Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:12 berhasil [musik] 0:25 [musik] 0:36 Bismillahirrahmanirrahim. 0:37 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:39 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:41 sayyidina Muhammad. Assalamualaikum 0:43 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:45 akhwat pendengar Radio Silaturahim dan 0:48 juga pemirsa Rasil Visual yang dirahmati 0:50 Allah. Semoga kabar Anda sehat di sore 0:53 hari ini. Alhamdulillah hari ini hari 0:55 Rabu, hari yang ke-8 di bulan Jumadil 0:58 Awal 1442 Hijriah atau bertepatan dengan 1:02 hari yang ke ee 23 di bulan Desember 1:05 2020. Kita kembali berjumpa di acara 1:08 tausiah sore kajian akidah akhlak 1:10 bersama Ustaz Ahmad Zazuli Kholil yang 1:13 alhamdulillah telah bergabung bersama 1:15 kita Iwan Awat di sore hari ini live via 1:18 aplikasi Zoom. Seperti biasa kita sapa 1:21 Ustaz Zaaduli Kholil. Asalamualaikum 1:24 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 1:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:28 wabarakatuh. 1:29 Kabar sehat Ustaz ya? 1:30 Alhamdulillah. 1:31 Alhamdulillah. Hari ini akan membahas 1:33 tema mengenai fakir ya. Pengertian 1:36 fakir. 1:37 Dan seperti biasa nanti yang ingin 1:39 bergabung silakan melalui WhatsApp kami 1:40 Ihwan Ah di 0811999. 1:47 Tap ustaz. 1:49 Asalamualaikum warahmatullahi 1:51 wabarakatuh. 1:54 Alfatih hadrati sayyidina wa habibina 1:57 rasulillah Muhammad ibni Abdillah 1:59 sallallahu alaihi wasallam waa alihi 2:02 wahabihi wawajihi wriati wali baitih. 2:06 minursalinabi 2:21 alfatihah. 2:24 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:26 Bismillahirrahmanirrahim. 2:29 Alhamdulillahiabbil alamin 2:31 arrahmanirrahim maiki yaumiddin iyaka 2:35 na'budu wa iyaka nastainasiratal 2:37 mustaqimathalladzina 2:40 anamta alaihim ghairil magdubi alaihim 2:43 wadin 2:44 amin. 2:46 Bismillahirrahmanirrahim. 2:48 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 2:50 wasalamu ala asrofil mursalin 2:53 sayyidina wa maulana Muhammadin 2:56 wa ala alihi wasohbihi ajmain. Amma 2:59 ba'd. 3:01 Fainna asaqal hadis kitabullah taala 3:03 wahairal hadi hadi Muhammadin 3:05 shallallahu alaihi wasallam wasyar umur 3:08 mukdatuha wa mukdatin bidah waulla 3:12 bidatin dolalah waalatin finar. 3:16 Para pendengar radio silaturahim, 3:20 marilah kita kemb kembali memanjatkan 3:24 puji serta syukur ke hadirat Allah 3:27 Subhanahu wa taala [berdehem] 3:30 atas segala limpahan rahmat, taufik dan 3:34 hidayah-Nya kepada kita sehingga pada 3:38 sore ini 3:40 kembali kita dipertemukan oleh Allah 3:42 subhanahu wa taala dalam keadaan sehat 3:44 walafiat. 3:45 guna menjalankan salah satu perintahnya 3:49 yang diwajibkan atas kita semua yaitu 3:51 menuntut ilmu 3:53 yang insyaallah 3:55 pada sore ini kita akan membahas tentang 4:01 fakir 4:03 ya tentu saja ketika kita membahas 4:06 masalah fakir juga membalas membahas 4:09 kebalikan dari fakir yakni adalah ghani 4:13 yakni saya. 4:16 Nah, 4:18 ee seringki [berdehem] kita ini 4:20 mendengar tentang 4:23 ulama-ulama yang hidupnya 4:26 ee sangat memprihatinkan ya, fakir 4:30 enggak punya apa-apa. 4:33 Tapi juga ada ulama yang rumahnya aja 4:36 mentereng bagaikan istana. 4:39 Ya, tentu itu adalah ee bisa jadi karena 4:45 pilihan 4:48 ya, yakni pilihan memilih untuk menjadi 4:51 orang fakir, memilih untuk menjadi orang 4:54 kaya. 4:56 Nah, kemudian ketika seseorang memilih 5:01 tentu kan punya alasan 5:04 ya, mempunyai alasan. 5:07 Ee dan alasan inilah 5:11 ya yang menjadi keyakinan 5:15 bahwa fakir itu lebih utama daripada 5:19 kaya atau sebaliknya hidup kaya itu 5:22 lebih baik daripada fakir. 5:26 Memang ada orang yang mengata, ada hadis 5:28 Nabi yang mengatakan kadal faqru 5:30 ayyakuna kufron. 5:33 Kefakiran itu mendekati kepada 5:37 kekufuran. 5:39 Sehingga diartikan bahwa fakir itu 5:42 berbahaya. 5:44 Padahal 5:46 kalau kita lihat Rasulullah sallallahu 5:49 alaihi wasallam ketika wafat, apa yang 5:51 ditinggalkan oleh Rasulullah? 5:54 Abu Bakar yang begitu kaya raya. 5:58 Lalu setelah beliau wafat, apa yang 6:00 diwariskan kepada 6:03 apa ahli warisnya? Begitu juga Umar, 6:06 Utsman, Ali radhiallahu anhum. Ya, 6:11 sementara ada sahabat 6:14 yang pengin jadi orang miskin, susahnya 6:16 luar biasa seperti Abdurrahman bin Auf 6:20 sehingga terus dia menjadi orang yang 6:22 kaya yang kemudian diikuti oleh para 6:25 alim ulama. 6:27 [berdehem] 6:27 Nah, tentu sekali lagi 6:30 ya ini mempunyai alasan dan alasan itu 6:33 yang mereka yakini kebenarannya. 6:37 Ee sengaja ini saya bahas 6:42 ya, sekarang ini manusia ini kan lagi 6:47 ee demam ya. Penyakit 6:52 yang oleh Rasulullah disebut adalah 6:55 penyakit wahan. 6:57 takut mati dan cinta dunia. 7:01 Nah, bahkan 7:04 mungkin kalau kita 7:07 data antara ulama yang kaya dengan ulama 7:12 yang miskin, mungkin yang miskinnya ini 7:15 10%-nya aja belum tentu ada 7:19 ya. [berdehem] 7:21 Nah, karena itu tidak jarang juga yang 7:25 memilih hidup kaya ini dia mencela 7:29 ulama-ulama yang memilih hidup miskin. 7:33 Nah, saya ingin hal ini saya bahas ini 7:38 agar kita ini tidak saling mencela 7:42 ya, tapi yang ada adalah justru 7:45 menghargai, menghormati. 7:48 Sehingga ketika ada saling harga ee 7:51 saling menghargai, saling menghormati, 7:54 terjalin di sini ukhuwah 7:57 yang [berdehem] 7:59 jelas di antara kita kaum muslimin. 8:04 Dan pada saat ini kalau kita lihat, ya 8:07 Allah kita sangat prihatinkan 8:10 tentang ukhuwah islamiah itu baru 8:15 ee sebatas ucapan, belum dalam 8:19 praktiknya. 8:21 Sebab kadang-kadang antara kita kaum 8:24 muslimin 8:25 dengan muslimin 8:28 itu malah justru kita ini seperti dengan 8:32 musuh. 8:34 Nah, ini yang yang apa namanya yang 8:36 sangat memprihatinkan. 8:38 Oleh sebab itu, harapan saya 8:40 mudah-mudahan 8:42 ini bisa menjadi 8:44 apa namanya cambuklah 8:47 buat kita semua untuk meningkatkan 8:50 ukhuwah 8:52 lewat saling menghargai 8:55 sikap, menghargai pendapat, menghargai 8:59 pilihan 9:01 sepanjang semuanya itu tidak keluar dari 9:04 koridor. 9:07 Nah, selawat dan salam semoga selalu 9:09 tercurah 9:11 atas Nabi kita Muhammad sallallahu 9:13 alaihi wasallam 9:15 beserta keluarganya, para sahabatnya, 9:18 para pengikut dan pengamal sunahnya. 9:21 Para pendengar radio silaturahim 9:25 yang dirahmati Allah. 9:28 Fakir itu adalah ibaratun an faqdi ma 9:31 hua muhtajun ilaih. 9:35 Kata fakir atau fakr ya itu adalah 9:40 merupakan ibarat nama dari 9:45 tidak dimilikinya atau tidak memiliki 9:49 sesuatu yang dibutuhkan. 9:52 Kita hidup ini kan punya kebutuhan 9:55 ya. butuh pakaian, 9:58 butuh sandang, butuh pangan, butuh 10:01 papan. 10:04 Kita rumah perlu ya, makanan perlu, 10:08 pakaian juga kita perlu. 10:11 Nah, yang namanya fakir itu adalah orang 10:16 yang tidak membutuh, yang tidak memiliki 10:19 apa yang dibutuhkan. 10:22 Kalau umpamanya makanan tidak punya 10:25 makanan 10:28 ya itu begitu pakaian tidak punya 10:31 pakaian 10:33 maka ee amma faqdu ma la hajata ilaihi 10:38 fala yusamma faqron. Kalau kita 10:41 tidak memiliki tidak mempunyai apa yang 10:45 tidak kita butuhkan, 10:48 itu bukan fakir namanya 10:50 ya. tidak disebut fakir. Contoh kayak 10:54 kita, kita ini enggak punya kapal, 10:56 enggak punya mobil umpamanya, ya. Nah, 10:59 itu kita enggak disebut ee belum tentu 11:02 disebut fakir hanya karena kita tidak 11:04 punya ee mobil. Karena memang umpamanya 11:08 kita tidak butuh 11:11 ya orang punya pesawat pribadi, kita 11:15 enggak butuh pesawat pribadi. Nah, 11:18 enggak memiliki pesawat pribadi 11:21 itu bukan berarti kita ini fakir. 11:25 Yang disebut dengan fakir itu adalah 11:27 orang yang tidak mempunyai apa yang 11:31 dibutuhkan. 11:34 Ini ini hakikat-hakikat fakir nih. 11:36 Hakikat fakir ya. Tentu saja ee beda 11:40 sekali nanti pengertian fakir ini 11:44 kalau dilihat dari segi fikih 11:48 ya. Kalau sebab kalau kita mengkaji 11:50 fikih yang namanya fakir ya bukan begini 11:53 definisinya. 11:55 Fakir itu adalah orang ya yang 11:59 membutuhkan 10 12:02 tapi dia hanya memperoleh di bawah 12:05 setengah di bawah lima. Lima ke bawah 12:08 deh. Jadi kalau kebutuhan hidup 12:11 sehari-hari ini kita butuh ya biaya 12:15 hidup itu Rp100.000 12:17 tapi kita hanya mampu menghasilkan 12:20 Rp50.000 Ibu berarti kan cuma separuhnya 12:25 atau lebih. Maksudnya lebih itu lebih 12:28 kurang lagi ya 40 gitu, 30. Nah, ini 12:32 namanya fakir. 12:35 Kalau umpamanya di atas separuh tapi 12:38 tidak sampai yang dibutuhkan misalkan 8 12:44 9. Nah, ini namanya miskin. Itu adalah 12:48 definisi fakir miskin 12:50 dalam ilmu fikih. Ya lah. Kali ini kita 12:54 lagi bicara tentang akidah akhlak. Maka 12:57 hakikat fakir dalam apa namanya ee ilmu 13:04 akidah akhlak adalah seperti yang tadi 13:07 saya katakan, yakni tidak memiliki apa 13:12 yang dibutuhkan, apa yang diperlukan. 13:17 ya, mau makan enggak punya nasi gitu. 13:22 Kalau punya nasi, lauknya enggak ada. 13:25 Ada lauknya cuma sekedar ya apa namanya? 13:30 Sekedar ada ya. Nah, ini ini namanya 13:35 fakir. 13:37 Wain kanal muhtaju ilaihi maujudan 13:40 maqduran alaih lam yakunil muhtaj 13:42 fakiron. 13:44 Jadi kalau yang dibutuhkan itu ada ya 13:48 ada maka dia enggak dikatakan sebagai 13:52 fakir. 13:55 Nah, waidza fahimta hadza. Kalau Anda 13:59 sudah memahami pengertian fakir seperti 14:02 ini, 14:04 maka tidak diragukan lagi. Kita tidak 14:08 akan meragukan. 14:11 Anna kulla maujudin siwallah taala fahua 14:14 fakir. Maka yang selain Allah itu semua 14:18 fakir. 14:20 Ya artinya selain Allah ya makhluk. Mau 14:24 malaikat kek mau manusia semua fakir. 14:29 Yang kaya cuma Allah. Ini kalau dalam 14:32 akidah ya seperti ini. 14:35 Itulah makanya di dalam Al-Qur'an Allah 14:39 Subhanahu wa taala berfirman, "Wallahul 14:42 ganiyu wa antumul fuqaro." 14:46 Allah itu maha kaya 14:49 dan kalian semua fakir. Kenapa? Karena 14:53 semua kita butuh. 14:55 Butuh apa? Butuh Allah. Kalau Allah 14:58 enggak butuh kita. 15:02 Ini hakikat fakir itu adalah seperti itu 15:05 ya dalam akidah. Jadi enggak ada kita 15:08 ini yang kaya 15:10 ya enggak ada yang kaya, 15:12 enggak ada yang mempunyai kemampuan 15:14 selain Allah Subhanahu wa taala. 15:19 Nah, namun kita ini [berdehem] 15:23 kita akan bicara fakir ini adalah yang 15:26 kita bahas pada sore ini kaitannya 15:29 adalah dengan apa yang kita butuhkan 15:33 berupa kebutuhan duniawi 15:36 ya seperti tempat tinggal, pakaian, 15:40 makanan dan lain sebagainya. 15:44 Maka manusia ini kalau dalam konteks ini 15:49 ya, maka itu terbagi menjadi 15:53 empat. 15:56 Terbagi menjadi empat. Jadi sekali lagi 15:58 nih sore ini kita akan bahas fakir 16:02 kaitannya dengan harta benda 16:05 ya, dengan harta benda, duit itulah 16:08 kekayaan. [berdehem] 16:11 Nah, 16:13 yang pertama adalah merupakan tingkat 16:17 paling 16:19 ayakuna 16:23 lakhahu 16:24 bihi 16:26 wa min ahdihi mubid lahu minarhi was ya 16:31 minyar. 16:34 Nah, yang pertama adalah orang ini yang 16:37 paling tinggi ya, yaitu orang yang 16:41 ketika diberi harta atau datang 16:45 kepadanya harta kekayaan, 16:48 dia enggak suka. 16:51 Dia enggak suka 16:53 dan dia merasa apa namanya ya? merasa 16:58 tersiksalah ketika mempunyai harta itu. 17:01 Dia lari dari harta. 17:04 Bukan dia enggak enggak apa namanya 17:06 bukan dia itu enggak bisa ya, tapi dia 17:09 lari sengaja memang enggak suka dia 17:11 kepada kekayaan. 17:14 Dia lari ya. Nah, biasanya orang seperti 17:18 ini malah diuber-uber 17:20 fahri gitu diuber-uber. 17:23 Nah. Nah. 17:26 Ini banyak di kalangan sahabat yang 17:29 seperti ini ya. Coba Rasulullah kan 17:32 sudah ditawari mau apa Rasulullah ini 17:37 ya oleh Allah akan diberikan asalkan 17:40 Rasulullah senang 17:42 ya Gunung Uhud mau dijadikan emas untuk 17:45 Rasulullah. Apa saja kalau Rasulullah 17:48 minta pasti tapi Rasul mintanya kepada 17:51 Allah adalah sehari makan sehari tidak. 17:56 Kalau dia makan, maka dia katanya 17:59 bersyukur kepada Allah. Ketika tidak, 18:03 karena tidak punya, maka dia akan 18:06 tadaruuk kepada Allah Subhanahu wa 18:08 taala. 18:09 Ya, bersabar semuanya baik akhirnya. 18:14 Nah, itu adalah contoh. Kalau dikatakan 18:16 Rasulullah itu adalah seorang pebisnis 18:19 sukses, saya enggak tahu yang ngomong 18:22 begini itu dari mana. 18:25 Kalau beliau pernah ya 18:29 menjual barang dagangan Siti Khadijah 18:33 dan itu adalah sukses ya, laku semuanya. 18:37 Iya, betul itu dan itu sebelum menjadi 18:42 rasul. Enggak bisa dikatakan Rasulullah, 18:46 calon Rasulullah 18:49 gitu ya. Belum belum jadi nabi. Karena 18:52 waktu itu beliau jadi belum belum jadi 18:55 nabi. Nikah dengan Siti Khadijah kan 18:57 umur 25 tahun dan beliau belum menjadi 19:00 rasul. Begitu beliau menjadi rasul maka 19:04 berhentilah beliau. 19:07 Nah, maka kalau kita umpamanya 19:09 menjadikan uswah hasanah 19:12 ya mencontoh Nabi, 19:16 beliau sesudah menjadi nabi atau 19:18 mencontoh calon nabi 19:21 itu begitu ya. 19:24 Nah, jadi kalau kalau kita lihat ya 19:26 namanya juga pemimpin 19:28 masa pemimpin seorang nabi ya ee bisnis 19:35 ya. Nanti kalau mengurusin umatnya 19:38 bagaimana? 19:39 Beliau mau ngurusin umat ya beliaunya 19:42 lagi dagang atau lagi pergi ke mana? Ini 19:45 gimana dengan umat ya? Begitu. maka 19:49 pahamilah masalah ini. 19:52 Nah, ini yang pertama ya. Banyak di 19:55 kalangan ulama yang begini 19:58 dan orang yang [berdehem] 20:01 ee jenis pertama inilah yang disebut 20:04 dengan zahid. 20:06 Ya, sifatnya itu disebut zuhud nantinya 20:11 ya. Sifatnya itu adalah zuhud. Asal 20:14 makna zuhud itu pari adalah mengambil 20:19 yang 20:22 baik. Jadi kalau ada pilihan ya dua dua 20:26 dua barang, dua benda 20:29 ya, maka kalau nilainya 20:33 kualitasnya 20:35 itu dua benda itu berbeda 20:39 ya. Ada yang kualitas atau nilainya 20:42 tinggi, ada yang nilainya rendah. 20:45 Maka orang yang disebut dengan orang 20:47 zuhud itu adalah 20:50 orang yang mengambil 20:52 nilai dari benda yang apa namanya yang 20:56 tinggi 20:58 ya. Dia tinggalkan itu yang nilainya 21:01 rendah. 21:03 Nah, saya pernah membuat contoh begini, 21:06 Pak Hari nih. Kalau ada ya 21:11 dihadapkan kepada kita dua pilihan, 21:16 yaitu bentuk uang. Satu adalah 21:20 Rp100.000, 21:24 yang satu lagi adalah 100 dolar Amerika. 21:28 Sama-sama satu lembar umpamanya ya. 21:33 Nah, jelaskan nilainya beda sekali Pak 21:35 Hari ya. 21:37 Yang 100 dolar dengan 100.000 ini jauh 21:41 sekali. 21:43 Maka kalau umpamanya Fahri suruh 21:46 memilih, mau milih yang mana, maka pasti 21:50 kan Fahri akan mengambil yang 100 dolar 21:52 kan. 21:54 Nah, itu namanya Fahri itu adalah orang 21:57 zuhud 21:59 gitu. orang zuhud karena mengambil nilai 22:02 yang tertinggi. 22:05 Nah, kenapa Fahri itu kok ngambilnya 22:07 yang 100 dolar enggak mengambil yang 22:10 Rp100.000? 22:12 Karena Fahri mengerti nilai 100 dolar 22:15 itu jauh lebih besar dari 100.000. 22:20 Tapi sekarang kalau anak Fahri 22:24 umur 6 tahun atau 7 tahun, 6 tahun ya 22:28 suruh memilih kira-kira milih yang mana 22:30 Pari ya? Milih Rp100.000 apa mau milih 22:34 100 dolar? Nah, maka mesti anak kita itu 22:39 akan yang yang enggak ngerti dolar dia 22:42 akan milih Rp100.000 RBU 22:45 karena mungkin dianggap 100 dolar itu 22:47 barang mainan, duit-duitan. 22:51 Kenapa sekarang anak itu 22:54 anak kita ngambil 100? Karena dia tidak 22:58 tahu nilai 100 dolar itu enggak ngerti. 23:01 Dia 23:03 boleh jadi ketika e ketika anak kita 23:06 ngambil, oh kita tuh gemes banget ya. 23:09 Boleh jadi juga kata Fari, tolol loh lo 23:13 ngambil yang itu bukannya yang yang 100 23:16 dolar. Bisa jadi begitu. 23:19 Nah, ini asal makna zuhud tuh begitu Pak 23:22 Hari ya. 23:24 Nah, selanjutnya 23:27 nilai di sini adalah 23:31 merupakan nilai ukhrawi dan nilai 23:34 duniawi gitu Fahri 23:37 ya. 23:39 Nah, nilai ukhrawi dan nilai duniawi. 23:44 Maka kalau kita lebih mengutamakan nilai 23:47 duniawi itu kayak tadi anak kecil itu 23:52 anak kita yang ngambil Rp100.000 23:54 meninggalkan 100 dolar. 23:58 Ya, akhirat dia tinggalkan. 24:01 Padahal kata Allah, walal akhiratu 24:04 khairul laka minal ula. 24:08 Sungguh akhirat itu lebih baik daripada 24:12 dunia 24:14 lah. Kemudian kita lebih memilih nilai 24:17 duniawi daripada nilai ukhrawi. 24:21 Maka kita yang seperti ini 24:24 ya jangan marah kalau ada orang yang 24:27 mengatakan ni tolol nih orang nih anak 24:30 bodoh 24:32 enggak tahu nilai sesuatu. 24:36 Nah, kemudian ada orang yang lebih 24:39 memilih nilai ukhrawi, dia abaikan tuh 24:43 nilai duniawi. Nah, inilah yang tadi 24:46 ngambil 100 dolar. 24:49 Ini yang dimaksud dengan orang zuhud 24:54 atau zahid tuh begitu 24:57 nih. Pertama ya, [mendengus] 25:01 hm. Banyak di kalangan ulama yang 25:03 seperti itu. Saya mungkin pernah 25:05 ceritakan ya, bagaimana ee Imam atau iya 25:12 Imam Ibnu Hajar 25:15 itu beliau itu pari adalah satu angkatan 25:19 dengan Imam Muhammad Romli. 25:22 Cuma 25:24 kehidupan mereka berbeda. Imam Muhammad 25:27 Romli itu kaya. Kalau Imam Ibnu Hajar 25:29 itu miskin. 25:31 Miskinnya Imam Ibnu Hajar itu adalah 25:34 pilihan. Bukan enggak bisa kaya, tapi 25:37 dia memilih hidup miskin atau hidup 25:40 fakir. 25:42 Sebab ada orang ya yang memilih hidup 25:45 fakir itu karena dia tidak mampu menjadi 25:48 orang kaya. Enggak bisa 25:51 ya. Nah, kalau Imam Ibnu Hajar enggak 25:54 begitu. Dia bisa cuma dia enggak mau. 25:57 Nah, inilah pilihan. Maka nanti ini ada 26:01 orang yang disebut fakir itu lebih baik 26:03 dari kaya yang bagaimana? Enggak semua 26:05 orang fakir itu lebih baik dari orang 26:07 kaya. Dan juga kalau ada menganggap 26:10 orang kaya lebih baik dari orang fakir 26:12 bisa jadi ya. Tapi bisa jadi juga tidak. 26:17 Itu tergantung nanti orangnya ya. 26:20 Ya, alasan dia memilih kaya, milih 26:23 miskin itu apa? Di kalangan ulama itu 26:25 biasa. 26:28 Imam Syafi'i itu fari adalah 26:32 salah satu di antara imam yang tidak 26:35 suka dengan apa namanya? Enggak suka 26:38 kalau ulama itu kaya. Jadi dalam 26:41 pandangan beliau barangkali enggak 26:43 panteslah masa ulama kaya gitu. 26:48 Nah, ya enggak tahu apa karena beliaunya 26:51 orang miskin ya kita enggak tahu ya. 26:54 Yang jelas beliau itu enggak suka kepada 26:56 ulama yang kaya. Begitu beliau belajar 27:00 kepada Imam Malik lah. Imam Malik itu 27:03 orang kaya Fah 27:06 ya. Orang kaya. 27:08 Nah, di dalam hatinya beliau kurang 27:10 seram. 27:12 Mestinya imam tuh Imam Malik enggak 27:14 begini gitulah ya. itu sah-sah saja. 27:17 Imam Syafi'i apa mempunyai keyakinan 27:20 semacam itu. 27:22 Nah, 27:23 belajarlah kepada beliau. Nah, sesudah 27:26 itu kemudian beliau minta petunjuk Imam 27:30 Malik pengin belajar lagi setelah 27:33 selesai belajar di situ. Jadi, minta 27:37 rekomendasilah dari Imam Malik. 27:40 Akhirnya ditunjukkan oleh Imam Malik 27:42 suruh belajar kepada Syekh Muhammad bin 27:46 Hasan Asyaibani. Hasan bin Muhammad 27:48 Asyaibani. 27:51 Pergilah beliau ke sana. 27:54 Begitu sampai di sana, ternyata nih 27:57 gurunya yang ditunjuk oleh Imam Malik 28:00 ini jauh lebih kaya dari Imam Malik. 28:05 lagi ngitung duit itu di ruang tamu ya 28:10 duitnya banyak. Imam Syafi'i lebih 28:13 kecewa lagi. Sebab yang ditunjuk oleh 28:16 Imam Malik tentu kan lebih alim dari 28:18 Imam Malik malah lebih kaya dari Imam 28:21 Malik. 28:23 Nah, makanya beliau sampaikan ini. 28:26 Akhirnya apa kata gurunya ini? Baiklah, 28:30 katanya gitu ya Syafi'i. Kalau gitu saya 28:33 akan berikan aja ini duit ini kepada 28:36 orang kafir atau kepada orang fasik. 28:40 Ah di sinilah Imam Syafi'i kemudian 28:42 melihat, waduh bahaya sekali ini kalau 28:47 kekayaan ada di tangan orang kafir atau 28:50 di tangan orang fasik. Kenapa? 28:52 Pentasarufannya, 28:55 pendistribusiannya 28:57 Fahri ya. 28:59 Akan digunakan untuk apa? Kalau oleh 29:01 orang kafir, digunakan untuk apa oleh 29:04 orang fasik? 29:06 Beda kan kalau kekayaan itu dipegang 29:09 oleh ulama. Enggak mungkin 29:12 menjadi alat untuk apa namanya? Untuk 29:15 maksiat. 29:17 Orang itu kan bisa membunuh dengan 29:19 kekayaannya. 29:22 Ente kalau menjadi milioner pari ya 29:26 orang mungkin bisa nyembah-nyembah. 29:29 bisa jadi budak ya walaupun pangkatnya 29:32 tinggi bisa menjadi budak ente. Itu kan 29:34 karena harta, karena duit disuruh apa 29:37 saja mau 29:39 mentalnya karena mental itu duniawi tadi 29:42 tuh. 29:44 Tapi kalau itu duit tersebut di tangan 29:47 ulama, enggak mungkin dijadikan alat 29:49 untuk mencelakakan orang. Enggak 29:52 mungkin. Di sinilah makanya Imam Syafi'i 29:55 mulai apa namanya? setuju kalau ulama 29:59 itu kaya. 30:02 Nah, maka dari itu nanti di kalangan 30:04 ulama itu ada beda pendapat ya. Ya, ada 30:09 ulama yang menganggap bahwa kaya itu 30:12 lebih baik dari miskin atau fakir. Tapi 30:15 ada juga ulama yang 30:18 berpendapat bahwa fakir itu tetap lebih 30:22 utama daripada kaya. Tentu nanti ada 30:25 dasarnya masing-masing dan itu nanti 30:27 akan saya sampaikan. 30:29 Nah, kembali tujuannya saya ini jangan 30:31 sampai ulama yang senang kekayaan 30:35 jangan mencela ulama yang lebih memilih 30:38 hidup fakir gitu. Begitu juga 30:42 sebaliknya. Masing-masing punya alasan. 30:45 Wong kita ini kadang-kadang begini ni 30:47 Fahri ya. 30:49 Kalau kita lihat orang Cina, orang apa 30:53 saja gitu yang bukan ulama lah, punya 30:57 mobil lima, punya mobil tujuh, 31:00 perusahaan banyak enggak ribut. Enggak 31:02 ribut. Tapi kalau ada kiai, ada ulama 31:06 punya mobil tiga, wah omongnya nih ulama 31:10 hubbud dunya. Jadinya jelek sekali gitu 31:12 ya. Jelek sekali. 31:15 Padahal yang lebih dari itu banyak dan 31:18 itu orang enggak pada usil ini. Jadi apa 31:23 yang menyebabkan orang ini mempunyai 31:25 penilaian seperti itu gitu ya. Bahkan 31:28 ada orang guyonan begini ya. Katanya 31:31 kalau kiai itu pakai pakaiannya pakaian 31:35 jelek, pecinya juga jelek. 31:38 Ya itu bajunya ngomong tolong sedekahin 31:41 dong saya. Saya ubari duit buat beli 31:44 peci, buat beli ini pecinya ngomong 31:46 katanya, bajunya ngomong seolah-olah 31:48 seperti itu. Tapi kalau dia pakaiannya 31:51 baik, mahal, dia akan mengatakan, "Saya 31:55 enggak butuh sedekah kamu. Berikan saja 31:57 kepada orang yang butuh." Ya. Nah, itu 32:01 guyonan-goyunan semacam ini tentu 32:03 guyonan yang ada isinya, ya. Dan itu 32:06 sah-sah saja. Jadi, jadi kembali bahwa 32:10 pertama orang itu [berdehem] 32:14 seketika dia harta datang kepadanya, dia 32:17 tidak suka dan juga merasa tersiksalah 32:20 ketika dia mempunyai harta ya. Kemudian 32:25 dan dia ee enggak suka menerimanya. 32:28 Dan orang semacam ini disebut dengan 32:30 orang yang zahid atau zuhud. Walaupun 32:33 ada juga orang yang mengartikan zuhud 32:37 itu bukan berarti enggak punya harta, 32:40 tapi [mendengus] hatinya enggak 32:42 terpikat. Boleh jadi orang itu hartanya 32:45 melimpah kayak Nabi Sulaiman, tapi 32:48 beliau tetap disebut zuhud juga. 32:52 Padahal siapa yang lebih kaya dari Nabi 32:54 Sulaiman gitu ya? Kenapa ya? karena 32:58 hatinya enggak terpikat ke situ. 33:02 Bahkan ya beliau ini kalau makan itu 33:07 adalah mak yang dimakan rotinya itu roti 33:09 kasar. 33:12 Maka ketika ditanya 33:14 Nabi Allah di tangan Anda kunci segala 33:19 sesuatu. 33:21 Anda mau makai pakaian semewah, semahal 33:25 apapun Anda mampu. Mau makan makanan 33:28 selezat, seenak, semahal kayak apapun, 33:32 wong Anda punya duit. Anda bisa lakukan 33:36 itu, tapi kenapa Anda memilih makan roti 33:39 yang kasar? 33:41 Jawab beliau, "Sengaja saya makan ini 33:45 supaya selalu saya selalu ingat kepada 33:48 orang-orang fakir." 33:51 Itu begitu ya. Jadi tidak terpikat 33:54 hatinya, 33:56 enggak tertambat kepada kekayaan. 34:00 Nah, jadi kalaupun ada dia justru 34:03 pergunakan untuk membantu orang-orang 34:06 fakir. 34:08 Nah, itu ada yang mengartikan zuhud 34:10 begitu ya. Yang enggak tahu karena 34:13 memang seperti itu atau ee karena memang 34:17 yang ngomongnya juga masih senang sama 34:21 apa namanya kekayaan. Ya Allah. Yang 34:24 jelas gitu pendapat. Kemudian yang 34:27 kedua, 34:34 wru qaran yataha. 34:37 Nah, yang keduanya 34:39 ketika dia memperoleh harta ya dia ya 34:43 senang ya enggak ya gembira enggak gitu 34:47 dapat harta itu. Tapi juga benci pun 34:51 enggak dia benci ya biasa-biasa aja. 34:55 Dapat duit berapun ya biasa-biasa aja 34:58 ya. Senang enggak? Benci ya enggak ya. 35:03 Nah, orang yang seperti ini enggak 35:05 disebut ee zuhud ya. Ee belum enggak 35:09 enggak enggak enggak disebut zuhud yang 35:11 semacam ini. Tapi [berdehem] orang yang 35:13 semacam ini nanti disebut dengan radian. 35:17 Orang yang rida. 35:20 Orang yang nerimo 35:22 ya menerima apaadanya. Berarti bukan 35:25 orang tomak. Nah, ini yang kedua adalah 35:28 radian bukan zahidan namanya. Yang kedua 35:31 ini karena dia senang enggak gitu ya, 35:33 benci juga enggak. Orang semacam ini kan 35:37 enggak mungkin bakhil fahri. 35:41 Kemudian yang ketiga, 35:44 nah itu yang yang ketiganya 35:47 adanya harta lebih dia sukai 35:52 daripada tidak punya. Punya harta lebih 35:56 dia sukai daripada tidak punya. 36:00 ya. 36:02 Nah, 36:04 ini yang semacam ini. 36:06 Yang ketiga ini ee tapi kesukaannya itu 36:12 tidak sampai kepada membangkitkan untuk 36:15 apa namanya lebih memperbanyak lagi gitu 36:18 tuh ya. Kan ada orang nih sudah apa 36:24 namanya? 36:26 Sudah punya perusahaan 36:29 ini untuk untuk memberi ee untuk 36:33 kebutuhan hidup keluarganya itu masih 36:35 lebih ya enggak habis sudah tenanglah 36:39 istilahnya enggak bakalan kekurangan 36:43 walaupun sampai kepada cucunya 36:46 ya. 36:47 Tapi walaupun seperti dia bikin lagi, 36:50 cari lagi yang lainnya sehingga wah 36:52 menumpuk-numpuk luar biasa ya. Nah, 36:56 orang yang ketiga tuh enggak sampai 36:58 segitu. Dia punya harta ya, tapi tidak 37:03 ee dan dia senang menerima harta itu 37:06 daripada enggak punya. Dia lebih senang 37:08 punya. Cuma kesenangannya itu tidak 37:12 sampai membangkitkan 37:14 ya semangatnya untuk lebih banyak lagi 37:18 dia ee memilikinya. 37:22 Ini orang yang semacam ini biasa 37:25 disebutnya dengan qoni. Orang yang 37:28 qanaah 37:30 ya. Orang yang qanaah 37:32 begitu. 37:34 Sebab tadi saya katakan 37:37 kadang orang sudah punya 37:39 ini wah dia cari lagi yang lebih banyak 37:42 gitu ya. 37:44 Nah ini yang ketiga ini itu nanti 37:48 disebutnya dengan qoni atau orang yang 37:52 qanaah ya. [berdehem] 37:54 Ya. Kemudian yang keempat tari 37:58 yang keempatnya ayyakuna tarkahu lolabi 38:02 e thaolaba liajzihi wailla fahua riibun 38:08 fihi rbah. 38:11 Ee yang keempatnya 38:15 bahwa dia tidak tidak semangat, tidak 38:20 membangkitkan semangat untuk mencarinya 38:23 lagi. 38:25 Itu bukan enggak enggak semangat, 38:28 enggak ada keinginan untuk itu, enggak 38:31 seperti itu. Tapi apa? Lidfihi atau 38:34 liajzihi itu karena memang dia tidak 38:37 bisa. 38:38 Andai dia bisa, maka dia akan lakukan. 38:43 Ya, ini yang oleh Nabi dikatakan 38:45 seandainya manusia sudah menemukan satu 38:48 lembah harta emas, 38:51 dia akan cari lembah yang lain. 38:54 Kalau bisa mendapatkan lembah yang 38:56 ketiga, dia akan dapatkan lagi cari lagi 39:00 yang ketiga. Sudah dapat tiga, kalau 39:02 bisa yang empat dia akan diari lagi. 39:06 Jadi dia punya semangat untuk mencari 39:10 lebih banyak lagi dan punya kemampuan 39:12 untuk itu. 39:15 Ya, makanya kemarin ini saya 39:18 ngobrol-ngobrol tentang 39:22 menteri siapa itu yang ketangkap nih ya, 39:26 dana sosial bansos 39:29 ya yang ngerugi apa kerugian sampai 39:33 berapa belas miliar itu 39:37 ya. Teman ini ngomong begini, 39:40 Pak Ustaz. Katanya beliau ini orang kaya 39:45 ya. Itu menteri itu, menteri sosial itu 39:48 orang kaya. 39:50 Apa artinya buat dia itu ya yang duit 17 39:54 miliar itu apa artinya buat dia? 39:59 Begitu ya artinya 40:02 ya. Mungkin kalau bagi kita Pak Hari 40:05 duit itu 17 miliar. Wuh kayak apaan? Eh 40:08 berarti itu kecil 40:10 ya. Lalu mau mencelakakan dirinya hanya 40:13 karena duit seg gitu. Nah itu enggak 40:15 masuk akal. 40:18 Bukan saya katakan dia bukan koruptor 40:20 bukan. Bukan seperti itu. Ini teman saya 40:22 mengatakan seperti itu. Ya. 40:25 Nah dia akan cari yang lebih besar 40:31 gitu ya. Nah, ini yang keempat ini. Nah, 40:33 orang yang keempat ini 40:37 yang disebut dengan Haris. 40:41 Pakai sound ya. Apa Haris itu? Orang 40:44 yang rakus. 40:48 Orang yang rakus. 40:50 Hmm. 40:52 Padahal harta kekayaannya enggak habis 40:55 dimakan tujuh turunan. dia bikin lagi, 40:59 dia cari lagi buat nambah-nambah. 41:02 Padahal kalau dia pikirkan baik-baik ya, 41:07 ya buat kita gitu, Pak ya. Ketika dia 41:10 mati apa yang dibawa 41:14 ya 41:16 yang duit atau hartanya yang melimpah 41:18 ini enggak ada secuil pun. Hanya tiga 41:22 lembar kain kafan yang akan melekat di 41:25 dalam dirinya, di dalam tubuhnya. 41:28 lah. Kemudian ini diwariskan kepada 41:30 keluarganya, anaknya, istrinya. 41:33 Apakah anak istrinya ini 41:36 akan menjadikannya harta peninggalannya 41:39 itu sebagai apa namanya? Kendaraan 41:43 yang bisa mendekatkan kepada Allah, 41:46 yakni dimanfaatkan untuk kebaikan. Atau 41:49 justru sebaliknya 41:52 kita tidak tahu ya. Ketika sudah 41:54 meninggal ya yang hidup terserah. mau 41:57 diperbuat untuk apa? Apakah nanti akan 42:00 menguntungkan dirinya yang sudah 42:02 meninggal atau tidak itu tidak tahu. 42:07 Nah, ini 42:10 itulah ee apa namanya Fahri empat 42:14 tingkatan manusia 42:18 dalam kaitan dalam menerima 42:21 apa namanya ee mal atau harta. 42:26 Awas perlu diingat parahi 42:29 dalam ke satu kesempatan 42:32 dalam satu ayat Allah menyebut 42:35 harta itu sebagai fitnah. Innama 42:38 amwalukum wa auladukum fitnah. 42:42 Ya, artinya sebagai ujian yang sangat 42:45 berat. Sebab banyak orang yang lulus 42:48 diuji dengan ee kemiskinan. 42:51 Jarang yang lulus diuji dengan kekayaan. 42:54 [berdehem] 42:56 Ya. Nah, berarti kalau kita lihat ini 42:59 adalah fitnah, bukan harta itu fitnah 43:02 ya. [berdehem] 43:03 Hartanya bukan fitnah, tapi harta itu 43:06 menjadi alat ya ujian dari Allah kepada 43:10 kita. Sanggup enggak orang yang diberi 43:13 harta ini menjalankan 43:17 ee amanat 43:19 amanat yang Allah 43:22 bebankan kepadanya. 43:24 Tapi di dalam ayat lain Allah 43:27 menyebutkan 43:30 wa innahu lhubbil khair. 43:34 Khair di dalam ayat ini maksudnya adalah 43:37 dunia harta. 43:40 Dan Allah menyebut harta ini dengan 43:43 khair. Khair itu kebaikan. 43:47 Nah, jadi berarti jelas di sisi di sini 43:52 harta itu 43:56 mempunyai 43:57 dua 43:59 ee apa namanya? Mempunyai dua sisi. Satu 44:05 sisi yang positif, yang kedua negatif, 44:08 gitu ya. Artinya orang yang punya harta 44:13 bisa jadi hartanya akan membawa dia ke 44:16 dalam kehancuran 44:20 ya. Tapi bisa jadi juga adalah menjadi 44:25 kendaraan yang bisa menghantarkannya 44:28 kepada Allah Subhanahu wa taala yang 44:31 menjadi tujuan akhir ya hidup orang 44:35 beriman. 44:37 Kenapa? Kenapa saya katakan begitu? 44:39 Karena ya ee semua manusia itu adalah ee 44:45 mengharapkan kebahagiaan dan kebahagiaan 44:48 sejati adalah surga 44:52 gitu ya. Namun 44:54 Allah menyebutkan di dalam surah ee ini 44:59 QF ya kalau enggak salah 45:02 ee lahum ma yasyauna 45:06 mazid. 45:07 di surga mereka itu 45:11 dia memperoleh apa yang diinginkan. 45:15 Kita kalau di surga Fahri apa saja yang 45:18 terbersit di pikiran kita, di hati kita 45:21 pengin apa, maka 45:24 ada apa yang kita ee tangankan 45:28 Allah akan berikan kepada kita. Tapi 45:31 kata Allah, waladaina mazid. 45:35 Nah, bagiku di sisiku ada yang lebih 45:38 lagi dari itu. Apa yang lebih dari itu? 45:41 Liqoillah taala. Bertemu dengan Allah 45:45 bisa menatap melihat wajah Allah, zat 45:48 Allah subhanahu wa taala. Itu kenikmatan 45:51 yang luar biasa yang tiada apa namanya 45:55 taranya. Nah, 45:57 ini harta ini bisa jadi mengantarkan 46:01 kita ke sana, tapi bisa jadi juga justru 46:04 yang bisa menjauhkan kita dari itu. 46:09 Hmm. 46:11 Saya akan membuat satu analogi, saya 46:13 membuat satu ee perbandingan ya 46:18 atau tamsil begini Fahri. 46:23 Ee kalau ada ini Imam Ghazali sebenarnya 46:26 membuat tamsil itu. Kalau kata Imam 46:28 Ghazali 46:30 ada orang memberikan seekor kuda kepada 46:33 seseorang, 46:36 maka 46:38 orang yang menerima itu 46:42 ada empat golongan. Yang pertama 46:47 mereka adalah yang senang dan yang 46:51 mereka pandang adalah pemberiannya yaitu 46:54 kuda. 46:57 Itu yang pertama ya. 46:59 Dia melihat kudanya 47:02 bukan melihat siapa yang memberikan 47:04 kuda. Tidak. Karena bagi dia kuda itu 47:08 adalah sangat berharga sekali dan 47:11 baginya tidak ada perbedaan. Apakah ini 47:15 kuda pemberian raja 47:18 atau kuda nangkap dari hutan atau dari 47:22 mana enggak peduli dia. Yang penting 47:25 kuda 47:28 gitu. Nah, kalau sekarang mamanya 47:30 dicontohkan hartanya bukan kuda tapi 47:33 duit ya dia enggak peduli duit ini dari 47:36 mana 47:38 ya. Yang penting duit gitu. apa duit ini 47:42 adalah cara yang halal, cara yang haram. 47:45 Dia tidak peduli itu. Ini yang pertama. 47:50 Yang kedua adalah orang yang bukan 47:54 melihat pemberiannya, 47:56 tapi melihat siapa yang memberi. 48:00 Jadi, yang kedua, yang dilihat tuh bukan 48:02 kudanya, tapi dari siapa kuda ini? Oh, 48:06 karena ini kuda dari raja, dia senang 48:09 nerimanya. 48:11 Tapi kalau kuda katanya dapat dari si 48:13 anu ya. Oh dia enggak mau. Enggak mau 48:17 karena bukan dari raja. 48:19 Beda walaupun 48:22 pemberian itu sama bentuknya. 48:27 Jadi kalau ini dari Allah saya mau. 48:30 Artinya cara yang benar. Tapi kalau cara 48:33 kalau dari setan enggak. 48:36 Ini yang kedua nih berarti ada filter 48:39 dalam hidupnya. Enggak asal harta, tapi 48:43 bagaimana harta ini? Cara memperoleh 48:46 harta ini, diperolehnya harta ini cara 48:49 yang halal apa? Cara yang haram gitu tuh 48:52 ya. Ini yang kedua, 48:57 Nah, 48:59 coba saja, Paki sekarang begini ya. 49:03 Saya itu 49:05 ee pernah mendengar waktu itu ada inian 49:10 apa? Lelang. Lelang pakaian Gus Dur itu 49:14 pecinya Gus Dur 49:17 laku R10 juta. 49:21 Iya, pecinya R10 juta. Padahal itu peci 49:24 dengan peci saya cakepan peci saya. 49:27 Kenapa orang mau membeli sampai 10 juta? 49:32 ya. Nah, karena bukan melihat pecinya 49:36 Pak Fahri, tapi siapa yang punya peci 49:39 ini ya? Ee 49:44 itu begitu. 49:46 [berdehem] 49:47 [mendengus] 49:48 Kalau Fahri foto dengan saya 49:52 lalu saya besarkan ya suruh ee begitu 49:57 dibesarkan Fahri suruh menebus Rp100.000 50:00 Ibu mikir-mikir 50:02 paling-paling juga minta ininya listnya 50:07 cuci sendiri ya enggak? Hah? 50:09 Iya. 50:09 Tapi kalau ente foto sama Pak Camat, nah 50:14 apalagi mesra salaman lagi. Oh digedein 50:18 berapa R itu ya? Berapa? Rp100.000 50:22 dibayarin. 50:24 Nah. 50:26 Nah, kemudian 50:28 ya mungkin di ruang tamulah karonya atau 50:32 di ruang keluarga foto lagi sama 50:35 gubernur 50:37 ya. Gedenya sama 50:40 ya gedenya sama. Ente mungkin berani 50:43 nebus lebih dari itu. Rp150.000 ditebus. 50:49 Pasangnya juga mungkin nanti di ruang 50:51 apa namanya? ruang tamu. 50:53 Wah. 50:55 Kemudian foto lagi sekarang dengan 50:59 presiden 51:01 ya. Wah 300.000 ditebus mungkin lebih 51:04 juga ditaruhnya juga di di apa namanya 51:07 di teras ya. Weh 51:11 padahal gya sama ya bukan masalah ini 51:15 fotonya ukurannya berapa tapi dengan 51:18 siapa. 51:21 Baik, mari kita melangkah yang ketiga. 51:26 Yang ketiga adalah orang 51:30 yang ketika menerima tadi hadiah kuda 51:35 gitu ya. 51:37 Jadi kalau yang yang pertama awas tadi 51:39 dia enggak peduli kuda dari mana. 51:42 Nah, kalau yang ketiga ketika dia 51:46 menerima hadiah kuda itu, 51:50 maka yang dilihat 51:53 bukan cuma melihat siapa yang ngasih 51:55 kuda, 51:57 tapi kemudian oleh dia 52:00 dinaiki itu kuda parah ya. dinaiki oleh 52:05 dia itu kuda tersebut. 52:08 Kemudian dia menuju 52:11 ya menyusul rombongan raja. 52:16 Harapannya agar bisa dekat dengan raja. 52:19 Setidaknya bisa dekat dengan orang-orang 52:22 yang dekat dengan raja. 52:26 Tuh. 52:28 Ini yang ketiga. 52:31 Jadi 52:32 kalau kita dapat harta enggak cuma 52:36 dilihat bagaimana kita memperoleh cara 52:39 memperolehnya. 52:41 Kalau dari Allah artinya cara yang apa 52:46 namanya ditunjukkan oleh Allah kita mau 52:49 nerima. 52:51 Tapi lebih dari itu setelah diperoleh 52:54 ini kita jadikan dia sebagai kendaraan 52:58 yang bisa mengantarkan kita dekat dengan 53:01 Allah atau dekat dengan orang-orang yang 53:04 dekat dengan Allah. 53:06 Tuh begitu. Makanya disumbangkan, 53:09 disodqahkan 53:11 ya. Ya. Dan lain sebagainya. Nah, nah 53:15 inilah yang ke ee jadi begitu tuh ya 53:18 ketika menerima ee pemberian. 53:22 [berdehem] 53:23 Selanjutnya, 53:26 nah bagi orang-orang yang lebih memilih 53:29 kefakiran, 53:31 maka fakir itu secara umum ya lebih 53:36 memang lebih baik daripada ee daripada 53:40 kaya untuk pribadi loh maksudnya ya. 53:44 Oh, kalau kalau miskin semua kalau 53:47 miskin bagaimana bangun ini mau bangun 53:49 itu? Bukan bukan ke situ. Kehidupan 53:53 miskin entah untuk pribadi ini lebih 53:57 baik daripada pribadi yang kaya 54:00 dengan catatan dengan syarat. Tapi 54:04 gitu ya dengan syarat. Karena bagi fakir 54:07 ini ada adab di dalam batin juga adab 54:11 zahirnya ya. 54:14 Nah, itu ada adabnya. Apa adabnya? Al 54:17 yakuna fihi karhiyatan limabtal taala 54:21 bihi minal faqri. 54:23 Yang pertama 54:25 orang fakir ya adabnya nih kalau pengin 54:30 menjadi fakir itu lebih baik dari orang 54:33 kaya. 54:34 Yang pertama 54:36 bahwa dia ini tidak benci 54:41 dengan ujian yang Allah berikan 54:44 kepadanya berupa kefakiran 54:48 gitu. Jadi kalau Fahri ya 54:52 umpamanya ente menjadi orang fakir, nah 54:55 itu enggak kesal dengan kefakiran, 54:58 enggak mengeluh gitu. dia nerima nerima 55:02 kefakiran itu. Makanya tadi saya katakan 55:05 pilihan 55:08 ya, pilihan bukan keterpaksaan 55:12 ya. Iya, pilihan. Dia memilih untuk 55:14 hidup fakir. Artinya kalau dia pengin 55:17 menjadi orang kaya, dia bisa 55:20 tapi dia lebih memilih 55:22 ya. Jadi menerima 55:25 ya ujian kefakiran ini dari Allah 55:28 Subhanahu wa taala. tidak ada kebencian 55:31 ya. Lah kalau umpamanya orangnya 55:33 mengatakan begini, 55:36 aduh katanya susah banget ya hidup ini. 55:39 Big gua lihat lu mah enak katanya bisa 55:41 begini. Nah itu namanya orang bukan 55:43 pengin fakir ya. Orang pengin kaya tapi 55:46 enggak bisa 55:49 ya enggak kaya. Bukan yang begini yang 55:51 dikatakan fakir itu lebih lebih apa? 55:54 Lebih baik daripada orang kaya. Enggak. 55:57 Enggak yang begini ya. 56:00 Kemudian [berdehem] 56:03 kata ras kata ini kata Rasulullah ya 56:07 fuqah 56:09 [batuk] 56:10 [berdehem] 56:11 rid minubikumfaru 56:14 bisawabium wa fala. 56:18 Hai orang-orang fakir, kata Rasulullah, 56:21 ya 56:23 berikan keridaan 56:26 kepada Allah dari hatimu. Artinya ya 56:30 coba kalau kamu rida menerima kefakiran 56:35 rida kepada Allah ya menerima kefakiran 56:39 dari Allah ini maka tadfaruabi 56:44 kamu akan sukses memperoleh pahala fakir 56:49 tuh pahala kefakiran fakirnya itu jadi 56:53 fakirnya itu berpahala 56:56 tapi syaratnya tadi di berikan rida di 56:59 hati kepada Allah. 57:01 Wailla kalau enggak bisa 57:04 kadang suka ngedumel gitu ya. Ya, maka 57:09 fala maka kamu tidak akan memperoleh 57:12 pahala fakir. 57:15 Sudahlah hidupnya susah 57:18 enggak dapat pahala dari kesusahannya. 57:23 Kan rugi jadinya ya. 57:28 Kemudian [berdehem] 57:31 yang berikutnya 57:33 itu yang pertama tuh. 57:37 Kemudian ini adalah ee adab di dalam 57:40 batin loh ya. Adab dalam batin. 57:44 Kalau adab di dalam zahir 57:47 yaitu 57:49 yaitu apa namanya? Taafuf. 57:52 Kemudian alla yukol agniya. hendaknya 57:56 tidak bergaul dengan orang kaya. Ada 57:58 zahir 58:00 ya, tidak banyak bergaul dengan 58:02 orang-orang kaya. Kenapa bergaul dengan 58:05 orang kaya 58:07 akan merusak nantinya 58:11 pilihannya sebagai orang yang fakir. 58:15 Sebab namanya manusia itu kan suka 58:17 membanding-bandingkan 58:20 ya. Nih ada orang cerita begini, "Ustaz, 58:24 kamar mandinya aja dengan kamar tidur 58:28 kita gedean kamar mandi dia. 58:32 Mana? Masyaallah, katanya kamar mandinya 58:35 bersih banget." Nah, nah, nah, nih. Nih. 58:39 Namanya orang itu kalau bergaul dengan 58:41 orang kaya begitu tuh ya. Sehingga kata 58:44 Nabi sallallahu alaihi wasallam, "Unzur 58:47 man fauqokum fiddin." 58:50 Ya, lihat oleh kamu orang yang di atas 58:53 kamu dalam hal agama. 58:56 Ya. Tapi kalau masalah masalah dunia 59:00 yaitu lihatlah orang yang di bawah kamu. 59:05 Kalau kita melihat orang yang di atas 59:08 kita dalam hal agebur 59:15 kepada Allah ya atas karunia yang Allah 59:19 berikan. 59:20 Karena kita membayangkan kalau jadi dia, 59:23 kalau jadi dia. Di sinilah makanya dalam 59:27 bergaul kalau Anda pengin meningkat 59:30 agama, bergaullah dengan orang yang 59:34 agamanya lebih baik dari kita. Lihat 59:37 oleh kita orang yang di atas kita dalam 59:39 masalah agama. Tapi kalau dalam masalah 59:42 dunia, lihat yang di bawah kita. Kalau 59:45 kita melihat yang ada di bawah kita 59:47 dalam masalah dunia, maka rasa syukur 59:50 akan ada. Tapi kalau kita melihatnya 59:53 yang di atas kita dalam masalah dunia, 59:57 nah yang ada nantinya kufur. 1:00:00 Kufur di sini maksudnya kufur kebalikan 1:00:03 dari syukur. 1:00:05 Tuh begitu. Bukan enggak boleh bergaul 1:00:08 dengan orang kaya ya, bukan. Nah, kalau 1:00:12 ente pengin menjadi orang fakir dan 1:00:15 berpahala karena fakirnya, 1:00:19 jangan bergaul dengan mereka. Artinya, 1:00:22 jangan kita ini melakukan 1:00:24 perbuatan-perbuatan yang bisa merusak 1:00:26 pilihan kita, yang sudah kita yakini 1:00:28 benarnya. 1:00:31 Di antaranya adalah yaitu bergaul erat 1:00:35 dengan orang-orang apa namanya kaya. 1:00:37 Sebab itu nanti akan menumbuhkan sifat 1:00:39 tomat namanya. 1:00:41 [berdehem] 1:00:45 Nah, itulah mengenai apa namanya ee 1:00:48 adabnya. Lalu yang berikutnya lagi apa? 1:00:52 Ee tidak menyimpan 1:00:56 harta, tetapi dia ngambil kadar yang 1:01:00 dibutuhkannya saja. 1:01:02 Ya, kadar yang dibutuhkannya saja. Jadi 1:01:05 enggak mengambil yang lebih. Mana yang 1:01:07 dibutuhkan? Ya itu saja yang apa yang 1:01:10 diambil. 1:01:11 Nah, kalau kita bisa seperti ini, maka 1:01:16 kefakiran 1:01:18 itu baik 1:01:20 ya. Dan itu menjadi fakirnya itu 1:01:23 berpahala 1:01:24 kalau kita bisa seperti ini. Tapi kalau 1:01:28 enggak bisa hati kita maupun zahir kita 1:01:31 enggak sanggup, ya lebih baik 1:01:35 apa namanya? Jadilah orang kaya. 1:01:39 Dan zaman sekarang ini nyari orang yang 1:01:42 mempunyai kesanggupan seperti itu 1:01:44 kayaknya susah sekali Pak Hari ya. Susah 1:01:48 sekali. Nah, karena itu monggo silakan 1:01:51 kepada pendengar kalau Anda ya memilih 1:01:55 hidup fakir ya maka jalankan tuh adab 1:02:00 menjadi orang fakirnya. nerima pemberian 1:02:04 Allah berupa kefakiran tadi dengan apa 1:02:08 namanya senang hati ya sehingga nanti 1:02:11 tidak ada keluhan 1:02:13 dan siap-siap pula untuk menerima ee 1:02:18 perlakuan yang kurang manusiawi. Maaf ya 1:02:22 kadang-kadang kan kalau orang miskin itu 1:02:24 suka enggak dihargai. 1:02:27 Iya. Enggak dihargai direndahkan gitu 1:02:30 kan. 1:02:31 Nah, kemudian juga kalau nantinya 1:02:33 kemudian ditinggalkan oleh istri ya 1:02:36 harus siap ya. E nah kalau kita 1:02:40 mempunyai kalau kalau sifat kita sudah 1:02:43 sanggup seperti ini silakan memilih 1:02:45 kefakiran. Tetapi sekiranya belum 1:02:48 sanggup ya ya lebih baik pilihlah 1:02:51 menjadi orang apa namanya kaya tapi yang 1:02:55 syukur kepada Allah Subhanahu wa taala 1:02:58 gitu. Mungkin ini Pak Hari dulu ya untuk 1:03:01 sore ini. Silakan barangkali ada yang 1:03:03 mau ditanyakan. Wallahuam 1:03:05 ya. Ee kita langsung aja Ustaz ya. Sudah 1:03:08 ada yang masuk di WhatsApp karena sudah 1:03:10 dibatasi waktu. 1:03:11 Ini yang pertama datang 1:03:14 ee dari Bapak Hasan di Bogor. Pak Ustaz, 1:03:17 asalamualaikum warahmatullahi 1:03:18 wabarakatuh. 1:03:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:20 wabarakatuh. 1:03:20 Pak Ustaz, 1:03:23 fakir, kefakiran dekat dengan kekufuran. 1:03:26 Pak Ustaz, bagaimana harusnya orang 1:03:27 fakir biar tidak terjerumus kepada 1:03:30 kekufuran? Seperti apa masyarakat muslim 1:03:32 berperan untuk menolong saudara kita 1:03:35 yang fakir, Pak Ustaz? Begitu. 1:03:38 Ini fakir di sini maknanya kan butuh 1:03:41 asal maknanya ya. 1:03:44 Ah, kita sering mengartikannya fakir di 1:03:47 sini adalah dengan miskin. 1:03:49 Miskin ini ada dua. Fakir ini ada fakir 1:03:53 harta, ada fakir hati. Miskin harta, 1:03:57 miskin hati. 1:03:58 Miskin hati itu adalah keimanan. 1:04:02 Ya. Jadi, boleh jadi makna hadis ini 1:04:08 yang dimaksud fakir di sini adalah yang 1:04:10 paling dominan fakir hati. 1:04:13 Fakir hati. 1:04:13 Kris keimanan. 1:04:16 Kris keimanan. 1:04:19 Betapa banyak Syekh Abdul Qari Jailani 1:04:21 itu orang miskin. Waliullah. Imam Ahmad 1:04:23 bin Hambal kurang bagaimana miskinnya 1:04:26 ya? Luar biasa beliau ya Rasulullah 1:04:30 miskin. Dan banyak para sahabat itu 1:04:33 Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Umar, 1:04:36 Abi Hurairah, 1:04:38 Bilal. Kurang bagaimana miskinnya dia 1:04:41 ya. Tapi apa? Luar biasa sekali. Nah, 1:04:46 kenapa? karena ee dia ini fakir harta 1:04:51 tapi tidak fakir hati. 1:04:53 H 1:04:54 gitu ya. Nah, adapun kita ini sering 1:04:57 mengartikannya yang dimaksud dengan 1:04:59 miskin di sini adalah miskin harta. 1:05:01 Walaupun itu juga mungkin ya, tapi yang 1:05:05 paling faktor utama yang menyebabkan 1:05:08 orang kufur itu bukan karena fakir harta 1:05:12 tapi karena fakir atau miskin hatinya. 1:05:16 itu yang paling 1:05:17 ini ya. 1:05:18 Nah, adapun kemudian kita ee mengartikan 1:05:22 fakir [berdehem] harta bagaimana? Ya 1:05:24 sah-sah saja, boleh-boleh saja. Tapi 1:05:27 sebenarnya yang paling menentukan 1:05:30 ya yang membawa kefakiran itu kepada 1:05:33 kufur adalah fakir hatinya atau miskin 1:05:36 hatinya, bukan mungkin apa namanya 1:05:39 hartanya gitu ya. 1:05:41 Sebab yang kaya jadi kafir itu kan 1:05:44 banyak sekali. 1:05:45 Jadi bukan karena hartanya, tapi 1:05:48 keimanannya keimanannya. 1:05:51 Iya. Wallahualam. 1:05:52 Baik. Dari hamba Allah, Pak Ustaz. 1:05:53 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:54 wabarakatuh. Ee 1:05:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:57 wabarakatuh. 1:05:57 Ketika dalam keadaan sempit, kekurangan 1:06:00 harta, saya suka merayu suami agar mau 1:06:03 bersedekah. Tapi kalau lapang tidak 1:06:05 perlu dirayu dengan harapan agar Allah 1:06:08 melipat gandakan uang yang disedekahkan, 1:06:10 Pak Ustaz. Kalau niatnya seperti itu, 1:06:12 apakah pahala di akhirat akan didapat 1:06:14 juga, Pak Ustaz? 1:06:16 Baik. 1:06:18 Bismillahirrahmanirrahim. 1:06:21 Berharap kepada Allah itu adalah boleh. 1:06:26 Toh kita diajarkan oleh Allah untuk 1:06:28 meminta. Ya waid sa'alaka ibadi anni 1:06:33 fainni qorib. 1:06:35 Tuh. Kemudianillah. 1:06:41 Kalau kamu mau meminta, mintalah kamu 1:06:44 kepada Allah. Nah, minta supaya dilipat 1:06:47 gandakan enggak apa-apa. Itu sifat orang 1:06:50 saleh. 1:06:52 Yang enggak boleh itu mintanya kan 1:06:54 kepada manusia. Kalau ini kepada Allah, 1:06:56 enggak salah seperti itu. Boleh seperti 1:06:58 itu, ya. 1:07:00 Cuma kemudian ya ee yang demikian ini 1:07:04 namanya ee 1:07:07 untuk tingkat tertentu ya. Untuk 1:07:10 tingkatan tertentu ya kurang baik tapi 1:07:14 untuk tingkatan kelas kita itu baik yang 1:07:17 begitu ya. Ee artinya kurang baik itu 1:07:20 tadi apa? Karena kita sedekah ini 1:07:23 rupanya ada maunya ya. Yakni supaya di 1:07:26 apa namanya? 1:07:28 Ah, ditambahkan. Nah, kalau bisa 1:07:33 kalau kalau umpamanya sanggup tapi 1:07:36 biarin itu terus saja berjalan, nanti 1:07:38 lama-lama akan naik derajat ke bagaimana 1:07:42 ke naik derajatnya? Suatu saat 1:07:45 insyaallah 1:07:47 enggak lagi terpikir mengharapkan 1:07:50 balasan Allah, tapi semata-mata pengin 1:07:54 membantu, pengin sedekah. 1:07:57 Iya. Karena itu perintah Allah, perintah 1:07:59 Rasulullah. Masalah nantinya Allah mau 1:08:02 melipat gandakan atau tidak, biarkan itu 1:08:05 apa namanya? Urusan Allah. Suatu saat 1:08:08 insyaallah akan apa namanya? Akan lahir 1:08:11 ya keyakinan semacam ini. Tapi sekarang 1:08:14 enggak apa-apa seperti itu. Enggak salah 1:08:15 ya. Enggak salah. Tapi nanti kalau kalau 1:08:19 apa sudah meningkat keimanan kita dengan 1:08:22 sendirinya kita beramal tidak pamrih, 1:08:24 tidak mengharapkan apa-apa. semata-mata 1:08:27 ikhlas karena Allah subhanahu wa taala. 1:08:29 Insyaallah nanti akan gitu ya 1:08:31 pelan-pelan ya, enggak usah dipaksakan 1:08:34 dan saya tidak salahkan itu benar juga 1:08:36 yang begitu untuk tingkatan 1:08:39 apa namanya kita gitu ya. Wallahualam. 1:08:42 Dari Bapak Eko Musrianto di Jakarta, Pak 1:08:45 Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 1:08:47 wabarakatuh. 1:08:48 Waalaikumsalam. 1:08:49 Bukankah sudah menjadi kewajiban bagi 1:08:52 orang muslim yang mampu untuk menolong 1:08:54 saudaranya yang sedang kesulitan atau 1:08:56 yang perlu dibantu? Namun saat ini kita 1:08:59 melihat banyak ee orang yang mampu malah 1:09:01 meminta-minta dan bahkan mengambil hak 1:09:03 fakir miskin dan orang yang tidak mampu. 1:09:06 Bagaimana pandangan Ustaz mengenai hal 1:09:08 ini, Pak Ustaz? 1:09:10 Bismillahirrahmanirrahim. Lah itulah 1:09:12 orang yang fakir yang sebenarnya ya itu. 1:09:15 Iya. 1:09:16 Iya. orang-orang miskin yang sebenarnya. 1:09:19 Jadi, orang miskin itu merasa dia itu 1:09:21 enggak cukup, kan? 1:09:24 Nah, kalau orang merasa cukup itu 1:09:26 namanya orang kaya. 1:09:29 Walaupun rumahnya kontrakan gitu kan, 1:09:32 tapi dia merasa cukup buat makan hari 1:09:35 ini, buat anak istrinya kebutuhannya ada 1:09:38 gitu ya. Walaupun enggak punya mobil, 1:09:40 enggak apa, tapi kalau orang yang 1:09:42 mengambil punya orang lain, padahal dia 1:09:45 di rumahnya sudah banyak. Nah, itu masih 1:09:47 orang yang apa namanya? Masih 1:09:50 membutuhkan, membutuhkan, membutuhkan. 1:09:51 Itu yang orang-orang fakir yang 1:09:53 sebenarnya yang begitu. tadi saya 1:09:55 katakan ya, fakir yang bisa menyebabkan 1:09:59 orang kufur itu 1:10:02 ya 1:10:03 adalah fakir imannya, fakir hatinya, 1:10:07 miskin hatinya. 1:10:09 Ya, itu yang paling besar, yang paling 1:10:11 dominan. Kalau fakir hartanya kan kita 1:10:15 jumpai begitu banyak kiai-kiai yang 1:10:18 miskin malah keimanannya luar biasa, 1:10:21 enggak kufur. Tapi sebaliknya banyak 1:10:24 orang yang kaya malah jadi kufur. 1:10:27 Kenapa? Nah, jadi bukan karena 1:10:29 kemiskinan ee harta, tapi karena 1:10:32 kemiskinan hati. Dan yang semacam itu 1:10:35 tuh yang tadi Bapak katakan ya. Sekarang 1:10:39 bansos di apa? embat juga gitu kan ya. 1:10:43 Nah, itu orang miskin yang sebenarnya 1:10:44 itu itu yang perlu dikasihani itu 1:10:46 sebenarnya. 1:10:48 Heeh. Wallahuam. 1:10:50 Miskin hatinya ya. 1:10:51 Iya. 1:10:52 Dari Bapak Yudi di Bogor, Pak Ustaz ni 1:10:55 bertanya ee asalamualaikum 1:10:56 warahmatullahi wabarakatuh, 1:10:58 Pak Ustaz. Ee saat Nabi Muhammad 1:11:00 sallallahu alaihi wasallam menjadi 1:11:01 Rasulullah, 1:11:03 apa yang bisa Nabi kerjakan untuk 1:11:07 menghidupi sehari-harinya, Pak Ustaz? 1:11:09 Iya. 1:11:11 Bismillahirrahmanirrahim. 1:11:13 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 1:11:16 menjual sesuatu 1:11:19 ya dagang gitu. 1:11:22 H 1:11:22 cuma ya dagangnya Rasul ini tentu ketika 1:11:27 merasa ee cukup ya sudah itu sifat 1:11:31 kemanusiaannya. 1:11:33 Kemudian ada juga orang yang memberikan 1:11:36 hadiah kepada Nabi ya. Bukan zakat, 1:11:39 bukan sedekah. Ada yang memberikan 1:11:41 hadiah. Hadiah itu macam-macam. 1:11:44 Jadi kalau kalau mamanya Nabi dagang 1:11:46 dari pagi sampai siang, lalu bagaimana 1:11:49 dengan urusan umat? 1:11:51 Heeh. 1:11:52 Itu seperti itu ya. Nah, makanya 1:11:56 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 1:11:59 itu seperti itu. Kemudian kan Allah juga 1:12:02 sudah mengatakan, "Wam yattaqillah yarzu 1:12:05 min haitsu la yahtasib." Siapa yang 1:12:07 benar-benar bertakwa kepada Allah, Allah 1:12:10 akan berikan rezeki dari yang ee yang 1:12:14 tidak diduga-duga. 1:12:16 Siapa yang takwanya lebih baik dari 1:12:18 Rasulullah? Tentu enggak ada. Kalau 1:12:21 bukan rasul saja, Allah akan berikan 1:12:23 rezeki dari jalan yang tidak. Apalagi 1:12:27 tentu Rasul, wong Allah aja menawarkan 1:12:31 ya, mau apa? Mau apa lah tinggal Nabi 1:12:34 kalau Allahumma begitu juga nyampai ya. 1:12:37 Iya. 1:12:38 Itu begitu Rasulullah. 1:12:40 Jadi enggak sebagai pbisnis enggak ya. 1:12:44 Baik, 1:12:44 mungkin itu 1:12:45 ya, Ustaz. Terakhir Ustaz ya. Ya, 1:12:48 terakhir dari Ibu Ani, Pak Ustaz di ee 1:12:51 Cipadu Kreo. Asalamualaikum 1:12:52 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:12:54 Ini di luar tema mau tanya bagaimana 1:12:56 agar kita bisa selalu ikhlas dan 1:12:59 dijauhkan dari kemunafikan, Pak Ustaz? 1:13:03 Baiklah. Bismillahirrahmanirrahim. 1:13:06 Yang pertama Rasulullah mengatakan 1:13:09 begini. Barang siapa yang salat 1:13:13 berjamaah 1:13:15 selama 40 hari berturut-turut 1:13:19 ya dan tidak tertinggal takbiratul ihram 1:13:23 imamnya maka akan dibebaskan 1:13:27 baginya dua. 1:13:29 Satu akan terbebas dari api neraka. Yang 1:13:33 kedua terbebas dari sifat nifak. Sifat 1:13:36 munafik. 1:13:38 [berdehem] 1:13:38 jalankan tuh salat berjamaah 40 hari 1:13:41 berturut-turut ya, maka sifat nifak atau 1:13:45 kemunafikan itu akan hilang. Nah, 1:13:48 kemudian ciri-ciri munafik Nabi 1:13:50 mengatakan kalau berbicara suka bohong 1:13:55 tinggalkan kalau masih bisa suka bohong. 1:13:59 Kalau kemudian berjanji ya orang munafik 1:14:02 suka ingkar maka jangan suka ingkar 1:14:04 janji. Kemudian kalau diberi amanat 1:14:07 kalau ibu sebagai anggota legislatif ya 1:14:11 atau sebagai pejabat ingat itu amanat 1:14:14 atau ibu sebagai apa saja jangan sampai 1:14:18 khianat. Nah ini yang pertama. Yang 1:14:20 berikutnya 1:14:23 ee 1:14:25 ikhlas. 1:14:27 ikhlas itu 1:14:30 ee enggak bisa datang secara tiba-tiba 1:14:33 lewat proses proses 1:14:35 ya lewat proses 1:14:38 nah 1:14:39 dan semuanya sebenarnya apapun juga 1:14:42 penyakit dalam Islam ini di hati manusia 1:14:46 itu karena 1:14:48 ee kurang kuatnya iman kita. 1:14:52 Ketika iman kita itu adalah bertambah 1:14:54 kuat, maka sifat-sifat buruk itu dengan 1:14:57 sendirinya nanti akan hilang. 1:15:00 Nah, dengan sendirinya akan hilang, ya. 1:15:04 Nah, meningkatnya sekarang iman itu 1:15:07 adalah dengan meningkatnya amal saleh. 1:15:12 Ya, dengan amal saleh. Semakin ee banyak 1:15:16 amal saleh kita, nah iman kita itu akan 1:15:18 semakin apa namanya? Meningkat. 1:15:21 Ketika semakin meningkat maka akan apa 1:15:25 namanya? Sifat-sifat buruk itu dengan 1:15:28 sendirinya akan berkurang, berkurang, 1:15:30 berkurang dan sampai pada batas tertentu 1:15:33 nanti akan hilang. 1:15:35 Saya akan buatkan ee satu satu contoh 1:15:39 ya. Iman itu adalah ibarat api ya, Bu, 1:15:43 ya. Ibarat api. 1:15:46 Cahaya iman itu adalah al imanun nurun. 1:15:49 Iman itu cahaya. 1:15:52 Cahaya yang bisa menerangi, 1:15:54 memperlihatkan kepada kita mana yang 1:15:56 hak, mana yang batil. Yang baik dan 1:15:58 buruk, halal haram, itu cahaya itu. Nah, 1:16:03 kalau orang menyalakan api unggun ya, 1:16:08 maka cahaya dari api ini 1:16:11 itu akan bisa lebih besar 1:16:14 kalau ditambah kayu bakarnya. H 1:16:17 semakin ditambah kayu bakar, semakin 1:16:20 terang api, semakin jauh jangkauan api 1:16:25 ya atau cahaya tadi dan bisa melihat 1:16:30 ya sesuatu yang tidak di terlihat ketika 1:16:34 cahaya itu kecil. 1:16:37 Jadi besarnya cahaya itu karena 1:16:39 bertambahnya kayu ya. Kayunya dikurangin 1:16:43 akan berkurang lagi. 1:16:45 H. Nah, sekarang ingat Rasulullah pernah 1:16:49 mengatakan begini, "Alhas yaul hasanat 1:16:54 kama taklunarul." 1:16:56 Sifat iri dengki itu bisa menghancurkan 1:16:59 amal saleh 1:17:01 sebagaimana api 1:17:04 ee meluluh lantakan menghabiskan 1:17:07 kayu bakar. Lihat hasud disamakan dengan 1:17:11 api, 1:17:13 amal saleh disamakan dengan kayu bakar. 1:17:19 Ya, oleh Nabi dikatakan begitu. Maka 1:17:21 sekarang berarti 1:17:24 kalau tadi cahaya ini 1:17:27 tambah besar dengan sebab kayu bakar, 1:17:31 artinya iman kita itu akan bertambah 1:17:35 dengan meningkatnya amal saleh kita. 1:17:39 tuh semakin besar karena semakin banyak 1:17:43 amal saleh cahaya semakin terang. Dan 1:17:47 ketika semakin terang itu maka 1:17:50 sifat-sifat buruk kita itu ya yang tadi 1:17:54 tidak ikhlas itu nanti dengan sendirinya 1:17:57 akan hilang berkurang berkurang. Makanya 1:18:00 saya katakan ikhlas itu proses. 1:18:03 Enggak bisa orang langsung ikhlas enggak 1:18:06 ada prosesnya. prosesnya adalah dengan 1:18:09 meningkatkan amal saleh kita. Insyaallah 1:18:12 dengan kita tingkatkan amal saleh, 1:18:14 sedekahnya ya, salatnya ya baca Qurannya 1:18:18 kita tingkatkan, maka iman kita akan 1:18:21 bertambah. Ketika iman itu bertambah 1:18:24 nanti yang tadinya ibu itu tidak ikhlas, 1:18:27 insyaallah naik naik naik sampai 1:18:29 akhirnya menjadi apa namanya ikhlas gitu 1:18:32 ya. Kalau sekarang orang pelit suruh 1:18:35 sodqah khilas enggak bakal bisa. 1:18:38 Orang enggak bakal bisa. Iya. Iya. Di 1:18:41 cuma apa? Psakan. 1:18:44 Biarin enggak ikhlas juga paksakan. 1:18:46 Lama-lama karena terbiasa gitu ya. 1:18:50 Heeh. 1:18:50 Nah, itu udah enggak berat lagi. Nah, 1:18:52 itu enggak berat itu berarti sudah 1:18:54 berubah hati kita. Terus saja paksakan 1:18:58 ya. 1:18:59 Burung darah itu biasa terbang. 1:19:03 Coba sama ibu diikat selama seminggu 1:19:07 sayapnya. 1:19:09 Begitu sudah seming ah. Begitu sudah 1:19:11 seminggu ya buka lagi tuh ikatannya. Itu 1:19:15 si burung enggak bisa terbang. 1:19:18 Enggak bisa terbang. Kenapa? Lupa dengan 1:19:21 kebiasaannya. 1:19:22 Ah, begitu juga apa namanya sifat-sifat 1:19:26 buruk kita kalau kita paksa dia enggak 1:19:30 diberikan gerak. untuk mengikuti 1:19:33 kebiasaannya. Nanti dia akan lupa dengan 1:19:36 kebiasaannya karena kita melakukan 1:19:38 kebalikannya. 1:19:40 Semoga Allah panjangkan umur kita dalam 1:19:42 taat kepadanya. 1:19:43 Allah bimbing hati kita ke jalan yang 1:19:45 diridai dan dicintainya. Allah hiasi 1:19:48 hati kita dengan akhlak yang mulia. Dan 1:19:50 Allah bersihkan hati kita dari akhlak 1:19:53 yang hina. Allah limpahkan rahmat, 1:19:55 taufik, dan hidayah kepada kita anak 1:19:57 cucu kita sehingga dapat istikamah dalam 1:20:01 menjalankan perintahnya dan menuhi 1:20:03 larangannya. Rabbana taqobbal minna 1:20:06 amalina birahmatika ya arhamarahimin. 1:20:09 Rabbanaun hasanah akarahidina 1:20:15 Muhammadin waamhamdulillahabbil 1:20:18 alamin. Alalamualaikum warahmatullahi 1:20:20 wabarakatuh. 1:20:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:20:22 wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat, 1:20:23 kebersamaan kita di acara tausiah sore 1:20:25 kajian akidah akhlak bersama Ustaz Ahmad 1:20:27 Zazuri Kholil. Terima kasih Ustaz atas 1:20:29 ee pencerahannya di sore hari ini. 1:20:31 Semoga apa yang disampaikan dapat 1:20:32 menambah ilmu agama kita juga menambah 1:20:34 iman dan takwa kita kepada Allah 1:20:36 subhanahu wa taala. Yang sudah bergabung 1:20:38 terima kasih banyak. Yang belum sempat 1:20:39 terbanyakkan mohon maaf karena waktu 1:20:40 yang terbatas. Saya Fahri ditemani Neza 1:20:43 dan juga Yusuf Subangkit pamit. 1:20:46 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:20:47 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:20:49 atubu ilaik. Wasalamualaikum 1:20:51 warahmatullahi wabarakatuh.