Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:29 [musik] Yeah. 0:41 Brail TV. 0:47 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:50 warahmatullahi wabarakatuh. 0:52 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:55 sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 0:58 Dipancar luaskan dari jalan Masjid 1:01 Silaturahim nomor 36 Kalimangis Cibubur 1:05 Bekasi. Radio Silaturahim untuk Islam 1:09 yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 1:11 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:14 Bagaimana kabar Anda di siang hari ini? 1:16 Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan 1:20 kami berharap selalu dalam lindungan 1:22 Allah Subhanahu wa taala. 1:25 Di kesempatan siang hari ini, Ikhwan dan 1:26 Akhwat, kembali kita berjumpa dalam 1:28 program tausiah siang bersama Ustaz Amin 1:31 Nuroni edisi hari Rabu di tanggal 12 1:35 Agustus 2020 yang juga bertepatan di 1:39 tanggal 22 Zulhijah 1441 1:44 Hijriah. Tema kita masih kewajiban amar 1:48 makruf nahi mungkar. Subtema Hizbullah 1:51 pengawal amar makruf nahi mungkar. 1:54 Landasan dari Quran surah Al-Maidah ayat 1:58 54, 55 dan 56. Sifat yang kedua. Baiklah 2:04 ikhwan dan akhwat, telah hadir Ustaz 2:06 Aminuroni di tengah-tengah kita. 2:08 Asalamualaikum warahmatullahi 2:09 wabarakatuh, Ustaz. 2:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:12 wabarakatuh. 2:13 Alhamdulillah. Insyaallah sehat 2:15 walafiat. 2:15 Baik, Ustaz. Tafad dengan Ustaz. 2:18 Bismillahirrahmanirrahim. 2:20 Asalamualaikum warahmatullahi 2:22 wabarakatuh. Alhamdulillah 2:25 nahmaduhu wa nastainuhu wa nastagfiruh 2:27 wa naud nauzubillahi min sururi anfusina 2:30 wamin sayiati aalina. 2:32 May yahdillahu fala mudillalah wam 2:34 yudlilhu fala hadialah. 2:37 [berdehem] 2:37 Allahumma shi wasallim wik ala nabiina 2:41 wa rasulina muhammadin waa alihi wa 2:44 ashabihi waman tabiah bisan yaumiddin. 2:48 Masyaallah w lam yasya lam yakun la 2:50 haula wala quwwata illa billah amma 2:53 ba'du. 2:55 Pendengar Radio Silaturahim di mana pun 2:58 berada dan pemirsa Rasil Visual yang 3:01 dimuliakan oleh Allah. Baik yang di 3:04 Jakarta, 3:05 kemudian di Jawa Timur, Surabaya, Jawa 3:09 Tengah, Palembang, Batam dan di mana pun 3:13 berada. Alhamdulillah kita bersyukur 3:16 kepada Allah subhanahu wa taala hingga 3:18 siang hari ini Allah masih menjaga kita 3:22 dan kita tetap sehat dan mudah-mudahan 3:24 Allah segera menghilangkan ee virus 3:27 pandemi virus Covid-19 ini dari negeri 3:30 kita dan dari seluruh negara umat Islam 3:33 insyaallah. Dan semoga Allah senantiasa 3:36 menjaga kita, menjaga keluarga kita, 3:40 dan kemudian menolong kita untuk 3:43 kemudahan-kemudahan 3:45 dari pasca dampak pasca COVID-19 ini. 3:50 Lebih lagi pada kesempatan siang hari 3:53 ini kita bisa melanjutkan kajian kita, 3:57 pendalaman kita tentang kewajiban amar 4:00 makruf. 4:02 Dan kewajiban amar makruf ini memang 4:05 [berdehem] kewajiban yang besar karena 4:08 seluruh para nabi itu tugasnya adalah 4:10 termasuk salah satunya amar makruf nahi 4:13 mungkar. mengajak manusia mentauhidkan 4:16 Allah, mengajak manusia untuk 4:18 menjalankan perintah Allah dan mengajak 4:21 manusia menjadi hamba Allah yang selalu 4:23 mengabdi kepada Allah Subhanahu wa 4:25 taala. Nah, berdasarkan landasan ayat 4:29 yang kita bedah yaitu surah Al-Maidah 4:32 ayat 54, 55,56, 4:34 ternyata akan selalu ada pada setiap 4:38 masanya 4:40 kelompok yang disebut dengan Hizbullah. 4:43 Merekalah orang-orang yang selalu 4:45 berpihak kepada Allah. Yang nama 4:48 Hizbullah ini juga tidak hanya sekedar 4:50 kelompok kecil, tapi apa itu Hizbullah? 4:54 Jamaatun fiha hilat. Menurut Imam 4:56 Al-Asfahani bahwa Hizbullah itu adalah 4:58 kelompok kaum muslimin dengan jumlah 5:01 yang besar yang memiliki kekuatan. 5:04 Itulah Hizbullah. 5:06 Sehingga perang di masa Rasul ada 5:09 istilah perang Ahzab itu pada tahun 5:11 kelima atau disebut juga perang Khendak. 5:14 Kenapa Ahzab? Karena pasukan ini sangat 5:16 besar. Terdiri dari berbagai macam 5:18 kabilah suku yang dihimpun dan 5:21 dikonsolidasi oleh orang-orang Yahudi. 5:24 Sehingga mereka menjadi suatu pasukan 5:27 besar berkoalisi untuk memerangi kaum 5:30 muslimin. Itulah peristiwa Ahzab. Dari 5:33 kata Hizbun jamaknya adalah ahzab. 5:36 Nah, Hizbullah sehingga dalam tafsir 5:39 Departemen Agama kalau kita membaca 5:41 Hizbullah, orang-orang yang berpihak 5:43 kepada Allah. Nah, berdasarkan surat 5:46 Al-Maidah ayat 54 bahwa akan selalu ada. 5:50 Kalaupun tidak ada akan Allah adakan itu 5:53 kelompok Hizbullah ini. Kenapa? Karena 5:56 mereka adalah kelompok yang dijamin 5:59 kemenangan oleh Allah dan kelompok 6:01 dengan kekuatan yang besar. Dan 6:04 merekalah yang tadi menjadi pengawal 6:07 tegaknya agama Allah, tegaknya syariat 6:11 Allah, dan juga pengawal dari 6:14 berjalannya amar makruf nahi nahi 6:16 mungkar. Masyaallah. 6:18 Makanya ketika kita kaji tentang 6:20 Hizbullah pengawal amar makruf nahi 6:23 mungkar tentu tidak. 6:26 Tentu kita viewure berbicara tentang 6:29 Hizbullah dalam perspektif minimal surah 6:32 Al-Maidah 54,55,56 6:35 atau kita juga bisa membedahnya dengan 6:38 surah almujadalah ayat 22. Karena kata 6:41 Hizbullah itu terulang tiga kali, dua 6:44 kali dalam surah almujadilah ayat 22 dan 6:48 sekali dalam surah ee Al-Maidah ayat 6:51 yang ke-54 ini. Nah, Hizbullah di sini 6:55 tentu tidak 6:57 tidak berarti adalah kelompok-kelompok 7:00 tertentu di masa tertentu seperti 7:02 kelompok perjuangan di era kemerdekaan 7:06 Indonesia atau kelompok dari sebagian 7:09 muslim yang mengajarkan tentang Islam 7:11 atau kelompok CI yang ada di Timur 7:14 Tengah dan tapi ini adalah Hizbullah 7:17 dalam perspektif Al-Qur'an. Siapa 7:19 mereka? adalah kelompok kaum muslimin 7:22 yang memiliki kekuatan yang besar yang 7:25 kemudian ee keberadaannya akan dijamin 7:29 selalu ada. Jika tidak ada maka Allah 7:31 akan mengadakannya. Nah, sifat Hizbullah 7:34 yang kedua ini adalah 7:36 auzubillahiminasyaitanirrajim. 7:38 Bismillahirrahmanirrahim. 7:42 Adillatin alal mukminina aizzatin alal 7:47 kafirin. 7:48 Nah. Sifat-sifat Hizbullah itu adalah 7:52 orang-orang yang memiliki sikap lemah 7:56 lembut kepada sesama muslim 8:00 yang juga memiliki sikap tegas terhadap 8:03 orang kafir. 8:05 Imam Almarhi menyebutkan bahwa sifat ini 8:09 sejalan dengan keterangan lain yaitu 8:12 dalam surah al-Fat 29. Asyidda alal 8:15 kuffar ruhamau bainahum. orang-orang 8:18 yang bersifat tegas terhadap orang kafir 8:21 dan bersikap lemah lembut terhadap di 8:23 antara mereka terhadap orang-orang mus 8:25 mukmin atau orang-orang muslim. Nah, 8:28 jadi sifat yang kedua dan ketiga ini 8:31 sejalan dengan surat al-Fat ayat 29. 8:34 Adillatin alal mukminin aizzatin alal 8:36 kafirin. 8:38 Artinya orang-orang yang bersikap 8:40 lengkah lembut terhadap sesama mukmin 8:42 dan orang-orang yang bersikap tegas 8:45 terhadap orang-orang kafir. Kenapa di 8:48 dalam Islam itu ee dikenal dalam ee 8:53 klasifikasi sosial adalah antara muslim 8:57 dengan kafir atau orang-orang Islam 8:59 dengan orang-orang nonmuslim? Nah, ini 9:02 karena memang menyangkut tentang hak dan 9:04 kewajiban. Nah, jadi apa kaitannya 9:08 adillatin alal mukminin? Oh, berarti 9:10 kenapa dalam Islam itu dikenal dalam 9:14 klasifikasinya itu adalah orang-orang 9:15 muslim. Artinya memungkinkan di sana ada 9:19 orang muslim Indonesia, ada orang muslim 9:21 Malaysia, ada orang muslim berkulit 9:23 hitam, ada orang muslim berkulit putih, 9:26 ada orang muslim dari kalangan 9:28 orang-orang yang berduit, yang kaya. 9:30 dari orang muslim yang miskin dan 9:31 seterusnya. Nah, tapi yang diatur dalam 9:34 Islam adillatin alal mukminin. Bagaimana 9:37 orang muslim itu bersikap. Nah, jadi ini 9:41 menyangkut tentang hak dan kewajiban, 9:43 menyangkut tentang aturan pergaulan, 9:45 aturan berinteraksi dalam Islam. 9:48 Sehingga yang diatur dalam Islam itu ya 9:50 bagaimana hubungan orang muslim dengan 9:52 sesamanya. Orang muslim dengan muslim 9:54 atau orang mukmin dengan orangorang 9:56 beriman. 9:57 Kemudian aizzatin alal kafirin. Nah, 10:00 klasifikasi masyarakat yang kedua adalah 10:02 orang kafir. Kenapa? Karena juga di sana 10:05 ada aturan yang jelas. Bagaimana sikap 10:08 orang mukmin terhadap nonmuslim? Ya kan? 10:11 Bagaimana sikap orang mukmin terhadap 10:13 orang tuanya yang beriman dan terhadap 10:14 orang tuanya yang non muslim. Sampai 10:17 diatur. Bagaimana aturan pergaulan orang 10:20 muslim dengan orang nonmuslim yang 10:22 mereka dalam kategori kafir zimmi? 10:25 Artinya mereka bisa hidup berdampingan 10:27 tanpa saling mengganggu. Tapi ada 10:29 konsekuensi membayar jah, ada aturannya. 10:33 Bagaimana dengan orang-orang kafir? 10:35 pergaulan antara muslim dengan orang 10:36 kafir yang muahad yang terikat 10:39 perjanjian antara muslim dengan 10:41 masyarakat muslim dengan orang-orang 10:44 kafir ini. Dan bagaimana juga interaksi 10:47 antara seorang muslim dengan orang 10:50 nonmuslim yang harbi yang mereka 10:52 memerangi, yang mereka selalu memusuhi, 10:55 yang dalam surah almumtahanah itu mereka 10:57 mengusir, berusaha mengusir orang-orang 11:00 Islam dari dari negerinya, menindas, 11:03 menzalimi, dan seterusnya. Nah, makanya 11:07 dalam Islam itu merestui adanya 11:10 klasifikasi sosial itu ya pertama 11:13 muslim, yang kedua nonmuslim atau kafir. 11:17 Nah, yang ketiga ini ada realitas lagi 11:19 yaitu berupa kelompok orang-orang 11:21 munafik. 11:23 Walaupun pada hakikatnya orang-orang 11:25 munafik itu adalah orang-orang yang 11:26 kafir. Pada hakikatnya kalau secara 11:29 hakiki k dalam kajian teologi, dalam 11:31 kajian akidah, hakikatnya orang munafik 11:33 itu adalah orang-orang kafir karena 11:36 mereka berpura-pura menjadi muslim. 11:38 Namun karena ini ada realitasnya di masa 11:42 Rasulullah, kelompok munafik ini, maka 11:45 Islam ya merekomendasi kelompok 11:48 masyarakat itu ya kepada kafir, kepada 11:50 muslim dan munafik. Nah, kenapa 11:53 diklasifikasikan itu? Sehingga di sini 11:56 kita baca adillatin alal mukminin. 11:59 Hizbullah itu adalah kelompok muslim 12:02 atau masyarakat muslim yang berpihak 12:04 membela agama Allah yang mereka jelas 12:06 aturannya. Bersikap lembut terhadap 12:09 sesama muslim, bersikap lembut terhadap 12:12 sesama mukmin gitu kan. azillatin alal 12:16 mukminin aizzatin alal kafirin. Dan 12:19 mereka bersikap beda terhadap 12:21 orang-orang ka kafir. Nah, inilah 12:23 kaitannya. Kenapa kok dalam Islam dibagi 12:26 masyarakat muslim, masyarakat nonmuslim, 12:28 kemudian ada kelompok munafik. Nah, 12:30 karena ini menyangkut aturan hak dan 12:32 kewajiban, menyangkut aturan ee tentang 12:36 aturan bagaimana pergaulan di antara di 12:38 antara mereka. Maka di dalam Islam itu 12:43 tidak dikenal klasifikasi menurut apa? 12:46 Menurut versi materialisme. 12:49 Di mana masyarakat materialisme mungkin 12:51 mengenal adanya kelompok orang kaya, 12:53 kelompok orang miskin, ya kan? Kelompok 12:57 orang menengah. Nah, kan. Nah, ini 12:59 klasifikasi masyarakat. Sehingga kalau 13:02 ini direstui dalam Islam berarti nanti 13:04 ada dong. Nah, ada nih kelompok muslim 13:08 yang mereka bersikap beda terhadap 13:10 muslim yang kaya berbeda, terhadap 13:12 muslim yang miskin berbeda, kan gitu. 13:15 Nah, tidak dikenal dalam Islam. Dalam 13:17 Islam sesama muslim mereka azillah, 13:20 berlaku lemah lembut, berlaku kasih 13:22 sayang, berlaku saling menghargai. 13:24 Meskipun secara 13:26 ekonomi ada di kalangan yang kaya, ada 13:29 di kalangan miskin. Nah, tidak mengenal 13:31 itu. Masyaallah. 13:33 Karena apa? Karena jelas dalam Islam 13:36 suatu hal yang sifatnya alamiah, yang 13:40 natural di mana Allah ciptakan manusia 13:42 bersuku-suku, berbangsa-bangsa 13:45 dengan memiliki apa? Yarf yarfau 13:48 ba'duhum au ba'don. Diangkat sebagian 13:50 yang dengan sebagian yang lain. Diberi 13:52 banyak sebagian yang lain diberi sedikit 13:54 sebagian yang yang lain. Itu menjadi 13:56 bagian dari keadilan Allah Subhanahu wa 13:59 taala. Tapi tidak menjadi jaminan bahwa 14:01 kelompok satu menjadi yang lebih mulia 14:03 di sisi Allah. Nah, semuanya sama. Yang 14:06 berbangsa-bangsa, yang berkulit, 14:08 berlainan kulit dan bahasa, kemudian 14:10 berstatus kaya miskin, semua di hadapan 14:12 Allah sama-sama sebagai hamba hamba 14:15 Allah dengan kedudukan yang sama. 14:17 Masyaallah. Kecuali kemuliaan itu diukur 14:20 dengan ketakwaan. Itulah dalam Islam. 14:22 Nah, kalau kemudian sekarang muncul nih 14:25 kelompok muslim yang senangnya bergaul 14:27 dengan kelas-kelas tertentu saja. Nah, 14:29 boleh jadi ini sudah mulai ter apa? 14:32 Sudah mulai ter terpapar ya, sudah mulai 14:35 ter apa mungkin terasupi 14:37 pemikiran-pemikiran loh klasifikasi 14:39 sosial dalam versi materialis ya kan. 14:42 Sehingga kenapa ada seorang muslim yang 14:44 kaya dia menganggap remeh muslim yang 14:46 miskin? Boleh jadi karena tadi tidak 14:48 memahami tentang nah tentang apa ini hak 14:51 dan kewajiban sesama muslim. Kenapa 14:54 dalam Islam itu hanya merestui pembagian 14:57 kelas itu ada kelompok muslim, ada 14:59 kelompok kafir atau nonmuslim, ada 15:02 kelompok munafikun. Itu kaitannya 15:04 tentang hak dan kewajiban aturan dalam 15:06 pergaulan hidup mereka. Subhanallah. 15:10 Jadi kira-kira begitu. Apalagi 15:12 kelas-kelas yang dalam versi apa? 15:14 Komunis. Ada istilah borjuis, ada 15:16 istilah apaagi? 15:17 Proletar. 15:18 Proletar ya kan yang tidak mengenal itu. 15:21 Masyaallah. Atau mungkin ee kalau 15:23 dilihat dari sisi dari sisi kemajuan 15:26 suatu bangsa ada klasifikasi baru yaitu 15:29 dalam kacamata aristokrasi. Mungkin ini 15:32 negara maju, ada negara berkembang, ada 15:35 negara tertinggal. Nah, masyaallah ya. 15:39 ini sebenarnya sudah sudah secara 15:42 alamiah secara natural itu pasti terjadi 15:45 gitu ya tidak perlu diciptakan sudah 15:47 terjadi itu secara alam itu menjadi 15:49 qadarullah ketentuan Allah gitu ya wab 15:52 minhuma rijalan kat di mana Allah 15:54 jadikan manusia berkembang biak menjadi 15:57 banyak antara laki-laki dan perempuan 15:59 dengan berbangsa-bangsa, bersuku-suku 16:01 tentu antara satu tempat dengan tempat 16:03 yang lain antara budaya satu dengan 16:05 budaya yang lain memiliki memiliki 16:07 kelebihan dan kekurangan tangannya 16:09 masing masing-masing. Maka dalam Islam 16:11 tadi nih, masyaallah kenapa dalam Islam 16:14 direkomendasikan hanya klasifikasi itu 16:16 masyarakat kepada muslim? Nah, karena 16:18 ada aturan bagaimana muslim dengan 16:21 muslim yang lain. Muslim yang kaya, 16:23 muslim yang miskin tidak ada pandang, 16:25 sama semuanya. Muslim yang berilmu awak 16:30 dan muslim yang awam, masyaallah 16:32 semuanya sama. Muslim dari kalangan 16:34 pejabat atau muslim dari kalangan biasa 16:37 tidak ada bedanya. Nah, mereka semua 16:40 dalam satu kelas, dalam satu dalam satu 16:42 kelompok. Nah, mereka punya aturan. Apa 16:45 aturan pergaulannya? Adillatin alal 16:47 mukminin. Siapapun mereka yang kaya, 16:50 yang miskin, berhadapan dengan yang 16:52 pintar dan yang semuanya adillatin alal 16:54 mukminin. Mereka punya kewajiban untuk 16:56 bersikap bersikap lemah lembut. Nah, 17:00 lemah lembut ini menjadi siapa? Menjadi 17:02 gambaran tentang hati yang halus, hati 17:05 yang bersih. Di sana ada kasih sayang. 17:07 Di sana ada toleransi, di sana ada ee 17:10 saling mendoakan, di sana ada taawun, di 17:12 sana ada tawu bilhaq, tawa bisab. Begitu 17:15 luas, luar biasa. Nah, makanya kalau 17:18 kita baca tentang hadis-hadis 17:20 Rasulillah, masyaallah ini menyangkut 17:23 tentang kehidupan yang tidak bicara 17:24 secara individual. Masyaallah. Makanya 17:28 kita berbicara tentang Islam itu tidak 17:30 hanya bicara tentang masalah iman, rukun 17:33 iman yang enam dengan rukun Islam yang 17:35 lima. 17:37 Tapi justru kalau kita baca kitab-kitab 17:40 Al-Qur'an eh kitab-kitab baca kitab 17:42 Al-Qur'an atau kitab-kitab yang bicara 17:44 tentang keislaman itu akan lebih banyak 17:47 kita peroleh hal-hal yang kaitannya 17:50 bukan kepada muslim individual, tapi 17:53 muslim secara masyarakat. Nah, kan coba 17:56 kalau hanya Islam hanya bicara tentang 17:58 rukun iman enam saja. Rukun iman kepada 18:01 Allah dan seterusnya kemudian rukun 18:03 Islam tapi yang lebih banyak dan lebih 18:05 luas justru yang menyangkut tentang 18:06 muamalah tentang munakahat ya kan. Dari 18:10 tentang pernikahan saja kemudian 18:12 menimbulkan apa? Dampak lain lagi. Ada 18:14 hukum talak, ada hukum nikah, ada hukum 18:18 waris, ada hukum dan seterusnya dan 18:20 seterusnya. Itu dari munakahat. 18:22 Masyaallah. Belum lagi dalam hal 18:24 muamalah, ada masalah jual beli, ada 18:26 masalah hutang-putang, ada masalah 18:29 gadai, ada masalah kepemilikan, ada 18:31 masalah tijarah. Masyaallah luar biasa. 18:34 Nah, di situlah pentingnya tadi. 18:37 Masyaallah. Jadi, kalau kita bicara 18:39 tentang 18:40 Islam tidak cukup bicara tentang 18:42 individual. Kalau dia menjadi orang 18:45 hebat secara individual kepada Allah, 18:47 belum tentu dia menjadi orang yang hebat 18:49 dalam sisi masa masyarakat. Nah, makanya 18:52 itulah Islam dengan memiliki wawasan 18:55 dengan dengan cakupan syariat yang 18:58 begitu luas. Nah, makanya di sini 19:00 adillatin alal mukminin aizzatin alal 19:03 kafirin. Nah, aizzatin alal kafirin 19:06 berlaku tegas. Nah, ini pun ada apa? Ada 19:09 aturannya bagaimana sikap hak muslim 19:12 terhadap ee nonmuslim yang apa? Yang 19:15 tadi yang muahad taruhlah yang muahad 19:18 yang terikat perjanjian itu ada 19:19 hadis-hadisnya, ada aturannya. Bagaimana 19:22 muslim dengan nonmuslim yang dia zimi. 19:24 Zimi itu artinya ya masyaallah bisa 19:27 bergaul, bisa berdampingan, bisa tidak 19:29 permusuhan. Tapi mereka bagian dari 19:32 masyarakat yang dilindungi oleh Islam. 19:34 Bagaimana aturannya? Begitu jelas. Nah, 19:37 makanya kelihatannya sederhana di sini. 19:40 Sifat Hizbullah yang kedua adalah alal 19:44 mukminin aizzatin alal kafirin. 19:46 Masyaallah, begitu jelas firq, farq, 19:49 perbedaan furqan. Perbedaan antara 19:52 aturan dalam Islam dan terbelah menjadi 19:55 dua. Ini loh bagaimana dinamika 19:58 kehidupan antara sesama muslimillatin 20:01 alal mukminin. Bagaimana aturan 20:03 kehidupan berinteraksi sosial secara apa 20:07 tadi antara muslim dengan nonmuslim. 20:09 Begitu jelas. 20:11 Nah, makanya sekali lagi perlu kita 20:14 pahami kenapa di sini disebutkan 20:17 klasifikasi yang direstui dalam Islam 20:19 itu ee globalnya dua menjadi muslim atau 20:23 non nonmuslim. Karena menyangkut di 20:25 dalamnya adalah aturan hak dan 20:27 kewajiban. Subhanallah. Nah, nanti nanti 20:31 menyangkut kepada tadi ya kan hak dan 20:33 kewajiban suami istri loh. Ada ada 20:36 kemungkinan suami istri yang berbeda aga 20:39 agama. hak dan kewajiban antara orang 20:42 tua dengan anak. Dan ada tidak menutup 20:45 kemungkinan ada orang tuanya yang 20:47 muslim, anaknya non muslim atau 20:49 sebaliknya. Kemudian ada hak dan 20:51 kewajiban suami istri. Loh, ada enggak 20:53 kira-kira suaminya muslim, istrinya non 20:56 muslim? Ada hak dan kewajiban terhadap 20:59 keluarga apa? Tetangga. Ada enggak yang 21:00 tetangganya non muslim? Ada juga lah. 21:03 Inilah kaitannya. Jadi tidak menutup 21:06 kemungkinan kita hidup di masyarakat itu 21:08 bertetangga dengan nonmuslim atau 21:10 bersama muslim. 21:12 Masyaallah. Dan kemudian adalah hak dan 21:14 kewajiban terhadap kerabat. Yang kerabat 21:16 itu juga ada yang kerabat muslim dan 21:18 kerabat non muslim. Masyaallah. Belum 21:21 lagi bagaimana hak dan kewajiban kita 21:23 terhadap sesama muslim dalam 21:25 bermasyarakat. Belum lagi hak dan 21:27 kewajiban kita terhadap nonmuslim. 21:30 Belum lagi hak dan kewajiban kita kepada 21:32 siapa tadi? boleh jadi penguasa muslim. 21:36 Sehingga di dalam Islam diatur bagaimana 21:38 kewajiban seorang makmum terhadap 21:40 amirnya, terhadap imamnya, terhadap 21:44 pemimpinnya. Begitu jelas. Ini ayat yang 21:47 sering kita baca. Coba kalau Pak Agus, 21:49 Mas Agus baca. Ya ayyuhalladzina amanu 21:52 atiullaha wa atiur rasula waulil amri 21:56 minkum. Nah, itu kaitan apa? itu kan itu 21:57 bicara tentang hak dan kewajiban antara 22:00 yang memimpin dengan yang dipimpin. 22:03 Masyaallah. Jadi tidak menafikan. Nah, 22:07 sehingga pernah menjadi hal yang viral 22:09 di masa beberapa tahun yang lalu tentang 22:12 Almaidah ayat 51 ya kan. Itu kan 22:15 kaitannya tentang hak dan kewajiban. 22:17 Masyaallah. Lah kalau kita melihat 22:19 kacamatanya kekinian dengan konteks satu 22:22 negara mungkin membingungkan. Tapi kalau 22:24 kita melihat kacamata dengan kacamata 22:27 Al-Qur'an dalam konteks masyarakat yang 22:30 tadi disebut dengan Hizbullah, 22:31 masyarakat yang berpihak kepada agama 22:33 Allah, jelas. Enggak mungkin. Masyarakat 22:35 Hizbullah dengan tujuan yang jelas, 22:38 dengan aturan yang jelas, dengan teladan 22:41 yang jelas, dengan dustur kitab suci 22:43 yang jelas, mereka akan keluar dalam 22:46 kebijakan mengambil dalam masyarakat itu 22:48 kepemimpinan yang berbeda agama. Jelas. 22:51 Nah, nah itu kan masalahnya begitu. Nah, 22:53 ini kan tadi landasannya surat apa nih, 22:56 Mas Agus? 22:56 Quran surat Alma ayat 54. 22:58 54. Nah, nah yang tadi saya bicarakan 23:01 pernah menjadi viral ayat yang ke 23:02 berapa? 23:03 51. 23:03 51. Dan masih konteks yang sama ya kan 23:06 kalau kita hubungan dengan ayat 23:08 munasabah. Belum nanti kalau kita bicara 23:10 dengan ayat yang ke56 23:13 5 eh 57 58. Ya ayyuhalladzina amanu la 23:17 tattakidina 23:20 lawah 23:22 minalladina utul kitaba minqlikum walar 23:25 auliya. Hai orang-orang yang beriman, 23:27 jangan kau menjadikan orang-orang yang 23:29 menjadikan agamamu itu sebagai senda 23:31 gurau dan permainan. Loh, masyaallah. 23:34 Jadi, munasabah ayat 51-nya, munasabah 23:37 ayat sebelumnya itu terkait tentang apa? 23:39 Bagaimana kacamata Islam melihat hak 23:44 kewajiban antara masyarakat yang luas 23:46 ini di antara bagaimana terhadap 23:49 pemimpin mereka dan hak dan kewajiban 23:51 antara pemimpin terhadap yang 23:53 dipimpinnya dan bagaimana aturan nah 23:56 dalam bermasyarakat. Nah, coba kalau 24:00 kalau konteksnya nih ayat yang 51 24:02 semuanya Mas Agus ya semuanya Rasul 24:05 wafat. 24:07 Apakah mungkin kemudian orang-orang yang 24:11 menjadi sahabat Nabi kemudian sangat 24:14 memahami pentingnya pengganti Rasul 24:17 untuk melanjutkan dakwah ini? Kemudian 24:19 terpikir oleh mereka memilih masyarakat 24:22 yang nonmuslim menjadi pem? Enggak 24:23 mungkin ya. Jadi kenapa? Karena saat itu 24:26 konteksnya adalah perjuangan Nabi 24:28 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 24:31 Kemudian kepentingan para sahabat untuk 24:34 menunjuk khalifah penggantinya itu 24:36 adalah bukan untuk kepentingan 24:38 semata-mata kekuasaan dunia, tapi 24:41 bagaimana Islam itu bisa berjalan 24:43 seperti halnya di masa Rasul dengan 24:45 kepemimpinan yang berbeda. 24:48 Konteksnya jelas. Dan enggak mungkin 24:50 saat itu muslimin sepakat milih 24:51 nonmuslim. Ya kan? Iya. 24:53 Kalau konteksnya saat itu itu. Nah, maka 24:56 pada ayat tadi kalau kita membaca surat 24:59 Almaidah 51, konteksnya kaitannya 25:02 tentang Hizbullah, maka enggak mungkin 25:04 Hizbullah itu dalam bermasyarakat dia 25:07 akan mengambil pemimpin selain mus 25:09 muslim. Enggak mungkin. Konteksnya 25:11 jelas. Kenapa? Karena Hizbullah itu 25:14 sendiri orang-orang yang Allah pilih, 25:16 yang punya kekuatan dan mereka punya 25:20 tugas yang jelas untuk mengawal agama 25:22 Allah. Bagaimana mungkin untuk mengawal 25:25 agama Allah, mengawal amar makruf nahi 25:27 mungkar, tegaknya Islam, aturan Islam 25:30 dalam hidup ini dengan menjadikan muslim 25:32 sebagai pemimpin mereka? Kan tidak m 25:35 tidak mungkin. Masyaallah. Maka ketika 25:37 kita bicara di sini sikap atau sifat 25:40 orang-orang yang disebut adillatin alal 25:43 mukminin aizzatin alal kafirin. Karena 25:45 dalam konteks masyarakat Hizbullah itu 25:48 tidak ada klasifikasi yang diizinkan 25:52 oleh Allah kecuali klasifikasi yang 25:54 ditetapkan dalam Al-Qur'an. Ini loh ada 25:57 masyarakat muslim, ini ada masyarakat 25:59 non muslim. Kenapa? Karena menyangkut 26:02 hak dan kewajiban dalam pergaulan 26:05 mereka. Dari mana kita lihat adillah 26:08 orang mukmin terhadap sesamanya? Adillah 26:13 berlaku lemah lembut. Ya kan? Bagaimana 26:16 penjabarannya? Nih kalau kita akan bahas 26:18 lebih luas. Saya cantumkan banyak hadis 26:21 nih. Masyaallah terkait tentang ini nih. 26:24 Kenapa dalam Islam itu tadi saya 26:26 menguatkan kenapa dalam Islam itu 26:28 direstui klasifikasi kepada berapa tadi? 26:32 Klasifikas dua. Kalau enggak kafir 26:34 adalah muslim. ya kan? Karena di sini 26:37 disebutkan Rasul menyebutkan dalam 26:38 riwayat Imam ee akhrajaul khamsah, imam 26:41 yang lima ini selain Bukhari dan Muslim. 26:44 Jadi Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Nasai, 26:46 Ibnu Majah mereka semuanya ee 26:49 menyantumkan ini. Haqul muslim alal 26:51 muslim khams. Nah, kewajiban muslim atau 26:54 hak selama muslim terhadap muslimnya ada 26:56 lima. Raddus salam, yaitu menjawab 26:59 salam. Wyaduhul marid. Kemudian eh yang 27:03 kedua, hak dan kewajibannya adalah 27:04 iyadul marid, menjenguk orang sakit. 27:07 Nah, masyaallah kita menyangkut waul 27:10 janazah. Kemudian ee apa? Mengiringi 27:14 orang yang meninggal. Waabatud dakwah 27:17 dan kemudian menghadiri undangan. 27:19 Watasmid alatis. Kemudian juga memberi 27:23 jawaban. Apabila saudaranya bersin ia 27:25 harus mengucapkan yarhamkallah. Jadi 27:28 ketika ada muslim yang bersin kemudian 27:31 mengucap alhamdulillah, kita menyambut 27:33 dengan yarhamukallah. Begitu masyaallah 27:36 itu hak dan kewajiban. Nah, ini baru 27:38 satu hadis saja masyaallah ya kan. Jadi 27:42 bukan bukan hanya sekedar dalam Islam. 27:44 Oh itu bicara tentang apa? Sosial, 27:47 tentang apa? Humanis, kemanusiaan. Jadi 27:51 kalau orang sakit maka sebaiknya 27:54 ditengok. Nah, itu kan bukan begitu. 27:57 Tapi dalam Islam bagian dari hak dan 28:00 kewajiban. Apabila sesama muslim itu 28:03 sakit, maka mereka punya hak untuk 28:06 dikunjungi dan muslim yang sehat punya 28:09 kewajiban untuk mengunjungi. Jadi bukan 28:11 hanya sekedar ini humanis, ini bagian 28:14 sosial, bukan itu bagian dari keislaman 28:18 itu. Masyaallah. 28:20 Nah, itu pun kemudian tidak hanya 28:22 sekedar itu, Mas Agus. Ya, ini baru baru 28:25 sekedar sakit saja. Nah, begitu kita 28:27 [tertawa] 28:28 kita nengok di sana pun ternyata ada 28:30 aturannya nih. Ini aturan baik aturan 28:33 internal orang yang sakit. Nah, ada 28:35 aturannya. Jadi, bagaimana akhlak orang 28:38 yang sakit? Orang sakit aja ada 28:40 akhlaknya. Coba luar biasa. Ini kan 28:43 dalam Islam pertama dia orang sakit itu 28:46 harus bersabar. Itu baru akhlaknya tuh. 28:49 Yang kedua, orang sakit itu dalam 28:52 sakitnya tidak boleh mengeluh apalagi 28:54 putus putus asa. Loh, itu ada ada 28:57 aturannya. Subhanallah. 28:59 Hm. Sampai Rasul kalau memang sakitnya 29:03 sudah berat sampai diizinkan doa. Kalau 29:05 mau doa, "Ya Allah, jika kematian itu 29:07 lebih baik bagiku maka mudahkanlah. Jika 29:10 kehidupan itu lebih baik bagiku maka 29:12 mudahkanlah." Sampai begitu. Tapi enggak 29:15 boleh dengan kalimat yang putus asa. 29:17 Karena putus asa itu bagian dari sifat 29:20 setan. Coba ini baru sakit. Tu yang 29:22 kedua. Yang ketiga apa? Ini baru yang 29:24 sakit saja. Kewajiban orang yang sakit 29:26 terhadap dirinya berobat. Nah, kan. Jadi 29:30 bukan kemudian pasrah. Karena berobat 29:32 itu bagian dari tawa tawakal, 29:34 ikhtiar. Ya, 29:34 ikhtiar. Nah, setelah berobat kemudian 29:38 baru berdoa dan tawa tawakal. Hah, itu 29:42 baru orang sakitnya saja ini. Ini baru 29:45 satu hak nih hadis ini. Masyaallah. 29:48 Jadi, kenapa dalam Islam itu hanya 29:49 merestui masyarakat itu kepada muslim? 29:52 Karena menyangkut tadi hak dan 29:53 kewajiban, menyangkut tentang aturan 29:55 pergaulan. Begitu jelas gitu ya. Begitu 29:59 jelas. Kalau sekarang ada muslim gitu 30:01 kan lebih senang lihat kepada nonmuslim 30:04 dalam bergaul, dalam bekerja, dalam 30:06 bekerja sama dibanding dengan muslim. 30:07 dipertanyakan itu. Nah, mestinya kan 30:10 masyaallah ini ada hak dan kewajiban. 30:12 Kenapa dalam Islam itu 30:14 wamya falyukmin famanya falyakfur? Tidak 30:17 ada lagi pilihan. Kalau mau beriman, 30:19 berimanlah, mau kafir, kafirlah. Karena 30:21 itu menyangkut setelah dia menjadi 30:23 muslim, mau beriman ada konsekuensi 30:25 pergaulan hak dan kewajiban. Masyaallah. 30:29 Nah, itu baru kepada yang sakit ya kan. 30:31 Kita bicara sakit doang ini. Nah, 30:34 kemudian belum. Nah, karena saya yang 30:36 sehat, karena dia muslim yang sakit, 30:39 saya muslim yang sehat. Apa tadi 30:41 kewajiban? Hak kewajibannya mengunjungi. 30:43 Nah, dalam mengunjungi sendiri ada 30:46 aturannya. Gimana, Mas Agus? Aturannya 30:48 aturan menjenguk orang sakit. Nah, kan 30:51 begitu kan? Pertama mendoakan, 30:55 yang kedua memberi semangat. Tuh. Jadi 30:58 walaupun kita secara medis paham, wah 31:00 ini mungkin secara medis bisa saja ini 31:03 sudah berat. Nah, mungkin sudah kritis 31:06 tapi ada adabnya. Bagaimana orang yang 31:09 mengunjungi orang sakit? Nah, di situlah 31:11 diberi motivasi, diberi harapan yang 31:14 besar ya kan dengan nilai-nilai muatan 31:17 akidah Allah. Masyaallah. Faidza maritu 31:20 fahua yasfin. Kalimat bagaimana Nabi 31:22 Ibrahim apabila aku sakit ya Allah 31:24 engkaulah yang menyembuhkan. Jadi kalau 31:26 sudah Allahlah yang menyembuhkan tidak 31:28 ada kata mustahil dalam kesem 31:29 kesembuhan. Nah itu diperlukan itu. 31:32 Subhanallah. kebudan nasihat ini baru. 31:35 Nah. Nah, kemudian, nah, tidak hanya 31:38 saat kita memberikan motivasi saja ya, 31:42 ternyata dilihat ini kayaknya sudah 31:43 mulai kritis ini. Jadi, perlu tidak 31:46 sudah tidak komunikatif lagi. Sudah juga 31:50 sudah tidak dikasih tidak bisa dikasih 31:51 motivasi. Maka ada aturan yang lain 31:53 mentalkin. Oh, masyaallah itu sampai 31:57 begitu aturannya. Ini baru baru satu hak 31:59 dan kewajiban. mentalkin ditalkinkan ya 32:02 kan apa yang perlu ditakinkan itu perlu 32:04 juga ilmu di sana masyaallah nah 32:07 kemudian kira-kira kalau sudah 32:09 mentalilkan berat ada ini orang yang 32:11 yang melihat banyak nih yang yang 32:13 menjenguk nah mungkin yang mentalkin 32:15 cukup satu orang dua orang yang lain ah 32:18 yang lain ngapain baca Al-Qur'an baca 32:20 Yasin Albaqarah yang bisa memudahkan 32:23 ketika sakaratul maut ini dimudahkan 32:25 oleh Allah begitu jelas aturannya 32:28 Subhanallah ini yang kadang 32:29 Kadang-kadang kita bicara secara hak dan 32:31 kewajiban saja begini belum selesai ini. 32:34 Nah, kan masyaallah ya. Ini 32:36 kadang-kadang diabaikan ya taruhlah 32:39 klimaknya ini meninggal. Hatta keluarga 32:43 sendiri kadang-kadang enggak tahu apa 32:44 yang mesti dia lakukan ya kan. Mestinya 32:48 kan ini sebelum muncul muncul kewajiban 32:50 yang empat ya. Apa itu kewajiban yang 32:52 empat? Kewajiban yang empat bagi orang 32:55 yang hidup menyaksikan muslim yang 32:57 meninggal adalah memandikan, 32:59 mengkafankan, mensalatkan, kemudian 33:01 memakamkan. Nah, ini kan kewajiban hak 33:04 mayit dari muslim yang hidup empat. Tapi 33:08 sebelum kepada hak empat ini ada lagi 33:11 apalagi kewajiban yang hidup. Pertama 33:14 dilihat, oh ini yang meninggal ini 33:16 matanya masih mungkin masih melek. Wah, 33:20 apa tuh? Ditutupkan itu bagian hak. 33:23 Masyaallah. Kemudian mungkin mulutnya ah 33:26 membuka gitu kan. Sehingga perlu ditali 33:29 supaya diikat dengan apa gitu supaya 33:31 tertutup. Nah, sampai begitu. Masyaallah 33:34 luar biasa. Kemudian apa? Dilepaskan 33:36 semua pakaiannya yang itu nanti untuk 33:39 mempersiapkan dan memudahkan dalam 33:40 proses pemandian. sehingga masyaallah 33:43 jelas sehingga ketika ee posisi mata 33:46 sudah terpejam, tangan diposisikan yang 33:49 itu semua kewajiban kewajiban sebelum 33:51 empat kewajiban tadi dalam penanganan 33:54 mayit. Masyaallah. Kita kadang-kadang 33:56 menjenguk ini ada bapaknya eh ada 33:58 saudaranya, ada anak-anaknya tapi ee ee 34:02 jenazahnya masih melotot, masih ini kan. 34:04 Nah, itu kan kaitannya tentang paham 34:06 atau tidak tentang hak dan kewajiban. 34:09 Nah, itu baru sakit saja. Nah, 34:12 masyaallah. Kemudian apakah setelah 34:15 dimakamkan selesai? Nah, di sinilah 34:17 selesainya kewajiban seorang yang hidup 34:21 terhadap muslim yang meninggal empat 34:23 selesai begitu pemakaman. Apakah 34:25 kemudian setelah di pemakaman selesai? 34:27 Tidak. Ada kewajiban muslim yang hidup 34:30 terhadap keluarga musibah yang masih 34:33 hidup. Apa namanya? Takziah. Nah, dalam 34:37 takziah itu enggak ada lagi kaitannya 34:38 dengan yang mati kecuali mendoakan. 34:41 Karena takziah ini kalau yang yang mati 34:43 tadi kewajibannya memandikan karena dia 34:45 enggak bisa mandi sendiri ya kan. 34:47 Mengkafankan karena memang begitu 34:49 kemudian menyalatkan kemudian apa 34:51 memakamkan sudah selesai baru kemudian 34:55 yang ditinggal mati ini keluarga 34:57 besarnya adalah orang-orang yang sedang 34:59 tertimpa musibah. Adillatin alal 35:01 mukminin. Bagaimana kemudian sesama 35:04 orang muslim itu tadi bisa menerawang 35:07 perasaannya dia sangat sedih. bisa 35:10 dirasakan oleh muslim yang lain yang 35:12 tidak tertimpa musi musibah. Adil latin. 35:15 Nah, itu bukan hanya dalam pembahasan 35:18 konteksnya sosial, humanity, 35:20 kemanusiaan, tapi menjadi bagian dari 35:23 nilai iman. Coba bayangkan. Nah, jadi 35:27 Islam itu memang tidak hanya mengatur 35:29 individu kemudian kewajibannya kepada 35:31 Allah selesai. Tidak. Justru sebagian 35:34 besar itu menyangkut tentang hak dan 35:36 kewajiban. Kalau tadi saya sebutkan 35:38 hak-hak, hak dan kewajiban manusia 35:40 kepada Allah jelas. Tapi hak-hak yang 35:42 lain banyak. Kepada orang tua, kepada 35:45 tetangga, kepada sama muslim, hak 35:47 bekerja, kepada amir, kepada imam. Nah, 35:51 lebih banyak hak mana terhadap Allah? 35:53 Masih banyak hak-hak terhadap selain Al 35:56 walaupun yang pokok itu berdiri di atas 35:58 akidah dan haknya terhadap Allah 36:00 Subhanahu wa taala. Subhanallah. Nah, 36:04 jadi itu baru menyangkut tentang orang 36:06 tadi di sini kan baru saya bacakan 36:07 hadisnya waadul marid wattibaul janais 36:12 ya kan. Jadi hak sesama muslim itu yang 36:15 berikutnya adalah tadi mengunjungi orang 36:17 sakit dan mengantarkan jenazah sampai ke 36:20 pemakaman. Selesai itu tidak masih ada 36:22 hak. Ya Allah dia siapa sih yang tidak 36:25 sedih ditinggal orang tuanya? Siapa yang 36:28 tidak berduka kehilangan suaminya? Siapa 36:31 yang tidak berduka? dan seterusnya. 36:32 Jadi, perasaan itu kemudian diikat oleh 36:36 iman. Kemudian iman ini menjembatan, 36:39 lahirnya syariat, hak, dan kewajiban. 36:42 Maka setelah ee mayat kita hantarkan ke 36:45 tempat peristirahatannya menghadap 36:47 Allah, baru kita berpaling kepada 36:50 kewajiban yang lain. Oh, ada 36:52 keluarganya. Maka dalam Islam dikenal 36:54 dengan takziah. Ya kan? Bagaimana 36:57 menghibur? Coba kalimat azza yauzu taz. 37:00 Menghibur orang yang sedih menjadi tidak 37:03 sedih. Itulah konteksnya. Yang tadinya 37:05 tidak sabar menjadi sabar itulah 37:07 konteksnya. Yang tadinya sudah mulai 37:10 rapuh jiwanya menjadi tegar kembali 37:12 dalam menghadapi kehidupan karena 37:14 musibah yang Allah berikan. Coba luar 37:16 biasa. Itulah sentuhan Islam yang luar 37:19 yang luar biasa. Nah, maka pada ayat 37:22 pada ayat ini kelihatan luar biasa nih 37:25 Hizbullah ya. Luar biasa. Ini kaum yang 37:29 disebut Hizbullah yang Allah selalu 37:31 siapkan di setiap zamannya. Mayartad 37:33 minkumini. Siapa yang tidak ada lagi 37:36 orang mau disebut dengan Hizbullah, 37:38 membela agama, Allah akan datangkan kaum 37:41 yang lain yang mereka Hizbullah. Begitu. 37:45 Jadi kalau ada di setiap masa hari ini 37:47 dalam kondisi fitnah yang besar, maka 37:50 tidak ada lagi kelompok muslimin yang 37:52 berjuang membela agama Allah. Kalau 37:54 memang sudah tidak ada lagi dalam makna 37:56 mereka mundur dari tanggung jawab. 37:58 Mayartad minkumini 38:01 fasaufa. Maka Allah akan datangkan saat 38:03 itu juga hizbullah-hizbullah yang lain. 38:06 Coba. Masyaallah. Nah, artinya justru 38:09 ini menjadi PR bagi kita. Bagaimana kita 38:12 hidup di masa kita ini menjadi 38:14 Hizbullah, pembela-pembela agama agama 38:17 Allah. Itu yang penting. 38:19 Masyaallah. dan kemudian juga tidak 38:21 merasa mengklaim mana yang Hizbullah, 38:23 mana yang Hizbullah, mana yang jadi 38:25 tempatkanlah diri kita sebagai muslim. 38:28 Pertama kita mendapatkan hidayah Islam 38:30 dan iman saja sudah pilihan dari Allah. 38:33 Yang kedua, ketika kita mensyukuri 38:35 nikmat itu dan kita memposisikan diri 38:37 untuk membela agama Allah, itulah 38:39 Hizbullah. Kalau kemudian kita belum 38:41 layak menjadi Hizbullah, maka 38:43 selaraskanlah diri kita dengan 38:45 sifat-sifat Hizbullah adillatin alal 38:48 mukminin. Mereka bersikap lemah lembut 38:51 terhadap tadi. Sikap lemah lembut ini 38:54 maknanya luas sekali tadi. Terhadap 38:56 orang sakit sama muslim gimana? Kemudian 38:59 yang tertimpa kematian bagaimana? 39:02 Kemudian terhadap orang-orang yang 39:04 sedang tertimpa musibah karena sebagian 39:06 keluarganya meninggal bagaimana? itu 39:08 baru pada tingkat musibah kematian, 39:11 belum kepada hutang-putang, muamalah ya 39:14 kan, belum kepada tadi care terhadap 39:16 sesama muslim yang mungkin bermasalah 39:19 dalam pernikahan dan perkawinannya. 39:20 Belum kepada ahli warisnya belum kepada 39:23 wah subhanallah luar biasa itu Islam. 39:26 Nah, jadi itulah karena begitu indah dan 39:29 luasnya enggak mungkin kita berdiri 39:31 sendiri, berjalan sendiri menjadi muslim 39:34 yang kafah. Karena menjadi muslim yang 39:36 kafa itu tadi bersama, maka disebut 39:39 mereka adalah Hizbullah. Bukan hanya 39:41 satu orang, tapi kelompok yang Allah 39:44 pilih dengan kekuatan yang hebat 39:46 mengawal amar makruf nahi mungkar. 39:49 Masyaallah. Mau dibacakan lagi enggak 39:51 nih hak dan kewajibannya? Ini saya 39:54 cantumkan di sini ada berapa nih? Ada 39:55 sekitar lebih terkaitan baru terkait ada 39:58 S Muslim itu ada 13 hadis. Masyaallah. 40:01 Itu baru satu ya kan. Nah, sampai 40:04 kemudian Rasul menyebutkan dalam hadis 40:05 yang lain, walladzi nafsi biyadihi. Demi 40:08 zat yang jiwaku ada di tangannya, 40:11 tadulul jannah, tidak akan kalian masuk 40:14 surga hatta tminu. Sehingga kalian 40:18 beriman kepada Allah. Jadi syarat masuk 40:20 surga itu beriman. Wu dan tidak akan 40:23 kalian mencapai tingkat keimanan. Hatta 40:26 tahabbu. Sehingga kalian saling mencin 40:28 mencintai. Coba. Masyaallah. Jadi ini 40:31 tahapan kita. sama-sama muslim tujuannya 40:34 satu pengin masuk surga tapi kemudian 40:36 tidak saling mencintai loh syaratnya 40:38 tidak akan pernah dikategorikan orang 40:40 mencapai tingkat keimanan yang sempurna 40:43 tanpa mereka bisa saling mencintai 40:45 karena Allah 40:47 adulukum alaiin 40:49 maukah aku tunjukkan kepada sesuatu 40:52 faalumuhu tahababtum jika kalian 40:56 melakukannya maka kalian akan saling 40:58 mencintai 41:00 jadi diberiki jalannya Jadi, jadi 41:02 dikatakan enggak akan masuk surga kata 41:04 Rasulullah kecuali mereka beriman. Oh, 41:07 berarti kalau kita ingin masuk surga 41:09 kita harus beriman dulu. Wala tumminu. 41:12 Dan kalian tidak akan mencapai keimanan 41:14 yang sempurna. Hatta tahabu. Sehingga 41:17 kalian saling mencintai. Loh, beriman 41:19 itu berarti jalannya saling mencintai. 41:22 Ya kan? Kemudian ditunjukkan oleh maukah 41:24 aku tunjukkan kepada kamu sesuatu yang 41:26 kalau kamu kerjakan ia itu akan 41:29 mengantarkan Anda untuk saling 41:30 mencintai? Masyaallah. Apa itu? 41:33 Afsussalam alik bainakum. Coba ini 41:37 sederhana. Tebarkan salam saja di antara 41:39 kalian. Masyaallah. Tebarkan salam saja 41:43 itu menjadi pintu pertama untuk 41:46 terciptanya rasa cinta dan saling 41:48 mencintai satu dengan yang yang lain. 41:51 Coba. Masyaallah. E jadi bicara Islam 41:54 itu bicara yang global, yang ijmal, yang 41:56 besar sebagai apa? Sebagai plafon 41:59 perjalanan dan tujuan jihadnya, tapi 42:01 juga bicara hal-hal yang teknis yang ke 42:04 yang kecil yang menjadi jembatan yang 42:06 semuanya itu tidak dikategorikan ini 42:08 hebat, ini kecil. Tidak. Semua amal 42:11 ibadah yang diterima oleh Allah baik 42:13 besar maupun kecil itu adalah karunia 42:15 yang luar luar biasa. Itulah dalam 42:18 Islam. Makanya tadi orang kaya dia 42:21 bersedekah R miliar biasa. 42:24 Orang miskin bersedekah 1.000 mungkin 42:27 itu bisa luar biasa dalam Islam. Nah 42:30 begitu kira-kira. Jadi tidak ukurannya 42:33 tadi tidak tidak seperti kacamata 42:34 materialisme. 42:36 Ukurannya itu iman. Makanya kelompok 42:39 masyarakat yang direstui dalam Islam itu 42:41 hanya dua. Kalau enggak iman, mukmin 42:43 adalah kelompok kafir. Ukurannya itu 42:45 iman. Kalau sudah ukurannya iman, boleh 42:49 jadi orang yang setiap hari dia umrah, 42:52 umrah karena kayanya, karena mampunya, 42:55 boleh jadi dia kalah dengan orang yang 42:58 miskin, yang ikhlas, yang baik, yang dia 43:01 sebenarnya pengin umrah, tapi karena 43:02 ketidakmampuannya dia hanya bisa tahajud 43:05 dan salat lima waktu. Boleh jadi di mata 43:07 Allah, karena ini iman sudut pandangnya 43:09 lebih mulia ini tuh. Jadi patokan 43:13 penilaian kemuliaan, kedudukan dan 43:16 derajat itu bukan kepada tadi kacamata 43:18 materialisme, bukan kacamata komunisme, 43:22 bukan kacamata aristokrasi, tapi 43:24 kacamata Islam. Dalam Islam, klasifikasi 43:27 manusia hanya pada kelompok mukmin dan 43:30 kelompok kafir. Subhanallah. 43:33 Nah, jadi begitu sederhana. 43:36 Yang sederhana saja kita juga sudah 43:39 berat ya kan. Coba ketemu muslim. 43:41 Assalamualaikum. Kan jarang sekarang ya 43:44 kan. Masyaallah. Seakan ini bukan aturan 43:47 seakan-akan begitu. Padahal kalau kita 43:49 teliti ini ada tuh ada buku Riyadus 43:51 Shihin. Bagaimana aturan salam nih kan 43:54 dari orang yang sama-sama jalan gimana? 43:57 Orang yang berkendaraan dengan yang 43:58 berjalan gimana kalau sendiri dengan 44:00 kelompok orang bagaimana? Kalau yang tua 44:02 dengan yang kaya sampai diatur begitu. 44:04 Coba kurang apaagi SOP-nya gitu kalau 44:07 mau dikatakan SOP-nya ya kan judulnya 44:09 programnya menebarkan salat tadi kan 44:12 programnya bagaimana caranya supaya 44:15 sesama muslim itu saling mencintai kata 44:17 Rasulullah caranya maukah aku tunjukkan 44:20 jika kamu mengamalkan ini kamu akan 44:22 saling mencintai afsus salam bainakum 44:25 tebarkan salam itu programnya 44:27 programnya menebarkan salam SOP-nya tadi 44:32 gimana caranya kalau yang kecil Salam 44:34 kepada yang tua gitu ya. Kalau yang 44:37 berjalan salam kepada yang duduk. Kalau 44:40 yang berkendaraan, salam kepada orang 44:42 yang berjalan atau duduk. Orang yang 44:44 banyak jumlahnya salam disalami oleh 44:47 orang yang jumlahnya sedikit. Sampai 44:49 begitu SOP-nya coba kurang apaagi tapi 44:53 praktiknya enggak ada yang salam kan. 44:56 Luar biasa loh. Inilah keislaman kita. 44:59 Masyaallah. Sehingga itu [mendengus] 45:01 kelompok saya. Asalamualaikum. Waduh, 45:04 masyaallah luar biasa. Karena satu 45:06 pengajian, satu harakah seakan-akan 45:08 dialah ikhwan saya satu-satunya. 45:11 Sehingga jadi ketemu di masjid, 45:14 asalamualaikum. Ketemu di jalan, 45:16 asalamualaikum. Ketemu di pasar, 45:18 asalamualaikum. Ini ada ketemu muslim 45:20 lain ya kelihatan muslimnya dari apa? 45:22 Pakaiannya, jubahnya ini. Kenapa enggak 45:24 salah? Bukan teman saya. Nah, kenapa kok 45:27 enggak salah? Bukan kelompok saya. 45:29 Kenapa enggak salam? Bukan masjid saya. 45:31 Loh, masyaallah. Coba bayangkan. Inilah 45:35 masyaallah. Karena tadi dalam memahami 45:38 konsep Islam yang begitu luas kita 45:41 kurang detailnya. Itu baru dua hadis ya. 45:44 Baru dua hadis nih. Ini masih ada berapa 45:46 nih sebah? Masyaallah. Nah nih. Main 45:49 muslimaini yaltaqiani 45:52 fayatasofahani 45:54 illa hufiro lahuma qobla yatafarqo. 45:58 Rawahu Tirmidzi wabu Majah. tidaklah 46:01 dari dua orang muslim yang saling 46:03 bertemu kemudian ia bersalaman tuh 46:06 berjabat tangan. Asalamualaikum. Nah, 46:08 berjabat tangan tuh. Masyaallah. Illa 46:10 gofir lahuma. Kecuali Allah ampuni 46:13 keduanya qobla ayatafarqo sebelum mereka 46:16 berpisah. 46:18 Nah, gara-gara ini jadi ribut gitu kan. 46:21 Enggak ada sunahnya kan 46:23 bersalam-salaman. Padahal hadisnya 46:25 masalah. Padahal ini tidak bisa. 46:27 Kalaupun ketemu di mana saja salaman itu 46:29 sudah menggugurkan. Masyaallah. Nah, ini 46:32 sebenarnya kita [mendengus] tidak 46:34 memahami tentang Islam atau belum 46:35 membaca Islam sehingga kita bisa 46:37 menjustice satu sama lain. Mungkin 46:38 karena tadi secara akidah kita belum 46:41 bisa memahami kenapa dalam Islam itu 46:43 disebut adillatin alal mukminin aizzatin 46:46 alal kafirin. Karena itu menggambarkan 46:48 bahwa muslim itu dari manaun, kelompok 46:51 manapun, negara manapun, seselama dia 46:54 sebagai muslim predikatnya itu adalah 46:56 saudara kita. kaya, miskin, awam, 46:59 pintar, pejabat atau sama muslim itu 47:03 satu warga, satu keluarga. Itulah 47:06 saudara kita sama muslim. Masyaallah. 47:09 Adillatin alal mukminin. 47:12 Jadi, sehingga kita bisa mempraktikkan 47:14 itu kepada orang kaya, wah luar biasa 47:18 takzimnya ya kan. Kepada sama kepada 47:21 muslim yang mungkin lemah ekonomi. Aduh, 47:23 boro-boro kita memuliakan, menghormati, 47:26 mungkin merendahkan. berarti tidak 47:28 memahami tentang ini. Masyaallah. Jadi 47:31 dia bisa tadi secara formalitas dia 47:36 sebagai muslim tapi sudut pandangnya 47:38 tidak bedanya dengan bagaimana orang 47:41 materialis melihat terhadap manusia. 47:44 Yang kaya dia hormati, yang miskin dia 47:46 tidak hormati. Jadi mengaku muslim tapi 47:49 sudut pandangnya. Makanya sering kita 47:51 dengar akidah itu membentuk cara pandang 47:55 ya kan. Cara pandang itu akan membentuk 47:57 persepsi. 47:59 Persepsi itu akan melahirkan perbuatan, 48:01 tindakan. Nah, perbuatan yang 48:03 terus-menerus karena persepsi, cara 48:05 pandang dan pemahaman yang benar itu 48:07 akan melahirkan akhlak yang mulia. Kan 48:10 begitu apa apa ininya? Apa runutannya? 48:13 Maka orang muslim punya sudut pandang, 48:16 persepsi, tingkah laku yang berbeda. 48:19 Orang non muslim karena akidahnya 48:21 berbeda, landasannya hidup berbeda, maka 48:23 tujuannya berbeda, cara pandangnya beda, 48:25 sikapnya pun berbeda. Nah, begitu. 48:28 Jangan sampai kita mengaku muslim, tapi 48:31 justru sikap kita, persepsi kita, cara 48:34 pandang kita berbeda dengan apa yang 48:37 dituntunkan dalam Islam. Subhanallah. 48:40 Ini pentingnya di situ. Nah, itu baru 48:43 dua hadis ya. Jam berapa nih? Sudah 48:46 sudah 59 jam .30 48:48 ini enggak kelar-kelar nanti yang jelas 48:50 adillatin alal mukminin aizzatin alal 48:54 kafirin. Kenapa Islam di sini sebagai 48:56 salah satu sifat Hizbullah adalah tadi 49:00 berlaku sikap bersikap lemah lembut 49:03 terhadap sesama mukmin dan berlaku tegas 49:06 terhadap orang kafir. Karena memang 49:08 adanya klasifikasi dalam Islam adalah 49:11 kelompok muslim dan kelompok kafir. Itu 49:13 menyangkut tentang sikap aturan, 49:15 pergaulan dalam kehidupan mereka. 49:18 Karena di dalam Islam aturan dan sikap 49:20 pergaulan itu semuanya dibingkai menjadi 49:22 syari syariat yang bernilai amal saleh. 49:26 Sedangkan ketika terlepas, nah ketika 49:30 terlepas dari syariat Islam ini, maka 49:33 tidak ada lagi amal-amal yang baik dalam 49:36 pandangan Islam. Karena semuanya itu 49:38 hanya sebagai fat murgana. Makanya dalam 49:41 Islam nih, wam yusrik billah. Siapa yang 49:44 mempersekutukan Allah? Artinya tidak 49:46 berdasarkan iman Islam. Fakaanama 49:49 minasama. Maka hidupnya itu seperti 49:51 orang yang terjatuh dari langit. Punya 49:53 pijakan enggak terjatuh dari langit 49:55 sampai ke bumi masih alhamdulillah ya 49:57 kan. Kalau dia adanya jatuh dari langit 49:59 tapi masih di atas gravitasi enggak akan 50:02 ke bumi itu. Masyaallah. 50:05 Kemudian sudah melayang-layang enggak 50:07 jelas ditangkap dia oleh apa tadi? 50:10 Ditangkap dia oleh burung. Nah, kalau 50:12 burungnya ini adalah setan gimana lagi? 50:17 watahwiiru kemudian diombang-ambingkan 50:20 dengan angin. Masyaallah. 50:23 [tertawa] Itu digambarkan oleh Allah 50:25 dalam surat Alhad. Artinya orang-orang 50:27 yang non muslim, orang-orang yang tidak 50:29 punya pijakan, hidup dia ya tadi tidak 50:32 punya aturan yang jelas, patokan akhlak 50:34 yang jelas, ukuran baik buruk yang 50:36 jelas. Yang ada hanya keinginan dan 50:39 gelora hawa nafsu yang tidak pernah 50:40 berujung. Itu saja berbeda dengan orang 50:43 mukmin. Maka orang mukmin itu terhadap 50:46 mukmin yang lain apa? Nah, tadi punya 50:49 sikap yang tegas, yang jelas. Bukan 50:51 hanya sikap itu kemudian wujud sebagai 50:54 sosialisasi, sebagai masyarakat sosial 50:57 atau sebagai wujud humanisme atau 51:00 naturalisme, tapi semua pergaulan yang 51:02 besar sampai yang kecil itu dibingkai 51:04 dengan satu syariat yang disebut dengan 51:07 syariat Islam atau ibadah kepada Allah. 51:10 Masyaallah. Jadi ngomong salamualaikum 51:13 itu ya kan hal yang lumrah ketemu. Tapi 51:16 dalam Islam ini bernilai luar biasa. 51:19 Nah, itulah masyaallah. 51:21 Jadi tadi orang yang bertauhid itu 51:24 berpijak kepada aturan yang jelas 51:26 sehingga lahirnya semua tingkah laku di 51:29 atas keimanan itu tidak ada yang sia-sia 51:31 dalam islam. Semuanya bernilai iba 51:34 ibadah. Wallahuam bisawab. Baik, 51:39 terima kasih Ustaz Amin Nuroni atas 51:41 tausiahnya di siang hari ini, Ikhwan dan 51:44 Akhwat. Demikian tadi ee pengantar 51:48 ee tausiah kita di hari ini, yaitu 51:51 tentang Hizbullah pengawal amar makruf 51:54 nahi mungkar. 51:57 Landasan Al-Qur'annya Quran surat 51:59 Al-Maidah ayat 54, 556. 52:03 Ini sebenarnya masih panjang, Ustaz, ya? 52:04 Iya, betul. di sini ya. 52:06 Ini baru baru sifat yang kedua. 52:08 Baru sifat yang kedua. 52:12 Baik ikhwan dan akhwat. Kami akan jeda 52:14 sejenak. Setelah ini kami akan kembali 52:17 lagi ke ruang dengar Anda. Jadi siapkan 52:19 pertanyaan yang akan Anda sampaikan 52:22 kepada Ustaz Amin Nurani. Tetaplah 52:24 bersama kami. 56:25 Brail TV. 56:32 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu 56:35 yang dipancaruaskan dari Jalan Masjid 56:37 Silaturahim nomor 36 56:40 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Tema kita 56:42 di siang hari ini, Ikhwan dan akhwat 56:44 masih tentang kewajiban amar makruf nahi 56:46 mungkar subtema Hizbullah pengawal amar 56:49 makruf nahi mungkar bersama Ustaz Amin 56:53 Nuroni. Baik di 0218451512 56:58 atau di WhatsApp di 0811999720. 57:04 Silakan bagi Anda yang ingin bertanya 57:07 dan mengajukan pertanyaan ataupun Anda 57:10 yang ingin berpendapat, kami tunggu dan 57:13 kita akan awali pertanyaan pertama 57:16 datang dari Bapak Haikal di Depok. 57:18 Asalamualaikum warahmatullahi 57:20 wabarakatuh. 57:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:23 wabarakatuh, 57:24 Ustaz. Ee rupanya menjadi muslim itu 57:27 adalah belajar terus-menerus sepanjang 57:30 hayat terkandung. 57:31 Iya. 57:32 Demikian, Ustaz. Dan tentu saja menjadi 57:35 muslim yang benar juga berarti tidak 57:38 bisa meremehkan siapapun. 57:40 Heeh. 57:40 Saya merasa kecil sekali diri ini. Namun 57:44 alhamdulillah diri ini dipilih dalam 57:46 Islam. Terima kasih atas tausiahnya 57:49 ustaz. Semoga Allah subhanahu wa taala 57:51 merahmati dan memberkahi ustaz dan juga 57:53 radio silaturahim. 57:55 Iya. Masyaallah. Itu komentar yang cukup 57:57 bagus dan indah ya. Memang kita artinya 58:01 belajar ini memang untuk apa? Untuk 58:04 menjalani [berdehem] hidup supaya lebih 58:07 mudah dan lebih berkualitas. 58:11 Ya, sebenarnya dengan kita tahu bahwa ee 58:17 petunjuk itu nikmat yang besar, menjadi 58:20 muslim itu pilihan Allah yang luar 58:22 biasa. Itu saja sudah menjadi modal 58:24 untuk kita banyak bersyukur dan berbuat 58:27 kebaik kebaikan. sebenarnya. Nah, 58:30 [mendengus] apalagi kemudian kalau ilmu 58:32 luasnya lautan ilmu dalam Quran itu 58:34 dibedah lagi. Allah luar biasa. Jadi 58:37 semakin menyelam, semakin menyelam bukan 58:40 semakin besar diri kita justru merasa 58:42 semakin kecil diri kita. Semakin dalam 58:45 lautan semakin besar ikan yang kita 58:47 temui dan semakin kecil diri kita. Nah, 58:49 itu kira-kira begitu 58:51 ibaratnya gambarannya. Jadi kayaknya 58:53 [mendengus] 58:54 tidak tidak ada celah lagi ketika kita 58:57 merenung dan mendalami ilmu Allah ini 59:00 untuk kita sombong, kita merasa tinggi, 59:02 kita merasa hebat. Enggak ada lagi celah 59:04 itu sebenarnya, ya kan? Nah, justru 59:06 itulah. Maka [mendengus] dalam Islam itu 59:09 semakin berilmu ya semakin tunduk dia. 59:12 Itu berarti ilmunya benar. Semakin 59:15 berilmu dia semakin merasa takut kepada 59:17 Allah berarti ilmunya benar. Nah, gitu 59:19 kan. Makanya disebut orang yang paling 59:21 takut adalah ulama. Apa? Ilmu yang bisa 59:24 mengantarkan dia merasa kecil dan merasa 59:26 takut kepada Allah subhanahu wa taala. 59:29 Itulah makanya betul tadi betapa batasan 59:32 mencari ilmu tidak ada batasnya sampai 59:34 kita meninggal. Masyaallah. Wallahualam. 59:38 Baik, 59:40 pertanyaan yang kedua datang dari Bunda 59:44 Hani. Asalamualaikum warahmatullahi 59:45 wabarakatuh. 59:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:48 wabarakatuh. Ustaz, bagaimana kemudian 59:50 dengan negara yang mayoritas muslim tapi 59:53 kemudian pimpinannya tidak condong pada 59:55 syariat-syariat Islam? 59:57 Bahkan yang membela orang kafir setelah 1:00:00 melecehkan syariat pun masih banyak. 1:00:02 Apa saja yang bisa dilakukan orang awam 1:00:04 untuk tetap berada di jalan dakwah? 1:00:06 Ustaz, mohon pencerahannya. 1:00:08 Jazakumullah. 1:00:09 Ya, subhanallah. Jadi [berdehem] pada 1:00:12 konteks kajian kita siang hari ini 1:00:15 adalah bagaimana kita menjadi bagian 1:00:18 dari Hizbullah. 1:00:21 Siapa itu Hizbullah? Orang-orang yang 1:00:23 berpihak kepada Allah. Siapa itu 1:00:25 Hizbullah? Yuhibbunahu. Yuhibbunahum eh 1:00:30 yuhibbuhum wa yuhibbunah. Allah 1:00:32 mencintai mereka dan mereka mencintai 1:00:34 Allah. Itu sebenarnya konteks yang 1:00:37 sifatnya internal sekali. kaitannya 1:00:39 dengan kita sebagai seorang muslim kita 1:00:41 memilih muslim kita menjadi muslim ini 1:00:44 karena pilihan Allah dan kita mencintai 1:00:46 Allah karena kita kita tahu bagaimana 1:00:49 Allah itu maha segalanya gitu kan. Nah 1:00:52 dan wujud cinta kepada Allah itu 1:00:54 ketundukan dan kepatuhan. Jadi tidak ada 1:00:56 ketundukan dan kepatuhan kita kecuali 1:00:58 landasannya sifat yang pertama adalah 1:01:01 mencintai al begitu. sampai kemudian 1:01:04 adillatin alal mukminin aizzatin alal 1:01:06 kafirin itu bagian dari [mendengus] 1:01:09 karena kita mencintai Allah. Jadi 1:01:12 percaya Allah yang maha segalanya, 1:01:14 percaya agama Allah yang benar, percaya 1:01:17 bahwa ada hisab, ada amal baik yang akan 1:01:20 diganjar, ada amal buruk yang akan 1:01:23 dipertanggungjawabkan. 1:01:24 Itulah yang melandasi kita, saya ingin 1:01:26 menjadi Hizbullah. Kenapa? Karena 1:01:28 Hizbullah pasti menang. Humulbun. Nanti 1:01:30 di ujung ayatnya begitu. Pasti menang. 1:01:32 Nah, bagaimana Hizbullah? Hizbulah itu 1:01:33 bagaimana kita berupaya [mendengus] 1:01:36 menjadi muslim yang berpihak kepada 1:01:38 agama Allah, kepada Allah. Nah, tidak 1:01:41 harus kemudian mesti di medan 1:01:44 pertempuran saja. Kita menjadi muslim 1:01:46 yang baik, menjalankan syariat, 1:01:48 menjalankan aturan sesuai kemampuan 1:01:50 kita. Mengikuti contoh Rasulullah 1:01:52 sebagai sebagaimana yang kita mampu, itu 1:01:54 sudah bagian dari untuk berupaya menjadi 1:01:57 Hizbullah gitu ya. Bagaimana terhadap ee 1:02:01 apa? terhadap pemerintahan yang mungkin 1:02:03 ee justru tidak sejalan dengan tadi. Ya, 1:02:07 itulah bedanya kalau Hizbullah itu 1:02:10 adalah orang-orang yang berpihak kepada 1:02:11 Allah. Kalau dia berbentuk kelompok, 1:02:13 kelompok yang memang konsen untuk 1:02:15 membela agama Allah, syariat Allah. 1:02:17 Kalau dia membentuk satu pemerintahan, 1:02:20 siapapun di manapun, kalau memang 1:02:21 pemerintahan itu konsen untuk apa? 1:02:24 Menegakkan syariat Allah, menjalankan 1:02:25 syariat, ya bagian dari Hizbullah 1:02:28 begitu. Tapi kalau ada ada pemerintahan 1:02:30 yang masyarakat muslim tapi 1:02:32 konsentrasinya tidak untuk membela agama 1:02:34 Allah, justru pure untuk mencari 1:02:36 kekuasaan dan duniawi. Oh, berarti bukan 1:02:38 bagian dari Hiz Hizbullah. Maka di 1:02:41 manaun kita sebagai muslim berada 1:02:44 hendaknya kita berperan sebagai Hiz 1:02:46 Hizbullah. Begitu di tengah masyarakat 1:02:49 dengan pemerintahan yang mungkin tidak 1:02:51 membela syariat Islam, di situlah kita 1:02:53 berkesempatan untuk beramal saleh 1:02:55 menjadi Hizbullah dan seterusnya dan 1:02:57 seterusnya. Di tengah masyarakat yang 1:03:00 mayoritas muslim senang menjalankan 1:03:01 syariat, kita bagian dulu dalam 1:03:03 penegakan syariat Islam itu sendiri. 1:03:05 Wallahuam. Jadi jelas. Iya. Terima 1:03:08 kasih. 1:03:09 Kemudian pertanyaan selanjutnya datang 1:03:11 dari hamba Allah di Bekasi. 1:03:15 Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:16 wabarakatuh. 1:03:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:19 wabarakatuh. 1:03:20 Eh, Ustaz Amin Nurani mohon pencerahan 1:03:23 agar kita sesama umat muslim selalu 1:03:26 mencontoh 1:03:28 contoh yang terbaik dari Rasulullah 1:03:30 sallallahu alaihi wasallam dalam 1:03:31 berkeluarga, bertetangga, bermasyarakat, 1:03:34 dan bernegara 1:03:35 agar saling merangkul satu sama lain, 1:03:38 tidak saling membedakan dan saling 1:03:40 mencintai sesama umat. Syukran. Ah, 1:03:43 alhamdulillah luar biasa [terkesiap] 1:03:45 pertanyaannya dan itu memang bagian dari 1:03:49 tadi bagian dari hak dan kewajiban 1:03:51 terhadap sesama muslim. Nah, saya kasih 1:03:55 contoh bagaimana [mendengus] 1:03:57 kita mewujudkan hak dan kewajiban itu 1:04:00 dalam membentuk keluarga yang sakinah. 1:04:03 Nah, keluarga yang sakinah, yang tenang, 1:04:06 yang damai itu ya tadi bawa ke rumah 1:04:09 mawaddah, kasih sayang, rahmat ya. 1:04:12 Mawadah warahmah ya kan kasih sayang 1:04:15 baik yang sifatnya fisik maupun yang non 1:04:18 fisik. Nah, kalau kasih sayangan 1:04:20 sifatnya fisik ya tadi. Nah, di sini 1:04:22 disebutkan nih e man apa di sini ee 1:04:26 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 1:04:28 menyebutkan tasofahu yuthibul gilla. 1:04:32 Hendaknya kalian saling berjabat tangan 1:04:35 karena itu akan menghilangkan gil. Gil 1:04:37 itu artinya rasa rasa dengki yang paling 1:04:41 rendah itu gil dalam hati. Jadi ternyata 1:04:44 Rasul menyebutkan riwayat Imam Malik 1:04:46 tasofahu terus watahadu dan hendaklah 1:04:49 kalian saling memberi hadiah. Tuh saling 1:04:52 memberi hadiah. Coba dalam berumah 1:04:54 tangga mawadah kasih sayang. Nah kasih 1:04:57 sayang itu tidak hanya sekedar ungkapan 1:04:59 kasih sayang hadiah. Coba kalau 1:05:01 sebenarnya kasih sayang itu diwujudkan 1:05:04 dalam bentuk pemberian-pemberian gitu 1:05:06 ya. Ya. Pulang dari rasil bawa gorengan 1:05:09 mungkin [tertawa] ini hadiah untuk istri 1:05:11 gitu kan. Masyaallah. Jadi tahadu 1:05:13 disebutkan di sini tahadu tahabu maka 1:05:17 dan kalian saling mencintai watadhabus 1:05:19 syahna maka akan hilang dari diri kalian 1:05:21 rasa iri hati loh ternyata saling 1:05:24 memberi saling mencintai dengan apa 1:05:27 berjabat tangan itu menghilangkan tadi 1:05:29 rasa iri hati berawal dari heal ya itu 1:05:33 rasa dengki yang paling masyaallah itu 1:05:35 luar biasa ini kan ee apa bagaimana 1:05:39 bagaimana Islam itu mengajarkan ya tadi 1:05:42 membangun 1:05:43 ee membangun apa? Membangun masyarakat 1:05:45 yang luar biasa dalam kehidupan tuh. 1:05:47 Wabagu. Nah, ini petunjuknya nih. 1:05:50 Petunjuknya bagaimana kita membangun 1:05:52 apa? Membangun karm. Tabagu. Jangan 1:05:55 kalian saling saling membenci. Tahasadu. 1:05:58 Jangan kalian saling hasad. Tadabaru. 1:06:01 Jangan jangan kalian saling tadi saling 1:06:04 membelakangi ya kan. Jadi mencerca dari 1:06:06 belakang. Wu wu waunu ibadallahi 1:06:10 ikhwana. Dan jadilah Anda adalah 1:06:12 hamba-hamba Allah yang saling 1:06:13 bersaudara. Wilimaju 1:06:17 fauqas. Tidak halal hukumnya bagi 1:06:19 seorang muslim untuk tidak bertegur 1:06:21 sapa. Karena tadi karena ada sesuatu 1:06:24 masalah fauqas di atas 3 hari sampai 1:06:27 diatur begitu. Subhanallah. Nah, ini ini 1:06:31 hadis riwayat Imam Muslim. Itu bagian 1:06:33 dari hak dan kewajiban. Nah, 1:06:35 sesungguhnya 1:06:36 kenapa dalam aturan dalam Islam itu di 1:06:39 sana dibahas tentang hak dan kewajiban? 1:06:41 Karena inilah yang akan menjabatani 1:06:44 terbangunnya keharmonisan masyarakat 1:06:46 baik dalam skup kecil maupun skup besar. 1:06:49 Begitu. Belum lagi hadis Nabi ini yang 1:06:51 menjadi masalah. Iyakumadon coba jauhi 1:06:54 oleh kamu itu prasangka. Nah, ini kan 1:06:56 masyaallah. Coba di dunia politik, di 1:06:59 dunia pergaulan, di dunia bisnis lah ini 1:07:01 atau di dunia apa? Di dunia apa? kerja 1:07:04 sama. Kalau sudah muncul tadi zon 1:07:06 prasangka, nah itu sudah menjadi hal 1:07:08 yang menjadi hal bibit-bibit perpecahan, 1:07:11 bibit-bibit ketidakharmonisan. 1:07:14 Nah, dalam Islam aturan itu disbutkan 1:07:15 yaakum wadon jauhi oleh kamu prasangka. 1:07:18 Fainn aqdabul hadis. Karena sesungguhnya 1:07:22 namanya prasangka itu adalah 1:07:23 sedusta-dusta pembicaraan. Wala 1:07:26 tajasasu. Nah, sampai begitu jangan 1:07:28 kalian saling memata-matai. Nah, 1:07:30 biasanya kalau sudah prasangka itu pada 1:07:33 akhirnya saling mencari kelemahan, 1:07:35 saling mencari apa? Kartu. Kartu apa? 1:07:38 Kartu dan seterusnya. Coba bayangkan 1:07:41 disebutkan di sini pertama berawal dari 1:07:43 zon. Kemudian wala tajasasu jangan 1:07:45 saling memata-matai. Nah, berarti zon 1:07:48 itu menjadi pintu ketidakharmonisan. 1:07:51 Coba bayangkan kalau dalam kita nih 1:07:53 negara yang besar, masyarakat muslim 1:07:56 yang mayoritas, tapi para pemimpinnya 1:07:58 itu berawal dari don saling prasangka 1:08:01 nanti pada ujung-ujungnya tadi ya kan 1:08:03 tajassasu. 1:08:05 Nah, masyaallah memata-matai. 1:08:07 Masyaallah. Nah, kalau sudah 1:08:08 memata-matai kan ini bukan berlomba 1:08:11 untuk memaslahatkan, untuk memakmurkan, 1:08:14 untuk mensejahterakan. nanti berlomba 1:08:17 untuk mencari tahu kelemahan sesama lah. 1:08:20 Ini bagaimana mau menjadi bangsa yang 1:08:22 besar? Masyaallah. 1:08:24 Baru kemudian setelah wala tajasu wala 1:08:27 tanafasu. Jangan kemudian cari mencari 1:08:30 kesalahan. Jadi pertama don prasangka 1:08:34 kemudian saling memata-matai kemudian 1:08:36 tanafasuh. Jangan mencari-cari 1:08:38 kesalahan. Nah biasanya kalau sudah 1:08:41 sudah apa tadi? memata-matai. Kemudian 1:08:44 dia buka kartunya, saya buka kartunya. 1:08:46 Namanya kan cari kesalahan. Subhanallah. 1:08:50 Nah, jadi luar biasa nih hadis 1:08:52 Rasulullah sahu alaihi wasallam. Wala 1:08:53 tahasadu wala tabagadu dan seterusnya. 1:08:55 Karena nanti dari situ akan menimbulkan 1:08:57 saling menghasad, saling membenci danu 1:09:01 ibadallah ikhwan dan seterusnya dan 1:09:03 seterusnya. Masyaallah. Ini bagian dari 1:09:05 bagaimana hak dan kewajiban itu menjadi 1:09:09 aturan yang jelas dan pasti dalam Islam. 1:09:12 Tujuannya adalah membangun keharmonisan 1:09:15 secara luas. Nah, wallahuam bisawab. 1:09:20 Baik. Jadi, kita tidak boleh 1:09:22 berprasangka. 1:09:23 Iya. 1:09:24 Tidak boleh mata-matai dan tidak boleh 1:09:26 mencari kesalahan. 1:09:27 Iya, betul. Itu aturan yang jelas dari 1:09:29 Rasulillah sallallahu alaihi wasallam. 1:09:32 Apalagi sampai begini nih. Hadis 1:09:34 [berdehem] riwayat Imam at-Tirmidzi. Man 1:09:38 akhi rallahu 1:09:40 yaumalqiamah. Barang siapa yang menjaga 1:09:43 kehormatan saudaranya, coba barang siapa 1:09:47 yang menjaga kehormatan saudaranya maka 1:09:49 Allah akan halangi dia wajahnya 1:09:53 tersentuh api neraka pada hari kiamat. 1:09:56 Loh, betapa betapa besarnya itu makna 1:09:59 rodda an ardihi menjaga kehormatan, 1:10:02 menjaga kemuliaan. 1:10:04 Nah, itu etika Islam, itu aturan Islam 1:10:07 itu hak dan kewajiban. Makanya bagian 1:10:09 dari tadi adzillatin alal mukminin. Jadi 1:10:13 bagaimana Allah itu mensifati hisbullah 1:10:17 ini dengan sikap yang mereka saling 1:10:19 mencintai. Nah mencintai itu tadi salah 1:10:23 satunya adalah menjaga kehormatannya, 1:10:26 memelihara kemuliaannya dan seterusnya 1:10:29 dan seterusnya yang menyangkut tentang 1:10:30 masalah hak dan kewajiban dalam 1:10:32 pergaulan. Wallahualam. Baik, [berdehem] 1:10:36 satu pertanyaan lagi ustaz datang dari 1:10:37 Bunda Tia. Asalamualaikum warahmatullahi 1:10:39 wabarakatuh. 1:10:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10:42 wabarakatuh. 1:10:43 Ustaz, jika menebar kebaikan kepada 1:10:45 sesama muslim dengan cara menebar atau 1:10:48 mengucapkan salam. 1:10:49 Heeh. 1:10:49 Lalu, bagaimana cara menebar kebaikan 1:10:51 dengan sesama manusia yang beragam agama 1:10:54 dan budaya? 1:10:56 Hmm. Iya. Subhanallah. Nah, ini [batuk] 1:11:00 [berdehem] menyangkut tentang hak dan 1:11:02 kewajiban muslim terhadap non nonmuslim. 1:11:06 Masyaallah. Jadi sebenarnya kalau kita 1:11:09 [berdehem] perinci lebih dalam ee hak 1:11:12 dan kewajiban sesama muslim saja sudah 1:11:15 memunculkan program kebaikan yang tiada 1:11:19 terbatas. Ya kan? Ini baru baru 1:11:22 bagaimana memprogram kebaikan terhadap 1:11:25 sesama muslim saja. itu sudah artinya 1:11:28 sudah punya program yang tidak terbatas 1:11:31 luasnya 1:11:32 ya. Masyaallah. 1:11:33 Nah, tadi program kebaikan terhadap 1:11:37 orang tua pentingkah? Sangat penting. 1:11:39 Itu saja sudah luar biasa 1:11:41 program bagaimana memuliakan pasangan 1:11:44 hidup loh itu juga sudah luar biasa. 1:11:46 Nah, sekarang yang ditanyakan bagaimana 1:11:48 lebih luas dari itu program terhadap 1:11:50 manusia dengan berbeda ee budaya dan 1:11:53 agama, ya kan? Masyaallah. 1:11:56 Nah, makanya diatur di sana tentang ee 1:12:00 bagaimana kita dalam Islam itu bergaul 1:12:04 dengan nonmuslim. Nah, kalau landasannya 1:12:06 jelas Mumtahanah ayat 7 dan 8. Allah 1:12:09 tidak melarang terhadap kalian untuk 1:12:12 berbuat baik kepada nonmuslim yang 1:12:15 mereka tidak memusuhi kalian, tidak 1:12:18 mengusir kalian, dan tidak memengar 1:12:20 kalingan. Nah, ini dalam kajian 1:12:23 klasifikasi orang kafir itu kan ada 1:12:25 kafir zimi, kafir muahad, ada kafir 1:12:28 harbi. Nah, berarti kalau kepada 1:12:31 nonmuslim yang ee kafir yang zimmi, nah 1:12:34 kita di apa? Diberikan aturan ya tetap 1:12:37 berbuat baik kepada mereka dalam dalam 1:12:41 apa? Dalam urusan sosial ya kan? 1:12:43 Berwajah baik, berperilaku jujur, 1:12:46 menepati janji, kemudian punya hak 1:12:49 tetangga dan seterusnya. itu bagian dari 1:12:51 kita menebar kebaikan terhadap 1:12:53 nonmuslim. Bisa saja nanti beda budaya, 1:12:56 beda agama dan beda latar belakang dan 1:12:59 keyakinan. Itu ada aturannya gitu kan. 1:13:02 Kemudian termasuk akhlak. Bahkan kepada 1:13:05 kafir harbi, kafir yang mereka itu boleh 1:13:08 diperang itu pun ada aturan haknya. Nah, 1:13:11 tidak boleh membunuh anak, tidak boleh 1:13:14 membunuh wanita, tidak boleh membunuh 1:13:16 tokoh agama yang sedang beribadat. Loh, 1:13:18 itu sampai begitu. Masyaallah. Jadi 1:13:20 kalau bicara tentang bagaimana menebar 1:13:23 kebaikan terhadap nonmuslim, w 1:13:25 subhanallah luar biasa. Luar biasa. Jadi 1:13:29 makanya tadi kalau kita memahami tentang 1:13:32 hak dan kewajiban kita sesama muslim 1:13:34 saja itu sudah tersederet program 1:13:37 kemuliaan untuk bisa kita lakukan dan 1:13:40 kita tebar sebanyak-banyaknya gitu kan. 1:13:42 Subhanallah ya kan ya. Diamnya kita 1:13:45 untuk tidak apa membicarakan orang lain 1:13:48 saja sudah mulia kan. Diamnya saja kan 1:13:52 daripada saya ngomong enggak benar saya 1:13:54 akan ikuti tuntutan Rasulullah, tuntunan 1:13:56 Rasulullah. Apa aulia semut lebih baik 1:13:58 di luh itu saja sudah menebar kebaikan. 1:14:01 Jadi hadirnya kita tidak membuat apa? 1:14:04 Resah orang lain. Tidak bisa tidak 1:14:06 membuat orang sedih orang lain. Itu saja 1:14:08 sudah kebaikan dalam Islam. Masyaallah. 1:14:11 Itulah pandangan Islam terkait tentang 1:14:13 kebaikan-kebaikan, penebar kebaikan. 1:14:16 Masyaallah. Makanya semua pandangan itu 1:14:19 berawal dari hidayah iman dan is Islam, 1:14:23 taufik itu ya. Jadi nyambungnya itu 1:14:25 dengan keyakinan iman itulah masyaallah. 1:14:28 Jadi kita menjadi muslim itu masyaallah 1:14:32 itu memang luar biasa karunia yang luar 1:14:34 biasa. Dari situlah dampaknya kita jadi 1:14:37 tahu apa itu makna hidup, tujuan hidup, 1:14:40 apa yang perlu diperbuat dalam kehidupan 1:14:42 dan akan ke mana akhir perjalanan hidup 1:14:45 hidup kita. Karena itu landasan iman tuh 1:14:47 hidayah taufik wal iman dan Islam itu 1:14:49 subhanallah. Nah, jadi kalau kita bedah 1:14:52 lebih dalam lagi adalah bagaimana sih ee 1:14:57 bisa menebar kebaikan untuk nonmuslim ya 1:15:00 tadi memahami tentang hak dan kewajiban 1:15:02 terhadap nonmuslim. 1:15:05 Baik itu yang bersifat keluarga, baik 1:15:07 yang bersifat sosial dalam skup 1:15:09 tetangga, baik yang bersifat ee ee 1:15:13 sosial dalam bentuk muam muamalah. 1:15:15 Begitu. Masyaallah. Kalau kita dalam 1:15:18 bentuk muamalah, berbisnis dengan 1:15:19 nonmuslim boleh, boleh, tapi tetap hak 1:15:22 dan kewajiban dalam beramal, jujur, 1:15:24 amanah, dan tepat janji. Itulah yang 1:15:27 menjadi apa? Kriteria kita dalam menebar 1:15:30 kebaikan. Jadi, jadi Islam itu utuh 1:15:33 dalam kepribadian, dalam individual 1:15:36 ibadah kepada Allah dan juga dalam 1:15:38 aturan kehidupan bermasyarakat. 1:15:41 Wallahuam bisawab. 1:15:42 Baik. Wallahuam bawab. 1:15:44 I 1:15:44 iya. Itu menjadi pertanyaan terakhir, 1:15:46 Ustaz, di siang hari ini, Ikhwan dan 1:15:49 Akhwat. Seperti biasa sebelum berpisah 1:15:53 ee Ustaz akan memberikan kesimpulannya 1:15:55 pada tausiah siang kita di hari ini. I 1:15:58 pendengar Radio Silaturahim yang 1:16:00 dimuliakan oleh Allah dan pemirsa Rasil 1:16:03 Visual yang berbahagia. Kajian kita pada 1:16:07 sore hari ini adalah membedah wawasan 1:16:10 kita tentang sifat Hizbullah yang kedua, 1:16:13 yaitu mereka orang-orang yang berpihak 1:16:16 kepada Allah. Yang disebut dengan 1:16:18 Hizbullah adalah orang-orang yang bisa 1:16:20 menempatkan dalam pergaulan itu secara 1:16:23 proporsional. 1:16:24 Sehingga Allah ajarkan aturan 1:16:27 klasifikasi hidup mereka di dunia adalah 1:16:29 adanya kelompok muslim dan kelompok 1:16:32 kafir dan tidak mengenal kelas-kelas 1:16:34 yang lain. Kenapa? Karena ketika kita 1:16:37 bicara kelompok muslim, artinya di sana 1:16:39 ada aturan-aturan yang jelas yang harus 1:16:43 kita wujudkan sebagai kewajiban kita dan 1:16:46 harus kita wujudkan sebagai hak bagi 1:16:48 saudara kita. 1:16:49 Itulah hak-hak yang mengatur tentang 1:16:51 pergaulan kita sesama muslim. Baik itu 1:16:54 dalam skup rumah tangga, dalam skup 1:16:57 masyarakat, dalam sekup muamalah yang 1:16:59 semua itu diatur dalam aturan Islam. Dan 1:17:03 jika pergaulan kita terhadap sesama 1:17:05 muslim mengikuti hak dan kewajiban yang 1:17:08 sudah Allah tetapkan dan Rasulullah 1:17:10 contohkan, maka semua itu adalah menjadi 1:17:13 nilai amal saleh dalam hidup kita. Di 1:17:16 sisi lain Allah sebutkan aizzatin alal 1:17:19 kafir. Artinya ada ee sikap yang tegas 1:17:23 terhadap orang kafir. Kenapa disebutkan 1:17:25 aizatin alkafir? Karena di dalam aturan 1:17:28 Islam itu ada aturan yang mengikat dan 1:17:30 jelas. di mana di sana tidak boleh ada 1:17:33 loyalitas terhadap nonmuslim, tidak ada 1:17:36 lagi kasih sayang terhadap nonmuslim 1:17:38 kecuali hanya sekedar ukuran sosial. 1:17:40 Tidak ada lagi saling apa? Saling apa? 1:17:43 Ya, artinya adanya loyalitas, adanya 1:17:46 kasih sayang, adanya saling mendoakan, 1:17:48 adanya taawun, saling tolong-menolong, 1:17:50 tawas bilhaq, saling menasihati, itu 1:17:52 adanya dalam kehidupan sesama muslim. 1:17:55 Tapi sebaliknya tidak bisa dilakukan 1:17:58 bari itu lepas diri. Artinya berlepas 1:18:01 dari pergaulan aturan. Aturan muslim 1:18:03 terhadap nonmuslim tegas. Artinya 1:18:06 kekufuran mereka biar berjalan untuk 1:18:08 mereka. Yang kita lakukan hak dan 1:18:11 kewajiban kita terhadap mereka sekedar 1:18:13 tentang aturan yang sudah Allah dan 1:18:15 Rasulullah tegaskan. Mudah-mudahan e 1:18:18 adillatin alal mukmin aizzatin alal 1:18:20 kafir ini membuka wawasan kita lebih 1:18:23 luas untuk kita bisa menebar kebaikan 1:18:26 sebanyak mungkin menuju kriteria 1:18:29 hisbullah orang-orang yang dipilih oleh 1:18:31 Allah dan pasti mereka menang. Wallahuam 1:18:34 bisawab. 1:18:35 Baik Ustaz terima kasih banyak atas 1:18:37 tausiahnya ikhwan dan akhwat. Demikian 1:18:39 tadi tausiah kita di siang hari ini. 1:18:42 Semoga bermanfaat. Saya Abi Agus, ada 1:18:45 Yusuf Subangkit di meja operator dan 1:18:47 juga Neza di Swich Rasel TV. Mohon undur 1:18:50 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:18:53 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:18:55 wabarakatuh. 1:18:56 Waalaikumsalam warahmatullah.