Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- berjumpa dalam program tausiah sore
- yang akan merenungi satu tema yang
- sangat dekat dengan kehidupan kita. Di
- mana pada sore hari ini, Ikhwan dan
- Akhwat,
- kita akan mengambil tema nikmat Allah
- yang dilalaikan. Di sore hari ini,
- Ikhwan dan Akhwat, seperti biasa telah
- kami hadirkan di ruang dengar Anda,
- Ustaz Z. Mahmid yang kini telah
- tersambung melalui sambungan Zoom.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Masyaallah, ikhwan dan akhwat. Seringki
- kita sibuk mengejar keinginan dan
- kebutuhan dunia hingga lupa bahwa
- sejatinya kita dikelilingi oleh nikmat
- Allah yang tidak terhitung jumlahnya.
- Mulai dari nikmat kesehatan, waktu
- luang, iman, keluarga hingga kesempatan
- untuk beribadah. Namun sayangnya banyak
- dari nikmat itu justru terabaikan dan
- baru terasa berharganya ketika sudah
- hilang. Di sore hari ini itu yang akan
- dibahas oleh guru kita Ustaz Z Mahmid
- dan alhamdulillah kita telah tersambung
- dengan beliau. Langsung saja ikhwan dan
- akhwat kita akan mendengarkan tausiah
- yang akan disampaikan oleh guru kita.
- Tafadol Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Alhamdulillahilladzi
- anamana bdolilan.
- Alhamdulillah
- alladzi anama alaina binikmatal islam
- wal iman.
- Tumma innalhamdalillah nahmaduhu
- waskuruhu wasastainuhu wastagfiruh
- wa naud nazubillahi minuri anfusina
- watialina
- man yahdillah fahual muhad
- waman [berdehem] yudlil falan tajid lahu
- walian mursyida.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluh.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabina Muhammad an naabir rahma wa ala
- alihi wasahbihi wasallama tasliman ka
- Allahumma rabbisrohli sodri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli.
- Allahum jaalna minalladina amanu wailus
- shihat watwu bilhaq watwab
- amin ya arhamarahimin.
- Para pendengar sekalian, hamba Allah
- yang mulia di mana aja Anda berada.
- Segala puji dan puja bagi Allah
- Subhanahu wa taala yang menghantarkan
- kita bangun waktu pagi dengan nikmah
- dari Allah Taala dan kita Allah
- hantarkan sampai saat ini di waktu sore
- juga dengan nikmat dari Allah Subhanahu
- wa taala.
- Allahum lakal hamdu ya rab asbahna
- binikmah waliah wa amsa binma waliah.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala di mana aja
- Anda berada.
- Insyaallah dengan kondisi saha waliah
- kalau ada yang sakit mudah-mudahan Allah
- Subhanahu wa taala menurunkan syifa
- kepada mereka yang sakit.
- Syifaun warahmah
- ya obat penawar
- dan kasih sayang Allah Subhanahu wa
- taala tertumpah kepada mereka dan kepada
- kita sekalian insyaallah. Begin ya
- rabbana karim. Kepada mereka dalam
- perjalanan yang mendengarkan siaran kami
- ini, insyaallah Allah Taala
- menghantarkan Anda sampai pulang ke
- rumah bahat waliah
- sampai di tujuan masing-masing dengan
- kondisi yang sehat.
- Saengat sekalian yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala
- tentang nikmah ya
- bahasa Indonesianya
- nikmat
- ini dalam Al-Qur'an nikmah Allah Taala
- itu sangat luas
- berbeda dengan makna nikmat
- dalam bahasa Indonesia berbeda.
- Tapi hampir-hampir
- mendekati maknanya hampir-hampir sama.
- Tapi berbeda. Kalau kita berbicara
- dengan nikmat dalam bahasa Indonesia ya
- berbeda
- ya. Seorang umpama
- dia lagi makan sesuatu
- dan enak di lidahnya, enak di
- kerongkongannya, dia akan mengatakan,
- "Aduh, nikmat banget ya makanannya.
- Tapi belum tentu
- nikmah yang Allah berikan ini dia pandai
- menghargai kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Di dalam Al-Qur'an Allah taala ingatkan
- kepada kita sekalian
- bahwa tidak ada satu nikmah
- yang kita nikmati dalam kehidupan kita
- ini yang tidak akan dimintakan
- pertanggung jawab oleh Allah Subhanahu
- wa taala.
- Sehingga dalam Al-Qur'an Allah Taala
- ingatkan kepada kita sekalian.
- Allah Taala ingatkan kepada kita
- sekalian bagaimana Allah Taala akan
- menginterogasi
- semua yang Allah berikan kenikmatan yang
- kita nikmati dalam kehidupan kita.
- Tumma latus'alunna yaumaidin anin naim.
- Kemudian nanti
- latusaluna
- akan dimintakan pertanggung jawab, akan
- dipertanyakan kepada mereka
- alun yaumaidin
- ketika di yaumul kiamah
- anim
- dengan semua bentuk nikmah yang telah
- diberikan kepada mereka, kepada kita
- sekalian.
- Coba kita renungkan sejenak
- nikmah apa aja yang dalam kehidupan kita
- sehari-hari.
- Di dalam Al-Qur'an Allah Taala ingatkan
- ada dua kali dalam Al-Qur'an Allah Taala
- ingatkan
- wain taudu nikmatallah
- laha.
- Ya. Kemudian di ayat yang lain lagi
- Allah Taala menyatakan waakum minalum
- wauallah
- innal insanaumun
- kaa.
- Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala
- telah memberikan kepada kita
- apa yang kita minta kepada Allah dan apa
- yang kita tidak minta
- Allah berikan. Banyak hal yang kita
- tidak pernah minta kepada Allah tapi
- Allah Taala berikan.
- Karena Allah Taala lebih tahu apa yang
- kita perlu apa yang kita perlukan dalam
- kehidupan kita.
- Kemudian Allah Taala menyatakan waudu
- nikmatallah la.
- Kalau kita ingin menghitung nikmat Allah
- Taala
- padahal terkadang sebagian manusia
- berpikir begini.
- Saya salat lima kali sehari. Saya sudah
- taat,
- saya bersedekah,
- ya saya berbuat baik.
- Apa yang saya dapatkan di dunia ini?
- Apakah itu hanya untuk upacara akhirat?
- Subhanallah.
- Maka jauh-jauh hari sebelum kita
- berpikir yang demikian, Allah Taala
- menyatakan wain taudu nikmatallah.
- Kalau Anda ingin menghitung-hitung
- nikmat Allah Taala, kita kan biasanya
- biasanya ya
- kalau orang berbuat
- baik ee kalau kita berbuat baik kepada
- seseorang
- ya boleh dibilang berbuat baik sekali,
- dua kali ya mungkin satu waktu orang itu
- minta tolong ini itu kita bantu.
- sekali waktu kita minta pertolongan dari
- orang tersebut. Kita ada perlu satu kita
- minta pertolongan.
- Kemudian orang itu
- menolak dengan memberikan alasan umpama
- dengan cara yang baik. Waduh, saya
- enggak bisa karena begini begini begini.
- Umpama
- itu biasanya
- kita menggerutu
- dan terkadang kita marah kepada orang
- tersebut.
- Padahal mungkin kita bisa berbuat baik
- kepadanya baru dua tiga kali.
- Kemudian kita mulai menghitung
- kan dulu dia begini saya bantu. Dia
- begitu saya bantu dia begini. Sama
- dengan kita menghitungkan kebaikan kita
- kepada orang tersebut.
- Coba kita balikkan kepada diri kita.
- Kalau kita diperintahkan oleh Allah
- untuk salat,
- itu sebenarnya bukan untuk Allah, untuk
- kita.
- Karena nikmat yang kita terima dari
- Allah Subhanahu wa taala, Allah taala
- menyatakan kalian tidak bakal sanggup
- untuk bisa menghitung sekalipun kalian
- memakai komputer yang paling canggih.
- Ya Allah, kalau kita berbicara dalam
- kehidupan kita di dunia,
- coba saya memberikan tamsil begini.
- Ketika kita berada di rahim ibu-ibu
- kita,
- biasanya kalau orang hamil sesudah kita
- lahir, ya kita sudah tahu, oh dulu kita
- ibu kita yang hamil kemudian melahirkan
- kepada kita.
- Ya, baru kita tahu, aduh pengorbanan
- ibunya luar biasa.
- Tapi ketika kita masih berada di alam
- rahim,
- hampir tidak pernah kita akan mendengar
- orang yang hamil itu dia berdoa minta
- kepada Allah, "Ya Allah,
- lahirkanlah anakku dengan tangan dua,
- kakinya dua, ya, matanya dua."
- Biasanya para ibu-ibu hanya berdoa, "Ya
- Allah, permudah yang dalam persalinanku.
- Lahirkanlah anak yang sehat walafiat,
- anak yang salehah." Artinya general,
- karena si ibu ini yakin Allah Subhanahu
- wa taala lebih tahu apa yang dibutuhkan
- oleh ibu ini.
- Karena ini anak yang dalam rahim.
- janin yang dalam rahim
- dia tidak tahu tentang kehidupan dunia
- dan dia belum sadar apa yang dia akan
- hadapi dan dia belum tahu bahwa dia akan
- berpindah ke dunia
- tapi dia nikmati kondisi dalam rahim
- termasuk kita semua
- kita berputar-putar di alam rahim ya
- dan saat itu kita terendam dalam air
- Jadi kita hidup dalam air, terendam
- dalam air.
- Dia berputar-putar alam rahim.
- Kalau umpama
- kita waktu di alam rahim bisa ngomong,
- berbicara kepada Allah Taala, kita akan
- mengatakan kepada Allah, "Ya Allah,
- aku di sini tidak butuh tangan,
- aku tidak butuh kaki.
- Supaya aku lebih gampang untuk
- bermanuver di alam rahim ini.
- Berputar-putar ke sana ke sini lebih
- enak.
- Tapi Allah Subhanahu wa taala mengetahui
- apa yang kita butuhkan nanti
- ketika kita dilahirkan oleh Allah
- Subhanahu wa taala.
- Ketika Allah sudah ciptakan kita
- berbabak-babak kemudian Allah Taala
- menyatakan tumma nuhriukumla.
- Kemudian kami lahirkan engkau, pindahkan
- engkau menjadi anak bayi di pangkuan
- ibumu.
- Dan hamba Allah yang mulia.
- Ketika seorang anak lahir,
- umpama aja
- tangannya tidak sempurna.
- Malaikah yang Allah sudah sediakan di
- dunia untuk menerima kepadanya dengan
- kasih sayang yaitu ibunya
- akan menangis berhari-hari.
- Walaupun dia terima dengan hati yang
- gembira,
- tapi hatinya menangis
- karena dia melihat tidak sempurnanya
- tangan yang dia butuhkan nanti
- dalam kehidupan yang akan dihadapi ke
- depan.
- Tapi Allah Subhanahu wa taala maha tahu.
- Justru itu ada hamba-hamba Allah yang
- begitu dia lahir ke dunia memang
- sengaja Allah Subhanahu wa taala
- menjadikan dia lahir dalam keadaan buta.
- Dan itu bagi yang bersangkutan
- mungkin dia nikmati
- karena di alam rahim dia enggak pernah
- melihat apa-apa.
- masih tertutup matanya.
- Jadi walaupun sampai di dunia matanya
- sudah terbuka, dia tidak merasa menyesal
- ada sesuatu yang kurang kepadanya.
- Namun biasanya hamba-hamba Allah yang
- Allah Taala kurangi pandangannya,
- artinya Allah Taala tidak memberikan
- kesempatan untuk dia bisa melihat, tapi
- Allah Taala memberikan kelebihan di hal
- yang lain. Subhanallah.
- Dan penyelidikan di dunia Barat.
- Penyelidikan di dunia Barat. Ternyata
- orang-orang yang buta dari lahir,
- insting mereka itu dan pendengaran
- mereka itu sangat tajam
- melebihi daripada orang-orang yang
- normal.
- Jadi ada yang Allah Taala kurangi, ada
- yang Allah Taala lebihan.
- Tapi ketika kita berada di alam rahim,
- Allah Taala tahu bahwa kita bakal butuh
- tangan,
- butuh kaki. Sekalipun janin ini
- mengatakan, "Ya Allah, kalau tidak ada
- tangan, tidak ada kaki, saya lebih enak
- untuk berputar-putar di alam rahim
- berbalik-balik."
- Tapi Allah Taala berikan tangan
- kepadanya. Walaupun dia tidak minta,
- ibunya enggak minta. Ibunya hanya berdoa
- minta, "Ya Allah, lahirkan anakku dengan
- sehat.
- Itu sesuatu yang kita tidak minta dari
- Allah Taala.
- Mana ada anak yang lahir janin dalam
- rahim. Dia minta, "Ya Allah,
- kompletkanlah aku dengan dua tangan, dua
- kaki, ya, dua mata, bisa melihat
- telinga, enggak ada.
- Nanti sudah mulai berbulan-bulan
- dalam pengkuan ibunya baru mulai nampak
- kebutuhan kakinya, kebutuhan tangannya.
- Jadi luar biasa nikmat Allah Subhanahu
- wa taala dalam kehidupan kita.
- Itulah sehingga di dalam Al-Qur'an
- ada Allah Taala sebutkan kepada kita,
- lain syakartu laazidan.
- Kalau pandai kalian, kita semua pandai
- mensyukuri nikmat Allah ini, Allah Taala
- akan tambahkan nikmatnya, akan perbesar
- nikmat.
- Nah, nikmat Allah Taala ini sangat luas.
- Kesehatan kita salah satu nikmat Allah,
- kemampuan kita dalam soal ekonomi adalah
- nikmat dari Allah Subhanahu wa taala.
- Kita mendapatkan istri yang salehah itu
- nikmat dari Allah Taala.
- Allah memberikan anak kepada kita adalah
- nikmat dari Allah Subhanahu wa taala.
- Allah memberikan kekayaan yang berlimpah
- ruah.
- Itu nikmat dari Allah Taala.
- Tapi
- seberapa besar, seberapa banyak
- ketika kita menikmati yang Allah berikan
- nikmahnya ini, seberapa banyak kita
- mensyukuri kepada Allah dan menyadari
- siapa pemberi nikmah ini kepada kita.
- Malahan terkadang
- kita kufur kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Saya ingin memberikan satu contoh para
- pendengar sekalian yang dimuliakan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Ketika Allah Subhanahu wa taala
- menceritakan di dalam Al-Qur'an,
- Subhanallah,
- peristiwa tentang Harun,
- Allah Taala menceritakan dalam
- Al-Qur'an.
- Kalau kita berbicara tentang Karun,
- saya kira semua orang tahu.
- Kita kalau dapat
- kalau kita dapat kekayaan dalam tanah,
- terkadang kita katakan, "Wah, ini harta
- karun." Malahan harta karun itu sudah
- menjadi sebutan. Kalau orang kaya raya
- luar biasa kadang-kadang ada yang
- mengkomentar, "Wah, ini dia mendapat
- harta karun
- sudah jadi nama." Padahal yang namanya
- itu Qarun.
- Allah Subhanahu wa taala menceritakan
- dalam Al-Qur'an.
- Siapa Karun ini?
- [berdehem]
- Allah Taala menceritakan, "Inna qaruna
- minumi Musa fabag alaihim.
- Sesungguhnya
- Qarun ini
- Qarun kana min kaumi Musa. Dia tadinya
- pengikut Nabi Musa. Malahan di dalam
- tafsir Ibnu Abbas
- mengatakan bahwa Harun ini adalah
- misanannya
- atau saudara misan, saudara sepupu Nabi
- Musa.
- Saudara sepupu sangat dekat dan dia
- termasuk orang yang mengikuti
- kepada Nabi Musa Alaih Salam.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- membuka kepadanya rezeki yang berlimpa
- ruah. Masyaallah.
- Mungkin
- kita perlu bertanya.
- Peristiwa ini terjadi kan sudah ribuan
- tahun yang lalu, puluhan ribuan tahun
- yang lalu, mungkin 56.000 tahun yang
- lalu di zaman Nabi Musa Alaih Salam.
- Karena sesudah Rasulullah, Nabi Isa.
- Kemudian ada beberapa nabi lagi baru
- Nabi Musa.
- Jadi mungkin 10.000 tahun yang lalu.
- Kemudian Allah Taala mengabadikan kisah
- ini dalam Al-Qur'an diwahyukan kepada
- Rasulullah. Untuk siapa?
- untuk kita semua mengambil pelajaran.
- Kita perlu mengambil pelajaran. Karena
- dalam Al-Qur'an ini Allah Subhanahu wa
- taala mengingatkan kepada kita semua
- bahwa
- peristiwa-peristiwa dalam Al-Qur'an itu
- untuk supaya kita mengambil contoh dan
- pelajaran dalam kehidupan kita.
- Bagaimana ketika Allah Taala akan
- membalikkan satu keadaan
- lebih cepat dari kita membalikkan
- telapak tangan.
- Innahu ala kulliin qadir. Dia Allah maha
- sanggup atas segala sesuatu.
- Maka Allah menceritakan kepada kita
- sekalian dalam Al-Qur'an.
- Innauna mini Musa fabag alaihim.
- Karun ini termasuk
- pengikutnya Nabi Musa, kelompok Nabi
- Musa, pengikut Nabi Musa.
- Tapi Allah Taala menyatakan, "Fabagha
- alaihim."
- Kemudian dia ini membangkang kepada Nabi
- Musa, membangkang kepada kaumnya.
- Karena ketika itu dia diberikan kekayaan
- yang berlimpah ruah. Luar biasa.
- Luar biasa kekayaan diberikan Allah
- kepadanya.
- Sehingga di dalam ayat ini, dalam
- Al-Qur'an Allah Taala ceritakan kalau
- dia berjalan
- dengan pakaian kebesarannya, dia diikuti
- oleh
- bukan pengawal, pegawai-pegawainya dia
- yang memikul
- kunci-kunci
- perbendaharaan gudang harta yang dia
- punyai.
- Malahan di dalam tafsir Ibnu Katsir
- dikatakan hartanya juga dia ini dibawa.
- Kalau dia berjalan, hartanya itu diikut
- dengan yang memikul hartanya dia. Jadi
- kita bisa bayangkan
- berapa banyak kekayaan hamba Allah ini
- karunkan
- kesombongannya dengan apa yang Allah
- berikan.
- Kemudian kelompoknya dia, pengikutnya
- Nabi Musa melihat ini.
- Jadi Allah Taala menyatakan waainahu
- minaludi ma inama fatihahu
- biusbatiulil
- quah.
- Dan Allah taala menyatakan waainahu. Dan
- kami Allah memberikan kepadanya
- perbandaharaan harta yang masyaallah
- dengan kunci-kuncinya dia. Kunci-kunci
- gudang. Kalau sekarang kan kunci kita
- sepotong-sepotong kecil gini.
- Kuncinya dia besar-besar.
- Nah, bayangkan ya gudang itu berapa
- besar.
- Kemudian harta dan kunci-kuncinya ini
- kalau dia berjalan, dia bawa bersama,
- diikutkan di belakangnya dia dengan
- pakaian kebesarannya, dengan
- kesombongannya.
- Kemudian subhanallah
- idala lahu qumuhu la tafrah.
- Kemudian kelompoknya
- pengikut Nabi Musa Alaih Salam
- melihat tingkah lakunya
- Karun.
- Mereka nasihati kepadanyaah.
- Karena mereka masih menganggap Karun ini
- termasuk dari golongan mereka yang
- pengikut Nabi Musa.
- Jadi mereka mengatakan kepada Karun, "La
- tafrah innallaha yuhibbul farihin."
- Jangan terlalu membangga-banggakan apa
- yang Allah berikan kepadamu.
- Allah Taala sangat tidak ingin, sangat
- tidak menginginkan
- mereka yang terlalu merasa
- berbangga-bangga.
- Kemudian dia lanjutin nasihatnya.
- Akhir.
- Jadi mereka mengatakan seakan-akan
- daripada Anda berbangga-bangga kepada
- manusia dengan kekayaan yang Anda
- punyai, nah itu sekarang terjadi.
- Sekarang
- seperti yang lalu yang saya pernah
- sampaikan,
- anggota DPR ketika lagi baru masuk calon
- mereka mau merendah mengemis suara
- daripada masyarakat lingkungannya.
- Dan itu yang terjadi memang.
- Tapi begitu sudah menjadi anggota DPR,
- lebih banyak mereka membanggakan diri
- menunjukkan kekayaan
- ya
- dan bentuk mobil yang mereka bawa.
- Malahan baru-baru ini kan salah satu
- anggota DPR
- mobilnya berderet sampai berapa banyak?
- Wallahualam. Ada 10 15 mobil.
- Bagaimana mereka mau pakai? Subhanallah.
- Dengan penampilan
- pakaian mereka memakai jam tangan yang
- berharga miliar.
- Jadi lebih banyak hanya untuk
- membanggakan menunjukkan
- kepada masyarakat
- berbanding terbalik dengan ketika mereka
- baru masuk calon.
- Dan ini Allah Taala sudah tunjukkan di
- zaman Nabi Musa Alaih Salam.
- Ketika kelompoknya Nabi Musa memberikan
- nasihat kepada Farun, la tafrah.
- Anda jangan terlalu menunjukkan
- kesombongan, terlalu berlebih-lebihan
- membanggakan diri. Karena sesungguhnya
- Allah innallaha la yuhibbul farihin.
- Allah Taala tidak menghendaki
- orang-orang yang terlalu
- membangga-banggakan diri. Kemudian
- mereka datang wabakallah
- darah.
- Jadi ada baiknya
- apa yang Allah berikan kepadamu
- wabakallah.
- dengan pemberian-pemberian Allah
- kepadamu,
- sediakan aja untuk engkau kembali nanti
- ke yaumul akhir.
- Nah, kita mau ingin tahu fakallah apa
- aja pemberian Allah kepada kita.
- Subhanallah.
- Itulah sehingga Allah Taala
- berulang nyatakan di dalam Al-Qur'an.
- Wa nikmatallah.
- Kita bisa merasa nikmah dari Allah Taala
- itu karena ada pemberian Allah.
- Apa pemberian Allah Taala kepada kita?
- Kesehatan.
- Coba
- harta yang berlimpah ruang.
- Kemampuan kita untuk ngomong.
- Ada hamba-hamba Allah mendapat rezeki
- dengan kepintaran dia untuk ngomong.
- Apa dia ngomong untuk melucu ya
- atau dia sebagai pengacara? Pengacara
- kan kebanyakan pintar ngomong
- dan dia dapat rezeki untuk itu
- atau dia menjadi kaya raya karena
- nyanyian ya artis.
- Sekalipun untuk wanita
- ya diharamkan kalau di depan orang
- sambil nyanyi menggoyang-goyangkan badan
- dengan pakaian-pakaian yang ket itu
- enggak boleh dalam Islam.
- Tapi dia Allah berikan rezeki dengan
- itu.
- Jadi apa aja yang Allah berikan kepada
- kita,
- setidak-tidaknya kita pergunakan
- kesempatan ini untuk nanti kembalinya
- kita ke yaumul akhir. Jadi sama bedanya
- kira-kira begini. Ketika kita masih muda
- sekolah,
- kita sekolah kita mencari ya jurusan
- yang banyak yang berpikir begini, ya
- saya mau cari jurusan ini supaya begitu
- selesai cepat bisa dapat kerjaan.
- Boleh bukan? Enggak boleh bagus.
- Tapi otomatis kan dia lakukan ini dengan
- susah paya karena dia berpikir masa
- depannya dia.
- Tapi ada terkadang baru selesai sekolah
- belum
- mendapatkan hasil daripada masa depannya
- dia sudah meninggal dunia.
- Masa depan kita sebenarnya di yaumul
- akhir itu masa depan kita.
- Justru itu
- sering-sering hamba Allah yang mulia
- jalanlah ke kubur, duduk di kubur
- sebentar renungkan.
- Ternyata ini masa depan saya akan masuk
- ke sini perjalanan ke yaumul akhir.
- atau ketika kita mengantarkan jenazah,
- renungkan
- kita dalam keadaan nikmat
- dan kita harus berpikir yang memberikan
- nikmah kepada kita itu
- masa depan kita di yaumul akhir.
- Tapi Allah Taala nyatakan wala tansa
- nasibaka minad dunya. Nanti kita
- terangkan wala tansa nasibaka minad
- dunya. Jadi kelompoknya Nabi Musa Alaih
- Salam, pengikutnya Nabi Musa menasihati
- kepada Qarun.
- Seakan-akan kalau kalimat kita tiap hari
- daripada Anda ini terlalu
- membangga-banggakan diri, lebih baik
- cari sesuatu untuk
- adaral akhirah, untuk masa depan Anda di
- yaumul akhir.
- Karena apapun yang kita punyai, bukan
- karena dengan kepintaran kita sendiri.
- Bukan apa aja yang kita dapatkan, apa
- aja yang kita punyai,
- bukan karena kepintaran kita,
- bukan karena kemampuan kita. Tugas kita
- dalam kehidupan ini hanya berusaha
- dengan baik. Soal rezeki sampai di mana
- itu urusan Allah Subhanahu wa taala,
- bukan urusan kita.
- Ya, terkecuali kalau Anda mau ingin
- motong jalan, ambil jalan pendek,
- korupsi, ya, mencuri, menggelapkan, itu
- ambil jalan pendek. Tapi Allah Taala
- sudah ancam itu sesuatu yang haram. Anda
- berangkat umrah dengan uang korupsi,
- dengan uang menggelapkan uang negara,
- subhanallah
- itu mau cuci dosa dengan kotor, dengan
- kotoran.
- Jadi
- kaumnya dia menasihati kepadanya
- wabakallah.
- Dengan pemberian-pemberian Allah
- kepadamu, coba Anda dapatkan nanti untuk
- kembalinya Anda ke yaumul akhir. Artinya
- sama dengan kita katakan kita sisihkan
- sebagian.
- kita kirim ke akhirat.
- Kita kan biasa kirim fulus. Anak kita
- umpama sekolah luar negeri, kita kirim
- fulus ke luar negeri. Ya, ada teman kita
- umpama di luar negeri yang mungkin
- pernah kita pinjam duit, kita kirim ke
- luar negeri.
- Bisa enggak kita kirim ke akhirat?
- Ya bisa. Subhanallah bisa. Sangat
- gampang lagi.
- Enggak pakai ongkos ngirim, enggak
- repot, enggak ruet. Dari mana aja bisa
- kirim ke akhirat dan tidak akan hilang.
- Dijaga, dicatat, disediakan semua untuk
- terimanya di sana oleh para
- malaikat-malaikat Allah Subhanahu wa
- taala. Kita bisa kirim ke akhirat. Mau
- kirim 1 miliar, 2 miliar boleh. Boleh
- beli tanah kita wakafkan untuk masjid
- sampai ke akhirat kiriman kita
- ya. Kita menggali sumur untuk mereka
- yang memerlukan air
- itu namanya kita kan mengeluarkan duit
- itu namanya kita mengirim uang kita ke
- yaumul akhir. Nanti kita terima di sana.
- Jadi mereka nasihati kepada Karun.
- Apa jawab Karun kepada mereka ketika
- mereka nasihat?
- Qala innama utituhu ala ilmin.
- Sebenarnya anak ini jadi kaya raya
- begini seakan-akan
- tinggal dia mengatakan aja tidak artinya
- maknanya mengatakan sesungguhnya inama
- aku dapatkan ini atau Allah berikan
- kepadaku ini karena kepintaranku.
- Coba bayangkan
- kita lihat aja dalam kehidupan kita.
- Berapa banyak
- orang yang sangat pintar malahan punya
- gelar doktor
- bekerja di perusahaan yang punya
- perusahaan orang mungkin cuma tamatan
- SMA
- mungkin enggak ada S1 banyak kejadian.
- Jadi kepintaran tidak ada jaminan bahwa
- kita akan jadi kaya raya.
- Tapi kalaupun Allah Taala menjadikan
- kita seorang yang kaya raya,
- kalimat yang terindah kita balikkan
- kepada Allah. Alhamdulillah
- lakal hamdu ya.
- Itu kalimat yang paling indah.
- Di dalam Al-Qur'an itu Allah Subhanahu
- wa taala terangkan kepada kita
- berkali-kali
- bagaimana nabi-nabi
- apa yang mereka dapatkan, yang mereka
- inginkan kemudian diberikan oleh Allah
- Subhanahu wa taala atau dia terlepas
- daripada
- kecelakaan atau kezaliman
- selalu mereka dahulukan dengan
- alhamdulillah
- alladzina jana minalumidalimin
- itu Nabi Musa eh Nabi Nuh.
- Alhamdulillah najjana minumilimin
- Nuh mengatakan, "Ya Allah, segala puji
- dan puja bagi kalian bagimu. Aku
- terlepas daripada
- mereka-mereka yang zalim."
- Kemudian Nabi Ibrahim alaih salam,
- alhamdulillahilladzi wahabali ala
- kibaril ismail wa isha.
- Jadi artinya ya Allah dan selanjutnya
- ada banyak tentang nabi-nabi ini dimulai
- dengan alhamdulillah. Nah, sekarang
- kalau kita dalam keadaan nikmah,
- berapa banyak kita bertahmid kepada
- Allah?
- kita menjadi kaya raya. Berapa banyak
- yang kita kirim ke yaumul akhir
- untuk perkampungan kita di akhirat,
- tempat tinggal kita di akhirat?
- Wabag faqallah adaral akhirah.
- Semua pemberian Allah yang diberikan
- kepadamu jangan lupakan untuk membeli
- rumah di akhirat. ya
- untuk menyediakan tempat yang lapang di
- akhirat.
- Cara kirimnya gampang kita kasih kepada
- duafa
- ya, kepada fuqara,
- kepada penampungan anak-anak yatim.
- Apalagi sekarang dengan kita lihat
- Palestina yang lagi menderita.
- Masyaallah.
- Kalau sudah aman, sudah selesai,
- tidak bakal dalam sebulan, 2 bulan terus
- selesai mereka itu tidak. Mereka bakal
- memerlukan uluran-uluran tangan dari
- kita, bantuan-bantuan dari kita.
- Mari kita balik kepada peristiwanya
- Karun tadi.
- Jadi, atak kepada kita itu luar biasa.
- Kemudian Allah Taala menyatakan ee
- kelompoknya wibaka minad dunya. Jadi
- nasihat mereka ini Anda enggak usah
- sia-siakan seakan-akan semua hartamu
- harus dikirim ke akhirat bukan.
- Dan ini juga wala tansaka minad dunya
- kayak pisau yang bermata dua. Di atas
- tajam di bawah tajam.
- Jangan engkau sia-siakan nasibmu di
- dunia. Artinya
- juga ketika Allah memberikan kehidupan,
- kenikmatan, kelapangan dalam hidup
- kepadamu, jangan sia-siakan untuk nanti
- engkau akan dikembalikan oleh Allah ke
- yaumul akhir. Jangan kita lupa tempat
- berpijak.
- Di ayat yang lain lagi Allah Taala
- memberikan lebih jelas lagi.
- Innakum ba'da lamayitun.
- Kemudian sesudah engkau nikmati apa yang
- Allah berikan,
- ya engkau banggakan apa yang Allah
- berikan,
- engkau berpesta porora dengan apa yang
- Allah berikan kepadamu,
- Anda akan berakhir dengan menjadi
- jenazah
- untuk Allah masukkan ke kubur
- untuk nanti kita akan sampai ke yaumal
- akhir.
- Dan tidak ada harta yang kita bisa bawa.
- terkecuali apa yang kita bisa kirim
- ketika kita masih hidup.
- Agen-agen untuk menerima kiriman ke
- akhirat itu sangat banyak dalam
- kehidupan kita. Kita tengok kiri, tengok
- kanan, bergelimpangan agen-agennya.
- Siapa agen-agen mereka ini?
- Itulah mereka kelompok yang difukara,
- kelompok yang miskin, yang fakir ya.
- Penampungan anak yatim, memberikan anak
- yatim itu mereka merupakan agen-agen
- untuk supaya uang kita bisa terkirim ke
- yaumal akhir.
- Wala tansa nasibaka minad dunya.
- Jadi Allah memberikan kesempatan kepada
- kita dalam kehidupan dunia ini. Ada yang
- Allah berikan kesempatan 20 tahun, ada
- 30 tahun, ada 70 tahun, ada sampai 80
- tahun.
- Pergunakan kesempatan ini karena
- kesempatan tidak bakal datang dua kali.
- Dan kapan kita akan dipindahkan menuju
- ke yaumul akhir?
- Tidak ada seorang pun yang tahu.
- Tiba-tiba datang perintah Allah Taala.
- Inn lillah wa inna ilaihi rajiun.
- Ada teman saya baru kejadian minggu lalu
- dengan beberapa orang.
- Mereka kata masya ke Amerika, ke
- Amerika.
- Dan teman saya ini segar bugar.
- Masyaallah. Segar. Tapi termasuk orang
- yang saleh. Masyaallah.
- Kalau antara magrib dan isya dia enggak
- pulang. Dia tunggu itu tunggu untuk
- salat Isya. Waktu subuh tetap dia tunggu
- sampai syuruk bar dia pulang.
- Masyaallah.
- Dan hampir tiap waktu hadir di masjid.
- itu saya tahu tahu benar tahu benar
- karena saya terlibat di masjid tersebut
- saya tinggal dekat masjid tersebut
- sampai di Amerika
- subhanallah
- habis makan dia rasa perutnya enggak
- enak
- dia baring meninggal dunia
- nah ini contoh aja contoh
- kalau Allah Taala sudah datangkan utusan
- untuk memindahkan kan kita ke alam
- barzak. La yastairuna saatan wqdimun.
- Tidak ada seorang pun yang bisa
- mempercepat atau memperlambat.
- Jadi Allah Taala ingatkan kepada kita
- wala tans minun jangan sia-siakan
- kesempatan yang Allah berikan kita di
- dunia.
- Karena kesempatannya begitu kita lewat
- kita 20 tahun, begitu lewat 21 tahun
- kita sudah enggak bisa balik lagi untuk
- ke20.
- Kemudian mereka nasihati kepadanya,
- wa ahsin
- kama ahsanallahu ilai.
- Maka untuk itu wahai Karun, berbuat
- baiklah sebagaimana Allah telah berbuat
- baik kepadamu.
- Tapi ayat ini bukan hanya khusus untuk
- Qarun, untuk kita semua.
- Allah nyatakan waahsin kamaallahu ilai.
- Berbuat baik
- sebagaimana Allah telah berbuat baik
- kepadamu, kepada kita tiap-tiap orang.
- Kebaikan Allah kepada kita itu yang
- Allah Taala nyatakan mau coba-coba
- hitung lahsuha
- innal insanaulumun kaar. Tapi sayang
- manusia kebanyakan membangkang kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Apa
- kebaikan Allah kepada kita?
- Subhanallah. Subhanallah. Satu contoh
- aja. Contoh yang terjadi tiap hari
- kepada kita. Tiap hari.
- Tiap hari kepada kita terjadi
- dengan nikmat yang luar biasa. Kita
- kalau makan,
- kalau makan
- itu masyaallah kalau makanannya enak.
- itu kita terasa di lidah
- telannya enak.
- Tapi begitu dia sudah lewat kerongkongan
- sudah bukan urusan kita lagi, sudah
- urusan Allah Taala. Apa makanan ini
- menjadi gizi yang baik, menjadi nutrisi
- yang baik atau makanan ini menjadi
- penyakit baginya?
- Dan yang menerima makanan kita ini ada
- laboratorium yang sangat canggih yang
- Allah berikan kepada kita tiap-tiap
- orang. Perut kita itu berlaboratorium
- yang luar biasa canggihnya.
- Canggih luar biasa perut kita. Labor
- laboratorium sangat canggih.
- Ada seorang doktor, seorang wanita,
- ada buku yang dia tulis buku tersebut
- berjudul ee The Mankind.
- Ya, the mankind is not standing alone.
- Bangsa manusia tidak berdiri sendiri.
- Jadi maksudnya dia, dia bukan seorang
- muslim. Maksudnya dia ada kekuasaan yang
- mengatur kepadanya yang dia katakan di
- situ God Tuhan.
- Dan dia katakan
- kebanyakan manusia tidak sadari
- bahwa ke mana aja dia pergi, dia membawa
- laboratorium yang sangat canggih.
- The most sophisticated laboratorium on
- earth.
- Laboratorium yang paling canggih di muka
- bumi, perut kita.
- Kenapa
- kita makan nasi, kemudian kita minum
- teh, kemudian kita makan buah, kita
- makan manis, kita makan es krim,
- diterima oleh perut kita.
- Kemudian dia cerna,
- ada yang dia kirim jadi antibodi, ada
- yang dia kirim jadi nutrisi. Ya,
- macam-macam.
- Coba kita renungkan saja, Nak.
- Kalau umpama nasi,
- ice krim
- ya, pisang apalagi kita campur jadi aduk
- jadi satu.
- Paling-paling jadi sampah orang enggak
- bisa makan
- tapi perut dia terima dengan baik.
- Kemudian dia pisahkan.
- Oh, ini untuk energi buat badan, ini
- untuk nutrisi,
- ini untuk apa? Antibodi.
- Yang tidak terpakai ampas-ampasnya. Ada
- yang dia buang melalui kencing,
- ada yang dia buang melalui dubur,
- pelepasan.
- Di mana laboratorium yang Anda bakal
- dapatkan seperti ini?
- Siapa yang berikan itu?
- Siapa yang perintahkan untuk
- melaksanakan pekerjaan ini? Untuk
- menggiling semua makanan,
- memisah-misahkan
- Allah Taala.
- Enggak pakai listrik, enggak pakai
- apa-apa, dia tetap bekerja.
- Dia cerna apa yang kita makan. Dan kita
- kalau sudah kenyang, merasa nikmah,
- nikmah yang luar biasa. Justru itu kita
- sesudah makan disuruh untuk bertahmid.
- kepada Allah Taala. Sebelum makan kita
- mulai dengan bismillahirrahmanirrahim.
- Apakah itu bukan bagian dari pemberian
- Allah?
- Coba kalau Allah Taala rubah lidah kita,
- ente makan yang manis, yang garam, yang
- pedas, yang itu sudah enggak terasa.
- Semua sama.
- Bakal tidak ada kenikmatan di dalam
- memakan tersebut. Makan- makanan
- tersebut.
- Jadi pemberian Allah Subhanahu wa taala
- kepada kita itu luar biasa. Allah hanya
- minta satu aja. Wa ahsin kama
- ahsanallahu ilai. Sudah ber wah
- berbabak-babak pemberian Allah kepada
- kita yang baik. Allah Taala katakan maka
- berbuat baiklah kalian kepada masyarakat
- lingkunganmu.
- Berbuat baiklah dalam ibadah yang Allah
- perintahkan kepadamu, kepada kita.
- Kama ahsanallahu ilaik. Sebagaimana
- Allah Taala berbuat baik kepadamu.
- Coba sekarang ini kan
- ada sampai sekarang ini terjadi bentuk
- apa? Bentuk ee pembunuhan kriminal
- karena untuk mengambil organ manusia
- untuk dijual.
- Itu baru terjadi belum lama. itu yang
- ditangkap beberapa orang yang terjadi di
- mana dan mereka ingin menjebak
- hamba-hamba Allah di Indonesia untuk
- berikan pekerjaan. Sampai di sana
- dioperasi, dibedah tanpak pakai biu
- sampai itu untuk diambil ginjalnya
- untuk dijual.
- Dan menurut yang saya baca biasanya yang
- dijual itu ke negeri Cina. Jadi sudah
- ada agen-agennya untuk menampung.
- Coba
- ginjal kita itu bekerja untuk mencuci
- darah kita, mempurify darah kita. Kita
- tidur dia bekerja. Kita lagi jalan dia
- bekerja.
- Itu cuma bagian kecil dari dari dari
- kebaikan Allah Taala. Tapi terhadap diri
- kita satu nikmah yang paling besar yang
- luar biasa.
- Coba kalau Allah Taala hentikan fungsi
- ginjal kita, apa yang terjadi?
- Kita harus cuci darah di rumah sakit. Ya
- Allah.
- Cuci darah paling enggak satu minggu
- tiga kali.
- Jadi ini nasihat daripada kelompoknya
- Nabi Musa Alaih Salam kepada Karun.
- Orang yang kaya raya tapi lupa tempat
- berpijak, lupa daratan. Maka ambillah
- pelajaran
- dan apa yang Allah Taala lakukan kepada
- Karun.
- Kemudian dalam nasihat ini dilanjutkan
- dengan
- wahsin kamallahu ilaik.
- Kalau sudah tidak bisa berbuat baik,
- [berdehem]
- sudah tidak bisa berbuat baik,
- jangan berbuat fasad,
- jangan berbuat munkar,
- jangan menghina orang, jangan memfitnah
- orang, jangan mengadu domba orang.
- Itu fasad. Itu bentuk fasad.
- Wala tabil fasada fil ard. Jangan
- tanamkan kefasikan di dalam kehidupanmu.
- Ah, dan ini banyak yang terjadi.
- Terkadang hamba-hamba Allah kalau sudah
- kaya raya
- dia sudah mulai mulai melirik.
- Subhanallah.
- dipakai untuk
- datang tempatempat
- ya.
- Subhanallah.
- Allah Taala dengan cara yang baik. Nikah
- dengan cara yang baik.
- Bukan dipergunakan harta yang Allah
- berikan, kebaikan yang Allah berikan
- kita pergaran yang diharamkan oleh Allah
- Subhanahu waala. Jadi Allah Taala
- menyatakan
- di ayat ini nasihat mereka kepada Qarun
- wala fasad.
- Jangan tanamkan kefasikan kebongkaran
- ya dalam kehidupanmu.
- Orang luar terganggu denganmu. Anda
- mempergunakan kekayaan Anda untuk
- menzalimi orang.
- Anda mempergunakan kekuasaan Anda untuk
- menyalahkan orang. memenjarakan orang.
- Nauzubillah.
- Innallaha la yuhibbul mufsidin.
- Maka ingat baik-baik,
- Allah Taala sangat tidak menghendaki
- orang-orang yang berbuat fasad.
- Hamba Allah yang mulia,
- itulah
- sekilas cerita tentang Karun.
- Mungkin kita ingin tahu apa yang terjadi
- dengan Qarun sesudah itu.
- Dia dan harta bendanya semua
- ditenggalamkan Allah ke dalam tanah.
- Tanah terbuka. Dia masuk bersama
- hartanya dengan orang-orangnya semua ke
- dalam. Kemudian tanahnya tertutup
- kembali.
- Jadi memang harta karun ada
- dalam tanah. Apa sudah hancur atau
- belum? Wallahualam. Di mana tempatnya?
- Wallahuam.
- Kalau ada yang salah kepada Allah saya
- mengharapkan magfirahnya. Waminallahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ikhwan dan akhwat
- telah kita simak bersama pemaparan yang
- telah disampaikan oleh guru kita Ustaz
- Zahmid melalui sambungan Zoom tentang ee
- nikmat Allah yang diabaikan.
- Kami akan jeda sejenak terlebih dahulu
- ikhwan dan akhwat dan kami akan kembali
- ke ruang negara Anda nanti setelah jeda
- dengan menjawab beberapa pertanyaan yang
- sudah masuk. Jadi tetaplah bersama kami
- dalam program tausiah sore.
- Satu. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Terima kasih
- Anda masih bersama kami dalam program
- tausiah sore.
- Kami sapa terlebih dahulu ada Ibu Henti
- di Jakarta Utara, lalu ada Ibu Ani Hani
- Khudaifah.
- Ee semoga Pak Ustaz dan juga Bi Agus
- selalu sehat walafiat. Alhamdulillah
- hadir menyimak di radio pencerahan
- tausiah sore. Ada Ibu Retno.
- Alhamdulillah hadir menyimak tausah sore
- Ustaz ZMAH. Jazakallah khair
- pencerahannya, Ustaz. Kemudian ada
- siapa ini? Ibu
- Eyang Sri, lalu ada Bapak Arwin di
- Jagakarsa.
- Semoga Pak Ustaz dan pejuang dakwah
- serta para pendengar Radio Rasil selalu
- dalam keadaan sehat walafiat serta dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Amin.
- Amin. [berdehem]
- Ada Umi Abdul Aziz, ada Bapak Saihan
- Rohili di Pulau Gebang bertanya,
- "Assalamualaikum, Pak Ustaz. Apakah
- bermalas-malasan dalam mengerjakan
- ibadah dan tidak peduli terhadap
- lingkungan di sekitarnya itu termasuk
- mengingkari kenikmatan dari Allah?"
- Itu, Pak Ustaz.
- Pertanyaan pertama.
- Iya. Iya.
- Ya, memang kalau kita malas dalam ibadah
- sama dengan kita mengingkari
- nikmah yang Allah sudah berikan kepada
- kita diikuti dengan perintah.
- Padahal perintah untuk kita beribadah
- ini tidak memberatkan kepada kita
- sebenarnya. Cuma kita ada yang merasa
- berat tapi sebenarnya tidak memberatkan
- kepada kita. Malahan membawa nikmah yang
- lebih besar kepada kita.
- Itu benar. Sama dengan mengingkari
- nikmat Allah Subhanahu wa taala.
- mensyukuri nikmat Allah Taala itu bukan
- hanya sekedar kita mengatakan
- alhamdulillah. Alhamdulillah sebagian
- daripada
- niat kita berterima kasih kepada Allah
- Taala mensyukai kepada Allah. Tapi dalam
- tindak tanduk kita juga diperhatikan
- oleh Allah Subhanahu wa taala. Apalagi
- kalau dia tidak mempedulikan dengan
- masyarakat lingkungannya. Karena Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- man la yahtam biumuril mukminin muslimin
- falaisa minna. Orang yang tidak peduli
- dengan muslimin di lingkungan kita,
- Rasulullah menyatakan bukan dari
- kelompokku.
- Berarti sama dengan dia mengingkari
- Allah dan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Insyaallah terjawab.
- Baik. Insyaallah terjawab. Kemudian dari
- Bapak Raya di Sawangan, Pak Ustaz
- ee alhamdulillah menyimak tausiah dari
- Ustaz
- menarik tentang mengirim uang ke luar
- negeri baru terpikir mengirim ke akhirat
- lebih mudah dan lebih aman.
- Pak,
- itu Ustaz.
- Iya. Memang kita kan keluarkan kirim
- uang ke luar negeri kan ada uang kosim.
- Heeh.
- Dan juga kita harus ke bank, kita harus
- mana. Tapi kalau kita mau kirim ke
- akhirat, gampang banget. Agen-agen di
- lingkungan kita enggak pakai ongkos
- kirim, enggak pakai mana-mana itu
- langsung masuk. Dan yang ngirim lagi
- malaikah. Masyaallah.
- Silakan lanjut.
- Baik, dilanjut Ustaz, ya. Kemudian
- selanjutnya dari Bapak Samsudin di
- Depok. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz. Waalaikumsalam.
- Di usia saya yang sudah tidak muda lagi,
- sering terlintas
- penyesalan. Karena dulu banyak nikmat
- Allah yang saya lalaikan. Terutama waktu
- dan kesempatan beribadah. Bagaimana cara
- menebus kelalaian di sisa umur yang ada.
- Terima kasih usia 55 tahun.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayidina.
- Penyesalan itu
- sudah merupakan pintu taubat,
- penyesalan.
- Dan Allah Taala tahu orang yang merasa
- menyesal kemudian kalau kita
- apa begitu muncul penyesalannya,
- perbanyak ikuti dengan istigfar kepada
- Allah.
- Ya Allahumma
- inni astagfiruka wa atubu ilaik.
- Astagfirullahaladzim.
- Alladzi la ilahailla hayyul qayyum
- waubuaih. Perbanyak baca itu.
- Perbanyak baca itu. Karena di dalam
- Al-Qur'an Allah Taala ingatkan orang itu
- yang ketika dia bertauat ya
- sesudah dia berbuat dosa ini, dosa itu,
- dosa ini, dosa itu yang Allah Taala
- menyatakan nanti Allah lipat gandakan
- azabnya bagi mereka. Tapi kemudian Allah
- Taala tutup di ayat ini dengan illa man
- taba terkecuali mereka yang bertobat.
- Penyesalan itu merupakan dia memasuki
- pintu taubat.
- Tinggal actingnya yang perlu dia
- tambahkan. Actingnya apa? Kita
- beristigfar yang banyak kepada Allah.
- Minta kepada Allah. Allahumma inni
- asaluka fi'aliratarkal
- munkarat. Dengan bahasa Indonesia. Ya
- Allah. Aku minta kepadamu supaya umur
- kali yang sisa ini terisi dengan banyak
- kebaikan dan aku tinggalkan semua bentuk
- kemungkaran.
- Allah Taala nyatakan ketika dia bertobat
- dan dia rubah gaya hidupnya.
- Tadinya suka berhura-hura, suka ini,
- suka itu, yang tidak-tiubah
- sekarang datang ke pengajian lebih
- banyak duduk di masjid.
- Iya.
- Tobat. Terkadang-kadang dia baca Quran,
- kadang-kadang bercucuran air matanya
- kalau memikirkan dosa-dosa yang lalu itu
- Allah Taala nyatakan
- apa? Illa manaba wa amana wazina
- ulaika yubadilah.
- Maka dosa-dosa yang lalu-lalu
- dihapus oleh Allah dan dibalikkan
- seakan-akan dia berbuat baik saat itu.
- Jadi banyak istigfar,
- banyak bertobat kepada Allah Taala dan
- banyak isi dengan salat-salat sunah.
- salat di waktu malam, salat duha, salat
- itu. Dan kalau umpama
- Allah Taala menghendaki Allah Taala
- rubah semua dosa-dosanya itu, kemudian
- Allah Taala rubah menjadi perbuatan
- hasan.
- Insyaallah terjawab.
- Baik, terima kasih untuk Pak Samsudin.
- Kemudian ada Bapak Hasan. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh di Bekasi.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya ini kadang suka lupa bahwa
- kesehatan juga nikmat Allah yang besar.
- Baru terasa penting setelah jatuh sakit.
- Bagaimana caranya supaya kita ini tidak
- terlena dan selalu ingat untuk bersyukur
- terutama di usia yang makin senja?
- Masyaallah.
- Banyak tadahkan tangan kepada Allah. Doa
- minta kepada Allahumma ainikrikaukrika
- wa husni ibadat. Ya Allah bantulah aku
- ya Rabb. Bimbinglah aku untuk selalu
- mengingat kepadamu, berzikir kepadaamu.
- Wasyukrika bersyukur kepada wah husni
- ibadah. Dan supaya ibadahku makin hari
- makin baik.
- Minta kepada Allah. Kemudian kita banyak
- berzikir kepada Allah. Banyak baca
- Al-Qur'an,
- banyak zikir kalimat-kalimat zikir itu
- macam
- di antara Allah Taala menyatakan ada
- kalimat zikir yang sangat dicintai oleh
- Allah. Kalimatan khafifatan fil lisan,
- fil mizan habibatan indarahman. Dua
- kalimat yang sangat ringan di lidah.
- Betul. Sangat ringan dan sangat berat di
- timbangan amal dan sangat dicintai oleh
- Allah, disukai oleh Allah. yaitu kalimat
- subhanallah wabihamdihi subhanallahilim.
- Perbanyak-banyak demikian.
- Perbanyak baca lailahaillallah wahdahu
- la syarikalah
- lahul mulku wahul hamdu yuhyiumit wahua
- qadir. Kemudian minta kepada Allah
- Taala. Ya Allah inni
- insyaallah terjawab.
- Baik. Kemudian pertanyaan selanjutnya
- dari Ibu Siti di Depok. Ustaz, saya
- ingin bertanya. Kita sering mengeluh
- tentang keadaan ekonomi. Padahal masih
- bisa makan, masih punya tempat tinggal.
- Apakah kebiasaan banyak mengeluh ini
- termasuk bentuk melalaikan nikmat Allah?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala
- ya. Artinya mengeluh itu kita rubah,
- kita mulai dengan alhamdulillah.
- Jangan sebab mengeluh tidak akan merubah
- keadaan.
- Mengeluh tidak akan merubah keadaan.
- Tapi bertahmid kepada Allah akan
- menjadikan keadaan kita berubah.
- Karena mengeluh sama dengan seakan-akan
- kita menyalahkan Allah Taala dengan
- kondisi kita.
- Padahal seperti Anda katakan ada makan,
- ada tempat tinggal, ada gul
- alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Karena ada banyak yang lebih susah,
- lebih sulit dari kita. Jadi keluhan itu
- dirubah dengan kalimat alhamdulillah.
- Insyaallah terjawab.
- Baik. Ada Bapak Ridwan di Cibubur.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustazam.
- Saya melihat sekarang ini banyak orang
- sibuk mengejar harta, termasuk saya
- dulu. Kadang sampai lupa bahwa waktu dan
- umur, usia juga nikmat Allah. Bagaimana
- cara menata hati agar kita sadar nikmat
- umur ini tidak boleh diabaikan?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayidina Muhammad.
- Ada doa yang diajarkan oleh Nabi
- sallallahu alaihi wasallam.
- Ya
- Allahumma
- inni asaluka imanan yubirbian.
- Ya Allah aku meminta kepadamu supaya
- ronggaah dadahku ini, hatiku ini
- dipenuhi dengan iman dan keyakinan
- kepadamu.
- Enggak harus dengan bahasa Arab, dengan
- bahasa Indonesia banyak minta kepada
- Allah Taala. Tapi di dalam keseharian
- kita perbanyak kita membaca Al-Qur'an
- banyak zikrullah, banyak ngingat kepada
- Allah Taala. Kalau kita banyak ingat
- kepada Allah, Allah mendekati kepada
- kita itu lebih besar daripada apa yang
- kita usahakan.
- Sebab dalam hadis qudsi itu Allah taala
- menyatakan Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam qallah
- man takarai
- takaru ilaihira.
- Siapa yang berusaha untuk mendekatkan
- dirinya kepadaku satu jengkal, aku
- datang kepadanya satu hasta. Satu hasta
- itu kira-kira tiga jengkal.
- Jadi berarti logikanya Allah Taala lebih
- mendekat kepada kita tiga kali lipat
- daripada kita mendekat kepadanya.
- Ketika kita membaca Al-Qur'an
- itu kita berusaha mendekatkan diri
- kepada Allah. Ketika kita zikrullah,
- ketika kita salat sunah, ketika kita
- tadahkan tangan kepada Allah.
- Sebab yang lalu kan mengenai doa kita
- kalau pernahkan tangan kepada Allah sama
- dengan kita ini memanggil kepada Allah
- menunjukkan ketidakmampuan kita
- mengharapkan pertolongan dari Allah
- Taala.
- Allah mencintai orang yang banyak selalu
- berdoa kepadanya. Sehingga Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- adoa maupun ibadah. Doa itu pemimpin
- daripada semua ibadah. otak daripada
- semua ibadah
- insyaallah terjawab
- ya dari Bapak Rudi, Pak Ustaz di Jakarta
- Barat. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, terus terang sekarang ini kondisi
- ekonomi memang terasa berat. Sudah kerja
- keras siang malam, tapi penghasilan
- segitu-gitu saja. Kadang hati ini ingin
- mengeluh. Pertanyaan saya, apakah kita
- memang tidak boleh mengeluh kepada
- Allah? Bukankah Allah tempat kita
- bersandar dan tempat kita mencurahkan
- isi hati? Mohon pencerahannya, Ustaz.
- Kita mengeluh kepada Allah boleh, tapi
- bentuk keluhannya gimana?
- Hm.
- Nah,
- saya berikan contoh begini. Nabi Ibrahim
- Alaih Salam
- kan yang perintahkan Nabi Ibrahim untuk
- tinggalkan anak istrinya di lembah yang
- gersang kan Allah Taala yang perintahkan
- bukan maunya Ibrahim Allah Taala yang
- perintahkan
- tapi ketika dia akan tinggalkan mereka
- sesudah dia jalan beberapa langkah sudah
- ya lumayan
- kemudian dia serahkan tangan kepada
- Lihat ini bentuk pengeluhannya ya. Dia
- menerangkan tentang kondisi yang lagi
- dihadapi oleh anak istrinya.
- Padahal Allah Taala lebih tahu karena
- Allah yang perintahkan dan Allah maha
- melihat, maha mendengar.
- Nabi Ibrahim mengatakan, "Rabbana
- inni askum minyati
- muharam.
- Ya Allah, aku tinggalkan anak istriku."
- Sebagian anak istriku di lembah yang
- gersang ya Allah tidak ada pohon, tidak
- ada tempat perlindungan.
- Allah maha mendengar, maha melihat.
- Allah Taala tahu dan itu Allah yang
- perintahkan.
- apa namanya? Ee
- perbendaharaan air yang ditinggalkan
- oleh Ibrahim hanya cukup untuk 1 jam, 2
- jam dia minum habis air.
- Kan itu termasuk Ibrahim itu kan bentuk
- mengeluh tapi kepada Allah Taala.
- Umpama ini umpama contoh seorang yang
- mempunyai anak yang banyak
- terkadang anaknya masih kecil kecil
- membeli beras enggak ada duit umpama ini
- contoh aja.
- Kemudian dia mengatakan, "Ya Allah,
- Engkau lebih mengetahui
- ketidakmampuanku untuk membeli baras
- untuk anak-anak." Boleh, tapi kepada
- Allah. Jangan mengelu kepada orang.
- Kemudian ikuti dengan doa.
- Ya Allah berikan kecukupan berikan jalan
- keluar kepadaku. Ya Allah berikan rezeki
- kepadaku. Boleh insyaallah terjawab.
- Baik Ustaz kemudian ada
- pernyataan begitu ya ee dari siapa ini?
- Hamba Allah. Pak Ustaz.
- Ustaz, terus terang memang hati ini
- sering sedih melihat kondisi negeri kita
- sekarang. Salah kelola di sana sini,
- akhirnya rakyat kecil yang harus
- menanggung akibatnya. Banyak yang
- mengeluh karena daya beli turun. Padahal
- dulu negeri ini tidak seperti ini. Itu
- saja, Ustaz, curahan hati saya. Terima
- kasih.
- Ingin ditanggapi, Ustaz?
- Memang keadaan memang keadaan sekarang
- ini karena [berdehem] apa?
- Subhanallah. Negeri kita ini negeri yang
- kaya. Tapi ada saya teringat satu hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan, "Yadullah ala hadihil
- ummah." Tangan Allah selalu berada di
- atas umatku.
- Ya, berarti kalau tangan Allah selalu
- berada di atas umat Rasulullah,
- kita-kita, berarti ada jaminan
- macam-macam dari Allah Subhanahu wa
- taala, ketentraman.
- Tapi Allah Taala menyatakan
- malam
- yim abrarum fujarum. Selama
- umatku
- hamba-hamba Allah ini tidak
- mengagungkan, membesar-besarkan
- orang-orang yang berdosa yang munkar.
- Orang-orang baik membesar-besarkan
- orang-orang yang munkar.
- Heeh.
- Satu.
- Dan kan buktinya banyak ulama-ulama yang
- menyilat oleh penguasa.
- Yang kedua, selama ahli hukum tidak
- berlaku lunak kepada mereka yang
- bersalah.
- Yang ketiga, selama ahli-ahli agama
- tidak menjilat-jilat kepada mereka.
- Kalau tiga ini sudah dilakukan,
- maka Allah Taala menyatakan, "Faanzala
- alaihimul faqah."
- Maka Allah Taala akan menurunkan kepada
- mereka
- kemelaratan. Melarat akan terjadi di
- mana-mana. Kemiskinan terjadi di
- mana-mana.
- Heeh.
- Kemudian Allah Taala menyatakan,
- "Rafaahullahu anhumul barakah." Kemudian
- Allah mengangkat keberkahan daripada
- umat tersebut.
- Nah, sebenarnya apa yang terjadi
- sekarang kepada kita ini apa yang
- diingatkan oleh Rasulullah dalam hadis
- qudsi [tertawa]
- ahli hukum sudah berlaku
- Allah kepada mereka yang berfus. Ada
- fulus
- enggak? Ada fulus ya ada fulus enggak
- perlu dipenjara.
- Enggak ada fulus ya masuk penjara.
- Ah, itu yang terjadi kebanyakan.
- Walaupun enggak semua, tapi kebanyakan.
- Berapa banyak para ahli-ahli hukum yang
- menjual, menukar keadilan itu hanya
- karena bentuk materi.
- Iya.
- Karena terima sogokan, terima ini, itu,
- ini. Nah, untuk itu kita paling bagus,
- paling banyak kita mendekatkan diri
- kepada Allah.
- Ingatkan kepada saudara-saudara
- kita, jangan hanya karena faktor
- keuntungan kita akan menjilat kepada
- pejabat-pejabat yang berdosa yang sudah
- jelas-jelas munkar. Insyaallah terjawab.
- Terima kasih, Ustaz.
- Baik, terima kasih Ustaz. Itu menjadi
- statement terakhir Ustaz.
- Alhamdulillah.
- Baik. Dan bisa ditutup dengan ee
- kesimpulan, Ustaz.
- kesempurnaannya insyaallah kita usahakan
- untuk merubah kondisi kehidupan
- kita dan lingkungan kita.
- Justru itu para ustaz-ustaz sekarang kan
- lebih banyak yang berdakwah sana sini
- sini sini. Masyaallah.
- Heeh.
- Supaya kondisi kita insyaallah berum dan
- perbanyak kita tadahkan tangan kepada
- Allah.
- Minta supaya Allah Taala memberikan
- pemimpin kepada kita yang akan
- menjadikan negara kita ini subur. Apa?
- Negara kita ini makmur.
- Negara kita ini sangat kaya. Sangat
- kaya. Kalau dikula-olula yang benar tiap
- orang bisa menerima kira-kira mungkin
- itu kan sudah pernah ada yang bikin
- perhitungan.
- Tiap orang bisa menerima 1 bulan itu
- gratis R juta.
- Heeh. Tiap orang kalauol
- yang benar. Tapi karena terlalu banyak
- tikus-tikus yang lapar
- yang menggerogoti uang-uang negara.
- Jadi uang-uang negara hanya
- berkeliling-keliling di tempat mereka
- dengan gaji yang fantastis
- pada Allah yang datang duduk dengan
- duit.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahaillallah wa anna muhammadar
- rasulullah nastagfiruka waatubu ilaik
- wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakallah ustaz atas
- tausiahnya.
- Sebelum berpisah salam eh kami ingin
- menyapai Bu Aminah dan Ibu Rukmini yang
- juga hadir dan baru saja memberikan ee
- komentarnya.
- Akhirul kalam, kami yang bertugas mohon
- undur diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.