Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail [bernyanyi] 0:11 [musik] 0:17 [musik] 0:22 [musik] 0:28 [musik] 0:32 Bismillahirrahmanirrahim. 0:33 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:35 shi ala sayidina Muhammad waa ali 0:37 sayidina Muhammad. Asalamualaikum 0:38 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:40 akhwat pendengar Radio Silaturahim dan 0:43 juga pemirsa Rasil Pisual yang dirahmati 0:45 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:46 berjumpa di hari ini, hari Kamis hari 0:49 yang ke 19 di bulan Syakban 1442 Hijriah 0:54 atau bertepatan dengan hari yang ke-1 di 0:56 bulan April 2021. Kita berjumpa kembali 0:59 di acara tausiah malam bersama Dr. K. H. 1:04 Zaki Mubarok, MA. Beliau sur dari PBNU. 1:07 ee membahas tema mengenai sedikit 1:10 tertawa banyak menangis. Nah, ini 1:14 maksudnya apa ya? Nanti Ustaz akan 1:15 menjelaskan tentang tema kita mengenai 1:18 sedikit tertawa banyak menangis dan 1:21 nanti yang ingin bergabung bertanya 1:23 silakan bisa Anda gunakan WhatsApp kami 1:25 Ikhwan Ahwad di 0811999720. 1:31 yangin bertanya silakan nanti setelah 1:34 Ustaz memaparkannya 1:36 di malam hari ini di tausiah malam 1:40 dengan tema sedikit tertawa banyak 1:43 menangis Ustaz 1:46 ya. 1:48 Asalamualaikum 1:51 warahmatullahi 1:52 wabarakatuh. 1:55 Bismillah walhamdulillah 1:58 wasalatu wassalamu ala rasulillah. 2:02 Sayyidina Muhammad ibni Abdillah wa ala 2:06 alihi wa ashabihi 2:09 waman tabiahu wa amma ba'd. 2:13 Ikhwan akhwat, para pendengar 2:17 radio silaturahim 2:19 dan pemiriksa Rasil TV yang kami cintai 2:23 dan kami muliakan. 2:25 Malam hari ini dengan bersyukur ke 2:27 hadirat Allah atas rahmat dan 2:29 taufik-Nya, 2:31 alhamdulillah kita dapat jumpa kembali 2:33 dalam tausiah malam. Semoga acara ini 2:37 dapat mengantarkan kita pada pemahaman 2:40 agama yang mendalam dan dapat kita 2:43 praktikkan dalam kehidupan sehari-hari. 2:45 Amin ya rabbal alamin. 2:48 Ikhwan dan akhwat sekalian, 2:51 kalau kita memperhatikan 2:55 dan memahami ajaran agama kita dengan 2:57 baik, 3:00 maka kita ini pasti 3:04 banyak merenung 3:08 untuk mengagumi 3:12 keluhuran Allah Subhanahu wa taala. 3:17 banyak berzikir, 3:20 banyak melakukan 3:23 aktivitas-aktivitas 3:25 yang menggunakan akal dan kalbu kita 3:30 untuk memahami kehidupan. 3:36 Dengan cara ini maka kita hidupnya akan 3:39 prihatin, 3:41 tidak hura-hura. 3:47 tetapi terus 3:52 merenungi dan memikirkan 3:54 oh betapa banyaknya nikmat dan karunia 3:57 Allah 3:58 yang diberikan kepada kita. 4:02 Tapi ibadah kita masih jauh sekali. 4:06 Amal saleh kita masih sangat kecil. 4:11 Syukur kita 4:14 masih berat. 4:17 Nah, kalau kita merenungi hal ini, pasti 4:19 kita akan merasakan bahwa nikmat dan 4:21 karunia Allah itu yang diberikan kepada 4:23 kita luar biasa. Setiap detik kita 4:25 rasakan. 4:28 Mengapa kita kurang bersyukur? 4:33 Ya. Mengapa kita tidak meningkatkan 4:36 kualitas ibadah kita, 4:39 tidak meningkatkan kuantitasnya, 4:45 tidak meningkatkan amal saleh kita. 4:48 Waktu terus berlalu 4:51 dari usia kita muda sampai usia kita 4:53 tua. 4:56 Oh, betapa ruginya kalau begitu. 5:01 Nah, kalau kita banyak merenungi hal 5:03 ini, 5:06 menyadari kekurangan-kekurangan kita, 5:09 menyadari dosa-dosa kita, 5:12 menyadari kesalahan kita, maka kita 5:15 pasti akan banyak menangis 5:19 dan sedikit tertawa. 5:23 Inilah hakikatnya orang memahami agama 5:25 begitu. 5:30 banyak menangis dan sedikit tertawa. 5:35 Kalau kita dalam hidup ini terus 5:37 tertawa, terbahak-bahak 5:39 ke sana kemari tertawa 5:42 mengakibatkan hidup kita tidak prihatin, 5:45 mengakibatkan hati kita keras. Uswratul 5:50 qulub, 5:52 hatinya keras bagaikan batu. 5:57 asadu 5:59 bahkan lebih keras dari dari batuumika 6:09 hijar 6:14 kemudian keras hati mereka 6:18 setelah itu 6:21 fahiakal hijar 6:24 hatinya itu seperti 6:27 batu yang keras. 6:31 Bal asyaddu qosah. 6:34 Bahkan lebih keras dari batu. 6:37 Kerasnya batu 6:39 itu kalau ditetesi air terus-menerus di 6:41 situ lama-kelamaan berlobak. 6:45 Tapi kalau hati manusia yang keras 6:47 enggak 6:49 dinasehati, dibimbing, 6:52 kemudian ee diperingatkan, oh tetap aja. 6:57 Sabaun alaihim 6:59 aartahum 7:01 am lam tunirhum la yukminu. Sama saja 7:06 atas mereka. 7:09 Kamu peringatkan mereka, kamu bimbing 7:12 mereka. 7:14 kamu ajak mereka 7:17 atau tidak 7:19 la yukminun. Entoh mereka tetap tidak 7:23 mau beriman. Nah, ini gambaran orang 7:25 yang hatinya keras melebihi kerasa batu. 7:33 Maka kehidupan menus muslim adalah harus 7:36 selalu melakukan perenungan-perenungan 7:38 tadi yang kemudian menimbulkan syukurnya 7:41 semakin banyak. 7:47 Setiap saat dia bersyukur pada Allah 7:50 dan dia ceritakan itu nikmat Allah itu 7:53 pada orang lain. 7:55 Wa amma binikmati 7:57 wahaddis. Adapun terhadap nikmat Tuhanmu 8:00 maka ceritakanlah. Nah, orang itu 8:03 tahaddusan binikmah namanya. 8:05 Menceritakan nikmat Allah kepada orang 8:07 lain. Bersyukur. Setiap ketemu orang dia 8:10 tidak mengeluh enggak. Tapi dia selalu 8:12 bersyukur 8:16 mengucapkan alham alhamdulillah. 8:22 Alhamdulillah 8:23 anak saya sudah tamat SD. 8:26 Alhamdulillah anak saya bisa masuk SMP 8:29 yang bagus. Alhamdulillah anak saya 8:32 sudah bisa menghafal beberapa surat dari 8:36 Al-Qur'an. Alhamdulillah. Terus 8:41 tidak mengeluh 8:43 begitu temu orang 8:46 bagaimana ini? Bagaimana ini? Wah repot 8:49 enggak dewasa dia. Tapi orang kalau 8:52 orang yang banyak merenungi 8:55 tentang karunia nikmat Allah, dia akan 8:56 menjadi orang yang sangat dewasa dan 8:58 wujudnya adalah bersyukur kepada Allah. 9:03 Allah tegaskan lain syakartum 9:05 laidanakum. 9:08 kafartum innaabiadid. 9:13 Jika kalian bersyukur, 9:15 aku pasti akan tambahkan karunia 9:18 nikmatku kepadamu. 9:21 W kafartum. Tapi sekiranya kamu ingkar 9:23 terhadap nikmatku, innaabiadid. 9:27 Sesungguhnya azabku sangat pedih. 9:34 Itu yang pertama. 9:36 Kalau orang banyak berpikir, 9:40 banyak merenung, 9:43 banyak zikir, akan merasa betapa 9:48 besarnya karunia Allah yang diberikan 9:49 kepada kita. Maka dia terus-menerus 9:51 bersyukur. Tidak pernah henti dari 9:53 syukur tadi. 9:55 Itu yang pertama. 9:58 Yang kedua, dia juga meningkatkan 10:01 kuantitas ibadahnya. Kuantitasnya dulu. 10:04 yang biasanya baru salat wajib lima 10:06 waktu sekarang ditambah dengan 10:07 salat-salat sunah qobliah ba'diah 10:13 sebelum zuhur 10:15 dua rakaat 10:17 yang sunah muakkadnya sesudah zuhur dua 10:20 rakaat 10:28 sesudah magrib dua rakaat 10:33 sesudah Sudah 10:35 isya dua rakaat, sebelum subuh dua 10:38 rakaat. 10 rakaat 10:42 itu adalah 10:46 surat-surat sunah 10:49 qbliah ba'diah. 10:52 Kemudian dia tingkatkan lagi bukan 10 10:54 rakaat, dia tambahkan zuhurnya dua 10:57 rakaat lagi selain yang dua rakaat. 10:58 Jadi, empat rakaat sebelum zuhur, empat 11:01 rakaat sudah zuhur, empat rakaat sebelum 11:04 asar, 11:06 dua rakaat sebelum magrib, du rakaat 11:08 sebelum isya. Jumlahnya 12 rakaat. Jadi 11:11 10 + 12 24 rakaat. 11:15 Meningkat dia kuantitasnya dulu. 11:19 Biasanya enggak suka tahajud, sekarang 11:21 dia tahajud. 11:23 Bangkit bang tahajud. 11:27 Kemudian setelah itu 11:31 dia belum biasa salat duha, dia ambil 11:34 surat duha terus ibadahnya semakin 11:36 banyak. 11:38 [mendengus] 11:38 Siamnya juga begitu. Dia dulunya siam 11:40 Ramadan saja 11:43 tambah kemudian dia dengan puasa di 11:45 bulan Syawal 6 hari. Tambah puasa hari 11:47 Senin dan Kamis. 11:50 Tambah lagi puasa di hari Tarbiyah dan 11:53 hari Arafah. Tambah puasa di Tasua 11:59 dan Asyura di bulan Muharram dan 12:02 memperbanyak puasa di bulan-bulan haram. 12:07 Kemudian memperbanyak puasa di bulan 12:10 Rajab. Perbanyak puasa lagi di bulan 12:13 Syakban hampir 1 bulan atau 12:15 kadang-kadang 1 bulan Syakban itu puasa 12:17 sunahnya itu disambung Ramadan 1 bulan. 12:21 Jadi puncaknya Ramadan. 12:24 Ini lerengnya di sini enggak tiba-tiba 12:27 langsung begitu. Ada lerengnya ya. 12:30 Lerengnya ini ya. Ini ke sini. Ini di 12:33 Rajab ini naik sampai Ramadan nanti 12:37 enggak langsung jatuh ke bawah enggak. 12:39 Ada lerengnya ke sini ada bulan Syawal 12:41 kemarin. 12:43 Maaf sebelum saya lanjutkan 12:46 ini bisa didengar enggak suara saya? 12:49 Ya, terdengar, Ustaz. 12:51 Tapi kok ini enggak jalan ini anunya 12:57 Ustaz untuk gambar ada sedikit 13:00 gambarnya kok enggak enggak bergerak? 13:02 Enggak apa-apa, 13:05 I, Ustaz. Silakan dilanjut. 13:07 Enggak apa-apa. Enggak bergerak 13:08 gambarnya. 13:10 Baik. Nah, kemudian apa? Meningkat itu 13:14 ibadahnya tambah puasa-puasa sunah. 13:17 Biasanya zakat saja. Sekarang enggak. 13:19 Dia tambah sedekah. Sedekah terus 13:23 sedekahnya banyak. 13:28 Biasanya dia malas menerima teman, 13:31 sekarang dia senang menerima. 13:35 Biasanya 13:37 dia itu 13:40 enggak rajin baca Quran, sekarang dia 13:42 rajin baca Quran. Nah, itu terus 13:44 meningkat kuantitasnya dulu. 13:48 lalu 13:49 meningkatkan kualitasnya juga. 13:53 Apa wujud kualitas ibadah kita? Yang 13:55 pertama kita meniat ibadah dan muamalah 13:58 kita lillahi taala karena Allah 14:01 subhanahu wa taala. 14:06 Jangan karena yang lain. Hindari 14:08 [berdehem] 14:10 riak. 14:13 Jangan karena kedudukan. 14:15 Jangan karena ingin dipuji orang lain. 14:16 Jangan lillahi taala. Seperti yang 14:18 diikrarkan oleh doa iftitah dalam salat 14:21 kita. Innaati 14:24 wusuki wahyaya waamati lillahbilamin. 14:32 Harus seperti ini yang kita lakukan. 14:36 Meningkatkan. 14:38 Yang kedua meningkatkan keikhlasan kita. 14:45 ikhlas 14:48 dan Allah. 14:50 Yang ketiga, meningkatkan kekhusyukan 14:51 salat kita. Khusyuk. 14:55 Qud aflah mukminun 14:57 alladina hum fi shatihim khun. 15:03 Sungguh berbahagia 15:06 orang-orang mukmin yang khusyuk dalam 15:08 salatnya. Khusyuk apa? Hudur hati waktu 15:11 takbirul ihram. Dia merasa menghadap 15:13 Allah, 15:15 maka salatnya enggak sembrono. 15:17 Bacaannya jelas, tartil, 15:20 sujudnya, rukuknya, duduk antara dua 15:22 sujud, semua dilakukan dengan 15:24 tumakninah. Gak terburu-buru. 15:28 Karena dia sadar bahwa dia sedang 15:29 berhadapan dengan Allah. 15:33 Puasa kita bukan cuma sekedar menahan 15:35 lapar dan dahaga. 15:39 Puasa itu kan biasanya lahirnya tiga. 15:43 Itu sering dipegang oleh kita. 15:48 Tarkul aqli 15:50 wasurbi 15:52 wis 15:53 minal fajri magrib. Meninggalkan makan, 15:56 minum bersama dengan istri dari fajar 15:58 sampai magrib. Itu puasa yang selama ini 16:00 dilakukan. Jangan cuma itu. Jangan hanya 16:03 puasa lahiriah. Harus puasa batiniah 16:06 kita, rohaniah. Kita harus puasa apa? 16:10 Kita menjaga lisan kita 16:13 dari berkata yang tidak terpuji. 16:16 Dari perkataan kotor, dari perkataan 16:19 keji. 16:21 Kita menjaga pandangan mata kita 16:25 ya dari hal yang tersela. 16:28 dan menjaga pendengaran kita, 16:33 menjaga anggota badan kita, semua, 16:36 tangan kita, kaki kita, semuanya tidak 16:40 digunakan untuk hal yang tercela, tapi 16:44 semuanya diarahkan 16:46 supaya terpuji 16:49 dan menjaga hati kita. 16:52 hati kita. Jangan sampai hati kita 16:55 kotor. 16:57 Kalau hatinya kotor, perilakunya buruk. 17:05 Saya ambil contoh. 17:09 Ada orang laki perempuan lewat depan 17:13 kita, depan orang banyak malam hari. 17:19 Kata orang yang hatinya kotor, "Oh, dia 17:21 itu mau selingkuh." Nah, gitu melihat 17:23 orang ya laki perempuan jalan tadi. Oh, 17:27 dia orang mau selingkuh itu. Bagi orang 17:29 yang hatinya bersih, dia enggak begitu 17:31 pandangannya. Oh, itu orang suami istri 17:34 mau silaturahim ke rumah saudaranya. 17:37 Yang dilihat sama tapi hasilnya berbeda 17:40 tergantung kal. 17:43 Waidza shuhat shuhal. 17:46 Kalau hatinya baik, semua perilakunya 17:48 baik. 17:51 Fasadat. Kalau hatinya kotor, rusak, 17:53 semua perilakunya rusak. Ini yang harus 17:55 kita jaga dalam kehidupan kita dari 17:57 dilatih dengan siam dengan puasa. 18:03 Jadi tergantung hati kita ya. Maka wajib 18:06 bagi kita untuk menjaga kesucian kalbu 18:09 kita supaya tidak ternoda dengan hal-hal 18:12 yang mengotorinya. 18:16 itu kalimat. 18:18 Dari sini nanti kita akan melihat 18:20 langsung 18:22 ya perilaku orang itu dari kalbunya 18:24 tadi. 18:31 Ala inna fil jasadi mudgatan. 18:34 Ketahuilah dalam diri manusia itu ada 18:37 segumpal daging yang disebut kalbu tadi. 18:41 Tapi pengertiannya kalbu yang rohaniah. 18:44 Kalau dia baik, perilakunya baik. Kalau 18:47 buruk perilakunya buruk. 18:54 Jadi itu jaga hati. Kemudian kita harus 18:57 bisa menahan hawa nafsu kita 19:02 dalam tiga hal itu hawa nafsu dalam 19:05 puasa kita 19:07 ya atau dalam perilaku kita sehari-hari. 19:08 Tiga hal yang harus hati-hati sekali. 19:11 Inni ahya alikum syahwatil 19:14 fi butunikum. 19:16 Aku khawatiri kalian terjeram 19:19 dalam nafsu dari nafsu perutmu. Ah ini 19:22 banyak orang jadi hamba perutnya. Jadi 19:24 budak perutnya sendiri. 19:27 Makan berlebihan, minum berlebihan. Oh, 19:29 ke mana-mana dia cari makanan sampai 19:32 badannya 19:35 akhirnya dia penyakit. 19:39 Kalau makan berlebihan itu penyakitnya 19:41 berlebihan juga. 19:44 Konflikasi. 19:47 Maka enggak boleh makan. Jangan jadi 19:49 budak dari perut kita. Kalau hidup 19:51 kitanya untuk makan, apa bedanya dengan 19:53 makhluk lain? 19:56 Tidak. Kita makan untuk hidup supaya 20:00 bertahan hidup. Bukan hidup untuk makan. 20:03 Itu beda sekali. 20:06 Kita makan untuk hidup, jangan hidup 20:10 untuk makan. Salah itu. Ya. Jadi 20:13 [berdehem] 20:14 ini apa namanya? Dorongan perut kita 20:16 harus kita jaga. 20:19 Yang kedua apa? 20:21 Fi furujikum 20:24 libido seksual. Nah, banyak orang jadi 20:27 budak dari libido seksualnya sendiri. 20:29 Terjerumus dia. Berbagai macam 20:32 kejahatan, 20:34 perbuatan terkutuk terjadi dalam 20:36 masyarakat kita yang tidak masuk akal 20:38 diawali dari itu menjadi budak dari 20:41 dibidoseksualnya sendiri. 20:44 Saya enggak perlu cerita itu. Anda baca 20:45 sendiri di MED. Banyak sekali orang yang 20:49 terjerembap dalam kehinaan duniawi 20:51 ukrawi karena dia tidak bisa menjaga 20:55 godaan dari libido seksual. 21:00 Yang ketiga, wudillatil hawa. Hawa nafsu 21:03 menyesatkan. Itu yang harus kita 21:04 hindari. 21:06 Nah, ini cara kita tadi ya dengan 21:09 seperti ini merenungi, 21:12 menyadari, berzikir ya memikirkan 21:16 tentang diri kita, tentang dosa kita, 21:19 maka kita banyak menitikkan air mata 21:23 alias menangis tadi. 21:27 Ya Allah, kok saya begini? Ya Allah, 21:30 saya kok baru begini. 21:37 Dia terus melakukan introspeksi pada 21:39 dirinya, tidak melihat keburukan orang 21:41 lain, tapi dia lebih banyak melihat 21:43 keburukan dirinya sendiri. 21:52 Maka 21:55 jelaskan Rasulullah 22:01 afdolul jihad kata Nabi, "Man jahada 22:04 nafsah." 22:06 Jihad yang terbaik 22:09 adalah orang yang memerangi hawa 22:11 nafsunya sendiri. 22:15 dikatakanika 22:18 nafsuk 22:21 musuhmu yang paling berbahaya bukan 22:23 pasukan tentara bukan pasukan pengebong 22:27 tapi hawa nafsumu yang ada di antara 22:28 kedua lambungmu sendiri itu banyak orang 22:31 yang sukses di medan laga 22:34 berperang bawa senjata, pesawat 22:37 sukses tapi dia gagal dalam 22:41 mengendalikan hawa nafsunya sendiri 22:44 tersungkur dia jatuh dalam lubang 22:47 kehinaan, jurang kehinaan duniawi, 22:49 ukhrawi. Nauzubillah. 22:52 Nah, jadi itu kita tingkatkan 22:53 kualitasnya ya dari ibadah puasa kita 22:55 sebut. 23:01 Maka ketika Rasulullah sallallahu alaihi 23:02 wasallam 23:05 menyampaikan khotbah, 23:10 seluruh 23:13 jemaah beliau, para sahabatnya 23:14 memperhatikan dengan seksama, dengan 23:16 sungguh-sungguh. 23:19 Begitu Nabi naik mimbar, 23:24 di kalimat khotbahnya beliau sampaikan 23:26 salah satunya 23:29 lau tamamuna ma alamuum 23:36 qililan 23:38 wakaitumir. 23:43 Kalau kalian semua wahai 23:44 sahabat-sahabatku, 23:46 wahai jemaahku 23:48 mengetahui apa yang aku ketahui, pasti 23:51 kamu lebih banyak menangis dan sedikit 23:53 tertawa. 23:57 Sedikit tertawa dan banyak menangis. 23:59 Kenang. Nah, ini hakikat orang yang 24:01 mengerti agama. 24:03 Nah, kita kebanyakan agamanya di 24:04 kulitnya belum sampai ke situ. Kalau 24:07 agamanya sampai ke dalamnya, 24:11 ibarat pohon itu sampai ke galinya. 24:14 Pohon itu ada kulit, kemudian ada kayu 24:17 biasa ada galinya di dalamnya. Warnanya 24:19 itu menarik. 24:22 itu pasti akan terjadi seperti 24:25 iniktumilan 24:31 pasti kamu sedikit tertawa dan banyak 24:35 menangis karena menyadari tadi. Inilah 24:37 ikhwan akhwat sekalian yang bisa kami 24:39 sampaikan malam hari ini. 24:41 Semoga bermanfaat dan saya mohon maaf 24:44 apabila ada kekhilafan kekurangan. 24:46 Wabillahi rida wal inayah. 24:48 Wasalamualaikum 24:50 warahmatullah. wabarakatuh 24:54 wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat 24:55 tausiah malam bersama Dr. K. H. Zaki 24:58 Mubarak, MA dengan tema sedikit tertawa 25:02 banyak menangis. Yang ingin bergabung 25:03 silakan yang ingin bertanya di 25:05 0811999720 25:10 atau telepon di 0218451512. 25:13 Kami segera kembali. [musik] 25:24 [musik] 25:26 Brail [bernyanyi] 25:34 [musik] 25:39 [musik] 25:46 [musik] 25:50 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 25:52 bersama kami ikhwan akhwat di acara 25:54 tausiah malam bersama Dr. K. H. Zaki 25:57 Mubarok, MA. Beliau adalah Ro Suriah 25:59 dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama. Dan 26:01 tema yang disampaikan adalah mengenai 26:03 sedikit tertawa banyak menangis. Ustaz, 26:06 sudah banyak yang bertanya. Ini yang 26:08 pertama saya bacakan pertanyaan yang 26:10 masuk di 0811999720 26:15 dari Bunda L. Asalamualaikum 26:17 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai. 26:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 26:22 wabarakatuh. 26:23 ee apa sebenarnya yang menyebabkan orang 26:26 yang tadinya baik tapi tiba-tiba berubah 26:30 dan terjebak pada kesenangan semuga 26:33 membuatnya bertindak semena-mena 26:35 semaunya tanpa berpikir akan hari 26:37 pembalasan dan apa saja yang harus kita 26:40 lakukan untuk membentengi diri kita dari 26:43 hal-hal yang membuat kita terlena dan 26:46 agar kita selalu fokus pada tujuan kita 26:48 yaitu mencari mencari rida Allah dan 26:51 selamat sampai akhir hayat. Mohon 26:53 pencerahannya, Pak Kiai. Terima kasih. 26:56 Baik. 26:57 itu biasanya diawali 27:00 dengan tergoda oleh hawa nafsu tadi. 27:05 Hawa nafsu itu hati-hati itu musuh dalam 27:08 diri kita bukan dalam selimut lagi. Dia 27:10 dalam diri kita, dalam aliran darah kita 27:13 itu. 27:15 Ya. 27:18 Ya. Itu tak anu itu hawa nafsu itu 27:22 akibatnya. Kemudian secara bertahap dia 27:24 semakin jauh semakin jauh dari 27:25 kebenaran. 27:27 Karena mengikuti hawa nafsunya yang tiga 27:29 hawa nafsu tadi 27:30 ya ingat saya sebutkan tadi ya fi 27:34 butunikum nafsu dalam perutmu, nafsu 27:37 dalam hidro seksualmu, dan nafsu ya yang 27:40 menyesatkan. Tiga. 27:44 Coba nanti lihat di mana dia itu 27:47 terjerbab. 27:49 Oh, perbuatannya menyakiti orang lain. 27:52 Nafsu di 27:54 dari hawa nafsunya dia. 27:57 Oh, dia terjebab dalam perbuatan 27:59 maksiat. Ah, nafsu dari libido tadi ya. 28:04 Jadi itu diawali dari orang itu secara 28:09 bertahap sedikit demi sedikit terjerumus 28:12 dalam hawa nafsunya lalu kemudian 28:14 menjadi benar-benar terjerumus. 28:18 tenggelam dalam hawa nafsu. Kata orang 28:21 kampung kelelepak 28:24 kelelep itu tenggelam dalam hawa nafsu. 28:26 H 28:27 hancur dia. 28:29 Sehingga dia kemudian perilakunya juga 28:32 seenaknya. 28:34 Menyakiti orang lain 28:36 dia enggak merasakan itu. 28:39 Menzalimi orang lain dia tidak merasa. 28:43 Menyakiti orang lain tidak merasa. 28:46 menghina orang lain tidak merasa karena 28:48 apa? Dirinya sudah tenggelam dalam 28:51 kemauan hawa nafsu. 28:54 Bagaimana cara menghindarinya? 28:56 Ya, kita harus sadar 28:59 setiap hawa nafsu itu mulai menggoda 29:02 kita, kita tolak. 29:05 Kita katakan no tidak 29:09 tegas. 29:11 Ah, sekali ini enggak ada. sekali ini 29:14 pokoknya kita harus bermusuhan dengan 29:17 nafsu. 29:19 Kita kendalikan dia, kita rantai. 29:22 Heeh. 29:22 Ya, jangan sampai dia lepas. 29:26 Kalau lepas itu tadi menjadi musuh kita. 29:31 Ya, tapi kalau nafsu itu dalam kendali 29:33 kita, ada nafsu yang baik. 29:37 Nafsu ingin banyak beramal misalnya, itu 29:39 kan nafsu yang baik kan. Jadi nafsu itu 29:42 ada tiga. 29:45 Ada nafsul amarah. Ini nafsu yang paling 29:48 jahat, paling buruk. Apa nafsu yang 29:52 menggiring manusia kepada kemauan yang 29:55 buruk? 29:56 P perilaku yang buruk. Ini yang paling 29:58 berbahaya. 30:01 Yang kedua, nafsul lawwamah. 30:04 Nafsul lawwamah ini orang sudah 30:06 bisa menyadari baik dan buruk. 30:11 Ini baik, ini buruk, tapi dia belum bisa 30:12 laksanakan itu. Dia masih terus-menerus 30:14 lakukan yang buruk. 30:17 Ada kadang-kadang berbuat baik, tapi 30:18 perbuatan buruknya jalan terus. 30:21 Umrah, umrah tapi korupsi terus. Ini 30:23 nafsul lawam ya. 30:26 Salat, salat tapi hutang enggak mau 30:28 bayar. Nah, itu misalnya ya. Itu nafsul 30:32 lawam. Yang ketiga yang paling tinggi, 30:35 yang paling mulia nafsul mutmainah. 30:38 Jiwa yang tenang. 30:40 tentram 30:43 dia itu selalu mencari rida Allah 30:45 Subhanahu wa taala. Maka Allah panggil 30:47 ya ayatul mutmainah. Wahai jiwa yang 30:50 tenang, jiwa yang tentram irjii 30:53 kembalilah kamuiki pada Tuhanmu ratan 30:56 dengan rela dengan ridardan 30:59 maka kamu diridai oleh Allah. Jadi 31:02 kitanya dulu kalau kita rida dipanggil 31:03 oleh Allah meridai kita. 31:07 Faduli ibadi. Bergabunglah kamu dengan 31:10 hamba-hambaku yang saleh, dengan para 31:13 nabi, dengan para aulia, dengan para 31:16 shihin, dengan para syuhada. 31:17 Bergabungkuli 31:20 jannati dan masuklah ke dalam jannahku, 31:22 kata Allah. Nah, inilah yang disebut 31:24 dengan nafsul mut. Jadi, itu tadi yang 31:27 seperti tadi, Ibu ya, itu diawali dari 31:31 sedikit demi sedikit terjerumus dalam 31:33 nafsu, hawa nafsu. Ya, menghindarinya 31:37 tadi saya katakan tolak dari awal. 31:41 Enggak ada kompromi dengan hawa nafsu. 31:43 Ya, demikian, terima kasih. Semoga 31:46 bermanfaat. Baik, selanjutnya ada 31:48 pertanyaan dari Bapak Hamdan, Pak Ustaz 31:50 di Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi 31:52 wabarakatuh. 31:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:56 wabarakatuh. 31:57 Pak Ustaz, mohon nasihat ketika di saat 32:00 ini banyak sekali hal-hal yang membuat 32:02 kita yang membuat hati kita jauh dari 32:06 Allah karena beban kehidupan yang begitu 32:09 pelik. Bagaimana merasakan kembali 32:11 nikmatnya berdekatan dengan Allah, 32:14 beribadah dan menangis di sepertiga 32:16 malam. Mohon nasihat, Ustaz. 32:22 Ya. Baik. 32:24 Jadi 32:26 caranya 32:29 kita harus memihakkan diri pada 32:31 kebenaran. 32:36 Wasbir nafsah. 32:40 Tabahkan dirimu 32:45 maalladina 32:48 beserta orang-orang yang terus menyeru 32:50 Tuhan mereka gti wal asi di waktu pagi 32:53 dan sore. 32:57 Yuriduna wajahu yang semata-mata 33:00 mengharap keridaannya. 33:09 Jangan kamu palingkan kedua matamu dari 33:10 mereka 33:14 karena mengharap kemewahan dunia. 33:22 Dan jangan kamu ikuti orang-orang yang 33:23 telah kami lelekkan hatinya 33:30 anikrina dari ingat kepada kami. Wana 33:33 amru. Padahal 33:37 ya pengarahan mereka itu kepada hal-hal 33:40 yang buruk. 33:43 Jadi di situ kita harus menambahkan diri 33:45 kita untuk membiasakan 33:48 ibadah. 33:50 Memang kalau yang belum mencapai ketika 33:54 khusyuk tadi ibadah berat. 33:58 Bagi orang yang sudah khusyuk 34:01 ibadah itu suatu kenikmatan 34:05 kebahagiaan. Maka dia ibadahnya enggak 34:07 buru-buru. 34:09 Mengapa? Dia sedang berdialog dengan 34:11 yang paling dicintainya itu Allah 34:12 Subhanahu wa taala. Kalau Anda berdialog 34:14 dengan orang yang Anda cintai, maunya 34:17 buru-buru apa lama? 34:19 Pasingya lama lah. 2 jam kadang enggak 34:22 terasa. 34:25 Nah, inilah kalau kita sudah mencintai 34:28 Allah, mencintai Rasul-Nya, maka kita 34:33 akan merasakan ibadah kita kebahagiaan 34:35 yang sangat tinggi. Maka Nabi nyatakan 34:40 fah kata Nabi, "Kahagiaanku yang paling 34:43 tinggi ketika aku melaksanakan salat." 34:45 Itu Rasulullah. 34:47 Demikian, 34:49 semoga bermanfaat 34:51 dan semoga bisa dipahami. 34:54 Amin ya rabbal alamin. Terima kasih. Ee 34:56 terima kasih Ustaz. Dan selanjutnya 34:58 pertanyaan dari Bapak Rahman di 35:01 Sukabumi. Asalamualaikum warahmatullahi 35:03 wabarakatuh. 35:04 Waalaikumsalam warahmatullahi wab. 35:06 Ustaz, bagaimana hukumnya harta yang 35:09 dibelanjakan untuk jalan Allah lalu 35:11 harta itu diselewengkan untuk 35:14 kepentingan pribadinya? 35:20 Itu aja. 35:21 Itu aja, Ustaz. 35:22 Oh, itu suatu pelanggaran yang sangat 35:24 berat. 35:28 Diselewengkan ke lain anu aja enggak 35:31 sendiri sudah salah. Apalagi diselewkan 35:33 untuk perentikan sendiri itu kezaliman 35:35 yang luar biasa. 35:38 Dosa besar ya. 35:42 Maaf, misalnya 35:44 ada orang percaya pada kita untuk 35:47 memberikan santunan pada anak-anak 35:49 yatim, 35:52 lalu harta itu kita salurkan ke yang 35:54 lain, 35:57 itu sudah salah. 35:59 Apalagi dimakan sendi sendiri. Kita 36:01 enggak makan saja, tapi kita enggak 36:03 sesuai dengan amanah sudah salah. Kalau 36:06 dimakan sendiri, oh salahnya berlipat 36:07 ganda. 36:10 Kar kita harus amanah kita kalau ini 36:12 diminta untuk anak yatim sampaikan untuk 36:14 anak yatim. Kalau ini untuk orang miskin 36:16 sampai untuk miskin. Nah, karena itu 36:18 saya kalau dipercaya oleh seorang untuk 36:20 memberikan suatu pada anak yatim, saya 36:23 sampaikan pada mereka, saya mohon juga 36:26 sediakan untuk anaknya orang-orang 36:28 miskin. 36:30 Itu 36:31 jadi nanti kita enggak salah ya. Yatim 36:34 kita kasih, anak orang miskin kita 36:36 kasih. 36:40 Kasihan itu kalau anak yatim dikasih, 36:42 anak orang miskin diam aja. Kasihan 36:46 kasih juga dia. Nah, maka kepada orang 36:48 yang bersedekah tadi saya beritahu bahwa 36:51 ini saya terima untuk anak yatim 36:54 tapi sebagian saya berikan untuk anak 36:57 orang miskin. Nah, gitu. Jadi nanti kita 36:59 tidak menyalahi ee apa namanya niat dan 37:02 tujuan dari orang. Mau enggak, Pak? Yang 37:05 itunya tetap, Pak. Jumlahnya R5 juta, 37:06 Pak, untuk yatim. Nanti untuk fakir 37:08 miskinnya, anak fakir miskin kita kasih 37:11 ini R1 juta. Oke. N sampaikan kepada 37:14 yang berhak, ya. Tidak boleh 37:16 diselewengkan. Dosa besar itu ya. Terima 37:20 kasih. 37:21 Baik, dari hamba Allah, Pak Ustaz. 37:24 Asalamualaikum warahmatullahi 37:25 wabarakatuh. 37:26 Ee 37:27 waalaikumsalam warahmatullahi 37:28 wabarakatuh. 37:29 Mohon pencerahannya. Dalam salat tahajud 37:32 sebaiknya kapan waktu mustajab kita 37:35 berdoa? Apakah setelah salat tahajud 37:37 ataukah sebelum witir berdoanya atau 37:40 setelah witir, Pak Ustaz? 37:43 Baik. Tahajud itu yang paling afdal 2/3 37:46 malam waktunya ya. 2/3 malam 37:51 kita bangkit salat tahajud. 37:54 Doanya di dua tempat. Ada doa setelah 37:56 tahajud, ada doa setelah witir. Ya, itu 37:59 di situ baik dua-duanya 38:02 ya. Ada doa tahajud, ada doa witir. Ada 38:05 kita sipkan doa kita khusus di tahajud 38:08 witir dua-duanya. 38:10 Nah, dengan demikian maka ee surat 38:13 tahajud kita akan menjadi semakin 38:15 bermakna 38:17 ya. 38:19 Semakin merasakan 38:21 keagungan Allah, 38:24 semakin merasakan keagungan ajaran agama 38:27 itu kita rasakan dari situ ya. Karena 38:30 kita melaksanakan salat malam ketika 38:34 orang lain sedang tidur nyenyak. 38:37 Apalagi hujan besar. 38:39 Iya. 38:39 Malam hari hujan besar 38:42 orang lain betulin selimut ya. kita 38:45 bangkit, 38:46 kita berwudu, kita salatul lail. 38:49 Masyaallah, itu nikmatnya ya. Kenikmatan 38:51 yang tiat tarai ya. Demikian, terima 38:55 kasih. 38:56 Baik, selanjutnya dari hamba Allah 38:59 kembali, Pak Ustaz. Asalamualaikum 39:01 warahmatullahi wabarakatuh. 39:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:05 wabarakatuh. Ee Ustaz, mengapa ketika 39:08 saya melakukan ketaatan selalu merasa 39:11 tidak nyaman, merasa tidak betah, bahkan 39:14 berpikir bagaimana agar ibadah itu 39:17 segera selesai? 39:19 Bukankah taat itu nikmat, salat itu 39:21 menenangkan, ibadah itu rasanya lezat? 39:24 Bukankah seperti itu, Pak Ustaz? Mohon 39:26 nasihatnya. 39:29 Baik. 39:31 Itu karena ibadah kita masih tataran 39:34 kulit. 39:38 masih merasa itu kewajiban yang 39:39 memberatkan. Akhirnya enggak tahan, 39:43 belum ikhlas. 39:45 Sebentar sudah pengin selesai, 39:47 maka sujudnya seperti ayam mematok 39:49 makanan. Tik sudah sujudnya. 39:53 Ini karena orang itu belum menghayati 39:55 ibadah tersebut. 39:58 Kalau dia sudah menghayati dengan baik, 40:02 sudah datang kekhusyukannya, 40:04 enggak bakal terjadi begitu. 40:07 Dia ibadah ingin lama 40:09 seperti kita, maaf dulu bersengkama atau 40:12 ngobrol dengan pacar kita dulu waktu 40:14 kita muda. Oh, itu jam-zaman enggak 40:17 terasa. Nah, ini [tertawa] juga kalau 40:19 kita mencintai Allah, melebih cinta kita 40:22 kepada segala sesuatu termasuk diri kita 40:23 sendiri, maka kita akan bertahan lama 40:26 dalam ibadah. 40:28 ada kebahagiaan tersendiri 40:30 ya. Tapi itu perlu berlatih enggak 40:33 tiba-tiba datang ya. Berlatih kita 40:36 hilangkan dulu ee rasa keangkuhan kita. 40:41 Kita hilangkan 40:44 ujub kita ya. 40:47 Kita hilangkan juga riad 40:51 ya. Kita menghilangkan dalam diri kita 40:54 itu ee apa namanya? sumah. Nah, itu akan 40:58 terbentuk ya. Jadi, itu perlu 41:00 perjuangan, perlu suatu usaha yang 41:03 terus-menerus. Ada namanya riyadah, 41:07 latihan terus-menerus sampai kita 41:09 mencapai pemahaman tentang pentingnya 41:12 beribadah dan nikmatnya ibadah. 41:16 Demikian, terima kasih. 41:18 Jadi terus berlatih, Ustaz, ya. Berlatih 41:20 berlatih agar ibadahnya 41:22 betul 41:22 ee ikhlas dan bisa menenangkan juga, 41:24 Ustaz. Ya. 41:25 Iya. 41:26 Baik dari Bapak Khairul, Pak Ustaz. 41:28 Asalamualaikum warahmatullahi 41:29 wabarakatuh. 41:32 Waalaikumsalam. 41:33 Bagaimana caranya bersyukur orang yang 41:36 serba kekurangan dalam hal ekonomi? Pak 41:39 Ustaz ingin berbagi tapi belum mampu. 41:44 Ya, 41:48 caranya bersyukur seperti itu kita 41:50 melihat ke bawah, Pak. 41:53 Orang yang lebih rendah dari kita. 41:57 Saya penghasilannya misalnya ya sebulan 42:00 cuma Rp3 juta, anak saya tiga 42:06 misalnya. 42:07 Alhamdulillah ya Allah ada orang yang 42:10 belum punya kerjaan 42:12 banyak. 42:17 Ya saya kok makannya seperti ini. 42:21 Lagi-lagi 42:23 protein bati. 42:25 Lagi-lagi protein abati terus kangkung 42:29 wortel. Ya, itu aja. 42:33 Alhamdulillah 42:35 ada yang untuk beli makanan saja susah. 42:41 Untuk apa kita makanan mewah-mewah 42:45 yang kita makan, Saudara-saudara? 42:46 Setengah piring cukup kok. 42:50 ya. 42:51 Oh, kita ingin makan banyak merusak diri 42:55 kita malah makanan sederhana. 42:57 Alhamdulillah nikmat itu 43:00 tidak terjadi kolesterol 43:03 ya kalau protein nabati terus. Tapi 43:05 kalau kita makan yang protein hewani, 43:09 baji, lemak 43:11 ya, daging air, 43:15 kita makan sayuran, buah-buahan. 43:18 Buah-buahnya enggak perlu yang impor. 43:20 Buah-buahan dalam negeri lebih nikmat, 43:22 lebih asli, lebih cocok dengan 43:24 lingkungan kita. 43:26 Kalau buah impor belum tentu cocok 43:28 dengan lingkungan kita. 43:31 Ya, karena masing-masing buah itu kan 43:33 diciptakan oleh Allah dengan berbagai 43:36 rupa sesuai dengan daerahnya. 43:41 Makan pisang kita nikmat. 43:44 Mangga. Lihat 43:47 coba saya ingin jujur pada kalian semua. 43:49 Enak mana mangga dengan apel? Mangga 43:51 haru manis itu jauh lebih nikmat mangga. 43:56 Segar, harum, manis. Mangga gincu. Wah, 44:04 lebih nikmat, 44:06 harganya murah. Dan kita mengembangkan 44:09 produksi kita. Jangan kita dibohongi 44:12 orang lain. 44:13 Makan enggak enak kita paksa enak. 44:16 Enak enggak bilangnya enak. Padahal 44:18 enggak [tertawa] enak dia. Itu enggak 44:19 jujur. Harus durian. Coba Anda lihat 44:23 orang lain pengin durian susah. Kita 44:28 rambutan, manggis, salak. 44:32 Oh, orang lain itu melihat salak 44:36 ya, melihat manggis itu orang lain. Ini 44:39 buah apa ini? Hitam bundar di dalamnya. 44:42 Kata orang Arab fah di dalamnya ada 44:46 otaknya. Itu dia cerita buah manggis 44:51 nikmat. Jadi ini kita dengan cara begini 44:54 kita akan bersyukur 44:56 ya. Kenapa kita bangga dengan 44:58 buah-buahan orang lain? Kita bangga 44:59 dengan buah-buahan kita. 45:01 gitu ya. Harus punya jati diri termasuk 45:05 cara berpakaian. Kita bangga dengan 45:08 pakaian produksi kita bukan perak 45:10 produksi orang lain. 45:13 Bagus punya kita. 45:16 Orang lain juga banyak ambil dari kita 45:17 itu. Cuma mereka punya merek aja. Mereka 45:21 punya merek aja. Dibikinnya di kita 45:22 sini. 45:24 Ya. 45:26 J inilah gambaran-gambaran gimana supaya 45:28 kita tidak ee terjerumus ke dalam 45:31 hal-hal seperti itu. Ya, kita harus ee 45:34 bersyukur tadi caranya melihat orang 45:37 yang lebih rendah dari kita. Insyaallah 45:39 bisa. 45:41 Wabillahi taufik wal hidayah. 45:43 Wasalamualaikum 45:44 warahmatullahi wabarakatuh. 45:47 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:48 wabarakatuh. Ustaz, mungkin disimpulkan 45:51 pembahasan di malam hari ini sebelum 45:52 kita pamit. Ya. Baik, 45:56 ikhwan akhwat sekalian. 45:58 Kalau kita sudah memahami agama dengan 46:00 baik 46:02 sampai 46:03 ke dalam isinya, 46:05 bukan di luarnya, di kulitnya bukan. Ya, 46:08 ibaratnya kalau kita melihat buah kelapa 46:12 itu ada sabutnya. Itu orang ada yang 46:14 agamanya disabut itu. Ada yang batok 46:17 yang di dalamnya keras itu. Ada yang 46:19 kopraknya 46:21 yang paling dalam adalah apa? minyaknya 46:24 minyak lap 46:25 ya itu yang agamanya supaya kita 46:28 meningkat kualiti agama kita. Nah kalau 46:31 sudah sampai ke tingkat itu pasti 46:35 qililan kata Nabi 46:38 pasti kamu akan sedikit tertawa tapi 46:41 sebaliknya banyak menangis. Sehingga 46:43 waktu Nabi khotbah tadi, waktu Nabi 46:45 sampaikan kalimat ini, Saudara-saudara, 46:48 itu semua sahabat Nabi 46:51 menjerit menutup wajahnya dengan 46:53 sorbannya merunduk ke bawah. 46:57 Semua mereka menangis sedu-seda. 47:00 Mereka menangis sambil mendengarkan 47:02 khotbah Nabi. 47:04 Mereka tersentuh hatinya. Itu betul 47:07 bahwa orang yang agamanya mendalam akan 47:09 banyak 47:11 nangis dan sedikit tertawa. Demikian, 47:14 semoga bermanfaat. 47:17 Wallahul muwafiq ilaw thq. 47:20 Wasalamualaikum warahmatullah 47:22 wabarakatuh. 47:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 47:24 wabarakatuh. Demikian Iwan Ahbad 47:25 kebersamaan kita di acara tausiah malam 47:27 bersama Dr. K. H. Zaki Moruk, MA. 47:31 Sedikit tertawa banyak menangis. Semoga 47:34 apa yang disampaikan dapat menambah ilmu 47:36 agama kita juga menambah iman dan takwa 47:39 kita kepada Allah Subhanahu wa taala. 47:41 Yang sudah bergabung terima kasih 47:42 banyak. Saya yang bertugas Pak Temani 47:45 Ondi dan juga Yusuf Subangkit pamit. 47:48 Subhanakallahum wabihamdika asadua 47:49 ilahailla anta astagfiruka waubu ilaik. 47:51 Wasalamualaikum warahmatullahi 47:53 wabarakatuh. 48:24 Yeah.