu dalam
- Al-Qur'an insyaallah terjawab.
- Baik, Bapak Him di Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz,
- Ustaz, saya selalu membawa Al-Qur'an di
- mobil dalam niatan kalau habis salat ada
- waktu saya baca. Tapi terkadang
- tapi terkadang enggak ada waktu
- dikarenakan sibuk di perjalanan. Apakah
- kita berdosa, Ustaz, kalau Al-Qur'an
- hanya di bawah-bawah saja? Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad waa ali sayyidina
- Muhammad.
- Anda baru niat aja begitu itu Allah
- Taala telah catat. Baru niat ya. Ya.
- Kemudian karena kesibukan
- enggak sempat untuk dibaca.
- Sebenarnya ada aja kalau kita mau atur
- waktunya ada aja yang bisa dibaca. Tapi
- ketika ada terkadang anda baca terkadang
- tidak sempat itu anda tidak berdosa.
- Malahan Anda baru niat aja Allah Taala
- sudah catat kebaikannya.
- Tapi usahakanlah
- untuk supaya ada kesempatan untuk
- dibaca.
- Contoh aja kalau umpama tiap kita, kita
- kan kalau dalam perjalanan kita berhenti
- untuk salat ya sudah kita zikir pendek
- baca subhanallah, subhanallah,
- alhamdulillah, alhamdulillah dan
- seterusnya. Itu paling-paling cuma 3
- menit.
- H
- bacalah Al-Qur'an sekalipun cuma 5
- menit.
- Tapi setidak-tidaknya
- Anda penuhi niat Anda itu, itu
- masyaallah
- pasti ada fadilahnya. Tidak sempat baca,
- ada penyesalan
- itu Allah Taala lebih tahu. Penyesalan
- itu merupakan sesuatu niat baik bahwa
- Anda tidak sempat melaksanakan amal yang
- baik.
- Iya,
- itu dicatat oleh Allah Taala juga dengan
- satu kebaikan. Insyaallah jajawab.
- Insyaallah.
- Bapak Yusman. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustazam
- warahmatullah.
- Al-Qur'an dapat menjadi teman kita di
- alam kubur dan bisa menjadi syafaat.
- Pertanyaannya, apakah hanya dengan
- membaca saja kita bisa mendapatkan hal
- seperti itu, Pak Ustaz? Atau ataukah
- harus mentadaburinya dan menjalankan
- semua perintahnya? Demikian.
- Subhanallah.
- Pertanyaan yang sangat bagus. Jadi
- begini.
- kita membaca itu kita juga perlu
- mempelajari.
- Justru itu di dalam Al-Qur'an [tertawa]
- Allah Taala ingatkan kepada kita
- sekalian,
- afala yatadabbarunal Quran
- walau minhairillah.
- Tidakkah
- Quran? Tidakkah kalian ini mempelajari
- Al-Qur'an,
- memperhatikan tentang isi Al-Qur'an?
- Kalau kita membaca aja fadilahnya pasti
- ada
- dengan hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Ya, bukan saya yang memutuskan
- berdasarkan hadis Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Tapi kalau kita ingin
- jadi lebih baik quality-nya kita sebagai
- seorang muslim,
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan, "Khairukum man taalamal
- Quran waam."
- Yang terbaik bagi kalian adalah belajar
- Al-Qur'an. Belajar bukan hanya sekedar
- belajar membaca, tapi kita belajar juga
- memperhatikan maknanya.
- Kita kan umpama bukan hidup di negeri
- Arab, tidak ngerti bahasa Arab. Sekarang
- kan sudah banyak terjemahannya. Bahasa
- apa aja sudah ada. Kita lihat juga
- terjemahannya.
- Kita baca Al-Qur'an kita lihat
- terjemahan. Insyaallah terjawab.
- Baik, Bapak Dalhar sedang menyimak.
- Mohon doanya, Ustaz. Untuk kesehatan
- saya Bapak Nana Sumarna juga ada Ibu
- Hajah Sedah baru selesai dioperasi.
- Mohon doa untuk kesehatan.
- Allahum insyaallah Allah
- yaab ya Allah
- yaahim
- amin ya Allah ya
- insyaallah cepat sembuh Allah taala
- menurunkan syafa asyifa dan Allah
- kembalikan dalam keadaan afiah
- insyaallah
- amin ya Allah silakan
- Ustaz yang terakhir Ustaz ya yang
- terakhir dari Bapak Ruslan di Jakarta
- Timur Pak Ustaz asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh ituam
- ee di dalam Al-Qur'an ee di dalam
- keterangan Al-Qur'an Allah mempercayakan
- amanah kepada manusia.
- Ada yang mengatakan kalau orang
- diamanahi jabatan itu musibah. Padahal
- manusia suka berbuat zalim. Tapi kenapa
- ada orang yang berlomba-lomba berburu
- jabatan yang kadang giliran menjabat
- bingung karena jabatan yang dipikul
- bukan bidangnya. Apa itu? Apakah itu
- musibah apa bala bencana, Pak Ustaz bagi
- manusia? Demikian.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ali
- Muhammad. Ini pertanyaan terakhir.
- Iya.
- Oke.
- K waktu
- sebelum sebelum saya jawab pertanyaan
- ini, saya ingin menyampaikan kepada para
- pendengar sekalian,
- kami sekarang juga lagi membuka
- pendaftaran untuk mengikuti tahfidul
- Quran.
- I
- mengajarkan untuk menjadi hafidah tapi
- hanya khusus untuk putri.
- ee tinggal di dalam
- ee makan semua ditanggung dalam tidak
- ada uang pendaftaran, tidak ada uang
- masuk tidak ada uang bulanan, total
- gratis.
- Masyaallah. kita buka di Cibadak dekat e
- Sukabumi.
- Cibadak Sukabumi.
- Jadi kepada Iya. Kepada mereka yang
- ingin mendaftar
- ee silakan hubungi nomor telepon 0857
- 1072
- 9353.
- Saya ulangi lagi. 0857
- 10729353.
- untuk putri yang mulai berumur dari 15
- tahun tamat SMP ya 15 tahun sampai umur
- 22 tahun program 2 tahun
- h
- tidak ada kewajiban kalau sudah selesai
- bahwa harus ee berbakti atau apa namanya
- untuk mengajar tidak jadi begitu selesai
- kita berikan diploma
- tidak ada kewajiban apa-apa insyaallah
- kewajibannya hanya jangan lupa untuk
- tetap
- mengulang-ulangi supaya tidak lupa, ya.
- Nah, pertanyaan tadi
- di zaman Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- pernah ada yang meminta jawab ee jabatan
- kepada Rasulullah tapi ditolak oleh
- Rasulullah.
- Dan para mufassirin mengatakan jabatan
- itu jangan kita minta.
- Sehingga ada salah seorang sahabat Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- kepadanya, "Anda tidak cocok untuk ini
- karena saya lebih tahu kemampuan Anda."
- Kira-kira begitu Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi memang orang
- berlomba-lomba ingin mendapatkan jabatan
- karena ketika dia dapat jabatan ini
- bukan dengan niat sebagai amanah untuk
- menyampaikan amanah ini kepada mereka
- yang berhak menerima. Dengan kalimat
- yang lain, jabatannya ini bukan lagi
- sebagai amanah, tapi dijadikan sebagai
- posisi untuk mengumpulkan harta,
- mengumpulkan keuntungan, ya. Dijadikan
- sebagai tempat berpijak untuk memperkaya
- diri. Sudah bukan lagi sebagai amanah
- yang dia harus lanjutkan kepada mereka
- yang berhak untuk menerima.
- Justru itu Allah Taala ingatkan dalam
- Al-Qur'an, innallahurukumul
- amanati ahliha.
- Allah Taala mewajibkan kepada kalian
- untuk menyampaikan amanah Allah itu
- kepada mereka yang berhak menerima.
- Contoh aja
- kalau ada pendaftaran di kejaksaan
- umpama yang akan diterima cuma 100
- orang.
- Yang melamar biasanya 400 orang.
- Dari 400 orang ini yang melamar
- wallahuam mungkin ada yang niat baik
- tapi ada yang niat ya pikir wah ini
- kejaksaan bisa dapat duit banyak ini.
- Gampang gampang duit duit gampang.
- Ya, begitu dapat posisinya
- dipergunakan untuk mendapatkan duit H
- atau hakim begitu juga padahal amanah.
- Jadi kalau dia menjadi jaksa, dia
- menuntut di dalam penuntutannya
- menuntut yang benar. Jangan diada-adakan
- tuntutannya.
- Karena itu Anda mengada-adakan
- tuntutannya sama dengan ya Anda bikin
- preservasi di jahanam. Karena Rasul
- sallallahu alaihi wasallam telah
- mengingatkan baik jaksa atau hakim kalau
- ada tiga yang dua finar
- algan finar waladi fil jannah. Yang dua
- itu menjadi penduduk neraka. Karena
- mengapa? Karena mereka suka
- mengada-adakan.
- Menyalahkan mereka yang tidak bersalah
- ya. membenarkan kepada orang yang
- bersalah karena ada faktor yang lain.
- Bukan menyampaikan amanah yang Allah
- Taala perintahkan untukilu
- waqrabul taqwa. Berbuat adillah. Karena
- keadilan itu adalah sangat-sangat dekat
- dengan ketakwaan. Menjadi saudara kembar
- ketakwaan. Seorang yang berbuat tidak
- adil sama dengan dia menghancurkan
- ketakwaannya dia kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Jadi memang ya tidak usah
- heran kalau orang berlomba-lomba untuk
- menjabat sesuatu
- apa dia menteri apa atau menteri apa
- karena mereka lihat di situ ada banyak
- uang
- bukan berniat untuk menyampaikan amanah
- Allah karena rakyat ini sudah terlalu
- banyak menderita
- kan. Jadi itu merupakan amanah yang
- berat kepada manusia.
- Tapi sebenarnya kalau dia berbuat adil
- itu amanah menjadi ringan di atas
- pundaknya. Karena ada orang pernah
- bertanya kepada Rasulullah, "Ya
- Rasulullah ee terangkan akhbirni afqal
- minal Islam." Ya Rasulullah terangkan
- kepadaku yang paling berat dalam Islam.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan alamanah.
- Amanah
- ketika kita bersyahadat ashadu alla
- ilahaillallah wa anna muhammadar
- rasulullah. Nah, ini amanah dari Allah
- kepada kita. Eh, dari ee amanah kita
- kepada Allah untuk bertanggung jawab
- dengan kalimat yang kita lakukan tadi.
- Ketika kita salat, kita mengatakan iyaka
- na'budu wa iyaka nastain.
- Itu menjadi amanah kita kepada Allah.
- Bahwa hanya kepada Allah aku
- menyembah.
- Ee kepada Allah aku menyembah, aku
- bersujud. Ya,
- aku haturkan segala ibadahku dan kepada
- Allah iyaka na'budu wa iyaka nastain
- ihdinasiratal mustaqim
- dan tunjukkanlah jalan yang istiqamah.
- Kemudian sesudah itu kita nyeleweng
- ya korupsi.
- Hak hamba Allah kita enggak berikan.
- Hak keadilan yang dia minta
- kita tidak berikan.
- Ya, kita berkhianat kepada Allah
- Subhanahu wa taala
- dan sama dengan kita membikin reservasi
- diri kita di api neraka. Insyaallah
- terjawab.
- Baik, Ustaz. Alhamdulillah semua
- pertanyaan sudah dibacakan. Mungkin
- sebelum ditutup, Ustaz disimpulkan tema
- kita di sore hari ini.
- Kesimpulannya, bismillahirrahmanirrahim.
- Jadikanlah Al-Qur'an itu sebagai bagian
- dari kehidupan kita. Al-Qur'an bagian
- dari kehidupan kita. Karena roh manusia
- itu sangat-sangat dekat dengan
- Al-Qur'an.
- Roh manusia. Jangan kita jauhkan
- Al-Qur'an dari roh kita,
- dari naf kita.
- Waminallahi taufik wal hidayah.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahaillallah wa anna muhammadar
- rasulullah. Ntagfiruka waubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian manwat tausiah
- sore bersama Ustaz Z M. Wahmid membahas
- tema mengenai keagungan dan keistimewaan
- Al-Qur'an. Semoga apa yang disampaikan
- banyak manfaat untuk semuanya. Saya yang
- bertugas Pak Haremani Neza dan Yusuf
- semu pamit. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikum.