Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- irrahim. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat pendengar
- dan silaturahim dan juga pemirsa Rasil
- TV yang dirahmati Allah. Alhamdulillah
- kita kembali berjumpa Iwan akhwat di
- Kamis malam hari ini tanggal 28 Jumadil
- Akhir 1447
- Hijriah atau tanggal 18 Desember 2025.
- Kembali hadir acara kajian kitab Allu
- Wal Marjan bersama Dr. K. H. Zaki Murok
- Mah Mustasyar PBNU yang alhamdulillah
- telah hadir di tengah-tengah kita. Kita
- live aplikasi Zoom Manawat. Kita sapa
- Ustaz terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh.
- Kabar sehat, Ustaz? Ya,
- sehat. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Hari ini tema yang akan
- dibahas adalah mengenai menghindari
- penyakit menular.
- Ya, itu saja ya. Kita akan bersama-sama
- simak Iwan akhwat dan nanti yang ingin
- berbum bertanya silakan Anda bisa kirim
- WhatsApp kami di 0811999.
- Tul ustaz.
- Asalamualaikum
- warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahilladzi
- anama alaina binikmatil imani wal islam
- binur tauhid
- waala rasulahu bilhudail
- haqqirhu
- aladini kullihi wa kafa billahi syahida
- ashadu alla ilahaillallahu wahdahu la
- syarikalah
- wa ashadu anna muhammadan
- Allahumma shi wasallim
- nabiil karim sayyidina wa maulana
- Muhammadin waa alihi wa ashabihi wat
- tabiin waman tabiahum bisanin
- ila yaumiddin
- amma ba
- ikhwan akhwat
- para pendengar radio silaturahim
- dan pemirsa Rasil TV yang kami cintai.
- Alhamdulillah
- pada malam hari ini kita dapat jumpa
- kembali dalam kajian kitab Alluf Al
- Marjad. Semoga kajian ini dapat
- mengantarkan kita bisa memahami agama
- dengan baik dan bisa kita amalkan dalam
- kehidupan sehari-hari. Amin ya rabbal
- alamin.
- Para jemaah sekalian,
- Umar bin Khattab dengan rombongannya
- mengadakan kunjungan
- sebagai tugas khalifah
- ke Syria
- yang ibu kotanya Damaskus.
- sampai sekarang juga maskus ibu kotanya
- Syria.
- Di tengah perjalanan ketika akan
- memasuki
- Suriah,
- ternyata ada informasi bahwa di situ
- sedang berjangkit penyakit menular atau
- wabah sekarang.
- Macam-macam wabah itu ada kolera ada ee
- apa namanya itu
- ee malaria.
- penyakit menular.
- Nah,
- menghadapi informasi ini,
- Umar
- meminta saran dari sahabat-sahabat yang
- lain, gimana, Pak? Terus masuk ke
- wilayah itu sedang berjangit negara atau
- kembali ke Madinah?
- Ternyata
- para pendamping
- Umar bin Khattab itu berbeda pandangan
- ya, berbeda pandangan.
- Satu mengatakan, "Sudah enggak usah
- datang ke sana kembali ke Madinah aja
- menyelamatkan diri dari penyakit."
- Satu lagi berpandangan enggak masuk aja
- soal penyakit. Tapi itu kan takdir
- Allah.
- Nah, kemudian
- setelah perselisihan itu terjadi cukup
- lama,
- lalu Umar mengambil pandangan yang
- mengatakan
- kembali ke Madinah.
- tidak melanjutkan perjalanan ke Syria
- karena sedang berjangkit wabak atau
- penyakit menular.
- Salah satu pemimpin dalam rombongan itu
- mengatakan,
- "Umar,
- apa engkau mau menghindari takdir Allah?
- Itu kan takdir Allah itu
- wabah
- ya
- penyakit itu
- ya. Wabak penyakit
- takdir Allah kata dia kalau Allah
- takdirkan kita meninggal meskipun kita
- kembali ke Madinah meninggal juga. Tapi
- kalau takdirkan kita hidup meskipun kita
- memasuki wilayah Syria itu yang sedang
- berjangkit wabah menular ya kita tidak
- akan ada masalah karena ditakdirkan kita
- enggak kena. Nah, itu. Nah, seolah-olah
- jawaban
- sahabat yang satu ini seolah-olah benar.
- Kata Umar,
- "Betul
- kita
- menghindari takdir Allah
- menuju takdir yang lain."
- Dari takdir yang enggak bagus kepada
- takdir yang bagus. itu yang disebut
- ya
- takdir itu ada dua.
- Ada takdir yang mubrong
- dan takdir yang muallaq.
- yang mubrong itu enggak bisa pilih.
- Misalnya saya ini anak orang tua saya,
- enggak bisa kita memilih. Saya ingin
- anaknya presiden, saya ingin anaknya
- gubernur enggak
- anak saya, saya anak orang tua saya
- itu mubra
- tidak bisa memilih.
- Nak ada takdir yang muallaq kita bisa
- memilih.
- Maka Umar katakan, "Betul kita ini
- menghindari takdir,
- tapi menuju takdir Allah yang lain
- sama-sama takdir."
- Kata Umar, "Kalau kamu sedang
- menggembala ternakmu,
- tempat di sebelah barat itu
- ternyata
- subur, banyak rumput hijau
- di sebelah. timur
- padang pasir
- berbatu enggak ada tanaman sama sekali
- enggak ada rumut-rumutanah
- dua-duanya atau Umar takdir Allah
- ini yang sebelah barat subur juga takdir
- Allah
- yang sebelah timur gersang juga takdir
- Allah nah sekarang kamu bawa ke mana itu
- ternak kambingmu kata Allah
- kamu datang ke tempat yang besar
- enggak? Atau kita datang ke tempat yang
- ada ruputnya itu takdir Allah.
- Menghindari takdir Allah yang satu yang
- tidak baik menuju takdir yang baik.
- Nah, ini sedang terjangkit penyakit.
- Yang ini enggak lah kita mendatangi
- daerah yang tidak ada sedang tidak
- berzakit diyali.
- Jadi contoh yang saya perar tadi tepat
- sekali.
- Nah, itu namanya takdir muallaq
- ya. Takdir.
- Oh, banyak itu nanti ya.
- yang kita bisa memilih.
- Anda ingin jadi dokter ya kud difokus
- kedokteran
- nanti ditakdirkan jadi dokter.
- Jangan ingin jadi dokter masuknya ke
- fakultas pertanian. Enggak bisa jadi
- dokter
- itu. Itu mualak bisa memilih. Kita
- mau jadi apa? Anda ekonomis ekonomi.
- Mau menjadi apa? Anda seorang sastrawan.
- Ambil
- FB, Fakultas Ilmu Budaya.
- Jadi ada pilihan-pilihan
- semua takdir Allah tapi bisa milik.
- Nah, setelah Umar memutuskan begini,
- tiba-tiba ada informasi
- dari Usamah bin Zaid
- ya. an Usamata bni zaidin dari Usamah
- bin Zaid radhiallahu anhu
- anin nabi dari Nabi sallallahu alaihi
- wasallam q bersabdain
- apabila kamu mendengar ada penyakit
- penular atau taun atau wabak di suatu
- daerah
- falauluha maka janganlah kamu masuki
- daerah itu. itu kata Nabi
- dan orang yang tinggal di situ waum f
- dan kamu berada di sana
- fala taku minha janganlah keluar
- daripadanya
- nah jadi ini tuntunan yang sangat
- islami.
- Orang dari luar jangan masuk ke wilayah
- wabah. yang ada di belak jangan keluar
- se nanti akan mengeluarkan tempat lain
- harus menahan diri dari situ. Nah, orang
- yang mau datang tinggalin jangan jangan
- masuk ke situ. Cari wilayah lain yang
- aman.
- N jadi hadis ini yang menegaskan bahwa
- pandangan yang disampaikan Umar itu
- cocok dengan tuntunan Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Maka Umar
- pun [berdehem]
- merasa bersyukur dengan datangnya hadis
- ini yang dibawa oleh Usama bin Zaid.
- Ini para zaman sekalian yang mesti kita
- perhatikan betul ya. Jadi sesuai dengan
- teori-teori kedokteran,
- sesuai dengan ilmu kesehatan ya itu 14
- abad yang lalu loh ya. Ketika orang
- masih belum paham apa-apa, dijelaskan
- oleh Islam ini
- tuntunan kalau menghadapi wabah begini
- ya. Jangan masuki wilayah yang ada
- wabahnya.
- Yang ada di wilayah itu jangan keluar
- sebab akan memberikan menularkan kepada
- orang lain. Begitu.
- Inilah syarat-syarat yang sangat islami.
- Hadis berikutnya.
- Waan Abi Hurairata dari Abi Hurairah
- radhiallahu anhu
- anin Nabi dari Nabi sallallahu alaihi
- wasallam qala
- izaribusal mubiqo
- jauhilah oleh kamu
- tujuh hal yang menghancurkan,
- yang membahayakan.
- Qu para sahabat bertanya, "Ya
- Rasulullahi wama hunna apa itu?" Tujuh
- hal yang merusak,
- yang membahayakan.
- Ola, Nabi menjawab, "Asyirku billah."
- Yang pertama adalah syirik kepada Allah.
- Ya, itu hal yang sangat membahayakan.
- Karena orang yang berbuat syirik itu
- enggak diampuni
- oleh Allah, kecuali dia meninggalkan
- syiriknya.
- Innallaha yagfiru yusrok bihi
- wagfiru maunika.
- Sesungguhnya Allah tidak mengampuni
- apabila disyirikkan dan mengampuni
- selain dari itu apabila dia bergandang.
- Dia menghendaki.
- Nah, jadi dosa yang paling berat
- [berdehem]
- ya. Syirik.
- Syirik ini ada dua macam.
- Yang pertama, asyirkul
- jali. Syirik yang terang-terangan.
- Orang menyembah patung, menyembah batu,
- menyembah pohon, menyembah gunung itu
- asyirk.
- Asyir asyirkul jari.
- Asyirkul jari. Syirik yang
- terang-terangan itu sudah jarang umat
- Islam begitu hampir enggak ada.
- Yang paling berbahaya adalah asyik.
- Ya, paling berbahaya
- adalah asyirkul khofi. Syirik yang
- tersembunyi yang sama.
- Apa misalnya
- ujub
- riya
- ingin memamerkan segala kebaikannya.
- Takabur
- itu syirik yang tersembunyi
- ya.
- Hasad termasuk dengki
- terus dihindari juga ya.
- Itu yang pertama. Nah, kemudian syirik
- ada yang berkaitan dengan
- kafirun
- biwujudillah.
- Orang mengingkari wujud Allah itu
- namanya ateis.
- Orang arti Tuhan
- disebutnya ateis itu paling berat
- mengingkari wujudnya Allah.
- Yang kedua, kafirun.
- mengingkari biwahdaniatillah
- tentang kesaan Allah.
- Dia tidak mengesahkan Allah tapi
- menyembah berhala dan lain sebagainya.
- Menyembah dewa-dewa, menyembah patuh.
- Sudah masuk syirik.
- Inilah yang harus kita sangat hati-hati.
- Yang kedua, apa yang termasuk merusak
- itu?
- Asihru.
- Sihir
- ya. mempraktikkan ilmu sihir.
- Dosa besar.
- Bagaimana kalau kita mempelajari
- ilmu itu tapi untuk menolak sihir?
- Bisa
- sihir itu harus ditolak kecuali dengan
- ilmu itu juga. Itu namanya ilmu
- paranormal.
- Orang belajar ilmu tentang teori mencuri
- boleh enggak? Boleh asal tidak untuk
- mencuri, tapi untuk menangkap pencuri
- gitu
- ya, Saudara-saudara. Oh, masa kita boleh
- belajar mencuri? Boleh.
- Jangan dipraktikkan untuk mencuri.
- Dipraktikkan untuk menangkap pencuri.
- Coba kalau kita enggak ngerti itu,
- enggak bisa nangkap pencuri.
- Ya,
- ini penggunaannya. [berdehem] Jadi, cari
- ilmu itu apa apapun bisa. Yang penting
- penggunaannya.
- Kalau penggunaan untuk kebaikan ya
- bagus. Kalau punya keburukan ya meskipun
- ilmu agama kalau untuk keburukan enggak
- bagus.
- Ilmu agama untuk mencari kemewahan
- duniawi. Oh itu sangat enggak bagus.
- Turiidu zinatal hayati dunya. Dia dengan
- ilmu agamanya mencari kemewahan duniawi.
- Enggak ada.
- Jadi mencari ilmu itu semuanya bagus
- orang Islam.
- Yang jelas penggunaannya aja itu tadi
- ilmu ya. Bagaimana cara mencuri? Boleh
- dipelajari tapi bukan untuk mencuri.
- Untuk menangkap pencuri atau untuk
- supaya kita tidak dicuri gitu.
- Sihir juga begitu.
- Orang bisa menolak sihir dengan ilmu
- yang serupa dengan itu disebutnya white
- putih.
- Paranormal putih.
- Kalau yang jahat itu paranormal yang
- black hitam.
- Ya, itu itu bedanya di situ. Sebab ilmu
- sihir itu enggak bisa ditolak kalau
- orangnya enggak paham ilmu itu.
- Jadi, harus belajar ilmu itu untuk
- menolak itu.
- Itu yang kedua.
- Yang ketiga, waqatlun nafsi
- allati haramallahu illa bilhaq.
- Membunuh seorang
- ya
- tanpa
- alasan yang benar.
- Kalau membunuh dengan alasan yang benar,
- misalnya orang ditugaskan
- melaksanakan
- ya hukuman mati. Itu kan yang
- melaksanakan orang. Nah, dia enggak
- berdosa orang yang melaksanakan su
- pengadilan, tentu pengadilan, orang
- dihukum mati. Dilaksanakan oleh orang,
- menghukum mati orang itu ya enggak
- apa-apa.
- Tapi kalau tidak
- ya ada pelanggaran, tiba-tiba orang
- membunuh orang lain, nah itu dosa besar.
- Itu yang ketiga.
- Yang keempat, waqlur riba.
- Memakan harta riba. Berbahaya sekali.
- Sekarang ini modusnya banyak sekali
- riba.
- dengan bermacam-macam nama.
- Ada yang namanya bunga, ada yang namanya
- ee
- uang administrasi masing-masing ya.
- Sebenarnya ini uang administrasi padahal
- sebetulnya bunga juga. Nah, ini
- berbahaya ya.
- Yang berikutnya waakluil yatim.
- Memakan harta anak yatim.
- Berat dosa besar itu.
- Yang kelima ya.
- Yang keenam, wat tawalli yaumazahfi.
- Bringsut dari peperangan
- di jalan Allah. Orang enggak mau
- berjuang di jalan Allah.
- Enggak mau berinfak, enggak mau berjuang
- untuk kebesaran agama, termasuk dosa
- besar.
- Yang terakhir yang ketujuh
- muhsatil mukminatil gofil menuduh orang
- lain berbuat zina.
- Ya, enggak boleh. Enggak boleh
- sembarangan. Harus didatangkan empat
- orang saksi. Biarbaati syuhada.
- Kalau orang menduduk orang lain berzina,
- dia tidak mendatangkan orang saksi, dia
- kena hukum cambuk saman zaljatan ya 80
- kali dicambuk dia.
- Ah, enggak boleh sembarangan [berdehem]
- ya. Kalau tidak bisa membuktikan malah
- dia yang kena hukuman. Nah, ini harus
- [berdehem] hati-hati ya.
- Hadis berikutnya
- larangan bagi kita
- untuk membuat aturan aturan-aturan
- ya yang tidak disyariatkan oleh agama,
- larangan ini, larangan itu. Padahalak
- enggak dilarang oleh agama. Itu enggak
- boleh.
- Waan Abdillah ibni Amr ibnul Ash. Dari
- Abdullah bin Amr bin Ash radhiallahu
- anhuma. Semoga Allah meridai keduanya.
- Qala berkata
- ro nabi sallallahu alaihi wasallam
- alaini
- nabi melihat seorang orang
- ya
- memakai dua baju
- baju yang biasanya dipakai bukan oleh
- orang kita ya
- dipakai oleh musuh
- waqala ummuka
- Amar, apakah ini diperintahkan oleh
- ibumu? Kata Nabi,
- kalau gitu Rasulullah saya akan cuci aja
- dihilangkan warnanya warna yang enggak
- bagus itu.
- Qal akhuma udah bakar aja.
- Bunakan [berdehem]
- ya ciri-ciri orang-orang kafir.
- Qala inna hadza minabil kuffar.
- Baju seperti ini adalah baju
- cirinya orang-orang kafir. Fala
- talbasuha fala talbasa. Maka janganlah
- kamu memakainya.
- Ya, jadi itu sebab apa ya nanti jadi
- saru
- mana muslim mana kafir harus beda
- dibedakan.
- Hadis berikutnya
- tentang larangan itu tadi membuat
- aturan-aturan yang tidak disyariatkan
- oleh agama.
- Waan Qais ibni Abi Hazim.
- Dari Qais bin Abi Hazim qala
- dia menginformasikan dakala Abu Bakrin
- assiddiq
- masuk Abu Bakar Assiddiq radhiallahu
- anhu alamatin min ahm
- ke rumah seorang perempuan bernama Ahmas
- Ahm dari daerah Ahmas. Yin namanya
- Zainabam.
- Abu Bakar melihat Zainab ini enggak
- pernah berbicara di
- kemudian beliau bertanya Abu Bakar?
- Tanya kepada para sahabat yang lain,
- "Kenapa [berdehem] perempuan itu enggak
- mau bicara, enggak mau berkata?
- hajat musmittah.
- Oh, dia itu bernazar
- untuk tidak berbicara.
- Ya,
- faqala laha. Maka berkatalah Abu Bakar
- kepada perempuan itu, takallam,
- berbicaralah kamu.
- Fainna hadza la yuhill.
- Ini tidak halal begitu. Enggak baik.
- Diam. Mengapa enggak baik? Tidak halal.
- H min amalil jahiliyah. Ini adalah
- kebiasaan-kebiasaan
- orang jahiliah.
- Enggak mau bicara.
- Itu adab jahiliah yang tersela.
- Fatakallamat. Maka perempuan itu bicara
- lagi seperti nah mengapa? Karena
- enggak ada disuruh orang
- tidak berbicara.
- Puasa dengan berbicara
- itu berarti membuat aturan-aturan baru
- yang tidak disyariatkan. Enggak boleh.
- Ikhwan akhwat sekalian, inilah kajian
- kita hari ini ya. Mudah-mudahan
- bermanfaat
- dan saya mohon maaf kalau ada
- kekhilafan. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian ahat telah kita
- bersama-sama simak kajian kitab Allu wal
- Marjan bersama Dr. K. H. Zaki Mubarak,
- MA. Beliau adalah Mustasyar PBNU. Tema
- yang disampaikan adalah mengenai
- menghindari penyakit menular. Sudah
- banyak yang masuk bergabung di WhatsApp
- hasil yang menyapa kita di malam hari
- ini. Ini ada Ibu Yuli Lestari sedang
- menyimak kajian kitab Alulu Marjan.
- Terima kasih Ustaz Zeki atas nasihat dan
- tausiahnya. Ada Ibu Mariah juga ada
- Bapak
- eh Baron Betawi sedang menyimak. Ada
- juga Ibu Ani Cudaifa. Insyaallah
- menyimak rasil selalu. Terima kasih.
- Sekarang eh apa? Selanjutnya ada Ibu
- Titik Sumantri
- ya, Ibu Yeti di Depok, Ibu Agustina di
- Jakarta Utara, ada juga Bapak Ruskandar,
- ada Ibu Pani, ada juga Bapak Joko, Ibu
- Retno, Bapak atau Ibu Asma ya. Dan masih
- banyak lagi yang bertanya. Yang pertama
- saya bacakan Ustaz pertanyaan yang masuk
- ini dari
- [berdehem]
- Ibu Ida. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullah
- wabarakatuh,
- Pak Ustaz, apakah ada pada zaman Nabi
- wabah penyakit yang membuat orang Islam
- pada waktu itu sangat panik, tidak
- dianjurkan untuk berjamaah di masjid
- atau
- berkerumun gitu, menghindari interaksi
- dengan banyak orang. Bagaimana Nabi
- dalam menanggulangi wabah penyakit
- seperti itu pada
- kalau sampai enggak salat di masjid
- enggak ada.
- Tetap salat di masjid tetap ya.
- Apalagi salat Jumat enggak ada
- [berdehem] itu pernah.
- Jadi menghindar begitu menghindarnya
- tadi. Orang yang akan datang ke situ
- jangan masuk wilayah itu yang ada di
- situ tetap di situ.
- Nah, kegiatan ke ibadah biasa ya. Iya.
- Enggak mengganggu dia. Nah, jadi itu
- supaya harus tegas ya. Jangan sampai
- karena ada bapak-bapak penyakit salat
- enggak karu-karuan. Jangan
- jarak
- ya. Karena dengan cara begitu insyaallah
- penyakit itu tidak menular.
- H.
- Mengapa? Karena di dalam situ banyak
- orang-orang yang sudah kebal penyakit
- itu. Nah, kalau orang luar dia enggak
- kebal maka enggak boleh masuk. Itu
- begitu. Terima kasih. Ya, selanjutnya
- beralih ke pertanyaan dari Bapak Deni.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Kiai.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Di zaman Nabi di mana ilmu kedokteran
- belum ada, bagaimana menghadapi atau
- metode pengobatan jika ada suatu wabah
- penyakit? Metode pengobatan apa yang
- sering Nabi lakukan ketika beliau sakit?
- Demikian
- metodenya biasanya.
- mengonsumsi madu.
- Madu
- ya, mengonsumsi madu.
- Kemudian juga
- doa ya.
- Ee kemudian
- terapi dengan puasa.
- memperbanyak puasa baik puasa yang
- disyariatkan
- sunah seperti hari Senin dan Kamis
- ataupun puasa dalam arti menahan diri
- dari makanan-makanan tertentu.
- Orang yang kena penyakit gula harus
- puasa
- ya. Diabetes harus puasa dari makan
- gula. Puasa dari makan gula ya. makan
- lain enggak
- orang yang kena kolesterol harus puasa
- dari makan lemak atau gaji.
- Jadi puasa itu rumas ada puasa yang
- disyariatkan dengan puasa sunah ada
- puasa menahan diri. Nah itu pengobatan
- yang terbaik. Sekarang diakui oleh
- kedokteran modern
- terapi dengan cara berpuasa itu sangat
- ya. Jadi ee dilakukan oleh Nabi.
- Kemudian juga ditegaskan
- ada
- beberapa orang
- sahabat Nabi
- ketika ditanya oleh
- beberapa orang dokter dari Afrika waktu
- itu.
- Hm.
- Di Etiopia ya. Dokter datang berkunjung
- menunjuk para sahabat Nabi. Kok mereka
- sehat-sehat? Ini ditanya
- apa rahasianya kok antum ini
- sehat-sehat?
- H
- apa jawab mereka?
- Nahnu quumun
- laulu hatta najua
- faidza akalna laba.
- Kami ada sekelompok orang yang kami
- tidak makan sebelum kami lapar. Lihat.
- H.
- Jadi enggak bertumpuk makanan. I
- pankreas kita berat itu menghiling
- makanan sakit.
- Nah, kalau sudah lapar itu berarti sudah
- habis itu makanan. Makanan habis baru
- kita makan.
- H
- dan makannya nikmat kalau sudah lapar
- itu. Nah, kemudian apa? Wa akalna
- apabila kami makan, kami makan tidak
- sampai kenyang.
- Jangan wah kalau enggak kenyang belum
- puas. Ah itu penyakit juga ya.
- H
- cukup makan sederhana belum sampai
- kenyang stop.
- Jangan nunggu
- sampai ya
- kenyang banget
- nafas susahnya akan makan itu penyakit.
- Nah, itu pembuatan-pembobatan zaman
- Rasulullah begitu
- ya, termasuk zaman para sahabat. Terima
- kasih. [mendengus]
- Jengan mengkonsumsi madu dan juga
- berpuasa, Ustaz, ya.
- Dan juga ada yang keterangan katanya
- Nabi itu jarang sakit, Ustaz, ya. Bahkan
- mungkin hanya satu kali dalam seumur
- hidupnya gitu.
- Iya.
- Sakit sehatnya.
- Kita beralih ke pertanyaan selanjutnya.
- ini
- datang dari Ibu Mariah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon maaf di luar tema, Pak Ustaz. Ee
- ini hati saya selalu merasa sedih jika
- ingat sesuatu apa saja selalu menangis.
- Bacaan atau ayat apa yang harus saya
- baca agar tidak sedemikian, Pak Ustaz?
- Ya. Baik. [berdehem]
- Ibu
- setiap mau tidur
- baca bismillah
- 21 kali.
- Kemudian baca Al-Ikhlas tiga kali.
- Kemudian baca al-Falaq tiga kali,
- baca annas tiga kali.
- Kemudian
- baca ayat kursi satu kali aja. Ayat
- kursi
- sebelum tidur ya. Nah, pada saat ibu
- resah
- rutinkan membaca
- doa yang diamalkan oleh
- Nabi Ibrahim
- dan oleh Nabi Muhammad.
- Nabi Ibrahim waktu beliau dilemparkan
- dalam api itu bahasanya itu Nabi
- Muhammad waktu menghadapi perang Ahzab
- itu seluruh suku Arab bersatu menyerang
- Nabi di Madinah. Beliau bacanya itu juga
- apa bacanya singkat sekali. Hasbunallah
- wikmal wakil.
- Hasbunallah wikmal wakil. Hasbunallah
- [berdehem] terus ya nanti keresan akan
- hilang
- ya. itu sudah saya sampaikan ke banyak
- orang
- dan alhamdulillah mereka
- meng saya alhamdulillah Pak Zaki saya
- kerasaan saya sudah hilang ketakutan
- hilang karena terus itu membu baca
- setiap enggak enak baca itu.
- Hasbunallah wikmal wakil
- ya.
- Mudah-mudahan Ibu. Terima kasih.
- Baik dari Ibu Sari. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz di
- Depok ya. Buusari
- ada yang mengatakan bahwa jika suat di
- suatu tempat ada wabah penyakit berarti
- tempat tersebut atau daerah tersebut
- telah terjadi kemaksiatan yang dibiarkan
- sehingga mendapatkan azab Allah. Apakah
- benar seperti itu, Pak Ki?
- Ada benarnya, tapi tidak selamanya
- begitu
- ya. Ada juga yang daerah baik-baik juga
- ada wabah kok
- kena juga
- ya. Tapi pada umumnya begitu karena
- orang itu membiarkan perbuatan maksiat,
- maaf ya misalnya ee perzinaan segala
- macam lalu lalu menularlah banyak
- penyakit
- age misalnya. Itu betul itu disebabkan
- oleh perbuatan-perbuatan manusia
- ya. Kemudian juga deviasi seksual
- mengakibatkan orang kena penyakit ee
- yang menular ya itu yang terjadi betul
- tapi tidak selamanya begitu. Ada juga
- yang tidak demikian tapi juga penyakit
- tetap ada. Itu kan cobaan Allah. Saya
- kira demikian terima kasih.
- Iya dari Bapak Wahyu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Dalam satu dalam satu keterangan Allah
- telah memberikan dua pilihan jalan di
- antaranya jalan yang diridai Allah dan
- juga jalan yang Allah murkai. Kalau
- mengenai orang yang merusak, orang yang
- munafik dan lain sebagainya, apakah bisa
- dikatakan itu takdir atau dia tidak
- memahami dua jalan yang Allah berikan
- tersebut, Pak Ustaz? Syukran.
- Ya. Ya. Dia ditakdirkan
- demikian. Karena dia memilih jalan itu.
- H
- ya
- kan wahadainahdain.
- Kami tunjuki manusia dua jalan
- mendaki dan menurun.
- Jalan mendaki ini akan mencapai
- kemuliaan dunia akhirat. Jalan
- menurunkan jatuh dalam lembah kehinaan
- dunia akhirat.
- Nah terserah manusia yang mau pilih yang
- mana. Kalau dia pilih yang ini,
- ditakdirkan jadi orang mulia.
- Iya. Kalau dia pilih yang ini yang
- menurut ditakdirkan dari orang yang hina
- semua takdir Allah
- ya [tertawa] itu yang disebut tadi
- muallaq takdir mu mualaf bisa kita
- saya enggak ingin ee
- jadi dokter
- kara saya merasa enggak ada bakat di
- situ. Ya jangan masuk kedokteran
- kuliahnya.
- Kalau masuk kedokteran ditaktirkan jadi
- dokter kita masuknya fakultas lain yang
- kita cocok begitu
- ya. Jadi itu ada dua jalan
- fujur dan kami ilhamkan pada manusia
- jalan buruknya dan jalan baiknya.
- Serah mau pilih yang mana
- ya. In ahsantum ahsantumfusikum. Kalau
- kalian berbuat kebajikan, kebajikan
- untuk dirimu sendiri. Waum. Dan jika
- kalian berbuat keburukan
- maka akan kamu dapati keburukan untuk
- dirimu sendiri. Jelas Al-Qur'an ya.
- Masyaallah.
- Terima kasih.
- Baik, Ustaz. Pertanyaan yang terakhir
- Ustaz ya dari hamba Allah tidak
- menyerakan nama. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Mohon pencerahannya ini di luar tema.
- Bagaimana menyikapi anak yang baru
- pulang dari pondok pesantren tiba di
- rumah berubah drastis terbawa pengaruh
- buruk di lingkungan rumah. Saya memang
- mungkin agak bawel mengingatkannya
- istikamahkan di rumah kebiasaan yang
- sudah baik di pondok pesantren. Tapi
- malah melawan, Ustaz. Saya dibilang
- banyak ngatur dan mengekang. Ini mohon
- solusinya Pak Ustaz dan doanya. Terima
- kasih.
- Ya, harus bijak caranya. Harus sangat
- bijak.
- Anak-anak muda kadang-kadang terpengaruh
- di lingkungan.
- Cucu saya waktu masih kecil
- ikut saya ke masjid.
- H
- selat-selat Sunda dia kerjakan.
- Eh, begitu
- agak besar pegang HP.
- Kalau sudah pegang HP tuh dipanggil aja
- enggak kedengaran. banyakkan.
- Makanya saya kirim ke pesantren.
- Di pesantren itu enggak boleh HP
- ya. Nah, jadi dibiasakan. Nah, kalau
- kembali kemudian bergaul dengan orang
- itu sering terpengaruh. Maka batasi
- jangan sampai dia bergaul dengan
- lingkungan yang kurang bagus.
- Dinasihati pelan-pelan
- jangan dengan cara memaksa. itu anak
- sekarang kalau dipaksa itu merasa
- makenal harus diarahkan dengan
- pelat-pelat. Ya, saya kira begitu Ibu.
- Nah, itu cucu saya setelah di pesantren
- enggak lagi
- main HP enggak ya kadang-kadang kalau
- perlu aja bukan
- itu banyak yang membuang-buang waktu itu
- HP itu ya canda-canda yang banyak enggak
- ada faedahnya membuang waktu hati-hati
- ya
- ya. Terima kasih. [mendengus]
- Berarti faktor lingkungan juga ya, Ustaz
- ya. Dibatasi pergaulannya mungkin
- dipilih dengan teman-teman yang positif.
- Baik, Ustaz. Kita dibatasi oleh waktu
- dan semua pertanyaan alhamdulillah sudah
- di ee apa bacakan. Mungkin sebelum
- pamit, Ustaz disimpulkan tema kita di
- hari ini.
- Baik ikhwan akhwat sekalian. Kalau kita
- memperhatikan
- beberapa uraian hadis yang kita bahas
- ya, maka
- kita jumpai bahwa
- ee kita itu bisa berusaha dengan baik
- untuk meridi salat kebaikan
- dan bisa menghindari keburukan.
- Otomatis kalau orang berbuat baik pasti
- menghindari perbuatan buruk.
- Nah, bagaimana sekarang caranya kita
- membimbing diri kita untuk banyak
- berbuat kebajikan
- dan sebaliknya menghindari keburukan?
- Ya, karena apa? Itu tadi
- jika kita baik, kebaikan untuk kita
- sendiri.
- Kita berbuat buruk, keburukan juga akan
- menimpa kita. Itu jadi rugi sendiri ya.
- Jadi itu tetap bergantung pada diri kita
- ya.
- Terima kasih. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikian akhwat telah kita
- bersama-sama simak kajian kitab allu wal
- marjan bersama Dr. K. H. Zaki MAK MA.
- Beliau Mustasyar PBNU. Tema yang
- disampaikan adalah menghindari penyakit
- menular. Semoga apa yang telah ustaz
- sampaikan bermanfaat untuk semuanya.
- Saya yang bertugas pahli ditemani Neza
- dan juga Yusuf Subamit.
- Subhanakallahumma bihamdika ashadu alla
- ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.