Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:21 Assalamualaikum warahmatullahi 0:23 wabarakatuh. Waalaikumsalam 0:25 warahmatullahi wabarakatuh. 0:28 Innal hamdalillah nahmaduhu wanastainuhu 0:31 wanastagfiruhu wana'udzubillahi min 0:33 syururi anfusina wa sayyiati a'malina. 0:36 Mayyahdihillahu fala mudhillalah wa 0:39 mayyudhlil fala hadiyalah. 0:41 Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la 0:43 syarikalah wa asyhadu anna Muhammadan 0:46 abduhu wa rasuluhu la nabiya ba'dah amma 0:48 ba'ad. 0:49 Eee 0:51 [berdehem] 0:51 pertama-tama kita bersyukur kehadirat 0:52 Allah subhanahu wa taala 0:54 kita bisa hadir dalam kesempatan pagi 0:57 hari ini. 0:58 Eee alhamdulillah yang offline, ya, 1:02 ibu-ibu atau ummahat dan fatayat yang 1:04 ada di markas satu. Kemudian juga 1:06 peserta Zoom 1:09 mungkin dari berbagai daerah 1:11 alhamdulillah bisa mengikuti pada pagi 1:14 hari ini. 1:15 Alhamdulillah bersyukur sekali kita 1:17 berbahagia juga pada kesempatan pagi 1:19 hari ini kita kehadiran tamu spesial 1:22 dokter Grand eee Karisa Grani 1:25 alhamdulillah ahlan wa sahlan eee Bu 1:28 dokter kita bisa silaturahim 1:32 alhamdulillah insyaallah mungkin kami 1:35 akan sampaikan dulu eee sebelum kita 1:38 akan berdiskusi mungkin ya atau sharing 1:42 eee tentang [berdehem] pengalaman Bu 1:44 dokter. Jadi kita akan coba untuk 1:47 membacakan dulu CV beliau ya paling 1:50 tidak sebagai eee pertimbangan atau 1:53 pengetahuan untuk ibu-ibu atau ummahat 1:56 yang ada di studio barangkali di sini 1:58 maksud saya dan juga yang ada di 2:01 daerah-daerah. 2:02 Sebagai perkenalan mungkin ya Bu ya. 2:07 Beliau 2:09 [berdehem] 2:10 nama beliau adalah Karisa Grani lahir di 2:14 Jakarta 2:15 26 Juli 1984, 2:19 betul ya Bu ya? 2:20 Beliau sudah dikaruniai tiga orang anak, 2:23 alhamdulillah. 2:24 Kemudian beliau tinggal di Jalan Haji 2:27 Nimin 2:28 Kelurahan Srengseng Kecamatan Kembangan 2:30 Jakarta Barat. 2:32 Barangkali nanti mungkin ada akhwat atau 2:35 eh ya teman-teman yang barangkali bisa 2:38 silaturahim ke rumah Bu Dokter ya Bu ya. 2:41 Silakan iya. 2:42 Kemudian selanjutnya 2:46 karena ini berkaitan dengan eh 2:48 pendidikan Ibu mungkin saya tidak akan 2:51 terlalu banyak 2:53 menyampaikan [berdehem] 2:54 terutama beliau tadi sudah menyampaikan 2:57 alumni SMA Taruna Nusantara Magelang 3:00 kemudian S1 dan profesi kedokteran gigi 3:03 berarti beliau memang seorang dokter 3:05 gigi ya, lulusan Universitas Indonesia 3:09 Jakarta kemudian beliau juga S2 di 3:12 Manajemen Kesehatan Rumah Sakit 3:13 Universitas Esa Unggul Jakarta. 3:16 Riwayat pekerjaan eh sebagai dokter di 3:19 PTT di Kecamatan Kuripan 3:23 pernah di Kabupaten Barito Kuala Kalsel 3:26 ya berarti dulu ya Bu ya, tahun berapa 3:27 itu Bu? Itu sebelum menikah mungkin 2009 3:32 Oh iya sekitar 2009 ya sebelum menikah 3:34 ya Bu ya? Alhamdulillah kemudian menjadi 3:36 dokter gigi juga di PT Indocement 3:38 Bintaro Dental Center 3:40 kemudian menjadi PNS Pemprov DKI Jakarta 3:43 yaitu di Puskesmas Kebon Jeruk di Dinas 3:46 Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. 3:49 Adapun organisasi yang beliau sampai 3:52 hari ini ini masih ya sekarang di Suku 3:55 Dinas Kesehatan Jakarta Barat 3:57 di Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, 4:00 kalau organisasi maksudnya di sini 4:02 Kapten 4:03 M Prof DKI Jakarta? 4:05 eh itu saya ada komunitas lari, 4:08 kebetulan dipercaya jadi Kapten untuk 4:10 periode 2021 sampai 2023, insyaallah 4:14 alhamdulillah, ya demikian eh CV beliau 4:17 ya, mungkin nanti eh barangkali ada 4:20 ibu-ibu yang mungkin ada yang ingin 4:23 silaturahim dan sebagainya ya, 4:25 selanjutnya mungkin 4:26 kalau boleh masuk ke 4:29 sharing kita, Ibu kami berbahagia sekali 4:33 bisa 4:35 kedatangan kehadiran tamu di pagi hari 4:38 ini 4:39 dan ini merupakan ya saudara yang juga 4:43 menjadi kebahagiaan buat kami, seluruh 4:45 dunia juga menjadi saudara bagi Ibu, 4:48 juga bagi kita semua nah mungkin boleh 4:51 diceritakan yang awal-awal adalah 4:55 sementara ini eh 4:57 kegiatan sehari-hari, silakan Ibu iya, 5:00 terima kasih Bu 5:02 eh Bu Mafiroh ya iya betul eh terima 5:06 kasih, asalamualaikum warahmatullahi 5:08 wabarakatuh waalaikumsalam 5:10 warahmatullahi wabarakatuh ya robbi 5:12 shrohli sodri wa yassirli amri wahlul 5:14 uqdatam min lisani yafqohu qouli 5:17 eh alhamdulillah, sebenarnya saya juga 5:20 yang senang ini bisa [tertawa] menjalin 5:22 silaturahmi dengan saudara-saudari 5:24 muslimah di tempat ini, juga yang 5:27 bergabung dengan Zoom gitu, qadarullah 5:29 ya Allah sudah mudahkan untuk kita 5:31 bertemu hari ini, masyaallah 5:34 eh kegiatan saya hari-hari biasa saja 5:37 sih, hanya sebagai seorang eh ibu rumah 5:41 tangga, kemudian kalau pagi pada hari 5:45 kerja saya bertugas di sebagai ee ASN 5:49 Iya. 5:49 ee Pemprov DKI Jakarta. 5:52 Setelah pulang saya biasanya masih urus 5:55 anak-anak dulu, kemudian ee kalau ada 5:59 pasien saya buka di rumah klinik 6:01 kecil-kecilan. 6:02 alhamdulillah ya. Klinik rumahan aja 6:05 gitu. 6:06 Ada kegiatan lain barangkali mungkin ya 6:09 kalau boleh itu selama pandemi 6:10 barangkali ada kegiatan tambahan 6:12 mungkin? 6:13 Kalau kegiatan lain ya tentunya apa 6:16 apalagi terutama saat ee Ramadan ini ya 6:19 itu biasanya bada subuh 6:22 Oh iya. 6:22 bareng mengkhatamkan Quran. Iya. 6:25 Kemudian sebelumnya ngaji juga privat 6:28 dibimbing dari Mualaf Center. 6:30 Alhamdulillah. 6:31 Kemudian kalau hobi itu tadi yang lari 6:33 tadi gitu. 6:34 Oh iya. 6:34 [tertawa] 6:35 Masih terus ya masih berjalan ya 6:37 hobi-hobi itu ya. 6:39 iya. Ee mungkin ada semacam kegiatan 6:43 ekonomi lah apa gitu yang barangkali Bu 6:46 Dokter tertarik gitu. Kalau ekonomi 6:49 berdagang belum bisa. 6:51 [tertawa] 6:52 Iya. 6:53 Hanya bisa itu tadi buka tempat praktek 6:55 itu pun juga apa namanya ya sekedarnya 6:58 gitu. 6:59 [tertawa] 6:59 Iya itu mungkin ee ada soalnya mungkin 7:01 ibu-ibu yang lain yang semasa pandemi 7:03 jadi meningkat ya dalam hal seperti itu. 7:06 Tapi saya kira ini juga menarik untuk ee 7:09 Bu Dokter ternyata memang ee dibilang 7:12 masa pandemi ini kan disebutnya kalau 7:13 boleh dikatakan berkah buat Ibu ya masya 7:16 Allah ee yang jelas juga ee ya berkah 7:20 juga buat kita semua. Nah mungkin nanti 7:22 boleh minta dijelaskan juga ya kita 7:26 walaupun mungkin di tempat lain Ibu 7:28 sudah pernah menjelaskannya Ibu-ibu 7:30 barangkali yang ada di sini pengin juga 7:32 mendengarkan gitu ya kisah kronologisnya 7:36 seperti apa sampai Ibu menjadi seorang 7:38 mualafah gitu ya. Ya ee kami persilakan 7:42 mungkin bisa dijelaskan lebih lanjut. 7:44 Iya, terima kasih, Bu. 7:46 Eh, 7:47 masya Allah ya, kalau saya harus 7:50 bercerita ini lagi untuk ke sekian 7:53 kalinya tuh, eh, 7:55 jadi ingat terus ya, masya Allah betapa 7:58 tadi seperti yang, eh, Imam sampaikan 8:00 bahwa, eh, 8:02 apa namanya, hidayah memang itu 8:04 semata-mata milik Allah gitu. He, hari 8:07 ini 8:07 bisa boleh dibuka boleh, silakan. 8:09 ini kurang jelas ya. Silakan. 8:13 Iya, silakan. Iya. Tes. Iya, silakan. 8:16 Iya, hari ini 8:18 saya ada di depan saudara-saudara 8:20 muslimah saya di sini, enggak pernah ada 8:22 dalam pikiran saya gitu. 8:25 Saya juga sempat diundang di masjid itu 8:28 yang biasa saya cuman buat numpang 8:29 parkir ya. Masya [tertawa] Allah. 8:31 Ya. Depannya soalnya ada pasar gitu. 8:34 Nah, eh, itu masya Allah kemarin saya 8:36 juga bisa sharing di sana itu. Itu kader 8:40 luar biasa. Iya, betul, memang luar 8:41 biasa ya. Iya, bahkan untuk hari itu 8:45 hari yang menurut saya hari yang biasa 8:48 banget ya. Iya. Saya berangkat ke kantor 8:50 tiba-tiba ada undangan 8:52 rapat gitu di balai kota, kebetulan 8:55 saya, eh, 8:57 menjabat sebagai pejabat pengadaan. Iya. 8:59 Jadi, eh, ada rapat waktu itu di badan 9:03 pengadaan barang jasa yang di balai 9:05 kota. Jadi, berapa kali waktu itu saya 9:07 mengurusi 9:09 kayak rehab gedung puskesmas itu di sana 9:12 dan setiap mau mencapai gedung itu saya 9:14 selalu melewati masjid balai kota, 9:16 namanya masjid Fatahillah. Oh, gitu. 9:19 Nah, 9:19 itu jalan potongnya lah di situ gitu. 9:21 Nah, 9:23 saya kira biasa saja gitu ya, tapi hari 9:25 itu seperti Allah singkapkan ya selubung 9:29 itu ya 9:29 Oh, gitu. dari 9:31 mata hati saya mungkin ya. Nah, itu saat 9:34 itu saya terarah pada sosok muslimah Oh, 9:37 iya. yang memakai niqab. 9:39 Iya. Nah, sebelumnya saya mohon maaf Bu, 9:42 saya itu melihat perempuan pakai niqab 9:44 tuh agak sebelah mata lah oh gitu 9:46 [tertawa] ya, kayaknya 9:47 kok gitu banget sih gitu ya 9:50 iya iya itu kan masa lalu ya iya iya 9:52 waktu itu saat itu gitu terus tapi saat 9:55 itu kayak Allah muliakan muslimah itu 9:57 gitu 9:58 saya seperti disadarkan bahwa hari ini 10:00 waktu itu kan masa awal pandemi oh iya 10:02 jadi bulan apa itu? 10:04 Maret bulan Maret iya Maret awal iya itu 10:07 [berdehem] 10:07 kita 10:08 diarahkan untuk memakai masker kan ke 10:11 mana saja gitu soal pakai masker, rajin 10:13 cuci tangan, enggak boleh jabat tangan 10:15 dulu gitu ya iya betul itu nah itu saya 10:18 ngelihat perempuan muslimah itu karena 10:20 beliau jaga wudu kan ada temannya yang 10:22 nyapa gitu dia enggak mau salaman gini 10:26 ya dijaga wudu terus saya lihat 10:28 terus enggak lama orang-orang di masjid 10:30 itu apa 10:31 wudu gitu ya nah itu saya masyaallah 10:33 saya kayak 10:35 itu memperhatikan dari dekat dari 10:37 kejauhan dari kejauhan terus juga kayak 10:39 cuma batin gitu ya batin gitu ya kayak 10:42 belum masyaallah ya waktu itu 10:43 [tertawa] 10:43 waktu itu saya kayak terpesona lah ya 10:46 gitu 10:47 ini sudah ada sejak dulu ya sunah 10:50 Rasulullah sudah sudah dari dulu gitu 10:52 kan 10:52 tapi kok kayak hari ini kita dipaksa 10:55 tanda kutip ya untuk semua memakai niqab 10:58 untuk 10:59 jaga wudu iya betul itu enggak salaman 11:02 dulu saya mikir apa salahnya sih dengan 11:04 salaman saja masa jadi nafsu sih salaman 11:07 itu ya iya betul 11:08 dulu heran gitu kan 11:10 lebay iya betul [tertawa] ya 11:12 itu mohon maaf gitu ya itu yang ada di 11:14 pemikiran saya saat itu tapi hari itu 11:16 saya 11:17 melihatnya keindahan di situ gitu jadi 11:20 pulang dari situ itu saya malah browsing 11:23 gitu ya browsing belum tentang ajaran 11:25 Islam tapi browsing manfaat wudu iya ee, 11:31 hikmah di balik wudu itu ya. Ternyata 11:33 itu masya Allah ya. Waktu kita bersihkan 11:37 ee, mulut kita, itu mulut yang ucapannya 11:40 [tertawa] 11:40 banyak enggak benarnya. 11:42 Enggak sadar gibah. 11:44 Itu dibersihkan. Waktu kita bersihkan 11:46 mata, membersihkan kuping gitu ya, wajah 11:49 kita itu semua pendengaran, penglihatan 11:51 kita itu semua dibersihkan dan insya 11:54 Allah kalau kita niatkan dengan betul 11:56 gitu. Dosa-dosa kita gugur saat itu juga 11:59 gitu ya. Masya Allah itu yang saya wah, 12:01 luar biasa gitu. He em, kemudian lanjut 12:04 saya ee, 12:06 tertarik juga. 12:07 berapa hari atau mungkin sekitar berapa 12:10 minggu gitu? 12:11 kira-kira 2 minggu. Sampai akhirnya saya 12:14 enggak bisa membendung lagi ya. Saking 12:16 terpesonanya. 12:17 Jadi sudah menggebu-gebu gitu ingin 12:19 mengetahui. 12:20 Iya, tertarik, tertarik sekali dengan 12:22 Islam. Saya 12:24 mencari manfaat gerakan salat. Mulai 12:26 dari takbiratul ikhram sampai salam. Itu 12:29 masya Allah kebaikannya banyak banget 12:31 gitu ya. Tapi dari sisi medis, dari sisi 12:34 kesehatannya. Bukan dari sisi hikmahnya 12:37 ya. Seperti ada memperlancar peredaran 12:39 darah. Terus jarang-jarang ya kalau kita 12:41 enggak sujud, kapan waktunya ya? Iya, 12:43 betul. 12:44 Ee, otak kita ini dapat aliran darah 12:46 gitu kan. Nah, masya Allah terus 12:48 relaksasi otot-otot. Belum waktu kita 12:50 duduk itu ee, ada ee, pengaruh ke 12:53 reproduksi kita, ke kesuburan seperti 12:56 itu gitu. Jadi ee, itu saya 12:58 terkagum-kagum gitu. 13:00 Terus saya juga tahu kan ada sunah-sunah 13:02 yang lain gitu. Yang saya tahu saya 13:04 search aja gitu. Manfaatnya apa? Kenapa 13:07 makan itu disunahkan pakai tangan lebih 13:10 baik daripada sendok ya. Karena kan 13:12 memang di tangan ini ada enzim-enzim 13:14 yang baik untuk pencernaan. Terus baru 13:16 belakangan ini kami juga di kesehatan 13:18 kan menggalakkan makan buah itu sebelum 13:20 makan loh. Itu baru-baru ini aja gitu 13:23 kan. Padahal itu ternyata sudah sunah, 13:25 sunah sejak dulu ya. Ribuan tahun lalu 13:28 bahwa memang makan dulu itu untuk 13:31 memperlicin ya saluran pencernaan jadi 13:33 lebih siap untuk organ pencernaan kita 13:36 menerima makanan itu masya Allah gitu. 13:38 Jadi 13:39 hal-hal seperti itu sebenarnya yang jadi 13:42 pintu masuk saya mendapat hidayah Allah 13:44 gitu. Awalnya itu kemudian 13:47 di situ saya untuk menjalankan yang lama 13:50 mulai ragu jadi akhirnya saya seperti 13:52 orang kalau digambarin kayak orang di 13:54 persimpangan jalan gitu ada jalan dua 13:57 saya masih mau melakukan yang lama tapi 13:58 ragu kalau ragu ya buat apa saya pikir 14:01 gitu tapi mau melakukan yang baru juga 14:04 belum bisa 14:05 [tertawa] 14:05 gitu kan belum ada yang bimbing juga 14:07 jadi 14:08 dua minggu itu saya sempat bahkan doa 14:10 mau makan 14:12 doa mau tidur itu enggak saya lakukan. 14:14 Itu di situ mungkin buat orang dua 14:16 minggu itu waktu yang sebentar 14:19 tapi waktu itu saya benar-benar kayak 14:21 kehilangan arah gitu untuk orang yang 14:23 biasa ibadah ketika kita kehilangan 14:26 pegangan itu kan enggak pede ya kayak 14:28 takut gitu mau keluar dari rumah mau 14:30 kerja itu kayak jadi gamang rasanya ya 14:33 kayak takut jangan-jangan nanti aku 14:35 kecelakaan gimana gitu kan karena kita 14:37 enggak berdoa minta perlindungan enggak 14:39 minta keselamatan gitu. Terus di kantor 14:42 di pekerjaan itu khawatir ada masalah 14:44 apa kita enggak bisa minta Allah 14:46 mudahkan kan karena [tertawa] hari itu 14:48 benar-benar saya masih meragukan gitu 14:51 ya. 14:53 Mohon maaf. Nah itu jadi saya waktu saat 14:56 itu saya itu Bu dua minggu itu buat saya 14:59 itu sangat menyiksa bisa dibilang 15:01 menyiksa banget sampai akhirnya saya 15:03 harus mengalah harus salah satu ini saya 15:05 harus lakukan gitu kan berawal dengan 15:08 saya akhirnya putuskan itu untuk 15:10 konsultasi dengan saran teman itu untuk 15:12 ke Mualaf Center gitu dan alhamdulillah 15:16 bertemu dengan 15:18 guru saya sampai hari ini Bunda Sri nah 15:21 itu beliau sampaikan mengenai tauhid, 15:24 rukun iman, rukun Islam, itu enggak 15:26 kerasa hampir 3 jam dari jam 09.00 15:29 sampai 15:30 azan zuhur itu saya dibimbing syahadat. 15:33 Itu itu di sepanjang penjelasan beliau 15:36 itu 15:37 [mendengus] 15:37 air mata tuh ngalir gitu, kayak itu 15:39 menjawab semua pertanyaan saya selama 15:42 ini. Dari kecil tuh saya sebenarnya 15:45 kayak bertanya apa gitu, terus eh 15:49 maksudnya ini gimana, kontradiksi ini 15:51 gimana gitu, tapi kadang suka enggak 15:53 ketemu jawaban, tapi di situ saya 15:55 seperti 15:57 iman saya 15:58 mengiyakan, hati saya mengiyakan, 16:01 termasuk pikiran saya juga mengiyakan 16:03 gitu. Jadi kayak iya gitu, kayak 16:06 sudah menerima ya dari awal itu. Jadi 16:09 sudah sempat kan kalau kadang biasanya 16:11 kita suruh ya sudah terima dengan yang 16:13 iman saja gitu, tapi pikiran tuh masih 16:15 enggak masuk gitu. Tapi kalau ini kayak 16:18 eh holistik gitu ya, ini kayak benang 16:20 merahnya langsung saya dapat saat itu. 16:23 Iya gitu. Ini gitu saya menurut saya 16:26 saat itu gitu. Dan waktu terakhir Bunda 16:28 Sri bilang, "Jadi Dokter Karisa 16:30 keputusanmu gimana?" "Ya sudah saya 16:32 belajar, Bun." saya bilang gitu. 16:34 Kemudian Bunda bilang, "Boleh belajar 16:36 salat dan ngaji sama Bunda, tapi belum 16:39 dihitung pahala ya." 16:41 Saya kaget. 16:42 [tertawa] 16:42 Rugi juga ya. 16:45 Terus saya mikir, "Memang kalau syahadat 16:47 itu isinya apa, Bunda?" saya bilang. "Eh 16:50 percaya Allah itu esa?" "Percaya." "Dari 16:53 tadi kan penjelasan Bunda percaya banget 16:55 Allah itu esa gitu ya. Eh enggak mungkin 16:57 ada duanya lah, kalau ada duanya masih 16:59 ada temannya, masih bergantung dengan 17:02 sesuatu atau seseorang, pasti bukan 17:04 bukan Allah, pasti masih makhluk gitu 17:07 ya, bukan khalik gitu ya." 17:09 memang sudah punya eh di dalam hati 17:11 sudah ada keyakinan seperti itu. Iya, 17:13 ada. 17:15 Enggak mungkin 17:16 Allah itu sama dengan manusia itu. 17:19 Iya, sudah ada. Nah, kemudian saat itu 17:21 percaya Bunda, percaya Muhammad utusan 17:24 Allah, percaya saya bilang. Saya waktu 17:27 itu juga berpikir itu soalnya. Kalau 17:29 referensi buku kita ngambil the latest 17:31 one kan yang terakhir gitu, yang 17:33 referensi yang ter-terakhir ya, yang 17:36 paripurna, yang terakhir gitu kan. 17:39 Kenapa kok Muhammad gitu yang paripurna 17:42 gitu. Nah, yang terakhir itu. Jadi, eh 17:45 saat itu saya bilang, "Ya udah saya 17:46 syahadat." Enggak ada mikir nanti habis 17:50 itu apa apa apa tuh enggak ada ya. 17:52 Mungkin enggak Allah sudah bikin seperti 17:54 itu ya gitu. 17:56 Jadi, saya syahadat ya 17:59 dengan bekal se-tiga jam itu penjelasan 18:02 itu saja sejujurnya gitu. Baru setelah 18:05 itu eh saya diajarkan bahwa eh sudah 18:09 jangan baca buku-buku yang lain dulu, 18:11 kamu udah tadabburi Quran dulu ya. 18:14 Sayangnya waktu itu masih buta bahasa 18:15 Arab ya. Jadi, saya baca terjemahannya 18:18 saja gitu. Nah, 18:20 sama sih masih di batin tuh masih kali 18:23 kalau ada salah gitu. Mumpung belum 18:25 banyak yang tahu enggak jadi gitu. Jadi, 18:28 ada semacam kayak mau melakukan 18:31 penelitian lagi atau gimana gitu? 18:32 masih masih soalnya saya benar-benar 18:34 belum pernah buka. Seperti tadi saya 18:36 cerita ya sama Pak eh Bapak tadi ya apa 18:39 namanya? Di rumah itu berhubung keluarga 18:41 saya kan dari non muslim dan belajar 18:44 teologi itu buku Islamologi banyak. Oh 18:47 gitu 18:47 Iya, dari suami saya, dari mertua saya 18:49 itu banyak. Tapi, se-apatis atau mungkin 18:52 se-se-seyakin itu saya dengan agama 18:54 saya, jadi saya enggak pernah sentuh Oh 18:57 gitu 18:57 apalagi Quran ya. Ya, enggak pernah saya 19:00 buka gitu kan. Jadi, waktu itu saat itu 19:02 benar-benar hal yang baru. Saya juga 19:04 baca salah, bukanya dari depan 19:06 [tertawa] 19:07 bukan dari belakang. 19:08 Tapi, itu masya Allah ya. Di situ saya 19:10 menyadari yang saya buka jadi pertama 19:13 surat Al-Ikhlas. Masya Allah. 19:15 Itu saya pikir itu bukan kebetulan ya 19:17 Allah taruh Al-Ikhlas itu di nomor 112, 19:21 di pojok kiri atas. Itu setiap orang 19:24 yang bukan dari muslim, pasti mungkin 19:26 bukanya itu duluan. Coba Al-Ikhlas itu 19:28 ada di tengah atau mungkin ada di 2/3, 19:32 1/3. 19:33 ya. Iya. Iya, tapi itu yang pertama kali 19:36 ya kebayang itu kan. 19:38 depan ya. Salah ternyata [tertawa] salah 19:40 gitu kan. Oh, sudah 112 gitu kan. Oh, 19:42 ternyata dari depan gitu ya. Dan 19:44 ternyata masya Allah yang tujuan saya 19:46 mencari yang salah, di situ justru makin 19:49 saya baca 19:50 itu masuk ke juz 27, saya mulai 19:53 menyadari tuh eh 19:55 semakin yakin gitu. Iya. 19:57 Alhamdulillahnya enggak makin goyah, 19:59 tapi makin yakin gitu. Terutama 20:01 ayat-ayat yang menyebutkan Nabi Isa. Itu 20:03 yang paling menarik perhatian saya 20:05 karena itu yang paling 20:07 saya kenal sebelumnya gitu ya. Jadi, 20:09 masya Allah di situ saya melihat betapa 20:11 Islam memuliakan Nabi Isa gitu. Dan 20:14 masya Allahnya itu bahkan eh perkataan 20:17 Nabi Isa yang ketika Allah tanya di 20:19 Al-Maidah 116, itu eh Allah tanya, "Isa, 20:23 wahai Isa, apakah kamu yang menyuruh 20:25 orang-orang menyembah kamu dan ibumu 20:28 sebagai Tuhan?" Gitu kan. Terus eh Nabi 20:31 Isa seperti demikian menjawabnya 20:33 kira-kiral ya. Itu apa namanya, 20:35 "Mahasuci Engkau Allah gitu kan. 20:37 Sekiranya iya pun saya pernah 20:39 mengatakannya, Engkau pasti sudah lebih 20:41 dulu tahu gitu ya. Dan karena Engkau 20:43 yang Maha mengetahui segala sesuatu, 20:45 sedangkan aku enggak mengetahui apapun 20:47 gitu kan. Dan aku enggak akan mengatakan 20:48 yang di luar hakku." Itu benar-benar 20:50 saya terbuka itu pikiran saya gitu. Dan 20:53 memang eh 20:55 itu eh 20:57 apa ya? Kok saya tuh saat itu mikir, 21:00 "Saya ke mana aja dari kemarin itu?" 21:02 Gitu ya. Yang saya susahkan diri sendiri 21:04 [tertawa] 21:05 Iya. 21:05 Masya Allah. Baru seumur ini. 21:07 Alhamdulillah ya ini luar biasa walaupun 21:10 mungkin sekilas tetapi paling tidak 21:12 nanti bisa dicari juga yang 21:13 sebelum-sebelumnya. 21:15 Ini mungkin 21:16 kelanjutannya pasti ada efek ya Bu 21:20 Dokter dari keputusan Bu Dokter untuk 21:23 apa menjadi mualafah ini. Coba mungkin 21:26 bisa diceritakan khususnya tanggapan 21:30 orang-orang terdekat baik di keluarga 21:32 maupun di tempat kerja mungkin. 21:36 Iya terima kasih. Iya ini saya enggak 21:39 pernah pikirkan jadi 21:40 waktu itu mungkin kalau ada segala 21:42 macamlah tuduhan apa atau apapun tentang 21:45 motivasi saya menjadi mualafah itu 21:48 sebenarnya saya ketika syahadat ya sudah 21:50 seperti apa adanya tadi enggak ada 21:52 pikiran apapun enggak ada saya 21:54 rancangkan misalnya tadi saya PNS untuk 21:56 jenjang karir kah atau ini sudah 21:59 rancangan saya supaya nanti akhirnya 22:01 saya tidak bersama-sama lagi dengan 22:04 mantan suami saya itu enggak ada murni 22:06 saya ketika mendapatkan kebenaran ya 22:10 Allah saksinya 22:12 [tertawa] 22:13 iya saya cuma bisa minta pembelaan ya 22:15 sama Allah karena Allah yang tahu hati 22:17 saya saat itu gitu ya. 22:18 Nah itu akhirnya saya berpikir waktu itu 22:21 saya sembunyi itu bukan karena saya 22:24 takut atau apa karena sudah sejak saat 22:27 saya syahadat itu saya sudah menyiapkan 22:29 yang terburuk ketika orang lain mungkin 22:31 dapat hidayahnya sebelum nikah mungkin 22:34 ya 22:35 kok ya saya sesudah menikah sudah seumur 22:38 ini 22:39 [tertawa] 22:40 berkeluarga 22:43 itu yang bahkan teman muslim saya aja 22:45 berkata bahwa saya senang kamu masuk 22:47 muslim tapi lu mikir enggak sih gitu kan 22:50 kayaknya kayaknya itu hancur pasti 22:52 berantakan gitu ya aku sudah mikir aku 22:54 sebatang kara aku bilang gitu 22:56 [tertawa] 22:56 aku sudah sendirian pahitnya 22:59 sudah dipikirkan gitu ya 23:01 saya pikir, 23:02 pasti keluarga sudah enggak terima, 23:04 pasti malu, pasti suami juga enggak mau, 23:06 pasti anak-anak juga diambil gitu. Saya 23:09 sudah mikir yang terburuk. Lah di kantor 23:11 pasti saya juga sudah asingkan lah atau 23:13 apalah gitu. Tapi saya waktu itu cuma 23:16 berpikir 23:17 ya sudah nanti meninggal kan ditanggung 23:19 sendiri-sendiri gitu kan. Ya sudah gitu 23:21 kan, itu semua kan hanya label di dunia 23:24 gitu ya. Ya sudah nanti saya terima lah 23:26 apapun 23:27 yang harus saya korbankan gitu. Tapi ya 23:30 tetap saya tetap minta tolong sama 23:32 Allah. Allah kan yang tahu ya kemampuan 23:34 kita sampai mana gitu, ujian kita sampai 23:36 mana. Ternyata ya ini apa namanya 23:38 alhamdulillah keluarga saya itu memang 23:41 awalnya mungkin kaget, kecewa ya dan 23:43 termasuk mantan suami saya gitu. Tapi 23:45 akhirnya pada hari ini mereka semua bisa 23:48 menerima keputusan saya, menghargai 23:51 keputusan saya gitu ya. 23:53 Itu saya sudah alhamdulillah sekali ya 23:55 gitu. Kalau ketika saya juga apa namanya 23:58 di kantor gitu, kan ada saya juga sempat 24:01 tergabung kan dengan 24:03 rohani yang di yang non muslim juga di 24:05 sana di kantor, itu mereka lebih 24:08 memikirkannya sebenarnya lebih ke 24:09 keselamatan jiwa nyawa gitu ya. 24:12 Mereka bilang, he eh mereka menyatakan 24:14 atau menyampaikan ke Ibu. 24:16 ke saya. Mereka bilang ke saya, apapun 24:18 keputusan kamu yang penting kamu sehat 24:21 katanya gitu. Kita saya diplototin suami 24:25 saja saya takut katanya gitu. Apalagi 24:27 kamu ya katanya gitu kan. Katanya ya 24:29 saya eh apapun alasannya saya enggak 24:32 bisa sih terima KDRT. Mereka ada yang 24:34 ngomong seperti itu. Jadi Oh gitu. ya 24:37 saya enggak tahu kan kedalaman hati 24:39 manusia saya enggak bisa lihat. Cuma 24:41 yang mereka berikan kepada saya eh 24:44 saya rasa sih support sampai saat ini 24:46 dan menghargai ya keputusan saya gitu. 24:49 Oh. Saya pun ya berusaha tetap 24:51 menghargai mereka ya terutama orang tua 24:53 saya kan. Gimana pun tetap saya anak dan 24:56 harus berbakti dengan orang tua ya. 24:59 Karena memang di Alquran juga memang 25:00 diperintahkan untuk selalu berbuat baik 25:02 selama di dunia dan kemudian tidak 25:05 melakukan hal-hal yang mereka juga tidak 25:07 mengganggu kita. Bahkan 25:09 saya dengar 25:11 orang tua juga bahkan mendukung sekali 25:13 misalnya ketika salat ya Bu Dokter ya. 25:16 anak-anak agak ramai atau itu TV apa itu 25:19 sudah langsung dikecilin itu maminya 25:21 sudah mau salat gitu loh. 25:22 Nah, kan masyaallah sudah dukungannya 25:24 sudah luar biasa itu. 25:26 Mau buka, mau sahur itu beliau yang 25:28 mikirin menunya gitu kan. Kalau saya mah 25:30 apa saja jadi ya. Enggak ada makanan ya 25:33 tinggal nyemplung telur, bikin mi 25:35 misalnya ya. Tapi kalau kalau ada ya 25:37 alhamdulillah gitu kan. 25:39 Terus itu beliau yang itu Kak mami mama 25:41 sudah siapin ya itu tinggal dihangatin 25:43 saja nanti sahur. Buka puasa sudah 25:46 berjejer itu. 25:47 [tertawa] 25:48 Makanan bantuan Allah ini. 25:50 Ya nanti kalau sudah azan gitu magrib 25:53 beliau bilang sudah itu Kak Kakak itu 25:55 sudah Kak gitu [tertawa] 25:56 gitu kan. Kalau mereka yang memberi 25:58 motivasi kemudian bahkan tadi 26:01 menyediakan segala sesuatu masyaallah. 26:03 Mungkin tadi pesan dari imam mungkin Bu 26:06 Dokter bisa ambil bahwa kita bahkan 26:08 harus lebih baik lagi gitu ya Bu ya. 26:11 Masyaallah. Mungkin berkaitan dengan 26:14 putra-putri Bu Dokter kalau boleh tahu 26:17 mungkin kan tadi punya tiga. Nah, 26:20 barangkali ke depannya bagaimana mungkin 26:21 pendidikan kesehariannya apalagi di masa 26:25 pandemi ini kemudian mengajarkan apa 26:28 yang selama ini mungkin sudah dilakukan. 26:30 Boleh di-sharing ke kami silakan Ibu. 26:33 Iya, sebenarnya sih prinsipnya tadi saya 26:36 pegang yang tadi imam sampaikan juga 26:39 tidak itu kan sepenuhnya milik Allah ya. 26:41 Kalau rasanya kita memang inginnya 26:43 ketika kita tahu benar kan langsung 26:45 kalau bisa ikut mami gitu ya rasanya 26:48 gitu ya. Tapi balik lagi memang seperti 26:51 tadi disampaikan, eh kalau begitu kalau 26:55 Allah eh sebenarnya Allah kehendaki 26:57 semua orang langsung saja beriman semua 26:59 ya begitu kan. Tapi eh bahkan 27:02 Nabi Muhammad sendiri saja tadi enggak 27:04 bisa ya meng- Islamkan dalam tanda kutip 27:07 eh pamannya Abu Thalib, apalagi saya 27:10 begitu. Nah, apa yang saya bisa lakukan? 27:13 Nah, dan saya juga mempelajari memang 27:16 Nabi Muhammad datang bukan untuk 27:19 meng-Islamkan 27:20 orang-orang tapi untuk menjadi rahmat 27:23 tadi ya, rahmatan lil alamin dan untuk 27:26 memperbaiki akhlak. 27:28 Iya betul, hadisnya seperti itu ya bahwa 27:30 sesungguhnya aku datang untuk 27:31 memperbaiki akhlak. Kemudian eh di 27:35 Qur'an surah Al Anbiya ya kalau ayat 107 27:38 juga Allah bilang tiada tiada kami 27:41 mengutus engkau Muhammad kecuali untuk 27:44 menjadi rahmat bagi semesta alam begitu. 27:46 Jadi 27:47 iya betul, jadi saya merasanya itu saja 27:50 yang bisa saya lakukan, saya berdoa 27:52 seperti Nabi Yusuf juga berdoa 27:54 wafatkanlah eh yang orang-orang saya 27:57 kasihi wafatkanlah saya, orang tua saya, 28:00 adik-adik saya, anak-anak saya dalam 28:02 keadaan muslim. Karena yang dihitung kan 28:03 terakhir ya Bu. Mau apapun yang ada 28:06 proses di depan, saya minta beri 28:08 kesempatan ya Allah wafatkan kami dalam 28:10 keadaan muslim dan izinkan kami 28:12 berkumpul lagi bersama orang-orang yang 28:14 saleh. Jadi saya ya sebatas apa yang 28:17 bisa saya lakukan. Saya saya belajar 28:19 kristologi dan sebagainya bukan untuk 28:21 nanti berdebat, tapi saya mempersiapkan 28:24 ketika hari itu datang keluarga saya 28:26 mungkin mulai tertarik dengan Islam, 28:28 bertanya, anak saya bertanya, saya bisa 28:30 memberi jawaban yang tepat begitu. 28:32 Kemudian 28:34 eh apa namanya kalau mungkin anak-anak 28:36 juga mulai eh mengkritisi ya nanya 28:39 begitu kan segala macam itu juga saya 28:41 mulai perkenalkan Allah seperti apa 28:44 begitu ketika Allah itu tidak bergantung 28:47 dengan apapun gitu kalau Allah masih 28:49 bergantung dengan sesuatu seseorang itu 28:51 bukan Allah gitu bilang masuk kadang 28:53 mereka nanya itu suara apa mami waktu 28:55 dulu ya saya di pondok pesantren azannya 28:58 kan keras banget itu di depan kamar 28:59 langsung kan 29:01 [tertawa] 29:01 nah itu nanya mereka itu saya jelaskan 29:03 itu itu panggilan untuk kita sholat 29:06 kalau Ibu lagi sholat misalnya mungkin 29:09 putra-putri nanya 29:11 tentang sholat 29:12 mereka tanya itu kenapa harus wudhu dulu 29:15 tadi cuci-cuci dulu gitu kan terus harus 29:17 sholat kenapa harus arahnya begitu terus 29:21 apa gitu kalau tanya iya saya jawab tapi 29:23 kalau untuk mengajarkan enggak gitu 29:26 apa namanya saya juga dikasih tahu kalau 29:29 mereka kan secara 29:32 hukum kalau secara hukum mereka sesuai 29:34 yang agama saat dilahirkan orang tua 29:36 dilahirkan tapi saya percaya tadi ya 29:38 hadisnya bilang semua bayi yang baru 29:41 lahir itu dalam keadaan fitrah dia pasti 29:44 suci itu pasti di hatinya mereka sadar 29:47 bahwa ketauhidan Allah itu gitu ya dan 29:50 saya percaya anak saya [berdehem] 29:52 muslimin dan akan kembali sebagai 29:54 muslimin 29:55 kita [berdehem] semua mendoakan untuk 29:58 Ibu Karisa dan keluarga mudah-mudahan 29:59 Allah berikan hidayah untuk semuanya 30:03 saya kira menjadi kebahagiaan yang luar 30:04 biasa tetapi tadi proses untuk ke 30:06 sananya ya Bu ya sekedar mereka ngomong 30:09 gini aja Bu kadang di mall gitu ada 30:11 pakaian yang bagus gitu anak saya 30:13 legging Bu model legging gitu ya anak 30:15 saya yang kedua ngomong "Kak Kak bagus 30:16 Kak [tertawa] itu Kak gitu ya" terus 30:18 habis itu kakaknya bisa menjawab 30:20 "enggak itu kita nanti kan kalau kita 30:22 muslim kita enggak pakai pakaian itu itu 30:25 aurat" katanya gitu terus habis itu saya 30:28 itu saya deg gitu ya saya enggak pernah 30:30 bilang itu gitu kan anaknya laki pun 30:32 gitu kalau katanya belum pakai baju 30:34 "Kakak itu aurat" gitu gitu itu bisa 30:36 bisa begitu terus saya sudah masya Allah 30:38 ya iya iya itu saya sampai saya jelaskan 30:41 boleh pakai nanti di dalam saya bilang 30:44 boleh di rumah boleh pakai tapi keluar 30:46 enggak boleh misalnya gitu saya beri itu 30:48 saya sudah masya Allah 30:49 [tertawa] 30:50 senang banget gitu he 30:51 itu satu langkah yang luar biasa proses 30:54 yang luar biasa mungkin juga karena 30:56 dimulai dari Ibu Dokter sendiri ya 30:59 mungkin mereka melihat iya betul gitu 31:01 saya enggak ajarkan tapi mereka mungkin 31:03 melihat gitu mereka belajar 31:05 karena tadi juga disampaikan Imam 31:07 ajaran itu bukan sekedar dalam kata-kata 31:10 dalam pelaksanaan ya 31:12 betul anak-anak lebih nangkap yang itu 31:14 betul itu jadi [tertawa] memang mungkin 31:16 ya Ibu tadi sifatnya memang 31:18 memberi penjelasan atau bukan memaksa 31:21 tetapi dari perilaku ya 31:24 nah itu subhanallah kita mendapat 31:26 pelajaran juga buat kita semua akhirnya 31:29 mendidik anak juga tidak bisa dengan 31:31 memaksa gitu kan Bu karena memang tidak 31:34 ada paksaan ya Bu dalam Islam 31:37 saya 31:37 tetapi kita 31:38 di 31:40 disunahkan dianjurkan untuk berdoa 31:41 mendoakan memohon gitu ya kepada 31:44 orang-orang yang terdekat apalagi gitu 31:47 ya nah kita kita semua juga insya Allah 31:49 ikut mendoakan kepada Ibu untuk Ibu dan 31:52 keluarga 31:53 mungkin ada sesuatu yang 31:57 di bulan Ramadan ini kalau boleh 31:58 dibilang mungkin kedua ya Ibu ya jadi 32:02 ada mungkin dibilang makna tersendiri 32:05 gitu ya secara khusus gitu di Ramadan 32:08 ini barangkali Ibu ada kesan-kesan 32:11 tersendiri silakan Ibu 32:13 ini Ramadan kedua saya itu alhamdulillah 32:17 kalau Ramadan tahun lalu itu saya ingat 32:20 tarawih itu bagi saya panjang banget 32:22 lama banget karena saya yang empat 32:24 rakaat saja itu deg-degan gitu kan 32:27 saking takutnya sembunyi-sembunyi kalau 32:29 setiap bisa nyelesaiin tarawih 11 rakaat 32:32 tuh alhamdulillah banget ya sekarang 32:34 saya merasa ternyata tarawih itu 32:36 sebentar ya gitu kayak kok udah witir 32:39 udah selesai gitu ya, karena mungkin 32:41 lebih lapang gitu ya dan saya berdoanya 32:44 itu bahwa ya Allah semoga saya tetap 32:46 bisa menikmati ini walaupun saya sudah 32:49 lebih lapang jangan sampai saya kemarin 32:51 ternyata dinilai Allah lebih bagus 32:54 ibadahnya amalnya waktu saya sempit 32:56 waktu saya ketakutan gitu kan ketika 32:59 lapang malah saya kurang gitu itu yang 33:01 saya enggak mau sampai seperti itu gitu 33:03 itu bedanya di situ kemudian 33:06 alhamdulillah kalau dulu saya selesaikan 33:08 di minggu ketiga Ramadan terjemahannya 33:12 karena masih buta 33:14 huruf Arab alhamdulillah Ramadan ini 33:18 hari ke 20 33:20 boleh katamin Quran bareng-bareng waktu 33:22 itu sama dari Mualaf Center yang akhwat 33:25 itu alhamdulillah kemarin bisa di 33:28 Ramadan hari ke 20 iya Zoom Zoom 33:31 alhamdulillah itu alhamdulillah subuh ya 33:34 alhamdulillah itu yang saya rasakan dan 33:36 memang 33:38 Ramadan itu kan bulan turunnya Quran ya 33:41 itu saya rasakan banget bahwa semakin 33:43 kita tuh mencintai Quran ya gitu ya 33:46 benar-benar mukjizat gitu mungkin kalau 33:49 emm 33:50 yang nabi lain dikasih sama Allah 33:53 mukjizat yang hebat-hebatlah yang gimana 33:55 gitu ya 33:56 tapi kesannya iya kesannya kok Muhammad 33:59 dikasihnya risalah ini aja gitu ya tapi 34:02 risalah inilah yang memang 34:04 luar biasa gitu ya iya dan memang 34:07 Ramadan tadi balik lagi keutamaannya itu 34:10 kan full ya di awal itu rahmat di tengah 34:14 itu sesuai nama ibu nih magfirah 34:16 [tertawa] 34:17 penuh ampunan ya hari ampunan di 34:19 tengah-tengahnya itu dan di akhirnya ini 34:21 yang sedang kita alami ini ya 34:23 ya hari pembebasan dari api neraka ya 34:26 itu masya Allah itu yang saya hayati 34:28 betul di Ramadan tahun ini dan 34:31 ya pasti sama dengan semuanya yang di 34:34 sini kita 34:35 menanti-nantikan ya. Iya. Saya enggak 34:37 tahu itu rasanya Lailatul Qadar itu 34:39 rasanya enggak tahu, tapi ya masya Allah 34:42 ya. Kita hanya berikhtiar ya, hanya niat 34:44 saja gitu untuk semakin mendapat rida 34:46 Allah, mendekat kepada Allah. Kita 34:48 khatam Quran juga bukan untuk 34:50 gaya-gayaan ya, Bu ya. 34:51 Percuma juga kalau makanya kan dibilang 34:53 kalau akhir zaman ini banyak yang ee 34:56 Quran itu hanya di enggak sampai 34:58 kerongkongan gitu. Betul sekali. Di 35:00 lisan saja. 35:00 lisan saja itu jangan sampai 35:02 naudzubillahimindzalik tapi itu bisa 35:05 jadi ee yang utama kita bisa tadi kan ya 35:08 kata Bapak ya kita lakukan gitu. 35:10 Iya. Apalagi bisa bermanfaat buat orang 35:12 lain itu masya Allah. 35:14 Mungkin ee kalau 35:16 boleh usul di waktu-waktu inilah atau di 35:19 10 terakhir inilah doa-doa kita insya 35:22 Allah lebih kuat lagi 35:24 Iya, iya. Mungkin tadi karena kita semua 35:27 juga akan membantunya ya, terutama Bu 35:29 Dokter mungkin bisa melantunkan doa 35:32 dengan penuh kekhusyukan khususnya untuk 35:34 keluarga dan mungkin orang-orang yang 35:36 tercinta yang lainnya yang terdekat 35:38 dengan Ibu. Nah, saya kira ee sangat ee 35:42 ya kesempatan yang luar biasa gitu ya. 35:44 Mas. Nah, berikutnya barangkali ee 35:47 karena kita menjadi orang-orang yang 35:49 bersaudara, Ibu di sini kami juga 35:53 saudara Ibu, di luar negeri juga saudara 35:55 Ibu juga, kaum muslimin di manapun 35:57 berada juga saudara Ibu. Bagaimana Ibu 35:59 menyikapi ini gitu, rasanya tuh seperti 36:02 apa mendapat saudara yang luar biasa? 36:04 Iya, alhamdulillah ya. 36:06 Yang saya juga enggak menyangka ya yang 36:08 kemarin YouTube ternyata ramai itu. Ada 36:12 salah satu yang sampai akhirnya DM saya 36:14 itu cerita kami nonton di Malaysia 36:18 katanya gitu. Yang saya merinding itu 36:20 masya Allah dibilang setelah nonton itu 36:23 teman-teman kami yang akhwat pada 36:25 memutuskan untuk memakai jilbab dan 36:28 niqab. 36:29 Masya Allah. 36:29 Masya Allah saya langsung Allahu Akbar 36:31 ya. Masya Allah. Itu Betul. Masya Allah 36:33 ya, itu memang saya 36:35 saksi nya ada di sini ya, MC nya. 36:38 Mas Reza saya saksikan. 36:39 itu masih bilang, "Mas mohon maaf ya 36:41 kalau saya belepotan saya itu baru 36:43 perdana ngomong gini." "Enggak apa-apa 36:45 Dokter alhamdulillah." gitu. Tapi itu 36:46 kalau Allah sudah berkehendak ya, mau 36:48 siapa saya ya. 36:50 Iya betul. 36:50 Enggak ada ilmunya gitu kan, terus apa 36:52 belepotan tapi kalau Allah mau ngomong 36:54 sama umat yang disayang nya itu itu 36:56 yang. Jadi kalau balik lagi ke 36:58 pertanyaan Ibu yang saya tahu di hadis 37:00 riwayat Bukhari Muslim kalau perumpamaan 37:04 orang Muslim itu dalam hal saling 37:06 mengasihi, menyayangi itu kan seperti 37:08 tubuh ya anggota tubuh. 37:10 Iya betul. 37:10 yang sakit ya yang anggota tubuh yang 37:13 lainnya pun merasa jadi terjaga, jadi 37:15 merasa sakit juga. 37:17 Ya kemudian apa permisalan nya juga 37:18 seperti bangunan yang saling mengokohkan 37:21 itu. 37:22 Jadi saya itu rasanya itu ketika mungkin 37:25 ada beberapa yang saya harus terputus 37:28 silaturahim nya tapi ternyata Allah 37:30 gantikan dengan yang lebih banyak lagi 37:32 gitu ya. Dan saya 37:34 eh ingin sekali gitu kalau kita se se 37:38 seluruhnya ini ya umat Muslim ini boleh 37:40 bersatu gitu ya untuk ya apalagi sudah 37:43 saudara ya Betul betul. 37:44 jangan sampai eh saling menjatuhkan atau 37:47 saling menjelekkan gitu kan. 37:49 Iya. Sesama Muslim loh Iya [tertawa] 37:50 betul. Alhamdulillah. 37:52 sedih saya ketika kalau misalnya itu 37:53 terjadi gitu kan. Insya Allah itu sama 37:56 menjadi tujuan kita bersama karena itu 37:58 juga eh ada tuntunan nya dalam Alquran 38:02 dan kita semua insya Allah bisa eh 38:05 bersama-sama dengan Ibu menggalakkan 38:07 persatuan lah ya. 38:08 Iya. Ukhuwah Islamiyah harus lebih 38:10 dikedepankan daripada yang hal-hal yang 38:13 sifatnya eh furu atau misalnya cabang 38:16 atau hal-hal yang sifatnya remeh lah 38:18 gitu ya. Yang tidak perlu diperdebatkan. 38:21 Iya iya. Alhamdulillah Bu Dokter sudah 38:23 mempunyai istilahnya punya prinsip 38:25 seperti itu dan ini sama dengan kita 38:27 semua dan seharusnya juga dimiliki 38:30 prinsip ini oleh semua kaum muslimin. 38:32 Amin. Sehingga nantinya persatuan bisa 38:35 terwujud begitu ya. Nah, kami insyaallah 38:38 juga dalam rangka itu semua makanya 38:40 termasuk tadi pesan dari Imamul Muslimin 38:42 juga mengarahkan ke situ. Iya, baik. Eee 38:46 mungkin ada terakhir dari kami mohon 38:48 untuk bisa memberikan ya semacam pesan 38:51 begitu ya atau kesan eee atau harapanlah 38:54 ya Bu Dokter. Kami juga ingin eee 38:57 barangkali Ibu pengin eee ya harapan 38:59 untuk muslimat-muslimat baik yang ada di 39:02 sini mungkin juga peserta Zoom dan di 39:05 beberapa daerah yang lain. Silakan Ibu. 39:07 Iya, sebenarnya harusnya saya nanya nih, 39:09 [tertawa] 39:10 mau belajar juga ini maksudnya ya. 39:12 Kita saling memberi masukan Ibu, 39:14 silakan. 39:15 Ini kalau saya share aja ini sebenarnya 39:17 buat ke diri saya sendiri juga ya. Ini 39:19 Iya. 39:20 kayak anak apa, sebenarnya sih malu 39:22 untuk sharing-sharing ini terus gitu di 39:24 depan umum tuh sebenarnya malu cuman di 39:26 situ saya sambil juga saya me memotivasi 39:29 diri saya sendiri juga untuk saya saya 39:32 jangan jadi ujublah dengan respon 39:34 positif orang-orang itu ya terus malah 39:36 nanti akhirnya jadi sombong malah terus 39:38 nanti udah cuman di mulut doang ternyata 39:40 saya tidak melakukan yang saya omongkan 39:42 gitu ya. Itu yang saya enggak mau saya 39:45 rugi juga kalau sampai penilaiannya 39:47 manusia itu lebih tinggi daripada Allah 39:49 nilai saya itu enggak mau ya. Iya kita 39:53 semua belajar tentang itu insyaallah. 39:55 betul. Nah, ini yang kalau buat saya ini 39:57 ini saya share yang menjadi motivasi 40:00 saya aja ya mungkin ya. Ya, 40:02 alhamdulillah eee 40:03 eee insyaallah kalau memang bisa buat 40:06 eee saudara-saudara semua di sini gitu 40:08 kalau bagi saya itu eee barangsiapa yang 40:11 menyusuri jalan mencari ilmu itu kita 40:14 akan dimudahkan untuk mencapai surga dan 40:17 untuk para muslimah ini juga saya pernah 40:20 baca itu kalau apa 40:22 kita enggak bisa mencapai keshalihan 40:25 kalau kita tidak disertai ilmu karena 40:27 iman itu sebenarnya belum berpakaian ya, 40:30 pakaiannya adalah taqwa, perhiasannya 40:32 adalah malu dan buahnya itu ilmu gitu. 40:36 Jadi 40:37 kalau kita mengamalkan segala sesuatunya 40:40 itu dengan ilmu itu beda rasanya gitu. 40:43 Tadi kayak kalau saya enggak tahu wudhu 40:45 itu pentingnya begitu mungkin saya 40:46 wudhunya cepet-cepet gitu ya atau 40:49 mungkin saya enggak sholatnya enggak 40:51 tuma'ninah gitu itu karena mungkin saya 40:53 enggak karena enggak tahu ilmunya gitu. 40:55 Masya Allah waktu saya ngafalin bacaan 40:56 sholat dan saya baca artinya itu masya 40:59 Allah itu enggak ada doa doa 41:02 sebaik-baiknya doa itu ya itulah itu itu 41:05 apa shiratol mustaqim ihdinas shiratol 41:07 mustaqim itu masya Allah itu itu 41:09 bener-bener mengubah mindset saya gitu. 41:11 Dulu saya heran kenapa kenapa orang 41:13 muslim sih udah dikasih tahu jalannya 41:15 kok masih nanya terus ya ihdinas 41:17 shiratol mustaqim ternyata itu itu 41:18 sebaik-baiknya doa ya ketika kita 41:20 merendahkan 41:21 diulang-ulang gitu ya? 41:23 diulang-ulang iya 41:23 [tertawa] 41:24 iya kan kayak kok enggak dengerin ini 41:26 jalannya gitu kan tapi ternyata itulah 41:28 kita karena kita tempatnya lalai lupa ya 41:31 jadi gampang menyimpang ya kita 41:32 sedikit-sedikit berserah sama Allah 41:34 mengingat Allah bahwa tolong ya Allah 41:36 kasih jalan yang lurus gitu. Mungkin 41:38 kalau maksiat kita langsung menjauh gitu 41:41 tapi yang kecil-kecil kayak tadi 41:42 penyakit hati seperti itu itu yang kita 41:44 susah deteksinya itu dan amalan kita 41:46 yang udah susah-susah kita kumpulin tuh 41:48 kalau sampai bocor tuh 41:50 audzubillahiminasyaitonirojim ya jangan 41:51 sampai gitu kan 41:53 [tertawa] 41:53 iya betul jangan sampai ini kayak saya 41:54 ngomong gini nanti saya malah ditolak 41:56 sama Allah itu kan jangan sampai gitu 41:58 insya Allah tidak mudah-mudahan kita 42:00 juga berdoa selalu kepada Allah ya jadi 42:02 alhamdulillah dokter Karisa bisa 42:05 memberikan ya sharingnya kepada kita 42:07 semua insya Allah juga menjadi motivasi 42:09 buat buat semua baik yang ada di ee 42:12 tempat ini ataupun di tempat-tempat 42:14 lain. Kita semua insyaallah sama-sama 42:17 belajar dan kita juga berharap kepada 42:19 Allah agar ditetapkan atau istikamahkan 42:23 keimanan kita semua. Ee terima kasih, 42:25 jazakillah khairon kepada Bu Dokter 42:29 telah memberikan ilmu-ilmunya juga, 42:31 sharing, motivasi kepada kita semua. 42:33 Akhirnya kami ee sebagai pembawa acara 42:37 dalam artian sebagai moderator untuk Bu 42:39 Karisa, kami undur diri. Nanti 42:41 insyaallah akan dilanjutkan oleh ee ke 42:45 ee amir majelis. Billahi taufik wal 42:47 hidayah, assalamualaikum warahmatullahi 42:49 wabarakatuh. Waalaikumsalam 42:51 warahmatullahi wabarakatuh. 42:53 Oke, baik. Masyaallah, barakallah fik 42:56 kepada Bu Dokter. Ee Mas ini kisah yang 42:59 sangat menginspirasi sekali ya, Bu 43:00 Dokter. Masyaallah. Jadi, pengalaman Bu 43:02 Dokter ini menjadikan intro ee 43:05 menjadikan 43:06 ee kami ini sebagai intropeksi bagi kami 43:08 semua dan ee apa, bagaimana ketauhidan 43:13 kita atau kesungguhan kita menyelami 43:15 kalam Allah. 43:16 Semoga dari kisah tersebut kami dapat 43:19 mengokohkan ketauhidan kita kepada Allah 43:21 subhanahu wa taala. Amin ya rabbal 43:23 alamin. 43:24 Kami ucapkan ee syukron wa jazakillah 43:26 khair kepada Bu Dokter yang telah 43:28 menyampaikan kisah inspiratifnya. 43:30 Baik, selanjutnya ee sesi tanya jawab ya 43:33 kepada kami persilakan kepada para 43:36 peserta offline maupun online. Tetapi 43:40 karena terbatasnya waktu, kami hanya 43:43 memberikan tiga peserta saja. 43:45 Kesempatan kepada tiga peserta saja. 43:48 Satu untuk peserta offline dan dua untuk 43:51 peserta online. Kepada peserta offline 43:53 yang hadir di ee Pondok Pesantren Al 43:55 Fatah, kami persilakan. 43:59 Baik. 44:01 Bismillahirrahmanirrahim. 44:03 Assalamualaikum warahmatullahi 44:05 wabarakatuh. Waalaikumsalam 44:07 warahmatullahi wabarakatuh. 44:09 Perkenalkan nama saya, maaf ee 44:13 ini MC saya langsung saja ya biasanya 44:17 silakan memperkenalkan diri kan gitu ya 44:19 sebelum bertanya. 44:21 Nama nama saya ee Ibu Nafisah. 44:26 Ee saya ee mengajar jadi guru 44:31 di Madrasah Aliyah Al Fatah di sini 44:33 juga. 44:37 Ee ini ada ee sesuatu memang saya 44:41 sebelumnya saya sudah nonton video 44:43 sampai full setiap ada YouTube-nya saya 44:46 cari ya cari terus 44:48 karena ee itu penting bagi saya ya. 44:53 Ee sama gitu ya pengalaman ee 44:58 ee dokter ee dengan saya sama cuman beda 45:03 ya. Ibu dokter ee mualaf saya Islam. 45:08 Itu saja ya ee itunya. 45:10 Yang menjadi pertanyaan ee saya ee 45:15 sekarang 45:16 ee Ibu dokter kan sudah ee 45:19 mantap ya sudah setahun ya sudah setahun 45:23 lah ya lebih kurang. 45:25 Nah 45:26 perbedaan ee ketika ada umat Islam ya 45:31 apalagi pada saat ini 45:34 yang banyak sekali yang menghina 45:37 baik secara langsung 45:39 maupun secara tidak langsung 45:42 ee 45:43 contohnya di media 45:45 dan [mendengus] bahkan secara langsung. 45:48 Nah bagaimana ee tanggapan ee dari ee 45:53 dokter itu sendiri? Apakah ada perbedaan 45:57 ee sebelum jadi mualaf dan sesudah 46:00 mualaf? 46:01 Jazakallah khair. Assalamualaikum 46:03 warahmatullahi wabarakatuh. Demikian. 46:05 Terima kasih Bu Nafisa pertanyaannya. 46:08 Iya. 46:09 Daripada lupa jadi langsung saja ya. 46:11 [tertawa] 46:12 Iya, pertanyaannya bagus sekali ya. 46:14 Memang betul ketika saya masuk ke dalam 46:18 Islam gitu ya. 46:20 Sebenarnya ee 46:22 saya itu ketika 46:24 melihat ke Islam itu yang tadinya saya 46:26 lihat dari permukaan gitu ya Bu, dari 46:29 luarnya itu kayaknya enggak seindah 46:32 waktu ee waktu saya masuk ternyata itu 46:35 itu saya ee memang iya Bu. Jadi saya 46:38 waktu itu ngelihatnya kok Islam 46:40 mohon maaf kolot misalnya gitu kan atau 46:44 ee kadang ribet-ribet apalah rame apa 46:47 gitu bahkan antar Islam sendiri gitu ya 46:50 itu gitu. Tapi ternyata ee terus ataupun 46:54 kalau saya ini mulai ini ee teman-teman 46:57 bertanya "Dokter Islam apa?" gitu. Saya 47:01 bingung saya jawabnya "Saya Islam." gitu 47:03 kan. Saya enggak tahu saya apa. 47:05 [tertawa] 47:05 Memang Islam ada berapa? Jadi saya 47:07 bilang ditanya "Dokter Islam apa? Dokter 47:09 gurunya siapa?" gitu kan. Nah saya 47:11 bilang "Saya Islam." saya bilang gitu. 47:13 Dan 47:14 ee 47:15 panutan saya ya balik lagi ke Alquran 47:18 panutan saya kembali lagi ke Muhammad 47:20 Islam Indonesia. 47:22 [tertawa] 47:23 Iya masyaallah nah itu ee apa namanya 47:25 balik lagi ke Rasulullah. Saya lihat 47:28 dakwahnya Rasulullah itu selalu Ini 47:30 zamannya orang branding. 47:32 Tidak bisa kita hanya sembunyi di 47:33 belakang 47:35 gedung ya di sudut sana sudah 47:39 Nah itu saya di apa saya balik lagi ke 47:42 dakwahnya Rasulullah yang saya tahu yang 47:44 mungkin ee 47:47 ini konteksnya itu saya ini sebagai 47:49 masih ibu rumah tangga masih sendiri ee 47:53 ada anak-anak yang harus saya tanggung 47:55 untuk saya menjadi seorang yang radikal 47:57 atau militan mungkin saya belum bisa ya, 48:00 mungkin kalau dari sisi itu tapi saya 48:02 pribadi adalah saya merasakan semakin 48:05 kita mempelajari ilmu di dalam Islam, 48:08 Islam tuh agama ilmu sekali ya itu itu 48:11 saya lihat bahwa Islam tuh rahmatan lil 48:14 alamin tuh sangat terasa itu itu yang 48:16 membuat Islam itu berbeda gitu saya 48:18 merasakan itu dengan keyakinan bahwa ya 48:21 inna dina indallahil Islam enggak ada ya 48:24 pokoknya agama yang paling benar dan 48:26 sempurna itu Islam gitu gitu jadi itu 48:29 yang jadi 48:31 apa namanya 48:33 pegangan saya lah sampai hari ini gitu 48:35 insyaallah saya 48:37 masih seperti itu Bu kebetulan karena 48:39 saya juga enggak bisa bergerak terlalu 48:41 banyak karena kan memang ada anak-anak 48:44 yang masih membutuhkan saya gitu kalau 48:46 sampai mamanya ada apa-apa anak saya 48:48 sama siapa 48:49 [tertawa] 48:50 ini walaupun ya saya serahkan semua sama 48:52 Allah ya gitu cuma kita ukur juga 48:54 kemampuannya gitu saya juga masih orang 48:57 yang aduh masih cetek sekali ilmunya 49:00 masih jauh sekali mungkin ada 49:01 orang-orang yang bisa 49:03 bagiannya di di yang 49:06 lain ya berjuang di tempat yang lain 49:08 gitu saya berhijrah berjihadnya di 49:11 ilmu ini saja 49:12 karena masih fokus untuk ke diri saya 49:15 sendiri lah untuk ilmu diri saya sendiri 49:17 gitu belum untuk yang lain-lain dan tadi 49:20 ee 49:21 saya serahkan semua hidayah itu pada 49:23 Allah gitu apapun yang terjadi mau kita 49:26 gimana-gimana kalau Allah tidak 49:28 berkehendak ya enggak bisa tapi kalau 49:30 Allah kehendaki saya enggak ngira apa 49:33 tiba-tiba itu yang terjadi itu iya 49:36 apa menjawab ya Bu Nafis 49:38 [tertawa] 49:40 iya makasih 49:41 alhamdulillah masyaallah alhamdulillah 49:43 sudah terjawab ya Bu ya alhamdulillah 49:45 baik selanjutnya ada satu pertanyaan nih 49:47 Bu Dokter dari 49:49 chat Zoom boleh saya bacakan Bu Dokter 49:52 boleh iya makasih enggak kelihatan 49:53 ee salam Setelah hidayah yang Allah 49:56 berikan sebagai yang baru dalam keluarga 49:59 besar Islam, 50:00 apa cita-cita dan harapan Ibu Dokter 50:02 khususnya tentang perjuangan kemuliaan 50:04 dalam Islam? Eh, tentang perjuangan 50:06 kemuliaan dalam Islam yang satu, 50:09 bersaudara muslim yang satu dengan poros 50:11 teladan utama Rasulullah sallallahu 50:13 alaihi wasallam dari Alfatah, Batam. 50:15 Jazakillah khair. Masyaallah, berat 50:18 sekali ini pertanyaannya. 50:20 [tertawa] 50:22 Iya. 50:23 Eh, soalnya saya belum memikirkan sampai 50:25 itu, tapi ya saya tadi saya cuma mikirin 50:28 saya, keluarga gitu ya. Nah, tapi memang 50:30 ya ini mungkin cita-cita setiap kita ya 50:33 kita ketika kita ingin 50:35 agama Islam itu bukan sekedar agama, 50:37 tapi ketika kita bisa benar-benar 50:39 mengamalkannya tadi sesuai eh Quran, 50:42 sesuai hadisnya. Nah, itu eh Islam itu 50:45 bisa jadi sebuah peradaban ya. 50:47 Kembali gitu, eh ketika eh kita bisa 50:51 menjalankan Islam itu peradaban yang 50:53 luar biasa yang saya rasa eh karena 50:55 ajarannya itu kan juga masyaallah penuh 50:58 kebaikan, penuh eh kemuliaan gitu ya. 51:01 Eh, kalau sampai diterapkan itu itu 51:04 masyaallah pasti peradaban Islam akan 51:06 bangkit ya di semua aspek kehidupan 51:09 gitu. Itu yang cita-cita saya sih. 51:12 Iya, itu kalau bisa jadi seperti itu 51:14 masyaallah gitu dan eh alhamdulillah 51:17 kalau kita bisa terlibat di dalamnya 51:19 gitu ya. Memang kan dikatakan sekecil 51:22 apapun peranan kita itu eh dalam dakwah 51:25 itu bernilai besar di mata Allah. Tapi 51:28 mungkin mau sebesar apapun eh peran kita 51:30 dalam dakwah di mata manusia itu masih 51:33 tercela, pasti ada salahnya gitu. Gitu, 51:36 jadi ya udah ikhlas aja kita sabar, 51:38 belajar dan niatkan selalu bukan untuk 51:41 diri kita, tapi niatkan karena Allah 51:42 untuk mencari rida Allah. Udah itu aja, 51:45 enggak ada niatan lain selain mencari 51:47 rida Allah. 51:49 Masya Allah, jazakillah khair kepada Ibu 51:51 Dokter. Ya, jadi satu pesannya tadi Ibu 51:53 Dokter ya, niat karena Allah. Ini 51:55 mungkin yang sering terlupa 51:57 sama kita semua. Eh, datang ke majelis, 51:59 kedatangan ke suatu majelis, apakah niat 52:01 kita sudah benar nih karena Allah atau 52:02 memang karena manusia. Nah, itu satu 52:05 peringatannya dari Ibu Dokter ini buat 52:06 kita semua, masya Allah. Seperti itu. 52:11 Baik, mungkin 52:13 kita cukupkan ya Ibu Dokter ya, karena 52:15 waktu sudah iya, karena Ibu Dokter ini 52:17 insya Allah nanti setelah ini harus ini. 52:23 Oh, iya, boleh. Boleh, enggak apa-apa. 52:25 Oh, boleh, boleh. 52:26 Iya, boleh. Ada lagi? Oh, Ustaz Wahyudi 52:28 langsung. Baik. Pak Ustaz yang nanya. 52:32 [tertawa] 52:36 Alhamdulillah, eh, Bu Dokter Karisa. 52:40 Saya sangat terharu dengan dengan cerita 52:42 tadi karena 52:44 saya [berdehem] pernah 52:45 eh, mengalami hal yang sama walaupun 52:47 tidak sedahsyat Dokter gitu ya. 52:50 Saya 52:51 tahun 86 52:52 itu 52:54 istilahnya hijrah 52:56 dari Islam yang umum sifatnya 52:59 ya, yang semacam abangan lah gitu. Kan 53:02 istilah banyak orang yang mengaku muslim 53:04 tapi tidak tahu apa itu Islam. 53:06 Nah, saya hal seperti itu. Tapi kemudian 53:08 setelah Allah berikan hidayah 53:11 dan kemudian saya sampai di sidang orang 53:13 tua 53:14 kemudian diboikot jadwal-jadwal saya, 53:17 jadwal saya ngisi kajian di beberapa 53:19 tempat diboikot. 53:20 Sampai oleh guru-guru saya juga tidak 53:23 diberi salam, salam saya tidak dijawab. 53:26 Ya, jadi selama satu tahun itu saya 53:27 betul-betul dikucilkan. 53:29 [berdehem] 53:29 Makanya begitu Dokter Karisa tadi cerita 53:32 saya jadi sangat terharu 53:34 [berdehem] 53:38 karena mengalami hal yang sama. 53:44 Walaupun mungkin 53:48 sangat berbeda ya. Jadi, saya hanya dari 53:50 [mendengus] 53:50 dari Islam abangan pada Islam yang 53:53 tertata, tertib, rapi, terpimpin gitu. 53:57 Nah, sedangkan Dokter dari dari alam 54:00 non-muslim kepada muslim. 54:02 Ya, tapi asalnya bahwa ujian ini akan 54:05 berlalu. Ya, saya pun mengalami yang 54:07 sama kurang lebih 1 tahun saya di 54:09 dikucilkan begitu. 54:11 Sampai saya mau salat saja sama guru 54:13 bilang [berdehem] 54:14 Dir, kamu memang sah salat dengan saya. 54:17 Astagfirullah, kok begitu gitu ya. 54:19 Ya, kamu kan sudah beda dengan saya. 54:21 Jadi, nanti kamu enggak sah salatnya 54:23 kalau dengan saya gitu. 54:24 Saya dianggap saya ini masuk kelompok 54:27 yang mengkafirkan orang lain gitu. 54:29 Nah, tapi ternyata alhamdulillah seiring 54:31 dengan perjalanan waktu 54:33 selama setahun itu 54:35 akhirnya ee terbukalah semuanya. Saya 54:39 adakan waktu itu adakan taaruf ya, 54:42 kemudian diundanglah mereka semua yang 54:45 jadi sumber-sumber fitnah itu supaya 54:46 hadir dalam kajian kita. 54:49 Dan setelah itu cair gitu. Jadi, saya 54:51 pun nama saya dijadwalkan kembali di 54:53 masjid-masjid ya, saya pun diberikan 54:55 salam kembali, salam saya dijawab 54:57 kembali dan itu sudah 1 tahun 1 tahun 55:00 kurang lebih. Nah, ini 55:02 ee sebagai pelajaran 55:03 [berdehem] 55:04 mungkin 55:05 Dokter Karisa pun mengalami yang sama 55:07 ya. 55:08 Dan insyaallah ujian itu akan berlalu. 55:09 Iya. Tapi yang pasti ujian itu kalau 55:11 kita berhasil menempuhnya Allah akan 55:13 naikkan derajatnya. Iya. Nah, kalau kita 55:15 gagal tentu itu yang kita akan merasakan 55:17 rugi ya. Mudah-mudahan dengan ini 55:20 Dokter Karisa diberikan kekuatan iman, 55:23 istikamah dalam kebenaran 55:25 dan semoga Allah terus tunjukkan 55:27 pada kesempurnaan Islamnya karena Allah 55:29 perintahkan ya ayyuhalladzina amanu 55:31 udkhulu fis silmi kaffah. 55:33 Wahai orang beriman, masuklah kamu ke 55:34 dalam Islam secara kaffah. Nah, kalau 55:36 sekarang Dokter sudah sampai seperti ini 55:38 tidak berarti puas dengan hal ini kan, 55:40 terus bergerak, melangkah sampai 55:42 akhirnya ditemukan oh ternyata Islam 55:44 yang secara utuh itu harus seperti ini 55:46 gitu. Insya Allah, mudah-mudahan saya 55:48 hanya doakan Jadi 55:49 yang mudah-mudahan Allah berikan 55:50 kekuatan dan istikamah Dokter Tarisa 55:53 sampai mendapatkan eh pelaksanaan Islam 55:56 yang sempurna. Demikian jazakumullah 55:58 khair. Assalamualaikum warahmatullahi 55:58 wabarakatuh. 55:59 Iya, terima kasih Pak Ustaz. 56:02 Iya, betul Pak Ustaz itu saya eh 56:05 masya Allah ya, kesempurnaan Islam itu 56:07 Bu ya, saya lihat memang kalau semakin 56:09 kita pelajari kok semakin kayak kita 56:11 enggak tahu apa-apa ya Bu karena banyak 56:13 sekali luas sekali ya. Benar kalau Quran 56:16 surat Al-Kahfi itu dan di Luqman 27 itu 56:19 juga disebutkan kalau andaikan pohon itu 56:22 jadi pena dan lautan itu jadi tinta itu 56:26 sudah habis ditambahin tujuh lautan lagi 56:29 pun masih kurang nulis kalam Allah ya 56:31 Pak Ustaz ya. Itu dan itu yang saya 56:33 rasakan betapa Islam itu eh 56:36 eh syarat ya dengan ilmu seperti itu 56:39 gitu dan eh 56:41 alhamdulillah semoga eh kita bisa kuat 56:45 menghadapi ujian apapun tadi kayak Pak 56:47 Ustaz bilang radhitu billahi rabban wa 56:50 bi islami dina wa bi Muhammadin nabiya 56:52 wa rasulan itu doa saya supaya apapun 56:54 yang terjadi di depan ya Allah biarkan 56:57 saya rida Allah yang yang sa a is a 57:00 Islam yang selalu jadi agama saya, 57:02 Muhammad jadi eh rasul saya. Itu itu 57:05 yang saya doakan betul betul gitu. Ya 57:08 sudah kalau di dunia ini ya cuma setetes 57:11 kan ya, kalau enggak dapat cuma enggak 57:13 dapat setetes, kalau dapat ya cuma dapat 57:16 setetes 57:16 [tertawa] 57:16 gitu. Enggak ada yang perlu dibanggakan. 57:19 Iya masya Allah. 57:21 Ya. 57:22 Masya Allah jazakumullah khair. Eh masih 57:25 ada satu kesempatan lagi boleh Bu 57:26 Dokter? Silakan. Ya, silakan 57:28 alhamdulillah. Ada satu pertanyaan lagi 57:30 dari offline. Oke, kepada Ukti Ica. 57:34 Nah, sama namanya. 57:37 Iya, Bu Dokter, sama-sama [tertawa] Ica. 57:40 Silakan. Eh, terima kasih atas 57:42 kesempatannya yang diberikan. 57:44 Eh, begini Bu Dokter, saya ingin tahu eh 57:47 setelah kisah dokter itu banyak 57:49 bermunculan gitu ya di kanal media 57:52 sosial, ada pengalaman menarik enggak 57:54 sih 57:55 eh dari para netizen gitu? 57:57 [tertawa] 57:58 Boleh. 58:01 Iya, biasanya suka seru. Iya, [tertawa] 58:04 solusi. 58:06 Ya, gitu aja, Bu Dokter. Jazakallah 58:08 khair. Makasih. Eh, pertanyaan yang 58:11 menarik ya. 58:12 [tertawa] 58:13 Ya, seperti itulah seperti diperkirakan 58:17 gitu. 58:18 [tertawa] 58:18 Ya, setelah itu saya tuh sebenarnya 58:20 medsos tuh itu sudah sejak saya tahu 58:22 Islam dan susahnya sebagai eh apa? Bukan 58:26 susah sih, justru Islam tuh menjaga 58:28 wanita itu untuk dalam fitrahnya itu ya, 58:30 kita hati-hati juga gitu karena 58:32 fitnahnya besar gitu. Jadi, saya tahu 58:35 medsos pun saya gunakan hanya untuk 58:38 share gitu ilmu yang saya dapat, saya 58:40 tulis di situ untuk di-save, 58:42 alhamdulillah kalau bisa bermanfaat buat 58:44 yang baca gitu. Jadi, dari yang follower 58:47 saya mungkin cuma sedikit, teman-teman 58:49 aja yang tahu itu pun enggak semua teman 58:50 tahu gitu karena enggak sesuai juga nama 58:53 akunnya dengan nama akun saya gitu, nama 58:56 asli saya gitu kan. Itu masya Allah yang 58:58 DM luar biasanya. Iya, iya, eh 59:02 iya 59:03 ada yang bilang apa? Siap mengimami. 59:08 [tertawa] 59:10 Iya, itu gitu. Terus eh apa? Siap taaruf 59:14 lah segala macam ya. Itu 59:16 eh bukan apa-apa sih maksudnya ya karena 59:18 saya kadang saya bilang aduh mohon maaf 59:20 bukan apa-apa mau masih belum siap ya, 59:22 masih banyak yang harus dibenahi seperti 59:24 itu. Kemudian dijawab lagi masih "Ya, 59:27 siap kita benahi bersama." 59:29 [tertawa] 59:30 Ini sharing-sharing saja lah ya gitu, 59:32 bukan bermaksud me membuka aib atau apa 59:34 gitu ya, ini buat ini saja ya. 59:36 Alhamdulillah sih semakin banyak yang 59:38 mendoakan, tapi saya senang tadi kayak 59:40 ada curhatan tadi ya dari Malaysia 59:42 ternyata itu saya senang sekali gitu 59:44 kalau ternyata bisa ada manfaat gitu ya. 59:47 Terus eh kemudian apa lagi yang 59:49 lucu-lucu ya? Ya ada yang 59:53 eh mungkin dikira saya orang berada 59:56 punya gitu ya mau pinjam uang kayak 59:58 gitu. Itu ada juga gitu. "Duh, mohon 1:00:00 maaf Pak." gitu kan. 1:00:02 "Uang segitu saya enggak ada uang uang 1:00:05 bebas segitu buat bisnis gitu. Kalau ada 1:00:07 ya 1:00:08 insyaallah saya kasih gitu ya. Memang 1:00:10 uang segitu dan bebas ya bukan saya 1:00:13 untuk ada posnya apa gitu itu saya 1:00:15 enggak ada." saya bilang gitu. "Mohon 1:00:17 maaf sekali." saya bilang gitu. Gitu 1:00:20 terus ya sudah paling kalau ada yang 1:00:22 tentang yang mengajukan proposal apa ya 1:00:24 kalau itu saya cuma bisa ngasih se 1:00:26 bisanya saya saja se ikhlasnya saya saja 1:00:29 gitu belum bisa itu. Saya terus terang 1:00:31 gitu saya ini sendiri dan masih anak 1:00:35 tiga gitu kan. Eh itu 1:00:38 apa namanya ya? Ya 1:00:41 apa? Eh uangnya segitu-gitu saja gitu. 1:00:44 Alhamdulillah barokah kita enggak lihat 1:00:45 nilainya kan ya, yang penting barokahnya 1:00:48 saja gitu. Kalau Allah percayakan lebih 1:00:51 ya itu memang ada hak orang lain juga 1:00:53 kan di situ gitu ya. 1:00:55 [tertawa] 1:00:56 Apa lagi yang lucu-lucu ya? Sudah sih 1:00:58 kadang ya saya dinasehati diingatkan itu 1:01:00 masyaallah saya senang banget gitu. Di 1:01:02 kalau pujian itu kan ujian kebaikan ya 1:01:04 Pak Ustaz ya, dipuji itu sebenarnya 1:01:06 ujian juga gitu. Takutnya kita nanti 1:01:07 malah enggak jadi baik ya malah katanya 1:01:10 malah membinasakan juga bisa, tapi saya 1:01:12 berterima kasih sekali ketika ada yang 1:01:14 mengingatkan seperti itu itu saya senang 1:01:16 banget gitu. Kadang mereka "Eh, Bu 1:01:18 Dokter ingat nanti kalau semakin tinggi 1:01:21 nanti anginnya semakin kencang gitu. 1:01:23 Terus dokter jangan sampai berubah ya 1:01:26 kayak gitu ada dokter. Iya iya banyak 1:01:29 banyak yang ingatkan seperti itu itu 1:01:30 saya bersyukur banget gitu. Tapi ya 1:01:32 memang kadang ada yang saya kan jarang 1:01:35 sekali itu sebenarnya medsos tuh 1:01:36 benar-benar jarang sekali. Jadi ketika 1:01:38 ada yang kok enggak dijawab-jawab, kok 1:01:40 enggak di-follow back gitu ya. Terus 1:01:41 saya mohon maaf saya baru habis zoom 1:01:44 meeting, baru habis salat. Mohon maaf Bu 1:01:47 itu bukannya salat harusnya di awal 1:01:48 waktu. Iya 1:01:50 betul saya bilang harus salat di awal 1:01:51 waktu tapi saya tadi enggak bisa tinggal 1:01:53 lagi ngau- dit atau apa gitu kadang 1:01:55 enggak bisa gitu kan karena juga saya 1:01:57 kan bukan bos ya bisa berhenti sekarang 1:01:59 gitu kan gitu saya mau salat gitu bisa 1:02:01 karena saya juga masih staf gitu kan 1:02:04 jadinya 1:02:05 ya harus ikut gitu kan gitu ya. 1:02:07 Iya iya gitu tapi ya itu nasihat yang 1:02:10 baik gitu ya betul gitu. Terus kadang 1:02:12 ada yang apa eh ngasih masukan saya 1:02:15 nulisnya kan eh malam Lailatul Qadr. 1:02:18 Dokter mohon maaf kalau udah pakai 1:02:19 Lailatul jangan pakai malam. Oh iya 1:02:22 mohon maaf gitu ada ada dokter itu 1:02:25 bukunya jangan yang nulis ada Rasulullah 1:02:29 eh iya Muhammad SAW gitu kan itu adabnya 1:02:32 enggak boleh begitu. Oh iya iya iya 1:02:34 mohon maaf saya punyanya ini bukunya 1:02:36 gimana ya. Dikasih juga itu juga kan 1:02:39 enggak beli di mana gitu kan. Gitu tapi 1:02:41 ya alhamdulillah di situ saya malah 1:02:43 banyak belajar gitu kan kayak ya waktu 1:02:46 itu setiap saya seperti ini tuh saya 1:02:48 alhamdulillah belajar kayak dibilang 1:02:50 poligami itu salah ternyata kita eh apa 1:02:53 namanya pemakaian katanya ya benar 1:02:55 poligini karena poligami itu poligini 1:02:57 dan poliandri gitu kan. Kita udah salah 1:03:00 kaprah poligami. Oh iya betul juga jadi 1:03:02 saya malah banyak belajar sih gitu di 1:03:04 samping yang kalau lucu-lucu ya gimik 1:03:06 lah ya gitu ya gitu. 1:03:09 [tertawa] 1:03:10 Gitu. 1:03:11 Iya. 1:03:12 Menjawab Mbak Isya. 1:03:14 Kalau [tertawa] nanti kalau mau saya 1:03:15 bukain enggak ya? 1:03:19 Mungkin. 1:03:20 [tertawa] 1:03:21 Netizen memang ada-ada saja tingkahnya 1:03:23 itu ya. Iya iya alhamdulillah. 1:03:25 Iya benar benar. Masyaallah. Iya iya. 1:03:28 Ya alhamdulillah sudah terjawab ya Teh 1:03:30 Icha alhamdulillah baik. 1:03:32 Eh karena kita sudah di batas waktu ya 1:03:35 Ummahat jadi kita cukupkan untuk penanya 1:03:37 pada pagi hari ini alhamdulillah. Eh 1:03:41 mungkin ada yang mau boleh tahu nih Bu 1:03:43 Dokter nama Instagram Bu Dokter ya. 1:03:45 [tertawa] 1:03:46 Oh jangan ya nanti followernya banyak ya 1:03:48 tapi alhamdulillah usaha saya 1:03:50 saya lihat nih sudah 2000 2000 1:03:53 pengikutnya followernya masyaallah dan 1:03:55 memang eh tulisan semua 1:03:57 kisah-kisah mungkin kita bisa juga 1:03:59 mengambil hidayah dari postingan Bu 1:04:01 Dokter ini gitu. 1:04:03 Mungkin dari 1:04:04 Oh gitu diumumin boleh. 1:04:06 [tertawa] 1:04:07 Iya itu sengaja enggak saya private juga 1:04:09 sih karena saya pikir saya kan enggak 1:04:11 menampilkan wajah apa foto gitu enggak 1:04:14 yang pribadi pribadi enggak ada lebih ke 1:04:16 catatan ilmu aja gitu gitu itu Khadijah 1:04:20 150320 1:04:22 itu eh saya waktu itu enggak tahu apa 1:04:26 harus ganti nama atau enggak gitu cuman 1:04:28 waktu saat itu saya kok di hati kayak 1:04:30 ada dengar nama Khadijah saat itu saya 1:04:33 enggak tahu kalau beliau adalah istri 1:04:35 pertama Nabi Muhammad gitu eh saya baru 1:04:38 dengar Khadijah saya tahunya kalau 1:04:40 Aisyah saya pernah dengar gitu tapi 1:04:41 kalau Khadijah saya waktu itu enggak 1:04:43 tahu jadi waktu itu baru saya browsing 1:04:45 dan masyaallah ya keutamaannya ya Bunda 1:04:49 luar biasa banget jadi itu saya doa saya 1:04:52 sebenarnya doa saya semoga semoga bisa 1:04:55 menjadi seperti beliau. 1:04:57 Amin amin [tertawa] ya rabbal alamin. 1:04:58 Iya itu aja itu 150320 itu mengingat 1:05:02 hari saya kembali ke fitrah sebagai 1:05:05 seorang muslim 15 Maret 2020 gitu. Baik 1:05:08 alhamdulillah [tertawa] ya jadi boleh di 1:05:10 follow ya Instagramnya 1:05:12 baik nah jadi ada eh fit eh status di 1:05:15 pula, katakanlah Muhammad sesungguhnya 1:05:17 salatku, ibadahku, hidupku dan matiku 1:05:19 hanya untuk Allah Tuhan seluruh alam. 1:05:21 Nah, ini di eh 1:05:22 apa Instagramnya tertera di Instagramnya 1:05:25 Bu Dokter Karisa, masya Allah sekali. 1:05:27 Baik, alhamdulillah eh 1:05:31 kita beranjak ke acara selanjutnya 1:05:34 yaitu 1:05:36 doa dari yang akan disampaikan langsung 1:05:39 oleh Ustaz Wahyu Dika S selaku Amir 1:05:42 Majelis Dakwah Pusat. Kepada Ustaz Wahyu 1:05:45 Dika S kami persilakan. 1:05:47 Bismillahirrahmanirrahim. 1:05:48 Assalamualaikum warahmatullahi 1:05:49 wabarakatuh. 1:05:51 [berdehem] 1:05:52 Eh ikhwan dan akhwat, alhamdulillah 1:05:54 alhamdulillah 1:05:57 pagi hari ini menjelang siang 1:05:59 kita sudah mendapatkan sekian banyak 1:06:04 mutiara-mutiara kehidupan 1:06:06 dari 1:06:08 Dokteran Dokter Gigi Karisa. 1:06:12 Dan kita berharap kepada Allah subhanahu 1:06:13 wa taala, mudah-mudahan 1:06:16 kita banyak mengambil manfaat 1:06:18 inspirasi-inspirasi yang luar biasa 1:06:21 yang mampu menggerakkan diri kita untuk 1:06:24 menjadi lebih baik. 1:06:25 Dan juga khusus untuk 1:06:27 beliau, untuk Dokter Gigi Karisa 1:06:30 semoga diberikan kekuatan istikamah 1:06:33 ya, dan diberikan 1:06:35 bimbingan oleh Allah subhanahu wa taala 1:06:37 sehingga sampailah 1:06:39 nanti bisa melaksanakan Islam secara 1:06:42 utuh, secara sempurna. 1:06:44 Termasuk juga 1:06:46 semoga menjadi terpimpin 1:06:48 sebagaimana ditun- ya sebagaimana 1:06:50 contohkan oleh Rasul dan Khulafaur 1:06:52 Rasyidin Al Mahdiyin. 1:06:53 Maka untuk itu, mari kita eh akhiri 1:06:55 majelis ini dengan bacakan 1:06:59 eh doa terlebih dahulu. 1:07:02 Bismillahirrahmanirrahim. 1:07:04 Alhamdulillahirabbil alamin. Hamdan 1:07:07 yuwafi ni'amahu wa yukafi mazidah. 1:07:10 Ya Robbana lakal hamdu kama yam baghi 1:07:12 lijalali wajhikal karimi wa'azhimi 1:07:14 sulthonik. 1:07:16 Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali 1:07:17 Muhammad kama shollaita ala Ibrahim wa 1:07:19 ala ali Ibrahim wa barik ala Muhammad wa 1:07:21 ala ali Muhammad. Kama barokta ala 1:07:23 Ibrahim wa ala ali Ibrahim innaka 1:07:24 hamidum majid. 1:07:28 Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat 1:07:30 tiba'ah, wa arinal bathila bathilan 1:07:33 warzuqnaztinabah. 1:07:35 Ya Allah perlihatkanlah kepada kami 1:07:37 kebenaran itu dengan jelas-jelas benar. 1:07:40 Dan perlihatkanlah kepada kami 1:07:41 kebathilan itu dengan jelas-jelas 1:07:43 dengan jelas bathil agar kami 1:07:44 menjauhinya. Perlihatkanlah kebenaran 1:07:46 kepada kami agar kami mengikuti 1:07:47 mengikutinya. 1:07:50 Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat 1:07:52 tiba'ah, wa arinal bathila bathilan 1:07:54 warzuqnaztinabah. 1:07:56 Robbana la tuzigh qulubana ba'da idz 1:07:58 hadaitana wahablana minladunka rahmatan 1:08:00 innaka antal wahhab. 1:08:03 Ya Allah ya Tuhan kami, janganlah Engkau 1:08:06 palingkan kami kepada kesesatan setelah 1:08:08 Engkau setelah Engkau berikan petunjuk 1:08:10 kepada kami. 1:08:12 Robbana wala tuham 1:08:14 [berdehem] 1:08:15 Robbana la tu'akhidzna in nasina au 1:08:17 akhto'na. 1:08:18 Robbana wala tahmil alaina ishran kama 1:08:21 hamaltahu alalladzina min qoblina. 1:08:23 Robbana wala tuhammilna ma la thoqota 1:08:25 lana bih. 1:08:27 Wa'fu anna waghfirlana warhamna anta 1:08:29 maulana fangshur alal qoumil kafirin. 1:08:33 Robbana innaka man tudkhilin naru faqod 1:08:36 akhzaitah. 1:08:37 Wa maliz zholimina min anshar. 1:08:40 Robbana innana sami'na munadiyan yunadi 1:08:43 lil imani an aminu bi robbikum fa 1:08:45 amanna. 1:08:47 Robbana faghfirlana dzunubana wa kaffir 1:08:49 anna sayyi'atina wa tawaffana ma'al 1:08:51 abrar. 1:08:53 Robbana wa'tina ma wa'attana ala 1:08:55 rusulika wala tuhzina yaumal qiyamah. 1:08:58 Innaka la tukhliful mi'ad. 1:09:02 Robbana amanna bima anzalta wa ttaba'na 1:09:04 rrasul faktubna ma'a syahidina, faktubna 1:09:07 ma'a syahidina, faktubna ma'a syahidina. 1:09:11 Rabbana dzalamna anfusana wa illam 1:09:13 taghfirlana wa tarhamna lanakuna minal 1:09:16 khosirin. Rabbana hablana min azwajina 1:09:20 wa dzurriyatina qurrata a'yun waj'alna 1:09:22 lil muttaqina imama. 1:09:25 Rabbana ghfirlana wal ikhwaninalladzina 1:09:27 sabaquna bil iman. 1:09:29 Wala taj'al fi qulubina ghillal 1:09:31 lilladzina amanu rabbana innaka raufur 1:09:34 rahim. 1:09:35 Allahumma adfa' annal ghola, wal waba, 1:09:38 wal bala, wal zalazil, wal mihan. Ma 1:09:40 dzahara minha wa bathana min baladina 1:09:43 hadza khosso. Wamin buldanil muslimina 1:09:45 a'mma. Allahumma najjil muslimin, 1:09:48 Allahumma najjil mukminin fi biladi 1:09:51 Filistin khosso, wa fi bi'an wa fi 1:09:53 buldanil muslimina a'mma. 1:09:57 Allahumma, Allahumma syuddun wa tabaqqal 1:10:01 kufari alladzina yuharribunal Islam wal 1:10:02 muslimin. 1:10:03 Allahumma syattit syamlahum wa farriq 1:10:05 jam'ahum wa mazziq hizbahum wa kharrib 1:10:07 baina qulubihim. 1:10:09 Allahumma najji jama'atal muslimina wa 1:10:11 imammahum. Hayatan kamilatan thayyibah, 1:10:14 warzuqhum quwwatan ghalibatan ala kulli 1:10:17 bathilin wa dzalimin wa fakhisin wa 1:10:18 syarri munkar. 1:10:20 Rabbana atina fid dunya hasanah. 1:10:22 Wa fil akhirati hasanah waqina 1:10:24 adzabannar wa adkhilnal jannata ma'al 1:10:26 abrori ya Aziz ya Ghaffar. Ya dzal 1:10:29 jalali wal ikram. 1:10:31 Wa shallallahu ala nabiyyina Muhammadin 1:10:32 wa ala alihi wa ashhabihi ajma'in. 1:10:35 Walhamdulillahirabbil alamin. 1:10:37 Demikian, assalamualaikum warahmatullahi 1:10:39 wabarakatuh. 1:10:42 Barakatuh. 1:10:43 Amin ya rabbal alamin. Semoga Allah 1:10:45 ijabah doa-doa yang terbaik di di yang 1:10:48 telah kita panjatkan. 1:10:49 Yang kami ucapkan syukran wa 1:10:51 jazakumullah khair kepada Ustad Wahyudi 1:10:52 KS yang telah menuntun doa pada pagi 1:10:55 hari ini. Baik. 1:10:57 Eh, kami ingatkan kembali kepada ummahat 1:10:59 dan fatayat yang hadir. 1:11:01 Acara talkshow pada hari ini disiarkan 1:11:03 langsung di kanal eh YouTube Aljamaah TV 1:11:07 dan Rasio TV dan juga eh Zoom eh 1:11:10 meeting. 1:11:11 Baik. 1:11:16 Alhamdulillahirobbilalamin. 1:11:18 Kita telah di eh sampai di penghujung 1:11:20 acara. Semoga Allah meridai 1:11:23 aktivitas kita hari ini dan Allah 1:11:25 memberikan semangat terus kepada kepada 1:11:28 kita semua untuk dapat eh beribadah di 1:11:30 bulan yang penuh berkah. 1:11:32 Amin ya rabbal alamin. Kami ucapkan 1:11:34 barakallahufikunna wajazakunnallahukhair 1:11:37 kepada ummahat dan fatayat ya sekalian 1:11:38 yang telah hadir pada hari ini baik eh 1:11:41 offline maupun online. 1:11:43 Eh, kami peringati tetap waspada, patuhi 1:11:46 protokol kesehatan. Kemudian dengan 1:11:48 menjaga kesehatan diri dan keluarga, 1:11:50 memakai masker dan menghindari pusat 1:11:52 kerumunan dan semoga Allah melindungi 1:11:54 kita dari segala penyakit, keburukan dan 1:11:56 kesulitan. Amin ya rabbal alamin. 1:11:59 Eh, saya selaku MC pada acara hari ini 1:12:02 memohon maaf atas segala kekurangan dan 1:12:04 kesalahan. Mari kita akhiri acara kita 1:12:06 hari ini dengan baca hamdalah dan 1:12:08 kafaratul majelis. 1:12:09 Alhamdulillahirobbilalamin. 1:12:11 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:12:14 alla ilaha illa anta astagfiruka waatubu 1:12:17 ilaik. 1:12:19 Saya Uswah Hasanah pamit undur diri. 1:12:21 Billahi taufik wal hidayah wal ridha wal 1:12:23 inayah. Wassalamualaikum warahmatullahi 1:12:25 wabarakatuh.