Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad.
- Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam
- yang masih memberikan kita nikmat iman,
- Islam, dan kesempatan untuk kembali
- duduk dalam majelis ilmu. Di sore hari
- ini, Ikhwan dan Akhwat, kita kembali
- berjumpa dalam program tausiah sore
- edisi Rabu, 19 November 2025
- di Radio Silaturahim, Radio Perjuangan
- Umat. Selawat dan salam semoga
- senantiasa tercurah kepada Nabi besar
- kita Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, keluarga, sahabat, serta
- seluruh umat beliau hingga akhir zaman.
- Pendengar sekalian, ikhwan dan akhwat di
- mana pun Anda berada, tema kita di sore
- hari ini adalah tema yang sangat
- penting, sangat dalam, dan sangat
- menggetarkan jiwa, yaitu beberapa
- kelompok penduduk neraka menurut
- Al-Qur'an. Tema ini bukan untuk
- menakut-nakuti, tetapi untuk
- mengingatkan, menyelamatkan, dan membuka
- mata hati agar kita tidak termasuk ke
- dalam golongan yang Allah peringatkan di
- dalam Al-Qur'an. Karena siapa yang
- diperingatkan maka ia dicintai dan siapa
- yang mengambil pelajaran Allah akan
- lindungi dari kebinasaan. Insyaallah
- ikhwan dan akhwat telah hadir guru kita
- Ustaz Z M. Bahmid yang telah tersambung
- melalui aplikasi Zoom. Dan saya tidak
- sendiri ada Neza, juga ada Yusuf
- Subangkit di meja operator dan switcher
- Rasil TV. Mari kita siapkan hati,
- catatan dan kesungguhan untuk menyimak.
- Langsung saja ikhwan dan akhwat kita
- sapa guru kita. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Sehat, Ustaz? Ya,
- masyaallah. Alhamdulillah.
- Masyaallah. Baik. Baiklah pendengar
- sekalian, langsung kita menuju
- pembahasan bersama guru kita ee Ustaz
- Syed M. Hahid. Tafadol Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahi rabbil alamin.
- Allahumma lakal hamdu hamdan katiran
- thayiban mubarakan fih.
- Alhamdulillahilladzi hadana liha w kunna
- linahtadi laula hadanallah.
- Alhamdulillah
- asbahna
- wa amsaina binikmah waliah.
- Ya rabbana bika asbahna
- wabika amsaina wabika nahya waamut faur.
- Allahumma shalli wasallim wabarik ala
- sayyidina Muhammad annab rahmah waa
- alihi wasahbihi wasallama taslimanir.
- Allahumma rabbisrohli sodri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- qauli. Amin ya arhamarahimin.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala. Insyaallah di
- mana aja Anda berada. Dan demikian juga
- kepada mereka yang dalam perjalanan
- pulang di kendaraan mendengarkan berita
- ee siaran ini, insyaallah Allah Taala
- akan menghantarkan sampai ke tujuan
- dengan sehat walafiat.
- Dan kepada mereka yang sakit yang
- biasanya mendengar siaran ini,
- Allah yasfihum insyaallah sifaan
- minillah.
- Allah ya Allah ya Allah sehatkanlah
- mereka yang sakit dengan kesehatan dari
- sisimu.
- Para peningat sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala, selamat kita
- berjumpa kembali.
- Judul yang dibawakan tadi [berdehem]
- kita ingin berbicara sedikit tentang
- kondisi di yaumul akhir akhirat.
- Karena kalau kita berbicara tentang alam
- kubur
- atau akhirat,
- kalau bukan dari ayat Al-Qur'an, bukan
- dari hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, kita boleh tolak dan kita
- boleh tidak mempercayai.
- Sebab dalam kehidupan kita
- belum ada yang kembali dari yaumul
- akhir, belum ada yang kembali dari alam
- kubur.
- Justru itu kalau kita berbicara itu
- termasuk alam ghaib ya. Alam ghaib yang
- tidak diberitakan oleh Allah Subhanahu
- wa taala melainkan sedikit yang melalui
- firmannya dan melalui hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Kan di Quran yang Allah Taala ingatkan
- kepada kita sekalian ala anubadila
- amsalakum
- waunyiakum fi laun.
- Untuk menggantikan seperti Anda kata
- Allah.
- Jadi, Anda itu siapa? Pejabat,
- suami yang kaya raya, ya, seorang
- ilmuwan
- yang sangat dihormati, dielu-elukan,
- dibangga-banggakan, viral namanya ke
- mana-mana. Allah Taala ingatkan ala
- anubadila amsalakum untuk menggantikan
- seperti Anda.
- Waunsyiakum
- tamamun. Kemudian Allah hidupkan Anda di
- alam yang Anda belum tahu, yang kita
- belum tahu. Dan itu semua akan terjadi
- kepada kita. Dia presiden, dia pejabat,
- dia ustaz, dia kiai, dia awam, dia kaya,
- dia miskin, ilmuwan, ya. atau termasuk
- orang yang bodoh.
- Allah Taala nyatakan untuk menggantikan
- posisi seperti Anda. Apalagi ayat ini
- sangat perlu direnungkan oleh
- mereka-mereka yang mempunyai jabatan,
- yang menjabat, yang memimpin,
- yang kaya raya dengan ee yang yang
- ilmuwan ini. Masyaallah. Allah Taala
- ingatkan untuk menggantikan seperti Anda
- alubadil amalakum
- untuk menggantikan seperti Anda yang
- Anda banggakan dengan kekayaanmu,
- Anda banggakan dengan kepintaranmu,
- anda banggakan dengan posisi jabatanmu.
- Allah Taala nyatakan untuk menggantikan
- seperti Anda bagi Allah itu sangat
- mudah. Dan Allah hidupkan Anda di alam
- yang Anda belum tahu siapa mereka itu?
- Mereka itu yang Allah Taala takdirkan
- kematian didatangkan kepada mereka.
- Kemudian Allah hidupkan di alam yang
- mereka belum tahu apa yang akan terjadi.
- Yang pertama kita akan dimasukkan ke
- alam barzakh, alam kubur.
- Kan banyak hamba Allah yang mulia.
- Justru itu sering saya sampaikan,
- kematian tidak tergantung umur,
- bukan umur yang menentukan kematian
- kita.
- Maksud saya enggak ada orang berpikir,
- "Oh, saya baru 20 tahun masih panjang
- perjalanan." Benar, masih panjang
- perjalanan tapi kematian Anda tidak tahu
- apa di umur 25, 30, 40. Alim indallah.
- Pengetahuan itu di tangan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Jadi Allah Taala mengingatkan kepada
- kita sekalian untuk menggantikan seperti
- kita yang pintar,
- yang kaya,
- yang pejabat itu bagi Allah sangat mudah
- dan banyak yang Allah Taala akan
- sediakan untuk menggantikan kepada kita.
- Apakah ketika Firaun
- meninggal mati,
- apakah terus negaranya hancur lebur?
- Tidak. Jangan seperti biasa
- Presiden Kennedy
- ketika dia mati ditembak, nah itu sudah
- takdir dari Allah Taala. Apa terus
- Amerika hancur? Tidak.
- Begitu juga dengan kondisi keadaan kita.
- Hanya sayangnya ketika Allah datangkan
- kematian kepada kita, kita sendiri yang
- akan menghadapinya.
- Dan kita Allah Taala menyatakan
- wunsyiakum.
- Bukan Allah Taala pindahkan, bukan.
- Allah katakan, "Allah hidupkan Anda
- di alam yang Anda belum tahu."
- Bagaimana dengan teman-teman kita,
- keluarga kita yang sampai sekarang
- berada dalam alam barzakh, di alam
- kubur, kita tidak tahu kehidupan mereka
- gimana. Begitu juga dengan bekas-bekas
- presiden kita, pejabat-pejabat kita.
- Hanya kita mempunyai keyakinan dari
- Allah Taala.
- Kalau dia seorang yang saleh, yang baik,
- maka dia akan tenang di alam barzakh.
- Karena itu dijanjikan Allah dalam
- Al-Qur'an.
- Mari kita lihat hamba Allah yang mulia.
- Allah Taala memberikan gambaran sedikit
- kepada kita tentang
- yaumul akhir.
- Allah memberikan gambaran ini tentunya
- sesudah sesudah kiamat, sesudah ada
- kelompok yang memasukkan Allah ke dalam
- neraka, sesudah ada yang Allah Taala
- masukkan ke dalam surga.
- Ya innalladina amanu wa aminushat lahum
- jannatun tajri min tahtihal anhar
- khidina fiha abada lahum fiha azwajun
- mutaharatunumil
- Allah taala memberikan gambaran
- orang-orang yang saleh yang baik artinya
- yang beriman dan beramal baik mereka itu
- dijanji dijanjikan oleh Allah satu
- Kepastian. Innallaha la yukhliful miat.
- Allah Taala akan masukkan mereka ke
- dalam surga. Itu sudah sangat jelas
- dan itu Allah Taala nyatakan dalam
- Al-Qur'an berulang-ulang kali.
- Dan kemudian Allah Taala nyatakan
- innalladina kafaru biayatina.
- Mereka yang kufur dengan ayat-ayat
- Allah, kufur dengan perintah Allah,
- Allah Taala akan godok dia di dalam api
- neraka.
- itu satu sunatullah yang tidak bakal
- mungkin akan berubah.
- Penetapan Allah yang tidak akan berubah.
- N mari kita lihat
- kita
- ya kalau istilah sekarang ini kita masih
- hidup
- umpama
- kalau Allah Taala memberikan gambaran
- kepada kita walaupun hanya berbentuk
- video tapi tidak mungkin kan tapi Allah
- memberikan gambaran di yaumul akhir
- ketika ahlil janda
- mereka ingin tahu dengan teman-teman
- Mereka kok tidak ada di jadin
- dicari mereka itu.
- Maka mereka datang bertanya satu sama
- yang lain,
- berziarah ke neraka,
- neraka sakar.
- Nah, hamba Allah yang mulia
- di dalam beberapa hadis Rasulullah
- dikatakan kalau umpama api neraka ini
- dia bocor dikit aja ke dunia maka semua
- apa yang ada di bumi ini hangus hanya
- dalam sekejap.
- Nah, sekarang pertanyaannya
- kalau penduduk jannah datang berziarah
- ke penduduk neraka, bagaimana mungkin
- bisa
- dengan panas yang luar biasa?
- Ya, kita ambil contoh begini aja.
- Kalau kita masuk di pabrik-pabrik yang
- besar,
- pabrik pengocoran besi aja
- ya, itu di dalam pabrik itu panasnya
- luar biasa. Tapi artinya panas masih
- bisa ditoleransi oleh manusia. Mereka
- bekerja itu ya luar biasa panas. Apalagi
- ketika mereka yang
- bertanggung jawab untuk
- di oven atau api yang lagi nyala untuk
- mereka tumpahkan besi macam-macam.
- Tapi rata-rata orang yang bekerja di
- pabrik yang besar atapnya itu kan
- terbuat daripada galvalum panas.
- Biasanya tidak ada etik, tidak ada apa
- namanya plafon
- dan panasnya luar biasa. Tapi di
- tengah-tengah pabrik itu biasanya ada
- satu ruangan yang terbuat daripada kaca
- yang tebal yang ee yang kurang lebih 7
- atau 8 mili. Kemudian ada seorang yang
- duduk di tempat tersebut kemudian dia
- pakai AC. Jadi panasnya pabrik dia tidak
- terasa itu pengawas
- yang untuk awasi ini pekerja-pekerja di
- pabrik.
- Nah, dia duduk enak-enak situ. Dia
- enggak terasa panas. Padahal kalau dia
- keluar sedikit aja panasnya luar biasa.
- Nah, kalau kepintaran otak manusia bisa
- membatasi panas sedemikian rupa,
- apa susahnya bagi Allah Taala untuk
- membatasi
- orang-orang yang berada di neraka
- sehingga yang datang berziarah kepada
- mereka dan berkomunikasi, dia bisa
- komunikasi tapi dia tidak terasa
- panasnya neraka.
- Kalau otak manusia bisa ciptakan yang
- demikian di pabrik-pabrik.
- Bagaimana lagi Allah Taala yang
- menciptakan otak manusia?
- Ya
- kan di ayat yang beberapa kali sering
- saya katakan Allah Taala menyatakan
- yaklukum fi butuni umatikum
- khq.
- Bayangkan aja, belum ada otak manusia
- yang bisa lakukan seperti itu. Allah
- Taala katakan, "Allah ciptakan kalian
- dalam rahim ibu-ibumu
- babak demi babak." Ya, stage per stage
- di dalam tiga kegelapan.
- Gelapnya alam rahim itu luar biasa. Dia
- sudah tertutup dengan e rongga badan,
- kemudian dia tertutup dengan apa? Tulang
- belulang, kemudian dia tertutup dengan
- rahim. Ya. Kemudian dia tertutup lagi
- dengan plasenta.
- Kita di di diciptakan oleh Allah itu
- terbungkus dengan plasenta.
- Plasenta itu merupakan sarung yang
- membungkus kepadanya.
- Kemudian terendam lagi di dalam air. Di
- situ Allah Taala ciptakan kita semua
- organ-organ tubuh kita, saraf-saraf kita
- dirancang oleh Allah Taala, didesain,
- diciptakan oleh Allah di dalam tempat
- tersebut. Coba kita bayangkan bagaimana
- kekuasaan.
- Apa susahnya bagi Allah Taala untuk
- menciptakan supaya ahlil jannah ini bisa
- berziarah kepada ahlin narunikasi
- dengan mereka?
- Nah, mari kita lihat
- di dalam surah Al-Mudattir
- mulai daripada ayat 38.
- Allah Taala menyatakan,
- "Kullu nafsin
- bima kasabat rahina."
- Semua manusia
- apa yang mereka lakukan
- itu mereka akan mempertanggungjawabkan
- kepada Allah.
- Apa yang mereka lakukan mereka akan
- petik.
- Artinya dengan kalimat yang lain. Apa
- yang kita tanam, kita akan petik. Kita
- tanam kebaikan, kita akan petik
- kebaikan.
- Kita tanam kezaliman,
- ya kemunafikan,
- kecurangan,
- kita akan petik semua itu. Sama dengan
- kita lihat contoh di dunia.
- Kalau kita tanam bibit tomat, ya akan
- tumbuh tomat. Kita tanam bibit mangga ya
- akan tumbuh mangga. Enggak mungkin kita
- tanam bibit mangga berbuah duren. Tidak.
- Itu sunatullah.
- Nah, justru itu di ayat ini Allah Taala
- nyatakan ku nafsin bima kasabat rahina.
- Semua manusia apa yang mereka tanam
- mereka akan petik. Kira-kira itu hanya
- kalimat saya aja maknanya. Tapi hampir
- sama apa yang mereka lakukan itu mereka
- akan mempertanggungjawabkan kepada Allah
- Taala. Allah Taala menyatakan illa
- ashabal yamin.
- Nah, siapa ashabal yamin? Ashabal yamin
- itu Allah Taala terangkan dalam surat
- Al-Waqiah. Orang yang dia beriman kepada
- Allah, dia lakukan amal saleh. Ya, itu
- ada muqarabin. Muqarabin itu di atas
- ashabul yamin, kelompok fib dalam
- kebaikan.
- Nah, Allah Taala nyatakan terkecuali
- illa ashabal yamin. Artinya orang-orang
- yang beriman kepada Allah, yang beramal
- saleh, tidak kufur kepada Allah Taala,
- mereka akan memetik yang baik-baik, yang
- indah-indah
- dan mereka akan dimasukkan oleh Allah ke
- dalam jannah.
- Ketika sudah dimasukkan ke dalam jannah,
- Allah Taala nyatakan, "Fi
- jannatinasalunil
- mujrimin.
- Sebagian
- mufassirin menerangkan, berarti ini
- ketika ahlil jannah ini datang berziarah
- kepada orang-orang yang di lagi diadab
- oleh Allah di dalam api neraka yang
- bernama sakar. Neraka itu ada
- tingkat-tingkatan.
- Kalau enggak salah neraka sakar ini yang
- keempat. Yang paling ringan itu jahanam.
- Yang paling berat kalau enggak salah
- ukama itu yang paling yang paling dasar.
- Fi jannatin yatasaalun. Kemudian
- hamba-hamba Allah penduduk surga ini
- bertanya kepada anil mujrimin.
- Jadi ada hamba-hamba Allah sekalipun dia
- muslim
- beriman kepada Allah tapi pada saat itu
- dia sudah dikategorikan dengan kelompok
- mujrim.
- Mujrim itu artinya hamba-hamba Allah
- yang membangkang kepada Allah.
- Dia enggak peduli benar atau salah. Yang
- penting ana dapat keuntungan.
- Ya, benar atau salah saya jatuhkan. Ini
- yang penting saya mendapat keuntungan di
- dalam putusan saya. Ya, itu termasuk
- mujrim.
- Jadi, hakim-hakim di pengadilan juga
- kalau terima sogok, terima
- dan menyalahkan yang benar, itu termasuk
- mujrim.
- Ketika mereka sudah diadab di api
- neraka,
- Allah Taala kelompokkan mereka dengan
- kelompok mujrim.
- Mari kita lihat kenapa sampai mereka
- dikatakan kelompok mujrim.
- Anil mujrimin. Kepada mereka-mereka
- kelompok mujrim yang ada di mana? Ada di
- neraka sakar.
- Jadi neraka itu punya nama.
- Ada juga nama lada, ada tam, ada lagi
- jahanam, ada lagi sak,
- ada lagi saya lupa nama-namanya.
- Neraka sakar ini neraka tingkat yang
- ketiga. Yang paling ringan itu azabnya
- itu yang paling atas.
- Yang paling ringan azabnya jahanam.
- Maakum fak.
- Mereka lihat banyak orang-orang muslim
- yang ada di dalam situ.
- Mungkin orang-orang yang dia kenal. Jadi
- mereka bertanya,
- "Masalakakum fi sakar?"
- Berarti ahlil jannah ini diberikan
- kemampuan keleluasaan oleh Allah untuk
- melihat manusia-manusia yang diadab di
- api neraka yang bernama sakar. Tapi dia
- tidak merasa panasnya api neraka.
- Para pendengar sekalian, hamba Allah
- yang mulia,
- otak kita itu sangat terbatas.
- Kekuasaan Allah Taala itu banyak yang
- kita tidak bisa cerna dengan otak kita.
- Satu bukti aja
- api menjadi dingin sejuk kepada Nabi
- Ibrahim.
- Itu kita mau cari dengan dalil apa aja.
- Kita enggak bakal dapat jawabannya.
- Terkecuali kalau hanya kita beriman
- dengan kekuasaan dan keagungan Allah
- Taala.
- Nabi Musa Alaih Salam ketika Allah
- perintahkan untuk memukul tongkatnya ke
- laut,
- dipukul tongkatnya,
- laut tiba-tiba terbuka jalan tol untuk
- mereka.
- Umpama
- kalau tongkat Nabi Musa masih ada sampai
- sekarang dan kita dapatkan pompa itu eh
- tongkat tersebut sekalipun kita pukulkan
- ke laut beratus-ratus kali laut enggak
- bakal terbuka.
- Nabi Musa memukulkan tongkatnya ke laut
- karena perintah dari Allah Taala datang
- langsung pukulkan tongkatmu ke laut dan
- Allah Taala yang perintahkan untuk laut
- ini terbuka jalan untuk Nabi Musa dan
- kelompoknya.
- Nah, itu contoh
- kekuasaan Allah Subhanahu wa taala itu
- banyak yang kita tidak bisa cerna dengan
- otak kita. Terkecuali kita hanya beriman
- kepada Allah dan kita yakin itulah dia
- kekuasaan Allah ketika Allah ingin
- merubah sesuatu.
- E contoh aja kita lihat
- angin tornado yang ada di Amerika.
- Truk,
- mobil truk yang besar
- itu untuk mengganti ee kalau ada rodanya
- yang yang apa yang yang kempes enggak
- ada angin, dia memerlukan dongkrat yang
- sangat besar kuat untuk mengangkat itu
- hanya angkat sisinya aja.
- Tapi Allah Taala menunjukkan ketika
- Allah mengirimkan angin tofan, angin ini
- mengangkat trek tersebut
- kemudian membanding di tempat lain. Ada
- lagi yang angin itu mengangkat rumah,
- rumah diangkat diputar semua. Fondasinya
- tertinggal, atapnya terangkat. Ada yang
- terangkat sama dinding-dindingnya
- terangkat. Dan itu sudah banyak yang
- kita lihat. Kalau kalian ingin lihat itu
- di Google, tekan aja
- Tornado in America.
- Nanti kita mesti lihat contoh-contoh
- bagaimana tornado itu sampai bisa
- difilmkan.
- Jadi penduduk ahlil jannah ketika Allah
- memberikan keleluasaan kepada mereka
- untuk berziarah, mungkin mencari
- temannya. Kok di jannah ini enggak ada.
- Mungkin dia tekan tombol untuk melihat
- jannah yang kedua enggak ada. Jannah
- yang ketiga enggak ada namanya. Jannah
- yang keempat apa? Jannah ya. Jannah yang
- keempat enggak ada tempatnya.
- Dia berpikir mungkin-mungkin jangan ada
- di neraka.
- Nah, tentunya orang yang masuk jannah
- itu fasilitas di jannah itu wah lebih
- modern, lebih super daripada fasilitas
- kita di dunia.
- Kita ajak kalau mencari nama di HP
- tinggal kita tekan aja umpama cari nama
- Abdullah baru sampai di A B D
- U keluar ada kira-kira 100 Abdullah
- keluar 50 Abdullah keluar nah itu otak
- manusia bisa ciptakan bagaimana lagi
- Allah Taala yang menciptakan otak
- manusia jadi di jan kalau dia mau cari
- teman yang enggak ada, mungkin dia hanya
- tekan tombol sama nama
- umpama nama dia mencari nama
- Ahmad
- temannya ya umpama Ahmad Salim enggak
- ada jannah yang pertama, kedua sampai
- ketujuh enggak ada dia tekan umpama
- neraka yang ketiga atau keempat
- keluar namanya di tempat tersebut.
- Itu cuma contoh aja bagaimana
- kecanggihan yang Allah Taala bisa
- ciptakan di dalam kehidupan kita di
- jannah. Nah, kemudian ahlil jannah ini
- datang berziarah
- ingin melihat.
- Ketika mereka melihat kelompok-kelompok
- ini yang lagi diadab di api neraka dalam
- neraka sakar, mereka bertanya, "Ma
- salakum
- fi sakar?"
- itu di dalam surah al-Mudatir
- ayat yang 40
- 42.
- Apa yang menyebabkan
- kalian ini Allah azab
- di dalam neraka sakar?
- Ada beberapa kelompok yang menjawab.
- Kemudian yang pertama mereka menjawab,
- "Kalu
- lam nak minal musin."
- Berarti ini orang-orang yang tadinya
- beriman kepada Allah tapi tidak salah
- atau dia salat.
- Tapi salat yang Allah Taala nyatakan,
- wailul lil musallin.
- Celakalah mereka-mereka yang salat.
- Siapa mereka itu? Lalai dalam bacaan,
- lalai dalam waktu.
- Salat hanya untuk apa namanya?
- Astagfirullahalazzim.
- Hanya untuk show riak.
- Jadi ketika ditanya masalah sakar mereka
- menjawab lam minal musallin.
- Karena kami tadinya bukan hamba-hamba
- Allah yang salat
- tapi dia beriman kepada Allah Taala.
- Kalau orang yang memang kufur, sudah
- kufur, musyrik, ya sudah mereka itu
- dia enggak ada perintah salah.
- Mungkin dia juga enggak salat karena
- enggak ada perintah dia kufur kepada
- Allah Taala.
- Memang sudah jelas-jelas mereka masuk ke
- dalam neraka.
- Tapi ini dengan tulus dia mengatakan,
- "Kami bukan kelompok yang menjaga salat.
- Kami bukan kelompok yang salah."
- Nah, hamba Allah yang mulia supaya kita
- tahu
- salat ini juga menyelamatkan kita dalam
- perjalanan kita ketika kita meninggal
- dunia sampai ke alam barzah sampai ke
- yaumul qiamah.
- Ada orang kalau bilang kepadanya ente
- muslim? Bukan. Dia katakan saya muslim
- tapi enggak mau salat.
- Kalau dikatakan kafir dia marah.
- K enggak mau salat.
- Ada yang mengatakan, "Ah, salat itu di
- zaman Nabi aja dulu,
- sekarang sudah enggak perlu kita salah."
- Subhanallah.
- Nah, ini konsekuensinya.
- Salah satu grup yang Allah Taala godok.
- Allah Taala menyatakan, "Ma
- salakakumakumakar."
- Kira-kira kalau diterjemahkan ya apa
- yang menyebabkan kalian ini digodok
- di dalam neraka sakar?
- Mereka jawab, "Lam nak minal musaldin."
- Kami bukan
- hamba-hamba Allah yang ketika hidup di
- dunia
- yang menjaga salat dengan baik.
- Hamba Allah yang mulia, perintah salat
- ini bukan hanya kepada kita umat Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Zaman Nabi Isa ada perintah salat Nabi
- Sulaiman, nabi-nabi sebelumnya mulai
- dari Nabi Adam terus sampai kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Perintah
- salawat itu sudah ada.
- Tidak ada umat yang tidak diperintahkan
- untuk salat. Itu menurut Al-Qur'an. Nabi
- Isa aja ketika dia dituduh macam-macam,
- ketika ibunya dituduh macam-macam, Nabi
- Isa menjawab,
- "Inni abdullah kitab wani nabian walani
- mubar
- waani
- bati wazakati maumtu."
- itu Nabi Isa masih bayi. Masih bayi.
- Dia sudah mengatakan, "Dan Allah
- berwasiat kepadaku, memerintahkan
- kepadaku
- bisalati wazakati madum untuk salat dan
- mengeluarkan zakat selama hidupku."
- Jadi, salat ini hanya kewajiban ketika
- kita lagi menikmati kehidupan kita.
- Kalau sudah sakaratul maut kemudian
- berakhir dengan kematian, kita sudah
- enggak ada kewajiban salat. Kita yang
- disalatkan
- oleh hamba-hamba Allah yang hidup.
- Lam nak minal musallin.
- Kami bukan kelompok orang-orang yang
- menjaga salat.
- Ya, saya enggak mau
- diskusi salat ini lebih panjang lagi,
- lebih jauh. karena waktu terbatas.
- Datang lagi kelompok yang kedua yang
- Allah Taala menyatakan wa lam nak minal
- musallin dan
- berhatilah kelompok yang lain.
- Jadi ada beberapa kelompok ini yang
- jawab.
- Walam nakimul miskin.
- Dan kami juga
- bukan hamba-hamba Allah yang
- memperhatikan untuk memberi makan kepada
- orang-orang yang patut dikasihani untuk
- diberi makan. Yang fuqara wal masakin
- ya, orang-orang yang fakir yang miskin.
- Jadi hamba Allah yang mulia memberi
- makan kepada orang tidak mampu itu luar
- biasa fadilahnya. menyelamatkan kita
- juga daripada Allah Taala. Api e bakar
- di api neraka.
- Lam minal lamul miskin. Kami tidak
- pernah terpikir,
- tidak pernah mau memberi makan kepada
- orang-orang miskin. Dengan kalimat yang
- lain, dia hidup ini apa namanya? Ee
- egois.
- individualis,
- enggak peduli dengan masyarakat
- lingkungan. Dia mau mati, dia enggak
- makan, dia makan. Saya bukan urusan
- saya.
- Yang penting saya dan keluarga saya
- makmur itu. Nauzubillah.
- Itu hamba-hamba Allah yang egois.
- berbagilah kepada masaki.
- Nah, ini yang ketiga.
- Ini yang ketiga agak lebih berbahaya
- lagi.
- Dan yang paling banyak terdapat sekarang
- ini yang ketiga.
- Wa kunna nakudu maal haidin.
- Dan kami selalu
- mengelompokkan diri
- dengan kelompok-kelompok yang berdosa,
- kelompok-kelompok pembohong,
- kelompok-kelompok yang selalu suka
- berbuat
- kezaliman.
- Waunna nakudu maal khaidin.
- Mereka jawab dengan tulus.
- Dan kami selalu kalau berbincang-bincang
- adalah tujuan yang batil.
- Dan kami selalu bersama mengelompokkan
- diri dengan orang yang
- berbincang-bincang tentang kezaliman,
- tentang kebatilan.
- Siapa mereka ini kebanyakan?
- Jangan kita lihat yang jauh-jauh, kita
- lihat di depan mata kita.
- partai,
- partai.
- Contoh begini.
- Saya ini seorang muslim yang baik.
- Contoh, bukan saya. Artinya
- ada yang berpikir saya seorang muslim
- baik. dia salat, dia puasa, dia
- berangkat umrah,
- tapi dia masuk dalam satu kelompok
- partai.
- Umpama partai ini merencanakan untuk
- menjatuhkan partai yang lain dengan
- berita-berita yang bohong, berita-berita
- yang tidak benar. Ini cuma contoh.
- Karena saya berada di partai tersebut,
- maka saya harus men-support apa rencana
- mereka.
- Diciptakanlah fitnah yang tidak-tidak,
- diciptakanlah kebohongan yang
- tidak-tidak.
- Ini karena apa? Karena partai itu
- terlibat dengan politik.
- Kita masuk partai itu karena kita ingin
- berpolitik.
- Tapi Allah melarang untuk kita
- berpolitik yang tidak jujur, berpolitik
- penuh dengan kecurangan. Dan dalam
- kehidupan kita sehari-hari ini yang
- terjadi.
- Partai ini memfitnah partai yang ini,
- partai yang ini menjatuhkan partai yang
- itu.
- Dengan apa sekarang ini? Masyaallah
- dengan jari-jari kita
- ya.
- yang memposting yang tidak-tidak
- ya, yang memposting untuk menciptakan
- fitnah
- itu sama yang Allah Subhanahu wa taala
- di ayat ini
- waun nahudu maal khidin.
- Dan kami kelompokkan diri kami dengan
- hamba-hamba Allah yang selalu berbicara
- tentang kebatilan yang penting untuk
- menang.
- Yang penting untuk ada keuntungan.
- Yang penting supaya saya tetap diakui
- sebagai anggota dari partai tersebut.
- Tadinya dia salat, dia mengatakan iyaka
- na'budu wa iyaka nastain.
- Itu kan artinya satu pernyataan kepada
- Allah. Ketika dia salat mengatakan, "Ya
- Allah, kepadamu aku bersujud menyembah
- dan kepadamu aku menedahkan tangan
- segala sesuatu dalam kehidupan ini.
- Mengharapkan bantuan pertolongan
- daripada-Mu.
- Ihdinasiratal mustaqim.
- Ya Allah, hidayahilah kami jalan yang
- istiqamah."
- Jalan yang istikamah itu artinya jalan
- apa aja yang diridai oleh Allah itu yang
- saya inginkan.
- Jalan yang saya berdiri dengan tegas,
- dengan tegak untuk mempertahankan
- hukum-hukum Allah dengan benar
- untuk mempertahankan kejujuran.
- Kan ada sekarang istilah
- korupsi berjamaah.
- memang benar dan kejadian itu memang
- benar. Terkadang dalam satu partai itu
- setengah dari pengurus partai itu
- terlibat semua.
- Dan itu buktinya sudah banyak
- yang ketangkap tangan, yang masuk
- penjara kemudian dia berbicara, "Si
- fulan terima sekian, si fulan terima
- sekian, si fulan terima kesekian.
- Baru di dunia aja ketika ditangkap KPK
- terhina hidupnya, dimasukkan dalam
- penjara, hancur namanya.
- Tapi ada yang kalau keluar dia anggap
- seperti tidak ada apa-apa.
- Jadi memang
- ini kita intermeso dikit.
- Orang kalau korupsi
- walaupun masuk penjara dia masih rasa
- terhormat.
- Korupsi ini sebenarnya tidak lain dan
- tidak bukan pencuri berdasi itu korupsi.
- Mana ada tukang becak korupsi,
- mana ada masyarakat awam korupsi. Enggak
- ada. Tapi mereka yang berdasi ini e
- korupsi. Jadi koruptor ini kalau
- diterjemahkan sebenarnya kelompok
- pencuri masyarakat berdasi.
- Nah, masyarakat berdasi artinya
- pakaiannya rapi, pakai jaz tapi
- koruptor.
- Nah, kita sudah tahu kelompok ini enggak
- benar. Terkadang kita kelompokkan diri
- dengan mereka.
- Mereka merencanakan sesuatu yang tidak
- pantas,
- tapi dia kelompokkan dirinya dengan
- mereka.
- Padahal dia salah.
- Dia puasa,
- dia berangkat umrah. Subhanallah.
- Apa tidak pernah kejadian orang yang
- pulang dari umrah turun dari pesawat?
- KPK sudah tunggu.
- Turun dari pesawat
- belum sampai ke imigrasi ditangkap sama
- KPK. Nah, itu kan kejadian di dalam
- negara kita. Bukan sekali, sudah
- berkali-kali.
- di yaumul akhir Allah Taala memberikan
- gambaran
- sekalipun kita bukan pelaku ya bukan
- pelaku.
- Sekarang kan kadang-kadang ada terjadi
- kezaliman yang luar biasa. Kezaliman di
- mana-mana. Contoh aja bagaimana itu
- laskar
- FPI
- li orang atau enam orang yang dibunuh
- dengan sadis dengan zalim itu kan tidak
- terjadi tiba-tiba
- itu direncanakan
- ya.
- Nah merencanakan ini bukan satu orang,
- bukan dua orang
- tapi tentunya ada yang
- apa namanya? Subhanallah.
- The what?
- The head designer.
- Kepala yang merancang ini kepala siapa?
- Wallahualam.
- Kemudian ada yang ikut ikut turut
- merancang, ada yang ikut eksekusi.
- Padahal mungkin dia muslim,
- dia salat, dia puasa, dia berangkat
- umrah.
- Tiap hari dia berjanji kepada Allah,
- iyaka na'budu wa iyaka nastain,
- ihdinasiratal mustaqim.
- Wunna nakudum alidi
- itu termasuk salah satu kelompok.
- Jadi walaupun dia bukan eksekutornya,
- tapi dia turut merancang,
- turut menyetujui rancangan tersebut,
- kelompok ini
- berada di dalam neraka sakat
- ketika datang berziarah pada ahlil
- jannah dan bertanya, masalakum,
- dia mengatakan naudu
- Kami selalu berkelompok dengan
- orang-orang yang berbicara batil,
- merancang kebatilan,
- ya merancang kezaliman.
- Kami kelompokkan diri dengan mereka.
- Justru itu dia katakan, "Kami berada di
- neraka.
- W nak ma.
- Kemudian
- ada lagi yang menjawab,
- "WaNadzibu
- biyaumiddin."
- Dan kami juga memungkiri tentang
- yaumuddin.
- Yaumuddin ini macam-macam namanya. Ada
- yaumul hisab,
- yaumul qiamah, yaumuddin,
- yaumutun.
- Sama arti itu semua.
- Kami ini ketika hidup di dunia, kami
- tidak percaya ada kehidupan lagi di alam
- kubur. Ada kehidupan di yaumul akhir.
- Kita akan dibangkitkan oleh Allah, akan
- dimintakan pertanggungjawab.
- Dan kami membantah menolak
- bahwa nanti ada kehidupan lagi. Sesudah
- kehidupan dunia ini
- ada kehidupan di yaumiddin
- ya
- wun.
- Allah Taala ingatkan di ayat yang lain,
- ada hari yang harta dan anak-anak sudah
- tidak ada manfaat dan kekuatan baginya.
- Jadi ada yang menjawab demikian
- dan kami termasuk kelompok yang menolak
- bahwa ada kehidupan sesudah ada
- kehidupan sesudah kematian.
- Ada kehidupan di alam barzakh, ada
- kehidupan di yaumul akhir.
- Jadi berhati-hati hamba Allah yang
- mulia. Ada terkadang
- kita ini
- ragu dengan adab kubur
- dan banyak saya sering mendapatkan
- pertanyaan demikian
- karena mereka menilai
- Allah Taala itu sama dengan kemampuan
- otak manusia. Alasannya mereka, "Masa
- Ustaz belum dihisab, sudah diazab."
- Saya berikan contoh kepada mereka
- begini.
- Kalau Anda mengatakan belum dihisab,
- sudah diazab,
- seakan-akan Allah tidak tahu yang
- meninggal dunia ini dari kelompok mujrim
- atau kelompok mukminin, kelompok shin.
- Kemudian saya berikan contoh begini.
- Ketika Anda berbuat sesuatu kesalahan
- ditangkap polisi,
- kan Anda harus ke pengadilan dulu baru
- ditentukan masuk penjara berapa lama.
- Tapi Anda untuk pada waktu itu ditahan
- dulu oleh polisi.
- Ketika akan ke pengadilan, Anda diborgol
- dan diangkat pakai mobil mobil penjara.
- Mobil penjara. Saya belum pernah masuk
- dalam mobil penjara Allah ikhannya. Tapi
- mobil penjara itu sangat panas di
- dalamnya. Enggak ada AC tertutup. Cuma
- ada jendela kecil.
- Apalagi kalau musim panas
- dia masuk ke pengadilan juga. Itu di
- Borgol
- didudukkan di pengadilan enggak ada.
- Kemudian
- dia ditahan itu ditahan enggak diadab.
- Dia tak adab. Jadi sebelum di sebelum
- pengadilan juga dia sudah teradab.
- Apalagi Allah Subhanahu wa taala. Allah
- taala tahu yang masuk ke alam barzakh
- ini Allah Taala tahu seorang yang zalim,
- seorang yang curang,
- seorang yang menginjak rakyat
- semau-maunya.
- Allah Taala maha tahu.
- Jadi itu merupakan justru itu Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- sekalipun dia belum saatnya untuk
- memasuk ke dalam neraka atau surga tapi
- ada surga sampai Rasulullah
- ajarkan kepada kita doa tersebut.
- Ya Allah jadikanlah kuburnya ini
- taman daripada taman surga.
- Allahumma jaal kubrahu raudah min
- riyadil jannah.
- Dan jangan engkau jadikan kuburnya ini
- sebagai lubang daripada api neraka.
- Jangan jadikan kuburnya sebagai lubang
- daripada lubang api neraka.
- Jadi berarti mulai kita masuk ke alam
- barzakh,
- Allah Taala tahu yang masuk ini hamba
- Allah yang salehin yang diridai olehnya
- atau yang masuk ini manusia yang zalim
- yang kufur kepada Allah yang tidak mau
- salat. I Allah Taala tahu.
- Maka untuk sementara kuburnya ini
- menjadi penjara. Dan di Quran Allah
- Taala terangkan bagaimana Firaun di alam
- kubur.
- Apa kuburnya di laut atau kuburnya di
- darat sama
- Allah Taala datangkan tiap pagi dan sore
- adab kepadanya.
- Jadi itu
- satu pengakuan yang tulus daripada
- kelompok-kelompok yang ada di api
- neraka. Dan dia mengatakan wunna
- nuqadibu biumiddin
- hatta atanal yaqin.
- Kami ini selalu memungkiri tentang
- kehidupan di yaumul akhir
- sampai kematian datang kepada kami.
- Hatta atanad yaqin.
- Fama tanfahum syafaatus syafi'i.
- Nah, ini lebih berbahaya lagi.
- Dan pada waktu itu fama tanfauhum tidak
- ada manfaat apa-apa. Syafaatus Syafi'in,
- penolong-penolong.
- Subhanallah. Kita kan percaya pada waktu
- seorang hamba Allah ketika dia masuk
- neraka, orang mukmin itu apalagi
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ee
- dia bisa memberikan syafaat kepada
- saudaranya. Tapi kalau kelompok ini
- Allah Taala menyatakan
- fama tanfaum syafaat syafiin. Dan sudah
- tidak ada berguna lagi
- mereka yang menolong, yang mau menolong
- ya, yang memberikan pertolongan.
- Jadi artinya dengan kalimat yang lain
- mungkin syafaat
- sudah tidak mempan bagi mereka karena
- Allah Taala yang tetapkan.
- kan yang menetapkan seorang itu bisa
- memberikan syafaat kepada seorang yang
- lain. Kalau dia itu orang mukmin, orang
- yang salehin, kemudian dia cari temannya
- enggak ada, kemudian diaat temannya
- dibakar api neraka, dia bisa meminta
- kepada Allah untuk berikan syafaat
- kepadanya.
- Tapi di ayat ini Allah Taala nyatakan
- kepada kelompok-kelompok tersebut. Allah
- Taala menyatakan fama tanfaum syafaah
- asyafi'i.
- Dan sudah tidak ada lagi berguna
- penolong bagi mereka yang akan menolong.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala.
- Itulah gambaran yang Allah memberikan
- gambaran apa yang akan terjadi di yaumul
- akhir kepada kelompok-kelompok yang
- tertentu.
- Ya. Jadi ada empat kelompok. Yang
- pertama salatnya enggak benar atau tidak
- mau salat. Yang kedua, tidak
- mempedulikan kepada fuqara untuk
- memberikan makanan kepada mereka atau
- memberikan makanan.
- Ya. Yang ketiga,
- suka mengelompokkan diri
- di partai-partai yang enggak benar.
- di grup-grup yang enggak benar, di
- kelompok-kelompok yang tidak benar, ya.
- Yang hanya selalu berbicara tentang
- kemungkaran, berbicara tentang
- kecurangan, berbicara tentang kebatilan.
- Tapi karena dia lihat ada faktor
- keuntungan dan dia bagian daripada
- kelompok tersebut, ah, dia setuju.
- Iya-iya aja.
- Dan yang keempat adalah mereka yang
- tidak mempercayai tentang hari
- kebangkitan. sampai mereka meninggal
- dunia. Kalau ada yang salah kepada Allah
- saya mengharapkan magfirahnya.
- Waminallahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Demikian tadi telah
- kita simak pemaparan yang telah
- disampaikan oleh guru kita Ustaz
- ZMahmid. Dan kita akan jeda sejenak
- terlebih dahulu. Kita tenangkan hati,
- ambil nafas dalam-dalam dan renungkan
- kembali bagaimana Al-Qur'an seperti yang
- tadi disampaikan oleh guru kita ee
- mengingatkan kita agar tidak termasuk
- golongan yang merugi. Setelah ini kita
- lanjutkan kembali pembahasan bersama
- Ustaz Zadahmid. kami akan jeda dan kita
- kembali setelah pariwara berikut ini.
- [musik]
- Ahim untuk Islam yang satu. Ikhwan dan
- akhwat pendengar Radio Silaturahim di
- mana pun Anda berada.
- Sebelum kita masuk pada dialog kita di
- sore hari ini, ee
- seperti apa yang disampaikan oleh guru
- kita Ustaz Z M. Bahmid, yaitu kematian
- itu pasti datang pada setiap manusia dan
- setiap langkah akan dimintai
- pertanggungjawaban.
- Yang jujur dan saleh mendapatkan
- ketenangan. Sementara yang zalim akan
- menanggung akibatnya.
- Dan kita sapa terlebih dahulu ada Bapak
- Budi Hartono, lalu ada Ibu Anggit,
- kemudian ada Ibu Ani Hani Khudaifa, ada
- Eyang Sri, Ibu Retno, Bapak Arwin, serta
- Bapak eh Sailo. Eh pertanyaan pertama
- datang dari Oh, Bapak Yuman yang sore
- hari ini hadir menyimak.
- Kemudian Bapak Sodqi di Jakarta Timur,
- Pak Ustaz, izin bertanya di kalender. Ee
- Ustaz, mohon ee
- penjelasan dari Quran surah Al-Anfal
- ayat 29.
- Hai orang-orang yang beriman, jika kamu
- bertakwa kepada Allah, niscaya Allah
- akan memberikan kepadamu furqan dan
- menghapuskan segala
- kesalahan-kesalahanmu
- dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah
- mempunyai karunia yang besar. Apa maksud
- dari ayat ini, Ustaz? Terima kasih.
- Surah Al-Anfal
- ayat 29.
- Dari Bapak Sodqin di kalender, Ustaz.
- Jadi saya bacakan ayatnya lagi ya.
- Siap Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Ya ayyuhalladzina amanu
- intattaqulah
- yaj'alakum furqanaan
- waukirum
- sayiatikum waagfirlakum.
- Wallahu dulul fadlilim.
- Ini panggilan ingatan peringatan untuk
- orang-orang yang beriman. Panggilan
- khusus ya ayyuhaladzina amanu.
- Itu panggilan khusus dari Allah Taala
- bukan sekedar panggilan.
- Kan ada di Quran Allah Taala menyatakan,
- "Ya ayyuhannas,
- ya bani Adam,
- ya mahsyaral jinni wal ins, ya ayyuhal
- insan." Itu semua sama. Wahai manusia,
- wahai anak-anak Adam, manusia. Ya. Ee
- tapi ketika Allah menyatakan ya
- ayyuhalladzina amanu.
- Ini panggilan kasih sayang dari Allah
- hanya untuk orang yang beriman. Jadi
- kalau orang enggak beriman enggak ada
- makna apa-apa ayat ini bagi mereka,
- bukan bagi mereka Allah Taala panggil.
- Jadi artinya kita yang beriman dulu
- Allah yang mengatakan inattaqulah
- yaj'allakum furqan.
- Kalau kalian betul-betul taat kepada
- Allah,
- ada orang beriman
- tapi tidak taat kepada Allah Taala.
- Inttaqulah. Kalau kalian benar-benar
- taat kepada Allah
- yang kita kenal dengan takwallah
- ya. Taat kepada Allah. Yajallakum
- furqanan. Allah Taala akan mendatangkan
- petunjuk kepada mereka.
- Jadi kepada kita kalau kita benar-benar
- taat kepada Allah, Allah akan memberikan
- petunjuk kepada kita. Kalau Allah yang
- memberikan petunjuk,
- dia tidak akan sesat ke mana-mana.
- Waukirum sayiatikum.
- Dan Allah Taala akan memaafkan,
- menghapus dosa-dosamu,
- kesalahan-kesalahanmu.
- Ya, menghapus kesalahan. Karena kita
- manusia enggak ada yang tidak pernah
- salah.
- Tidak ada. Tidak pernah ada manusia
- tidak pernah berbuat kesalahan. Ada
- perbuat salah.
- Tapi setidak-tidaknya ketaatan kita
- kepada Allah itu ada.
- Sehingga ketika kita melakukan satu
- kesalahan, sesuatu kita sudah rasa ini
- merupakan waduh sesuatu yang tidak enak.
- Allah Taala hapuskan kesalahan-kesalahan
- yang demikian.
- Wagfirakum. Dan Allah Taala ampunkan
- dosa-dosamu. Artinya dengan kalimat yang
- lain, catatan-catatan kita yang jelek
- itu dihapus oleh Allah Taala.
- Wallahu dulul fadlil adim.
- Allahu subhanahu wa taala zat yang maha
- agung
- yang memberikan kurnia kepada siapa yang
- dia kehendaki. Itu kira-kira maknanya.
- Insyaallah terjawab.
- H. Baik. Ada Ibu Siti di Bekasi. Pak
- Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya Pak Ustaz. Dalam hidup ini
- terkadang kita itu tidak sadar melakukan
- kezaliman kecil seperti berkata kasar
- atau menyakiti hati orang. Apakah dosa
- yang seperti ini bisa juga menyeret
- seseorang menjadi bagian dari golongan
- penduduk neraka seperti yang tadi
- disampaikan oleh Ustaz? Terima kasih,
- Ustaz.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahum shi
- ala sayidina Muhammad.
- Jadi begini.
- Adakan di dalam ee satu hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menyatakan
- qalallah
- Allah berfirman,
- "Inni haramtu dululman ala nafsi.
- Aku telah mengharamkan sifat zalim ini
- kepada diriku." Jadi Allah Taala itu
- mengharamkan dirinya sendiri untuk untuk
- tidak zalim kepada hamb-Nya.
- Karena Allah Taala itu zat yang maha
- pemurah, penyayang, ya,
- pengampun.
- Maka Allah Taala ingatkan, "Janganlah
- kalian satu sama yang lain menzalimi
- saudaranya.
- Ada juga yang menzalimi dengan lisannya.
- Nah,
- terkadang
- lisan kita itu
- keluar ketika kita mengucapkan sesuatu
- itu tidak ada beberapa detik,
- mungkin hanya 56 en detik
- tapi bisa menyakitkan orang
- bertahun-tahun.
- Justru itu Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan untuk kita berhati-hati
- dengan lisan kita. Nah, terkadang kita
- berbicara kasar.
- Kalau berbicara kasar kepada seorang,
- kalimat ini kalau sudah keluar kita
- enggak bisa tarik lagi.
- Dan sudah bukan hak kita untuk
- menterjemahkan kalimat tersebut, adalah
- hak pendengar untuk menterjemahkan
- kalimat tersebut.
- Justru itu Allah menyuruh kepada kita
- banyak beristigfar
- ya. Minta maaf kepada orang yang kita
- anggap kita zalimi dengan lisan kita.
- banyak istigfar
- karena dosa-dosa yang kita anggap
- kezaliman kecil.
- Ketika kita merasa terganggu dengan
- tersebut, kalimat tersebut, maka Allah
- Taala ingatkan kepada kita sekalian,
- mereka yang berbuat
- ee
- kekeliruan kemudian dianggap ini sudah
- satu dosa yang tidak enak baginya, maka
- Allah melihat dosa tersebut kecil.
- Heeh.
- Ya
- asarasallah
- kata Allah Taala Rasul sallallahu alaihi
- wasallamakanallah
- orang yang merasa dosanya itu aludah ini
- dosa-dosa kecil itu bisa menjadi dosa
- besar di sisi Allah Taala. Tapi orang
- ketika dia berbuat kesalahan dia sudah
- anggap ini waduh ini dosa yang sangat
- itu menjadi dosa kecil di hadapan Allah.
- Just itu kita disuruh bertobat,
- beristigfar. He.
- Karena yang istigfar ini
- ayat yang tadi. Istigfar ini termasuk
- salah satu daripada sifat takwallah.
- Maka Allah Taala akan menghapus
- kesalahan-kesalahan kita dan mengampuni
- dosa-dosa kita. Insyaallah terjawab.
- Baik. Ada Bapak Rahmat, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Ustaz, bagaimana dengan orang yang rajin
- beribadah tapi masih suka ee berbohong
- atau memfitnah karena mengikuti kelompok
- tertentu? Apakah ia tetap terancam masuk
- golongan yang diazab atau bagaimana,
- Ustaz?
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala sayyidina Muhammad wa ala
- ali Muhammad.
- Ini fitnah dan kebohongan
- itu dosa yang dahsyat, dosa yang besar.
- Termasuk dosa besar. Fitnah itu termasuk
- dosa sangat besar.
- Bohong
- ya Allah.
- Karena ada ayat dalam Al-Qur'an
- Allah Taala ingatkan laknatullah alal
- kadibin.
- Allah Taala melaknat orang-orang yang
- suka berbohong.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan,
- berbohong itu hanya dibolehkan Allah
- Taala dalam tiga hal. Berbohong.
- Yang satu dia berbohong
- tidak merugikan siapa aja untuk
- mendamaikan
- dua hamba Allah yang lagi ber yang lagi
- bertengkar.
- Heeh.
- Atau dua grup yang lagi fight.
- Ya, saya contohkan ada kebohongan yang
- dibolehkan oleh Allah Taala.
- Ya, kebohongan yang dibolehkan oleh
- Allah Taala
- terjadi pertengkaran suami istri.
- Hm.
- Ya.
- Iya.
- Kemudian ada di antaranya teman mereka
- yang akrab, mungkin teman keluarga.
- Kemudian dia mengambil inisiatif ingin
- mendamaikan mereka berdua.
- Dia datang kepada istrinya. Kemudian dia
- mengatakan, "Ini kenapa kalian sampai
- terpisah berkelai gini-gini?" Istrinya
- berbicara tentang tentunya istrinya akan
- mengatakan yang paling benar suaminya
- yang paling salah.
- Macam-macam tentang suaminya gini gini
- gini gini.
- Kemudian dia katakan kepada istrinya,
- "Tadi saya ngomong dengan
- suamimu."
- Waktu saya katakan kepadanya, "Kenapa
- kalian sampai pertikai mau bercerai?
- Dia nangis.
- Padahal hamba Allah ini belum ngomong
- dengan suaminya. Tapi dia bian dia
- nangis. Kemudian dia katakan, "Saya
- tahu. Saya ini ajak sendirian. Saya
- sudah rasa kehilangan yang luar biasa
- kepada istriku.
- Saya tahu dia berkorban untuk saya.
- Masyaallah luar biasa. Dan sebenarnya
- saya tidak mau berpisah dengan
- Jadi ini kalimat yang dia atur
- sendirian.
- Nah, kemudian dia pergi kepada suaminya.
- Kemudian suaminya bilang, "Itu istri
- saya begini begitu terlalu begini keras
- orangnya gini begini." Kemudian dia
- katakan, "Tadi saya ngomong dengan
- istrimu.
- Jadi kalian ini sebenarnya masih saling
- mencintai, menyayangi satu sama yang
- lain." Ketika saya mengatakan, "Anda ini
- sekarang sendirian dia nangis."
- Kemudian dia mengatakan, "Iya, memang
- benar saya itu sangat cinta, sangat
- sayang sama suami saya." H
- jadi bohongnya ini melembutkan hati
- kedua belah pihak. Ah, itu bohong
- dibolehkan dalam Islam
- ketika mendamaikan dua kelompok lagi
- bertikai atau suami istri lagi bertikai.
- Tapi yang paling dimurkai oleh Allah
- adalah kebohongan yang merugikan orang.
- ya kebohongan kemudian menciptakan
- fitnah.
- Nah, itu nauzubillah
- itu sangat-sangat dimurkai oleh Allah
- Subhanahu wa taala. Dan orang kalau
- sudah terlalu banyak biasanya membawa
- cerita bohong maka Allah Taala akan
- mencatat dia sebagai seorang pembohong.
- Itu hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam.
- Nah, bagaimana pemimpin yang selalu
- berbohong? Ya Allah.
- Dan kita kan sudah saksikan
- banyak pemimpin kalau ber kalau kalau
- berjanji pintar,
- apalagi yang
- mereka-mereka yang sudah lewat sudah
- tidak memimpin lagi. Waduh, kalau
- berjanji masyaallah
- tapi enggak ada janjinya satu yang
- tepat.
- Iya.
- Dan penuh dengan kebohongan
- itu. Nauzubillah. Saya kira mungkin itu
- salah satu yang masuk di neraka sakat.
- Allah
- insyaallah terjawab.
- Biasanya itu sering ee dialami setiap
- masuk musim pemilu, Ustaz. Begitu
- namanya banyak.
- Oh, betul.
- Janji-janji manis begitu ya.
- Mereka mengobral janji-janji.
- Heeh.
- Iya. Iya. Baik, baik, Ustaz. Pertanyaan
- terakhir, Ustaz dari Ibu ee dari Ibu
- Sri. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Semoga Ustaz Kruasil dan juga seluruh
- pendengar selalu dalam rahmat serta rida
- Allah. Amin ya rabbal alamin.
- Allahumma amin ya rabbi. Amin ya
- arhamarahimin.
- Begini Ustaz, kalau ada orang yang suka
- berbohong kan biasanya dia akan terus
- menutupi kebohongannya dengan kebohongan
- yang lain. Tetapi ketika ada orang yang
- sayang sama dia, mencoba menasehati agar
- berhenti dari kebohongan, biar Allah
- sayang, justru dia marah. Bahkan orang
- yang mengingatkan malah dizalimi.
- Pertanyaannya adalah dalam Islam, apakah
- ini termasuk ciri orang bodoh atau orang
- yang dungu? Mohon penjelasannya, Ustaz.
- Terima kasih.
- Eh, Bu Sri, Ustaz,
- itu dalam Islam termasuk manusia yang
- jahil.
- H.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shallli ala sayyidina Muhammad.
- Jadi ketika kita mengingatkan kepada
- orang yang suka berbuat berbicara
- bohong, berjanji bohong, membohongi
- kebohongan
- itu Imam Ghazali radhiallahu anhu
- mengatakan ketika seorang itu membuka
- satu pintu bohong
- maka akan terbuka 99 pintu kebohongan.
- Contohnya begini.
- Ketika seorang berbohong, maka dia harus
- berbohong lagi yang lain untuk menutupi
- kebohongan yang pertama. Itu yang Imam
- Ghazali mengatakan. Dan ini akan terus
- terus terjadi sampai berbabak babak
- bohongnya.
- Iya.
- Itu yang Imam Ghazali mengatakan ketika
- dia membuka satu pintu bohong maka akan
- terbuka 99 pintu kebohongan.
- Jadi hati-hati kita di dalam berbohong.
- Hati-hati.
- Justru itu Allah Subhanahu wa taala
- mengingatkan kepada kita, "Ya
- ayyuhalladzina amanu kunu maodin.
- Wahai orang-orang yang beriman,
- tegakkanlah dirimu bersama orang-orang
- yang sadiqin, orang-orang yang jujur,
- yang benar, yang di jalan, yang lurus.
- Bukan penuh dengan kebohongan, bukan
- penuh dengan kemunafikan.
- Nah, ketika kita mengingatkan seseorang
- untuk jangan berbohong,
- biasanya,
- biasanya kalau dia tidak mau terima.
- Karena kebanyakan orang itu kalau
- bohong, ada gengsi dalam dirinya untuk
- mengakui kebohongannya. Dan itu yang
- paling berbahaya
- karena nanti 99 pintu kebohongan akan
- terbuka. Kita ingatkan kepadanya telah
- tertulis di sisi Allah Taala.
- Kita telah berdakwah dengan baik. Soal
- dia terima atau tidak, itu sudah urusan
- Allah Taala. Mungkin Allah Taala belum
- akan memberikan hidayah kepadanya
- sehingga dia akan menutupi kebohongannya
- dengan kesombongan.
- Dia akan menjawab orang yang
- mengingatkan ini dengan kesombongan.
- Dan itu berbahaya orang-orang yang
- sombong.
- Maka akan muncul sifat-sifat iblis yang
- lain.
- Orang-orang yang suka bohong. Akan
- muncul sifat-sifat iblis yang lain dan
- dia akan pergunakan sifat-sifat.
- Nah, Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan kepada kita bahwa iblis itu
- adalah
- raja di atas raja kebohongan. Penuh
- dengan kebohongan.
- Karena dalam satu hadis ketika Jibril
- memerintahkan kepada Iblis untuk
- mendatangi menemui kepada Rasulullah dan
- Jibril mengingatkan, "Engkau harus jawab
- semua pertanyaan Rasulullah dengan
- benar. Engkau bohong sedikit aja, maka
- Allah Taala akan putuskan urat-uratnya."
- Bu
- Iblis datang kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam.
- Kemudian dia memberikan salam kepada
- Rasulullah. Rasulullah enggak jawab.
- Kemudian dia mengatakan,
- "Ya Muhammad, dia enggak mau mengatakan,
- "Ya Rasulullah, ya [mendengus]
- Nabiullah, ya Muhammad. Bukankah salam
- itu baik dan kewajiban bagimu untuk
- menjawab?"
- Maka Rasul sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan,
- "Apa engkau akan membohongi saya sebagai
- engkau membohongi
- Adam dan Hawa?
- Dan engkau adalah
- makhluk yang paling pembohong di muka
- bumi?"
- Kemudian iblis mengatakan, "Oh, jadi
- Anda sudah tahu saya siapa?"
- Karena ee Rasulullah sudah dibisikkan
- oleh Jibril bahwa sebentar lagi akan
- datang seorang tua yang mata buta
- sebelah. Sesungguhnya dia itu iblis
- menyerupai orang tua dan dia akan
- menjawab semua pertanyaanmu dengan benar
- karena dia enggak berani untuk bohong.
- Jadi berarti iblis ini
- king of king kebohongan. Raja daripada
- segala raja bohong. Insyaallah terjawab.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahaillallah wa anna muhammadar
- rasulullah nastagfiruka wa atubu ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakallah ustaz. Terima
- kasih atas tausiahnya dan juga
- nasihatnya di sore hari di sore hari
- ini, Ustaz.
- Wah. Iya. Insyaallah Ustaz. Baiklah,
- ikhwan dan akhwat. Sebelum kita tutup,
- kami informasikan kepada Anda,
- hadirlilah pengajian Umahat Silaturahim
- dengan tema meniti jalan ke surga,
- amalan dan persiapan menuju kematian
- yang diridai Allah Subhanahu wa taala
- yang insyaallah akan dilaksanakan pada
- hari Rabu di tanggal 26 November 2025
- esok bersama ee
- guru kita Ustaz Abul Hidayat Sairoji
- pada pukul 9.00 hingga pukul 11. siang
- bertempat di Masjid Silaturahim. Akhirul
- kalam,
- saya tambahkan dikit
- boleh Ustaz
- ee kepada para pendengar sekalian.
- Oh iya,
- yang mungkin minat untuk memasukkan
- anaknya untuk tahfidil Quran.
- Heeh.
- Masih ada lowongan lima tempat duduk.
- Hm.
- Ee
- total beasiswa total beasiswa.
- Heeh. makan 3 hari sekali eh tiga kali
- sehari
- dan tidak ada apa uang pendaftaran dan
- tidak ada uang bulanan tinggal di dalam
- program 2 tahun.
- Heeh.
- Yang berminat silakan telepon ke 0857
- 10729353.
- Tapi khusus untuk putri
- mulai dari lulusan SMP sampai lulusan
- SMA. diulang Ustaz 0857
- 08571072
- 9353
- tempatnya
- di Cibadak Sukabumi.
- Cibadak Sukabumi. Benarallah.
- Masyaallah.
- Namanya Nurul Quran Al-Hakim.
- Nurul Nurul Quran Al-Hakim.
- Iya.
- Masyaallah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Jazakallah, Ustaz.
- Ikhwan dan akhwat, kami undur diri dari
- ruang dengar Anda. Saya Abi Agus
- ditemani Neza di meja switcher Rasil TV
- dan juga ada Yusuf Sebangkit di operator
- radio. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.