Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Radio Satu Rahim dan juga Rasil TV untuk
- Islam yang satu Ikhwan dan Akhwat.
- Terima kasih masih setia mendengarkan
- dan menyimak acara kami.
- Dalam acara renungan kalbu bersama Ustad
- Rahmatullah.
- Yang pada malam hari ini masih membahas
- mengenai makam ihsan.
- Dan beliau membahas tadi sebelum jeda.
- Pembahasan tentang mahabbah atau cinta.
- Salah satunya yang disampaikan tadi
- adalah.
- Seorang yang berakhlak paling baik.
- Adalah orang yang paling.
- Paling baik dalam memperlakukan istrinya
- atau keluarganya.
- Baik Pak Ustad mengenai.
- Pernyataan Rasulullah tadi ada
- pertanyaan.
- Dari Bapak dari Ibu Maryam 35 tahun. Di
- Jayapura Negara.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Pak Ustad.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana jika kita hidup dengan suami
- yang lebih berakhlak baik kepada orang
- lain dibanding istri sendiri dan
- keluarga.
- Dengan orang lain sangat baik tapi
- dengan istri sendiri kasar tidak menjaga
- ucapan apa yang harus saya lakukan Pak
- Ustad.
- Ya.
- Terima kasih.
- Jadi.
- Memang yang.
- Banyak terjadi seperti itu.
- Nah kenapa terjadi seperti itu karena
- sesungguhnya ya tidak pernah mendengar.
- Sabda Nabi yang seperti itu gitu.
- Nah.
- Karena.
- Menurut Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
- ukuran baik itu dimulai dari dari rumah
- tangga.
- Nah sehingga barangkali. Kalau tadi
- istri mengatakan bagaimana.
- Menghadapi hal yang semacam itu
- barangkali perlu disampaikan. Hadis Nabi
- yang seperti itu kepada suami kita.
- Karena ukuran baik itu ya dimulai dari
- dalam kan.
- Dari istri kita.
- Kemudian kita baru berbuat baik ke luar
- jadi dimulai dari.
- Apa namanya ring satu lah kira dari inti
- ring satu ring dua dan ring tiga dan
- seterusnya.
- Begitulah yang di.
- Lakukan oleh Nabi Shallallahu Alaihi
- Wasallam kemudian yang kedua
- sesungguhnya.
- Kalau tadi dikatakan akhlak baik
- kebaikan itu sesungguhnya kan adanya
- dari rasa cinta.
- Iya. Rasa cinta itu kalau tadi
- dikatakan.
- Disebutkan di dalam surah Ar Rum itu wa
- min ayatihi an kholaqolakum an
- kholaqolakum min anfusikum azwaja. Li
- taskunu ilaiha.
- Waja'ala bainakum mawaddatan wa rahmah
- inna fi dzalika ayatil liqaumin
- yatafakkarun.
- Sesungguhnya Allah menciptakan ya
- menciptakan hidup berpasang-pasangan.
- Jadi suami istri jadi keluarga li
- taskunu ilaiha.
- Agar supaya ada ketenangan hidup.
- Ya.
- Waja'ala bainakum mawaddatan wa rahmah
- kemudian.
- Allah menciptakan kasih sayang.
- Ya.
- Jadi ada ketenangan hidup.
- Ada kasih sayang itulah sesungguhnya.
- Tujuan Allah menciptakan kehidupan rumah
- tangga suami istri.
- Sehingga ketika sudah tidak ada lagi.
- Ketenangan tidak ada lagi kasih sayang
- maka secara hakiki sesungguhnya rumah
- tangga itu sesungguhnya sudah runtuh
- gitu.
- Hmm.
- Nah oleh karena itu. Marilah Alquran dan
- sunah Rasul itu.
- Harus menjadi.
- Payung.
- Kehidupan rumah tangga kita.
- Kalau tadi disebutkan bahwa.
- Orang yang paling baik itu adalah orang
- yang paling baik akhlaknya kata Nabi.
- Dan orang yang paling baik akhlaknya itu
- adalah orang yang. Baik terhadap
- istrinya.
- Sehingga perintah Allah dan Rasulnya di
- dalam kehidupan rumah tangga kalau itu
- dijadikan sebuah.
- Undang-undang di dalam kehidupan rumah
- tangga. Iya kan.
- Maka pasti akan.
- Rahmat Allah itu akan turun.
- Di rumah kita. Rahmat Allah itu apa.
- Kalau di dalam surah Al Hadid ayat 28
- itu.
- Yuk tikum kiflaini min rahmatika. Ada
- dua buah rahmat.
- Yang pertama wa yaj'al lakum nuran tam
- syuna bihi Allah akan berikan cahaya
- yang dengan cahaya itu akan. Bisa
- berjalan di permukaan bumi dengan benar
- artinya.
- Allah akan memberikan cahaya di dalam.
- Rumah kita.
- Sehingga seluruh isi rumah itu akan
- berjalan sesuai dengan.
- Koridor Quran dan sunah Rasul.
- Kemudian rahmat yang kedua adalah
- ampunan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Sehingga.
- Ukuran-ukuran kehidupan.
- Ya.
- Atau.
- Baik.
- Baiknya seseorang.
- Maka harus diukur dengan Alquran dan
- sunah Nabi gitu.
- Kalau tadi dikatakan.
- Kepada orang lain baik tetapi kepada
- orang kepada istri sendiri tidak seperti
- itu gitu nah ini artinya apa.
- Ini sesungguhnya kebaikan.
- Yang tidak didasarkan kepada.
- Perintah Allah dan Rasulnya.
- Sehingga memang sesungguhnya banyak
- hal-hal yang belum kita ketahui
- bagaimana sesungguhnya kita harus
- bersikap secara pribadi.
- Di dalam kehidupan rumah tangga dan
- kepada saudara-saudara kita yang seiman.
- Dan semuanya itu sesungguhnya adalah.
- Kata kuncinya adalah adanya rasa cinta
- di dalam lubuk hati kita.
- Ya.
- Nah cinta itulah kalau tadi dikatakan
- bahwa cinta itu adalah iman iman itu
- adalah cinta.
- Cinta itu adalah satu keindahan yang ada
- di dalam lubuk hati sehingga kalau
- semuanya itu di. Selesaikan dengan
- keimanan dengan kecintaan dengan
- keindahan maka semuanya akan selesai.
- Jadi.
- Kalau tadi dikatakan bagaimana cara
- menyelesaikannya mari kita kembali
- kepada Alquran dan sunah Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam masih banyak
- sesungguhnya. Yang kita. Tidak ketahui.
- Apa yang ada di dalam Alquran dan apa
- yang diperintahkan oleh Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Ya mari kita belajar gitu.
- Karena yang namanya belajar itu.
- Ukurannya sampai liang lahat ya.
- Tidak ada kata terlambat gitu.
- Jadi mari kita. Kita harus belajar
- terus-menerus karena.
- Apa namanya Alquran ini yang 30 juz ini
- Subhanallah ya.
- Masih belum banyak yang.
- Kita ketahui di dalam Alquran Al Karim.
- Sehingga.
- Mari kita.
- Niatkan di dalam diri kita untuk
- bersungguh-sungguh mempelajari Alquran
- Al Karim sehingga apa yang kita lakukan.
- Betul-betul sesuai dengan Quran dan.
- Sunah Rasul.
- Karena sebagaimana yang dikatakan oleh
- Nabi.
- Dua hal dua perkara.
- Yang.
- Ditinggalkan oleh Nabi yang tidak akan
- sesat selama-lamanya.
- Quran dan sunah Rasulullah Shallallahu
- Alaihi Wasallam.
- Sehingga di dalam kehidupan rumah tangga
- itu.
- Suami sebagai pemimpin.
- Mengajak istri. Dan.
- Anak-anak kita semuanya. Untuk.
- Fastabiqul khairat berlomba-lomba untuk
- mempelajari Alquran dan sunah Rasulullah
- Shallallahu Alaihi Wasallam barangkali
- wallahu a'lam. Baik semoga terjawab ya
- Ibu.
- Maryam yang bertanya. Kemudian ada
- pertanyaan masih mengenai suami istri.
- Ini Pak Ustad dari Bapak Sumali masih di
- sana ada ini.
- Bertanya Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- Apakah apakah ketika cinta kita lebih
- besar kepada istri daripada orang tua.
- Tetap masuk dalam hadis Nabi tentang
- orang yang akhlak paling baik tadi Pak
- Ustad.
- Sesungguhnya begini.
- Kalau orang tua itu. Jadi posisi orang
- tua dengan anak ya.
- Jadi artinya di dalam hal ini adalah.
- Anak jadi kita sebagai anak. Istri kita
- itu kan.
- Posisinya sebagai anak juga.
- Gitu.
- Jadi artinya kalau kita.
- Sebagai suami istri kan kita punya orang
- tua.
- Iya kan.
- Nah.
- Orang tua kita.
- Dan mertua itu posisinya sama.
- Hmm.
- Sehingga artinya.
- Ketika kita
- apa namanya baik kepada orang tua maka
- istri kita juga. Harus.
- Baik juga kepada orang. Tua maupun
- mertua kita.
- Jadi tidak bisa dibandingkan ya.
- Jadi artinya.
- Oh ini harus baik kepada kepada istri
- baru kepada orang tua tidak malah orang
- tua yang harus diutamakan.
- Hmm.
- Orang tua yang harus kita utamakan jadi
- istri kita ini diajak serta untuk
- bersama-sama untuk berbakti kepada kedua
- orang tua maupun mertua gitu.
- Jadi posisinya seperti itu.
- Jadi kita baik sama istri dalam artian
- mengajak istri kita untuk berbakti
- kepada.
- Orang tua kita.
- Hmm.
- Jadi.
- Apa namanya. Tidak berarti oh.
- Baik sama istrinya sama orang tuanya
- nomor dua tidak seperti itu posisinya
- tetap orang tua kita ini pada.
- Porsi yang pertama dan utama. Gitu ya.
- Karena. Orang tua ini.
- Nomor dua setelah Allah ya.
- Jadi, yang pertama itu
- ee, apa namanya? Ibadah yang paling
- afdol itu salat, assalatu ala waqtiha,
- artinya ibadah kepada Allah, menuju
- kepada Allah.
- Kemudian yang kedua, berbakti kepada
- kedua orang tua. Nah, berbakti kepada
- kedua orang tua itu, kita sama istri
- kita posisinya, gitu.
- Untuk
- ee, mengutamakan kedua orang tua kita.
- Barangkali itu, wallahualam. Baik,
- Ustaz.
- Sebenarnya mengenai masalah suami istri
- ini
- pondasi atau yang universal gitu, Ustaz,
- yang secara umum.
- Baik itu kita sebagai muslim ataupun
- melihat orang-orang yang belum
- menyatakan diri sebagai muslim gitu,
- misalnya Pak Ustaz,
- ada yang mengatakan bahwa ee,
- kelangsungan pernikahan itu tergantung
- harta, ternyata
- ada ada juga orang miskin yang
- pernikahannya
- tidak bertahan lama, tapi ada juga orang
- yang berharta,
- pernikahannya juga ee, cepat berakhir
- gitu, Pak Ustaz.
- Ada juga yang mengatakan ilmu gitu, tapi
- kita melihat banyak juga orang-orang
- yang ilmu agama atau ilmu dunianya
- pas-pasan,
- tapi pernikahannya
- bisa bisa langgeng gitu, Pak Ustaz.
- Atau
- orang-orang yang mungkin kita melihat
- belum Islam, tapi ada juga Pak Ustaz
- yang
- rupanya sebagai suami istri mereka
- harmonis gitu, Pak. Jadi, sebenarnya
- inti dari pernikahan
- sebagai suami istri dan keluarga besar
- ini di mananya, Pak Ustaz?
- Ya.
- Ee, nanti bisa dilihat di surat Al
- Anfal, ya.
- Surat delapan pada ayat yang ke
- 63, ya.
- Itu disebutkan,
- audzubillahiminasyaitanirrajim.
- Wa allafa baina qulubihim, lau anfaqta
- ma fil ardhi jami'an.
- Ma allafta baina qulubihim.
- Walakinnalaha allafa bainahum, innahu
- azizun hakim.
- Ya.
- Dialah Allah yang mempersatukan hati
- mereka orang-orang yang beriman.
- Walaupun kamu menginfakkan semua
- kekayaan yang berada di bumi itu,
- niscaya kamu tidak bisa mempersatukan
- hati mereka. Akan tetapi, Allah telah
- mempersatukan hati mereka, sesungguhnya
- Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
- Jadi, kalau tadi dikatakan,
- ee, apa namanya?
- Oh, orang
- dikasih uang, sudah selesai.
- Ternyata di sini,
- Allah mengatakan, walaupun kamu
- belanjakan seluruh kekayaanmu di dunia
- untuk mempersati, mempersatukan
- keluarga, mempersatukan suami istri atau
- mempersatukan hati atau kalbu itu,
- niscaya tidak akan bisa.
- Nah.
- Artinya, rasa cinta itu tidak akan tidak
- akan tersambung,
- walaupun kalian itu membelanja,
- membelanjakan seluruh harta bendanya
- untuk mau mempersatukan
- rasa cinta di dalam hati itu. Tidak
- bisa, kata Allah.
- Karena itu adalah merupakan
- ee, apa namanya?
- Hak prerogatif Allah.
- Nah.
- Jadi, bagaimana
- kalau harta tidak bisa mempersatukan
- hati,
- kemudian ee, langkah selanjutnya, mari
- kita lihat di dalam ee, surat
- 58, ya.
- Ayat 22.
- Audzubillahiminasyaitanirrajim.
- La tajidu qauman yu'minuna billahi wal
- yaumil akhiri, yuwwadduna
- man haddallaha wa rasulahu, walau kanu
- aba'ahum
- au abna'ahum
- au ikhwanahum au asyiratahum.
- Ulaika kataba fi qulubihimul imana wa
- ayyadahum biruhin minhu.
- Wa yudkhiluhum jannatin tajri min
- tahtihal anharu khalidina fiha,
- radhiyallahu anhum wa radhu anhu, ulaika
- hizbullah. Ala innahizballahi humul
- muflihun.
- Engkau, Muhammad, tidak akan mendapatkan
- satu kaum yang beriman kepada Allah dan
- hari akhirat saling berkasih sayang
- dengan orang-orang yang menentang Allah
- dan Rasul-Nya.
- Sekalipun orang-orang itu bapaknya,
- anaknya, saudaranya atau keluarganya.
- Mereka itulah orang-orang yang di dalam
- hatinya telah ditanamkan Allah keimanan.
- Dan Allah telah menguatkan mereka dengan
- pertolongan
- yang datang
- dari Dia.
- Lalu dimasukkannya mereka ke dalam surga
- yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.
- Mereka kekal di dalamnya. Allah ridha
- terhadap mereka dan mereka pun merasa
- puas terhadap limpahan rahmat-Nya.
- Mereka adalah golongan Allah.
- Sesungguhnya golongan Allah itulah yang
- beruntung.
- Jadi, di sini
- tidak akan bisa berkasih sayang. Kasih
- sayang itu adalah, jadi kalau ingin
- berkasih sayang, jadi bagaimana suaminya
- harus beriman kepada Allah,
- beriman dan bertakwa. Istrinya diajak
- serta begitu. Nah, nanti suami istri,
- begitu juga anak-anak kita. Nanti itu
- yang akan dipersatukan oleh Allah
- subhanahu wa taala.
- Jadi, tidak bisa dengan uang.
- Kasih sayang itu sesungguhnya adalah
- milik Allah.
- Arrahman Arrahim, Allah Yang Maha
- Pengasih, Yang Maha Penyayang.
- Jadi, yang mempunyai sifat pengasih,
- kasih sayang, rasa cinta itu adalah
- Allah. Sehingga,
- ee, kalau kita ingin berkasih sayang,
- maka dekatilah Allah.
- Ya, jadi suaminya mendekati Allah,
- istrinya mendekati Allah, maka nanti
- suami istri ini akan di
- ee, ikat dengan kasih sayang oleh Allah
- subhanahu wa taala.
- Allah sudah menetapkan bahwa
- ee, walaupun seluruh harta bendamu kamu
- belanjakan untuk mempersatukan hati
- mereka, niscaya tidak bisa.
- Karena itu sesungguhnya adalah merupakan
- ee, wilayah kekuasaan Allah yang manusia
- tidak mampu mempersatukan
- kalbu
- orang yang beriman dengan orang yang
- durhaka tidak akan bisa berkasih sayang.
- Jadi, yang bisa berkasih sayang itu
- adalah orang-orang yang beriman dengan
- orang yang beriman itu bisa berkasih
- sayang. Apalagi ini
- ee, orang yang berihsan dengan orang
- yang
- ihsan itu sama-sama di
- persatukan oleh Allah subhanahu wa
- taala. Jadi, kata kuncinya sesungguhnya
- adalah
- keimanan dan ketakwaan itu akan
- melahirkan satu kasih sayang.
- Akan melahirkan kecintaan.
- Akan melahirkan sakinah, mawaddah wa
- rahmah di dalam
- kehidupan rumah tangga. Itulah
- sesungguhnya
- ee, resep-resep yang ada di dalam
- Alquranul Karim.
- Yang kadang kala
- kita tanpa disadari
- ee, kita ini mempunyai pemikiran yang
- ee, bersifat materi. Dianggapnya bahwa
- segala sesuatunya dengan materi akan
- selesai.
- Ternyata sesungguhnya tidak. Alquran,
- Allah telah menetapkan bahwa kasih
- sayang, ketenangan
- itu adalah ada pada Allah. Sehingga,
- kalau di dalam kehidupan rumah tangga
- ingin ada satu ketenangan dan mawaddah,
- kasih sayang, maka semuanya, seluruh isi
- rumah tangga ini harus bersama-sama
- mendekati Allah subhanahu wa taala. Baru
- nanti sakinah, mawaddah wa rahmah itu
- akan diturunkan di dalam kehidupan rumah
- tangga kita.
- Barangkali itu, wallahualam. Baik, itu
- tadi nasehat dari Ustaz
- mengenai pondasi, ya, Ustaz, ya, dari
- berumah tangga mungkin
- yang akan berumah tangga dan juga yang
- sudah berumah tangga bisa
- mengingat kembali, ya, nasehat-nasehat
- ini.
- Baik, Pak Ustaz, kita lanjutkan.
- Ada pertanyaan dari hamba Allah.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi Pak Ustaz, bagaimana kita
- mengingat Allah dengan ketika berdiri,
- berbaring
- dan ketika nazak? Nazak, Pak Ustaz.
- Ya.
- Ee,
- berdiri, duduk dan berbaring itu
- sesungguhnya adalah posisi
- manusia, ya.
- Seharian. Artinya, sesungguhnya
- Allah memerintahkan kepada kita untuk
- senantiasa selalu berzikir dalam situasi
- dan kondisi apapun.
- Bahkan ketika kita mau tidur pun pada
- saat berbaring,
- ee, Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam memerintahkan kepada kita
- agar supaya kita memperbanyak berzikir
- kepada Allah subhanahu wa taala.
- He em.
- Kalau tadi dikatakan, bagaimana pada
- saat nazak? Artinya pada saat sakaratul
- maut, ya.
- Ee,
- sakaratul maut sesungguhnya adalah
- merupakan akhir daripada kehidupan
- manusia.
- Akhir dari kepada man, kehidupan manusia
- ini
- akan ditentukan
- awal kehidupan manusia.
- Dari awal sampai akhir.
- Sehingga,
- ee, awalnya seperti apa dan
- terus-menerus prosesnya sampai kepada
- akhir, maka zikrullah itu harus
- senantiasa
- bersama-sama dengan orang itu.
- Sehingga kalau awalnya itu orang ahli
- zikir, maka akhirnya insyaallah orang
- itu
- akan
- berakhir dalam keadaan
- menyebut asma Allah, lailahaillallah.
- Jadi
- apa sih apa yang dikatakan oleh Nabi
- sallallahu alaihi wasallam, siapa yang
- akhir hayatnya itu
- saat sakaratul maut lailahaillallah
- dakhalal jannah.
- Jadi zikir itu sesungguhnya
- ee tidak serta-merta
- mendekati sakaratul maut
- ya
- tetapi jauh sebelum mau menuju sakaratul
- maut ini sudah dilatih gitu.
- Jadi seperti orang
- ee sakaratul maut ini sebenarnya kan
- finish ya
- start-nya akan ada, jadi start awal itu
- harus
- benar-benar
- ee secara istikamah kita ee memperbanyak
- berzikir kepada Allah subhanahu wa
- taala.
- Sehingga ketika orang itu sudah terbiasa
- dalam keadaan berdiri, duduk, dan
- berbaring insyaallah
- ketika sakaratul maut akan dimudahkan
- oleh Allah subhanahu wa taala
- dengan mengucapkan kalimat
- lailahaillallah, itulah akhir kalimat.
- Ya pada saat
- ee roh kita dicabut oleh Allah subhanahu
- wa taala. Kalau itu yang terjadi maka
- Nabi mengatakan kan dakhalal jannah.
- Jadi barangkali itu, wallahualam. Baik,
- alhamdulillah semoga terjawab ya.
- Kemudian
- ada pertanyaan ini di luar tema Pak
- Ustaz dari
- hamba Allah di Gunung Putri, kami
- bacakan
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- ee mau bertanya di luar tema, ceritanya
- begini ada orang ngontrak di rumah saya
- seorang nenek-nenek he em dan bersama
- anak dan cucunya he em sedangkan cucunya
- itu yatim
- he em nenek itu kalau ditagih uang
- kontrakan marah katanya, tadinya saya
- berniat
- ee saya berniat ingin membantu tapi
- setelah 5 bulan tidak dibayar he em
- sedangkan anaknya bekerja, apakah salah
- saya Pak Ustaz? Dari hamba Allah di
- Gunung Putri.
- he em Dia bekerja gitu ya? Iya. Tadi
- dibilang, ya sesungguhnya memang itu ya,
- jadi anda antara
- kewajiban untuk membayar itu ya harus
- dipenuhi bagi si pengontrak ya.
- Adapun misalnya bagi si pemilik rumah
- itu tadi sudah sudah cukup bagus ya apa
- namanya ada satu kebijakan ya jadi di
- satu di satu sisi ini adalah
- ee pemilik rumah ee bijak tapi di sisi
- yang lain bagi yang ngontrak ini sebuah
- kewajiban
- jadi
- ee kewajiban harus dipenuhi, kemudian
- kebijakan itu namanya kebijakan ya itu
- sudah bagus sesungguhnya tinggal
- ee barangkali
- ee dikompromikan ya, dikompromikan,
- dimusyawarahkan
- ya
- ya tentu saja ya itu tadi dengan
- ya kalau kita beriman kepada Allah ya
- ee
- apalagi mau menuju kepada ihsan gitu ya
- jadi dikatakan
- ee
- alladzina yunfiquna fis sarra'i wad
- darra'i
- jadi nanti
- di surat Ali Imran ya atau ayat 134
- bahwa
- orang yang bertakwa itu adalah alladzina
- yunfiquna fis sarra'i wad darra'i, orang
- yang
- bersedekah dalam keadaan lapang dan
- sempit ya, tadi sudah bagus ada
- kebijaksanaan.
- Kemudian
- wal kazhiminal ghaiz
- jadi menahan marah ya
- wal afina anin nas
- dan memaafkan kan
- kesalahan manusia, wallahu yuhibbul
- muhsinin, Allah cinta banget sama orang
- muhsin itu.
- Jadi sesungguhnya kebijakan itu akan
- lahir sejauh mana sesungguhnya ketakwaan
- kita kepada Allah subhanahu wa taala
- sejauh mana kita bisa
- ee mengaplikasikan
- perintah Allah di surat Ali Imran ayat
- 134 itu.
- Jadi memang itu nantinya pada akhirnya
- ee kita akan dihadapkan kepada
- kondisi
- ya nyata di lapangan
- sementara aku diperintahkan oleh Allah
- untuk bersedekah dalam keadaan lapang
- dan sempit kemudian yang kedua aku tidak
- boleh marah kemudian yang ketiga aku
- suruh memaafkan kesalahan manusia, nah
- ini kan perintah Allah
- memang tentu saja ini sesuatu pekerjaan
- yang tidak mudah ya.
- ee akan tetapi kalau kita memilih Allah
- barangkali
- ada jalan keluar lah, jadi artinya
- ee dirembuk di satu sisi
- ee apa namanya
- tentu saja yang ngontrak ini punya
- kewajiban untuk membayar
- tetapi yang punya rumah ini yaitu harus
- dipahami surat 3 ayat
- 134 itu
- nah selebihnya itu semuanya sesungguhnya
- adalah
- ee bertawakal ya kepada Allah terkecuali
- kalau memang kita misalnya
- kita tahu orang itu memang
- belum punya uang ya kan
- yang namanya
- belum punya uang kan bagaimana mau
- dipaksa gitu
- ya tunggu saja sampai
- sampai punya uang gitu
- nah insyaallah jadi begini semuanya itu
- harus dihadapi dengan keimanan ya
- ketika kita misalnya menghadapi sesuatu
- yang seperti kemudian kita memberikan
- sebuah kemudahan kepada orang lain
- insyaallah rezeki kita itu akan
- dimudahkan dari sisi yang lain oleh
- Allah subhanahu wa taala
- nah orang beriman itu seperti itu
- sesungguhnya apalagi tingkatan ihsan ya,
- yakinlah
- bahwa Allah akan mengganti itu semuanya
- sehingga kalau kita mempunyai pemahaman
- yang semacam itu
- ya apalagi kita mempunyai ee sebuah
- kewajiban memang kita ini harus membantu
- gitu ya
- insyaallah nanti akan ada jalan keluar
- ya, barangkali itu wallahualam.
- Insyaallah
- Allah tidak akan membiarkan dan pasti
- pasti akan membalas perbuatan sekecil
- apapun Pak Ustaz ya.
- Ketika orang itu akan ee
- Allah itu akan menolong
- seorang hamba
- selama hamba itu akan menolong orang
- lain
- gitu
- jadi perbanyaklah menolong orang lain
- Allah pasti akan tolong kita.
- Baik, alhamdulillah iya semoga terjawab
- ya dan untuk
- nasehat untuk kita semua dan insyaallah
- kami masih akan melanjutkan tanya jawab
- kita di malam hari ini, kami masih akan
- segera kembali setelah jeda yang satu