Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:25 Ahlan was sahlan. 0:29 [musik] 0:33 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:35 warahmatullahi wabarakatuh. 0:36 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:40 ini hari Kamis tanggal 0:45 6 Agustus 2020 atau tanggal 17 Zulhijah 0:50 1441 Hijriah. Ya, seperti biasa Radio 0:53 Silaturahim dan Rasil TV melalui YouTube 0:55 kembali menghadirkan acara Ahlan Wah 0:58 sahlan. Kita menghadirkan seorang apa 1:02 ya? Penasihat keuangan syariah lah ya. 1:04 Ee beliau lahir di Baturaja tanggal 17 1:07 Oktober tahun 2. SD-nya di Tanjung 1:11 Karang, SMP-nya di Baturaja, SMA-nya di 1:14 Baturaja, S1-nya di Malaysia, S2-nya di 1:18 UI di jurusan akuntansi, kemudian S3-nya 1:20 di Inggris. Beliau seliling keliling 1:23 dunia untuk ee memberi 1:24 pencerahan-pencerahan 1:26 tentang bagaimana mengatur keuangan 1:29 secara syariah. Dan Islam itu indah 1:31 sekali. Beliau adalah seorang mualaf 1:34 m dari tahun 91 1:39 ee ada keturunan dari Tiongkok juga ya. 1:42 Ee silakan siapkan pupan sama kertas 1:44 nanti kami akan bacakan nomor HP beliau. 1:47 Untuk Anda yang 1:49 mengatur keuangan morat-marit, [tertawa] 1:52 ada baiknya dengar acara ini. Beliau 1:55 adalah Dr. Murniati 1:58 Mukhlisin. Asalamualaikum, 2:01 Ibu Dr. Murtiani. 2:04 Apa kabar? 2:05 Enggak ada kesulitan ya untuk 2:06 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:08 wabarakatuh. 2:09 Alhamdulillah. Masyaallah. [tertawa] 2:10 Alhamdulillah. Masyaallah. Terima kasih, 2:12 Pak Krisna sudah mengundang di Radio 2:14 Rasi. Insyaallah ee mudah-mudahan dapat 2:16 menyebarkan manfaat. 2:18 Amin. Amin. Sejak kapan sudah mulai di 2:20 Indonesia lagi? Kan keliling-keliling 2:22 dunia terus ya. 2:22 Iya. Iya. Sejak 2017 sudah kembali ke 2:25 Indonesia. Iya. Sudah tidak tahan ya 2:27 rasanya. Masyaallah. Di Indonesia kan 2:29 kalau dengarkan azannya berlomba-lomba. 2:32 Tapi kalau kita di Inggris selama 6 2:34 tahun di sana ee rasanya rindu dengar 2:36 azan karena tidak diperbolehkan. 2:38 Tapi kan Ibu Inggris di laser kan itu 2:40 kan istilahnya Madinahnya Inggris kan. 2:42 Banyakbanyak muslim di sana. tahun di 2:44 sana. Ee iya betul di Lester cukup ee 2:48 bebas masyarakat muslim. Bahkan ada satu 2:50 masjid namanya Masjid Umar 2:52 itu bisa mengumundangkan azan ee satu ee 2:56 apa waktu-waktu tertentu. 2:58 Cuman kalau di karena saya pindah ke 2:59 Glasgo selama 2 tahun lebih di sana itu 3:03 sudah mulai tidak lagi mendengarkan azan 3:05 dan apalagi ketika pindah ke Colchester 3:08 itu ada istilahnya white city itu ee ag 3:13 sangat ada satu masjid itu pun kecil 3:15 sekali ee tidak pernah mengemudangkan 3:18 azan ya. Alhamdulillah. 3:19 Boleh tahu Ibu sejak kapan masuk Islam? 3:22 Ya, alhamdulillah ee mengenal Islam dan 3:25 ee dan ingin betul-betul menjadi seorang 3:28 muslimah yang kafah. Itu ketika saya 3:31 minggat ke Jakarta tahun '91 3:33 dari 3:33 dari ee Tanjung Karang, Baturaja, 3:36 Tanjung Karang. Ee itu dua kota saya. 3:39 Kemudian saya pindah ke Jakarta. 3:41 Apa yang menarik, Ibu sehingga kemudian 3:42 Ibu lalu masuk Islam? 3:44 Iya. Masyaallah. Ternyata ketika saya ee 3:47 pernah melalui dari berbagai macam 3:50 kepercayaan dan ternyata Islamlah 3:52 satu-satunya yang menjadikan saya tenang 3:54 dan melihat dari permasalahan di 3:56 keluarga yang tidak ada ee apa guidance. 4:01 Pada saat itu saya melihat Islam 4:02 sebenarnya memberikan solusi. Asal saja 4:05 kita harus mencarinya. Harus kita 4:06 betul-betul eh udul kafah. ketika kita 4:12 kafah baru kita temukan keindahan Islam 4:14 itu. Nah, ternyata saya dapatkan ketika 4:16 saya minggat, saya putuskan saya minggat 4:18 aja deh ke Jakarta, saya sudah enggak 4:19 kuat lagi dengan keluarga. Ya Allah, ini 4:22 kayaknya maksiat ke mana-mana dan 4:24 sebagainya. Saya mulai berpikir dewasa 4:26 pada saat itu karena sudah tamat SMA dan 4:28 alhamdulillah ketika di Jakarta bertemu 4:29 dengan orang-orang yang saleh. 4:32 Alhamdulillah pada waktu itu masjid 4:33 pertama kali Istiqlal. Iya. 4:35 Masjid Istiqlal, masjid ee ada Yayasan 4:38 Haji Karimwi, Masjid Laut. Pada waktu 4:40 itu jumpa beliau di sana, Pak Antonio, 4:44 Bapak Yunus Yahya dan Ibu angkat saya 4:46 pada saat itu, Ustazah Komaria Baladraf 4:49 Gioksin 4:50 yang mengangkat saya dan memberikan 4:53 tumpangan untuk saya. Masyaallah. 4:55 Enggak enggak yakin. Enggak yakin. 4:57 Ee artinya ee yakin bahwa Allah akan 4:59 membantu. Tapi kok enggak enggak tahu 5:02 kalau secepat itu Allah memberikan 5:03 bantuan dan menemukan saya dengan 5:05 orang-orang yang saleh. 5:06 Masyaallah. Masyaallah. Lalu Ibu belajar 5:08 Al-Qur'an dari sana. 5:09 Iya. Oh, tertatih-tatih ya, cukup 5:11 tertatih-tatih. Dan ketika betul-betul 5:13 belajar Al-Qur'an itu ketika saya 5:14 mendapatkan beasiswa ke Malaysia. 5:16 Heeh. 5:17 Jadi di 5:18 apalagi di Malaysia ya suasana 5:20 keislamannya lebih terasa ya. 5:21 Betul. Kebetulan ya masyaallah ya Allah 5:22 memang 5:24 mengurus semuanya, menentukan semuanya. 5:26 Saya diberikan kesempatan untuk beasiswa 5:29 di International Islamic University 5:30 Malaysia. Belajar eh Jim ha k-nya di 5:34 sana. He. 5:35 Belajar bahasa Arabnya di sana. Belajar 5:37 bahasa Inggris di sana. dan belajar 5:38 tentang kehidupan islami. Masyaallah di 5:40 sana dan di situlah menjadi Indonesia. 5:43 Eh Malaysia itu menjadi negara kedua 5:44 saya setelah Indonesia. 5:46 Sekarang masih suka bolak-balik ke? 5:48 Masih. Masih. Anak saya kuliah di sana 5:49 sekarang. 5:50 Masyaallah. [tertawa] 5:52 Dan mendapatkan suami di sana. 5:54 Oh gitu. Orang-orang sana bukan? 5:56 Gak. Orang Aceh. 5:58 Orang Aceh namanya Luki Lukian ya? 6:01 Lukian Tani 6:02 Lukian Temani. Masyaallah. 6:04 Jadi, Ibu kan seorang ahli 6:08 ee penasihat keuangan terutama keuangan 6:10 syariah ya. Dan Ibu memberikan ini ke 6:13 berbagai negara, ke Inggris, ke Jerman, 6:15 Rusia, Kanada, Australia, Qatar, ke 6:18 Jepang, ke berbagai macam negara. 6:21 Apa yang Ibu berikan kepada audiens di 6:23 sana? 6:23 Iya ya. Ee di sana alhamdulillah ee 6:27 mereka tertarik. Jadi kebanyakan warga 6:30 negara Indonesia yang tinggal di luar 6:32 negeri ketika mereka mendengar saya 6:35 datang atau ada yang kenal bahwa saya 6:38 akan datang atau memang diundang ketika 6:39 saya ee punya waktu untuk datang di 6:42 sela-sela kesibukan saya waktu itu 6:43 menjadi mahasiswa dan jadi dosen di 6:45 Inggris. 6:46 Em 6:47 ee mereka ingin tahu tentang lebih 6:49 lanjut dari buku yang saya terbitkan 6:52 dengan suami. 6:53 Apa judul bukunya? Judul bukunya Sakina 6:54 Finance diterbitkan I tahun 2013 6:57 ada beredar di toko-toko buku ada ada 7:00 di Gram Media itu ada ya 7:01 di Gram Media di ee toko buku TIG 7:04 serangkai 7:05 dan ee buku baru saya juga tujuh prinsip 7:07 pendapatan juga ada dan ee bisa dilihat 7:10 di Instagram atau di ee 7:12 platform-platform ee Lapak Lapak yang 7:16 ini bisa beli juga di sana 7:17 ya. alhamdulillah di ee mendengar buku 7:20 itu, buku itu juga sudah berjalan-jalan 7:21 ke berbagai negara dan sekarang sudah 7:23 diterjemahkan dalam bahasa Inggris 7:25 karena banyak yang ingin tahu dan 7:26 ternyata ketika berinteraksi dengan 7:29 warga negara atau ee masyarakat 7:31 Indonesia maupun masyarakat ee di luar 7:34 dari ee komunitas Indonesia mereka 7:37 sangat tertarik karena jarang sekali 7:38 orang bicara soal keuangan keluarga atau 7:41 individu dari sisi syariah. Nah, itu 7:43 yang saya bawakan 7:44 ee keuangan 7:46 keluarga dari sisi syaria. 7:48 Apa kira-kira kekeliruan-keliruan yang 7:50 sering terjadi di kehidupan kita 7:52 dalam mengatur uang ini? 7:54 Iya. Pertama ee yang sangat setelah 7:57 17.000 hampir 17.000 orang yang 7:59 mengikuti dari 20 negara paling tidak 8:02 selama daring ada 10 negara tambahan. 8:04 Jadi ada Hungaria dari ee yang ikut dari 8:08 ee Italia yang juga ikut selama pandemi 8:11 ini luar biasa karena bisa kita tanpa 8:13 harus pergi naik pesawat semua orang 8:15 bisa mendengarkan 8:16 dan ee ternyata ke ada paling tidak 8:20 empat masalah yang yang saya jumpai di 8:22 dalam keluarga-keluarga muslim kita. 8:24 Pertama adalah tidak paham dengan 8:27 akad-akad. Padahal Allah ee telah 8:30 memberikan ee reminder untuk kita semua. 8:33 Misalnya di surah em Almaidah ayat 1. 8:37 Azubillahiminasyaitanirrajim. 8:39 Ya ayyuhalladzina amanu bil uquud. Hai 8:42 orang-orang yang beriman, penuhi 8:44 akad-akadmu. Lah kalau Allah 8:46 memerintahkan tentang akad-akad pasti 8:48 kita harus tahu akad-akad. Taruh tentang 8:50 misalnya akad ketika kita menerima gaji. 8:54 Bagaimana tentang transaksi kita ketika 8:56 bekerja 8 jam seperti apa akadnya? 8:59 Kemudian ketika kita akad antara suami 9:01 dan istri, hutang, nafkah itu ada semua 9:05 statusnya. Kemudian akad antara kita 9:08 dengan di pasar, jual beli, semua harus 9:11 tahu dari kacamata syariah seperti apa. 9:14 Ee justru akad-akad ini harus wajib kita 9:18 pelajari atau kita buyuk, kita jual beli 9:21 sebelum kita masuk ke pasar, termasuk 9:23 pasar online. 9:24 Nah, ini sangat sangat jarang sekali. 9:26 Jadi, pengertian akad sendiri apa? Akad 9:27 itu adalah satu kontrak atau janji atau 9:30 transaksi yang perlu kita ee pahami hak 9:35 dan kewajibannya, syarat-syarat rukunnya 9:37 termasuk perbelanjaan sederhana misalnya 9:40 belanja di warung, belanja di 9:41 termasuk semuanya bahkan akad antara 9:44 suami istri ketika ijab kabul kita 9:45 pahamnya ijab kabul aja kan 9:47 secara lisan aja terturis 9:49 nah secara ada yang secara lisan, ada 9:51 yang secara ee apa gerakan, simbol 9:54 ataupun ee kata-kata tulisan bisa 9:56 diterima. Kapan secara lisan, kapan 9:58 secara tertulis? Ya, 9:59 ee kalau tertulis kan kalau kita lihat 10:01 sekarang semuanya digital, ternyata 10:02 semuanya bisa dilakukan akad itu sah 10:04 ketika ada semacam ijab kabul yang 10:07 terjadi di transaksi digital yang 10:09 merupakan tulisan ee simbol-simbol itu 10:12 bisa diterima dari fikihnya bisa 10:14 diterima. Sedangkan akad lisan seperti 10:16 ya mungkin dari ee mazhab Syafi'i 10:19 misalnya kita mengenal baga ijab kabul 10:21 harus harus diucapkan gitu kan. ee atau 10:24 kalau di Malaysia kita di pasar-pasar 10:25 kita masih dengar saya beli ya, saya 10:28 jual. H 10:30 jadi akad jual beli walaupun tidak 10:32 semuanya harus seperti itu. Jadi lisan, 10:34 gerakan, simbol ee dan tulisan itu juga 10:37 ada aturan rukun-rukunnya. Yang penting 10:40 ada orang yang bertransaksi, jual beli, 10:42 ada tempatnya, ada objeknya, ada 10:44 khiarnya. 10:45 Nah, ini luas sekali kalau kita mau 10:47 bahas. 10:48 Nah, ini 10:49 kenapa para keluarga muslim tidak mau 10:51 belajar tentang akad? Karena apa? 10:52 Akad-akad inilah yang nanti akan 10:54 ditanyakan dijawab mulai kiamah. 10:56 Aduh, saya masih belum lam nih. 10:58 Heeh. 10:58 Seandainya saya ke warung 11:00 i 11:00 membeli kerupuk atau beli garam begitu 11:02 ya, 11:03 berapa ini Bu harganya? Terus dia kan 11:06 kasih tahu harganya. 11:07 Saya bayar sukalian itu di mana akadnya? 11:10 Sudah akad apa bagus? 11:12 Nah, iya ketika menanyakan berapa 11:13 harganya ini harus jelas bahwa harganya 11:16 100. Jangan kita enggak ah 100 ee 90 aja 11:20 ya. Ini nih nih 90 ya. Sudah ya. 11:21 Asalamualaikum. Padahal kan belum ada 11:24 Oh, kesepakatan. Oh, 11:26 kan kobul itu terjadi ketika ya enggak 11:27 apa-apa dah 90 tapi ini kita tinggalin 11:29 kadang-kadang begitu kita maksa gitu 11:31 apalagi ngerasa warungnya sudah kenal. 11:32 Nah, itu sudah mencacati akad misalnya. 11:35 Nah, ya ini banyak hal-hal yang kita 11:37 harus kaji itu contoh contoh kecil ya. 11:41 Khiar misalnya ketika suatu tempat yang 11:43 menyatakan bahwa kita batal enggak nih? 11:45 Misalnya kita sudah tanda, udah ini 11:47 Bapak mau beli handphone saya ya Rp1 11:49 juta. Oke. Nanti ee Bapak gimana ee 11:52 ngasih ke saya ya sudah nanti saya bayar 11:55 melalui rekening mana. Nah, ketika kita 11:57 belum berpisah boleh enggak saya 11:59 batalkan? Boleh. 12:02 Khiar namanya. Jadi, oke, Pak. Saya 12:04 kalau gitu saya enggak jadi deh jual 12:06 karena ee masih perlu 12:08 masih boleh. Iya. 12:09 Jadi, masih boleh. Nah, tetapi ketika 12:11 sudah berpisah, nah ini kan 12:12 kadang-kadang bermasalah. ketika sudah 12:14 berpisah, "Pbak, kayaknya tadi enggak 12:16 jadi." gimana sih? Kan saya sudah 12:18 transfer. Iya, tapi orang tua saya 12:19 enggak setuju. Nah, ini kan jadi ketika 12:21 kita tidak paham tentang akad, maka 12:23 banyak sekali kecacat-cacatan akad 12:25 terjadi ketika kita sedang ee sedang 12:28 bertransaksi. Dan yang yang kita 12:30 khawatirkan lagi adalah akad. Apakah 12:33 akad-akad itu juga masuk yang Allah 12:36 haramkan? Ada enam paling tidak. 12:39 Apakah ada ribanya? Heeh. 12:41 Yang tadi kita akarkan, Pak. Saya ini 12:44 ini saya taruh deh R juta. R juta 12:47 ee gadai ee nanti saya ambil nanti saya 12:50 pulangin. Gadainya itu Rp1.500. 12:53 Nah, kan seperti itu. Misalnya ada 12:55 pinjaman yang diakadkan berbentuk gadai 12:59 tapi dibungakan misalnya. Jadi, apakah 13:02 akad-akad tadi ada yang tercemari dengan 13:04 adanya unsur riba? Goror, Pak. Ini saya 13:08 bungkus, Pak. Pokoknya, Pak, jangan 13:09 khawatir ini betul bagus saya gadaikan 13:13 misalnya atau Bapak beli enggak perlu 13:14 dites deh. 13:15 H 13:16 kan goror enggak jelas. Harusnya kan 13:18 pembeli harus tahu karena apa? Tiba-tiba 13:20 Pak Krishna pulang 13:22 telepon, "Ini handphone-nya udah enggak 13:24 jalan lagi lah. Bapak tadi tuh sudah 13:26 bagus." Nah, itu kan goror. Artinya 13:28 semuanya harus jelas. 13:29 Apakah ada ee maisirnya, judinya, 13:32 spekulasi, 13:33 "Pak, 13:34 mau beli enggak tanah di sana? Itu bagus 13:36 banget. He. 13:37 Udah percayain aja sama saya. Nah, itu 13:39 kan spekulasi. Bagus apa enggak kita 13:40 enggak tahu. 13:42 Pak, tenang, besok harganya naik. 13:44 Heeh. 13:46 Ini propertinya nih. Ini kalau gitu 13:48 harus beli banyak, Pak. Itu kan 13:49 spekulasi gitu. Nah, itu jangan sampai 13:51 ada 13:52 riba, maisir, goror, kemudian menzalimi 13:56 tidak. Misalnya kita menzalimi tidak 13:59 atau dor menyakiti hati orang lain tidak 14:02 atau haram tidak. Ayam halal. Tapi 14:06 ketika kita jual tanpa menyembelih 14:08 dengan nama Allah tidak halal. Kita jual 14:11 dengan orang tidak halal. Pendapatannya 14:14 tidak halal. Jadi akad-akad itu harus 14:17 kita pastikan ee bersih dari semua yang 14:20 Allah larang. 14:21 Hmm. Masyaallah. Itu banyak terjadi ya. 14:24 Heeh. 14:24 Misalnya orang menjual ruko dia 14:26 mengatakan wow ini sini banyak banyak 14:28 orang nanti akan datang di sini baguslah 14:31 ininya cloud-nya. 14:32 Iya. Iya. 14:32 Ternyata sudah dibeli toko sepi enggak 14:34 ada beli. [tertawa] 14:35 Nah. Begitu Rasulullah sudah menunjukkan 14:37 itu. Ketika Rasulullah, "Kamu jualan 14:39 apa?" Jagung. Pas digini-ginian kenapa 14:42 di bawahnya kok? 14:44 Ini kan akadnya enggak bagus. 14:45 Kualitasnya beda. Heeh. 14:46 Ngomongin yang bagus di depan, tapi 14:48 ketika kita belanja kita ngambilnya yang 14:50 jelek. 14:51 Heeh. 14:51 Oh, itu ditegur oleh Allah. Eh, ditegur 14:53 oleh Rasulullah sallallahu alaihi 14:55 wasallam. Begitu Sayidina Umar, "Susunya 14:57 kamu campur HP air ya? 15:00 Enggak boleh ini." 15:02 Kenapa? Ya ini kan jadi enggak jelas 15:04 akadnya. jual susu sama air atau jual 15:07 susu? 15:07 Hm. 15:08 Masyaallah. Jadi kita jauh ya dari 15:12 ya itu sudah terjadi 1400 tahun yang 15:14 lalu apalagi saat ini gitu. Kita kita 15:17 jauh dari sosok seorang rasul. Tetapi 15:19 dengan adanya kita belajar tentang 15:21 akad-akad, belajar tentang syariah, 15:23 insyaallah kita hadirkan terus 15:25 Rasulullah. 15:27 Jadi 15:28 hasil dari kajian ini nanti 15:33 orang-orang tuh menjadi tersadarkan 15:34 bukan. Jadi karena memerlukan dua belah 15:37 pihak kita sadar tapi dari pihak 15:39 I harus semuanya. 15:41 Harus semuanya 15:42 harus semuanya. Nah itu yang salah satu 15:43 Pak yang saya harap saya lihat ada ada 15:47 permasalahan di keluarga-keluarga 15:48 Indonesia itu satu tentang akad. Kedua 15:50 tentang hutang. 15:51 Hm. hutang juga gimana itu kalau 15:53 hutang juga ee tidak sadar bahwa ketika 15:57 di ayat-ayat waris itu Allah menekankan 16:00 sampai empat kali artinya tuh penting 16:02 banget gitu di surah Annisa 11 12 176 16:05 itu harus kita pelajari nih hari ini 16:07 sampai malam ini kita harus pelajari 16:09 kalau misalnya sudah belajar tapi lupa 16:11 gitu kan insyaallah sebagian besar 16:13 pendengar sudah belajar gitu ya tapi kan 16:14 perlu kita ulang-ulang lagi di di 16:18 misalnya di Annisa 12 itu Allah ee 16:21 memberitahukan 16:22 tentang 16:28 bla bla bla bla. Ayatnya luar biasa, 16:31 formula warisnya luar biasa tapi ada 16:33 ayat yang menggugahkan. 16:38 Kata Allah hati-hati bayar hukum waris, 16:42 utang ini ini segala macam. Bagi 16:45 pwarisannya begini. Suami kalau punya 16:47 anak ee dapatnya segini. Istri kalau 16:49 punya anak dapat segini, suami tidak 16:50 punya anak, anak perempuan dapat 16:53 setengah dari ini. Luar biasa. Tapi ada 16:56 ayat yang mengugah di situ. 16:58 Sebelum kamu bagi-bagi pasti ada hutang 17:01 dan wasiat. 17:02 Hm. Hutang dibereskan dulu. 17:04 Nah, hutang itu harus dibereskan sebelum 17:06 kita meninggal dunia. Jangan setelah 17:08 meninggal dunia baru tanya-tanya ini 17:10 hutangnya siapa dulu. nanti rohnya tidak 17:12 diterima di langit dan di bumi. 17:14 Jadi ini salah satu yang yang belum 17:17 sadar kita sehingga hutang kita tidak 17:19 dicatat dengan baik, tidak kita pastikan 17:22 sesuai dengan syariah. Nah, ini 17:24 nauzubillah. Nauzubillah. 17:26 Ikhwan dan akhwat, kami masih 17:28 berbincang-bincang dengan seorang Ibu, 17:30 Dr. Murniati Molisin. Beliau seorang 17:34 mualaf ya ee sejak tahun 1.1. Beliau 17:38 sering memberikan kajian-kajian ke 17:41 berbagai negara di seluruh dunia untuk 17:43 kajian ee keuangan syariah ke Inggris, 17:46 ke Jerman, ke Rusia, 17:49 ke Qatar, ke Australia, ke mana-mana lah 17:52 banyak ke Jepang juga. Oke, silakan Anda 17:55 ingin bertanya untuk WA di 0811999720. 18:03 untuk telepon di 0218451512. 18:08 Nanti kita akan bicara juga bagaimana 18:10 akad antar suami istri dalam hal 18:12 keuangan. Ini kan juga belum banyak yang 18:14 tahu ya. Kita akan dengar jawabannya 18:16 setelah yang satu ini. 18:31 [musik] 18:42 Ahlan wasahlan. 19:13 Ahlan 19:17 [musik] 19:20 Radio Silaturahim yang dipancarkan dari 19:22 Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimangis 19:25 Cibubur. Masih di acara Alan Wasalan di 19:28 mana kami mengundang Ibu Dr. Murniati 19:33 Mukhlisin. Beliau adalah seorang ahli 19:35 keuangan 19:37 ee syariah ya. Banyak memberikan 19:40 kajian-kajian ke berbagai negara di 19:41 seluruh dunia. ke Inggris, ke Jerman, ke 19:43 Rusia, Kanada, Australia, Ital, Qatar, 19:46 dan juga ke Jepang. 19:49 Nah, kami ingin tanya Bu, kalau akad 19:52 keuangan antara suami istri itu 19:55 bagaimana? 19:56 Iya. Ya, masyaallah. Ee kalau di 19:59 negara-negara Asia, Bangladesh, 20:02 Pakistan, 20:03 He. 20:04 Itu mahar itu bisa berakadnya utang, 20:06 Pak. 20:07 Oh, begitu. 20:07 Iya. Kenapa diterima di urufnya? itu 20:11 diterima di sana atau ee secara lokal 20:14 itu diterima di sana. Karena memang se 20:17 background mereka kan Hindu, Pak. Ketika 20:19 Islam datang itu mereka melihat 20:20 masyaallah Islam dulu maharnya antara 20:23 perempuan ngasih ke laki-laki. 20:25 Hm. 20:26 Sekarang laki-laki mau ngasih mahar ke 20:27 kita. 20:28 He. 20:28 Bukan main, tapi 20:30 boleh berakad utang. Itu pun sudah luar 20:33 biasa banget gitu. Walaupun ada bagi 20:37 saya ada satu macam ego juga gitu ketika 20:40 berakad utang dengan mahar yang di yang 20:42 dibunyikan itu adalah jumlahnya di depan 20:45 orang besar gitu. 20:46 Saya terima nikahnya gitu ee pokoknya 20:49 saya dengan utang 10 lah gitu. 20:52 Nah, bagaimana bayarnya? Seru, Pak. 20:56 Bayarnya tuh nanti boleh setelah nikah 20:58 boleh bayar. 20:59 Hm. 21:00 Nah, saya punya teman orang Bangladesh, 21:02 suami istri. Saya tanya, "Suamimu sudah 21:04 bayar hutang belum?" "Oh iya, suami saya 21:07 ngajak saya ke Inggris, nyekolahin saya, 21:09 bantu sekolah saya S2." 21:11 Terus saya bilang ke suami, "Udah, utang 21:13 maharmu yang dulu sudah lunas." 21:16 Jadi diembayar biaya sekolah istrinya 21:18 itu 21:18 iya 21:19 dianggap sebagai pembayaran hutang. 21:20 Dianggap pembayaran hutangnya. Nah, jadi 21:22 saya bilang, "Oh, iya bagus. Kalau gitu 21:24 akadnya sudah jelas. Kadang-kadang 21:26 gimana di di 21:27 tapi kan tidak disebutkan di sebelumnya 21:28 bahwa nanti bayarnya melalui biaya 21:31 pendidikan gitu. Enggak disebutkan. 21:32 Enggak. Nanti setelah menikah pokoknya 21:35 dalam jangka waktu tertentu atau tidak 21:37 jangka waktu tertentu saya akan bayar. 21:39 Heeh. 21:39 Jadi itu diingat sama istrinya 21:41 yang nilainya aja. Nilainya 21:43 Iya. Nilainya aja. Kapan? Kadang-kadang 21:45 ada yang menentukan ee temponya, 21:47 durasinya, ada yang enggak. Nah, ini ini 21:51 menarik artinya ee ya walaupun di dalam 21:54 uruf kita itu tidak diterima ya. Enggak 21:56 ada saya dengar di Indonesia hutang 21:57 mahar gitu kan. [tertawa] 21:59 Walaupun alat salat boleh karena itu 22:02 muamalahnya boleh. 22:03 Nah, jadi ee itu satu. Terus yang ee 22:06 dari soal nafkah, suami tahu bahwa ee 22:11 nafkah itu diberikan kepada istrinya 22:13 wajib sifatnya. Bahkan menurut ulama 22:16 Imam ee Asyaibani itu pertama ketika 22:20 seorang laki-laki memberi mendapatkan 22:22 pendapatan itu nafkahnya itu pertama 22:24 untuk dirinya sendiri, kemudian untuk 22:26 istri dan anak-anaknya, orang tuanya, 22:28 kemudian keluarganya, kemudian baru 22:30 lingkungannya gitu ya. Tahapan-tahapan 22:33 pemberi nafkah. Dan begitu ya pastinya 22:34 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 22:35 memberikan contoh bagaimana nafkah ee 22:37 untuk kepada keluarga dan sebagainya. 22:40 Dan em ee akad nafkah ini harus jelas. 22:43 Nah, kadang-kadang kan ee suami ee apa 22:48 memberikan nafkah 22:50 tidak tahu kebutuhan istri dan 22:53 anak-anaknya seperti apa. Walaupun 22:55 konteks nafkah itu sendiri adalah yang 22:57 sifatnya daruriah, yang sifatnya primer 23:00 ya. Kalau dan apa yang dimakan dan 23:02 dipakai oleh suami gitu, itu tahapannya. 23:04 Nah, ini yang kadang-kadang tidak 23:06 dipahami antara suami dan istri seperti 23:08 apa. 23:08 Kemudian akad yang lain adalah akad 23:10 hutang. Boleh enggak suami hutang sama 23:12 istri atau istri hutang sama suami? 23:13 Boleh saja, tapi tetap akadnya berhutang 23:16 yang harus dikembalikan. 23:17 Hm. 23:18 Nah, kemudian yang lain adalah akadnya 23:19 antara kepemilikan. Misalnya tinggal 23:22 satu rumah, terus rumah ini milik siapa? 23:25 Milik kami berdua. Tapi sertifikat atas 23:27 nama suami. 23:28 He. 23:28 Apakah ada saksi yang mengatakan ini 23:30 milik berdua? Kenapa ini penting? Ketika 23:32 suami meninggal, harta yang akan 23:35 dibagikan oleh 23:37 ee atau dibagikan atas harta suami saja. 23:40 Kalau rumah ini milik berdua harganya 23:42 R500 juta, berarti R50 jutanya disisikan 23:45 untuk istrinya yang masih hidup 23:47 yang tidak boleh dibagikan. 23:49 250 jutanya dibagikan untuk 23:51 istri dan anak-anaknya atau maksudnya 23:54 ahli waris gitu. Kalau dia tidak punya 23:55 anak berarti dia akan pergi ke 23:57 saudaranya. 23:58 Begitu juga kalau orang tuanya masih 23:59 hidup. Nah, ini yang masih belum 24:01 dipahami. Tidak banyak keluarga muslim 24:04 memahami akad-akad yang perlu kita 24:06 selesaikan. Jangan sampai ada sengketa. 24:10 Nikmatnya syariah dalam Islam adalah 24:13 memastikan kita tidak bersengketa di 24:15 kemudian hari. 24:16 Kalau seorang suami yang memberikan 24:18 kepada istrinya 100% gajinya, lalu 24:21 biarlah dia ngatur, itu bagaimana? 24:23 Boleh-boleh saja. Yang penting istri 24:25 amanah dan tahu bagaimana perencanaannya 24:28 supaya tidak ada dusta di antara kita 24:31 [tertawa] 24:32 harus transparan. Makanya kami selalu 24:35 ajarkan ada pencatatan, Pak. selalu kami 24:37 tunjukkan dan saya alhamdulillah satu 24:39 keluarga Pak ada pencatatan 24:41 sekecil apa yang perlu dicatat sampai 24:44 saya kalau saya Pak setiap hari Bapak 24:46 kalau ke rumah saya nanti atau ke ada di 24:48 Instagram atau di Facebook saya di 24:51 medsos kita mencatat 24:53 sekecil apapun yang yang kita keluarkan 24:56 saya nanya beli pensil [berdehem] beli 24:57 pulpen pun 24:58 sayur Rp70.000 saya tulis 24:59 oh 25:01 sayur Rp70.000 Ibu barusan yang saya 25:02 belanja hampir setiap hari saya tulis. 25:05 Dulu di dalam buku kami ada catatan, 25:08 Pak. Siapa yang suka menulis manual 25:10 silakan. Tapi kalau yang pakai apps, 25:12 kami juga sudah keluarkan apps-nya 25:14 Sakina Finance App gratis di ee Google 25:17 Store tapi belum untuk yang Apple belum 25:20 ada yang pakai Android bisa. 25:22 Nah, itu gunanya mencatat. Kenapa? 25:24 Karena Allah sudah menekankan di dalam 25:26 surah Albaqarah 282. 25:28 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 25:30 Ya ayyuhalladina amanuumakum. 25:38 Allah menyerukan kita berhutang boleh 25:41 tapi harus dicatat. 25:44 Dicatat dan bahkan kalau tidak tahu kita 25:46 mencatatnya suruh orang lain 25:47 mencatatnya. Notaris atau akuntan. 25:50 Tapi kalau untuk keluarga bagusnya kita 25:52 belajar sendiri. 25:53 Hm. 25:54 Apa perlunya kita mencatat setiap 25:56 pengeluaran kita keluarkan? Masyaallah, 25:59 banyak sekali manfaatnya. Walaupun kalau 26:01 misalnya belum biasa seminggu sekali 26:03 dulu aja diingat-ingat minggu ini kita 26:06 ini kalau belum biasa. Kalau saya sudah 26:07 20 tahun alhamdulillah 26:09 setiap hari dicatat tuh belanja apapun. 26:11 Kalau saya memang kadang-kadang kalau 26:12 saya sibuk nanti saya ingat 1 minggu itu 26:14 saya ingat dari transaksi-transaksi 26:16 keuangan kita bensin tol saya catat. 26:19 Kenapa? 26:19 Termasuk [tertawa] tipsnya 26:22 tadi saya belanja dari Rasil 26:24 belanja kurma beli itu saya catat nanti. 26:27 Oh gitu. Iya. Jadi ee kenapa itu 26:30 penting? Pertama ada transparansi antara 26:32 suami istri dan keluarga. 26:34 Kedua, jadi kalau suami tadi menyerahkan 26:37 gajinya 20 juta atau R10 juta atau R5 26:39 juta, istri 26:41 tolong atur. 26:42 Hm. 26:43 Istri kok habis sih? Kan saya kasih R5 26:46 juta. Masa SPP anak masih minta juga. 26:48 Tenang nih sudah saya catat semua. 26:51 [tertawa] 26:52 Banyak sengketa rumah tangga, Pak. 26:53 Gara-gara suudon. 26:55 Hm. Hm. 26:56 Suami tidak percaya kepada istri atau 26:58 istri tidak percaya kepada suami? Ada 27:00 uang laki-laki ya? 27:01 Oh, iya. Baru mau nanya [tertawa] 27:03 Pak Krisna ada uang laki-laki. Coba 27:04 lihat dot kakinya. 27:07 Lihat dulu kopiahnya. Ini hati-hati ya, 27:09 Bu. Ee Ibu-ibu kalau uang laki-laki itu 27:11 tempatnya ada tiga. Satu kopiah, dua 27:15 ikat pinggang. 27:17 Ketiga, kaos kaki. 27:19 Ada di e anu loh, di mesin mobil. Teman 27:23 saya pernah naruh uang laki-lakinya. 27:25 Iya Allah. 27:26 Di mesin mobil di selipannya itu suatu 27:28 kali mesin mobilnya rusak apa-awak 27:30 kebak. 27:31 Allah. 27:33 Iya boleh-boleh saja Pak. Asal asal saja 27:35 tidak ada ee suuzon. Ini yang paling 27:37 penting. Sengketa rumah tangga Pak 70% 27:40 berasal dari soal ekonomi dan keuangan. 27:43 Perceraian terjadi gara-gara 70% cekcok 27:46 gara-gara keuangan 27:48 ekonomi. Baik orang yang punya uang 27:50 maupun orang yang tidak punya uang. 27:52 Masallah. 27:54 Ini ada pertanyaan. Asalamualaikum, 27:59 Ibu Murni. 28:01 Iya. 28:01 Ee bagaimana makan di restoran? Karena 28:04 ada yang ada tipe restoran yang makan 28:07 dulu baru bayar. 28:08 Ada yang bayar dulu e baru makan. Itu 28:11 bagaimana? Yang yang makan dulu baru 28:13 I itu restoran Padang 28:15 ya. Saya sudah mulai tertibkan ee ini e 28:19 ada gornya ya. Artinya kita makan-makan 28:21 tiba-tiba, "Hah, Rp500.000 mahal banget 28:25 ini rumah makan." Nah, inilah 28:27 ketika itu syariah datang. 28:30 Hm. 28:30 Syariah mengatakan semuanya harus jelas 28:32 harganya 28:33 kan ada di table. 28:34 Nah, makanya ketika ada tabel kita ada 28:36 yang enggak, ada yang enggak ada. 28:38 Makanya harus tanya sama penjualnya. 28:40 Kalau saya beli makan Padang, cek cek 28:42 cek cek berapa? Duduklah dulu, Bu. Gak 28:45 usah [tertawa] tanya, gak usahlah itu. 28:47 Makanlah dulu. Nantilah gampang itu 28:49 bayar. Ah, gak boleh. 28:50 [tertawa] 28:50 Kan kalau sudah tahu bayarnya. 28:52 Nah, ketika bilang oke 17.000 oke anak 28:55 saya berapa? Anak saya berapa? Nah, jadi 28:57 saya biasakan begitu, Pak. Kenapa? 28:59 Jangan sampai 29:01 ya ampun mahal banget ya. Lah siapa yang 29:03 suruh masuk kan akadnya di awal. 29:06 Serius juga. 29:07 Nah gitu. 29:09 Eh 29:11 Rasil mau tanya diskusi, Pak. E silakan 29:14 silakan yang hotel 0811958266 29:18 silakan kalau mau tanya langsung saja 29:20 telepon ke 0218451512 29:24 silakan kami tunggu. Hm. 29:28 Asalamualaikum Ibu Murni. 29:31 Ibu saya ada usaha warung sembako. Ada 29:34 pelanggan yang berhutang sudah setahun 29:36 lebih. 29:37 Saya sudah ingatkan lebih tiga kali. 29:39 Sekarang saya biarkan saja. Tapi catatan 29:41 hutang masih ada. Kalau saya sudah 29:44 pindah, saya buang catatannya. Bagaimana 29:46 menurut Ibu? Apakah sudah benar? 29:48 Syukran. Saya Ibu Asih di Ciputat. 29:51 Iya. Ya. Pertama, ee mengingatkan orang 29:53 yang untuk akadnya berhutang itu 29:56 kewajiban sebagai seorang muslim. 29:58 Kenapa? Mungkin ada yang dari ee toko 30:02 atau warung kita tadi, ibu kita yang 30:03 buka warung tadi tidak ikhlas kalau 30:05 hutang ini belum dibayar. Nah, kasihan 30:07 orang yang berhutang itu tidak kita 30:08 ingatkan karena nanti ee nauzubillah 30:11 ketika meninggal hutangnya masih 30:12 terkatung-katung dengan rohnya gitu. 30:15 Dipertanggungjawabkan nanti bahkan amal 30:17 salehnya berkurang dengan sejumlah 30:18 hutang yang tadi dibawa mati. Kedua, 30:21 kalau misalnya kita tahu bahwa yang yang 30:24 berhutang tadi tidak mampu, tentu saja 30:26 diikhlaskan dan tentu saja mengikhlaskan 30:28 orang-orang yang berhutang ini luar 30:29 biasa. Tapi kalau orangnya mampu 30:32 foya-foya ini kewajiban kita untuk 30:34 mengingatkan. Dan saya sejak kecil sudah 30:36 dilatih menjadi penagih hutang [tertawa] 30:38 karena saya dulu anak tauke. 30:40 Oh, gitu. 30:41 E papa mama saya kan Cina berdagang gitu 30:43 ya. Berdagang. Jadi saya suring diutus 30:45 Ania pergi ituus situ. Pergi sana ambil 30:48 utang. Ah. [tertawa] Nah. Jadi saya 30:49 pergi nanti e pak saya disuruh papa 30:52 ambil utang. Kamu bisa utang 30:54 bayar-bayar. Ah jadi saya disuruh 30:56 dimarah-marahin orang yang berhutang 30:57 kadang-kadang lebih galak dari kita 30:59 gitu. Nah jadi itu yang harus 31:00 dipastikan. Tapi kalau memang betul dia 31:02 tidak mampu ikhlaskan. 31:04 Hm. 31:05 Asalamualaikum, Ibu Muri. Enak bener 31:07 ngomongnya. Ibu bisa bahasa apa aja sih? 31:09 Bahasa [tertawa] Inggrisnya bagus, 31:10 bahasa Padang, bahasa macam-macam. Ibu 31:12 nguasai berapa bahasa padahal di luar 31:14 ini nih. 31:15 Iya. Masyaallah. Saya memang suka dengan 31:17 ee bergaul, silaturahim dan kalau saya 31:20 jumpa dengan orang Makassar, saya 31:21 ngomong Makassar. 31:22 Gimana kalau Makassar? Gimana 31:23 ngomongnya? 31:23 Ee ya. Nah, itu dia kalau jumpa orang 31:26 Makassar dulu baru nanti kalau nanti 31:28 kalau jumpa dengan orang Aceh ee ee 31:31 apalagi suami orang Aceh kan. Jadi ee 31:33 itu saya suka dengan ini karena suka 31:35 jalan ya, suka berjalan, suka suka 31:38 melihat ee ciptaan-ciptaan Allah dan 31:41 semua Allah ciptakan termasuk manusia di 31:43 daerah-daerah bahasa yang Allah ciptakan 31:46 itu luar biasa. Jadi saya suka jadi suka 31:49 apalagi saya sering sering silaturahim 31:51 ke gubernur-gubernur. 31:52 Nah, biasanya deal-dealnya jadi gitu 31:54 kalau saya ngomong bahasa daerahnya itu 31:57 sangat berpengaruh juga. 31:58 Iya. 31:59 Oke. Dari Hambali di Tangerang. 32:02 Ee ma tanya tentang GoFood, apakah 32:04 akadnya syari itu GoFood? 32:06 Iya. Ee iya untuk yang ee GoFood itu 32:09 adalah ee akad 32:11 meminta seorang atau wakil untuk belanja 32:16 dan membayarkannya dengan terlebih 32:17 dahulu. Ee misalnya kalau kita minta 32:20 bayarkan kata kalau sekarang ada digital 32:22 payment kan kita bisa bayar juga sendiri 32:24 dulu ya dengan berbagai macam platform. 32:27 Eh, nah [berdehem] tapi kalau wakalah 32:30 tadi kita minta ke sana kemudian kita 32:32 dibelikan barang. Nah, kemudian dia akan 32:35 ke rumah kita ngantarin barangnya 32:37 kemudian kita menerima barangnya terus 32:39 kita bayar ke dia sesuai dengan harga 32:41 barangnya. Nah, si si ee apa ee si wakil 32:47 si wakil itu juga akan menerima ee 32:50 FE-nya wakala FE itu dari perusahaan 32:53 GoFood-nya. Jadi tidak ada masalah. Yang 32:55 masalah dulu di awal-awal adalah ketika 32:58 ada markup 32:59 dua invoice. Nah, itu yang bermasalah. 33:02 Tapi kalau sekarang ini sudah dirapikan 33:04 dan saya menyayangkan 33:06 perusahaan-perusahaan seperti GoFood, 33:08 perusahaan-perusahaan seperti apapun ya 33:11 namanya tidak mendaftarkan ke Dewan 33:13 Syariah Nasional. Ini sangat penting 33:15 sekali. Kenapa? Seperti misalnya kita ee 33:19 ada makanan Jepang, Pak. disebutkan 33:20 dapat dia ee halal logo halalnya itu 33:23 larisnya minta ampun di Bogor. 33:25 Dibandingkan dengan pendiri sebelumnya 33:28 ee perusahaan makanan Jepang ini sepi 33:30 dia. Saya tanya kenapa saya saya bilang 33:34 kenapa kamu sepi? karena gara-gara logo 33:36 halalnya tadi. Jadi maksud saya apapun 33:39 yang bisnis yang ada di Indonesia saat 33:41 ini kalau ingin lebih halal, lebih 33:43 laris, lebih ee beruntung, berkah, 33:47 daftarkan ke sertifikasi halal dan juga 33:50 ke ee untuk yang sifatnya ee perusahaan 33:54 ke Dewan Syariah Nasional. 33:56 Oke. Baik, kita terima telepon dulu. 33:58 Halo. Asalamualaikum. 34:00 Asalamualaikum. 34:00 Ya, dengan siapa ini? Maaf, 34:03 dari Pak Erman ini, Pak. di Pulau 34:05 Gebang. 34:05 Oke, silakan Pak Herman. Ada Bu 34:08 Murni sini. 34:09 Asalamualaikum Bu 34:10 Murni. 34:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:12 wabarakatuh. 34:12 Bu Murni ya. 34:12 Ayo, ayo. Sah. 34:15 Sayaan 34:16 monitor dari pagi ini. Saya senang 34:18 sekali ada orang dari Baturaja ini. 34:21 Oh, iya iya. 34:23 Boleh tanya dulu Baturajanya di mana Bu? 34:25 Ya 34:26 dulu saya di Dat Sutomo, anak toko 34:28 Blinyu. 34:30 Oh, Bakung ya? 34:31 Eh, belum. Bukan. E Bakung itu ada ayah 34:33 angkat saya. 34:36 SMA-nya dulu di mana nih, Bu? 34:37 SMA 1 Negeri Baturaja. Bapak di mana? 34:39 Oh, SMA Negeri 1. 34:40 Bapak dari sana. 34:43 Saya orang Baturaj, Pak. Orang Ogan. 34:45 Oh, tapi kok kayak Sunda bahasanya? 34:48 Oh, enggak enggak enggak enggak. 34:50 [tertawa] 34:50 Saya asli orang Ogan. Ee saya sangat 34:53 senang sekali nih. 34:54 Iya, iya. I alhamdulill 34:55 ee saya dulu SMA 3. 34:57 Oh, iya. Ya. Di Batu Karang. Air Karang 34:59 ya? Eh, bukan bukan bukan di di Laya 35:03 Layo Layo 35:03 Layo Layo. Yo yo. 35:05 Nah, itu saya tertarik tadi SMA-nya di 35:09 SMA 1, SMP-nya di 35:10 SMP 2. 35:12 SMP 2 ya. Iya, iya iya. 35:15 Eh, maaf SMP 1. Saya SMP 1, SMA 1. 35:18 Oh, iya iya. Kalau saya dari SMA 3. 35:21 Kalau SMP-nya di SMP Negeri Pengandonan 35:24 saya. 35:25 Oh, i ya ya. Oke, kalau Pak 35:26 kalau boleh tanya lagi ini 35:28 ee 35:30 tahun berapa ya? Angkatan ke berapa ini? 35:32 91. Kagek kita japri ba ya? E 35:35 ngobrol-ngobrol gitu. 35:36 Iya. Masalahnya nih banyak wongong kita 35:39 nih yang di Senayan juga banyak nih 35:41 kawan-kawan kita nih yang datanglah ke 35:42 Bogor. Datanglah ke Bogor. Masyaallah. 35:44 Oh di Bogor. 35:45 Iya iya iya. 35:46 Di Sentul. 35:46 Sentul Siti di Tazkia. Di kampus Taskia. 35:49 Aku manggil Ayo apa nih? Oh ya gak 35:51 tahulah aku nih masih muda, Cako. 35:53 [tertawa] Kan kalau wong masuk Islam tuh 35:54 bagaikan bayi lahir kembali. Nah, jadi 35:57 aku 25 [tertawa] tahun lah masih 35:59 usianya. 36:00 Iya 36:01 ya ketemuan Pek Pak Herman. 36:03 Masalah keuangannya gimana? 36:05 Nah ini yang lagi saya monitor terus ini 36:07 Pak Pak 36:08 kalau Pak Her Pak Pak Herman gimana e 36:11 ngatur keuangannya si 36:12 Iya 36:12 semua dikasih ke istri atau gimana? 36:14 Gimana ngaturnya di rumah? 36:16 Kalau saya lebih saya saat ini ada usaha 36:20 kecil-kecilan sama istri. Jadi semua 36:22 aktivitas keuangan ya saya serahkan 36:24 semua sama istri. 36:25 Oh, masyaallah. Percaya ya, Pak? 36:27 Ee cuma 36:28 seperti yang 36:29 yang Ibu bilang tadi memang istri saya 36:31 memang kelihatannya ee sukanya 36:33 menulis-menulis gitu loh. 36:35 Kalau pulang dari pulang dari warung 36:38 sudah pasti ada ini ini nih habis 36:41 duitnya gitu. Ya, [tertawa] 36:43 tapi Bapak juga perlu monitor, perlu 36:45 bicara. Kenapa nanti di akhirat nanti 36:47 kita-kita semua ditanya, "Pak Herman, 36:50 bagaimana pendapatannya waktu itu? 36:51 Tunggu ya, saya tanya istri dulu." Ah, 36:53 kan enggak kayak gitu. [tertawa] 36:54 Nah, iya. Jadi, kita perlu tahu istri 36:57 betul enggak ini belanja yang halal? 37:00 Betul enggak ini sudah dipastikan, betul 37:02 enggak ini akadnya kemarin yang di pasar 37:04 utang-utangmu sudah dibayar belum? Nah, 37:06 itu semuanya harus kita periksa. 37:07 Oh, betul. Heeh. Iya. Insyaallah. Ah, 37:11 masih masih lidahnya masih bisa ogan 37:13 enggak ni? 37:14 Oh, pacak. Oh, aku gak Baturajo. 37:16 Palembang. 37:17 Iya, Baturajo kan bila bedanya dikit 37:19 sama organ. Kalau Ogan itu kan lebih ke 37:21 E. Nah, itu kan. 37:22 Iyaah. Baik kita temuan baik kagak di 37:23 Sentuh City ya. 37:25 Insyaallah. Insyaallah. Ya, Pak Krisna 37:27 saya selalu monitor nih. 37:29 Baik, terima kasih Pak Herman. 37:30 Iya, terima kasih ya. 37:31 Asalamualaikum 37:33 warahmatullahi wabarakatuh. 37:34 Waalaikumsalam warahmatullah. 37:36 Masyaallah. Heeh. 37:37 Kita kalau di luar negeri ketemu teman 37:40 di daerah walaupun tadinya enggak akrab 37:42 bisa jadi akrab tuh. Bisa bisa begitu 37:44 ya? 37:44 Iya. 37:45 Jadi masyaallah. 37:47 Oke, sekarang kita terima rezeki 37:49 misalnya melalui gaji pertama apa yang 37:52 mesti dilakukan? 37:52 I pertama adalah ee pastikan ee ee apa 37:57 memberikan hak untuk orang yang membutuh 37:59 ee yang memang sudah e sudah sudah 38:02 menjadikan haknya. Seperti kalau kita 38:04 sudah nisab zakatnya terpenuhi. Sekarang 38:07 menurut Basnas, nisab zakar setiap bulan 38:09 adalah dari jumlah gaji 524 kg beras 38:13 dikali Rp10.000. Ini menurut terg 38:16 mungkin para para pemirsa atau pendengar 38:19 mempunyai ee berbagai macam pemahaman 38:21 tentang fikih zakat. Ini yang saya 38:22 sampaikan adalah bagaimana dari kacamata 38:24 pemerintah dari badan dari Badan Amil 38:26 Zakat Nasional menghitungnya demikian. 38:29 Nah, kalau kita punya pendapatan lebih 38:30 dari R5.240.000 38:32 berarti kita keluarkan 2,5%nya 38:35 untuk zakat. Jadi itu yang pertama kali 38:37 kita harus keluarkan. Jadi kalau bagus 38:39 sekali kalau ada perusahaan atau tempat 38:41 kita bekerja membantu mengeluarkannya. 38:43 Jadi sudah bersih kita terima. 38:46 Oke. 38:46 Nah, setelah itu kedua adalah hutang. 38:49 Halo. Asalamualaikum. 38:51 Halo. 38:51 Waalaikumsalam. 38:52 Dengan siapa nih? 38:54 Eh, dengan Muhammad S. 38:57 Iya. Ingin bertanya atau apa? 38:59 Oh, iya. 39:00 Silakan. 39:00 Ini ini ee misalkan suaminya sudah 39:03 pensiun. 39:04 Iya. I 39:06 terus kan kita memberikan tiap bulan 39:07 misalnya R juta. 39:11 Iya 39:11 kepada istri ya. 39:12 Se pensiun dia tetap nuntut R juta. 39:14 Iya iya 39:16 iya iya. 39:16 Nah istri terus harta kami yang kita 39:19 beli itu 39:20 pakai uang saya pakai suami. 39:25 Jadi kekurangan pembayarannya itu 39:26 dikurangi terus akhirnya harta saya 39:28 habis. 39:29 Iya. I 39:29 hartanya dianggap semua milik milik 39:31 istri saya. Betul atau tidak seperti 39:33 itu. 39:34 E ini dia balik lagi ke akad suami istri 39:36 ketika sebelum pensiun seperti apa ya? I 39:39 i ya. 39:40 Asalamualaikum. 39:40 Terima kasih, Pak. 39:42 Siapa tadi? 39:42 Ee enggak maaf enggak disebut. 39:44 Maaf ee namanya tadi. Maaf. Heeh. I ee 39:46 terima kasih sekali pertanyaannya luar 39:48 biasa. Ini banyak sekali 39:50 keluarga-keluarga kita juga mengalami 39:52 permasalahan seperti ini. Ee adalah 39:54 ketidakjelasan akad ketika masuk ee 39:56 masak usia pensiun. Nah, inilah ketika 39:59 kita tentu saja kehidupan setelah 40:01 pensiun ini kita sendiri yang akan 40:02 merancangnya. Apakah kehidupan kita 40:04 sesuai dengan dengan biaya yang seperti 40:07 sebelum pensiun atau menurun atau lebih 40:10 itu tergantung kita bagaimana 40:11 kesepakatan kita. Nah, tentu saja harus 40:14 ada kesepakatan antara suami dan istri. 40:16 Kalau memang seorang suami yang tadinya 40:18 pendapatannya berkurang itu sebenarnya 40:21 harus ee ee tidak perlu dituntut untuk 40:23 bagaimana supaya dia mendapatkan yang 40:25 sama ketika masa pensiun. Nah, tapi 40:27 tentu saja ini balik lagi ke akad. 40:30 Ketika akad itu tidak terjadi ketika 40:32 sebelum masa pensiun ini akan dituntut 40:34 oleh istrinya gitu. Kamu kan biasa 40:35 ngasih R juta, saya kan perlu ini, perlu 40:37 ini, perlu ini, perlu ini. Nah, tapi 40:38 ketika ada pembicaraan, ada dialog bahwa 40:42 pendapatan saya berturu menurun, bahwa 40:44 saya tidak bisa lagi memberikan ee 40:46 pengeluaran itu, tapi saya harus 40:48 memenuhi kebutuhan daruriah atau nafkah. 40:51 Karena nafkah itu ee standar, tidak ada 40:54 standarnya. Jadi enggak ada nafkah wajib 40:57 R10 juta per istri, enggak ada gitu. 40:59 Tapi bagaimana kemampuan seorang suami 41:01 diambil dari ee 41:03 sebagian dari hartanya. Begitu di surah 41:06 Annisa 34 itu menjelaskan bahwa sebagian 41:08 dari hartanya. Jadi tidak harus ee 41:11 dengan standar-standar yang ditentukan. 41:13 Tentu saja ini harus ada pembicaraan di 41:15 kedua suami istri. Saya khawatir kalau 41:17 saya memberikan tidak mengatakan tidak 41:19 boleh tetapi ini sudah menjadikan akad 41:20 sebelumnya bahwa janji oleh suami sampai 41:22 mati pun saya akan kasih R juta. Ah itu 41:25 harus dibicarakan lagi. 41:27 Oke. 41:27 Tergantung akadnya dah dengan suami 41:29 istri. 41:30 Selanjutnya dari siapa nih? 41:31 Assalamualaikum Ibu Murniati Mukhlisin. 41:34 Bagaimana dengan petani atau pedagang 41:36 para tengkulak yang biasa menjual hasil 41:38 pertanian dengan pakkingan misal 5 kg 41:42 dan menempatkan barang-barang yang bagus 41:44 di atas dengan alasan sebagai kembang 41:46 atau penarik pembeli dan bagaimana 41:48 seharusnya menarik bertransaksi pembeli 41:51 yang benar. 41:52 I 41:52 terima kasih. 41:52 Iya. Ini juga banyak sekali. 41:54 Ibu Hani ya? Ibu Hani. 41:55 Ibu Hani ya. Iya. Alhamdulillah. Terima 41:56 kasih Bu Hani. Waalaikumsalam 41:58 warahmatullahi wabarakatuh. ini banyak 42:00 sekali ya. Kita tidak jujur kepada 42:03 penjual dan jangan khawatir ketika kita 42:06 tidak jujur hari ini ee ee sunatullahnya 42:10 nanti besok-besok orang juga enggak akan 42:12 datang lagi. Saya diajarkan walaupun 42:14 saya tidak dibesarkan dalam kehidupan 42:16 islami tapi papa mama saya seok pedagang 42:18 yang luar biasa. 42:20 Jujur sekali. Jujur sekali. Setelah saya 42:22 masuk Islam saya baru tahu itu ee 42:25 teguran orang-orang yang mengurangi 42:27 timbangan. 42:28 Hm. di surah al-Mutaffifin dan di 42:31 ayat-ayat yang lain. Masyaallah. Nah, 42:33 kejujuran itu nomor satu dari ee seorang 42:37 simbol pedagang apalagi seorang pedagang 42:39 muslim. Maka dari itu tidak ada 42:41 istilahnya pengembang, pelaris segala 42:44 macam itu enggak ada gitu. Sepanjang 42:45 kita jujur, Rasulullah sallallahu alaihi 42:47 wasallam seorang yang sangat jujur 42:48 sekali ketika berdagang. Dan ketika 42:51 beliau berdagang dengan kejujuran yang 42:53 dikenal dengan siddiq amanah fatonah 42:55 tabligh menjadikan beliau kaya raya dari 42:57 usianya masih belasan ketika menikah 43:00 tahun e usianya 25 kejujuran itu 43:03 membuahkan hasil yang menjadikan beliau 43:06 bisa memberikan mahar bahkan hampir R 43:08 miliar ya kepada Khadijah. Nah, itu 43:11 menunjukkan kejujuran yang harus kita 43:13 harus perhatikan. Jadi tidak ada 43:14 istilahnya tempat barang yang bagus 43:16 taruh ini itu jelas haram. Jadi ee 43:19 marilah kita pastikan ee akad dari jual 43:23 beli tadi dan ee ee apalagi 43:26 barang-barang pertanian ini juga ee 43:28 banyak yang orang tidak tahu tentang 43:30 misalnya ee mangganya manis enggak gitu 43:33 kan, jeruknya manis enggak gitu, terus 43:36 apakah sudah dikasih pengawet apa belum. 43:37 Nah, ini semuanya harus jujur. Saya juga 43:40 pedagang, Pak ee Pak Krishna. Saya punya 43:42 tokoh dan saya jelaskan bahwa makanan 43:45 kami tidak punya MSG dan memang 43:47 betul-betul saya perhatiin. 43:48 Di mana itu? 43:49 Di Sentul City. Di ada di pasar bersih 43:52 tamani Shop. Ada pedagang kecil 43:54 buah-buahan. 43:56 Heeh. Memang untuk anak-anak saya dagang 43:58 pedagangan untuk anak-anak saya. Oke, 44:00 Iwan danad. Kami masih 44:01 berbincang-bincang dengan Dr. Murniati 44:04 Muholisin, MAC 44:06 CFP. Apa nih? M 44:08 Certified Financial Planner. 44:09 Oh, pendiri Sakinah Finance, Rektor 44:13 Institut Tazkia. Jadi, beliau ini rektor 44:16 Institut Institut Tazkia Keuangan 44:19 Keluarga Islami saat pandemi dan resesi. 44:22 Oke. Tadi saya janji mau kasih tahu 44:24 nomor teleponnya juga banyak yang 44:25 mana-mana katanya nomor teleponnya Ibu 44:27 Murni. Ini nomor teleponnya silakan 44:29 disiapkan perban sama kertas ya dicatat 44:31 ya. 44:32 Dr. Murniati Mukhlisin nomornya 0815 44:40 92 44:43 82 44:45 55. 44:47 Kami ulangi. 0815 44:53 92 44:56 82 44:57 55 5 45:01 atau di media sosial juga saya aktif. 45:03 Di mana? Di 45:04 di Instagram, di Facebook. 45:06 Instagram apa namanya? 45:07 Instagramnya ada Sakin Finance atau 45:09 Murniati Mukhlisin. Nama saya. 45:11 Oke, silakan yang punya akun Instagram, 45:14 Instagram, Facebook di LinkedIn. di 45:17 Line, di Telegram, di WhatsApp saya 45:20 aktif. 45:21 Pertanyaan selanjutnya dari siapa ini 45:22 ya? Asalamualaikum Ibu Murni. Maaf Ibu 45:25 Murni mau bertanya soal sekolah-sekolah 45:28 suka ada yang menahan ijazah rapor yang 45:31 belum melunasi administrasi sekolah. 45:33 Namun jaminan itu hilang oleh pihak 45:36 sekolah. Lalu, bagaimana sikap dari para 45:38 orang tua yang mengalami seperti ini, 45:41 Bu? Terima kasih. Oh ya, maaf Pak Wisnu. 45:44 Boleh kan saya meminta nomor? 45:47 Oh, iya boleh tadi ya nomornya 0815 45:51 92 45:52 82 45:54 55 ini dari Pak Wisnu. 45:56 Iya iya memang Pak Wisnu terima kasih. 45:59 Asalamualaikum warahmatullahi 45:59 wabarakatuh. Jadi memang betul banyak 46:02 kampus maupun sekolah itu menahan ijazah 46:05 sampai uang SPP-nya atau ee ee apa ee 46:08 tertunggaknya hutang tertunggaknya 46:10 terbayarkan. ini adalah akad di mana 46:13 sudah dijelaskan biasanya kalau di 46:14 kampus tazkiah itu kita pastikan semua 46:16 akad-akad dengan mahasiswa itu jelas. 46:18 Nah, ee di kampus sendiri itu memang di 46:22 Tazkiah ya, Pak ee kami juga banyak 46:24 menahan-nahan ijazah. Akhirnya ada 46:27 semacam ee islah islah antara pihak 46:31 kampus dan pihak yang berhutang. 46:32 biasanya hutangnya kami kurangi supaya 46:35 nanti ijazahnya bisa diklaim 46:36 atau kita bantu untuk yang duafa yatim 46:39 duafa untuk pergi ke lembaga zakat 46:40 supaya dilunasi hutangnya supaya 46:42 ijazahnya bisa diambil 46:43 dan itu bisa juga kejit ya sebelum luas 46:46 enggak 46:48 orangnya enggak bisa keluar [tertawa] 46:49 bayinya enggak bisa keluar terjadi Pak 46:51 terjadi. Nah ini makanya ee ee Islam itu 46:55 luar biasa sempurnanya lembaga zakat itu 46:57 fungsinya untuk itu. Makanya kita harus 46:59 kembangkan lembaga zakat kita. Tugasnya 47:02 untuk itu, Pak. Enggak boleh orang yatim 47:04 di wafa ditahan ijazahnya. Enggak boleh 47:06 yatim di wafa ditahan ee apa anaknya, 47:09 bayinya enggak boleh keluar dari rumah 47:10 sakit karena tidak bisa membayar. Nah, 47:12 begitu juga karena kita-kita yang di 47:15 lingkungan seperti ini harusnya peka. 47:17 Nah, tetapi kalau barangnya jaminan tadi 47:19 hilang, itu tanggung jawab sepenuhnya 47:21 oleh lembaga. Karena kan janjinya adalah 47:24 ijazahnya ditahan. Kalau misalnya ee 47:26 atau sertifikatnya ya seperti kita 47:28 jaminan untuk ke bank syariah misalnya 47:30 itu ditahan ketika kebakaran. Nah, harus 47:32 dikeluarkan seperti di Aceh, Pak. 47:34 Itu kan hilang semua Pak. 47:36 Semua barang jaminan hilang, sertifikat 47:37 hilang. Pemerintah memberikan ganti 47:39 baru. 47:40 Hm. 47:41 Jadi memang pemerintah 47:42 pemerintah handle ya 47:43 ee ketika itu karena itu bencana 47:44 nasional. Tapi ketika kejadiannya karena 47:47 kelalaian nasabah ee pihak instansinya, 47:50 sekolahnya atau kampusnya harus 47:51 mengeluarkan ijazah yang baru. 47:53 Hm. 47:54 Iya. harus tanggung jawab dia. 47:56 Oke, ya. Asalamualaikum, Ibu. Saya hamba 47:59 Allah dari Bekasi. Ibu minta tips ya, 48:02 bagaimana rumus untuk mengatur uang 48:04 dalam keluarga. Saya seorang karyawan 48:06 swasta dan setiap gajian saya selalu 48:09 sepenuhnya mempercayakan ke istri saya 48:11 untuk mengaturnya. Namun, bagaimana agar 48:13 gaji saya itu berkah dalam pembagiannya? 48:16 Mulai dari pembagian kebutuhan pokok 48:17 keluarga dan pembagian dalam sodqah di 48:20 jalan Allah. Demikian. 48:21 Masyaallah. Masyaallah. dengan Pak 48:23 enggak dis hamba Allah. 48:24 Oh, hamba Allah. Iya. Masyaallah. 48:26 Asalamualaikum warahmatullahi 48:26 wabarakatuh. Alhamdulillah ee senang 48:29 sekali bisa ee apa em sekali lagi 48:33 bagaimana kita mengatur keuangan kita. 48:35 Pertama pastikan dari hulu ke hilirnya 48:37 halalan thyyiban. Tidak ada kita bisa 48:41 mengelola keuangan kita berkah. Tapi 48:42 kalau dari hulunya atau dari sumbernya 48:44 tidak halal, tidak thayib. Jadi yang 48:47 kita kelola itu harusnya yang 48:48 halal-halal saja. Karena Allahu jamil 48:51 yuhibbuj jamal. Jadi Allah itu 48:54 bagus, bersih, indah, dan suka dengan 48:56 yang keindahan, suka yang halal. Jadi 48:58 kita harus kelola yang halal saja. Itu 49:00 pertama. Kedua, ketika kita mendapatkan 49:02 satu tadi jumlahnya misalnya Pak Krisna 49:04 R10 juta, 49:06 pastikan ee 49:08 pembayaran hutang dulu tadi zakatnya ya, 49:10 karena sudah wajib zakat profesinya Pak 49:12 Krisna ya, 2,5% dibayar. Kemudian 49:14 hutangnya, hutangnya tidak boleh dari 49:16 30%. He. 49:17 Nah, 30% pun usahakan 0% utangnya. 49:22 Kalaupun 30% pastikan 20%-nya produktif, 49:25 10%nya konsumtif. Enggak gaya dong masa 49:27 pergi ke restoran tapi pakai kartu 49:30 kredit gitu kan. Artinya jangan biasakan 49:32 berhutang untuk hal-hal yang konsumtif. 49:35 Berarti sudah berkurang ya 30 2,5%. 49:38 Kemudian pastikan jangan hanya zakat 49:40 yang kita bayarkan, pastikan juga infak, 49:42 sedekah. Jadi semuanya kira-kira 10%. 49:45 Jadi 30 utang 10% ee zakat infak sedekah 49:49 minimal ya. Kalau hutang maksimal, kalau 49:52 yang zakat infak sedekah minimal. Boleh 49:54 enggak kalau kita enggak ada utang kita 49:55 mau bayar zakat infak sedekahnya? Zakat 49:57 2,5% sisanya infak sedekah. Ee ahlan was 50:00 sahlan 50:01 bagus banget. Nah, kemudian investasi 50:03 10%, asuransi syariah 10% kemudian baru 50:06 makan 40%. 50:07 Hm. 50:08 Jadi 30 10 50:11 60 berarti 40%-nya makan. Jangan kita ke 50:14 mall dulu baru ke Baitul Mal. [tertawa] 50:18 Harusnya ke mall dulu baru ke mall gitu. 50:21 Jadi baitul malnya di awal, mall-nya di 50:23 belakangan. Insyaallah berkah. 50:26 Iya. Kemudian dari Ibu Bonita di 50:28 Cilengsi. Asalamualaikum Ibu Murni. 50:30 Terima kasih sudah ada di Rasil. 50:32 Tolong dijelaskan perbedaan dasar secara 50:35 umum dengan cara bank syariah dan bank 50:38 konvensional. Terima kasih sebelumnya. 50:41 Allah. 50:41 Saya Ibu Oh, Ibu di Mekarsari. Perbedaan 50:44 secara umum bank syariah dan bank 50:45 konvensional dari Ibu Yuniar di 50:48 Mekarsari. 50:49 Ya, Ibu Yunar. Terima kasih. Jadi ee 50:52 perbedaannya tadi akad. 50:55 Makanya akad itu penting sekali. Karena 50:57 yang membedakan bank syariah dengan bank 50:59 konvensional itu di akadnya. Kalau di 51:01 bank konvensional, Pak Krisna saya 51:03 pinjamkan Rp100 juta. 51:05 H 51:05 akadnya Bapak pulangin setiap bulan 51:07 bunganya 10%. Hm. 51:10 Tapi ketika akadnya saya rubah di bank 51:12 syariah, Pak Krisna, saya jual barang 51:16 saya 100 juta. 51:17 He. 51:17 Saya kasih marginnya 10%. 51:19 He. 51:20 Karena saya mau dapat untung dari jualan 51:22 barang saya jadi Rp110 juta. Bapak harus 51:24 bayar 51:25 R10 juta dicicil 4 bulan, 5 bulan, 51:28 setahun, 2 tahun, 5 [berdehem] tahun. 51:30 Jadi akad itu menjadikan satu kehalalan 51:33 atau tidak. Seperti kita suami istri. 51:35 Waktu saya di Inggris, Pak, tetangga 51:37 saya punya anak tiga. Saya punya anak 51:38 tiga sama kan? 51:39 Iya. 51:41 Terus saya tanya, "Fikih, ini anak kamu 51:43 1 2 3 kok lain-lain matanya?" Iya, 51:46 karena ini bapaknya ini, bapaknya itu, 51:48 bapaknya itu. Berarti dia tidak punya 51:49 akad nikah. 51:51 Oh, 51:52 ya. Di sana kan biasa, Pak. 51:54 Nah, 51:55 dia bahaya, bahagia, bahagia. Saya 51:57 bahagia, bahagia. Tapi setiap yang saya 51:59 sentuh suami saya, saya cium suami saya, 52:01 saya cium anak-anak saya, itu semuanya 52:02 halal dan berkah. 52:04 Hmm. He. 52:05 Jadi akad yang di awal tadi padahal cuma 52:07 1 menit, Pak Krusna berapa menit? Ingat 52:09 enggak, Pak? [tertawa] 52:11 Bu Junior berapa menit waktu akadnya? 52:14 Kalau yang lancar kan 1 menit juga 52:16 enggak kan, Pak? 52:16 Heh. 52:17 Ya kan? Aku terima nikahnya Yuniar binti 52:19 bla bla bla dengan mas kawinnya 100 gram 52:21 emas. Tunai tunai sah. 52:23 Masyaallah. 52:24 Itulah menjadikan akad. 52:26 Tapi tetangga saya yang di Inggris tadi 52:28 tidak berakal. He. 52:29 Bahkan dia bisa menyebutkan ini bapaknya 52:31 si A, ini bapaknya si B, ini bapaknya si 52:33 dan dia tidak ngomong suami. 52:34 Dan itu enggak ada intervensi dari 52:35 pemerintah kayak gitu-gitu ya, 52:37 Pak. Di Inggris itu, Pak, ketika 52:38 meninggal dia enggak akan ditanya harta 52:41 warisnya R juta, hartanya R juta yang 52:43 meninggal. Kamu istri atau bukan? 52:46 Enggak. 52:46 Kamu sudah tinggal berapa lama sama dia? 52:48 Oh, 52:49 oke. Sudah kamu partnernya ya. Jadi dia 52:52 ada tingkatan Pak, boyfriend, partner, 52:54 sama suami atau istri. H 52:56 boyfriend, girlfriend itu bisa 52:58 ganti-ganti, 52:59 partner itu enggak boleh lagi ganti. 53:00 Dan semua status itu diakui ya, 53:02 diakui sepanjang dia ada bukti bahwa si 53:05 A yang ditinggal tadi punya ee KTP atau 53:09 ee bukti bahwa namanya ada di situ 53:12 selama berapa waktu. 53:14 Hm. 53:15 Jadi, hukum warisnya dibagi dua aja. 53:17 Misalnya dia tunggal, 53:18 padahal enggak ada status nikah. Enggak 53:19 ada ya? 53:20 Enggak ada. Maka dari itu orang jadi 53:22 enggak perlu lagi nikah karena enggak 53:23 ada perbedaan. Mereka pernah enggak 53:26 dapat penjelasan mengenai nilai-nilai 53:27 Islam? 53:28 Oh, Pak. Itu tugas kita pendakwah. 53:30 Heeh. 53:31 Nah, itulah makanya ketika saya tanya 53:33 teman saya tadi ya, saya teman dekat, 53:35 berteman dekat bahkan dia sering main ke 53:36 rumah. Hai Vicky. Hai Ani. Terus kata 53:39 saya, "Kamu gimana? Kok kamu enggak 53:42 punya enggak ke gereja?" Saya bilang 53:44 begitu. No, saya dulu ke gereja tapi 53:46 saya sekarang pilih jadi ateis aja. 53:48 Enggak punya Tuhan. Kenapa? Karena saya 53:52 melihat Tuhan itu tidak ada. Buktinya 53:54 kalau dia ada mana mungkin ada perang di 53:57 Afghanistan, di Palestina, terus 53:59 orang-orang dibunuhin di pinggir jalan. 54:01 Mana Tuhannya? 54:02 H. 54:03 Jadi, Pak ee apa gozel pikir seperti itu 54:07 sudah masuk ke orang-orang yang sudah 54:09 putus asa dengan agama. 54:11 Heeh. 54:11 Nah, makanya kita perlu kuatkan dakwah 54:13 kita, anak-anak kita. Jangan sampai ee 54:16 ideologi-ideologi seperti ini masuk, ya. 54:18 Nah, jadi yang penting adalah akad tadi 54:21 ya jelas ee yang menyebabkan tadi bank 54:24 syariah, bank konvensional tadi terletak 54:25 di akadnya dan akad-akad di syariah itu 54:27 banyak dari jual beli, sewa-menyewa 54:30 sampai kemitraan. 54:32 Hm. Oke. 54:34 Asalamualaikum. Menarik sekali tamu 54:36 rasil kali ini dengan menghadirkan 54:39 Dr. Murniati. Ibu Murni, saya ingin 54:42 bertanya, bagaimana yang sekarang sedang 54:44 populer mengenai passif income? Apakah 54:46 itu halal atau tidak? Iya, 54:47 passif income lagi populer tuh 54:49 dipopulerkan banget. 54:50 Iya. Iya. Pasif income adalah satu jenis 54:53 pendapatan yang kita tidak perlu ee 54:55 bekerja tetapi dia mendatangkan hasil. 54:58 Tentu saja pertama adalah konteks dari 55:01 apakah pekerjaan yang sebaik-baiknya ya 55:03 Rasulullah? Rasulullah menjawab, 55:05 "Pekerjaan yang kau buat dengan tanganmu 55:07 sendiri dan jual beli." 55:08 Artinya Rasulullah tetap mengajarkan 55:11 kita untuk bekerja. Walaupun program 55:12 passif income, tetapi kita juga tidak 55:14 diam memperhatikan misalnya ee investasi 55:17 kita ditempatkan di situ apakah berjalan 55:19 atau tidak, kita pastikan kita datangi, 55:22 kita kunjungi itu juga termasuk sebagai 55:24 ee bekerja. Nah, yang yang tidak berleh 55:27 adalah passif income dalam dengan yang 55:29 di ee dengan dicampur dengan urusan atau 55:34 unsur-unsur riba. Nah, ya jangan sampai 55:36 itu juga fasil income. 55:38 Rentenir fasil income, Pak. 55:40 Ngasih pinjaman dia duduk-duduk di rumah 55:42 gitu kan dapat uang bunganya tiap tiap 55:45 bulan dia hidup dengan uang bunga. Itu 55:47 itu yang tidak diperbolehkan. Tapi jenis 55:49 fasil income misalnya kita sebagai ee di 55:52 dalam misalnya mudarabah kita sebagai 55:55 robul mal atau punya dana saya kasih R 55:57 juta ke Pak Krishna. I nanti dagang 56:00 saya diam aja nanti Pak Krishna bagi 56:02 hasil 56:03 itu juga passif income 56:04 itu boleh gitu 56:05 boleh tapi kan saya tidak boleh diam 56:06 saya harus tahu Pak Krista jualan apa 56:09 ke mana aja halal enggak jangan-jangan 56:11 nanti kita bagi hasil ternyata tidak 56:13 halal 56:14 nah itu jadi istilah pasif income itu 56:16 juga terjadi di Rasulullah sallallahu 56:18 alaihi wasallam ketika ee pertamanya 56:20 Rasulullah sebagai mudorb atau sebagai 56:23 pekerja 56:25 yang punya harta kan Khadijah 56:27 i 56:27 ketika usia Rasulullah 17-an bel-belasan 56:29 gitu. Oke, kamu bawa nih barang-barang 56:31 saya dagang. Khadijah kan diam di rumah. 56:33 Hm. 56:34 Nah, ketika ee apa? Tapi seorang 56:37 Khadijah juga ikut campur bahkan kamu 56:40 dagangnya pintar banget. Saya kan 56:42 tahunya dagangnya ini. Jadi beliau tahu 56:44 dagangannya apa dan bahkan Khadijah itu 56:46 setelah mendapatkan untung dihitung 56:49 dikasihkan ke yatim duafa. 56:51 Itu kan 56:52 ada kegiatan-kegiatan yang juga secara 56:55 syariah dipantau oleh beliau. melihat 56:58 Rasulullah, "Kamu untungnya banyak 56:59 banget." Curiga saya, "Kenapa kok 57:01 untungnya banyak banget?" Orang lain 57:03 yang kerja sama saya enggak begini. "Oh, 57:05 iya." Kata Rasul, "Saya pergi ke pasar 57:07 ini, setelah habis saya enggak pulang. 57:09 Saya beliin barang yang di pasar itu. 57:11 Saya pergi ke pasar B, saya jual di 57:13 situ. Nanti saya bawa lagi ke pasar C." 57:16 Nah, kan uangnya jadi muar terus. 57:20 Baliklah saya ke ee Makkah. Nah, ini 57:23 untungnya jadi banyak. Berarti seorang 57:25 Khadijah tahu bahwa oh iya halal. ini 57:27 kan ee ada boleh ya boleh pas income 57:30 dalam artian seperti itu boleh. 57:31 Oke. 57:32 Asal sepanjang akad-akadnya. 57:34 Baik. Asalamualaikum Ibu Murni. Saya 57:36 Andi dari Bekasi. Saya kerja di PT tapi 57:39 upah di bawah UMK. 57:41 Iya. 57:43 Ee udah begitu sekarang saya kena 57:45 potongan 15%. Bagaimana menurut hukum 57:47 syariat Islam? Terima kasih. Mohon 57:48 penyerahannya. 57:49 Iya. I ini memang terjadi di masa 57:51 pandemi. Yang harus kita pahami adalah 57:53 akadnya. Bagaimana dengan akad 57:55 perusahaan? Apakah dia menjelaskan bahwa 57:57 ini masa pandemi ee kami terpaksa untuk 58:00 menurunkan dan apakah diterima atau 58:03 tidak. Ketika kabul terjadi ee Mas Andi 58:06 ya tadi ya 58:08 ee itu 58:09 itu setuju maka akad itu sudah 58:12 diperbolehkan berjalan. Baik apakah itu 58:15 masuk UMK atau tidak ini juga ee 58:18 sebenarnya pemerintah yang harus ikut 58:21 turun tangan ya. Nah, kalau di Inggris 58:23 misalnya Pak Krisna, masyaallah 58:24 orang-orang yang dibawa UMR 58:26 diperbolehkan dia dapat gaji di bawah 58:28 UMR, tetapi pemerintah memberikan 58:30 subsidi. 58:31 Hm. 58:31 Jadi dia tidak jadi miskin gitu. Tapi 58:34 kan pemerintah kita belum sampai ke arah 58:35 sana. Tetapi kita ada instrumen yang 58:38 namanya zakat infak sedekah. Harusnya 58:40 itu yang berjalan. Jadi oke kita terima 58:43 dari masa pandemi begini berkurang. 58:45 Bahkan sebagian pemerintah juga 58:46 memberikan subsidi 4 bulan ya. Ada yang 58:48 memberikan R500.000 R000 per bulan untuk 58:50 keluarga-keluarga yang dibawa UMK atau 58:52 tidak punya pekerjaan. Dan ini sudah 58:54 inisiatif yang bagus. Tapi harusnya 58:57 instrumen zakat, infak, sedekah ini 58:58 berjalan di setiap daerah. Nah, balik 59:01 lagi tadi ke akad Bapak dengan instansi 59:04 kalau misalnya itu sudah setuju dengan 59:06 15% dipotong di bawah UMK ya memang ee 59:10 apa sudah akad sudah terjadi gitu. 59:14 Nah, Bu saya ingin tanya Bu, gimana 59:16 pendapat Ibu mengenai utang negara kita 59:18 yang banyak ini nih? Iya. Iya. Ya, 59:20 memang kita kemarin waktu masa pandemi 59:22 karena yang diperhatikan ada beberapa 59:25 sektor yaitu kesehatan ee ee kemudian ee 59:29 UMKM yang harus dibantu. Maka pemerintah 59:33 ee pada masa pandemi ini terpaksa harus 59:36 meminjam dana ee bon atau hutang luar 59:40 negeri sebanyak ee 1 miliar US DO yang 59:44 tenornya 50 tahun 59:46 ee dengan bunga 4,5%. Nah, ini ee 59:50 walaupun ee kecil 4,5% gitu ya, tapi kan 59:53 juga per tahun itu juga termasuk besar 59:56 bunganya karena jumlahnya besar. Nah, 59:59 bagaimana sikap kita? Ya, pertama kita 1:00:01 harus mengenalkan ee pemerintah untuk ee 1:00:04 pertama transaksinya syariah. Tapi 1:00:07 ternyata kemarin tidak karena mungkin ee 1:00:10 tidak semua ee apa ee pejabat juga paham 1:00:14 tentang ekonomi syariah dan juga ee 1:00:16 mitra-mitra luar negeri juga tidak paham 1:00:18 tentang akad-akad syariah. Ini perlu 1:00:20 kita ee kita kembangkan lagi. Terus yang 1:00:23 kedua ya dampaknya adalah ee ini 1:00:26 menjadikan beban negara untuk membayar 1:00:29 kembali ini menjadi lebih tinggi karena 1:00:31 50 tahun ke depan lagi sampai tahun 2070 1:00:35 entahlah saya sudah masih hidup lagi 1:00:36 enggak gitu Pak. Tahun 2070 em 1:00:39 mudah-mudahan masih ya kan sekarang saya 1:00:41 masih 25. 1:00:43 Masyaallah. 1:00:44 Nah, 1:00:45 amin. 1:00:45 Nah, bagaimana ke depannya bagusnya 1:00:47 pemberi utang seperti Jepang utang 1:00:49 dengan rakyatnya sendiri. Nah, ini sudah 1:00:51 terjadi sebenarnya kita sudah masuk yang 1:00:53 namanya sukuk retail di mana pemerintah 1:00:56 berhutang dengan rakyatnya sendiri 1:00:57 dengan sistem syariah 1:00:58 walaupun tidak besar nilainya setiap 1:01:00 tahun. Jadi kalau Pak Krisna ada uang 1:01:02 minimal Rp5 juta, siap-siap nanti awal 1:01:05 tahun dibuka SR011 1:01:08 atau suku retail 011 yang dibuka oleh 1:01:11 pemerintah untuk meminjam hutang 1:01:13 meminjam uang dari rakyatnya. 1:01:16 Pemerintah meminjam kepada rakyatnya 1:01:17 untuk pembangunan ini bagus. Amerika 1:01:19 bukan sekedar menjalankan 1:01:20 ee di untuk yang syariah belum syariah 1:01:24 baru Indonesia yang rettail. 1:01:26 Yang banyak adalah suku korporat atau 1:01:28 sukup negara. 1:01:29 Yang tadi adalah bond 1:01:31 bukan syariah. 1:01:32 Karena dengan nilai 1 miliar dolar 1:01:34 mungkin pada saat itu pemerintah tidak 1:01:36 menemukan mitra yang bisa memberikan 1:01:37 hutang sebesar 1 miliar dolar dalam 1:01:39 bentuk syariah. 1:01:40 Nah, 1:01:41 nah inilah karena ya tugas-tugas kita 1:01:43 yang masih belum terlalu masif gitu ya. 1:01:45 Ke depannya pastikan kita kenal dengan 1:01:48 akad-akad syariah seperti suku detail 1:01:50 tadi, Pak Krisna siapkan ya, Pak Kak 1:01:51 Krisna 1:01:52 minimal 5 juta eh maksimal eh minimal R 1:01:55 juta maksimal R miliar per orangan, 1:01:57 tidak boleh korporat 1:01:59 nanti ee awal tahun sudah 10 tahun 1:02:01 berjalan 1:02:02 itu siapa yang dibawa Kementerian 1:02:04 Keuangan. 1:02:04 Kementerian Keuangan. 1:02:05 Kementerian Keuangan nanti Bapak selama 1:02:07 3 tahun tenornya. Jadi, Bapak kalau 1:02:09 misalnya uang tidak dipakai R5 juta, R00 1:02:12 juta, R juta gitu kan, belikan di 1:02:16 bank-bank syariah ada di situ. Nanti 1:02:18 Bapak masukkan nanti diberikan ee 1:02:20 semacam sewa biaya sewa ke kita setiap 1:02:22 tahun, setiap bulannya dapat uang ee ee 1:02:25 sewa istilahnya ya dari sisi syariah. 1:02:28 Nah, kenapa ini menjadikan kita lebih 1:02:30 cinta loyal kepada negara? 1:02:32 Karena kita memberikan 1:02:33 program baru baru ya 1:02:34 sudah 10 tahun, Pak. Nah, itulah makanya 1:02:36 karena saya baru diundang oleh Rasil 1:02:38 hari ini, [tertawa] makanya saya baru 1:02:39 kasih tahu ya. Aduh, lambat banget ya 1:02:41 Rasil ya. 1:02:43 [tertawa] 1:02:44 Jadi, 1:02:44 jadi kita bisa mengutangkan kepada 1:02:46 pemerintah menurut saya waktu yang 1:02:47 pertama SR001 saya kasih Pak R juta saya 1:02:50 eh R10 juta. 1:02:51 Saya bangganya minta ampun. Kenapa? Saya 1:02:53 ngerasa saya memberikan utang kepada 1:02:55 negara untuk pembangunan gitu loh. 1:02:58 Jaminannya 1:03:00 Gelora Soekarno eh apa Bung? 1:03:03 Gelora Bung Karno. Iya. GBK. 1:03:05 Nah, GBK 1:03:06 ditulis, Pak. Jadi, Gelora GBK itu 1:03:08 menjadi jaminan pemerintah kalau ada 1:03:10 apa-apa ke saya, gitu. [tertawa] 1:03:12 Kan bangga banget gitu kan. Nah, jadi ee 1:03:15 kalau kita menikmati syariah harusnya 1:03:17 sekarang. Kenapa? Kalau meninggal sudah 1:03:19 enggak bisa lagi, Pak. 1:03:20 H 1:03:20 kan enggak bisa lagi nanti minjamin ke 1:03:22 negara sudah meninggal gitu kan. Makanya 1:03:24 pastikan kita bersyariah dari hari ini. 1:03:26 Kalau belum tahu ilmunya, ikuti 1:03:28 kajian-kajian sakinah Finance. ada 1:03:30 kuliah online nanti Sabtu Ahad ini bisa 1:03:33 juga daftar untuk menjadi trainer Sakina 1:03:35 Finance supaya bisa ngomong di Rasil 1:03:37 jangan saya terus gitu kan [tertawa] 1:03:39 dan kalau mau kuliah lagi kuliah di 1:03:41 kampus Tazkiah 1:03:43 jadi di Institut Tazkiah insyaallah 1:03:45 asalamualaikum 1:03:47 Ibu Dr. Murni. Maaf, mau tanya BPKH, 1:03:51 pengelola haji, pengelolaan dana haji 1:03:54 bagaimana itu, Bu? 1:03:56 Iya, ini bagus sekali inisiatif dari 1:03:58 negara yang memisahkan pengelola dana 1:04:00 haji dari Kementerian Agama menjadi 1:04:02 suatu badan yang ter ee independen 1:04:05 berdiri sendiri. Kenapa ini penting? 1:04:07 karena ee alhamdulillah saya hampir 1:04:09 kenal hampir semua pengurus-pengurusnya 1:04:11 dan beliau-beliau itu insyaallah amanah 1:04:13 dan dapat ee mempunyai ilmu untuk 1:04:16 mengelola dana-dana haji yang yang ee 1:04:18 yang yang sudah dibayarkan. Misalnya Pak 1:04:21 Krishna bayar dana haji seperti 1:04:23 anak-anak saya sudah bayar dana haji, 1:04:25 Pak, dari tabungan mereka. Masyaallah. 1:04:26 Setelah saya ajarkan Sakinah Finance, 1:04:28 mereka 1:04:29 awal [berdehem] tahun kemarin bayar ee 1:04:32 sudah berapa yang masuk 1:04:33 anak saya? Heh. 1:04:34 Tiga ee maksudnya 1:04:36 angkanya berapa yang yang boleh ber 1:04:38 sebagai tanda kita 1:04:39 Rp25.100. 1:04:41 Iya. Nah, coba 25.100 ini akan dikelola 1:04:43 oleh BPKH selama 10 tahun ke depan 1:04:45 karena ee ee apa antrian antriannya 1:04:49 dapatnya 2029. Nah, bagaimana dalam 2029 1:04:54 dana ini akan berkembang dari sisi 1:04:57 investasi syariahnya dan dapat 1:04:59 memberikan bantuan ee atau menjadi dana 1:05:02 yang diperlukan nanti tahun 2029 untuk 1:05:04 keberangkatannya. 1:05:05 Terus terang, Pak, dana haji kita itu 1:05:07 tidak cukup kalau kita yang dibayarkan 1:05:08 itu, Pak. He. 1:05:09 Karena dana haji itu seperti sekarang 1:05:11 kita bayar R5 juta, ya, Pak, ya. 1:05:14 [berdehem] 1:05:15 Padahal dana biaya satu orang itu R 1:05:18 juta. 1:05:18 Oh, 1:05:19 kenapa bisa seperti itu? Ya, pastinya 1:05:21 pengurus BPKH itu sekarang lagi berputar 1:05:24 bagaimana supaya dana ini mendapatkan 1:05:27 keuntungan yang yang baik dan sesuai 1:05:29 syariah. Jadi jangan khawatir dengan 1:05:31 BPKH sangat baik sekali dan saya 1:05:34 anjurkan sekali untuk menabung dana haji 1:05:37 sedini mungkin ya. Saat ini memang masih 1:05:40 10 tahun. Bahkan 1:05:42 anak Ibu usia berapa yang sudah 1:05:44 em sekarang sudah usia dan sejak nabung 1:05:48 sejak usia kecil ya, Pak. Anda sekarang 1:05:51 ee 16 1820. Hm. 1:05:53 Oke. Asalamualaikum. 1:05:55 Karena kita 12 tahun ke atas baru boleh 1:05:57 setorban. 1:05:57 Oh, begitu. Haj. 1:05:59 Baik. Selanjutnya dari Bapak Mulyanto. 1:06:01 Saya ingin bertanya. Apakah boleh saya 1:06:03 kerja di bank konvensional? Mohon 1:06:05 penjelasannya. 1:06:05 Allahu Akbar. [tertawa] Ya, ini Pak 1:06:08 Bapak Hermanto. Asalamualaikum 1:06:09 warahmatullahi wabarakatuh, Pak 1:06:10 Mulyanto. Iya, alhamdulillah ee ya kalau 1:06:13 kita lihat ee ada ada yang lebih baik. 1:06:17 Ee jadi kalau bisa Bapak niatkan dari 1:06:20 sekarang ya sebaiknya carilah yang lebih 1:06:23 baik. Bank syariah sudah banyak ee 1:06:26 walaupun ya kesempatan untuk bekerja 1:06:28 tidak semuanya bisa ya karena memang ee 1:06:31 kita melihat ee dari sisi bank 1:06:34 konvensional ini juga ee ada sebagian 1:06:37 dari transaksi tidak semuanya ya ada 1:06:39 sebagian transaksi yang tidak 1:06:40 diperbolehkan. 1:06:43 Okejut sudah 1:06:44 iya. Kemudian iniat dari pertanyaan dari 1:06:47 YouTube nih Bapak Jaka Wirujab. Apakah 1:06:50 beban utang riba negara sama dengan 1:06:53 beban utang riba rakyat termasuk umat 1:06:55 Islam jika meninggal? Apakah rakyat yang 1:06:57 umat Islam ikut menanggung beban utang 1:07:00 itu? 1:07:00 Tidak. 1:07:01 Ini pertanyaan dari YouTube 1:07:02 ya. Ya. Alhamdulillah dengan Pak Oh 1:07:05 enggak tahu. Iya ya. 1:07:06 Dari YouTube ee pendengar YouTube. 1:07:08 Masyaallah. Asalamualaikum 1:07:08 warahmatullahi wabarakatuh. 1:07:10 Tentu [berdehem] saja tidak. ini adalah 1:07:12 tanggung jawab negara yang memang ee ya 1:07:15 siapa yang bertanggung jawab tentunya ya 1:07:17 para pejabat, para ee presiden dan ee 1:07:20 pejabat negara ya karena kita ee ee 1:07:24 rakyat ya bertanggung jawab atas dirinya 1:07:26 sendiri ya karena memang yang ditanya 1:07:29 itu apa yang kita lakukan. Nah, ee 1:07:33 jadi tidak ada yang beban beban hutang. 1:07:35 Ada istilahnya ini utang negara harus 1:07:38 dibebankan sampai anak cucu kita. ya 1:07:40 kita enggak bertanggung jawab untuk 1:07:41 membayarnya gitu ya. Karena har toh 1:07:43 negara juga punya aset. 1:07:45 Negara punya aset. Pulau-pulaunya masih 1:07:47 ribuan. 1:07:49 Iya. Tanah-tanahnya, hutannya masih ada. 1:07:51 Jadi biasanya negara itu memberikan 1:07:54 jaminan ya ketika dia berhutang. Jadi 1:07:56 negara kita enggak ada orang negara luar 1:07:58 negara memberikan hutang kalau dia tidak 1:08:00 punya harta. 1:08:01 Oke. 1:08:02 Ibu Murni saya punya hutang dengan 1:08:04 seseorang, tapi begitu saya mau bayar ke 1:08:07 alamatnya sudah pindah. Enggak entah ke 1:08:09 mana. Kehilangan jejak. Bagaimana ini? 1:08:12 Iya. Masyaallah memang alhamdulillah ini 1:08:14 Bapak sudah berniat untuk membayar itu 1:08:16 luar biasa ya. Mudah-mudahan ini Allah 1:08:18 dengar dan Allah ee ee apa ya? Kita 1:08:21 pertama istigfar ternyata kita sudah 1:08:24 lama sekali tidak bayar hutangnya. 1:08:26 Sampai orang yang menghutangi pun gak 1:08:27 tahu di mana gitu kan. Nah, kedua ee 1:08:30 pastikan ee ke anak-anak kita atau ke 1:08:33 istri kita, suami kita mengatakan kalau 1:08:34 ada orang yang mendagih tolong 1:08:36 dibayarkan. Kalau lagi apalagi Bapak 1:08:38 tidak sudah meninggal, tolong bayarkan. 1:08:40 Nah, ketiga adalah sedekah atas dia. 1:08:42 Jadi, saya sudah mencari tapi utang saya 1:08:45 Rp100.000 ini tidak ada yang tahu di 1:08:48 mana dia berada. Sedekahkan atas nama 1:08:50 dia dan ee kalau dia tidak datang lagi 1:08:53 ya insyaallah Allah sudah tahu dengan 1:08:55 niat kita. Kalaupun nanti dia datang 1:08:57 lagi, pastikan keluarga-keluarga kita 1:09:00 tahu. Ada, Pak, kejadiannya. He. 1:09:02 Nduk, ayahmu sudah meninggal toh dulu. 1:09:06 Dulu utang sama aku R10 juta. Tahun 1:09:10 berapa, Bu? 10 tahun yang lalu loh. Tapi 1:09:13 gak ada surat menyuratnya, Bu. Lah, 1:09:15 orang dulu gak ada surat-menyurat. 1:09:17 Gimana toh? Nah, harus bayar enggak, 1:09:18 Pak? 1:09:19 Bayar. 1:09:19 Ya, bayar. 1:09:21 Kalau memang itu betul, gimana pastinya 1:09:23 kita mana buktinya? Ada enggak saksinya? 1:09:26 Pasti ditanya-tanya terus kan. Terus 1:09:28 bagaimana islahnya? Ya, islah itu pasti 1:09:30 ada. musyawarahkan dulu seperti apa. 1:09:33 Kalau tidak sanggup membayarnya, saya 1:09:34 bayar dulu, Bu, R5 juta atau ini bisa 1:09:37 enggak, Ibu ikhlaskan R5 jutanya lagi 1:09:39 karena Bapak ternyata gak meninggalkan 1:09:41 harta misalnya. Yang penting 1:09:44 diselesaikan secara muamalah. Kasihan 1:09:45 Bapak kita di kuburan. 1:09:47 Iya. 1:09:49 Oke. Baik. Sayang sekali Bu Dr. Murni 1:09:52 kita sudah dibatasi oleh waktu. Silakan 1:09:54 yang mau yang tadi belum mencatat 1:09:56 nomornya banyak yang minta sering-sering 1:09:58 Rasil ngundang ini nih apa Ibu Murni 1:10:01 sangat manfaat katanya. 1:10:02 Masyaallah. 1:10:03 Ini nomor teleponnya Ibu Dr. Murniati 1:10:06 Muhlisin. Nomornya silakan dicatat 0815. 1:10:12 Sudah. Kemudian 92 1:10:17 82 1:10:20 55nya 1:10:21 3 kali 0815 1:10:24 92 1:10:26 82 5 1:10:29 55. 1:10:31 Iya, 1:10:31 Ibu sayang sekali ini Bu. 1:10:33 Iya, 1:10:33 kita dibaptis oleh waktu. Ada terakhir 1:10:35 yang mau disampaikan? 1:10:36 Iya. Ya itu yang penting adalah 1:10:38 ini ada yang tanya taskia mulai sudah 1:10:39 pendaftaran apa belum? 1:10:40 Oh, iya. pendaftaran masih berjalan dan 1:10:43 ee ee kalau misalnya memilih kampusnya 1:10:47 masih bingung, pertama pesan saya 1:10:49 pilihlah kampus yang menawarkan 1:10:51 pendekatan dengan Al-Qur'an dan adab. 1:10:54 Ilmu penting tetapi q aladab qobla ilm 1:10:58 tempatnya adab sebelum ilmu. Jadi kalau 1:11:01 banyak kampus-kampus menawarkan program 1:11:02 yang bagus-bagus, janji kerja dan 1:11:05 sebagainya itu nomor dua. Yang pertama 1:11:07 akhlak anak-anak kita, Quran dan 1:11:09 sebagainya. Dan insyaallah di Tazkiah 1:11:11 berkomitmen untuk itu saraakan daftar di 1:11:14 kampus Tazkia di tazkiah.ac.id. 1:11:18 Di 1:11:18 selamat Sentul di jalan 1:11:19 di kampus ee Sentul City di Jalan Ir. 1:11:23 Haji Juanda nomor 78 di depan ee Mall 1:11:27 Belanova, di belakang Masjid Andalusia 1:11:30 dari tol kelihatan biru. [tertawa] 1:11:33 Nah, 1:11:33 lengkap jelas. 1:11:34 Kalau mau jumpa saya langsung, ayo kita 1:11:36 sama-sama makan siang sama-sama hari 1:11:38 Selasa. Muat enggak ya kampusnya? Sepen 1:11:40 itu apa pemirsa atau pendengarnya Rasil 1:11:43 ribuan nanti. Aduh [tertawa] 1:11:45 ya silakan karena kita muat biasanya 1:11:47 dulu waktu Ustaz Abdul Somad datang kita 1:11:49 mampu mengakomodasi 10.000 orang. Ayo 1:11:51 datang ramai-ramai ya depan itu diang 1:11:54 ya. Oke. [tertawa] Nomor teleponnya dr. 1:11:56 Murniati adalah 0815 1:11:59 9282 1:12:01 555. Kalau mau jelas lagi telepon aja ke 1:12:05 hasil nomor telepon ya. 1:12:06 Iya. Iya. 1:12:07 Terima kasih Ibu. 1:12:08 Jazakir mudah-mudahan Ibu sehat dan 1:12:10 terus ee mengembangkan ide-idenya nih. 1:12:13 Bagus sekali ya manfaat. Saya Muhammad 1:12:15 Krishna dan Anis Malim juga. Atep ya. 1:12:18 Hafiz. 1:12:19 Oh Hafiz. Hafiz mohon Ahafiz Alfloresi. 1:12:24 [tertawa] 1:12:25 Mohon pamit. Wabillahi taufik walidah. 1:12:26 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:12:27 wabarakatuh. 1:12:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:12:29 wabarakatuh. 1:12:34 [musik] 1:12:39 [musik] 1:12:44 [musik] 1:12:48 Dengar wahai like