Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad. Dipancarlaskan dari Jalan
- Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis,
- Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim untuk
- Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala,
- bagaimana kabar Anda di sore hari ini?
- Senang sekali saya Abi Agus dapat
- kembali menjumpai Anda dalam program
- sore di hari ini. Tsah sore kita
- menghadirkan Ustaz ZM Bahmid dan
- disiarkan secara langsung di edisi hari
- Senin tanggal 17 September 2018.
- Kita sapa terlebih dahulu Ustaz Zadah
- Hammid. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sehat,
- Ustaz? Ya, alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Kemarin juga baru kita
- ketemu nih, Ustaz. Ketemu di Ijtima di
- Ijtima ulamaulama kedua. Saya sama Mas
- Ondi libutan ke sana. Alhamdulillah.
- Karena selama ini ulama masa bodoh kan
- dengan politik.
- Nah,
- sekarang baru mereka mulai bangkit. Ada
- yang bilang ulama semua turun gunung,
- Ustaz. Oh, bagus. Istilahnya seperti
- itu. Betul. Karena dalam sejarah
- Ibrahim itu Ibrahim, Nabi Musa,
- Rasulullah itu ahli-ahli politik itu
- menghadapi penguasa yang zalim. Heeh.
- Jadi ulama harus aktif dalam politik.
- Jujur, lurus. Baik.
- Dan tema kita pada sore hari ini tentang
- nasihat indah dalam Al-Qur'an dalam
- menghadapi kehidupan. Dalam menghadapi
- kehidupan. Baik. Saya juga tidak sendiri
- ada UniUPI selaku produser kita di sore
- hari ini dan juga Mas Usus Subangkit di
- meja operator dan juga oni di meja
- switcher Rasil Visual. Baik Ustaz
- Tafadol.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Alhamdulillahilladzi
- anamana
- bifdolilan. Alhamdulillahilladzi hadana
- lihadza wama kunna linahtadiya laula an
- hadanallah. Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala sayyidina Muhammad alladzi
- man nabi ba'da wa ala alihi wasahbihi
- wasallama tasliman kira.
- Allahumma rabbisrohli sodri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala di
- mana aja Anda berada. Selamat tahun baru
- hijriah.
- [Musik]
- Mudah-mudahan gerak langkah kita dalam
- tahun yang baru ini, insyaallah bi
- rabbana karim mudah-mudahan lebih baik.
- dari tahun-tahun kemarin di dalam usaha
- kita mendekatkan diri kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Itulah sehingga
- biasanya di dalam pembukaan
- ceramah selalu saya menghantarkan
- kalimat alaika
- bitaqwallah fainnaha jimaun khair. Itu
- pesar pesan dari Rasul sallallahu alaihi
- wasallam dalam hadis Rasulullah.
- Lekatkanlah ketaatan kita kepada Allah.
- Lekatkanlah ketakwaan kita kepada Allah.
- Karena nanti ketakwaan kita kepada Allah
- akan menghimpun semua kebaikan dalam
- kehidupan kita. Dan semua kita
- menginginkan kebaikan dalam
- kehidupan. Baik dalam akhir daripada
- kehidupan kita ketika menghadapi sakatul
- maut atau kehidupan sesudah kita berada
- di alam
- barzakh. Pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa taala.
- kehidupan kita ke depan masih sangat
- panjang ataupun mungkin masih sangat
- pendek dengan kalimat yang lain, alilm
- indallah pengetahuan ini di tangan Allah
- subhanahu wa taala. Apa Allah taala
- masih memberikan kehidupan yang cukup
- panjang atau kehidupan yang sangat
- pendek? itu semua tergantung daripada
- utusan Allah Subhanahu wa
- taala. Karena di dalam Al-Qur'an
- berulang-ulang berulang kali Allah
- Subhanahu wa taala mengingatkan kepada
- kita sekalian bahwa ada saatnya kita
- akan menerima tamu
- kematian. Malaikatul maut yang Allah
- Taala nyatakan dalam
- Al-Qur'an. Qul
- yatawaakum malakul mautilladzi wila
- bikum tummaikum turjaun.
- Sampaikanlah ya Muhammad, kalian akan
- diwafatkan oleh malaikatil maut. Kapan
- dia datang bertamu ke rumah kita? Alilim
- indallah.
- Wallahuam. Tapi selalu kita bersangka
- baik. Ada satu kalimat yang disabdakan
- oleh Ali radhiallahu
- anhu. Sebagian mengatakan ini hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Wallahuam.
- di
- mana
- dikatakan dunyaka kaaka taisu
- abada waalil akhirata kaaka
- tamutu sebagian mengatakan ini adalah ee
- perkataan dari Sayidina Ali radhiallahu
- anhu karamullahu wajhu. Sebagian
- mengatakan ini hadis Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Tapi nampaknya riwayat
- yang lebih kuat ini adalah perkataan
- daripada Sayidina Ali radhiallahu
- anhu. Hamba Allah yang mulia dikatakan
- di dalam
- ee perkataan tadi y'malid
- dunyaka. Aktifkan dirimu dalam kehidupan
- dunia seakan-akan Anda akan hidup
- selama-lamanya.
- Namun ketika saatnya kita beribadah
- kepada Allah, kita memenuhi kewajiban
- kepada Allah, dikatakan
- seakan-akan Anda akan berakhir besok
- hari. Jadi seakan-akan besok kita akan
- bertemu dengan Allah Subhanahu wa taala
- untuk dimintakan pertanggung jawab.
- Untuk itu marilah kita selalu bersangka
- baik kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Namun di dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu
- wa taala
- mengingatkan sebenarnya ayat ini, hamba
- Allah yang mulia adalah nasihat daripada
- kaumnya Nabi Musa kepada
- Qarun. Karena begitu indah nasihat ini,
- maka Allah Taala wahyukan kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam dan
- diabadikan menjadi wahyu untuk kita
- sekalian.
- di mana dalam Al-Qur'an Allah Subhanahu
- wa taala mengingatkan bahwa
- Qarun, Qarun juga adalah dari kelompok
- Nabi Musa Alaih Salam. Jadi pengikut
- Nabi Musa Alaih Salam.
- Tapi kemudian dia
- berpaling. Malahan dalam riwayat ee Ibnu
- Katsir
- dari Ibnu Abbas dan juga Ibnu Khura
- mengatakan bahwa Karun ini adalah
- saudara sepupu dengan Nabi Musa Alaih
- Salam. Saudara sepupu dan itu riwayat
- yang sangat kuat.
- Saudara
- sepupu dengan Nabi Musa Alaih
- Salam dan dia merupakan pengikut
- daripada Nabi Musa Alaih Salam. Di dalam
- Al-Qur'an Allah Subhanahu wa taala
- terangkan kemudian dia menganiaya
- dirinya berpaling. Karena ketika Allah
- Subhanahu wa taala memberikan kepadanya
- kekayaan yang berlimpah ruah.
- Subhanallah.
- Maka
- Karun mulai muncul
- kesombongannya. Mulai muncul
- kesombongannya ketika Allah Taala
- memberikan kepadanya kekayaan yang luar
- biasa.
- Sampai di dalam Al-Qur'an itu
- diriwayatkan pengikutnya Karun yang
- memikul membawa kuncinya, kunci
- perbendaharaannya itu dipikul oleh
- beberapa orang, bukan oleh seorang. Oleh
- beberapa orang. Jadi bayangkan kalau
- kuncinya aja sebegitu berat, sebegitu
- besar. Berapa besar
- kira-kira gudangnya? gudang dari
- menampung kekayaannya
- dia. Allah Subhanahu wa taala menyatakan
- dalam Al-Qur'an, inna qaruna mini
- Musa fabag alaihim wainahum minalunzi ma
- inama
- fatihahu bilbulil
- quahq
- lahu la tafrah inallaha
- yuhibbulihin. Di ayat ini Allah
- Subhanahu wa taala memberitakan kepada
- Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Diabadikan Allah dalam Al-Qur'an sebagai
- wahyu yang suci. Bahwa Karun merupakan
- salah seorang daripada pengikut Nabi
- Musa Alaih Salam. Jadi artinya dia ini
- seorang yang beriman
- tadinya. Nah, di sinilah hamba Allah
- yang mulia. Terkadang ketika kita
- diberikan kelebihan-kelebihan oleh Allah
- Taala, kita lupa tempat berpijak, lupa
- daratan, kita lupa siapa kita sebenarnya
- yang diciptakan oleh Allah daripada
- setetes air yang
- hilang. Kemudian Allah Taala menciptakan
- kita
- berbabak-babak. Kemudian Allah Taala
- lahirkan kita. Kita tidak mempunyai
- kekuatan, tidak tahu apapun juga.
- Kemudian Allah hantarkan kita menjadi
- dewasa. Dan di situlah kita mulai lupa
- tempat berpijak. Apalagi ketika Allah
- Subhanahu wa taala telah memberikan
- kelebihan-kelebihan dalam hidup
- seseorang. Di ayat ini Allah Subhanahu
- wa taala
- menerangkan, Harun kemudian menganiaya
- dirinya
- sendiri karena dia berpaling daripada
- ajaran Nabi Musa Alaih Salam. Nah, hamba
- Allah yang mulia kita ini pengikut Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Agama sudah
- komplit. artinya sudah
- sempurna. Kalau kita perhatikan nasihat
- daripada kaumnya Nabi Musa kepada Karun.
- Karena Karun pada saat itu sudah mulai
- mengangkat-ngangkat dirinya,
- menyombongkan diri. Seakan-akan dia
- manusia yang paling berkuasa, manusia
- yang paling kaya dalam kehidupan. Maka
- kaumnya
- mengatakan, "Idq lahu la
- tafrah." Ketika kaum atau pengikut Nabi
- Musa Alaih Salam mengatakan kepada
- Karun, "Jangan terlalu menyombongkan
- diri, jangan terlalu bergembira dengan
- kesombongan.
- Innallaha la yuhibbul farihin. Karena
- Allah Subhanahu wa taala sangat tidak
- menghendaki orang-orang yang terlalu
- berlebih-lebihan di dalam tingkah laku
- mereka dalam kegembiraan dengan
- kesombongan. Kemudian kelompoknya ini
- mengingatkan
- kepadanya supaya dia tahu bahwa apa yang
- didapatkan ini mutlak dari Allah
- Subhanahu wa taala. Begitu juga hamba
- Allah yang mulia. Sebenarnya ini wahyu
- Allah dalam Al-Qur'an mengisahkan
- tentang Karun. Tapi sebenarnya ayat ini
- lebih banyak ditujukan kepada kita
- karena diwahyukan kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam dan
- diabadikan dalam Al-Qur'an. Bukan hanya
- sekedar kisah atau cerita.
- Kemudian kelompoknya menasihatkan
- kepadanya,
- wabtagakallah adaral
- akhirah. Jadi ini nasihat yang pertama
- dari Allah Subhanahu wa taala kepada
- kita sekalian. Karena hamba Allah yang
- mulia, lebih
- banyak manusia yang lupa tempat
- berpijak, lupa daratan ketika derajat
- mereka diangkat oleh Allah dengan
- kekayaan atau dengan posisi atau dengan
- jabatan, kita lupa bahwa itu adalah
- pemberian Allah, bukan kepintaran kita.
- Kepintaran hanya merupakan salah satu
- syarat untuk kita bisa dapat bekerja
- yang baik, mencari rezeki yang baik.
- Salah satu syarat. Tapi banyak
- hamba-hamba Allah yang SD pun enggak
- tamat mungkin, tapi dia mempunyai
- perusahaan S1, S2, S3 bekerja
- kepadanya. Subhanallah.
- Di ayat ini Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Wabtag fima atakallah
- adaral akhirah." Jadi Allah Taala
- menyinggung bahwa kita dalam kehidupan
- ini adalah perjalanan menuju ke yaumul
- akhir. Maka apa yang Allah berikan dalam
- kehidupan kita, Allah Taala menyuruh
- kepada kita, sisihkan
- sebagian untuk rumah kita di yaumul
- akhir. Sebab hamba Allah yang mulia.
- Berapa banyak tiap hari kita lihat
- jenazah diusung, kubur
- digali. Malahan terkadang kalau kita
- menguburkan jenazah terkadang ada empat
- kubur yang lagi digali lagi menunggu
- jenazah yang lain dalam perjalanan. Dan
- kalau sudah meninggal dunia, sudah
- meninggalkan dunia ini, selesai. Tinggal
- kita menunggu
- perhitungan. Harta yang kita punyai
- menjadi hak waris.
- Itu kalau kita mempunyai anak pinap.
- Heeh. Kalau tidak mempunyai anak, orang
- yang lain yang
- berpestapora. Dan kita yang akan terima
- azab kalau harta ini tidak benar. Maka
- Allah Subhanahu wa taala menyatakan,
- "Wabtag ataqallah akhirah." Masih ada
- lagi perjalanan kita yang jauh.
- yang jauhnya maksudnya bukan dalam
- kehidupan ini. Artinya perjalanan kita
- yang jauh ketika kita akan mendatangi
- yaumul
- akhir. Maka Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan pemberian-pemberian Allah
- kepadamu sisihkan sebagian. Apa
- pemberian Allah kepada kita?
- Subhanallah. Allah taala ingatkan wain
- taudu nikmatallah la tuha.
- Anda mencoba-coba untuk
- menghitung-hitung nikmah yang Allah
- berikan kepada kita. Nikmat dalam
- kehidupan kita. Allah Taala menyatakan
- kamu, kalian tidak bakal sanggup untuk
- menghitung. Jadi nasihat Allah Taala
- yang pertama kepada
- kita, sisihkan sebagian yang Allah
- berikan kepada
- kita untuk di akhirat. Hamba Allah yang
- mulia.
- Banyak yang menyangka dalam kehidupan
- kita bahwa kita tidak bisa kirim uang ke
- akhirat. Kita enggak bisa kirim sesuatu
- ke akhirat. Ternyata masyaallah untuk
- mengirim ke akhirat sangat sangat
- gampang. Malahan kita tidak membayar
- ongkos pengiriman.
- Anak-anak yatim bisa mengirim uang kita
- ke yaumul
- akhir.
- Penempungan duafa bisa mengirim uang
- kita ke akhirat. Artinya kita titip
- kepada
- mereka nanti Allah Subhanahu wa taala
- ingin mengatur pengirimannya. tidak
- pernah salah, tidak pernah terlambat dan
- tidak pernah
- dikurangi. Itulah sehingga Allah
- Subhanahu wa taala menyatakan apa yang
- Allah berikan kepada kita sebagian itu
- sisihkan. Yang sebagian 2,5% itu sudah
- jelas-jelas hak duafa hak
- masakin itu sudah jelas-jelas dalam
- Al-Qur'an.
- Zakat saya memberikan contoh begini.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa
- taala. Umpama kita bekerja dengan hidup
- pas-pasan, kemudian tiba-tiba ada
- seorang dermawan datang kepada kita dan
- mengatakan, "Saya perhatikan di
- lingkungan Anda yang Anda
- tinggal itu banyak orang-orang yang
- sangat
- susah. Kalau saya berikan 500 juta
- kepada
- Anda tanpak syarat. Cuma satu aja yang
- saya minta.
- 2,5% dari 500 juta ini Anda tolong
- bagikan kepada tetangga-tetangga yang
- susah. Hanya itu permintaan daripada
- dermawan
- tersebut. Subhanallah. Tidak ada orang
- yang akan
- menolak. Semua akan menerima dengan
- gembira dan mengatakan jangankan
- 2,5% kalau perlu saya lebihkan lagi 3%
- atau
- 5%. Sebenarnya itu yang kejadian kepada
- kita dalam kehidupan.
- Sebelum kita mempunyai apa-apa, kita
- lahir enggak membawa
- apa-apa. Kemudian Allah melimpahkan
- rezeki kepada kita yang berlebihan. Dan
- Allah Taala nyatakan
- 2,5% bukan hak Anda. Hak duafa di
- lingkungan Anda, hak fuqara di
- lingkungan
- Anda. Terkadang kita anggap 1% aja sudah
- cukup.
- Saya susah-susah mencari duit,
- susah-susah bekerja. Masa enak-enak aja
- mereka duduk-duduk hanya 2,5%.
- Subhanallah. Padahal kalau Allah Taala
- akan membalikkan satu keadaan, luar
- biasa. Saya berikan contoh aja
- gini. Kalau Allah jadikan kita tidur di
- malam hari, bangun paginya badan sudah
- mati sebelah.
- Apa manfaatnya lagi harta yang kita
- kumpulkan? Tidak ada. Itulah sehingga
- Allah Subhanahu wa taala menyatakan apa
- yang Allah berikan kepada kita sebagian
- sisihkan untuk kehidupanmu di akhirat
- nanti. Jadi dengan kalimat yang lain
- Allah menyuruh kepada kita sebagian itu
- kita sisihkan, kita kirim ke yaumul
- akhir, kirim ke akhirat nanti Allah yang
- ngatur
- pengirimannya. Lebih canggih dari bank
- yang mana pun
- juga. Sisihkan ini banyak hal. Hamba
- Allah yang
- mulia membangun
- masjid, membantu pembangunan sekolah
- untuk
- duafa membantu para
- duafa. Itu yang Allah Taala maksud.
- Sisihkan sebagian. Perbanyak kita
- bersedekah. Itu yang pertama. Nasihat
- dari Allah Subhanahu wa taala.
- Sebenarnya nasihat ini dari kaumnya Nabi
- Musa kepada Qarun. Kemudian Allah
- Subhanahu wa taala abadikan dalam
- Al-Qur'an. sebagai wahyu yang suci.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan walaib minad dunya. Yang
- kedua ini artinya dan jangan sia-siakan
- kehidupanmu di
- dunia. Pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala, kalimat wala tansa nasibaka minad
- dunya ini bagaikan pisau yang bermata
- dua. Kiri kanan
- tajab. Artinya jangan kita lalaikan.
- sia-siakan kesempatan yang Allah Taala
- berikan kita dalam kehidupan
- dunia. Sebab perjalanan kita, kita akan
- menuju ke gerbang yaumul akhir, ke alam
- barzakh. Maka kehidupan kita di dunia
- ini jangan kita
- sia-siakan. Kita bekerja sekuat mungkin.
- Tapi ketika saatnya panggilan Allah
- Taala,
- jangan kita lalaikan, jangan kita
- sia-siakan.
- Berapa banyak dalam kehidupan
- kita? Terkadang kita dalam tengah-tengah
- kesibukan yang luar biasa. Tiba-tiba
- Allahu Akbar, Allahu Akbar azan. Hm.
- Kemudian karena mungkin sudah tiap hari
- kita mendengar suara azan, kita anggap
- sudah biasa dan kita berpikir,
- "Wah, ini
- kebetulan ada orang yang sangat penting
- berbicara tentang proyek kita atau ada
- orang yang memang lagi minat rumah kita
- atau ada orang yang lagi kita berpikir,
- "Ah, nanti kan salatnya juga bisa."
- Subhanallah. Kita lupa yang menentukan,
- yang menggerakkan hati hamba Allah ini
- sehingga terjalin pekerjaan ini, proyek
- ini, atau terjadi jual beli, itu adalah
- utusan Allah Subhanahu wa taala. Kita
- boleh berusaha sebaik mungkin untuk
- menjerat hatinya supaya dia mau membeli
- dari kita atau menjerat hatinya supaya
- bisa bekerja sama dengan kita. Tapi
- final decision, putusan terakhir itu di
- tangan Allah Subhanahu wa taala, bukan
- di tangan
- kita. Berapa banyak para salesman-sales
- yang sudah dididik luar biasa, sudah
- diraining luar biasa, tapi juga mereka
- menghadapi
- kegagalan. Inilah sehingga Allah
- Subhanahu wa taala ingatkan kepada kita,
- wala tansa nasibaka minad dunya. Artinya
- jangan lalaikan kehidupan kita di dunia,
- baik dalam soal
- beribadah ataupun dalam soal untuk
- mencari
- kehidupan. Karena Allah Taala tidak
- menginginkan kita menjadi umat yang
- lemah, menjadi umat yang tad mendadah
- tangan. Karena Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan,
- "Alyadulya khairun min yadus sufla."
- Tangan yang di atas itu lebih baik dari
- tangan yang di bawah. Bagaimana kita
- akan menjadi tangan yang di atas kalau
- ekonomi kita lemah? Jadi
- artinya wala tansa nasibaka minad dunya.
- Jangan lalaikan waktumu dalam kehidupan
- dunia untuk mencari kehidupan. Jangan
- lalaikan waktumu dalam kehidupan dunia
- untuk mendekatkan diri kepada Allah
- Subhanahu wa taala bagaikan pisau yang
- bermata
- dua. Hamba Allah yang
- mulia, ayat ini mengingatkan kepada kita
- sekalian bahwa dalam kehidupan kita ini
- di dunia semua itu ada batasnya. Semua
- akan berakhir. Kekuatan kita akan
- berakhir. Sehingga Rasul sallallahu
- alaihi wasallam pernah menyatakan,
- "Ahfadu khamsan qablal khamsan." Jaga
- yang lima sebelum datang yang lima.
- Hidupmu sebelum
- matimu, kekuatanmu sebelum datang
- lemahmu, waktumu yang leluasa sebelum
- datang kesempitan
- waktumu dan kekayaanmu sebelum datang
- kemiskinan. Jadi artinya yang lima ini
- pasti akan datang kepada kita. Pasti.
- Tadinya kita
- kuat, masih muda, masih cekatan, ya.
- Masih giat gesit gesit. Ya Allah. Begitu
- sudah mulai 60 ke atas
- mau bangun dari tempat tidur aja. Dari
- tempat duduk harus pelan-pelan. Bangun
- dari tempat tidur harus pelan-pelan.
- Terkadang belum 60 ke atas, 50 ke atas
- saja.
- Sujud agak lama dikit sudah mulai
- pusing. Ketika Allah Taala memberikan
- kesempatan waktu kepada kita, Allah
- Taala nyatakan, "Jangan lalaikan
- kehidupanmu di
- dunia." Jangan lalaikan kehidupanmu di
- dunia. Itu nasihat Allah Subhanahu wa
- taala.
- Yang
- kedua, jadi ketika Allah memberikan
- kehidupan kepada
- kita, Allah Taala nyatakan jangan
- sia-siakan karena waktu kita ini akan
- berakhir. Kullu man alaiha
- fan. Di ayat yang lain Allah taala
- menyatakan, "Innallaha indahu ilmus
- sa'ah." Hanya di tangan Allah Subhanahu
- wa taala yang mengetahui
- tentang berakhirnya waktu atau kiamat.
- Sedangkan kalau waktu kita berakhir,
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan qamat qiamatu. Terjadi kiamat
- kepada
- dirinya. Kapan waktu kita berakhir?
- Alilim indallah. Justru itu ketika kita
- masih mempunyai
- waktu. Pergunakan waktu ini sebaik
- mungkin. Karena perjalanan kita ini sama
- dengan one way street.
- Nah, kita ini one way life. Begitu lewat
- 40 tahun, antum enggak bisa balik lagi
- untuk ingin jadi 38 39 tahun. Dan apa
- yang telah kita lewati apa
- dia daripada amal
- khair dia telah tersimpan, tercatat di
- sisi Allah Taala. Kalau dia daripada
- perbuatan munkar, dia juga tersimpan dan
- tercatat di sisi Allah Taala. Tinggal
- bagaimana kita mendekatkan diri kepada
- Allah, menadahkan tangan, mengharapkan
- pengampunan. Jadi ketika Allah Subhanahu
- wa taala memberikan waktu kepada kita,
- jangan kita sia-siakan kehidupan kita di
- dunia ini. Kemudian Allah Subhanahu wa
- taala melanjutkan di dalam ayat
- ini,
- wain kama ahsanallahu ilaik. Nah, ini
- masyaallah.
- Ini mengundang kita untuk berpikir apa
- sih kebaikan Allah kepada kita? Karena
- Allah Taala menyatakan wa ahsin kama
- ahsanallahu ilaik. Berbuat baiklah
- kepada masyarakat
- lingkunganmu. Berbuat baik dalam
- kehidupanmu. Ya Allah, hamba Allah yang
- mulia. Berbuat baik ini sesuatu yang
- sangat mudah, tidak susah. Malahan
- berbuat munkar
- itu agak sulit, agak susah.
- Saya berikan contoh
- begini. Anda masuk tempat
- disko,
- bayar. Bayar. Anda berbuat baik tidak
- perlu keluarin
- duit. Anda senyum aja kepada salah
- seorang hamba Allah, sesungguhnya Allah
- Anda telah berbuat baik kepadanya. Allah
- Taala menyatakan, "Berbuat baiklah
- kepada masyarakat lingkunganmu." Dan
- tentunya juga kita harus berbuat baik
- kepada Allah Taala. mematuhi
- perintah-perintahnya. Kama ahsanallahu
- ilaik. Sebagaimana Allah telah berbuat
- baik
- kepadamu. Nah, mari sekarang kita
- renungkan bersama-sama apa kebaikan
- Allah kepada
- kita. Ya Rabbi, subhanallah.
- Coba hamba Allah yang
- mulia, para pendengar sekalian, kalau
- Anda masih mempunyai orang tua
- perempuan, coba bertanya kepada ibu
- Anda. Bu, pada waktu ibu mengandung
- kepadaku, apa ibu pernah minta kepada
- Allah Taala, "Ya Allah, saya inginkan
- anakku, tangannya
- dua, kakinya dua, paru-parunya dua,
- dua, jantungnya
- satu. Ya Allah, berikan kemampuan
- kepadanya untuk menghirup oksigen dari
- udara." Tanya kepada ibu-ibu kita,
- pernah mereka berdoa demikian?
- Paling-paling seorang ibu dia berdoa,
- "Ya Allah, lahirkan anakku sehat
- walafiat." Padahal anak bayi ini kalau
- dia bisa berkomunikasi dengan Allah
- Taala ketika dia berada di alam rahim,
- dia akan mengatakan kepada Allah Taala,
- "Ya Allah, aku tidak butuh tangan, aku
- tidak butuh kaki." Karena apa? Dia
- terendam dalam air, dia berputar-putar
- di dalam kandungan. Kalau enggak ada
- tangan, enggak ada kaki, lebih leluasa,
- lebih enak.
- Tapi karena Allah Subhanahu wa taala
- mengetahui dia bakal butuh kakinya bukan
- sekarang. Nanti ketika dia berada di
- dunia, dia bakal butuh tangannya ketika
- dia berada di dunia. Maka Allah Taala
- lengkapi apa yang kita butuhkan dalam
- kehidupan kita. Apakah itu bukan satu
- kebaikan Allah yang luar
- biasa? Coba kalau Allah Taala lahirkan
- kita tanpak tangan, tanpak kaki dan
- sudah banyak kita saksikan. Subhanallah.
- Allah Taala mencobai seorang anak dengan
- tangannya hanya
- sepotong dan enggak ada
- jari-jarinya. Tapi dia hidup dengan
- ceria,
- cerah. Artinya dia mensyukuri nikmat
- yang Allah berikan kepadanya dengan
- kondisi yang demikian. Bagaimana
- kita Allah berikan
- komplain mata ya
- Allah. Para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah subhanahu wa taala.
- sebagian di negara-negara
- tertentu. Malahan di sini juga sudah
- terjadi. Wallahualam benar atau tidak,
- tapi sudah
- terjadi. Pernah ada seorang anak
- diculik sesudah beberapa hari, beberapa
- hari atau berapa
- minggu, tiba-tiba anak ini
- kembali. Kemudian ketahuan bahwa
- belakangnya ini ada bekas operasi.
- Jadi rupanya salah satu ginjalnya
- diambil di negeri Cina
- aja
- subhanallah itu pencurian
- organ dan sebagian juga ee sebagian
- negara-negara sampai sudah melarang
- untuk menjualbelikan organ tubuh
- manusia. Apalagi kalau kita berbicara
- mata. Subhanallah.
- Jadi organ tubuh manusia ini kalau salah
- satu organ tubuh ini dihentikan oleh
- Allah Taala. Sekarang kita mau ingin
- lihat kebaikan Allah kepada kita. Tapi
- Allah Taala menyatakan kama ahsanallahu
- ilaik. Sebagaimana Allah Taala berbuat
- baik
- kepadamu. Ginjal aja. Karena ginjal tiap
- hari kita lihat hamba-hamba Allah
- mencuci darah di rumah
- sakit. Mencuci darah di rumah sakit.
- Sering saya ingatkan
- ini.
- Ee saya ulangi lagi cerita ini. Mungkin
- setahun yang lalu saya pernah membawa
- cerita ini.
- Ketika saya masih sekolah di mana mau
- ingin kerja part time di Amerika. Iya.
- Karena sekolah sana pembayaran cukup
- mahal. Saya ingin mencari kerja part
- time. Jadi tiap hari saya melihat iklan
- di koran. Subhanallah. Ada sekali waktu
- ada iklan dia mencari seorang yang punya
- mechanical
- attitude.
- Noun little
- electricity. Saya pikir-pikir wah ini
- cocok buat saya karena waktu itu saya
- memang dari STM jurusan listrik. He.
- Subhanallah.
- Akhirnya saya datang melamal pekerjaan
- ini.
- Ternyata seorang seorang Iran dan
- beragama Islam. Tapi pada waktu itu saya
- enggak tahu apa dia dari kelompok Syiah
- atau bukan. Wallahualam. Karena pada
- waktu itu saya ingin mencari kerja.
- Begitu dia
- bertanya melihat saya bukan orang
- Amerika, dia tanya, "Saya dari mana?"
- Saya katakan, "Dari Indonesia." "Nama
- Anda siapa?" Saya katakan Zaid. Lalu dia
- langsung mengatakan ee ayu Muslim. Saya
- katakan, "Yes, sir." Nah, lalu dia tanya
- kepada saya, "You know a little bit
- about electricity?" Saya bilang, "Yes,
- sir." "How about mechanical things?"
- Saya bilang,
- "Yes." Diantarkan saya ke bawah bagian
- bawah daripada rumahnya di
- basement. Rata-rata rumah di Amerika itu
- kalau di bagian tengah itu semua punya
- basement. terkecuali yang bagian-bagian
- dekat laut itu enggak punya basem. Tapi,
- nah saya kebetulan waktu itu tinggal di
- Saint Lois Missouri.
- Ternyata hamba Allah
- ini ginjalnya tidak berfungsi.
- Jadi itu tahun subhanallah tahun sekitar
- tahun 76 70 eh belum belum karena saya
- belum grade. Saya belum grade 2 74 tahun
- 4. Tahun 4 itu seingat saya itu mesin
- pencuci darah di Indonesia sini belum
- ada.
- Nah, kemudian dia antar saya ke bawah
- bagian ke basement dan saya lihat
- subhanallah ada mesin yang baru kali itu
- saya lihat. Kemudian mesin kalau
- sekarang kita lihat mesin pencuci darah
- cuma pendek kira-kira lebar gitu bawah.
- Kalau dulu kalau dulu itu masyaallah
- tinggi besar. Kemudian ee air purified
- water air yang sudah
- dipurified ya.
- yang di sudah dibersihkan itu masih di
- luar. Kalau sekarang semua itu sudah
- dalam satu ee sudah dalam mesin
- otomatis. Kemudian ee ada circulation
- pump. Nah, apa yang
- terjadi? Kemudian tugas saya hanya untuk
- menghidupkan mesin ini menjaga supaya
- jangan circulation pump ini
- berhenti. Ya, maka saya harus acting
- cepat.
- ee apa matikan mesinnya, melepaskan
- selangnya. Jadi dia berikan enggak
- apa-apa. Jadi pada saat itu baru saya
- tahu ini yang namanya mesin. Saya tanya
- ini mesin apa? Dia katakan mesin pencuci
- ginjal. Di zaman itu pada waktu
- itu mesinnya kira-kira jauhnya 1,5 m
- dari dia dengan dua selang yang cukup
- panjang. Selang berakhir di ujungnya ada
- jarum masuk dari sebelah kanan. Selang
- yang satu jarum masuk dari sebelah
- kiri. Jadi yang satu untuk dia sedot
- darahnya, dibersihkan darahnya,
- dikembalikan lagi ke sebelah kiri atau
- sebelah
- kanan.
- Subhanallah. Nah, hamba Allah yang
- mulia, Allah Taala memberikan ginjal
- kepada kita. Subhanallah. Kita tidur,
- ginjal ini bekerja.
- mencuci apa yang kita minum
- racun-racunnya atau yang tidak terpakai
- dia salurkan ke kantong
- kemih
- kencing yang nutrisinya dia kirim ke
- tubuh
- tubuh itu baru satu organ bagaimana
- kebaikan Allah Subhanahu wa taala kepada
- kita berusah
- gimana berapa berapa hari sekali cuci
- ginj itu dia harus mencuci pada waktu
- itu seminggu dua kali. Seminggu dua
- kali. Dan ketika saya bertanya
- kepadanya, "Bagaimana kalau Anda travel
- pergi ke luar kota?" Oh, dia katakan di
- rumah-rumah sakit sudah ada untuk
- menangani begini. Tinggal saya datang ke
- rumah sakit, saya sampaikan saya perlu
- untuk mencuci darah. Maka mereka akan
- proses. Sekarang mencuci darah berapa
- harganya? H R juta mungkin atau R juta
- wallahualam atau R juta saya enggak tahu
- sekarang.
- Bayangkan ada hamba-hamba Allah dalam
- kehidupan ini banyak dalam kehidupan
- kita di Indonesia, di Jakarta, di
- Surabaya, di mana-mana. Tiap minggu dia
- harus pergi untuk mencuci darah. Ya
- Allah.
- Ketika kita mempunyai ginjal yang sehat
- diberikan oleh Allah
- Taala, seberapa besar kebaikan Allah
- kepada kita? Ini yang Allah Taala
- menyatakan, "Kama ahsanallahu ilaik."
- Sebagaimana Allah telah berbuat baik
- kepadamu, maka berbuat baiklah dalam
- kehidupanmu. Sehingga Rasul sallallahu
- alaihi wasallam pernah ditanya sekali
- waktu, "Ya
- Rasulullah, man
- ahabbanas minal mukminin aak rasul
- sallallahu alaihi wasallam." Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menjawab,
- "Alladzi yanfauhum linas."
- Mereka-mereka yang memanfaatkan dirinya
- untuk manfaat masyarakat lingkungan,
- mengaktifkan dirinya untuk memanfaatkan
- masyarakat lingkungan. Banyak yang kita
- bisa
- lakukan. Sangat banyak. Apalagi hamba
- Allah yang mulia. Ketika Allah Taala
- menyatakan bima atakallah. Pemberian
- Allah kepada
- kita ya.
- Jabatan. Seorang yang mempunyai jabatan
- banyak dia berbuat bisa berbuat baik
- kepada masyarakat. Seorang yang
- mempunyai kemampuan ekonomi banyak dia
- bisa berbuat baik kepada masyarakat.
- Saya berikan contoh aja. Lurah. Lurah
- jangan dulu berbicara yang
- tinggi-tinggi.
- Lurah kalau dia mau berbuat baik kepada
- masyarakatnya, ya Allah sangat banyak
- jalannya. permudah dalam segala
- urusan. Jangan persulit hanya untuk
- mencari
- fulus. Apalagi kalau kita sudah
- berbicara bupati, gubernur,
- presiden, lebih banyak dan lebih leluasa
- mereka bisa berbuat kebaikan dalam
- kehidupan mereka. Karena mereka lupa
- organ-organ tubuh kita itu bekerja
- dengan dengan bekerja dengan normal,
- bekerja dengan baik. Itu bukan karena
- otomatis. Itu karena Allah Taala masih
- menghendaki organ-organ tubuh kita ini
- untuk
- bekerja. Perut kita aja, perut.
- Masyaallah sampai di dalam
- astagfirullahalazzim buku seorang
- profesor, seorang wanita. Dia profesor
- doktor dalam bidang dia aslinya seorang
- dokter
- internis. Kemudian dia menjadi profesor
- doktor dalam bidang
- biologi. Kemudian dia menulis satu buku.
- Sangat menarik itu buku. Masyaallah.
- Judul bukunya The Human is not Standing
- Alone atau The Mankind is Not Standing
- Alone. Artinya manusia, bangsa manusia
- tidak berdiri
- sendiri. Ini dokter internis dia menulis
- bukunya manusia tidak berdiri sendiri.
- Kemudian dia terangkan bagaimana ee dan
- dalam buku itu dia katakan gini ee
- subhanallah eh human body you know the
- system in human body is the most
- complicated system but the most amazing
- system. Jadi organ-organ tubuh dalam
- tubuh manusia itu sangat komplikasi tapi
- sangat mengagumkan.
- itu sampai dia katakan manusia tidak
- berdiri sendiri. Artinya dengan kalimat
- yang lain ada Tuhan yang mengawasi, yang
- menciptakan. Nah, ini dalam Al-Qur'an
- sebelum dia menulis buku ini dalam
- Al-Qur'an, berkali-kali Allah Taala
- ingatkan dalam Al-Qur'an, yakluquukum fi
- butuni umahatikum khalqan min ba'di
- khalqin
- fulumatif. Dia Allah yang menciptakan di
- dalam rahim
- ibu-ibumu dalam tiga kegelapan. fi
- dulumatitala. Sebelum buku ini ada,
- Quran sudah
- berbicara, Quran sudah terangkan kepada
- kita. Maka apalagi yang kita mungkiri
- dengan kebaikan Allah Taala? Waqaifa
- takfuruna billah. Apalagi yang
- menyebabkan Anda ini untuk membangkang
- kepada Allah subhanahu wa taala. Itulah
- sehingga Allah Subhanahu wa taala
- menasihatkan kepada kita, mengabadikan
- nasihat ini dalam Al-Qur'an.
- Nasihat dari kaumnya Nabi Musa kepada
- Karun. Karena Karun mereka melihat
- dengan kekayaan yang ada timbul
- kesombongannya, muncul
- kesombongannya berjalan dengan
- kesombongan yang luar
- biasa. Padahal dia saudara sepupu dengan
- Nabi Musa Alaih
- Salam. Allah Taala abadikan nasihat ini
- dalam Al-Qur'an. Allah Allah jadikan
- sebagai wahyu suci kepada siapa? Untuk
- kita semua. Wa ahsin kama ahsanallahu
- ilaik. Berbuat baik. Berbuat baik
- sebagaimana Allah Subhanahu wa taala
- telah berbuat baik kepadamu. Hamba Allah
- yang
- mulia. Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- lanjutkan dalam ayat ini nasihat
- daripada kelompok Nabi Musa, kaumnya
- Nabi Musa kepada Karun.
- Kemudian sesudah kita berbuat
- baik, maka Allah Taala
- ingatkan, "Wala tabil fasada fil ard."
- Jangan berbuat
- fasad dalam kehidupan kita. Jangan
- berbuat fasad kalau kita ingin tahu
- fasad itu apa. Fasad itu semua bentuk
- kemungkaran yang kita lakukan itu adalah
- fasad.
- Seorang berbuat kezaliman itu adalah
- perbuatan
- fasad. Seorang yang menginjak-nginjak
- keadilan itu adalah perbuatan
- fasad. Sangat luas. Allah Taala
- menyatakan, "Wala tabil fasada fil ard."
- Dalam kehidupanmu di dunia jangan
- ciptakan bentuk-bentuk
- kefasikan. Hamba Allah yang mulia.
- di akhir-akhir ini dalam kehidupan
- kita.
- Subhanallah. Di akhir-akhir kita ini
- mencari kehidupan dalam kehidupan ee
- mencari keadilan dalam kehidupan kita
- ini. Sekarang saat ini fenomena keadilan
- seakan-akan hampir hilang.
- Fenomena keadilan hampir
- hilang. Mencari
- keadilan sama dengan mencari jarum di
- tengah lautan.
- Subhanallah. Artinya pengadilan masih
- berjalan, tapi terkadang nilai
- keadilan dijual dengan harga yang murah.
- Ini salah satu bentuk fasad.
- Allah Taala menyatakan, "Wala tabil
- fasada fil
- ard." Sesungguhnya sebenarnya hamba
- Allah yang mulia ini, keadilan ini
- adalah satu bentuk kehidupan yang
- dirancang dan ditetapkan oleh Allah
- Taala. Sehingga dalam Al-Qur'an Allah
- Taala berbicara tentang keadilan kurang
- lebih sekitar 40 ayat.
- Di antaranya Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Ya ayyuhalladzina amanu
- kunu qawwamina
- bilqis syuhadaa
- lillah." Di ayat yang lain Allah
- Subhanahu wa taala ee
- ingatkanu wa aqrabul taqwa. Berlaku
- adillah dalam
- kehidupan. Karena begitu kita
- meninggalkan keadilan, kita jatuh
- kepada kecurangan.
- kezaliman dan itu satu bentuk perbuatan
- fasad. Dan Allah Taala menyatakan wala
- tabil fasada fil ard. Jangan sekali-kali
- kalian berbuat fasad dalam kehidupan
- ini. Jangan berbuat munkar, jangan
- berbuat fasad. Hamba Allah yang
- mulia, Allah Subhanahu wa taala
- mendahulukan dengan kita disuruh banyak
- berbuat baik. Banyak berbuat baik.
- Kalau kita perhatikan di ayat yang lain,
- terkadang mungkin kita
- berpikir kalau kita berbuat baik ini
- hanya
- khusus untuk upacara akhirat aja. Nanti
- balasannya kita terima di
- akhirat. Di ayat yang lain Allah Taala
- memberikan
- jaminan mereka-mereka yang suka berbuat
- baik karena Allah Taala.
- wa ahsin. Allah Taala menyatakan di ayat
- ee yang lain Allah Taala memberikan
- jaminan. Jadi daripada kita berbuat
- fasad, tinggalkan perbuatan fasad.
- Berbuat baik sebanyak-banyaknya. Kita
- menginginkan kehidupan yang baik.
- Kalaupun kita mendapat istri, kita ingin
- istri yang baik. Kita mempunyai anak,
- kita ingin anak kita ini yang
- baik. Kita menginginkan semua kebaikan
- ini, Allah Taala memberikan jalan keluar
- kepada kita.
- Man amila
- shihan
- minakarin au unsa fahua
- mukminun falanahu hayatan thayibah.
- Allah Taala terangkan dalam kehidupan
- dunia, siapa yang selalu berbuat baik.
- Man amila
- shihan minzakarin au
- unsa. Apa dia laki atau perempuan tidak
- ada bedanya.
- Dan dia berbuat baik ini karena dasar
- imannya kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Bukan berbuat baik karena ada sesuatu.
- Karena di saat-saat sekarang ini
- masyaallah di Indonesia kalau sudah akan
- ada pemilihan, oh
- masyaallah pemilihan gubernur, pemilihan
- presiden, pemilihan bupati,
- pemilihan apa
- aja. Wah, nampak kebaikannya luar biasa.
- Merakyatnya luar biasa.
- Kalau perlu turun ke gorong-gorong,
- lihat gorong-gorongnya itu. Tapi ada TV
- yang
- nunggu.
- Nah, itu artinya dia berbuat baik, tapi
- bukan berbuat baik karena Allah Taala.
- Tapi karena bagaimana
- mungkin kalau berbuat baik TV sudah
- nunggu? Ya
- Allah, itu ingin dipublikasi
- kebaikannya.
- Di ayat ini Allah Taala menyatakan
- berbuat baik fahua
- mukmin. Dan dia ini karena dasar iman
- kepada Allah Taala. Apa Allah Taala
- nyatakan? Nanti di akhirat cerita lain
- lagi. Di dunia Allah Taala menyatakan
- falanahu hayatan thayibah. Allah taala
- nyatakan Allah hidupkan dia dengan
- kehidupan yang baik di dunia di akhirat.
- Oh nanti ada balasan lain lagi.
- Wadziannahum.
- Dan Allah Taala nanti balas lagi dia di
- akhirat dengan biahsani mau yalun dengan
- lebih baik lagi. Apa yang dia lakukan
- dengan yang lebih baik. Berarti di dunia
- aja kalau kita berbuat baik Allah Taala
- sudah hidupkan kita dengan kehidupan
- yang
- baik. Kita lihat di ayat yang lain. In
- ahsantum ahsantum lianfusikum. Kalau
- kalian berbuat baik, pasti kebaikan itu
- balik kepada dirimu. Pasti balik kepada
- dirimu. Ini kepastian Allah Taala
- jamin kebaikan ini pasti akan dibalikkan
- Allah Subhanahu wa taala kepada dirimu.
- Itulah sehingga Allah taala
- menyatakan wala tabil fasada fil ard.
- Jangan berbuat fasad di muka bumi. Kalau
- kita sudah enggak bisa berbuat baik ya
- tahan aja diri kita. Jangan berbuat
- fasad. Jangan ganggu orang, jangan
- nginggung orang. Jangan mencelakakan
- orang. Jangan memfitnah orang. Apalagi
- di zaman sekarang. Ya Allah, ya
- Rabb. Begitu kita terima WA, terkadang
- kita enggak cari tahu benar salah
- benarnya apa benar berita ini. Kita
- langsung viralkan forward ke sana ke
- sini.
- Masyaallah. Kita sebar fitnah ini.
- Padahal mungkin itu fitnah. Belum tentu
- kebenarannya.
- Dan kalau sudah
- tersebar sudah sulit lagi untuk kita
- tarik kembali. Itu termasuk bentuk
- fasad.
- Baik. Jadi hamba Allah yang mulia kita
- semua ini dalam kehidupan. Semua dalam
- kehidupan kita aktif dengan HP, aktif
- dengan iPad, aktif dengan laptop.
- Kalau kita ingin jadikan ini semua
- sebagai perbuatan baik, sebagaimana
- Allah Taala menyatakan wa ahsin kama
- ahsanallahu ilaik, maka semua akan
- menjadi
- baik. Tapi kalau kita manfaatkan ini
- jalan yang salah, maka apa yang kita
- punyai ini adalah berbentuk fasad dalam
- kehidupan kita.
- Kemudian Allah Taala
- menyatakan,
- "Innallaha la yuhibbul
- mufsidin." Allah subhanahu wa taala
- sangat tidak
- menghendaki orang-orang yang selalu
- berbuat fasad. Untuk itu, hamba Allah
- yang mulia, manfaatkan umur kita, waktu
- kita untuk berbuat baik
- sebanyak-banyaknya. Amin. Karena kita
- tidak tahu perbuatan baik kita yang mana
- yang akan menghantarkan kita selamat di
- dalam perjalanan menuju ke akhirat
- sampai Allah memasukkan kita ke dalam
- surga. Amin.
- Insyaallah. Waminallahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa
- taala. Demikian tausiah kita di sore
- hari
- ini bersama Ustaz ZM Bahmid dan
- nampaknya sudah banyak pertanyaan Ustaz.
- Silakan mungkin langsung saja
- saya sampaikan kepada Ustaz. Pertanyaan
- pertama dari Bunda Fitri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik Ustaz Zaid, fenomena
- apa yang bisa kita simpulkan ketika
- ulama dikatakan sudah turun gunung?
- Kami sebagai ibu-ibu rumah tangga ikut
- berdoa agar langkah para ulama selalu
- diridai Allah. Wasalamualaikum Ibu
- Fitri.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Para ulama turun gunung
- biasanya kan kita suka dengar pendekar
- turun gunung ya. Heeh. Jadi begini.
- Subhanallah.
- Kalau kita perhatikan di dalam sejarah
- Quran, sejarah
- Quran ulama-ulama itu biasanya mereka
- itu harus
- aktif. Artinya kalau kita memakai
- kalimat turun gunung, ya benar itu turun
- gunung itu seperenah artinya dia mulai
- mengaktifkan dirinya kan dalam kehidupan
- dengan masyarakat, dalam kehidupan
- berpolitik, dalam kehidupan mana aja. I
- sebab kita menganggap politik itu kotor.
- Sebenarnya bukan politik yang kotor.
- Orangnya yang berpolitik yang menjadikan
- politik itu kotor. Karena kalau kita
- perhatikan Nabi Allah Ibrahim Alaih
- Salam dia berhadapan dengan Namrud. Apa
- itu? Tidak berpolitik. H dihancurkan
- patung-patungnya. Itu termasuk salah
- satu strategi untuk menjebak kepada
- mereka. Digantungkan kapaknya di patung
- yang paling besar sehingga timbul
- pertanyaan antara mereka siapa yang
- hancurkan? Artinya dia turun gunung
- berpolitik. Nabi Musa Alaih
- Salam sudah diancam oleh
- Firaun untuk bunuh di tempat. Kalau
- ketemu Nabi Musa, istilah kita tembak di
- tempat. Allah Taala perintahkan
- kepadanya untuk berhadapan. Pergi kepada
- Firaun. Idhab ila Firaun innahu tha.
- Jadi memang kalau kita perhatikan
- nabi-nabi yang Allah Taala ceritakan
- dalam Al-Qur'an mereka itu semua turun
- gunung untuk berpolitik juga. artinya
- mengajak manusia untuk menyembah kepada
- Allah Subhanahu wa taala dan mereka
- ingin
- meluruskan praktik politik yang
- dipraktikkan oleh penguasa pada waktu
- itu. Jadi kalau ulama itu turun gunung
- untuk meluruskan para
- politisi-politisi, maka ibu-ibu yang ada
- di rumah yang istilahnya sekarang
- mak-mak yang ada di rumah masyaallah. He
- turut
- doakan supaya Allah Taala memberikan
- kekuatan kepada mereka tidak tergiur
- dengan jabatan dan tidak tergiur dengan
- h dengan apa istilah
- sekarang ee bonus ya.
- Kira-kira itu fenomena sekarang ini.
- Ibu-ibu perlu banyak berdoa dan
- insyaallah mudah-mudahan dengan aktifnya
- para ulama karena tadi-tadinya kan kita
- serahkan aja kepada para polisi,
- politisi-politisi
- untuk padahal sebenarnya para ulama ini
- merupakan ee subhanallah
- pengawas-pengawas yang mengawasi supaya
- politik itu berjalan dengan lurus,
- berjalan dengan baik.
- akan muncul kesejahteraan dalam
- masyarakat. Sebab ketiga ketika
- ketidakadilan mulai meraja lela,
- kecurangan mulai merajela, pasti
- kerasahan akan muncul. Insyaallah
- terjawab. Baik, Bunda Fitri, semoga
- terjawab. Kemudian dari hamba Allah di
- 0853
- 17985. Sekian-sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Pendorong
- mobil mogok. Inilah sebuah peribahasa
- pendorong mobil mogok yang sampai
- kapanpun akan terus berlaku. Sekarang
- ini yang menjadi pendorong mobil mogok
- adalah atau biasanya umat Islam bahkan
- ulamanya. Kalau mobil sudah jalan
- pendorong bukan hanya ditinggalkan malah
- bahkan tak segan dilindasnya. Andai
- dibawa tak lebih hanya sebagai pencuci
- mobil. Oleh karena itu, umat Islam
- terutama ulamanya mesti waspada.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Jadi ini bukan bentuk pertanyaan, hanya
- pernyataan. Memang benar umat Islam
- harus selalu
- waspada. Umat Islam itu selalu harus
- aktif. Umat Islam itu harus selalu nahi
- munkar. Ya, amal mak'ruf nahi munkar.
- Ya, jangan hanya amal makruf aja terus
- kita berhenti di situ. Nahi munkarnya
- enggak ada. Heeh. Nah. Nah, jadi
- pernyataan ini memang benar dan
- mudah-mudahan insyaallah kita umat Islam
- dalam kehidupan kita di mana aja kita
- berada, kita selalu harus aktif untuk
- membenarkan yang salah, menegakkan yang
- bengkok supaya Allah Subhanahu wa taala
- melihat bahwa umat Islam ini ee faktor
- nahi ee amal makruf dan nahi mungkar
- selalu berjalan. Karena di ayat Allah
- Taala ingatkan
- eh kuntum khair ummatin ukhriyat linas
- tamuruna bil maruf watanhaunil
- munkarminuna
- billah. Allah taala nyatakan kalian
- adalah sebaik-baiknya umat tapi ada
- lanjutannya. Kita enggak bisa berhenti
- di situ aja. Sebaik-baiknya umat kalau
- tiga faktor ini kita lakukan. Amal
- makruf nahi
- munkar. Takmuruna bil ma'ruf.
- mengajak manusia selalu untuk berbuat
- baik, jujur,
- lurus watanhaunil munkar dan mencegah
- semua bentuk kecurangan, kemungkaran,
- ketidakadilan. Sebab memang ketika kita
- mulai nahi munkar, di situlah mulai
- muncul musuh-musuh untuk menghentikan
- kita. Kalau kita masih mengajak untuk
- berbuat baik, untuk jujur, masih belum
- banyak musuh-musuh yang muncul. Tapi
- begitu kita mulai mencegah kemungkaran,
- mencegah ketidakjujuran, mencegah
- kecurangan, nah pada saat itulah mulai
- muncul mereka untuk menghentikan kepada
- kita. Allah Taala nyatakan di ayat ini
- kalau kita menginginkan kita menjadi
- umat yang terbaik, tiga hal ini jangan
- kita lakukan. Yang terakhir, watminuna
- billah. Dan kita lakukan ini karena
- betul-betul iman kita kepada Allah
- Taala. Insyaallah terjawab. Baik, Ustaz.
- Kemudian pada pertanyaan kembali, Ustaz.
- Bapak
- Bapak Ihsan di Jakarta. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, ada ulama yang pro
- terhadap petahana. Kemudian di satu sisi
- ada yang pro juga terhadap Prabowo.
- Melihat ini seolah-olah ulama berhadapan
- dengan ulama. Bahkan ini akan membuat
- umat bingung jika seperti ini, ulama
- mana yang harus kita ikuti?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad waa ali
- sayyidina Muhammad.
- Sebenarnya di dalam
- sejarah tidak akan ada ulama akan
- berhadapan dengan
- ulama. Kalau ulama itu benar-benar dia
- lillahu fillah berjalan di jalan Allah
- Subhanahu wa
- taala, dia tidak akan berhadapan dengan
- ulama untuk dalam masalah politik untuk
- apa namanya bertandingnya. Tidak.
- Hanya terkadang hamba Allah yang mulia,
- kita umat Islam juga itu harus jeli
- untuk melihat. Sebab ada ulama juga yang
- terbawa dengan kehidupan dunia.
- Terkadang ayat-ayat Allah itu dijual
- dengan harga yang
- murah. Terkadang ayat-ayat Allah itu
- diterjemahkan menurut keuntungan
- kelompoknya atau menurut kemauan
- kelompoknya. Nah, itu kita juga harus
- lihat. Jadi mana ulama yang lillah
- wafillah betul-betul karena Allah
- subhanahu wa taala dan mana ulama yang
- hanya ingin mencari kedudukan dunia atau
- keuntungan dunia itu hanya kita yang
- bisa menilai. Kita sendiri masing-masing
- kita bisa menilai. Allah Taala telah
- memberikan pengetahuan kepada kita yang
- cukup untuk kita bisa lihat dan kita
- bisa perhatikan. Insyaallah terjawab.
- Baik. Kemudian kita beralih ke
- pertanyaan selanjutnya, Ustaz dari Bapak
- Ridwan di Setu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah. Saya ingin
- bertanya, Ustaz. Dalam Al-Qur'an di
- surah Hud ada ayat yang yang artinya,
- "Janganlah engkau meminta sesuatu yang
- tidak engkau ketahui hakikatnya." Ini
- maksudnya apa, Ustaz? Mohon
- penjelasannya. Surah Hud ayat berapa?
- Dia tidak disebutkan, Ustaz. Tidak
- disebut ayat berapa. Iya. Kalau dia
- sebutkan dengan bahasa Arabnya lebih
- enak kan kita Heeh.
- jangan
- engkau ee meminta
- sesuatu. Kalau dia sebut ayatnya dalam
- bahasa Arab mungkin kita bisa
- tahu. Sebab terkadang juga artinya itu
- belum tentu artinya yang demikian.
- Jadi insyaallah
- mudah-mudahan yang akan datang mungkin
- kita akan
- baik ee kita kita kip saja, Ustaz. Iya.
- Yang akan datang mungkin kita akan
- menjawab pertanyaan ini apabila kita
- tahu bahwa apabila ayat ini dalam
- bentuknya bahasa Arab agak lebih mudah
- untuk kita jawab. Kepada Allah subhanahu
- wa taala saya mengharapkan magfirah.
- Kalau ada yang salah kepadanya saya
- mengharapkan magfirah. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahaillallah wa
- anna muhammadar rasulullah nastagfiruka
- waatubu ilaih. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Ee demikian tausiah kita di sore hari
- ini bersama Ustaz ZM.
- Mbahmid dan semoga apa yang beliau ee
- sampaikan kepada kita ini apa dapat ee
- bermanfaat bagi kita semua. Kami ucapkan
- terima kasih kepada Anda para pendengar
- yang sudah berpartisipasi. Mohon maaf
- jika pertanyaan dari Anda belum sempat
- kami ajukan kepada Ustaz. Ada Ibu Liza
- Melda, kemudian ada Ibu Hani,
- ada hamba Allah di
- Jakarta. Kemudian
- ada hamba Allah yang juga bertanya.
- Belum sempat dijawab. Belum sempat
- terjawab, Ustaz. Ya. Baik. Minggu depan.
- Insyaallah minggu depan saya Abi Agus
- Ondi kemudian produser kami Uni dan juga
- Mas Sus bangkit di meja operator mohon
- undur diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- He.
- [Musik]
- Oh
- [Musik]
- [Musik]
- H
- [Musik]