Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:25 berjumpa dalam program tausiah sore. 0:29 Yang akan merenungi satu tema yang 0:31 sangat dekat dengan kehidupan kita. Di 0:34 mana pada sore hari ini ikhwan dan 0:36 akhwat 0:38 kita akan mengambil tema nikmat Allah 0:40 yang dilalaikan. 0:42 Di sore hari ini ikhwan dan akhwat 0:44 seperti biasa telah kami hadirkan di 0:47 ruang dengar Anda Ustaz Z M Bahmid yang 0:50 kini telah tersambung melalui sambungan 0:54 Zoom. Assalamualaikum warahmatullahi 0:56 wabarakatuh, Ustaz. 1:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01 wabarakatuh. 1:02 Masya Allah. 1:04 Ikhwan dan akhwat seringkali kita sibuk 1:07 mengejar keinginan dan kebutuhan dunia 1:09 hingga lupa bahwa sejatinya kita 1:12 dikelilingi oleh nikmat Allah yang tidak 1:15 terhitung jumlahnya. 1:17 Mulai dari nikmat kesehatan, waktu 1:19 luang, iman, keluarga hingga kesempatan 1:23 untuk beribadah. 1:25 Namun sayangnya banyak dari nikmat itu 1:27 justru terabaikan dan baru terasa 1:30 berharganya ketika sudah hilang. 1:32 Di sore hari ini itu yang akan dibahas 1:35 oleh guru kita Ustaz Z M Bahmid. Dan 1:39 alhamdulillah kita telah tersambung 1:41 dengan beliau. Langsung saja ikhwan dan 1:43 akhwat kita akan mendengarkan 1:45 tausiah yang akan disampaikan oleh guru 1:47 kita. 1:49 Tafadhol, Ustaz. 1:52 Assalamualaikum warahmatullahi 1:54 wabarakatuh. 1:57 Bismillahirrahmanirrahim. 1:58 Alhamdulillah 2:02 Alhamdulillahilladzi 2:05 an'amana bi afdhalil adyan. 2:08 Alhamdulillah 2:10 alladzi an'ama alaina binikmatal Islam 2:13 wal iman. 2:17 Tsumma innalhamdalillah nahmaduhu 2:19 wanasykuruhu wanasta'inu wanastaghfiruh. 2:23 Wana'udzubillah min syururi anfusina wa 2:25 min sayyiati a'malina. 2:28 Man yahdillahu fahuwal muhtad. 2:31 Waman [berdehem] yudhlil falan tajid 2:33 lahu waliyan mursyida. 2:36 Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la 2:38 syarikalah. 2:40 Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 2:42 rasuluh. 2:45 Allahumma shalli wasallim wabarik 2:48 ala nabiyyina Muhammad. 2:50 Annabiyirrahmah wa ala alihi wa shahbihi 2:52 wasallama tasliman katsira. 2:55 Allahumma rabbisyrahli shadri 2:58 wayassirli amri wahlul uqdatan min 3:00 lisani yafqahu qauli. 3:03 Allahumma ja'alna minalladzina amanu wa 3:05 amilus shalihat watawashau bilhaq 3:08 watawashau bishshabr. 3:10 Amin ya arhamarrahimin. 3:13 Para pendengar sekalian, hamba Allah 3:15 yang mulia di mana saja Anda berada. 3:18 Segala puji dan puja bagi Allahu 3:20 subhanahu wa taala 3:22 yang menghantarkan kita bangun waktu 3:24 pagi dengan nikmat dari Allah taala. 3:28 Dan kita Allah hantarkan sampai saat ini 3:30 di waktu sore 3:32 juga dengan nikmat dari Allahu subhanahu 3:35 wa taala. 3:36 Allahumma lakal hamdu ya rabb, asbahna 3:40 binni'ma wal afiyah wa amsaina binni'ma 3:43 wal afiyah. 3:46 Para pendengar sekalian yang dimuliakan 3:48 Allahu subhanahu wa taala di mana saja 3:50 Anda berada. 3:52 insyaallah dengan kondisi sehat walafiat 3:56 kalau ada yang sakit 3:58 mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala 4:01 menurunkan syifa kepada mereka yang 4:04 sakit 4:05 syifaun warahmah 4:09 ya 4:10 obat penawar 4:13 dan kasih sayang Allah subhanahu wa 4:15 taala tertumpah kepada mereka dan kepada 4:17 kita sekalian insyaallah biidznillah 4:19 rabbana karim 4:20 kepada mereka dalam perjalanan yang 4:22 mendengarkan siaran kami ini 4:25 insyaallah Allah taala mengantarkan Anda 4:27 sampai pulang ke rumah bisa sehat 4:29 walafiat 4:31 sampai di tujuan masing-masing dengan 4:33 kondisi yang sehat 4:35 pendengar sekalian yang dimuliakan Allah 4:37 subhanahu wa taala 4:41 tentang nikmat 4:43 ya 4:45 bahasa Indonesianya 4:47 nikmat 4:50 ini dalam Alquran nikmat Allah taala itu 4:54 sangat luas 4:56 berbeda dengan mmm makna nikmat 5:00 dalam bahasa Indonesia berbeda 5:04 tapi hampir-hampir 5:06 mendekati maknanya hampir-hampir sama 5:08 tapi berbeda 5:10 kalau kita berbicara dengan nikmat dalam 5:12 bahasa Indonesia ya berbeda 5:15 ya 5:17 seorang umpama 5:20 dia lagi makan sesuatu 5:24 dan enak di lidahnya enak di 5:26 kerongkongannya dia akan mengatakan aduh 5:29 nikmat banget ya makanannya 5:33 tapi belum tentu 5:35 nikmat yang Allah berikan ini 5:38 dia pandai menghargai kepada Allah 5:40 subhanahu wa taala 5:43 di dalam Alquran Allah taala ingatkan 5:45 kepada kita sekalian 5:48 bahwa tidak ada satu nikmat 5:51 yang kita nikmati dalam kehidupan kita 5:53 ini yang tidak akan dimintakan 5:56 pertanggungjawab oleh Allah Subhanahu Wa 5:58 Ta'ala. 6:00 Yang ada dalam Alquran Allah Ta'ala 6:01 ingatkan kepada kita sekalian. 6:08 Allah Ta'ala ingatkan kepada kita 6:10 sekalian bagaimana Allah Ta'ala akan 6:12 menginterogasi 6:15 semua yang Allah berikan 6:18 kenikmatan yang kita nikmati dalam 6:20 kehidupan kita. 6:23 Summa latus alunna yauma idzin anin 6:27 na'im. 6:30 Kemudian nanti 6:33 latus alunna 6:35 akan dimintakan pertanggungjawab, akan 6:38 dipertanyakan kepada mereka. 6:42 Kumma 6:43 latus alunna yauma idzin 6:46 ketika di yaumul qiyamah. 6:49 Anin na'im 6:51 dengan semua bentuk nikmat yang telah 6:54 diberikan kepada mereka. 6:56 Kepada kita sekalian. 7:00 Coba kita renungkan sejenak. 7:03 Nikmat apa saja yang dalam kehidupan 7:06 kita sehari-hari? 7:09 Di dalam Alquran Allah Ta'ala ingatkan 7:12 ada dua kali dalam Alquran Allah Ta'ala 7:14 ingatkan. 7:17 Wa inta uddhu ni'matallah 7:20 latuksuha. 7:22 Ya. 7:23 Kemudian di ayat yang lain lagi Allah 7:25 Ta'ala menyatakan wa atakum min kulli 7:27 masa altumu. 7:30 Wa inta uddhu ni'matallah latuksuha. 7:33 Innal insana ladzolumun kaffar. 7:38 Sesungguhnya Allahu Subhanahu Wa Ta'ala 7:43 telah memberikan kepada kita 7:47 apa yang kita minta kepada Allah 7:51 dan apa yang kita tidak minta. 7:55 Allah berikan. 7:56 Banyak hal yang kita tidak pernah minta 7:58 kepada Allah tapi Allah Ta'ala berikan. 8:01 Karena Allah Ta'ala lebih tahu apa yang 8:03 kita perlu apa yang kita perlukan dalam 8:05 kehidupan kita. 8:07 Kemudian Allah Ta'ala menyatakan wa 8:08 inta'uddu ni'matallah la tuhshuha. 8:13 Kalau kita ingin menghitung nikmat Allah 8:15 Ta'ala 8:17 terkadang terkadang sebagian manusia 8:19 berpikir begini 8:22 saya salat lima kali sehari 8:24 saya sudah taat 8:26 saya bersedekah 8:28 ya, saya berbuat baik 8:32 apa yang saya dapatkan di dunia ini? 8:35 Apakah itu hanya untuk upacara akhirat? 8:40 Subhanallah. 8:42 Maka jauh-jauh hari sebelum kita 8:44 berpikir yang demikian Allah Ta'ala 8:46 nyatakan wa inta'uddu ni'matallah. 8:49 Kalau Anda ingin menghitung-hitung 8:51 nikmat Allah Ta'ala kita kan biasanya 8:53 biasanya ya 8:56 kalau orang berbuat 8:58 baik kalau kita berbuat baik kepada 9:01 seseorang 9:03 ya boleh dibilang berbuat baik 9:05 sekali dua kali ya 9:09 mungkin satu waktu orang itu minta 9:10 tolong ini itu kita bantu 9:15 sekali waktu kita 9:17 minta pertolongan dari orang tersebut 9:20 kita ada perlu satu kita minta 9:21 pertolongan 9:23 kemudian orang itu 9:26 menolak dengan memberikan alasan umpama 9:28 dengan cara yang baik 9:30 waduh saya enggak bisa karena begini 9:32 begini begini umpama 9:35 itu biasanya 9:37 kita menggerutu 9:39 dan terkadang kita marah kepada orang 9:42 tersebut. 9:43 Padahal mungkin kita bisa berbuat baik 9:45 kepadanya baru dua, tiga kali. 9:50 Kemudian kita mulai menghitung. 9:54 Kan dulu dia begini, saya bantu. Dia 9:56 begitu, saya bantu. Dia begini. 9:59 Sama dengan kita menghitung, kan? 10:01 Kebaikan kita kepada orang tersebut. 10:04 Coba kita balikkan kepada diri kita. 10:13 Kalau kita diperintahkan oleh Allah 10:15 untuk salat, 10:18 itu sebenarnya bukan untuk Allah, untuk 10:19 kita. 10:21 Karena nikmat yang kita terima dari 10:24 Allahu subhanahu wa taala, Allah taala 10:26 menyatakan kalian tidak bakal sanggup 10:28 untuk bisa menghitung. 10:30 Sekalipun kalian memakai komputer yang 10:32 paling canggih. 10:37 Ya Allah. 10:38 Kalau kita berbicara dalam kehidupan 10:40 kita di dunia, 10:43 coba saya memberikan tamsil begini. 10:49 Ketika kita berada di rahim ibu-ibu 10:51 kita, 10:56 biasanya kalau orang hamil sesudah kita 10:58 lahir, ya kita sudah tahu, oh dulu kita 11:02 ibu kita yang hamil kemudian melahirkan 11:04 kepada kita. 11:08 Ya? 11:09 Baru kita tahu, aduh, pengorbanan ibunya 11:12 luar biasa. 11:14 Tapi ketika kita masih berada di alam 11:16 rahim, 11:20 hampir tidak pernah kita akan mendengar 11:23 orang yang hamil itu dia berdoa minta 11:26 kepada Allah, ya Allah, 11:28 lahirkanlah anakku dengan tangan dua, 11:32 kakinya dua, 11:33 ya, matanya dua. 11:37 Biasanya para ibu-ibu hanya 11:39 berdoa, "Ya Allah, 11:41 permudahlah yang dalam 11:43 persalinanku. 11:45 Lahirkanlah anak yang sehat walafiat, 11:48 anak yang salehah." 11:50 Artinya general, karena si ibu ini yakin 11:54 Allah subhanahu wa taala lebih tahu apa 11:56 yang dibutuhkan oleh ibu ini. 12:01 Karena ini anak yang dalam rahim, 12:06 janin yang dalam rahim, 12:08 dia tidak tahu tentang kehidupan dunia. 12:11 Dan dia belum sadar apa yang dia akan 12:13 hadapi. 12:14 Dan dia belum tahu bahwa dia akan 12:16 berpindah ke dunia. 12:20 Tapi dia nikmati kondisi dalam rahim. 12:23 Termasuk kita semua. 12:26 Kita berputar-putar di alam rahim, ya. 12:30 Dan saat itu kita terendam dalam air. 12:34 Jadi kita hidup dalam air, 12:36 terendam dalam air. 12:41 Dia berputar-putar alam rahim. 12:43 Kalau umpama 12:46 kita waktu di alam rahim bisa ngomong, 12:49 berbicara kepada Allah taala, 12:51 kita akan mengatakan kepada Allah, "Ya 12:53 Allah, 12:55 aku di sini tidak butuh tangan. 12:58 Aku tidak butuh kaki. 13:01 Supaya aku lebih gampang untuk 13:03 bermanuver di alam rahim ini, 13:04 berputar-putar ke sana ke sini lebih 13:06 enak." 13:12 Tapi Allah subhanahu wa taala mengetahui 13:16 apa yang kita butuhkan nanti 13:19 ketika kita jadi dilahirkan oleh Allah 13:21 subhanahu wa taala. 13:26 Ketika Allah sudah ciptakan kita 13:28 berbabak-babak, kemudian Allah Ta'ala 13:29 menyatakan tsumma nuhriyukum 13:34 kemudian kami 13:35 lahirkan engkau, pindahkan engkau 13:38 menjadi anak bayi di pangkuan ibumu. 13:45 Dan hamba Allah yang mulia 13:48 ketika seorang anak lahir 13:52 umpama aja 13:54 tangannya tidak sempurna 14:04 malaikat yang Allah sudah sediakan di 14:06 dunia untuk menerima kepadanya dengan 14:08 kasih sayang, yaitu ibunya 14:11 akan menangis berhari-hari. 14:15 Walaupun dia terima dengan hati yang 14:17 gembira 14:19 tapi hatinya menangis. 14:24 Karena dia melihat 14:25 tidak sempurnanya tangan yang dia 14:27 butuhkan nanti 14:31 dalam kehidupan yang akan dia hadapi ke 14:33 depan. 14:38 Tapi Allahu Subhana Wa Ta'ala Maha Tahu. 14:42 Justru itu ada hamba-hamba Allah yang 14:45 begitu dia lahir ke dunia 14:47 memang 14:49 sengaja Allahu Subhana Wa Ta'ala 14:52 menjadikan dia lahir dalam keadaan buta. 14:56 Dan itu bagi yang bersangkutan 15:00 mungkin dia nikmati. 15:03 Karena di alam rahim dia enggak pernah 15:04 melihat apa-apa. 15:08 Masih tertutup matanya. 15:11 Jadi walaupun sampai di dunia matanya 15:13 sudah terbuka 15:15 dia tidak merasa menyesal ada sesuatu 15:17 yang kurang kepadanya. 15:20 Namun biasanya hamba-hamba Allah 15:23 yang Allah Ta'ala kurangi pandangannya 15:26 artinya Allah Ta'ala 15:28 tidak memberikan kesempatan untuk dia 15:30 bisa melihat 15:31 tapi Allah Ta'ala memberikan kelebihan 15:33 di hal yang lain 15:35 Subhanallah 15:39 dan penyelidikan di dunia barat 15:42 penyelidikan di dunia barat 15:44 ternyata orang-orang yang buta dari 15:46 lahir 15:48 insting mereka itu dan pendengaran 15:50 mereka itu sangat tajam 15:54 melebihi daripada orang-orang yang 15:55 normal 15:58 jadi ada yang Allah Ta'ala kurangi ya 16:00 ada yang Allah Ta'ala lebihkan 16:03 tapi ketika kita berada di alam rahim 16:06 Allah Ta'ala tahu bahwa kita bakal butuh 16:08 tangan 16:09 butuh kaki 16:11 sekalipun janin ini mengatakan ya Allah 16:13 kalau tidak ada tangan tidak ada kaki 16:15 saya lebih enak untuk berputar-putar di 16:17 alam rahim berbalik-balik 16:20 tapi Allah Ta'ala berikan tangan 16:22 kepadanya walaupun dia tidak minta 16:24 ibunya enggak minta ibunya hanya berdoa 16:26 minta ya Allah lahirkan anakku dengan 16:28 sehat Pak 16:34 itu sesuatu yang kita tidak minta dari 16:36 Allah Ta'ala 16:38 mana ada anak 16:40 yang lahir janin dalam rahim dia minta 16:43 ya Allah komplitkanlah aku dengan dua 16:45 tangan dua kaki ya dua mata bisa melihat 16:49 telinga enggak ada 16:54 nanti sudah mulai berbulan-bulan 16:57 dalam pangkuan ibunya 16:59 baru mulai nampak kebutuhan kakinya 17:02 kebutuhan tangannya 17:04 jadi luar biasa nikmat Allah Subhana Wa 17:06 Ta'ala yang dalam kehidupan kita 17:11 itulah sehingga di dalam Alquran 17:14 ada Allah Ta'ala yang sebutkan kepada 17:15 kita 17:17 la insyakartum 17:19 la azidannakum 17:22 Kalau pandai kalian, kita semua pandai 17:24 mensyukuri nikmat Allah ini, 17:27 Allah Ta'ala akan tambahkan nikmatnya, 17:29 akan perbesar nikmatnya. 17:31 Nah, nikmat Allah Ta'ala ini sangat 17:33 luas. 17:35 Kesehatan kita salah satu nikmat Allah. 17:38 Kemampuan kita dalam soal ekonomi adalah 17:40 nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. 17:43 Kita mendapatkan istri yang salehah itu 17:46 nikmat dari Allah Ta'ala. 17:48 Allah memberikan anak kepada kita adalah 17:50 nikmat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. 17:54 Allah memberikan kekayaan yang berlimpah 17:56 ruah, 17:58 itu nikmat dari Allah Ta'ala. 18:01 Tapi, 18:03 seberapa besar, seberapa banyak 18:07 ketika kita menikmati yang Allah berikan 18:10 nikmatnya ini, 18:13 seberapa banyak kita mensyukuri kepada 18:15 Allah dan menyadari 18:17 siapa pemberi nikmat ini kepada kita. 18:23 Malahan terkadang 18:26 kita kufur kepada Allah Subhanahu wa 18:28 Ta'ala. 18:31 Saya ingin memberikan satu contoh, 18:34 para pendengar sekalian yang dimuliakan 18:36 Allah Subhanahu wa Ta'ala. 18:40 Ketika Allah Subhanahu wa Ta'ala 18:41 menceritakan di dalam Alquran, 18:45 Subhanallah, 18:48 peristiwa tentang 18:50 Karun. 18:54 Allah Ta'ala menceritakan dalam Alquran. 19:02 Kalau kita berbicara tentang Karun, 19:07 saya kira semua orang tahu. 19:10 Kita kalau dapat 19:12 kalau kita dapat 19:14 kekayaan dalam tanah, terkadang kita 19:15 katakan wah ini harta karun. 19:18 Malahan harta karun itu sudah menjadi 19:20 sebutan 19:21 kalau orang kaya raya luar biasa, 19:23 kadang-kadang ada yang mengomentar 19:25 wah ini dia mendapat harta karun ya. 19:30 Sudah jadi nama. 19:32 Padahal yang namanya itu Qarun. 19:35 Allah subhanahu wa taala menceritakan 19:37 dalam Alquran 19:39 siapa Qarun ini. 19:42 [berdehem] 19:43 Allah taala menceritakan inna Qaruna 19:46 kana min qaumi Musa fabagha alaihim. 19:51 Sesungguhnya 19:52 Qarun ini 19:55 Qarun 19:57 kana min qaumi Musa. 19:59 Dia tadinya pengikut Nabi Musa. 20:01 Malahan di dalam tafsir Ibnu Abbas 20:04 mengatakan bahwa Qarun ini adalah 20:07 misanannya 20:09 atau saudara misan, saudara sepupu Nabi 20:11 Musa. 20:15 Saudara sepupu sangat dekat. 20:17 Dan dia termasuk orang yang mengikuti 20:22 kepada Nabi Musa alaihissalam. 20:27 Kemudian Allah subhanahu wa taala 20:29 membuka kepadanya rezeki yang berlimpah 20:31 ruah, masyaallah. 20:37 Mungkin 20:38 kita perlu bertanya. 20:41 Peristiwa ini terjadi kan sudah ribuan 20:44 tahun yang lalu, puluhan ribuan tahun 20:45 yang lalu. 20:47 Mungkin 5 6 ribu tahun yang lalu di 20:49 zaman Nabi Musa alaihissalam. 20:53 Karena sesudah Rasulullah Nabi Isa, 20:55 kemudian ada beberapa nabi lagi baru 20:56 Nabi Musa. 20:59 Jadi mungkin 10 ribu tahun yang lalu. 21:01 Kemudian Allah taala mengabadikan kisah 21:04 ini dalam Alquran, diwahyukan kepada 21:06 Rasulullah. 21:07 Untuk siapa? 21:09 Untuk kita semua mengambil pelajaran. 21:17 Kita perlu mengambil pelajaran. 21:19 Karena dalam Alquran ini Allah Subhanahu 21:21 wa taala mengingatkan kepada kita semua. 21:26 Bahwa 21:31 peristiwa-peristiwa dalam Alquran itu 21:34 untuk supaya kita mengambil contoh dan 21:36 pelajaran dalam kehidupan kita. 21:39 Bagaimana ketika Allah taala akan 21:41 membalikkan satu keadaan 21:44 lebih cepat dari kita membalikkan 21:46 telapak tangan. 21:50 Innahu ala kulli syai'in qadir. 21:53 Dia Allah Maha sanggup atas segala 21:55 sesuatu. 21:59 Maka Allah menceritakan kepada kita 22:00 sekalian dalam Alquran. 22:03 Inna Qaruna kana min qaumi Musa fabaga 22:06 alaihim. 22:07 Qarun ini termasuk 22:10 pengikutnya Nabi Musa, kelompok Nabi 22:12 Musa. 22:14 Pengikut Nabi Musa. 22:16 Tapi Allah taala menyatakan 22:18 fabaga alaihim. 22:27 Kemudian dia ini membangkang kepada Nabi 22:30 Musa, membangkang kepada kaumnya. 22:35 Karena ketika itu dia diberikan kekayaan 22:37 yang berlimpah ruah, luar biasa. 22:41 Luar biasa kekayaan diberikan Allah 22:43 kepadanya. 22:49 Sehingga di dalam ayat ini dalam Alquran 22:51 Allah taala ceritakan, kalau dia 22:53 berjalan 22:55 dengan pakaian kebesarannya dia 22:58 diikuti oleh 23:01 bukan pengawal 23:02 pegawai-pegawainya dia yang memikul 23:05 kunci-kunci 23:07 perbendaharaan gudang harta yang dia 23:09 punyai. 23:13 Bahkan di dalam tafsir Ibnu Katsir 23:15 dikatakan 23:16 hartanya juga dia ini dibawa. 23:19 Kalau dia berjalan, hartanya itu diikut 23:22 dengan yang memikul hartanya dia. 23:25 Jadi kita bisa bayangkan 23:28 berapa banyak kekayaan hamba Allah ini, 23:31 Qarun. 23:36 Tapi dia menunjukkan kesombongannya 23:38 dengan apa yang Allah berikan. 23:43 Kemudian kelompoknya dia 23:46 pengikutnya Nabi Musa 23:48 melihat ini 23:52 Jadi Allah Ta'ala menyatakan, "Wa 23:55 atainahum minal kunuzi ma innama 23:57 fatihahu 23:58 la tanuu'u bi usbatun ulil quwwah." 24:05 Dan Allah Ta'ala menyatakan, "Wa 24:07 atainahu dan kami Allah memberikan 24:09 kepadanya 24:11 perbendaharaan harta 24:13 yang masyaallah 24:15 dengan kunci-kuncinya dia, kunci-kunci 24:17 gudang. 24:18 Kalau sekarang kan kunci kita 24:19 sepotong-sepotong kecil begini. 24:27 Kuncinya dia besar-besar. 24:30 Nah, bayangkan ya gudang itu berapa 24:32 besar. 24:34 Kemudian 24:35 harta dan kunci-kuncinya ini kalau dia 24:37 berjalan, dia bawa bersama. 24:40 Diikutkan di belakangnya dia. 24:42 Dengan pakaian kebesarannya, dengan 24:43 kesombongannya. 24:50 Kemudian, subhanallah. 24:55 "Idz qala lahu qaumuhu 24:58 la tafrah." 25:01 Kemudian kelompoknya 25:04 pengikut Nabi Musa alaihissalam 25:07 melihat tingkah lakunya 25:10 Qarun 25:11 mereka nasehati kepadanya. 25:18 Karena mereka masih menganggap Qarun ini 25:20 termasuk dari golongan mereka yang 25:22 pengikut Nabi Musa. 25:25 Jadi mereka mengatakan kepada Qarun la 25:28 tafrah innallaha la yuhhibbul farihin. 25:33 Jangan terlalu membangga-banggakan apa 25:35 yang Allah berikan kepadamu. 25:38 Allah taala sangat tidak ingin 25:42 sangat tidak menginginkan 25:45 mereka yang terlalu merasa 25:46 berbangga-bangga. 25:50 Kemudian dia lanjutkan nasehatnya. 25:53 Wabtaghi fima atakal Allah ad-daral 25:56 akhir. 26:00 Jadi mereka mengatakan seakan-akan 26:01 daripada Anda berbangga-bangga kepada 26:03 manusia dengan kekayaan yang Anda punyai 26:07 nah itu sekarang terjadi sekarang. 26:11 Seperti yang lalu yang saya pernah 26:12 sampaikan 26:15 anggota DPR ketika lagi baru masuk calon 26:20 mereka mau merendah, mengemis suara 26:23 daripada masyarakat lingkungannya. 26:27 Dan itu yang terjadi memang. 26:30 Tapi begitu sudah menjadi anggota DPR 26:34 lebih banyak mereka membanggakan diri, 26:36 menunjukkan kekayaan 26:39 ya 26:41 dan bentuk mobil yang mereka bawa. 26:46 Malahan baru-baru ini kan salah satu 26:48 anggota DPR 26:50 mobilnya berderet 26:52 sampai berapa banyak wallahualam ada 10 26:55 atau 15 mobil. 26:56 Bagaimana mereka mau pakai? 26:59 Subhanallah. 27:02 Dengan penampilan 27:04 pakaian mereka memakai jam tangan yang 27:06 berharga miliar. 27:08 Jadi lebih banyak hanya untuk 27:10 membanggakan menunjukkan 27:13 kepada masyarakat. 27:15 Berbanding terbalik dengan ketika mereka 27:18 baru masuk calon. 27:22 Dan ini Allah Ta'ala sudah tunjukkan di 27:24 zaman Nabi Musa Alaihissalam. 27:27 Ketika kelompoknya Nabi Musa memberikan 27:29 nasihat kepada Qarun. 27:31 La tafrah. 27:33 Anda jangan terlalu menunjukkan 27:35 kesombongan terlalu berlebih-lebihan. 27:39 Membanggakan diri. 27:41 Karena sesungguhnya Allah innallaha la 27:43 yuhibbul farihin. 27:45 Allah Ta'ala tidak menghendaki 27:48 orang-orang yang terlalu 27:49 membangga-banggakan diri. 27:52 Kemudian mereka datang wa taghi fi ma 27:54 ataka Allah darolak. 27:58 Jadi ada baiknya 28:01 apa yang Allah berikan kepadamu 28:04 wa taghi fi ma ataka Allah. 28:09 Dengan pemberian-pemberian Allah 28:10 kepadamu 28:13 sediakan saja untuk engkau kembali nanti 28:16 ke yaumul akhir. 28:20 Nah kita mau ingin tahu 28:22 fi ma ataka Allah apa saja pemberian 28:24 Allah kepada kita. 28:26 Subhanallah. 28:28 Itulah sehingga Allah Ta'ala mengu 28:31 berulang menyatakan di dalam Alquran. 28:36 Wa in ta'uddu ni'matallah la tuhsuha. 28:39 Kita bisa merasa nikmat dari Allah 28:41 Ta'ala itu karena ada pemberian Allah. 28:45 Apa pemberian Allah Ta'ala kepada kita? 28:50 Kesehatan. 28:53 Iya enggak? 28:55 Harta yang berlimpah ruah. 28:59 Kemampuan kita untuk ngomong. 29:08 Ada hamba-hamba Allah 29:10 mendapat rezeki dengan kepintaran dia 29:12 untuk ngomong. 29:14 Apa dia yang ngomong untuk melucu? Ya. 29:18 Atau dia sebagai 29:20 pengacara. 29:22 Pengacara kan kebanyakan pintar ngomong. 29:26 Dan dia dapat rezeki untuk itu. 29:33 Atau dia menjadi kaya raya karena 29:35 nyanyian, ya, artis. 29:40 Sekalipun untuk wanita 29:43 ya diharamkan kalau di depan orang 29:45 tampil nyanyi menggoyang-goyangkan badan 29:47 dengan 29:48 pakaian-pakaiannya itu kan itu enggak 29:49 boleh dalam Islam. 29:53 Tapi dia Allah berikan rezeki dengan 29:55 itu. 30:00 Jadi apa saja yang Allah berikan kepada 30:02 kita? 30:05 Setidak-tidaknya kita pergunakan 30:07 kesempatan ini untuk nanti kembalinya 30:10 kita ke yaumul akhir. 30:12 Jadi sama bedanya kira-kira begini. 30:15 Ketika kita masih muda 30:17 sekolah. 30:19 Kita sekolah, kita mencari 30:21 ya jurusan yang 30:23 banyak yang berpikir begini, ya, saya 30:25 mencari jurusan ini supaya begitu 30:26 selesai 30:28 cepat bisa dapat kerjaan. 30:31 Boleh bukan enggak boleh, bagus. 30:36 Tapi otomatis kan 30:39 dia lakukan ini dengan susah payah 30:41 karena dia berpikir masa depannya dia. 30:46 Tapi ada terkadang baru selesai 30:49 sekolah 30:50 belum men 30:52 mendapatkan hasil daripada masa depannya 30:55 dia sudah meninggal dunia. 31:01 Masa depan kita sebenarnya 31:03 di yaumul akhir, itu masa depan kita. 31:09 Justru itu 31:11 sering-sering hamba Allah yang mulia 31:13 jalanlah ke kubur 31:15 duduk di kubur sebentar 31:17 renungkan 31:20 ternyata ini masa depan saya akan masuk 31:22 ke sini perjalanan ke yaumul akhir. 31:29 Atau ketika kita mengantarkan jenazah 31:32 renungkan 31:34 kita dalam keadaan nikmat 31:39 dan kita harus berpikir yang memberikan 31:42 nikmat kepada kita itu. 31:52 Masa depan kita di yaumul akhir. 31:56 Tapi Allah Ta'ala nyatakan wala tansa 31:57 nasibaka minad dunya. Nanti kita 31:59 terangkan nih wala tansa nasibaka minad 32:01 dunya. 32:02 Jadi kelompoknya Nabi Musa alaihissalam 32:05 pengikutnya Nabi Musa menasehati kepada 32:07 Qarun. 32:10 Seakan-akan kalau kalimat kita tiap hari 32:12 daripada Anda ini terlalu 32:14 membangga-banggakan diri 32:16 lebih baik cari sesuatu untuk 32:21 ad darul akhirah. 32:23 Untuk masa depan Anda di yaumul akhir. 32:28 Karena apapun yang kita punyai 32:31 bukan karena dengan kepintaran kita 32:33 sendiri. 32:36 Bukan. 32:38 Apa saja yang kita dapatkan, apa aja 32:40 yang kita punyai 32:43 bukan karena kepintaran kita. 32:46 Bukan karena kemampuan kita. 32:49 Tugas kita dalam kehidupan ini hanya 32:51 berusaha dengan baik. Soal rezeki sampai 32:54 di mana itu urusan Allah subhanahu wa 32:55 taala. 32:56 Bukan urusan kita. 32:59 Ya, terkecuali kalau Anda mau ingin 33:01 motong jalan, 33:02 ambil jalan pendek, 33:04 korupsi, 33:05 ya, 33:06 mencuri, 33:07 menggelapkan, itu ambil jalan pendek. 33:11 Tapi Allah taala sudah ancam, 33:13 itu sesuatu yang haram. 33:15 Anda berangkat umrah dengan uang 33:16 korupsi, dengan uang menggelapkan uang 33:19 negara. Subhanallah. 33:22 Itu mau cuci dosa dengan kotor, dengan 33:24 kotoran. 33:29 Jadi, 33:32 kaumnya dia menasihati kepadanya. 33:37 Wabtaghi fima ataka Allah. 33:40 Dengan pemberian-pemberian Allah 33:42 kepadamu, 33:43 coba Anda dapatkan nanti untuk 33:46 kembalinya Anda ke yaumul akhir. 33:48 Artinya sama dengan kita katakan, kita 33:49 sisihkan sebagian. 33:55 Kita kirim ke akhirat. 34:00 Kita kan biasa kirim fulus. Anak kita 34:03 umpamanya sekolah luar negeri, kita 34:05 kirim fulus ke luar negeri. 34:07 Ya. 34:08 Ada teman kita umpamanya di luar negeri 34:11 yang mungkin pernah kita pinjam duit, 34:12 kita kirim ke luar negeri. 34:16 Bisa enggak kita kirim ke akhirat? 34:19 Ya, bisa. Subhanallah, bisa. Sangat 34:22 gampang lagi. 34:25 Enggak pakai ongkos kirim. Enggak repot, 34:27 enggak ruwet. Dari mana aja ente bisa 34:29 kirim ke akhirat. 34:31 Dan tidak akan hilang. 34:34 Dijaga, dicatat, disediakan semua 34:38 untuk terimanya di sana oleh para 34:40 malaikat-malaikat Allah subhanahu wa 34:42 taala. 34:43 Kita bisa kirim ke akhirat. Anda mau 34:44 kirim 1 miliar, 2 miliar, boleh. 34:48 Boleh. 34:53 Beli tanah kita wakafkan untuk masjid. 34:57 Sampai ke akhirat kiriman kita ini. 35:01 Ya. Kita menggali sumur untuk mereka 35:04 yang memerlukan air. 35:06 Itu namanya kita kan mengeluarkan duit. 35:09 Itu namanya kita mengirim uang kita ke 35:11 yaumul akhir. 35:13 Nanti kita terima di sana. 35:23 Jadi mereka menasihati kepada Qarun. 35:26 Apa jawab Qarun kepada mereka? 35:29 Ketika mereka menasihati. 35:31 Qala innama utitu ala ilmin indi. 35:37 Sebenarnya ana ini jadi kaya raya 35:39 begini, seakan-akan 35:43 tinggal dia mengatakan saja, tidak, 35:46 artinya maknanya mengatakan 35:48 sesungguhnya innama utitu ala ilmin 35:50 indi. 35:52 Aku dapatkan ini 35:54 atau Allah berikan kepadaku ini karena 35:55 kepintaranku. 35:59 Coba bayangkan. 36:01 Kita lihat saja dalam kehidupan kita. 36:06 Berapa banyak 36:08 orang yang sangat pintar, malahan punya 36:11 gelar doktor, 36:15 bekerja di perusahaan, yang punya 36:17 perusahaan orang mungkin cuma tamatan 36:18 SMA. 36:20 Mungkin enggak ada S1 lagi. 36:22 Banyak kejadian. 36:27 Jadi Jadi tidak ada jaminan bahwa kita 36:29 akan jadi kaya raya. 36:33 Tapi kalaupun Allah Ta'ala menjadikan 36:35 kita seorang yang kaya raya, 36:38 kalimat yang terindah, 36:40 kita balikkan kepada Allah, 36:43 alhamdulillah. 36:45 Lakal hamdu ya 36:48 itu kalimat yang paling indah. 36:53 Di dalam Alquran itu Allah Subhanahu Wa 36:55 Ta'ala terangkan kepada kita 36:57 berkali-kali, 36:59 bagaimana nabi-nabi, 37:02 apa yang mereka dapatkan, yang mereka 37:04 inginkan, kemudian diberikan oleh Allah 37:06 Subhanahu Wa Ta'ala, atau dia terlepas 37:09 daripada 37:11 kecelakaan atau kezaliman, 37:13 selalu mereka dahulukan dengan 37:15 alhamdulillah. 37:18 Alladzina najjana minal qaumizh zalimin. 37:21 Itu Nabi Musa, eh Nabi Nuh. 37:24 Alhamdulillah najjana minal qaumizh 37:26 zalimin. 37:28 Nuh mengatakan, "Ya Allah segala puji 37:30 dan puji bagi 37:31 dan bagimu. 37:33 Aku terlepas daripada 37:36 mereka-mereka yang zalim." 37:39 Kemudian Nabi Ibrahim Alaihissalam, 37:43 alhamdulillahilladzi wahabali ala 37:46 kibarin Ismaila wa Ishaq. 37:51 Jadi artinya, "Ya Allah dan dan 37:53 selanjutnya ada banyak tentang nabi-nabi 37:55 ini mulai dengan alhamdulillah." 37:57 Nah sekarang kalau kita dalam keadaan 37:59 nikmat, 38:02 berapa banyak kita bertahmid kepada 38:04 Allah? 38:09 Kita menjadi kaya raya, 38:11 berapa banyak yang kita kirim ke yaumul 38:13 akhir? 38:15 Untuk perkampungan kita di akhirat, 38:17 tempat tinggal kita di akhirat. 38:20 Wabtaghi fima ataka Allah adaral 38:23 akhirah. 38:25 Semua pemberian Allah yang diberikan 38:27 kepadamu, jangan lupakan untuk membeli 38:30 rumah di akhirat. 38:32 Ya. 38:35 Untuk menyediakan tempat yang lapang di 38:37 akhirat. 38:39 Cara kirimnya gampang. 38:41 Kita kasih kepada fuqara. 38:44 Ya, kepada fuqara. 38:47 Kepada penampungan anak-anak yatim. 38:52 Apalagi sekarang dengan kita lihat 38:53 Palestina yang lagi menderita, 38:55 masyaallah. 38:58 Kalau sudah aman, sudah selesai. 39:01 Tidak bakal 39:03 dalam sebulan, dua bulan terus selesai 39:05 mereka itu, tidak. 39:07 Mereka bakal memerlukan uluran-uluran 39:10 tangan dari kita, bantuan-bantuan dari 39:12 kita. 39:14 Mari kita balik kepada 39:16 peristiwanya Qarun tadi. 39:19 Jadi apa Allah kepada kita itu luar 39:21 biasa. 39:25 Kemudian Allah taala menyatakan 39:27 kelompoknya wala tansa nasibaka minad 39:29 dunya. 39:31 Jadi nasihat mereka ini, Anda enggak 39:33 usah sia-siakan seakan-akan semua 39:35 hartamu harus dikirim ke akhirat, bukan. 39:39 Dan ini juga wala tansa nasibaka minad 39:41 dunya 39:42 kayak pisau yang bermata dua, di atas 39:45 tajam, di bawah tajam. 39:49 Jangan engkau sia-siakan nasibmu di 39:51 dunia, artinya 39:53 juga ketika Allah memberikan kehidupan, 39:56 kenikmatan, kelapangan dalam hidup 39:59 kepadamu 40:00 jangan sia-siakan untuk nanti engkau 40:03 akan dikembalikan 40:04 oleh Allah 40:06 yaumul akhir. 40:07 Jangan kita lupa tempat berpijak. 40:11 Di ayat yang lain lagi Allah taala 40:14 memberikan lebih jelas lagi. 40:17 Wa innakum ba'da zalika lamayituun. 40:22 Kemudian sesudah engkau nikmati apa yang 40:24 Allah berikan. 40:26 Ya, engkau banggakan apa yang Allah 40:28 berikan. 40:30 Engkau berpesta pora dengan apa yang 40:32 Allah berikan kepadamu. 40:35 Anda akan berakhir dengan menjadi 40:37 jenazah. 40:38 Untuk Allah masukkan ke kubur. 40:41 Untuk nanti kita akan sampai ke yaumul 40:43 akhir. 40:47 Dan tidak ada harta. 40:49 Yang kita bisa bawa. 40:50 Terkecuali apa yang kita bisa kirim 40:53 ketika kita masih hidup. 40:59 Agen-agen untuk menerima kiriman kita ke 41:02 akhirat itu sangat banyak dalam 41:03 kehidupan kita. 41:05 Anda tengok kiri, tengok kanan 41:07 bergelimpangan agen-agennya. 41:09 Siapa agen-agen mereka ini? 41:12 Itulah mereka kelompok yang daif. 41:15 Ah, yang fuqara. 41:17 Kelompok yang miskin, yang fakir. 41:20 Ya. 41:21 Penampungan anak yatim, memberikan anak 41:23 yatim. Itu mereka merupakan agen-agen 41:25 untuk supaya uang kita bisa terkirim ke 41:27 yaumul akhir. 41:35 Wala tansa nasibaka minadunya. 41:38 Jadi Allah memberikan kesempatan kepada 41:40 kita dalam kehidupan dunia ini. Ada yang 41:42 Allah berikan kesempatan 20 tahun, ada 41:44 30 tahun, ada 70 tahun, ada sampai 80 41:47 tahun. 41:48 Pergunakan kesempatan ini karena 41:50 kesempatan tidak bakal datang dua kali. 41:53 Dan kapan kita akan dipindahkan? 41:56 Menuju ke yaumul akhir. 41:58 Tidak ada seorangpun yang tahu. 42:04 Tiba-tiba datang perintah Allah Ta'ala. 42:08 Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. 42:16 Ada 42:17 teman saya baru kejadian minggu lalu. 42:21 Dengan beberapa orang. 42:24 Mereka termasuk ke Amerika, ke Amerika. 42:27 Dan teman saya ini segar bugar, 42:29 masyaallah segar bugar. 42:31 Tapi termasuk orang yang saleh, 42:33 masyaallah. 42:35 Lalu antara magrib dan isya 42:37 dia enggak pulang. Dia tunggu itu. 42:40 Tunggu untuk salat isya. 42:42 Waktu subuh 42:44 tetap dia tunggu sampai syuruk baru dia 42:46 pulang, masyaallah. 42:48 Dan hampir tiap waktu hadir di masjid. 42:52 Itu saya tahu, tahu benar, tahu benar. 42:56 Karena saya terlibat di masjid tersebut. 42:59 Saya tinggal dekat masjid tersebut. 43:02 Sampai di Amerika 43:04 subhanallah. 43:06 Habis makan, dia rasa perutnya enggak 43:08 enak 43:10 dia baring 43:11 meninggal dunia. 43:13 Nah, ini contoh saja, contoh. 43:17 Kalau Allah taala sudah datangkan 43:19 putusan untuk memindahkan kita ke alam 43:21 barzah 43:22 la yasta'khiruna sa'atan wala 43:24 yastaqdimun. 43:26 Tidak ada seorang pun yang bisa 43:27 mempercepat atau memperlambat. 43:32 Jadi Allah taala ingatkan kepada kita. 43:34 Wala tansa nasibaka minadunya. 43:37 Jangan sia-siakan kesempatan yang Allah 43:39 berikan kepada kita di dunia. 43:43 Karena kesempatan yang begitu kita lewat 43:45 kita 20 tahun, begitu lewat 21 tahun, 43:48 kita sudah enggak bisa balik lagi untuk 43:49 ke 20. 43:54 Kemudian mereka nasehati kepadanya. 43:59 Wa ahsin 44:00 kama ahsanallahu ilaik. 44:04 Maka untuk itu wahai Qarun, berbuat 44:06 baiklah sebagaimana Allah telah berbuat 44:10 baik kepadamu. 44:12 Tapi ayat ini bukan hanya khusus untuk 44:14 Qarun. 44:15 Untuk kita semua. 44:18 Allah nyatakan wa ahsin. 44:21 Kama ahsanallahu ilaih. 44:23 Berbuat baik. 44:25 Sebagaimana Allah telah berbuat baik 44:27 kepadamu, kepada kita, tiap-tiap orang. 44:33 Kebaikan Allah kepada kita. 44:35 Itu yang Allah Ta'ala nyatakan mau 44:36 coba-coba hitung. 44:38 La tuhsha. 44:44 Innal insana dzolumun kaffar, tapi 44:46 sayang manusia kebanyakan 44:48 membangkang kepada Allahu Subhana Wa 44:50 Ta'ala. 44:56 Apa kebaikan Allah kepada kita? 44:59 Subhanallah. 45:02 Satu contoh saja, contoh yang terjadi 45:04 tiap hari kepada kita, tiap hari. 45:08 Tiap hari kepada kita terjadi. 45:11 Dengan nikmat yang luar biasa. 45:13 Kita kalau makan 45:15 kalau makan 45:18 itu masya Allah kalau makanannya enak. 45:23 Itu kita terasa di lidah. 45:26 Telannya enak. 45:32 Tapi begitu dia sudah lewat kerongkongan 45:35 sudah bukan urusan kita lagi, sudah 45:37 urusan Allah Ta'ala. 45:38 Apa makanan ini menjadi gizi yang baik, 45:41 menjadi nutrisi yang baik atau makanan 45:44 ini menjadi penyakit baginya. 45:48 Dan yang menerima makanan kita ini 45:50 ada laboratorium yang sangat canggih 45:53 yang Allah berikan kepada kita tiap-tiap 45:55 orang. 45:56 Perut kita itu berlaboratorium yang luar 45:58 biasa canggihnya. 46:01 Canggih luar biasa perut perut kita, 46:03 laboran 46:04 laboratorium sangat canggih. 46:06 Ada seorang dokter, seorang wanita 46:10 ada buku yang dia dia tulis, buku 46:13 tersebut berjudul 46:15 ee the mankind 46:17 ya, the mankind is not standing alone. 46:21 Bangsa manusia tidak berdiri sendiri. 46:25 Jadi maksudnya dia, dia bukan seorang 46:27 muslim. 46:28 Maksudnya dia ada kekuasaan yang 46:31 mengatur kepadanya yang dia katakan di 46:32 situ God 46:34 Tuhan. 46:37 Dan dia katakan 46:39 kebanyakan manusia tidak sadari 46:43 bahwa kemana aja dia pergi 46:45 dia membawa laboratorium yang sangat 46:47 canggih. 46:49 The most 46:50 sophisticated laboratorium on earth. 46:56 Laboratorium yang paling canggih di muka 46:58 bumi, perut kita. 47:01 Kenapa? 47:03 Kita makan nasi 47:06 kemudian kita minum teh 47:08 kemudian kita makan buah, kita makan 47:10 manis, kita makan es krim 47:13 diterima oleh perut kita. 47:16 Kemudian dia cerna. 47:19 Ada yang dia kirim jadi antibodi, ada 47:22 yang dia kirim jadi nutrisi, ya, 47:25 macam-macam. 47:28 Coba kita renungkan sejenak. 47:30 Kalau umpama nasi 47:33 es krim 47:35 ya 47:36 pisang, apa lagi, kita campur jadi aduk 47:39 jadi satu. 47:44 Paling-paling jadi sampah, orang enggak 47:45 bisa makan. 47:48 Tapi perut dia terima dengan baik. 47:50 Kemudian dia pisahkan. 47:53 Oh, ini untuk energi buat badan. 47:56 Ini untuk nutrisi. 47:58 Ini untuk apa antibodi. 48:03 Yang tidak terpakai ampas-ampasnya ada 48:06 yang dia buang melalui kencing. 48:09 Ada yang dia buang melalui dubur 48:11 pelepasan. 48:13 Di mana laboratorium yang Anda bakal 48:15 dapatkan seperti ini? 48:17 Siapa yang 48:19 berikan itu? 48:21 Siapa yang perintahkan untuk 48:22 melaksanakan pekerjaan ini? 48:25 Untuk menggiling semua makanan, 48:26 memisah-misahkan. 48:28 Allah Ta'ala. 48:33 Enggak pakai listrik, enggak pakai 48:35 apa-apa, dia tetap bekerja. 48:38 Dia cerna apa yang kita makan. 48:40 Dan kita kalau sudah kenyang merasa 48:43 nikmat. Nikmat yang luar biasa. 48:46 Justru itu kita sesudah makan disuruh 48:48 untuk bertahmid kepada Allah Ta'ala. 48:51 Sebelum makan kita mulai dengan 48:53 Bismillahirrahmanirrahim. 48:57 Apakah itu 48:59 bukan bagian dari pemberian Allah? 49:02 Coba kalau Allah Ta'ala rubah lidah 49:04 kita. 49:06 Ente makan yang manis, yang garam, yang 49:08 pedas, yang itu sudah enggak terasa. 49:10 Semua sama. 49:13 Bakal tidak ada kenikmatan di dalam 49:16 makan tersebut makan-makanan tersebut. 49:20 Jadi pemberian Allah Subhanahu wa Ta'ala 49:23 kepada kita itu luar biasa. 49:25 Allah hanya minta satu saja. 49:28 Wa ahsin 49:29 kama ahsanallahu ilaik. 49:31 Sudah ber wah, berbaba-baba pemberian 49:35 Allah kepada kita yang baik. 49:37 Allah Ta'ala katakan maka berbuat 49:38 baiklah kalian kepada masyarakat 49:40 lingkunganmu. 49:42 Berbuat baiklah dalam 49:45 ibadah yang Allah perintahkan kepadamu, 49:47 kepada kita. 49:49 Kama ahsanallahu ilaik. 49:51 Sebagaimana Allah Ta'ala berbuat baik 49:52 kepadamu. 49:56 Coba sekarang ini kan 50:01 ada sampai sekarang ini terjadi bentuk 50:04 apa bentuk ee pembunuhan kriminal 50:08 karena untuk mengambil organ manusia 50:10 untuk dijual. 50:13 Itu baru terjadi belum lama itu yang 50:14 ditangkap beberapa orang 50:16 yang terjadi di mana ada mereka ingin 50:18 menjebak hamba-hamba Allah di Indonesia 50:20 untuk berikan pekerjaan sampai di sana 50:23 dioperasi, dibedah tanpa pakai bius 50:25 sampai itu untuk diambil ginjalnya 50:28 untuk dijual. 50:32 Dan menurut yang saya baca biasanya yang 50:34 dijual itu ke 50:36 Negeri Cina jadi sudah ada agen-agennya 50:38 untuk menampung. 50:41 Coba. 50:43 Ginjal kita itu bekerja untuk mencuci 50:46 darah kita, mem-purified darah kita. 50:48 Kita tidur dia bekerja. Ya, kita lagi 50:50 jalan dia bekerja. 50:53 Itu cuma bagian kecil dari kebaikan dari 50:56 dari dari dari kebaikan Allah Ta'ala. 50:59 Tapi terhadap diri kita satu nikmat yang 51:01 paling besar yang luar biasa. 51:05 Coba kalau Allah Ta'ala hentikan 51:07 fungsi ginjal kita apa yang terjadi? 51:13 Kita harus cuci darah di rumah sakit, ya 51:16 Allah. 51:17 Cuci darah 51:19 paling enggak satu minggu tiga kali. 51:23 Jadi ini nasihat daripada kelompoknya 51:25 Nabi Musa Alaihissalam kepada Qarun 51:29 orang yang kaya raya tapi lupa tempat 51:31 berpijak, lupa daratan. 51:33 Maka ambillah pelajaran. 51:36 Dan apa yang Allah Ta'ala lakukan kepada 51:38 Qarun? 51:40 Kemudian dalam nasihat ini dilanjutkan 51:43 dengan 51:45 Wahsin kama ahsanallahu ilaik. 51:48 Kalau sudah tidak bisa berbuat baik, 51:51 [berdehem] 51:53 sudah tidak bisa berbuat baik, 51:57 jangan berbuat fasad. 51:59 Jangan berbuat munkar. 52:02 Jangan menghina orang, jangan memfitnah 52:05 orang, jangan mengadu domba orang. 52:09 Itu fasad, itu bentuk fasad. 52:11 Wala tabghil fasada fil ard. 52:14 Jangan tanamkan kefasikan di dalam 52:17 kehidupanmu. 52:19 Ah, dan ini banyak yang terjadi. 52:24 Terkadang hamba-hamba Allah kalau sudah 52:25 kaya raya, 52:28 dia sudah mulai, ah, 52:30 mulai melirik. Subhanallah. 52:34 Harta 52:35 hartanya dipakai untuk 52:40 ber 52:42 ber 52:44 berada dan tempat-tempat yang haram. 52:47 Ya, seperti ini. 52:49 Subhanallah. 53:00 Allah Ta'ala membelilah dengan cara yang 53:02 baik, nikah dengan cara yang baik. 53:06 Bukan dipergunakan harta yang Allah 53:08 berikan, kebaikan Allah berikan kita 53:10 berbuat jalan yang diharamkan oleh Allah 53:12 Subhanallah. 53:13 Jadi Allah Ta'ala menyatakan 53:16 di ayat ini, 53:17 nasihat mereka kepada Karun, 53:20 wala tabghil fasada fil ard. 53:23 Jangan tanamkan kefasikan, kemunkaran, 53:27 ya, 53:28 dalam kehidupan. 53:31 Orang luar terganggu denganmu. 53:33 Anda mempergunakan kekayaan Anda untuk 53:35 mendzalimi orang. 53:38 Anda mempergunakan kekuasaan Anda untuk 53:40 menyalahkan orang, memenjarakan orang, 53:44 naudzubillah. 53:46 Innallaha la yuhibbul mufsidin. 53:50 Maka ingat baik-baik, 53:52 Allah Ta'ala sangat tidak menghendaki 53:54 orang-orang yang berbuat fasad. 53:58 Hamba Allah yang mulia, 54:01 itulah 54:03 sekilas cerita tentang Qarun. 54:06 Mungkin kita ingin tahu, apa yang 54:08 terjadi dengan Qarun sesudah itu? 54:12 Dia dan harta bendanya semua 54:14 ditenggelamkan Allah ke dalam tanah. 54:17 Tanah terbuka, 54:18 dia masuk bersama hartanya dengan 54:20 orang-orangnya semua ke dalam, 54:22 kemudian tanahnya tertutup kembali. 54:27 Jadi memang harta Qarun ada, 54:30 ada dalam tanah. 54:32 Apa sudah hancur atau belum, wallahu 54:34 a'lam. Di mana tempatnya, wallahu a'lam. 54:38 Kalau ada yang salah kepada Allah saya 54:40 mohon maafkan maghfirahnya. Wa minallahi 54:42 taufiq wal hidayah, wassalamualaikum 54:44 warahmatullahi wabarakatuh. 54:47 Wassalamualaikum warahmatullahi 54:48 wabarakatuh. Demikian ikhwan dan akhwat, 54:51 telah kita simak 54:53 bersama pemaparan yang telah disampaikan 54:56 oleh guru kita Ustad Zaid Hamzah Hamid 54:58 melalui sambungan Zoom tentang ee nikmat 55:02 Allah yang diabaikan. 55:05 Kami akan jeda sejenak terlebih dahulu 55:08 ikhwan dan akhwat dan kami akan kembali 55:10 ke ruang negara Anda nanti setelah jeda 55:12 dengan menjawab beberapa pertanyaan yang 55:15 sudah masuk. Jadi tetaplah bersama kami 55:17 dalam program tausiyah sore. 55:36 Satu ikhwan dan akhwat yang dirahmati 55:38 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Terima kasih 55:41 Anda masih bersama kami dalam program 55:43 tausiah sore. 55:45 Kami sapa terlebih dahulu ada Ibu Henti 55:48 di Jakarta Utara, lalu ada Ibu Ani Hani 55:52 Hudaifah. 55:53 Eee semoga Pak Ustaz dan juga Abi Agus 55:57 selalu sehat walafiat. Alhamdulillah 55:59 hadir menyimak di Radio Pencerahan 56:01 tausiah sore. 56:03 Ada Ibu Retno. Alhamdulillah hadir 56:05 menyimak tausiah sore Ustaz Z Mbah Mid. 56:09 Jazakallah khair pencerahannya Ustaz. 56:11 Kemudian ada 56:16 siapa ini? Ibu 56:18 Eyang Sri. 56:20 Lalu ada Bapak Arwin 56:22 di Jagakarsa. 56:25 Semoga Pak Ustaz dan pejuang dakwah 56:27 serta para pendengar Radio Rasial selalu 56:29 dalam keadaan sehat walafiat serta dalam 56:32 lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 56:35 Amin. 56:36 Amin. 56:37 [berdehem] 56:37 Ada Umi Abdul Aziz. 56:40 Ada Bapak Saihan Ar-Rakhili 56:43 di Pulogebang. Bertanya, 56:45 "Assalamualaikum Pak Ustaz. 56:47 Apakah bermalas-malasan dalam 56:49 mengerjakan ibadah dan tidak peduli 56:52 terhadap lingkungan di sekitarnya itu 56:54 termasuk mengingkari kenikmatan dari 56:57 Allah?" 56:59 Itu Pak Ustaz. 57:01 Pertanyaan pertama. 57:02 Iya. 57:03 Iya, memang kalau kita malas dalam 57:05 ibadah sama dengan kita mengingkari 57:08 nikmat yang Allah sudah berikan kepada 57:10 kita diikuti dengan perintah. 57:13 Padahal perintah untuk kita beribadah 57:14 ini tidak memberatkan kepada kita 57:16 sebenarnya. 57:18 Cuma kita saja yang merasa berat. 57:20 Tapi sebenarnya tidak memberatkan kepada 57:22 kita, malahan membawa nikmat yang lebih 57:23 besar kepada kita. 57:26 Itu benar, sama dengan mengingkari 57:28 nikmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 57:30 Mensyukuri nikmat Allah Ta'ala itu hanya 57:32 sekedar kita mengatakan alhamdulillah. 57:35 Alhamdulillah sebagian daripada 57:38 niat kita berterima kasih kepada Allah 57:40 Ta'ala, bersyukur kepada Allah. Tapi 57:42 dalam tindak tanduk kita juga 57:44 diperhatikan oleh Allah Subhanahu Wa 57:46 Ta'ala. Apalagi kalau dia tidak 57:48 memperdulikan dengan masyarakat 57:50 lingkungannya. Karena Rasul Shallallahu 57:52 Alaihi Wasallam menyatakan man la 57:54 yahtammu bi umuri mukminin muslimin 57:57 falaisa minna. 57:59 Orang yang tidak peduli dengan muslimin 58:01 di lingkungan kita, 58:03 Rasulullah menyatakan bukan dari 58:04 kelompokku. 58:06 Berarti sama dengan dia mengingkari 58:08 Allah dan Rasulullah Shallallahu Alaihi 58:10 Wasallam. Insya Allah terjawab. 58:11 Baik, insya Allah terjawab. Kemudian 58:14 dari Bapak Raya di Sawangan, Pak Ustaz. 58:18 Eh, alhamdulillah menyimak tausiyah dari 58:21 Ustaz. 58:22 Menarik tentang mengirim uang ke luar 58:25 negeri. Baru terpikir mengirim ke 58:27 akhirat lebih mudah dan lebih aman. 58:32 Betul, Pak. 58:33 Itu, Ustaz. 58:34 Iya, memang kita kalau keluarkan kirim 58:36 uang ke luar negeri kan ada ada ongkos 58:39 kirim. 58:40 Heeh. 58:41 Dan juga kita harus ke bank, kita harus 58:44 mana-mana. Tapi kalau kita mau kirim ke 58:45 akhirat gampang banget. Agen-agen di 58:48 lingkungan kita enggak pakai ongkos 58:50 kirim, enggak pakai mana-mana, itu 58:51 langsung masuk. 58:53 Dan yang ngirim lagi malaikat. Masya 58:56 Allah. 59:00 Silakan lanjut. 59:01 Baik, dilanjut, Ustaz ya. 59:03 Kemudian selanjutnya dari Bapak Samsudin 59:06 di Depok. Assalamualaikum warahmatullahi 59:08 wabarakatuh, Pak Ustaz. 59:10 Waalaikumsalam. 59:11 Di usia saya yang sudah tidak muda lagi, 59:15 sering terlintas 59:17 penyesalan karena dulu banyak nikmat 59:19 Allah yang saya lalaikan, terutama waktu 59:23 dan kesempatan beribadah. 59:25 Bagaimana cara menebus kelalaian di sisa 59:28 umur yang ada? Terima kasih usia 55 59:31 tahun. 59:33 Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma 59:34 sholli ala sayyid. 59:38 Penyesalan itu 59:40 itu sudah merupakan pintu taubat. 59:44 Penyesalan. 59:45 Dan Allah Ta'ala tahu orang yang merasa 59:47 menyesal 59:49 kemudian kalau kita 59:51 apa begitu muncul penyesalannya 59:55 perbanyak ikuti dengan istighfar kepada 59:57 Allah. 59:59 Ya, Allahumma 1:00:02 inni astaghfiruka wa atubu ilaih, 1:00:05 astaghfirullahaladzim 1:00:07 alladzi la ilaha illa huwal hayyul 1:00:09 qayyum wa atubu ilaih. Perbanyak baca 1:00:11 itu. 1:00:13 Perbanyak baca itu. 1:00:14 Karena di dalam Alquran Allah Ta'ala 1:00:17 ingatkan 1:00:18 orang itu yang ketika dia bertaubat 1:00:21 ya 1:00:23 sesudah dia berbuat dosa ini, dosa itu, 1:00:25 dosa ini, dosa itu yang Allah Ta'ala 1:00:26 menyatakan nanti Allah lipat gandakan 1:00:28 adabnya bagi mereka. 1:00:30 Tapi kemudian Allah Ta'ala tutup di ayat 1:00:32 ini dengan illa man taba 1:00:35 terkecuali mereka yang bertaubat. 1:00:38 Penyesalan itu merupakan dia memasuki 1:00:40 pintu taubat. 1:00:43 Tinggal acting-nya yang perlu dia 1:00:45 tambahkan. Acting-nya apa? Kita 1:00:47 beristighfar yang banyak kepada Allah. 1:00:50 Minta kepada Allah. Allahumma inni 1:00:52 as'aluka fi'lal khairat wa tarkal 1:00:56 munkarat. 1:00:57 Dengan bahasa Indonesia saja, ya Allah 1:00:59 aku minta kepadamu 1:01:01 supaya umurku yang sisa ini terisi 1:01:03 dengan banyak kebaikan dan aku 1:01:05 tinggalkan semua bentuk kemungkaran. 1:01:08 Allah Ta'ala nyatakan ketika dia 1:01:10 bertaubat dan dia rubah 1:01:13 gaya hidupnya 1:01:15 tadinya suka berhura-hura, suka ini, 1:01:17 suka itu yang tidak-tidak dia rubah 1:01:19 sekarang datang ke pengajian, lebih 1:01:21 banyak duduk di masjid. 1:01:23 Iya. 1:01:23 Tobat, terkadang-kadang dia baca Quran, 1:01:25 kadang-kadang bersusun air matanya kalau 1:01:28 memikirkan dosa-dosa yang lalu. Itu 1:01:30 Allah Ta'ala nyatakan 1:01:32 apa? 1:01:33 Illaman taba wa amana wa amila saleh. 1:01:37 Ulaikalladzina 1:01:39 ulaika 1:01:40 yubaddilullahu sayyiatihi hasanah. 1:01:44 Maka dosa-dosa yang lalu-lalu 1:01:46 dihapus oleh Allah 1:01:49 dan dibalikkan seakan-akan dia berbuat 1:01:52 baik saat itu. 1:01:55 Jadi banyak istigfar, 1:01:57 banyak bertobat kepada Allah Ta'ala, 1:02:00 dan banyak isi dengan 1:02:01 salat-salat sunah. 1:02:04 Salat di waktu malam, salat duha, salat 1:02:06 itu. 1:02:08 Dan kalau umpama 1:02:11 Allah Ta'ala menghendaki, 1:02:13 Allah Ta'ala rubah semua dosa-dosanya 1:02:15 itu, kemudian Allah Ta'ala rubah menjadi 1:02:18 perbuatan hasanah. 1:02:20 Insyaallah kita akan jawab. 1:02:23 Baik, terima kasih untuk Pak Samsudin. 1:02:26 Kemudian ada Bapak Hasan. 1:02:30 Assalamualaikum warahmatullahi 1:02:31 wabarakatuh di Bekasi, Pak Ustaz. 1:02:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:35 wabarakatuh. 1:02:36 Saya ini kadang suka lupa bahwa 1:02:39 kesehatan juga nikmat Allah yang besar. 1:02:42 Baru terasa penting setelah jatuh sakit. 1:02:45 Bagaimana caranya supaya kita ini tidak 1:02:47 terlena dan selalu ingat untuk 1:02:49 bersyukur, terutama di usia yang makin 1:02:53 senja? 1:02:55 Masyaallah. 1:02:56 Banyak tadahkan tangan kepada Allah, doa 1:02:59 minta kepada Allahumma a'inni ala 1:03:01 dzikrika wa syukrika wa husni ibadatik. 1:03:05 Ya Allah, bantulah aku, ya Rabb. 1:03:08 Bimbinglah aku untuk selalu mengingat 1:03:10 kepada-Mu, berzikir kepada-Mu. 1:03:13 Wa syukrika, bersyukur kepada-Mu. 1:03:16 Wa husni ibadatik. 1:03:18 Dan supaya ibadahku makin hari makin 1:03:20 baik 1:03:21 minta kepada Allah 1:03:23 kemudian kita banyak berzikir kepada 1:03:24 Allah, banyak baca Alquran 1:03:27 banyak zikir kalimat-kalimat zikir itu 1:03:29 macam-macam 1:03:30 maka diantara Allah Ta'ala menyatakan 1:03:32 ada kalimat zikir yang sangat dicintai 1:03:34 oleh Allah 1:03:35 kalimatan khafifatan fil lisan, 1:03:38 saqilatan fil mizan 1:03:40 habibatan indarrahman dua kalimat yang 1:03:42 sangat ringan di lidah, betul sangat 1:03:44 ringan 1:03:46 dan sangat berat di timbangan amal 1:03:49 dan sangat dicintai oleh Allah, disukai 1:03:51 oleh Allah 1:03:52 yaitu kalimat subhanallahi wabihamdihi 1:03:57 perbanyak-banyaknya demikian 1:03:59 perbanyak baca lailaha illallah wahdahu 1:04:02 la syarikalah 1:04:04 lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumit 1:04:06 wa huwa ala kulli syai'in qadir kemudian 1:04:09 minta kepada Allah Ta'ala 1:04:10 ya Allah inni ala zikrika wa syukrika wa 1:04:13 husni ibadah 1:04:14 insyaallah Allah akan jawab 1:04:16 baik 1:04:17 kemudian pertanyaan selanjutnya dari Ibu 1:04:21 Siti di Depok 1:04:23 Ustaz saya ingin bertanya, kita sering 1:04:25 mengeluh tentang keadaan ekonomi padahal 1:04:28 masih bisa makan 1:04:30 masih punya tempat tinggal, apakah 1:04:32 kebiasaan banyak mengeluh ini termasuk 1:04:34 bentuk melalaikan nikmat Allah? 1:04:39 bismillahirrahmanirrahim Allahumma 1:04:40 sholli ala 1:04:44 iya artinya mengeluh itu kita rubah 1:04:49 kita mulai dengan alhamdulillah 1:04:54 jangan sebab mengeluh tidak akan merubah 1:04:57 keadaan 1:04:58 mengeluh tidak akan merubah keadaan 1:05:02 tapi bertahmid kepada Allah 1:05:04 akan menjadikan keadaan kita berubah 1:05:09 karena mengeluh sama dengan seakan-akan 1:05:11 kita menyalahkan Allah Ta'ala 1:05:14 dengan kondisi kita. 1:05:15 Padahal seperti Anda katakan, ada makan, 1:05:18 ada tempat tinggal, ada 1:05:20 Qul alhamdulillah, alhamdulillah. 1:05:23 Karena ada banyak yang lebih susah, 1:05:24 lebih sulit dari kita. 1:05:27 Jadi keluhan itu dirubah dengan kalimat 1:05:29 alhamdulillah. 1:05:31 Insya Allah terjawab. 1:05:32 Baik. 1:05:33 Ada Bapak Ridwan di Cibubur. 1:05:36 Assalamualaikum warahmatullahi 1:05:37 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:05:39 Waalaikumsalam. 1:05:40 Saya melihat sekarang ini banyak orang 1:05:43 sibuk mengejar harta, termasuk saya 1:05:45 dulu. 1:05:46 Kadang sampai lupa bahwa waktu dan umur, 1:05:49 usia juga nikmat Allah. 1:05:51 Bagaimana cara menata hati agar kita 1:05:54 sadar nikmat umur ini tidak boleh 1:05:56 diabaikan? 1:05:58 Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma 1:06:00 sholli ala sayyidina Muhammad. 1:06:03 Ada doa yang diajarkan oleh Nabi 1:06:05 sallallahu alaihi wasallam. 1:06:08 Ya. 1:06:10 Lewat Allahumma 1:06:12 inni as'aluka imanan 1:06:15 yubasyiru qolbi wa yaqinan shodiq. 1:06:19 Ya Allah, aku meminta kepadamu supaya 1:06:24 terbuka dadaku ini, hatiku ini dipenuhi 1:06:28 dengan iman dan keyakinan kepadamu. 1:06:32 Enggak harus dengan bahasa Arab. 1:06:34 Dengan bahasa Indonesia banyak, minta 1:06:36 kepada Allah Ta'ala. Tapi di dalam 1:06:38 keseharian kita 1:06:40 perbanyak kita membaca Alquran, banyak 1:06:42 dzikrullah, 1:06:44 banyak ngingat kepada Allah Ta'ala. 1:06:46 Kalau kita banyak ngingat kepada Allah, 1:06:48 Allah 1:06:49 mendekati kepada kita itu lebih besar 1:06:51 daripada apa yang kita usahakan. 1:06:54 Sebab dalam hadis qudsi itu Allah Ta'ala 1:06:56 menyatakan qala Rasulullah sallallahu 1:06:58 alaihi wasallam, qala Allah 1:07:01 man taqarraba ilayya syibran 1:07:04 taqarrabtu ilaihi dzira'an. 1:07:07 Siapa yang berusaha untuk mendekatkan 1:07:10 dirinya kepadaku satu jengkal, aku 1:07:11 datang kepadanya satu hasta. 1:07:14 Satu hasta itu kira-kira tiga jengkal. 1:07:17 Jadi berarti logikanya Allah Ta'ala 1:07:20 lebih mendekat kepada kita tiga kali 1:07:22 lipat daripada kita mendekat kepadanya. 1:07:26 Ketika kita membaca Alquran. 1:07:29 Itu kita berusaha mendekatkan diri 1:07:30 kepada Allah. Ketika kita berzikir 1:07:31 kepada Allah. 1:07:33 Ketika kita salat sunah. 1:07:35 Ketika kita tadahkan tangan kepada 1:07:36 Allah. 1:07:39 Sebab yang lalu kan mengenai doa. 1:07:41 Kita kalau tadahkan tangan kepada Allah. 1:07:44 Sama dengan kita ini memanggil kepada 1:07:46 Allah. 1:07:48 Menunjukkan ketidakmampuan kita 1:07:50 mengharapkan pertolongan dari Allah 1:07:52 Ta'ala. 1:07:55 Allah mencintai orang yang banyak selalu 1:07:57 berdoa kepadanya. 1:07:58 Sehingga Rasul Sallallahu Alaihi 1:08:00 Wasallam menyatakan ad-dua. 1:08:02 Maupun ibadah. Doa itu pemimpin daripada 1:08:05 semua ibadah. Otak daripada semua 1:08:07 ibadah. 1:08:09 Insya Allah terjawab. 1:08:11 Ya. 1:08:12 Dari Bapak Rudi Pak Ustaz di Jakarta 1:08:15 Barat. Assalamualaikum Warahmatullahi 1:08:17 Wabarakatuh. 1:08:18 Waalaikumsalam Warahmatullahi 1:08:19 Wabarakatuh. 1:08:20 Ustaz terus terang. 1:08:21 Sekarang ini kondisi ekonomi memang 1:08:23 terasa berat. Sudah kerja keras siang 1:08:25 malam tapi penghasilan segitu-gitu saja. 1:08:29 Kadang hati ini ingin mengeluh. 1:08:30 Pertanyaan saya apakah kita memang tidak 1:08:32 boleh mengeluh kepada Allah? Bukankah 1:08:35 Allah tempat kita bersandar dan tempat 1:08:37 kita mencurahkan isi hati. Mohon 1:08:40 pencerahannya Ustaz. 1:08:43 Kita mengeluh kepada Allah boleh. 1:08:46 Tapi bentuk keluhannya gimana? 1:08:49 Ehm. 1:08:49 Ehm. 1:08:52 Saya berikan contoh begini. Nabi Ibrahim 1:08:54 Alaihissalam. 1:08:56 Kan yang perintahkan Nabi Ibrahim untuk 1:08:59 tinggalkan anak istrinya di lembah. Yang 1:09:02 gersang kan Allah Ta'ala yang 1:09:04 perintahkan. 1:09:06 Bukan maunya Ibrahim, Allah Ta'ala yang 1:09:08 perintahkan. 1:09:10 Tapi ketika dia akan tinggalkan mereka 1:09:13 sesudah dia jalan beberapa langkah sudah 1:09:15 lumayan 1:09:18 kemudian dia serahkan tangan kepada 1:09:21 Allah. 1:09:23 Nah, lihat ini bentuk pengeluhannya ya. 1:09:26 Dia 1:09:27 menerangkan tentang 1:09:29 kondisi 1:09:31 yang lagi dihadapi oleh anak istrinya. 1:09:36 Padahal Allah Ta'ala lebih tahu 1:09:38 karena Allah yang perintahkan dan Allah 1:09:40 Maha Melihat, Maha Mendengar. 1:09:44 Nabi Ibrahim mengatakan Rabbana 1:09:47 inni askantu min durriyati bi wadiin 1:09:50 ghairin dzii zar'in 1:09:53 inda baitikal muharram. 1:09:57 Ya Allah, aku tinggalkan anak istriku 1:09:59 supaya anak istri 1:10:01 di lembah yang gersang ya Allah. 1:10:03 Tidak ada pohon, tidak ada tempat 1:10:05 perlindungan. 1:10:07 Allah Maha Mendengar, Maha Melihat. 1:10:09 Allah Ta'ala tahu dan itu Allah yang 1:10:11 perintahkan. 1:10:16 Apa namanya 1:10:17 ee 1:10:19 perbendaharaan air yang ditinggalkan 1:10:21 oleh Ibrahim hanya cukup untuk 1 jam, 2 1:10:24 jam. Dia minum habis air. 1:10:28 Kan itu termasuk Ibrahim 1:10:30 itu kan bentuk mengeluh tapi kepada 1:10:32 Allah Ta'ala. 1:10:34 Umpama ini umpama contoh seorang yang 1:10:37 mempunyai anak yang banyak. 1:10:40 Terkadang anaknya masih kecil-kecil. 1:10:43 Membeli beras enggak ada duit, umpama 1:10:45 ini contoh saja. 1:10:47 Kemudian dia mengatakan ya Allah, Engkau 1:10:50 lebih mengetahui 1:10:52 ketidakmampuanku untuk membeli beras 1:10:54 untuk anak-anak. Boleh, tapi kepada 1:10:57 Allah. 1:10:58 Jangan mengeluh kepada Allah. 1:11:02 Kemudian ikuti dengan doa. 1:11:06 Ya Allah, berikan kecukupan, 1:11:09 berikan jalan keluar kepadaku ya Allah, 1:11:11 berikan rezeki kepadaku, boleh, 1:11:13 insyaallah terjawab. 1:11:16 Baik, Ustaz. Kemudian ada 1:11:20 pernyataan begitu ya. 1:11:22 Eee dari siapa ini? Hamba Allah, Pak 1:11:24 Ustaz. 1:11:26 Ustaz, terus terang memang hati ini 1:11:27 sering sedih melihat kondisi negeri kita 1:11:30 sekarang. 1:11:32 Salah kelola di sana-sini, akhirnya 1:11:34 rakyat kecil yang harus menanggung 1:11:35 akibatnya. 1:11:36 Banyak yang mengeluh karena daya beli 1:11:38 turun, padahal dulu negeri ini tidak 1:11:40 seperti ini. Itu saja, Ustaz, curahan 1:11:42 hati saya, terima kasih. 1:11:46 Ingin ditanggapi, Ustaz? 1:11:47 Memang keadaan 1:11:49 Memang keadaan sekarang ini, karena apa? 1:11:51 [berdehem] 1:11:53 Subhanallah, negeri kita ini negeri yang 1:11:55 kaya. 1:11:56 Tapi ada saya teringat satu hadis Rasul 1:11:59 sallallahu alaihi wasallam. 1:12:02 Rasul sallallahu alaihi wasallam 1:12:04 menyatakan, "Yadullah ala hadihil 1:12:06 ummah." 1:12:07 Tangan Allah selalu berada di atas 1:12:10 umatku. 1:12:12 Ya, berarti kalau tangan Allah selalu 1:12:14 berada di atas umat Rasulullah, 1:12:16 kita-kita, berarti ada jaminan 1:12:19 macam-macam dari Allah subhanahu wa 1:12:21 taala, ketentraman. 1:12:23 Tapi Allah taala menyatakan, 1:12:25 "Malam 1:12:27 yu'adzim abrara hum fujara hum." Selama 1:12:31 umatku, 1:12:33 hamba-hamba Allah ini 1:12:35 tidak mengagungkan, membesar-besarkan 1:12:37 orang-orang yang berdosa, yang mungkar, 1:12:40 orang-orang baik membesar-besarkan 1:12:42 orang-orang yang mungkar. 1:12:44 Heeh. 1:12:47 Satu. 1:12:49 Dan kan buktinya banyak ulama-ulama yang 1:12:51 menjilati kepada penguasa. 1:12:54 Yang kedua, 1:12:55 selama ahli hukum tidak berlaku lunak 1:12:57 kepada mereka yang bersalah. 1:13:00 Yang ketiga, selama ahli-ahli agama 1:13:04 tidak menjilat-jilat kepada mereka. 1:13:08 Kalau tiga ini sudah dilakukan, 1:13:12 maka Allah Ta'ala mengatakan fa anzala 1:13:14 alaihimul faqa, 1:13:16 maka Allah Ta'ala akan menurunkan kepada 1:13:19 mereka 1:13:20 kemelaratan. Melarat akan terjadi di 1:13:23 mana-mana, kemiskinan terjadi di 1:13:25 mana-mana. 1:13:31 Kemudian Allah Ta'ala mengatakan rafa 1:13:33 Allahu anhumul barakah. 1:13:35 Kemudian Allah mengangkat keberkahan 1:13:38 daripada umat tersebut. 1:13:42 Nah, sebenarnya apa yang terjadi 1:13:43 sekarang kepada kita ini, ini apa yang 1:13:45 diingatkan oleh Rasulullah dalam hadis 1:13:48 qudsi. [tertawa] 1:13:50 Ahli hukum sudah berlaku 1:13:52 fulus. 1:13:53 Fulus. 1:13:55 Nah, 1:13:55 makanya 1:13:58 Allah kepada mereka yang berlaku fulus. 1:14:01 Ada fulus? 1:14:03 Enggak ada fulus, ya. 1:14:05 Ada fulus, enggak perlu dipenjara. 1:14:07 Enggak ada fulus, ya masuk penjara. 1:14:10 Nah, itu yang terjadi kebanyakan, 1:14:11 walaupun enggak semua, tapi kebanyakan. 1:14:14 Berapa banyak para ahli-ahli hukum yang 1:14:16 menjual, menukar keadilan itu hanya 1:14:18 karena bentuk materi. 1:14:20 Iya. 1:14:21 Karena terima sogokan, terima ini, itu, 1:14:22 ini. 1:14:24 Nah, untuk itu kita paling bagus, paling 1:14:26 banyak kita mendekatkan diri kepada 1:14:28 Allah. 1:14:29 Ingatkan kepada saudara-saudara 1:14:31 kita, jangan hanya karena faktor 1:14:33 keuntungan kita akan menjilat kepada 1:14:35 pejabat-pejabat yang berdosa, yang sudah 1:14:38 jelas-jelas munafik. 1:14:39 Insyaallah terjawab. Terima kasih 1:14:41 statement-nya. 1:14:42 Baik, terima kasih Ustaz. Itu menjadi 1:14:43 satu statement terakhir, Ustaz. 1:14:46 Alhamdulillah. 1:14:47 Baik, dan 1:14:48 bisa ditutup dengan eh kesimpulan, 1:14:51 Ustaz. 1:14:53 Kesimpulannya insyaallah kita usahakan 1:14:55 untuk merubah kondisi kehidupan 1:14:59 kita dan lingkungan kita. 1:15:02 Justru itu pada ustaz-ustaz sekarang kan 1:15:04 lebih banyak yang berdakwah sana sini, 1:15:06 sini, sini, masyaallah. 1:15:08 Heeh. 1:15:09 Supaya kondisi kita insyaallah berubah. 1:15:11 Dan perbanyak kita tadahkan tangan. 1:15:14 Minta supaya Allah taala memberikan 1:15:16 pemimpin kepada kita 1:15:18 yang akan menjadikan negara kita ini 1:15:20 subur, apa negara kita ini makmur. 1:15:24 Negara kita ini sangat kaya. 1:15:27 Sangat kaya. 1:15:28 Kalau dikelola yang benar 1:15:30 tiap orang bisa menerima kira-kira 1:15:32 mungkin itu kan sudah pernah ada yang 1:15:34 bikin perhitungan. 1:15:35 Iya. Pak Mahfud 1:15:35 Tiap orang bisa menerima 1 bulan itu 1:15:38 gratis 10 juta. 1:15:40 Heeh. 1:15:41 Tiap orang. 1:15:42 Kalau dikelola 1:15:44 yang 1:15:45 benar. 1:15:46 Tapi karena terlalu banyak tikus-tikus 1:15:48 yang lapar 1:15:50 yang menggerogoti uang-uang negara. 1:15:54 Jadi uang-uang negara hanya ber 1:15:56 keliling-keliling di tempat mereka 1:15:58 dengan gaji yang fantastis. 1:16:01 Padahal hanya datang duduk dengan 1:16:03 dengan 1:16:04 duit. 1:16:06 Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu 1:16:08 alla ilaha illallah wa anna Muhammadur 1:16:10 Rasulullah. Nastaghfiruka wanatubu 1:16:13 ilaih. Wassalamualaikum warahmatullahi 1:16:15 wabarakatuh. 1:16:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16:18 wabarakatuh. Jazakallah, Ustaz, atas 1:16:20 tausiahnya. 1:16:22 Sebelum berpisah, salam eh 1:16:25 kami ingin menyapa Ibu Aminah dan Ibu 1:16:27 Rukmini yang juga hadir dan baru saja 1:16:30 memberikan eh komentarnya. 1:16:33 Akhirul kalam, kami yang bertugas mohon 1:16:34 undur diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:16:36 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:16:38 wabarakatuh. 1:16:41 Waalaikumsalam 1:16:42 Wa'alaikum salam.