Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. [musik] 0:12 Asalamualaikum warahmatullahi 0:13 wabarakatuh, Bang Toni. 0:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:16 wabarakatuh, Mas Angga dan seluruh 0:17 pendengar Rasil di mana pun berada. 0:20 Sehat, Bang Toni, ya? Alhamdulillah 0:22 sehat. 0:23 Bang Toni ee kapan terakhir kali naik 0:27 kereta baik KRL maupun kereta jarak jauh 0:30 ini sengaja nanya nih. 0:33 Saya KRL itu sekitar 2 bulan lalu kali 0:37 ya. 0:38 2 bulan yang lalu ya. 0:39 2 bulan lalu 0:40 kita turut prihatin ya dengan kecelakaan 0:42 yang terjadi ya Bang Toni ya. 0:44 Iya. Iya. 0:44 Ternyata ini menjadi sorotan. 0:48 Iya. menjadi sorotan banyak pihak Bang 0:50 Toni dari mulai presiden dan 0:51 menteri-menteri semuanya kan memberikan 0:53 e komentarnya. Nah, rakyat seperti biasa 0:56 mana komentarnya yang pas, mana 0:59 komentarnya yang enggak pas bahkan ada 1:03 komentar yang nyebelin gitu ya. Ini 1:05 menteri kok enggak ngerti apa gitu ya. 1:07 Nah, lalu ada juga komentar yang ee 1:09 betul-betul cerdas gitu ya kan 1:11 memberikan ee solusi dari problem 1:14 masalah ee perhubungan kaitannya dengan 1:17 ee fasilitas dan juga infrastruktur ee 1:20 perkereta perkereta apian yang selama 1:23 ini sebenarnya KAI itu dipuji ya dengan 1:25 fasilitasnya tapi sekarang diuji dengan 1:28 kecelakaan. Namun, Bang Toni itu nanti 1:30 bisa dikomentari. N ee ada beberapa hal 1:33 yang akan kita angkat di pagi hari ini. 1:35 Di antaranya resavel kabinet yang 1:37 dilakukan oleh Presiden Prabowo. Tempo 1:41 seperti biasa dengan judul resaple 1:43 kabinet basa-basi katanya judulnya. 1:45 Prabowo mengumpulkan barisan 1:47 pendukungnya dalam kabinet yang ee 1:50 syarat ee politik akomodasi. Ya kan 1:53 istilah ya syarat politik akomodasi. Ini 1:55 kita lihat ada nama Dudung Abdurrahman 1:57 Bang Toni Kepala Kantor Staf 1:59 Kepresidenan. Ada juga nama Jumhur 2:01 Hidayat. Ini ada yang mengatakan bahwa 2:04 ini sahabatnya Anis banget nih. Bahkan 2:05 disebut e koordinatornya Abah gitu ya 2:08 yang menjadi Menteri Lingkungan Hidup ee 2:11 dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan 2:12 Hidup. Ada juga Hanif Faisal Kemenk 2:14 Bidang Pangan Muhammad Qodari ini hanya 2:17 bergeser aja sepertinya beberapa meter 2:20 gitu ya. ee menjadi Kepala Badan 2:22 Komunikasi Pemerintah. Ada juga Hasan 2:24 Nasbi, Nasehat khusus Presiden bidang 2:26 komunikasi ee dan juga Abdul Kadir 2:30 Karding, Kepala Badan Karantina 2:32 Indonesia. Ada yang melihat bahwa 2:35 resavel itu enggak pas. Ada 2:37 catatan-catatan menteri yang 2:40 sangat ee tidak memuaskan gitu ya. Malah 2:44 dibiarkan gitu ya, enggak diganti gitu. 2:47 ee tapi ini ee sepertinya menjadi 2:50 langkah politik ee Prabowo atau hanya 2:55 sebagai ornamen aja gitu ya. Nah, nanti 2:58 Bang kita perlu ee analisa ini gitu. 3:01 Lalu juga kaitannya dengan ee orang 3:05 melihat dari nama-nama di resavel ini ke 3:08 mana Anis gitu ya. Kok sekarang 3:11 sepertinya tidak menjadi news maker lagi 3:13 nih ee Anis Baswedan gitu. Nah, analisa 3:15 Bang Toni sebenarnya karir politiknya 3:17 Anis dengan bayang bukan bayang-bayang 3:20 maksudnya karena ada media yang 3:23 memposisikan di belakangnya itu ada 3:24 Suryapalo, ada Yusuf Kala gitu ya. Yang 3:26 dua-duanya sekarang sebenarnya sedang ee 3:29 ee memasuki masa genting ya. Bagaimana 3:33 Bang Toni kita beberapa hal itu selain 3:34 nanti juga disinggung tentang komunikasi 3:36 ee publik ee para pejabat ketika 3:39 peristiwa kecelakaan terjadi. 3:43 Iya. [berdehem] 3:44 Ee yang pertama kita ikut prihatin ya 3:49 mengucapkan bela sungkawa kepada 3:52 saudara-saudara kita sebangsa yang dan 3:55 setanah air yang 3:58 [berdehem] ee kehilangan saudaranya 4:01 ee dalam kecelakaan kereta kemarin 4:05 ee kalau enggak salah di media ada 4:07 sekitar 14 orang meninggal dan puluhan 4:10 orang 4:11 dirawat di rumah sakit ya. 4:14 [berdehem] ini e menjadi sebuah 4:15 keprihatinan bagi kita semua rakyat 4:18 Indonesia. Ee kita berharap ke depan ini 4:22 menjadi satu entry point ya bagi 4:25 pengelola kekereta apian untuk 4:28 memperbaiki terutama di dalam sistem ee 4:31 keamanan ya. Jadi ee jangan hanya setiap 4:34 peristiwa kita ramai terus kemudian 4:37 setelah itu ee menjadi isu kuat ya ee 4:42 menjadi pembicaraan publik lalu 1 bulan 4:45 menguap apalagi kemudian muncul isu yang 4:47 lain dan seringki 4:50 ritmenya seperti itu. Ini yang kemudian 4:53 harus diperbaiki substansinya. Artinya 4:57 di dalam ee ketika muncul kasus kemudian 4:59 dipetakan masalahnya apa saja. bukan 5:01 hanya soal masalah ee apa keamanan, tapi 5:04 juga masalah yang lain-lain gitu loh. 5:07 Harus kemudian dipetakan seluruhnya 5:09 secara komprehensif lalu kemudian 5:11 diberikan solusi. Kalau kita bisa 5:13 membangun IKN dengan ratusan triliun dan 5:17 ya saya pikir 5:19 demi keamanan dan demi kenyamanan serta 5:22 demi ketertiban transportasi di 5:25 antaranya kereta api saya pikir ee 5:27 enggak sampailah sampai setun e 5:30 ratusan-ratusan triliun itu ya artinya 5:33 ee demi untuk kepentingan eh public 5:36 service ya mestinya ee kita ke negara 5:39 tidak pelit untuk mengeluarkan biaya 5:42 ya ke anggaran kalau kemarin katakan 5:44 dalam 4 triliun saya pikir terlalu 5:46 sedikit kalau kemudian untuk melayani 5:49 rakyat dalam konteks ya jangka panjang 5:52 di dalam pengereta apian ini kan kita 5:54 belajar [berdehem] dari 5:57 ee 5:59 apa pesawat terbang misalnya ya ketapa 6:02 mitigasinya itu luar biasa dan itu 6:05 ee jauh dari kereta api ya artinya apa 6:11 ee ee kalau kemudian semua di diterapkan 6:14 ada sinyal jarak sekian kilo ada 6:18 ketahuan bahwa ee rel itu diinjek oleh 6:21 ee benda berat mobil kah apa kemudian 6:25 ee taksi, truk atau kemudian ada kereta 6:28 di situ ada itu mestinya sinyalnya 6:30 bunyi. untuk membuat sistem seperti ini 6:32 kan memang butuh biaya, tetapi kan juga 6:35 negara mampu untuk membiayai itu ya. 6:37 Karena apa? Ini berkaitan dengan nyawa 6:39 begitu banyak orang 6:41 ya 6:42 ya eh yang menaik kereta itu kan ratusan 6:45 orang. Ketika terjadi sedikit pasti akan 6:48 ada ee kematian yang sampai puluhan 6:51 orang ya. Sampai kapan ini terjadi? ee 6:56 lintasan-lintasan yang disebutkan oleh 6:58 Pak Prabowo itu ada 1 ada 800000 atau 7:02 berapa itu saya pikir ee ini perlu juga 7:05 di apa ee perlu dibaca ulang ya artinya 7:09 tentang angka itu ya saya [berdehem] 7:11 lupa persisnya ya itu banyak sekali saya 7:14 pikir itu juga bisa di ee ditangani ya 7:18 secara baik ya dan terukur. Begitu juga 7:21 kita lihat bahwa ee di daerah-daerah 7:24 padat terutama di lintasan KAI itu ada 7:28 tanah KAI yang dipakai oleh masyarakat 7:31 kan artinya ada hunian-hunian liar ya 7:34 ya hunian liar begitu banyaknya luar 7:37 biasa dan itu seperti sudah dikelola 7:40 berpuluh-puluh tahun pertanyaannya ya ee 7:43 memang betul itu memiliki garis sejarah 7:47 yang panjang bahkan puluhan tahun sejak 7:49 Orde Baru 7:50 Tapi apakah kemudian itu tidak bisa 7:52 ditertibkan? 7:53 Apakah negara kemudian membiarkan 7:56 ketidaktertiban ini terus-menerus? Ya, 7:58 apakah memang ee tidak tidak memiliki 8:01 cukup anggaran untuk menertibkan itu? 8:04 Ya, ini ee ini situasi menurut saya ada 8:10 trigger ya, ada entry point, ada 8:13 peristiwa yang negara bisa masuk untuk 8:15 menertibkan itu menjadi sebuah alasan 8:18 yang kuat sehingga mendapatkan dukungan 8:20 rakyat yang kuat gitu loh. Kita tahu kok 8:22 ada preman-preman yang ikut e mengelola 8:25 itu ya. Tapi masa si negara kalah dengan 8:28 preman kan? Negara kalah dengan sejarah 8:31 yang kelam ya. justru munculnya negara 8:35 itu ya untuk memperbaiki kekelaman itu 8:39 ya untuk menertibkan yang tidak tertib 8:41 itu ya di dalam pengereta apian kita 8:43 harus apresiasi sejak zonan memang ee ee 8:47 keamanan relatif lebih baik ee 8:48 kenyamanan juga lebih baik fasilitas 8:51 juga lebih baik gitu ya. Ini ee ada satu 8:54 prestasi yang menurut saya perlu kita 8:57 apresiasi ya. ee kita tidak boleh juga 9:00 tutup mata atas perkembangan atau 9:02 perubahan demi perubahan dalam rangka 9:04 perbaikan itu. Tetapi di sisi lain ya 9:07 masih banyak peristiwa masih banyak ya 9:10 masih banyak masalah yang harus 9:12 diselesaikan ya jangan dinubukkan oleh 9:15 perbaikan yang sudah ada tetapi juga 9:18 kita harus buka mata terhadap ee ee 9:20 masalah yang ke depan itu akan bisa 9:23 menjadi besar. Mereka perlu 9:25 langkah-langkah proaktif, tidak saja 9:27 reaktif tapi proaktif terhadap problem 9:29 yang ada di perita. Dan saya pikir ini 9:31 tidak hanya di kepengkereta apian tapi 9:33 juga di berbagai ee sektor ya ee 9:36 khususnya terkait dengan layanan publik 9:39 atau public service ya ee khususnya 9:41 transportasi. Dan kita saya teringat 9:44 dulu ketika saya awal jadi mahasiswa 9:46 saya membaca sebuah buku ee bukunya Cak 9:50 Nur Nurkules Masjid. dia menyinggung 9:52 tentang tulisan ee yang ditulis oleh 9:56 media Australia. Media Austral itu 9:59 mengatakan bahwa saya waktu itu belum ke 10:02 Jakarta ya, 10:03 media Australia mengatakan bahwa lalu 10:04 lunitas Indonesia itu seperti hutan 10:06 belantara. 10:09 Ee ketika saya ke Jakarta atau pindah ke 10:11 kota besar baru sadar memang betul ya 10:14 seperti hutan belantara. Jadi betapa 10:19 karut-marutnya 10:20 ee lalu lintas kita ya karena transapi 10:24 publik public transportation-nya itu 10:26 bermasalah gitu loh. Tidak jauh dari 10:28 memadai. Kalau public transportation-nya 10:31 itu bagus ya ee saya pikir 10:35 ini akan mengorek. Kita bayangkan hari 10:37 ini kita tidak membayangkan bagaimana 10 10:39 tahun ke depan, 20 tahun ke depan gitu 10:41 ya. E kebijakan hari ini mesti dihitung 10:45 dikalkasi dengan mempertimbangkan 10 20 10:49 30 tahun ke depan itu, Mas Angga ya. 10:52 Waktu terbatas kita masuk ke 10:55 resavel kabinet ya. 10:57 H 10:58 eh soal komentar-komentar para menteri 11:00 ya. Menteri macam-macam kadang-kadang 11:02 kepengin muncul, kepengin berkomentar 11:04 gitu ya. Yang tidak bidangnya enggak 11:06 usah berkomentarlah. Kalau so ditanya 11:08 oleh wartawan, enggak usah seksilah, 11:11 enggak usah enggak usah genit gitu loh. 11:13 Tanya kepada wartawan, gimana ma itu 11:16 tanyakan kepada tupoksinya menteri apa 11:19 kemudian ee ee ee ee Dirjen atau 11:22 direktur atau Kementerian Perhubungan 11:24 jangan tanya ke saya dong gitu loh. 11:27 Jangan kemudian genit gitu loh ikut 11:29 komentar apalagi kemudian ngomentari di 11:31 e media sosial gitu loh. Jangan 11:33 genit-genitlah. Kalau cuman kemudian 11:35 ikut berbela sungkama it's oke, it's 11:38 oke. Tapi kalau kemudian komentar yang 11:40 lain-lain kalau bukan topoksinya 11:41 enggaklah ya. Kalau kalau komentator 11:43 seperti saya kan bebas gitu loh. J 11:46 memang [tertawa] tugasnya berkomentar 11:47 bukan pejabat. 11:49 Iya bukan pejabat tidak memiliki ini 11:51 khusus gitu loh ya. Saya berkomentar pun 11:54 bidang-bidang tertentu saya tidak bisa 11:55 masuk kepada substansi substansi yang 11:58 bukan ee apa bukan keahlian saya juga 12:01 gitu. Oke. ee terkait dengan resevel 12:05 kabinet yaik [berdehem] 12:09 ketika terjadi resevel kabinet ya baik 12:12 itu pada masa Pak SBY, pada masa Bu Mika 12:15 ee kemudian pada masa Pak Jokowi, pada 12:18 masa Pak Prabowo saya selalu teringat 12:20 kepada Pak Soeharto ya meskipun dulu 12:24 saya tukang demo itu ya masa kami itu 12:27 masa mahasiswa aktivis yang apa namanya 12:31 demo dan kami itu juga 98 ikut di 98 itu 12:34 gitu ya. [berdehem] Saya dari Semarang 12:36 pun ikut demo ke Jakarta pada saat 9798 12:41 ini saya selalu ingat kepada Pak eh Pak 12:45 Soeharto merindukan 12:48 gitu loh. Jadi sebaliknya gitu kan 12:50 merindukan apa yang dilakukan Pak Harto 12:52 terkait dengan resevel kabinet. Dulu 12:55 ketika kita SD, kita itu hafal nama-nama 12:57 menteri gitu loh. 13:00 Kita SMP, SMA hafal nama mana menteri 13:03 ya. Kenapa tidak gampang resavel? Itu 13:05 yang pertama ya. Kemudian bahkan 13:07 menteri-menteri itu ee ketika apa bisa 13:10 sampai 4 periode sehingga kemudian kita 13:12 hafal dan menterinya enggak ke mana-mana 13:15 ya sesuai dengan keahliannya, sesuai 13:17 dengan skillnya ya. Menteri Tenaga 13:19 Kerja. Kita tahulah Abdul Latif kan 13:21 sampai ingat ya sampai saya dulu masih 13:23 kecil ya ingat Abdul Latif dan kemudian 13:26 menjawab soal Menteri Tenaga Kerja 13:28 sampai saya kenal baik sama Abdul Latif 13:30 ya, Pak. 13:30 Oh gitu. [tertawa] 13:31 Sampai kenal sampai kenal baik sama 13:34 beliaunya gitu kan. 13:36 I 13:38 ee [berdehem] 13:39 kenapa kita hafal? Karena tidak mudah 13:42 diresavel. Kemudian menteri-menteri itu 13:45 sampai 5 tahun persis kenapa? Karena 13:47 memang menteri itu dipilih karena 13:49 skill-nya, karena kemampuannya, 13:53 karena kapasitasnya 13:55 sehingga tidak mudah diganti. Dan 13:57 menteri-menteri pada saat itu ee ada 14:00 dirijennya, mereka tidak suka ngomentari 14:03 yang di luar kementeriannya gitu loh ya. 14:06 Tidak mau melakukan sesuatu yang blunder 14:08 gitu ya. Jadi ee tetapi setelah Pak 14:12 Harto lengser kemudian itu lebih lebih 14:16 banyak resavel-resavel atau pemilihan 14:18 menteri mengakomodir secara politik 14:20 pertimbangan politik eh lebih kuat 14:23 daripada pertimbangan meritokratik. Ini 14:26 yang menjadi persoalan, itu yang menjadi 14:28 problem. Dan seringkiali seperti itu 14:31 gitu loh. Ee mohon maaf saya juga kenal 14:34 kok teman beberapa teman menteri kita 14:36 juga tahu oh skillnya itu loh yang 14:40 mestinya ee misalnya Jumburlah Jumbur 14:42 saya kenal baik sama beliau Jumburlah 14:46 kenapa Jumbur tidak ditaruh di kan 14:49 aktivis buruh ini kenapa di tidak 14:51 ditaruh misalnya di Menteri Tenaga Kerja 14:55 ya menggantikan Yasirli misalnya 14:58 ya itu menjadi pertanyaan menurut saya 15:01 ee ee jemur lebih cocok di situ, lebih 15:03 tepat di situ ya. Latar belakang 15:07 recordnya, pengetahuannya tentang 15:09 ketenagatan kerjaan jauh lebih ee lebih 15:12 memadai daripada soal lingkungan hidup. 15:15 kita jadi pertanya gitu kan jumbur punya 15:18 idealisme ya kemudian dinarasikan jumbur 15:21 ini akan menghabisi penjahat-penjahat 15:24 lingkungan hidup gitu loh saya jadi 15:26 ketawa 15:28 satu gitu kan ee soal apa namanya ee 15:33 pengalaman dan ee kemudian kapasitas jur 15:37 soal lingkungan itu yang pertama. Yang 15:39 kedua gitu kan ya ee 15:43 di kita itu kan semua ada mafianya. 15:45 Memang mudah menghadapi mafia itu. 15:48 He. 15:48 Orang yang berpengetahuan saja, ber 15:50 punya skill, punya integritas untuk 15:53 menghadapi mafia tidak mudah ya. yang 15:56 bisa menghadapi itu adalah gunakan 15:58 menteri itu yang oleh presiden dan 16:01 presiden itu berada di belakang menteri 16:03 itu. Itu baru keren ya, baru top itu. 16:06 Tapi kalau tidak ada dukungan yang 16:08 maksimal ya dari ee penguasa ee susah ya 16:13 apalagi mereka yang tidak memiliki latar 16:15 belakang di bidangnya gitu loh. Jadi ya 16:20 ngono yo ngono neng ojo ngono kira-kira 16:21 gitu alah sebagai orang Jawa itu loh 16:23 artinya memberikan komentar ya komentar 16:25 tapi ya jangan blffenglah jangan terlalu 16:28 tinggilah gitu loh 16:30 ee tetapi ee itu itu satu selamat ya 16:33 kepada 16:35 saya juga ngucapin saya jabri beliau 16:37 belum belum balas kayaknya apa heeh saya 16:40 tetap ngucapin selamat supaya memberikan 16:42 support telah e siapapun untuk bekerja 16:44 lebih lebih baik lebih lebih ini gitu 16:47 kan ee ee seperti Pige misalnya lepas 16:50 dari kekurangan dan kelebihannya ya 16:52 diangkat menjadi menteri HAM. Memang 16:53 latar belakangnya HAM gitu loh. 16:55 Pernah menjadi komisari HAM artinya pas 16:58 tepat misalnya kayak gitu gitu loh. Jadi 17:00 sesuai dengan jangan ee sekolahnya apa 17:04 gitu kemudian pengalaman kerjanya apa, 17:06 jadi menterinya apa gitu kan. Nah, ini 17:09 justru menurut saya perlu ke depan ya 17:11 perlu menjadi perhatian bersama lah. 17:14 Kemudian juga kita ee ini kita belum 17:16 bicara tentang politik ya. Saya salut 17:19 Pak Prabowo. Saya apresiasi mengangkat 17:21 kembali si siapa itu namanya? penasehat 17:26 komunikasi ee Nasbi saya juga kenal 17:31 ya memang bidangnya gitu loh. Kita lihat 17:34 seringkiali komunikasi publik dan 17:36 komunikasi politik Pak Propo itu banyak 17:39 masalah, banyak blunder ee banyak tidak 17:41 tepat gitu loh. Nah, perlu memang 17:43 pendamping orang-orang yang eksert dan 17:45 menurut saya tepat itu Hasan Nasbi 17:47 mendampingi. Maka kemarin kemudian Pak 17:50 Parpowo langsung segera ya segera datang 17:52 ke tempat itu. Saya mungkin itu adalah 17:55 ee apa namanya? Atas nasihat, atas 17:58 masukan dari para penasehat. Saya saya 18:00 pikir tepat ya kalau Hasan Nasfi ya. 18:03 orang-orang seperti Hasan Nas, ada 18:05 banyak orang seperti Hasan Nas ee lepas 18:07 dengan semua kontroversinya. Tapi dia 18:09 memang memiliki keahlian ortise di 18:12 bidang itu. Sehingga kalau Pak Prabowo 18:14 itu ya selama Pak Prabowo mau 18:16 mendengarkan, selama Pak Prabowo mau 18:18 menerima ya dan diberi ikan porsi yang 18:21 cukup besar bagi Hasan Nasbi, saya pikir 18:23 ke depan komunikasi politik dan 18:25 komunikasi publiknya Pak Perpua akan 18:27 menjadi lebih baik. Jadi baik ya fair 18:29 untuk melihat ya. Kemudian untuk menjadi 18:32 komunikasi si siapa namanya ee 18:36 komunikasi 18:38 ee apa e pemerintahan 18:40 komunikasi pemerintahan. 18:43 Saya pikir ini juga juga bagus, tapi ja 18:46 lebih bagus kalau kemudian ee eh ini kan 18:49 artinya kalau menggunakan seperti podari 18:51 ini kan berarti ini menggunakan debat 18:53 gitu loh. Keberanian untuk debat gitu 18:55 loh. [tertawa] 18:57 Apakah di ruang publik nanti akan terus 18:59 ramai? Kan [tertawa] bisa kita lihat ya 19:01 ee tipologi qadari gitu loh ya. Qadari 19:04 itu mau tengok kanan tengok kiri ayo 19:07 gitu mau debat sampai kapan 24 jam pun 19:10 kita layani kira-kira gitulah gitu. ya. 19:13 Tapi kenapa tidak dipertimbangkan 19:15 misalnya ya ee juru bicara pemerintahan 19:19 itu badan komunikasi yang mungkin tidak 19:21 perlu K tadi nyetel dari dia punya 19:23 kemampuan untuk itu tapi perlu nyetel 19:25 dari belakang. Ee orang-orang yang 19:27 pernah jadi juru bicara KPK itu 19:29 bagus-bagus. 19:30 Kenapa bukan mereka? 19:31 Artinya lebih lebih santun, lebih 19:34 landai, lebih tenang, lebih jelas ya, 19:38 emosionalnya juga tertata. Saya pikir 19:40 kalau Pak Probo menggunakan mereka ya 19:43 atau Qodari memilih mereka tidak perlu 19:45 tampil sendiri. Tapi Qodari kan suka 19:46 tampil masalahnya kan kalau tampil 19:48 sendiri ee saya pikir akan jauh lebih 19:51 soft dan ini sangat menguntungkan bagi 19:53 pemerintah karena komunikasinya relatif 19:55 lebih bisa diterima oleh publik ya bisa 19:58 diterima oleh masyarakat daripada model 20:00 qadari. Kalau tapi kalau qadar yang 20:02 kemudian tampil ya sudah berarti terjadi 20:05 ke apa namanya ee perdebatan 20:07 terus-menerus ya ee bagus sih bagus ini 20:11 kan cuman pola saja gitu loh ya Kari itu 20:14 ee punya ini punya ee punya kemampuan 20:17 untuk berdebatlah ya ee tidak punya 20:20 kemampuan untuk menenangkan ya 20:21 memberikan e kelegaan 20:25 tapi kemampuan untuk berdebat memang oke 20:28 kodari tapi itu akan diisi satu sisi 20:30 lain akan menciptakan sebuah kegaduhan 20:32 sendirian dan itu menurut saya 20:33 menoretkan pemerintah ya. Artinya 20:35 pemerintah kalau masang qodari di situ 20:37 ya berarti pemerintah ingin berdebat 20:39 dengan ee oposisi atau orang-orang yang 20:42 mengkritik pemerintah. Ini yang akan 20:44 akan terjadi. Kira-kira seperti itu. 20:46 Kalau kemudian kita lihat juga misalnya 20:49 si siapa itu ee ah yang lain Dudung 20:53 misalnya ya itu e 20:55 nah ini Bang Toni ada orang melihat 20:57 kembalinya posisi penting KSP ya. Karena 21:00 KSP kan ee kerap disebut satu posisi 21:03 penting di kabinet, tapi kurang maksimal 21:05 tuh Kodari. Sekarang ada Dudung 21:08 Abdurrahman. Apakah sosok ini memang ee 21:11 tepat gitu ya? Karena bicara soal KSP 21:13 kan presiden ini harus disambungkan ke 21:17 berbagai pihak gitu, Bang Toni. 21:18 Iya. Ini kan ee ya kira-kira kalau 21:22 Dudung muncul enggak ada bedanya dengan 21:23 Pak Jokowi ketika mengangkat eya 21:27 si siapa 21:28 si siapa itu? 21:30 Muldokoh 21:31 Muldokoh gitu kan 21:33 ya. Tapi jangan juga kemudian ngambil 21:35 Partai Demokrat lagi kira-kira gitulah. 21:37 [tertawa] 21:39 Karena ini ini akhirnya menjadi ini 21:42 menjadi apa tangan kanannya presiden 21:45 gitu loh untuk melakukan langkah-langkah 21:48 politik gitu ya. Ya KSP itu kan 21:51 tangan-tangan presiden meskipun kita 21:52 juga tahu KSP-nya pada masa Pak Jokowi 21:54 itu bisnisnya banyak gitu kan. 21:57 Selain mengenai politik juga menangani 21:59 bisnis. Apakah Pak Prabowo akan mengcopi 22:01 ya KSP-nya Pak Jokowi dengan peran-peran 22:04 pada masa Pak Jokowi atau atau tidak ya? 22:07 Tetapi yang jelas ee KSP itu lembaga 22:09 strategis ya ee ketika dipegangari 22:12 memang tidak efektif ya ee tetapi lebih 22:15 kepada apa namanya bukan permainan udara 22:18 tetapi lebih kepada permainan darat. 22:21 Nah, ini Dudung ini matan kasar permen 22:23 di darat. Bagaimana politikal di 22:25 daratnya, tapi bagaimana juga ekonomi di 22:27 daratnya. Saya bilang ekonomi lah biar 22:29 haluslah. Atau kemudian yang lain-lain 22:31 pikir ini. Dan di belakang pada saat 22:33 Dudung itu dipanggil itu kan bersamaan 22:36 dengan kalau enggak salah Luhud ya. Ee 22:37 pertanyaan kemudian apakah ada 22:39 hubungannya dengan Pak Luhud dan 22:40 sebagainya dalam konteks ini? E kalau 22:43 Pak Luhud itu kan memang ee apa namanya 22:46 eh 22:47 seorang ahli politik di darat kemudian 22:50 ahli bisnis di darat kira-kira kan gitu. 22:52 Apakah kemudian akan dioptimalisasi 22:55 dengan peran-peran itu atau ee atau 22:58 tidak kita belum tahu ya. Tapi ee kalau 23:01 kita baca bisa juga ee arahnya ke sana 23:04 kalau melihat indikator-indikator di di 23:06 awal ya ee dengan pertemuan itu dan 23:08 sebagainya. Nah, yang menarik juga 23:10 sebenarnya Bung Rocki Grerung gitu kan 23:12 pada saat beliau itu datang jadi 23:14 bacaannya akan berbeda. Beliau datang 23:16 satu sisi dibaca sebagai temannya Jumhur 23:18 ya, teman dekatnya Jumbhur memberikan 23:20 support kepada jumbur. Tapi di sisi lain 23:23 lebih makro ini kan mikronya lebih 23:25 makronya akan dilihat ee apa kemudian ee 23:29 menjadi bagian daripada kedekat 23:31 kedekatan ya dekatan apakah kedekatan 23:33 ini akan berpengaruh gitu ee dengan ee 23:37 sikapnya selama ini. Apakah nanti akan 23:39 terjadi perdebatan lagi antara Rogi 23:41 Gerung dengan misalnya ee dengan Qodari 23:45 di julit-julit berikutnya gitu kan. Nah, 23:47 ini kan ee itu akan menjadi ee apa 23:51 namanya ke kesimpulan penilaian publik 23:55 kepada Regi Grerung. Kalau debat tidak 23:57 lagi debat gitu kan ee berarti terjadi 23:59 perubahan. Kalau terjadi debat berarti 24:00 memang rogiung itu punya tipologi yang 24:02 konsisten yang tidak 24:07 perubahan perubahan ya. Tetapi eh anyway 24:09 dari semua ini gitu kan, dari semua ini 24:12 eh pertimbangan politis jauh lebih kuat 24:15 ya. Pertimbangan politik jauh lebih kuat 24:17 ya. ee masuknya meskipun profesional si 24:20 siapa itu namanya Hasan Nasbi. Saya 24:22 terus terang mengapresiasi betul dengan 24:24 maksudnya Hasan Nasbi di situ karena 24:25 memang Prabowo butuh orang seperti dia. 24:27 Tetapi ini kan kepentingannya juga di 24:29 antaranya adalah kepentingan ee bangsa 24:32 dan juga kepentingan politik juga ini. 24:34 Kemudian munculnya Dudung, munculnya 24:36 qodari, munculnya ini juga politis ya. 24:39 di situ ada menurut Faisal bidang pangan 24:44 juga cukup pas ya karena memang latar 24:46 belakang lingkungan hidup ee bisa lah 24:50 dengan bidang pangan. 24:51 Ee iya ee Faisal Faisal ee jadi menteri 24:55 kemudian jadi wakil menteri itu juga apa 24:58 namanya jadi ee problem. Jadi ini juga 25:01 menjadi dari e di belakang ini ya ee ada 25:05 negosiasi apa gitu ya, ada pertimbangan 25:07 tidak harusnya ada pertimbangan apa 25:09 kemudian Faisal ee di situ kita tahu 25:11 kedekatan Faisal betul dengan seorang 25:14 pengusaha kan. FEL itu adalah orang yang 25:17 memang dibesarkan dan sangat dekat 25:19 dengan seorang pengusaha tertentu yang 25:21 ee apa namanya ee adakah kaitan dengan 25:25 itu semua gitu kan atau karena memang 25:27 profesionalitas dari ini karena memang 25:29 ini bidang lingkungan hidup kenapa ke 25:31 pangan kira-kira gitu kan tapi kenapa 25:33 juga diwakil gitu kan apakah kemudian 25:35 mendapatkan porsi yang namanya wakil 25:37 selama ini kan seringki ada beberapa 25:39 kementerian yang antara menteri dengan 25:41 wakilnya terus gitu kan [tertawa] 25:43 karena rebutan jatah gitu enggak perlu 25:45 kita sebutkan. Ada beberapa kementerian 25:47 kan wakil dengan ininya ee ikut terus 25:49 gitu. Nah, ini bisa kita lihatlah ee 25:52 misalnya menjadi sebuah pertanyaan 25:54 kenapa Faisal? Kalau bidang pangan kan 25:56 beda dengan lingkungan hidup kan ini 25:59 bukan profesionalitas tapi kemudian 26:01 kenapa juga diwakil ee ada ada apa ee 26:05 pertimbangan apa kemudian di situ? Jadi 26:08 intinya bahwa resavel kabinet ini memang 26:11 belum menunjukkan 26:13 ee ekspektasi publik terkait dengan arah 26:17 meristokrasi yang diinginkan. Kira-kira 26:20 seperti itu ya. Kita juga sebenarnya 26:22 publik ingin mengharap Pak Prabowo 26:24 resavel dong tapi resavelnya ini loh 26:26 menteri ini yang memang kurang. Menteri 26:28 ini kurang menteri. Tapi lagi-lagi 26:31 pertimbangan politik dalam resavel 26:33 seringkiali ya tidak hanya Pak Prabowo 26:34 ya sebelum-sebelumnya Pak Jokowi, Bu 26:36 Meka, Pak Sy itu seringkali lebih kuat. 26:39 Maka sering saya selalu bilang ketika 26:41 ada resavel yang teringat di otak saya 26:43 itu adalah Pak Harto itu jauh lebih 26:46 ideal Pak Harto itu 26:47 ya usaha alo apa lebih mengutamakan ee 26:51 orang-orang ya e politik. Kenapa? Karena 26:53 kuat. Nah, masalahnya adalah paska era 26:55 reformasi ya kekuasaan itu tidak terlalu 26:58 kuat karena umurnya cuman ee dua 27:00 periode, satu periode apalagi baru gitu 27:03 ya. Maka perlu mengakomodir 27:04 kekuatan-kekuatan yang ada di luar. 27:07 Akhirnya apa? Selama 10 tahun tidak kuat 27:10 terus akhirnya yang terjadi adalah 27:11 mengakomodir secara politik gitu. Tidak 27:14 mengakomodir secara aristokratik. Ini 27:17 yang menjadi ee problem ya. Maka kita 27:20 butuh presiden yang kuat. mestinya ee 2 27:22 3 tahun presiden sudah kuat gitu kan. 27:24 Kemudian lebih cenderung untuk ini 27:27 okelah ke partai. Dua-duanya dapat. Oke, 27:29 PKB aku kasih kamu kementerian ini kamu 27:31 pilih yang terbaik siapa orangmu gitu 27:34 kan. Oh, ini enggak masuk kriteria kamu 27:35 ganti. Enggak masuk kriteria kamu ganti. 27:37 Ya, pergantian-pergantian itu sayangnya 27:40 selalu diserahkan kepada partai dan 27:41 partai mengusul orang, mengusung orang 27:44 ya, mengusulkan orang-orang yang memang 27:46 bukan kapasitasnya di situ. Iya. I 27:49 ini tidak dalam rangka mengecilkan ya. 27:51 ya. Coba kalau kita lihat ee kementerian 27:53 ini semua ya, ya Pak SBY, Pak siapa 27:56 namanya? Ee Bu Megawati, terus kemudian 27:59 Jokowi dan sampai sekarang gitu kan. 28:01 Berapa persen yang betul-betul ee 28:03 menteri itu memiliki track record di 28:06 bidangnya, skill di bidangnya, kemampuan 28:08 di bidangnya? 28:09 Iya. Iya. 28:10 Pertanyaan yang terakhir ini karena 28:12 waktu sudah malam po ya. 28:15 Ee pertanyaan soal ee ee bagaimana nasib 28:19 an politik Anis [tertawa] 28:21 politik Anis nih kan gimana nih karena 28:24 Anis ke depan ini ya bergantung ya ee 28:28 dinamika politik ini kan dinamis ya. 28:30 Kalau Pak Prabowo kemung besok itu 28:32 nyalon lagi dan posisinya sangat kuat 28:35 untuk mendapatkan dukungan masing-masing 28:37 pihak. Dia merangkul semua pihak ya. 28:39 Asep Anis ee apa mengecil. Tetapi ketika 28:43 ada peculan KPK yang capres hanya boleh 28:47 dari kader partai itu gimana, Bang Doni? 28:49 Itu 28:50 Oh iya, saya punya tulisan belum saya 28:52 posting ya, lupa. Jadi diingatin ya ee 28:56 ada ususan KPK itu dua dua dua ini ya, 29:00 dua apa dua usulan. Yang satu KPK itu 29:03 ngusulin dua periode 29:05 e maksimal ketua partai. Itu saya 29:07 setuju. Kenapa? Ya, teringat apa yang 29:10 diungkapkan oleh Ron pemikir pemikir 29:13 politik ya mengatakan power tend to ya 29:16 absolute power tend to eh absolutely kan 29:20 kayak gitu. Jadi semakin lama itu ya 29:23 semakin apa namanya semakin korup gitu 29:25 kan ee semakin semaunya semakin tidak 29:28 hilang idealismenya ya Quran kan juga 29:31 bilang ya ketika muncul pembaharu selalu 29:33 orang-orang status quo itu yang kemudian 29:35 menghalangi pembaharuan itu gitu ya 29:42 kan ayatnya bilang begitu dan itu memang 29:44 hukum sosialnya begitu makin lama itu 29:47 makin menjadi statutus kuwo ya makin 29:49 makin ee tidak produktif, makin 29:52 kontraproduktif terhadap kepentingan 29:54 bangsa dan negara gitu. Nah, itu saya 29:55 setuju ya. Setuju ee tapi yakin ya 1000% 30:02 ya tidak akan bisa diterima Pak ini 30:04 usulan KPK itu siapa yang mau kan 30:06 Indonesia itu partai itu yang umumnya 30:08 yang mia itu ketua partainya jadi 30:10 sahamnya terbesar mana kemudian bisa 30:12 melepas gitu loh. Kita tahu ada 30:13 Gerindra, ada Nasdem, ada PDIP, ada 30:17 Demokrat gitu ya. kecuali mungkin yang 30:19 setuju adalah PKS dan Golkar itu mungkin 30:21 setuju, tapi yang lain enggak setuju 30:24 gitu. PAN bahkan kemudian sudah tiga 30:26 periode ini mau mau mau 10 periode gitu 30:29 kan. PKB juga begitu ya. Ya, itu ee agak 30:34 berat ya. Tapi kalau kemudian 30:37 mengusulkan agar bukan bukan kader apa e 30:41 harus kader sekarang kita tahulah pola 30:44 kaderisasi di partai justru ya 30:47 kader-kader di partai itu lebih banyak 30:50 tidak bagus dan ekspektasi publik itu 30:52 kepada orang-orang yang di luar partai 30:55 nyatanya alabilitas anis lebih tinggi 30:57 daripada orang-orang di partai. itu 30:58 bukti bahwa ya bahwa memang publik itu 31:02 tidak percaya kepada partai dan berbagai 31:04 survei mengatakan ee trust publik kepada 31:07 partai itu rendah. 31:09 Artinya ya ee publik itu ee ee ee 31:13 ekspektasinya kepada orang-orang partai, 31:15 k partai untuk mengelola negeri ini tu 31:17 rendah 31:19 gitu. Kalau dipaksakan enggak jadi. 31:23 Cobalah kalau kemudian mau dipaksakan 31:24 siapa? Ketemu partai suruh nyalon ya. 31:27 ya, kecuali Pak Prabowo kemarin atas 31:29 perjuangannya ya sampai empat kali 31:31 nyalon baru jadi gitu kan ya. PSBY itu 31:34 jadi ee sebelum tidak dicalankan oleh 31:37 Demokrat 31:39 gitu kan dicalankan oleh apa pada saat 31:42 itu dan yang lain artinya apa gitu kan 31:45 ee ada ekspektasi pada saat orang 31:49 itelektabilitas Pak SBY itu tinggi 31:50 sebelum punya partai. Ekspektasi tinggi 31:53 kepada orang-orang yang berada di 31:55 partai, belum terkontaminasi oleh 31:57 partai. Dan seringki partai tidak 31:59 merekut orang-orang yang terbaik. 32:02 Ya, ini sekaligus sebagai kritik kepada 32:04 orang partai reku dong, orang-orang yang 32:05 terbaik gitu loh. Sehingga orang-orang 32:08 ini kemudian mendapatkan ekspektasi dan 32:10 harapan daripada ee publik. Ya, Ani 32:13 sendiri nanti lihat situasi Pak Prabowo 32:14 ini kan dikepung oleh berbagai kekuatan 32:16 yang belum sepenuhnya direkrut satu ee 32:20 PDIP Bu Megawati dengan apa 15 16% 32:24 kemudian Surya Palo tetap berada ee di 32:27 luar. Kemudian kita tahu Pak Jokowi 32:30 hubungannya juga meskipun sekarang 32:32 mencoba ya untuk ee apa kondisi ekonomi 32:35 dan bisa berpengaruh secara eskalasi 32:37 politik itu saya lihat karding orangnya 32:40 Pak Jokowi dan sebagainya orang-orangnya 32:42 Pak Jokowi mulai di direkrut. Apakah itu 32:44 ada hubungannya dengan situasi dan 32:45 kondisi rentan yang rentan saat ini 32:48 karena ee apa? Hantaman dari perang 32:51 global itu ya. Ee bisa jadi ini 32:53 pertimbangan politisnya akan mengarah ke 32:55 sana sehingga Pak Jokowi istilahnya lah 32:58 Pak Jokowi aku masih samam mulu loh. 33:00 Kira-kira gitulah. Apakah ada arah ke 33:02 situ? Kemudian juga SBY ya. SBY kan juga 33:05 pengin ya. Enggak mungkin wakil presiden 33:08 dua misalnya Pak SBY tetap eh Pak 33:10 Prabowa aku dukung tapi anakku jadi 33:12 wakil presiden. Pak Jokowi bisa jadi 33:14 pendukung tapi Gibran jadi wakil 33:16 presiden. Kan gitu gitu. Ee Pak Bu Mega. 33:20 Oh aku dukung kalau Puan jadi wakil 33:21 presiden gitu kan ya otomatis 33:25 akan diambil oleh satu yang lain juga 33:27 akan melakukan perlawanan. Dan dalam 33:29 situasi seperti itu, di antara 33:31 orang-orang yang kemudian kecewa kepada 33:32 Prabowo dan punya kekuatan, bisa jadi 33:34 kemudian melirai Anis dan bersama dengan 33:36 Anis. E situasinya sangat dinamis. 33:38 Artinya apa? Anis masih menjadi kartu 33:40 hidup. G 33:42 kartu hidup. 33:43 Iya, gitu. Baikbaik, Bang Toni. Ini 33:46 sayang sekali waktu kita sudah habis, 33:48 Bang Toni, ya. Namun sebagai ee penutup 33:50 ee singkat saja Bang Toni ee posisi ee 33:54 posisi atau ee jabatan gitu ya ee 33:56 ataupun ee kepentingan bagaimana ee 33:59 seorang penguasa itu memposisikan 34:02 dirinya ini di tengah-tengah rakyat. 34:04 Ingat itu 34:06 begitu, Bang Ti. Bagaimana? 34:07 Iya. Menurut saya sebagai penutup ya ee 34:11 silakan siapapun pemimpin, siapapun 34:13 penguasa, siapapun yang diberikan amanah 34:15 mengelola negara ini memperkuat posisi 34:19 dengan ee atas nama stabilitas tetapi 34:21 juga jangan lupa bahwa bangsa ini 34:23 seperti kereta yang sedang mempunyai 34:25 arah tujuan. Oleh karena itu, rekrutlah 34:28 orang-orang, pakailah tenokrat-tenokrat 34:31 yang memang memiliki kapasitas untuk ee 34:35 mendukung visi dan misi seorang presiden 34:38 gitu. 34:38 Baik, Bang Toni, terima kasih banyak 34:40 atas dialognya di pagi hari ini. 34:42 Insyaallah kita jumpa lagi depan. Semoga 34:44 Bang Teni selalu sehat. Asalamualaikum. 34:47 Waalaikumsalam.