Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:07 [musik] 0:10 rahim, alhamdulillahirobbil alamin. 0:12 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:15 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:17 Assalamualaikum warahmatullahi 0:19 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat pendengar 0:21 Radio Suara Tauhid dan juga pemirsa 0:22 Hasil TV yang dirahmati Allah. 0:24 Alhamdulillah kita kembali berjumpa 0:26 ikhwan akhwat di Kamis malam hari ini. 0:28 Tanggal 28 Jumadil Akhir 1447 0:31 Hijriah atau tanggal 0:33 18 Desember 2025. 0:36 Kembali hadir acara kajian Kitab Al 0:39 Lu'lu Wal Marjan. Bersama Dr. K.H. Zaki 0:43 Mubarok Mustasyar PBNU yang 0:45 alhamdulillah telah hadir di 0:46 tengah-tengah kita. Kita live via 0:48 aplikasi Zoom ikhwan akhwat. Kita sapa 0:49 Ustaz terlebih dahulu. 0:51 Assalamualaikum warahmatullahi 0:52 wabarakatuh, Ustaz. 0:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:57 wabarakatuh. 0:58 Kabar sehat Ustaz ya? 1:00 Sehat, alhamdulillah. Alhamdulillah. 1:02 Hari ini tema yang akan dibahas adalah 1:03 mengenai 1:05 menghindari penyakit menular. 1:08 Ya. Ustaz ya. 1:10 Kita akan bersama-sama simak ikhwan 1:11 akhwat. 1:12 Dan nanti yang ingin bergabung bertanya, 1:13 silakan Anda bisa kirimkan melalui 1:15 WhatsApp kami di 08111999720. 1:20 Tafadhol, Ustaz. 1:22 Ya. 1:24 Assalamualaikum 1:26 warahmatullahi 1:28 wabarakatuh. 1:32 Alhamdulillahilladzi 1:34 an'ama alaina binikmatil imani wal Islam 1:39 wa nawwarona binuri tauhid 1:43 wa arsala rosulahu bil huda wa dinil haq 1:47 liyuzhirohu aladdini kullihi wa kafa 1:50 billahi syahida. 1:53 Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la 1:56 syarikalah. 1:58 Wa asyhadu anna Muhammad 2:00 Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 2:03 rasuluh. 2:04 Allahumma sholli wa sallim ala hadan 2:08 nabiyyil karim. 2:09 Sayyidina wa maulana Muhammadin. 2:13 Wa ala alihi wa ashabihi wa tabi'in. 2:18 Wa man tabi'ahum bi ihsanin 2:21 ila yaumiddin. 2:23 Amma ba'd. 2:26 Ikhwan akhwat 2:29 para pendengar Radio Silaturahim 2:32 dan pemirsa Rasya TV yang kami cintai. 2:35 Alhamdulillah 2:37 pada malam hari ini kita dapat jumpa 2:39 kembali dalam kajian kitab Al Lu'lu' Wal 2:42 Marjan. 2:43 Semoga kajian ini dapat 2:45 mengantarkan kita 2:47 bisa memahami agama dengan baik dan bisa 2:49 kita amalkan dalam kehidupan 2:51 sehari-hari. Amin ya rabbal alamin. 2:55 Para jamaah sekalian 2:57 Umar bin Khattab dengan rombongannya 3:02 mengadakan kunjungan 3:05 sebagai tugas khalifah 3:11 ke Syria. 3:13 Ibu kotanya Damaskus. 3:17 Sampai sekarang juga Damaskus ibu 3:19 kotanya Syria. 3:24 Di tengah perjalanan ketika akan 3:26 memasuki 3:28 Syria 3:30 ternyata ada informasi bahwa di situ 3:32 sedang berjangkit penyakit menular atau 3:34 wabah. 3:36 Semacam wabah itu wabah. 3:38 Kolera ada 3:41 eh apa namanya itu 3:43 eh malaria 3:47 penyakit menular. 3:52 Ya. ini 3:55 Umar 3:57 meminta saran dari sahabat-sahabat yang 3:59 lain. 4:01 Gimana Pak terus masuk ke wilayah itu 4:03 sedang berjangkit menular atau kembali 4:06 ke Madinah. 4:10 Ternyata 4:13 para pendamping 4:16 Umar bin Khattab itu 4:18 berbeda pandangan. 4:23 Ya, berbeda pandangan. 4:27 Satu mengatakan enggak, enggak usah 4:30 datang ke sana kembali ke Madinah saja. 4:32 Menyelamatkan diri dari 4:34 penyakit. 4:36 Satu lagi berpandangan enggak, masuk 4:38 saja soal penyakit tapi itu kan takdir 4:40 Allah. 4:45 Nah, kemudian 4:48 setelah perselisihan itu terjadi cukup 4:49 lama 4:51 lalu Umar mengambil pandangan yang 4:53 mengatakan 4:55 kembali ke Madinah. 5:00 Tidak melanjutkan perjalanan 5:02 ke Syria 5:03 karena sedang berjangkit 5:06 wabah atau penyakit menular. 5:14 Salah satu pemimpin dalam rombongan itu 5:16 mengatakan 5:19 Umar 5:21 apa engkau mau menghindari takdir Allah? 5:29 Itu kan takdir Allah itu. 5:32 Wabah 5:34 ya. 5:36 Penyakit itu. 5:41 Ya, wabah penyakit. 5:44 Takdir Allah. 5:46 Kata dia 5:47 kalau Allah takdirkan kita 5:50 meninggal meskipun kita kembali ke 5:51 Madinah meninggal juga. 5:53 Kalau takdirkan kita hidup meskipun kita 5:55 memasuki wilayah Syria itu yang sedang 5:57 berjangkit wabah menular 6:00 ya kita tidak akan ada masalah karena 6:02 ditakdirkan kita 6:03 enggak kena, nah itu. 6:05 Nah seolah-olah sahabat 6:08 sahabat yang asli seolah-olah benar. 6:14 Kata Umar 6:17 betul 6:19 kita 6:21 menghindari takdir Allah 6:25 menuju takdir yang lain. 6:30 Dari takdir yang enggak bagus pada 6:32 takdir yang bagus kan. 6:34 Itu yang disebut 6:37 ya 6:39 takdir itu ada dua. 6:45 Ada takdir yang mubram 6:47 ya 6:51 dan takdir yang muallaq. 6:54 Yang mubram itu enggak bisa pilih. 7:00 Misalnya saya ini anak orang tua saya 7:03 enggak bisa kita memilih 7:05 saya ingin anaknya presiden, saya ingin 7:06 anaknya gubernur enggak. 7:09 Anak saya saya anak orang tua saya. 7:14 Itu mubram. 7:18 Tidak bisa memilih. 7:21 Nah ada takdir yang muallaq kita bisa 7:23 memilih. 7:30 Maka Umar katakan betul kita ini 7:33 menghindari takdir 7:35 tapi menuju takdir Allah yang lain, 7:37 sama-sama takdir. 7:43 Kata Umar kalau kamu sedang menggembala 7:46 ternakmu 7:53 tempat di sebelah barat itu 7:58 ternyata 8:02 subur, banyak rumput hijau. 8:07 Di sebelah timur 8:10 padang pasir 8:12 berbatu, enggak ada tanaman sama sekali, 8:15 enggak ada rumput-rumputan. 8:17 Dua-duanya kata Umar takdir Allah. 8:21 Ini yang sebelah barat subur juga takdir 8:24 Allah. 8:26 Yang sebelah timur gersang juga takdir 8:28 Allah. 8:30 Nah, sekarang kamu bawa ke mana itu? 8:33 Ternak kambingmu kata Umar. 8:36 Apa kamu datang ke 8:38 tempat yang gersang? 8:41 Enggak 8:42 kita datang ke tempat yang ada 8:44 rumputnya. Itu takdir Allah. 8:46 Menghindari 8:47 takdir Allah yang satu yang tidak baik 8:49 menuju takdir yang baik. 8:57 Nah, ini sedang terserang penyakit. 9:05 Yang ini enggak, lah kita 9:06 mendatangi 9:09 daerah yang tidak ada sedang tidak 9:11 terserang penyakit. 9:14 Jadi 9:14 contoh yang saya berikan Umar tadi tepat 9:16 sekali. 9:19 Nah, itu namanya takdir muallaq. 9:22 Ya, takdir 9:25 oh banyak itu nanti, ya. 9:28 Takdir muallaq yang kita bisa memilih. 9:34 Anda ingin jadi dokter? 9:36 Ya, kuliahnya di Fakultas Kedokteran. 9:39 Nanti di sana 9:42 nanti ditakdirkan jadi dokter 9:45 jangan ingin jadi dokter masuknya ke 9:48 Fakultas Pertanian enggak bisa jadi 9:50 dokter 9:52 itu itu muallaf bisa memilih kita 9:56 mau jadi apa Anda ekonom masuk Fakultas 9:58 Ekonomi 10:01 mau menjadi apa Anda seorang sastrawan 10:06 ambil 10:08 FIB Fakultas Ilmu Budaya 10:14 jadi ada pilihan-pilihan 10:16 semua takdir Allah tapi bisa milih kita 10:20 nah setelah Umar memutuskan begini 10:24 tiba-tiba ada informasi 10:27 dari Usamah bin Zaid 10:38 ya 10:39 an Usamah bin Zaidin 10:41 dari Usamah bin Zaid radhiallahu anhu 10:44 an Nabi dari Nabi sallallahu alaihi 10:46 wasallam 10:48 qala bersabda 10:54 iza sami'tumut tha'una bi ardhin 10:57 apabila kamu mendengar ada penyakit 11:00 menular atau tha'un atau wabah di suatu 11:03 daerah 11:05 fala tadkhuluha maka jangan kamu masuki 11:08 daerah itu 11:09 karena nabi 11:11 wa iza waqa'a bi ardhin wa antum dan 11:13 orang yang tinggal di situ 11:15 wa antum fiha dan kamu berada di sana 11:18 fala takhruju minha janganlah keluar 11:21 daripadanya 11:23 nah jadi ini tuntunan 11:25 yang sangat Islami 11:30 orang dari luar jangan masuk ke wilayah 11:32 wabah 11:33 yang ada di 11:37 Harus menahan diri di situ. 11:39 Nah, orang yang mau datang 11:41 tinggalin, jangan jangan masuk ke situ. 11:43 Cari wilayah lain yang aman. 11:45 Jadi, hadis ini 11:47 yang menegaskan bahwa 11:49 pandangan yang saya kemukakan Umar itu 11:52 cocok dengan tuntunan Rasulullah 11:54 sallallahu alaihi wasallam. 11:56 Maka Umar pun [berdehem] 11:58 merasa bersyukur dengan datangnya hadis 12:01 ini yang dibawa oleh Usamah bin Zaid. 12:08 Ini para zaman sekalian yang mesti kita 12:11 perhatikan betul. 12:13 Ya. 12:14 Jadi, sesuai dengan 12:16 teori-teori kedokteran 12:19 sesuai dengan ilmu kesehatan, ya. 12:22 Itu 1400 tahun yang lalu. 12:25 Ya, ketika orang masih belum paham 12:26 apa-apa. 12:27 Dijelaskan oleh Islam ini. 12:30 Tuntunan kalau menghadapi 12:33 wabah begini. 12:34 Ya, jangan masuki wilayah yang ada 12:36 wabahnya. 12:38 Yang ada di wilayah itu jangan keluar, 12:40 sebab akan memberikan menularkan kepada 12:42 orang lain. Begitu. 12:46 Inilah cara-cara yang sangat Islami. 12:56 Hadis berikutnya. 12:59 Wa an Abi Hurairah dari Abi Hurairah 13:01 radhiallahu anhu. 13:04 Anin Nabi dari Nabi sallallahu alaihi 13:06 wasallam qala. 13:12 Ijtanibus sab'al mubiqat. 13:18 Jauhilah oleh kamu 13:22 tujuh hal yang menghancurkan. 13:26 Yang membahayakan. 13:30 Qolu, para sahabat bertanya, "Ya 13:32 Rasulallahi, wamahuna, apa itu?" 13:35 Tujuh hal yang merusak. 13:38 Yang membahayakan. 13:42 Qola, Nabi menjawab, "Asyirku billah." 13:47 Yang pertama adalah syirik kepada Allah. 13:53 Ya. 13:54 Itu hal yang sangat 13:57 membahayakan. 13:59 Karena orang yang berbuat syirik itu 14:00 enggak diampuni 14:03 oleh Allah. Kecuali dia meninggalkan 14:05 syiriknya. 14:09 Innallaha la yaghfiru an yusyroka bihi. 14:14 Wa yaghfiru ma duna dzalika liman 14:16 yasya'. Sesungguhnya Allah tidak 14:18 mengampuni apabila dia disyirikkan. 14:20 Dan mengampuni selain dari itu apabila 14:22 Dia menghendaki, Dia menghendaki. 14:27 Nah, jadi dosa yang paling berat. 14:29 [berdehem] 14:34 Ya. 14:35 Syirik. 14:39 Syirik ini ada dua macam. 14:45 Yang pertama asyirkul 14:47 jali, syirik yang terang-terangan. 14:51 Orang menyembah patung, menyembah batu, 14:53 menyembah pohon, 14:55 menyembah gunung, itu asyirik. 14:58 Asyirkul jali. 15:02 Asyirkul jali, syirik yang 15:03 terang-terangan. 15:05 Itu sudah jarang. Umat Islam begitu 15:06 enggak, hampir enggak ada. 15:09 Yang paling berbahaya adalah asyirik. 15:15 Ya, paling berbahaya 15:18 adalah asyirkul khofi. 15:21 Syirik yang tersembunyi yang sama 15:25 apa misalnya 15:27 ujub 15:30 riya 15:33 memamerkan segala kebaikannya 15:36 takabur 15:38 itu syirik yang 15:40 tersembunyi 15:45 ya 15:49 hasad termasuk dengki 15:52 terus dihindari juga ya sudah 15:57 yang pertama 15:59 nah kemudian 16:01 syirik 16:02 ada yang berkaitan dengan 16:06 kafirun 16:09 bi wujudillah 16:11 orang mengingkari wujud Allah itu 16:13 namanya ateis 16:15 orang anti Tuhan 16:18 sebutnya ateis 16:19 sebutnya murtad 16:22 mengingkari wujudnya Allah 16:25 yang kedua kafirun 16:29 mengingkari bi wahdaniyatillah 16:32 tentang keesaan Allah 16:35 dia tidak mengesakan Allah tapi 16:38 menyembah berhala dan lain sebagainya 16:41 menyembah dewa-dewa menyembah patung 16:44 termasuk syirik 16:54 inilah yang harus kita sangat hati-hati 16:59 yang kedua apa 17:00 yang termasuk merusak itu 17:06 as sihir 17:09 sihir 17:12 ya mempraktikkan ilmu sihir 17:18 dosa besar 17:24 Bagaimana kalau kita mempelajari 17:27 ilmu itu tapi untuk menolak sihir? 17:32 Bisa. 17:35 Sihir itu harus ditolak sesuai dengan 17:37 ilmu itu juga. Itu namanya ilmu 17:38 paranormal. 17:47 Orang belajar ilmu tentang teori 17:48 mencuri. 17:51 Boleh enggak? Boleh, asal tidak untuk 17:52 mencuri, tapi untuk menangkap pencuri. 17:55 Gitu. 17:57 Ya, Saudara-saudara. 17:58 Oh, masa kita boleh belajar mencuri? 18:00 Boleh. 18:02 Jangan dipraktikkan untuk mencuri. 18:05 Dipraktikkan untuk menangkap pencuri. 18:08 Kalau kalau kita enggak ngerti itu, 18:10 enggak bisa nangkap pencuri. 18:16 Ya. 18:19 Ini penggunaannya. [berdehem] Jadi, cari 18:21 ilmu itu apa apapun bisa. 18:23 Yang penting penggunaannya. 18:26 Kalau penggunaannya untuk kebaikan, ya 18:27 bagus. Kalau penggunaannya untuk 18:28 keburukan, ya 18:30 meskipun ilmu agama untuk keburukan 18:31 enggak bagus. 18:33 Ilmu agama untuk mencari kemewahan 18:35 duniawi, oh itu sangat enggak bagus. 18:40 Turidu zinatal hayati dunya. Dia dengan 18:43 ilmu agamanya mencari kemewahan duniawi. 18:47 Ya. 18:51 Jadi, mencari ilmu itu semuanya bagus 18:52 dalam Islam. 18:55 Yang jelas penggunaannya saja. 18:57 Itu tadi. 18:58 Ilmu 19:00 ya 19:00 bagaimana cara mencuri? Boleh 19:02 dipelajari, tapi bukan untuk mencuri, 19:05 untuk menangkap pencuri atau untuk 19:08 supaya kita tidak dicuri. Gitu. 19:14 Sihir itu begitu. 19:20 Orang bisa menolak sihir dengan ilmu 19:22 yang serupa dengan itu. 19:23 Disebutnya white. 19:25 Putih. 19:28 Paranormal putih. 19:30 Kalau yang 19:31 jahat itu paranormal yang black. 19:34 Hitam. 19:41 Ya, itu itu beda di situ. 19:44 Sebab ilmu sihir itu enggak bisa ditolak 19:46 kalau orangnya enggak paham ilmu itu. 19:51 Jadi harus belajar ilmu itu untuk 19:52 menolak itu. 19:58 Yang kedua. 20:01 Yang ketiga wa qatlun nafsi. 20:06 Allati haramallahu illa bil haqq. 20:12 Membunuh seseorang. 20:16 Ya. 20:21 Tanpa 20:22 alasan yang benar. 20:27 Kalau membunuh dengan alasan yang benar 20:29 misalnya orang 20:30 ditugaskan 20:31 melaksanakan 20:35 ya, hukuman mati. Itu kan yang 20:37 melaksanakan orang. 20:39 Ya, dia enggak berdosa melaksanakan. 20:41 Sidang pengadilan, keputusan pengadilan 20:43 orang dihukum mati. Lalu dilaksanakan 20:45 oleh orang menghukum mati orang itu. Ya, 20:47 enggak apa-apa. 20:49 Tapi kalau 20:50 tidak 20:53 ya, ada pelanggaran, tiba-tiba orang 20:55 membunuh orang lain, nah itu dosa besar. 21:01 Yang ketiga. 21:04 Yang keempat wa aklur riba. 21:07 Memakan harta riba. 21:09 Berbahaya sekali. 21:12 Nah, sekarang ini modusnya banyak 21:13 sekali. 21:15 Riba itu. 21:19 Dengan bermacam-macam nama. 21:24 Ada yang namanya bunga, ada yang namanya 21:27 eee 21:30 uang administrasi, macam-macam nih. 21:33 Ya. 21:33 Sebenarnya ini uang administrasi, 21:35 padahal sebenarnya bunga juga. Naik. 21:38 Berbahaya itu. 21:48 Yang berikutnya wa akli mali yatim. 21:52 Memakan harta anak yatim. 21:59 Berat itu, sebesar itu. 22:08 Yang kelima ya. 22:13 Yang keenam wa tawalli yauma zahfi. 22:16 Beringsut dari peperangan 22:19 di jalan Allah. 22:20 Orang enggak mau berjuang di jalan 22:21 Allah. 22:24 Enggak mau berinfak dan mau berjuang 22:25 untuk kebesaran agama. 22:28 Termasuk dosa besar. 22:33 Yang terakhir yang ketujuh. 22:38 Wa qazful muhsonatil mukminatil 22:40 ghafilat. 22:42 Menuduh orang lain berbuat zina. 22:48 Ya. 22:49 Enggak boleh, enggak boleh sembarangan. 22:52 Harus didatangkan empat orang saksi. 22:55 Bi arbaati syuhada. 23:00 Kalau orang menuduh orang lain berzina, 23:01 dia tidak mendatangkan empat orang 23:02 saksi, dia kena 23:04 hukum cambuk. 23:06 Samanina jaldatan. Ya. 23:09 80 kali dicambuk dia. 23:12 Enggak boleh sembarangan. 23:13 [berdehem] 23:15 Ya, kalau tidak bisa membuktikan, 23:17 malah dia yang kena hukuman. Nah, ini 23:20 harus hati-hati [berdehem] saya. 23:47 Hadis berikutnya, 23:50 larangan bagi kita 23:53 untuk membuat aturan-aturan 23:59 ya, 23:59 yang tidak disyariatkan oleh agama. 24:05 Larangan ini, larangan itu, padahal 24:06 enggak di, enggak dilarang oleh agama, 24:08 itu enggak boleh. 24:15 Wa an Abdillahi ibni Amr 24:17 ibnul Ash. 24:19 Dari Abdullah bin Amr bin Ash 24:20 radhiallahu anhuma, semoga Allah meridai 24:22 keduanya, 24:24 qala, berkata. 24:45 Ra'a nabiyu sallallahu alaihi wasallama 24:47 ala tsaubaini. 24:50 Nabi melihat seorang 24:54 ya, 24:58 memakai dua baju 25:11 baju yang biasanya dipakai 25:13 oleh orang kita ya 25:16 dipakai musuh 25:18 faqola 25:19 ummuka 25:21 amarotka biha apakah ini diperintahkan 25:23 oleh ibumu kata nabi 25:26 faqultu 25:28 rasul kalau gitu rasul 25:29 saya akan 25:31 cuci aja dihilangkan warnanya 25:33 warna yang enggak bagus itu 25:36 qola bal ahroq umah udah 25:39 bakar aja ini 25:41 karena baju ini digunakan 25:43 [berdehem] 25:44 ya ciri-ciri orang-orang kafir 25:52 qola innaha 25:54 min siar bil kufar 25:57 baju seperti ini adalah baju dan 26:00 cirinya orang-orang kafir fala talbasuha 26:04 fala talbasa maka janganlah kamu 26:07 memakainya 26:09 ya seperti itu 26:11 sebab apa ya nanti 26:13 jadi saru 26:15 mana muslim mana kafir 26:17 harus beda dibedakan 26:23 hadis berikutnya 26:26 tentang larangan itu tadi 26:28 membuat aturan-aturan yang 26:31 tidak disyariatkan oleh agama 26:34 wa an Qais ibni Abi Hazim 26:38 dari Qais bin Abi Hazim qola 26:42 dia menginformasikan dakhola Abu Bakrin 26:44 As-Siddiq 26:47 masuk Abu Bakar As-Siddiq radhiallahu 26:48 anhu 26:50 ala imroatin min Ahmash 26:53 ya min ahmas ya. 26:57 Ke rumah seorang perempuan bernama 26:59 Ahmas. 27:02 Yuqolulaha Zainab. 27:04 Min Ahmas di daerah Ahmas ya. 27:06 Yuqolulaha Zainab, namanya Zainab. 27:09 Faroa hala tataqolam, Abu Bakar melihat 27:12 Zainab ini enggak pernah berbicara diam 27:19 Kemudian beliau bertanya Abu Bakar. 27:22 Malaha lataqolam. 27:26 [berdehem] 27:26 Tanya kepada para sahabat yang lain. 27:28 Kenapa perempuan itu enggak mau bicara? 27:30 Enggak mau berkata. 27:37 Hajat musmitah. 27:40 Oh dia itu 27:41 bernazar 27:43 untuk tidak berbicara. 27:50 Ya. 27:52 Faqolalaha maka berkatalah Abu Bakar 27:55 kepada perempuan itu takalani. 27:58 Berbicaralah kamu. 28:00 Fainnahaza la yahil. 28:04 Ini tidak halal kamu begitu enggak baik 28:06 kamu diam saja. 28:08 Mengapa enggak baik? 28:11 Tidak halal, hazamin amalil jahiliyah. 28:14 Ini adalah kebiasaan-kebiasaan 28:17 orang jahiliyah. 28:21 Enggak mau bicara. 28:24 Itu adat jahiliyah yang tercela. 28:28 Fataqolam, maka perempuan itu bicara 28:30 lagi seperti biasa. 28:31 Nah, mengapa dia? Karena 28:34 enggak ada disuruh orang 28:40 tidak berbicara. 28:42 Puasa dengan berbicara. 28:47 Itu berarti membuat enggak boleh. 28:55 Ikhwan akhwat sekalian, 28:57 inilah 28:59 kajian kita hari ini, 29:01 ya, mudah-mudahan bermanfaat. 29:04 Dan saya mohon maaf kalau ada 29:05 kekhilafan. Wasalamualaikum 29:09 warahmatullahi wabarakatuh. 29:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 29:13 wabarakatuh. Demikian yang dapat telah 29:15 kita bersama-sama simak kajian Kitab 29:17 Al-Lu'lu' Wal-Marjan bersama Dr. K.H. 29:21 Zaki Mubarak, M.A., beliau adalah 29:22 Mustasyar PBNU. Tema yang disampaikan 29:25 adalah mengenai menghindari penyakit 29:27 menular. Sudah banyak yang masuk 29:29 bergabung di WhatsApp Rasya yang menyapa 29:31 kita di malam hari ini. Ini ada Ibu Yuli 29:34 Lestari sedang menyimak kajian Kitab 29:36 Al-Lu'lu' Wal-Marjan. Terima kasih, 29:38 Ustaz Zaki, atas nasihat dan tausiahnya. 29:41 Ada Ibu Mariah, juga ada Bapak 29:47 Baron Betawi sedang menyimak, ada juga 29:49 Ibu Ani Chani Hudaifah insyaallah 29:51 menyimak Rasya selalu. Terima kasih. 29:55 Sekarang di apa, selanjutnya ada Ibu 29:58 Titik Sumantri, 30:00 ya. 30:01 Ibu Yeti di Depok, Ibu Agustina di 30:04 Jakarta Utara. 30:06 Ada juga Bapak Ruszkandar, ada Ibu Fani, 30:09 ada juga Bapak Joko, Ibu Retno, Bapak 30:12 atau Ibu Asma, ya. 30:14 Dan masih banyak lagi. Yang bertanya 30:16 yang pertama saya bacakan, Ustaz, 30:18 pertanyaan yang masuk ini dari 30:21 [berdehem] 30:22 Ibu Ida. Asalamualaikum warahmatullahi 30:23 wabarakatuh, Ustaz. 30:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 30:27 wabarakatuh. Pak Ustaz, apakah ada pada 30:30 zaman Nabi wabah penyakit yang membuat 30:33 orang Islam pada waktu itu sangat panik, 30:36 tidak dianjurkan untuk berjemaah di 30:38 masjid atau berkerumun, berkerumun gitu, 30:41 menghindari interaksi dengan banyak 30:43 orang. 30:44 Bagaimana Nabi dalam menanggulangi wabah 30:46 penyakit seperti itu pada pada zaman 30:48 Kalau sampai enggak salat di masjid 30:50 enggak ada. 30:53 Tetap salat di masjid tetap. 30:55 Ya. 30:57 Apalagi salat Jumat. 30:58 Enggak ada [berdehem] itu pernah. Hmm. 31:00 Jadi menghindari begitu, menghindari 31:01 menghindari yang tadi. 31:03 Orang yang akan datang ke situ. 31:06 Jangan masuk wilayah itu, yang ada di 31:08 situ tetap di situ. 31:10 Nah, kegiatan keibadahan biasa ya. Iya. 31:13 Enggak mengganggu ya. 31:15 Nah, jadi itu supaya harus 31:17 tegas ya, jangan sampai 31:19 nah 31:20 karena ada beberapa penyakit, salat 31:22 enggak karu-karuan jangan. 31:24 Dijaga. Ya. 31:26 Karena dengan cara begitu insyaallah 31:28 penyakit itu tidak menular. Hmm. 31:30 Mengapa? Karena di dalam situ banyak 31:32 orang-orang yang sudah kebal penyakit 31:33 itu. Nah, kalau orang luar dia enggak 31:35 kebal, maka enggak boleh masuk situ. 31:38 Itu begitu. 31:39 Terima kasih. Ya. 31:42 Selanjutnya beralih ke pertanyaan dari 31:44 Bapak Deni. Assalamualaikum 31:45 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Kiai. 31:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 31:51 wabarakatuh. 31:52 Di di zaman Nabi di mana ilmu kedokteran 31:55 belum ada, bagaimana menghadapi atau 31:58 metode pengobatan jika ada suatu wabah 32:01 penyakit? Metode pengobatan apa yang 32:03 sering Nabi lakukan ketika beliau sakit? 32:06 Demikian. 32:08 Metodenya biasanya 32:10 mengonsumsi madu. 32:13 Madu ya. Mengonsumsi madu. 32:16 Kemudian juga 32:19 doa ya. 32:21 Eee, kemudian 32:24 terapi dengan puasa. 32:28 Memperbanyak puasa, baik puasa yang 32:30 disyariatkan 32:32 sunah seperti hari Senin dan Kamis. 32:37 Ataupun puasa dalam arti menahan diri 32:38 dari makanan-makanan tertentu. 32:42 Orang yang kena penyakit gula harus 32:44 puasa. 32:45 Ya, diabetes harus puasa dari makan 32:47 gula. 32:49 Puasa dari makan gula ya, kalau makan 32:50 lain enggak apa-apa. 32:52 Orang yang kena kolesterol harus puasa 32:54 dari makan 32:55 lemak. 32:56 Tuh gaji. 32:58 Jadi puasa itu dalam Islam ada puasa 33:00 yang 33:01 syariatkan dengan puasa sunah, ada puasa 33:04 dalam menahan diri. Nah, itu pengobatan 33:06 yang terbaik. 33:08 Sekarang diakui oleh kedokteran modern. 33:11 Terapi dengan cara berpuasa itu sangat 33:13 manjur. 33:16 Ya, jadi 33:18 eee dilakukan oleh nabi. 33:20 Kemudian juga ditegaskan 33:26 ada 33:30 beberapa orang 33:33 sahabat nabi 33:36 ketika ditanya oleh 33:39 beberapa orang dokter dari Afrika waktu 33:41 itu. Hmm. 33:43 Di Ethiopia ya, dokter datang 33:45 berkunjung. 33:46 Menjenguk para sahabat nabi, kok mereka 33:48 sehat-sehat ini ditanya. 33:54 Apa rahasianya kok an antum ini 33:56 sehat-sehat? Hmm. 33:59 Apa jawab mereka? 34:02 Nahnu qaumun 34:04 la na'kulu hatta naju'. 34:08 Wa idza akalna la nasyba'. 34:11 Kami adalah sekelompok orang yang kami 34:12 tidak makan sebelum kami lapar. Ini 34:14 lihat. Hmm. 34:16 Jadi enggak bertumpuk makanan. 34:18 Iya. Pankreas kita berat itu 34:21 menggiling makanan. 34:22 Sakit. 34:28 Nah, kalau sudah lapar 34:30 itu berarti sudah habis itu makanan itu. 34:32 Sudah makanan habis. Baru kita makan. 34:34 Hmm. Dan makannya nikmat kalau sudah 34:36 lapar itu. 34:38 Nah, kemudian apa? Wa idza 34:40 akalna dan apabila kami makan, kami 34:43 makan tidak sampai kenyang. 34:46 Jangan sih 34:48 wah kalau enggak kenyang belum puas, nah 34:50 itu penyakit juga ya. 34:54 Cukup makan sederhana, belum sampai 34:56 kenyang stop. 34:58 Jangan nunggu 35:00 sampai ya Kenyang banget. Nafsu susah 35:04 nyari makan. Itu penyakit, nah itu 35:07 pengobatan-pengobatan yang Rasulullah 35:08 begitu. 35:10 Ya, termasuk di zaman para sahabat. 35:12 Terima kasih. 35:13 [mendengus] 35:13 Jadi dengan mengkonsumsi madu dan juga 35:16 berpuasa Ustaz ya. 35:18 Dan juga ada yang keterangan katanya 35:20 Nabi itu jarang sakit Ustaz ya. Bahkan 35:23 mungkin hanya satu kali dalam seumur 35:24 hidupnya gitu. 35:26 Iya, sakit sehatnya. 35:29 Kita beralih ke pertanyaan selanjutnya, 35:32 ini 35:34 datang dari Ibu Maria. Assalamualaikum 35:37 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 35:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 35:42 wabarakatuh. Mohon maaf di luar tema Pak 35:45 Ustaz. 35:46 Eee ini hati saya selalu merasa sedih 35:49 jika ingat sesuatu apa saja selalu 35:52 menangis. 35:53 Bacaan atau ayat apa yang harus saya 35:55 baca agar tidak sedemikian Pak Ustaz? 35:58 Ya. 35:59 Baik. 36:00 [berdehem] 36:01 Ibu 36:03 setiap mau tidur 36:08 baca 36:09 bismillah 36:13 21 kali 36:16 kemudian baca Al Ikhlas tiga kali 36:22 kemudian baca Al Falaq tiga kali 36:26 baca An Nas tiga kali. 36:31 Kemudian 36:33 baca ayat kursi satu kali ya. 36:38 Sebelum tidur ya. Nah, pada saat Ibu 36:40 resah 36:45 rutinkan 36:46 membaca 36:51 doa yang diamalkan oleh 36:55 Nabi Ibrahim 36:57 dan oleh Nabi Muhammad. 36:59 Nabi Ibrahim waktu beliau dilemparkan 37:01 dalam api itu bacaannya itu. 37:04 Nabi Muhammad waktu menghadapi perang 37:06 Ahzab itu seluruh suku Arab bersatu 37:08 menyerang Nabi 37:10 di Madinah. 37:11 Beliau bacaannya itu juga. Apa 37:12 bacaannya? Singkat sekali. 37:14 Hasbunallah wa ni'mal wakil. 37:19 Hasbunallah wa ni'mal wakil. 37:21 Hasbunallah. Terus. [berdehem] 37:24 Ya, nanti keresahan akan hilang. 37:27 Ya, itu sudah 37:29 saya sampaikan ke banyak orang. 37:32 Dan alhamdulillah mereka 37:35 mengkonfirmasi alhamdulillah Pak Zaki 37:36 saya 37:37 keresahan saya sudah hilang, ketakutan 37:39 hilang. Karena terus itu membaca. Setiap 37:41 enggak enak baca itu. 37:43 Hasbunallah wa ni'mal wakil. Ya. 37:46 Mudah-mudahan Ibu, terima kasih. 37:49 Baik, dari Ibu Sari. Assalamualaikum 37:52 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 37:55 Di Depok ya, Bu Sari. 37:57 Ada yang mengatakan bahwa jika suatu di 38:00 suatu tempat ada wabah penyakit berarti 38:03 tempat tersebut atau daerah tersebut 38:05 telah terjadi kemaksiatan yang dibiarkan 38:09 sehingga mendapatkan azab Allah. Apakah 38:11 benar seperti itu, Pak Ki? 38:15 Ada benarnya, tapi tidak selamanya 38:17 begitu. 38:21 Ya. 38:22 Ada juga yang daerah baik-baik juga ada 38:25 wabah kok. Kena juga ya. 38:27 Ya, tapi pada umumnya begitu karena 38:29 orang itu 38:30 membiarkan perbuatan maksiat, maaf ya. 38:33 Misalnya 38:34 ee perzinahan segala macam lalu 38:37 lalu menularlah banyak penyakit. 38:40 AIDS misalnya itu betul, itu disebabkan 38:42 oleh perbuatan-perbuatan manusia. 38:45 Ya, kemudian juga deviasi seksual 38:48 mengakibatkan orang penyakit ee yang 38:52 menular, ya. 38:55 Iya, terjadi betul itu, tapi tidak 38:56 selamanya begitu. 38:58 Ada juga yang tidak demikian tapi juga 39:00 penyakit tetap ada. Itu kan cobaan 39:01 Allah. 39:03 Saya kira demikian, terima kasih. 39:05 Iya. 39:06 Dari Bapak Wahyu, asalamualaikum 39:08 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 39:11 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:13 wabarakatuh. 39:15 Dalam satu dalam satu keterangan Allah 39:18 telah memberikan dua pilihan. Jalan di 39:20 antaranya jalan yang diridai Allah dan 39:23 juga jalan yang Allah murkai. 39:26 Kalau mengenai orang yang merusak, orang 39:29 yang munafik dan lain sebagainya, apakah 39:31 bisa dikatakan itu takdir atau dia tidak 39:35 memahami dua jalan yang Allah berikan 39:37 tersebut, Pak Ustaz? 39:39 Syukron. Iya. 39:41 Ya, dia ditakdirkan 39:44 demikian karena dia memilih jalan itu. 39:47 Hmm. Iya. 39:49 Kan telah kami tunjukkan dua jalan. 39:52 Kami tunjukkan manusia dua jalan. 39:55 Mendaki dan menurun. 39:59 Dan mendaki ini akan mencapai kemuliaan 40:01 dunia akhirat. 40:02 Jalan menurun akan jatuh dalam lembah 40:04 kehinaan dunia akhirat. 40:06 Nah, terserah manusia yang memilih yang 40:08 mana. Kalau dia pilih yang ini 40:09 ditakdirkan jadi orang mulia. Iya. 40:12 Kalau dia pilih yang ini, yang jalan 40:13 menurun, ditakdirkan jadi orang yang 40:15 hina. Semua takdir Allah. 40:18 Ya. 40:19 [tertawa] 40:19 Itu yang disebut tadi muallaq, takdir 40:22 muallaq. 40:23 Bisa kita hindari. 40:27 Saya enggak ingin 40:29 eee 40:31 jadi dokter. 40:35 Karena saya merasa enggak ada bakat di 40:36 situ, ya jangan masuk kedokteran 40:39 kuliahnya. 40:40 Kalau masuk kedokteran dia 40:42 takdirkan jadi dokter. Kita masuknya 40:44 fakultas yang cocok, begitu ya. 40:49 Ya, jadi itu eee ada dua jalan. 40:52 Fa alhamaha fujuraha wa taqwaha, dan 40:54 kami ilhamkan pada manusia jalan 40:56 buruknya dan jalan baiknya. 40:59 Terserah mau pilih yang mana. 41:02 Ya, in ahsantum ahsantum li anfusikum, 41:06 kalau kalian berbuat kebajikan, 41:07 kebajikan itu untuk dirimu sendiri. 41:09 Wa in asa'tum dan jika 41:11 kalian berbuat keburukan, falaha maka 41:13 akan kamu dapat keburukan itu dirimu 41:16 sendiri. 41:17 Jelas Alquran, ya. 41:19 Terima kasih. 41:21 Baik Ustaz, pertanyaan yang terakhir 41:23 Ustaz ya, dari hamba Allah tidak 41:25 menyertakan nama. Assalamualaikum 41:26 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 41:29 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:30 wabarakatuh. Mohon pencerahannya ini di 41:33 luar tema, bagaimana menyikapi anak yang 41:37 baru pulang dari pondok pesantren, tiba 41:40 di rumah berubah drastis terbawa 41:42 pengaruh buruk di lingkungan rumah. 41:45 Saya memang mungkin agak bawel 41:47 mengingatkannya istikamahkan di rumah 41:49 kebiasaan yang sudah baik di pondok 41:50 pesantren, tapi malah melawan Pak Ustaz. 41:53 Saya dibilang banyak ngatur dan 41:55 mengekang. Ini mohon solusinya Pak Ustaz 41:57 dan doanya. Terima kasih. 42:00 Ya, harus bijak. 42:02 Caranya harus sangat bijak. 42:06 Anak-anak muda kadang-kadang terpengaruh 42:08 lingkungan. 42:11 Cucu saya waktu masih kecil 42:14 ikut saya ke masjid. 42:16 Hmm. 42:17 Salat-salat sunah dia kerjakan. 42:20 Eh, begitu 42:22 sudah besar pegang HP 42:24 Berubah. 42:24 HP. 42:26 Kalau sudah pegang HP itu dipanggil saja 42:28 enggak kedengaran. Bayangkan itu. 42:31 Makanya saya kirim ke pesantren. 42:34 Di pesantren itu enggak boleh HP. 42:37 Ya. 42:38 Jadi dibiasakan main. 42:40 Nah, kalau kembali kemudian bergaul 42:42 dengan orang itu sering terpengaruh. 42:44 Maka batasi, jangan sampai 42:46 dia bergaul dengan 42:48 lingkungan yang kurang bagus. 42:50 Dinasihati pelan-pelan. 42:53 Jangan dengan cara memaksa. Itu anak 42:56 sekarang kalau dipaksa itu malah semakin 42:57 melawan. 42:58 Harus diarahkan dengan pelan-pelan. Ya. 43:01 Saya kira begitu, Ibu. 43:03 Nah, itu cucu saya setelah di pesantren 43:05 enggak lagi. Hmm. 43:07 Main HP enggak lagi. Ya, kadang-kadang 43:09 kalau kalau perlu saja. 43:12 Itu banyak yang 43:14 membuang-buang waktu itu. 43:15 HP itu ya. 43:17 Canda-canda yang banyak enggak ada 43:19 faedahnya itu membuang waktu. Hati-hati 43:21 saja. 43:23 Ya. Terima kasih. 43:24 [mendengus] 43:25 Berarti faktor lingkungan juga ya, Ustaz 43:26 ya. Dibatasi pergaulannya mungkin 43:28 dipilih dengan teman-teman yang positif. 43:33 Baik, Ustaz. Kita dibatasi oleh waktu 43:34 dan semua pertanyaan alhamdulillah sudah 43:36 di apa dibacakan. Mungkin sebelum pamit, 43:38 Ustaz, disimpulkan tema kita hari ini. 43:41 Baik, ikhwan akhwat sekalian, kalau kita 43:44 memperhatikan 43:46 beberapa uraian hadis yang kita bahas 43:50 ya, maka 43:52 kita jumpai bahwa 43:55 nah, 43:57 kita itu bisa berusaha dengan baik 44:01 untuk merintis jalan kebaikan 44:05 dan bisa menghindari keburukan. 44:08 Otomatis ya. 44:09 Kalau orang berbuat baik pasti 44:10 menghindari perbuatan buruk. 44:14 Nah, bagaimana sekarang caranya kita 44:16 membimbing diri kita 44:18 untuk banyak berbuat kebajikan. 44:21 Dan sebaliknya menghindari keburukan. 44:25 Ya. 44:26 Kenapa? Itu tadi. 44:29 Jika kita baik, kebaikan untuk kita 44:31 sendiri. 44:32 Kita berbuat buruk, keburukan juga akan 44:34 menimpa kita. Itu jadi rugi sendiri. Ya. 44:37 Jadi itu tetap bergantung pada 44:40 diri kita. 44:41 Ya. 44:43 Nah. 44:44 Terima kasih. 44:45 Wasalamualaikum 44:47 warahmatullahi wabarakatuh. 44:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 44:52 wabarakatuh. Demikian ikhwan dan akhwat 44:53 telah kita bersama-sama simak kajian 44:55 kitab Al Lu'lu wal Marjan bersama Dr. 44:58 K.H. Zaki Mubarak M.A. Beliau adalah 45:00 Mustasyar PBNU. Tema yang disampaikan 45:02 adalah meng- menghindari penyakit 45:04 menular. Semoga apa yang telah Ustaz 45:06 sampaikan bermanfaat untuk semuanya. 45:09 Saya yang bertugas Fahril ditemani Neza 45:11 dan juga Yusuf Subhanallah 45:12 walhamdulillah. Subhanakallahumma 45:14 bihamdika asyhadu alla ilaha illa anta 45:16 astagfiruka wa atubu ilaik. 45:18 Wasalamualaikum warahmatullahi 45:19 wabarakatuh.