Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Allah
- Allahu
- Akbar Allahu
- Akbar lailahaillallah
- Radio Silaturahim yang dipancarkan dari
- Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis
- Cibubur. Dan ini dipancar bukan
- dipancarkan juga tapi dapat didengar
- juga seperti di Gorontalo dan Manado ada
- Radio Polyama di sana. Kemudian juga di
- Batam ada Radio Sela, di Banyuwangi ada
- radio Habibullah, kemudian di Sukabumi
- ada radio apa namanya? Radio Sukabumi
- Latansa, dan di Malang ada di Magelang
- ada
- Almas. Baik, eh kita masih di acara
- sirah nawawiyah bersama Ustaz Salman
- Alfarisi. Sudah ada pertanyaan dari Bu
- Lisa nih. Asalamualaikum, Ustaz Salman.
- Waalaikumsalam. Masyaallah mantap kali
- solnya Ustaz tentang pendidikannya.
- Ustaz mohon diceritakan bagaimana
- Rasulullah dalam mendidik sahabat
- kecilnya sehingga menjadi cerdas-cerdas,
- pemberani, jujur, sabar, dan lain-lain
- dalam berjuang dan membela agama Allah.
- Syukran
- Ustaz dari Bu Lisa. Baik Bu Lisa, Buis.
- Ada telepon katanya, Pak Krist. Oh, ada
- telepon dulu. Kita terima telepon dulu
- ya, Bu Lisa ya. Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam. Ya, dengan siapa ini?
- Maaf, dari Pak Meifel nih. Hah? Pak
- Meifel. Pak Mevel. Silakan, Pak Meel.
- Iya. Asalamualaikum, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya saya cuma mau tanya
- kalau kajian Pak Ustaz mantap kali.
- Sudah. Aku pernah
- aku pernah dengar kajiannya di pertama
- di Cengkareng di gudang. Oh. Di Masjid
- At-Taqwa kemarin. Minggu kemarin ya. Oh
- iya iya iya
- betul betul sekali betul ke sana Pak
- Ustaz. Alhamdulillah. Gimana kabar Pak
- ML? Alhamdulillah sehat.
- Masyaallah Ustaz diberikan kekuatan iman
- sehat walafiat keluarga ya. Ya. Kita
- berharap bisa kembali lagi ke sana. Eh
- ahlin ahlan
- ahlan. Pak Mempel ada yang ingin ditanya
- enggak Pak Mempel? Enggak ada. Cuman itu
- aja Bang Kris. Oke terima kasih atas
- apresiasinya. Terima kasih, kajiannya.
- Itu aja. Aku minta kalau bisa dia ee
- beliau ya diundang lagi tuh sama DKM
- Masjid Takwa ya, Pak Ustaz ya. Ahlan,
- ahlan, ahlan, Ustaz. Insyaallah. Iya,
- gitu aja, Pak Ustaz. Makasih, Pak.
- Terima kasih Pak Mevel di Tangerang.
- Baik, kita kembali ke pertanyaan Ibul
- Isa. Bagaimana Rasulullah mendidik ee
- sahabat-sahabat kecilnya? Masyaallah,
- senang kali aku nih kan kalau kita kita
- masuk ke situ ya.
- Nabi ini pertama kalau mendidik anak
- kecil kan sahabat kecil tadi ya tidak
- boleh nabi ini tidak pernah jaim saat
- mengajar
- anak-anak nabi itu entang
- kentang kentang kentang gitu Nabi
- sallallahu alaihi wasallam makanya aku
- agak kecewa aku nengok guru TK misalnya
- kalau cuma ceramah aja dia apa guru
- kelas 1, kelas 2, kelas 3 itu ya SD itu
- enggak enggak enggak layak kita berikan
- ee anak-anak bukan Buka ee matematika
- halaman 2. Kita sekarang belajar angka
- tambah-tambah. 1 + 1 tahu berapa? 2. 2 +
- 2 4. Hafal enggak? Hafal dulu. Habal
- hafal. Itu enggak cocok jadi guru
- itu. Itu jadi komandan tentara aja di
- maunya dia. Itu namanya tentara yang
- nyasar menjadi guru dia. Kalau tentara
- cocok digitukan. Kalau anak-anak enggak.
- dia harus cari dia dia harus aja
- anak-anak ini ee jalan-jalan
- imajinasinya itu loh Rasulullah kan
- begitu ke Ali, Abdullah bin Abbas,
- Abdullah bin Umar radhiallahu anhum,
- Anas bin Malik radhiallahu anhu. Dia
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Walaupun memang data detail
- apa yang dilakukan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam itu tidak
- dapat kita jelaskan. Namun Anas bin
- Malik mengatakan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam menyampaikan sesuatu itu
- membuat kita senang. H. Jadi tidak ada
- yang menakutkan seperti kita ini
- guru-guru kan ee saya juga di pesantren
- kadang-kadang salah juga sebenarnya.
- Akhirnya kita akhirnya menakut-nakuti
- apa dan lain sebagainya. Jadi dia
- betul-betul bila itu anak kecil
- menyenangkan. Jadi sebut gini dia, "Ayo
- nih ustaz belikan bakso nih
- semangkok-semangkok." Dikasih bakso tuh
- tu. Ti Abdullah bin Umar, Abdullah bin
- Abbas, Abdullah bin Umar apa? Amar bin
- AS, Anas bin Malik itu dikasih bakso
- dulu. Ah, sudah kenyang. Udah. Makasih
- ya Rasulullah ya. Eh, sebentar saya mau
- kasih nasihat nih. K begini loh, kita
- dalam Islam itu harus begini begini
- begini begini. Itu pesan itu masuk
- langsung ke mur jangka panjangnya karena
- ingat bakso itu. Jadi setiap ingat bakso
- ingat dia pesan Nabi itu. Nah, itulah
- Nabi sallallahu alaihi wasallam. Oke,
- kita terima lagi Ustaz. Asalamualaikum.
- Halo. Asalamualaikum.
- ee terputus tuh ya. Halo.
- Asalamualaikum. Oh, terputus ya. Ee
- seperti cerita Ustaz waktu Rasulullah
- suka menanyakan seorang anak yang
- menyenangi burung. Betul. Iya. H. Ada
- anak yang ee senang burungnya mati apa
- gimana? Bermain-main burung. Nak di
- sebenarnya dia punya kesenangan
- memainkan itu ya. Nah, apa yang kau kau
- apakan itu burung itu?" katanya sama
- anak itu. Ya. Dan dan istilah itu yang
- saya ingin bahas itu adalah apa? Dia kan
- anak kecil ya, dia anak kecil namun
- dipanggil oleh Rasulullah dengan istilah
- abu. Hm.
- Ya, tapi harus ini ya kekuatan bahasa di
- sini bermain ya. Jadi kata para ulama,
- "Kalau di sini anak kecil panggilnya Mas
- gitu ya." Iya. Ah, iya betul. Mas.
- Jadi ee si anak ini
- belum jadi gimana gitu loh, Pak. Ya
- Rasulullah loh manggil saya kayak gitu
- gitu loh. Heeh. Ini kadang kita sama
- anak didik kita, "Kau nih udah kucel
- datang mandi kagak. Jangan
- gitu ganteng kau naknya." Itulah istilah
- kita gitu ya. Itu Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi makanya anak-anak kecil
- itu sahabat-sahabat kecilnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Jadi, jadi
- Nabi berhasil mendidik sahabat-sahabat
- senior Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali yang
- senior-senior ini. Tapi Nabi juga
- berhasil meninggalkan generasi-generasi
- penerus. Andai Abu Bakar and Freni nanti
- meninggal, ada penerus selanjutnya yang
- juga langsung dididik oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang mereka
- pada waktu itu masih kecil. Bayangkan ee
- Pak Krisna Abdullah bin Zubair bin Awwam
- lahir di
- Madinah. Masih kecil betul dia bertemu
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Tapi memori dia tentang Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam piw. Ingat
- betul mereka. Dia tahu betul kenapa
- kayak itu tadi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam kalau kalau ngajar itu
- enggak Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh anak-anak enggak kayak gitu.
- E ini e jadi ini dulu kan kita terima
- telepon lagi. Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dengan siapa ini? Maaf. Pak
- Hasan dari Bintara. Pak Hasan di
- Bintara. Silakan Pak Hasan. Iya.
- Asalamualaikum Ustaz. Waalaikumsalam Pak
- Hasan. Ustaz mau tanya nih. Saya
- kebetulan diamanahin didik anak-anak
- yatim. Masyaallah. Nah, terus saya takut
- kalau marahin anak yatim tuh gimana,
- Ustaz? Rasulullah ngajarin untuk
- nyayangi anak yatim. Tapi kalau lewat
- bandel kan harus dimarahin juga, Ustaz.
- Oh, baik baik. Iya. Bagaimana, Ustaz?
- Semoga berkah kau, Bang Hasan. Ya, sudah
- putus, ya. Semoga diberkahi Pak Hasan di
- Bintara.
- Kalau memang banyak anak-anak yatim itu
- di sana nanti boleh undang aku sesekali
- ya. Undang aku sesekali nanti biar aku
- ikut mendidik mereka juga kan. Enggak
- usah khawatir amplopnya nanti cincai lah
- kita ya kan. Sakit kali. Ee paten
- pertanyaannya ya. Jadi yang dididik ini
- anak yatim. Sementara Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam sallallahu
- alaihi wasallam ee mengajarkan kita agar
- menyayangi anak yatim. Terus bagaimana
- ini kalau mereka kalau mereka memang ke
- kelewatan badung nih? Bagaimana nih
- Salman gitu ya? Rasulullah pernah
- mengajarkan kita, pukullah mereka kalau
- dia tidak mau salat. Jadi ini tapi yang
- harus dibahas, lihat lihat Pak ya yang
- harus dibahas itu jenis larangannya itu
- ternyata salat. Hm. Bila memang yang
- dilanggar itu peraturan yang ee ee
- berhubungan ee sakral sekali, baru boleh
- kita agak marah sedikit.
- Kan ini kan salat. Salat ini kan
- perintah number one dalam agama kita
- ini. Jadi kalau cuma dia misalnya
- mecahkan gelas, kalau cuma dia misalnya
- terlambat masuk kelas, ngobrol dengan
- temannya ya ee apalagi ee tertidur di
- kelasnya misalnya atau kalau Pak Hasan
- lagi ngajar dia malah ngobrol. Ini kan
- larangan-larangan kecil tadi bila
- dibandingkan dengan salat ya bila
- dibanding dengan salat itu kecil. Maka
- kita sebagai saya kita yang harus cari
- triknya bagaimana supaya dia diam. Kalau
- aku biasanya ku bilang, "Nak, sini duduk
- dekat saya." Kamu duduk di sini, Nak. Ya
- udah, kalau duduk dekat kita, dia udah
- selesai. Dia enggak bar enggak ya yang
- suka-suka kayak itu tuh di aja deat
- kita. Tapi jangan dimarahi. Duduk aja
- dekat kita. Dia anak saya nih, anak
- saya, saya bilang nih anak saya Muhammad
- Zahid Almakki nih misalnya kalau dia nih
- agak-agak bandel dikit, aku hanya
- bilang, "Nak, kalau gak bisa ayah
- bilang, ayah gendong kamu." Hmm. Gitu
- loh. Ayah gendong. Jadi tidak sesuatu
- kata-kata ancaman, tapi kata-kata
- gendong itu udah iya ya. Karena kalau
- dia lagi bandel digendong artinya dia
- enggak bisa ngapa-ngapain ya kan. Ya
- saya gendong dia udah. Ah dia enggak
- bisa main sama temannya enggak bisa.
- Jadi sesuatu yang kita harus pikirkan
- bagaimana dia merasa memang ini harus
- dilarang. Tapi kata-kata yang kita
- ucapkan itu mana ada orang
- menakut-nakuti ataknya dengan kata-kata
- gendong. Pernah enggak Pak Krishna
- gendong? Enggak ada. Tapi saya ucapkan
- itu. Nah gitu ya. Jadi kita memang Pak
- Hasan memang harus memang apa aku bilang
- ya sebenarnya kita serahkan semuanya
- kepada Allah nanti Allah yang akan kasih
- ah gini gini gini tapi kita perlu perlu
- mempelajari ah itu misalnya ribut dia
- kita panggil di depan kita atau perlu
- juga misalnya anak yatim yang memang
- agak bandel ini sikit perlu kajak
- jalan-jalan makan bakso, makan mie ayam
- makan es kelapa gitu ya kita bangun
- keakraban dengan dia sehingga suatu hari
- dia merasa oh iya si Pak Hasan ini sudah
- memberikan saya respek sehingga dia
- pelan-pelan berubah
- Tapi memang bila sudah fatal yang dia
- lakukan salat lima waktu misalnya dia ee
- kalau saya misalnya pacaran dia ya homo
- dia misalnya apa dia. Ah ini memang
- perlu dipikirkan. Tentu kita pakai juga
- ee istilah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dipukul. Tapi pukulannya apa?
- Barban ghaira mubarrih. Pukulan yang
- membuat dia merasa dididik. Bukan
- pukulan yang membuat dia merasa
- tersakiti. Ah, ini yang kadang-kadang
- kurang dipahami ya. Pukulan yang membuat
- dia merasa dididik, bukan pukulan yang
- membuat dia merasa disakiti. Mungkin
- kita terima telepon lagi. Halo.
- Asalamualaikum.
- Halo. Asalamualaikum. Ya. Dengan siapa
- ini? Maaf. Dengan Kodai. Ini Pak
- Krishna. Siapa? Koday. Oh, Koday.
- Silakan, Pak Koday. Pak Koday. Saya
- ingin saya ingin share lagi sama Pak
- Ustaz Salman ya. Ahlan wasahlan.
- Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bulan puasa
- kemarin di Sunda Kelapa, Ustaz.
- Heeh. Lama enggak enggak ceramah di
- sana, Ustaz? H. Sudah lama enggak
- berceramah di Sunda Kelapa, Ustaz? Oh,
- ahlin.
- Heeh. Kita kita sering ini juga. Heeh.
- Saya saya ingin tanya nih, Ustaz. Nih.
- Heeh. Halo. Halo. Ya. Iya, Pak. Silakan.
- Iya kan ee sekarang ini kan ya kalau
- kita lihat ya orang kita nih Indonesia
- umumnya pada sakit ya jiwanya gitu. Ee
- selain karena budaya yang hedonis terus
- yang suka menyalahkan orang, senang
- memenjarakan orang gitu loh. Dikit-dikit
- lapor ya kan. Terus ee mudah panik juga
- dapat berita ini gimana nih gimana nih
- akan terjadi bencana ini. Seharusnya
- enggak mesti begitu juga ya, Ustaz ya.
- Iya. I. Nah, ini yang ingin saya
- tanyakan nih. Ee tipe guru yang pas
- untuk ee zaman sekarang ini tipe gurunya
- mesti gimana? Penggala atau yang humanis
- atau yang gimana gitu loh, Ustaz. Terima
- kasih. Asalamualaikum. Waalaikumsalam,
- Pak Kodai. Tib guru apa untuk situasi
- zaman sekarang yang cocoknya?
- Masyaallah. Ini pertanyaan Pak Kodai ini
- harusnya digodok oleh Kementerian
- Pendidikan Republik Indonesia ya. ya
- harus digodok oleh Kementerian Republik
- Indonesia sehingga Kemendikbud kita ini
- mampu menciptakan satu guru, satu SD,
- satu guru minimal yang ideal. Ya, ini
- harus dipikirkan oleh Kemendikbud kita
- karena semua memang berawal dari
- sekolah-sekolah kita, terutama sekolah
- negeri. Ya, saya sangat sangat sangat
- prihatin terhadap sekolah negeri. Kenapa
- sekolah negeri itu kadang-kadang di satu
- kecamatan tuh ada 10 yang teladan itu
- cuma satu ya, yang sembilannya itu lagi
- innalillahi wa inna ilaihi roajiun. Yang
- teladan ini pun udah menjadi isu ee isu
- isu rahasia umum istilahnya. Kalau mau
- masuk ke situ mesti bayar. Udah enggak
- usahlah kita apa sembunyi-sembunyikanlah
- gitu
- ya. Hah. Ini apa aku bilang ini guru apa
- yang ideal untuk bangsa kita ini
- sekarang ya kita harus memunculkan lagi
- orang-orang seperti Buya Hamka, Pak. Ya,
- kalau kalau orang kita bilang ya kita
- harus memunculkan lagi guru-guru seperti
- Sudirman seperti yang ceritakan oleh Pak
- Ihsan tadi. Kita harus memunculkan lagi
- guru-guru seperti Kiai Haj Hasyim
- al-Asy'ari. Mereka-mereka ini guru yang
- memang benar-benar mengabdikan dirinya e
- ke masyarakat atau di kalangan para
- habaib mungkin kita harus punya lagi
- guru seperti Habib Kitang. Mungkin kita
- harus punya guru lagi seperti Habib apa
- namanya yang di Jakarta Utara itu Habib
- ee apa? Allahumma shi alaihi al ya. Saya
- sering ziarah habaib-habaib di wilayah
- Jakarta ini. Kita harus punya lagi
- guru-guru seperti karena saya baca
- cerita para habaib-habaib ini. Ternyata
- mereka dulu datang berdakwah tapi justru
- memang mengabdi ke masyarakat.
- Perbedaannya di situ Pak Krisna ya.
- Guru-guru zaman dulu itu mengabdi di
- tengah-tengah masyarakat. Repot mereka
- melayani masyarakat. Itu loh dulu Pak
- Krishna. Buya Hamka itu, K. H. Hasyim
- Asy'ari itu, K. Haj Ahmad Dahlan itu
- mereka yang repot melayani masyarakat
- ini. Mereka yang repot melayani umat.
- Sekarang terbalik umat yang repot
- melayani kiai. Melayani dia harus punya
- tempat duduklah. Melayani dia harus
- dihormatilah. Melayani dia harus dikasih
- uanglah. Melayani dia harus dikasih
- kenderaan yang layak. itu yang sekarang
- terjadi. Jadi kalau bilang ideal ya
- seperti yang kita bilang tadi, dia harus
- rajin membaca, dia harus punya akhlak,
- dia harus penyabar, dia punya ee dia
- pandai membaca situasi dan kondisi.
- Sehingga ilmu pengetahuan yang
- dijelaskan karena rajin baca, pandai
- membaca kondisi dia yang dielivery
- sesuatu yang delivery itu sesuatu yang
- berharga sekali. Cara delivery-nya pun
- elegan sekali sehingga apa? menancap ke
- sanubari yang mendengarkan ini yang
- diperlukan memang saat ini di
- tengah-tengah hirup pikuknya bangsa ini.
- Lihatlah sekarang nih ee saya juga
- khawatir mengenai akhlak bangsa kita
- saat ini ya.
- Eh, bingung saya nak bercakap seperti
- apa. Bahkan di kalangan para masyaikh
- pun kita lihat terjadi ee hal-hal yang
- tidak diinginkan dari bila dipandang
- dari kacamata moral, bila dipandang dari
- kacamata akhlak ee kepentingan ee ego ee
- syahwat ee padahal menegakkan kebenaran,
- menyampaikan message dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, menyampaikan
- pesan-pesan Al-Qur'an diajarkan oleh
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ee
- sangat ee lugas di dalam Al-Qur'an dan
- sunah seperti apa caranya. Sehingga
- lihatlah sekarang eh kekacauan, riuh
- apa? Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun.
- Tapi tidak tidak juga boleh kita putus
- asa, Pak Qodai. Ketika kita bingung mana
- nih ustaz yang ideal di tengah-tengah
- masyarakat nih, ayo kita muncul menjadi
- seorang yang ideal di tengah-tengah
- masyarakat ni. Tapi kemunculan kita
- menjadi seorang yang ideal di
- tengah-tengah masyarakat ini juga tak
- boleh kita melihat fakta yang sudah ada.
- Jangan. Misalnya saya nih gak boleh juga
- saya menyalahkan ustaz ini, ustaz ini,
- ustaz ini, ustaz ini. Gak boleh saya
- menyalahkan itu. Tetapi memang untuk
- menjadi bahan bahan instropeksi kita ee
- ee ee ee ee yang kelihatan ini kita
- sebutkan sebagai sebuah yang baik tanpa
- harus kuat dan kuat menyebutkan
- nama-nama mereka itu tidak boleh. Ya,
- kita tetap ayo menjadi penengah di
- tengah-tengah ee ee ee ee ee sudah tidak
- kompetiti, sudah tidak ee apa namanya?
- sudah tidak fair-nya sekarang kompetisi
- ee sudah tidak fair-nya kita sekarang
- menanggap gempa aja sekarang dijadikan
- isu politik. Bila kita bilang tadi ke
- Bapak menyanyakan salah gempa. Gempa
- dijadikan isu politik. La haula wala
- quwwata illa billah. Artinya apa? Memang
- bangsa ini sedang butuh guru. Guru yang
- mencerdaskan bangsa ini. Guru yang
- mengajak semua penduduk bangsa ini
- berpikir positif. berpikir jauh ke depan
- bahwa bangsa ini harus kita selamatkan.
- Berpikir bahwa bukan hanya saya yang
- harus selamatkan. Bukan hanya
- kepentingan saya yang harus saya
- selamatkan, tetapi anak cucu kita. Itu
- loh yang harus kita pikirkan sama-sama.
- Ini kalau hanya sekedar memikirkan
- golongan saya, ee jagoan saya, ideal apa
- namanya pemikiran saya,
- ee saya gak menemukan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam melakukan
- itu. Ya. Ee ketika kita memang tadi ke
- surga, ayo kita menjadi orang yang
- seperti itu. Ayo kita sampaikan
- pesan-pesan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam ini dengan cara yang baik. Gak
- Pak Qodai bilang, "Saya gak punya
- podium, Salman." Loh, gak perlu podium.
- Di mana Bapak berada? Ayo ajak satu dua
- orang. Mungkin dua orang ini akan
- menjadi orang yang wais bijak mengikuti
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ketika menjadi guru untuk anak-anaknya.
- Ah luar biasa. Bisa bila ada 1000 Pak
- Kodai di Indonesia ini selesai masalah
- kita yang tidak punya podium tadi tapi
- dia memperbaiki akhlak umat manusia
- menjadi guru di tengah-tengah ee RT-nya,
- di tengah-tengah keluarganya atau itu.
- Itu hal yang sangat luar biasa.
- Karena Rasulullah pernah mengatakan
- bahwa akan ada zaman di mana kau bingung
- sebenarnya yang baik ini di mana di
- sekarang. Nah, itu
- ya. Oh, saya baca di Sunan Addarimi
- seperti yang sekarang ee orang fqih
- kelihatan tidak berilmu, orang tidak
- berilmu sok-sok fakih. Ini yang terjadi
- sekarang. Ah, itu memang harus kita
- lewati sebagai ujian untuk kita di umat
- di akhir zaman ini untuk meraih ridanya
- Allah Subhanahu wa taala. Maka menjadi
- guru seperti Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam memang bukan kajian
- sekali seharusnya ini ya. Ini baru empat
- karakter guru yang kita ceritakan
- tentang Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Kita nanti harus bercerita
- setelah memiliki empat karakter ini
- seperti apa Rasulullah seperti yang
- tanya Bu Lisa tadi kita harus jabarkan
- lagi tuh A B C D E F G. Terus ee Salman,
- bagaimana nih bila kemungkaran
- benar-benar terjadi di depan mata kita?
- Apa yang harus kita lakukan sebagai
- seorang gurunya umat manusia? Oh, itulah
- kita lihat lagi Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Kita akan ee ee
- komparasi nanti antara e kemungkaran
- yang sedang terjadi dengan kemungkaran
- yang pernah terjadi Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Terus
- bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menyelesaikannya? Di sirah
- nabawi itu yang betul-betul dibahas oleh
- Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam dengan acting atau dengan
- perilaku. Ahah. Ini Pak Qod ya. Tentu
- mudah-mudahan Allah berikan kita nanti
- kemampuan sehingga setiap kita mampu
- menjadi guru yang ideal itu tadi. Enggak
- harus guru kita kan. Enggak harus ada
- ijazah kita, ijazah apa namanya itu
- kalau guru sarjana pendidikan gak harus
- ya. Karena tadi ee guru ini kan
- sebenarnya nurani titipan dari Allah
- Subhanahu wa taala. Kalau boleh aku
- cerita nih Pak Kore pemirsa yang saya
- muliakan
- ya. Allah kasih aku kemampuan menjadi
- tour leader Pak Krishna ya. Bahkan aku
- pernah diamanahkan tour leader ke Eropa,
- ke Turki apa gitu-gitu ya, Pak Krisna
- ya. Itu gajinya keren, Pak Krisna.
- sekali berangkat itu handphone bisa
- diganti. Itu bisa kayak gitu, Pak
- Krisna. Nah, itu ya
- saya tinggalkan itu, Pak Krista. He.
- Kenapa? Setelah aku jadi tr leader
- dengan gaji sebegitu besarnya, di dalam
- hati aku ngapainlah kau cuma di dalam
- hatiku menjut ngapain cuma melayani
- kayak gini? Kau hanya bersenang-senang
- saja. Sementara kau dititipkan Allah
- sedikit ilmu pengetahuan. Pulanglah
- Salman mengajar. Hm. H nih misalnya haji
- sekarang kayaknya kalau cuma duit aja
- mau ke mana dibawa. Tapi mendidik orang
- ini. Ah itu itu panggilan hati kita.
- Dari sejak waktu aku kelas 1 SMA sudah
- suka aku mengajar ni Pak Krishna. Setiap
- sekolah yang K masuki itu masyaallah
- tabarakallah selalu menjadi sebuah apa
- namanya seperti ee pemandangan yang
- indah bagi saya. Sampailah sekarang
- ruhama alfajar dengan segala dinamika
- yang kita hadapi di sana, masyaallah
- indah sekali. Dan tekad kita adalah ayo
- menawarkan oase di tengah-tengah gurun
- pasir yang begitu tandus sahara yang
- luas sekarang bila dipandang dari
- kacamata akhlakul karimahnya Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Wallahuam
- Pak Qodai. Baik, selanjutnya dari siapa
- nih? Ee salam Ustaz Salman. Saya Yasmin.
- Waalaikumsalam Pak Yasmin. Saya punya
- tetangga yang kurang mampu. Dia punya
- anak ingin masuk pesantren. Bisakah dia
- masuk ke pesantrennya Pak Ustaz? Ee kita
- pernah bertemu Ustaz di Kemang Pratama
- katanya. Kembang Pratama kami pernah
- bisalah. Tapi laki-laki. Iya laki-laki.
- Enggak tadi enggak disebut saya tanya.
- Kalau laki-laki segera bawa Pak. Hm.
- Kalau bisa memang karena sudah sekarang
- kan semester sudah berjalan ya.
- berarti dia masuk di tahun depan sebagai
- santri baru tahun depan bahwa tidak
- perlu apa-apa bawa insyaallah kita akan
- bantu. Yang penting anaknya mau ya
- laki-laki karena perempuan belum ada ke
- tempatnya. Mohon maaf Pak Yasmin ya. Ah
- silakan bawa ee minta nanti sama Pak
- Krishna ee nomor saya supaya saya share
- nanti alamat. Saya kira kalau di Kemang
- Pratama itu ada Bu Diah kalau enggak
- salah sayaena sana yang sering
- berhubungan dengan kita eh ke pesantren
- ya. Coba tanya aja Bu Diah mungkin nanti
- punya nomor handphone saya atau alamat
- pesantren. Baik n ahlan wasahlan Bu
- Yasmin. Eh Bu Yasmin apa Pak Yasmin itu
- ya? Pak Yasmin. Pak Yasmin ya.
- Asalamualaikum Ustaz Salman. Saya Ibu
- Darma. Saya suka ikut kajian-kajian di
- mana-mana. Nah, terus ada yang bilang
- itu kajian jiping itu ngaji nguping. Ee
- saya harus jawab bagaimana, Ustaz? Saya
- juga mencatat kok setiap ikut kajian
- syukran. Loh, gua bilang gini, Bu. Siapa
- tadi namanya nih? Bu Darma. Bu Darma.
- Kalau dibilang orang kau jiping,
- alhamdulillah. Jawab Bu, alhamdulillah
- Ibu ngaji nguping daripada enggak sama
- sekali. Harus kayak gitu kita, Bu.
- Darubah ya kan? Jangan kita merasa kecil
- dengan hinaan yang orang sampaikan.
- Kenapa kita tidak oh alhamdulillah pula
- gaji nguping daripada enggak ngaji sama
- sekali. Daripada kerja kita ngebioskop
- mending nguping mending jiping. Ya,
- jipping tadi istilahnya mending jiping
- daripada ngebioskop. Mending jipping
- daripada ng-mall. Betul enggak? E
- apalagi kata kata Ibu Dharma tadi sudah
- nyatat. Jadi ya abaikan saja. Kalau aku
- suka memakai patah gini, Bu. Anjing
- menggongong kapilah berlalu. Aku suka
- kali pakai itu. Jadi kalau ada orang
- yang mencibir-cibir kita, oh iya pula
- misalnya aku, alah dakwah kau Salman
- baru kayak gitu-gitu aja ya.
- Alhamdulillah baru kayak gitu-gitu aja
- kan daripada enggak sama
- sekali ya kan begitu ya. Harus kayak
- gitu. kita harus kita lawan
- fitnah-fitnah yang membuat kita jatuh
- semangat kita untuk menuntut ilmu.
- Teruslah Bujiping, teruslah mengaji
- kuping, dengarkan radio, dengarkan
- YouTube tadi kan sudah bilang tadi. Itu
- semua menjadi pintu untuk kita agar
- masuk ke pengajian yang jauh lebih dalam
- ketika kita berinteraksi dengan
- guru-guru kita, apalagi membawa buku
- gitu ya. ee kita Pak Ibu Dharma ya, saya
- pribadi bikin geping ada ee bikin kajian
- yang ceramah ada, tapi bikin kajian
- kitab juga ada kita bikin. Jadi kita
- panggil semuanya, kita apresiasi, kita
- akomodir semuanya. Karena ada orang pula
- tak punya waktu dia kan. Ada pula memang
- dengarnya sukanya mendengarkan tak suka
- baca buku pula dia. Mana pula kita
- paksakan gitu ya. Yang penting ayo
- sama-sama kita menuntut ilmu terus Bu
- Darma ya. Semoga buharma terus jiping
- dan meningkatkan kualitas jipingnya.
- Wallahuam. Asalamualaikum Ustaz Salman.
- Ustaz Salman ini pendidikan nabawi.
- Maksudnya nabawi itu nilai ideal.
- Oh maksud saya pendidikan nabawi ini
- adalah pendidikan dari tentu pendidikan
- ini banyak ya. Gurunya, cara
- mengajarnya, cara belajarnya,
- manajemennya.
- Banyak kan? Ee itu banyak sekali babnya.
- Itu semua mengacu ke Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Misalnya
- bagaimana Nabi memanage ee pendidikan
- yang dia bangun di Madinah yang bernama
- Allahumma shallolli ala Muhammad ee
- suffah. He ya. Bagaimana itu? Nabi
- sallallahu alaihi wasallam memanage
- waktunya, administrasinya. Kita pelajari
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- seperti apa. Ee bagaimana Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam memanage bila
- ada seorang sahabat yang sudah senior,
- yang sudah junior, seperti apa
- pendidikan-pendidikan yang diberikan
- oleh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam itu kita pikirkan sama-sama.
- itu pendidikan nabawi yang dimaksud
- dengan att-tarbiyatun nabawi. Ada kitab
- berbahasa Arab ditulis oleh beberapa
- orang tentang tarbiyah anabawiyah. Ya,
- wallahuam. Baik, Salman kita sudah
- dibatasi waktu barangkali ada kesimpulan
- yang ingin disampaikan.
- Pak Krisna, pemirsa, pendengar sebagai
- ee hari guru internasional kepada kita
- semua harus kita ee ikut berpartisipasi
- ya menjadi guru atau membantu guru agar
- agar umat manusia ini tercerahkan
- kembali ke jalan yang diridai oleh Allah
- dan rasulnya tentunya. Itu saja mungkin
- Pak Krisa dari saya lebih dan kurang
- saya mohon maaf. Yang baik datang dari
- Allah, yang tidak baik datang dari saya
- sendiri. Baik, terima kasih Ustaz
- Salman. Mudah-mudahan Ustaz selalu sehat
- dan keluarga sehat semua ya? Amin.
- Mendengar juga sehat. Alhamdulillah yang
- sakit mudah-mudahan Allah kasih
- kesembuhan. Terima kasih atas perhatian
- semuanya. Saya Muhammad Krishna.
- Kemudian juga ee ya
- Allah siapa itu?
- Anis.
- Anis. Ee dan juga ini Pak Krishna lupa
- nih karena istrinya baru ulang
- tahun. Aduh. Iya ya.
- Aduh cantik k nampakku gomalan pak ya.
- Aduh belajar juga ini ya. Silakan
- silakan saya mohon pamit semuanya.
- Wabillahi taufik walah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- Allahu
- Akbar. Allahu
- Akbar. Lailahaillallah.
- [Musik]