Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:11 Ahlan Wasahlan. 1:17 Bismillahirrahmanirrahim. 1:18 Assalamualaikum warahmatullahi 1:19 wabarakatuh. 1:21 Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammad 1:23 wa ala alihi Sayyidina Muhammad. 1:24 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 1:26 ini, hari Kamis tanggal 5 Rabiul awal 1:30 1445 Hijriah atau tanggal 21 September 1:34 2023. 1:36 Seperti biasa Rasel kembali menghadirkan 1:38 Ahlan Wasahlan. Kami menghadirkan 1:41 manajemen dari Rumah Sakit Yarsi. Kalau 1:43 Anda sakit lalu 1:46 masuk rumah sakit, ingin masuk rumah 1:47 sakit, apa yang terpikir oleh Anda? 1:49 Pasti yang terpikir ya 1:52 ya pokoknya dekat dari rumah, dokternya 1:54 bagus. 1:56 Apakah Anda berpikir bahwa apakah 2:00 rumah sakit ini syar'i atau tidak? 2:03 Apakah nanti dalam pemeriksaan darah 2:06 dilakukan oleh sesuai dengan gender 2:08 gitu? Itu kayaknya enggak enggak pernah 2:10 terpikir ya. Ya masuk rumah sakit saja. 2:13 Yang penting rumah sakit itu ada 2:14 musalanya sudah beres. Enggak pernah 2:16 terpikir sampai detail-detailnya 2:20 bahwa rumah sakit ini semua rumah sakit 2:23 ini semua 2:24 mmm diatur secara syariah. Salah satu 2:27 yang bisa kita 2:29 pilih ini kalau Anda yang sangat sangat 2:32 hati-hati 2:33 di dalam kondisi apapun harus 2:36 memperhatikan yang syar'i yang syar'i. 2:38 Nah, pilihannya adalah Rumah Sakit YARSI 2:40 yang beralamat di Jalan eh 2:43 Suprapto 2:45 kavling 13, Cempaka Putih. Ini sangat 2:48 memperhatikan 2:49 kesyariahannya dalam hal pelayanannya. 2:54 Eh misalnya eh speaker kamar itu alunan 2:58 musik-musik Alquran, kemudian eh 3:01 apa alunan murattal Quran, kemudian 3:04 TV-nya juga tidak ada sinetron. 3:07 Pokoknya serba syar'i. Kami menghadirkan 3:09 di sini alhamdulillah Profesor Wahyu 3:12 Sulist 3:13 iadi. Beliau adalah dewan pengawas 3:16 syariah 3:17 eh Rumah Sakit YARSI. Kemudian di sini 3:19 ada Dokter Ahmad Jamaluddin, M.Kes. 3:23 Beliau ada direktur SD Y dan Dik Lit. 3:27 Asalamualaikum Prof. Wahyu dan Prof. 3:29 Ahmad. 3:29 Waalaikumsalam 3:30 Waalaikumsalam 3:30 Waalaikumsalam 3:32 Prof. Wahyu, saya ingin bertanya nih. 3:34 Apa yang terpikir dari 3:36 pihak manajemen rumah sakit untuk 3:38 membuat rumah sakit yang syariah? 3:40 Kadang-kadang orang kan kalau sakit 3:43 enggak kepikir tuh. Eh rumah sakit mana 3:45 saja pokoknya yang penting dia nya 3:46 salat, dia nya nanti tayamum, dia nya 3:49 artinya enggak terpikir bahwa harus 3:51 harus ada detailnya itu syariahnya. 3:54 Silakan dokter eh Prof. Wahyu. 3:57 Bismillahirrahmanirrahim. 3:58 Assalamualaikum warahmatullahi 3:59 wabarakatuh. Terima kasih Pak Bakresna. 4:03 Kita rumah sakit eh ini selama ini sudah 4:07 ada tetapi 4:09 belum ada standar eh pelayanan Islam 4:13 yang 4:14 sama lah yang diakui lah oleh 4:16 oleh satu negara ataupun oleh organisasi 4:19 eh yang bersama-sama berhimpun di dalam 4:22 pelayanan Islam. Nah, kebetulan eh 4:26 MUKISI adalah himpunan daripada 4:29 rumah sakit-rumah sakit Islam dan 4:31 pelayanan Islam di Indonesia. Itu 4:33 berhimpun sudah lama dan itu membentuk 4:36 suatu standar 4:37 dan standar itu kemudian diajukan kepada 4:41 Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama 4:43 Indonesia untuk menjadi standar 4:46 pelayanan rumah sakit dan manajemen 4:48 rumah sakit syariah. 4:50 Alhamdulillah, dari situlah muncul untuk 4:53 memberikan 4:55 konsep dan bagaimana implementasinya 4:57 yang dilakukan sertifikasi oleh DSN MUI. 5:02 Nah, dengan demikian standar ini 5:04 kemudian diproses segala macam diakui 5:06 dan menjadi eh standar eh nasional lah 5:09 sifatnya untuk 5:11 rumah sakit yang nanti akan 5:12 bersertifikasi syariah. 5:14 Nah, segala aspek itu dari aspek 5:15 kehidupan mulai dari awal kehidupan 5:18 sampai akhir eh kehidupan itu ada di 5:21 rumah sakit. 5:21 Ehm. 5:22 Dan 5:24 itu semua diatur dan atau dituntun 5:27 oleh syariah. Bagaimana kalau eh 5:30 pelayanan itu terjadi di rumah sakit 5:32 Islam ataupun rumah sakit syariah itu 5:34 bisa dilakukan dengan mengikuti 5:36 tuntunan syariah yang diadakan eh 5:39 berdasarkan standar-standar ataupun 5:41 apa yang apa yang sudah dimaktubkan 5:43 dalam standar eh pelayanan ataupun 5:46 manajemen syariah. 5:48 Dan ini pun diproses eh, oleh DSN MUI. 5:52 Jika memang lulus, maka dia rumah sakit 5:54 tersebut akan berhak 5:56 eh, mendapatkan sertifikasi syariah. 5:59 Nah, semua eh, atribut-atribut eh, 6:02 syariah 6:03 ataupun keislaman seperti eh, eh, harus 6:05 halal, kemudian transaksinya pun harus 6:08 eh, melalui transaksi akad-akad eh, 6:12 syariah. 6:13 Kemudian juga produk-produknya juga 6:15 harus 6:16 diutamakan yang dengan halal. 6:18 Manajemennya juga halal, pelayanannya 6:20 juga diupayakan 6:21 mengikuti eh, upaya-upaya eh, 6:25 kesyariahan seperti tidak ada ikhtilat, 6:27 kemudian eh, sesuai gender diutamakan 6:30 ya, diupayakan walaupun kondisinya tidak 6:32 seperti itu juga eh, pada praktiknya 6:34 tergantung situasi. 6:36 Itu diupayakan, bahkan 6:38 eh, sampai akhir kehidupan pada saat eh, 6:42 diperkirakan secara medis itu akan eh, 6:45 meninggal, 6:46 itu 6:47 rumah sakit syariah ini wajib untuk 6:50 melakukan upaya pendampingan talkin 6:52 kepada 6:54 eh, pasien yang eh, di akhir hayatnya 6:56 tersebut eh, akan mengakhiri kehidupan. 6:59 Begitu pula juga untuk kegiatan-kegiatan 7:01 lain yang bersikap berke- eh, transaksi, 7:04 itu akadnya pun menggunakan akad-akad 7:06 syariah. 7:07 Tapi jangan khawatir, rumah sakit 7:09 syariah itu adalah bukan hanya untuk 7:11 umat Islam tapi universal. 7:14 Bisa untuk 7:15 segala umat. 7:17 Siapapun bisa. 7:18 Dan itu kita menghormati hak-hak eh, 7:21 manusia semuanya. 7:23 Termasuk dalam masalah kehormatan ya, 7:26 mereka juga biasanya 7:28 akan merasa senang jika yang melayani 7:31 itu sesama jenis gitu. 7:33 Kalaupun terpaksa memang tidak ada dan 7:35 emergensi sifatnya, itu kita tidak boleh 7:37 eh, melayani hanya cuma berdua, mesti 7:39 ada yang mendampingi di situ. Apakah 7:41 keluarganya ataupun dari 7:43 perawat lain yang sehingga bisa 7:45 melakukan tindakan-tindakan yang lebih 7:47 aman dan eh secure, eh nyaman bagi 7:50 pasien maupun dokternya. 7:52 Banyak standar yang dilakukan dan itu 7:55 standar itu disepakati 7:56 oleh eh DSN MUI dan dipakai untuk 7:59 pelayanan-pelayanan 8:01 di rumah sakit yang telah melakukan eh 8:03 pelayanan berstandar sertifikasi 8:05 syariah. 8:06 Begitu kira-kira, Bang 8:08 Masyaallah. Ikhwan dan akhwat kami 8:11 sedang berbincang-bincang dengan 8:12 manajemen Rumah Sakit YARSI 8:15 yang menawarkan eh segala pelayanan dan 8:18 implementasinya serba syariah di sana. 8:22 Oke, di sini juga ada Dokter Ahmad 8:25 Jamaludin. Hmm, Dokter Jamal, bagaimana 8:28 implementasi dari kesyarian, kesyariahan 8:32 dari Rumah Sakit YARSI ini? Bagaimana 8:35 itu dalam sehari-harinya, pelayanannya 8:38 itu? 8:38 Makasih, Bang. Silakan, Bang. 8:40 Jadi, memang yang pertama Bang, 8:41 pendekatan yang kita lakukan itu 8:42 pendekatan yang berdasarkan maqasid 8:44 syariah. 8:45 Nah, kalau yang pertama dalam maqasid 8:47 syariah itu adalah eh menjaga agama, ya, 8:49 hifzuddin. Itu kita terjemahkan dalam 8:51 bentuk pelayanan yang ibadah friendly 8:53 atau spiritual friendly. Artinya di sini 8:55 semua pasien, keluarga, dan pengunjung 8:58 itu dipastikan itu mampu dan eh nyaman 9:01 melakukan ibadahnya selama di rumah 9:03 sakit. Dari mulai fasilitas ibadahnya, 9:06 musala di setiap lantai kita sediakan. 9:08 Eh kemudian juga eh perangkat Alquran 9:10 kita kita sediakan. Eh termasuk juga 9:13 bimbingannya. Jadi, kalau ada pasien, 9:16 dia eh tidak bisa misalnya tidak bisa 9:19 wudu, ya harus tayamum dan kemudian 9:21 tidak tahu caranya, maka kewajiban dari 9:23 kami, termasuk para perawat mengajarkan 9:26 pasien. Membimbing pasien bagaimana 9:28 tayamum. Juga ketika salat tidak bisa eh 9:31 tegak duduk eh berdiri begitu, maka kita 9:33 ajarkan bagaimana salat dalam kondisi 9:34 sakit. Eh juga dibimbing oleh para 9:36 pesawat kami. 9:38 Kemudian, ee, juga kalau kita melihat 9:40 juga sampai pada proses, ee, akhir hayat 9:43 begitu ya, proses kelahiran dan akhir 9:45 hayat. Pas kelahiran, ya, kita pastikan 9:47 sesuai dengan, ee, ajaran Islam, ada 9:49 yang mengazankan. Kemudian juga pada 9:52 saat, ee, wafat juga ada yang 9:54 mentalkinkan. 9:55 Jadi, di talkin, di talkin baik oleh 9:57 keluarga maupun oleh, oleh staf kami 9:59 terutama pada saat tindakan-tindakan 10:00 emergensi. Selain kita coba 10:02 menyelamatkan pasien di dunia atau juga 10:05 kita coba selamatkan di akhirat begitu 10:07 dengan post talkin ini. 10:08 Nah, kemudian pendekatan yang kedua 10:10 yaitu, ee, bagaimana dalam ajaran agama 10:12 kita bahwa menyelamatkan jiwa itu juga 10:14 bagian dari tuntunan agama begitu. 10:17 Sehingga dengan demikian kita bukan 10:18 hanya berdasarkan, ee, profesional, 10:21 profesionalisme kita dalam menolong tapi 10:23 juga ada dasar kewajiban syariah untuk 10:26 menyelamatkan nyawa begitu. 10:27 Nah, artinya di sini kita harus 10:28 menyiapkan pelayanan emergensi yang 10:30 lengkap, 10:33 maupun dari segi kompetensi SDM-nya. 10:36 Dan juga, ee, dalam konsep maqashid 10:39 syariah itu juga ada, ee, memelihara 10:41 jiwa begitu ya, maaf memelihara keluarga 10:43 juga keturunan begitu. 10:45 Nah, di sini kan kalau kita lihat, ee, 10:47 mempersiapkan keturunan yang baik itu 10:49 kan bahkan dimulai dari proses pra nikah 10:52 begitu. Jadi, kita ada misalnya dalam 10:54 rangka itu ada proses bisa medical check 10:56 up untuk yang pra nikah. Kemudian 10:58 setelah menikah misalnya ingin 10:59 memperoleh keturunan ada pada program, 11:01 ee, fertilisasi 11:03 ya, untuk dapat dapat keturunan yang 11:05 baik ya. Kemudian juga, ee, pada saat 11:08 sudah hamil kita ada program, ada 11:09 program antenatal care yang memberikan 11:11 pelayanan untuk ibu hamil, untuk, ee, 11:14 kunjungan dengan dokter kebidanan dan 11:15 lain-lain. Dan juga pas sudah, ee, pas 11:18 melahirkan pun juga kita berikan 11:20 pelayanan yang terbaik dan itu semuanya 11:21 dari awal sampai akhir kita kawal dengan 11:23 prinsip-prinsip syariah. 11:25 Begitu, jadi kita ada, ada paket, ee, 11:28 paket ee, salsa kita nyebutnya ya, 11:31 persalinan syariah. Itu all team-nya eh 11:34 semuanya muslimah. 11:35 Mmm. 11:36 Ya, all team-nya gitu. Jadi, memang bisa 11:38 kita jadwalkan, kita rencanakan dan 11:40 insya Allah insya Allah kita bisa 11:40 sediakan. Ya, walaupun dalam kasus 11:42 emergensi memang tadi disampaikan oleh 11:44 Prof ya, ketika kita menyelamatkan jiwa 11:46 itu begitu utama, lebih utama, maka eh 11:49 kita juga dalam kasus emergensi itu kita 11:51 ada ada juga yang kondisi-kondisi yang 11:53 harus dilakukan pertolongan persalinan 11:55 oleh laki-laki ya. Eh, tapi pada umumnya 11:57 kita bisa menyediakan yang yang apa eh 12:00 all muslimah team 12:02 untuk persalinan syariah ini. 12:04 Ya, sampai ketika bayinya lahir pun kita 12:06 juga ada proses bagaimana konseling 12:08 menyusui. 12:08 Mmm. 12:09 Ya, agar bisa menyusui dengan baik 12:10 sesuai syariah dan kemudian untuk ketika 12:14 eh anak ini menuju dewasa, kita juga ada 12:16 pelayanan tumbuh kembang. 12:17 Mmm. 12:18 Ya, tumbuh kembang dari sampai proses 12:21 apabila ada masalah gangguan tumbuh 12:22 kembang, gangguan bicara, kemudian juga 12:25 eh kita dampingi untuk psikologi baik 12:28 psikologi remaja dan lain-lain. Itu 12:30 semuanya kan mewujudkan sebuah keturunan 12:32 yang baik ya, keturunan yang unggul bagi 12:34 umat Islam. Maka kemudian ini 12:36 sesungguhnya pelayanan tersebut juga 12:38 bagian dari pelayanan syariah begitu. 12:40 Ya, sampai ke aspek manajemen ini, Pak. 12:42 Kita eh dari misalnya yang pertama dari 12:45 akad-akad di dalam rumah sakit, baik 12:47 akad dengan pasien, akad dengan 12:49 karyawan, akad dengan vendor itu kan 12:50 harus sesuai dengan akad-akad syariah 12:52 yang sudah diatur. Bahkan ada fatwanya 12:54 dalam MUI begitu ya. 12:56 Terus eh juga kita ada 12:58 ada kerja sama kewajiban untuk 13:00 pengelolaan zakat, infak dan sedekah. 13:03 Mmm. 13:03 Gitu dan alhamdulillah dengan zakat, 13:05 infak dan sedekah dari rumah sakit ini, 13:06 kita punya prinsip tidak ada pasien yang 13:09 gagal berobat atau gagal dirawat karena 13:11 masalah biaya. 13:13 Mmm. 13:13 Insya Allah, semuanya eh jadi kita 13:14 komitmen untuk masalah ini. Jangan 13:16 sampai kemudian eh ada pasien yang 13:17 karena masalah biaya tidak bisa berobat 13:19 ya. 13:20 Eh, yang dirujuk memang kadang-kadang 13:21 karena masalah kapasitas atau masalah 13:23 kemampuannya dalam penanganan kasusnya. 13:26 Tapi kalau masalah biaya insyaallah 13:27 tidak ada. 13:28 Bahkan dalam beberapa kasus kita juga 13:30 memberikan pelayanan 13:33 eh bantuan non medical cost. Ya, non 13:35 medical cost misalnya gini kalau pasien 13:36 kan berobat BPJS sudah gratis ya. 13:39 Eh tapi kalau kadang-kadang mereka punya 13:41 kesulitan misalnya enggak punya ongkos. 13:44 Pasien yang kontrol rutin untuk yang mau 13:46 dialisa, cuci darah itu. Ya, misalnya 13:48 kalau 13:50 seminggu aja nih enggak cuci darah 13:51 minggu depan masuk ICU ya. Ya, nah itu 13:53 yang seperti itu kita tanya kita tanya 13:55 kenapa enggak hadir ternyata 13:57 enggak punya ongkos. Nah, kita ada 13:58 dengan dana zakat dan infak sedekah ini 14:00 kita punya pelayanan ambulan 14:02 untuk antar jemput pasien gitu. 14:05 Ya, tapi secara umum memang eh walaupun 14:08 eh rumah sakit eh berdasarkan syariah 14:11 kita memang eh alhamdulillah juga 14:13 dipercaya oleh non muslim jadi 30% 14:15 pasien kita non muslim. 14:16 Eh kita tahun lalu dapat apresiasi dari 14:19 pemerintah Korea Selatan. 14:21 Karena waktu Covid itu kita melayani eh 14:24 banyak sekali warga Korea Selatan jadi 14:26 50% warga Korea yang terkena Covid 14:29 dirawatnya di Rumah Sakit Yarsi. 14:31 Ya, nah itu kita dapat apresiasi dan 14:33 mereka juga cukup eh puas bahkan 14:36 apresiasi langsung dari anggota 14:37 legislatifnya mereka datang kemari. 14:40 Dan ini kita tetap jaga terus hubungan 14:41 baiknya. 14:42 Terus kemudian juga kita ya kerja sama 14:45 dengan berbagai macam pembiayaan jadi 14:47 asuransi kemudian juga berbagai macam 14:50 corporate ya. Dan alhamdulillah eh cukup 14:53 baik ininya sangat baik responnya. Juga 14:56 kita artinya kita merasakan bahwa 14:58 melaksanakan pelayanan syariah ini eh 15:01 alhamdulillah juga bisa eh dirasakan 15:04 juga manfaatnya oleh teman-teman yang 15:06 non muslim lainnya gitu. 15:08 Subhanallah. 15:10 Ya, Ikhwan Anor kita sudah dengar tadi 15:13 ya penjelasan dari Dokter Jamal tentang 15:16 bagaimana 15:18 rumah sakitnya memperhatikan nilai-nilai 15:21 syariah yang harus dijalankan ya. 15:23 Silakan Anda boleh bertanya pendengar 15:25 Radio di mana saja berada di Batam, 15:28 Sukabumi, di Bondowoso, di Banyuwangi, 15:30 Yogyakarta, Aceh atau di Temanggung. 15:33 Silakan kalau mau bertanya, silakan 15:35 kirim WA Anda ke 08111 15:38 9997 15:41 20. 15:44 Oke, ini sudah ada yang bertanya mana 15:46 tadi ini ya. 15:47 Eee 15:50 Assalamualaikum dokter, untuk 15:52 pemeriksaan darah apakah juga dilakukan 15:54 oleh 15:56 sesama gender gitu? 15:58 Ya, baik. Eee terima kasih. Jadi 16:01 kita yang pertama memang ini bagian dari 16:03 menjaga aurat ya. Kita prinsip menjaga 16:05 aurat itu adalah juga bagian dari 16:07 memuliakan pasien. 16:08 Ya, tentu saja kalau sudah ada ada 16:10 standar-standarnya seperti tadi Prof Ali 16:12 sampaikan ada standar-standarnya 16:13 termasuk di dalamnya ada 16:14 pemeriksaan-pemeriksaan laboratorium. 16:16 Misalnya yang pertama tentu saja eee 16:18 menjaga aurat itu artinya eee di dalam 16:21 di 16:22 yang pertama kita siapkan ruangan yang 16:24 bertirai begitu ya sehingga ketika 16:26 pasien harus membuka auratnya misalnya 16:28 dari lengannya gitu ya, itu kemudian 16:30 tidak eee tidak tampak. Kemudian kita 16:32 juga ada eee alat pengambil 16:36 eee semacam kain itu ya untuk menutup 16:38 lengan ketika mengambil darah di bagian 16:40 lengan sehingga cukup bagian yang tam 16:42 yang akan diambil darahnya saja yang 16:45 kemudian yang tampak gitu. Kemudian yang 16:47 ketiga kita juga menyiapkan yang eee 16:49 juga menyiapkan tenaga yang sesuai 16:50 dengan gender. 16:51 Jadi insya Allah kalau pengambilan darah 16:53 di rumah sakit ya yang wanita itu memang 16:55 biasanya diambil oleh wanita begitu. 16:57 Ya, jadi eee karena kan pasti akan 16:59 membuka auratnya begitu ya. Gitu. 17:02 Demikian, Pak. 17:03 Oke, assalam assalamualaikum Prof, 17:05 apakah ada di rumah sakit lain yang juga 17:07 menjalankan 17:09 eee rumah sakit syariah seperti ini? 17:12 Di Jakarta. 17:14 Iya. 17:14 Apa cuma Yarsi Sriya saja? 17:16 Yarsi itu yang pertama, yang keduanya 17:18 sudah ada Rumah Sakit Haji. 17:20 Ehm. 17:21 Yang milik lainnya ada di Jabodetabek 17:23 juga ada di eh 17:25 Sari Asih itu semua semua Sari Asih 17:27 sudah syariah. 17:29 Kemudian Bogor juga nanti sebentar lagi 17:31 juga akan eh 17:33 sedang proses. 17:34 Jadi Jabodetabek sudah mulai 17:36 sudah mulai banyaklah di 17:38 Prosesnya ke ke mana itu? Ke MUI atau ke 17:40 mana nantinya pengawasannya itu? 17:42 Iya, berasanya kan mereka ini eh sebagai 17:44 anggota daripada Mukisi, Mukisi itu 17:46 adalah 17:47 organisasi kesehatan Islam. 17:51 Singkatannya Majelis Ulama Majelis Upaya 17:53 Kesehatan Seluruh Indonesia. Itu 17:56 anggotanya sekitar 500-an. 17:57 Ehm. 17:58 Nah, dari mereka itu nanti akan 18:00 melaporkan ke Mukisi, mereka mohon 18:02 pendampingan. Didampingi oleh Mukisi. 18:05 Ehm. 18:05 Mukisi nanti kemudian mendampingi, 18:07 melatih segala macam eh menjemput, 18:09 menyiapkan eh kondisinya sampai dia 18:11 benar-benar siap. Setelah itu disurvei 18:13 oleh Mukisi. 18:15 Survei sudah dinyatakan sudah layak, 18:17 kemudian diajukan ke eh 18:19 DSN, Dewan Syariah Nasional 18:21 Majelis Ulama Indonesia. 18:23 Ehm. 18:23 Jika sudah layak, kemudian nanti 18:25 disurvei oleh eh 18:27 Dewan Syariah Nasional Indonesia. 18:30 Setelah disurvei, kemudian di eh 18:32 dinyatakan lulus atau tidaknya oleh eh 18:34 BPH, oleh rapat BPH eh MUI. 18:37 Setelah lulus, kemudian maka eh bisa 18:40 dinyatakan eh menggunakan sertifikat 18:42 syariah, boleh logonya pun boleh 18:44 dipasang. 18:45 Itu selama waktunya eh 4 tahun. 18:48 Ehm. 18:48 Nah, itu 18:50 eh di situ nanti syarat-syaratnya juga 18:51 ada, di antaranya 18:53 rumah sakit tersebut harus mempunyai 18:56 Dewan Pengawas Syariah, itu minimal 2 18:58 orang. 18:59 Nah, Dewan Pengawas Syariah itu harus 19:01 juga eh serti tersertifikasi atau lulus 19:03 oleh DSN MUI. 19:05 Nah, mereka inilah yang akan mengawal 19:07 jalannya atau mengontrol atau mengawasi 19:10 dari eh pelayanan ataupun manajemen 19:12 syariah di rumah sakit tersebut yang 19:14 sudah mendapatkan sertifikat syariah. 19:16 Nah, pada pertengahan 19:18 tahun biasanya ada survei 19:21 apa 19:22 untuk mengontrol pengawasan. Disurvei 19:24 lagi oleh MUI ataupun DSN. 19:27 Setelah itu kalau misalnya layak lagi 19:29 nanti mengajukan lagi untuk 4 tahun 19:31 mendatang. 19:32 Itu sama seperti perbankan ya modelnya 19:37 dengan mendapatkan sertifikasi syariah. 19:40 Nah, itulah yang dilakukan untuk menjaga 19:42 kesyariahan di rumah sakit ini ada yang 19:45 DPS itu anggota DPS itu yang menjadi 19:48 perpanjangan tangan daripada DSN MUI. 19:52 Itu yang biasanya dilakukan oleh rumah 19:53 sakit-rumah sakit yang sudah 19:55 tersertifikasi syariah. Demikian. 19:57 Masyaallah. 19:58 Jadi, kita diawasi Pak oleh MUI. 20:00 Oh, begitu ya. 20:01 Memastikan main-main ya. Iya, kompatibel 20:03 dengan standar syariahnya gitu. Jadi, 20:04 pengawasannya. 20:05 Mmm. 20:06 Kalau dari rumah sakit lain apa sih yang 20:09 kadang-kadang tidak syariahnya di mana 20:10 misalnya? 20:12 Ya, ee 20:13 jadi kalau untuk yang sertifikat 20:15 sebenarnya kalau dari segi jumlah sudah 20:16 sekitar 52 yang sudah certified syariah 20:19 dari MUI. Kemudian ada masih ada 20 20:22 sedang berproses. Kita memang melihat 20:24 ini sebagai sebuah ee semangat untuk 20:27 memberikan pelayanan syariah untuk umat 20:29 begitu. 20:30 Ee artinya dengan adanya standar ini 20:32 maka pernyataan-pernyataan misalnya 20:34 rumah sakit Islami, rumah sakit itu bisa 20:37 diukur. 20:38 Mmm. 20:38 Benar enggak sih apa cuma mengaku doang 20:39 gitu. 20:40 Begitu itu yang pertama. 20:41 Dari dari apanya itu? 20:42 Ya, jadi ee standar itu kan cukup banyak 20:45 Pak dari segi dari mulai dari aspek 20:46 pelayanan dan aspek manajemen. 20:48 Gitu. Pelayanannya tadi sudah sampaikan 20:50 bagaimana pelayanan ibadahnya harus ada, 20:52 kemudian ee bagaimana kemudian aspek 20:55 fasilitasnya. Ya, kemudian dalam hal 20:57 misalnya kalau di rumah sakit kan banyak 20:59 kayak cairan darah, cairan muntah, 21:01 cairan najis yang sesuai pembersihannya 21:03 sesuai dengan syariah juga. 21:05 Masyaallah. 21:05 Gitu. Jadi, kita bukan hanya melihat 21:07 chemical apa zat kimia pembersihnya, 21:09 tapi juga harus juga sesuai dengan 21:11 syariah. Jadi bukan hanya bersih tapi 21:13 juga suci begitu. Nah, itu dari segi 21:15 fasilitasnya. 21:16 Juga kemudian dari segi 21:19 misalnya pelayanan lain atau dari segi 21:21 manajemen misalnya, manajemen keuangan 21:23 harus sesuai syariah, kemudian juga 21:26 apa manajemen SDM-nya, sumber daya 21:28 manusianya. Kita akan memastikan bahwa 21:30 karyawan kita sebagai pemberi pelayanan 21:33 syariah juga harus terbina juga dengan 21:35 baik ya, punya kemampuan untuk itu. 21:38 Dari mulai proses seleksi, proses 21:39 pembinaan karyawan, 21:40 pelatihan-pelatihannya mengarahkan 21:42 supaya karyawan kita mampu membimbing 21:43 salat, membimbing doa, ya kemudian 21:46 membimbing talkin dan juga membimbing 21:49 ibadah-ibadah lainnya. 21:51 Nah, kemudian gimana? 21:52 Kemudian suster-susternya di tengah 21:54 malam masih tetap tugas? 21:56 Ada yang tugas? 21:57 Tetap ada yang tugas. Karena memang 21:59 kalau dari sisi sumber daya manusia Pak, 22:03 itu kan memang lebih banyak dan lebih 22:04 mudah mencari perawat itu yang wanita. 22:07 Padahal kita juga ada pasien laki-laki. 22:09 Nah, itu gimana tuh? 22:10 Jadi kita harus tetap harus menyediakan, 22:11 wajib menyediakan pasien perawat wanita 22:13 dan perawat laki-laki karena nanti 22:15 sesuai dengan kebutuhan pasien. 22:17 Kan ada dua dua standar minimal ya yang 22:20 harus kita penuhi minimal itu. Yang 22:21 pertama adalah pada saat penulisan EKG 22:23 rekam jantung itu harus sama gender-nya. 22:26 Yang kemudian yang kedua pada saat 22:27 pemasangan kateter urin juga harus sama 22:29 gender-nya. 22:30 Jadi kita juga itu bagian upaya, 22:31 misalnya kalau dulu pernah dengar ada 22:33 kejadian misalnya ada perawat di gugat 22:35 begitu ya 22:36 pasiennya 22:37 dia dia pasang EKG seorang diri pasien 22:40 wanita begitu. Nah, itu yang sebenarnya 22:42 dengan syariah ini itu bisa kita cegah. 22:44 Yang pertama harus sesuai gender, 22:45 kemudian juga kalau misalnya kebetulan 22:47 ada pemeriksaan lain yang tidak sesuai 22:49 gender harus ada orang ketiga 22:52 pendampingnya baik keluarga maupun 22:54 perawat lain yang sama dengan gender-nya 22:56 dengan dengan pasien begitu. 22:58 Masyaallah. 23:00 Luar biasa nih Rumah Sakit Yarsi ya. 23:03 Sudah me, apa namanya, mengklaim sebagai 23:07 rumah sakit syar'i, rumah sakit syar'i. 23:11 Oke, ini ada yang tanya nih, eh, Dok, 23:14 "Untuk biaya berobat dipermainkan tidak? 23:17 Maksudnya proses pemeriksaan 23:19 diputar-putar jadinya biayanya 23:21 membengkak." Dari Ibu, eh, enggak 23:23 disebut namanya, seorang Ibu saja. 23:26 Ya, eh, sebenarnya secara umum pun, ya, 23:28 kita memang ada keadaan tanggung jawab 23:30 yang, eh, terkait dengan kredibilitas, 23:33 tanggung jawab profesional, bagaimana 23:34 memberikan pelayanan terbaik untuk 23:36 pasien. Tentu saja kalau kita melihat 23:39 dari, eh, pemeriksaan ataupun tindakan 23:41 itu harus sesuai dengan indikasi medis. 23:43 Itu yang pertama. Jadi, insya Allah 23:45 tidak ada pemeriksaan yang tidak sesuai 23:46 indikasi. Semuanya akan langsung sesuai 23:48 dengan indikasi medisnya kalau memang 23:49 dibutuhkan. 23:50 Tidak ada pemeriksaan yang diada-adakan, 23:52 misalnya. Insya Allah kita akan sesuai 23:53 dengan kebutuhan. Kemudian juga dari 23:56 segi harga, kita insya Allah juga cukup, 23:58 eh, istilahnya 24:00 kita bisa kok terima pasien BPJS dengan 24:03 kemudian yang sebenarnya pembiayaannya, 24:05 eh, tidak mahal gitu ya, murah. Insya 24:07 Allah kita mampu, kita bisa sediakan. 24:09 Begitu. Jadi, artinya dari segi harga 24:10 pun insya Allah cukup terjangkau. 24:12 Jadi, kalau ada masyarakat yang sakitlah 24:14 masuk ke emergency, kadang-kadang suka 24:16 karena dengan tidak punya uang, uang 24:18 muka lalu ditolak gitu. Ada kan kasus 24:21 seperti itu kan? Kalau di sana tidak 24:22 terjadi, insya Allah ya. 24:23 Insya Allah tidak tidak terjadi. Yang 24:25 pertama memang, eh, buat Jakarta ya, Pak 24:28 ya. Jakarta itu sudah lebih dari 90% 24:31 masyarakatnya sudah ada jaminan 24:33 kesehatan, baik dari BPJS, dari 24:36 eh, apa kalau sekarang nyebutnya ada 24:38 Kartu Indonesia Sehat ya. Jadi, eh, itu 24:40 yang pertama. Terus yang kedua juga 24:41 ketika memang tidak ada, ya, kita, eh, 24:44 dan memang tidak punya uang, tidak 24:45 mampu, insya Allah kita ada tadi ya 24:47 program-program sosial kita juga untuk 24:49 membantu, ya, itu memang salah satu 24:51 kewajiban juga sebagai rumah sakit 24:52 syariah kalau sudah program seperti itu. 24:55 Oke, yang jelas semua suster-suster nya 24:58 hijab semua ya. 25:01 Oke ya, Dokter Jamal bisa digambarkan 25:03 enggak suasana ketika kita masuk ke 25:05 Rumah Sakit Yarsi, suasana syariahnya 25:08 sudah terlihat seperti apa itu? 25:09 Bagaimana itu gambarannya? 25:11 Iya, yang pertama mungkin lebih baik 25:12 kalau dikunjungi langsung ya. 25:15 Susah kalau digambarkan ini, silakan 25:16 kebersihannya ya. 25:18 Iya insya Allah ya 25:20 atau juga teman-teman bisa nanti ada 25:22 beberapa tayangan video mungkin bisa 25:24 dilihat di Instagram kita dan juga di 25:26 YouTube kita. Ya yang memang 25:29 seperti semua petugas termasuk bahkan 25:32 security, petugas parkir itu harus punya 25:34 standar pelayanan excellence yang baik 25:37 ya. Jadi pasien datang itu juga mereka 25:39 paham bagaimana pelayanan yang 25:40 syariahnya seperti apa, service 25:42 excellence nya. Kemudian ketika masuk di 25:44 lingkungan juga kita eh yang jelas kalau 25:48 audionya ya audio murotal Alquran atau 25:51 zikir pagi dan zikir sore kalau waktunya 25:53 ada begitu ya. Kemudian adzan lima waktu 25:55 insya Allah kita perdengarkan. 25:57 Kemudian eh juga untuk eh pelayanan 26:00 lainnya dari mulai eh perawat, petugas 26:04 yang memberikan pelayanan insya Allah 26:05 kita eh kita memang sudah mereka sudah 26:08 merasa bahwa ini sebuah kewajiban untuk 26:10 memberikan pelayanan syariah untuk 26:11 pasien. 26:12 Tadi Dokter cerita bahwa yang non muslim 26:14 pun ada juga berobat ke sana. Kira-kira 26:16 pertimbangan mereka 26:18 ada enggak apa gitu? Ada yang khas gitu? 26:20 Eh insya Allah karena kualitas pelayanan 26:22 Pak. 26:23 Iya eh insya Allah karena kualitas 26:25 pelayanan kita memang eh insya Allah 26:26 sangat baik ya. Eh kemudian yang kedua 26:29 juga eh memang ada nilai-nilai universal 26:31 dari syariah yang juga dia memberikan 26:33 kenyamanan buat buat semua orang gitu. 26:36 Ya seperti kita kan menjaga kehormatan 26:38 pasien dengan cara menjaga aurat. 26:40 Ya juga masuk ke masalah kenyamanan 26:42 ketika diperiksa oleh sesama oleh gender 26:44 yang sama. Kemudian juga mungkin dari 26:46 sisi aspek eh service excellence nya, 26:49 keramahan yang diberikan dan lain-lain. 26:52 Insya Allah begitu. 26:53 Kami akan bacakan nomor HP yang Anda 26:55 bisa hubungi untuk bertanya-tanya 26:57 langsung mengenai Rumah Sakit Yarsi yang 27:00 beralamat di Jalan 27:02 R. Suprapto Kavling 13, Cempaka Putih. 27:06 Mau tanya-tanya, silakan hubungi, 27:08 dicatat nomornya ini, 0813 27:12 Sudah? Kemudian 24 27:16 64 27:18 60 27:20 95. 0813 27:23 24 27:25 64 60 95. 27:28 Kemudian 27:30 nomor Telkom-nya 021 27:33 80 27:35 61 27:37 86 27:39 18 atau 19. 27:42 021 27:44 80 27:45 61 27:46 86 27:48 18 27:51 atau 19. Ada website-nya bisa dibuka 27:54 oleh pendengar? 27:54 rsyarsi.co.id 27:56 rsyarsi 27:57 rsyarsi 27:58 Heeh. 27:59 .co.id 27:59 .co.id 28:00 juga Instagram rsyarsiofficial. 28:03 Heeh. 28:04 Silakan follow Instagram kami ya, juga 28:06 hubungi hubungi kunjungi website. 28:08 Heeh. 28:09 Nah, Rumah Sakit Yarsi kan baru 28:12 menyatakan syariahnya sejak tahun 2017 28:14 ya? 28:15 2021 28:16 Oh, 2021 28:18 keluarnya ya. Jadi, sebelum itu kita 28:20 juga sudah melaksanakan cuma masih dalam 28:22 proses sertifikasi. 28:24 Yang ingin saya tanyakan, ada enggak 28:25 perbedaan ketika sebelum menyatakan 28:28 sebagai rumah sakit syariah dengan 28:29 setelah syariah? Misalnya dari ada 28:31 apakah 28:32 menyebabkan peningkatan 28:35 pasiennya apa? Orang-orang mempercayakan 28:39 ke sana gitu. 28:39 Ya. Yang pertama secara internal Pak ya, 28:42 kita melihatnya sebagai sebuah amanah. 28:44 Jadi, kalau sertifikasi bukanlah ujung 28:45 gitu ya, kemudian setelah itu turun lagi 28:48 gitu ya, tapi ini sebuah awal. Jadi, 28:50 kita menerima sertifikasi dengan dengan 28:52 lafaz basmalah, bismillahirrahmanirrahim 28:54 bahwa ini merupakan amanah bagi kita, 28:56 ada sertifikasi yang harus kita jaga, 28:58 ada nama syariah yang harus kita jaga 28:59 nama baiknya juga. Itu yang pertama dan 29:01 itu alhamdulillah menumbuhkan motivasi 29:04 yang baik untuk karyawan. 29:06 Bagaimana karyawan bersemangat membina 29:07 dirinya, juga juga untuk supaya bisa 29:10 untuk melayani dengan baik pasien. Jadi, 29:11 kita punya kewajiban membina karyawan 29:14 dan membina pasien dan juga semua 29:17 keluarga, semua vendor-vendor dan 29:19 lain-lain. Itu insyaallah semangat itu 29:20 muncul. Kemudian juga dengan 29:23 sertifikasi syariah ini secara internal 29:25 itu menjaga kualitas pelayanan kita 29:27 karena ada standar-standar yang harus 29:28 dipenuhi. 29:29 Kualitas pelayanan, kualitas SDM, 29:31 kualitas manajemen, semuanya ada 29:33 standar-standar yang harus kita penuhi. 29:35 Nah, alhamdulillah juga kalau untuk 29:37 pasien 29:39 ada peningkatan yang cukup pesat dari 29:41 tahun itu sampai sekarang ya dan ke 29:44 mana-mana Alhamdulillah juga ini diikuti 29:46 dengan kepercayaan ya. Jadi, 29:48 banyak ada memang kalau kita pahami 29:50 mungkin kalangan umat yang kemudian 29:52 memang mencari pelayanan syariah. Dengan 29:55 begitu kuatnya 29:57 komitmen terhadap agama begitu. Dan 29:59 alhamdulillah kita 30:01 dipercaya untuk kemudian memberikan 30:03 pelayanan untuk teman-teman 30:05 saudara-saudara kita sesama muslim. Dan 30:07 tapi juga ada di 30:10 masyarakat yang mencari pelayanan yang 30:12 berkualitas begitu ya, enggak ngelihat 30:14 syariahnya begitu. Dan alhamdulillah ini 30:16 juga 30:17 pertumbuhan-pertumbuhan yang terjadi ya 30:20 dari segi jumlah pasien dan jumlah 30:21 pelayanan itu alhamdulillah juga 30:23 meningkat setelah kemudian ada proses 30:26 sertifikasi syariah ini. 30:27 Oke, dari Bapak Amir Zaki Mubarak. 30:30 Assalamualaikum Dokter dan Prof. Apakah 30:33 melayani pasien BPJS yang berbayar 30:37 dan tidak berbayar? 30:38 Ya. 30:39 Enggak 30:40 kal-kal to masyarakat tidak mampu. 30:42 Ya, jawabannya melayani, Pak. 30:44 He eh. Insyaallah kita melayani pasien 30:45 BPJS baik yang mandiri, dari dari 30:49 perusahaan maupun yang yang yang bantuan 30:52 pemerintah. 30:53 Semua semuanya insyaallah kita layani 30:55 dengan kualitas pelayanan yang sama, 30:57 yang terbaik. 30:58 Mmm. 31:00 Assalamualaikum dari siapa Ibu Siti di 31:02 Jakarta? Bagaimana persiapan Rumah Sakit 31:04 Yarsi 31:05 jelang musim penghujan yang mana banyak 31:08 kasus DBD? 31:11 Ya. 31:12 Nih, eee 31:13 yang pertama memang menjelang menjelang 31:17 musim penghujan ini ya ada variasi kasus 31:19 yang harus kita tangani. Dan kalau 31:22 sesungguhnya sebagai sebuah sebuah rumah 31:23 sakit kelas B yang kemudian juga ada di 31:27 ibukota Jakarta, insyaallah kita punya 31:29 fasilitas yang cukup baik, yang sangat 31:30 lengkap untuk penanganan ini ya. Kita 31:33 ada ICU, ada PICU untuk pediatrik untuk 31:36 anak. Jadi ada ICU dewasa, ada ICU anak 31:38 dan juga bahkan ada ICU untuk bayi, 31:40 untuk yang baru lahir kita ada ada 31:42 ICU-nya, ada perawatan intensif. 31:44 Kemudian juga untuk tindakan-tindakan 31:45 yang dibutuhkan eee seperti misalnya 31:47 pelayanan operasi, pelayanan bedah. 31:51 Kemudian kita punya helipad, Pak, di 31:53 atas rumah sakit. 31:54 Masyaallah. 31:55 Jadi kalau Bapak mau datang naik helipad 31:57 masuk Jakarta gitu boleh, silakan. 31:59 Helipad itu untuk apa? Untuk penjemputan 32:01 enggak bukan maksudnya untuk penjemputan 32:04 pasien-pasien darurat atau bagaimana? 32:05 Ya, eee pertama itu ya pasien-pasien 32:08 untuk pasien darurat juga kemudian juga 32:10 untuk sebenarnya terbuka untuk pasien 32:12 darurat maupun tidak darurat. Kita kerja 32:14 sama dengan eee medical evacuation yang 32:17 punya helikopter dan juga dengan 32:18 Basarnas. 32:19 Mmm. 32:20 Gitu jadi ada kasus emergensi, Basarnas, 32:22 kemudian ada kecelakaan, ada korban, 32:23 kemudian kita sudah kerja sama 32:25 untuk dievakuasi helipad-nya di rumah 32:27 sakit. 32:28 Mmm, oke ya. 32:30 Dari Bapak Yudi di 32:35 Waalaikumsalam. 32:37 Waduh ini 32:39 eee 32:40 saya Yudi di Masjid Ar-Rahman, Bogor. 32:42 Apa bedanya rumah sakit syariah sama 32:44 yang umum? Demikian. 32:47 Iya, terima kasih, Pak Yudi. 32:49 Rumah sakit syariah itu pertama sudah 32:51 dikontrol oleh 32:53 DPS-nya eee merupakan perpanjangan 32:55 tangan daripada 32:57 DSN MUI, Dewan Syariah Nasional MUI. 33:00 Kemudian mempunyai standar-standar yang 33:03 telah eee menjadi patokan. Jadi ada 33:06 ukuran yang sama di kalau sudah 33:08 sertifikasi rumah sakit syariah dengan 33:10 yang lain. Kemudian nanti akan dilihat 33:11 dari mulai 33:12 eee pendaftaran dari awal sampai dia 33:15 keluar lagi itu akan berbeda. Misalnya 33:17 ada 33:19 eee asesmen spiritual. Jadi kalau pasien 33:22 datang itu di rumah sakit syariah itu 33:25 ada asesmen spiritual. Di rumah sakit 33:27 lain yang umum itu tidak ada. 33:29 Apa yang diasesmen atau dinilai? 33:31 Ditanyakan kondisi pasien, apakah dia 33:33 ibadahnya kesulitan atau tidak. 33:35 Ibadahnya 33:36 sekarang ini bagaimana? Ada apakah 33:38 sering atau tidak atau gimana? Nanti 33:40 harapannya 33:41 eee setelah dapat keluar dari rumah 33:43 sakit itu dia ada peningkatan dalam 33:45 masalah ibadahnya. Jadi ruhiyahnya itu 33:47 pun dikontrol, diawasi. 33:49 Termasuk juga misalnya dia masuk dengan 33:51 tidak tenang, 33:52 apa kondisinya tidak nyaman segala 33:54 macam. Itu ditenangkan eee jiwanya 33:57 kemudian rohaniannya sehingga 34:00 harapannya tidak hanya jasmani saja yang 34:02 diperhatikan tetapi juga eee mental 34:04 spiritual spiritual dan sosialnya pun di 34:07 eee perhatikan. Nah itu adalah contoh 34:09 para perawat ataupun eee para dokter 34:12 juga menanyakan hal seperti itu. 34:14 Contoh lain lagi misalnya untuk 34:16 melakukan tindakan itu 34:19 tenaga-tenaga kesehatannya itu 34:20 diwajibkan untuk berdoa. Berdoanya pun 34:22 kalau sama-sama muslim 34:24 harus sama-sama berdoa, tidak hanya 34:25 dokternya ataupun perawatnya tapi juga 34:28 pasiennya juga berdoa. 34:30 Dan itu menjadikan suatu syarat wajib 34:32 minimal daripada rumah sakit ini. Yang 34:35 lain lagi lebih dalam lagi itu akan 34:36 ketemu lagi hal-hal yang berbeda lagi 34:38 misalnya 34:39 kalau ada obat-obat yang kira-kira di 34:41 situ mengandung unsur haram di dikasih 34:43 tahu dulu ataupun 34:45 eh di situ karena tidak menggantinya 34:47 tapi kalau ada penggantinya yang obat 34:49 yang halal ataupun yang tidak mengandung 34:50 unsur haram 34:52 itu tidak ada di rumah sakit eh itu. 34:54 Jadi kalau misalnya memang satu-satunya 34:55 yang hanya obat itu itu dikonfirmasi 34:57 dulu kepada pasien bahwa ini obat ini 35:00 pernah bersinggungan dengan unsur haram 35:02 apakah bersedia atau tidak. Terus dia 35:05 akan bertanya eh pasiennya kalau tidak 35:07 bagaimana kalau iya bagaimana. Itu nanti 35:09 keputusannya itu dijelaskan 35:11 dan pasien itu bisa memutuskan apa yang 35:13 eh dia ketahui secara utuh. Itu tidak 35:16 tidak langsung melakukan tindakan eh 35:18 seperti yang eh mungkin di rumah sakit 35:21 lain eh tidak menanyakan hal-hal 35:22 haramnya dulu gitu. Nah ini kita juga 35:24 mengecek itu. Kemudian yang lain lagi 35:27 juga obat-obat yang sertifikasi halalnya 35:30 itu sekarang naik. Waktu awal 35:32 tahun 2020 saja misalnya itu di rumah 35:35 sakit eh eh syariah itu saya lihat salah 35:38 satu rumah sakit syariah ya 35:40 itu cuman baru 2,3% yang bersertifikat 35:42 halal obat-obatnya dari obat yang 35:44 diambil. 35:45 Sekarang itu sudah 2023 35:47 itu yang mendapatkan sertifikat halal 35:49 sudah naik menjadi 27%. 35:52 Iya walaupun masih masih jauh dari 100% 35:54 tapi itu sudah peningkatan bahwa rumah 35:57 sakit syariah itu mencari obat-obat 35:59 menyediakan ke kepada vendor-vendornya 36:01 kalau masuk rumah sakit syariah tolong 36:03 utamakan yang sertifikat halal. 36:06 Kalau misalnya eh tidak ada yang sudah 36:07 halal maka yang jangan bersinggungan 36:10 dengan unsur haram kecuali yang memang 36:12 mereka belum ada. Nah itu kayak 36:13 gitu-gitu dijelaskan dan akhirnya 36:16 vendor-vendor pun juga eh akan berubah 36:18 pasien pun juga akan mengetahui 36:20 perbedaan-perbedaan yang terjadi. Itu 36:22 banyak hal nanti akan dijumpai eh di di 36:25 pelayanan-pelayanan antara rumah sakit 36:27 yang sudah bersertifikat syariah ataupun 36:30 yang belum. 36:31 Demikian, Pak. 36:32 Oke. 36:33 Jadi, kalau di rumah sakit mungkin ada 36:35 ada asesmen medis dari dokter, ada 36:37 asesmen keperawatan, kita ada asesmen 36:39 syariahnya juga. 36:40 Masyaallah. 36:41 saya sampaikan tadi, kita nilai 36:43 kemampuan ibadahnya sehingga kita bisa 36:44 menentukan eh tindakan ataupun tindak 36:47 lanjut yang sesuai dengan asesmen 36:49 tersebut. 36:50 Jadi, di Rumah Sakit Yarsi ini mulai 36:52 dari satpam, tugas parkir, semuanya 36:55 enggak lupa salat tuh, ya? 36:56 Insyaallah. 36:57 Paling standar itu. 36:58 pembinaan kita itu. 36:59 Oh, itu eh 37:02 mungkin juga berkata-kata juga harus 37:04 yang baik, ya, enggak bisa sembarangan 37:06 gitu. 37:07 Kan kalau malam-malam suster-suster 37:09 ngumpul pada ngobrol-ngobrol tuh. 37:11 Ya. 37:11 Ya. 37:12 Ngobrolnya juga mesti hati-hati. 37:14 Istilahnya semua itu berproses, Pak. Ya, 37:16 kita eh 37:17 apa berjuang untuk kemudian mewujudkan 37:19 ini kan sebuah amanah, ya, kepercayaan 37:21 ini. Jadi, baik untuk semua karyawan, 37:23 manajemen, kita berproses dan berusaha 37:25 sedapat mungkin melaksanakan amanah ini 37:27 dengan baik. 37:27 Ehm, oke. 37:29 Kalau boleh dibandingkan antara 37:31 Indonesia dengan Malaysia dari segi 37:35 pelaksanaan rumah sakit syariah, mana 37:37 lebih bagus? 37:39 Mungkin Pak menjelaskan yang ini. 37:41 Ya, alhamdulillah 37:42 eh kalau ketemu ada di dunia itu ada 37:45 pertemuan namanya Fima, organisasi eh 37:48 Federation Islamic Medical Association. 37:50 Nah, itu kalau eh paparan tentang 37:52 pelayanan kesehatan ataupun rumah sakit 37:54 syariah, Indonesia unggul dan itu paling 37:56 lengkap. Jadi, karena mereka juga 37:58 merasakan Indonesia tuh yang pertama 38:00 melakukan konsep seperti ini yang juga 38:02 diakui oleh negara gitu, artinya memang 38:03 negara 38:04 membolehkan seperti itu. Malaysia itu 38:07 sudah melakukan dia upaya-upaya eh 38:10 syariah juga, tetapi dia lebih lebih 38:13 karena kepada masalah ibadah, misalnya 38:14 masalah ibadah. Tapi, kalau yang 38:16 manajemen masalah hal-hal yang lain di 38:18 luar itu, pembinaan yang lain tuh eh 38:20 tidak dilakukan. 38:21 Nah, di Rumah sakit ee Indonesia ini 38:24 syariahnya itu mulai semua aspek punya 38:27 ada di situ ada unsur kesyariahan di 38:29 situlah ee harus di ee terapkan apa-apa 38:32 yang harus dilakukan. Seoptimal mungkin. 38:35 Jadi, ee standar ini pun ee setiap 38:38 beberapa tahun sekali itu akan 38:39 dievaluasi. Karena ada beberapa hal yang 38:42 mungkin sudah tidak sesuai atau ada yang 38:44 lebih baik lagi itu akan dievaluasi oleh 38:46 DSN MUI maupun dari Mukisi. Itulah yang 38:49 menyebabkan memang kalau menurut ee Pak 38:52 Wapres dulu ee waktu peresmian pertama 38:54 ini merupakan rumah sakit pertama ee 38:57 syariah yang seperti ini di Indonesia. 38:59 Yang alhamdulillahnya kita bangsa 39:00 Indonesia mempunyai hal ini yang belum 39:03 ada di dunia dan kita menjadi contoh 39:05 bagi dunia. 39:08 Ya, Iwan dan Rahmat kami masih 39:09 berbincang-bincang dan dengan 39:11 bapak-bapak manajemen Rumah Sakit Yarsi 39:14 yang menawarkan ee pelak 39:17 pelaksanaannya syariah ini ada ada 39:19 dari Bapak ee Haji Muslim Arif 39:23 Simanjuntak. 39:25 Assalamualaikum Prof dan Dokter. 39:27 Waalaikumsalam. 39:28 Sekedar berbagi pengalaman saja bahwa 39:30 keluarga besar kami salah satu pelanggan 39:33 di Rumah Sakit Yarsi sejak lama dan 39:36 penilaian kami rumah sakit ini memberi 39:38 pelayanan yang baik walaupun dahulu 39:41 belum berbasis syariah. Insyaallah ke 39:43 depannya lebih baik lagi 39:45 ee dari segala aspeknya dari Bapak Arif 39:48 Simanjuntak. Wah, duh. 39:49 Pelanggan rupanya. 39:52 Ada yang seperti itu ditemui? 39:54 Ya, ee alhamdulillah Pak review dari 39:57 pelanggan kita selalu pantau Pak ya. 39:59 Baik secara langsung ke ee pasien yang 40:01 berkunjung maupun di review yang ada di 40:04 media sosial ataupun di ini. 40:06 Alhamdulillah cukup baik ya. Ee dan 40:08 memang mereka cukup terkesan dengan 40:10 pelayanan syariah yang sangat kita 40:12 serius kita upayakan. Jadi, ada salah 40:15 satu contoh kasus itu ada pasien yang 40:17 kemudian dia memutuskan untuk wafat di 40:19 rumah sakit Yarsi. Jadi sudah 40:22 pasien kanker stadium terminal dan sudah 40:24 tidak bisa ada lagi tindakan yang 40:25 dilakukan. 40:27 Nah, sebenarnya ya rata-rata orang kalau 40:29 sudah begitu kan inginnya di rumah 40:31 bersama keluarga begitu ya. 40:33 Tapi kemudian pasien ini memutuskan 40:35 menghabiskan hari-hari terakhirnya di 40:36 rumah sakit Yarsi karena merasa bahwa di 40:38 rumah sakit Yarsi ini kita ada bimbingan 40:41 kerohanian yang yang utuh kita berikan, 40:44 komprehensif. Jadi diingatkan waktu 40:46 salat, kemudian dibimbing setiap pagi 40:48 dan sore ada zikir bareng, kemudian ada 40:51 petugas kerohanian, kemudian ada 40:53 perawat-perawat yang kemudian juga 40:54 mengingatkan waktu salat, mimpi ibadah 40:56 dan lain-lain. 40:57 Hal hal seperti itu tidak di didapatkan 40:59 di rumahnya begitu. 41:01 Masyaallah. 41:01 Jadi didapatkannya di rumah sakit Yarsi 41:03 dan dan kemudian ya 41:04 Kesejukan gitu ya. 41:05 ya beliau memutuskan 41:07 menghabiskan hari akhirnya dirawat 41:08 kurang lebih selama 3 minggu di rumah 41:10 sakit Yarsi. Mudah-mudahan insyaallah 41:12 husnul khotimah. 41:13 Oke. 41:14 Kemudian juga ada beberapa 41:17 pelanggan kami ya dengan yang kemudian 41:19 yang mungkin dengan kegiatan pelayanan 41:22 syariah ini 41:24 mendapatkan nilai lebih karena memang 41:25 kalau untuk dapat sertifikat rumah sakit 41:28 syariah ini itu harusnya jadi minimal 41:30 sudah harus lulus dulu akreditasi yang 41:32 nasional yang rumah sakit yang dari 41:34 pemerintah. 41:35 Akreditasi rumah sakit. Jadi secara mutu 41:38 sudah diakui juga. Nah, setelah itu kita 41:40 tambahkan value-nya dengan syariahnya 41:43 begitu. 41:44 Jadi upaya kita memastikan bahwa 41:45 pelayanan di rumah sakit syariah itu 41:48 juga bermutu begitu ya. Jangan sampai 41:50 kemudian nanti ada ada image yang kurang 41:52 baik tentang pelayanan syariah. 41:54 Assalamualaikum Pak Dokter dan Prof. 41:58 Kalau begitu untuk pasien laki-laki 42:01 tidak berharap ketemu suster dong ya. 42:05 Iya. Yang pertama 42:08 di lorong ketemu. 42:09 Ya, 42:10 kita memang ada beberapa tadi ya, ada 42:13 standar pelayanan minimalnya gitu ya, 42:15 yang kita berharap 42:17 misalnya kalau pelayanan mungkin ada 42:19 tapi tidak sampai tampak aurat dan 42:21 lain-lain begitu ya. 42:23 Jadi ketemu sih ketemu aja gitu. 42:26 Cuma mungkin pelayanannya dalam hal 42:28 pelayanannya mungkin 42:29 ya kita sesuaikan. 42:30 Oke. 42:32 Assalamualaikum Prof dan Dokter, apakah 42:34 tempat tidur di sana 42:37 menghadap kiblat semua untuk salat 42:38 sambil tidur? 42:41 Tulis Syari'ah. 42:42 Ya. 42:43 Jadi itu salah satu juga pengaturan 42:46 sarana prasarana, itu di di setiap 42:49 ruangan itu kita ada arah kiblat. 42:51 Enggak hanya di ruang pasien 42:53 di tempat-tempat umum pun kita juga 42:54 memberikan seperti itu di di pelayanan 42:58 rumah sakit Syari'ah. 42:59 Kemudian juga mereka juga mudah untuk 43:01 salat, mereka ruang bagi yang menunggu 43:03 maupun tamunya juga lebih mudah untuk 43:06 ibadah maupun untuk berwudhu. 43:08 Nah, kalau 43:10 biasanya gini kalau 43:12 dia rumah sakit itu sudah terbentuk 43:14 kamar dulu 43:16 baru 43:17 Syari'ah gitu, nah itu 43:19 mesti merombak kan. Nah, itu biasanya 43:20 bertahap. 43:22 Tapi kalau misalnya jadi desain dari 43:23 awal, itu sudah diarahkan sebaiknya 43:25 memang harus menghadap kiblat pada waktu 43:28 itu. Di Rumah Sakit Yarsi 43:30 itu diperhatikan sudah masalah ini. 43:32 Nah, itu mudah-mudahan juga 43:34 pada rumah sakit lain yang yang yang 43:36 juga mengikut Syari'ah itu dia kan 43:38 mengikut seperti itu. Jadi baik desain 43:40 awalnya seperti itu. Yang kedua juga 43:42 biasanya Rumah Sakit Syari'ah ini 43:44 mesti dekat masjid. 43:46 Jadi di Indonesia sentralnya itu ada 43:47 masjid dan musala juga gampang jadi 43:49 untuk ibadah juga ada. Jadi 43:51 para jamaahnya juga yang di situ 43:53 dokternya atau perawatnya gantian bisa 43:56 salat di masjid di sekitar ataupun yang 43:59 dekat di rumah sakit itu. 44:01 Assalamualaikum, waduh saya ngebayangin 44:03 di Rumah Sakit Yarsi yang Syari'ah ini 44:06 pasti pada waktu salat sepi dong semua 44:08 pada ke masjid. 44:09 Nanti gimana tuh orang pas minta 44:11 pertolongan pas waktu salat bagaimana 44:13 katanya. 44:14 Iya, baik terima kasih. 44:16 Ya tetap saja ya yang pertama kita juga 44:19 ada kewajiban untuk menyelamatkan jiwa 44:21 begitu ya. Tentu saja kayak pelayanan 44:22 emergensi itu 44:24 tetap berjalan ya. 44:26 Kita juga misalnya ada bapak yang kita 44:28 coba atur sedapat mungkin untuk 44:30 kemudian-kemudian 44:31 tidak meninggalkan salat atau bisa salat 44:33 tepat waktu. Contohnya misalnya operasi. 44:37 Operasi yang panjang itu kita kita habis 44:39 kita bisa kita atur jadwalnya begitu 44:41 supaya nanti baik dokter, perawat maupun 44:44 pasiennya bisa 44:45 bisa memenuhi kebutuhan salatnya atau 44:47 kewajiban salatnya. 44:49 Ya jadi kita atur waktunya supaya tidak 44:51 tidak melampaui waktu salat ya atau 44:53 kalau operasi yang panjang salatnya 44:55 harus dijamak maka kita pastikan bisa 44:57 dijamak sehingga tidak ada salat yang 44:58 ditinggalkan. 44:59 Ehm. 44:59 Gitu. Untuk pasien-pasien untuk 45:01 pelayanan emergensi tentu saja tidak 45:03 kosong ya. 45:04 Tidak mungkin kosong begitu. 45:05 Tindakan-tindakan yang sedang berjalan 45:08 juga tidak mungkin kosong ya. Tapi 45:09 memang ada beberapa yang kemudian bisa 45:11 kita atur pelayanannya sehingga ya bisa 45:13 kita sesuaikan begitu ya untuk waktu 45:16 salatnya. 45:16 Ada berapa poli di Rumah Sakit Yarsi? 45:19 Kurang lebih kita ada 35 poliklinik ya. 45:22 Termasuk ke anu jiwa ada? 45:24 Jiwa ada jiwa. Kalau dokternya lebih ada 45:26 160 dokter kita bergabung semua 45:29 spesialis insya Allah lengkap. 45:31 Ehm. 45:31 Ya semua spesialis jiwa ada, dokter gigi 45:33 bahkan dokter gigi spesialis lengkap dan 45:37 juga untuk apa pelayanan-pelayanan 45:40 penunjang lainnya seperti CT scan 45:42 kemudian endoskopi 45:44 hiperbarik juga kita sediakan. 45:47 Hiperbarik ada juga ya? 45:47 Ada. 45:48 Oh. 45:48 Pernah hiperbarik Pak? 45:49 Di Sukabumi. 45:50 Oh ya silakan silakan silakan silakan 45:52 dilanjutkan silakan dilanjutkan. 45:53 Enggak enggak tahu saja gitu enggak 45:54 pernah 45:56 Oke. 45:56 swasta di Jakarta kita satu-satunya yang 45:59 punya pelayanan hiperbarik. 46:01 Oh oke 46:03 Berapa sekarang er syariah bariknya itu? 46:05 Kalau itu saya enggak hafal, Pak. 46:09 Dari nah, asalamualaikum. Semoga rumah 46:11 sakit eh seperti ini segera ada di 46:14 daerah Cibubur, Cileungsi, ya. Pak 46:17 Dokter Um Krisna, mudah-mudahan jaringan 46:20 RS bisa memiliki rumah sakit seperti 46:21 ini. Dari Ibu Ina, ya. 46:25 Gimana? 46:26 Di Bekasi kayaknya ada dua, ya? 46:27 Bekasi sudah ada. Bekasi baru kemarin 46:30 sertifikasi syariah. 46:31 Oke. 46:33 Nanti mungkin bisa diusulkan ke rumah 46:35 sakitnya eh kalau banyak permintaan kan 46:37 rumah sakitnya akan bergerak untuk 46:38 mengajukan gitu. 46:40 Kalau misalnya suatu rumah sakit ingin 46:42 juga seperti ini, siapa ininya apa 46:45 coach-nya yang untuk mengatur ini ada 46:46 enggak? Itu ke MUI atau ke mana? 46:49 Ke Mukisi dulu biasanya. Dari Mukisi. 46:51 Kalau dari dari dari MUI biasanya 46:53 diarahkan dulu ke Mukisi karena urusan 46:55 rumah sakitnya biar beres dulu gitu. 46:57 Kemudian juga urusan eh pelayanannya 47:00 juga mereka juga paham dan bagaimana 47:02 caranya mereka kadang studi banding 47:03 dulu, 47:04 melihat mempelajari dulu sehingga mereka 47:07 bisa melihat eh apa yang harus 47:09 dilakukan. 47:10 Ada enggak rumah sakit yang ingin tidak 47:13 mau bersyariah karena dianggap sudah 47:15 cukup syariah? 47:16 Takut-takut nanti ada pengurangan 47:18 pasien. Ada enggak seperti itu tuh? 47:20 Eh belum ada yang menyatakan sih, ya. 47:22 Tapi mungkin kekhawatiran itu ada, ya. 47:24 Secara umum ada. Memang ya 47:25 mempertanyakan eh apa sih untungnya 47:28 gitu, apa sih dampaknya gitu dalam tim 47:30 itu. Baik, apalagi kalau dari perspektif 47:31 bisnis, ya. 47:32 Kalau dari kami dari perspektif 47:34 manajemen maupun bisnis sih kami katakan 47:36 dampaknya cukup banyak, ya. Paling 47:37 enggak tadi itu upaya menjaga mutu, 47:40 memotivasi karyawan untuk memberikan 47:41 pelayanan terbaik itu dari sisi 47:42 manajemen. 47:43 Dari sisi bisnis ya alhamdulillah juga 47:45 meningkatkan kepercayaan dari kalangan 47:46 umat Islam, ya. Dan itu harus diimbangi 47:48 juga tambah lagi motivasi untuk tetap 47:50 terus memberikan pelayanan terbaik. 47:52 Gitu. Supaya eh yang sudah mempercayakan 47:56 ini dengan pelayanan syariahnya juga 47:58 bisa kita terus kelola, kita 48:00 ee maintain dan kita jaga 48:02 kepercayaannya. 48:04 Mungkin dari siapa nih, Pak Haris? 48:06 Ee assalamualaikum. Kan ada dokter yang 48:09 prakteknya di dua di dua rumah sakit di 48:11 misalnya di Rumah Sakit Arsy juga di 48:13 rumah sakit lain juga yang yang tidak 48:15 syar'i. 48:17 Ee itu bagaimana mereka pengalaman 48:19 mereka yang dia praktek di dua rumah 48:21 sakit 48:22 Heeh. 48:22 yang satu di Arsy yang begitu syar'i 48:24 yang lain tidak gitu. Mungkin dia bisa 48:26 bercerita tuh. 48:28 Iya. 48:28 Kesan-kesannya seperti apa? 48:29 Ee 48:30 ya ada beberapa memang yang 48:33 cukup banyak yang memang kalau dokter 48:34 itu kan memang tidak hanya praktek di 48:36 satu rumah sakit ya. 48:37 Dan ada juga memang yang kita kita 48:40 menciptakan sebuah lingkungan ya, sebuah 48:43 lingkungan yang kondusif supaya semua 48:45 orang bisa beribadah, bisa bisa 48:46 berperilaku islami. 48:48 Dan memang ada juga yang kemudian yang 48:51 ee ada mungkin berubah penampilannya 48:53 begitu ya. Ee kita malah sebagai bagian 48:55 dari dakwah gitu ya. Jadi kita bagaimana 48:57 juga ee 48:59 di rumah sakit itu kita berkumpul 49:01 berbagai macam orang dengan berbagai 49:02 macam latar belakang. 49:04 Nah jadi ketika kita mengupayakan sebuah 49:06 pelayanan syariah, maka tentu saja ada 49:08 proses pembinaan juga kepada karyawan 49:11 rumah sakit gitu. Nah perilaku-perilaku 49:13 yang kemudian ada berubah sesuai dengan 49:16 lingkungan islami ini alhamdulillah juga 49:18 terjadi baik di dokter, di perawat dan 49:20 teman-teman lainnya dan kita melihatnya 49:22 sebagai sebuah bagian dari proses dakwah 49:24 juga ke karyawan. 49:25 Satu kamar terbanyak berapa tempat 49:27 tidur? Berapa bed yang 49:29 terisi misalnya misalnya untuk kelas 49:32 apa? Kelas 49:32 Sesuai sesuai ketentuan ya. Kan ada ada 49:35 regulasinya. Kalau kelas tiga itu 49:37 maksimal berapa ya? 49:39 Itu satu gender semua? Laki-laki laki 49:41 semua enggak ada campur-campur ya? 49:44 Iya. 49:44 Ya kalau kita ada kelas VIP juga ada ada 49:47 presidential suite ya yang itu Itu 49:50 diperuntukkan bagi eh yang ingin 49:53 mendapatkan kenyamanan ketika 49:55 mendapatkan menerima pengobatan begitu. 49:58 Assalamualaikum, bisa salat berjamaah 50:00 enggak ketika dalam satu kamar sama-sama 50:03 berbaring tidak bisa 50:05 berdiri. 50:07 Bisa enggak berjamaah gitu antar pasien? 50:11 Eh 50:13 pada kenyataannya sih eh 50:15 apa namanya situasinya memang 50:18 dengan kondisi sakit yang berbeda-beda 50:20 begitu ya, itu memang termasuk yang 50:22 sulit sih. Ya, jadi tapi kita memang 50:24 selalu mengingatkan waktu salat dan juga 50:25 menawarkan bimbingan kepada pasien yang 50:28 salat begitu. Eh ya umumnya tidak 50:31 berjamaah memang karena masing-masing 50:33 pasien beda kondisinya. 50:35 Dan kemudian juga tapi untuk fasilitas 50:37 ibadah kita memang menyediakan di semua 50:39 lantai ada musala. 50:41 Juga ada ininya perangkat baca 50:43 Alqurannya dan selain musala di tiap 50:45 lantai kita juga ada masjid. 50:47 Eh bergabung dengan eh apa dengan kita 50:50 keluarga besar Yarsi di sama-sama di 50:52 lingkungan tersebut. 50:54 Assalamualaikum, apakah para dokter juga 50:57 dibekali dengan ilmu agama untuk 50:59 meng-handle pasien-pasiennya? 51:01 Ya, jadi untuk eh semua dokter kita ada 51:05 istilahnya pelatihan wajib ya mandatory 51:08 training. Salah satunya itu adalah 51:10 bagaimana penanganan eh fikih pasien. 51:13 Nah itu wajib eh bagi semua yang bekerja 51:16 di rumah sakit termasuk dokter. 51:18 Ya, ya jadi ada pembekalannya ada proses 51:20 eh pemahaman tentang itu kemudian juga 51:22 ada pembinaan rutin ada pengajian dan 51:25 juga ada ada pelatihan-pelatihan yang 51:27 diulang 51:28 memastikan bahwa eh cukup terampil dan 51:30 juga ada update-updatenya. Salah satunya 51:32 pelatihan itu bukan hanya terkait dengan 51:34 masalah profesionalisme atau kompetensi 51:36 kedokteran tapi juga tentang 51:38 pelayanan-pelayanan syariah juga. 51:40 Assalamualaikum, bagaimana kalau 51:43 yang besuk per pakaiannya tidak syariah, 51:45 apakah ditolak, bisa masuk? 51:49 Ya, eh yang yang pertama kita tidak ini 51:52 ya, eh 51:53 pendekatannya bukan hanya regulasi, tapi 51:55 juga edukasi gitu, pembinaan, bagaimana 51:58 kemudian me- menghimbau dan lain-lain. 52:00 Ya, kalau yang membesuk misalnya, ya 52:03 kalau masih dalam dalam kategori sopan, 52:06 ya itu masih insyaallah ya kita 52:08 sama-sama ini, sama-sama perbolehkan ya. 52:11 Tapi mungkin kalau pas eh pakaian eh 52:13 kurang sopan misalnya kayak gitu ya, 52:15 kalau misalnya apa 52:17 celana pendek lah gitu ya. 52:19 Itu kita ingatkan dulu sebetulnya. 52:21 Oke, celana pendek 52:23 pendek boleh asal masih balita. 52:25 Balita. 52:27 Oke, Iwan menyenangkan sekali nih 52:29 bincang-bincang dengan dokter-dokter 52:31 dari Yarsi. 52:33 Eh, sebuah rumah sakit yang menawarkan 52:38 pelayanan syar'i. 52:40 Semua speaker-speaker di kamarnya 52:42 lantunan Alquran. 52:44 Kemudian pemeriksaan darahnya juga 52:46 eh 52:47 laki-laki enggak sama suster ya. 52:50 Oke, sudah pukul 11.33, 52:53 sepertinya kita sudah dibatasi oleh 52:55 waktu. Ada lagi yang mau disampaikan 52:56 terakhir 52:57 sehubungan dengan Rumah Sakit Yarsi yang 53:00 syariah ini, silakan. 53:01 Ya, eh insyaallah ini upaya kita untuk 53:03 memberikan pelayanan terbaik untuk umat 53:05 dan juga untuk semua masyarakat. 53:07 Ya, kita berharap eh dengan sertifikasi 53:09 ini merupakan sebuah amanah yang 53:11 kemudian harus kita jaga 53:13 baik dari segi konsistensi dengan nilai 53:15 syariah juga dengan pelayanan yang 53:17 bermutu tinggi begitu. Kita akan kita 53:19 terus berproses, terus memperbaiki diri, 53:21 terus berkembang. Eh, artinya memang 53:24 mungkin ada beberapa hal kekurangan yang 53:27 mungkin kita sama-sama perbaiki dan kita 53:28 berharap juga dari teman-teman sebagai 53:30 customer kami ya, teman-teman eh 53:33 masyarakat semuanya memberikan feedback 53:35 eh dan masukan kepada kami agar terus 53:36 berkembang dan maju. Kami juga 53:38 berkomitmen untuk terus memberikan 53:40 memperbaiki diri, memberikan pelayanan 53:42 terbaik dan alhamdulillah untuk 53:45 pelayanan ini kita mendapat eh mewakili 53:49 mewakili beberapa provinsi di Indonesia 53:52 untuk tampil sebagai fasilitas rumah 53:55 sakit dengan komitmen 53:57 BPJS terbaik. 53:59 Masyaallah. 54:00 Insyaallah ya, jadi alhamdulillah ya. 54:02 Luar biasa. 54:02 Jadi dari Jakarta, dari Jakarta untuk 54:05 rumah sakit kelas B kami mewakili dan 54:07 juga sebenarnya bukan cuma Jakarta 54:08 termasuk 54:09 Banten, Kalimantan gitu insyaallah kita 54:11 akan tampil 54:13 mewakili untuk sebagai rumah sakit 54:15 dengan komitmen pelayanan BPJS terbaik 54:18 tingkat nasional. 54:19 Oke. 54:19 Kemudian alhamdulillah juga ada beberapa 54:21 apresiasi yang kami dapatkan seperti 54:23 penggunaan teknologi informasi dengan 54:25 antrian online kemudian 54:28 fasilitas-fasilitas online lainnya 54:30 kita dapat penghargaan juga apresiasi 54:32 dari BPJS dengan 54:35 bintang lima ya istilahnya karena kita 54:37 sudah 54:38 menunjukkan begitu banyak perkembangan 54:40 penggunaan teknologi informasi dalam 54:42 pelayanan pasien. 54:43 Masyaallah. 54:44 Ya, mudah-mudahan eh mohon doa, dukungan 54:46 semuanya dan masukan semuanya juga agar 54:49 kita bisa sama-sama berkolaborasi 54:52 meningkatkan pelayanan saya untuk umat. 54:54 Oke, ada Prof ada lagi? 54:56 Iya. 54:57 Ya, jadi Bapak Ibu eh para pemirsa juga 54:59 jangan khawatir kalau sudah 55:02 bersertifikasi syariah 55:04 bukan berarti pelayanan-pelayanan 55:06 standar atau umum yang sifatnya 55:08 universal itu tidak dilakukan. Itu tetap 55:10 dilakukan karena 55:12 ini semua dilalui dengan akreditasi 55:14 dulu. Jadi akreditasinya harus lulus 55:16 dulu rumah sakit tersebut sehingga 55:18 urusan keselamatan pasien, keamanan, 55:20 kenyamanan segala itu sudah harus 55:22 dibereskan dulu. Dilengkapi kemudian 55:24 dengan 55:26 syariah ini adalah untuk membuat lebih 55:28 bagus lagi dan lebih nyaman lagi untuk 55:30 melakukan ibadah dan maqasid syariah. 55:32 Semoga ini juga menjadi bahan untuk eh 55:35 kita lebih nyaman lagi dalam pelayanan 55:37 kesehatan di manapun dan bertambahlah 55:39 jumlah rumah sakit syariah di Indonesia. 55:42 Terima kasih. 55:42 Baik, terima kasih Profesor 55:46 Wahyu Sulistiadi 55:48 kemudian juga Dokter Ahmad Jamaludin 55:52 M.Kes atas penjelasannya mengenai 55:55 Rumah Sakit Yarsi yang menawarkan 55:57 pelayanan syariah, Rumah Sakit 56:00 syar'i. Silakan Anda kalau mudah-mudahan 56:03 enggak sakit ya. 56:04 Kalau mau berobat datanglah ke Rumah 56:06 Sakit Yarsi yang beralamat di Jalan 56:09 Suprapto Kavling 13 Cempaka Putih, 56:13 Jakarta Pusat ya, Jakarta Pusat. Sekali 56:15 lagi terima kasih, mudah-mudahan kita 56:17 sehat semuanya. 56:18 Amin. 56:19 Saya Muhammad Krisna Ondie Saputra dan 56:21 juga Anis Mu'alim mohon pamit. Wabillahi 56:23 taufik walhidayah. Assalamualaikum 56:25 warahmatullahi wabarakatuh. 56:26 Waalaikumsalam warahmatullahi