Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Tepuk tangan]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. dipancar luaskan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis Cibubur Bekasi Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa
- taala, bagaimana kabarnya di sore hari
- ini? Semoga dalam keadaan sehat walafiat
- dan selalu dalam lindungan Allah
- Subhanahu wa taala. Senang sekali saya
- Abi Agus ditemani Neza dan juga Yusuf
- Sebangkit di meja operator dapat menemui
- ikhwan dan akhwat di udara dalam program
- tausiah sore edisi Senin 26 Safar
- 1446 Hijriah yang juga bertepatan di
- tanggal 2
- September 2024 Masehi.
- telah terhubung ustaz kita Ustaz Z
- Mahmid melalui aplikasi Zoom.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, sehat
- ya, Ustaz? Ya, alhamdulillah.
- Alhamdulillah binikmah waliah. Amin.
- Alhamdulillah. Ikhwan akhwat, di
- kesempat di sore hari ini guru kita akan
- membawakan tema keajaiban
- doa. Dan kita tanpa berpanjang lebar
- kita akan dengarkan terlebih dahulu
- pemaparan dari apa yang disampaikan oleh
- guru kita Ustaz Z M. Bahmid. Silakan
- Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Alhamdulillahilladzi anamana
- biahdalilad. Alhamdulillahilladzi an'ama
- alaina binikmatal islam wal iman.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah alladzi la ilahailla huwal
- malikur rahman wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa
- rasuluh arsalahu bil ayati wal ihkam.
- Allahumma sholli wasallim
- wabarik ala nabina Muhammad shahibil
- burhan wa ala alihi wa ashabihi ulil
- fadli wal
- irfan. Para pendengar sekalian,
- pendengar radio dan TV Rasil di mana aja
- Anda berada. Segala puji dan puja bagi
- Allah Subhanahu wa
- taala yang selalu memberikan nikmahnya
- tidak terputus kepada kita sekalian.
- Masyaallah.
- Dan dengan nikmah ini, alhamdulillah
- Allah Taala masih memelihara semua
- kesehatan dalam kehidupan kita.
- Ya,
- ikhwani, hari ini insyaallah bizni
- rabbana
- karim kita akan
- berbicara tentang keajaiban
- doa. Doa ini merupakan ibadah yang luar
- biasa. Salah satu ibadah yang luar
- biasa.
- Ibadah yang Allah tidak tetapkan
- waktunya,
- tempatnya, lamanya.
- Ya, itu Allah Taala memberikan kebebasan
- kepada kita. Kapan kita menedahkan
- tangan kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Dan doa ini
- subhanallah. Tidak ada manusia dalam
- kehidupan kita
- ini yang tidak pernah berdoa. Terkecuali
- kalau dia ateis. Artinya orang yang
- tidak percaya Allah Taala. Tapi itu juga
- kadang-kadang mereka masih harapkan satu
- kemujuran.
- Ya, dalam bahasa Inggris,
- well, I hope to have a lucky day.
- Saya menginginkan hari yang mujur.
- Sebenarnya mujur dan sial itu itu hanya
- kalimat, tapi sebenarnya itu adalah
- kebaikan dan ee
- kebaikan dan cobaan yang diberikan Allah
- Subhanahu wa taala kepada kita. Kalau
- kita mendapatkan sesuatu yang baik, yang
- menyenangkan, itu bukan karena
- mujur. Kalimat mujur ini tidak mempunyai
- arah. Kita cuma katakan mujur, tapi
- tidak punya arah. Sebenarnya itu
- kebaikan yang Allah Taala takdirkan
- kepada kita. Begitu juga dengan
- kadang-kadang kita memakai dengan
- kalimat, "Waduh, hari ini saya kena
- sial." Ya, hari ini sangat tidak
- menyenangkan.
- Sebenarnya itu adalah satu takdir dari
- Allah Subhanahu wa taala yang mungkin
- tidak ada yang tidak bukan adalah karena
- ulah tangan kita
- sendiri. Tapi sebenarnya semua itu
- adalah datangnya dari Allah Subhanahu wa
- taala. Kebaikan datangnya daripada Allah
- taala. Kejelekan juga karena ulah tangan
- kita sendiri itu juga adalah datangnya
- dari Allah Subhanahu wa taala. Justru
- itu hamba Allah yang mulia, kenapa di
- dalam
- masalah ee doa saya katakan keajaiban
- daripada doa?
- Karena hamba Allah yang mulia.
- Dalam satu hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, hadis ini diriwayatkan oleh
- Tirmidzi, Imam Ahmad dan juga Bukhari
- Muslim. Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan, "Laisa
- saaian akrama alallahi taala min
- doa." Tidak
- ada yang Allah Taala memandang dengan
- mulianya seseorang atau tidak ada yang
- mulia lebih mulia ketika seorang
- menadahkan tangan kepada
- Allah dengan benar-benar dia
- berdoa. Karena ada hamba-hamba Allah
- kalau dia mendedakkan tangan kepada
- Allah ya hanya sekedar sambil lalu
- aja. Artinya tidak
- serius. Dia berdoa meminta tapi hatinya
- lagi menerawang ke
- mana-mana. Dan perlu kita ketahui kenapa
- Allah Subhanahu wa taala menganggap
- orang yang menedahkan tangan kepada
- Allah itu adalah satu kemuliaan.
- Karena ketika seorang mendedahkan tangan
- kepada
- Allah, sesungguhnya dia itu
- mendeklarasikan
- dirinya bahwa dia tidak mempunyai
- kemampuan dalam masalah yang dia
- hadapi atau dia tidak mempunyai
- kemampuan
- cukup apa yang dia inginkan terkecuali
- dengan bantuan Allah Subhanahu wa taala.
- Artinya dengan kalimat yang lain, hamba
- Allah ini ketika dia menedahkan tangan
- kepada Allah dengan serius, dia merendah
- di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala. Dia
- merendah. Jadi
- artinya rasa sombongnya itu
- hilang saat itu. Wallahuam. Kalau
- tabiatnya juga suka sombong dan angkuh.
- Tapi ketika seorang mendedahkan tangan
- kepada Allah, sesungguhnya dia merendah
- di hadapan Allah
- Taala. Coba bayangkan, enggak ada orang
- yang yang menginginkan sesuatu dari
- Allah Taala terus dia tolak pinggang
- sambil berdoa enggak
- ada ya? Atau dia pegang kumis,
- putar-putar kumis sambil berdoa, enggak
- ada. Semua rata-rata mendedahkan tangan
- kepada Allah.
- menedahkan tangan dengan sifat merendah
- di hadapan Allah Subhanahu wa taala.
- Dan yang kedua, ketika seorang
- mendadahkan tangan kepada Allah,
- sesungguhnya dia membuka jalur antara
- dirinya dengan Allah Taala
- langsung dia membuka
- jalur. Apalagi ketika dia mendadahkan
- tangan, hamba-hamba Allah yang lain lagi
- tidur. Oh, masyaallah.
- Orang-orang lagi tidur dia lagi asyik
- bermunajat kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- doa. Dan kalau kita perhatikan di dalam
- Al-Qur'an, banyak Allah Subhanahu wa
- taala
- menceritakan
- keagungan dan ya mungkin kita katakan
- keanehan yang
- terjadi karena
- doa. satu keistimewaan yang terjadi
- karena
- doa. Hamba Allah yang
- mulia, manusia semua perlu
- berdoa. Dia
- kaya, dia sangat pintar,
- cendekiawan, profesor, dokter, yang
- miskin, yang awam, yang pemimpin, yang
- pejabat. Pasti dia memerlukan Allah
- Taala untuk dia
- berdoa. Pejabat-pejabat yang pergi
- berangkat umrah walaupun dengan uang
- korupsi atau uang yang enggak benar,
- wallahuam. Kenapa dia barang umrah?
- Karena dia ingin berdoa di Baitullah
- alham. Dia umrah, dia ingin berdoa
- dia. Tawaf, dia ingin berdoa di
- Baitullah. Karena dia tahu itu tempat
- yang
- magbut. Dan di dalam hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam, Rasulullah
- mengingatkan ada beberapa doa yang cepat
- dikabulkan oleh Allah
- Taala. Tapi cepatnya itu kita enggak
- bisa menentukan waktunya.
- Di
- antaranya doa orang yang mazlum, doa
- orang yang
- terzalimi, dizalimi ya,
- dianiaya apa diambil hartanya,
- ditipu ya dimasukkan penjara tanpa
- sebab. Ah, itu hati-hati. Karena Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan,
- "Ittaqu minil
- madlum." Di hadis yang lain dikatakan
- minwatil madlum.
- Takutlah kamu kepada Allah ketika
- seorang mendedahkan tangan kepada Allah
- karena dia ini mazlum,
- teraniaya. Dianiaya oleh seseorang atau
- dianiaya oleh satu lembaga atau dianiaya
- oleh para pejabat. Banyak terjadi dalam
- kehidupan kita.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan, "Takutlah kalian ketika
- orang itu ber mendakwah kalian kepada
- Allah
- Taala karena dia sudah tidak mempunyai
- kekuatan." Ini umpama contoh
- aja tanahnya diambil dengan paksa. Apa
- dia proyek pemerintah atau proyek apa
- aja tidak dibayar.
- ketika dia menadahkan tangan kepada
- Allah, maka hamba-hamba Allah yang
- turut yang turut terlibat di dalam
- mengambil haknya dia
- hati-hati. Karena di dalam hadis yang
- lain, Rasulullah mengingatkan ketika
- seorang mendedakkan tangan kepada Allah
- karena dia terzalimi, Allah Taala akan
- menjawab ketika dia berdoa,
- "Fabiizzati, dan demi
- kemuliaanku akan membela
- engkau." Jadi
- berhati-hati. Yang kedua doa orang tua
- kepada
- anaknya. Itu Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan doa kdo nabi
- umati sama dengan doa nabi kepada
- umatnya. Jadi kepada para orang-orang
- tua hati-hati kalau lagi
- marah lagi marah jangan suka keluarkan
- kalimat-kalimat yang sangat berbahaya.
- Sebab itu kalau Allah Taala kabulkan
- maka akan
- terjadi. Yang paling bagus kalau dia
- melakukan kesalahan, anak ingin
- melakukan kesalahan atau sesuatu maka
- sampaikan kepadanya, "Allah yahdik ya
- waladi atau Allah yahdik ya
- ibni. Mudah-mudahan Allah memberikan
- hidayah
- kepadamu. Jangan kita ngoaca yang
- tidak-tidak ya. kamu biar biar disambar
- petir ya biar celaka di jalan, biar
- macam-macam itu
- doa dan kalau terjadi baru menyesal tapi
- sudah tidak berguna, sudah
- terlambat. Kemudian doa orang yang
- berpuasa ini doa-doa yang makbul di sisi
- Allah Taala yang cepat naik kepada
- Allah. Orang yang dalam keadaan
- berpuasa.
- Jadi kalau kita
- berpuasa, kita jaga lisan kita dengan
- baik. Apa dia puasa sunah atau puasa
- wajib? Kemudian doa seorang
- musafirbul di sisi Allah. Kemudian doa
- pemimpin yang
- adil itu bentuk-bentuk
- doa yang cepat dikabulkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Nah, hamba Allah yang
- mulia, Rasul sallallahu alaihi wasallam
- juga mengingatkan kepada
- kita, kenapa tadi saya katakan bahwa
- salah satu
- ibadah yang paling
- gampang kita untuk berdoa apa
- susahnya? Yang diminta oleh Allah Taala
- kita berdoa itu serius. Artinya
- terkonsentrasi kita kepada Allah Taala.
- Sehingga saya katakan ibadah yang luar
- biasa yang tidak ditentukan tempatnya,
- tidak ditentukan waktunya, tidak
- tentukan ditentukan lamanya Anda berdoa
- silakan
- fadol. Tapi makin banyak seorang hamba
- Allah itu berdoa, makin banyak dia
- mendekatkan diri kepada Allah Taala dan
- mendeklarasikan dirinya ketidakmampuan
- sebagai hamba Allah.
- Sehingga Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- mengingatkan adoa makul
- ibadah. Doa
- itu inti dari semua
- ibadah. Ya, di sini dikatakan otaknya
- ibadah. Jadi artinya
- merupakan apa
- istilahnya? Leader dari semua ibadah
- yang kita lakukan.
- Doa.
- Subhanallah. Rasul sallallahu alaihi
- wasallam mengingatkan kepada kita
- sekalian tentang pentingnya doa ini luar
- biasa.
- Ketika Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan daa
- ahadukum
- falyazamul
- masalah. Kita jangan berdoa mengatakan
- dan itu dilarang oleh Rasulullah
- mengatakan ya
- Allah tergantung kepada apa yang engkau
- takdirkan.
- Y itu dilarang oleh Rasul sallallahu
- alaihi
- wasallam. Kita merintih, merasa sulit ya
- ingin
- curhat boleh kita sampaikan apa yang
- kita inginkan dari Allah Subhanahu wa
- taala. Sepanjang apapun kita kalau minta
- kepada manusia taruhlah seorang yang
- sangat baik kepada kita.
- Ya, mungkin kita pernah berbuat baik
- menjadikan dia berhutang budi kepada
- kita. Umpat kalau kita minta sesuatu
- kepadanya mungkin dikasih
- pertama. Yang kedua mungkin sudah enggak
- dikasih atau yang kedua dia mulai
- bosan. Yang
- ketiga, bisa-bisa dia katakan apa tidak
- ada tempat lain Anda untuk
- meminta-minta?
- Dan itu
- normal. Tapi kepada Allah Subhanahu wa
- taala, Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan, "Udu astajib
- lakum." Waqal rabbukum uduni astajib
- lakum.
- Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan di dalam satu ayat dalam
- surah
- Al-Baqarah kalau menurut keterangan dari
- Ibnu Katsir radhiallahu
- anhu bahwa ayat ini turun ketika seorang
- badawi datang kepada Rasulullah dan
- bertanya kepada Rasulullah, "Ya
- Rasulullah, ketika dia
- bertanya, "Bagaimana caranya saya
- berdoa? Doa apa saya
- berbisik-bisik atau saya
- memanggil-manggil kepada Allah Subhanahu
- wa taala dengan suara yang
- keras? Di mana adanya Allah Subhanahu wa
- taala. Pada saat itu Jibril berada di
- hadapan Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian Jibril menyampaikan
- ayat yang diabadikan Allah dalam
- Al-Qur'an.
- Sebab ada yang Jibril sampaikan
- merupakan hadis qudsi. Tapi ini ayat
- Alquran. Waalaka
- ibadi
- qibani
- lahum. Artinya Allah Taala menjawab
- pertanyaan hamba Allah.
- ibadi apabila hambaku bertanya kepadamu
- ya Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam fa inni qarib sesungguhnya aku
- ini sangat
- dekat para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala ada saatnya
- terkadang otak kita ini sudah tidak
- mampu bisa
- mencerna terkecuali kalau kita beriman
- kepada
- Allah. Saya berikan contoh
- begini karena ini pernah ada yang
- bertanya kepada
- saya, "Ustadz, manusia kan di dunia ini
- luar biasa banyaknya." Iya.
- Lalu kira-kira ada 5 miliar.
- Oke. Bumi kita ini kan yang sebelahnya
- malam, sebelahnya siang. Kalau siang di
- Indonesia, malam
- di belahan bumi sebelah kayak di Amerika
- ya dan negara-negara
- lain. Kemudian kalau pada waktu malam
- itu umpama ada kita di Indonesia ini ya
- kita termasuk siang di
- Malaysia apa namanya fitnah Indonesia,
- Saudi Arabia itu siang di bumi balahan
- yang lain itu malam.
- Kalau kita malam di sana siang. Pada
- waktu malam umpama mungkin yang
- bertahajud kira-kira di antara
- negara-negara yang di belahan bumi yang
- malam lagi mendadahkan tangan kepada
- Allah. Anggaplah kira-kira 10
- juta. Jadi saya berikan contoh kepadanya
- begini.
- Sekarang ini kadang-kadang kan kalau
- ada pertandingan bola, pertandingan
- dunia ya bola itu ramainya di mana-mana
- luar biasa. Kalau lagi main di Amerika
- pada waktu siang hari, maka di sini
- malam dan terkadang orang akan bangun
- sekalipun dia nonton jam . jam 3. Dia
- bakal bangun. Kadang-kadang main jam
- 12.00
- malam bangun.
- Mereka main di Eropa, main di Amerika.
- Kita nonton di
- sini dan kita bisa lihat ratusan orang
- di stadium. Kita bisa lihat mereka yang
- main sangat
- dekat di
- televisi. Jadi, coba kita renungkan
- begini.
- Kalau otak manusia yang Allah
- kembangkan, yang mengembangkan otak
- manusia itu Allah Taala yang Allah Taala
- nyatakan alamal insana ma lam yalam.
- Allah mengajarkan kepada manusia apa
- yang dia tidak tahu menjadi tahu.
- Berarti otak manusia ini selalu
- berkembang, dikembangkan oleh Allah
- Taala otak manusia sehingga mereka bisa
- menciptakan
- televisi. Dan Anda bisa
- nonton bagaimana dekatnya.
- Mungkin Anda nonton lebih anak, lebih
- enak, lebih jelas, lebih dekat daripada
- orang yang berada di tribun. Terus
- mereka
- nonton itu otak
- manusia. Bagaimana lagi yang menciptakan
- otak
- manusia? Apa susahnya bagi Allah
- Subhanahu wa
- taala mendengar doa kita
- sekalian? Enggak susah.
- Sekalipun pada saat yang sama ratusan
- juta hamba Allah yang lagi meledahkan
- tangan kepada
- Allah. Innahu samiun alim. Dia maha
- mendengar dan maha
- mengetahui. Jadi ayat ini Allah Taala
- nyatakan apabila hambaku bertanya
- kepadaku, fainni qadim, maka
- sesungguhnya saya ini sangat dekat.
- Jadi, coba kita bayangkan ketika Allah
- Taala telah membuka tabir antara kita
- dan Allah Taala, begitu kita tadahkan
- tangan kepada Allah berdoa, Allah Taala
- nyatakan, "Fa inni qun, aku sangat dekat
- dengan ujibu daw
- idani, aku akan menjawab,
- Aku akan
- mengabulkan dakwat
- dai pada mereka-mereka yang menadahkan
- tangan. Tapi kata Allah Taala menyatakan
- daani kalau dia
- meminta. Jadi kita tidak boleh
- mengatakan
- begini ya karena putus asa mungkin kata
- ya sudahlah apa katanya takdir Allah
- Taala terserah.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan, "Apabila engkau berdoa
- kepada Allah
- Taala, sampaikan jelas." Bukan Allah
- Taala tidak mengetahui apa yang
- tersimpan, bukan. Saya berikan contoh
- begini. Nabi Allah Ibrahim Alaih
- Salam ketika Allah perintahkan
- kepadanya, "Tinggalkan anak istrinya di
- lembah yang
- gers, Allah yang perintahkan kepadanya,
- tinggalkan di tempat tersebut.
- Ketika dia
- berdoa ada yang dia inginkan dari Allah
- Subhanahu wa
- taala. Tapi dia mulai mulai dengan
- rabbana inni askamtu minriyati biwadin
- ghairiin. Wahai Tuhanku zat yang
- menghidupkan
- aku. Aku tinggalkan anak istriku di
- lembah yang gersang yang tidak ada
- kehidupan. tidak ada air, tidak
- macam-macam. Padahal Allah yang
- memerintahkan kepadanya.
- Ini
- contoh berarti kita bisa curhat kepada
- Allah apa yang lagi kita jalani di dalam
- kesulitan yang kita
- hadapi. Kemudian Nabi Allah Ibrahim
- alaihi salam kan
- meminta, dia bukan minta bekal, bukan
- minta apa duluan dia meminta liuqimus
- shahungan
- dengan mereka menjaga salat mereka.
- Karena seorang ketika dia salat dia
- sesungguhnya berkata-kata dengan Allah
- Taala, dia berdialog dengan Allah Taala.
- Jadi di ayat ini Allah Subhanahu wa
- taala mengingatkan kepada kita sekalian,
- ujibu
- dwani aku
- selalu ya boleh kita
- katakan selalu aku akan menjawab
- permintaanmu. Aku akan mengabulkan
- permintaanmu. Tapi cara Allah
- mengabulkan bukan cara kita.
- Belum tentu yang kita minta itu yang
- Allah berikan. Terkadang Allah berikan
- yang terbaik untuk kehidupan
- kita. Tapi Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan, nah ini terkadang kita
- lupa. Falyastajibu
- liukumminu
- bi. Maka
- penuhilah apa yang Allah Taala
- perintahkan kepada kita.
- Allah Taala menyatakan
- ujibuan. Kemudian Allah Taala
- mengatakan. Jadi berarti syarat kalau
- kita menginginkan doa kita diijabahi
- Allah Taala, dijawab oleh Allah Taala.
- Allah Taala
- menyatakan walinu
- bi. Maka apa perintah-perintah Allah,
- arahan-arahan Allah kita ikuti. Apa yang
- dilarang oleh Allah jangan kita
- main-main, kita
- jauhi. Wal yukminu biinya, "Dan
- berimanlah kepadaku dengan benar yang
- benar." Karena ada hamba-hamba Allah
- yang
- beriman. Ada hamba-hamba Allah yang
- beriman.
- Tapi dia memintanya bukan kepada Allah
- Taala. Ada juga beriman tapi dia masih
- percaya ada tempat-tempat yang keramat
- yang tidak dia pergi dia berpikir kalau
- tidur semalam di situ atau apa. Ini
- banyak dalam kehidupan
- kita. Balik kepada
- Allah. Laksanakan apa yang Allah Taala
- perintahkan dalam kehidupan kita.
- Dan kita lihat iman kita
- ini benar atau terkontaminasi
- kemusyrikan. Apa terkomponasi
- terkontaminasi kemusyrikan?
- Kadang-kadang kita mempercayai yang
- tidak-tid mempercayai bahwa ada angka
- yang punya kekuatan
- gaib. Angka apa itu? Angka 13.
- Kalau itu masyaallah para
- pendengar kalau kalau naik di
- gedung-gedung yang tinggi di Jakarta
- bukan di mana-mana di
- Jakarta. Coba cari kalau ada tingkat
- 13. Gak
- ada
- 12A atau 12B baru 14. Enggak ada
- 13. Umpama gedung itu yang punya seorang
- muslim, sesungguhnya dia terkontaminasi
- kemusyrikan kepada Allah. Karena dia
- masih percaya bahwa ada angka yang
- menjadikan dia
- sial. Angka yang membawa kesialan. Ini
- sebenarnya kepercayaan ini dari Eropa,
- dari
- Amerika diimpor kepada kita dan kita
- percaya.
- Contoh yang lain aja ini teristimewa
- kepada para pedagang-pedagang
- rumah. Kalau ditawarkan tanah kepada
- mereka, kemudian kebetulan tanah
- ini tusuk sate. Ya, ada kan istilah di
- Jakarta tanah tusuk
- sate. Artinya tanah di pertigaan
- yang jalannya yang satu itu memotong
- jalan yang minta. Tapi pas jalan yang
- memotong ini tidak tebus berakhir di
- depan tanah tersebut. Mereka katakan
- untuk susah. Ada yang terkadang
- mengatakan begini, "Ya, saya tidak
- percaya sih, tapi lebih baik janganlah."
- itu kalimat yang menunjukkan bahwa dia
- mempunyai kepercayaan salah itu. Nah,
- ini di
- antaranya
- ee apa istilahnya titik-titik
- kemusyrikan yang suka terkontaminasi
- dalam iman kita. Di ayat ini Allah Taala
- menyatakan, "Falyastajibu
- liu bi la'allahum
- yarsyudun." Ikutilah apa yang aku
- perintahkan. Allah Taala menyatakan apa
- yang diarahkan oleh Allah, apa yang
- dilarang oleh Allah jangan kita lakukan.
- Dan berimanlah yang benar
- walminu laallahum yarsyudun supaya
- kalian mendapat
- keberuntungan. Dan keberuntungan yang
- paling besar ketika kita menghadapi
- masalah besar musibah kita ada tempat
- untuk mendedahkan tangan kepada Allah
- Taala. Subhanallah.
- Makin banyak kita berdoa menandakan
- tangan kepada
- Allah, makin dekat kita dengan Allah
- Taala dan makin kita diangkat derajatnya
- oleh Allah Taala. Karena doa itu Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- doa itu adalah inti daripada ibadah. Moh
- ibadah otaknya daripada semua ibadah
- kita kepada Allah.
- Doa justru itu hamba Allah yang
- mulia.
- Ah, ada lagi doa yang dalam Subhanallah
- kalau enggak salah dalam berugul maram
- ketika Ibnu Mas'ud bertanya kepada
- Rasulullah, "Ya Rasulullah, doa yusma
- doa yang bagaimana cepat didengar oleh
- Allah Taala." Kemudian Rasul sallallahu
- alaihi wasallam
- menyatakan, "Fi kulli ba'datil
- maktubah."
- Tiap-tiap selesai salat fardu. Justru
- itu di dalam salat
- fardu Rasul sallallahu alaihi wasallam
- pernah memanggil kepada Usama bin Jabal
- dan mengatakan
- kepadanya, "Aku ajarkan kepadamu dan
- jangan engkau tinggalkan." Dia katakan,
- "Labaika ya Rasulullah."
- Maka Rasulullah menyatakan kepadanya,
- "Tiap selesai
- salat, mintalah kepada Allah, Allahumma
- ainni
- alaikrika wusni ibadah."
- Ya
- Allah ani
- alikr bantulah aku untuk selalu
- mengingat
- kepadamu, untuk mendekatkan diri
- kepadamu, untuk banyak berzikir
- kepadamu.
- Allahum. Dan batulah aku supaya menjadi
- hamba-Mu yang selalu bersyukur
- kepada wusni
- ibadatika. Dan supaya ibadah-ibadahku
- ini makin hari makin
- baik dan perbaikilah
- ibadahku. Berarti hamba Allah yang
- mulia.
- Selesai salat fardu, kita dalam keadaan
- berwudu. Kita baru selesai salat. Jangan
- sia-siakan
- waktu. Perbanyaklah berdoa pada
- waktu-waktu. Di samping di tempat-tempat
- yang lain, kapan aja kita berada, kita
- banyak
- berdoa. Apalagi ketika kita berada di
- dalam kerumunan orang.
- Dalam hadis qudsi itu diingatkan Allah
- mengingatkan, "Siapa yang mengingat
- kepadaku di
- dalam apa? Lingkungan orang
- banyak, maka aku akan mengingat
- kepadanya ketika sendirian membutuhkan
- pertolongan." Bayangkan.
- Masyaallah. Nah, hamba Allah yang mulia,
- para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala. Saya
- ingin menceritakan ada beberapa kejadian
- di dalam Al-Qur'an yang Allah Taala
- ceritakan dalam Al-Qur'an. Karena
- kejadian-kejadian ini
- subhanallah
- bagaimana
- kebiasaan amal yang baik
- menjadikan ee
- subhanallah doanya itu diijabahi oleh
- Allah Taala secara spontan.
- spontan.
- Masyaallah. Dan kita perhatikan apa yang
- menyebabkan sehingga Allah Taala
- membantu kepada mereka secara
- spontan. Yang pertama Allah Subhanahu wa
- taala
- ceritakan wa Ayyub idada
- rabbahu. Dan Nabi Allah Ayub Alaih Salam
- ketika memanggil-manggil kepada Allah.
- Arti dengan kalimat yang lain berdoa
- kepada Allah
- nbak nda itu sama dengan memanggil
- berdoa
- ya. Kemudian dia
- mengatakan anni
- masadur wa anta arhamar
- rahimin. Itu doanya pendek banget.
- Banyak banyak doanya. Anni
- masamahimin. Ya Allah Taala berikan
- contoh. Wa
- Ayyubahu. Dan Nabi Allah Ayub Alaih
- Salam ketika dia menedahkan
- tangan berdoa kepada Allah, memanggil
- kepada Allah Taala.
- Seakan-akan kalau kalau bahasa kita
- rabbi ya katakan nada rabbahu
- seakan-akannya mengatakan ya Allah dia
- merinti kepada Allah sesungguhnya aku
- ini
- wahamahimin aku diliputi dengan
- kesulitan dengan kesusahan dengan
- penyakit dan engkau adalah zat yang maha
- maha penyayang
- Allah menjawab langsung dan mengatakan,
- "Fastajabna lahu
- fakasyafna ma bihi
- minrin." Kalimat fastajabna
- lahu. Maka
- kami ijabahi
- permintaan kami ijabahi untuk.
- Nah, sekarang mari kita
- lihat kalau kita lihat kisahnya Nabi
- Ayub Alaih Salam. Ya
- Allah, cobaan penyakit yang Allah
- berikan kepadanya itu
- subhanallah. Saya kira sampai sekarang
- ini belum ada yang dicobai oleh Allah
- seperti
- itu. Ayub ini adalah seorang yang kaya
- raya.
- Dia mempunyai ternak, mempunyai apa
- namanya
- pertanian ya, anak-anaknya cukup banyak,
- istrinya yang cantik dan
- taat. Kemudian Allah Taala memberikan
- cobaan
- kepadanya karena Allah ingin
- membanggakan bagaimana manusia itu
- ketika dia taat kepada Allah, kalau dia
- diberikan cobaan, ya diberikan mudarat,
- dibenturkan dengan kemudaratan,
- dikembalikan kepada Allah Taala.
- Dia
- sabar. Jadi salah satu yang
- mendatangkan Allah Taala mengabulkan
- doanya. Orang yang
- sabar. Nabi Ayub ini sabarnya luar
- biasa. Kalau dibandingkan dengan kita.
- Kita ini enggak ada apa-apanya.
- Masyaallah. Kadang-kadang kita dicobai
- oleh Allah Subhanahu wa taala dengan
- penyakit sedikit aja.
- Baru umpama berapa bulan kadang-kadang
- kita mengeluh bukan minta kepada Allah,
- "Ya Allah, kenapa saya yang mencoba yang
- begini?" Atau kadang-kadang kita mencari
- kambing hitam sehingga dia terjadi yang
- demikian. Ada lagi yang lebih parah yang
- menganggap
- ini astagfirullah apa
- namanya? Dikerjain
- orang, dikerjain orang,
- didukunin. Astagfirullahalazim.
- Astagfirullah. Sekalipun 100 dukun
- berada di hadapan
- Anda, para pendengar
- sekalian, 100 dukun, jangan satu dukun,
- 100
- dukun yang ingin menyihir kepada kita.
- Tapi ketika kita tetap berpegang kepada
- Allah
- Taala, 120 dukunnya tidak ada apa-apa.
- Kalau Allah Taala tidak takdirkan, tidak
- akan terjadi apa-apa.
- Apalagi Allah Taala sudah mengajarkan
- kepada kita dengan surah
- al-Falaq. Qul azubirabbil falaq min
- syarri ma khalaq. Dan selanjutnya.
- Jadi ketika Ayub dicobai oleh Allah
- Taala dengan badannya sudah penuh dengan
- ulat dan baunya luar biasa sehingga
- orang-orang di kampung tersebut meminta
- kepada istrinya supaya Ayub ini dibawa
- menyingkir jauh-jauh karena baunya itu
- sudah mengganggu luar
- biasa. Dan
- Ayub diungsikan agak jauh.
- Di dalam riwayat
- Subhanallah, kita kan semua tahu
- ceritanya Nabi Ayub. Terkadang kan ada
- yang kita istilahkan, "Wah, orangnya ini
- sabarnya kayak sabarnya
- Ayub." Enggak ada, tidak ada, tidak ada
- tendingan sabarnya Nabi Ayub. Atau
- kadang-kadang kita pakai
- sabarlah ya, sabar Ayub. Masyaallah.
- Jadi ketika badannya sudah penuh dengan
- ulat, penuh dengan
- ulat yang dia takutkan hanya satu.
- Jangan sampai ulat-ulat ini naik sampai
- di
- lidahnya dan mengganggu otaknya dan
- otaknya sehingga dia sudah tidak bisa
- berzikir lagi kepada Allah Taala.
- Dan di dalam riwayat dia minta kepada
- Allah Taala supaya lisannya ini tidak
- diganggu dengan
- ulat-ulat sampai akhirnya. Tapi sabarnya
- dia luar biasa. Sehingga ketika anaknya
- mengusulkan kepada ibunya ee ibunya
- mengusulkan kepada anaknya minta kepada
- ayahmu dia itu seorang nabi supaya
- berdoa kepada Allah Taala. Allah Taala
- ingat hilangkan penyakitnya. anaknya
- sampaikan kepada Nabi Ayub. Nabi Ayub
- bertanya, "Ini ide dari siapa?" Ini dia
- mengatakan, "Dari
- ibu." Maka Nabi Ayub berjanji kalau dia
- sembuh, dia akan mencambuk istrinya 100
- kali.
- Dia mengatakan kepada
- anaknya, "Berapa tahun yang Allah
- berikan nikmah kepada kita dengan
- kesehatan, kelapangan waktu, ke lapangan
- ekonomi, semua segala berapa
- tahun anaknya ini mungkin waktu dia
- lahir
- baru sampai dia besar mungkin sudah umur
- 30 tahun, dia bilang, "Ya, ayah setahu
- saya 30 tahun."
- Atau mungkin kalau ada anak yang umur 40
- tahun, dia bilang, "Setahu saya 40
- tahun." Kemudian Nabi Ayub bertanya
- kepadanya, "Berapa tahun yang Allah
- cobain saya dengan
- penyakit?" Kemudian anak ini
- menghitung-hitung. Dia
- katakan iya kira-kira hampir 7
- tahun Nabi Ayub mengatakan aku malu
- untuk mengeluhi kepada Allah dengan
- meminta anaknya
- pulang sampai sudah saat
- klimaksnya baru Nabi Allah Ayub Alaih
- Salam minta kepada Allah dengan doanya
- Nah,
- waahu. Jadi seakan Allah Taala menyuruh
- kepada kita perhatikan Nabi
- Ayub ketika dia menedahkan tangan berdoa
- kepada
- Allahimin dan Allah menjawab fastajab
- lahu. Doanya ini Allah Taala menyatakan
- kami ijabahi doanya. Kemudian Allah
- pancarkan air dari tempat di mana dia
- berada dan Allah perintahkan kepadanya
- untuk mandi di air tersebut. Kembali
- mutlak total kesehatannya semua kembali
- urat-uratnya runtuh. Dia balik lagi
- seperti
- orang yang sehat luar biasa.
- Yang saya ingin
- ingatkan Allah Taala menyatakan
- fastajabna lahu. Maka kami kabulkan
- doanya karena apa? Kesabarannya
- Nabi berarti kita harus membiasakan diri
- dalam hidup kita. Kalau ingin doa kita
- itu cepat diijabahi
- Allah, terapkan kesabaran dalam hidup
- kita. Biasakan sabar menghadapi dalam
- segala
- masalah. Sabar memang kalau berbicara
- sabar gampang, mudah, tapi menjalaninya
- memang tidak
- mudah. Tapi tidak mudah itu bukan
- berarti
- mustahil. Kita kena benturan musibah,
- sabar kembalikan kepada
- Allah. Kita kesulitan ekonomi, sabar
- kembalikan kepada Allah Taala. Tadahkan
- tangan kepada Allah.
- Boleh kita meminta kepada Allah,
- Allahumarzuqna rizgan thayiban atau
- rizkan halalan thayiban warizkan wasi'an
- dan rezeki yang banyak. Ya Allah,
- boleh. Tapi nanti
- untuk mengabulkan doa
- tersebut, apa yang Allah berikan kepada
- kita itu yang terbaik bagi kita.
- Mungkin kita minta rezeki yang banyak,
- kita diberikan kesehatan oleh Allah
- Taala. Karena Allah Taala tahu hamba
- Allah ini kalau dia sehat, makin makin
- bakal tekun dia
- beribadah. Jadi belum tentu Allah akan
- memberikan apa yang kita minta, tapi
- Allah akan memberikan apa yang sangat
- diperlukan oleh kita. Cuma kita
- kan itu yang pertama Nabi
- Ayub. Mari kita lihat.
- Contoh yang
- kedua, dengan kalimat yang sama yang
- Allah Taala menyatakan fastajabna lahu,
- maka kami kabulkan apa yang dia inginkan
- permintaan.
- Allah Subhanahu wa taala menyatakan
- dalam surat
- anbiya ilahailla antahanaka intu
- minimin fastajabna
- lahu. Allah Taala menyuruh kita
- perhatikan wadannun. Danun itu Nabi
- Yunus. Allah Taala istilahkan dengan
- kalimat
- danun wun. Nabi
- Yunus haba
- mugadiban ketika dia berangkat
- meninggalkan
- kaumnya dengan
- kecewa. Boleh bilang melarikan diri dari
- kaumnya.
- Karena dia memanggil kaumnya untuk
- beriman, berdakwah, berdakwah. Kaumnya
- enggak mau, malahan kaumnya
- menantang. S Yunus bilang, "Nanti Allah
- akan mendatangkan adab."
- kaumnya menantang datangkan adab kepada
- kami. Nabi Yunus karena takut terbawa
- dengan adab Allah dengan gaumnya ini
- yang tidak mau beriman, maka Nabi Yunus
- melarikan diri naik
- perahu. Kemudian naik perahu kita sudah
- tahu ceritanya ini semua kita tahu. Tapi
- saya ingatkan aja supaya kita lihat
- bagaimana doanya dia
- diijabahi sampai Allah Taala menyatkan,
- "Fastajabna lahum."
- Maka kami kabulkan permintaannya, kami
- ijabahi
- doanya. Naik ke kapal. Di dalam riwayat
- ini, di tengah laut, kapal ini ombak
- ambil dengan ombak yang sangat besar.
- Kaptennya mengatakan biasanya kalau ada
- pelarian ya, maka pasti eh kalau ada
- ombak yang sangat besar seperti ini,
- pasti ada pelarian di dalam kapal
- itu. Karena Nabi Yunus melarikan diri
- dari umatnya, artinya meninggalkan
- kepada mereka. Karena Nabi Yunus sudah
- ingatkan berkali-kali malahan mereka
- menantang, "Datangkanlah itu Adam."
- Ketika
- diundi, jadi si kapten kapalnya
- mengatakan, "Kita undi siapa yang
- pelarian." Dia undi jatuh kepada Nabi
- Yunus. Mereka tahu Yunus ini mempunyai
- akhlak yang baik. Nabi pasti masyaallah
- akhlaknya. Mereka itu kurang yakin.
- Kaptennya bilang undi lagi sampai tiga
- kali undi tetap kena sama Nabi Yunus.
- Makanya Nabi Yunus mempunyai kesadaran
- sendiri.
- dia lompat ke
- laut karena dia ingin menyelamatkan yang
- lain. Dan ini
- memang sudah rencana Allah Taala untuk
- takdirkan demikian
- kepadanya. Dia ditelan oleh ikan
- paus. Ikan yang sangat besar. Ikan yang
- besar itu biasanya ikan paus.
- Dan ikan paus itu di perut ikan paus
- manusia enggak bisa hidup karena ada gas
- yang sangat berbahaya di perut ikan
- paus. Itu menurut saintis dari eh animal
- world dari dunia binatang. Mereka
- pelajari tentang ikan
- paus. Tapi Nabi Yunus di dalam perut
- ikan yang penuh dengan gas beracun, dia
- bisa hidup.
- Dan memang tidak ada oksigen di
- dalamnya. Bayangkan dengan kegelapan
- yang luar biasa dia berdiri di atas di
- tempat yang basah dan tidak
- rata dalam perut ikan. Mungkin tergenang
- air sedikit sampai di betisnya.
- Wallahuam. Di ayat ini Allah Taala
- menyatakan fanada fidulumat.
- Dan dia memanggil Allah Taala, mendahkan
- tangan kepada Allah di dalam kegelapan
- yang luar
- biasa. Dia tahu dia telah berbuat keliru
- meninggalkan umatnya.
- Dia tidak meminta kepada Allah Taala
- untuk Allah mengeluarkan dia dari perut
- ikannya. Dan kisah ini Allah
- Taala patenkan di dalam Al-Qur'an supaya
- kita mengambil
- contoh apa yang dia lakukan. Dia hanya
- berzikir kepada Allah Taala. La
- ilahailla anta subhanaka inni kuntu
- minzalimin. Ya Allah tidak ada Tuhan
- melainkan
- Engkau. Lailahailla anta subhanaka. Maha
- suci Engkau ya Allah. Aku telah
- menzalimi
- diriku. Inni kuntu
- minzalimin. Aku telah berbuat salah. Aku
- telah menzalimi diriku. Artinya
- pengakuan yang tulus kepada Allah Taala.
- Itu aja yang dia sebut dalam perut
- ikan. Dia enggak minta kepada Allah, "Ya
- Allah, keluarkanlah aku dari tempatnya."
- Maka Allah Subhanahu wa taala menjawab
- dengan kalimat sama dengan Allah
- menjawab kalimat kepada
- subhanallah sama dengan Allah menjawab
- kalimat kepada
- astagfirullahalazim Nabi
- Ayub fastajabna
- lahu. Maka Allah subhanahu wa
- taala mengijabahi
- permintaannya ini. Maaf saya saya pasang
- chartnya dulu. Ini saya punya ini sudah
- warning akan mati karena baterainya
- sudah mau habis.
- Bismillahirrahman takut jangan dia habis
- kita
- lagi. Ah
- alhamdulillah. Maka Allah Subhanahu wa
- taala menjawab,
- "Fastajabahu." Maka
- kami mengijabahi doanya.
- Kemudian Allah memerintahkan ikan
- tersebut untuk memuntahkan atau
- mengeluarkan Nabi
- Yunus di tempat asalnya dari mana dia
- naik
- kapal. Dan ketika dia dikeluarkan dari
- perut ikan, dia dalam keadaan demam
- sakit.
- lahu wajahu minalam wika nunjil
- mukminin. Apa pelajaran yang kita bisa
- ambil dari
- sini?
- Zikirnya Nabi Yunus.
- Berarti kita dalam hidup kalau semua
- dalam keadaan lagi tentram, lagi enak,
- ya perbanyak kita berzikir kepada Allah.
- Perbanyak kita dekatkan diri kepada
- Allah.
- Karena dalam hadis Rasul sallallahu
- alaihi wasallam yang lain, Rasulullah
- mengingatkan, "Kalau kalian inginkan doa
- kalian diijabahi Allah dalam
- kesulitan, dalam keadaan kesulitan yang
- luar
- biasa, maka perbanyaklah doa ketika kamu
- dalam keadaan senang dan tenang."
- Sebab memang terkadang orang kalau dalam
- segala sesuatu itu lagi semua tersedia
- di rumah, semua jalan bagus, anak-anak
- sehat, masyaallah sekolah
- berhasil,
- perdagangan perdagangan
- lancar
- ya, proyeknya jalan.
- Masyaallah. Jarang dia berdoa.
- Jarang. Nanti sudah kena benturan baru
- mencari Allah Taala.
- Doa ketika kita dalam keadaan senang itu
- masyaallah di sisi Allah
- Subhanahu yang
- terakhir. Yang
- terakhir. Jadi Allah Taala menjat
- fastajab lahu. Sama dengan Allah Taala
- jawab kepada Nabi Yunus. Fastajabna
- lahum. Yang ke yang
- terakhir
- adalah Nabi Zakaria radhiallahu
- ee Zakaria alaih
- salam taala menyatakan wakaria
- idbahu hampir sama kan? Kalau tadi
- dikatakan
- subhanallah
- ee fanada
- fidulumat. Ketika Nabi Yunus berdoa di
- dalam kegelapan yang luar biasa.
- Sekarang
- Zakaria
- Zakariabahu ketika Zakaria menedahkan
- tangannya kepada
- Allah
- rbi fardan wa antairul
- warin. Karena Nabi Zakaria masalahnya
- yang dihadapi sampai sudah umur 95 tahun
- belum punya anak.
- Sebagian riwayat mengatakan sudah umur
- 105 tahun baru mempunyai
- anak. Tapi di ayat ini luar biasa.
- Umpama kalau dia
- 100 anggaplah dia 100
- tahun, berarti istrinya itu paling
- kurang 60 tahun. paling
- kurang
- riwayat. Sebagian riwayat mengatakan
- pada waktu itu istrinya ketika
- melahirkan itu sudah umur 90
- tahun. Kalau di Jakarta ada orang yang
- umur 90 tahun dan dia katakan
- hamil, enggak ada dokter yang bakal
- percaya, bakal geger Jakarta.
- Tapi ketika Nabi Zakaria alaihi salam
- menderahkan tangan kepada
- Allah, di ayat yang lain,
- Zakaria mengatakan ketika dia berdoa
- kepada Allah, dia
- katakan,
- "Rabbi lam akun
- biduaikaabbiqiya." Aku tidak pernah
- kecewa ya Allah menadahkan tangan
- kepada Jadi kita juga kalau berdoa
- menedahkan tangan kepada Allah rayu
- Allah Taala sebaik-baik rayu kepada
- Allah. Jangan cuma pandai merayu kepada
- istri atau istri ketika menginginkan
- sesuatu merayu kepada suami karena ingin
- gelang satu setel kalung yang baru
- perabut
- diganti. Ah, masyaallah dia pintar
- merayu kepada suaminya. Jangan cuma itu
- rayu kepada Allah ketika kita
- mempunyai karena Allah Taala itu
- arrahman
- warrahim.
- Tidak dia minta kepada Allah, "Ya Allah,
- jangan tinggalkan aku
- sendiri." Kemudian apa Allah Taala
- menyatakan di ayat
- ini? Fastajabna
- lahu. Sama dengan Allah janjikan kepada
- Nabi
- Yunus dan juga
- kepada Subhanallah. Siapa tadi? Nabi
- Ayub.
- Allah Taala menyatakan fastajabahu
- wahabahu yahya
- waahnauahu secara spontan Allah taala
- menyatakan dan kami ijabahi doanya dan
- kami jadikan istrinya langsung
- hamil kemudian Allah Taala berikan anak
- kepadanya dan berikan dengan nama
- sekaligus
- yaitu Yahyau
- Dan kami jadikan istrinya menjadi
- hamil. Nah, sekarang
- pertanyaan kenapa
- juga doa dia ini cepat diijabahi oleh
- Allah langsung spontan?
- Kalau tadi yang pertama karena sabarnya
- Nabi Ayub, yang kedua karena zikirnya
- Nabi
- Yunus, yang ketiga ini Allah Taala
- berikan contoh. Allah Taala nyatakan
- dalam Alquran
- inahumus. Kebiasaan suami istri Zakaria
- dan istrinya, kebiasaan mereka sangat
- cepat untuk berbuat baik. Sangat cepat
- untuk berbuat baik. Pokoknya kalau
- kebaikan apa aja mereka cepat.
- Jadi kita didik juga diri kita dalam
- hidup. Kalau ingin berbuat baik, cepat
- jangan
- ditunda-tunda. Artinya kalau ada orang
- yang minta pertolongan, apa yang kita
- bisa bantu? Yang kita bisa tolong,
- bantu.
- Tolong. Dan kalau kita ingin berbuat
- baik, mempercepat kebaikan, berbuat
- baik, banyak caranya. Banyak jalan yang
- Allah berikan kepada
- kita. Di jalan aja. Coba antum
- perhatikan.
- Masyaallah. Kendaraan-kendaraan kalau
- ada yang mau nyeberang atau ada mobil
- yang mau ingin masuk
- motong. Ya
- Allah
- subhanallah. Kadang-kadang mobilnya
- dimepet lagi supaya minta jalan ini
- enggak jalan.
- Bayangkan. Padahal kalau dia kasih jalan
- dia enggak rugi. Paling-paling
- terlambat. Terlambat berapa sih?
- Paling-paling 10 menit. ee 10 menit, 10
- detik. Apalagi kalau ada yang
- menyeberang dan banyak Subhanallah
- kebiasaan kita di jalan. Kita enggak mau
- berbuat baik kepada kendaraan yang lain.
- Jarang. Ada sih, masih ada satu dua tapi
- jarang. Di ayat ini doa mereka cepat
- diijabahi Allah. Karena Allah Taala
- nyatakan, "Innahum yusariat."
- Mereka ini
- berdua, Zakaria dan istrinya kalau untuk
- kebaikan sangat cepat, tidak
- tunda-tunda. Dan selalu menedahkan
- tangan kepada kami. Jadi berarti mereka
- banyak berdoa kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Banyak berdoa. Sehingga ketika
- dia meminta supaya istrinya itu punya
- anak, dijabai oleh Allah Taala.
- Dan kalau berdoa
- ragaban warhaban
- masyaallah. Jadi kalau berdoa mereka ini
- ya Allah di ayat ini Allah Subhanahu wa
- taala mereka berdoa kepada kami dengan
- penuh harap dan
- cemas. Penuh harap itu artinya ada
- keyakinan bahwa Allah Taala akan
- kabulkan doa mereka.
- dan sangat khusyuk ketika
- berdoa. Justru itu Rasul sallallahu
- alaihi wasallam mengingatkan kepada kita
- kalau berdoa kepada Allah, minta kepada
- Allah udu
- rabbaka bilyaqin lil ijabah.
- Minta kepada Tuhanmu, tadahkan tangan
- kepada Allah, kepada Tuhanmu dengan
- keyakinan bahwa doa ini didengar dan
- diijawahi oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah Subhanahu wa taala karena waktu
- yang memisahkan kita. Dan itulah
- contoh-contoh yang Allah tunjukkan
- bagaimana keajaiban Al-Qur'an bisa
- merubah sesuatu itu dengan spontan.
- Kalau ada yang salah kepada Allah saya
- mengharapkan
- magfirahnya. Waminallahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Kita langsung
- pada pertanyaan, Pak Ustaz, ya.
- Silakan. Baik, waktu sudah menunjukkan
- pukul 17:20 menit. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Dari Ibu Ani, Pak Ustaz. Ee semoga Ustaz
- Zad Abah Hammid dan keluarga Rasil sehat
- walafiat. Amin. Pertanyaannya,
- kalau doa untuk orang tua tidak pakai
- nama, tapi kalau berdoa untuk mertua dan
- suami harus dengan nama ya, Pak Ustaz.
- Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala sayyidina Muhammad waa ali
- sayidina. Kita mau berdoa, mau pakai
- nama boleh, enggak pakai nama boleh.
- Ya, bukan berarti ee enggak ada itu
- dalil yang mengatakan kalau kepada orang
- tua biar enggak pakai nama atau pakai
- nama kepada tuan. Sebenarnya yang
- mengawinkan anaknya dengan engkau itu
- adalah orang
- tuamu. Jadi kalau kita
- berdoa, Allah Taala lebih tahu niat kita
- ini doa kita.
- Umpama kita berdoa dengan
- wali-walidya dengan kepada kedua orang
- tuaku. Ya,
- umpama dan kita berdoa juga untuk mertua
- kita sekalipun tidak menyebut namanya
- tapi kalau mau ingin menyebut namanya
- boleh total. Begitu juga dengan orang
- tua
- kita. Jadi enggak ada yang harus ini
- sebut nama, yang ini enggak sebut nama.
- Tidak ada. Allah melihat kesungguhan
- daripada doa kita untuk berdoa kepada
- orang tua dan kepada mertua. Insyaallah
- terjawab. Baik, Ustaz atas jawabannya
- Ibu Ani semoga terjawab. Lalu ada
- pertanyaan selanjutnya
- dari Ibu Sri. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak
- UstazSalam warahmatullah.
- Kalau punya pemimpin yang zalim dan
- munafik, apakah kita juga harus berdoa?
- untuknya atau bagaimana, Pak Kiai?
- Terima kasih.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shallli ala sayyidina Muhammad
- wa ala
- ali kita kan terkadang kalau berdoa kan
- kita disuruh disunahkan oleh
- Allahummagfir lil muslimina wal
- muslimat alm mukminina wal mukminat. Kan
- berarti pemimpinnya ini kalau dia muslim
- dia masuk juga dalam doa
- kita. Tapi kalau sudah
- keterlaluan, kalau sudah
- keterlaluan, maka kita boleh mendoakan
- kepadanya. Umpama kita mendoakan supaya
- dia cepat mati. Kita mendoakan umpama
- supaya dia dapat celaka. Boleh. Karena
- Rasul sallallahu alaihi wasallam pada
- waktu tekanan yang sudah luar
- biasa, Abu Jahal
- ya. Kemudian ee siapa lagi? Subhanallah
- satu. Ada beberapa
- orang. Apa Rasulullah dalam
- doanya? Allahumma alaika bil Abu
- Jahal. Allahumma alaika bil Abu Lahab.
- Artinya dan para mufassirin mengatakan
- kalau dia berdoa begitu sama dengan dia
- menyumpa orang ini supaya cepat celaka
- atau
- mati boleh. Rasulullah memberikan contoh
- kepada kita. Abu Lahab dan Abu Jahal
- pada waktu itu merupakan
- pemimpin yang pada waktu itu padahal
- pamannya Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam.
- Tapi karena sudah terlalu tertekan yang
- luar
- biasa. Nah, sekarang pemimpin kita ini,
- Allahu Akbar. Kesulitan meraja lela di
- mana-mana. Kemiskinan meraja lela, beras
- berapa sekarang naik? Masyaallah dalam
- keadaan kondisi yang susah berasnya naik
- semua, segala-galanya naik.
- Boleh kita
- berdoa, "Ya
- Allah, urusanmu tentang pemimpin kita
- yang zalim, pemimpin kita yang munafik,
- pemimpin kita yang pembohong, boleh kita
- berdoa
- demikian." Insyaallah jawab.
- Baik, terima kasih Ustaz. Kemudian
- pertanyaan terakhir Pak
- Ustaz dari Haba Allah di 08 Bapak
- Andino. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz, bagaimanakah cara Nabi Muhammad
- menghadapi orang-orang yang tidak suka
- kepada dirinya?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- Muhammad.
- Ya, memang Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- adalah makhluk Allah yang mempunyai
- akhlak yang sangat-sangat mulia, sangat
- lebut, sangat mencintai kepada
- hamba-hamba Allah yang
- lain. Saya berikan contoh satu aja
- kira-kira.
- Ada seorang
- Yahudi yang
- selalu pokoknya menyumpa-nyumpa kepada
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Artinya menjelek-jelekkan
- kepada dan dia seorang Yahudi yang buta
- matanya.
- Dalam riwayat dikatakan bahwa
- ee Aisyah memberikan informasi kepada
- Rasulullah bahwa ada seorang Yahudi yang
- buta di
- sana, dia selalu katanya kalau ketemu
- dengan orang jangan kamu dengar dengan
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Dia
- itu pembohong, dia itu penyihir,
- macam-macam. Maka Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam mendatangi kepadanya
- karena tahu dia buta. Suka membawa
- makanan dan bukan cuma makanan menyuapi
- juga
- kepadanya. Dan yang aneh ketika
- Rasulullah lagi menyuapi kepadanya dia
- katakan Anda ini seorang yang baik tapi
- jangan Anda terbawa dengan ajaran
- Muhammad. Padahal yang menyuapin
- kepadanya Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Karena dia itu adalah seorang
- pembohong.
- penyihir ya
- macam-macam. Rasulullah enggak tidak
- terus ngambar terus tidak mau datang
- lagi. Rasul tetap membawa menyuapin
- sampai satu waktu Rasulullah telah
- meninggal dunia.
- Maka karena pekerjaan ini diketahui oleh
- Abu
- Bakar, maka Abu Bakar buta yang sudah
- terputuskan Rasulullah telah meninggal.
- Maka Abu Bakar mengganti, membawa
- makanan dan menyuapi kepadanya. Sesudah
- beberapa suapan, si Yahudi ini
- mengatakan, "Anda bukan orang yang
- biasanya menyuapi saya." Siapa Anda?
- Saya ingin orang yang pertama yang
- menyuapi saya. Saya ingin dia yang
- Kemudian Abu Bakar mengatakan,
- "Sesungguhnya yang menyuapi Anda itu
- Rasulullah dan dia telah meninggal
- beberapa hari yang
- lalu." Yahudi ini lemas, berteriak,
- menangis. Baru dia tahu selama ini yang
- menyuapi kepadanya Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam yang dia sering katakan
- Rasulullah ini penyihir ya, pembohong.
- macam-macam. Dan pada saat itu dia masuk
- Islam. Itu cuma contoh bagaimana
- akhlaknya Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Saya berikan contoh yang
- kedua,
- penutup sekali waktu.
- Ketika Rasulullah datang ke
- Ka'bah, maka orang yang memegang kunci
- Ka'bah tidak mengizinkan Rasulullah
- untuk masuk ke
- dalam. Dia di dicoba, dicoba di saya
- enggak ada. Dia enggak kasih masuk.
- Pada waktu sudah Fathul Makha, pada
- waktu Rasulullah sudah sudah apa
- ee apa menaklukkan kota Makkah, datang
- beramai-ramai. Kemudian kunci Ka'bah ini
- diambil oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam untuk diberikan kepada orang
- sebagai
- penutu. Semua orang berpikir mungkin
- Umar atau Abu Bakar atau Ali yang akan
- mendapatkan kunci Ka'bah
- ini. Kemudian Rasul sallallahu alaihi
- wasallam
- memanggil pemegang kunci Ka'bah ketika
- Rasulullah lagi
- di
- ee apalagi? diusik karena mendakwahkan
- Islam. Artinya Rasulullah pada waktu itu
- kan di Makkah tidak mendapat sambutan
- yang
- baik. Dan pada waktu Rasulullah ingin
- masuk ke dalam Ka'bah sekali waktu tidak
- diberikan oleh pemegang kunci Ka'bah
- ini. Saya lupa siapa namanya. Kemudian
- Rasulullah memanggil kepadanya dan
- menyerahkan kuncinya untuk dia
- melanjutkan sebagai pemegang.
- Sehingga hamba Allah ini menangis karena
- merasa begitu dia memusuhi kepada
- Rasulullah. Tapi Rasulullah kemudian
- masih mempercayai kepadanya untuk
- memberikan kunci Ka'bah kembali. Itu di
- antara contoh akhlak Rasul sallallahu
- alaihi wasallam. Apa kita bisa berbuat
- seperti ini? Ya, perbanyak kita berdoa
- mudah-mudahan Allah jadikan kita
- manusia-manusia yang berakhlak mulia,
- berakhlak lembut sebagaimana yang
- dicontohkan oleh Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Iya. Mudah-mudahan insyaallah
- Allah Taala hidayahi kita dengan akhlak
- yang sangat indah sebagaimana yang
- dicontohkan oleh Rasulullah. Amin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam. Ustaz boleh
- satu pertanyaan lagi Ustaz? Boleh.
- Dari Bapak Sofian. Ustaz asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ee Pak Ustaz, kenapa doa hambanya yang
- sedang dalam kesulitan justru tidak
- mudah diijabah? Padahal hamba
- sangat-sangat mengharapkan doanya
- diijabah. Terima kasih atas
- pencerahannya.
- Halo. Hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Ya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan la
- yazalu
- ya la
- yazaltajab lil abdiam yadu
- bitirahim malam yustajil.
- Artinya hadis ini mengatakan artinya
- tidak pernah akan bahwa Allah tidak akan
- mengijabahi doa
- seseorang. Tidak pernah akan Allah tidak
- mengijabahi. Artinya
- maksudnya semua dosa itu, semua doa akan
- diijabahi oleh Allah Taala. Semua doa.
- Tapi ini kita berbicara doa orang-orang
- yang mukmin ya.
- Selama dia tidak meminta kejelekan untuk
- seseorang dan tidak meminta untuk
- memutuskan
- silaturahim atau tidak mempercepat-cepat
- doanya.
- Maka salah seorang sahabat ketika
- mendengar ini, sahabat itu bertanya
- kepada Rasulullah, malajil ya
- Rasulullah, bagaimana itu? Dia
- mempercepat-cepat doanya supaya
- diijabahi. Kemudian Rasul sallallahu
- alaihi wasallam
- menyatakan seorang yang berdoa kepada
- Allah kemudian dia berkata,
- "Qala qad
- dautu
- wadautu. Sesungguhnya aku telah berdoa
- dan
- berdoa falam
- ara yastajiba."
- Tapi saya tidak melihat tanda-tanda
- bahwa akan diijabahi oleh Allah Taala.
- Itu bersangka jelek kepada Allah.
- Dan di dalam hadis qudsi Allah Taala
- menyatakan ana riwayat yang lain
- berkatakan inni
- sama
- inda bna
- abdih aku mengikuti sangkaan
- hambaku. Jadi hati-hati ketika kita
- berdoa kepada Allah. Sudah umpama
- sebulan kita berdoa nampaknya yang kita
- inginkan belum ada tanda-tanda diberikan
- oleh Allah
- Taala. Itu yang saya sampaikan tadi.
- Yang
- pertama ketika kita meminta kepada Allah
- belum tentu Allah akan memberikan apa
- yang kita minta. Allah Taala akan
- memberikan apa yang kita butuhkan.
- Mungkin kita butuhkan sesuatu yang lain
- yang kita tidak tahu. Contoh umpama
- apa?
- Contoh
- umpama Allah Taala telah
- mentakdirkan bahwa nanti dalam
- perjalanan hamba Allah
- ini dia akan terjadi kecelakaan dan
- kekalahan. Contoh aja.
- Jadi mungkin doanya ini untuk Allah
- Taala menghilangkan dia daripada musibah
- yang sudah ditakdirkan oleh Allah Taala.
- Atau mungkin ada penyakit yang meraja
- lela di dalam dirinya cuma dia enggak
- tahu. Kemudian Allah Taala hilangkan
- penyakitnya ini. Tapi dia juga tidak
- tahu. Jadi kalau kita berdoa kepada
- Allah selalu kita bersangka baik.
- Kalaupun kita anggap yang saya inginkan
- belum dapat, jangan kita berhenti
- berdoa. Karena Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan dalam doa ini ketika
- dia bilang falam
- ara
- yastajibu maka aku tidak melihat
- seakan-akan doa saya ini di
- diijabahi oleh Allah. Kemudian dia terus
- berhenti berdoa, tidak mau
- berdoa.
- Ya, tetap kita
- berdoa. Kenapa kita disuruh beristigfar
- tiap hari? Beristigfar tiap
- hari tidak berhenti-berhenti. Istigfar
- itu artinya meminta ampun kepada
- Allah. Karena kita enggak berhenti apa
- manusia enggak ada yang terlepas dari
- dosa. Enggak ada. Kalaupun dosa-dosa
- kita sudah diampunkan oleh Allah,
- istigfarnya ini akan membuka rahmat
- Allah yang lebih besar kepada kita.
- Dalam surat
- Nuh, istigfar itu akan
- menjadikan Allah perbanyak keturunan
- kita, perbanyak rezeki kita, memudahkan
- usaha kita,
- irigasi, macam-macam.
- Jadi kalau kita mengatakan sudah berdoa
- dan berdoa ini sudah ada hadisnya.
- Kemudian nampaknya tidak diijabahi Allah
- itu jangan. Itu berbahaya itu kita
- bersangka jelek kepada
- Allah. Mungkin sudah diijabahi Allah
- dalam soal yang
- lain. Insyaallah mudah-mudahan terjawab
- dan selalu kita bersangka baik kepada
- Allah Taala. Waminallahi taufik wal
- hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika
- ashadu alla
- ilahaillallah wa anna muhammadar
- rasulullah nastagfirukaubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Ustaz atas
- jawabannya dan juga tausiahnya di sore
- hari ini. Kami juga mengucapkan dan
- salam kepada seluruh pendengar radio
- Silaturahim, Ibu Yanti di Tanjung Priok,
- Ibu Ani Hudaifah, lalu ada Ibu Sri,
- kemudian ada Haji Raya di Depok, Bapak
- Sofyan yang baru saja tadi dijawab
- pertanyaan oleh
- Ustaz. Kemudian Ibu Neli, Bapak Yuman di
- Gunung Putri. Lalu ada Ibu Rukmuni,
- Bapak Yayan Sujana,
- Ibu Kartini di Depok, Bapak Sat Marsudi,
- Ibu Lin dan juga tadi ada Bapak Andino
- Maulana. Terima kasih sudah
- pertanyaannya banyak. Alhamdulillah,
- Ustaz. Tolong disimpan itu minggu depan
- insyaallah
- biinillah kita ikutkan pertanyaannya.
- Baik. Tapi kalau untuk hari ini sudah
- terjawab semua, Ustaz. Hanya satu tadi
- yang baru masuk itu ee pertanyaan
- tentang baru saja masuk yaitu ee dari
- Bapak Raya di Depok. Orang yang
- istikamah melakukan salat qiyamulail
- ucapannya terbukti. Bukan hanya yang
- bagus-bagus, yang jelek juga terbukti.
- Seperti itu, Ustaz. Baik.
- Alhamdulillah. Siap, Ustaz. Sama-sama.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan dan akhwat. Demikian
- tausiah kita di sore hari ini. Kami
- mohon maaf atas segala khilaf dan salah.
- Kami mohon undur diri. Ada Bang Neza dan
- juga Bang Yusuf Subangit ni meja
- operator. Ilalikoqo billahi taufik wal
- hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.