Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Allahu
- Akbar. Allahu Akbar.
- Lailahaillallah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala Muhammad wa ala ali
- Muhammad wa ba'du. Dipancarkan dari
- Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Radio
- Silaturahim dan Rasil Visual untuk Islam
- yang satu. Bagaimana kabarnya Iwan
- Akhwat di pagi hari ini? Semoga selalu
- terus semangat dan semoga kita selalu
- diberikan perlindungan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Amin ya rabbal
- alamin. Dan senang sekali W akhwat
- kenapa di pagi ini saya semangat? Karena
- perdana juga nih saya membawakan host e
- di acara Siran Nabawiyah bersama Ustaz
- Salman Alfarisi. Kita sapa terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz
- seperti diketahui ini kan kalau Ustaz
- semangat kalau dalam kasus hostnya juga
- enggak boleh karen ya membawakan acara
- sirahdulillah. Alhamdulillah. Sehat,
- Ustaz. Kabarnya Ustaz? Alhamdulillah
- sehat. Alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Katanya dari Arab nih, Ustaz dan Mesir
- juga ya kemarin nih. Benar kita
- umrah
- sekaligus
- ee apa namanya?
- Ee jalan-jalan.
- Tapi yang kita cari adalah pesan dari
- beberapa tempat yang kita lihat. E ada
- yang paling banyak sih Firaun sih di
- sana ya. Di mana-mana semua Firaun.
- Sehingga beberapa pesan dapat kita petik
- ya
- seperti insyaallah saya tidak tertipu
- seperti Firaun gitu kan. Sempat melihat
- jenazah itu, Ustaz. Iya. Ee lihat
- muminya Firaun artinya gini ya yang di
- apa namanya? Dari segi penelitian mereka
- kan di antara mumi itu ada yang lebih
- garamnya lebih banyak kan gitu ya. He.
- Dan Firaun yang ketemu Nabi Musa itu kan
- yang memang tenggelam di laut. Nah itu
- mereka tunjukkan tuh ya ini Ramses 2
- ini. Oh masih ada sekarang sampai
- sekarang masih ada semasa. Masyaallah
- masih ada. Luar biasa ya. Jadi saya
- lihat peninggalan dia megah sekali ya.
- Piramid itu megah sekali. Emasnya banyak
- sekali kerajaan kuil-kuil yang dia
- bangun megah sekali.
- Tapi kalau izrail manggil enggak ada
- buat hiburan aja akhirnya buat kita
- sekarang kan. Jadi saya
- bilang alangkah ruginya kita bila
- mencontoh Firaun juga. Heeh. Sama grup
- yang kita bawa itu saya sering sampaikan
- pesannya satu dalam hari ini adalah
- tidak usah terlalu ngoyo terhadap
- kehidupan dunia ini. Karena lihat nih
- megah karnak tempel, luksor tempel.
- piramida. Ee ada banyak kuil yang kita
- lihat, ada banyak istana yang kita lihat
- yang megah
- sekali. Tinggal semuanya. Tinggal semua.
- Ustaz. Masyaallah. Kalau kata siapa
- namanya yang nyanyi sama kita tuh
- sesudah azan tuh sekarang tuh siapa? Ee
- Takaida. Takaida kan? Iya. Akhirat rumah
- kita. Adaduh luar biasa itu. Benar itu.
- Sudah dirasa sekali di Mesir. S terasa
- sekali. Kalau saya itu yang saya ambil
- ya. Tentu ee setiap individu jemaah
- pasti beda-beda ya. Tapi yang sering
- saya sampaikan tentang itu
- bahwa semegah dan sehebat apapun kita di
- dunia ya kalau sudah meninggal ya
- selesai
- sudah. Padahal juga sekarang juga begitu
- kan. Sekaya apapun misalnya ee siapa
- enggak ada yang dibawa misalnya Pak
- Soeharto sudah meninggal dia kan. He.
- Dengan segala macam kekayaan yang dia
- punya, kekuasaan yang dia punya. Ada
- yang dibawa enggak ada. Tinggal sudah
- dinikmati oleh anak-anaknya sekarang.
- Nah, itu kan ee siapa lagi yang kaya di
- negara? Soekarno meninggal sudah enggak
- ada yang dia bawa. Paling seperti Pak
- Karno dipercantik saja
- kuburannya. Tapi ada yang dia bawa,
- enggak ada yang dia bawa. tinggal
- semuanya enggak usah ngoyoh. Tapi sulit
- memang untuk mencapai di level percaya
- bahwa tidak perlu ngoyo dengan kehidupan
- dunia ini. Karena orang pasti ingin
- kelihatan ganteng, ingin kelihatan
- cantik, ingin kelihatan berhasil, ingin
- kelihatan kaya, ingin pasti
- baik. Baik, Pak. Di edisi kali ini ee
- tanggal 16 November 2018 atau 8 Rabiul
- Awal 1440 Hijriah di hari Jumat ee kita
- live. Jadi, bagi wow yang ingin
- mengirimkan pertanyaannya di sesi kedua
- nanti bisa dicatat dari sekarang untuk
- nomor interaksinya untuk layanan telepon
- di
- 0218451512. Untuk ee pesan WhatsApp
- ataupun SMS silakan dikirimkan ke nomor
- 0811999720.
- Dan hari ini wanat kita akan membahas
- bersama Ustaz Salman Alfarisi cerita
- Nabi versi Al-Qur'an. Sebenarnya banyak
- versi apakah Ustaznya? Banyak versi ya.
- Banyak cerita tentang Nabi ini ya
- berkembang ee banyak. Kita bisa melihat
- cerita Nabi versi hadis ya. Versi hadis
- yang bersanad tentu sahih Bukhari, sahih
- Muslim. Itu kan cerita Nabi semua ya. ee
- versi sirah cerita yang ada sanadnya.
- Ada Ibnu Hisyam eh mengambil ee
- hadis-hadis daif atau info-info dari
- israiliyat. Ada Jaluddin Suyuti bikin
- buku yang sangat panjang mengenai cerita
- Nabi yang menceritakan hal-hal yang
- dahsyat sekali. Ada Syarful Mustofa,
- masyaallah tabarakallah explore tentang
- cerita Nabi itu lebih lebih berani.
- Tentu ada Al-Qur'an dan kita coba gali
- di versi Quran hari ini, Ustaz ya. Dan
- Al-Qur'an ini banyak sekali menceritakan
- Nabi. Cuman Al-Qur'an itu kan bahasa
- yang sangat ikjaz. Ijaz itu apa ya
- istilah bahasa Indonesianya? Kerenlah ya
- bahasanya ya. Jadi Al-Qur'an itu tidak
- perlu menceritakan sesuatu itu
- berjilid-jilid. Dia cuma penggalan aja
- tertet. Ah itu menyimpan makna sangat
- banyak. Nah itu kalau Al-Qur'an. Jadi
- kita kalau baca sirah nabawi di
- Al-Qur'an ya paling beberapa penggalan.
- Nah, penggalan itu kemudian kita
- kembangkan pakai sirah nabawi yang share
- cerita, pakai sirah nabawi yang hadis,
- pakai sirah nabawi yang diceritakan oleh
- para ulama-ulama kita itu panjang
- sekali. Baik ee cerita Nabi versi
- Al-Qur'an bersama Ustaz Salman Al
- Farisi. Kepada Ustaz kami persilakan.
- Terima kasih, Panji ya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, pemirsa,
- pendengar yang kami muliakan.
- Ee semoga semuanya diberikan keberkahan
- oleh Allah Subhanahu wa taala ya. Ee
- yang lagi ada hutang lunas hutangnya
- segera. Yang lagi ee sakit disembuhkan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Ee yang
- lagi mau menikah di segera dijodohkan
- oleh Allah subhanahu wa taala. Ya. Ee
- apalagi negara ini juga ditentramkan
- oleh Allah subhanahu wa taala. Jangan
- ada lagi berita-berita hoa di antara
- kita ya kan. Dijaga oleh Allah Subhanahu
- wa taala. Kemudian kita juga minta
- kepada Allah Subhanahu wa taala agar
- semua bencana yang kemarin terjadi di
- negara kita ini segera diangkat oleh
- Allah Subhanahu wa taala, di-recovery
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Ada
- Lombok, ada Palu, ada Situbondo, ada
- Mandailing Natal, ada banyaklah ya.
- Semoga Allah angkat semuanya ya. Ala
- hadinah waliulli niyatin shihah wa
- hadratin Nabi Mustofa sallallahu alaihi
- wasallam. Alfatihah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin
- arrahmanirrahim maiki
- yaumiddin iyyaka na'budu wa iyyaka
- nasta'in
- ihdinasiratal mustaqim
- sirathalladzina an'amta alaihim ghairil
- maghdubi alaihim
- [Musik]
- waladallin.
- [Musik]
- Amin. Pemirsa, pendengar yang kami
- muliakan.
- kita nak cerita mengenai Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam tapi yang
- dikutip dari Al-Qur'an, dari ayat-ayat
- Al-Qur'an. Hm. Nah, nanti kalau kita kan
- berencana bahwa seumur hidup nih kita
- cerita Nabi nih ya di Al-Qur'an juga
- Nabi diceritakan mulai dari sejak lahir
- sampai meninggal tapi seperti yang saya
- bilang tadi melalui potongan-potongan
- ayat yang diceritakan oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Hari ini saya akan
- mengajak pemirsa pendengar bercerita
- mengenai masa kecil Nabi di
- Al-Qur'an ya, di surah Addhuha gitu ya.
- Ee penggalan ayatnya singkat
- sekali. Kata Allah begini, "Alam yajidka
- yatiman
- faawa." Itu saja ayatnya ya. Kata Allah
- dalam Al-Qur'an
- apa? Alam
- yajidka yatiman faawa.
- Kami membuat kondisimu Muhammad yatiman.
- Ya, yatiman itu anak yatim. Jadi, Nabi
- kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- dibikin oleh Allah subhanahu wa taala
- dari Al-Qur'an diceritakan bahwa dia
- memang yatim dari sejak
- awal. Apa tujuannya ini gitu ya? Kenapa
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- diatimkan? Memang di cerita kita
- kemarin, di awal-awal kita cerita Nabi
- di Rasil ini, Nabi dilahirkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala ke dunia ini dengan
- kondisi yatim. Bahkan diceritakan oleh
- ahli sejarah, Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam masih 2 bulan di dalam
- kandungan itu ayahnya sudah meninggal.
- Masih 2 bulan dalam kandungan. Ya. Jadi
- ketika Aminah ketahuan sudah
- hamil,
- Abdullah pergi ke negeri Syam berdagang.
- Karena memang Abdullah pedagang ya.
- Pergi ke Syam berdagang. Sepulangnya
- dari Syam berdagang, dia mampir di
- Madinah karena sakit. mampirnya itu
- karena sakit pertamanya karena juga
- Abdullah masih memiliki beberapa paman,
- beberapa uwak di
- Madinah. Nabi eh Abdullah mampir. Mampir
- sekaligus istirahat karena sakit juga
- silaturahmi dengan saudara-saudara dia
- di Madinah. Apa yang terjadi? Sakit yang
- diderita oleh Abdullah bukannya semakin
- ee ee sembuh, tapi malah dia meninggal.
- Dikirimlah berita ke Makkah oleh utusan
- Madinah. kah Abdul Muthalib tentunya
- pertama kali bahwa anaknya meninggal.
- Betapa sedihnya Abdul Muthalib. Abdul
- Muthalib ragu sekali menceritakannya ke
- Aminah, tapi harus diceritakan. Ketika
- disampaikan ke Aminah, luar biasa
- terpukulnya Aminah ya. Seorang
- perempuan
- ee baru saja
- menikah waktu itu masih sangat cinta
- betul Aminah kepada Abdullah. Tiba-tiba
- kabar yang didapat oleh Aminah adalah
- apa? bahwa ee suaminya
- meninggal. Nah, ini
- ee peristiwa ini ya kita catat luar
- biasa. Kenapa aku bilang luar biasa?
- Belum lagi Nabi lahir, sudah ada cobaan
- yang harus dia tanggung Rasulullah
- sallallahu alaihi
- wasallam. Saya pernah ikut belajar
- mengenai
- ee Allahumma sholli ala Muhammad.
- hipnoterapi. Saya pernah ikut belajar
- hipnoterapi di versi
- hipnoterapi bahwa kondisi ayah dan
- kondisi ibu saat janin ada di perut itu
- sangat berpengaruh kepada
- anak. Anak pemarah, anak ee penyedih,
- anak memble, anak itu ada kaitannya saat
- dia hamil.
- Ee saya sendiri sebenarnya enggak mampu
- mengamalkan pesan hipnoterapi ini agar
- agar membahagiakan rumah saat istri
- hamil. Enggak mampu saya enggak emosi
- kita enggak terkontrol kan.
- Tetapi dari cerita hipnoterapi itu tadi
- saya mengambil kesimpulan. Oh berarti
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- pantasan penyabar. Kenapa pantasan
- penyabar? Ketika
- Abdullah diberitakan meninggal oleh
- kakeknya Abdul Muthalib ke Aminah
- ibunya. Ibunya sedih namun enggak lebai
- kayak perempuan zaman
- sekarang. Perempuan zaman sekarang
- setitik derita yang dia alami, segudang
- cerita yang
- dieksplore. Ya itu lebainya perempuan.
- Makanya banyak perempuan masuk neraka.
- Mohon maaf perempuan ya. Takfurnal asyir
- kata Nabi ya. Ketika Nabi ee ke surga
- yang yang banyak itu perempuan. Jangan
- lupa juga ya. Ketika Nabi ke surga yang
- banyak perempuan. Ketika Nabi ke neraka
- yang banyak perempuan. Namun tidak ada
- pertanyaan kenapa perempuan banyak masuk
- surga. Yang ada pertanyaan kenapa
- perempuan banyak di neraka? Jawaban
- takfurnal asyir. Takfurnal asyir itu
- apa? Ketika derita setitik dia ceritanya
- bergudang-gudang. Seolah-olah dunia ini
- sudah menzalimi dia. Sudah laki-laki
- sama semua, Ustaz.
- Laki-laki diamnya gitu nanti ujungnya.
- Iya iya benar. Perempuan pasti begitu
- laki. Iya itu kalau mengenai patah hati
- Paki ya. K nikah belum Pakji? Oh belum.
- Ah inna lillahi wa inna ilaihi
- rojiun. Ah ini dilarang sebenarnya
- jomblo membahas sirah nabawi. Panji ya
- Allah harus segera menikah kau panji.
- Aduh ini bahaya nih. Bahaya bahaya. Ee
- kita
- lanjutkan. Jadi tapi Aminah tadi kita
- lihat apa? Tegar sedih sedih tapi lebih
- banyak tegar yang
- ditunjukkan iniku bilang mempengaruhi ke
- bayi. Maka Nabi nanti saat
- perjuangan ee derita-derita yang dialami
- Nabi itu enggak enggak dibawa nangis
- sama
- Nabi. Enggak ditulis di Facebook,
- Instagram, enggak ada itu Nabi ya.
- Enggak pernah Nabi cerita ke Abu Bakar.
- Aduh, Abu Bakar letih saya ini. Enggak
- ada itu Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Ah, kalau saya pribadi, kenapa sekuat
- itu Nabi? Karena memang sudah dilatih
- oleh Allah Subhanahu wa taala dari
- bahkan bukan dari sejak lahir dari dia
- masih 2 bulan di kandungan ada cobaan
- yang dahsyat yang datang. Saya kira gini
- ya kalau ada perempuan masih 2 bulan
- menikah atau 3 bulan menikah itu kan
- masih hangat-hangatnya cinta itu ya. Itu
- pasti patah hati sekali. Cuman kalau
- lakinya sudah 7 tahun yang lalu sudah
- menikah meninggal ah biasa aja kan gitu
- ya. Karena udah udah udah apalagi usia
- pernikahan 5 6 7 tahun itu justru sedang
- sedang bosan-bosannya kita sama istri
- kita gitu kan. Ini 2 bulan berat sekali
- dialami oleh Nabi oleh Aminah. Tapi
- Aminah ee apa namanya? Santai aja. Ah
- santainya Aminah
- menghadapi keyatiman cabang calon cabang
- bayinya ini mempengaruhi Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Sehingga
- ketika nanti Nabi sallallahu alaihi
- wasallam berdakwah betul-betul kuat
- karakternya. Kita juga Panji sebagai
- laki-laki jangan sampai jadi perempuan
- ya. Zaman sekarang ini banyak laki-laki
- bersifat
- perempuan. Bukan karena dia bencong
- bukan ya. Kalau bencong mah dari dulu
- sudah ada ya. Yang aku maksud itu ee
- memble laki-laki nangis, laki-laki
- memble, laki-laki putus asa, laki-laki
- ditinggal pacar nangis. Itu itu
- laki-laki yang sebenarnya
- keperempuanan. E itu sangat saya
- sayangkan ya. Banyak sekali di zaman
- sekarang ini laki-laki yang seperti itu.
- Laki-laki bingung cari kerja, laki-laki
- bingung melakukan sesuatu, laki-laki
- nganggur. Ya, nganggur. Saya enggak tahu
- mau ngapain, Ustaz. Ente kayak perempuan
- aja, saya bilang gitu, ya. Laki-laki itu
- ya harus kreatif, saya pikir, ya. Ah,
- itu. Jadi, hati-hati ya. Ini Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Nah, lahirlah Nabi kita yatim. Coba
- lahirlah nabi kita yatim. Skinari Allah
- Subhanahu wa taala sempurna sekali lahir
- yatim. Kemudian kawan-kawan pemirsa yang
- saya muliakan, setelah dia dilahirkan
- yatim, 3 bulan setelah dia disusukan
- oleh Aminah, Allah gerakkan hati Abdul
- Muthalib untuk mengusulkan ke Aminah
- agar Nabi Muhammad disusukan ke
- Thaf. Coba itu luar biasa ya. Aminah
- karena ayahnya atau mertuanya yang
- mengusulkan
- diterimalah, disusukanlah Nabi ke Taif.
- yang jaraknya 120 km tadi. Pum dibawa ke
- Halimatus Sa'diyah ke Thab. Bayangkan
- ya, seorang bayi hidup di tengah-tengah
- keluarga yang sama sekali tidak dia
- kenal sama sekali. Halimatus S'diyah
- belum kenal dengan Aminah, belum kenal
- dengan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Wah, ini sebuah pendidikan
- yang dahsyat dari Allah Subhanahu wa
- taala. Maka Allah bilang tadi, "Alam
- yajidka
- yatiman
- faawa." Kami dapati engkau Muhammad
- yatim. Kemudian faawa, makna faawa ini
- bermacam-macam ya. E bisa kami kuatkan
- bisa juga kami didik kau ya. Dididik
- langsung oleh Allah subhanahu wa taala.
- Dikuatkan langsung oleh Allah subhanahu
- wa taala.
- Jadi alam yajidika yatiman. Setelah dia
- lahir yatim digerakkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala Abdul Muthalib agar
- membisikkan ke Aminah supaya Muhammad
- disusukan ke Thaib. Disusukanlah Nabi
- Thab. Sempurna betul fawanya dari Allah
- Subhanahu wa taala. Sempurna sekali ya.
- Ini yang membuat Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam nanti di saat
- dia dewasa tegar dan kuat menghadapi
- apapun. Tegar dan sangat kuat menghadapi
- apapun. Nanti saya lanjutkan
- ceritanya. Ee sampai umur Nabi 4,5 tahun
- bersama Halimatus
- Sa'diyah karena peristiwa pembelahan ee
- pembedahan dan Nabi dialami, Halimah
- takut. Halimah pun dikembalikan ke ee
- Aminah. Eh, Muhammad pun dikembalikan
- oleh Halimah kepada Aminah.
- Dikembalikanlah dia kepada ibunya.
- Dibawa ke rumah ibunya. Dikembalikan.
- Halimah menceritakan beberapa peristiwa
- keajaiban Nabi sampai ke peristiwa
- dibedahnya dana Nabi. Ini pernah saya
- ceritakan dulu-dulu ini ya. Tapi yang
- saya mau ambil adalah alam yajidka
- yatiman
- faawa. Setelah bersama ibunya skenario
- Allah yang sangat sempurna. Alam
- yajidika yatiman faawa. Terus apa? Nabi
- tidak diizinkan oleh Allah. Sini
- skenario sempurna sebenarnya ya.
- berlama-lama dengan ibunya. Dia pun ee
- ditinggal lagi oleh ibunya karena ibunya
- meninggal saat Nabi masih berumur 6
- tahun. 1 seteng tahun saja dia bersama
- ee siapa? Ibunya Aminah. Aminah
- meninggal, diasuhlah Nabi oleh Abdul
- Muthalib. Namun yatimnya Nabi itu memang
- betul-betul ingin direalisasikan oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Abdul Muthalib
- pun meninggal saat Nabi masih berumur 8
- tahun. Ya, yatim itu kan lemah ya.
- Ketika yatim lemah maka dia dikuatkan
- oleh ibunya. Ketika dikuatkan eh ibunya
- pun meninggal maka biasanya yang
- mengkuatkan si yatim ini siapa?
- Kakeknya. Namun kakeknya pun dipanggil
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Oh, keren
- sekali ya. Ini faawa kata Allah ini
- Allah luar biasa bagi saya ayat ini ya.
- Alam yajidka yatiman faawa. Nah, itu
- dididik oleh Allah langsung, dikuatkan
- oleh Allah langsung, ditolong oleh Allah
- langsung, dicreate oleh Allah langsung.
- Dia keyatimannya itu memang ee sesuatu
- kondisi yang membuat Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam dibentuk
- langsung oleh Allah Subhanahu wa taala.
- Bayangkan ayahnya meninggal belum lahir,
- dia disusukan jauh sampai umur 4,5
- tahun. ketika bersama ibunya cuma 1
- seteng tahun meninggal. Ketika ditolong
- oleh kakeknya, kakeknya pun meninggal.
- Diasuhlah Nabi oleh Abu Thalib,
- pamannya. Di sini baru keyatiman
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Semakin dahsyat terasa di hati
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- semakin kuat hentakannya di hati
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Ee bagi saya pribadi ya, saya pribadi
- cerita ini yang membuat saya menurut
- saya tapi ketika saya melewati hidup
- jarang sekali saya menangisi kondisi
- saya dan saya ini orang yang
- jarang betul curhat sama
- siapapun. Ee baik hutanglah, baik e
- rumah tangga sayalah, baik anak saya,
- baik apa enggak malas saya itu kenapa?
- Ah, Nabi aja diuji kayak gitu. Enggak
- pernah tuh dia curhat sama Abu
- Thalib. Pak Man, kok aku begini? Enggak
- pernah. Dia tidak pernah tertangkap oleh
- kita dialog Nabi dan Abu Thalib.
- Seolah-olah Nabi menyesali
- keadaannya. Kenapa ya pamannya saya ini
- ya lahir kok yatim, emak saya meninggal,
- kakek saya
- meninggal, apa ee apa Tuhan enggak
- sayang sama saya? Enggak ada itu dialog
- Nabi Muhammad dengan Abu Thalib, dialog
- Nabi Muhammad dengan sahabat-sahabat
- karib remajanya. Enggak ada sama sekali.
- Itu hebat
- sekali. Bahkan, Kawan-kawan, ya, ini
- kita ingin mendalami kalimat alam
- yajidka yatiman faahwa. Suatu hari Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- mencintai seorang perempuan yang tak
- lain adalah sepupunya
- sendiri, putrinya Abu
- Thalib. Ini ya, putrinya Abu Thalib.
- Tapi Abu Thalib justru menikahkan
- putrinya ini ke orang lain. Oh. Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- pernah patah hati. Coba bayangkan ya. Di
- keyiman yang bertubi-tubi dilewati tadi,
- pucuk dicinta ulam tiba. Dia menemukan
- seorang wanita yang menurut dia kan dia
- jadikan tempat berbagi tentang cerita
- yang dia alami, derita yang dia lewati.
- Tapi baru saja cinta itu tumbuh di
- hatinya, tiba-tiba si bunga yang
- ditaksir dipetik, dipersunting oleh
- orang lain. Dan saya tidak mendapatkan
- sejarah juga bahwa Nabi setelah itu
- langsu ya kan. Never mind I find someone
- like you. Enggak ada begitu. Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Hebatnya
- Nabi itu di
- situ saya sering mengaku ya bahwa
- walaupun tidak sekuat Nabi, kekuatan
- jiwa yang saya punya itu banyak
- terinspirasi dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Karena apa? Alam
- yajidka yatiman
- faawa. Kalau kita baca ayat sebelumnya
- itu keren juga tuh ya. Saya buka dulu
- ya. Ee pemirsa dan pendengar ini surah
- Adduha. Apa katanya?
- Wadduha wallaili idza saja. Ma wadda
- rabbuka wama
- qala. Ma wadda rabbuka wa qala. Dengan
- alam yajidka yatiman faawa. itu cocok
- kali dikawinkan itu ayat itu karena di
- waddaakbuka artinya itu Tuhan tidak akan
- membiarkanmu, Tuhan tidak akan
- menyia-nyiakanmu. Kan wahyu ini turun
- lama setelah peristiwa derita yang
- dialami Nabi dilewati.
- Ini cerita wadduha ini pujian Allah
- terhadap Nabi Muhammad karena mampunya
- dia melewati hidup itu. Maka di situ
- kadang-kadang saya pribadi ya sering
- menggali sejarah Nabi sebelum dia
- diangkat menjadi rasul. Sementara kita
- sering menggali sejarah Nabi sesudah dia
- diangkat menjadi rasul. Sesudah
- kesempurnaan itu berhasil dia dapatkan
- baru kita bahas. Jangan. yang harus kita
- bahas itu ketika Nabi menuju
- kesempurnaan itu di situ petikan hikmah
- yang sangat luar biasa untuk untuk kita
- lewati dalam hidup dan cenderung jika
- kita berbicara hidup Nabi dari 0 sampai
- 40 kita jarang berbicara haram halal
- neraka, surga itu jarang. Karena di umur
- nol Nabi sampai 40 memang belum ada
- surga neraka dalam cerita Nabi. Memang
- belum ada halal haram dari cerita Nabi.
- Tapi yang ada apa? Bagaimana kau hidup?
- Bagaimana kau berinteraksi? Bagaimana
- kau bergaul, bagaimana kau bisa dapat
- gelar al-Amin? Bagaimana kau bisa sukses
- menjadi pengusaha, bagaimana kau menjadi
- pengembala kambing, bagaimana kau
- menjadi miskin, bagaimana menjadi yatim?
- Itu keren sekali. Tapi sayangnya kita
- nih kalau kita ngaji sejarah Nabi itu di
- buku-buku sirah nabawi yang dijual-jual
- pun biasanya kehidupan Nabi dari 0
- sampai 40 itu cuma beberapa halaman
- dibahasnya. yang panjang itu justru dari
- 40 sampai 63 yang 23 tahun itu. Dan
- biasanya buku-buku kita sirah nabawi
- yang paling banyak ceritanya perang
- Badar, perang Uhud. Makanya aku agak
- berhenti nyerita perang ini karena
- suasana agak begini kan nanti kita
- enggak enak. Mending saya ajak pemirsa
- pendengar kembali mendalami
- cerita-cerita sebelum Nabi diangkat
- rasul tapi melalui versi Al-Qur'an,
- melalui akhlak-akhlak Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Kemarin
- beberapa episode kita bicara akhlak
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Lihat ini tadi bahwa alam yajidika
- yatiman fawa di awal ayat ma waddaakbuka
- wq ayat ini turun jauh sesudah nabi
- memang berhasil melewati itu semua baru
- Allah bilang ma waddaakbuka wq gak
- mungkin Allah membiarkanmu
- Muhammad keren sekali yang itu membuat
- Nabi semakin yakin bahwa memang
- perjuangan yang 23 tahun nih enggak
- mungkin Allah biarkan saya dari 0 sampai
- ke titik 40 Allah memang tidak pernah
- membiarkan saya dari sekarang sampai
- akhir hayat Allah juga tidak akan pernah
- membiarkan saya. Alam yajidika yatiman
- faawa menurut Allah subhanahu wa taala.
- Bukan menurut Allah ya. Kalau kita
- renungkan juga ya berat itu melewati
- hidup seperti Nabi itu ya. Yatim
- meninggal kakek meninggal tinggal di
- rumah paman. Cari aja orang yang hidup
- di rumah pamannya. Apa yang terjadi? Ada
- anak kecil tinggal di rumah pamannya
- gali kisah hidupnya. Pasti apa yang
- terjadi? tersiksa. Kenapa? Dia harus
- saingan dengan sepupu-sepupunya yang itu
- anak kandung dari pamannya. Belum lagi
- kalau tantenya enggak suka dengan
- kehadirannya, woh sudah
- siksa. Apalagi jika kita telusuri
- sejarah Abu Thalib ternyata tidak
- kaya. Betapa ee memang betul berat yang
- harus dilewati oleh Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Tapi situasi
- berat itu membuat Nabi menjadi orang
- yang hebat. Ya, makanya ee jangan
- tangisi bila kehidupan kita agak terasa
- berat. Jangan tangisi itu. Karena itu
- justru cara Allah Subhanahu wa taala
- untuk menjadikan kita memang orang hebat
- seperti Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Saat pertama kali dia masuk ke
- rumah Abu Thalib, ketemu Jafar, ketemu
- Aqil, ketemu Ali, ketemu Ummu Hani,
- ketemu dengan Ali, ketemu dengan
- istrinya Ali yang terpikirkan oleh Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- pertama kali bahwa dia harus membantu
- keluarga ini. Karena apa? Keluarga ini
- sebenarnya serba kekurangan. Apalagi
- datang
- saya alam yajidika yatiman faawa. di
- Faawa itu ya dahsyat sekali
- pergeseran-pergeseran itu. Nah,
- sekaligus ini sering juga saya sampaikan
- dirasil nih ya. Kita umat Islam kalau
- memberi pendidikan ke anak ya jangan
- melulu isi kepala yang kau isi. Ini
- kulihat tapi enggak ada orang yang
- berani bikinnya. SD, SMP, SMA itu selalu
- ee ee targetnya itu pintar.
- Insan Mandiri. Mudah-mudahan saya pikir
- dari Pak Mun Khatib tidak pintar ya.
- Tapi umumnya sekolah itu targetnya anak
- itu pintar. Anak itu bisa bahasa
- Inggris, bisa matematika, dapat ijazah
- yang nilainya tinggi supaya nanti mudah
- masuk perguruan tinggi negeri. Di
- perguruan tinggi. Nanti juga dipaksa
- supaya dia pintar,
- supaya IPK-nya 4,8 mungkin. Eh, enggak
- ada ya 4,8 ya? 3,9 ya atau 4,0. Kum
- laut. sumakum laut mungkin. Oh kemudian
- dia diarahkan S2, S2 juga supaya pintar.
- Akhirnya saking banyaknya orang pintar
- di negeri ini, jadi rusak negeri ini di
- tangan orang
- pintar. Ya kan? Nabi kalau kita lihat
- dari tadi itu alam yajidka yatiman
- faahwa. Allah tidak isi otaknya Nabi
- dari alam dari 0 sampai 8 tahun yang
- kita cerita tadi. Tetapi yang diisi oleh
- Allah kekuatan hati Nabi. Bahkan tadi
- kenapa Halimah mengembalikan ee Nabi ke
- Aminah? Karena dibedah dada
- Nabi. Itu pesan yang luar biasa. Tapi
- enggak mau umat Islam mengamalkannya.
- Itu aku bilang enggak mau ajaalah.
- Karena memang enggak mau kita
- mengamalkannya.
- Ya, dari kecil harusnya yang diisi ke
- anak-anak kita itu dadanya. Dadanya ini
- diisi, hatinya yang diisi, bukan
- otaknya. Pikir macam mana kita mau buat?
- Aku nyari TK yang mengisi hati anakku
- aja enggak ada dapatku. Semua k datangi
- TK pasti yang diisi otaknya. Maka K
- bilang sama anakku, "Sekolah aja kau,
- Nak. Tapi kalau enggak mau kau enggak
- usah." Aku bilang, "Enggak penting juga
- itu." Gua
- bilang, "Hu enggak begitu yakin aku
- dengan sistem kurikulum yang kayak gini
- nih. Kita manusia ini bisa lebih hebat
- dari yang sekarang. Jika kita ikuti
- konsep Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dididik oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Konsep TK, SD, SMP, SMA-nya gak
- salah. Tapi isinya jangan melulu kepala
- aja yang diisi. Ya, banyak yang juara
- olimpiade kita tapi
- enggak perzinaan di mana-mana, kenakalan
- remaja di mana-mana apa di mana-mana.
- Ada anak-anak lebai, anak-anak alay
- makin banyak yang tahunya cuma pakai can
- pendek, goyang-goyang.
- ee yang e video yang viral pun di negeri
- ini video-video yang
- ee cemen enggak ada
- ininya ada berarti rusak kita otak ini.
- Kalau otak ini kalau diisi terlalu
- banyak pusing dia. Ketika dia pusing,
- boring, bosan dia. Ketika dia bosan dia
- cari
- hiburan. Tapi kalau hati yang diisi,
- hati ini luas sekali. Ketika dia diisi
- dengan kebaikan-kebaikan, tidak ada
- istilah penuh dia dan tidak ada istilah
- bosan dia. Justru semakin diisi dengan
- kebaikan, kebaikan, kebaikan, kebaikan,
- kebaikan. Semakin hebat dia menjulang,
- semakin dia menembus semua batas. Dan
- semakin dia menembus semua batas di situ
- dia semakin menjadi manusia yang
- sempurna, yang hebat sekalilah. Dia dia
- memaafkan, dia peduli, dia berbagi, dia
- toleransi, dia apalagi dia tidak
- pendendam, dia rendah hati, dia
- penyabar, dia orang yang pandai
- berterima kasih, dia orang yang sopan,
- dia yang santun. itu kalau hati yang
- diisi. Harusnya aku bilang sampai umur
- anak kelas 6 SD enggak usah dikasih ilmu
- pengetahuan anak-anak
- itu. Tapi enggak yakin orang sama
- aku. Pernah aku bilang di sini, aku
- pengin sekali bikin sekolah dari sampai
- kelas 6 enggak usah dikasih ABC. Dia
- juga enggak diasih kata orang, "Enggak
- ada orang yang mau sekolah sama aku
- nanti kalau kayak
- gitu." Karena orang tua pasti semua
- orang tua sudah pernah ku survei. Kalau
- jangan dulu aku ceramahnya kayak gini
- ya. Kalau orang tuaku survei tanpa
- mendengar ceramah seperti dari Nabi,
- pasti maunya harus begini dong.
- Kurikulumnya harus bagus, harus jelas
- targetnya apa, bisa baca enggak anak
- saya bisa ngitung enggak? Bisa bahasa
- Inggris, bisa IPA, bisa ini enggak?
- Bagus enggak nanti bisa masuk SMP negeri
- juga enggak? Kalau bisa masuk perguruan
- tinggi negeri juga
- pasti. Ya sudahlah aku bilang.
- Karena memang umat Islam kita ini
- sekarang ee jauh kalau dari kehidupan
- Nabi kehidupan ya kalau ibadah keren.
- Kalau ibadah salut sekali saya sekarang
- dengan umat Islam Indonesia luar biasa
- salat berjamaah sudah ramai. Sekarang
- orang yang berjenggot gampang sekali
- mencarinya ya. Orang yang berjilbab uh
- menabur. Orang yang pakai jubah enggak
- usah kau sulit-sulit gampang nyari
- dia. Top markop. Tapi yang sangat saya
- sesalkan kalau saya pribadi tidak tidak
- kita berusaha mencintai gaya hidup Nabi.
- Coba nih sekarang ya 0 sampai 8 tahun.
- Sesudah 8 tahun ternyata yang di yang di
- yang difawakan oleh Nabi ya itu tadi ya
- faawa oleh Allah Subhanahu wa taala kan
- dikuatkan atau dibantu atau dididik
- langsung oleh Allah subhanahu wa taala.
- Itu apa ada inspirasi ke kepala Nabi
- sallallahu alaihi wasallam agar dia
- membantu pamannya.
- Allah luar biasa. Lagi-lagi ternyata
- yang terisi itu hatinya ada jiwa
- menolong ya. numpang dia di rumah
- pamannya, dia enggak ee kita gini ya,
- kadang-kadang kadang-kadang bukan kadang
- sering kita temui orang numpang di rumah
- orang lain itu yang dia tahu cuma makan
- tidur, makan tidur, makan tidur aja
- enggak tergerak dia bantu nyapu kek,
- bantu ngisi dispenser kek, bantu apa
- kek, enggak ada.
- Sering orang menikmati fasilitas gratis.
- Waktu dikasih ke dia itu tempat bersih,
- sesudah dikasih ke dia jadi bau
- iler. Ah, itu mah sering di mana-mana.
- Itu artinya hatinya
- jauh. Responsibility, tanggung jawab itu
- jauh. Lihat Nabi tadi umur 8 tahun
- ketika ayah, ibu, kakek yang memang
- penyayang ke dia meninggal dan dia
- benar-benar yatim sekarang diasuh oleh
- Abu Thalib. Yang muncul di kepalanya
- adalah saya harus membantu paman saya.
- Enggak boleh saya di rumah paman saya
- hanya duduk manis, makan aja kerjaan
- saya. Ah, saya sering sekali melihat
- orang seperti itu ya. Ee kalau istilah
- hal orang Medan tak tahu diuntung. Nah,
- itu istilah tak tahu diuntung. Kalau
- kata orang Jakarta udah dikasih hati
- minta jantung. Nah, gitu kan. Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam lihat ini
- belum ada sepenggal Al-Qur'an pun
- diturunkan oleh Allah. Makanya aku
- bilang yang harus kita kaji itu di situ.
- Ketika kebaikan muncul di kehidupan Nabi
- tanpa desakan dari ayat apapun. Hebat.
- Dahsyat.
- Dahsyat ya. Dia digerakkan Allah pasti
- Allah. Karena Allah bilang, "Alam
- yajidka yatiman faawa." Allah yang
- memang menggerakkan itu semua. Ya. Dia
- pun membantu keluarga Abu Thalib dengan
- cara bagaimana? Dahsyat sekali
- menggembalakan
- kambing. Sementara anak-anak muda zaman
- sekarang kerjaannya di mana? Di sini.
- Ah, enggak mau aku.
- Ah, dia lebih baik nganggur daripada
- kerja karena gajinya kecil.
- Tu anak-anak sekarang kan lagian anak
- umur 8 tahun belum ada yang dicari
- diajari mencari rezeki itu belum ada.
- Ya kalau dari sirah Nabawi kita
- mencontoh anak umur 8 tahun memang harus
- diajari entrepreneur. Sebagian sekolah
- saya sudah saya lihat sudah melakukan
- itu ya. Sebagian sekolah Insan Mandiri
- juga termasuk itu ya. Ee jadi mereka
- disuruh murid-murid itu disuruh apa?
- Bawa produk dari rumahnya. Nanti sekolah
- akan bikin bazar. Dia akan diundang
- orang tua. Dia akan diajari menjual
- produknya ini dari
- dari yang dibawanya dari rumah. Kalau
- kita di ruhama Alfajar berencana nanti
- kita akan bantu anak-anak itu memproduk
- sesuatu kemudian kita akan suruh dia ke
- pasar jual kau harus laku dan untungnya
- harus
- sekian. Ya. Jadi Nabi kita Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam memang
- benar-benar luar biasa ya. di umur 8
- tahun dia sudah berpikir bahwa dia harus
- membantu kehidupan pamannya Abu Thalib
- tempat dia menompang itu
- tadi. Ee ini e jangan diambil hati
- pendengar pemirsa ya. Sebenarnya yang
- sering saya saya lihat itu apa? Masjid.
- Contoh masjid
- ni dipanggillah marbot masjid.
- Diserahkanlah marbot ini satu kamar di
- sudut masjid.
- itu ya. Jarang sekali saya dapati marbot
- yang seperti Nabi dalam hal tanggung
- jawabnya. Ketika Nabi sampai ke ke rumah
- Abu Thalib, yang terpikir oleh Abu
- Thalib adalah bagaimana dia tidak
- merepotkan rumah rumahnya Abu Thalib.
- Ketika Marbot sampai ke masjid, ketika
- kamar di pojok diserahkan ke dia,
- harusnya dia berpikir, "Bagaimana kamar
- ini lebih indah dari yang saya terima
- ini."
- Itu ada tapi persentasenya sedikit.
- Persentase yang banyaknya kalau kita
- masuk pasti berantakan. Kadang-kadang
- mohon maaf masjid-masjid besar pun kayak
- gitu nampakku.
- Padahal yang jadi merbot itu
- kadang-kadang ustaz, kadang-kadang yang
- paham agama, hafal Al-Qur'an, apa gitu
- ya. Kenapa? Karena Al-Qur'an diisinya di
- mana? Di
- kepala. Apalagi madrasah-madrasah tahfiz
- zaman sekarang ini yang penting
- bagaimana menciptakan program 1 tahun
- hafal Quran. Banyak orang datang ke ke
- pesantren kita. "Ustaz, kenapa enggak
- ikut percepatan agar 1 tahun hafal
- Quran, agar setengah tahun hafal Quran,
- agar 40 hari hafal Quran? Kok ketawa?
- Aku dengar kadang-kadang orang kayak
- gitu tuh emang mau ke mana kita harus 1
- tahun hafal Quran? Terus jadi apa anak
- itu kalau hafal kalau dari 1
- tahun? Saya tetap lebih percaya kepada
- konsep Imam Syafi'i bahwa menuntut ilmu
- itu harus tulus zaman, harus
- lama. Sementara sekarang euforianya
- kalau ada orang bilang 1 tahun bisa
- hafal Quran orang akan
- berbondong-bondong. So what? Setelah kau
- hafal
- Quran? Hah? Nah, itu ya. Nah, itu tadi
- ya. Kita lihat tuh Nabi ketika sampai
- dia ke rumah Abu Thalib muncul di
- hatinya, "Saya harus membantu keluarga
- ini." Ya, ketika kita sampai ke rasil,
- ah rasil yang kayak gini harus saya
- bikin lebih bagus lagi. Ketika sampai
- kita ke pesantren, ah pesantren kayak
- gini harus saya bikin lebih bagus lagi.
- Ketika saya sampai ke masjid, masjid ini
- harus saya bikin lebih bagus lagi. Harus
- saya jaga ini. Harus saya ini. Harus
- saya begini. Rasa tanggung jawab yang
- sangat luar biasa itu dari Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Dan dia
- mulai dari apa? Mengembalakan
- kambing.
- Ahah. Alam yajidka yatiman faawa. Jadi
- Allahlah yang menguatkan dia. Lihat tadi
- ya. Yatim disusukan jauh oleh Allah
- Subhanahu wa taala ke Halimah di Thaif.
- Dari Halimah dikembalikan lagi ke
- ibunya. Ibunya hanya 1 seteng tahun
- bersamanya meninggal. Dipindahkan as
- pengasuhan Nabi ke Abdul Muthalib. Abdul
- Muthalib juga hanya 2 tahun Abdul
- Muthalib meninggal. Baru sesudah itu
- diasuhlah Nabi oleh Abu Thalib. Di situ
- keyatiman Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam memang berjalan sempurna
- karena dia hidup bersama seorang paman
- yang tentu tidak sama paman mencintai
- seseorang ya. tidak sama dengan ibu,
- tidak sama dengan ayah juga tidak akan
- sama dengan seorang kakek tapi
- faawa. Terus yang menarik bagi saya lagi
- adalah di ayat ini,
- wawajada ka
- ailan
- faagna ya. Wawajadaka
- ailan faagna.
- Kami kami bikin engkau kami dapati
- engkau Muhammad ail. Ail itu apa?
- Miskin. Ya memang ya Nabi memang tidak
- memiliki ayah yang kaya sekaya Abu
- Lahab. Maksud saya ee tidak memiliki
- harta sebanyak Abu Lahab pamannya.
- Kemudian ketika diasuh pun oleh Abu
- Thalib, Abu Thalib pun apa tadi? Miskin.
- Tapi
- faagna kami kayakan. Ah ini harus
- dicatat baik-baik.
- Seringki image miskin nempel di Nabi.
- Padahal Al-Qur'an mengatakan,
- "Wawajadaka ail." Dulu kau miskin.
- Faagna. Maka Allah kayakan. Dilupakan
- itu ayat itu. Ya, pernah dia miskin ya
- sampai umur 8
- tahun. Sesudahnya kaya dia. Karena
- sesudah umur 8 tahun ini dia ee ee
- bekerja. Kerjaan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam dalam hal menggembalakan
- kambing terus berkembang, terus
- berkembang, terus naik karirnya. Ee
- penghasilannya besar. Aku tanya dulu ya,
- pemirsa, pendengar semuanya ya. Jika ada
- pemuda berani menikahi seorang perempuan
- maharnya 20 ekor unta, itu miskin apa
- kaya? Isrina bakrah, 20 ekor unta.
- Kalau untanya itu unta sembelihan
- sekarang 5.000 riyal mungkin harga unta
- sembelihan 5.000 ral kalau diukur dengan
- rupiah sekarang itu kali R.000 Rp20 juta
- per ekor. R juta per ekor. Kalau kali 20
- ekor jadi berapa? Rp400 juta. Ada
- laki-laki kau panji siap enggak kalau
- ada perempuan, "Bang, aku mau nikah sama
- kau kalau maharnya R00 juta." Kau bilang
- apa? Langsung panji. Ah, cewek matri
- nih. Enggak jadilah. Kita bilang gitu
- kan. Kalau kita laki-laki kan gitu ya.
- Nabi enggak 20 ekor unta kok antar kata
- Nabi. Untuk seorang Khadijah jangankan
- 20 ekor unta, 80 pun
- kujabarin. Jangan ceritakan kalau Nabi
- miskin ya. Faagna Allah yang bilang maka
- aku kayakan engkau Muhammad. dikayakan
- memang ya dari sejak Abu Thalib itu dia
- memang di rumahnya Abu Thalib dalam
- kondisi miskin tapi Nabi sallallahu
- alaihi wasallam diajari oleh Allah
- subhanahu wa taala mencari rezeki mulai
- dari menggembalakan kambing, jualan
- produk kambing. Gini, Nabi diajak oleh
- Abu Thalib di umur 12 tahun berdagang ke
- negeri
- Syam. Ee dulu pun saya ceritakan hanya
- sampai di situ saja. Cuman ketika saya
- belajar di Makkah sirah Nabawi ini lebih
- lama, kenapa kita tidak bertanya kenapa
- Nabi dibawa oleh Abu Thalib berdagang ke
- negeri Syam? Harus bertanya kita.
- Jawabannya
- karena nah itu karena apa? Kalau kita
- pakai logika, tidak akan ada anak muda
- umur 12 tahun diajak berdagang, apalagi
- ke luar negeri, kecuali bila anak ini
- sudah pandai
- berdagang. Ya, artinya apa?
- Abu Thalib menilai Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam di umur 12 tahun sudah
- pandai
- berdagang. Remaja Islam sekarang lulus
- S1 pegang ijazah enggak pandai
- berdagang. Tahunya apa? Cari kantor ke
- Kuningan, ke Sudirman, ke pabrik kerja
- apa
- macam itu. Ya, itu makanya kita harus
- ikuti Nabi ya. Kehidupannya ini yang
- harus kita ikuti umur 12 tahun dipercaya
- dia berdagang. ke luar negeri
- keren. 12 tahun baru ini kita 25 tahun
- ngejual bakso aja kita enggak
- bisa ya. Enggak bisa kita buka orang
- sembako pasti bilangnya enggak ada modal
- ustaz ah kusentil hidung kau 17 kali. K
- bilang mau bikin usaha langsung. Enggak
- ada modal ustaz. Saya kan banyak saya
- enggak punya. Alah potong aja itu burung
- jual. Kalau kau laki enggak bisa kayak
- gitu. Nah, itu Nabi umur berapa? 12
- tahun. Di sini faagna Allah kayakan
- dengan apa? Inspirasi entrepreneur. Oh,
- hebat ya. Nabi kita ini luar biasa. Ini
- yang membuat saya waktu saya pulang dari
- Makkah, saya ditawarkan oleh orang yang
- saya kenal untuk menjadi pegawai
- negeri. Gua bilang dalam hati aku, tidak
- ada sejarahnya Nabi jadi pegawai negeri.
- Wah, gitu ya. Jadi menurut aku waktu itu
- pegawai negeri itu bidah.
- Ya, tapi ini untuk aku konsumsi aku aja.
- Jangan di jangan diamalkan yang pegawai
- negeri, pegawai negeri aja enggak
- apa-apa boleh. Kan prinsip hidup ya saya
- pikir ya. Kalau kok ah enggak ah Nabi
- enggak pernah jadi pegawai negeri. Aku
- pikir ya Nabi itu wiraswasta. Ah
- bismillah. Sampai di Jakarta ini saya
- yang pertama kali saya lakukan
- berdagang. Umur 12 tahun Nabi pandai
- berdagang 12 tahun. H dan dagangnya
- bukan kelas pacar pasar apa yang dekat
- dari sini. Bukan pasar
- keranggan. Kalau dagang pasar keranggan
- mungkin umur 7 tahun pun Nabi sudah
- bisa. Umur 8 tahun, 9 tahun Nabi sudah
- bisa. Kelasnya dia dibawa ekspedisi ke
- Damaskus. Berarti gini, kita dibawa
- seseorang untuk presentasi barang di
- Singapore. Oh, itu. Oh, umur berapa? 12
- tahun.
- Itu keren enggak itu
- kawan? Wawajada kailan faagna. Dikayakan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Benar.
- Dikayakan oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Umur 25 tahun karena kita pakai
- ayat Al-Qur'an lompat ya. Umur 25 tahun
- Abu Thalib memberanikan diri
- merekomendasikan Muhammad bukan lagi
- menjadi anak buah perdagangan, tapi jadi
- apa? pemegang satu kafilah dagang. Dia
- bawa Muhammad ke Khadijah radhiallahu
- anha, seorang pengusaha terbesar pada
- saat itu. Kita juga harus bertanya,
- kenapa Abu Thalib berani membawa
- Muhammad untuk diwawancara menjadi
- seorang pemegang satu kafilah ke
- Muhammad eh ke Khadijah? Ibaratnya apa
- ya sekarang itu ya? ditawarkan seorang
- anak muda menjadi seorang direktur atau
- CEO atau apalah pemimpin di satu salah
- satu perusahaan yang besar di Indonesia
- ini misalnya Wings Food misalnya ya atau
- apa gitu ya yang besar karena Khadijah
- pada waktu itu apa perusahaannya besar
- sekali yang berani masuk ke ke
- perusahaannya pasti orang-orang yang
- sudah punya kapasitas yang pandai sekali
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- dibawa oleh Abu Thalib. Yakin sekali Abu
- Thalib PD Abu Thalib. Kenapa? Track
- record Muhammad ini dalam berdagang luar
- biasa
- dahsyat. Itu tadi faagna kata Allah
- memang Allah pandaikan Nabi untuk
- mencari rezeki itu. Betapa tidak luar
- biasa dahsyat memang ee ee apa namanya
- prediksi Abu Thalib tak meleset.
- diterima oleh Khadijah ketika Nabi
- diwawancarai deg-deger Nabi. Karena Bu
- Khadijah sulit sekali mempercayai
- pegawai, apalagi pegawai baru, apalagi
- pengalamannya belum tentu bisa diterima
- oleh Khadijah. Tetapi Khadijah pun
- ketika mewawancarai Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam salut sekali.
- Dia ada anak muda umur 25 tahun.
- pengetahuannya seperti itu, rekam jejak
- dagangnya seperti itu. Maka posisi Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- langsung diterima sebagai kepala kafilah
- dagang ke Damaskus Syam. Oh, bukan di
- pasar, di Makkah, bukan ke luar negeri
- langsung. Allah, ini yang hebat dari
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Pergi Nabi berdagang ke negeri Syam.
- Pulang dia negeri Syam. Betapa
- terkejutnya Khadijah radhiallahu anha.
- Belum ada seorang kafilah yang
- dipercayakan oleh Nabi Muhammad, oleh
- Khadijah radhiallahu anha sejujur dan
- seberhasil Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Sering saya sampaikan
- di radio kita ini, inilah sunah yang
- paling berat untuk dicontoh oleh umat
- ini sekarang. Menjadi pedagang sukses.
- Kalau menjadi ustaz, berjenggot, celana
- nyingkrang ee e apalagi bini 2 3 4 e
- apalagi ah itu mah banyak. Hm. Menjadi
- pedagang sikit, apalagi menjadi pedagang
- yang jujur. Apalagi menjadi pedagang
- yang berakhlak, apalagi menjadi pedagang
- yang bersih kehidupannya.
- Oh, semakin jauh dari harapan kita lihat
- ada di kehidupan nyata. Tapi ada ya,
- ada, ada pasti ya, cuman tidak banyak.
- Nah, dari cerita ini saya mengajak kita
- semua harus kita contoh ini cerita
- wadhuha ini ya. Alam yajidika yatiman
- faawa. Saya lompat wawajadaka ailan
- faagna. Nanti kita kalau ada waktu dan
- kalau saya ingat nyambung tema ini.
- Wawaajadakan fahada itu kita kita cerita
- itu ya. E karena kemarin ada ustaz kita
- yang salah jelaskan itu mengenai
- wajadakaan fahada. Nah nanti kita coba
- cerita. Tapi yang saya menarik bagi saya
- hari ini adalah masa kecil Nabi. Ma
- waddaaka qala alam yajidika yatiman
- faawa wawajadaka ailan faagna. Dikayakan
- oleh Allah subhanahu wa taala. Sehingga
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- memang berhasil menjadi orang yang
- paling kaya di Jazirah Arab. Kenapa?
- Karena sesudah pulang berdagang di
- negeri Syam, Siti Khadijah radhiallahu
- anha wa ardha naksir, jatuh cinta, tak
- bisa tidur, tak enak makan. Dia hanya
- gara-gara melihat pemuda yang luar biasa
- tampan dan berakhlak budi pekerti baik
- ini, kreatif pula. Sempurna pula Nabi
- itu. Ya, bagaimana tidak ada perempuan
- naksir udah tampan, tutur sapahnya
- sopan. Eh, mapan pula kehidupannya.
- Pandai, pintar, kreatif,
- jujur. Khadijah langsung jatuh cinta
- kepada Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Dan Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam pun menerima lamaran
- Siti Khadijah radhiallahu anha. Akhirnya
- mereka menikah. Sesudah mereka menikah
- seperti botol ketemu tutupnya. Seorang
- pemodal besar ketemu dengan seorang
- kreatif, inovatif. Bisnis mereka berdua
- melambung setinggi-tingginya. Maka
- realisasi
- wawajadakailan faagna semakin jelas
- setelah Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam menikah dengan Siti Khadijah
- radhiallahu anha
- wardha. Ini dulu yang bisa saya
- sampaikan kepada pemirsa pendengar yang
- kami muliakan. Saya serahkan dulu
- mikrofon kita kepada Saudara Fanji yang
- belum menikah. Semoga jodohnya segera
- Allah kirimkan yang baik hati. Silakan,
- Panji. Baik, ikhwan Akhwat. Di sesi
- pertama ini, Ustaz Salma Alfarisi telah
- menjabarkan tiga ayat, Ustaz, ya dari
- surat Adduha dalam menjelaskan ee masa
- kecil Nabi, masa kecil Nabi, cerita Nabi
- ee versi Al-Qur'an. Dan tentunya di sesi
- kedua nanti kita mengundangi Wahwat.
- Bagi yang ingin bertanya ee dapat
- mengirimkan pertanyaannya melalui pesan
- WhatsApp ataupun SMS di nomor
- 0811999720.
- Adapun untuk layanan interaksi dapat
- menghubungi
- 0218451512. Akan banyak hal nanti
- insyaallah di sesi kedua. Namun sebelum
- itu kita jeda terlebih dahulu dengan
- nasyid berikut
- [Musik]
- [Musik]
- ini. Allahu Akbar.
- Allahu Akbar. Allahu Akbar.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Lailahaillallah. Dan dari Abdullah bin
- Abi Alfa radhiallahu anhu, ia berkata,
- "Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- biasa memanjangkan salat dan memendekkan
- khotbahnya." Hadis riwayat Annasai.
- Seringkiali kita melihat para khatib di
- hari Jumat terlalu asyik dengan
- khotbahnya sehingga khotbahnya menjadi
- panjang dan terkesan bertele-tele.
- Padahal Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam telah memberikan contoh yang
- baik kepada umatnya dalam memberikan
- nasihat. Di mana beliau biasa
- menggunakan kalimat-kalimat yang ringkas
- tetapi berisi, mengenal dan penuh makna.
- Begitu pentingnya makna memendekkan
- khotbah ini sehingga Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam menyuruh
- umatnya yang kebetulan menjadi khatib
- Jumat agar memendekkan
- khotbahnya. Bahkan beliau mengaitkan
- masalah ini dengan kepandaian seseorang
- dalam pemahaman agamanya. Beliau
- bersabda, "Sesungguhnya panjang salat
- seseorang dan pendek khotbahnya adalah
- tanda kepandaiannya. Oleh karena itu,
- panjangkanlah salat kalian dan
- pendekkanlah khotbahnya." Hadis riwayat
- Ahmad dan
- [Musik]
- Muslim. Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam
- bersabda, "Khamsun minal fidroh alkitan
- wal istihdad watful ibti wa taqlimulfar.
- mutta
- alai. Lima hal dari fitrah, yaitu
- khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong
- kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur
- kumis.
- alai sebagai umat Islam sudah selayaknya
- kita mengikuti suri tauladan kita, yaitu
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Amirul mukminin Ali ibnu Abi
- Thalib alaihiatu wasalam
- berkata, alqhi orang kalau bergantung
- pada akalnya aja dia bakal tersesat.
- yang bergantung pada hartanya. Walaupun
- kaya dia akan selalu mengeluhkan
- kekurangan. Orang yang bergantung pada
- kekuasaan, dia akan terkapar dalam
- kehinaan.
- Tapi orang yang bersandar pada Allah,
- dia tidak akan tersesat, tidak akan
- kurang hidupnya dan tidak akan terhidup.
- Orang di saat bersandar kepada Allah,
- berserah diri kepadanya, maka Allah akan
- turun tangan melindungi dia,
- menyelesaikan
- urusan-urusannya. Hingga Allah
- berfirman, sesungguhnya orang-orang yang
- berkata, "Tuhan kami Allah dan ini bukan
- hanya ucapan tapi mereka istiqamah dalam
- prinsip
- tersebut mereka tidak akan mengalami
- ketakutan, kesedihan.
- [Musik]
- [Musik]
- Allahu
- Akbar. Allahu Akbar.
- Lailahaillallah. Radio Silaturahim dan
- Rasil Visual untuk Islam yang satu.
- Terima kasih Wan Akhwat. Masih bersama
- kami dalam acara Sirah Nabawiyah bersama
- Ustaz Salman Al Farisi. Dan kali ini
- kita membahas cerita Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam versi
- Al-Qur'an. Heeh. Dan alhamdulillah kita
- live di pagi hari ini dan kita sudah
- memasuki sesi kedua yaitu sesi tanya
- jawab dan mungkin ada beberapa hal juga
- yang nanti akan ustaz tambahkan
- penjelasan dari sesi pertama. Baik Ustaz
- saya bacakan dulu pertanyaan yang telah
- masuk. Baik yang pertama dari Bu Nia
- dari Bekasi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. H.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz Salman, saya ingin
- bertanya. Setahu saya istri pertama
- Khadijah. Kemudian saya mendengar ada
- yang bilang Saudah istri kedua Nabi
- Muhammad. Dikisahkan juga ee pernah
- bersama Aisyah lempar-lemparan gandum
- karena cemburu. Mohon pencerahannya,
- Ustaz. Baik. Istri Bu Nia nih tadi ya.
- Iya. Wah, terima kasih Bu Nia ya. Nabi
- memang pernikahan pertamanya dengan Siti
- Khadijah radhiallahu anha
- wardaha dan selama dengan Khadijah Nabi
- tidak poligami. Itu perlu dicatat oleh
- semua laki-laki ya. Jadi istri pertama
- itu kalau mengikut Nabi ya kalau
- mengikut Nabi jangan diduakan istri
- pertama itu karena ee Nabi tidak
- menduakan istri pertamanya ya. Siti
- Khadijah radhiallahu anha wa ardaha itu
- menjadi istri Nabi satu-satunya sampai
- Siti Khadijah meninggal. Tapi juga
- jangan berarti kau mendoakan istri
- pertama meninggal cepat-cepat. Itu jahat
- juga kau. Ya. Ah. Kemudian Nabi memang
- menikah sesudah itu dengan Saudah. Tapi
- luar biasa ya, Panji ya, Ibu Nia. Ini
- Nabi itu sempat menduda setahun lebih
- sedikit. Ee artinya
- gini, separuh jiwaku pergi. Nah, gitu
- kan. Kalau kata siapa itu ya? Ee memang
- Nabi ketika ditinggal oleh Khadijah itu
- mungkin dua pertiga jiwanya pergi. Itu
- ya. Kenapa?
- Saya juga enggak bisa kebayang ya kalau
- ada perempuan pendamping hidup kita
- seperti Khadijah meninggal mungkin stres
- habis kita itu. Karena untuk sebagai
- seorang pendamping hidup Khadijah itu
- sangat
- sempurna. Dan aku pikir Panji jangan kau
- cari perempuan yang kayak gitu ya.
- Enggak ada. Tidak akan lagi diciptakan
- oleh Allah perempuan seperti Khadijah.
- Kalau kau nanti menikah, Panji,
- siap-siap
- cerewetnya, merasa benarnya dan kau
- dianggapnya jahat, apa siap-siap kau
- nanti. Karena perempuan sudah enggak
- mungkin enggak kayak gitu gitu ya.
- Perempuan itu dua pasalnya. Kalau dia
- tidak pernah salah, kalau dia salah
- harus kita yang salah gitu. Kembali ke
- pasal 1. Kembali pasal 1. Khadijah
- dahsyat. Dahsyat. Dahsyat. Dahsyat. Luar
- biasa. Khadijah itu dahsyat. Nah, maka
- ketika ditinggal Khadijah, Nabi patah
- hati.
- setahun. Untuk ukuran orang Arab pada
- saat itu, jarang-jarang orang menduda
- setahun. H saat itu ya. Kenapa? Karena
- tradisi Arab pada waktu itu ya kalau
- istri jangankan istri meninggal, istri
- satu sudah 2 tahun 3 tahun nikah aja
- sudah nikah lagi dia. Nabi sampai 15
- tahun bersama Siti Khadijah. Dahsyat.
- Khadijah meninggal setahun Nabi menduda.
- Itu Nabi apa? Fanji menikah dengan
- Saudah itu karena ada beberapa sahabat
- Nabi, beberapa sepupu-sepupu Nabi,
- beberapa uak dan tante-tante Nabi yang
- masih hidup mendesak Nabi agar menikah.
- Nabi Sai bilang, "Enggak, aku enggak
- menikah." Kata Nabi. Itu jawaban Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Sampai
- ada, ah lupa saya Ummu Hakam apa siapa
- namanya, lupa saya.
- bercerita ke Nabi gini, "Gini ajalah
- Muhammad, kau menikah tapi bukan karena
- apa-apa. Ada seorang perempuan ini yang
- harus kita bantu. Namanya Saudah binti
- Zumah. Dia ikut hijrah ke Ethiopia,
- suaminya meninggal. Ah, dia ini ayah
- ibunya masih Kristen." Eh, masih
- Kristen, masih kafir, musyrik. Kalau
- adik-adik, abang-abangnya masih musyrik,
- di keluarganya baru dia yang masuk
- Islam. Kalau kita enggak segera amankan
- ini Muhammad, bahaya
- ini Nabi karena alasannya seperti oke
- saya nikahi Saudah binti Jumah. Dinikahi
- oleh Nabi Saudah pertama
- kali. Dinikahi Saudah pertama kali. Baru
- Siti Aisyah radhiallahu anha ardaha itu
- dinikahi Nabi karena ada pesan dari
- Allah subhanahu wa taala. Cerita
- lengkapnya belum begitu hafal saya ee
- lupa saya. Nanti mungkin di lain waktu
- saya akan ceritakan ya. Ada pesan dari
- Allah Subhanahu wa taala. Akhirnya
- Aisyah dinikahi oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Tadi yang
- dipertanyakan Aisyah dan Saudah
- lempar-lemparan gandum gitu ya karena
- cemburu. Karena cemburu. Begini pemirsa
- dan
- pendengar. Aku pikir enggak ada
- perempuan yang enggak pencemburu di
- dunia ini. Ya, enggak akan ada itu. Ya,
- maka kisah cemburu di kehidupan
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam di
- pernikahannya sesudah Khadijah meninggal
- itu banyak. Mungkin cerita tentang
- lempar-lemparan gandum ini aku belum
- baca ya. Belum aku baca ini. Ee tapi aku
- cari cerita mengenai cemburu itu banyak.
- Contohnya ee Aisyah cemburu kepada
- Hafsah atau Hafsah cemburu kepada Aisyah
- atau Hafs ataupun Aisyah cemburu kepada
- Safiah itu banyak. Ee kecemburuan itu
- normal ya. Jangan sampai kita dari
- cerita cemburu ini menilai buruk
- terhadap Siti Aisyah atau Siti Saudah
- atau ee Hafsah atau Safiah. Enggak boleh
- ya. Karena kecemburuan di antara
- istri-istri Nabi ini normal dan luar
- biasanya Nabi punya jurus yang hebat
- sekali mengatasi kecemburuan
- istri-istrinya. Ini ini kayaknya harus
- kita bahas satu ee siaran live kita ya
- nanti Panji ya. Kalau ada waktu nanti
- boleh kita bahas bagaimana mengatasi
- cemburuan istri
- versi versi Rasulullah sallahu alaihi
- wasallam alaihi wasallam. Bagaimana
- Rasulullah mengatasi kecemburuan Aisyah,
- kecemburuan ee ee kecemburan Hafsah,
- kecemburan Safiah itu indah sekali. Nabi
- sallallahu alaihi wasallam enggak pakai
- marah. Itu yang saya sendiri saya harus
- akui. Enggak sanggup saya mungkin itu
- ya. Karena marah ini kalau saya pribadi
- adalah ee ujian terbesar saya dalam hal
- mencontoh akhlak Nabi. Ya, saya ini agak
- cepat marah ya. Apa-apa langsung marah.
- Tapi mudah-mudahan saya diberi rezeki
- oleh Allah. Cepat juga saya lupa. Ah,
- jadi saya cepat marah tapi enggak
- sesudah itu ya selesai sudah enggak
- enggak enggak jarang yang saya simpan e
- sakit ha gak lupa saya sakit hati saya
- gitu ya. Tapi saya cepat marah. Haah.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ya
- lambat enggak marah itu kapan gitu ya.
- Jadi kalau ada istri-istrinya cemburu
- bertengkar tuh
- ya dia santai aja menghadapinya. Fat
- hari gini, "Ya Rasulullah, aku di e di
- jadi gini eh beberapa istri Nabi cemburu
- sama Sofiah. Kenapa?" Sofiah ini cantik
- sekali ya. Sofiah cantik, masih muda.
- Mungkin ya namanya istri yang lain pula
- ya kan gitu ya. Mungkin pandangan istri
- yang lain ni Nabi ee mungkin agak mesra
- kalau sama Sofiah. Terus kalau saya
- bilang, "Ya wajarlah Nabi karena masih
- kecil ya gitu ya." Jadi, Nabi
- memperlakukan setiap istri itu sesuai
- dengan kondisinya masing-masing. Cuman
- kan istri-istri lain kadang-kadang tidak
- terima gitu. Akhirnya istri-istri lain
- ini ngenyek
- Safiah dasar Yahudi digituin. Karena
- Sofiah memang Yahudi kan. Bapaknya
- Sofiah binti Tuhah binti. Huyu binti
- binti Akht ini sangat benci Nabi. Yahudi
- memerangi Nabi bla bla bla bla bla gitu
- ya. Nangis Sa Sofiah dipelukan Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Aku sedih ya
- Rasulullah karena aku dibilang Yahudi.
- Ee aku-aku memang Yahudi, tapi bagaimana
- ya Rasulullah saya harus menghadapinya
- bagaimana? Aduh kamu Sofia sambil dielus
- oleh Nabi kepalanya. Ngapain kau pusing?
- Naam. Bilang naam. Ya. Saya
- Yahudi ee ayah saya Musa, paman saya
- Harun, suami saya
- Muhammad. Gitu. Artinya apa? Saya memang
- Yahudi, tapi saya ayahnya Musa. Terus
- paman saya siapa? Harun. Kau sebut aja
- semua nabi-nabi tuh.
- Karena kan sepupu-sepupuan semua itu kan
- sampai ke Isa Alaih Salam. Terus suamiku
- Muhammad. Kalian siapa
- coba? Ya, siapa? Istri-istri yang lain
- siapa? Enggak ada kan? Nah, itu jadi
- akhirnya apa? Sofiah terhibur.
- Istri-istri yang lain pun tidak perlu
- dimarahi. Masyaallah. Itu cara
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menghadapi kecemburuan istri-istrinya.
- Banyak sekali cerita kecemburu istrinya.
- Kayaknya itu kita buka bab baru, Ustaz.
- Babu nanti insyaallah Bu Nia ya.
- Insyaallah. Baik. Kita sebenarnya sudah
- ada telepon yang masuk. Kita angkat
- dulu, Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ba halo. Asalamualaikum. Iya,
- waalaikumsalam. Dari mana dan nama Pak?
- Eh, Jenzen dari Depok.
- Benb ya. Dari Depok ya? Iya, Benben.
- Iya, silakan Pak.
- Halo. Ya, silakan Pak Pertanyaannya. I
- sepertinya terputus ee diperingati dari
- operator. Kita beralih ke pertanyaan
- lainnya, Ustaz, ya. Yang masuk melalui
- pesan WhatsApp ataupun SMS.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Sepertinya
- testimoni dari penjelasan Ustaz nih.
- Baik. Ee betul sekali, Pak Ustaz. ee
- yang diterangkan alhamdulillah saya
- menerapkannya dalam pendidikan ee anak
- saya dan walaupun belum berhasil 100%.
- Iya. Hasilnya subhanallah anak saya
- lebih mudah untuk diarahkan melakukan
- kebaikan berangkat ngaji walaupun tidak
- ada teman ee hujan hujan pun tetap
- berangkat. Anak saya berumur 5 tahun.
- Ibu Sofiatun dari muncul. Hmm. Ibu
- Sofiatun ya. He. Tadi kita cerita Sofiah
- tadi ee Ibu Sofiatun. Nah, mudah-mudahan
- istikamah ya. Istikamah bahwa anak dari
- sejak kecil yang kita isi hatinya,
- perangainya, perilakunya, budi
- pekertinya enggak usah bebani yang lain
- ke anak. Nah, itu ya enggak usah bebani
- dia mengghafal alif batas sa. Enggak
- usah membani dia menghafal surah
- al-Fatihah. Kadang-kadang anak 3 tahun.
- Saya sering, "Ustaz, ini sudah hafal
- al-Ikhlas loh. Anak saya umur 4,5 tahun
- enggak saya suruh hafal apa-apa. Yang
- saya ajarkan anak saya apa? Kalau dia
- makan, ah sampahnya taruh mana,
- Nak? Kalau lagi makan sama adiknya, ah
- kamu abangnya, Nak. Berbagi sama adik,
- ya. Adiknya kita ajari ini abangmu, Nak.
- Itu yang saya ajari sekarang. Istri saya
- nanya, "Abang kok enggak ngajarin mereka
- alif bata sih?" Nanti, bilang, "Nanti
- kita ajari dia." Nabi baru bisa membaca,
- menulis itu umur 40 tahun dan Nabi
- enggak tertinggal. Santai aja. Cuman
- sulit kita untuk meyakinkan orang kayak
- gitu. Sulit kali orang maunya anaknya
- umur 3 tahun. Qul huwallahu ahad.
- Allahus somad. Lam yalid walam yulad.
- Walam yakulahu kufuwan ahad. Terus ada
- apa?
- Kenapa akhlak itu tidak bisa datang
- simsal abim abra
- kedabra? Akhlak perangai, perilaku,
- karakter namanya karakter itu sesuatu
- yang dibiasakan dari sejak
- kecil. Kalau ilmu itu gampang datang.
- Kata guru saya, Kia Mufasir yang di
- Pandegelang Banten, kalau hati bersih,
- ilmu sebanyak apapun bisa di
- dimasukkan. Gampang,
- gampang. Tapi kalau hati kotor, ilmu
- secanggih apapun akan merusak.
- Jadinya hatinya kotor. Jadi ilmu apap
- pun ngerusak. Lihat koruptor di negara
- ini pasti pandai
- membaca enggak? Pasti ijazahnya
- tinggi-tinggi. Pernah nemu enggak
- koruptor tapi putus sekolah?
- kagak
- ada. Kenapa? Karena dia sekolah terus
- kagak pernah belajar adab. Lipsingnya
- belajar adab, tapi hatinya enggak ada
- adab. Hati tidak di bibir, hati nampak
- di perilaku. Kita tidak perlu mengatakan
- kalau kita beradab karena orang tahu
- apakah kita beradab atau
- tidak. Orang yang tahu si Salman ini
- beradab atau enggak. Mungkin bilang
- orang enggak beradab. Suaraku kayak gini
- ya kan.
- Ya susah karena kita terbentuk oleh
- habit yang seperti ini dulu dari kecil.
- Em aku enggak ahli sirah nabawi dulu
- yatim pula aku kan. Emak aku yang
- besarkan aku. Tapi bukan kusesali makku.
- Tapi dengan belajar sirah nabawi ini
- kita dapat sesuatu. Oh ternyata gitu
- loh. Ternyata gitu. Jadi kalau saya di
- rumah enggak belajar mengajarkan anak
- nyala nak. Kalau ketemu orang disalam
- nak dicium tangannya. Itu saya
- ajarkan. Kalau ditanya orang namanya
- siapa? Muhammad. Bapak. Kalau
- bapak-bapak, Muhammad, ibu, kalau
- ibu-ibu gitu ya, Nak ya. Hah? Iya. Kan
- itu itu yang harus kita ajari. Kalau
- depan orang, Nak, harus begini, Nak, ya.
- Kalau lagi salat
- diam itu perang yang kita isi ini akan
- membentuk dia ilmu pengetahuan entar
- dikasih sama Allah. Gu bilang maka anak
- saya sekarang sekolah TK, TK TK biasa
- aja. Saya bilang sama gurunya, "Bu,
- enggak usah dipaksa anak saya ngfal
- apapun." Kok gitu, Ustaz? Iya, enggak
- usah enggak usah kasih rapot juga enggak
- apa-apa gua bilang dia cuma numpang
- belajar berteman di sini. Gu bilang dia
- panen berteman aja sudah cukup gua
- bilang. Karena saya saya yakin sekali
- konsep Nabi enggak saya enggak ragu
- dengan konsep Nabi. Justru konsep yang
- ada sekarang ini saya sangat ragu karena
- makin tinggi gelarnya profesor doktor
- ahli hukum makin pandai curang sama
- hukum. Ya kan?
- Bukti kita enggak
- mengada-ngada. Kalau anak, kalau orang
- tidak punya pendidikan mencuri, cepat
- dipenjara. Tapi orang yang punya sekolah
- tinggi mencuri, oh debatnya, ukilahnya
- belok sini, pasal ini dimainkan. Saya
- sudah pernah ngomong sama, saya pernah
- ngomong sama pengacara banyak sekali.
- Kita itu, Ustaz, berusaha meringankan ee
- hukuman si klien kita dengan pasal-pasal
- gini gini gini. Oh, inilah kalau pintar
- enggak
- berakhlak. Pintar enggak berakhlak ini
- yang terjadi sekarang. Terus aku mau
- bikin kayak gitu enggak mau. Aku
- bilang yang aku bilang tadi merbot
- masjid tapi kamarnya kotor. Hafal Quran
- ada
- banyak. Kenapa perangai itu tidak bisa
- sih misal mabrak kedabra kita bikin
- pesantren di Ruhama Alfajar nih sekarang
- di
- Sawangan anak itu sekarang hafal 7 juz.
- Tapi melatih dia untuk membersihkan
- tempat tidurnya. Saya bilang belum
- berhasil.
- Saya bikin dia hafal Quran baru 1 tahun
- sudah 7
- juz. Saya bilang, "Sadaqallahulzim."
- Sodqah Rasulullahi sallallahu alaihi
- wasallam. Benar Rasulullah, yang sulit
- itu perangai bukan ilmu pengetahuan.
- Ilmu pengetahuan itu gampang. Pang
- pang kata Pak Munib Khatib.
- Tapi enggak percaya kita setiap aku
- presentasikan orang enggak ada enggak
- ada. Ah itu kolot kali kau Salman
- katanya. Aku bilang lihat
- realita
- akhlak di kalangan coba lihat seniman
- yang berakhlak dengan seniman yang tak
- berakhlak beda hasilnya.
- tidak memandang agama kita di situ.
- Lihat aja seniman yang berakhlak akan
- memunculkan karya-karya kreatif yang
- menginspirasi. Tapi seniman yang tak
- berakhlak cuma mengandalkan dada sama
- paha. Suara enggak ada dada sama paha
- sama muka aja. Maka mereka
- melancip-lancipkan hidungnya,
- melancip-lancipkan pipinya di
- menor-menor karena enggak ada akhlaknya.
- dibesar-besarkan dadanya supaya orang
- pun pelototi orang kan enggak ada
- akhlak ya. Jadi akhlak itu hilang. Kalau
- mau ya kita harus secara massal. Makanya
- kalau aku jadi menteri pendidikan kubah
- di kurikulum Indonesia ini SD total
- belajar akhlak dari kelas 1 sampai kelas
- 5. Kelas 6 ajari dia baca. Kelas SMP
- baru belajar ilmu pengetahuan bangsa ini
- akan maju. Aku jamin 4.000%. Oh,
- itu enggak enggak ragu aku. Enggak akan
- tertinggal Indonesia ini. Rubah coba SD
- dari TK SD sampai kelas 5. Akhlak total
- tapi pembiasaan jangan ceramah. Kalau
- ceramah enggak ada artinya.
- Ini kita bikin ceramah
- akhlak itu kalau kata orang
- Medan menuntut ilmu belajar di waktu
- kecil bagai mengukir di atas batu
- belajar sesudah dewasa bagai mengukir di
- atas air. Ini ceramah ini. Tapi kalau
- pembiasaan oleh gurunya di sekolah,
- bagaimana guru mengajarkan anak kalau
- menyapa orang begini, Nak. Menghargai,
- diajari mereka berdebat bagaimana
- berbeda pendapat. Lihat ni sekarang nih.
- Oh, perbedaan pendapat antara Pilpres,
- antara Pilkada, apa enggak ada yang main
- otak itu. Sudah, itu sudah main emosi
- semuanya. Kenapa akhlak
- hilang? Kalau diajari dari kecil, ah
- kalau kita berbeda pendapat itu begini
- caranya, Nak. Kamu kan punya pendapat
- bahwa ini warna putih. Dia bilang ini
- krim. Kau itu benar, Nak. Memang krem
- itu sisi putihnya ada. Tapi dia
- menemukan sesuatu bahwa ini bukan lagi
- putih. Namanya krim atau putih gading.
- Jadi kalian sama-sama benar, Nak, dengan
- latar belakang pengetahuan yang kalian
- miliki. Enggak usah berantem. Oh, gitu
- ya, Bu, ya. Iya. Nih, Ibu tunjukkan.
- Susu putih enggak? Ini putih enggak? Ini
- putih. Putih semua kan? Tapi ada bedanya
- enggak? Ada. Cuman mereka sama-sama
- putih gitu loh, Nak. Kalau berbeda
- pendapat pernah diajari di SD kita kayak
- gitu? Kagak pernah. Sampai kuliah pun
- enggak
- pernah. Ini akhlak. Mak mudah-mudahan
- aku besok jadi presiden aja sekalian
- ya. Kalau aku jadi presiden sampai SM
- mah akhlak aja udah baru belajar tahun
- setah kuliah. Karena yakin kali aku
- negara Indonesia ini akan hebat jika ee
- insan-insannya memiliki akhlak dan budi
- pekerti. punya rasa malu gitu loh. Ee
- saya juga saya juga mengalami konsep
- pendidikan yang tidak dengan akhlak itu
- tadi ya. Maka saya merasa bila kita
- semua dididik dengan akhlak maka akan
- luar biasa, Panji nanti kalau kau punya
- anak harus kayak gitu. Siap. Ustaz didik
- anakmu. Enggak usah takut kau
- ketinggalan, enggak ada hafalnya
- apa-apa. Enggak apa-apa enggak usah
- takut. Karena hafalan itu gampang. Aku
- ya baru pandi baca Al-Qur'an itu kelas 2
- SMP
- aku. Tapi bukan karena emak aku enggak
- apa. Emak aku enggak sanggup
- menyekolahkan
- aku. Emak aku enggak sanggup
- menyekolahkan aku. Orang bisa kelas SD
- bisa baca Quran. Karena sesudah SD dia
- akan ngaji ke
- Tajahisi. Tajahisi itu TPA kalau
- sekarang. He TPA Zikam itu gratis
- sebenarnya. Kenapa aku enggak bisa
- sekolah? Karena emak aku nyuruh aku
- bantu dia di sawah. Jadi habis SD aku ke
- sawah jadi tidak belajar Al-Qur'an. Baru
- bisa belajar Al-Qur'an kelas 2 SMP.
- Enggak enggak juga masalah nampaknya
- biasa santai aja. Nah gitu kan. Iya
- akhlak itu. Wallahuam. Baik kita beralih
- ke pertanyaan lainnya Ustaz. Sekarang
- dari Kastam di Pondok Karen.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz sama Alfarisi yang dimuliakan oleh
- Allah. Bagaimana di akhirat nanti orang
- tua atau keluarga Nabi yang belum
- memeluk Islam tapi dia orang-orang yang
- saleh apakah bisa masuk surga juga
- Ustaz? Sementara ada ayat bahwa orang
- kafir atau nonmuslim akan kekal selama
- ini di dalam neraka. Betul sekali ayat
- itu. Ya gini ya kawan-kawan ya. Urusan
- surga dan neraka tidak usah k kita heboh
- kali
- membahasnya. Aku aja aku belum tahu aku
- masuk surga atau
- gak. Ya. Siapa misalnya kiai yang kita
- kenal sekarang? Siapa? Siapa kiai yang
- kita kenal
- sekarang? Siapa kiai yang kita kenal
- sekarang? Sebut satu namanya. Ayo. Hah?
- Kiai Mar'ruf Amin nanti ke kampanye kita
- nanti kan. Yang lain yang lain. Kiai
- siapa yang kau kenal Panji? Coba kau
- kenal dulu kiai kita. Kiai e mohon maaf
- aku ke angkat ulama Kiai Abul Hidad
- Sirji. Kiai kita di sini kan alim kan
- Kia Abul Hidat Sayidzi rajin salat
- enggak? Tanya aja anak-anak alfatah tuh
- alimnya, sederhananya akhlaknya luar
- biasa. Aku aja menyaluti K Saturjim
- pasti masuk surga enggak dia? Wallahuam.
- Wallahualam. Enggak ada yang tahu. Mana
- yang bisa
- jamin? Terus ngapain kita bahas keluarga
- Nabi yang
- dulu-dulu? Maksud aku kenapa aku kayak
- gini jawabannya? Supaya kita mempelajari
- hal yang lebih penting untuk kita
- pikirkan ketimbang hanya mengetahui
- seorang di surga atau di
- neraka. Ada juga ustaz-ustaz yang suka
- membahas kayak gini bahkan bilang ayah
- Nabi aja di neraka katanya. Kata guru
- saya saat belajar ini di Makkah hadis
- sahih Muslim itu ya naam annahu haditun
- shahun rawahu muslim lakinandin alaiha
- kata guru saya di Mekah betul ini hadis
- sahih diriwayatkan tidandin alaihain
- alaiha itu arti apa gak usah kau
- bahas-bahas enggak penting ini
- katanya toh kita gak
- tahu kesahihan sahih muslim tentang
- hadis itu pun harus kita
- cek latar belakang Nabi mengucapkan itu
- harus kita cek bila kita belajar belar
- hadis ya ini atau kalau mau belajar
- hadis boleh datang ke pengajian kita
- karena kita mengajak siapapun belajar
- hadis lebih detail ya di Bintaro di e
- Jalan Elang setiap malam Selasa datang
- aja Sunan Tirmidzi kita buka bukunya di
- sana alhamdulillah berkat pertolongan
- Allah ilmu hadis yang kita kombinasikan
- dengan mustalah dan rijal sedikit
- sedikit-sedikit bisa kita ajak
- masyarakat awam memahaminya memahami
- sampai tidak semudah itu memahami hadis
- di bahasa Arabnya dapat diterjemahkan,
- disimpulkan. Enggak, enggak semudah
- itu. Hadis ini variasinya banyak sekali.
- Apalagi mengenai surga dan neraka
- keluarga Nabi. Itu hadisnya bisa kita
- bikin satu buku ya dan teksnya itu
- membuat kita kaya sekali dengan ilmu
- pengetahuan. Jadi, jadi tidak bisa
- seperti sebagian ustaz nih hadis sahih
- ente ente ngelawan Nabi sampai gitu.
- Sebagian ustaz kadang-kadang ya ini ku
- bilang nampak kali kalau ustaz malas
- membaca. Aku bilang kalau dia malah
- rajin baca pasti tidak akan membahas
- hal-hal seperti itu apalagi seperti ini
- di publik ya. Jadi surga atau nerakanya
- siapapun di dunia ini tidak berhak kita
- sebagai manusia biasa menentukannya.
- Yang pernah berbicara surga itu Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya.
- Yang pernah berbicara surga itu Nabi
- Muhammad. Abu Bakar di surga, Umar di
- surga, Utsman di surga, Ali di surga.
- Abdurrahman di surga, e Zubair di surga,
- Saad surga, Salman
- Alfarisi, jannah keangan surga kepada
- Salman al Farisi. Tapi Nabi tidak pernah
- membahas neraka seseorang. Itu juga adab
- kita. Lihat ya. Nabi tidak membahas
- neraka seseorang. Yang dibahas oleh Nabi
- selalu itu adalah surga seseorang. Jadi
- mereka-mereka keluarga Nabi yang hidup
- di zaman sebelum Nabi berdakwah, ke mana
- mereka pergi? Mudah-mudahan dengan kasih
- sayang Allah mereka ke surga. Boleh saja
- saya jawab begitu. Allah maha pengasih
- penyayang. Allah maha pengasih
- penyayang. Ada istilah zaman fitrah. Ada
- istilah di Al-Qur'an bila belum datang
- ee rasul, bila belum datang dakwah
- memang mereka belum masih dimaafkan.
- Afallahu amma salaf. Saya enggak begitu
- hafal Quran tapi banyak di Al-Qur'an
- menceritakan hal seperti itu. Silakan
- ditanya guru-guru kita yang hafal Quran.
- Ada enggak cerita bahwa di Al-Qur'an
- Allah bilang mereka-mereka yang belum
- mendapat dakwah dari seorang rasul
- dimaafkan.
- Nanti dibilang gini, "Fanji, tapi kan
- ustaz ee ee e Nabi Ibrahim ayahnya juga
- masuk neraka katanya." Pernah dibilang
- kayak gitu sama saya. Saya bilang pernah
- gini saya jawab pertanyaan seperti ini
- ya. Bedalah masa si ayah Nabi kita
- bilang masuk neraka gitu ya. Tapi ayah
- Ibrahim masuk neraka. Ustaznya, Ustaz
- saya juga bilang begitu ustaz. Ayah
- Ibrahim juga masuk neraka. Makanya harus
- baca kita dulu ayah Ibrahim dihukum oleh
- Allah Subhanahu wa taala. Tahu enggak
- kenapa? Karena ayah Ibrahim sudah
- mendengar dakwah
- Ibrahim, tapi ayahnya menolak. Menolak.
- Itu
- bedanya. Abdullah pernah dengar dakwah
- Nabi enggak? Wong 2 bulan di kandungan
- dia sudah meninggal. Kenapa ke
- hukum? Misalnya di radio ini ternyata
- ada peraturan baru yang belum dikasih
- tahu sama aku. Boleh enggak Pak Ihsan
- menghukum aku? Enggak boleh. Kasih tahu
- dulu hukumnya.
- Baru kalau aku salah di
- dihukum peraturannya kasih tahu dulu.
- Begitu Abdullah tidak pernah mendengar
- peraturan dari dari Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam, Aminah juga
- tidak pernah mendengar peraturan dari
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Jangan kiaskan. Ini kadang-kadang ada
- orang ingin mengkiaskan sesuatu dengan
- sesuatu tapi tidak pernah belajar
- iias. Ilmu agama ini memang sangat
- complicated sekali. Ee alhamdulillah
- waktu saya belajar di pesantren di
- Mustofawiyah Medan ya ee di Purwabaru
- Mendiling Natal e juga waktu sekolah di
- Makkah, saya berterima kasih sekali
- kepada Allah Subhanahu wa taala
- dipertemukan dengan guru-guru yang
- mengajarkan kita betapa hebatnya ilmu
- agama ini. Walaupun akhirnya
- ketertarikan saya di sejarah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam karena ee
- menarik apa membuat saya nge-fly ketika
- cerita Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Saya kadang-kadang kalau lagi
- baca sirah Nabawi memunculkan
- lirik-lirik lagu
- Om karena apa? Saya
- nikmati ya. Tapi betapa dahsyatnya ilmu
- agama kita ini. Usul fikih itu dibahas
- tentang iias, tentang bagaimana kias,
- syarat mengkiaskan, cocok enggak yang
- kita kiaskan itu dengan apa yang kita
- bandingkan. Itu semuanya ada
- persyaratannya. Jadi kalau kau kiaskan
- ayah Ibrahim dengan ayah Nabi, itu
- namanya kau tidak pernah belajar kias.
- Ya, enggak pernahlah dia. Dia
- mengkiaskan mangga dengan jambu. Enggak
- cocok ya. Jangan bikin hukum mangga ke
- jambu. Kalau sesama mangga mungkin boleh
- kita samakan hukumnya. Begitu ya. Jadi
- saya menjawabnya apakah keluarga Nabi
- yang sebelum mendengarkan dakwah Nabi
- itu masuk surga atau masuk neraka? Saya
- ingatkan pertama tidak perlu kita
- terlalu capek mencari hal-hal seperti
- ini. Tapi jawabannya adalah kalau yang
- saya pelajari dengan rahmat dan izin
- Allah Subhanahu wa taala saya berharap
- semoga mereka di surga jika mereka baik.
- Wallahuam.
- Baik, kita beralih ke Bekasi, Ustaz. Ada
- Pak Ridwan bertanya, "Assalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh."
- Waalaikumsalam, Ustaz. Bagaimana Rasul
- mendidik keluarganya? Kalau tadi
- Rasulullah mendapat pendidikan, nah
- sekarang Rasulullah bagaimana mendidik
- keluarga menjadi keluarga yang zuhud,
- Ustaz? dan bisa diterapkan di era
- sekarang ini. Jawabannya sama, Pak
- Ridwan. Fatimah itu tidak terkenal
- sebagai seorang penghafal hadis. Coba
- cari riwayat Fatimah di dalam Sahih
- Bukhari, Sahih Muslim. Sedikit
- sekali. Tapi kalau kau cari ee fanji ee
- ee e ilustrasi akhlak Fatimah uh
- dahsyat. Saya kasih satu panci, Pak
- Ridwan ya.
- Pernah Nabi eh pernah Ali tak makan
- seminggu bersama
- istrinya. Fatimah punya harta beberapa
- dirham. Diminta tolonglah Ali pergi beli
- lontong Medan ke
- pasar. Orang orang Medan yang cerita ya
- kan. Sampai ke pasar Ali mencari lontong
- Medan terenak terenak di pasar itu.
- Dibelinyalah tiga bungkus lontong Medan.
- Ini untuk dia sebungkus, untuk Ali
- Fatimah sebungkus, Hasan Husein
- sebungkus. Mungkin mereka berbagilah
- nanti. Pulang pengkolan terakhir sebelum
- sampai ke rumahnya ada bapak-bapak tua.
- Ali, aku dan anak-anakku lima belum
- makan sudah 15 hari.
- Ali Ali bilang apa? Kami baru 7 hari 15
- hari gitu kan. Diserahkanlah makanan ini
- ke bapak-bapak itu tadi. Pulang Ali
- disambut oleh Fatimah. Fatimah agak
- heran dan diam, "Bang, di mana lontong
- Medan yang kupesan, Bang?" "Duduk kita
- dulu,
- Fatimah." Dia bilang Ali, "Apa?" "Dik,
- tadi kan kau minta Abang belontong
- Medan." "Udah Abang beli lontong
- medannya. Pengkolan terakhir yang di
- sana itu loh, Dik, ada orang tua minta
- ke abang. Ah, dia enggak makan sama anak
- istrinya 15 hari, "Dik, kasihanlah,
- Bang. Abang yakin kau pasti juga
- kasihan?" Terus, "Bang, abang kasih
- tiga-tiganya 15 orang. ee lima orang
- anaknya, tujuh orang sama dia suami
- istri. Fatimah bilang apa? Dipeluknya
- suaminya. Ya Allah, Bang, terima kasih
- aku sama Tuhan dikasih suami kayak
- kau. Kau dapat lagi enggak perempuan
- yang kayak gitu sekarang? Jangan cari
- yang kayak gitu, Panci. Nanti membujang
- selama-lamanya
- kau. Kalau baik pun kau, kau kasih dia
- satu bungkus, kau bawa pulang dua
- bungkus.
- Jangan coba-coba mencontoh itu karena
- tidak ada lagi perempuan seperti Fatimah
- itu. Maka tapi apakah Fatimah hafal
- Quran, apakah Fatimah hafal hadis? Tidak
- ada dissejarahkan. Boleh nanti tanya
- guru-guru kita yang
- lain gak dimunculkan cerita itu di
- sejarah Nabi. Silakan yang mempelajari
- sejarah Nabi. Ada enggak itu? Fatimah
- ini hafal Quran sejak umur sekian.
- Fatimah ini banyak meriwayatkan hadis.
- Enggak ada. Sedikit sekali riwayat Nabi
- tentang riwayat hadis dari Fatimah
- radhiallahu anha ardaha. Padahal yang
- mengeluarkan hadis siapa?
- Ayahnya bisa aja tiap malam. Ayah bilang
- lu hadis apa? Ayah k tulis ayah aku mau
- hafal. Kagak ada dididik Nabi dia
- begitu. Tapi perangainya oleh ayahnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Oh dicreate habis oleh ayahnya. Muncul
- dia menjadi representatif perempuan
- salehah pada
- masanya. Bahkan kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam pernah dia
- bersabda, "Ada empat perempuan menjadi
- ratu surga." Salah satunya siapa?
- Fatimah binti Rasulullahi sallallahu
- alaihi wasallam. Saat Nabi ingin
- mengajarkan akhlak ke Fatimah, dia
- mengucapkan hadis Fatimah. Catat
- baik-baik. Kalaupun kau, Nak, nanti yang
- mencuri ayah akan potong tanganmu, Nak.
- Uf, itu pendidikan yang sangat luar
- biasa. Jadi, kalau Bapak Ridwan tanya
- aku, "Bagaimana Nabi mendidik anaknya?"
- Maka aku jawab dengan akhlak.
- Sudah enggak bikin pintar.
- Akhlak. Akhlak ini mengalahkan
- kepintaran. Setinggi apapun IQ
- kau itu pasti kawan, jangan ragu kau di
- situ. Jangan khawatir anakmu masa
- depannya jika dia berakhlak. Tidak
- mungkin
- terlantar. Tapi khawatirlah bila anakmu
- hanya sekedar punya ijazah selembar,
- IPK-nya 4,0. Kau harus khawatir itu.
- Mampu enggak dia? Jangan-jangan dia
- mendapat IPK ini karena baca aja terus
- kerjaannya menghafal. sehingga tidak
- pernah belajar
- bersosialisasi. Menyaapa orang aja ketus
- sekali disapar eh
- gitu. Mungkin bisa jadi dia akan jadi
- CEO yang gajinya R00 juta sebulan tetapi
- 400 juta sebulan hampa dalam
- kehidupannya. Banyak saya temui orang
- kayak gitu sekarang banyak di Jakarta
- ini. Apalagi setelah saya berdakwah ini
- saya simpulkan yang tak kau punya adalah
- akhlak. Tapi saya tidak bilang itu di
- hati saya saja. Dia tidak pernah belajar
- akhlak dari ayah dan ibunya. Pasti ayah
- ibunya melatih dia untuk menjadi nomor
- satu terus di kelasnya. Beasiswa ke
- sini, beasiswa ke sini, beasiswa ke
- sini. Berhasil dia dapat PhD empat dari
- universitas terhebat di dunia ini.
- Pulang langsung dipanggil oleh
- perusahaan-perusahaan besar menjadi CEO
- di beberapa tempat. Karena sengking
- hebatnya gajinya setiap perusahaan R00
- juta, 400 juta, 400 1,6 miliar sebulan
- dia terima uangnya. Tapi tak ada raut
- kebahagiaan di wajahnya. Tak tahu dia
- bagaimana menikmati uang 1,5 miliar itu
- sebulan. Ada orang yang dididik ada
- ayahnya hanya dengan buang sampah pada
- tempatnya. Nak, kalau kau hidup di
- tengah-tengah orang, sapa mereka, Nak?
- Berikan senyuman terindahmu, Nak. Salam
- tangan mereka, Nak. Kalau kau ketemu
- orang duluan, kau menyapa, Nak.
- Rendahkan hatimu, Nak. Ketika berbeda
- pendapat dengan orang lain, tidak usah
- sungkan mengatakan kalau kau salah
- mereka benar, Nak. Terimalah kebenaran
- dari orang lain. Proses di hatimu. Kalau
- memang salah, tak perlu terlalu cepat
- kau debat, tapi pikirkan baik-baik.
- pikirkan bagaimana cara menyampai ini
- yang kita didik ke anak kita toto
- tentram kertorojo kampung itu kalau
- kayak gitu
- anak-anaknya ya itu jadi Fatimah didik
- bukan hanya Fatimah Ummu Kulsum kalau
- kita cerita Zainab bagaimana akhlak
- tertanam di Zainab radhiallahu anha anak
- pertama Rasulullah keren sekali kawan
- ketika dia Zainab memilih masuk
- Islam suaminya Abul As memilih tidak
- masuk Islam,
- kawan. Zainab memilih hijrah ke Madinah,
- tapi Abul As memilih tetap di Makkah.
- Saat itu ayat mengenai pernikahan beda
- agama belum diturunkan. Maka mereka
- tetap dianggap suami istri. Ditangkap
- Abul As menjadi tawanan perang
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Zainab yang dilatih dengan akhlak itu
- enggak serta-merta datang ke ayahnya.
- Ayah itu suamiku lepaskan dong. Enggak
- begitu, kawan.
- Lihat Zainab. Zainab kirim kalung milik
- satu-satunya Zainab ke keluarga Abul As
- di Makkah. Tulisannya dibilang ke
- mertuanya, "Ayah mertuaku, aku sayang
- sama suamiku. Ini kalung peninggalan
- ibuku satu-satunya yang masih kupakai.
- Tolong kirim ke ayahku Muhammad bin
- Abdullah sebagai tebusan agar suamiku
- dilepas oleh
- ayahku." Akhlak siapa yang kayak gitu
- coba? Baru anak RT aja berlagunya minta
- ampun. Ya
- kan? Ini Zainab anak Rasulullah yang
- kalau dia bilang ke ayahnya pasti
- dilepas sama
- ayahnya. Mampu kita mendidik anak kita
- kayak
- gitu. Tapi kalau kupresentasikan akhlak
- ini ke orang enggak yakin orang enggak
- mau orang. Orang maunya SD, SMP, SMA
- juara satu, juara satu, juara satu,
- juara satu, juara satu, juara satu
- sampai dia juara satu terus-terusan.
- Maunya itu terus nilainya harus harus
- matematikanya harus pintar harus ini
- bahasa Inggris I can speak English well
- apa-apa Zainab binti Rasulillah
- dikirimnya kalung itu ke mertuanya
- mertuanya kirim ke pasukan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam ketika kalung
- itu dibuka oleh pasukan Rasulullah
- mereka takut ini dari Zainab dipanggil
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ketika dilihat oleh Rasulullah kalung
- itu nangis Rasulullah
- Dia ingat kalung ini mereka beli berdua
- dulu mungkin bukan di Pondok Indah Mall
- ya di mana gitu ya dibeli oleh dia. Ini
- kita kasih ke Zainab ya ayah ya kata
- Khadijah. Iya ma kata Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Dihadiahkanlah kalung ini oleh Khadijah
- untuk pernikahan anak pertamanya anak
- sulungnya Zainab. Menangis berderai air
- mata. Dan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam bilang apa ke mahkamahnya?
- Bukan karena saya seorang presiden, tapi
- ini kalung istri saya. Boleh enggak saya
- minta tolong kalian lepaskan saja Abul
- Aslong kembalikan kalung ini ke anak
- saya. Allah. Nabi itu ngomong kayak
- gitu. Aku kadang-kadang mikir enggak
- mungkin ada polisi yang kayak gini lagi
- di
- Bini. Enggak ada. Terus apa? Semua
- anggota mahkamah setuju ya Rasulullah.
- Enggak perlu kau minta kayak gitu ya
- Rasulullah. Allah akhlak. Kalau kita
- rqiah mukul enggak selesai ceramah kita
- mau salat Jumat kita nanti bab baru lagi
- satu bab baru lagi. Jadi Pak Ridwan
- kalau kau tanya bagaimana Rasulullah
- mengajar mendidik anaknya? Jawabannya
- akhlak total 100%. Dan kalau kau cari
- Pak hadis riwayat Zainab di Sahih
- Bukhari Sahih Muslim enggak ketemu kau.
- Enggak ketemu. Cari aja nanti kalau ada
- yang ketemu bilang sama saya.
- Samu misalnya an qala e qala samu Zainab
- binti Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam qala an abihi bla bla enggak
- ada itu kalau ada pun sulit kali kau
- carinya nanti. Dari segi ilmu
- pengetahuan tidak terlalu mentereng dia.
- Tapi dari segi akhlak uh saya hafal
- betul cerita
- itu. Ya Allah.
- Maka didik anak-anak kita nanti ya
- dengan akhlak. Enggak usah kau khawatir
- anak kau tertinggal dalam hal apapun
- dalam ilmu pengetahuan itu. Tapi nanti
- kita perlu juga mengkaji. Bila ada anak
- yang memang pintar sekolahkanlah tapi
- terlebih dahulu isi akhlaknya baru isi
- kepalanya supaya jadi orang yang hebat
- dia nanti. Bukan kita anti ilmu
- pengetahuan ya. Harus pintar juga kita.
- Wallahuam.
- Baik. Eh, Iwan Ah tadi juga sepertinya
- membuka banyak bab nih,
- Ustaz karena banyak hal ternyata dari
- pertanyaan Iwan Awat ini menghiasi di
- acara sirah Nabawiyah di hari ini. Namun
- sebelum kita berpisah, Ustaz, ada
- kesimpulan di tema pagi ini, yaitu ee
- cerita Nabi versi Al-Qur'an. Ya,
- Al-Qur'an menceritakan kehidupan Nabi
- sallallahu alaihi wasallam dengan cara
- yang berbeda dan tapi luar biasa. Ya,
- yang paling sempurna itu memang
- Al-Qur'an ya, cerita Nabi. Tapi memang
- bila kita mempelajarinya dari Al-Qur'an
- langsung tanpa memiliki perbendaharaan
- sejarah-sejarah lain, nanti kita tidak
- terlalu merasa indahnya. N maka harus
- dikawinkan dia. Kita pelajari versi
- sirah cerita-cerita tadi kita, "Oh, ada
- pesan ini di Al-Qur'an dengan satu
- pengkal saja. Alam
- yajidikaan faawa." Jadi, gitu ya. Ayo
- kita pelajari sirah nabawi ini dari
- Al-Qur'an juga dari riwayat-riwayat yang
- dikumpulkan oleh ulama. Itu saja mungkin
- dari saya, Panji. Baik. Ee baik Wad,
- kita sudah sampai di pengujung acara.
- Terima kasih banyak kami ucapkan kepada
- Ustaz Ustaz Haman Farisi. Semoga
- kelapangan dan kesehatan diberikan
- kepada kita semua, Ustaz. Agar kita bisa
- bertemu di Jumat mendatang. Amin. Terima
- kasih juga kami ucapkan kepada para
- ikhwan dan akhwat e yang telah mewarnai
- di acara ini di pagi hari menjelang
- siang hari. Banyak sekali pertanyaan
- yang masuk. Ee dan mohon maaf juga kami
- ucapkan karena banyak juga pertanyaan
- yang tidak terbacakan karena
- keterbatasan waktu yang kita miliki. Dan
- akhirnya Iwan Ahwat saya yang bertugas
- Panji Ahmad. Oh ya sebelum ditutup ee
- kameramen mengingatkan ada informasi nih
- Iwan Afad ee nanti untuk ee 21 November
- ya ada pelatihan tata cara pengurusan
- janais. Pelatihan tata cara pengurusan
- janais yang akan diisi oleh Ustaz
- Komaruddin Basuni, MA.
- Nanti bisa untuk informasinya lebih
- lanjut bisa menghubungi di naruh
- hubungnya yaitu
- 0857 bisa dicatat ya
- 0857
- 2236
- 2236
- 0319
- 0319 pelatihan tata cara pengurusan
- janais oleh Ustaz Komaruddin Basun MA di
- tanggal 21 November mendatang dan
- akhirnya Iwan Ah saya yang bertugas kali
- ini menjadi host ee Panji Ahmad beserta
- ee kru yang bertugas menemani kami yaitu
- ada Fajar, ada Anis Mualim dan Ibu
- produser kita Bu Nana. Mohon undur diri
- kita tutup bersama ee sirah Nabawi ini
- dengan doa akhir majelis.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha illa anta wubu ilaik. Wabillahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- Allahu
- Akbar. Allahu Akbar.
- Lailahaillallah
- [Musik]
- Yeah.