Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:11 [musik] 0:18 [musik] Allahu Akbar. 0:22 Allahu Akbar. 0:26 Lailahaillallah. [musik] 0:34 [musik] 0:41 Bismillahirrahmanirrahim. 0:42 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:44 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:47 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:49 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:52 akhwat pendengar silaturahim dan juga 0:54 pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah. 0:56 Alhamdulillah kita akan berjumpa Iwan 0:57 akhwat di Senin siang hari ini tanggal 6 1:00 Rajab 1446 Hijriah atau tanggal 4 1:04 Januari 1:06 2025 1:08 4 1:08 6 en 1:09 enggak lah Pak 1:09 eh 25 1:10 6 6 Januari 1:11 6 Januari 1:11 6 Januari 2 ya [tertawa] 1:13 bukan 4 en 1:15 en 1:15 iya 6 Januari 2025 kan ya 1:17 6 Januari 1:18 iya kita udah baru ini tahun baru udah 1:21 adaudah apa udah ini nih udah kesalahan 1:24 nomor nama ya kesalahan [tertawa] angka 1:25 Kak ya baru 6 hari di 1:28 6 hari 1:29 bulan baru ini ya 1:30 hari keenam di 2025 kita ini. 1:32 Masyaallah. 1:33 Masyaallah. Ustaz apa kabar Ustaz? Sehat 1:35 ya? 1:35 Alhamdulillah Bang Fahri sehat sekali. 1:38 Sehat sekali ya. 1:39 Iya. 1:39 Sirah nabawiyah. 1:40 Sirah Nabawiyah 1:41 hari ini. Masyaallah. 1:43 Siap Bang Fahri. 1:44 Masih melanjutkan tema minggu lalu Ustaz 1:46 ya. 1:46 Iya. 1:47 Mengenai kecemerlangan empat Abdullah. 1:49 Empat Abdullah. ini ee tema ini kan 1:53 muncul dari Ondi dari Ondi ini ya yang 1:57 bercerita ke kita sebelum siaran 1:59 sebelumnya yang kemarin tuh ee bagaimana 2:03 kondisi 2:06 kesehatan jiwa atau mental anak-anak di 2:09 zaman kita ini. Kira-kira gitu kira gitu 2:12 ya. 2:12 Mental health ya. 2:13 Mental health kata kata orang sekarang. 2:16 Mmm. Ya Allah, aku juga sampai lupa mic 2:19 didekatkan ini. [tertawa] 2:20 Masyaallah. 2:24 Maka kita mencoba melihat bagaimana 2:29 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 2:33 wasallam 2:34 mendidik sahabat-sahabat muda. 2:38 H. 2:38 Nah, ini nih. Maka kita bikinlah temanya 2:41 kecemerlangan empat Abdullah. 2:43 H. 2:45 Di pertemuan pertama itu kita sudah 2:47 bahas Abdullah bin Zubair ibn Awwam ya 2:49 kan. 2:50 Sekarang juga kita pengin cerita masih 2:53 menceritakan Abdullah bin Zubair ibn 2:55 Awwam. 2:56 Tapi tentu tujuan tema kita ini 2:59 bagaimana sharing agar saya sebagai yang 3:04 menceritakan memiliki mental yang sehat 3:07 juga. Jangan juga kita sok-sok sehat 3:09 juga ya padahal sakit juga ya kan. 3:12 [tertawa] 3:12 Betul. Betul. Itu yang kita ingin share 3:15 ini bagaimana ini kita kan Bung Fahri 3:20 atau saya atau Ondi atau siapapun kan 3:24 semua kita punya masalah kayaknya P. 3:26 Oh banyak mungkin. [tertawa] 3:28 Iya kan pasti ya 3:29 beda-beda mas 3:30 beda-beda masalahnya. Ondi punya masalah 3:33 enggak? Ondi 3:34 punyalah ya 3:35 kayaknya enggak ada yang enggak ada 3:36 masalah. Semua orang hidup punya 3:38 masalah. Ya sudah 3:40 kita misalnya 3:42 Prabowo jadi presiden, punya masalah 3:44 enggak? Dia 3:45 punya 3:45 punya 3:46 api presiden banyak masalahnya. 3:47 Apalagi presidennya kan gitu ya. Atau 3:51 siapa yang kita anggap orang sukses 3:53 punya masalah? Punyalah. Semua orang itu 3:56 punya masalah. 3:58 Hanya bedanya kayaknya ya, Bang. Kalau 4:00 Kak ya kita kan ilmu kita cetek nih, 4:02 maka kita bilang kayaknya. 4:05 Ee kulihat ada orang yang pandai 4:08 mengelola masalahnya. 4:10 Iya. 4:10 Ada orang yang gamang dengan masalahnya 4:14 itu kan gitu. 4:16 Gamang dia dengan masalahnya. 4:19 Ee saya ini duduk di depan mikrofon 4:24 ee Rasil ini ada bergudang-gudang 4:29 masalah di kepalaku. Pak Fahri berisik 4:32 di kepala ya. Berisik gua nih. Ini 4:34 tanggal berapa tadi? Tanggal 6 kan? 4:35 Tanggal 6 4:36 di Rohamai itu guru-guru gajian tanggal 4:39 10. 4:40 Masyaallah. 4:41 Ini tanggal 6 kan? 4:42 4 hari lagi tuh. 4:42 4 hari lagi. Coba gua bayang enggak kau 4:44 gimana ini berisiknya kepala kita 4:48 [tertawa] 4:49 y. Orang kan mendekati tanggal gajian 4:52 bahagia kan. 4:53 Iya. 4:54 Kalau aku mendekati tanggal gajian mak 4:56 [tertawa] 4:56 ini uban ber cing cing tinging dinging 4:58 dinging dinging gitu. 5:00 Masyaallah. Tapi apakah masalah ini kita 5:02 ceritakan karena kita enggak juga ini 5:04 ingin sharing sharing aja 5:07 ee bukan kita lantas stres sesudah itu 5:10 ya enggaklah kita lewati aja kita kita 5:14 hadapi aja 5:15 karena 5:17 aku 41 umur aku sekarang 5:20 alhamdulillah masalah itu 5:21 selesai-selesai juga 5:23 h 5:24 eh selesai juga 5:25 selesai juga ya akhirnya 5:26 akhirnya waktu menyelesaikan 5:29 gitu selalu ada jalan, Ustaz. Ya, 5:31 pastilah. Enggak enggak enggak enggak 5:34 enggak nemu saya ya dalam hidup selama 5:36 41 tahun 5:38 ada masalah itu yang markir di dalam 5:42 hidup kita lama gitu enggak ada lah. He. 5:44 Paling karena kita responnya lebai aja. 5:47 He 5:48 sakitnya luar biasa. Itu kan lebainya 5:52 kita aja itu sebenarnya kan. Nah, 5:55 melihat anak-anak kita sekarang ini 5:58 apalagi yang generasi alpa ya, 6:01 generasi alpa, 6:02 gen Z atau gen alfa sekarang nih tahun 6:05 2025 ini gen beta namanya kan? 6:09 Iya. 6:09 Nah, itu 6:10 ganti-ganti terus namanya ya. 6:11 Ganti terus namanya. Kalau aku masih 6:13 disebut milenial. Kalau aku nih ya. 6:16 Milenial kan. 6:18 Eh, memang tantangannya beda-beda, Bung 6:21 Pahri. 6:22 Pasti ya. 6:24 Gen Z, gen Alfa, 6:27 mereka dihadapkan dengan media sosial 6:31 yang 6:31 teknologi yang 6:32 teknologi yang luar biasa gitu ya. 6:35 Sementara kita yang generasi milenial 6:37 belum siap nih mendidik mereka gitu kan. 6:40 He. 6:40 Menghadapi bagaimana mudahnya TikTok, 6:44 Instagram, YouTube. 6:45 Iya. Mempengaruhi ya jiwa-jiwa. 6:47 Mempengaruhi jiwa. Saya lihat 6:49 luar biasa itu mempengaruhi jiwanya ya. 6:53 E 6:55 nah ee apa ini yang yang yang dilakukan 6:59 oleh Nabi kita Muhammad sallallahu 7:02 alaihi wasallam? Itulah tema kita ini 7:04 ya. Kita mau lihat. Nah, yang kita 7:06 angkat pertama kecemerlangan empat 7:09 Abdullah. 7:11 Karena empat Abdullah yang kita 7:14 ceritakan ini, Abdullah bin Zubair ibn 7:16 Awwam, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin 7:19 Umar bin Khattab, Abdullah bin ee Amar 7:23 ibn Ash. Ini empat-empatnya 7:26 adalah anak muda. 7:28 Ada Gen Z-nya di masa Rasulullah 7:30 sallallahu alaihi wasallam. Nah, gitu. H 7:33 mereka anak muda ee yang sedang 7:36 pubernya, yang sedang jatuh cinta, yang 7:39 sedang naksir sama cewek mana gitu kan. 7:42 Ee yang pengin main, yang pengin mainma 7:45 pokoknya kan dari dulu kan tetap 7:47 anak-anak itu pengin main kan gitu ya. 7:49 Ee di zaman itu mungkin mainnya ya 7:53 enggak enggak main gadget kali kan ya, 7:55 tapi main. Tapi mereka si ee empat 7:59 Abdullah ini gemilang sejarahnya sampai 8:03 ditulis, dipelajari dan luar biasa. Kita 8:07 mau lihat apa yang dilakukan oleh Nabi 8:10 kita Muhammad sallallahu alaihi wasallam 8:13 gitu ya. Sebelum kita melihat apa yang 8:16 dilakukan oleh Rasulullah sallallahu 8:17 alaihi wasallam, saya ingin baca dulu 8:19 dari dari kitab Siar A'amin Nubala 8:23 mengenai ee beberapa prestasi ee 8:28 prestasi siapa t namanya? Abdullah bin 8:31 Zubair 8:32 ibnil Awwam. 8:35 Pertama saya ingin baca qala Ibnu Abi 8:38 Mulaikata, qola li amr qol li Umar bnu 8:42 Abdil Aziz. 8:44 Inna fi qolbika min ibni zubair qulu lau 8:49 roituhu ma roitu munajian wala musolian 8:54 mlahu. 8:55 Umar bin Abdul Aziz pernah ditanya oleh 8:59 orang gitu ya ee posisi Abdullah posisi 9:03 Abdullah bin Zubair ibn Awwam di e apa 9:07 penilaian Bapak Umar bin Abdul Aziz 9:09 terhadap Abdullah bin Zubair bin Awwam. 9:11 Kata dia apa? 9:13 La roaituhu ma roitu munajian wala 9:16 musolian mlahu. Kalau andai aku 9:19 melihatnya berarti kayaknya mereka 9:21 enggak ketemu ini ya. Mereka enggak 9:22 ketemu. 9:23 Tapi dia bilang, "Andai aku melihatnya, 9:25 saya pikir 9:27 yang saya dapat info atau yang saya 9:29 pelajari, saya tidak akan melihat orang 9:32 yang lebih menikmati salat dan munajat 9:36 kepada Allah dibandingkan siapa? 9:39 Abdullah bin Zubair ibn Awwam." 9:41 Artinya 9:43 anak muda 9:45 yang hebat ini dapat predikat di 9:48 kalangan para sahabat. Dia orang yang 9:51 kalau salat tenggelam dalam salatnya. 9:54 Mak, 9:55 ini kan kalau kita berhasil mendidik 9:57 anak muda kayak gini kan luar biasa ya. 9:58 Luar biasa. Betul. 9:59 Ah itu ya masalahnya kita yang sudah 10:02 umur 41 ini aja belum pernah kita 10:04 tenggelam sama salat. 10:06 pengin buru-buru bae gitu kalau salat 10:08 kan itu. Kemudian 10:12 apalagi kata para ulama 10:16 ee 10:19 qawamul lail shawamun nahar wana yusamma 10:25 hamamat masjid. 10:27 Dicatat oleh para sahabat-sahabat yang 10:29 menil sebagai orang yang rajin 10:32 qiamullail. 10:34 Kalau malam dia salat, kalau siang dia 10:38 puasa. 10:39 Terus kata Amar ibin Dinar, maaitu 10:43 musolian qatu ahsanu. Ah ya shati ahsanu 10:49 shatin min Abdillahi ibni Zubair. 10:52 Salatnya sangat sangat sangat sangat 10:55 bagus kata Amar bin Amar bin Dinar ya. 10:59 Tentu Amar bin Dinar ini adalah amirul 11:02 mukminin fil hadis. gitu ya. 11:06 Kemudian zakar ibnu Zubair zukiro Ibnu 11:10 Zubair ibni Abbas pernah diceritakan 11:15 tentang Ibnu Zubair di di 11:19 depan Abdullah bin Abbas. Abdullah bin 11:22 Abbas pernah di ditanyakan oleh orang 11:25 tentang ee Abdullah bin Zubair ibn 11:28 Awwam. Apa kata dia? Qori likitabillah. 11:33 Yang pertama ya, afifun fil Islam. 11:37 Dia adalah orang yang membaca dan 11:41 meneliti Al-Qur'an. Wah, coba tuh ya. 11:45 Peneliti Al-Qur'an. 11:46 Peneliti Al-Qur'an. Orang yang membaca. 11:49 Karena saya selalu menerjemahkan qari 11:52 dengan qaraa membaca dan meneliti. 11:55 Karena ee kalau membaca aja yatlul Quran 11:58 mungkin ya. Kalau ini qari 12:01 likitabil afifun fil Islam sangat apa 12:05 namanya? Sangat ee menjaga muruah Islam. 12:10 Terus terus yang luar biasa lagi kata 12:12 Abdullah bin Abbas abuhu abuhu Zubair. 12:16 Ayahnya adalah Zubair bn Awwam. 12:20 Tahu enggak is kita siapa itu Zubair bin 12:21 Awwam? 10 sahabat yang dijamin masuk 12:24 surga. Salah satunya hawarinya 12:26 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 12:29 Wa ummuhu asma. Emya adalah siapa? Asma. 12:34 Wa jadduhu Abu Bakrin. Dan kakeknya 12:37 siapa? Abu Bakar. 12:40 Ammatuhu. Tantenya siapa? Khadijah. 12:44 Karena ee Zubair ee dengan dengan 12:49 Khadijah itu sepupu kandung gitu kan. 12:53 dan tantenya lagi atau uwaknya lagi eh 12:56 Aisyah waaddatuhu 12:59 gitu ya. Wallahi inni lahasibu lahu 13:03 nafsi muhasabata uhasibu biha li Abi 13:06 Bakrin wa Umar. 13:09 Jadi punya keturunan yang baik, punya 13:11 prestasi qari kitabillah, punya prestasi 13:15 afifun Islam, punya prestasi ahsanu 13:18 shatin katanya ya ewamun 13:22 nahar qawamul lail. Nah, itu coba itu ya 13:25 ee ee apa namanya prestasinya. 13:29 Saya bacakan prestasi-prestasi ini. 13:31 Nanti ada ada maksud yang ingin kita 13:32 sampaikan ya. Kita kita lihat lagi ya. 13:41 Ee 13:46 kata siapa lagi nih ya? 13:56 Mohon maaf nih saya saya baca kalau ini 13:58 ya. 14:00 Dan dan ada juga ulama yang mengatakan 14:02 bahwa ee Ibnu Zubair atau Abdullah ibn 14:07 Zubair ibn Awwam adalah farisu 14:11 quraisyin. Nah, itu ya farisu quraisyin. 14:16 [berdehem] 14:16 Apa itu arti Farisu Quraisyin? 14:20 Paling ahli dalam menunggang kuda. 14:22 Hm. Jago nunggang kuda. 14:23 Jagonya nunggang kuda ini 14:25 keren 14:26 penunggang kuda yang sangat hebat. 14:28 kesatria berkuda ini. Ah, gitu kan. 14:32 Ah, ya. Kesat kesatria berkuda. Sampai 14:35 dijuluki apa? Farisu quraisyin fi zaman 14:39 gitu ya. Farisu quraisyin fi zaman. 14:44 walahu mawaqifun mashudatun innahu 14:46 syahidal yarmuk wahua murahiun wa 14:50 fatahal magrib wazalistantinyah 14:53 [berdehem] 14:57 [batuk] 14:58 [berdehem] diceritakan 15:00 dia menyaksikan peperangan yarmuk nah 15:04 gitu ya peperangan 15:07 Abdullah bin Zubair ibnil Awwam 15:12 nah itu beberapa prestasi yang kita 15:17 ee lihat di siar a'lamin nubala. 15:26 Bahkan 15:28 kata kata siar alam min nubala 15:32 walahu suhbatun wa riwayatu ahadis 15:36 adaduhu fi sigar sahabah wainana kabiran 15:39 fil ilmi wasyarafi wal jihadi wal 15:42 ibadah. 15:44 Banyak meriwayatkan hadis juga Abdullah 15:46 bin Zubair ibn Awwam gitu ya. Dan salah 15:50 satu prestasi yang atau ini hadiah dari 15:53 Allah Subhanahu wa taala. Kana Abdullahi 15:56 awala mauludin lil muhajirina bil 16:00 Madinah. Bahwa Abdullah bin Zubair ibn 16:03 Awwam adalah orang yang pertama lahir ee 16:09 dari kalangan Muhajirin sesudah 16:12 sampainya ee para Muhajirin ee ke 16:16 Madinah. Waktu itu orangorang 16:21 Yahudi Madinah i 16:22 sering mengatakan, "Tenang aja, kita 16:25 sudah santet. Seluruh 16:28 yang datang hijrah ke Madinah, he 16:31 mereka tidak melahirkan lagi. 16:33 Dimandulkan 16:35 oleh si dukun santetnya." 16:36 Sikhir-sihir gitu ya. 16:37 Ah, disihir. Sihir. 16:39 Kalau riwayat yang pernah saya pelajari 16:41 sampai 2 tahun memang 16:42 hmm 16:43 enggak ada yang lahir. 16:44 Heeh. Orang yang datang hijrah dari 16:47 Makkah ke Madinah itu enggak ada lahir. 16:50 Maka ketika lahir Abdullah bin Zubair 16:53 ibn Awwam, he 16:55 di tahun kedua Hijriah atau tahun 16:57 pertama Hijriah. 16:58 Heeh. 17:00 Itu takbir bergema di Kota Madinah 17:03 menyambut kelahirannya Abdullah bin 17:04 Zubair ibn Awwam. Kenapa? 17:06 Karena ternyata 17:08 sihirnya si Yahudi itu enggak mempan. 17:10 Enggak mempa lahir 17:12 atau malah mereka cuma bikin isu sihir 17:15 padahal mereka enggak melakukan sihir 17:17 untuk menjatuhkan mentalnya orang yang 17:20 hijrah ke Madinah. 17:22 Nah, itu itu tadi sudah kita baca 17:25 beberapa ee apa tadi saya bilang 17:28 prestasinya. 17:28 Prestasi 17:30 ee siapa tadi namanya? 17:31 Abdullah bin 17:32 Abdullah bin Zubair ibn Awwam. Ah. 17:37 Pertama eh kawan-kawanku yang kucintai 17:42 pendengar Rasil di mana pun berada baik 17:45 di Batam, di mana lagi? Jaboretabek, 17:49 Semarang, Sukabumi, 17:51 di Aceh juga ada sekarang. 17:52 Aceh ya? 17:53 Aceh. 17:53 Oh, Mak Jang. Sudah jauh berarti suara 17:56 kita ya. 17:56 Masyaallah. 17:57 Yogyakarta. 17:57 Yogyakarta. 17:58 Oh, mudah-mudahan ada yang dengar kita 18:00 dari Jogja ini. 18:01 Amin. 18:02 Iya. N kalau ada yang dengar kita dari 18:03 Jogja, cek nanti di YouTube kita. Colong 18:06 streaming seluruh dunia. Kalau streaming 18:07 kan seluruh dunia misalnya. Oh 18:08 iya 18:09 klik aja www.radioslatim.com. Udah 18:12 www.radiosilaturahim.com 18:15 bisa langsung di mana aja bisa dengar. 18:16 Itu [berdehem] di mana aja sudah bisa 18:17 ya. 18:18 Di mana aja. 18:19 Semoga di manapun saudara kita yang 18:22 pendengar hasil mendengarkan kita. Salam 18:25 hangat dari kita ini dari radio ini. 18:28 Kemarin Bung Fahri aku diundang ceramah 18:30 tahun baru 18:32 ke mana, Ustaz? 18:34 Alah mak 18:35 ceramah tahun baru ya. 18:36 Iya. 18:36 Wi keren Ustaz. 18:37 Tahun baru ini tahun baru 2025. 18:39 Ceramah aku 18:41 k ya kak ya enggak usah enggak usah 18:43 tanya nanti hukum merayakan tahun baru. 18:45 Enggak suka aku pertanyaan-pertanyaan 18:47 kayak gitu. 18:48 Ee tanya ke ustaz lain kalau perayaan 18:50 tahun baru hukumnya apa? ucapan-ucapan 18:53 selamat Natal. Jangan, jangan 18:54 nanya-nanya kayak gitu sama aku. Karena 18:57 pertanyaan kayak gitu menurut aku enggak 18:58 memajukan agama ini. Jadi, tanya aja 19:00 sama ustaz yang lain. Nah, gitu ya. Jadi 19:03 diundang di Bekasi sini, lupa aku 19:05 namanya masjid apa ya kemarin. 19:08 Bagus itu masjid itu 19:09 luar biasa. 19:10 Jadi saya, Bung Pahria, 19:13 makanya pengin banget agar rutin lagi 19:15 aku di Rasil nih. 19:16 He iya dong. 19:17 Karena banyak kali ee manfaat Rasil Mas 19:20 saya. He 19:21 banyak kali manfaat hasilnya Mas saya 19:23 ini luar biasa. Ee 19:26 sekarang aku rutin juga ngisi di Masjid 19:29 Albarkah di Tangerang. 19:31 Itu berawal dari 19:33 pendengar Rasil. 19:34 Hm. 19:35 Bangi 19:36 jadi ketua DKM-nya pendengar Rasil dari 19:38 Pak Haji Haidir tuh. 19:40 Masyaallah. Jadi ngundang Ustaz ya. 19:42 Jadi ngundang ngundang dan bersahabat 19:45 sering ke pesantren malah Bu. He 19:47 sudah berapa kali mereka datang makan 19:49 siang di pesantren, ngobrolngobrol 19:51 ngobrolngobrol di pesantren gitu. Ah, 19:54 ada banyak ini. Kalau ku absen bisa 19:57 isinya [tertawa] 19:58 menyebutkan masjid. Masjid Rasil aja 20:02 kita ini. 20:03 Nah, gitu. Alhamdulillah. Semoga Rasil 20:06 ini dijaga oleh Allah. 20:08 Amin. 20:08 Ee diberkahi oleh Allah. Semoga 20:10 kru-krunya dikasih rezeki ini oleh Allah 20:12 yang banyak. Amin. Iya. Saya doakan 20:14 semoga Pak Ihsan, Pak Farid diberi Allah 20:17 rezeki sehingga gaji krasil minimal R15 20:20 juta per bulan. 20:21 Amin ya rabbal alamin. 20:22 Ya, mudah-mudahan Pak Farid sama Pak 20:24 Ihsan dengar ini kita ngomong kayak 20:25 gini. Mudah-mudahan dia pada-pada 20:28 dikasih Allah rezeki. 20:30 Nah, sehingga gaji kurasil yang paling 20:33 murah berapa? R juta sebulan. 20:36 Amin. 20:37 Kalau nanti sudah sampai segitu, tolong 20:39 kasih aku info biar aku ngelamar kerja 20:40 juga di sini. [tertawa] 20:43 Iya kan aku ikutlah aku ngelamarlah aku 20:46 kalau segitu ya ngelamar jadi host 20:50 misalnya Bung Fahri ya. [tertawa] 20:53 Ee kemudian aku mengucapkan salam ini 20:58 tadi kepada seluruh pendengar Rasil di 21:00 mana pun berada. Semoga silaturahim kita 21:04 ee walaupun dari udara kayak gini 21:06 menjadi berkah buat kita semua. Kalau 21:07 saya sudah banyak kali merasakan 21:09 berkahnya. 21:11 Ee pernah datang pendengar Rasil, 21:15 mohon maaf lu Bang Fahri, umurnya sudah 21:17 60 apa 70. 21:19 Berdua, suami istri dari Bekasi 21:21 datang ke pesantren beli tanaman hias. 21:24 Oh, jual juga tanaman hias, Ustaz. 21:25 Kita kan jual tanaman hias, jual susu 21:28 kambing, jual madu gitu-gitu kan. He. 21:31 Ee kambing 21:32 apa tuh tanaman hiasnya? 21:33 Wah, macam-macam Bang Lipstik, antorium 21:36 banyak kita. 21:38 Zaman dulu udah ini sekarang udah 21:39 kalau zaman dulu antorium g 21:42 digoreng harganya tuh luar biasa diur 21:44 akal ya 21:44 luar biasa sekarang sekarang Rp150.000 21:48 itu udah gede. 21:50 Kalau kau datang beli 10 biji aku kasih 21:53 Rp70.000 satu. [tertawa] 21:57 Jadi masyaallah terima kasih nih Rasil, 22:00 terima kasih pendengar Rasil. Ee terima 22:02 kasih Bapak-bapak, Ibu-ibu di mana pun 22:05 berada. He. Baik yang nge-WA apalagi 22:08 yang nge-WA aku nih. 22:09 Heeh. 22:10 Tapi memang macam-macam, Bang Pah. 22:12 Mau dijawab semua apaan? 22:13 Enggak. Kadang-kadang enggak ku jawab 22:15 karena sifatnya info. 22:16 Iya. 22:17 Misalnya nge-share berita politik, 22:20 nge-share berita apa, berita apa. Aku 22:22 ada nih pendengar-pendengar hasil aku 22:23 baca. 22:24 Kadang kubalas kadang enggak lah gitu 22:26 ya. Ee karena ada yang perlu kita balas, 22:29 ada yang enggak. Masyaallah, luar biasa 22:31 ee manfaatnya yang Allah berikan ke saya 22:34 pribadi dari Rasil ini dan kentu ke 22:37 pesantren kita Bung Bahri. 22:38 Iya. 22:39 Pesantren kita Ruhama Alfajar itu banyak 22:42 juga mendapatkan manfaat dari kita 22:44 siaran di radio Rasil ini. 22:47 Nah, saya juga ngajak nih di YouTube 22:50 kita itu ada running tag silakanlah 22:53 berdonasi ke ee mana? Ke Radio 22:56 Silaturahim. 22:58 Ee nomor rekeningnya 23:00 ada tuh di YouTube ada kan? 23:02 Di bawahnya ya. 23:03 Ada di bawahnya itu. Nanti kalau lewat 23:05 aku bisa baca nih nanti. Bank syariah 23:08 Indonesia 23:09 BSI 23:09 BSI kan 23:11 kodenya itu 054 kalau enggak salah 23:13 ya kan. Nomor rekeningnya 23:16 7 2 2 23:20 7 2nya 4 kali. Iya. 23:23 3 23:25 3322 23:29 24 kali 23:30 30033. 23:34 Tolong transfer yang banyak Bapak dan 23:36 Ibu yang saya muliakan 23:38 supaya 23:40 gaji karyawan Rasil tadi R juta sebulan. 23:43 Amin. 23:43 Amin ya Allah. Aku nih beberapa kali 23:46 sekarang ceramah keluar nih, Bang Fahri 23:48 selalu bilang, "Jangan lagi kita tuntut 23:51 wahai masyarakat, pejuang pejuang agama 23:53 ini ikhlas. Jangan. 23:57 Saya malah bilang haram hukumnya pejuang 23:59 agama kau tuntut ikhlas." 24:01 Justru pejuang-pejuang agama ini harus 24:03 kita gaji sebesar-besarnya. 24:06 Karena dia yang tahan gajinya sikit, 24:10 istrinya 24:12 enggak tahan. 24:13 Iyalah. 24:14 Bung Fahri tahan gajinya kecil. Bininyem 24:18 jam. 24:19 Em Jang. [tertawa] 24:22 Aduh 24:23 itu kalau Fahri bisa cerita, aduh entah 24:27 apa-apa aja ya kan. Kasihan enggak kita 24:30 Bung Fahri atau siapapun pejuang agama 24:33 dia berjuang di agamanya Allah coba 24:36 untuk ngajak anaknya main ke 24:40 ke mana? Di mall-mall itu kan ada tempat 24:42 main-main ya kan. apa time zone apa 24:44 namanya ya playground enggak ada duitnya 24:47 karena kita tuntut yang berjuang di 24:50 agama ini apa yang ikhlas kalau berjuang 24:52 di agama salah 24:55 salah itu pejuang-pejuang agama ini 24:59 wajib kita gaji mahal lima kali di atas 25:02 WMR 25:04 kalau WMR Bekasi Rp3 juta. 3 juta kan MR 25:08 Bekasi kan 25:09 4 juta. Iya, betul. 25:11 Kalau R juta berarti R juta minimal gaji 25:14 pejuang agama itu gaji terendahnya 25:17 itu. Gaji OB-nya R juta, satpam R25 25:21 juta. Kalau operator ke on dia apa ni 25:24 sudah Rp35 juta Hari mungkin sudah R5 25:27 juta itu 25:28 gitu. 25:30 Biar apa? Biar tenang bininya. 25:33 Kalau tenang bininya aman perjuangan ini 25:36 kan gitu ya. [tertawa] 25:40 ini. Nah, ini kita ngomongin ini dulu 25:43 sesekali lah ya kan. Maka saya ajak 25:47 pendengar Rasil, 25:49 aku doakan juga pendengar Rasil ini 25:51 dikasih Allah rezeki yang banyak ya. 25:53 Amin. Amin. Amin. 25:53 Dikasih Allah rezeki yang banyak ee dari 25:57 Allah Taala. Ayo kita bantu. Karena 25:59 gini, hebat, Pak, ini perjuangan Rasil 26:02 ini menyampaikan ilmu agama melalui 26:04 radio ini luar biasa. Bank Syariah 26:07 Indonesia. Mumpung lewat nih, Gu. Baca 26:08 lagi nomor rekeningnya 7. Duanya 4 kali 26:13 2 2 26:15 300 baru 33 atas nama 26:20 Yayasan Wakaf 26:22 Rumah Quran Silaturahim. 26:24 Transfer yang banyak jangan sikit-sikit. 26:27 Jangan lagi pakai sedekah itu sikit yang 26:29 penting ikhlas. Salah juga itu. 26:32 Sedekah itu banyak dan wajib ikhlas. 26:36 Nih semboyan-semboyan bantuan ini harus 26:38 diganti. Jangan yang penting sikit, biar 26:41 aja sedikit, yang penting rutin. Salah. 26:43 Salah ya? 26:44 Salah. 26:44 Harus di-update ya. 26:45 Harus update. Banyak rutin ikhlas. 26:48 Dahah. 26:50 Biar cantik gitu. 26:52 Karena efeknya bagi kita semua akan 26:55 sangat luar biasa. 26:57 Biar rasil ini ee di apa namanya? 27:00 Semakin hebat, semakin melambung tinggi. 27:04 Ee 27:06 mau enggak pendengar Rasil yang dengar 27:07 saya ni kita bercita-cita bareng-bareng 27:09 coba. Bagaimana peralatan di studio ini 27:13 lebih canggih dari peralatan Net TV? 27:17 Baha enggak kau, Pak Kris? 27:18 Bahaya, 27:19 Bung Fahri. 27:20 Luar biasa. 27:21 Jadi peralatan kita di sini setingkat di 27:24 atas peralatan Net TV. Luar biasa, 27:26 Ustaz. Wah, keren nih. Wajah kita yang 27:30 kurang-kurang ganteng ini kan jadi 27:31 ganteng nampak kan gitu. 27:32 Kena filter. [tertawa] 27:33 Iya, kena filter langsung 27:36 dia mantap. 27:37 Enggak 27:37 suara kita yang cempreng gimana 27:40 keluarnya jadi 27:41 menggelegar 27:42 bulat empuk kedengaran. 27:45 Itu yang bisa bikin wajah kita ganteng 27:47 kelihatan di TV sama suara kita pula. 27:49 Apa ya, Pak? 27:50 Peralatan. 27:51 Apa namanya? 27:52 Bukan peralatan, Bang. Hepeng. 27:54 Hepeng. [tertawa] Hepeng. 27:57 Jangan bilang peralatan. Yang bisa bikin 27:59 wajah kita ganteng di TV ini apa? 28:01 Hepeng. 28:01 Hepeng. 28:03 Hepeng kita beli kamera yang 28:05 bagus. 28:05 Bagus, lighting-nya bagus, 28:08 micnya bagus, 28:08 mic-nya bagus. H 28:12 itu. Nah, itu tadi intermezo dari tema 28:16 Abdullah [tertawa] 28:18 Abdullah bin Zubair bin Ab. 28:19 Iyalah kita harus sesekali harus kita 28:22 ingatkan pendengar Rasil itu kan 28:24 orang-orang baik semua. Ayo. Nah, ya 28:27 yang nonton YouTube kan ada running tag 28:29 kan di YouTube kan ada kan. 28:31 Kalau tadi lupa nomor rekeningnya, buka 28:33 YouTube berhasil. Di running teks-nya 28:35 ada nomor rekeningnya buka handphone 28:37 enggak usah ragu-ragu transferlah rezeki 28:40 yang Allah kasih banyak rutin dan 28:43 ikhlas. 28:45 He 28:46 BRI 28:47 BRI banyak 28:48 banyak rutin dan 28:49 rutin 28:50 ikhlasin 28:52 [tertawa] ikhlas 28:53 kan gitu banyak rutin ikhlas 28:57 itu sudah lengkap itu 28:59 lengkap itu. 28:59 Jangan lagi pakai biar sikit dan tadi 29:01 ada lagi yang gerubah jangan lagi paksa 29:04 pejuang agama gajinya apa 29:07 murah jangan. Marbot masjid gajinya 29:10 harus R juta, muazin 17 juta, imam tetap 29:16 35 juta gitu. Kalau udah kayak gitu aku 29:19 pun melamar aku nanti. [tertawa] 29:25 Iya. Kasihan aku ini termasuk yang 29:28 memperhatikan kenapalah umat ini meminta 29:32 seluruh lini pejuang agama itu kerja 29:34 harus ikhlas. 29:36 Itu dosa besar bagi kita umat itu. 29:40 Mak kata Habib Jafar di salah satu 29:42 podcast dia, "Aku mau berhenti jadi guru 29:45 ngaji." Kenapa? Aku mau jadi guru anjing 29:47 aja. Karena guru anjing R juta sebulan 29:51 pertemuannya cuma sekali seminggu. 29:53 Gurunya anjing coba itu 29:56 miris. 29:57 Miris guru ngaji ngajari anak alif bata. 30:01 Berapa gajinya? Rp250.000 sebulan. He. 30:04 Tiap hari ngajar dari jam .00 sampai jam 30:06 6.00 sore. 30:07 Masyaallah. 30:07 Ini dosa besar siapa? Dosa besar seluruh 30:10 umat. 30:12 Besar sekali tuh. Makanya kita enggak 30:14 berkah-berkah. Makanya kayak gini 30:16 kondisinya. 30:17 He. 30:18 Karena guru anjing gajinya Rp8 juta, 30:22 guru ngaji gajinya [tertawa] 30:24 R50.000. Ya Allah, kasihannya. 30:27 Kasihannya minta ampun. Ah, ya. Kembali 30:30 lagi kita kecemerlangan Abdullah. Ah, 30:33 gitu kan. 30:34 Iya. 30:36 Kita bilang tadi di siar a'lamin nubala 30:39 prestasinya salatnya khusyuk kan. Rajin 30:43 qiyamulail, 30:45 rajin puasa 30:47 sangat ahli membaca Al-Qur'an dan 30:49 menelaah Al-Qur'an. Para sahabat senior 30:53 pun bahkan belajar kepada Abdullah bin 30:56 Zubair ibn Awwam. Tadi diceritakan 30:58 begitu. Selain itu dia juga seorang 31:01 penunggang kuda, seorang kesatria, 31:03 seorang pemain pedang, seorang ee yang 31:05 ahli bela diri, bahkan ikut di 31:08 peperangan Yarmuk ya. Yarmuk ini 31:10 peperangan yang yang luar biasa, battle 31:14 yang luar bias lah ya. 31:18 Yang ikut di peperangan itu memang 31:20 dicatat oleh sejarah sebagai 31:21 kesatria-kesatria tangguh. 31:24 Nah, 31:27 bila kita 31:29 ingin generasi alfa, generasi ZS atau 31:32 generasi beta ini tidak mengalami 31:36 sindrom jiwa yang bagaimana yang 31:39 rusaklah kita sebut begitu ya, baik 31:41 laki-laki ataupun perempuan. Kalau dari 31:44 Pak Abdullah ini, Pak Abdullah Zubair 31:46 ini kita lihat yang diajarkan oleh Nabi 31:50 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 31:52 berarti ke dia adalah apa? 31:55 Salat yang baik pertama. 32:02 Berarti 32:03 Bapak dan Ibu pendengar Rasil, bila kita 32:06 punya anak, punya cucu, pengin punya 32:10 mental yang sehat, maka perbaiki 32:13 salatnya. 32:14 Iya, perbaiki salat saja 32:16 dari kecil ini perbaiki salatnya. 32:20 Kenapa tadi kusinggung gaji pejuang 32:23 agama harus besar? Karena 32:26 bagaimanalah generasi ini salatnya 32:28 bagus, Pak Fahri. 32:30 Tadi guru ngaji TPA digaji cuma 32:32 Rp250.000. 32:33 Iya. 32:34 Terus kita minta dia memperbaiki salat 32:36 generasi ini. Enggak bisa. Dosa besar 32:40 umat saat ini adalah menggaji guru ngaji 32:44 kecil. Catat itu baik-baik dari saya. 32:48 Ini yang dituntut nanti 32:50 pimpinan-pimpinan negara ini nanti itu. 32:52 Hm. Kepala desa dituntut oleh Allah 32:55 dalam hal ini. Ee ke camat, Pak Camat 32:58 dituntut oleh Allah. Kenapa Anda sebagai 33:00 camat tidak memperhatikan gaji guru 33:02 ngaji di Kecamatan NT? 33:05 Pak Camat bilang ituang Pak Bupati, 33:08 Bupati ditanya juga nanti. 33:10 Bupati ditanya enggak juga jawab. 33:12 Gubernur ditanya enggak juga jawab. 33:14 Presiden ditanya 33:16 tanya semua nih. Kemudian Pak Presiden 33:18 ngeles pula. Pak Presiden bilang, 33:20 "Gimana ya Allah? Wong setiap ceramah 33:23 ustaz-ustaz, kiai-kiai bilang pejuang 33:25 agama itu harus ikhlas. Ya sudah aku 33:27 biarkan aja lah gajinya Rp250.000. Yang 33:30 kena ulamanya dong. [tertawa] 33:31 Karena pejuang agama ini diminta ikhlas. 33:35 Pernah enggak sih Bung Fahri ente duduk 33:38 di samping guru ngaji TPA betah karena 33:41 wajahnya bersih, ganteng, wangi, bajunya 33:45 bagus, senyumnya manis. Pernah enggak 33:48 guru TPA itu rata-rata wajahnya 33:51 mengkerut jidatnya di sini tuh? Kenapa? 33:55 Berat hidupnya. 33:56 Berat hidup itu, Pak. Tatapan matanya 33:58 itu. Tatapan mata itu hutang SPP, hutang 34:03 kontrakan, hutang beras, hutangis. 34:06 [tertawa] 34:09 Iya. Udah itu ya tadi tadi Abdullah tadi 34:12 Abdullah tadi hebat karena salatnya 34:15 sudah terlatih dari kecil. Heeh. 34:17 [berdehem] 34:17 Ini si guru ngaji yang gajinya kecil ini 34:20 yang ngajari anak kita apa? Salat. 34:26 Kalau kau bayar guru private bahasa 34:28 Inggris 1,5 juta per bulan buat anakmu 34:31 satu kali pertemuan, maka belajar salat 34:35 kau harus bayar R juta sebulan. 34:39 Mana lebih penting sekarang? Jawab dulu 34:41 aku wahai pendengar hasil. Lebih penting 34:43 ilmu bahasa Inggris apa salat? 34:47 Hah? Ini semua orang jawab salat ini, 34:49 Pak. 34:51 Tapi pengin kutempeleng orang yang jawab 34:52 ini karena realisasinya salah. Kata dia, 34:56 "Lebih penting ilmu salat daripada 34:57 bahasa Inggris." 34:59 Tapi guru yang ngajar salat disuruh apa? 35:02 Ikhlas. 35:03 Ikhlas. 35:04 Aku besok kalau aku jadi presiden, bila 35:07 kutemukan orang bilang guru salat harus 35:09 ikhlas, kupenjarakan dia 3 bulan. Jangan 35:12 kau bilang lagi guru salat harus ikhlas. 35:14 Guru salat itu harus digaji mahal. 35:16 Iya, 35:17 gitu. Karena yang menyelamatkan generasi 35:20 itu ternyata kalau nanti empat-empatnya 35:23 Abdullah akan kita lihat. 35:25 Kalau aku datang lagi berarti tema kita 35:27 selanjutnya Abdullah bin Abbas. Hari ini 35:28 Abdullah bin Zubair kita kita closing 35:31 ya. Pertama tadi salatnya luar biasa 35:34 khusyuk. Salatnya khusyuk. 35:35 Abdullah bin Zubair e eh siapa tadi saya 35:37 bilang? Si Umar bin Abdul Aziz bilang, 35:41 "Kalau andai aku lihat dia, pasti tidak 35:44 aku lihat orang yang lebih dalam dan 35:47 khusyuk salatnya dibandingkan siapa? 35:50 Abdullah bin Zubair ibn Awwam." Nah, 35:53 generasi alfa ini atau generasi beta 35:56 yang lahir di Januari 2025, mereka 35:59 disebut generasi beta. 36:01 Ya kan? 36:02 Generasi beta ini kan lahir sekarang 36:04 nih. Persiapkan apa yang dipersiapkan. 36:08 salatnya, Pak. Ha, itu salatnya. 36:13 Kedua, qari likitabillah. 36:16 Dia harus pandai baca Quran. 36:19 Pandai baca Quran, pandai menelaah 36:21 Al-Qur'an, pandai meneliti Al-Qur'an 36:24 sehingga Al-Qur'an dijadikan pedoman 36:28 hidupnya. 36:30 Ni bagaimanalah kita mau jadikan 36:33 Al-Qur'an sebagai pedoman anak-anak 36:35 generasi kita. 36:37 Al-Qur'annya aja enggak dipelajari 36:39 dengan baik dari sejak dini gitu ya. 36:44 Nah, ini yang lagi-lagi aku singgung 36:46 kenapa akhirnya Al-Qur'an tidak 36:50 dipelajari sejak dini karena aku sudah 36:54 berteman dengan banyak guru TPA. Apa 36:57 boleh buat karena dia digaji kecil? 36:59 Kemampuan guru TPA kita itu ya di bawah 37:02 rata-rata. 37:04 Harusnya yang ngajari Al-Qur'an 37:06 anak-anak TPA itu bergelar doktor ilmu 37:09 tafsir. Tapi jangan doktor-doktoran juga 37:11 kan. Sekarang kan hebohnya pula negara 37:15 kita ini mudah-mudahan Pak Prabowo bisa 37:17 perbaiki ya atau Kementerian Pendidikan 37:21 bisa perbaiki. Janganlah lagi adalah 37:24 kampus yang menjual ijazah itu ya kan. 37:26 Iya. 37:27 Eh malu kita kalau kayak gini terus 37:29 negara kita. Tapi enggak tahu juga 37:30 apakah Pak Prabowo nanti bisa perbaiki 37:33 apakah Kementerian Pendidikan sekarang 37:35 kan dibagi tuh Kementerian Pendidikan 37:37 Menengah, Kementerian ke atas tuh kan 37:39 sudah dibagi ya. 37:40 He. 37:41 Apakah nanti akan jadi lebih baik entah 37:42 macam mana, kita tengoklah nanti. Tapi 37:45 yang aku ingin ajak ini dari empat 37:48 Abdallah ini 37:50 ternyata salat dan baca Quran. Coba tuh 37:52 lihat tuh dua dua hal ini. 37:56 Dan kita pentingkan dia secara nyata. 37:59 Jangan penting cuma di bibir saja. 38:04 Kuulangi lagi bagaimana cara 38:06 mementingkannya? Kalau kau undang guru 38:10 private ngajari anakmu salat ke rumah 38:14 atau baca Quran ke rumah, jangan gaji 38:17 murah. 38:19 Masa kau samakan gaji guru ngaji anakmu 38:23 dan salatnya ee ee sama dengan gaji 38:26 kenek tukang. 38:29 Apanya kalian ini? Kan kira-kira begitu. 38:32 Panggil orang yang memang berkompeten 38:36 mengajarkan anak kita salat dan baca 38:38 Quran. Gaji dia besar loh. Wajib. Jangan 38:42 bilang enggak ada duit. 38:44 Jangan bilang enggak ada duit. Duitnya 38:46 itu ada pasti. Insyaallah. Nah, kalau 38:49 enggak bisa diprivate, maka kita bawa 38:51 dia ke TPA tadi. 38:54 Maka manajemen TPA itu harus dibenarkan. 38:58 Fokusnya si TPA itu adalah mengajarkan 39:02 anak salat, mengajarkan anak baca Quran 39:05 atau TK tadi kan. Bukannya ngajarin anak 39:08 doa baca, doa makan cuma-cuma itu bukan. 39:13 Bukan hanya sekedar live service hafal 39:16 juz 30 misalnya gitu. Enggak kayak gitu. 39:19 Kita ajarkan anak dari awal bagaimana 39:23 dia nanti qari likitabillah. 39:26 Bagaimana dia khasi ketika salat 39:28 menghadap Allah. 39:31 Kan dari Abdullah ini kita pelajari dia 39:33 khusyuk saat salat. 39:36 Selain itu juga qawwamul lail. salat 39:38 malamnya mau, puasanya mau. 39:42 Dan yang ketiga hebatnya lagi ya, 39:47 dia ternyata 39:50 juga Farisu Quraisyin. Nah, di bilang 39:53 tadi ya. 39:55 Apa ini maksud Parisu Quraisyin ni? 39:57 Mungkin kalau kita bikin bahasa 40:00 sekarang, jawaranya tanah Betawi 40:03 ternyata dia ini. Hah? 40:05 Jawaranya. Jawaranya 40:07 kan keren ya. 40:08 He. 40:09 Jawara kalau salat khusyuk, baca 40:13 Qurannya fasih, tahajudnya rajin, 40:16 puasanya rajin. 40:18 Ini generasi yang sesungguhnya. 40:23 Tapi 40:25 nilai-nilai ini 40:28 enggak penting di tengah-tengah 40:30 masyarakat kita, Bung Fahri. 40:32 Enggak 40:34 penting sama sekali. Malah aku bilang 40:39 kenapa aku bilang begitu? Enggak ada 40:41 standar sosial kita di tengah-tengah 40:44 masyarakat 40:46 bahwa pintar salat, pintar ngaji itu 40:49 menjadi 40:51 semacam fright gitu. Enggak ada 40:53 kebanggaan enggak ada. 40:55 Enggak ada. Biasa aja gitu ya. 40:56 Biasa aja. 40:58 Maka 41:00 akhirnya generasi ini kayak gini ya. 41:03 apa boleh buat. 41:07 Enggak ada apresiasi terhadap anak-anak 41:10 kita yang rajin salat tuh sangat sangat 41:13 sangat rendah 41:15 di tengah-tengah masyarakat. 41:18 Sangat rendah. 41:20 Apresiasi terhadap anak-anak kita yang 41:22 pandai baca Quran pun rendah sekali. 41:28 Baik di tengah-tengah keluarga, di 41:30 tengah-tengah RT, RW saya lihat rendah 41:33 sekali. 41:35 Makanya akhirnya kemudian anak-anak kita 41:37 paksa 41:39 baca Quran enggak bisa. Karena dari 41:42 seluruh 41:44 penjuru 41:45 yang rajin salat, yang khusyuk salat, 41:48 yang pandai puasa, mau ee ee e tahajud, 41:52 yang mau ee tadi ee baca Qurannya bagus 41:56 itu enggak ada dukungan. 41:59 Di rumah enggak didukung, 42:01 di tengah-tengah masyarakat enggak 42:03 didukung 42:05 sebagai sebagai generasi Z-nya. Iya. 42:07 Kemudian gurunya tadi juga enggak ada 42:10 dukungan tadi ku bilang. 42:11 Iya, betul. 42:12 Ee ada ketemu orang profesinya guru TPA 42:16 punya mobil Avanza aja 42:19 enggak ada 42:19 kayaknya enggak ketemu kita, Bung Pahri. 42:22 Profesi guru TPA punya mobil Avanza gitu 42:28 enggak ketemu kita, Bung. 42:30 Kalau 42:32 bahkan mungkin 42:35 ente nih, Bung Fahri, nanti punya anak 42:36 perempuan yang ngelamar guru TPA, 42:40 mungkin bilang sama anak ente, "Jangan, 42:43 miskin kau nanti nak." 42:45 Masyaallah. 42:45 Ya, gitu kan. Ah, kira-kira begitu, Bung 42:49 Fahri. Kita lihat hari ini kecemerlangan 42:52 empat Abdullah 42:53 yang kita bahas karena kegelisahan Ondi 42:57 Kelana. 42:58 [mendengus] 42:59 Eh, Onlana. Eh, ada kawan kita Onik 43:01 Kelana kan di 43:02 sekolah. 43:03 Di sekolah ya? Masih di sini kan Pak 43:04 Onlana kan 43:04 Pak Oni itu 43:05 Pak Oni mudah-mudahan dengar dia nih 43:06 hari ini ya. Ee karena tentang mental 43:09 health yang didiskusikan saya dan kita 43:12 ambil suri tauladannya dari empat 43:14 Abdullah. Pekan lalu kita sudah cerita 43:16 tentang Abdullah bin Zubaul Awwam. Nah, 43:17 hari ini kita closing. Ternyata ada tiga 43:21 lah kita ambil poinnya ya. Dia pandai 43:24 salat, khusyuk, rajin, banyak sampai 43:27 salat malam. Kemudian dia apa? Puasa. 43:30 Kemudian dia apa? Qari likitabillah kan? 43:33 Iya. 43:33 Dia baca Quran dan menulis Al-Qur'an. 43:35 Yang keempat empat malah ya. Empat apa? 43:37 Dia jawara juga. 43:38 Jawara juga 43:39 karena dia Farisu Quraisyin. Nah, empat 43:41 hal ini siapa yang ngedidik dia ini? 43:43 H 43:44 Rasulullah 43:45 sallallahu alaihi wasallam. 43:49 Kalau kita bilang 43:51 guru anak-anak kita itu supaya generasi 43:55 ini berubah haruslah memiliki kepandaian 44:00 mendidik seperti Rasulullah sallallahu 44:02 alaihi wasallam. Nah, mencari guru yang 44:05 pandai mendidik seperti Rasulullah 44:06 sallallahu alaihi wasallam jangan kau 44:08 gaji Rp250.000 44:09 kembali ke situ ya. 44:10 Kembali [tertawa] ke situ lagi. Aku nih 44:12 pokoknya itu 44:12 e apa namanya? Gereget. 44:15 Gereget kali aku karena kasihan aku 44:18 mendengarkan guru TPA tuh gaji R.000, 44:21 Pak. 44:21 Dan mereka enggak fokus gitu ya, Ustaz 44:22 ya. 44:23 Manalah bisa fokus, Bung Pahri. 44:27 Apa yang mau difokuskan? 44:29 Dia bercabang-cabang ya. 44:31 Bercabang-cabang. 44:33 Dia lagi ngajar, tiba-tiba 44:36 wali kelas anaknya SD. Pak Ustaz, mohon 44:38 maaf. SPP wajib bayar bulan Januari 2024 44:44 tanggal 7 terakhir 44:46 lagi ngajar dia ini. 44:47 He he. 44:48 Datang WA ini kan tanggal 6, Bung Bahri. 44:50 Ini tanggal 6 kan. He. 44:52 Tiba-tiba lagi ngajar nih alif ba ta 44:55 tsa. Iseng tuh guru buka handphoneet. 44:59 Ada WA masuk dari wali kelasnya. 45:01 Iya. 45:01 Wali kelasnya siapa? anak 45:02 anaknya dia. 45:04 Pak Ustaz, mohon maaf 45:06 ee limit bayar SPP untuk anak Bapak 45:10 tanggal 7 Januari besok. 45:12 Besok pagi lagi. 45:13 Itu kebayang enggak kau oni di kepala si 45:17 ustaz itu apa itu coba? Tuh 45:19 langsung langsung buyar 45:21 buyar dah. Benar. Sementara dia lagi 45:24 memperbaiki mental 45:26 anak-anaknya 45:27 anak-anak generasi yang luar biasa. 45:29 Jadi perlu kita dukung semua, Ustaz ya. 45:30 Kita bantu, 45:31 kita bantu kita dukung kalau kau tadi 45:33 punya uang, datangilah 45:35 kasih digaji oleh lembaga R250.000, kau 45:39 gaji Rp3 juta lah. Diggaji oleh 45:41 masyarakat. Dan saya ngajak masyarakat, 45:43 Bung Fahri karena gini, percuma juga 45:45 kita nih berteori memperbaiki mental 45:48 generasi kalau gaji Umar Bakri selalu 45:52 dikebiri. 45:53 [tertawa] 45:58 Ya, kira-kira gitu, Faris. Baikah ya 46:02 sudah banyak ini yang berkomentar dan 46:03 masuk di WhatsApp Rasil 46:06 masih ada waktu ya kita untuk bacakan 46:07 ini sapaan-sapaan dari pendengar kita 46:10 yang menyimak di siang hari ini. Dahsyat 46:12 luar biasa Ustaz 46:13 pencerahan dan tamparannya untuk kita 46:15 semuanya dari Bapak Dumandi. B Ibu Angit 46:17 juga insyaallah sedang menyimak. 46:20 Ibu Talita, Ibu Ani Sani juga sedang 46:23 menyimak. Ibu Nan Fatimah, Bunda Emila, 46:26 Bapak Slamat Marsudi juga sedang 46:28 menyaksikan YouTube Rasio TV. 46:31 Sementara ada yang bertanya, Ustaz. Nih 46:32 satu pertanyaan dari Bapak D ini di 46:35 Batam, Ustaz. Asalamualaikum 46:36 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 46:38 Salman Alfarizi. 46:39 Batam. Ahlan wasahlan Batam. Saya miris 46:41 e saat ini banyak anak muda yang 46:43 mengatakan enggak usah malu-malu kalau 46:45 mau kalau malu jadi kurang gaul, kurang 46:48 keren dan pergaulan akan sempit susah 46:50 cari teman dan lain-lain. 46:52 Sehingga di media sosial TikTok 46:53 contohnya mereka tidak malu-malu 46:55 berjoget-joget ria. 46:56 Iya. 46:57 Bagaimana mengatasi hal ini pada 46:59 generasi muda kita Pak Ustaz? Demikian 47:02 cocok kali Pak. Pak siapa tadi? Pak Deni 47:04 dari Batam. 47:04 Dari Batam Ustaz 47:06 mudah-mudahan ke Batam lagi kita nanti 47:07 bangun ya. Amin. Amin. 47:08 Amin. Amin. 47:10 Nih, ini aku enggak mau lag lagi-lagi 47:12 aku enggak mau pakai teori, Pak, Pak 47:14 Deni, ya. Mudah-mudahan suatu saat kita 47:15 bisa kenalan Pak Deni. Kalau bikin 47:18 contohnya tadi TikTok, ya kan? 47:20 He. 47:20 Anak generasi kita itu enggak malu dia 47:22 joget di TikTok. 47:24 Terang aja, Pak Deni, ngapain dia malu 47:26 joget di TikTok? Dia joget-joget dapat 47:29 followers misalnya atau viewer 47:31 Rp300.000. Kebayang enggak kau berapa 47:34 ratus ribu duit masuk ke dia? 47:35 Dapat he gitu. dapat hepeng daripada 47:37 belajar ngaji. 47:39 Belajar ngaji ke situlah gitu ya. 47:41 Belajar ngaji. 47:43 Dia ketemu ustaz yang tadi ditagih oleh 47:46 wali kelasnya yang gajinya Rp220.000. 47:50 Salah baca ini anak. Kau pikir sama 47:53 ustaznya diapain? 47:54 Diketok, Pak. Ketok. 47:58 Kesalahannya bukan nanti 48:00 nanti kasihannya gitu ya. Si anaknya 48:03 ngadu ke ayahnya. Aku diketok sama ustaz 48:05 di TPA aku padahal enggak punya salah. 48:09 Akhirnya dibawa ke pengendalian 48:10 ustaznya. Coba kau pikir 48:12 karena ustaznya enggak punya duit. Kalau 48:14 kita punya 300 triliun kan bisa 6 tahun 48:17 doang tuh kan. Nah ini karena enggak 48:19 punya duit ya terpaksa dipenjara nih 48:22 ustaz. 48:23 Aduh miris banget. 48:24 Miris ini kondisi kita ini bisa 48:26 diperbaiki bukan enggak bisa. Ini 48:28 gampang malah ini sangat gampang 48:30 memperbaikinya. 48:32 Misalnya gini, kan anggota DPR RI kita 48:35 itu banyak orang kaya. Si bapak-bapak 48:38 itu kan orang-orang kaya. Bambang siapa 48:40 katanya kaya, Patlizon kaya, siapa kaya 48:43 ini kaya nih kalian-kalian ini bisa 48:45 enggak tanggung jawab menggaji guru TPA 48:48 sebulan? Tapi jangan Rp250.000, R juta. 48:52 Kalau kau kaya bukannya kau majang mobil 48:54 mewah. Bengak kali kau. Kalau cuma kaya 48:57 kau dengan mobil mewah itu bengak. Aduh, 49:00 ku bilang goblok. Ah, supaya viral. Iya 49:03 kan? Kayak cuma dibikin dari ee mobil 49:07 mewah. Sekali lagi, goblok kau. 49:10 Kayak kaya yang sebenarnya kalau mau 49:13 bertanggung jawab nih kita sama negara 49:15 kita ini supaya generasi kita ini 49:17 berubah. Kayak tadi kan mau nasehat apa 49:21 kita kasih coba? Jangan kalian 49:22 joget-joget di TikTok. Kalau aku 49:25 digitukan misalnya aku nih orang 49:27 joget-joget di TikTok. He. 49:29 Kemudian ada orang nasihati aku, "Jangan 49:30 kau joget-joget di TikTok." 49:32 Malulah kau. Kau bilang, "Peduli amat, 49:35 Pak, sama malu. 49:36 Peduli aku gara-gara itu." Bisa kau 49:38 jawab enggak? 49:40 Enggak bisa kau jawab, Pak. 49:42 Tamparan keras itu. 49:43 Iyalah sekarang apalagi dia pintar 49:46 jawabnya, "Bapak suruh aku ngaji. 49:50 Ngaji aku nih, Pak." Katanya pintar aku 49:53 ngaji. Akhirnya aku jadi guru ngaji. 49:56 Jadi guru ngaji. Gajinya Rp250.000. R 49:58 ngapain? 50:01 Udah gajinya Rp250.000 kita goblokin. 50:04 Misalnya tadi goblok Ahmad sih kamu jadi 50:07 santri. Santrinya videoin viral pula 50:10 kita. 50:11 Jadi seluruh dunia bilang nih ustaz 50:13 tidak punya malu bilangin goblok sama 50:15 santri. 50:17 Padahal enggak dilihat belakangnya 50:19 bagaimana kan gitu ya. 50:21 Ini yang mau kita rubah negara ini 50:23 enggak bisa ya. Akhirnya ya main TikTok 50:26 aja kau sana berjoget-joget dapat duit 50:28 kau Pak. Jangan banyak teori gua bilang 50:31 jangan banyak teori. Kalau mau merubah 50:33 negeri 50:35 enggak usah banyak teori. Ini negeri ini 50:37 mudah di mudah negara kesatuan Republik 50:41 Indonesia. Permasalahan kita ini gampang 50:43 diselesaikan. Tapi harus maulah. 50:47 Mau kita kayak Bung Hatta, mau kita 50:50 kayak Sultan Sahrir, mau kita menjadi 50:52 kayak Pak Dirman. seorang jenderal 50:55 bintang empat. 50:57 Jangankan mobil Volvo, mungkin Avanza 50:59 aja dia enggak punya gitu kan. 51:02 H 51:02 Pak Dirman itu. 51:03 Iya. 51:05 Bung Hatta pengin punya sepatu belly. 51:08 Memang sepatu belly itu memang sepatu 51:10 mahal. 51:11 Tapi bagi seorang Wapres beli belly itu 51:14 gampang harusnya. 51:15 Gampang harusnya 51:16 gampang. Dia meninggal dengan cita-cita 51:19 tidak bisa beli sepatu belly itu. Kalau 51:21 betul cerita itu, itulah aslinya orang 51:24 Indonesia, Bung Pahri. 51:25 Karena sekarang kita [berteriak] 51:27 jangankan pejabat, ustaz pun plexing 51:30 sekarang ya kan. Mobil ustaz sekarang 51:33 coba kau bayang Ferrari coba. 51:36 Dia sebagai ustaz terkenal pajang mobil 51:39 Ferrari. Di sekitar dia banyak ustaz 51:42 yang gajinya berapa tadi? 51:44 R.000. 51:44 Rp250.000, Pak. Ini ustaz yang kayak 51:47 gini nih lebih goblok lagi daripada 51:50 orang-orang DPR atau kepala-kepala yang 51:53 kaya tadi. 51:54 Biar kita ulang-ulang lagi nih kalimat 51:56 goblok tadi kan gitu. Itu ustaz in 51:58 goblok lagi itu. Makanya ayo Pak Deni 52:02 tadi ee mohon maaf nih ee kadang-kadang 52:06 memang kita harus kasar supaya otaknya 52:10 ee apa namanya? Fans line-nya itu dapat 52:13 supaya orang Oh iya ya. Si Salman ini 52:15 ngulang-ngulang kalimat goblok karena 52:17 resah sama generasi. Yang solusinya tadi 52:20 apa? Dia harus pintar ngaji, pintar 52:23 salat, pintar puasa, jawara kan gitu ya. 52:26 He. 52:26 Nah, ini ternyata setelah kita lihat 52:29 susah ini, Pak, 52:31 kalau tidak dilakukan langkah 52:34 konkritnya. Langkah konkritnya apa? 52:36 Enggak usah suruh orang ikhlas ngajar. 52:39 [tertawa] 52:40 Enggak usah suruh orang ikhlas ngajar. 52:42 Gaji dia banyak. Nanti anak-anak SMK ini 52:44 kayak adik-adik ini coba 52:47 kalau dia udah tahu, "Mak, gaji guru TPA 52:51 Rp15 juta." Pengin enggak kau jadi guru 52:54 TPA kira-kira? 52:55 Penginlah dia. Tapi coba tanya anak SMK, 53:00 "Mau enggak, Dik, jadi guru ngaji?" 53:02 Enggak mau, Ustaz. Kenapa? Gajinya 53:05 kecil. 53:05 Kecil. 53:06 Sudah selesai. Kira-kira gitu, Pak Deni. 53:08 Jadi kalau cuma kita nasihati dia punya 53:11 malu supaya dia berhenti, 53:14 alah capek kita, Pak Deni. 53:17 Kita harus angkat harkat martabat orang 53:19 baik. Baik. Orang baik itu diangkat 53:23 harkat dan martabatnya dari segi status 53:25 sosial dan dari segi status material 53:29 baru berubah negeri ini. Insyaallah. 53:32 Kalau enggak, Pak Deni doain aku jadi 53:33 presiden. Insyaallah sesudah Pak Prabo 53:35 selesai jabatan, aku jadi capres menang 53:37 insyaallah. 53:38 Ondi ini ya menang insyaallah presiden 53:42 sesudah Pak Prabowo adalah Salman Abdul 53:44 Hamid. Insyaallah. 53:45 Amin. 53:45 Amin ya rabbal alamin. [tertawa] 53:48 Amin. Amin. Amin. 53:50 Silakan. 53:50 Baik. Ada lagi komentar dari satu lagi 53:54 ya. 53:54 Satu lagi. Oke. Oke. 53:55 Dari siapa tidak merakan nama nih? Dan 53:57 kenapa platform-platform seperti itu 53:59 menggajinya kok melebihi yang biasa 54:02 saja, Pak Ustaz? Gede-gede gajinya itu 54:04 bagaimana katanya? [tertawa] 54:05 Udah ma ini kalau tahu aku namanya aku 54:07 bilang tadi Pak Deni ya. Ini enggak tahu 54:09 namanya kan. Gini Bang, itulah 54:13 problemnya. 54:15 Aku ulangi lagi di wilayah kebaikan 54:19 He 54:20 umat menuntut aktornya ikhlas sehingga 54:24 gajinya tadi berapa? R50.000. Aduh, ya 54:27 Allah, kasihan kali ini ya. Coba Bang 54:31 Ondi kalau nanti supaya dataku ini valid 54:35 kan minggu depan mudah-mudahan aku 54:37 datang atau datang lagi aku. Kau sudah 54:39 dapat Ustaz? Betul ustaz. Di Kalimanggis 54:41 ini Kalimanggis kan nam 54:43 Kalimanggis. 54:43 Di Kalimanggis ini ada 10 TPA. Rata-rata 54:46 gaji gurunya berapa? Coba kau tanya 54:47 nanti. 54:48 Siap. 54:48 Survei. 54:49 Survei aja. Betul enggak? Jangan-jangan 54:51 aku cuma omong kosong ini, Bang Pari. I 54:53 kalau anak saya di Bekasi Utara 54:55 datanya lengkapnya 54:57 sebulannya anak saya bayar 54:59 Rp100.000 55:00 ente. Bayar anak ente Rp100.000 sebulan 55:02 kan orang. Heeh. 55:03 Satu orang buat bayar ngajinya kan gitu 55:05 kan. 55:07 Coba itu berapalah gaji gurunya itu 55:11 kau cek aja nanti. 55:13 Cek nanti. Coba jangan-jangan aku salah. 55:15 Siap. Sip. 55:15 Ternyata gaji guru TPA di Kalimanggis 55:18 sudah Rp15 juta, Bang Hondi. 55:20 Ah kalau sudah Rp15 juta. 55:21 Pindahlah. Pindahlah aku. 55:24 [tertawa] 55:26 Aku pindah. 55:28 Aku atau Pak Deni? Pak Deni di Batam 55:31 tadi. Mungkin Batam kali ya. Batam kan 55:33 ee makmur ya. Masyaallah ya. Coba Pak 55:36 Deni nanti 55:37 bantu aku survei di wilayah Pak Deni 55:40 berapa tuh? 55:40 Berapa gaji guru TPA? 55:42 Entar pindah ke sana ya. 55:43 Biar pindah kita ke Batam nanti. 55:45 [tertawa] 55:47 Iya. Realistis saja Bang. Bung Pahri ya. 55:51 Kenapa? 55:52 Generasi kita main TikTok, main YouTube, 55:55 main Instagram realistis aja, Pak. 55:58 Karena anak kita lihat 56:01 cuma gara-gara slepo. 56:03 Iya, 56:04 gitu doang gitu ya. 56:05 Gitu doang. Jadi terkenal banyak duit 56:08 dikawal. 56:10 Cuma gara-gara bilang kamu nanya, kamu 56:13 bertanya-tanya 56:15 sampai di-endorse oleh Sandiaga Uno. 56:17 Coba gara-gara itu doang. 56:18 Iya 56:19 kan. 56:20 Luar biasa. Terus kita menuntut agar 56:22 generasi ini baik. Mustahil. 56:26 Mustahil. Pernah enggak orang-orang 56:29 penting negeri ini mengendorse 56:30 orang-orang yang pintar baca Quran? 56:32 Iya. 56:33 Anak-anak muda yang rajin salat. 56:35 Anak-anak muda yang rajin puasa. Ada 56:37 endorse enggak? 56:38 Enggak ada. 56:39 Enggak ada. Jangankan orang lain. Rasil 56:42 pernah ngendorse orang yang rajin salat 56:44 enggak? Belum. 56:46 Belum. Pegawai Rasil. Mudah-mudahan Pak 56:48 Par sama Pak Ihsan dengar nih pegawai 56:51 Rasil yang paling rajin salat, Pak. Eh, 56:53 Paksan mohon maaf aku, mohon maaf aku. 56:55 Kan Pak Ihsan tahu aku orang Batak, dia 56:57 juga bisa ngomong ceplos-cepllos sama 56:58 aku. Paksan, Pak Parid bikin bulan depan 57:02 pegawai Rasil yang salatnya paling aktif 57:04 di masjid silaturahim, kita kasih 57:06 hadiah. 57:08 Wah, jangan 2,5 juta. Eh, jangan 57:10 Rp250.000. 57:12 Iya dong. Ini kita menuntut orang baik, 57:15 tapi kita enggak apresiasi. Enggak bisa, 57:18 Pak. 57:18 Berlomba-lomba ada kebaikan. 57:20 Iyalah. YouTube ngasih mereka yang 57:22 joget-joget cuma gara-gara bilang apa 57:25 tadi? Ee 57:28 Hatta Halilintar hanya gara ah. Siap. 57:29 [berteriak] 57:30 Cuma gara-gara bengaknya dunia ini. Gua 57:33 bilang apa ini? Terus kita minta 57:37 generasi jadi baik. 57:40 Cuma ah siap dibilang pula 57:43 kreatifkreatif dari Hongkong. Ah. 57:46 Effortless banget ya. Enggak 57:48 aduh entahlah. Dunia dunia panggung 57:50 sandiwara sudah emang 57:54 gimana kita minta generasi kita jadi 57:56 baik. 57:58 Kitanya hanya ngoceh aja kayak aku nih. 58:00 Apalagi aku ditakdirkan jadi ustaz 58:02 abal-abal. Bisanya ngoceh doang, Pak. 58:06 Enggak ada kekuatan lain selain ngoceh 58:09 aja. Padahal 58:11 ee YouTube, TikTok, Instagram 58:15 merubah generasi ini dengan apa? Dengan 58:18 kekuatan finance. Finance 58:20 ya kan? 58:21 Dia jadi artis Instagram, selebgram kan 58:24 namanya ya. 58:24 I selebgram. Kalau udah berhasil dia 58:26 jadi Telegram, 58:28 ya Allah kadang-kadang 58:31 aku ya bingung kita kadang-kadang ya 58:35 anak kecil 58:37 sudah buka-buka aurat di Instagram cuma 58:39 gara-gara apa? Viewers, followers 58:43 supaya nanti orang orang naruh apa, 58:46 bayar berapa. 58:47 Gift. 58:48 Iya. 58:49 Gift. 58:49 Saweran. 58:50 Saweran. Masyaallah. 58:51 Terus kita mau ngerubah generasi dengan 58:55 menyuruh pejuangnya ikhlas. Alah 58:58 sudahlah. [tertawa] 59:00 Gitu yang ngerespon kita terakhir tadi. 59:03 Ya, jangan nasehat doang, jangan 59:06 nasihati agar orang punya malu. Enggak 59:08 ada, Pak. Saya saya ini sudah sangat 59:11 memperhatikan. 59:13 Kalau kau cuma nasehhati, enggak ada 59:15 gunanya. 59:17 Sekarang harus ada bukti konkret dari 59:21 kita bersama bahwa kita mau generasi ini 59:24 berubah. Bukan dengan ceramah kayak yang 59:27 ku bilang ini. Ceramahku ini yang 59:29 barusan walaupun tahap-hap tadi aku 59:31 bilang kalau tak ada bukti konkretnya 59:34 ceramah ini habis manis sepah dibuang 59:37 tak ada gunanya sama sekali 59:40 [tertawa] 59:42 gitu Bung Pahri. Baik, 59:43 semoga gaji kita semua dinaikkan oleh 59:45 Allah Subhanahu wa taala. Amin. 59:46 Amin. Amin ya Allah ya rabbal alamin. 59:47 Demikian Iwan Nawat bersamaan kita di 59:49 acara Sirah Nabawiyah bersama Ustaz 59:52 Salman Alfarizi. Empat kecemerlangan eh 59:55 kecemerlangan empat Abdullah ya, Ustaz 59:56 ya. 59:57 Abdullah bin 1:00:00 ibnil Awwam telah kita simak. Insyaallah 1:00:02 nanti besok lagi Abdullah bin Abbas 1:00:05 insyaallah. Bang Ondi ingat ya. 1:00:07 Abdullah bin Abbas. Baik Ustaz terima 1:00:10 kasih 1:00:12 di siang hari ini 1:00:13 saya Fahri temani Ondi dan juga Al Nur 1:00:15 pamit subhanakallahum whamdika asadu 1:00:18 ilahailla anta astagfiruka waubu 1:00:20 alalamualaikum warahmatullah wabarakatuh 1:00:22 What?