Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Apa kabar, Bang Dula? 0:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:22 wabarakatuh. Alhamdulillah sehat. 0:24 Alhamdulillah 0:26 ya, Bang Dulah. Heeh. Mudah-mudahan ee 0:30 sehat dan bahagia. Itu kata Ustaz Candra 0:33 ya. Karena sehat ini belum bahagia. 0:36 Kadang-kadang orang sehat tu tidak 0:38 bahagia karena banyak yang lagi tidak 0:40 bahagia dengan negeri ini. Apa yang Bang 0:42 Dulah lihat dengan keadaan negeri kita 0:44 ini? Belum lagi urusan KPK yang terus 0:48 mulai diobok-obok dengan peraturan 0:50 bagaimana itu [mendengus] ee yang 0:52 dimaksud dengan kerugian negara atau 0:55 yang menghitung kerugian negara siapa? 0:57 ee BPK kah atau setiap lembaga. Bahkan 1:01 macam dipajang pula lu jadi etalase uang 1:04 itu yang dipajang itu yang dihukum 1:06 gantunglah atau macam mana gitu. Ini 1:09 uang yang dipajang entah apa yang dicari 1:12 dari kisah itu dan apa pula keadaan 1:16 bangsa ini dengan lembaga yang nampaknya 1:19 menguras uang banyak dikenal dengan SPPG 1:22 dan BGN. KPK sudah memberikan arah. Tapi 1:25 nampaknya oh nampaknya antara integritas 1:29 dan ee kecakapan dalam mengelola serta 1:34 kompetensi menjadi sorotan negeri ini. 1:37 Mungkin Bang Dula bisa menyampaikan 1:39 tentang hal tersebut dan juga ee 1:42 beberapa hal lain yang bisa di ee apa 1:45 disampaikan Bang Dula ee misalnya 1:50 tentang dana umat itu juga menjadi 1:53 sorotan ketika beberapa waktu lalu 1:56 Menteri Agama mengatakan ini dana umat 1:58 ini besar kali bisa 1.000 triliun per 2:01 tahun. Nah, ini ke mana-mana sudah 2:05 dipajakkan ya setelah tol dan lain-lain 2:08 kisahnya, pemerintah nampaknya sedang 2:10 mencari akal menghadapi lubang-lubang 2:12 besar yang ada di depan mata ini. Belum 2:15 lagi lubang di koperasi desa selain BGN 2:18 yang en yang juga menjadi sorotan KPK. 2:22 Akankah terjadi hanghong di kemudian 2:24 hari? Silakan Bang Abdullah hamawa 30 2:27 menit ke depan atau 20 menit ee 2:29 menyampaikan pencerahan untuk pendengar 2:31 tafadol, Bang. 2:33 [mendengus] 2:34 Baik. Ee terima kasih, Mas Susan. Para 2:36 pendengar Radio Rahim, Radio Silaturahim 2:40 yang insyaallah dirahmati Allah 2:42 Subhanahu wa taala pada Jumat berkah 2:43 pagi ini. Yang pertama kata Rasulullah, 2:48 suatu masyarakat itu seperti taman yang 2:50 indah. 2:52 Jika ilmunya ulama, adilnya pemimpin, 2:56 jujurnya kaum pedagan, dan disiplinnya 2:59 masyarakat. 3:00 H 3:01 sebaliknya kata Rasulullah, taman yang 3:03 indah itu menjadi hutan belukar yang 3:05 penuh dengan binatang buas. Jika 3:07 ulamanya ulama jahat, i 3:10 pemimpinnya zalim, pengusahanya curang, 3:14 dan rakyat tidak disiplin. Ini hadis 3:17 menjadi syarat bagaimana penyakit apapun 3:20 yang ada di dunia khususnya Indonesia 3:22 yang tadi masih katakan 3:25 bisa kita selesaikan dengan beruju 3:27 kepada hadis ini. Ertinya bahwa ketika 3:30 ulama menggunakan ilmunya seperti 3:33 disebutkan oleh hadis Rasulullah 3:35 warasatul anbiya al ulama anbiya. Ulama 3:39 itu pewaris nabi. Dan kemudian kata 3:41 Quran, orang yang paling takut kepada 3:44 Allah itu adalah ulama. Ulama di sini 3:48 tidak dalam konteks pemahaman 3:51 tradisional. mereka yang ee sorbannya 3:55 1eng meter, jubahnya 2 m seperti itu. 3:58 Tapi ulama di situ adalah ulama itu kan 4:02 plural, jamak dari alim. Alim itu adalah 4:05 orang yang berilmu. Ilmu yang datang 4:08 dari Allah yang kemudian diaplikasikan 4:10 dalam kehidupan sehari-hari 4:12 sehingga kemudian apakah dia sarjana 4:14 hukum, dia insinyur, dia dokter, dia 4:17 ahli ekonomi, kalau ilmunya itu dipakai 4:19 untuk kepentingan umat, kepentingan 4:21 masyarakat memperole Allah, maka dia 4:24 alim. Sehingga [berdehem] 4:26 banyak orang alim seperti itu menjadi 4:28 ulama. Nah, hari ini kita lihat bahwa 4:31 beberapa ulama yang di luar teria-teria 4:35 dan macam-macam begitu ketemu ke istana 4:38 dijelaskan kemudian mereka pula yang 4:40 bersemangat untuk mendukung bop misalnya 4:43 seperti itu. akan menjadi jujur dari ee 4:46 Presiden untuk menjelaskan PP. 4:49 Bahkan kemudian dikatakan bahwa 4:52 bop itu adalah inisiatif dari Prabowo 4:55 untuk kemudian melakukan lobi beberapa 4:58 negara untuk kemudian akhirnya supaya 5:01 kemudian mengekang Israel. Padahal 5:04 [berdehem] 5:05 data-data dokumen-dokumen yang ada 5:08 dilacak sana sini oleh beberapa pakar 5:11 tidak ditemukan ada dokumen-dokumen atau 5:14 ee apa namanya ide-ide yang 5:17 ee nasi yang berasal daripada Prabowo 5:20 melalui wakil menteri luar negerinya. 5:23 Tapi ee bagaimana bisa ee pemerintah 5:26 bersama-sama dengan Amerika dan Israel 5:29 yang kita tahu puluhan tahun selama ini 5:33 tidak ada resolusi PBB yang dilaksanakan 5:36 baik oleh Amerika [berdehem] 5:37 maupun oleh Israel. Nah, jadi ini 5:41 persoalan ulama harus kembali kepada 5:43 pokoknya [mendengus] sebagai wah anbiya. 5:45 [berdehem] 5:46 Yang kedua, pemimpin zalim. 5:49 Hm. 5:50 Bagaimana kalau pemimpin itu zalim? Maka 5:53 kemudian apa saja yang dilakukan seperti 5:56 demikian. sehingga akhirnya sekarang 5:58 kita menemukan problem-problem yang 6:01 keluar di mana ee bukan berdasarkan 6:04 konsep-konsep yang disesuaikan 6:08 dengan Undang-Undang Dasar 45 18 Agustus 6:11 45, tapi berdasarkan selera kelompok 6:15 [mendengus][berdehem] 6:15 selera 6:16 iya 6:17 orang-orang tertentu. Sehingga misalnya 6:19 kita lihat seorang menteri yang punya 6:24 ulang tahun dirayakan di hotel mewah di 6:26 luar negeri 6:27 sampai menghabiskan satu sekian miliar 6:30 seperti itu. itu bagaimana bisa 6:32 ee seorang pemimpin membenarkan hal 6:35 seperti begitu padahal pada awal ee 6:39 pemerintahnya mengatakan efisiensi, 6:42 kemudian melarang ke luar negeri, 6:44 kemudian jangan rapat-rapat kota dan 6:46 seterusnya tapi kemudian presiden 6:48 sendiri yang melakukan hal seperti ah 6:50 ini yang disebut dengan pemimpin 6:52 [berdehem] yang zalim karena tidak 6:54 melaksanakan prinsip-prinsip keadilan 6:57 seperti itu. Ketika 7:01 Umar menjadi khalifah, beliau membeli 7:04 seekor unta. 7:06 Hm. 7:06 Sudah dibayar, transaksi sudah selesai. 7:09 Kemudian Umar naik unta itu. 7:11 Kira-kira 5 menit perjalanan, Umar 7:14 merasa bahwa unta itu kemudian ee 7:17 mengalami semacam cacat dan seterusnya. 7:20 Lantas Umar kembali kepada penjual unta 7:22 mengembalikan bahwa ini unta apa 7:24 namanya, cacat dan seterusnya. Kemudian 7:27 penjual unta mengatakan, "Tidak, waktu 7:30 Anda beli tidak apa namanya tidak 7:32 apa-apa dan seterusnya." 7:34 Kemudian akhirnya terjadi perdebatan, 7:37 maka penjual mengatakan kita minta ee 7:40 apa semacam ee keterangan atau advis 7:43 [berdehem] atau dari salah seorang warga 7:45 masyarakat. Ketemulah seorang warga 7:47 masyarakat. 7:48 Kemudian ditanyakan, 7:50 "Nah, penjual unta dan warga masyarakat 7:54 tahu bahwa ini khalifah. Hm. 7:56 Lantas kemudian orang itu, warga 7:58 masyarakat tanya bagaimana ceritanya, 8:01 asbab urutnya dan seterusnya. 8:03 Dijelaskan oleh penjual. Kemudian 8:05 ditanya kepada Khalifah Umar, "Apakah 8:07 betul?" "Betul 8:08 kalau begitu kata Mas warga masyarakat 8:11 itu, "Anda kembalikan unta itu kepada 8:15 penjualnya seperti waktu Anda baru 8:18 mengambilnya, belinya." 8:20 Nah, [tertawa] Umar Umar kelebar, 8:25 "Kalau begitu anda saya tunjuk tugas 8:28 Anda menjadi hakim di Yaman, Islam 8:31 seperti itu." 8:33 Jadi, bagaimana seorang warga masyarakat 8:36 kemudian menyalahkan khalifah karena 8:38 khalifah salah dan kemudian membenarkan 8:42 penjual unta yang itu warga masyarakat 8:45 biasa. Nah, sehingga dengan begitu maka 8:48 Umar mengetahui bahwa orang ini 8:49 betul-betul luar biasa, adil, berani, 8:52 dan ditunjuk menjadi hakim. Jadi seperti 8:54 itu. 8:55 Ah, integritasnya ada di tes ya. Betul. 8:59 [berdehem] Integritas. 9:00 Nah, kita lihat bahwa ee sekarang ini 9:03 Menteri Keuangan mencopot tiga Dirjen. 9:06 Hm. Lantas sekarang dan dirijen-dirjen 9:09 yang sangat strategis seperti itu. 9:12 Lantas kemudian ee ditunjuk Plt. Lantas 9:15 kemudian tidak tahu siapa nanti yang 9:18 kemudian ee menanganinya. Nah, 9:20 problemnya adalah bahwa 9:22 ee sekarang ini ee kondisi keuangan 9:26 negara itu dalam kondisi yang luar biasa 9:30 dahsyatnya 9:31 sehingga kemudian menolak 9:34 penawaran dari World Bank dan IMF 9:39 seperti itu. Nah, padahal dalam SOP 9:43 World Bank dan IMF itu eh WorldBank atau 9:47 IMF tidak memberikan dana, tidak 9:49 memberikan bantuan kalau tidak diajukan 9:51 proposal 9:53 oleh ee apa namanya negara berangkut. 9:57 Nah, jadi ini satu pertanyaan yang aneh 10:00 atau apa namanya musykil. He. 10:02 Apakah memang ee World Band dan MF 10:05 memberikan kemudian ditolak oleh 10:07 pemerintah karena pemerintah punya duit 10:09 banyak. 10:10 Tapi pada waktu yang sama Menteri Agama 10:12 mengatakan bahwa dana umat akan coba 10:15 dikelola oleh apa namanya satu badan 10:17 khusus seperti itu. 10:19 Nah, 10:20 Mas Ihsan ingat beberapa tahun 10:22 [berdehem] yang lalu 10:23 H 10:23 Wakil Presiden K. Amin mengatakan bahwa 10:28 dana haji itu dipinjam 10:30 untuk membangun infrastruktur 10:32 pinjam. 10:33 Iya. Saya ditanya oleh wartawan, saya 10:35 bilang, "Kapan pemerintah minta izin 10:38 dari calon jemaah haji untuk menggunakan 10:41 uang mereka untuk infrastruktur seperti 10:44 itu." Nah, itu adalah tindak pidana 10:46 karena menggunakan harta orang, 10:49 menggunakan dana orang tanpa seizin yang 10:52 punya seperti itu. Nah, itu sekarang 10:55 dana-dana haji itu menjadi kemudian 10:58 dipakai untuk membangun infrastruktur. 11:01 Betul. 11:01 Itu sudah pengalaman terjadi sehingga 11:04 akhirnya sekarang itu 11:05 ee unh itu naik cukup besar se dulu 25 11:11 juta, 30 juta sekarang 60 juta lebih. 11:14 H h. 11:14 Nah, ada satu kondisi yang menguntungkan 11:18 karena ee usul KPK ketika saya masih di 11:22 sana supaya kemudian haji itu tidak 11:25 ditangani oleh e Kementerian Agama. Tapi 11:28 seperti di Malaysia ada tabung haji 11:30 khusus. He. 11:31 Maka kemudian sekarang sudah dilakukan 11:33 itu 11:34 dan beberapa mantan KPK berada di sana 11:38 dan kemudian mereka kemudian melakukan 11:41 penertiban dan seterusnya sehingga 11:44 dibanding dengan tahun lalu tahun ini 11:46 turun dana dana [berdehem] hajnya 11:48 seperti itu. Nah, itu merupakan salah 11:51 satu satu kesat. Tapi kalau sistemnya 11:54 masih seperti itu meskipun jangankan 11:57 orang KPK ee kata kata salah seorang ee 12:01 mantan pejabat mengatakan malaikat 12:04 datang ke situ pun juga tidak bisa kalau 12:06 memang [tertawa] sistemnya seperti itu. 12:07 Iya, sistemnya. 12:09 Oleh karena itu maka sistem yang harus 12:11 di dibetulkan. Nah, [berdehem] karena 12:13 itu maka tadi adilnya pemimpin ee 12:16 kemudian jujurnya pedagang. 12:19 Hm. 12:20 Kan ketika saya di KPK itu data-data 12:24 dari teman-teman di KPK itu menyebutkan 12:26 bahwa dari sekian ratus orang yang 12:29 ditangkap KPK waktu itu 42% itu 12:32 berkaitan dengan pengadaan barang dan 12:33 jasa. 12:34 He. 12:35 Nah, [berdehem] pengadaan barang dan 12:36 jasa itu berarti antara pejabat dengan 12:39 pengusaha. 12:40 Pejabat dengan peng 12:42 Nah. 42% itu tidak sedikit. Sementara 12:45 setiap tahun dalam APBN itu 35% APBN itu 12:49 pengadam barang dan jasa secara 12:51 nasional. 12:52 Jadi kalau misalnya sekarang itu kita 12:54 punya APBN 3.000 sekian ee [mendengus] 12:56 triliun 12:57 berarti 35% itu seberapa? Tapi 35% itu 13:02 tidak sampai ke bawah karena 42%-nya itu 13:06 hilang 13:07 dicuri 13:08 dalam pengadaan barang jasa. Nah, karena 13:10 itu maka betul-betul berlaku hadis Nabi 13:12 ini ketika pedagangnya curah maka 13:15 kemudian masyarakat yang tadinya menjadi 13:18 merupakan taman yang indah merupakan 13:21 hutan belukar yang penuh dengan 13:22 pendatang buas. 13:23 Yang terakhir kata juga adalah 13:27 disiplinnya rakyat. 13:28 Hm. 13:29 Disiplin rakyat itu akan kemudian 13:32 mempengaruhi satu sistem masyarakat. 13:34 Sebaliknya rakyat tidak disiplin. Maka 13:36 kemudian [berdehem] he 13:38 terjadi kekacauan. Kita lihat biasa di 13:41 di TV itu Mas Isan ada orang 13:44 kemudian masuk ke apa jalan yang khusus 13:48 untuk apa namanya Transjakarta. 13:52 [berdehem] 13:52 Transjakarta 13:54 satu. Maka kemudian akhirnya jadi 13:57 problem 13:58 yang paling dasar ada yang berlawanan 14:00 arah. 14:01 Berlawanan arah seperti itu. [tertawa] 14:02 Nah, sehingga kemudian angka kecelaka di 14:06 Indonesia itu cukup relatif tinggi 14:08 seperti itu. Ada yang kemudian masuk 14:11 jurang, ada yang bis got, ada yang 14:14 kemudian motor masuk dan set dan jadi 14:17 menunjukkan satu bentuk tidak disiplinya 14:21 masyarakat. Jadi saya ingat apa namanya 14:26 ee sekitar 3 tahun yang lalu anak saya 14:29 yang 14:30 belum tinggal di Indonesia, kembali dari 14:33 Malaysia ee dia karena sibuk dia lupa 14:37 perpanjang SIM-nya. Nah, sekarang ini 14:39 peraturan baru Mas Iksan 1 hari saja 14:42 terlambat maka harus ikut dari awal tes 14:45 dari awal seperti itu. 14:48 Iya. Jadi akhirnya karena dia belum tahu 14:51 tempat-tempat apa namanya SIM apa itu 14:53 saya angkat 14:55 antar dia ikut tertulis ujian 14:57 undang-undang apa lulus kemudian 15:00 praktik di lapangan situ itu untuk naik 15:03 motor 15:04 di situ ada dua orang yang lagi praktik 15:06 kemudian dua-dua jatuh saya lihat 15:09 modelnya cara dibuat itu saya pikir 15:13 barangkali malaikat juga bisa jatuh 15:15 kalau apa mutar-mutar seperti itu. Nanti 15:17 saya beritahu sama petugas itu, Pak. 15:20 Coba tolong Bapak praktikkan supaya 15:21 nanti anak saya bisa lihat bagaimana 15:24 cara. Nah, terus dia naik, dia naik, dia 15:26 jatuh, dia jatuh tidak bisa. [tertawa] 15:31 Jadi petugas saja itu tidak bisa jadi 15:34 dibuat sedemikian rupa sehingga orang 15:36 itu akhirnya kemudian ee tidak bisa 15:38 berhasil. Ya sudah kalau begitu Salam 15:40 Tempel saja selesai. Nah, anak saya ini 15:43 besar di Malaysia tidak pernah mengenal 15:45 begitu. Jadi berapa kali 15:48 ya mungkin ada hampir 2 bulan dia pulang 15:51 pergi pulang pergi sehingga akhirnya 15:52 kemudian bisa bisa lolos ya. Jadi 15:55 peraturan-peraturan yang dibuat itu 15:58 membuat masyarakat yang tadinya mau 15:59 disiplin akhirnya tidak disiplin seperti 16:02 itu. Nah, oleh karena itu maka 16:04 masyarakat menjadi tidak disiplin juga 16:06 karena sistem [berdehem] yang mulai dari 16:08 tadi ulamanya ilmunya ulama kemudian 16:11 pimpin adil pedangan seperti itu. Nah, 16:13 itu kondisi kita hari ini. 16:16 Yang kedua soal KPK. 16:18 Iya. [berdehem] Gini [tertawa] 16:21 ee KPK ini serba tanggung. H 16:25 mau mereka mau melakukan apa yang 16:27 seperti 16:28 dahulu 16:29 ee ide dasar apa namanya Undang-Undang 16:32 Nomor 30 2002 tentang KPK. Tapi setelah 16:36 Undang-Undang KPK diamandemen oleh 16:38 Jokowi, mereka menjadi ASN sehingga ASN 16:41 itu tidak bisa berbuat sesuatu tanpa 16:44 restu dari atasan seperti itu. Nah, jadi 16:48 ee pada waktu edisi pertama, edisi kedua 16:51 ee ada istilah di internal alumni KPK ee 16:56 teman-teman di bagian 16:58 penyelidik-penyelidik itu proses dulu 17:00 OTT tangkap sudah itu kemudian baru 17:02 lapor kepada atasan 17:05 seperti itu. Ee lantas kemudian kata 17:08 pimpinan, "Ya sudah apa-apa sebab 17:11 kalauanya ikut prosedur nanti kemudian 17:14 ee apa namanya sudah lolos itu orang." 17:17 Jadi dulu itu kenapa waktu jilid satu 17:20 sampai jilid dua jilid KPK itu ada 17:23 disebut Jumat berkah? 17:25 H 17:25 jumat berkah eh Jumat Jumat keramat. 17:28 Oh Jumat keramat ya. 17:30 keramat karena setiap hari Jumat ada 17:32 yang ditangkap, ada yang ditahan seperti 17:34 itu karena ada Mas isat ada anggodo. 17:39 Anggodo atau anggoro 17:41 itu hari Jumat ditetapkan sudah 17:44 tersangka 17:45 tapi karena para penyidik sudah capek 17:47 apa ya sudah nanti hari Senin diproses 17:49 jadi belum ditahan. Eh hari Senin kabur 17:52 dia, kabur dia ke Cina. 17:55 [berdehem] 17:55 Kabur dia ke Cina. H 17:57 akhirnya kemudian 17:59 ini berkaitan dengan apa yang disebut 18:02 oleh Rasulullah disiplinnya warga 18:03 masyarakat itu 18:04 beberapa tahun kemudian dia kembali ke 18:07 Jakarta rumahnya kan di Pondok Indah 18:09 Pondok Indah sana 18:10 ada super taksi yang lihat kenal dia 18:15 bahwa itu anggoro. Anggoro. 18:17 Nah lantas dia e super taksi itu telepon 18:20 ke KPK 18:21 bahwa itu ada angguro. Nah, berasal 18:24 telepon dari sopir taksi itu, 18:26 Teman-teman KPK kejar ke sana kemudian 18:29 dia naik di atas tangga apa di atas unub 18:32 rumah mau lari apa berhasil ditangkap. 18:35 Jadi ee dalam kondisi seperti ini warga 18:38 masyarakat punya 18:40 tingkatipasi 18:41 yang besar sehingga bekerja sama. 18:44 Nah, hari ini masyarakat cenderung pasif 18:47 karena melihat ee KPK seperti begitu. 18:50 He. 18:50 Nah, ee eh kemarin dalam grup alumni KPK 18:54 ada [mendengus] bicara tentang Ply. 18:56 Terus saya tanya di grup itu, "Ini PL 18:59 ada di mana sekarang? Bagaimana 19:01 kasusnya?" E terus kemudian salah 19:03 seorang salah seorang penyidik KPK, 19:06 mantan penyidik KPK dia japri kepada 19:09 Pak Abdullah. Dia panggil, "Pak Haji, 19:11 saya lihat dia ada hadir dalam acara 19:14 reuni ee 19:16 reuni Lem Hans tahun berapa?" 19:18 2017 seperti itu ada dia di sana. Nah, 19:21 jadi [berdehem] 19:21 ee fir itu ada bisa hadir dalam apa 19:24 namanya reuni apa namanya sehingga tidak 19:29 tahu bagaimana perkara yang seperti itu. 19:30 Ne. 19:31 Oleh karena itu selalu saya katakan 19:33 beberapa kali di forum ini atau di mana 19:35 saja bahwa kalau Prabowo serius mau 19:37 memberantas korupsi terbitkan Perpu 19:40 kembalikan undang-undang KPK yang lama 19:42 57 orang Anes Baswedan eh apa eh 19:47 Novel Baswedel [berdehem] 19:48 kembali ee kembali ke KPK insyaallah 19:51 kasus-kasus besar apakah itu 19:54 ee apa namanya yang melibatkan pejabat 19:57 Pen dan seterusnya [mendengus] 19:59 seperti itu. 20:00 Katakanlah orang mempersoalkan bagaimana 20:03 dengan ee koruptur kelas 2 dunia seperti 20:06 itu mantan presiden 20:08 ya 20:09 seharusnya masyarakat hampir setiap hari 20:12 atau setiap pekan datang ke sana 20:15 kemudian 20:16 he 20:16 menuntut KPK sehingga kemudian bisa 20:19 diproses. Tapi saya menyampaikan teori 20:23 kalau makan bubur panas itu mulai dari 20:26 tepi, 20:27 dari pinggir dari pinggi baru sampai 20:29 tengah. Nah, karena itu untuk bisa 20:32 menjebak atau memproses Jokowi dari 20:35 tepi. Dari tepinya dari mana? Dari 20:37 mantunya yang di Medan di Medan menurut 20:41 Sumatera Utara sekarang. 20:43 Karena dia punya tiga kasus. Kasus blok 20:45 Medan di Maluku Utara. Kemudian kasus ee 20:49 menggunakan pesawat pribadi apa namanya 20:52 jet pribadi kemudian kasus ee PUPR yang 20:55 sudah diproses seperti itu. Nah, kalau 20:58 itu sudah maka akan menggiring kepada 21:01 Kaisah, menggiring kepada Jipkan. Baru 21:04 terakhir ee Jokowi itu adalah metode 21:07 bagaimana memakan bubur dari pinggir. 21:10 Kenapa? Karena kalau dari tengah 21:12 sekarang ini luar biasa 21:14 ada sudah apa namanya gerakan untuk 21:17 Jibran 2000 termul [berdehem] termul 21:20 yang bangga dengan termulri 21:22 dan seterusnya dan seterusnya seperti 21:24 itu. Nah, jadi oleh karena itu maka 21:26 harus diperteli dari pinggir 21:28 dari pinggir baru seperti itu. 21:30 Nah, itu soal 21:32 H 21:33 ee apa namanya ee KPK 21:35 soal dana umat tadi itu 21:37 iya 1000 triliun. He 21:40 saya kira bahwa ee masjid-masjid itu 21:44 lebih amanah, lebih transparan 21:47 daripada pemerintah. 21:49 Contoh 21:51 setiap salat Jumat 21:53 itu DKM akan umumkan 21:55 bahwa pemasukan dari Jumat lalu sampai 21:58 sekarang sekian sekian sekian sekian. 22:01 Kemudian impak dari tabung apa namanya 22:04 tromo sekian-sekian. Kemudian ada apa 22:07 zakat dari siapa? sekian sekian total 22:10 sekian, kemudian pengeluaran sekian, 22:12 saldo sekian itu setiap Jumat. 22:15 Setiap Jumat Mas Ian punya pengalaman di 22:18 di masjid-masjid itu. Betul. 22:20 Nah, pemerintah 22:22 itu setahun sekali, 22:24 setahun sekali itu juga kemudian bukan 22:26 kepada R tapi di DPR. Di DPR orang 22:29 mereka juga seperti itu. Kemudian ya 22:31 hilang entah ke mana seperti itu dana 22:34 abadi hilang dana apa namanya haji 22:36 hilang dan seterusnya. Nant sekarang ini 22:39 kenapa mau lagi urus urus campur dana 22:42 masjid yang itu bukan urusannya 22:44 pemerintah itu urusan PKM masyarakat. 22:47 Heeh. 22:48 Kalau di di Malaysia, Mas Ihsan. He. 22:51 Kenapa misalnya di Malaysia itu ee 22:55 khotbah itu harus diterbitkan oleh kalau 22:58 kita Kementerian Agama atau Kementerian 23:01 Agama? 23:02 Karena masjid di Malaysia itu dibangun 23:05 oleh negara 23:06 seluruh. 23:07 Kemudian imam satu, Imam du, imam 3, 23:11 bilal satu, bilal du bilal 3 itu digaji 23:13 oleh pemerintah. 23:14 Saya kira begitu. Maka persyaratan jadi 23:16 imam masjid di Malaysia itu hafiz Quran 23:20 karena mereka sudah digaji seperti itu. 23:22 Kalau kita kan tidak ee imam-imam atau 23:25 khatibah tidak digaji oleh pemerintah, 23:28 tapi digaji atau dibayar oleh masjid itu 23:30 sendiri. sehingga itu manajemen masjid 23:33 itu sudah berjalan sekian ratus tahun 23:36 seperti itu. Nah, berarti bahwa ini 23:39 pemerintah lagi mencoba untuk menutupi 23:43 lubang-lubang yang sekarang luar biasa 23:47 yang p triliun untuk MBG kemudian apa 23:50 namanya beli motor beli ini dan 23:52 seterusnya. Nah, ini untuk anak sekolah 23:56 atau untuk apa namanya [mendengus] 23:58 petugas-petugas seperti itu. Nah, 24:00 padahal kalau untuk anak-anak sekolah 24:03 pesantren-pesantren itu dari masih zaman 24:06 penjajah itu sudah biasa 24:08 mereka makan masak di situ apa segala 24:11 macam tidak ada yang keracunan dan 24:13 seterusnya. Sekarang ini sudah ada 24:15 berapa orang yang keracunan? sudah 24:16 ratusan kercnya dan kemudian apa namanya 24:20 tidak men gizi dan kemudian dimanfaatkan 24:24 oleh kelompok-kelompok tertentu. Nah, 24:26 itu problem tentang bagaimana dana umat 24:30 itu akan dola oleh sehingga dengan 24:32 begitu maka koperasi merah putih juga 24:35 problem. Menteri keuangan juga bingung 24:37 katanya 24:38 ee enggak tahu mau digaji dari mana, 24:40 uang dari mana untuk apa koperasi. 24:43 Koperasi ini manajernya. He 24:45 sesuatu ide pemikiran muncul tiba tiba 24:50 tiba akal terpikiran 24:51 tidak berdasarkan satu planning yang 24:54 bersaka hasil survei pengertian dan 24:56 seterusnya seperti itu. Ini beberapa hal 24:59 yang menjadi masalah buat kita sekarang 25:01 masih 25:02 saya kira itu beberapa catatan saya 25:05 biasa luar biasa. Terima kasih, Bang 25:07 Dulah ee memberikan wacananya untuk 25:09 pendengar di berbagai 28 negara ini 25:12 pendengar dan ada juga Israel ini yang 25:15 dengar di sana satu orang. Masyaallah. 25:17 Terima kasih, Bang Dulah. Semoga sehat 25:19 dan bahagia selalu e Bang Dula dan 25:21 bermanfaat. Asalamualaikum 25:23 warahmatullahi wabarakatuh. 25:24 Waalaikumsalam warahmatullahi 25:26 wabarakatuh.