Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Innalhamdalillah nahmaduhu wa
- nasta'inuhu wa
- nastagfiruh wa naudubillahi min syururi
- anfusina wamin sayiati
- a'malina. May yahdihillahu fala
- mudillalah wam yudlil fala
- hadiyaalah. Ashadu alla
- ilahaillallahu wahdahu la syarikalah.
- Wa ashadu anna sayyidana muhammadan
- abduhu wa
- rasuluh.
- Masyaallahu kan wama lam yasya lam yakun
- la haula wala quwwata illa billahil
- aliyil adzim. Amma ba'd.
- Ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim yang sangat disayang oleh
- Allah Subhanahu wa
- taala dan
- pemirsa TV silaturahim yang sangat
- disayang oleh Allah subhanahu wa taala.
- Alhamdulillah malam hari ini kita
- kembali dapat
- bersilaturahim lewat kajian terjemah
- Quran
- lafziyah kita pada malam Jumat yang lalu
- telah sampai pada ayat yang ke
- 71 ya sekarang kita lanjutkan dengan
- ayat yang sesudahnya ayat yang
- ke-72 sampai menjelang Isya nanti.
- Untuk itu marilah kita
- awali kajian kita
- pada malam hari ini dengan bersama
- membaca doa menuntut ilmu.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rbi zidni ilma Allahummanfni bima
- alamtani waimni ma yangfauni
- warzuqni ilma yangfauni.
- Amin. Kita
- mulai.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Qat ya
- wailata aalidu wa ana ajuzu wa hadza
- ba'li
- [Musik]
- sikho
- inna hadza lasyaaiun
- ajib qolat
- berkata istrinya nabirahim
- Sebagaimana disebutkan pada ayat yang ee
- sebelumnya pada ayat yang
- ke-71. Wamraatuhu
- qoimatun
- fadohikat. Nah, qolat berkata istrinya
- Nabi Ibrahim yaitu Sarah.
- Karena istri beliau yang disebutkan
- sering di dalam
- kisah-kisah beliau ada dua sebetulnya
- lebih dari dua istri beliau. Yang satu
- Hajar yang ini nanti melahirkan Ismail
- ya. Kalau ini nanti melahirkan
- Ishak. Ya wailata, wahai sungguh ajib,
- sungguh
- aneh. Aalidu, apakah aku melahirkan?
- Wa ana
- ajuzun. Sementara aku sudah
- tua. Wahaza dan
- ini
- suamiku. Syikhon juga
- sudah tua renta, sangat
- tua. Inna hadza sesungguhnya
- ini laaiun sungguh
- sesuatu ajibun yang menakjubkan.
- yang
- ajaib. Arti secara keseluruhan ayat
- 72, dia istrinya berkata, "Sungguh
- ajaib. Mungkinkah aku akan melahirkan
- anak? Padahal aku sudah tua dan suamiku
- juga sudah sangat
- tua?" Ini benar-benar sesuatu yang
- ajaib.
- Ini masih dialog dari istri Nabi Ibrahim
- dengan para tetamu yang ternyata
- malaikat yang
- akan menurunkan siksa kepada kaumnya
- Nabi Luth dan sekaligus memberikan kabar
- gembira kepada istri Nabi
- Ibrahim yaitu Sarah bahwasanya beliau
- akan
- memiliki seorang anak atau akan
- melahirkan.
- Nah, kemudian ketika beliau diberitahu
- bahwasanya beliau akan
- melahirkan, beliau merasa kalau beliau
- ini sudah sangat tua. Menurut kita kisah
- Israel, lihat
- bahwasanya umur Nabi Ibrahim saat itu
- sudah 100 tahun, sementara Sarah 90
- tahun. Bahkan beliau ini seorang yang
- mandul sebetulnya dalam surah Azzariyat
- disebutkan bukan hanya soal umur tua
- saja, tapi memang beliau mandul. Tapi
- itulah kehendak Allah yang nanti harus
- terjadi. Maka beliau menyatakan ini aneh
- kalau sampai saya punya anak.
- Kemudian para malaikat itu menjawab pada
- ayat
- 73.
- Qolu
- atajabina min
- amrillahi
- rahmatullahi
- wabarakatuh
- alaikum ahlal
- bait
- innahu
- hamidum majid.
- Mereka
- berkata, "Ajabina, apakah engkau merasa
- heran?" Min amrillahi dari ketetapan
- Allah. Rahmatullah adalah rahmat Allah
- wabarakatuhu dan berkahnya alaikum atas
- kalian. Ahlal bait, wahai ahlul
- bait keluarga nabi ibrahim.
- Innahu sesungguhnya dia Allah hamidun
- maha
- terpuji majidun lagi maha
- mulia. Arti secara
- keseluruhan ayat 73 mereka para malaikat
- berkata, "Mengapa engkau merasa heran
- tentang ketetapan Allah
- ini? Itu adalah
- rahmat dan berkah Allah.
- yang dianugerahkan, yang dicurahkan
- kepada engkau wahai Ahlul Bait.
- Maksudnya adalah keluarga Nabi Ibrahim
- Alaih Salam. Ya, jadi Ahlul Bait di sini
- bukan keluarga Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam, tapi adalah keluarga
- dari Nabi Ibrahim Alaih
- Salam. Sesungguhnya Allah maha terpuji
- lagi maha mulia.
- Jadi, Anda tidak perlu heran ya, Anda
- maksudnya istrinya Nabi Ibrahim. Karena
- memang ini sudah ketentuan Allah
- Subhanahu wa taala
- dan kehal kehamilanmu nantinya dan
- engkau punya anak nantinya itu adalah
- rahmat Allah dan
- berkahnya yang di berikan kepada
- keluarga Nabi Ibrahim dan nanti akan
- menurunkan para nabi dari putra yang
- dilahirkan oleh Sarah para nabi yaitu
- nabi dari Bani
- Israel. Karena dari Ishak nanti lahir
- Yakub. Yakub itulah yang bergerak
- Israel. Dan dari Nabi Yakub itulah lahir
- nabi-nabi yang lain mulai dari Yusuf dan
- seterusnya. Musa, Isa, Zakaria, Yahya
- dan seterusnya. Jadi itu merikan rahmat
- Allah dan berkahnya.
- Nah, kemudian selanjutnya pada ayat
- 70 4 ya kita jadikan satu dengan 70 ee 5
- karena ini pendek ya.
- Falamma
- daha
- ibrahim
- waathul busro
- yujadiluna
- yujadiluna
- fi quumi Luth.
- Inna
- ibrahima
- laimun
- awwahum munib.
- Arti
- lafziahnya falamma ketika
- zahaba telah
- hilang an ibrahima dari
- Ibrahim
- arrau rasa
- takut wajaathu dan telah
- datang kepada Ibrahim albusro
- kegembiraan kabar
- gembira yujadiluna
- Dia mendebat utusan
- kami fiumi Luth tentang kaumnya Nabi
- Luth. Inna sesungguhnya itu ayat 34 ini
- 75 inna Ibrahima sesungguhnya
- Ibrahim lah halimun sungguh sangat
- penyantun.
- Awwahun, sangat lembut
- hati, munibun dan berserah
- diri. Di secara
- keseluruhan ayat 74 dan
- 75. Maka ketika rasa takut telah hilang
- dari
- Ibrahim dan kabar gembira telah datang
- kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan
- para malaikat.
- Para malaikat kami tentang kaum
- Luth. Ayat 74 sebentar
- 75. Ibrahim sungguh
- penyantun, lemah lembut eh lembu lembut
- hati dan suka kembali kepada Allah
- Subhanahu wa taala.
- Nah, jadi ketika
- telah hilang rasa takut yang dirasakan
- oleh Nabi Ibrahim terhadap tamunya yang
- kemarin ketika diberikan hidangan
- ternyata tidak mau menyentuh dan
- kemudian kabar gembira sudah
- datang dan
- kemudian ee para malaikat
- itu memberitahukan kepada Nabi Ibrahim
- Alaih Salam
- akan menurunkan
- azab kepada kaumnya Nabi Luth.
- Terjadilah
- dialog antara Nabi Ibrahim dengan Nabi
- Luth. Di sini digunakan ee kalimat
- mendebat ya. Artinya memang Nabi Ibrahim
- ee
- menyampaikan ketidaksetujuannya. Kurang
- lebih begitu.
- Kenapa
- Nabi Luth harus
- disiksa di dalam dialog ini?
- Kemudian dijawab oleh Allah Subhanahu
- dilanjutkan kenapa Nabi Ibrahim
- sampai mendebat kurang lebih begitu ya
- membantah dan perbantahan itu adalah
- dengan para
- malaikat karena memang beliau punya Nabi
- Ibrahim
- ini. Jadi
- ketika Nabi Ibrahim diberitahu
- kalau Allah akan menurunkan azab kepada
- kaumnya Nabi Luth dikarenakan pembawaan
- Nabi Ibrahim yang penyantun.
- Kemudian juga beliau tidak suka membalas
- perbuatan buruk, sangat penghiba
- terhadap penderitaan orang lain dan
- kemudian gemar kembali pada Allah.
- Itulah yang menyebabkan beliau tadi
- mendebat. Kalau bisa jangan disiksalah.
- Kurang lebih
- begitu. Karena memang sifat Nabi Ibrahim
- yang demikian itu tadi ya. yaitu beliau
- disebutkan pada ayat ini, halimun,
- sangat penyantun, awahun sangat
- penghiba, munibun tetapi juga sangat
- ee mudah atau senang kembali kepada
- Allah subhanahu wa taala.
- sebagai ee sikap-sikap manusia sudah
- tentu ini wajar ya walaupun ee ini
- dianggap bantahan terhadap Allah ee
- terhadap pelaksanaan perintahnya. Namun
- sebetulnya ini bukan karena membantah
- sebetulnya, tapi karena sifat Nabi
- Ibrahim yang sangat penyantun
- tadi. Selanjutnya Allah
- menyatakan, "Ya
- Ibrahimu a'rid an
- hadza
- innahu qad
- jaa amru
- rabbik wa
- innahum
- aihim
- adzabun ghairu mardud.
- Ya Ibrahimu, wahai Ibrahim. Demikian
- arti lafziahnya. A'rid
- tinggalkanlah anhza atau berpalinglah
- anza dari ini. Maksudnya perdebatan.
- Innahu
- sesungguhnya qod jaa telah datang amru
- rbika keputusan
- rabmu wa innahum dan sesungguhnya
- mereka atihim akan datang pada
- mereka
- adzabun
- siksaan ghairu mardud yang tidak akan
- ditolak ada secara keseluruhan wahai
- Ibrahim tinggalkanlah lah perbincangan
- ini. Sesungguhnya ketetapan Tuhanmu
- telah datang dan mereka itu akan ditimpa
- azab yang tidak dapat ditolak.
- Jadi ee Nabi Ibrahim kemudian diberitahu
- oleh Allah Subhanahu wa taala kalau
- memang itu sudah
- keputusannya maka jangan lagi mengadakan
- mendebat ya ee membantah dengan apa yang
- sudah diputuskan oleh Allah Subhanahu wa
- taala untuk meminta belas
- kasihan bagi kaumnya Nabi Nut Nabi Luth
- karena keputusan sudah jatuh dan tidak
- bisa ditolak pasti akan
- datang.
- Innahu innahum atihim adzabun ghairu
- mardud. Nah, selanjutnya ayat 77.
- Walamma
- jaat rusuluna
- luon si bihim wqo bihim dzar' waqala
- hadza yaumun
- asib walamma dan ketika telah datang
- rusuluna utusan-utusan kami luton kepada
- lutut sia maka merasa Rasa resah Nabi
- Luth bihim terhadap mereka, kedatangan
- mereka wadqo dan
- sempit bihim terhadap mereka daran
- dadanya.
- Waqala. Dan berkata Nabi Luth, hadza ini
- yaumun adalah hari asibun yang sangat
- sulit arti secara
- keseluruhan. Dan ayat yang ke-7.
- Dan ketika para utusan kami atau para
- malaikat datang kepada Luth, dia merasa
- curiga dan dadanya merasa sempit karena
- kedatangan karena
- kedatangannya. Lalu Lut berkata, "Ini
- hari yang sangat sulit."
- Jadi ketika
- utusan-utusan Allah Subhanahu wa taala
- itu para malaikat datang kepada Nabi
- Luth dengan wujud laki-laki yang
- cakap-cakap itu membuat Nabi Luth merasa
- resah dengan kedatangan mereka karena
- sudah menjadi
- kebiasaan di kalangan kaumnya Nabi Luth
- apabila mereka
- melihat laki-laki yang cakep-cakep
- Mereka tertarik karena memang itulah
- kebiasaan mereka yaitu mengadu
- melakukan perbuatan yang sangat keji
- berupa
- homoseksual. Jadi itu yang dikhawatirkan
- oleh Nabi Luth tentang
- kedatangan ee
- para malaikat utusan Allah Subhanahu wa
- taala tadi. Ya, memang benar. Apa
- selanjutnya? Allah
- menyatakan,
- "Waahu qumuhu
- yuhrauna
- ilaih wamin qoblu kau
- ya'malun sayiat.
- Qala ya qui,
- haulai
- banati hunna adharu
- lakum hunna hunna adharu lakum
- fattaqulaha wala
- tukhzuni fi
- diifi alaisa
- minkum rajulur rasyid
- Dan datanglah
- kepadanyaumnya dengan mereka
- bergegas-gegas ilaihi kepadanya. Wqoblu
- dan memang dari dan dari sebelumnya kanu
- mereka
- y'maluna melakukan
- asayiat perbuatan yang sangat buruk
- yaitu homoseksual.
- Q berkatalah Lut ya, wahai kaumku
- haulai mereka ini banati putri-putri
- negeriku hunna mereka harus lebih
- bersih, lebih suci lakum bagi kalian.
- Fattaqulah maka takutlah kepada Allah.
- Wala
- tukzuni dan jangan kau memalukan aku
- fiifi pada tamuku.
- Alaisa aka. Bukankah minkum dari kalian
- rojulun? Ada laki-laki rasyidun yang
- pandai. Ada secara keseluruhan. Ayat 78.
- Dan kaumnya segera datang kepadanya dan
- sejak dahulu mereka melakukan perbuatan
- keji itu. Lut berkata, "Wahai kaumku,
- inilah putri-putri negeriku. Mereka
- lebih suci bagimu dan bertakwalah kepada
- Allah dan janganlah engkau mencemarkan
- namaku terhadap tamuku ini. Tidak adakah
- di antara kalian orang-orang yang
- pandai?
- Betul. Apa yang tadi disebutkan pada
- ayat sebelumnya yang dikhawatirkan oleh
- Nabi Luth terjadi di mana kaumnya ketika
- mendengar di rumah Nabi Luth kedatangan
- tamu yang cakep-cakep, mereka kemudian
- bergegas-gegas menuju ke rumah Nabi Luth
- untuk tentu memperkosa tanda kutip ya
- memaksa mereka berhubungan seksual
- dengan mereka. Memang itulah perbuatan
- mereka yang sudah dilakukan sebelumnya.
- Nabi Luth kemudian berkata,
- "Jangan putri-putriku," maksudnya
- perempuan-perempuan negeriku lebih baik
- untuk kalian. Takutlah pada Allah.
- Jangan kalian memalukan aku. Apakah di
- antara kalian tidak ada orang yang
- pandai yang tahu? Jadi itulah berangkat
- dari sini. Memang kaum homoseksual itu
- sebetulnya adalah kaum yang jahil, yang
- bodoh, tidak punya ee pikiran yang
- normal. Allah menyatakan kalau mereka
- ada rajulun rasyid, ada yang punya
- kepandaian pengetahuan, niscaya mereka
- tidak melakukan itu. Jadi inilah kaum
- Homo adalah kaum yang tidak punya
- pengetahuan. Walaupun mungkin dari segi
- akademik bisa diukur dengan gelarnya,
- tapi dari segi agama mereka dianggap
- bukan rajulun yang rasyid, bukan
- laki-laki yang pandai. Berarti mereka
- adalah laki-laki yang
- bodoh. Selanjutnya mereka berkata karena
- nafsunya sudah mendorong mereka.
- Qolu laqad alimta ma lana fi banatika
- min
- haq wa
- [Musik]
- innakau maa
- nid qala lau
- ann bik
- quwwatan au
- awi ila ruknin syadid
- ayat 79 dan
- 80 cara
- lafziahnya mereka kaumnya Nabi Luth kaum
- homoseksual tadi berkata, "Laqad alimta
- sungguh engkau tahu malana tidaklah bagi
- kami fianatika terhadap
- putri-putrimu atau wanita-wanita negeri
- ini min haqqin dari keinginan atau
- syahwat wa innaka dan sesungguhnya
- engkau W taklamu sungguh engkau tahu
- manurit apa yang kami
- inginkan. Kemudian Nabi Luth menjawab,
- ayat 80. Qala berkata dia Luth, lau
- annali.
- Sekiranya sungguh ada padaku bikum
- terhadap kalian kekuatan ada kekuatan
- untuk
- menolak au awi atau aku dapat berlindung
- ila ruknin kepada keluarga syadidin yang
- kuat. Arti secara keseluruhan 7 980.
- Mereka kaumnya Luth, kaum homekual tadi
- menjawab, "Sungguh engkau pasti tahu
- bahwas kami tidak mempunyai keinginan,
- tidak punya syahwat terhadap putri-putri
- kami, putri-putrimu," artinya penduduk
- negeri ini. Engkau
- mengetahui
- bahwasanya apa yang aku inginkan.
- Jadi, engkau tentu tahu apa yang aku
- inginkan sebenarnya, yaitu ingin
- melakukan hubungan dengan tamu-tamu itu.
- Jadi, itu yang mereka katakan. Sudah
- hilang rasa kesopanan, hilang rasa malu,
- hilang
- intelektualitasnya ya. Eeah mereka sudah
- ee kehilangan kesabaran, kesabaran,
- kehilangan rasa malu dan sebagainya.
- Maka dia mereka mengatakan, "Kami gak
- ada lagi syahwat keinginan pada orang
- perempuan. Kamu tahu itu yang
- diaminkan." Kemudian Nabi Luth dengan
- sedihnya mengatakan begini, "Sekiranya
- aku punya kekuatan untuk
- menolakmu dan aku dapat berlindung
- kepada Allah yang maha kuat, tentu
- engkau aku akan lakukan." Itulah keluhan
- seorang nabi menghadapi kaumnya. yang
- sudah hilang akal, yang sudah hilang
- kesadarannya, yang
- sudah mencapai puncak nafsu
- kejahatannya, ingin berhubungan seksual
- dengan sama jenis.
- Kemudian mereka melanjutkan eh
- kemudian ayat yang selanjutnya Allah
- menggambarkan bagaimana
- jawaban para utusan yang masih ada di
- tempatnya Nabi Luth.
- Qolu ya luthu
- inna rusulu rabbika lay
- yasilu ilaika faasri
- biahlik faasri biahlika
- biqidim minallili wala
- yaltafit
- minkum ahadun illam
- roatak
- innahu musib
- in
- alisubhu
- biqib berkatalah mereka para malaikat,
- "Ya Lutu, wahai Luth, inya kami adalah
- rasulu rabbika, utusan-utusan Rabbmu.
- Asilu tidaklah mereka akan sampai ilaika
- kepada kamu. Maksudnya kaum kamu tidak
- akan ee sampai dapat menyakiti kamu.
- Fasri maka berjalanlah biahlika bersama
- keluargamu. Bikit in dengan bagian akhir
- minal laili dari malam. Wal yaltafid.
- Dan jangan menoleh minkum dari kalian
- ahadun seorang pun.
- Amroat kecuali istri engkau. Innahu
- sesungguhnya musibuha akan menimpanya ma
- asobahum apa yang menimpa mereka. Inna
- mauidahum.
- Sesungguhnya waktu terjadinya azab pada
- mereka adalah asubhu subuh. Alaisa subhu
- bukanlah subuh itu biqarib sudah dekat.
- Arti secara keseluruhan.
- Wahai maksud kami para malaikat berkata,
- "Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah
- utusan Tuhanmu. Mereka tidak akan
- datang, tidak akan dapat
- mengganggumu. Sebab itu pergilah bersama
- keluarga kamu pada akhir malam. Dan
- jangan ada seorang pun di antara kalian
- yang menoleh ke belakang kecuali
- istrimu. Sesungguhnya dia juga akan
- ditimpa siksaan yang menimpa mereka.
- Sesungguhnya sangat sesungguhnya saat
- terjadinya siksaan bagi mereka adalah
- pada waktu subuh. Bukankah subuh itu
- sudah sangat dekat?
- Inilah jawaban Allah Subhanahu wa taala
- melalui para malaikat terhadap keluan
- Nabi Luth. Jangan khawatir sudah ya.
- Kami ini adalah utusan Allah. Jadi
- asalnya Nabi Luth tidak tahu kalau
- laki-laki yang cakep-cakep tadi utusan
- Allah. sudah sekarang ee kamu tinggalkan
- negeri ini. Jangan ada yang menoleh satu
- pun di akhir malam dan nanti siksaan
- Allah datang pada waktu subuh. Malaikat
- eh mereka kaum kaum kalian kaummu itu
- wahai Lut tidak akan bisa membuat
- menyentuh engkau tidak akan membayangkan
- kamu tidak pergi dan waktu subuh sudah
- dekat. Kenapa datangnya azab pada waktu
- subuh? Karena menang. Mereka bil
- biasanya melakukan
- tindakan jahat itu melakukan hubungan
- seksual sama jenis terjadi pada waktu
- subuh, waktu pagi hari ee pada akhir
- malam. Maka ketika itulah kemudian
- datang azab Allah dan sampai sekarang
- situs peninggalan mereka masih bisa
- disaksikan.
- Nah, inilah cerita tentang Nabi Luth dan
- kaumnya. Mudah-mudahan kita dapat
- mengambil pelajaran dan mari kita akhiri
- dengan baca kafiratul majelis.
- Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla
- ilaha astagfirullah. Boleh semua
- perhatiannya men segala kekurungan saya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.