Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:51 Bismillahirrahmanirrahim, 0:52 alhamdulillahirobbil alamin, 0:53 alhamdulillah wakafa washolatu wassalam 0:55 ala nabiil mustofa wa ala alihi wa 0:58 sahbihi ahlal sidqi wal wafa. 1:00 Assalamualaikum warahmatullahi 1:01 wabarakatuh ikhwan akhwat yang dirahmati 1:03 Allah subhanahu wa taala, apa kabar? 1:05 Selamat datang kembali di acara kajian 1:07 tasawuf bersama saya Isa Alkaf Andi dan 1:10 juga Anis di meja operator dan seperti 1:12 biasa ikhwan akhwat setiap Sabtu pagi 1:15 kita mengkaji kitab Mahiyatut Tasawuf 1:18 karangan Habib Umar bin Muhammad bin 1:20 Salim bin Hafidz eee dan ikhwan akhwat 1:24 kita mengkajinya bersama seorang guru 1:27 Habib Ahmad Mustofa bin Syahab yang 1:29 alhamdulillah hari ini bersama kita di 1:31 studio. Assalamualaikum Habib. 1:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:34 wabarakatuh. Alhamdulillah Habib, sehat 1:35 Habib? Khair Habib, sehat alhamdulillah. 1:37 Alhamdulillah, gimana perjalanan dari 1:39 Pejaten? Lancar Habib, alhamdulillah. 1:41 Alhamdulillah, kalau pagi-pagi emang 1:42 enak sih. Nikmat Habib, insya Allah. 1:44 Emang enak Jakarta pagi-pagi, apalagi 1:46 weekend Habib. Hadir hadir, insya Allah. 1:48 Masya Allah. Kalau udah weekdays itu ya 1:50 Allah, innalillah. Ya Karim, ya Karim. 1:54 Ya Allah. 1:55 Habib, kita bahas eee masih membahas 1:58 ihtimam 1:59 bil qulub, Habib. 1:59 Iya, betul. 2:00 Ee, Sahih, Habib. atau, ee, gimana mem, 2:04 mem, memperhatikan hati, ya. Eksak, nah, 2:07 sahih. 2:07 Nah, sahih. Dan tadi Habib sempat 2:09 mention, 2:10 bagaimana pandangan utama dari ilmu 2:13 tasawuf. 2:13 Ilmu tasawuf. 2:14 Betul, marhaba, nah. 2:15 Bagi ikhwan akhwat yang sudah memiliki 2:17 kitabnya, kita akan membuka halaman 7 2:20 dari kitab Mahiyatut Tasawuf. Nanti bagi 2:23 ikhwan akhwat yang mau kita kirim, 2:25 silakan kirimkan permintaan ikhwan 2:27 akhwat ke WhatsApp 08111999720. 2:34 Silakan jika ingin bertanya, ingin 2:36 berdiskusi, atau minta kitab juga enggak 2:38 apa-apa. 2:39 Atau bisa telepon langsung kalau ingin 2:41 berdiskusi ke 0218451512. 2:45 Baik, Habib, silakan. Marhaba, Habib. 2:47 Waktu dipersilakan. Jazakumullah khairan 2:49 jaza, bismillah. 2:51 Assalamualaikum warahmatullahi 2:53 wabarakatuh. Bismillahirrahmanirrahim, 2:54 alhamdulillah rabbil alamin. 2:56 Was salatu was salamu ala sayyidil 2:58 mursalin, sayyidina Muhammadin wa ala 2:59 alihi wa sahbihi ajma'in. 3:01 Subhanaka la ilmalana illa ma allamtana, 3:03 innaka antal alimul hakim, wa tub alaina 3:05 innaka antat tawwabur rahim. Allahumma 3:07 ya fattah ya alim, ya fattah ya alim, ya 3:09 fattah ya alim, iftah alaina fathan 3:10 qariba ya arhamar rahimin. Allahumma la 3:13 sahla illa ma ja'altahu sahla, wa anta 3:15 taj'alul hazana idza syi'ta sahla. 3:17 Allahumma sahillana hifdzal ulum 3:19 wahablana wasi'atil fuhum bijahi 3:20 nabiyyil ma'shum sallallahu alaihi 3:22 wasallam. Allahumma inna nas'alukal 3:24 ilmal ladzi wal masyrabash shafil hani, 3:26 wahab ya ghani. Wa na'udzubika Allahumma 3:28 min ilmin la yanfa', wa qalbin la 3:30 yakhsya', wa amalin la yurfa', wa ainil 3:32 la tadma', wa nafsin la tasyba', wa 3:34 da'watin la yustajabu laha, birahmatika 3:35 ya arhamar rahimin. Ya arhamar rahimin, 3:38 ya arhamar rahimin. 3:39 Nawaitut ta'alluma wat ta'lima wat 3:41 tadzakkura wat tadzkira wan naf'a wal 3:42 intifa'a wal ifadata wal istifadata, wal 3:44 hatsa alat tamassuki bikitabillahi wa 3:46 sunnati rasulillahi wad du'a ilal huda 3:48 wad dalalati alal khair, ibtigha'a 3:49 wajhillahi wa mardhatihi wa qurbihi wa 3:51 tsawabihi subhanahu wa ta'ala. Nawaitu 3:53 ma nawa bihi aslafuna shalihun. 3:58 Alhamdulillah Ikhwan 4:00 kembali dalam kajian mahiyatut tasawuf 4:02 wa simatihi ahlih melengkap hakikat ilmu 4:05 tasawuf dan tanda-tanda ahli tasawuf 4:08 eee 4:10 minggu lalu kita masuk di tanda kedua 4:13 Habib ya, he em setelah kita mengambil 4:15 eee tanda pertama toban di sini ada 10 4:18 tanda utama bagi 4:20 kalangan yang bertasawuf yang mana 4:22 sebelumnya kita sudah bahas definisi 4:25 daripada ilmu tasawuf itu kemudian 4:27 disebutkan di sini ada 10 tanda, oke eee 4:31 sudah kita bahas tanda pertama adalah 4:33 eee 4:33 pemapanan ilmu eh ilmu syariat eh 4:37 luasnya ilmu syariat itu yang eh tanda 4:39 pertama dan itu memang tanda utamanya 4:41 Habib, toban 4:43 yang kedua sekarang 4:44 adalah al ihtimam bitathhiril qalb eee 4:48 memperhatikan eh perihal hati wahakaza 4:51 penyucian hati, membersihkan hati dari 4:54 dari perkara yang keji atau sifat-sifat 4:56 yang keji, menghiaskan hati dengan 4:59 sifat-sifat yang yang luhur yang indah 5:01 wahakaza 5:02 dan memang Habib 5:04 kita bahas juga di minggu lalu waktu 5:06 kita memulai masalah yang kedua ini 5:09 bagaimana ulama tasawuf itu 5:11 sangat-sangat sangat memperhatikan 5:13 perihal hati karena mereka merujuk 5:15 kepada hadis yang diriwayatkan oleh Imam 5:17 Muslim dalam sahihnya innallaha la 5:18 yanzuru ila suwarikum gitu kan 5:20 bahwasanya Allah Ta'ala tidak memandang 5:22 eh poster tubuh kalian begitu 5:25 wa wala ajsadikum ataupun jasad kalian 5:27 tapi mandang ke mana walakin yanzuru ila 5:29 qulubikum maka Nabi Allah Ta'ala 5:30 memandang hati jadi hati ini adalah 5:32 tempat pandangan Allah Subhanahu wa 5:34 Ta'ala, oke 5:35 nah di sini mereka ambil konsep 5:37 takhliyah kemudian tahliyah 5:40 apa itu apaan tuh na'am 5:42 takhliyah pakai kha ya takhliyah artinya 5:46 pembersihan he gitu takhliyah 5:49 kemudian yang kedua, tahliyah pakai ha. 5:52 Apa itu tahliyah? Penghiasan. 5:54 Ehm. Ehm, jadi dibersihin dulu, baru 5:56 dihiasin. 5:57 Dan ini pastilah tiap-tiap eh proses 6:00 renov, pasti gitu. 6:02 Nih kalau rumah nih, eh kita mau ganti 6:04 gitu ya, mau bagusin, gimana caranya? Ya 6:07 bersihin dulu yang ada. Betul. Bersihin 6:09 dulu yang ada. 6:10 Sudah bersih, baru dihiasin yang baru. 6:12 Nah, begitu pula hati. Tidak bisa hati 6:14 itu dihias dihiasi perangai-perangai 6:17 yang indah sebelum dia dibersihkan dulu 6:20 dari perkara yang keji. Ehm. Waha kan, 6:23 jadi dibersihin dari semua yang yang 6:25 yang enggak bagus, baru bisa akan timbul 6:27 sifat-sifat yang bagus. 6:29 Makna ini 6:31 diambil dari kalimat la ilaha illallah. 6:35 Kok bisa? Oh iya. 6:36 Itu ajib Habib, ajib ajib dan 6:38 subhanallah. 6:39 Hadzihil kalimah, kalimat la ilaha 6:41 illallah adalah titik awal dan titik 6:43 akhir. 6:45 Hadzal ajib. Dari situ dimulai dan akan 6:47 kembali ke situ. La ilaha illallah. Ehm. 6:50 Konsep tahliyah dan tahliyah 6:52 diambil dari la ilaha illallah. 6:54 Kan ada dua sisi nih, la ilaha, tiada 6:57 Tuhan. Ehm. Gitu. 6:59 Nafi di sini. Kemudian illallah, isbat. 7:02 Kecuali Allah. Nah. 7:04 Ulama tasawuf berkata, 7:07 sis apa sis sisi pertama itu la ilaha, 7:10 tiada Tuhan, itu artinya tahliyah, 7:12 pembersihan. Ehm. Bersihin dulu. 7:14 Oh iya. Eh, la ilah enggak ada, enggak 7:16 ada, enggak ada sama sekali. 7:18 Sudah hilang semua, baru ada entar 7:20 illallah, penetapan yang indah. Ehm. 7:23 Begitu. Ini ajib tarkibnya, memang 7:25 subhanallah. Bukan dibuat ghairullah la 7:28 ilah, enggak. La ilah dulu. Baru 7:30 illallah. Ya, ini isyarat bahwasanya 7:32 enggak mungkin ada isbat illallah itu 7:35 kecuali setelah menafikan dulu yang 7:37 sebelumnya, la ilah. Baru illallah. Waha 7:41 kan, nah makanya kita melihat 7:43 eh, ulama tasawuf ketika membahas 7:45 masalah ini Habib seperti Imam Ghazali 7:46 contohnya atau yang lainnya eh, 7:48 dalam Ihya contohnya, dibahas dulu 7:50 namanya rub'ul muhlikat. He eh. Eh, baru 7:53 namanya rub'ul munjiat. Nah, di rub'u 7:55 itu dibagi empat gitu ya, ilmu ibadat, 7:57 muamalat, habis itu rub'ul muhlikat, 7:59 perkara yang bisa mencelakakan. Dibahas 8:02 satu-satu, dibersihin, gimana cara 8:04 bersihin ini, kelar, baru entar rub'ul 8:07 munjiat. Eh, perangai-perangai yang 8:09 bagus. He eh. Nah, hadza ajib. 8:13 Makna dari la ilaha illallah sendiri 8:14 apa, Bib? 8:16 Hadza, masyaallah tabarakallah. Katanya 8:18 ada beberapa gitu. Wah, Habib, 8:19 masyaallah, panjang Habib. Panjang 8:22 pembahasan la ilaha illallah, hadza 8:24 ajib, ajib. Al Imam Al Habib Ahmad 8:27 masyhur bin Thaha Al Haddad, ya. Beliau 8:29 mengarang kitab jamil jiddan namanya 8:31 miftahul jannah. Iya. 8:33 Miftahul jannah fi makna la ilaha 8:35 illallah, kunci surga. He Ingat hadis, 8:37 miftahul jannah la ilaha illallah, 8:39 na'am. Memang la ilaha illallah adalah 8:40 titik pertama. 8:42 Yang kita ketahui makna zahirnya la 8:44 ilaha illallah tidak Tuhan selain Allah. 8:45 Tapi dari makna zahir ini akan bercabang 8:48 ke makna yang lautan, samudra yang 8:50 sangat luas yang enggak ada ujungnya. He 8:52 Masyaallah tabarakallah. Karena memang 8:54 setiap-tiap naik seorang arifbillah 8:57 dalam derajat makrifatnya, maka dia bisa 8:59 memahami dari kalimat la ilaha illallah 9:01 perkara baru 9:02 yang tidak bisa dipahami di martabat 9:04 yang sebelumnya. Dan terus begitu. 9:07 Di di apa namanya, di diukur keluasan 9:09 ketinggian seorang arifbillah dengan 9:11 bagaimana dia memahami la ilaha illallah 9:13 itu. 9:14 Ah, hadza ajib Habib. Minhul mubtada wa 9:17 ilaihil muntaha, wahakaza. 9:20 Nah, jadi eh, jadi cerita 9:22 penyucian hati dari perkara yang keji, 9:25 kemudian dihiasi, itu diambil dari la 9:28 ilaha illallah. Takhliyah Takhliyah. 9:30 kemudian tahliyah, wahakaza. Oke. 9:34 Di sini Habib, di apa namanya, di alamat 9:37 kedua ini kan, ini kita belum kelar nih. 9:38 Oh belum ya? 9:39 Belum kelar dari pembahasannya di minggu 9:41 kemarin. Minggu kemarin kita sudah masuk 9:43 di tanda kedua. Ya, ada hadis di sini Al 9:47 Ihsan anta Abdullah ka annaka turoh. 9:48 Habis itu baru apa namanya hadis 9:50 innallaha la la yandzuru ila suwarikum 9:51 wa amwalikum walakin innama yandzuru ila 9:53 qulubikum wa a'malikum. Di sini Sayyidil 9:55 Habib Umar menukil 9:57 eh naskah atau nush bizobt dari Al Imam 10:01 Al Ghazali. 10:02 Dalam kitabnya Al Munqidz minad Dhalal. 10:05 He eh. Oke. Sebelum kita baca nush di 10:07 sini, ini lumayan dinukil sama Habib ada 10:09 tiga alinea. 10:11 Oke. 10:12 Kitab apa itu Munqidz minad Dhalal? Ini 10:14 kitab luar biasa. Luar biasa. Kita 10:17 belajar kitab itu sama Sayyidil Habib 10:18 waktu di Rauhah, waktu di Tarim. 10:21 Imam Ghazali Habib seperti yang semua 10:23 yang sosok yang tenarlah. Ya di abad ke 10:26 5 Hijriah dan awal-awal ke 6 Hijriah 10:29 beliau meninggal tahun 505 Hijriah. 10:32 Sosok yang masyaallah rujukan dalam 10:35 eh ilmu syariat di semua fan-nya. Iya 10:38 kan? 10:39 Kalau kita lihat dari dari segi ilmu 10:40 fikihnya, uh masyaallah. Eh Syafii al 10:43 mazhab, beliau kan Imam Syafii bermazhab 10:45 Syafii. 10:46 Setiap kitab-kitab eh di mazhab Syafii 10:48 yang sekarang pasti dari segi sanadnya 10:51 merujuk ke Imam Ghazali 10:52 sebelum nyampe ke atas. He eh. Naam. 10:55 Eh kitab apa saja? Mau ambil Minhajut 10:57 Thalibin Imam Nawawi atau Imam Rafi'i 10:59 atau kitab yang mana saja 11:01 itu entar silsilahnya ini i contohnya 11:03 Minhaj ya, Minhajul Thalibin Imam Nawawi 11:05 itu ringkasan apa? 11:06 Ringkasan dari kitab apa namanya? 11:09 Imam Rafi'i 11:10 Al Muharrar wa haakadza. 11:12 Nah, Imam Rafi'i itu meringkas dari 11:13 mana? Dari kitabnya Imam Ghazali wa 11:17 haakadza. 11:18 Kitabnya Ghazali. Imam Ghazali beliau 11:20 mengarang dalam ilmu fikihnya menjadi 11:21 rujukan sekarang. 11:23 Eh beliau pengarang pertama kali Al 11:25 Basith. 11:26 Kemudian beliau karang lagi Al Wasith. 11:28 Kemudian beliau karang lagi Al Wajiz. 11:30 Habis itu beliau karang ringkasan 11:32 semuanya namanya Al Khulasah. Nah, dari 11:34 kitab Al Khulasah inilah diringkas 11:35 menjadi apa namanya? Al Muharrar, 11:38 karangan Imam Ar Rafi'i yang kemudian 11:39 diringkas oleh Al Imam An Nawawi dalam 11:41 kitabnya Minhaj Minhajut Thalibin. Nah, 11:43 Minhajut Thalibin itu menjadi rujukan 11:45 utama kan dalam mazhab Syafi'i yang 11:47 diringkas lagi oleh Imam Zakaria Anshari 11:49 dalam kitabnya Manhajut Thullab. Kalau 11:51 di Indonesia biasanya dibaca tuh apa 11:52 namanya syarahnya? Fathul Wahab. Fathul 11:54 Wahab syarah Manhajut Thullab. 11:57 Imam Ghazali ini pun meringkas eh 11:59 kitabnya itu dari kitab gurunya yang 12:00 bernama Nihayatul Muthlab, Asy Syaikh Al 12:02 Imam Al Juwaini, Imam Al Haramain. 12:04 Yang mana beliau meringkas dari kitab 12:06 sampai entar ujung-ujungnya entar kitab 12:07 Al Syafi'i, Al Umm. 12:09 Eh juga apa namanya? Mukhtashar Al 12:11 Muzani. Memang tidak ada sanad dalam 12:13 fiqih Syafi'i yang tidak melewati Imam 12:15 Ghazali. 12:16 Ehm, ajib. Ajib. 12:18 Enggak ada. Kalau mau cari sanad kitab 12:20 ya, di fiqih Syafi'i 12:22 yang yang yang yang yang apa namanya? 12:24 Yang me- melenceng ya, enggak lewat Imam 12:26 Ghazali enggak nemu. 12:27 Harus lewat Imam Ghazali. Ini dalam 12:28 fiqih ya, dalam fiqih. Oke. 12:31 Kalau kita bahas dalam ilmu ushul 12:33 ushul fiqihnya, oh luar biasa. 12:35 Beliau mengarang kitab yang hebat dalam 12:38 ilmu ushul yang menjadi rujukan utama 12:40 juga dalam ilmu ushul fiqih Syafi'i yang 12:41 namanya apa? Al Mustashfa. 12:44 Al Mustashfa min ilmil ushul. 12:46 Itu kitab ajib, gede. 12:49 Dari kitab Mustashfa lah entar di ambil 12:51 kitab Al Mankhul lir Razi ataupun yang 12:53 lainnya sampai jadi ringkas oleh Imam 12:55 Subki dalam kitab Jam'ul Jawami'. Ah, 12:57 diringkas lagi di oleh Syaikh Zakaria 12:59 Anshari Syaikh Zakaria Anshari dalam 13:00 kitabnya Lubbul Ushul yang dibaca 13:02 sekarang Lubbul Ushul. Ah, sampai 13:03 akhirnya yang dibaca untuk mubtadiin Al 13:05 Waraqat Al Haramain. 13:07 Jadi kitab Al Mustashfa rujukan utama 13:09 juga dalam ilmu ushul fiqih. 13:11 Oh, keren Bib. Kalau di beberapa lembaga 13:14 eh lembaga ushul fiqih itu dijadikan 13:17 Mustashfa eh materi tertinggi. 13:21 Ehm. Gitu Bib. Kelas yang udah PhD 13:23 belajarnya Iya. Mustashfa. Allah. Imam 13:26 Ghazali ini memang luar biasa kepala 13:28 beliau dalam dalam pemikiran ini. 13:31 Oke, kita jadi Subhanallah Habib, kalau 13:32 kita bahas ilmu apa saja 13:33 Heeh. pasti nama Imam Ghazali Ada. ada 13:36 di situ. 13:37 Hujjatul Islam. Nah, makanya hari beliau 13:39 dibilang Hujjatul Hujjatul Islam. 13:42 Bahkan Habib 13:44 bukan cuma dari segi ini saja ya, bukan 13:46 cuma dari segi fikih ataupun ushul fikih 13:49 ataupun ilmu syariat, bahkan dari segi 13:51 ilmu dunia pun beliau luar biasa. Oke, 13:54 tidak lupa juga kita mengingat ya 13:55 bagaimana peran Imam Ghazali dalam ilmu 13:57 akidah. 13:58 Oh, beliau luar biasa Habib dalam 14:00 rujukan dalam ilmu akidah, 14:01 beliau mengarang kitab ma'ruf namanya 14:03 Al-Iqtishad fil I'tiqad. Ya, walaupun 14:06 kebanyakan yang kita lihat dalam kitab 14:07 Al-Iqtishad itu banyak sekali menukil 14:09 dari kitab apa namanya yang dikarang 14:11 oleh gurunya Imam Al-Juwaini. 14:14 Wa ala kulli hal. 14:16 Ilmu apa ya, ilmu apa saja banyak. Juga 14:18 beliau ini Habib, Imam Ghazali termasuk 14:21 tokoh yang 14:23 sangat menekankan 14:25 untuk kita mempelajari ilmu mantik. Ehm. 14:28 Ilmu logik. Ehm. Ilmu logika. 14:30 Walaupun beliau punya pandangan khusus 14:32 terhadap ilmu filsafat. 14:34 Ya kan, sampai beliau mengarang kitab 14:36 namanya Tahafutul Al-Falasifah. 14:39 Tahafutul Falasifah, beliau menjelaskan 14:41 bagaimana filsafat-filsafat ulama dahulu 14:44 dan bagaimana mana sisi salahnya, mana 14:45 sisi benarnya ala kulli hal. Tapi beliau 14:47 sangat-sangat menekankan kita untuk 14:49 belajar ilmu mantik, sampai-sampai 14:51 beliau mengarang tiga kitab dalam ilmu 14:52 mantik itu kan Mahakun Nazar wa Mi'yarul 14:54 Ilmi yang lainnya. 14:56 Beliau begini bilang 14:58 ini nas beliau nukil dalam kitabnya 15:00 Al-Mustasfa. 15:01 Katanya ehm 15:04 Man la ilma lahu bil mantik fala fiqata 15:07 bi ilmih. Ehm, gitu. 15:08 Barangsiapa yang tidak mempunyai ilmu 15:11 mantik, ilmu logik, maka ilmunya tidak 15:14 bisa dipercaya. 15:16 Ehm. 15:17 Ayyib. 15:19 Walaupun sudah ngaji apa saja 15:21 banyak, tapi sebelum dia bisa menguasai 15:24 ilmu mantik, enggak bisa dipercaya. 15:26 Maksudnya apa? Karena ilmu mantik itu 15:28 mengajari kita bagaimana cara kita 15:29 berpikir, kan? 15:30 Menggabungkan antara dua pengetahuan 15:32 sehingga bisa menghasilkan pengetahuan 15:33 baru. Nah, pola penggabungan itu dibahas 15:36 di mantik. Kalau seandainya orang belum 15:38 belajar mantik atau enggak paham mantik, 15:40 bakal salah nih pola penggabungan 15:42 maklumahnya. Jadi, enggak tahu. Ya, 15:43 makanya ngeri nih kita ngambil dari dia. 15:45 Itu kata siapa? Kata Imam Al-Ghazali. 15:47 Eee 15:49 Ibnu Salah wa Nawawi harrama wa qala 15:51 qaumun yanbaghi an yu'lama. 15:54 Wa hakaza. 15:55 Nah, ala kulli hal. Oh, panjang, Bib. 15:57 Jadi, riwayat Imam Ghazali ini, Benar, 15:59 benar. nah, di akhir cerita, 16:03 di akhir cerita Imam Ghazali itu, 16:04 setelah beliau menjadi rujukan utama di 16:07 zamannya dan beliau menjabat sebagai eee 16:10 apa namanya? Eee guru besar Madrasah 16:13 An-Nizhamiyah. He em. Kan, di zamannya 16:15 Imam Ghazali ada eee madrasah yang gede, 16:17 Bib. Namanya eee An-Nizhamiyah yang 16:20 Nizhamiyah itu karena diambil daripada 16:21 nisbat ke seorang eee khalifah pada 16:24 zaman itu, Nizhamuddin. 16:25 Jadi, eee 16:26 waktu zaman tenar-tenarnya Baghdad, Bib, 16:28 ya, apa namanya? Menjadi tsaqafatun 16:31 Islam, eee apa namanya? Ibu kota budaya 16:33 Islam. 16:35 Eee apa? Syekh eee khalifah itu 16:38 Nizhamuddin itu melihat, "Ini bagus 16:40 kalau kita bangun suatu madrasah, He em. 16:43 oke, tapi enggak belajar di situ kecuali 16:45 orang-orang terpilih." 16:47 He em. Apa kalau bahasa kita apa nih? 16:49 Sekolah 16:51 sekolah yang buat orang terpilih tok. He 16:52 em. Eee apa? Apa namanya? Sekolah 16:55 sekolah mahal lah. Sekolah mahal. 16:57 Sekolah mahal. 17:00 Bahkan juga yang yang masuk di situ 17:01 dipilihkan banget orang yang 17:02 jenius-jenius untuk belajar di situ. He 17:04 em. Apalagi gurunya. Apalagi kepala 17:07 sekolahnya. Nah, Imam Ghazali menjadi 17:09 guru utama, guru besar di Madrasah 17:11 Nizhamiyah itu. He em. 17:13 Wa hakaza. 17:14 Nah, apa yang terjadi? Setelah beliau 17:17 jabat sekian tahun itu akhirnya beliau 17:21 rasa ini enggak beres nih, ada yang 17:23 enggak beres. Nah, 17:25 kenapa ya? Aduh, katanya dan sampai 17:27 beliau mengatakan thalabnal ilmal li 17:29 ghairillah. 17:30 Fa abal ilmu illa an yakuna lillah. 17:35 Dahulu aku mencari ilmu bukan karena 17:37 Allah. 17:38 Tapi akhirnya ilmu enggak datang. 17:39 Tatkala aku mencari ilmu karena Allah, 17:41 baru itu ilmu baru datang. Ini beliau 17:43 katakan 17:44 bukan nya beliau lagi belajar, enggak 17:46 setelah di akhir hayat beliau kayak 17:48 gitu. 17:49 Jadi, apaan tuh yang kemarin tuh? 17:50 Kitab-kitabnya apa? Ah, bukan itu. Wah 17:52 ada li ghairillah, ya Allah. 17:54 Li ghairillah nya gitu, masya Allah. 17:58 Nah, akhirnya apa? Beliau tinggalkan itu 17:59 semua. 18:01 Tinggalkan, tadinya minta izin sama 18:02 khalifahnya untuk apa namanya? Untuk 18:04 sudah ane mau khalwat deh, sudah capek 18:06 gini-ginian. 18:07 Enggak dikasih izin, kabur akhirnya Bib. 18:10 Alasan haji sudah kabur dari haji 18:12 ngilang. 18:13 Pindah ke mana ya? Pindah ke Damaskus, 18:15 ke Damaskus. Dan beliau di situ 18:17 khalwat ya, selama 10 tahun ma'ruf dan 18:20 di situlah beliau 18:21 berubah pola pikir menjadi ulama 18:24 tasawuf, tasawuf. Wahakaza. Sampai 18:27 beliau mengarang kitab Ihya Ulumuddin. 18:29 Habis itu Bidayah Hidayah. Lepas dari 10 18:31 tahun itu beliau balik lagi. 18:33 Wah, disambut. Wah, mau dijadiin apa 18:36 namanya? Tokoh utama lagi nih Nizam dan 18:38 semua orang girang, enggak mau beliau 18:39 nolak. Akhirnya beliau balik ke desa 18:42 yang beliau dilahirkan di situ 18:43 dan hanya mengambil 10 murid akhirnya 18:45 meninggal di situ Imam Ghazali. 18:47 Nah, di sini 18:49 perubahan hidup Imam Ghazali 18:51 dari seorang ulama yang nomor satu 18:54 sedunia di zamannya, sehingga beliau 18:56 meninggalkan itu semua sampai akhirnya 18:57 beliau fokus dalam perihal tasawuf, 19:00 penyucian hati, wahakaza wal akhiru. Di 19:02 sini beliau 19:03 apa mengarang dua bait Habib, keren 19:05 baitnya. 19:08 Beliau bilang begini, 19:10 taraktu hawa Salma, 19:12 taraktu hawa Laila wa Salma bi ma'zili. 19:14 Taraktu hawa Laila wa Salma bi ma'zili. 19:17 Wa at ilal mahbub. Wa wa at ilal habibil 19:21 mahbubil awwali. 19:22 Fanadat biyal. 19:24 Akwanu. Fanat biyal fanadat biyal 19:27 asywaqu mahlan fahazihi manazilu man 19:30 tahwa ruwaidaka fanzili. 19:32 Beliau bilang begini. 19:34 Aku tinggalkan. 19:36 Cinta kepada Laila dan Salma. 19:39 Ini kalau bahasa Arabnya kinayah 19:41 biasanya itu kan. 19:42 Eh Laila sama Salma nama-nama perempuan. 19:45 Tapi ini kinayah atas perkara yang 19:47 beliau tinggalkan. 19:48 Ketenaran. 19:50 Kehormatan, sudah deh capek-capek. 19:53 Taraktu hawa Salma wa Laila bi ma'zili, 19:55 aku jauhkan itu. Wa at ilal habibil 19:57 mahbubil awwali, aku kembali kekasih 19:59 yang pertama. 20:00 Eh ya, 20:01 aku kembali ke cinta pertamaku. 20:04 Maksudnya apa ya? Cinta kepada Allah 20:05 Ta'ala. Nah, itu dia. Eh kalau dalam 20:08 kalangan ilmu tasawuf, mereka bilang al 20:10 habibil awwal. Nah, cinta pertama. 20:13 Memang subhanallah karena manusia itu 20:15 mempunyai cinta fitrah kepada Allah 20:17 Subhanahu wa Ta'ala. Ketika Allah Ta'ala 20:19 apa namanya berinteraksi dengan ruh kan, 20:21 alastu bi rabbikum. Itu semua ruh pada 20:24 jatuh cinta kepada Allah Ta'ala ketika 20:26 mendengar seruan itu Habib. Nah, makanya 20:29 Imam Haddad berkata dalam diwannya, mal 20:31 hubbu illa lil habibil awwal. 20:34 La asya man an hubbihi tahawwal. Wala 20:37 safa galbun bihi tabaddal, wala tagaddas 20:39 man yagul bisani. 20:41 Tidaklah ada cinta sejati kecuali kepada 20:44 kekasih yang pertama. 20:46 Heeh, la asya man an hubbihi tahawwal. 20:48 Dan tidaklah hidup orang-orang yang 20:50 berganti-ganti dalam cintanya. 20:53 Wala safa galbun bihi tabaddal ataupun 20:55 apa namanya tidaklah suci hati orang 20:57 yang mengganti cintanya. Wala tagas wala 20:59 wala tagaddas man yagul bisani dan juga 21:01 tidak akan menjadi leluhur orang yang 21:03 menduakan cintanya. Nah. 21:06 Hal yang ajib. Eh kembali ke cinta 21:07 bilang, Fana fana bi asywaqu mahlan 21:11 fahadihi manazilum man tahwa ruwaida 21:13 kafanzili. 21:14 Maka ketika itu aku melihat aku bisa 21:17 diriwayatkan aqua atau bisa diriwayatkan 21:19 asywaq. Maka aku melihat 21:21 jagat raya, juga aku melihat asywaq, 21:24 seruan rinduku berseru kepadaku, mahlan, 21:27 pelan-pelan. 21:29 Karena engkau telah berjalan dengan 21:30 betul. 21:32 Nah, engkau tahu jalanmu yang 21:33 sebenarnya, maka pelan-pelan dalam dalam 21:36 dalam berjalan dan ini adalah rumahmu 21:37 yang sebenarnya. Itu kinayah. Artinya 21:39 apa? 21:40 Ah, inilah yang benar. Ketika itu aku 21:43 mendengar seruan dari rasa rinduku, 21:45 seruan dari jagat raya semua bahwasanya 21:47 inilah jalan yang sebenarnya engkau 21:48 tempuh sekarang. Maka pelan-pelan 21:50 niscaya engkau akan sampai ke tujuanmu. 21:52 Walakuli hal. 21:54 Nah, itu semua ya Habib beliau ringkas 21:58 dalam kitabnya Al Mungqiz Minadzolal. 22:01 Nah, ini ceritanya kitab Mungqiz 22:02 Minadzolal. 22:03 Ya. 22:05 Walaupun kitab ini bukanlah akhir kitab 22:07 yang beliau karang karena akhir kitab 22:08 yang beliau karang adalah kitab Minhajul 22:09 Abidin. 22:11 Tapi apa namanya? 22:13 Al Khibrat. 22:15 Apa yang beliau lalui dalam masa 22:16 hidupnya itu semua beliau ungkapkan 22:18 dalam kitab Mungqiz Minadzolal. 22:20 Dalam ilmu ini, ya itu mah 22:22 ringkasannya begini begini begini. 22:24 Ilmu falsafah itu ringkasnya begini 22:27 begini. 22:28 Masya Allah. Nah, di sini ketika beliau 22:31 menjelaskan 22:33 apa sih ilmu tasawuf? 22:35 Nah, di sini. Inilah yang dinukil oleh 22:37 Sayyidil Habib Umar dalam dalam mahiyat 22:39 tasawuf. Qal musanif rahimahullah taala. 22:43 Qal Imamul Ghazali fi kitabihil Mungqiz 22:44 Minadzolal. 22:46 Tamam. 22:48 Wa ulimal anna thariqatuhum yakni sufiya 22:52 innama tatimmu bi ilmin wa amal. 22:55 Dan diketahui bahwasanya 22:57 jalan mereka yakni sufiya, ahli tasawuf, 22:59 innama tatim 23:00 hanyalah bisa dengan dua ilmu dan amal 23:04 oke 23:05 wa kana hasil ulumihim 23:07 oke, kalau kita mau ringkas apa sih oh 23:09 ringkasan daripada ilmu tasawuf itu, 23:11 beliau ringkas di sini 23:12 ringkasan dari ilmu mereka satu 23:15 got u agabatin nafs 23:19 memotong rintangan-rintangan hawa nafsu 23:23 itu artinya got u agabatin nafs 23:28 melawan hawa nafsu wa ha kada 23:31 kemudian wa tanazuh an akhlakihaz 23:33 zamimah al mazmumah wa sifatiah al 23:35 khabisah, wa tanazuh artinya menyucikan 23:37 diri 23:38 daripada sifat-sifatnya ha kembalikan 23:41 nafs yang tercela 23:43 wa sifatiah dan juga eh akhlak-akhlak 23:46 yang tercela dan sifat-sifatnya yang al 23:47 khabisah yang buruk oke, nah ini tadi 23:50 takhliyah ini 23:51 takhliyah takhliyah 23:52 hatta yuta wasala biha ila takhliyatil 23:55 qalb an ghairillah, sehingga akan 23:58 disampaikan dengannya 24:00 nafs itu kepada kepada takhliyah 24:02 membersihkan hati an ghairillah dari 24:05 perkara yang itu selain daripada Allah 24:08 kemudian wa tahliyatihi bi dzikrillah, 24:11 ya tahliyah di sini dan menghiaskannya 24:13 dengan dzikir kepada Allah, nah ini 24:16 intinya tasawuf 24:18 nah takhliyah kemudian tahliyah 24:21 takhliyah dikosongkan dulu hati itu, 24:23 dari apa sih dikosongkan 24:25 dari sifat yang terkuji, ya pasti dari 24:28 maksiat, ya pasti bukan cuma itu 24:30 dikosongkan dari selain Allah 24:34 nah maksudnya gimana, selain Allah udah 24:36 enggak ada di hati kecuali Allah saja 24:38 yang namanya dunia, yang nama yang 24:39 namanya pemikiran kepada selain Allah 24:41 udah enggak enggak enggak enggak 24:42 dipikirin lagi 24:44 na'am nah ini bukan berarti enggak 24:45 dipikirin udah ditinggalin ditelantarkan 24:47 ya enggak 24:48 ah tetap dalam usaha, tetap dalam apa 24:51 namanya menjalani perintah Allah untuk 24:53 memberikan nafkah contohnya itu tetap 24:55 tapi di hati oh enggak. Tadi. Cukup 24:57 hanya di tangan. 24:59 He Gitu Habib. Allah. Jadi enggak 25:02 bertentangan, banyak orang pas baca ini, 25:03 oh berarti orang tasawuf itu pada 25:05 zuhud ya, maksudnya apa? Enggak demen 25:07 dunia. Jadi gimana? Pada miskin, enggak 25:09 tentu, ini pria-pria hati. 25:12 Masya Allah. Iya kan, hatinya kopong, 25:14 kagak ada dunia, tangannya bisa jadi 25:16 penuh dengan dunia, bahkan dunia ngejar 25:17 dia. 25:19 Iya kan? 25:21 Allah Ta'ala berfirman, ee ee apa 25:23 namanya? Bersabda, Allah Ta'ala 25:25 berfirman, ketika Allah Ta'ala bilang ke 25:26 dunia, "Ya dunia 25:28 dalam hadis qudsi 25:29 wahai dunia, man khadamana fakhdumi, 25:33 barang siapa yang berkhidmat kepadaku, 25:35 maka berkhidmatlah engkau kepadanya. 25:38 Tapi waman khadamaki fastakhdimi, barang 25:40 siapa yang berkhidmat kepadamu, maka 25:43 perbudaklah ia." Allah. 25:45 Audzubillah. Hada ajib. 25:49 Allah. Jadi gitu Habib. 25:50 Termasuk dari makna la ilaha illallah 25:52 itu, la maksud. Oh. 25:54 La maksud illallah. 25:56 Itu hada ajib la maksud illa illallah. 26:01 Ee makna lahirnya la ilaha illallah, 26:03 pertama tingkat pertama adalah la 26:04 ma'buda illallah. He. Nah, baru entar la 26:07 maqsuda illallah. 26:08 Habis itu la maujuda illallah, ada lagi 26:11 la masyhuda illallah, itu 26:13 tingkatan-tingkatan semua Habib. 26:14 Apa aja itu Habib? Waduh, masya Allah 26:16 antum. La ma'bud, la ma'bud tiada ada 26:18 sesembahan. 26:19 Tiada sesembahan. 26:20 Sesembahan. Nah, jadi gini. 26:22 La ma'buda illallah, kita tidak 26:24 menyembah kecuali kepada Allah Ta'ala, 26:26 jelas. 26:27 Apakah selain Allah ada? Ada, dunia, 26:30 tapi kita enggak sembah. He. Memang 26:32 sesembahan adalah Allah saja. Oh. Oke, 26:34 ini namanya kalangan awam. Awam. 26:37 Kayak kita ini, masih la ma'buda 26:39 illallah. 26:39 Illallah. 26:40 Yang kita sembah cuma Allah Ta'ala. 26:42 Di atasnya lagi 26:44 la maqsuda illallah. Tiada yang dituju 26:47 kecuali Allah. 26:49 Bukan cuma disembah, tapi juga inilah 26:51 yang satu-satunya yang perkara yang 26:52 tuju. 26:53 Berarti selain Allah itu ada. 26:56 Dulu kita sebagian pernah menuju kepada 26:59 mereka selain Allah Ta'ala. Tapi sudah 27:01 naik tingkat ke lam syuhada illallah 27:02 kita enggak menuju mereka lagi. Yang 27:04 kita tuju hanyalah hanyalah Allah Ta'ala 27:05 saja. 27:07 Pertanyaan, apakah masih ada selain 27:08 Allah? Masih ada, tapi tidak dituju. 27:11 Oke. 27:12 Setelah itu 27:14 la masyhuda illallah 27:16 tiada yang disaksikan kecuali Allah. 27:18 Maksudnya apa? 27:21 Tadinya kan kita menuju hanya Allah 27:22 saja. 27:23 Selain Allah ada, tapi kita kita enggak 27:25 tuju. 27:26 Sekarang nah, tujuanmu itu engkau lebih 27:28 sempitin lagi. Yang engkau pandang 27:30 hanyalah Allah. 27:31 Yang lainnya aku enggak pandang. 27:34 Gitu. 27:36 Tapi ada? Ada, tapi aku enggak pandang. 27:38 Itu nikmat. Yang lebih hebat lagi la 27:41 maujud illallah. Emang enggak ada semua 27:42 kok kecuali Allah yang ada. 27:45 Yang lain enggak dianggap udah. 27:46 Enggak dianggap. Nah, ah gini kan. Kalau 27:49 masih enggak dianggap itu la masyhuda. 27:51 La masyhuda. Ada tapi ane ane enggak 27:52 anggap. 27:53 Oh gitu ya. Kalau la maujud dah, emang 27:55 enggak ada. 27:57 Aji Habib. Emang enggak ada. Yang ada 27:59 cuma Allah saja. Nah. Ibarat dua kekasih 28:01 Habib, kadang-kadang Allah menyukai 28:05 seseorang. Masya Allah antum. Ibarat 28:07 dunia jadi milik berdua yang lain 28:09 ngontrak. Nah, yang lain ngontrak ya 28:10 Habib. 28:12 Begitu mungkin Habib pengibaratan. 28:14 oke. Kalau kita apa giaskan begitu, ya 28:17 ya dunia milik kita yang lain ngontrak. 28:19 Masih masyhur. Nah, itu berarti apa? 28:21 Berarti masih ada yang lain. Hanya 28:23 mereka numpang sama kita. 28:25 Tapi lebih tinggi lagi, enggak ada 28:27 kecuali nama ente. 28:29 Yang lain enggak ada enggak ada kok ane. 28:30 Nah, bukannya ane enggak mandang kecuali 28:32 ente. 28:33 Kalau enggak mandang kecuali ente 28:34 berarti yang lain ada tapi ane enggak 28:36 pandang. Ini kagak, enggak ada sama 28:37 sekali. 28:38 Enggak ada, yang ada cuma ente. 28:40 Segala sesuatu yang dilihat adalah 28:42 Allah. 28:42 Adalah Allah Ta'ala. Nah kayak gitu. 28:45 Dan ini subhanallah apa namanya Dalam 28:47 beberapa 28:48 utaran apa namanya? 28:50 Ucapan ulama tasawuf, itulah yang mereka 28:52 tidaklah aku 28:54 apa namanya? 28:55 Bernafas melainkan di situ senantiasa 28:57 aku apa namanya? Ingat kepada Allah dan 28:59 tidaklah melihat perkara kecuali di situ 29:01 aku melihat Allah makhluk, maksudnya 29:02 melihat kekuasaan Allah di situ, melihat 29:04 kebesaran Allah di situ. Seperti kata 29:06 Syekh Syekh Abu Bakar bin Salim, ha 29:07 kata. 29:08 Aduh. Ha katanya mar ra itu syai illa ra 29:11 itu Allah qablahu au ba'dahu au fihi. 29:13 Tidaklah aku memandang ke perkara 29:15 melainkan aku pandang kebesaran Allah. 29:18 Pandang Allah ta'ala, maksudnya pandang 29:19 kebesaran Allah. Ketika melihat perkara 29:21 itu ataupun sebelumnya ataupun 29:22 setelahnya. 29:23 Jadi mereka kalau melihat apapun yang 29:24 mereka lihat adalah hakikat daripada 29:26 kebesaran Allah ta'ala. Semua ini 29:28 cerminan daripada keindahan Allah 29:30 ta'ala. 29:31 Ha, jadi jadi 29:33 semua dunia ini cermin. 29:35 Kalau kita lihat oh bagus banget. 29:38 Ini cerminan daripada keindahan Al Bari 29:40 jalla jalaluh wa hakaza. 29:42 Wa hakaza. 29:43 Na'am na'am Habib. 29:45 Lailahaillallah. Nah ini 29:47 alinea pertama jadi membahas apa yang 29:49 namanya? 29:50 Eee 29:51 apa ringkasan ilmu tasawuf. 29:53 Nah beliau berkata summa qala. 29:56 Ha, di sini Imam Ghazali. Oh, ini luar 29:58 biasa. 30:00 Fadzahara li anna akhassa khawassihim ma 30:03 la yumkinul wushuli ilaihi bi ta'allum 30:05 bal bi dzauqi wal hal wa tabadduli 30:07 shifat. 30:09 Telah nampak bagiku bahwasanya akhassa 30:11 khawassihim kalangan khusus daripada 30:15 ulama-ulama khususnya tasawuf 30:18 itu perkara 30:20 la yumkinul wushuli ilaihi bi ta'allum 30:22 yang tidak mungkin kita sampai kepadanya 30:24 dengan belajar. 30:25 Jadi memang ilmu tasawuf itu bukan ilmu 30:28 yang dipelajari atau materi yang 30:29 dihafalkan, bukan. Bal bi dzauqi wal hal 30:32 wa tabadduli shifat, akan tetapi 30:34 hakikatnya adalah bi dzauqi. 30:36 Dzauqi merasapi. 30:39 Kita rasa, wal hal dan hal keadaan. 30:42 Wa 30:43 sifat dan pergantian sifat. 30:46 Baru namanya tasawuf wahakaza. Makanya 30:48 di sini ee tanda kedua perihal penyucian 30:51 hati setelah tanda pertama 30:53 ilmu, betul harus punya ilmu yang luar 30:56 biasa. Tapi cukupkah? Enggak. Tasawuf 30:58 ini bukan kayak ilmu yang lain dihafal 31:00 enggak enggak. 31:01 Tasawuf 100% praktekkan. 31:03 Wahakaza. Nah, beliau bilang di sini. 31:06 Ini keren. Wakaminnal fargi antak alama 31:09 hadas siha wahadas siha waasbabihima 31:11 wasyurutihima wabaina antakuna sihan 31:14 wasyabaana. 31:15 Berapa jauh perbedaan antara hadas siha 31:19 engkau mengetahui ee apa namanya 31:23 ee pengertian kesehatan. 31:25 Apa sih deskripsi kesehatan? Sehat 31:28 adalah begini begini begini, oke. 31:29 Wahadas siha engkau mengetahui ee arti 31:32 daripada kekenyangan. 31:34 Waasbabihima penyebab-penyebabnya dan 31:36 syarat-syaratnya. Beda antara engkau 31:39 yang sehat dan engkau yang yang kenyang. 31:42 Ah, jadi gini. Kalau ada orang nih, Bib. 31:44 Ada orang lapor ya, laper dia enggak 31:46 makan. 31:48 Kita bilang ente tahu enggak ee ee 31:51 ee rasa kenyang? Tahu. 31:53 Oke, zen. 31:55 Gimana tuh kalau bisa kenyang? Ya, harus 31:57 makan banyak harus ini harus itu. Tamam. 31:59 Ee biar enggak laper gimana? 32:02 Ee dijelasin sama dia. 32:04 Tapi dia lagi kelaparan sekarang. 32:05 Iya kan? 32:07 Ada satu orang dia udah kenyang. 32:11 Ditanya gimana sih cara kenyang? Enggak 32:13 tahu, yang penting saya kenyang 32:14 sekarang. Jauh dua dua antara dua ini. 32:16 Jauh banget. Jauh banget. Yang satu udah 32:19 ngalamin laper 32:20 Jauh banget. Yang satu cuma tahu 32:21 deskripsinya. Naam. 32:24 Yang tahu cuma tahu materinya, yang tahu 32:26 benar-benar tenggelam di situ. Yang 32:28 kedua ini. Juga perihal kesehatan. 32:31 Ee apa namanya gimana sih cara sehat? Oh 32:34 iya, harus menjaga makanan harus begini 32:35 harus begitu walakhiru. 32:37 jadi tahu teori sehat 32:39 tapi dia dalam keadaan sakit 32:41 orang yang kedua, dia memang sehat, 32:43 walaupun dia enggak tahu materi sehat, 32:44 gimana caranya ente selamat dari flu 32:46 atau dari ini enggak tahu gimana, tapi 32:48 alhamdulillah jauh banget antara kedua 32:50 orang ini, beliau berkata di sini, 32:51 bahkan 32:52 yang lebih ajaib lagi kalau ente tanya 32:54 sama dokter katanya 32:59 seorang dokter 33:00 yang lagi sakit yang lagi sakit ketika 33:02 dia tertimpa sakit contohnya sehatnya 33:04 dia tahu 33:06 apa deskripsi sehat itu apa 33:09 sebab-sebabnya 33:11 tahu obat-obatnya 33:14 tapi dia enggak sehat 33:15 tapi dia enggak sehat sekarang, tapi dia 33:17 tahu syarat-syarat kesehatan apa 33:20 obat-obatnya apa 33:21 tahu, hafal, tapi dia enggak punya 33:23 kesehatan itu 33:25 nah 33:26 begitulah 33:27 orang yang menyangka ilmu tasawuf 33:29 hanyalah ilmu materi iya oh jauh banget 33:31 iya kalau ente mau mau mau nyobain, 33:35 jangan di jangan dihafal 33:38 jangan cuma di dipelajari tapi diamalkan 33:41 nah inilah 33:42 inti daripada ilmu tasawuf, beliau 33:44 ringkas di akhir kalimat 33:51 maka aku mengetahui dengan keyakinan 33:54 yang sepenuhnya bahwasanya mereka ahli 33:55 tasawuf adalah orang-orang yang 33:58 mengedepankan 34:00 hal, keadaan, bukanlah orang-orang yang 34:02 pintar ngomong 34:04 katanya bukan orang-orang yang pintar 34:05 ngomong 34:07 gitu ya 34:09 gitu ya 34:10 Allahu Akbar 34:13 gimana cara ke situ, nah beliau ini 34:15 pembahasan yang ini bagaimana cara untuk 34:16 bisa ke situ, beliau bahas di di alinea 34:19 ketiga 34:20 dan memang ringkasannya Habib, ringkasan 34:22 dari cara untuk bisa sampai ke situ, 34:25 memang di sini memang Subhanallah semua 34:27 itu pilihan dari Allah Ta'ala, 34:28 ujung-ujungnya entar pilihan dari Allah 34:29 Ta'ala, istifa 34:31 tapi istifa itu ada ada sebab 34:33 musababnya. Iya. He em. 34:35 Di antaranya tadi dengan dekatnya kepada 34:38 seorang guru, seorang Syekh. 34:39 He em. Bertarbiyah kepada mereka, maka 34:42 senantiasa melawan hawa nafsu. 34:44 He em. Berat, Bib. Berat. Berat. 34:47 Berat banget. 34:48 Berat banget. 34:49 Dan terus terus terus dilalui sampai 34:51 insyaallah. Dan beliau bahas di sini di 34:53 alinea ketiga, Sumaghal. Fama da yaqulul 34:55 ghafilun fi tariqatin taharatuhu wa hiya 34:58 awal syurutih tathhirul qalb bil 34:59 kulliyah am siwallah. 35:01 Bagaimana pendapat orang-orang apa yang 35:04 dibilang-bilang fi tariqatin dalam suatu 35:05 jalan yang mana taharatuhu ini mubtada 35:07 ini. Yang mana tahara adalah awal 35:09 syaratnya adalah menyucikan hati bil 35:12 kulliyah 100% am siwallah dari selain 35:16 Allah. 35:17 Ini langkah pertamanya. 35:18 He em. 35:20 Waduh. Ini tinggalin itu semua tuh. Iya. 35:23 Ya Allah. Selain Allah, selain Allah. 35:27 Di antara selain Allah adalah ilmumu. 35:31 Di antara selain Allah adalah 35:32 pemikiranmu. 35:34 Apalagi dunia. He em. Jelas. 35:36 Di antara selain Allah adalah dirimu. 35:39 Tinggalkan itu semua. 35:41 Nah, tathhirul qalb am siwallah. 35:43 Kemudian umiftahuha, ini kan langkah 35:45 pertama nih. Kemudian kuncinya al jari 35:48 minha majra tahrimi nas salah, kunci 35:51 yang persis seperti 35:53 apa namanya kalau salat itu kunci masuk 35:55 salat adalah takbiratul ihram kan. Nah, 35:58 eh kunci al jari yang persis di sini 36:01 seperti perihal takbiratul ihram dalam 36:04 salat adalah apa? Istighra gal qalb bil 36:06 kulliyah bidzikrillah. Oh. 36:08 He em. Kalau orang salat masuk salat 36:11 dengan takbir Allahu Akbar baru dia 36:12 masuk salat. Sebelum takbir belum masuk 36:14 salat. 36:15 He em. Kalau ilmu tasawuf, kalau tasawuf 36:17 bagaimana orang eh masuk tasawuf? 36:20 Kuncinya apa? 36:21 Apa ini takbiratul ihramnya? Ayo, beliau 36:25 bilang takbiratul ihramnya adalah 36:26 istighraqun qalb bil kulliyah 36:28 bidzikrillah, tenggelamnya hati ini 36:31 100% dengan dzikirnya kepada Allah 36:32 Ta'ala. 36:34 Istighraq, mustaghriq, mustahdir 36:35 bidzikrillah. 36:37 Yang diingat cuma Allah Ta'ala. 36:39 Istighraq. 36:41 Istighraq itu artinya sudah tenggelam 36:42 Habib ya, sudah senantiasa dia dalam 36:44 dzikir, dalam dzikir terus dan enggak 36:46 pernah luput dari 36:47 dzikir Allah Ta'ala, enggak pernah 36:48 ghoflah hatinya. Hatinya enggak pernah 36:51 ghoflah. Walaupun dari segi dzahirnya 36:53 dia ngomong sama kita ya kadang 36:56 dia ngobrol sama orang lain, tapi 36:57 hatinya enggak pernah luput dari Allah 36:59 Ta'ala. 37:00 Itu istighraq. 37:01 Istighraqul qalb bil kulliyah 37:02 bidzikrillah. Oke, ini tekan takbiratul 37:04 ihram. 37:06 Akhirnya apaan? 37:07 Wa akhiruha al fana bil kulliyah fillah. 37:11 Nah, kalau akhirnya ilmu tasawuf adalah 37:13 al fana, menjadi fana, ngilang. Bil 37:16 kulliyah, 100%. Fillah dalam 37:20 apa namanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 37:22 Sudah ngilang, tenggelam. Tenggelam di 37:23 mana? 37:24 Dalam cinta Allah, tenggelam dalam 37:27 rahmat Allah, sudah ngilang semua. 37:29 Hatta dirinya pun hilang. 37:31 Hatta dirinya ini 37:33 Ini kalam kayak gini kalam tinggi Habib 37:34 sebenarnya, masya Allah. 37:36 Haza ajib. Beliau bilang wa haza 37:38 akhiruha bil idhofah ila ma ila ma yakad 37:40 yadkhul tahtal ikhtiyar wal kasb min min 37:42 awa'iliha. 37:44 Dan ini adalah akhirnya, di ditambahkan 37:47 juga ee 37:48 perihal yang yang yang memang tidak 37:50 masuk dalam apa namanya di bawah 37:53 ikhtiyar kita, daya upaya kita, wal kasb 37:56 dan apa namanya ee ijtihad kita min 38:00 awa'iliha dari awal-awalnya. Maksudnya 38:01 apa? 38:03 Ini sebenarnya ilmu tasawuf nih. 38:05 Yang ini adalah murni apa namanya 38:08 pilihan dari Allah Ta'ala. Lah, sebelum 38:10 itu apa? Contohnya kita baca kitab ini 38:12 atau kita kaji kitab-kitab ilmu tasawuf 38:14 yang lain 38:15 itu masih ikhtiyar, masih kasb. 38:17 Sebenarnya kata Imam Ghazali itu belum 38:19 sih, belum masuk dalam kategori tasawuf 38:21 sebenarnya. Lah, itu apa lalu? Beliau 38:23 bilang, "Wahiyal tahqiq awwalut thariqah 38:25 wama qabladzalika kaddihlis lisalik 38:27 ilaiha." Ehm. Yang mana? Yang tadi 38:29 perihal kita bahas tadi masalah 38:31 istighraqul qalb, tenggelamnya hati 38:32 dalam eh apa dalam zikir Allah Ta'ala, 38:35 al fana billah. Itu hakikat tasawuf. 38:38 Sebelumnya itu 38:40 adalah kaddihlis. Dihlis ini apa 38:42 namanya? Eh kalau kita masuk rumah, Bib. 38:44 Ehm. Eh sebelum pintu ada halaman. Nah 38:49 itu halaman tuh dihlis namanya. Ehm. 38:51 Teras. 38:51 Teras. 38:52 Teras, dihlis ayyuh. Jadi kayak ginian, 38:55 kita kita mengkaji ilmu tasawuf, 38:57 bermujahadah dalam ilmu tasawuf ini 39:00 mematahkan hawa nafsu, melawan hawa 39:03 nafsu, wah ruwet, berusaha menyucikan 39:06 hati dari perkara yang keji, dari 39:08 ta'alluq dengan dunia, itu masih teras. 39:11 Loh. Kuncinya apa? Nah kunci tadi. Udah 39:14 kelar semua, 39:16 dibersihin semua hati dari selain Allah 39:17 Ta'ala, baru tak kebuka tuh kunci. 39:20 Baru entar masuk dalam apa namanya dalam 39:23 alam 39:25 tenggelam dalam lautan zikir. 39:26 Ehm. Masuk lagi entar dalam al fana 39:29 billah dan terus begitu dan tiada 39:30 akhirnya. 39:32 Wa anna ila rabbikal muntaha dibilang. 39:34 Wa anna ila rabbikal muntaha idzan fala 39:36 muntaha wahakaza. Nah ini, Bib. 39:38 Eh intaha, nah sampai di sini eh selesai 39:41 nukilan Sayyidil Habib Umar eh dari 39:43 kitab al munqidz min ad min ad dzalal. 39:46 Oke. Di sini ditutup dengan eh dua bait 39:50 eh, dua abyat. Yang pertama dari Imam 39:53 Abu Bakar Adni al Idrus yang ke yang 39:55 kedua dari Imam al Haddad. Beliau 39:56 berkata, "Wafi taqrir anna matmah 39:58 nadharihim." 40:00 Dalam penjelasan, taqrir penjelasan, 40:02 bahwasanya matmah nadharihim pandangan 40:04 utama 40:05 ulama tasawuf adalah ilal qalb ke hati 40:08 wal haqaiq dan hakikat. Bukan ke 40:10 madhahir, bukanlah pandangan mereka ke 40:11 madhahir, ke apa namanya eh 40:15 simbol-simbol yang dzahir was suwar 40:17 gambaran-gambaran. He eh. Jadi memang 40:19 berapa kali kita tekankan apa namanya 40:21 tasawuf enggak bisa dipandang dengan 40:23 dengan perihal yang lahiriah. He eh, 40:25 yang tampak nya. 40:26 Yang yang nampak, enggak bisa. 40:28 Orang kalau kita bilang tasawuf, oh 40:30 langsung kebayang. Habib kebayang? 40:32 Laki-laki pakai peci yang panjang tuh, 40:35 pakai rok muter-muter. 40:37 Itu tasawuf? Bukan sama sekali. 40:39 Itu budaya. Iya. 40:41 Budaya Turki contohnya, budaya apa gitu. 40:44 Habib tasawuf, tasawuf tuh berarti orang 40:46 yang compang-camping, bolong-bolong 40:47 bajunya. 40:49 Gembel. He eh. Bukan juga. Bukan juga. 40:51 Bukan. 40:53 Ada tasawuf orang kaya raya, raja 40:56 bertasawuf. Banyak kayak gitu. He eh. 40:59 Wah gitu. 41:01 Jadi enggak bisa dipandang dengan 41:02 lahiriah tuh enggak bisa sama sekali, 41:03 enggak klop. Dan urusannya masing-masing 41:05 ya Bib, enggak bisa kita menilai orang 41:06 lain. Bisa Habib, ini titik utamanya. 41:09 Bisa Habib, enggak bisa kita memvonis, 41:11 wah enggak bisa. 41:13 Kita diwajibkan untuk husnudzon kan. He 41:15 eh. Betul, diwajibkan untuk husnudzon. 41:17 Dan memang tokoh-tokoh yang Allah Ta'ala 41:19 nampakkan mereka 41:20 dengan kesalehan mereka lebih ditekankan 41:23 lagi kita untuk ber-berhusnudzon kepada 41:24 mereka. He eh. Wajib husnudzon, 41:27 sangat-sangat wajib begitu. Eh enggak 41:29 kita su-suudzon. 41:30 Tapi untuk eh mengaku-ngaku ataupun 41:33 menggambarkan tasawuf dengan gambaran 41:34 yang kayak tadi, wah itu mah eh berarti 41:37 belum kenal apa itu apa itu hakikat 41:39 tasawuf. 41:40 Tapi kan untuk nyari guru gimana Bib? 41:42 Kan kita Allahu Akbar, nah Jamil Jiddan. 41:45 Untuk cari guru di mana? Nah itu dia 41:46 Habib. Apa namanya? Nah ini ajib. 41:49 Penilaian murid kepada sang guru. 41:51 He eh. 41:51 Itu ada. 41:53 Tapi dalam perihal ilmu syariah yang 41:55 dzahir. He eh. Itu betul sangat 41:56 ditekankan. Ini kan kalau mau cari guru, 41:58 cari guru yang bersanad. 42:00 Wah yang benar-benar jujur. Ini kan 42:03 ceritanya cerita siapa? Cerita Imam Al 42:04 Bukhari. 42:05 He eh. 42:06 Al Bukhari dengar, di sono katanya ada 42:08 di Khurasan. 42:09 Ada seorang Syekh yang punya hadis 42:12 dengan sanad yang tinggi. 42:13 Masya Allah yang Bukhari 42:15 enggak tanggung-tanggung disamperin sama 42:16 dia. 42:18 Pas nyamperin ke guru itu ketemu, dia 42:20 lihat 42:21 itu apa namanya yang ahli hadis itu guru 42:24 hadis itu 42:25 ngasih makan ayam. 42:27 Tapi ngasih makan ayam itu dideketin 42:29 ayamnya tapi kosong tangannya kruk kruk 42:31 kruk kruk gitu apa namanya? Kruk kruk 42:33 kruk gitu ya. Iya iya. Heeh. Patok 42:35 patok. 42:36 Gitu ya pokoknya. 42:37 Biar ayamnya datang baru dikasih makan 42:39 tapi tangannya masih kosong. Heeh. 42:41 Langsung di-cut sama yang Bukhari, nah 42:43 enggak mau enggak mau belajar sama dia. 42:46 Apaan? 42:47 Dia berani bohong sama ayam. 42:49 Iya, aku enggak percaya kali aja bisa 42:52 dibohongin sama Rasulullah. Heeh. Untuk 42:54 apa namanya dalam hadis-hadisnya. 42:56 Nah begitu. Itu penting. 42:58 Menilai seorang guru, eh tanya dulu 43:00 gurunya besar bersanad enggak? Ente 43:01 belajar dari mana? Heeh. Eh sanadnya 43:03 apa? Bagaimana sanad keilmuannya dan 43:05 memang sanad itu sanad-sanad yang utama 43:07 kalau laulal isnad lagala man syaa 43:09 masyaa katanya. Heeh. Abdullah bin 43:11 Mubarak. 43:12 Kalau bukan karena sanad banyak orang 43:14 bakal ngawur ngidul ngomong, mana 43:15 sanadnya? Heeh. 43:17 Dalam perihal ilmu zahir 43:19 perlu dan penting apa namanya kita 43:21 mencari kita mencari. Heeh. Dan menilai 43:24 guru yang mana yang pantas yang mana 43:25 yang tidak. Heeh. Ambil 43:27 in hadal ilm in hadal ilm madin fanduru 43:29 aman takhuzuna dinakum dalam asarkan. 43:32 Ilmu ini adalah agama maka kalian harus 43:34 cari dari siapa engkau kau mengambil 43:37 agama ini. 43:39 Dalam ilmu tasawuf, nah ini kalau 43:41 seandainya seorang murid jujur Bib ya. 43:42 Heeh heeh. Shiddiq kalau dalam bahasa 43:44 bahasa mereka. 43:45 Pasti Allah Ta'ala akan sampaikan dia 43:47 kepada seorang murabbi tadi seorang 43:48 seorang guru. Heeh. Wah hebat. 43:50 Heeh langsung tahu-tahu dideket sama 43:53 seorang 43:54 yang 43:55 yang ini patokan untuk kalau kita mau 43:56 ngukur nih 43:58 siapa sih yang kita pantat pantas kita 44:00 jadikan seorang guru dalam ilmu tasawuf 44:03 yang Syekh orang ini berkata. 44:05 Seorang guru dalam ilmu tasawuf adalah 44:07 seorang yang sudah sempurna dalam 44:09 pengamalan ilmu syariat zahirnya. 44:12 Berarti masya Allah, ilmu syariat 44:14 zahirnya sudah masya Allah banget, alim 44:16 berarti. 44:17 Enggak tanggung-tanggung. Harus alim 44:19 dulu, pertama. Dan engkau bisa 44:21 mentauladaninya 44:23 dalam tiap-tiap gerak-geriknya. Nah, 44:25 itu. 44:28 Nah, itu dia. 44:29 Kalau ente lihat dia nih, gimana dia 44:31 bangun tidur. 44:32 Gimana dia makan, gimana dia wudu, 44:34 gimana dia sama keluarga, gimana dia 44:36 jalan ke sana sini. 44:38 Kalau kita yang niru dia, enggak bakal 44:40 kita salah. Karena hakikat dia adalah 44:42 sunah semua. Nah, itu baru guru namanya 44:43 itu. 44:44 Ada kayak Imam Haddad, Imam Haddad 44:46 bilang dalam hikmahnya, 44:48 seorang al alim al kamil, guru yang 44:50 sempurna adalah guru yang engkau bisa 44:53 tauladani dalam perbuatan dan 44:54 perkataannya. 44:56 Perkataan perbuatannya sama. Nah, itu 44:58 dia itu. 44:59 Allahu Akbar. 45:01 Masya Allah alazim. 45:03 Makasih. Masya Allah tabarakallah, 45:06 Habib. Oke, kita habisin dulu Habib ya, 45:08 tinggal dua bait ini. Naam. Berkata Imam 45:10 Abu Bakar Adni bin Abdullah Alaydrus. 45:17 Apakah engkau mengira bahwasanya as 45:19 sama, sama dalam masalah dalam masalah 45:21 tasawuf, sama itu kalau kita artikan 45:23 secara artinya sama itu mendengar. 45:27 Tapi dalam istilah mereka sama itu 45:28 ketika seseorang duduk, kemudian dia 45:31 dibacakan syair-syair contohnya atau apa 45:34 saja lah, qasidah-qasidah yang memicu 45:36 kerinduannya kepada Allah, itu namanya 45:38 sama. 45:40 Kalau kita sih hadroh, itu hadrohan 45:44 gitu, apa gitu. Dalam ilmu istilah 45:46 tasawuf itu yang namanya sama. 45:48 Dan sebenarnya itu sama itu maqam yang 45:49 tinggi Habib. 45:51 Beliau berkata, apakah engkau kira sama 45:53 itu adalah sama ad dufuf dengan 45:54 mendengar apa apa namanya rebana, itu 45:57 sama. 45:59 Sebenarnya sama bukan itu. 46:01 Sama adalah perihal kerinduan di hati 46:04 yang 46:05 yang yang yang yang 46:07 yang timbul ketika mendengar 46:09 lantunan-lantunan qasidah ataupun 46:11 syair-syair yang memicu kerinduan kepada 46:14 Allah Ta'ala. Jadi perihalnya perihal 46:15 hati. Bukan 46:17 bukan rebana Banjar atau rebana 46:19 Pekalongan, apalah marawisan, gambusan. 46:22 Bukan. 46:23 Itu perantara semua, hakikatnya di 46:24 hatimu. 46:25 Itu pertama. 46:29 Apakah engkau mengira bahwasanya tasawuf 46:31 adalah dengan engkau memakai baju wol 46:34 kemana-mana ping? 46:36 Atau awil wajid hu wa tasdiyah, apakah 46:39 engkau mengira juga bahwasanya tasawuf 46:40 adalah gerak-gerik? 46:42 Wa tasdiyah artinya tepuk-tepuk tangan. 46:45 Oh tasawuf apa berarti orang pada muter 46:47 tuh, pada joget-joget itu sambil 46:49 berzikir. Itu tasawuf. 46:52 Beliau berkata, "Fala ya'taqidu dzaka 46:54 illa sakhif." Tidak ada orang yang 46:55 mengira 46:57 itu tasawuf melainkan mereka orang yang 46:59 sakhif, orang yang yang sangat bodoh. 47:01 Ya, kalau seandainya orang mengira 47:03 memvonis tasawuf kayak gitu, berarti ini 47:04 yang mengira enggak tahu apa-apaan nih. 47:06 Kaji dulu, lihat dulu bagaimana itu 47:08 tasawuf itu. 47:09 Lalu apa tasawuf? Beliau bilang, 47:11 "Sama'ur rijal syuhudun wa hal." Oh 47:13 gitu. 47:15 Dalam perihal-perihal sama' yang tadi 47:17 gejolakkan hati tadi adalah syuhud, 47:19 bagaimana seorang itu me me me apa 47:22 namanya menyaksikan, bersaksi 47:24 kekuasaan Allah Ta'ala. Wa hal dan 47:25 keadaan. Bihaqil yaqin wa nafyil muhal. 47:28 Dengan keyakinan yang tinggi. Wa nafyil 47:31 muhal dan menafikan 47:33 perihal yang muhal, bisa diartikan 47:35 tempat enggak ada yang hilang. Berarti 47:37 kan semua selain Allah, itu muhal. 47:40 Menafikan semua selain Allah Ta'ala. 47:43 Lalu apa? Wa syauq dan kerinduan yang 47:45 tinggi kepada Allah. Wa dzauq dan cita 47:48 rasa li ma'nal jamal kepada makna dari 47:51 hakikat keindahan, yang mana keindahan 47:53 hakiki adalah Allah Subhanahu wa Ta'ala. 47:55 Biqalbin naqi dengan hati yang bersih. 47:57 wa jism afif dan tubuh yang yang yang 48:00 terhormat 48:01 afif 48:03 itu hakikat tasawuf masyaallah 48:04 masyaallah jazakallah gitu akhirnya di 48:06 sini wa gholimul haddad Imam Haddad 48:08 berkata maza yaqulul munkirun fiman lahu 48:11 qolbun salim apa orang akan mengingkari 48:14 bagi mereka kalangan tasawuf yang mana 48:16 mereka adalah mempunyai pertama punya 48:19 hati yang bersih itu satu 48:21 ala jamiil muslimin yang enggak punya 48:23 iri sama sekali atau kedengkian sama 48:25 sekali kebencian sama sekali atas 48:27 tiap-tiap muslim 48:28 qolbuh salim an jamiil muslimin wa 48:30 qosduh ilal maulal karim dan tujuan 48:32 utamanya adalah Allah ta'ala al maulal 48:34 karim yang maha mulia 48:36 kemudian wa ya'taqid fi nafsihi bi 48:37 annahu abdun zamim dia senantiasa 48:39 mengira dalam dirinya bahwasanya dia 48:42 adalah seorang hamba yang hina 48:45 gitu laula inayat robbihi la kana 48:47 battolan dolul kalau bukan karena 48:49 perhatian Allah kepadanya kalau bukan 48:51 karena pertolongan Allah kepadanya maka 48:53 niscaya dia akan menjadi orang yang 48:55 battol yang dolul dolul artinya orang 48:57 yang sesat battol orang yang bejat 48:59 begitu 49:01 Allah hasbi wa kafa qul mata sya'ta ya 49:02 dzal fudul cukuplah Allah ta'ala bagiku 49:04 qul mata sya'ta terserah engkau mau mau 49:06 mau bilang apa ya dzal fudul wahai orang 49:08 yang mempunyai kefudulan kalau terserah 49:11 ente mau bilang apa tapi ini hakikatnya 49:13 tadi di sini Imam Haddad bilang itulah 49:16 pertama hati yang bersih yang enggak 49:18 punya kebencian kepada kaum muslimin dan 49:21 tujuannya adalah kepada Allah kepada 49:22 Allah ta'ala dan senantiasa dia tawaduk 49:24 dia bilang ini semua bukan dari daya 49:26 daya upayaku semua ini murni dari Allah 49:28 ta'ala kalau bukan karena Allah yang 49:29 menolongku aku akan sesat nah 49:33 nah begitulah Habib nah ini mungkin 49:34 ringkasan pembahasan kita ya untuk apa 49:37 namanya poin kedua ini 49:40 masyaallah ya Habib insyaallah Habib 49:41 wallahu a'lam bishawab Allah Allahumma 49:44 ja'alna 49:45 min Allahumma rzuqna qolbun salim 49:47 amin insyaallah ya robbal alamin karena 49:49 satu-satunya tiket kita buat ke surga 49:52 itu 49:52 Heeh. qalbun salim 49:54 illa man atallah qalbun salim Allah 49:56 Subhanahu Wa Ta'ala berfirman yauma la 49:58 yanfa'u malun wala banun 50:00 Nah. pada hari itu tidak akan tidak 50:02 bermanfaat harta kita dan anak-anak kita 50:04 Sebab itu Habib. 50:05 anak kita yang kita banggakan, kita 50:07 didik dari kecil kita banggakan 50:09 Enggak memberikan manfaat. 50:12 qalbun salim 50:16 Mal dan banun itu kinayah, dia bilang. 50:19 Mal artinya hak harta kan, banun anak. 50:22 Dua perkara ini perihal apa namanya 50:26 kalau mal perihal yang 50:28 material apa namanya umum apa namanya 50:30 apa namanya harta marta 50:33 jabatan di dunia 50:36 Banun pun perihal yang bernisbat 50:38 kepadamu 50:40 anakmu 50:41 ilmumu, pengetahuanmu semua akan enggak 50:43 bermanfaat semua itu 50:46 Dua itu kinayah amma siwallah ya Habib. 50:49 Semua selain Allah 50:50 Kecuali satu qalbun salim tadi. 50:54 Ya Karim ya Karim. Ya Allah ada beberapa 50:57 kita sapa dulu beberapa pendengar 50:59 YouTube Ada Jefri, ada Ki TV, ada 51:02 Muhammad Ajid, RSPP masya Allah ini 51:05 Muhammad Ajid ini salah satu karyawan 51:08 kita abangnya lagi dirawat di rumah 51:10 sakit. 51:12 Mudah-mudahan diberi kesehatan masya 51:13 Allah. Ada Via Subiyak 51:15 Ada Hafid Al Floresi orang Flores tapi 51:19 dia menyimak dari Sukabumi 51:22 di Depok Ada seperti biasa masya Allah 51:25 pendengar setia Habib Mustofa ini Ibu 51:27 Nur Jannah binti Madyo dari Singapura. 51:30 Masya Allah tiap minggu tiap minggu 51:32 beliau mendengarkan masya Allah 51:33 jazakallah khair salam buat teman-teman 51:36 di Singapura Baik ikhwan akhwat yang 51:37 ingin bertanya silakan kirimkan pesan 51:40 Anda ke 08111999720 51:46 atau bisa telepon ke 021 8451512. 51:51 Kami akan kembali setelah jeda lagu 51:53 berikut ini. 52:40 Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat 52:43 perhatian Allah dan Rasul-Nya. 52:46 Jika perhatian dari atasan, pejabat, dan 52:50 orang-orang yang berkuasa saja sudah 52:52 bisa membuat kita kegirangan. 52:55 Bagaimana jika perhatian itu datang dari 52:58 pencipta alam semesta beserta ciptaannya 53:01 yang paling indah, yaitu Baginda Nabi. 53:06 Apalagi yang kita cari di dunia selain 53:08 dua hal tersebut. 53:15 Perhatian tadi bisa didapat hanya jika 53:18 kita beramal saleh, apapun bentuknya. 53:21 Bisa dengan tenaga, harta, pemikiran, 53:25 dan lain sebagainya. 53:28 Namun amalan yang paling menyenangkan 53:30 Baginda Nabi adalah memperjuangkan 53:34 ajarannya, meneruskan perjuangan beliau 53:37 berdakwah di jalannya. 53:43 Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar 53:46 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasiltv 53:50 bersama-sama berjuang bersama Radio 53:52 Silaturahim dengan berdonasi ke nomor 53:55 rekening berikut. 55:32 Rasiltv 55:55 Assalamualaikum warahmatullahi 55:56 wabarakatuh ikhwan akhwat yang dirahmati 55:58 Allah subhanahu wa taala kembali lagi 56:00 bersama kami di kajian tasawuf ada Ondy 56:03 kameramen dan juga Anis di meja operator 56:05 dan seperti biasa ikhwan akhwat kita 56:07 ditemani oleh Sayyid Ahmad Mujtaba bin 56:10 Shahab yang menjelaskan kitab Mahiyatut 56:13 Tasawuf. Bagi ikhwan akhwat yang ingin 56:14 berdiskusi silakan kirimkan pesan Anda 56:18 ke WhatsApp di nomor 08111 56:21 999720 56:24 atau bisa telepon komunikasi langsung 56:27 karena ini hari ini secara langsung ke 56:28 021845 56:31 1512 56:32 Habib sudah banyak eh sudah 56:34 alhamdulillah sudah banyak banyak 56:35 pertanyaan yang masuk Bib masyaallah eh 56:38 di Sabtu pagi ini di weekend di mana 56:42 orang pada santai apa di rumah liburan 56:46 alhamdulillah beberapa ikhwan akhwat 56:47 rajin buka lagi majelis taklim 56:49 masyaallah 56:53 masyaallah amin Habib ada pertanyaan 56:56 dari Pak Adi PS monggo Assalamualaikum 56:59 Habib mana yang lebih utama kita jaga 57:02 salat atau hati syukron Bang Adi di 57:04 Pasar Minggu 57:06 kaitannya 57:08 kaitannya minggu lalu gimana amal kita 57:11 mempengaruhi hati kita masyaallah antum 57:14 syawa Habib syawa syawa 57:16 ini jazakumullah khair yang nanya Pak 57:18 Adi dari dari Pasar Minggu dari Pasar 57:21 Minggu dari iya Pasar Minggu eh tetangga 57:23 tetangganya 57:26 Pejaten di Pejaten ahlan wa sahlan 57:28 hayyakumullah Pak Adi 57:29 eh Mas apa soalnya gimana yang lebih 57:32 utama menjaga hati atau menjaga salat? 57:35 Oke. 57:36 Jawabannya begini. 57:38 Tidak bisa kita bilang menjaga hati 57:40 lebih utama dari salat ataupun salat 57:42 lebih utama dari jaga hati karena 57:44 bilamana hati bersih maka itu akan 57:47 menjadi pacuan utama untuk salat. 57:51 Dan ketika seorang mendawami salat maka 57:54 itu adalah tanda dari kebersihan 57:56 hatinya, begitu. 57:58 Jadi dua ini adalah dua cermin untuk 58:02 satu benda. 58:04 Gitu ya. 58:05 Dua kaca di sini. 58:08 Tapi yang dipantulin ya satu ini, pulpen 58:10 contohnya. 58:11 Ini pulpen ente bisa lihat di kaca di 58:12 sini, ente juga lihat di kaca di kaca di 58:14 sini. Pas kita lihat kayaknya lain, pas 58:17 oh satu sama tapi kacanya dua. Nah, 58:19 begitulah perihal amal lahiriyah sama 58:21 amal batiniyah sebenarnya. 58:24 Amal batiniyah yang benar akan 58:25 menghasilkan amal lahiriyah yang benar. 58:28 Begitu pula sebaliknya amal lahiriyah 58:30 zahiriyah yang benar itu tanda daripada 58:32 kebenaran hati. Kalau kita lihat inna 58:34 sholata tanhaa nil fahsya iwal wal 58:36 munkar. Salat itu akan mencegah kalian 58:39 dari perbuatan yang keji dan 58:42 kemungkaran. Tapi banyak orang salat 58:44 tapi masih masih maksiat. Nah, berarti 58:46 ini 58:47 enggak sempurna salatnya. Apa yang 58:49 menghalanginya Bib? Oke, banyak sekali 58:51 yang menghalangi dari 58:52 salat itu bisa untuk mencegah kita dari 58:54 perihal yang keji. 58:56 Pertama teman dari segi zahirnya Bib ya, 58:59 beresin dulu rukun-rukunnya salat, 59:01 syarat-syaratnya salat. Itu pengaruh? 59:03 Pengaruh banget. Nah, ini pertama Habib. 59:05 Dari wudunya bahkan, dari wudunya bahkan 59:08 ketika kita mau salat itu 59:10 kita mulai start nih dari wudunya bahkan 59:12 dari sebelumnya pas kita mau wudu. Iya 59:14 kan? Nah, itu ceritanya Sayyidina Ali 59:15 Zainal Abidin 59:17 Ibnu Husein beliau berkata beliau kalau 59:19 apa namanya, kalau mau salat wudu 59:21 biasanya pingsan. 59:24 Orang bingung, ini ngapain Bib? Ya Imam 59:26 kok pingsan sering pingsan pas wudhu? 59:27 Iya kata beliau. Dia bilang, "Atadrib 59:29 bainayadai man saagum? Engkau engkau 59:32 engkau enggak tahu sebentar lagi aku 59:34 akan menghadap kepada siapa?" 59:37 Jadi khusyuknya itu bukan cuma pas 59:38 salat. Pas wudhu sudah khusyuk, sampai 59:40 gemetaran takut sampai pingsan 59:41 kadang-kadang. 59:42 Ini aku bentar lagi menghadap Allah nih. 59:44 Itu lagi wudhunya itu. Sampai merah 59:46 mukanya kadang-kadang. Pingsan wah kata 59:48 beliau. 59:49 Ini pertama. 59:51 Jadi diberesin dulu perihal yang apa 59:52 namanya itu? Rukunnya, syarat-syaratnya, 59:54 adab-adabnya dari wudhu sampai salat. 59:56 Yang kedua juga perihal kekhusyukan 59:58 jelasnya. Ah jelas banget kalau salat 1:00:00 yang khusyuk 1:00:01 apa namanya? Eh 1:00:03 itulah yang akan menjadi pencegah. Tapi 1:00:05 kalau salatnya enggak khusyuk masih 1:00:07 khayal-khayal 1:00:08 itu hanya gambaran salat yang mana 1:00:09 khusyuk adalah ruh dari 1:00:11 salat itu, keikhlasan. 1:00:13 Juga yang paling penting di sini yang 1:00:15 yang yang yang yang ini bagi kita lah. 1:00:17 Eh tidak menganggap salat sebagai beban. 1:00:22 Banyak kalau bahasa orang sekarang Bib. 1:00:24 Yuk salat yuk. Biar lega. 1:00:26 Baik kan salat karena sudah waktunya. 1:00:28 Salat salat dulu deh biar lega deh kita 1:00:30 ngobrolnya. 1:00:31 Jadi seakan-akan salat bagaikan beban 1:00:33 tuh. 1:00:34 Beban udah kelarin dulu kelarin beban 1:00:35 ini ah baru eh gitu. Lega. 1:00:38 Itu 1:00:39 itu 1:00:41 eh kita ngaku Bib ya jujur ya kadang 1:00:43 gitu na'am. Berarti kita masih 1:00:45 menganggap salat adalah suatu beban. 1:00:48 Iya kan? Padahal Nabi Alaihisalam 1:00:49 bersabda "Wajui'lat gurratu'aini fis 1:00:51 salah." Dan dijadikan penyejuk mataku 1:00:54 dalam salat. Kata Nabi Alaihisalam. 1:00:55 Salat yang semestinya kita nanti-nanti 1:00:57 bukan kita jadikan beban pengen kelar 1:01:00 pengen beres. Uh kita enggak sabar nih 1:01:02 kapan nunggu salat. 1:01:04 Nah ketika terjadi terja apa namanya? 1:01:06 Terlaksana salat seperti itu eh 1:01:08 dilaksanakan dengan semua bagus 1:01:10 rukunnya, syaratnya, adab-adabnya dari 1:01:12 awal wudhu 1:01:14 apa namanya? Terus apa? Eh 1:01:16 adab akhlaknya, khusyuknya, dan dia 1:01:19 salat dengan penuh kerinduan 1:01:21 nah itu akan berdampak ke mana? An nahyi 1:01:23 anil fahsya wal munkar. Ehm. Mencegah 1:01:25 perbuatan keji dan kemungkaran. 1:01:27 Kemungkaran. Nah ini adalah cerminan 1:01:29 daripada hati yang bersih. Wah akal 1:01:31 enggak mungkin orang bisa khusyuk apa 1:01:33 kecuali memang sudah kosong polong 1:01:34 hatinya. Yang ada cuma Allah Ta'ala jadi 1:01:36 dia enak khusyuk tenang gitu. Makanya 1:01:38 perihal lahiriyah dan bathiniyah itu 1:01:41 adalah dua 1:01:43 hakikatnya dua cermin bagi satu benda. 1:01:46 Na'am. Makanya ketika orang 1:01:49 hatinya contohnya enggak apa-apa yang 1:01:51 penting hati bersih. Waduh. Ada lihat 1:01:53 kayak yang dibahas kemarin kan. 1:01:56 Lihat pandangan yang haram enggak 1:01:57 apa-apa ane hatinya bersih. Ehm. 1:02:00 Kok bisa hati bersih tapi lihat pandang 1:02:02 haram. 1:02:04 Maksudnya enggak nafsu kali ya enggak 1:02:05 syahwat kali. Tapi hakikatnya ketika 1:02:08 orang melihat pandangan yang haram 1:02:09 dengan ketenangan Ehm. itu cerminan 1:02:11 bahwasanya hatinya kotor. 1:02:12 Kotor. Iya gitu. Ketika orang tidak 1:02:15 mengutamakan sholat berarti cerminan 1:02:17 jadi enggak bisa orang ngaku hati bersih 1:02:18 tapi enggak sholat. Ehm. Enggak enggak 1:02:20 sempurna sholatnya. Ataupun ane yang 1:02:22 penting sholat aja deh yang penting yang 1:02:24 hati enggak enggak ane urus ya enggak 1:02:26 bisa juga. 1:02:27 Walau ini ajib haza ajib. Walau di sini 1:02:29 begini. 1:02:31 Perihal hati itu susah Habib. Ehm. 1:02:32 Waduh. 1:02:33 Susah banget. Harus kita kontrol terus 1:02:36 kita pantau terus dan harus begitu. 1:02:38 Perhatikan hatimu. 1:02:39 Tapi betul ibadah lahiriyah 1:02:40 penting-penting. 1:02:42 Gini alaina 1:02:47 apa namanya alaina surah walallahil 1:02:49 hakikah. Ini bilang itu ujungnya udah. 1:02:52 Ya Allah 1:02:54 kami mampu untuk mendirikan 1:02:56 gambaran-gambaran gambaran ini. Ya Allah 1:02:57 kita nih ini gambarnya sholat ya Allah. 1:02:59 Ehm Ini gambarnya puasa. Hakikatnya 1:03:02 gimana? Ya udah 1:03:03 Engkau yang nanganin. 1:03:05 Nah itu. 1:03:06 Alaina surah alaina surah walallahil 1:03:08 Hakikah. Bukan berarti sudah hakikah 1:03:10 sudah enggak peduli sama sekali enggak. 1:03:12 Saking capeknya kita mengontrol hakikah 1:03:15 ini di hatinya 1:03:16 kita serahkan kepada Allah. Nah ketika 1:03:17 itu dibantu sama Allah Ta'ala. 1:03:19 Masya Allah. 1:03:20 Jadi, intinya tadi Habib untuk 1:03:21 pertanyaan Pak Ari tadi, tidak bisa kita 1:03:24 bilang mendahulukan ini atau itu. 1:03:26 Keduanya harus berjalan bareng artinya. 1:03:28 Karena hakikatnya dua ini, shalat sama 1:03:30 hati atau shalat sama yang lainnya, 1:03:32 perihal lahiriah itu, sama hati perihal 1:03:34 batiniah adalah dua cermin untuk satu 1:03:36 hakikat yang sama. 1:03:38 Oke, ya khair ya khair Habib. 1:03:40 Saya ingat sebuah cerita Habib, ada 1:03:42 seorang bertanya kepada gurunya, "Guru, 1:03:45 mana yang lebih baik? Ini ada orang 1:03:47 shalat tapi 1:03:49 tapi perilakunya buruk, terus ada orang 1:03:51 yang perilakunya baik tapi enggak 1:03:53 shalat." Nah, gimana jawabannya itu? 1:03:55 Kata gurunya, 1:03:56 kata gurunya, 1:03:57 "Dua-duanya baik. Yang shalat akan 1:03:59 diberi hidayah sama Allah, akan 1:04:01 diperbaiki sehingga perilakunya jadi 1:04:03 baik. Orang yang hatinya baik, berbuat 1:04:05 baik kepada orang, akan diberi hidayah 1:04:07 juga sama Allah sehingga dia 1:04:10 nanti mau belajar, terus nanti mau 1:04:12 shalat. 1:04:13 Lantas siapa yang enggak baik? Yang 1:04:15 enggak baik adalah kita 1:04:17 yang ngomongin orang lain tanpa melihat 1:04:20 diri sendiri." 1:04:22 Keren keren keren ini, sisi pandang 1:04:24 positif yang bagus banget, 1:04:27 bagus banget. Hada ajib, keren. 1:04:29 Jadi, yang buruk kita ini yang yang 1:04:31 nilai orang ya. Yang nilai orang lain 1:04:32 tanpa memperdulikan diri sendiri padahal 1:04:35 hisab masing-masing. Iya tapi mungkin 1:04:38 buat pembelajaran. Kemudian Habib ada 1:04:41 pertanyaan dari YouTube nih dari dua 1:04:43 orang sebenarnya tapi kita rangkai jadi 1:04:45 satu pertanyaan dari Sarjono John dan 1:04:47 AR. 1:04:48 AR mungkin Abdurrahman atau siapa. Mohon 1:04:51 info siapa yang mempelopori tasawuf atau 1:04:54 yang memulai info info tasawuf. 1:04:57 Dilanjutkan setahu saya, semua ilmu 1:04:59 tasawuf kalau ditarik ke atas akan 1:05:01 bermuara ke Al Sayyidina Ali bin Abi 1:05:04 Thalib Karamallahu Wajhah. Mohon koreksi 1:05:06 bila keliru. 1:05:08 Mumtaz, marhaban ahlan wa sahlan. 1:05:10 Yang nanya tadi Pak Sarjono ya, sama 1:05:13 yang AR. 1:05:14 Oke, eh perihal 1:05:17 perihal 1:05:18 yang mempelopori ilmu tasawuf ataupun 1:05:20 yang memulai ilmu tasawuf. Kalau kita 1:05:22 membaca perihal yang kita baca tadi, ya 1:05:24 di kitab Mahyat ataupun kitab yang lain, 1:05:26 kita akan mengetahui ini adalah hakikat 1:05:28 daripada pembahasan 1:05:30 yang Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam 1:05:31 sendiri yang membahas itu. 1:05:33 Dan hadis-hadis yang berkaitan dengan 1:05:35 perihal tawaduk, penyucian hati, 1:05:38 hadis-hadis yang berkaitan dengan apa 1:05:39 namanya eh 1:05:41 Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam 1:05:41 mengecam kita ya harus meninggalkan 1:05:43 sifat iri, 1:05:45 sifat dengki, 1:05:46 gitu, sifat sombong. 1:05:48 Dan ini di Alquran. Nah, apa namanya 1:05:51 galb salim itu perihal galbun salim ada 1:05:54 di Alquran. 1:05:55 Jadi hakikat dan apa namanya lub, 1:05:58 intisari dari ilmu tasawuf sudah ada di 1:06:01 Alquran dan di hadis Nabi Shallallahu 1:06:02 Alaihi Wasallam. Wa hakaza. Tayib, hanya 1:06:04 saja nama di sini mungkin yang 1:06:06 dipertanyakan. Nama dan istilah ini 1:06:09 menjadi fan tertentu ilmu tasawuf. Ini 1:06:11 kembali ke mana? Oke. 1:06:14 Di zaman Nabi Shallallahu Alaihi 1:06:14 Wasallam eh 1:06:16 itu belum ada nama tasawuf ya, Bu. 1:06:17 Pasti. 1:06:18 Sebagaimana enggak ada juga nama 1:06:20 ilmu-ilmu yang lain. Ada enggak ilmu 1:06:21 mustalah hadis? 1:06:22 Enggak ada. Enggak ada. Ilmu ushul 1:06:24 fikih? Enggak ada. Oh, berarti itu 1:06:25 bidah. 1:06:26 Bukan begitu ceritanya. Bukan begitu 1:06:28 cara mandang ilmu itu ada atau enggak di 1:06:30 zaman Nabi. Enggak ada berarti sesat. 1:06:32 Ya, banyak apa ya 1:06:33 ushul fikih, fikih fikih pun lain. Nama 1:06:36 fikih itu di zaman Nabi bukan untuk 1:06:38 fikih yang kita punya nih taharah, salat 1:06:40 enggak lain. 1:06:41 Nama fikih itu. 1:06:43 Nah, jadi 1:06:45 isi ilmu tasawuf 1:06:47 ada di Alquran dan di hadis. Hanya saja 1:06:49 penamaan ilmu ini 1:06:51 persis bobot-bobot yang terjadi dengan 1:06:53 dengan ilmu yang lain. 1:06:55 Kebanyakan itu 1:06:56 ke 1:06:56 apa namanya terbentuk 1:06:59 menjadi ilmu tertentu di zaman tabiin. 1:07:02 Di zaman tabiin, bahkan di zaman tabi 1:07:04 tabiin. 1:07:05 Seperti ilmu mustalah hadis zaman tabi 1:07:07 tabiin. Tapi kalau ilmu ee tasawuf di 1:07:09 zaman tabi'in sudah ada. He eh. 1:07:11 Oke, kita melihat sosok-sosok Sayyidina 1:07:12 Hasan Al-Bashri, sosok utama dalam ilmu 1:07:14 tasawuf. Sayyidina Abdullah bin Mubarak, 1:07:16 juga sosok utama dalam ilmu-ilmu 1:07:17 tasawuf. 1:07:18 Muhammad bin Sirin, itu semua tabi'in 1:07:20 semua Habib. 1:07:20 He eh. 1:07:21 Nah, di situlah terbentuk 1:07:22 istilah-istilah tasawuf wa hadza. 1:07:24 Oke, ee jadi yang yang tasawuf akan 1:07:27 bermuara ke mana? Jawabannya tasawuf 1:07:29 akan bermuara ke Alquran dan hadis. He 1:07:31 eh, ayo. Oke, itu jawabannya. Yang 1:07:33 pelopornya siapa? Pelopornya adalah 1:07:34 Rasulullah Rasulullah sallallahu alaihi 1:07:35 wasallam. Nah, nah tapi yang merumuskan 1:07:38 ini menjadi ilmu, nah ya betul itu 1:07:40 terjadi pada zaman tabi'in dan zaman 1:07:42 tabi'in-tabi'in. 1:07:43 Perihal ke Sayyidina Ali. He eh. Ini 1:07:46 gimana ceritanya? Nah, ceritanya begini 1:07:47 Habib. 1:07:47 He eh, he eh. 1:07:49 Memang nama Sayyidina Ali tenar dalam 1:07:51 sanad ilmu tasawuf. 1:07:52 He eh. 1:07:53 Kenapa? Oke. 1:07:55 Kita dalam ilmu tasawuf ini mempunyai 1:07:56 dua sanad. Pertama, sanad dari nenek 1:07:59 moyang. He eh. Al-ab anjad, ee sadah 1:08:01 Al-Ba'alawi dan terus begitu sampai 1:08:02 Al-Muhajir ilallah, Al-Faqih Al-Muqaddam 1:08:04 Al-Muhajir ilallah sampai ke atas 1:08:05 Sayyidina Muhammad Ja'far Shadiq, 1:08:06 Muhammad Al-Baqir, Ali Zainal Abidin 1:08:08 dan ke Sayyidina Ali. He eh. 1:08:10 Oke. 1:08:11 Tasawuf yang yang lain ee 1:08:14 dengan nama tarekat ataupun yang lainnya 1:08:15 He eh. 1:08:16 itu betul ke Sayyidina Ali sebagai apa? 1:08:18 Karena begini Habib. 1:08:20 Kebanyakan apa namanya masyrobu tasawuf 1:08:23 kembali ke Sayyidina Junaid bin Muhammad 1:08:24 Al-Baghdadi yang namanya 1:08:26 apa namanya 1:08:27 ee Imam ahli tarekat, Syaikhut Tarekat 1:08:30 Al-Junaid bin Muhammad Al-Baghdadi. 1:08:33 Beliau berguru kepada Sirri As-Saqati 1:08:35 dan terus Al-Habib Al-Ajami yang itu 1:08:38 mereka berguru kepada 1:08:40 ke Sayyidina Hasan Al-Bashri yang 1:08:41 berguru kepada Sayyidina Ali bin Abi 1:08:43 Thalib. Nah, di sinilah titik utamanya. 1:08:45 Merujuk ke Sayyidina Ali bin Abi Thalib. 1:08:47 Bahkan sanad dalam libas, apa libas ini? 1:08:50 Pakaian tasawuf, pakai imamah contohnya 1:08:52 Habib ya. 1:08:53 Pakai imamah begitu, pakai rida kayak 1:08:55 gini. Ini mereka bersanad. 1:08:58 Jadi subhanallah. 1:09:00 Hal ajib. Kalau kita bahas masalah 1:09:02 Kalau ilmu-ilmu lain bersanad dalam 1:09:05 penyampaian ilmu, penyampaian materi. 1:09:07 Tasawuf enggak, bukan cuma itu. Bersanad 1:09:09 dalam semua perkara, dalam pengamalan. 1:09:13 Dalam penyucian hati semua ber, bahkan 1:09:15 dalam pakaian pun mereka bersanad. 1:09:17 Enggak, enggak sembarang mereka pakai 1:09:18 rida ini. Kecuali memang sudah 1:09:20 dipakaikan oleh gurunya. Hmm. Yang mana 1:09:22 gurunya telah dipakaikan oleh, pakai 1:09:24 imamah contohnya. 1:09:25 Iya. 1:09:25 Tapi kalau bahasa kita udeng-udeng. 1:09:27 Udeng-udeng. Udeng-udeng. Pakai imamah. 1:09:29 Itu bukan sembarang. Enggak, ada 1:09:30 bersanad. Iya. Dan pola pakai imamah 1:09:32 bersanad. Heeh. Disebutkan dari siapa 1:09:34 engkau ngambil sanad imamah dari ini, 1:09:36 sampai betul, sampai ke mana? Sampai ke 1:09:38 Sayyidina Junaid bin Muhammad 1:09:39 Al-Baghdadi, Sirri As-Saqati, Habib 1:09:40 Al-Ajami, sampai Hasan Al-Basri yang 1:09:42 mana beliau diimamahkan langsung oleh 1:09:44 Sayyidina Ali bin Abi Thalib yang mana 1:09:45 Sayyidina Ali diimamahkan oleh 1:09:46 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 1:09:47 ketika perang apa? Ketika perang 1:09:49 Khaibar. 1:09:50 Iya kan? 1:09:52 Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika 1:09:53 perang Khaibar. 1:09:55 Eee, ghadan eee, sa watir raya rajulun, 1:09:58 rajulan yuhibbullah wa rasulah wa 1:09:59 yuhibbuhullah Allah wa rasuluh. Cerita 1:10:01 panjang tuh, akhirnya Sayyidina Ali. 1:10:02 Lagi sakit mata Sayyidina Ali waktu itu 1:10:03 kan. Hmm. Di apa? Di doain Nabi 1:10:06 Shallallahu Alaihi Wasallam sembuh 1:10:06 matanya. 1:10:07 Ketika Sayyidina Ali mau jalan Nabi 1:10:09 Shallallahu Alaihi Wasallam imamahkan 1:10:10 dulu. Hmm. Nah. 1:10:12 Inilah sanad utama dalam pemakaian libas 1:10:14 tasawuf. Sayyidina Ali menyampaikan 1:10:16 kepada muridnya Sayyidina Hasan 1:10:17 Al-Basri, ke muridnya lagi Habib 1:10:18 Al-Ajami, Sirri As-Saqati, ke Junaid bin 1:10:20 Muhammad Al-Baghdadi. Ber, 1:10:22 dari bawah situ langsung ber, ke mana? 1:10:24 Al-Jailani, Ar-Rifa'i, Asy-Syadzili dan 1:10:27 lain sebagainya. Merujuk ke satu semua 1:10:28 nih. Hmm. Junaid bin Muhammad 1:10:30 Al-Baghdadi. 1:10:31 Nah, wa hakaza. Juga dari jalan eee, 1:10:33 Sayyid Alwi Al-Ba'alawi mempunyai eee, 1:10:35 apa namanya? Sanad juga yang masalah 1:10:36 ini. Eee, apa? Al-Faqih Muqaddam, 1:10:39 Muhajir Ilallah dan naik ke atas. 1:10:41 Sayyidina Ali Uraidi, Ja'far Shadiq, 1:10:43 Muhammad Baqir, Ali Zainal Abidin. 1:10:44 Sayyidina Husein, Sayyidina Ali bin Abi 1:10:46 Thalib. Wa hakaza. Sekarang untuk bisa 1:10:48 dipakaikan imamah ada syaratnya enggak? 1:10:51 Oh, itu tergantung ini, ter, tergantung 1:10:54 sebenarnya sih, sebenarnya sih, 1:10:55 tergantung kebijakan Syekh. Oh, 1:10:56 tergantung kebijakan Syekh. Syekh. Ada 1:10:58 sebagian yang minta dipakaikan sebagai 1:11:00 berkah. Ehm. Ada. 1:11:02 Eee barokah itu raib, bagus. Bagus kita 1:11:05 mengambil sanad dalam dan sanad banyak, 1:11:06 Habib. Itu kalau dalam hadisnya namanya 1:11:08 hadis musalsal. Ehm. Hadis musal? 1:11:10 Musalsal. Kan banyak kan hadis musalsal. 1:11:12 Dan juga ada karangan ulama banyak dalam 1:11:14 hadis musalsal ini, Al Imam Al Kattani, 1:11:16 eee 1:11:17 Muhammad bin Ja'far Al Kattani yang 1:11:18 mengarang kitab apa namanya? Al eee Al 1:11:22 Lu'lu' Al Mandzumah. Eee fil fil 1:11:25 musalsal Al Ausiya akada ma'nahu. 1:11:26 Dikumpulin semua itu. 1:11:28 Eee. 1:11:30 Apa namanya? Hadis musalsal. Diantaranya 1:11:31 itu lho, musalsal dengan ilbas. Musalsal 1:11:33 dengan menyuap. Ehm. Rasulullah pernah 1:11:36 menyuapi sebagian sahabat, akhirnya 1:11:37 sahabat menyuapi tabi'in dan terus. 1:11:38 Musalsal dengan tasybik. 1:11:40 Tasybik wa akada. Musalsal musalsal 1:11:42 dengan mahabbah. Inni uhibbuka Sayyidina 1:11:44 Mu'adz. 1:11:45 Hadis musalsal. Diantara yang musalsal 1:11:46 ini tadi, imamah tadi. 1:11:48 Hadis musalsal juga, bagaimana 1:11:49 diimamahkan. 1:11:50 Eee jadi ada eee minta dipakaikan libas 1:11:54 hanya eee 1:11:56 mencari berkah, itu bisa. Tapi juga ada 1:11:59 libas yang tahkim namanya itu. Wah, itu 1:12:02 ketika seorang guru melihat muridnya 1:12:04 sudah pantas untuk eee senantiasa dia 1:12:06 bermuwadzabah, pakai ini terus, jangan 1:12:07 lepas. Ehm. Begitu. 1:12:10 Belum dikasih izin untuk memakaikan 1:12:11 orang lain. Ah, ada lagi entar derajat 1:12:12 untuk anti pakai dan anti bisa 1:12:13 memakaikan orang lain juga. Bisa 1:12:15 nyambungin tali ke bawah. 1:12:17 Gitu. 1:12:18 Ah, kembali ke kebijakan guru berarti. 1:12:20 Iya, kembali ke kebijakan guru berarti. 1:12:22 Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad. 1:12:24 Menarik sekali cerita-ceritanya. 1:12:27 Ayo, Allah. Bib, banyak sekali 1:12:29 pertanyaannya. Saya bingung milih yang 1:12:30 mana. Mohon maaf ya, kalau ada yang 1:12:32 tidak terbaca. Marhaban, 1:12:34 eee Ustad. 1:12:35 Bagaimana 1:12:37 cara mengikat hati kepada Allah 1:12:39 sekaligus menjalankan peranan di dunia 1:12:41 sesuai jalur pekerjaan dan karirnya 1:12:44 masing-masing? 1:12:46 Mumtaz. 1:12:48 Mengikat hati. 1:12:53 Hada ajib Habib. 1:12:55 Gimana kita kita ngikat hati kita kepada 1:12:57 Allah Ta'ala 1:12:58 sambil kita menjalani 1:13:00 peran kita masing-masing, aktivitas 1:13:02 masing-masing. Entah yang di kantor di 1:13:05 yang orang ngantor di kantornya, yang 1:13:07 dinas di tempat dinasnya, guru dalam 1:13:11 apa namanya ngajarnya. Dan di sini 1:13:13 ini Habib ya ee 1:13:17 ada dua perihal yang penting di sini. 1:13:19 Oke. Yang pertama 1:13:24 yang pertama 1:13:25 tekunilah 1:13:26 amalmu itu. 1:13:29 Ya, ketika engkau menekuni menekuninya 1:13:31 di situ engkau terikat kepada Allah 1:13:33 Ta'ala. Dan ketika engkau menekuni 1:13:35 amalmu itu bukan karena pengin digaji 1:13:37 gede, bukan. Tamam. Bukan pengin nama 1:13:41 kita baik, bukan. Bukan juga pengin 1:13:43 diangkat pangkat, bukan. Aku menekuni 1:13:45 amal ini karena dengan ini aku beribadah 1:13:48 kepada Allah Ta'ala. Sebagaimana aku 1:13:49 menekuni salatku, menekuni puasaku, aku 1:13:52 tekuni juga. Yang belajar IT, 1:13:53 benar-benar belajar IT-nya komputernya 1:13:55 gimana. Yang belajar programmer. Yang 1:13:56 berusaha di pertanian, tekuni betul 1:13:59 pertaniannya. Dan yang kita pikirin di 1:14:02 sini, ini adalah jalanku kepada Allah 1:14:05 Ta'ala. 1:14:06 Iya kan. Seorang ayah menafkahi 1:14:07 keluarganya, oh ini ibadah. 1:14:09 Begitu pula yang perempuan, begitu pula 1:14:11 yang lain kita 1:14:12 semoga dengan ini kita kita bisa bantu 1:14:14 yang lain. Penekunan dalam amal itu 1:14:16 suatu ibadah. 1:14:18 Innallaha katabal ihsana ala kulli syai. 1:14:20 Fa idza qataltum fa ahsinul qitlah. Nabi 1:14:22 bersabda 1:14:23 Allah Ta'ala mewajibkan kita untuk 1:14:26 profesional 1:14:27 dalam segala hal. 1:14:28 Wajib Bib. 1:14:29 Wajib Bib. 1:14:31 Harus profesional dalam. Bahkan Nabi 1:14:32 mencontohkan fa idza qataltum fa ahsinul 1:14:35 qitlah wa idza dzabahtum fa ahsinudz 1:14:37 dzibhah. Walaupun itu perihal nyembelih 1:14:39 kambing contohnya. 1:14:41 Nyembelih kambing dengan profesional. 1:14:43 Profesional. Oke, jadi perihal 1:14:46 profesional itu suatu kewajiban bagi 1:14:48 kita yang itu adalah ibadah kita 1:14:50 sebenarnya. Nah, jadi makanya pas pas 1:14:52 kita apa beraktivitas sehari-hari 1:14:55 bukan yang kita harapkan adalah 1:14:57 gaji yang besar ataupun pandangan orang. 1:15:00 Ini adalah perintah Allah. Nah, ketika 1:15:01 orang beramal dengan ini dengan pola ini 1:15:03 wow makin sibuk dalam dalam dalam 1:15:07 aktivitasnya makin dekat dia kepada 1:15:09 Allah Ta'ala. Masya Allah. 1:15:10 Ya, sama kayak salat enggak jauh beda. 1:15:12 Benar. Yang belajar tekun belajar ngajar 1:15:14 tekun ngajarnya. Ini pertama. Masya 1:15:16 Allah. Poin kedua 1:15:18 yang enggak kalah penting He eh. 1:15:20 Ah, sesibuk-sibuknya engkau 1:15:22 ya harus ada waktu di situ engkau 1:15:25 berduaan dengan Allah Ta'ala. 1:15:27 Ah. 1:15:29 Itu saat safa. 1:15:32 Engkau berduaan dengan Allah. Nah, di 1:15:33 sini 1:15:34 itu ini yang ajaibnya. Kalau seandainya 1:15:35 kita cuma pakai poin pertama atau sibuk 1:15:37 dan ini insya Allah ibadah 1:15:38 akan terlena kita suatu hari. He eh. 1:15:41 Betul, Bib. Akan terlena. 1:15:43 Kebawa arus akhirnya. Harus di sini ada 1:15:45 poin kedua. Apa, Bib? He eh. Ya, cari 1:15:47 waktu engkau berduaan sama Allah Ta'ala. 1:15:49 Cari waktu engkau menyendiri. 1:15:51 Sebelum tidurkah ane ngapain hari ini? 1:15:53 Ya, ketika berduaan itu sama Allah 1:15:55 Ta'ala sudah jangan mikirin yang dunia 1:15:56 lagi. Udah deh, udah deh, udah kelar 1:15:58 nih, sudah 23 jam koma sekian menit. 1:16:01 Udah cukup 5 10 menit ini cukup antara 1:16:03 aku sama Allah Ta'ala. 1:16:05 Ah, jangan lewat sehari dari dari 1:16:07 khalwat itu. Khalwat sama Allah Ta'ala. 1:16:09 satu hari itu kita. Iya, tiap hari itu, 1:16:11 Bib. 1:16:11 Ah, minimal sebelum tidur, ya Allah. 1:16:13 Waktunya kapan aja, Bib? Wah, kapan aja 1:16:15 sih. Tapi paling ajaib ya, paling ajaib 1:16:16 sebelum tidur ataupun setelah tidur. He 1:16:18 eh. 1:16:18 Kalau fakir biasanya sambil nyetir 1:16:20 mobil. 1:16:21 Khalwatnya sambil nyetir mobil. Itu 1:16:23 kayaknya Wah, nabrak Bib entar. Nabrak 1:16:25 ya. 1:16:26 Enggak bisa, Bib. 1:16:27 Insya Allah khair. Masya Allah, Tuan D. 1:16:30 Allahu Akbar. Profesional adalah 1:16:32 perintah perintah Masya Allah. perintah 1:16:34 Nabi Alaihi Salam. Apalagi 1:16:35 profesionalnya di bidang dakwah ya. Wah, 1:16:37 mumtaz. Insya Allah ya. Wah, banget 1:16:38 banget banget itu berarti. Naam. Tuan D 1:16:40 tuh, Tuan D ya. Masya Allah, Tuan D dan 1:16:43 teman-teman mudah-mudahan jadi semangat 1:16:44 buat kita di sini untuk bisa profesional 1:16:47 di bidang dakwah. Amin, amin, amin. 1:16:49 Masyaallah, insyaallah, Habib. Eee 1:16:53 Masyaallah, sudah 1:16:54 Kaget ngelihatnya. sudah di ujung 1:16:55 waktunya, Habib. Masyaallah. Ikhwan 1:16:58 akhwat, mohon maaf sekali ada beberapa 1:17:00 pertanyaan yang tidak terjawab. Eee di 1:17:03 antaranya ada yang minta nomor saya 1:17:06 Muhasabah. Mungkin 1:17:07 boleh diumumkan atau Terserah. Boleh 1:17:10 nomor Majelis Muhasabah atau nomor Bisa. 1:17:13 Entar eee gimana, Habib? Enaknya kasih 1:17:14 antum, ya? Eee boleh, boleh, boleh. 1:17:16 Boleh nanti 1:17:17 atau mau di umumkan di radio juga boleh. 1:17:19 Eee nomor Muhasabah enggak hafal, anak 1:17:22 Marhaban, marhaban. Atau nomor 1:17:24 pribadinya? Nomor pribadi bisa. Nomor 1:17:27 Muhasabah. Oke, sebentar. 1:17:31 Eee masyaallah, ada masalah nih, Ikhwan. 1:17:33 Atau nanti deh, kita kasih begitu saja, 1:17:36 ya. 1:17:36 Betul, betul. Oke, siap. 1:17:38 Eee baik, Ikhwan akhwat. Nanti kami 1:17:41 kirimkan via WhatsApp saja ke ada ini 1:17:43 yang nanya beberapa 1:17:45 Pak siapa? Pak Arifin. He eh. 1:17:47 Oh, iya, Pak Arifin. Masyaallah, 1:17:49 jazakallah khair. Selama kajian ada 1:17:51 transferan masuk dari Pak Arifin. 1:17:52 Masyaallah, jazakallah khair atas 1:17:54 donasinya. Eee di bidang dakwah bagi 1:17:57 Ikhwan akhwat yang ingin bergabung 1:17:58 bersama dakwah Radio Silaturahim bisa 1:18:01 kirimkan donasi ke Bank Syariah 1:18:03 Indonesia di nomor 70 14 1:18:08 079798 1:18:12 atas nama PT Radio Suara Cita Adi 1:18:15 Aditama. Sekali lagi bagi Ikhwan akhwat 1:18:17 yang ingin bergabung. Terima kasih 1:18:20 kepada Bapak 1:18:22 Arifin yang pagi ini sama selama acara 1:18:25 sudah mengirimkan donasinya. Dan bagi 1:18:27 Ikhwan akhwat yang lain yang ingin 1:18:29 bergabung bersama dakwah Radio 1:18:30 Silaturahim silakan bisa dikirim ke 1:18:34 7014079798 1:18:38 Bank Syariah Indonesia atas nama PT 1:18:40 Radio Suara Citra Aditama. Ikhwan 1:18:43 akhwat, kita sudah di penghujung acara. 1:18:45 Semoga ikhwan akhwat bisa mengambil 1:18:47 hikmah, bisa mengambil pelajaran. Semoga 1:18:49 dibarkat hadal majelis Habib. 1:18:51 Mudah-mudahan kita diberi kesehatan, di 1:18:54 diluangkan rezekinya, diangkat penyakit, 1:18:57 diangkat bala dari negara kita. Amin. 1:18:59 Amin amin ya rabbal alamin. Ikhwan 1:19:01 akhwat, saya Syekh Alkaf, Syekh Ahmad 1:19:04 Busaba, Wandi dan juga eh Anis di meja 1:19:08 operator mohon undur diri. 1:19:09 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:19:11 wabarakatuh.