Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:05 [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:15 warahmatullahi wabarakatuh. 0:17 Alhamdulillah wasyukurillah wala haula 0:19 wala quwwata illa billah. Asyhadu alla 0:21 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 0:23 asyhadu anna muhammadan abduhu wa 0:24 rasuluh. Masih dipancaruaskan dari Jalan 0:27 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 0:29 Cibubu Bekasi. Inilah radio silaturrahim 0:32 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat, 0:35 para pendengar Radio Silatim dan juga 0:37 pemirsa Rasil Visual di mana pun Anda 0:38 dapat menyimak siaran kami. Bagaimana 0:40 kabar Anda di siang hari ini? Semoga 0:43 siang hari ini ikhwan akhwat masih dalam 0:44 keadaan sehat walafiat dan mudah-mudahan 0:46 Allah subhanahu wa taala masih 0:47 memberikan tetap perlindungannya kepada 0:49 kita semuanya dan juga nikmatnya. Amin. 0:51 Allahum amin. Senang sekali rasanya di 0:54 siang hari ini Muhammad Anis Mualim 0:56 dapat hadir kembali secara langsung 0:57 dalam acara tausiah siang edisi hari ini 1:00 yaitu di hari Senin di tanggal 23 Syawal 1:03 1441 Hijriah bertepatan di tanggal 15 1:06 Juni 2020. Ikhwan akhwat, para pendengar 1:10 Radio Silaturahim dan juga pemirsa Rasil 1:12 Visual di siang hari ini kami 1:15 menghadirkan narasumber kita yang akan 1:18 membahas dalam kitab Mukhtarul Ahis 1:20 An-Nabawiyah. yaitu bersama guru kita 1:23 Ustaz Ahmad Zaki. Alhamdulillah beliau 1:26 telah hadir di studio. Kita sapa 1:28 terlebih dulu. Asalamualaikum 1:29 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:30 Waalaikumsalam warahmatullah 1:32 wabarakatuh. 1:33 Siang hari ini masih dalam keadaan sehat 1:34 walafiat, Pak Ustaz? Ya, 1:36 alhamdulillah. 1:36 Alhamdulillah. Pembahasan kita masih ee 1:39 membahas di kitab Mukhtarul ahis 1:41 Annabawiyah, Pak Ustaz. 1:42 Dan insyaallah Ustaz akan melanjutkan di 1:46 nomor hadis selanjutnya, Pak Ustaz ya. 1:48 Dan kita masuk di halaman yang ke-91. 1:52 Dan Ustaz akan membahas di nomor hadis 1:55 721, 1:57 Pak Ustaz. Ya, insyaallah. 1:58 Baik, ikhwan akhwat para pendengar Radio 2:01 Sultim yang dirahmati Allah subhanahu wa 2:02 taala. Kita buka acara tausiah siang 2:06 bersama-sama kita membaca doa thabul 2:08 ilmi. Bismillahirrahmanirrahim. Rabbi 2:10 zidni ilman. Allahumfani bimaamtani 2:12 waimni mafuni warzuqni ilman yanguni. 2:16 Amin. Ust. 2:19 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:21 Bismillahirrahmanirrahim. 2:24 Alhamdulillahi hamdan yuwafi 2:27 waukiu mazidah. 2:30 Ya rabbana lakal hamdu wakukru kama 2:32 yanagalalik 2:34 waimtanik. 2:37 Subhanakallahumma lah alika anta kamaita 2:41 nafsik 2:43 wa ashadu alla ilahaillallah wahdahu la 2:46 syarikalah. 2:48 Wa ashadu anna sayyidana wa nabiyana 2:50 Muhammadan abduhu wa rasuluh. 2:54 Allahumma sholli wasallim wabarik 2:56 waadzim ala abdika wa rasulika 2:58 Muhammadin waa alihi wasahbih 3:02 shatan wasalaman daimaini mutalazimaini 3:06 ila yaumiddin. 3:08 Amma ba'ad para pendengar radio 3:11 silaturahim rahimani warahimakumullah. 3:15 Asalamualaikum warahmatullah. 3:17 wabarakatuh. 3:21 Syukur alhamdulillah senang sekali 3:26 saya dapat melanjutkan taklim ini 3:30 seperti biasa 3:32 pada Senin siang dalam pembahasan 3:35 Mukhtarul Ahadis Annabawiyah. 3:39 Semoga 3:42 pelajaran ini 3:44 dapat memberikan pencerahan kepada kita, 3:47 meningkatkan ketakwaan dan keimanan 3:49 kita, 3:51 menambah amal saleh kita. 3:55 Seperti biasa 3:57 sebelumnya marilah kita awali taklim ini 4:00 dengan ummul Quran suratul fatihah. 4:04 Semoga Allah senantiasa 4:08 menjaga diri kita, keluarga kita, 4:12 orang-orang yang kita cintai, 4:15 guru-guru kita 4:17 yang telah mengabdikan diri mereka di 4:19 jalan Allah Subhanahu wa taala. 4:22 Semoga Allah limpahkan rahmah dan 4:24 barokah kepada kita semua. 4:28 Semoga 4:30 Allah 4:32 mantapkan 4:34 keimanan kita, Allah kuatkan hati kita 4:39 dalam menghadapi 4:41 berbagai persoalan hidup. 4:44 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:47 Bismillahirrahmanirrahim. 4:50 Alhamdulillahiabbil alamin 4:52 arrahmanirrahim maiki yaumiddin 4:56 iyaka na'budu wa iyyaka nasta 4:59 ihdinasiratal mustaqim 5:03 shathalladzina an'amta alaihim ghairil 5:06 maghdubi alaihim waladin. 5:12 Amin. 5:15 Para pendengar Radio Silaturahim yang 5:18 dirahmati Allah. 5:22 Marilah kita lanjutkan 5:24 taklim ini. 5:26 Yang pertama hadis yang ke-721. 5:32 Ruya an Rasulillahi sallallahu alaihi 5:34 wasallam. Asalatu fil masjidil haram 5:38 bimiati alfi shatin 5:41 wasalatu fi masjidi bialfi shatin 5:45 wasalatu fi baitil maqdisi bihamsi miati 5:49 shatin. 5:53 Kalimat asalah 5:57 dalam 5:59 arti lghah adalah adua. 6:04 Tapi dalam pemahaman fikih 6:08 adalah 6:10 satu amal ibadah 6:13 yang diawali dengan takbir dan diakhiri 6:15 dengan salam. 6:17 Yaitu salat yang kita kerjakan 6:19 sehari-hari. 6:24 Apalagi kalau kalimat asalah ditambah 6:28 dengan 6:29 asalawatul mafrudah 6:32 atau asalawatul maktubat 6:35 atau asalawatul khams. Ini sudah pasti 6:38 salat lima waktu yang wajib kita 6:41 kerjakan lima kali dalam sehari semalam. 6:46 Atau kalau tidak ada tambahan keterangan 6:51 dalam fikih, berarti salat yang kita 6:53 kerjakan ma itu salat sunah ataupun 6:55 salat wajib. 6:58 Tapi dalam hal ini 7:02 karena ada keterangan asalatu 7:08 oh ini salat dalam arti fikih ya. Jadi 7:10 asalatu fil masjidil haram. Salat yang 7:13 kita lakukan di Masjid Alhambikan 7:17 100.000 Ibu kita salat di tempat yang 7:19 lain. 7:21 Ini khususiah 7:24 afdoliah 7:26 keistimewaan yang Allah berikan kepada 7:29 Makkah almukarramah albaladul Haram 7:32 Albaladul Amin. 7:34 Karena di sana 7:36 Rasulullah pernah tinggal di sana. Nabi 7:38 Allah Ibrahim, Nabi Allah Ismail pun 7:41 pernah tinggal di sana. 7:44 Kemudian di Makkah juga ada Ka'bah 7:47 almukarramah, ada Jabal Nur, ada Arafah, 7:50 ada Makam Ibrahim, ada Hijir Ismail, ada 7:54 sumur Zamzam. 7:58 Jadi 8:00 wajar kalau Allah berikan keistimewaan 8:03 kepada 8:06 al Masjidil Haram 8:09 dengan keistimewaan yang luar biasa. 8:14 Ini yang 8:17 nalar kita enggak sampai ke sana. 8:22 Tapi kalau kita mau berpikir objektif 8:26 itu sesuatu yang wajar, sesuatu yang 8:30 pantas. 8:31 Kalau Allah ingin memberikan kemuliaan 8:33 kepada seseorang, kepada tempat dan 8:35 sebagainya, 8:38 hak Allah. 8:42 Kita 8:44 hanya mengikuti perintah, kita hanya 8:47 percaya. 8:49 Dan itulah ujian, ujian keimanan, ujian 8:54 loyalitas kita dalam 8:56 beragama. 8:58 Apakah kita akan 9:01 menolak kebenaran ini atau tidak? 9:06 Kemudian berikutnya, wasalatu fi masjidi 9:08 bialfi shatin. Sedangkan salat di 9:11 masjidku yaitu al masjid an-Nabawi yang 9:14 ada di Almadinatul Munawarah. 9:18 Dan Madinatul Munawarah ini juga salah 9:21 satu kota suci. 9:23 Itu perbandingannya 1000 seperti salat 9:26 di tempat lain. 9:28 Wasalatu fi Baitil Maqdis. Adapun salat 9:31 di Al-Aqsa, Baitul Maqdis yang berada di 9:34 Fithamsati 9:38 shatin perbandingannya 500 kali di 9:40 tempat yang lain. 9:43 Nah, tiga tempat ini yang dikenal dengan 9:46 al-aradil muqaddasah, 9:48 tanah suci, kota suci 9:52 atau dikenal juga dengan tanah haram, 9:54 tanah suci sama saja. 9:58 Jadi tiga kota ini memiliki keistimewaan 10:02 yang memang Baitul Maqdis dikenal dengan 10:05 ardul anbiya, 10:08 bumi para nabi. 10:11 Karena mulianya 10:13 kenapa Rasulullah sallallahu alaihi 10:15 wasallam Allah israkan dari Makkah ke 10:18 Masjid Al-Aqsa terlebih dahulu? Enggak 10:21 langsung dari Makkah ke langit. 10:25 Sebagaimana Allah katakan dalam 10:26 Al-Qur'an, subhanalladzi asro biabdihi 10:29 lailan minal masjidil haram ilal 10:33 masjidil aqsa alladzi barakna haulah. 10:37 Itu karena Allah yang maha tahu. 10:41 Allah 10:43 berikan keistimewaan 10:46 yang memang 10:49 Rasulullah juga menetapkan dalam 10:52 salah satu hadisnya. 10:55 Beliau 10:57 mengatakan, "La tusyaddur rihal illa 11:00 ilaati masajid." 11:03 Jadi tidak diperintah, tidak dianjurkan, 11:07 tidak disunahkan 11:10 kita 11:13 mengadakan rihlah 11:16 perjalanan jauh, 11:18 kecuali ada tiga tempat yang dianjurkan 11:23 diperintah, 11:26 yaitu tiga tempat tadi, Makkah, Madinah, 11:29 dan Baitul Maqdis. 11:33 Nah, kalau 11:35 memang kebetulan kita ada rezeki, 11:38 kita orang mampu, kalau bisa seumur 11:40 hidup kita jangan sampai enggak 11:43 mengenjakkan kaki di Baitul Maqdis. 11:46 Kalau Makkah dan Madinah, 11:49 setiap orang haji dan umrah memang pasti 11:51 ada paket ke sana, 11:54 tapi 11:55 belum tentu ada paket ke Baitul Maqdis. 11:59 Nah, dari itu 12:02 saya cuma menganjurkan kalau ada 12:04 tawaran-tawaran 12:07 umrah, kalau bisa pilih paket yang ada 12:10 ke Baitul Maqdisnya atau ke Al-Aqsa. 12:14 Jadi, kita dapat semua tiga tanah suci 12:19 sekaligus dalam satu kali perjalanan. 12:22 Kita bisa raih tiga-tiganya. 12:25 [berdehem] 12:27 Kemudian berikutnya 12:29 ruwya an Rasulillahi sallallahu alaihi 12:32 wasallam asalatu alaiya nurun. 12:36 Nah, kalau tadi asalatu atau asawatu 12:40 jamaknya itu salat yang seperti kita 12:42 kenal. 12:44 Tapi kalau dinisbahkan kepada Nabi, 12:47 asalatu alan nabi, asalatu alaiya, 12:51 salat padaku. 12:53 Atau asalawatu alan nabii alar rasuli, 12:59 itu 13:01 yang kita kenal dengan selawat atas 13:05 Nabi. 13:07 Jadi kita sering menggunakan jamaknya. 13:10 Kalau salatun 13:12 itu untuk kerjaan yang lima waktu kita 13:14 sehari-hari dan salat sunah. 13:17 Tapi kalau asalawatu kita gunakan untuk 13:20 selawat kepada Nabi. Allahumma sholli 13:22 ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 13:25 Nah, padahal kalau dalam bahasa Arab 13:28 asalatu asalawatu itu sama. Baik salat 13:32 kepada Nabi atau salat dalam arti 13:34 menyembah Allah. 13:36 Nah, cuma diterangkan kalau asalawatu 13:39 asalatu atau asawatu alan nabi alar 13:43 rasul itu dalam arti doa. Allahumma 13:47 sholli ala sayyidina Muhammad. Ya Allah 13:51 limpahkan selawat dan salammu atas Nabi 13:55 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 13:58 Ini dalam arti doa. 14:02 Nah, kata Nabi, "Asatu alaiya nurun 14:06 alasat." 14:08 Berselawat padaku. Nah, ini cukup banyak 14:11 bentuk-bentuk selawat. 14:14 Ada orang bertanya kepada Nabi, "Kaifa 14:17 nusolli alaika ya Rasulullah? Bagaimana 14:21 atau ajarkan aku bagaimana cara 14:23 berselawat kepada engkau?" 14:25 Rasulullah ajarkan Allahumma sholli ala 14:27 Muhammad wa ala ali Muhammad. 14:30 Itu paling singkat. 14:33 Tapi bukan cuma selawat ini. Ada lagi 14:36 selawat yang lebih panjang itu dikenal 14:38 dengan selawat Ibrahimiyah. 14:40 Allahumma sholli ala Muhammad. 14:43 Kemudian wa ala alihi wa azwajihi 14:45 wriyatih kama shaita ala Ibrahim. Dan 14:48 seterusnya. 14:51 Dan yang namanya selawat 14:53 ini bukan cuma yang bersumber dari Nabi. 14:57 Kalau dari Quran memang ada perintahnya. 15:01 Innallaha wa malaikatahu yusuna alan 15:05 nabi. Ya ayyuhalladzina amanu shu alaihi 15:09 wasallimu taslima. 15:13 Nah, [berdehem] jadi selawat yang 15:15 Rasulullah ajarkan kepada umatnya 15:19 paling singkat ya di samping selawat 15:21 Ibrahimiah tapi paling singkat Allahumma 15:23 sholli ala Muhammad wa ali Muhammad. 15:27 Tapi para ulama-ulama enggak cukup 15:30 sampai di situ. Karena selawat ini doa 15:34 yang namanya mendoakan. 15:37 Tentu di samping yang warid 15:43 yang bersumber dari Nabi. [berdehem] 15:47 Nah, para ulama juga ingin berselawat. 15:51 Cuma 15:53 yang namanya doa 15:56 ataupun niat itu boleh 16:01 berubah redaksinya. Boleh dengan bahasa 16:04 kita. 16:05 Jadi niat puasa, niat salat itu 16:09 masing-masing kita walaupun redaksinya 16:11 bahasa Arab, usolli fard zuhri, tapi 16:14 kalau saya mau niat dengan bahasa 16:15 Indonesia, aku niat salat zuhur boleh. 16:20 Nabi contohkan kita berdoa dengan bahasa 16:23 Arab karena memang Nabi orang Arab. 16:26 Kemudian kita kepengin berdoa sesuai 16:29 dengan kebutuhan kita. 16:31 Saya ingin berdoa sesuai dengan 16:34 kebutuhan saya. Saya enggak ngerti 16:36 bahasa Arab. Boleh saya ganti dengan 16:39 bahasa Indonesia. Ya Allah, ya Rabbi, 16:42 limpahkan aku 16:45 dan keridaan-Mu. Ampunilah dosa-dosaku. 16:49 Ya Allah, aku sedang menghadapi urusan 16:52 yang besar. Aku enggak mampu 16:54 menghadapinya. 16:56 Dari itu berikan aku kekuatan dan 16:58 seterusnya. itu doa. Jadi doa dan niat 17:02 boleh kita rubah dengan bahasa kita. 17:06 Plus minusnya memang pasti ada. 17:10 Begitu juga dengan selawat. 17:13 Banyak ulama-ulama menulis selawat yang 17:15 jumlahnya ratusan bahkan ribuan. 17:18 Ada selawat kamilah. 17:21 Walaupun ada yang enggak setuju ya 17:23 enggak masalah. Tapi pada dasarnya 17:26 ulama-ulama menulis selawat mengamalkan 17:30 perintah Allah. Ya ayyuhalladzina amanu 17:33 shu alaihi wasallimu taslima. Karena 17:37 selawat dalam arti doa. Yang namanya 17:39 berdoa boleh dengan bahasa Indonesia 17:41 ataupun dengan bahasa Arab. Saya juga 17:44 sering berdoa sesuai dengan kebutuhan 17:46 saya. 17:48 Terkadang saya dengan bahasa Arab 17:51 Indonesia saya arabkan. yang saya 17:53 ucapkan belum pernah dicontohkan oleh 17:55 Nabi. 17:57 Umpama ya saya kepengin punya ee mobil 18:02 Pajero, saya kepengin punya mobil FO. 18:09 Apakah Nabi pernah contoh Nabi pernah 18:12 minta kepada Allah Taala sebuah mobil 18:15 Pajero Furvo dan sebagainya? Enggak ada. 18:19 Tapi apakah saya dilarang berdoa minta 18:22 mobil Pajero? 18:24 Sama sekali enggak dilarang. Boleh saya 18:27 minta. 18:29 Bahkan lebih dari itu. Bisa, boleh. Dan 18:33 Allah maha kuasa. Nah, begitu juga dalam 18:36 selawat ini enggak dibatasi. 18:39 Walaupun selawat yang paling afdal yang 18:41 dicontohkan oleh Nabi yaitu selawat 18:43 Ibrahimiyah. 18:45 Tapi banyak ulama-ulama 18:49 menulis 18:51 selawat 18:53 sesuai dengan keinginan mereka, tapi 18:55 juga enggak bertentangan dengan agama. 18:58 Mereka kepengin nama mereka dikenang. 19:01 Mereka kepengin apa yang mereka tulis 19:02 diamalkan oleh para pengikutnya. 19:05 Jadi enggak enggak masalah 19:09 banyak ya seperti syiir-syiir 19:12 nasyid itu banyak yang akhirnya 19:16 penulisnya itu dikenang sepanjang masa. 19:20 Nah, jadi silakan ya jangan kita 19:22 permasalahkan 19:23 redaksi-redaksi selawat 19:26 di luar dari yang bersumber atau yang 19:29 diajarkan oleh Rasulullah sallallahu 19:31 alaihi wasallam. Silakan selawat 19:33 kamilah. 19:35 ataupun selawat badriah 19:40 dan selawat tibbil qulub dan lain-lain 19:43 itu silakan. Saya juga sering baca 19:46 berbagai macam selawat. 19:51 Sha aliya yaumal jumuati marah gofir 19:55 lahuaman. 19:59 Nah, ini saya masih takut ya 20:01 mengartikannya. Jadi 20:04 ee singkatnya kalau kita sangat 20:07 disunahkan ya diperintah untuk 20:09 banyak-banyak berselawat kepada Nabi 20:12 khususnya pada hari ataupun malam Jumat. 20:16 Ah itu lebih kita ee tingkatkan lagi. 20:20 Nah kemudian saya enggak lanjutkan 20:21 redaksi karena saya masih ragu, ya. 20:27 Kemudian [berdehem] berikutnya hadis 20:29 ke-723. 20:32 Ruya Rasulillahi shallallahu alaihi 20:35 wasallam. Asiyamu wal quranu yasfaani 20:38 lil abdi yaumalqiamah. 20:42 Puasa dan baca Quran 20:45 ini sama-sama perbuatan. 20:48 Puasa sebuah amal, sebuah perbuatan yang 20:52 enggak bisa dilihat. 20:54 Nah, sedangkan baca Quran perbuatan yang 20:58 bisa didengar, bisa dilihat. 21:03 Tapi enggak bisa dilambangkan dengan 21:05 lambang 21:08 ya. Pekerjaannya bisa kita tahu kalau 21:12 orang lagi salat. Oh, kita tahu bahwa 21:14 orang ini sedang salat. 21:17 Ada lagi orang sedang azan. Kita tahu 21:21 bahwa muadzin ini sedang mengumandangkan 21:24 azannya. Bisa kita lihat dari suaranya. 21:29 Tapi perbuatan ini enggak bisa 21:31 dibendakan, 21:33 enggak bisa disentuh. Kalau ada air di 21:36 hadapan saya, saya bisa pegang. 21:38 Di samping saya bisa lihat, tapi saya 21:40 bisa pegang. HP yang ada di tangan saya, 21:44 saya bisa sentuh. Ada bentuknya, 21:48 ada wujud barangnya. 21:51 Tapi kalau perbuatan selawat dan baca 21:54 Quran, puasa baca Quran itu enggak ada 21:57 wujudnya. 21:59 Ada suaranya 22:01 bisa kita lihat 22:04 tapi enggak bisa kita sentuh. Enggak ada 22:06 wujudnya. 22:08 Tapi Allah Subhanahu wa taala 22:11 maha kuasa. 22:14 Segala sesuatu yang kita enggak lihat, 22:16 yang enggak nampak bagi Allah, 22:20 mereka bagaikan makhluk hidup. Mereka 22:23 bisa berbicara kepada Allah, bisa 22:25 mengadu kepada Allah Taala. 22:28 Begitu juga Quran yang kita baca setiap 22:32 saat 22:34 bisa berwujud makhluk hidup ini Allah 22:37 Maha Kuasa. 22:39 Salat yang kita kerjakan setiap hari di 22:44 hadapan Allah bisa menjadi wujud makhluk 22:47 hidup yang bisa melapor 22:50 bahwa kita ini melakukan salat dengan 22:53 sepele asal jadi. 22:57 Nah, salat yang kita kerjakan akan 22:58 mengadu kepada Allah Taala bahwa aku ini 23:00 enggak dihargai, aku enggak dihormati, 23:03 aku dikerjakan asal-asalan. 23:06 Syarat rukunnya enggak sempurna. 23:11 Nah, jadi nanti di yaumul qiamah asiyamu 23:14 wal quranu yasfaaniil abdi yaumalqiamah 23:18 nanti akan memberikan syafaat kepada 23:20 pelakunya yang biasa salat, yang biasa 23:23 salat sunah, yang biasa baca Quran maka 23:27 Quran dan puasa akan memberikan syafaah, 23:32 akan memberikan pembelaan 23:36 kepada para pembaca. dan pelakunya 23:42 yaakulusam. 23:45 Puasa yang biasa kita kerjakan yang 23:47 enggak berwujud nanti akan melapor 23:51 kepada Allah, 23:53 akan mohon kepada Allah subhanahu wa 23:55 taala 23:57 akan menyatakan bahwa 24:00 orang tersebut cinta kepadaku dan dia 24:04 apa? selalu melaksanakan aku berpuasa. 24:10 Nah, dari itu, rbi inni manuhud thama 24:13 wasyahwat binnahar. 24:16 Ya Allah, gara-gara aku, karena aku, 24:21 maka orang tersebut enggak makan, enggak 24:23 minum. 24:25 Dia mengekang nafsunya. 24:30 Fasyafi. 24:32 Ya Allah izinkan aku untuk memberikan 24:35 syafaah, untuk memberikan pembelaan. 24:39 Itu amal yang sering kita kerjakan. 24:43 Dia akan 24:45 mampu 24:47 menghadap Allah Subhanahu wa taala untuk 24:49 memberikan syafaat kepada kita sebagai 24:52 pelakunya. 24:54 [berdehem] 24:57 Waqulul Quran. 25:00 Kemudian Al-Qur'an juga menghadap Allah 25:03 Taala. Quran yang biasa kita baca 25:06 apalagi di bulan Ramadan pagi, sore, 25:09 siang, malam. 25:14 Quran mengatakan, "Rabbi, ya Allah 25:19 manumil." 25:22 Gara-gara aku, 25:25 gara-gara dia cinta padaku, 25:28 aku sudah mengurai jam tidurnya. 25:32 Aku sudah mencegah dia dari tidur. 25:37 Gara-gara aku jam tidurnya berkurang. 25:41 Dia bangun tengah malam. 25:45 Dia salat, dia berwudu. Kemudian dia 25:47 membaca aku. 25:53 Kata Al-Qur'an, fihi. Ya Allah berikan 25:57 aku mandat untuk memberikan syafaat 26:00 kepada 26:02 orang tersebut yang biasa membaca Aku. 26:05 Karena orang tersebut kurang tidur 26:09 atau tidak tidur malam 26:12 karena aku, 26:14 karena cintanya kepadaku. 26:17 Dia bela mati-matian. 26:21 Jadi itu cinta tanda bukti cinta kepada 26:24 Allah, cinta kepada Al-Qur'an, cinta 26:26 kepada ibadah. 26:29 Kalau cinta kepada anak, cinta kepada 26:32 istri, tentu kita akan berkorban untuk 26:36 orang-orang yang kita cintai. 26:39 Kita enggak suka, kita enggak rela bila 26:42 orang yang kita cintai 26:45 dimusuhi, 26:47 disakiti, 26:52 bahkan kita siap 26:54 sebagai tameng orang-orang yang kita 26:57 cintai. 27:00 Begitu juga dengan asaum dan Al-Qur'an. 27:05 Dia akan menjadi tameng kita. Dia akan 27:08 menjadi syafi juru syafaah 27:12 yang akan membela kita 27:14 di hadapan Allah di yaumul qiamah nanti. 27:23 Dari itu, 27:25 marilah kita jangan 27:29 cuma di bulan Ramadan 27:31 kita banyak baca Al-Qur'an. 27:34 Jangan cuma di Ramadan kita puasa, tapi 27:37 masih banyak puasa-puasa sunah di luar 27:39 Ramadan. 27:42 Ramadan cuma 27:44 bulan, waktu untuk kita meningkatkan 27:47 amal saleh di dalamnya. 27:50 Setelah Ramadan selesai, tetap kita 27:53 bertahan walaupun enggak sebanyak di 27:55 bulan Ramadan. Mungkin di bulan Ramadan 27:58 ada yang baca Quran 56 juz sampai ee 28:02 sampai 10 juz atau mungkin lebih banyak 28:04 lagi setiap harinya. Tapi di bulan lain 28:08 mungkin kita enggak sanggup banyak apa 28:11 baca sebanyak itu. 28:15 Jangan sampai sebagiannya 28:18 separuhnya atau mungkin 1/10 28:23 ataupun mungkin 1/20. Jangan sampai kita 28:25 tinggalkan sama sekali. Jadi mala yudrok 28:29 kulluh yutr ba'duh yang kita enggak bisa 28:33 kerjakan semuanya jangan kita tinggalkan 28:37 sebagiannya. 28:39 Nah, jadi kita 28:43 ee istiqamah 28:45 rutin dalam keadaan 28:48 kesibukan yang bagaimanapun juga Quran 28:53 kita utamakan. 28:58 Kemudian berikutnya 29:01 hadis ke-724. 29:04 Ruya an Rasulillahi sallallahu alaihi 29:06 wasallam. 29:08 asodqatu ala wajhiha wastinaul ma'ruf 29:13 wrul walidain 29:15 wasilaturahimusq 29:18 saadatan 29:21 umr watqi 29:27 asodqatu ala wajhiha 29:30 sodqah sesuai 29:33 dengan atur 29:35 sesuai dengan perintah 29:38 Jadi jangan kita ngerjakan salat asal 29:41 jadi ngerjakan kebaikan. Yang penting 29:43 saya salat. 29:45 Yang penting saya sudah menggugup 29:47 kewajiban. 29:50 Kita saja enggak mau. 29:53 Umpama istri kita 29:57 sudah menyiapkan makan kita, cuma cuma 29:59 nasi putih doang kan enggak ada 30:00 apa-apaan lagi. 30:03 Bisa kita makan nasi. 30:05 Cuma masa iya cuma nasi doang kan. 30:09 Memang yang namanya galibnya kalau kita 30:12 makan ya makan nasi. Sudah makan apa 30:13 belum? Biasanya itu kalau dibilang sudah 30:16 makan atau belum ya makan nasi. 30:17 Kebiasaannya kita 30:20 nasi yang kita makan tapi bukan berarti 30:22 cuma nasi doang kan. Biasanya lengkap 30:25 dengan lauk pauknya. 30:28 Begitu juga salat. Jangan asal jadi 30:32 mentang-mentang ee terdiri dari rukun. 30:35 Yang penting rukun kemudian kita 30:38 kerjakan sesuai dengan rukun 30:41 yang ker yang lain kita enggak kerjakan. 30:44 Jadi biasakan kalau kita melakukan 30:47 ibadah di samping jangan pas-pasan, 30:51 jangan asal jadi, jangan sembrono, 30:55 tapi ala wajhiha 30:59 sesuai dengan ketentuannya kan ada 31:01 syarat, 31:03 ada rukun, ada adab, ada sunah. 31:10 Jadi semuanya 31:12 kita garap. 31:17 Jadi kalau yang namanya makan perlu lauk 31:20 pauk. 31:22 Nah, begitu juga 31:25 kalau 31:28 seorang wanita akan terlihat cantik, 31:31 lebih cantik lagi di hadapan suaminya 31:33 kalau dia dandan. 31:35 Walaupun katakan dia enggak bersaleh, 31:37 sudah cantik, suami sudah sayang, 31:40 tapi di hadapan suami alangkah baiknya 31:43 kita menambahkan kecantikan lagi untuk 31:46 diri kita agar suami lebih gergetan lagi 31:50 kepada kita. Karena semakin suami cinta, 31:53 semakin suami sayang, semakin suami 31:55 sering meluk kita, tentu nilai pahala 31:59 yang kita peroleh akan lebih banyak 32:01 lagi. 32:03 Nah, jadi biasakan kalau mengerjakan 32:05 sesuatu kita lebihkan, 32:08 jangan pas-pasan. 32:12 Nah, jadi asodqatu ala wajhihaodqah 32:16 ini seodqah ada yang wajibah, ada yang 32:18 tatawu ya. Ada yang wajib seperti zakat 32:22 itu sedekah wajibah 32:24 ya yang ya paling 1 tahun sekali baik 32:27 itu zakat mal atau zakat fitrah. Tapi 32:30 ada lagi sodqahu 32:33 sukarela. Ini mau tiap hari juga boleh. 32:36 Kalau bisa dianjurkan kita begitu bangun 32:39 tidur melek mata. 32:41 sebelum beraktivitas sedekah terlebih 32:42 dahulu. Apalagi hari Jumah ya sangat 32:45 dianjurkan 32:47 itu tatawu. Jadi sering-sering 32:51 kita enggak tahu mana yang Allah terima. 32:54 Yang wajib jelas dikerjakan tapi 32:56 wallahuam diterima atau enggak. Yang 32:58 sunah enggak diwajibkan, dianjurkan. 33:01 Tapi bisa saja yang sunah justru yang 33:05 Allah terima. Nah, jadi kita jangan kita 33:09 mentang-mentang ini sunah kita kerjakan, 33:12 kita tinggalkan kemudian fokus kepada 33:15 yang wajib. Jadi dua-duanya kita garap. 33:18 Yang wajib juga dengan hati-hati 33:21 ya, dengan penuh syarat dan rukun kita 33:23 kerjakan. Begitu juga yang tatawu yang 33:26 enggak ada ketentuannya. 33:29 Wastinaul ma'ruf. 33:31 Ya. Jadi sedekah 33:34 sesuai dengan ketentuan. 33:36 Kemudian istinaul ma'ruf, berbuat baik. 33:40 Nah, berbuat baik ini juga enggak ada 33:42 batasannya. 33:44 Kebaikan-kebaikan ini sangat banyak 33:46 sekali. Yang enggak ada di zaman Nabi, 33:48 yang enggak ada di zaman sahabat bisa 33:51 merupakan kebaikan buat kita. Nah, ini 33:54 tentunya banyak sekali ya 33:56 kebaikan-kebaikan 33:57 yang enggak dilakukan oleh Nabi tapi 34:01 kita lakukan di zaman sekarang. 34:04 Nah, termasuk ee saat ini 34:08 ya di radio Rasil ini radio 34:12 ini media dakwah. Nabi enggak pernah 34:15 bikin radio. Nabi enggak pernah ceramah 34:18 di mimbar, di apa di radio. 34:21 Tapi apakah ini bukan kebaikan? 34:24 tetap ini kebaikan, ini merupakan 34:28 lahan jihad, ini merupakan amar makruf 34:31 munkar. Jadi tetap ini merupakan 34:33 kebaikan. Nah, jadi tadi saya katakan 34:36 kebaikan itu enggak ada habis-habisnya. 34:38 Yang enggak ada di zaman saya kecil 34:40 sekarang ada. Yang sekarang enggak ada 34:44 mungkin 10 tahun, 20 tahun kemudian 34:46 setelah kita semua ada itu amal. Entah 34:49 apa namanya, bagaimana bentuknya, 34:51 wallahuam. 34:53 Tapi yang jelas kebaikan itu beragam 34:55 sangat banyak sekali. Kadang tiap ee 34:59 tiap daerah, tiap suku bangsa, tiap 35:02 negara punya kebiasaan masing-masing 35:05 untuk berbuat yang makruf. 35:09 Wabirrul walidain dan bakti kepada ibu 35:11 bapak. Nah, ini mutlak ya. Karena kata 35:14 Nabi, ridallah ridal walidain. Eh, 35:18 keridaan Allah terletak pada keridaan 35:20 ibu bapak. 35:24 Dan murkanya Allah tergantung murkanya 35:26 ibu bapak. 35:29 [berdehem] 35:31 Jadi bagi anak laki 35:35 bakti kepada ibu bapak enggak putus. 35:38 Tapi kalau anak perempuan sampai dia 35:41 menikah lalu dia wajib taat bakti kepada 35:45 suami. Suami surga dan neraka buat 35:49 seorang istri. 35:51 Ibu bapak merupakan surga dan neraka 35:54 buat anak laki-laki. 35:58 Wasilatur rahim dan 36:02 ee menyambung hubungan 36:06 rahim yang ada hubungan darah 36:10 yang berasal dari rahim yang sama. 36:14 Kita dilahirkan oleh ibu kita, 36:18 abang kita, adik kita, empok kita. 36:22 Dilahirkan juga oleh ibu kita, oleh 36:24 kandungan yang sama, oleh bapak ibu yang 36:27 sama. 36:29 Nah, itu namanya rahim. Kita pertahankan 36:33 hubungan 36:34 ini. Jangan sampai bermusuhan adik sama 36:37 kakak. 36:39 Jangan sampai putus. Karena mereka lahir 36:43 dari ibu bapak yang sama, kandungan yang 36:46 sama. 36:48 Kalau kita tarik ke atas lagi, kita 36:51 punya paman, kita punya kakek 36:55 dan nenek. Kalau mereka masih hidup, 36:59 kakek nenek itu 37:03 darah yang melahirkan ibu kita, yang 37:07 melahirkan bapak kita. 37:10 kita pertahankan 37:12 ya. Kita juga berasal dari rahim ibu 37:16 kita. 37:17 Nah, jadi yang masih ada hubungan rahim. 37:23 Nah, jadi khususnya ini adik dan kakak 37:26 ya. 37:32 Nah, yang empat tadi sodqah, istinaul 37:35 ma'ruf, birrul walidain, dan 37:36 silaturahim. tuhawilus syaqoa saadatan 37:42 bisa mengubah 37:45 yang tadinya harusnya kita susah, 37:49 harusnya kita kena musibah 37:52 karena ada amal saleh tadi yang empat 37:55 maka bisa saja Allah ubah keadaan kita 38:02 yang tadinya kita sudah menjurus kepada 38:04 kebinasaan 38:06 yang tadinya harus Harusnya kita susah, 38:09 harusnya kita kena musibah ya sesuai 38:12 dengan ilmunya Allah. Tapi karena ada 38:14 kebaikan tadi kemudian Allah alihkan, 38:19 jadi Allah belokkan. Harusnya tadi saya 38:21 jalan ke arah kiri. Nah, di kiri tadi 38:24 kalau saya jalan ke arah kiri pasti saya 38:26 kecelakaan. Tapi 38:29 tanpa kita sengaja kemudian tangan kita 38:32 membelokkan setang ke arah kanan 38:35 sehingga kita selamat. 38:38 Nah, itu banyak sekali. Ada orang yang 38:42 seharusnya dia 38:45 kecelakaan di satu pesawat, 38:49 tiba-tiba dia terlambat ketinggalan 38:50 pesawat. 38:53 Kemudian 1 jam kemudian ada berita bahwa 38:57 pesawat yang barusan saja berangkat 38:59 jatuh celaka semuanya mati semua. 39:04 Akhirnya apa? berbalik. Yang tadi yang 39:06 terlambat, yang tadinya menyesal, 39:09 tadinya menangis karena terlambat 39:12 ketinggalan pesawat berubah 39:14 alhamdulillah. 39:16 Coba seandai kata saya naik pesawat tadi 39:21 saya mati bareng-bareng. 39:25 Nah, jadi ini hal-hal yang kita enggak 39:26 tahu ya. Jadi Allah balik yang tadinya 39:30 enggak bagus jadi bagus. Jadi asyaqo 39:33 kebinasaan. 39:35 Assa'adah kebahagiaan. 39:37 Jadi yang tadinya kita harus sial, 39:40 buruk nasib kita, 39:43 petaka buat kita, tapi menjadi saadah 39:46 buat kita. 39:52 dan faktor yang empat tadi ya birrul 39:56 walidain, silaturrahim, 39:58 sodqah, istinaul ma'ruf dapat 40:02 memberikan keberkahan dalam hidup kita. 40:05 Jadi serasa hidup kita ini panjang 40:07 banget, dapat memanjangkan umur ya. Baik 40:10 angkanya ya Allah maha kuasa kita enggak 40:13 perlu protes ya. 40:16 Jadi yang tadinya umur kita 50, Allah 40:18 panjangkan jadi 60 karena kebaikan yang 40:20 kita lakukan. Allah maha kuasa. Ya, 40:23 kalau kita enggak pua, enggak bisa 40:25 memanjangkan umur, 40:28 banyak 40:29 anggota keluarga kita ya kita sudah bawa 40:33 ke rumah sakit, kita sudah berobat, kita 40:37 doa minta kepada Allah agar Allah angkat 40:39 penyakitnya, Allah panjangkan umurnya. 40:42 Tapi kehendak Allah beda. Kita sudah doa 40:45 berulang-ulang kali sampai mulut kita 40:47 berbusa, eh mati besoknya ibu kita. bisa 40:50 begitu terjadi. 40:52 Nah, tapi kalau Allah Maha Kuasa kalau 40:54 Allah mau panjangkan bisa semua 41:03 watqiorasu. 41:05 Nah, manfaat yang ketiga 41:07 dari amal tadi dapat 41:12 mencegah 41:13 diri kita dari kematian yang enggak 41:16 bagus ya atau nasib buruk. 41:21 Nah, jadi semuanya ini akan menjaga kita 41:24 dari hal-hal yang kita enggak inginkan. 41:31 Kemudian berikutnya, 41:37 asabru indasamatil ula. 41:42 Sabar itu adanya pada saat kejadian. 41:48 Ini banyak orang di saat kejadian enggak 41:52 bisa nguasai dirinya, enggak bisa 41:55 kontrol emosinya. 41:58 Ada orang karena musibah dia histeris, 42:02 meratap. 42:05 Ada orang 42:07 ribut mengeluarkan senjata tajam. 42:11 Padahal sama-sama pulang dari masjid, 42:16 sama-sama 42:17 saudara, bisa begitu karena enggak 42:21 pandai 42:23 apa? Mengontrol emosi. 42:27 Nah, jadi 42:30 sabar itu adanya atau dibnya pada saat 42:35 kejadian. 42:38 Kalau sudah lewat waktunya, sudah 42:41 kejadian, 42:43 kita tadi ribut, kita tadi histeris. 42:49 Begitu sudah banyak yang nolongin kita 42:53 tadi kita kecelakaan, 42:56 kemudian kena musibah, 42:59 di saat itu kita meratap, 43:01 menjerit-jerit. 43:03 Setelah banyak orang nolongin kita, 43:06 setelah banyak orang nyapa kita, barulah 43:09 kita sadar, 43:12 baru kita 43:14 berhenti dari ratapan. 43:17 Tapi setelahnya 43:19 bantuan dari orang datang 43:22 sebelum ada yang nologin kita, kita 43:24 enggak lakukan hal itu. 43:27 Kita enggak sadar, kita enggak kontrol 43:28 emosi, 43:31 meluap-luap nafsu kita semuanya. 43:34 Nah, itu bukan bukan kesabaran. 43:38 Jadi kalau kita sadarnya setelah 43:42 kita lakukan 43:44 1 2 jam setelah kita lakukan setelah 43:47 orang nolongin kita, nyapa kita, 43:50 baru kita sadar itu bukan sabar. Jadi 43:53 sabar indasamatil ula dibutuhkannya pada 43:56 saat kejadian. 43:59 Pada saat kejadian berlangsung pertama 44:01 kali. Nah, bagaimana sikap kita? 44:07 Nah, itulah makna sabar ya. Bukan 44:09 setelahnya sadar sudah sekian hari, 44:13 sekian bulan, setiap ee sekian tahun 44:16 sudah banyak nyakitin orang, makan hak 44:18 orang. Orang sudah pada belangsak, orang 44:20 sudah pada pecah rumah tangganya 44:23 gara-gara ulah dia. Kemudian baru, "Oh, 44:26 iya. Oh, iya. 44:29 Nah, itu bukan bukan sadar. Besok akan 44:33 terulang lagi. 44:35 Ketika punya masalah, ada cobaan, dia 44:39 akan lakukan hal yang sama. 44:42 Setelahnya berlalu, orang kasih tahu, 44:45 "Oh, iya baru sadar." 44:49 Nah, itu bukan bukan kebaikan ya. Semua 44:52 juga bisa karena sudah berlalu. 44:54 Seperti orang menyesal. 44:57 Nanti di akhirat orang banyak yang masuk 44:58 neraka baru mau beriman, baru mengakui 45:03 bahwa gaib itu ada, bahwa neraka itu 45:05 ada, siksa itu ada. Tapi sudah hari 45:07 kiamat 45:10 itu bukan sadar. Kalau mau sadar 45:12 sekarang 45:13 sebelum mati, itu namanya sadar, insaf, 45:17 taubat. 45:21 [berdehem] 45:22 Itulah yang perlu kita pahami, ya. Jadi 45:26 banyak kita nih 45:28 bubuah baru sadar setelahnya berlalu 45:34 keadaan semakin parah semakin parah. 45:38 Banyak yang masih belum juga sadar. 45:41 Kapan mau sadar? Nanti setelahnya 45:45 anak kita sudah berubah akidah. 45:48 Baru kita sadar, baru kita menyesal. 45:52 Coba dengarkan para asatizah, para 45:54 ulama. 45:55 Tapi setelahnya anak-anak kita pindah 45:58 agama, 46:01 kita sudah enggak bisa selamatkan lagi. 46:08 Kemudian 46:11 yang terakhir Rasulullah mengatakan 46:13 asiyamu junah. Puasa itu bagaikan junah. 46:18 Junah, jinnah, jannah. Ini beda ya. 46:21 Junah itu benteng, jannah surga, jinnah 46:26 janin. 46:30 Jadi asumu atau asiyamu junah, puasa itu 46:33 bagaikan tameng, 46:35 bagaikan benteng. Nah, ini sudah jelas 46:38 ya. Kita kalau lagi puasa, lagi lapar 46:43 itu bawanya malas mau ngapa-ngapain 46:47 karena lapar, lemas, gula darah juga 46:50 turun. 46:51 tensi turun bawanya lemas. 46:56 Jadi yang bikin kita lihat ini nafsu 46:58 kenyang. Kalau kenyang, 47:01 nah itu birahi juga meningkat. 47:04 Semuanya meningkat ya. Rasa malas 47:06 meningkat bawanya mau tidur, 47:09 bawanya segen mau ngapa-ngapain. Itu 47:12 meningkat semuanya. 47:15 Ah, makanya dikatakan asiyamu junah. ee 47:18 puasa itu bagaikan benteng karena dapat 47:22 menghalangi kita untuk berbuat maksiat. 47:28 Itu pun kalau kita lillahi taala ya. 47:30 Nah, jadi Allah membantu kita juga untuk 47:33 menjauhkan diri dari maksiat kepada 47:36 Allah Subhanahu wa taala. Jadi asiyamu 47:39 junnah. Siam itu adalah benteng 47:43 yang menghalangi kita terjerumus ke 47:46 dalam maksiat kepada Allah subhanahu wa 47:49 taala. Para pendengar silaturahim, 47:52 itulah beberapa hadis yang jadi materi 47:54 kita pada siang hari ini. Semoga manfaat 47:56 buat kita. Amin ya rabbal alamin. 47:58 Wasalamualaikum warahmatullah 48:00 wabarakatuh. 48:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:02 wabarakatuh. Kami ucapkan jazakullah 48:04 atas tausiahnya Ustaz Ahmad Zaki dalam 48:07 pembahasan kitab Mukhtar Ahadis 48:08 An-Nabawiyah di halaman yang ke-91. 48:12 Ee dan juga di pembahasan tadi nomor 48:14 hadis 721 721 hingga 700 ee 25 48:21 insyaallah. Baik ikhwan akhwat para 48:23 pendengar Radio Soltrim yang dirahmati 48:24 Allah subhanahu wa taala. Kami 48:25 mengundang bagi ikhwan akhwat di manaun 48:27 Anda yang menyimak siaran kami. Baik 48:30 ikhwan akhwat yang berada di Batam, 48:31 Pontianak, Jogja, Semarang, Sukabumi, 48:34 Bondowoso, dan juga yang berada di 48:37 sekitarnya yang sedang menyimak radio 48:39 Sim ingin memberikan pertanyaan bisa 48:41 langsung aja di line interaktif kami di 48:43 layan telepon di 0218451512. 48:46 Untuk layanan WhatsApp-nya di 48:48 0811999720. 48:52 Dan untuk ikhwan akhwat yang ee 48:54 mendengarkan melalui YouTube Rasil TV 48:56 bisa langsung saja di kolom komentar. 48:58 Insyaallah akan kami bacakan. Ikhwan 49:01 akhwat kami akan rehat sejenak. Pastikan 49:02 Anda tetap di radio Sultrahim untuk 49:04 Islam yang satu. 49:06 [musik] 49:14 [musik] 49:22 Silaturahim untuk Islam yang satu. 49:24 Ikhwan akhwat para pendengar radio 49:26 silahim yang dirahmati Allah subhanahu 49:27 wa taala. Di siang hari ini sedang 49:29 berlangsung acara tausiah siang bersama 49:31 Ustaz Ahmad Zaki. Dan pembahasan kita 49:34 masih di kitab Mukhtar Ahdadis 49:36 An-Nabawiyah di halaman yang ke-91. 49:39 Ustaz sudah menyampaikan tadi di nomor 49:41 hadis 721 hingga 725 dan kita sudah 49:44 masuk di sesi yang kedua. Kita akan 49:46 bacakan pertanyaan yang sudah masuk di 49:48 siang hari ini. Pertanyaan yang pertama 49:51 Pak Ustaz kita bacakan. 49:54 Emm tentunya kami masih mengundang ya 49:56 untuk ikhwan akhwat pendengar radio Sult 49:58 dan juga pemirsa Rasil Visual yang ingin 50:01 mengirimkan pertanyaan bisa di line 50:02 interaktif kami di line telepon di 50:04 0218451512. 50:06 untuk klien WhatsApp-nya di 0811999720. 50:11 Pertanyaan yang sudah masuk, Pak Ustaz, 50:14 ini datangnya dari Bapak Endang di 50:17 Sukabumi. Asalamualaikum warahmatullahi 50:18 wabarakatuh, Pak Ustaz. 50:19 Waalaikumsalam warahmatullah. 50:21 Pak Ustaz, selain di hari Jumat, apakah 50:24 hari lain kita tetap dianjurkan 50:25 berselawat dan apakah ada waktu-waktu 50:28 tertentu? Syukran, Pak Ustaz. 50:29 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. 50:34 [berdehem] 50:35 Allahumma alhimna rusdana waimna ma 50:37 yanfauna wazidna ilma. 50:42 Berselawat ini termasuk 50:46 dalam kategori 50:48 amal yang tidak dibatasi oleh ketentuan 50:53 syarat, waktu dan tempat. 50:56 Jadi kita berselawat kepada Nabi 51:00 tanpa wudu juga enggak apa-apa. 51:03 tanpa menghadap kiblat juga enggak 51:05 apa-apa, 51:06 enggak dibatas oleh waktu dan ruang. 51:10 Kapan dan di mana pun juga boleh ya, 51:13 asalkan jangan di WC. 51:15 Selain itu sambil di jalan, sambil 51:18 mengendari kendaraan di pasar, sambil 51:22 bekerja, berdagang, 51:24 lihat TV, dan lain-lain bisa. 51:29 Jadi selawat sangat dianjurkan. 51:32 Bahkan salah satu amal yang amat 51:34 dicintai oleh Allah Taala, kita berbuat 51:36 baik kepada orang yang Allah cintai. 51:40 Allah sangat 51:42 cinta kepada Nabi Muhammad. Bahkan Nabi 51:44 Muhammad makhluk Allah yang paling 51:46 mulia, yang paling Allah cinta. Jadi 51:50 ketika kita berbuat baik kepada orang 51:54 yang Allah cintai, Allah sangat senang. 51:58 kita contohnya kita punya anak. Kalau 52:00 ada orang baik kepada anak kita, 52:02 menolong anak kita, memberikan anak 52:05 kita, sayang kepada anak kita, kita juga 52:08 senang kepada orang yang berbuat baik 52:10 kepada anak kita. Nah, apalagi ini 52:12 makhluk Allah Taala yang paling Allah 52:14 cintai. Jadi, kecintaan Allah lebih 52:17 daripada kecintaan kita kepada orang 52:19 yang berbuat baik kepada orang yang kita 52:21 cintai. 52:22 Nah, jadi ini enggak dibatasi oleh 52:24 waktu, ruangan, dan lain-lain. Cuma 52:27 kalau di hari Jumat lebih kita 52:30 tingkatkan lagi. Sama seperti kita baca 52:33 Quran. Banyak orang baca Quran di bulan 52:35 Ramadan, tapi apakah di luar Ramadan? 52:38 Enggak boleh. Sangat-sangat dianjurkan. 52:40 Bahkan jelek kalau kita enggak baca 52:43 Quran dalam 1 hari satu malam. Cuma di 52:45 bulan Ramadan biasanya katakan kita cuma 52:48 setengah juz. 1 juz paling banyak di 52:52 Ramadan tingkatkan 3 juz, 4 juz, 5 juz. 52:57 Jadi kapan dan di mana pun juga boleh 53:00 silakan. Enggak ada batasan. 53:03 Wallahuam. 53:04 Baik, Pak Ustaz Syukra atas jawabannya 53:07 dan terima kasih untuk Bapak Endang di 53:10 Sukabumi. Kita [berdehem] lanjutkan 53:12 kembali, Pak Ustaz. Ini dari hamba Allah 53:15 di Serpong. Asalamualaikum 53:17 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 53:18 Waalaikumsalam warahmatullah. 53:20 Di 081 sekian sekian sekian. Ee, Pak 53:24 Ustaz, dalam Islam bagaimana kalau dalam 53:27 menghadapi dua sunah mana yang harus 53:29 dipilih? Dalam contoh, saya berpuasa 53:32 Senin Kamis. Namun di hari itu ada 53:34 undangan syukuran kakak saya. Ini saya 53:37 dihadapkan dua sunah dalam ibadah puasa 53:39 dan menghadiri acara undangan syukuran. 53:43 Dalam hal ini saya mengambil hak muslim 53:45 sesama muslim. Jazakallah atas 53:46 masukannya, Pak. 53:48 Bismillahirrahmanirrahim. 53:53 Ini yang paling bagus ya. Semuanya bagus 53:57 ya. He. 53:58 Tapi yang paling bagus dua-duanya kita 54:01 dapat. Bagaimana kita cara kita 54:04 menyiasatinya? 54:07 Kalau undangan biasanya jam berapa sih? 54:08 Kalau undangan kondangan nikahan jam di 54:11 atas jam 11.00 deh ya. Atau apalagi 54:14 kalau kita kondangannya bakda zuhur ya. 54:18 Jadi bagaimana caranya agar dua-duanya 54:21 kita dapat? Kondangan, kita dapat, puasa 54:24 kita dapat pahalanya dua-duanya kita 54:26 dapat. 54:28 Yang pertama karena kondangan ini di 54:30 atas jam 11.00, makan siang di atas jam 54:33 11.00 ya resepsinya enggak mungkin jam 54:36 0.00 pagi sudah resepsi. Saya kira 54:38 enggak pernah ada ya gedung-gedung yang 54:40 buka sepagi itu ya. Mungkin masakannya 54:43 juga belum matang ya. Nah, jadi tetap 54:47 Bapak sahur. Bapak niat puasa seperti 54:50 biasa. Aku niat puasa hari Kamis lillahi 54:54 taala 54:56 sahur biasa. 54:58 Lanjut ke puasa 55:01 sampai 55:03 seperti biasa. 55:05 Lakukan aktivitas seperti biasa juga 55:07 kita kerja ya kerja. 55:09 Saatnya ada undangan kita datang 55:12 walaupun berpuasa. 55:15 Nah, kalau memang 55:17 seperti 55:19 ee 55:21 resepsi itu resepsi biasanya enggak ada 55:23 yang perhatikan ya. Satu sama lain 55:25 sibuk. 55:27 tuan rumah enggak ada yang perhatikan 55:28 kita makan atau enggak. 55:31 Nah, kalau memang kita enggak ada 55:32 perasaan ya 55:35 kita lanjutkan puasa enggak apa-apa. 55:38 Undangan kita sudah datang, kita sudah 55:41 ketemu dengan teman kita yang ngundang. 55:43 Dia juga sudah girang dengan kedatangan 55:45 kita. Tapi dia enggak tahu kita makan 55:47 atau enggak. Dia enggak pertikan itu, 55:50 enggak ada urusan dengan dia. Mau makan, 55:52 mau enggak, yang penting kita sudah 55:54 datang. Kita sudah dapat dua. Jadi, 55:57 puasa kita dapat, kondangan kita dapat. 56:01 Ada lagi yang memang kita bertetamu ya, 56:05 tuan rumahnya menyujuk menyuguhkan kita. 56:08 Dia sudah capek-capek bikin teh manis 56:10 buat kita. Dia sudah capek-capek 56:13 persiapkan. 56:15 Nah, jadi kalau memang 56:18 kalau cuma di rumah, tuan rumah tahu 56:21 kita minum airnya atau enggak, kita 56:23 makan atau enggak kalau kita enggak 56:26 makan, kita enggak minum, rasanya dia 56:27 agak kecewa. Dia sudah terburu-buru, 56:30 bersusah payah, menyuguhkan kita makan, 56:34 tahu-tahu kita enggak mau. Itu agak 56:36 kecewa. Nah, jadi di saat seperti itu 56:40 enggak apa-apa kita makan, kita minum. 56:42 Niat pahala puasa itu enggak ngurangi. 56:44 Karena kita sudah niat, kita sudah 56:46 berusaha. 56:47 Tapi kondisi 56:51 membuat kita ini ee antara dua pilihan, 56:55 lanjutkan puasa atau kita batalkan. Nah, 56:59 jadi enggak apa-apa kita batalkan. Puasa 57:02 sudah Allah berikan pahalanya penuh 57:04 magrib. Nah, adapun teman kita juga kita 57:09 gembirakan dengan kita makan, cicipi 57:12 makanan dan minuman. Jadi, ini 57:14 dua-duanya terlaksana. Perintah Allah 57:17 sudah terlaksana, pahalanya kita dapat, 57:19 kemudian urusan dengan kawan kita juga 57:22 selesai. 57:24 Nah, ini kalau kita dihadapi ya dengan 57:27 dua persoalan yang dua-duanya 57:31 ee kita berat pilih salah satunya. 57:35 susah juga. Nah, kalau dengan cara ini 57:38 dua-duanya kita sudah dapat ya. Nah, itu 57:41 yang saya tahu. Nah, mudah-mudahan ini 57:45 juga menjadi satu solusi buat Bapak. 57:49 Wallahuam. 57:50 Jadi, kita mendapatkan dua pahala, Pak 57:53 Ustaz, ya. 57:53 Iya. 57:54 Masyaallah. Baik, terima kasih, Pak 57:56 Ustaz. Dan kita lanjutkan kembali, Pak 57:58 Ustaz, di pertanyaan selanjutnya dari 58:02 Bapak Adam. 58:05 Ee oh mohon maaf salah Pak Ustaz dari 58:07 Pasar dari Ibu Dewi di Pasar Rebo. 58:11 Asalamualaikum warahmatullahi 58:12 wabarakatuh, Pak Ustaz. 58:13 Waalaikumsalam war 58:14 ee Pak Ustaz, apakah ada yang disunahkan 58:17 baca surat Yasin setiap hari, Pak Ustaz, 58:20 dari Dewi Pasar Syukran? 58:22 Ee bismillahirrahmanirrahim. 58:24 Kalau yang warid dari sunah saya juga 58:26 enggak tahu. Tapi kalau ulama-ulama 58:30 ini di antaranya ya yang saya tahu ulama 58:33 yang saya idolakan banget, yang saya 58:36 senang banget, yang saya pegang 58:38 fatwa-fatwanya. 58:40 Bahkan yang paling banyak buku saya di 58:42 rumah itu buku beliau, tulisan beliau. 58:46 Nah, beliau adalah Asyahid Dr. Said 58:48 Ramadan Albuti. 58:51 Ya, walaupun bukan sunah Nabi, 58:54 tapi beliau merutinkan setiap malam 58:58 sebelum subuh itu baca surah Yasin. 59:01 Alasannya saya saya enggak saya enggak 59:02 tahu ya. Tapi itu kebaikan 59:05 ya. Katakan deh, Nabi enggak pernah 59:07 melakukan itu. Ini bukan sunah Nabi. 59:09 Tapi baca Quran satu kebaikan. 59:12 Enggak jadi masalah. Jangan dibilang 59:13 bidah. bidah enggak? Enggak apa-apa. 59:16 Silakan baca ya. Nanti di hari kiamat 59:18 juga enggak. Ternyata bukan bidah. Jadi 59:21 enggak apa-apa asalkan jangan kita 59:23 katakan ini sunah Nabi. Nah, kalau saya 59:26 bilang ini sunah Nabi, saya memang 59:28 ada-ada. Itu yang jadi salah. Jadi ini 59:32 enggak masalah ya. Saya mau baca surah 59:35 Kahfi tiap malam ya enggak apa-apa juga. 59:38 Boleh-boleh aja sah-sah aja. Oh, saya 59:41 mau baca qulhu aja deh 100 tiap hari. 59:44 Sah juga enggak apa-apa juga bagus dapat 59:46 pahala asalkan jangan dikatang 59:48 mengatasnamakan Nabi. Yang saya lakukan 59:50 ini sunah Nabi. 59:53 Nah, kalau mengatasnamakan Nabi itu jadi 59:56 masalah nanti kontroversi. 59:58 Nah, selagi saya 1:00:00 ee lakukan ini pribadi, saya enggak 1:00:02 ngomong-ngomong, 1:00:04 saya enggak cerita kepada siapa-siapa. 1:00:07 Nah, jadi silakan Bapak Ibu yang mau 1:00:10 merutinkan surah Yasin setiap malam 1:00:13 sebelum fajar atau sebelum tidur atau 1:00:16 sebelum berangkat kerja dan sebagainya. 1:00:19 Tapi enggak usah cerita-cerita 1:00:21 karena nanti jadi karena paham sudah 1:00:23 banyak 1:00:25 firqah-firkah sudah tambah banyak lagi 1:00:27 aliran-aliran sudah tambah banyak. 1:00:30 Nah, jadi kita kalau kita dengar 1:00:32 kebaikan, silakan kita telusuri enggak 1:00:36 apa-apa. Ya, tapi tanpa kita telusuri 1:00:38 juga ini namanya kebaikan. Tadi saya 1:00:42 bilang kan di hadis yang pertama kalau 1:00:44 enggak salah itu kebaikan enggak ada 1:00:45 habis-habisnya. 1:00:47 Jadi enggak harus ada contoh dari Nabi. 1:00:50 Kalau yang dapat contoh dari Nabi itu 1:00:52 seperti perintah-perintah ya yang Nabi 1:00:55 kerjakan 1:00:58 yang halal haram itu memang harus ada 1:01:01 sumbernya yang [berdehem] 1:01:03 dasarnya yang sori yang jelas. Atai. 1:01:07 Kalau kebaikan-kebaikan seperti kita mau 1:01:09 baca Yasin tiap malam ya silakan aja 1:01:11 enggak apa-apa ya. Asalkan jangan 1:01:12 ngomong sama orang, jangan mengatakan 1:01:15 ini sunah Nabi. Nah, mudah-mudahan yang 1:01:18 Bapak lakukan atau Ibu lakukan ini 1:01:21 merupakan satu amal saleh dari Bapak dan 1:01:26 tetap Bapak Ibu dapat pahala dari Allah 1:01:28 Subhanahu wa taala. Wallahuam. 1:01:30 Baik, syukran Pak Ustaz atas jawabannya. 1:01:33 Jadi, selagi itu masih dalam kebaikan 1:01:36 tidak masalah, Pak Ustaz, ya. 1:01:37 Iya. Namun kalau kita setiap hari baca 1:01:40 Yasin terus, Ustaz, enggak ada 1:01:42 bacaan-bacaan yang lain itu gimana, Pak 1:01:43 Ustaz? Ya, padahal kategori itu 1:01:45 sama-sama baik, Pak Ustaz. 1:01:47 Ya, kalau memang banyak orang memang dia 1:01:50 enggak bisa yang lain, enggak bisa baca 1:01:51 Quran. Pernah kemarin saya juga ada 1:01:53 teman 1:01:54 memang dari semenjak kecil sampai 1:01:57 sekarang enggak pernah ngaji, enggak 1:01:59 pernah belajar agama. Hidup cuma dengan 1:02:00 materi. Heeh. He. 1:02:01 Nah, begitu ada musibah baru dia sadar, 1:02:04 baru dia menyesal. Nah, tapi dia cerita 1:02:06 ke saya, "Saya enggak bisa baca Quran 1:02:08 terus terang. Saya cuma hafal ya Fatihah 1:02:10 sama qulhu. Gimana kalau saya baca itu 1:02:12 terus-terusan dalam salat? Silakan baca 1:02:14 itu sampai mati enggak masalah, enggak 1:02:16 ada larangan. Walaupun perintahnya 1:02:18 enggak ada, tapi larangannya juga enggak 1:02:20 ada." Memang hafalnya cuma Fatihah 1:02:22 qulhu. Fatihah qulhu. Ya mau dikata apa? 1:02:24 Islam juga enggak memberatkan. Ah, jadi 1:02:27 jangan dikatakan bidah ini baca Quran 1:02:30 itu-itu juga [tertawa] 1:02:31 ya. Hafalnya cuma itu, modalnya cuma 1:02:34 itu, enggak ada yang dia bisa. 1:02:36 Nah, sambil jalan boleh silakan belajar 1:02:38 lagi. Sambil jalan bacalah inna aain 1:02:41 yang lebih pendek lagi. Ada ya atau mau 1:02:43 panjangan dikit a jaa juga ada. Nah, 1:02:45 dikit-dikit kalau sampai mati enggak 1:02:47 bisa-bisa, ya udah Allah terima semua. 1:02:50 Allah 1:02:51 Allah maha tahu keadaan seseorangnya. 1:02:54 Jadi jangan kita membatasi 1:02:57 amal seseorang kemudian kita hujat 1:03:00 dengan kata-kata bidah. Kalau enggak apa 1:03:03 mentang-mentang Nabi enggak amalkan 1:03:05 gitu, enggak ada dasarnya, bidah 1:03:07 semuanya. Ini juga kasihan orang. 1:03:10 Akhirnya saya juga pernah mendengar ada 1:03:13 orang ee tukang mabuk baru tobat ya. 1:03:18 Kemudian dia enggak tahu perbuatan 1:03:20 bagus, dia ikut ada di kampungnya 1:03:24 ee yasinan tiap malam Jumat dia ikut. 1:03:28 [berdehem] 1:03:28 Kebetulan ya cuma baca Yasin, enggak ada 1:03:30 keterangan agama. 1:03:32 Ada yang ngasih tahu 1:03:34 itu bidah, neraka percuma. Akhirnya dia 1:03:39 pusing, dia mabuk aja lagi. Ketimbang 1:03:42 baca Yasin neraka. Enggak salat neraka. 1:03:45 Ya udah. Nah, ini berbahaya. Begitu. Ada 1:03:49 lagi yang lebih sadis lagi ya. Saya 1:03:52 pernah ada seorang seorang bapak 1:03:55 meninggal 1:03:57 cuma gara anak ini suka belajar agama di 1:03:59 tempat lain yang berbeda dengan 1:04:02 bapaknya. Bapaknya pakai qunut setiap 1:04:05 subuh. He. 1:04:06 Sedangkan si anak ngaji di tempat lain 1:04:09 yang membidahkan qunut. 1:04:11 Enggak lama bapaknya meninggal. Bapaknya 1:04:14 meninggal 1:04:16 kemudian si anak ini di luar masjid, di 1:04:19 belakang masjid enggak mau ikut salat. 1:04:20 Padahal berapa susahnya ikut salatin 1:04:23 bapaknya. Siapapun dia itu bapak, selagi 1:04:25 dia muslim salatin enggak masalah, 1:04:27 enggak ada larangan. Baik itu bapaknya 1:04:29 Muhammadiyah, NU, PKS, Salafi, dan 1:04:32 sebagainya enggak ada larangan. Silakan. 1:04:34 Namanya itu Bapak bagus. Hari terakhir 1:04:37 enggak ada kesempatan lagi. 1:04:40 Cuma karena berbeda, dia enggak mau 1:04:42 masuk ke masjid, enggak mau salatin. 1:04:44 Karena dia tahu bahwa ahli bidah enggak 1:04:47 boleh disalatkan. yang pernah dia tahu 1:04:49 ada sebuah ajaran seperti itu. Akhirnya, 1:04:52 "Ya Allah, ini kalau saya bilang anak ya 1:04:56 karena jahilnya ya enggak tahu dapat 1:04:58 pelajaran dari mana gitu. Alhamdulillah 1:05:00 saya enggak dapat pelajaran dari 1:05:01 orang-orang yang apa saklek kayak 1:05:03 begitu. Kalau bisa jangan ambil 1:05:05 pelajaran gitu ya dari yang yang 1:05:09 sekeras seperti itu. Jadi enggak masalah 1:05:12 ya yang kebaikan-kebaikan tadi. Bahkan 1:05:15 kita nyolatin bapak orang lain yang beda 1:05:17 dengan kita. 1:05:19 Saya juga saya dari kecil saya biasa 1:05:23 tarawih 20. Saya 1:05:27 biasa pakai qunut, saya pakai tahlil, 1:05:31 saya maulid. 1:05:33 Tapi 1:05:35 saya juga banyak diundang di bulan 1:05:37 Ramadan tarawih yang 8. Padahal saya 1:05:41 bersih keras 20 di musala tempat saya 1:05:44 tinggal saya enggak mau ada yang ngubah 1:05:47 mau dijadikan delapan. Tapi udah ini 1:05:50 masalah-masalah itu jangan di jangan 1:05:52 dipaksakan. Memang sejak dulu musala ini 1:05:55 20. Jangan dirubah saya. Jadi saya 1:05:58 megang banyak musala, banyak masjid, ada 1:06:01 yang 20, ada yang 8. Jadi jangan sampai 1:06:06 yang delan mau dipaksa masuk 20, yang 20 1:06:10 mau dipaksa untuk mengubah ke yang 1:06:12 delan. Enggak perlu kita guna apa se 1:06:16 sesaklek itu. Jadi enggak masalah. Jadi 1:06:20 ini saya sudah contohkan saya sering 1:06:22 salat 8 padahal saya 20. Saya tinggalkan 1:06:25 qunut padahal saya pakai qunut. 1:06:28 Ah, ini maslahat ya. Jangan sampai 1:06:30 ribut. Saya enggak mau ada keributan. 1:06:32 Saya demi maslahat, demi persatuan, 1:06:35 masalah-masalah yang kecil saya 1:06:39 tinggalkan demi maslahat yang lebih 1:06:41 besar. Wallahuam. 1:06:43 Baik, syukran Pak Ustaz atas jawabannya 1:06:46 dan Pak Ustaz kita lanjutkan kembali 1:06:49 masih dari WhatsApp ini Pak Ustaz dari 1:06:52 hamba Allah di Jakarta Selatan. 1:06:56 Eh, asalamualaikum warahmatullahi 1:06:58 wabarakatuh, Ustaz Ahmad Zaki. 1:06:59 Waalaikumsalam, 1:07:00 Pak Ustaz, mohon pencerahannya bagaimana 1:07:02 menjaga hati agar tetap bersyukur 1:07:04 menghadapi saudara yang sudah banyak 1:07:08 saya bantu namun malah menyakiti dan 1:07:10 memutuskan silaturahim. Syukran Ustaz 1:07:12 atas pencerahannya. 1:07:14 Bismillahirrahmanirrahim. 1:07:16 Hidup ini enggak selalu sama dengan 1:07:19 keinginan kita. Hidup ini bukan kita 1:07:22 yang ngatur ya. Kalau hidup ini diri 1:07:25 saya, saya yang ngatur bisa sesuai 1:07:28 dengan kemauan saya. Tapi sayang, hidup 1:07:31 ini ada yang ngatur, diri kita juga ada 1:07:34 yang ngatur. Saya enggak mau sakit, saya 1:07:37 enggak mau kena musibah, saya enggak mau 1:07:39 punya masalah, tapi tetap aja penyakit 1:07:42 sering. Udah beratus kali kita yang 1:07:45 merasakan sakit. Walaupun sakit ringan, 1:07:47 tapi saya enggak mau pusing. Saya enggak 1:07:49 mau pilek, saya enggak mau batuk, saya 1:07:51 enggak mau. Tapi yang namanya batuk, 1:07:52 pilek sudah ratusan kali sejak kecil, 1:07:54 bahkan ribuan kali. Karena bukan saya 1:07:56 yang ngatur hidup ini. Termasuk diri 1:07:59 saya juga bukan saya yang ngatur, yang 1:08:04 takdirkan. 1:08:07 Nah, jadi hidup ini enggak sesuai, 1:08:09 enggak harus sesuai dengan keinginan 1:08:11 kita. Begitu juga yang namanya manusia, 1:08:13 karakter enggak sama semua. 1:08:16 Saya juga enggak mau punya teman yang 1:08:18 hasad. Saya enggak mau punya teman yang 1:08:20 rusak, 1:08:22 beban. Saya enggak mau punya teman yang 1:08:24 ingkar janji dan lain-lain. Enggak mau. 1:08:27 Tapi 1:08:29 ini semuanya memang bisa dari kesalahan 1:08:33 kita. 1:08:34 Saya juga sebagai manusia bukan berarti 1:08:36 enggak punya salah. Ratusan kali berbuat 1:08:38 salah sehingga mengakibatkan sesuatu 1:08:40 yang saya enggak mau. Sering 1:08:43 ya. Nah, karena hidup ini enggak sesuai 1:08:46 dengan kemauan kita, 1:08:49 jadi kita hadapi dengan lapang dada. 1:08:53 Jadi teman kita jahat jangan sampai kita 1:08:56 terseret berbuat jahat lagi. 1:08:58 Kalau orang berbuat salah, berbuat dosa, 1:09:01 jangan sampai kita mau kepancing untuk 1:09:03 berbuat dosa. Jadi kalau saya seperti 1:09:06 yang Ibu e yang Bapak atau Ibu alami, 1:09:09 kalau saya lebih baik, saya enggak mau 1:09:12 lagi punya urusan. 1:09:15 Walaupun saya tetap menampakkan bahwa 1:09:17 saya seorang muslim, saya enggak 1:09:19 melakukan apa-apa. saya enggak melakukan 1:09:21 kejahatan, saya enggak dendam, tapi juga 1:09:23 saya enggak mau punya urusan lagi. 1:09:25 Karena memang sudah sering kita 1:09:28 perlakuan baik, ternyata seperti itu 1:09:30 wataknya. Nah, jadi yang saya alami, 1:09:34 yang saya hadapi 1:09:36 seperti itu. Tapi bukan berarti yang 1:09:38 saya ini sudah benar, enggak juga. Tapi 1:09:41 minimal saya ee enggak lagi jadi enggak 1:09:45 punya urusan, jadi enggak ketemu lagi. 1:09:48 Jadi hati saya sedikit-sedikit terkikis. 1:09:49 yang tadinya benci akhirnya 1:09:52 sedikit-sedikit hilang. Jadi usahakan 1:09:55 enggak ada urusan lagi. Wallahuam. 1:09:57 Baik. Syukur Pak atas jawabannya dan 1:09:59 kita angkat penelepon Pak Ustaz yang 1:10:01 sudah masuk. Ini nampak juga sebagai 1:10:03 penelepon terakhir juga Pak Ustaz dan 1:10:04 juga pertanyaan terakhir di siang hari 1:10:06 ini. Kita angkat dulu kita sapa. 1:10:09 Asalamualaikum warahmatullahi 1:10:10 wabarakatuh. 1:10:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10:13 wabarakatuh. 1:10:13 Baik. Dari Ibu siapa? Di mana, Ibu? 1:10:16 Ini dari hamba Allah di Jakarta Selatan. 1:10:18 hamba Allah di Jakarta Selatan. 1:10:20 Asalamualaikum, Pak Ustaz. 1:10:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10:22 wabarakatuh. 1:10:23 Ini saya mau bertanya ee tepatnya ini 1:10:26 sebuah apa ya, sharing atau bagaimana 1:10:29 begini, Pak Ustaz. 1:10:30 Iya. 1:10:31 Ada seorang pendakwah dia tuh selalu 1:10:33 mengajarkan pada umat agar selalu 1:10:36 berbagi, bersedekah terhadap orang yang 1:10:39 tidak mampu gitu kan. Terus sekarang ini 1:10:41 kan 3 bulan terakhir ini kan negara kita 1:10:44 kan l keadaan krisis ya. Banyak orang 1:10:45 yang jatuh miskin, banyak orang yang 1:10:48 miskin sama sekali gitu ya. Itu ada ada 1:10:50 seorang pemohon pada seorang ustaz 1:10:53 padahal dia seorang mampu gitu ustaz itu 1:10:55 dia mohon ada yang mohon gitu minta 1:10:58 bantuan tapi ustaz itu bilangnya begini 1:11:01 asal saya enggak bisa saya bukan 1:11:02 departemen sosial malah kok bilang 1:11:04 begitu pakai itu dibenarkan Pak Ustaz 1:11:06 itu. Terima kasih asalamualaikum. 1:11:08 I waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:10 wabarakatuh. 1:11:10 Silakan Pak Ustaz. 1:11:12 Bismillahirrahmanirrahim. 1:11:16 Keadaan orang memang berbeda ya, jiwa 1:11:18 seorang juga berbeda. Terkadang zahirnya 1:11:22 seperti apa, hakikatnya seperti apa, 1:11:25 beda omongan dengan kenyataan itu hal 1:11:28 biasa ya manusia bisa terjadi. Atau 1:11:31 mungkin juga di saat-saat tertentu 1:11:33 seorang mungkin lagi galau sehingga dia 1:11:35 enggak sadar apa yang diucapkan itu bisa 1:11:37 juga terjadi. Jadi semuanya serba bisa 1:11:40 terjadi. Tapi kalau memang orang 1:11:44 tersebut punya kebiasaan ya cuma bisa 1:11:47 pintar bicara, pintar ngajak orang, tapi 1:11:50 dia cinta dunianya benar-benar 1:11:53 pelit, enggak pernah nolong orang, 1:11:57 nah itulah ya dia yang akan terkena 1:11:59 omonya sendiri. 1:12:01 Jadi 1:12:03 Allah akan berikan sanksi lebih berat 1:12:08 daripada orang yang enggak mengerti. 1:12:10 Karena dia orang yang mengerti dalil, 1:12:13 mengerti agama, tapi dia enggak 1:12:16 mengamalkan agama. Justru dengan 1:12:19 profesinya, 1:12:22 dengan nama besarnya, dia mencari harta 1:12:25 sebanyak-banyaknya. Dia pencari 1:12:27 dukungan, cari pengaruh, tapi untuk 1:12:30 memenuhi syahwatnya. 1:12:32 Nah, kalau memang yang Ibu tanyakan itu 1:12:35 benar adanya bahwa orang tersebut 1:12:38 karakternya seperti itu, tapi kita 1:12:42 enggak tahu. Wallahualam. Terkadang bisa 1:12:44 juga ya sekali-kali orang lagi galau, 1:12:48 sekali-kali orang lagi dalam keadaannya 1:12:51 itu 1:12:53 apa agak amat berat ujian yang dia 1:12:55 rasakan. Sehingga mungkin saja terucap 1:12:58 kalimat-kalimat yang kurang bagus ya. 1:13:01 Tapi harapan saya ini beliau meleset ya, 1:13:04 mudah-mudahan enggak seperti ee bukan 1:13:08 menjadi karakternya. Nah, kalau memang 1:13:10 itu mungkin saja siapapun bisa terjadi 1:13:14 kecuali kalau memang dia memang 1:13:16 karakternya seperti itu, itu amat berat 1:13:19 sanksinya di yaumul qiamah nanti. Jadi, 1:13:22 orang yang ngerti enggak sama dengan 1:13:25 orang yang mengerti. Orang ustaz 1:13:28 meninggalkan salat dengan tukang mabuk 1:13:30 meninggalkan salat tentu dosanya 1:13:32 berbeda. Kalau tukang mabuk jahil, 1:13:34 enggak ngerti agama, dia tinggalkan 1:13:37 salat. 1:13:38 Bukan berarti enggak dosa dosa besar 1:13:42 tapi beda dengan seorang ustaz yang 1:13:44 meninggalkan salat berani makan hak 1:13:48 orang lain, manipulasi 1:13:51 mendekati orang-orang yang enggak takut 1:13:52 kepada Allah Taala atas nama agama. Dan 1:13:56 itu juga sama ya di zaman dulu juga sama 1:14:00 ada bukan enggak ada sama sekali 1:14:02 orang-orang yang munafik. Dulu ada 1:14:04 seorang mantan sahabat yang 1:14:08 sangat miskin. 1:14:10 Miskinnya luar biasa. Punya pakaian cuma 1:14:12 satu. Gantian suami istri. Sampai 1:14:15 akhirnya minta doa kepada Nabi agar 1:14:17 didoakan biar punya harta. Akhirnya Nabi 1:14:21 doakan hartanya semakin banyak, semakin 1:14:24 banyak, semakin banyak. sampai dia 1:14:26 menjadi orang yang terkaya di kota 1:14:28 Makkah pada saat itu. Domba-dombanya 1:14:30 enggak lagi muat di kota Makkah. Sampai 1:14:33 pindah ke pinggir kota Makkah. 1:14:37 Setelah datang utusan Nabi minta zakat, 1:14:41 kemudian orang tersebut mengatakan, 1:14:43 "Saya usaha dengan keringat saya 1:14:46 sendiri. 1:14:47 Apa 1:14:49 dasarnya Nabi minta-minta pajak kepada 1:14:52 saya? itu sangat menyakitkan Nabi yang 1:14:55 akhirnya dia menyesal yang 1:15:00 akhirnya pintu tobat sudah ditutup oleh 1:15:02 Allah Subhanahu wa taala buat dirinya. 1:15:05 Nah, jadi apa yang Ibu alami ini 1:15:09 merupakan 1:15:11 apa? Ujian buat umat Islam, 1:15:14 ujian buat kita semua. Nah, 1:15:16 mudah-mudahan kita senantiasa berada 1:15:19 dalam lindungan Allah Subhanahu wa taala 1:15:22 dan kita enggak dipengaruhi oleh 1:15:24 berubahnya keadaan. Bagaimanapun keadaan 1:15:27 terus kita menjadi orang yang baik, yang 1:15:30 saleh, dan segala sesuatunya lillahi 1:15:33 taala. 1:15:36 Wallahuam inu islah wfi illa billah 1:15:40 alaii 1:15:43 subhanakallah wamua 1:15:45 ilahailla anta astagfirukaallahu 1:15:49 nabi muhammadin waa alihi wasbihi 1:15:51 wasallhamdulillahiabbil 1:15:53 alamin wasalamualaikum warahmatullah 1:15:56 wabarakatuh 1:15:57 waalaikumsalam warahmatullahi 1:15:58 wabarakatuh kami ucapkan jazakallah 1:16:00 kepada Ustaz Ahmad Zaki yang telah 1:16:02 memberikan tausiah dan juga menjawab 1:16:05 pertanyaan dari ikhwan akhwat pendengar 1:16:07 radio silaturahim dan semoga tausiah 1:16:09 yang disampaikan di siang hari ini dapat 1:16:10 bermanfaat bagi kita semua dan 1:16:13 mudah-mudahan menambah ilmu agama kita 1:16:16 dan juga menambah keimanan dan juga 1:16:18 ketakwaan kita di sisi Allah subhanahu 1:16:20 wa taala. Amin. Allahumma amin. Dan juga 1:16:22 terima kasih untuk ikhwan akhwat 1:16:24 pendengar Radio Silaturahim yang telah 1:16:25 mendengarkan ee acara tausiah siang dari 1:16:28 awal hingga akhir ini. Semoga bermanfaat 1:16:30 bagi kita semuanya dan terima kasih yang 1:16:32 telah mengirimkan pertanyaan. Semoga 1:16:34 kuota yang dikeluarkan dicatat oleh 1:16:35 Allah subhanahu wa taala digantikan 1:16:36 dengan pahala yang berlipat ganda. Amin. 1:16:38 Allahum amin. Akhir kata saya Muhammad 1:16:40 Anis Mualim dan juga ada ee Neza di 1:16:45 switcher dan juga ada Abi di kameraman 1:16:48 dan juga ada Hafiz di meja operator. 1:16:52 Mohon undur diri dari ruang dengar Anda 1:16:54 dan terima kasih untuk pendengar Radio 1:16:57 Slotim dan juga para penjualong dakwah 1:16:59 yang telah merrayai acara kita di siang 1:17:01 hari ini. Semoga kita diberikan 1:17:02 kesehatan oleh Allah subhanahu wa taala. 1:17:04 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:17:06 alla ilaha illa anta astagfiruka wau 1:17:08 ilik. Kurang lebih kami mohon maaf. 1:17:09 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:17:11 wabarakatuh.