Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Rasul TV
- untuk Islam yang satu.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahirabbil alamin
- washolatu wassalam ala asrofil ambiya
- wal mursalin wa ala alihi wa shohbihi
- ajmain amma ba'du.
- Masih dipancarluaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis
- Cibubur, Bekasi. Inilah Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu, untuk
- Indonesia bersatu.
- Ikhwan akhwat para pendengar Radio
- Silaturahim di manapun Anda berada,
- bagaimana kabar Anda di pagi hari ini?
- Di hari Sabtu ini, semoga ikhwan akhwat
- pendengar Radio Silaturahim masih dalam
- keadaan sehat walafiat dan tentunya
- di hari Sabtu ini, ya di hari libur
- untuk ikhwan akhwat yang sedang bersama
- keluarga, semoga di hari ini diberi
- keberkahan oleh Allah Subhanahu wa
- Ta'ala dan mudah-mudahan selalu
- diberikan keistiqomahan dan juga
- kesyukur kita kepada Allah Subhanahu wa
- Ta'ala yang telah memberikan nikmat-Nya
- kepada kita semuanya. Selawat serta
- salam kita curahkan juga kepada Nabi
- besar kita Nabi Muhammad Shallallahu
- alaihi wasallam yang telah memberikan
- petunjuknya kepada kita semuanya. Dan
- ikhwan akhwat di edisi hari ini di hari
- Sabtu di tanggal 4 Sya'ban 1440 Hijriah
- bertepatan di tanggal 13 Oktober 2018.
- Program Tausiyah Pagi hadir kembali
- secara live bersama
- Ustaz Ahmad Zazuli Khalil dan juga
- ditemani oleh saya Muhammad Anis Mualim.
- Dan insya Allah hingga 90 menit ke depan
- kebersamaan kita di tausiah pagi. Dan
- tema pagi hari ini mengenai sebagian
- kecil akhlak Nabi. Masyaallah.
- Mungkin sebagian para ikhwan, akhwat
- pendengar Radio Suara Rahim
- eee belum mengetahui bagaimana sih
- sebagian kecil-kecil akhlak Nabi. Atau
- ada yang eee mengetahui hanya eee yang
- besarnya atau seperti apa. Nah, ini akan
- dibahas oleh Ustaz Ahmad Zazuli Khalil
- mengenai sebagian kecil akhlak-akhlak
- Nabi yang nanti perlu kita ketahui dan
- mudah-mudahan dapat kita tirukan.
- Baik, langsung saja kita sapa Ustaz
- Ahmad Zazuli Khalil di eee pagi hari
- ini. Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pagi hari ini sehat walafiat, Ustaz ya?
- Alhamdulillah.
- Perjalanan lancar, Ustaz ya?
- Alhamdulillah.
- Masyaallah.
- Eee di hari Sabtu ini jalannya sedikit
- eee lengang, Ustaz ya? Karena banyak di
- Sabtu-Ahad ini yang libur, Ustaz ya?
- Untuk istirahat. Masyaallah.
- Baik, eee Ustaz, eee tema sebagian kecil
- akhlak Nabi, Ustaz.
- Iya, insyaallah.
- Eee
- seperti apa, Ustaz, untuk sebagian kecil
- akhlak Nabi? Mungkin ada sedikit
- mukadimahnya, Ustaz.
- Jadi, Imam eee ini
- Heeh.
- Al-Qusyairi itu setelah dia
- mengungkapkan ya pujian-pujian terhadap
- Nabi sallallahu alaihi wasallam,
- beliau kemudian mengatakan,
- "Aku sudah kehabisan bahan ya,
- Heeh.
- kehabisan kata-kata untuk menyampaikan,
- memmenyanjung, memuji Nabi sallallahu
- alaihi wasallam.
- Sallallahu alaihi wasallam.
- Di mana apa yang aku sampaikan ini itu
- baru sebagian kecil
- Sebagian kecil.
- ya dari akhlak Nabi. Artinya beliau
- enggak sanggup untuk eee menyanjung, ya,
- mengungkapkan pujian-pujian atas
- kebesaran, keagungan, luar biasanya
- akhlak Nabi.
- Nah, itulah makanya saya biar buat juga
- dalam eee tema sekarang adalah sebagian
- kecil. Jadi, enggak
- mengatakan, ya, akhlaknya Nabi tidak,
- ya. Karena kan akhlaknya Nabi itu
- Alquran.
- Iya.
- Dan saya kan enggak bisa memahami
- seluruh Alquran, ya.
- Itu demikian. Karena itu temanya adalah
- sebagian kecil dari akhlak Nabi.
- Masyaallah.
- Baik.
- Baik. Ikhwan dan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim, tentunya di sesi yang kedua
- kami akan membuka layanan tanya jawab.
- Dipersilakan ya untuk ikhwan dan akhwat
- yang ingin bertanya secara langsung,
- bisa menghubungi di layanan interaktif
- kita di 0218451512
- untuk layanan teleponnya, SMS dan juga
- WhatsApp-nya ikhwan dan akhwat bisa
- mengirimkan di 08111999720.
- Baik, kita buka acara tausiah pagi ini
- dengan kita membaca doa thalabul ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim. Rabbi zidni
- ilman, Allahumma anfa'ni bima alamtani
- wa alimni ma yanfa'uni warzuqni ilman
- yanfa'uni. Amin. Tafadhol, Ustaz.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi.
- Al fadhilah hadirin sayyidina wa
- habibina Rasulillah Muhammad ibni
- Abdillah sallallahu alaihi wasallam wa
- ala alihi wa ashabihi wa azwajihi wa
- dzurriyati wa ahli baitihi wa ikhwanihi
- minal anbiya mursalin khulafaur rasyidin
- wa sahabat wa tabiin
- wa aimmatil arba'atil mujtahidin wa
- muqallidihim wal auliya syuhada sholihin
- wa shufiyatul muhaqqiqin
- wal ulama'il amilin wa syekhina fiddin
- wa il arwahi aba'ina wa ummahatina wa
- amwati hadzil baladi muslimin muslimat
- ala niyatin annallaha yuwiru qulubana wa
- yasyrohu shudurona wa yutsabbitu
- aqdamana wa yaghfirulana dzunubana
- wa yamhu an khotoyana satru uyubana wa
- yasturu uyubana wa ya
- wa yaqdhi hajatina wa yarfa'u darojatina
- yuballighuna maqoshidana wa yasyfi
- mardhona wa yarham mautana wa yaruddu
- ghoyibina wayaqdi duyuna, wayufarriju
- humumana, wayafukku usrona, wayahdina
- subulas salam, wayuwaffiquna lima
- yuhhibbu wayardho, yarzuquna rizqon
- halalan toyyiban wasi'an mubarokan fih,
- wayaj'aluna wa dzurriyatana minalladzina
- ya'lamun waya'malun ma'aniyal kitab
- wasunnah, wayakhtimulana walakum bil
- husna wailahadroti nabi Muhammadin
- shollallahu alaihi wasallam al Fatihah.
- A'udzubillahiminasyaitonirojim,
- bismillahirohmanirohim.
- Alhamdulillahirobbil
- alamin, arrohmanirohim,
- maliki yaumiddin, iyyaka na'budu wa
- iyyaka nasta'in, ihdinashirotol
- mustaqim, shirotol ladzina an'amta
- alaihim ghoiril maghdubi alaihim
- waladdholin,
- amin.
- Bismillahirohmanirohim.
- Alhamdulillahilladzi kholaqo kullasya'in
- faahsana
- kholqohu watartibah.
- Waaddaba nabiyyahu Muhammadan
- shollallahu alaihi wasallam. Faahsana
- ta'dibah.
- Wazakka ausofahu
- akhlaqohu, tsummat takhodzahu shofiyyahu
- wahabibah.
- Wafa kolil iqtidha bihi man aroda
- ta'dzib tahdzibah.
- Waharromani takholuq biakhlaqihi man
- aroda takhyibah.
- Washollallahu ala sayyidina Muhammad
- sayyidil mursalin.
- Waala alihi toyyibin ath thohirin
- wasallama
- katsiro, amma ba'd.
- Fainna asdaqol hadits kitabullah ta'ala
- wa khoirul hadi hadi Muhammadin
- shollallahu alaihi wasallam. Wasyarrul
- umur muhdatsatuha wakulla muhdatsatin
- bid'ah, wakulla bid'atin dholalah,
- wakulla dholalatin finnar.
- Para pendengar radio
- yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kembali kita panjatkan
- puji serta syukur kehadirat Allah
- Subhanahu Wa Ta'ala yang senantiasa
- melimpah curahkan nikmat karunianya
- kepada kita terutama nikmat iman dan
- Islam, nikmat sehat walafiat, nikmat
- panjang usia dalam taat termasuk nikmat
- dipertemukannya kita pagi ini
- dalam rangka menjalankan salah satu
- perintah Allah yang diwajibkan atas kita
- semua yaitu menuntut ilmu yang insya
- Allah
- pada pagi ini kita akan melanjutkan kaji
- kita
- tentang akidah akhlak
- di mana pada minggu yang lalu saya sudah
- sampaikan sudah saya jelaskan mengenai
- hisbah ya
- nah hisbah
- nah insya Allah pada pagi ini setelah
- kita mempelajari tentang hisbah akan
- kita mempelajari
- beberapa akhlak Nabi Shallallahu Alaihi
- Wasallam
- sehingga mudah-mudahan pula kita bisa
- menerapkannya
- dalam kehidupan kita
- selawat dan salam semoga selalu tercurah
- atas junjungan kita Nabi Muhammad
- Shallallahu Alaihi Wasallam beserta
- keluarganya para sahabatnya para
- pengikut dan pengamal sunnahnya
- para pendengar Radio Silaturahim yang
- dirahmati Allah
- Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi
- Wasallam
- itu manusia yang luar biasa cerdasnya
- cerdasnya luar biasa namanya juga
- apa namanya makhluk pilihan Allah ya
- beliau ini mampu memahami
- apa yang diinginkan oleh Allah
- kalau kita simak ya
- misalnya tentang shalat zakat, puasa,
- haji.
- Itu kan
- di dalam Alquran enggak dijelaskan oleh
- Allah secara rinci, tidak.
- Salat hanya memerintahkan dirikan salat.
- Salat itu dapat mencegah perbuatan keji
- dan mungkar.
- Ya, zikir dirikanlah salat
- ee untuk mengingat aku.
- Dan seterusnya tidak ada rincian
- bagaimana caranya salat,
- apalagi syarat rukunnya salat kan tidak
- dijelaskan di dalam Alquran.
- Tetapi Nabi Muhammad kemudian mampu, ya.
- Mampu ee menerjemahkannya
- yang luar biasa.
- Ya, padahal itu cuma secara global kan
- Allah menurunkan wahyu itu. Tapi Nabi
- mampu merincinya.
- Yang kemudian dijelaskan oleh para alim
- ulama rincian tersebut, yaitu syaratnya,
- rukunnya, mumbtilatnya, dan lain
- sebagainya.
- Begitu juga perintah mengenai zakat.
- Perintah mengenai zakat itu harta apa
- saja yang harus dikeluarkan,
- berapa persen dan seterusnya,
- pendistribusiannya bagaimana,
- kan tidak secara rinci oleh Allah
- dijelaskan.
- Tapi Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam mampu memahami apa yang
- diinginkan oleh Allah.
- Demikian juga masalah puasa, masalah
- hajinya.
- Namun yang menariknya, Nabi yang
- demikian cerdas, yang luar biasa ini
- oleh Allah enggak pernah dipuji karena
- kepandaiannya, karena kecerdasannya.
- Yang dipuji oleh Allah itu justru
- akhlaknya.
- Wa innaka laala khuluqin adzim.
- Sesungguhnya engkau Muhammad berada di
- atas budi pekerti yang luar biasa. Itu
- pujian Allah itu terhadap akhlaknya
- bukan ilmunya.
- Bukan pengetahuan, pengetahuannya.
- Nah, para pendengar radio silaturahim
- yang dirahmati Allah. Lalu apa saja
- akhlak Nabi itu? Nah, ini sebagian
- kecilnya.
- Ya, adalah
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- ahlamannas.
- Rasulullah itu orang yang paling
- hilim.
- Hilim itu enggak lekas marah.
- Ya, enggak lekas marah itu namanya
- hilim.
- Nah, di kita ini kan tidak sedikit
- orang tukang ledekin orang, orang lain.
- Cuma giliran diledek orang
- marah, ya.
- Mestinya kalau orang tukang ledek jangan
- pemarah dan jangan suka marah kalau
- diledek oleh orang.
- Nabi Muhammad disebut apa namanya
- majnun, orang gila.
- Disebut juga adalah sahir. Beliau tukang
- sihir.
- Beliau adalah disebut juga dengan apa
- namanya dukun, ya. Beliau juga, kemudian
- asatirul awwalin. Wah, sudah
- macam-macam.
- Ya, tapi Rasulullah enggak, enggak
- pernah marah. Kenapa?
- Ini kan ungkapan kata-kata yang
- disampaikan oleh orang yang bodoh.
- Orang yang enggak ngerti siapa Rasul.
- Dan Rasul enggak meladeni yang
- begitu-begituan.
- Gitu.
- Nah, coba sekarang lihat kalau di medsos
- ya.
- Pendukung
- eh Prabowo ngomong begini, wah
- tanggapannya luar biasa.
- Dari apa namanya, dari pendukungnya Pak
- Jokowi. Begitu juga sebaliknya.
- Padahal dua orangnya Pak Prabowo dengan
- Pak Jokowi nya sih enggak, enggak ada
- masalah, ya.
- Jadi yang galak ini adalah orang yang
- eh malah pendukung-pendukungnya,
- ya partisannya ini.
- Emang begitu sih, ya.
- Jadi Nabi itu adalah orang yang tidak
- lekas marah.
- Dan juga
- memang itu sifat mukmin mestinya begitu.
- Saya lagi pergi ke IIQ, eh
- Ibu
- siapa itu Dekan IIQ itu loh.
- Beliau mengatakan kan dari
- obrolan-obrolan itu
- al mukmin
- ya bati'ul ghadab syari'ur ridha.
- Wal munafik syari'ul ghadab bati'ur
- ridha.
- Orang mukmin itu
- kalau marah lama mau marahnya itu.
- Artinya diledek orang, kesenggol orang
- dan sebagainya, enggak enggak langsung
- marah. Lama marahnya orang mukmin itu.
- Nah, kemudian kalau sudah marah syari'ul
- syari'ur ridha, redanya cepat. Itu orang
- mukmin begitu.
- Makanya kan orang mukmin itu enggak ada
- yang bermusuhan, marahan sampai
- berhari-hari, berminggu-minggu sampai
- ada tahunan.
- Ya, bahkan ada yang sampai seumur hidup.
- Sampai mati enggak pernah mau saling
- tanya lagi.
- Nah, padahal orang mukmin itu yang
- enggak begitu. Kalau kata Nabi itu
- bati'ul ghadab syari'ur ridha.
- Ya.
- Lama marahnya, be kalau sudah marah
- kemudian redanya cepat. Itu orang
- mukmin. Nah, enggak tahu kita ini
- begitu atau tidak. Kalau umpamanya
- seperti itu bersyukur kepada Allah.
- Karena kita dijadikan oleh Allah sebagai
- seorang mukmin yang benar-benar mukmin.
- Tapi kalau kita ini cepat marah, kalau
- sudah marah lama, ya
- redanya, nah ini perlu kita tingkatkan
- keimanan kita kepada Allah. Ketakwaan
- kita kepada Allah.
- Wal munafik sari'ul ghodob bati'ur
- ridho. Nah, kalau orang munafik
- sebaliknya
- cepat marah, cepat tersinggung. Kalau
- sudah marah, kalau sudah tersinggung itu
- redanya lama.
- Jadi marahnya cepat, ya redanya
- lama. Itu munafik begitu. Maka Nabi
- Shallallahu Alaihi Wasallam
- ee kata beliau nih
- adalah kata Al Imamul Ghazali kana
- Shallallahu Alaihi Wasallam
- ahlaman nas, ya.
- Dan ini ada hadisnya juga yang yang
- menjelaskan tentang itu. Kemudian yang
- keduanya wa asja'un nas wa asja'un nas.
- Nabi itu orang paling berani.
- Sehingga dikatakan idza staddal harb
- ittaqo i- ee
- ittaqoina bi Rasulillah.
- Katanya kata sahabat kalau perang sudah
- berkecamuk maka kami suka berlindung di
- balik Rasulullah. Karena Rasulullah itu
- kalau sudah perang
- ya sudah kayak banteng ketaton, enggak
- ada rasa takutnya.
- Asja'un nas.
- Berani. Ehm.
- Wa adalan nas dan juga orang yang paling
- adil Nabi itu.
- Paling adil Nabi itu, enggak ada orang
- yang lebih adil dari
- Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Ya.
- Saking adilnya sampai Wae.
- Nabi sendiri sudah mengingatkan ketika
- Usamah
- ee bin Zaid ini minta kepada Nabi untuk
- membebaskan seorang wanita.
- Ya, untuk tidak dipotong karena dia
- mencuri, ya.
- Maka Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam
- marah.
- Dan beliau mengatakan seandainya katanya
- Fatimah putranya Muhammad, putrinya
- Muhammad mencuri
- aku potong tangannya. Itu Fatimah,
- apalagi yang bukan Fatimah, ya. Fatimah
- itu anak kesayangan Rasulullah, seandai
- mencuri aku sendiri kata Rasulullah yang
- memotong.
- Jadi dalam hukum itu Nabi sudah enggak
- bisa
- apa namanya tebang pilih, semua di mata
- hukum sama.
- Nah, begitu juga terhadap
- istri-istrinya.
- Yang tua digilir satu malam, yang muda
- ya satu malam semuanya sama.
- Nah, di waktu sehat maupun waktu sakit,
- semuanya sama.
- Itulah adil, ya. Tapi adil itu bukan
- berarti sama.
- Adil bukan berarti sama, sama itu bukan
- berarti adil.
- Punya istri dua,
- yang satu adalah anaknya enam,
- yang satu lagi anaknya dua.
- Masing-masing sa- istri ini
- kemudian setiap hari dikasih uang
- belanja
- 100.000 umpamanya, maka ini namanya
- tidak adil.
- Karena yang satu 100.000 untuk tujuh
- orang,
- ya,
- satu istri dan enam anak, sementara yang
- satu lagi untuk tiga orang.
- Jadi adil itu belum tentu sama.
- Gitu.
- Ya.
- Nah, makanya kita punya anak,
- punya anak enam, ya. Ada yang di SMA,
- ada yang di SMP, ada yang di TK. Adil
- itu bukan berarti
- uang sakunya yang TK dengan SMA harus
- sama. Hmm, ya enggak begitu lah namanya
- adil itu, ya. Justru itu tidak adil yang
- seperti itu.
- Nah, ketika Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sakit, istri-istrinya
- dikumpulkan oleh Rasulullah.
- Lalu Rasulullah meminta kepada semua
- istri-istrinya
- agar mengizinkan beliau selama sakit di
- rumahnya Aisyah.
- Nah, itu seperti itulah memang resikonya
- orang yang punya istri lebih dari satu.
- Ya. Ketika sakit, ya, gilirannya di
- istri tua, ya, di istri tua. Giliran di
- istri muda, ya, pindah ke istri muda.
- Jadi, yang tua, yang muda, semuanya juga
- merasakan mengurusi suaminya yang sakit.
- Enggak cuma di yang tua saja. Inilah
- keadilan, ya.
- Nah, kecuali kalau mereka mengizinkan
- seperti Nabi sallallahu alaihi wasallam
- tadi mengumpulkan istri-istrinya.
- Sesudah berkumpul, Nabi minta kepada
- mereka, minta izin, selama eh sakit
- beliau akan berada di rumahnya
- eh Sayyidah Aisyah. Dan mereka
- mengizinkan. Makanya, Rasulullah kan
- wafatnya di rumahnya Siti Aisyah.
- Wa atafan nas, lam tamus sa yadahu qat.
- Qat tu yada mar atin.
- Ya.
- Dan beliau ini orang yang paling menjaga
- diri.
- Sehingga beliau ini belum pernah, ya,
- tangannya itu belum pernah menyentuh
- tangan wanita lain
- yang bukan apa namanya, yang bukan
- mahramnya, bukan istrinya.
- Gitu, ya.
- Nah, jadi enggak mau apa, menyentuh
- tangan wanita yang bukan mahramnya.
- Salaman, gitu. Apalagi sampai cium pipi,
- gitu kan.
- Eh tentu saja tidak, ya. Rasulullah itu
- benar-benar menjaga sekali.
- Berdua dengan seorang wanita, ya,
- itu tidak pernah. Eh tidak pernah
- Rasulullah itu melakukan itu. Dan ini
- beliau ini merupakan uswatun hasanah
- buat kita.
- Ya, uswatun hasanah buat kita.
- Artinya sebagai teladan. Maka, bagi
- seorang muslim yang ingin
- eh yang ingin baik, ya, kita ikutilah
- Nabi sallallahu alaihi wasallam sesuai
- dengan kesanggupan, sesuai dengan
- kemampuan,
- ya, kemampuan kita semua.
- Wa kana ashkhan nas, dan beliau ini
- adalah orang yang sangat dermawan,
- manusia yang paling dermawan.
- Paling dermawan.
- Dikisahkan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam itu pernah
- pernah suatu hari beliau ini membawa
- uang 8 dinar, dirham, ya.
- Pergi mau beli baju.
- Nah, sampai di tengah di perjalanan, di
- tengah perjalanan, beliau melihat
- seorang budak
- yang sedang duduk merenung, rupanya dia
- ketakutan mau pulang.
- Begitu didekati oleh Nabi sallallahu
- alaihi wasallam, ternyata budak ini
- eee memang benar lagi ketakutan enggak
- berani pulang.
- Ya, enggak berani pulang. Memang kenapa?
- Saya katanya disuruh belanja, suruh beli
- sesuatu
- dan ternyata uang kembaliannya hilang.
- Gitu, uang kembaliannya hilang.
- Akhirnya, berapa? Sekian dirham,
- katanya.
- Ya sudah, oleh Rasulullah, nih.
- Ya, diberikan oleh Rasulullah
- uang kembaliannya 2 dirham. Maaf, tapi
- itu punyanya 4 dirham, ya.
- Lalu orang itu, silakan sekarang kamu
- pulang. Tidak, katanya Rasulullah,
- walaupun saya pulang pasti saya dihukum
- karena lama ini enggak pulang-pulang,
- mestinya saya sudah di rumah dari tadi.
- Eee, akhirnya Rasulullah, kalau gitu
- ayo, berangkat bareng dengan saya.
- Berangkat dengan Rasul ke rumahnya
- rupanya majikannya tiga orang wanita,
- heran tiga majikannya ini
- lah ini eee budaknya ini
- lama enggak pulang-pulang enggak lagi
- ditunggu. Sekalinya datang bersama
- Rasulullah, ya girang dia itu. Girang
- karena rumahnya didatangi Rasul.
- Lalu Rasul mengucapkan salam sampai tiga
- kali. Ya, salam pertama enggak dijawab,
- salam kedua enggak dijawab, yang ketiga
- baru dijawab.
- Ini kan satu kesalahan yang dilakukan
- oleh tiga wanita ini ketika ada orang
- mengucapkan salam tidak dijawab.
- Masuk dalam kategori kemungkaran, maka
- Nabi kemudian menegur.
- Kata Nabi, "Apa kalian tidak mendengar
- ucapan salam saya yang pertama dan yang
- kedua?" "Kami dengar," kata Rasul. "Lalu
- kenapa tidak kalian jawab?"
- "Sengaja kami," katanya "menunggu biar
- engkau banyak mendoakan kami."
- Ya, mendoakan apa keselamatan. Kan satu
- kali didoakan. Orang mengucapkan
- assalamualaikum itu sebenarnya sedang
- mendoakan keselamatan buat orang yang eh
- orang itu, ya.
- Dua kali berarti doanya dua kali, doa
- keselamatannya. Tiga kali ya jadinya
- tiga kali didoakan. "Nah, itulah makanya
- kami menunggu biar banyak engkau
- mendoakan kami." Karena alasannya benar,
- ya Nabi diam saja. Lalu Rasul minta
- menjelaskan keadaan budaknya itu dan
- beliau mengatakan, "Tolong," katanya
- "jangan dihukum." Itu, jangan dihukum.
- "Kalau memang eh mau menghukum juga,
- biarlah," katanya, "saya sebagai
- gantinya," kata Rasulullah. Subhanallah.
- Bagaimana Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam begitu mendengar hambanya
- sedang punya masalah, gitu kan, takut
- dia dijotosi atau digebuki oleh
- majikannya, maka Nabi itu yang hatinya
- lembut.
- Ya, yang hatinya apa namanya
- eh yang yang penuh cinta, penuh sayang
- ini enggak tega melihat kalau ee, kalau
- ee, ada umat digebuk begitu, dipukulin
- nanti oleh majikannya. Maka langsung
- Nabi itu
- ee, datang meminta agar jangan sampai
- dipukuli. Kalau juga harus mukuli, maka
- Nabi siap untuk menjadi penggantinya.
- Itu hati yang lembut memang seperti itu.
- Nah,
- akhirnya si majikannya mengatakan
- begini, "Wahai Rasulullah,
- karena budak saya ini sudah menyebabkan
- engkau datang ke rumah kami,
- ya, dan itu tentu adalah keberkahan buat
- kami,
- maka ee,
- ee, karena Allah kami merdekakan budak
- itu."
- Masya Allah, Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam girangnya luar biasa.
- Maka Rasulullah kemudian keluar, pergi
- sambil menga ee, sambil memuji kepada
- Allah subhanahu wa ta'ala yang telah
- memberikan ee, dirham tadi yang
- merupakan dirham yang sangat berkah.
- Lalu beliau berangkat lagi melanjutkan
- perjalanannya ke pasar.
- Beli baju yang murah, ya, 2 dirham.
- Lalu beliau pulang, di tengah perjalanan
- ada pengemis yang kedinginan.
- Nah, akhirnya baju yang baru dibeli itu
- oleh Rasulullah diberikanlah kepada
- pengemis itu.
- Sambil jalan Nabi menga mengatakan,
- "Segala puji bagi Allah yang telah
- memberikan kepadaku 4 dirham uang yang
- sangat berkah. Dengan 2 dirha dengan 4
- dirham itu,
- Allah telah memerdekakan seorang budak
- dan dengan dua 4 dirham itu pula Allah
- telah menyelamatkan hambanya dari
- kedinginan."
- Jadi Nabi enggak mengatakan aku telah
- memerdekakan, enggak.
- Aku telah menyelamatkan orang dari
- kedinginan, tidak. Beliau mengatakannya
- Allah telah memerdekakan.
- Kemudian Allah yang telah me apa namanya
- menyelamatkan orang itu dari kedinginan.
- Jadi semua kebaikan itu oleh Nabi
- disandarkannya kepada
- Allah subhanahu wa taala. Ma a wa ma
- asobaka min hasatin hasanatin faminallah
- wa ma asobaka min sayyatin faminnafsi.
- Apa yang menimpa kamu berupa kebaikan,
- itu dari Allah. Dan apa yang menimpamu
- berupa keburukan, kejelekan, itu dari
- dirimu sendiri. Jadi kalau yang buruk
- disandarkan kepada dirinya, kalau yang
- baik disandarkannya kepada Allah. Ini
- akhlak. Qul kullum min indillah.
- Walaupun sebenarnya, kata katakan semua
- itu dari Allah. Yang baik dan buruk itu
- dari Allah. Tapi sebagai adab, namanya
- Nabi sudah mencontohkan tuh. Yang baik
- sandarkan kepada Allah, yang buruk
- sandarkan kepada diri kita.
- Gitu.
- La yabitu indahu dina dinarun wala
- dirham.
- Wa in fadola syaiun walam yajid man
- yutihi wa fajaahul lail lam ya'wi ila
- manza manzilihi hatta yatabarok minhu
- ila man yahtaju ilaih.
- Nabi sallallahu alaihi wasallam, kalau
- dia ini punya duit, punya dinar, dirham,
- punya duit kalau kita,
- maka beliau ini
- eee apa namanya
- eee
- eee tidak tidak tidak tidak mau tidur,
- ya.
- Tidak mau tidur.
- Dan dia akan memberikan kepada orang
- lain dulu, ya.
- Eee begitulah Nabi. Kalau kita malah
- sebaliknya, kalau kita enggak punya duit
- ya enggak bisa tidur lah, ya.
- Puyeng, ya.
- Nah, Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam itu punya sahabat yang
- eh memiliki julukan-julukan.
- Seperti kan sahabat Hamzah disebut
- singanya Allah, asadullah.
- Ali satwatullah,
- gitu.
- Eh, kemudian
- eh
- Huzaifah itu disebut dengan apa namanya
- sirrun nabi, rahasianya nabi, ya.
- Eh, dan ada lagi di antaranya adalah eh
- Bilal. Itu disebut sebagai madinun
- madinur rasul.
- Jadi, madin itu tukang utang.
- Jadi, kalau nabi butuh eh butuh uang, ya
- mungkin mendadak darurat, nah itu suka
- minjam. Yang minjamnya itu adalah
- sahabat Bilal.
- Jasanya Bilal. Tentu saja namanya Bilal
- itu minjam ya menggunakan namanya, tidak
- menggunakan nama nabi, ya.
- Eh, suatu hari, suatu hari
- ada orang Yahudi yang mengatakan,
- "Bilal,
- saya tahu," katanya, "kalau kamu itu
- kalau ke kamu ngutang
- itu kan untuk nabimu kan, untuk
- Muhammad," katanya.
- "Aku tahu itu Bilal.
- Nah, nanti," katanya Bilal, "kalau kamu
- butuh duit lagi, enggak usah re
- bingung-bingung ke sana kemari, datang
- saja kepadaku. Aku akan berikan.
- Ya, walaupun aku bukan orang Islam, aku
- menghormati,
- ya, memuliakan nabimu."
- Itulah bahasa yang manis dari orang
- Yahudi, ya.
- Nah, sementara Bilal ini orang yang
- jujur, orang yang tulus
- ya, orang yang tulus kemudian antara
- lidah, antara ucap, sikap dan hati itu
- sejalan dan itulah yang dididik oleh
- Nabi. Nah, berbeda dengan orang-orang
- Yahudi, orang munafik tentu akan lain.
- Kadang-kadang di balik ucapan ini ada
- sesuatu yang tersembunyi gitu.
- Sehingga antara hati dengan ucap, dengan
- perbuatan itu enggak sejalan.
- Akhirnya Bilal ini benar-benar
- minjam ya, karena Rasul ada ada punya
- hajat.
- Begitu sudah lalu tinggal jatuh temponya
- orang Yahudi itu mendatanginya Bilal.
- Ya, saya tidak tahu apakah kau itu
- mengutang itu untuk Nabi atau dirimu
- sendiri.
- Yang saya tahu yang minjam adalah
- engkau.
- Ya, adapun ini untuk siapa untuk siapa
- itu bukan urusan saya.
- Dan besok itu adalah jatuh temponya kamu
- membayar.
- Karena itu besok kamu harus bayar, kalau
- tidak nah, kalau tidak maka engkaulah
- sebagai bayarannya. Artinya kalau Bilal
- sebagai bayarannya
- maka Bilal menjadi budaknya, menjadi
- budak sebagai
- ee ganti dari hutangnya itu.
- Bilal itu puyeng
- pusing ya.
- Sehingga oleh Nabi Shallallahu Alaihi
- Wasallam ditanya begini, Bilal katanya.
- Kamu itu enggak mau jadi Bilal lagi
- enggak takut jadi budak lagi. Rasulullah
- saya bukan takut jadi budak.
- Karena dalam Islam ya, yang saya tahu
- kemuliaan seseorang bukan diukur karena
- apakah dia seorang budak atau majikan,
- punya jabatan atau tidak. Kemuliaan itu
- kan karena ketakwaannya.
- Karena ketakwaannya.
- Yang saya takutkan itu Rasul, kalau saya
- jadi budak saya takut tidak bisa lagi
- salat berjamaah bersamamu, salat bersama
- dengan teman-teman yang lainnya. Itu
- yang saya takutkan, bukan status saya
- jadi budak, tidak.
- Ehm.
- Ya sudah, kata Rasulullah, ya sudah
- tenang saja nanti juga dibayar. Dan Nabi
- kan sudah mengingatkan, barangsiapa
- meminjam atau menghutang, niat di
- hatinya itu untuk membayar, Allah akan
- bayar.
- Nabi itu tenang saja, cuma Bilal saja
- yang gelisah, tinggal besok loh
- waktunya.
- Tiba-tiba maghrib datang orang
- ya bawa unta, bawa barang dagangan,
- nyari Nabi Muhammad.
- Akhirnya
- ya begitu sudah ketemu, Rasulullah nih
- saya pengin sedekah katanya.
- Barang bawaan tuh yang ada di unta.
- Barang dagangan.
- Maka dipanggillah kemudian Bilal, ya.
- Tuh, ya Allah sudah mengirim nih buat
- bayar utang. Sudah sana katanya, kamu
- jual
- malam ini juga, ya.
- Malam itu juga oleh sahabat Bilal dijual
- habis semuanya.
- Sudah Rasul, alhamdulillah laku semua.
- Kalau laku ya sudah bayar utang. Ya.
- Begitu sudah dibayar, utangnya masih
- sisa 2 dinar.
- Ya.
- Kata Rasulullah
- ya habiskan, katanya Bilal, habiskan.
- Nah itu tadi Rasulullah enggak mau tidur
- kalau megang duit, ehm enggak bisa
- tidur, ya. Habiskan Bilal.
- Nah Bilal akhirnya nyari sahabat yang
- mau nerima duit, enggak ada yang mau
- nerima.
- Ehm, nah itulah didikan Rasulullah. Ya,
- kalau kita barangkali ya kantongin saja
- kalau sudah yang 2 dinarnya begitu ya.
- Tapi karena gurunya seperti itu ya
- muridnya ngikutin.
- Enggak mau ya, enggak mau. Ehm.
- Sampai akhirnya ada orang dari Yaman
- yang membutuhkan
- yang yang ingin bertemu dengan
- Rasulullah karena minta bantuan.
- Ketemu dengan Bilal,
- ada hajat apa kamu ketemu Rasul? Saya
- butuh duit katanya ya.
- Ini kurang 2 dinar duitnya gitu.
- Kata sahabat Bilal, alhamdulillah pas
- banget nih.
- Nah, untuk apa untuk apa sudah jelaskan?
- Nah, nih katanya duitnya nih ya.
- Segera kamu sudah pulang lagi sono ya.
- Segera beresin tuh.
- Ehm, akhirnya
- ehm, kecuali katanya kamu
- mau
- ketemu Rasulullah. Ketemu Rasulullah tuh
- ada hajat apa selain ini? Tidak katanya
- tuan, memang inilah katanya keperluan
- saya ketemu Rasul mau minta dibantu uang
- 2 dinar ini.
- Nah, ya kalau gitu sudah kamu ehm,
- pulang ke sono segera beresin kecuali
- kalau kamu pengin ketemu Rasul.
- Begitulah ya.
- Ehm, askhannas nabi itu orang yang
- paling ehm,
- paling dermawan.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- ketika bersama para sahabat tiba-tiba
- ada orang gunung.
- Lagi naik kuda, sorban yang ada di leher
- Rasul itu ditarik.
- Ya, lah ditarik sambil naik kuda kan
- lumayan sampai merah lehernya
- Rasulullah.
- Sahabat marah. Tapi Rasulullah enggak
- marah.
- Ketika ditanya oleh Rasulullah, kenapa
- kamu lakukan ini? Saya ingin tahu,
- apakah kau ini benar-benar seorang nabi
- atau bukan? Itu.
- Ya, sebab kalau engkau adalah
- benar-benar seorang nabi, semakin
- katanya
- orang itu berbuat enggak baik kau
- semakin memaafkan, semakin besar
- rasa maafmu kepadanya. Dan ternyata ini
- adalah
- engkau benar seorang nabi, seorang
- rasul. Itu begitu. Ya. Sesudah itu lalu
- dia minta sorban Nabi itu buat saya saja
- kata Rasul. Dikasihin oleh Rasulullah.
- Ya, dikasihin.
- Eee
- la ya khut eee kemudian la yus'alu
- syai'an illa atah.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- tidak pernah dimintai apapun juga
- melainkan Allah eee Rasulullah akan
- memberikannya.
- Jadi enggak ada, enggak ada ceritanya
- Rasulullah itu
- punya barang diminta kemudian enggak
- dikasih, mesti dikasih oleh oleh
- Rasulullah, ya.
- Eee
- kemudian wa kana yakhsifun na'la.
- Rasulullah itu me meng apa namanya
- mencuci dan menambal sepatu atau
- sandalnya sendiri.
- Jadi sandalnya putus, beliau
- sambung, ya.
- Sandalnya kotor, ya. Begitu juga wa yar
- wa yar kaus Rasulullah juga menjahit
- menjahit atau menambal pakaiannya
- sendiri.
- Eee kemudian wa yakhdimu fi mihnati
- ahli, beliau juga biasa melayani
- keperluan keluarga nya.
- Taruhlah kalau kita nyuci piring gitu,
- ya.
- Nah, ini contoh yang luar biasa. Ada
- orang mengatakan bahwasanya laki-laki
- kok nyuci piring itu kan namanya
- merendahkan
- eee dirinya sebagai kepala keluarga.
- Nah. Padahal Nabi sallallahu alaihi
- wasallam biasa membersihkan sepatu
- sandalnya sendiri, kemudian juga
- melayani, meladeni apa namanya
- keluarganya
- ya, bajunya sobek, kancingnya putus dia
- pasang sendiri enggak mentang-mentang
- beliau sebagai kepala keluarga main
- tunjuk main perintah saja tapi mulai itu
- adalah benar-benar membantu kepada
- keluarganya inilah luar biasanya ya
- kemudian wayak tul lah ma'a hunna
- nah, ketika masak itu motong-motong
- daging ikut Nabi motong-motong tuh kayak
- begitu Rasulullah di rumah itu
- wa kana asyaddan nas hayaan ya
- Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
- itu orang yang paling pemalu
- hmm, la yadz basyaru fi wajhi ahad dan
- beliau tidak pernah ya tidak pernah
- menatap wajah orang terus gitu karena
- orang kalau dilihat wajahnya kan suka
- salah tingkah kadang-kadang ya
- nah, cuma kalau Rasulullah itu ditanya
- orang
- ya, maka Rasul akan menghadapkan
- tubuhnya ke orang yang bertanya itu
- berdiri begini di sebelah kanan ya
- Rasulullah belokkan ke sebelah kanan
- yang nanya dari sebelah kiri belok ke
- sebelah kiri gitu
- jadi selalu menghadapkan nah
- mukanya ke arah orang yang bertanya
- enggak ditanya orang sambil kalau lagi
- nulis ya terus saja nulis gitu kan
- enggak seperti itu Rasulullah itu memang
- luar biasa
- wa yujibu da'watal abdi wal hurr
- beliau kalau diundang kalau dipanggil
- apakah itu orang merdeka maupun seorang
- hamba sahaya beliau akan jawab undangan
- itu
- ehm, wa yaqbalul hadiyah
- dan beliau juga menerima hadiah walaupun
- cuma seteguk air susu kalau hadiah
- diterima kecuali kalau zakat, zakat kan
- enggak boleh ya
- zakat itu enggak boleh Nabi dan keluarga
- Nabi menerimanya kayak habaib itu enggak
- boleh nerima zakat
- ya, karena diharamkan bagi mereka.
- Tapi kalau hadiah boleh. Nah, hadiah itu
- karena nilainya memang lebih besar
- daripada sedekah.
- Eee, saya misalkan
- ente mau ngasih sedekah, ya. Bisa
- sedekah itu diberikan sendiri, bisa
- dititipkan kepada orang lain.
- Tapi kalau namanya hadiah, ya harus
- diberikan sendiri.
- Hadiah itu adalah penghormatan. Ente mau
- ngasih hadiah kepada Habib Husein.
- Anterin sendiri, jangan nyuruh
- apa namanya orang lain. Kalau nyuruh
- orang lain itu bukan hadiah lagi, ya.
- Eee, ya itu namanya sedekah.
- Karena hadiah itu tujuannya adalah
- takzim, mengagungkan, memuliakan,
- menghormati, itu hadiah.
- Ya, karena hadiah harus sendiri, ya.
- Nilainya jadi lebih besar.
- Eee.
- Wala ya'kulu sedekah, beliau tidak
- pernah eee tidak mau makan eee harta
- zakat, ya. Karena memang enggak
- diperbolehkan.
- Kemudian wala
- wala yastakbir an ijabatil
- ammah wal miskin. Enggak merasa beliau
- ini
- eee terlalu besar, terlalu besar,
- terlalu agung untuk
- menjawab undangan seorang budak atau
- orang miskin. Jadi bagi beliau sama aja.
- Yang ngundang orang miskin, orang kaya,
- enggak ada bedanya. Semuanya sama bagi
- Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.
- Nah, karena itu kita nih
- ada yang yang di tengah-tengah
- masyarakat kadang-kadang, ya.
- Ada sebagian oknum, entah itu amil atau
- ustaz.
- Kalau yang ngundang orang kaya,
- datangnya cepat.
- Doanya juga biasanya lama.
- Kalau yang ngundangnya orang miskin,
- datangnya agak
- agak lama, gitu ya, doanya juga
- eee simpel,
- doanya pendek ya.
- Nah, kita usahakan ya
- jangan seperti itu, mau kaya mau miskin
- doanya sama aja lah.
- Sama, nah itulah Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam seperti itu.
- Nah, yaghdhabu li rabbih wala yaghdhabu
- li nafsihi. Beliau kalau marah
- marah nak, marahnya itu karena Allah
- bukan karena
- panahnya dirinya. Makanya Rasulullah
- dihina orang enggak pernah marah
- Rasulullah.
- Tetapi kalau Allah, kalau agama Allah
- yang dilecehkan Nabi Muhammad marah.
- Kata Bunda Aisyah radhiallahu anhu anha
- kalau Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam sudah marah
- siapapun tidak akan ada yang sanggup
- menghentikan marahnya Rasulullah.
- Cuma itu tadi Rasulullah kalau marah
- ya, marah karena Allah bukan karena
- nafsunya, bukan karena dirinya. Makanya
- dirinya beliau dihina, direndahkan diam
- aja Rasulullah, enggak pernah marah.
- Tapi sahabatnya
- ya, yang marah. Kenapa sahabatnya marah?
- Karena Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam juga kalau dirinya dihina,
- direndahkan enggak marah, tapi kalau
- sahabat Nabi yang dihina Nabi marah.
- Lah, kalau Nabi marah karena yang dihina
- sahabat, apalagi kalau yang dihina itu
- Nabi. Makanya sahabat atau kita umatnya
- wajib marah kalau Nabi Muhammad dihina
- orang. Nabi Muhammad dilecehkan ya.
- Makanya kalau dulu ada yang siap
- memberikan hadiah miliaran bagi orang
- yang melecehkan Nabi Muhammad, ya memang
- harus orang Islam seperti itu.
- Kalau memang dia cinta kepada Nabi
- sallallahu alaihi wasallam ya.
- Jangan lantas mengatakan, ya penghinaan
- yang dilakukan orang-orang itu tidak
- akan menurunkan, ya, harkat, martabat,
- keagungan, dan kemuliaan Rasulullah."
- Nah, itu namanya orang yang menyetujui
- adanya pelecehan yang dilakukan
- seseorang kepada Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam,
- Yagdzab lirobbih wala yagdzab linafsih.
- Kemudian yang berikutnya,
- eee wakana
- ya'sibul hajar ala bathnih. Nabi pernah
- marrotan minal ju'i. Karena lapar, Nabi
- itu ngikat batu di perutnya.
- Ya, karena
- karena ada batu-batu kecil di perutnya,
- ketika salat itu sahabat Umar
- kemudian bertanya setelah salam, "Rasul,
- engkau sakit?"
- "Tidak, kenapa?" katanya Umar. "Aku
- dengar tulang-tulangmu itu, tulang
- punggungmu ber-
- kemelutuk gitu pada bunyi, ya. Yang nama
- padahal itu batu dengan batu beradu."
- Ehm.
- Bergesek-gesekan. Akhirnya
- Rasulullah buka jubahnya,
- lalu dibuka. Di situ ada gesper
- dari kain.
- Ternyata di dalam itu ada batu-batu
- kecil.
- Sahabat Umar heran, bertanya, "Kenapa?"
- katanya Rasulullah. "Buat apa itu?"
- Kata Rasulullah, "Sengaja meng- untuk
- mengganjal perutku biar jangan bunyi
- lagi salat, ya, karena perut ini sudah 3
- hari belum terisi."
- Mungkin dari sini, ya,
- kalau biar jangan bunyi perut, berarti
- kalau bunyi, itu membatalkan nantinya
- kepada salat. Itu di antara sebagian
- mazhab Hanafi kan begitu. Mazhab Hanafi
- kalau orang lagi salat kemudian kluuyuk
- bunyi perutnya, itu batal. Nah, ini
- mungkin dari sini barangkali dasarnya
- ya.
- Nah, selanjutnya
- Sahabat Umar ini kan eee
- eee malulah, malu. Bagaimana Rasulullah
- makhluk paling mulia yang sayangnya
- kepada dirinya, kepada yang lain luar
- biasa kayak begitu.
- Lah, ini sudah 3 hari enggak makan. Loh,
- kami ini enggak ada yang tahu. Ini umat
- macam apa lah, Sahabat Umar begitu.
- Malunya luar biasa Sahabat Umar itu
- mendengar Rasulullah 3 hari enggak
- makan. Dan Rasulullah itu menyampaikan
- itu bukan pengin dikasih makan, ya.
- Begitu.
- Akhirnya dari malunya itu Sahabat Umar
- kemudian menjadi marah. Marah pada
- dirinya.
- Nah, marah pada dirinya kemudian juga
- menyalahkan Nabi juga. Hmm, gitu kan.
- Apa disalahkannya? Loh, kok enggak
- ngomong? Gitu.
- Ya, ya kok enggak ngomong. Nah, sekarang
- beginilah. Kalau umpamanya salah satu
- teman di sini, ya
- 3 hari enggak makan, enggak ngomong.
- Andi misalkan gitu sudah 3 hari enggak
- makan, ya.
- Eee enggak ngomong-ngomong sama ente kan
- ente kesal juga. Eee ente kan bisa
- nolong kalau umpamanya ngomong. Apalagi
- apalagi ini Rasulullah.
- Maka kata Sahabat Umar begitu.
- Rasulullah, kenapa engkau 3 hari enggak
- makan enggak ngomong kepada kami, ya?
- Siapa sih di antara Sahabat yang tidak
- mau memberikan kepada Nabi sallallahu
- alaihi wasallam? Jangankan hartanya,
- jiwanya aja mereka siap kok korbankan.
- Iya, makanya Michael Hart itu ketika
- menyampaikan buku yang 100 orang yang
- paling berpengaruh itu ya
- ditempatkan nomor satu.
- Lah, itu orang-orang Eropa itu sinis.
- Orang-orang Barat itu sinis mendengar
- itu. Akhirnya dia mengatakan begini.
- Ketika Muhammad itu eee menyatakan
- dirinya seorang rasul.
- Itu yang percaya itu cuma empat orang,
- katanya.
- Cuma empat orang, istrinya, Ali, dan
- seterusnya dijelaskan.
- Tapi coba, ya, setiap ya setiap hari
- semakin bertambah, bertambah. Kalau
- Muhammad itu adalah seorang pembohong,
- pendusta besar.
- Ya.
- Nah, sekarang ini sudah berapa miliar
- pengikutnya?
- Mungkinkah orang satu juta ya satu orang
- bisa membohongi
- membohongi sejuta orang? Kan enggak
- mungkin.
- Pasti ketahuanlah kalau dia bohong, ya.
- Ah, satu juta saja enggak bakal bisa
- kita bohongin orang satu juta. Apalagi
- ini sampai miliaran.
- Nah, kemudian akhirnya dan bukti yang
- berikutnya, tadi begini.
- Anda lihat sekarang.
- Demi Muhammad itu orang, ya,
- luar biasa sampai siap kaum muslimin ini
- mengorbankan jiwanya, mati untuk
- Muhammad itu semua siap semua orang
- muslimin.
- Nah, sekarang aku bertanya kepada
- kalian, wahai orang-orang Nasrani,
- katanya.
- Apakah kalian siap
- mati untuk Yesus?
- Hah? Diam saja semuanya, enggak ada yang
- menjawab.
- Nah, itu sebagai bukti bahwa dia bukan
- seorang pembohong, ya.
- Ah, jadi Nabi sallallahu alaihi wa alihi
- wasallam
- itu pernah begitu, ya. Enggak makan,
- marahlah sahabat Umar. Kenapa enggak
- bicara, ya, kepada kami? Apa kata kata
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam,
- Umar, aku ini seorang nabi.
- Aku ini seorang rasul, begitu, ya.
- Seorang rasul enggak boleh makan harta
- umatnya, gitu. Atau mungkin kalau dalam
- bahasa kita sih, seorang pemimpin itu
- enggak boleh makan ee harta rakyat.
- Minta-minta kepada rakyat, ya enggak
- boleh gitu seorang pemimpin. Nah, ini
- Nabi sallallahu alaihi wasallam
- memberikan contoh yang luar biasa, ya.
- Lalu yang berikutnya lagi adalah
- ee wala yakulu muttakian.
- ee
- Dan beliau ini kalau makan enggak
- nyender.
- Wala ala khawan.
- Nah, lam yasyba min khubzin burrin
- salasata ayyam mutawaliyat. Enggak
- pernah Nabi sallallahu alaihi wasallam
- itu
- kenyang, ya, 3 hari berturut-turut itu
- enggak.
- Jadi sehari beliau kenyang, sehari
- lapar, sehari kenyang, sehari lapar, ya.
- Lalu yang berikutnya lagi, wayujibul
- walimah.
- Wayau dul mardo. Beliau menjawab
- undangan resepsi pernikahan, di manapun
- yang ngundang.
- Nah,
- para ulama punya pandangan, namanya
- menjawab walimatul arus itu hukumnya
- wajib.
- Tapi kalau yang lain seperti walimah
- khitanan, ya. Kemudian juga kayak
- gunting rambut atau selamatan rumah, ee
- apalagi ya, ee selamatan rumah dan juga
- ee
- undangan buka bersama, itu hukumnya
- sunah. Yang wajib itu cuma walimatul
- arus.
- Nah, karena itu jamaah rahimakumullah,
- ya.
- Saya sangat tertarik kepada
- ee seorang Kiai di Majalengka. Itu kakak
- kelas saya, namanya Kiai Haji Umar
- Abdurrahman.
- Ee beliau mengatakan begini kepada saya
- waktu bertemu, "Ahmad Jazuli katanya,
- saya mau menikahkan anak yang pertama."
- Nah,
- "saya enggak ngundang sampean,
- tapi kalau sampean katanya bisa hadir
- pada hari H-nya,
- insyaallah bisa ketemu dengan
- teman-teman yang lain yang dari
- Semarang ya, dari ya Pekalongan,
- kemudian dari ini juga,
- dari Pemalang, insyaallah nanti akan
- pada datang." Katanya segitu.
- "Jadi saya tidak mengundang, cuma kalau
- sampean datang,
- ya insyaallah nanti akan ketemu ya, tapi
- kalaupun tidak datang, ya enggak
- apa-apa, saya mohon doakan anak saya."
- Kenapa beliau ini enggak kok enggak
- mengundang? Nah, tadi hadirnya
- memenuhi undangan walimatul arus itu
- wajib.
- Sedangkan orang ini adanya di Majalengka
- ya, belum belum jadi belum ada tol
- Cipali waktu itu ya,
- belum ada.
- Nah,
- apalagi kalau umpamanya yang ngundangnya
- itu Surabaya.
- Sekarang dari Jakarta ke Surabaya mau
- kondangan berapa kondangannya ya?
- Nah, ongkosnya berapa kan nah kiai itu
- begitu.
- Nah, mungkin ongkosnya jauh lebih mahal
- daripada yang akan kita
- sumbangkan ya kondangannya. Nah, itu
- kiai itu begitu ya.
- Jadi kita juga gitu kalau umpamanya mau
- ngundang ya,
- yang kira-kira yang diundang ini tidak
- berat gitu. Kalau teman kita itu ada di
- Solo,
- ada di mana Surabaya, ya kita kabarin
- mohon doanya.
- Ya, Anda datang alhamdulillah, kalau
- enggak bisa datang, tolong doakan, ya.
- Doakan anak saya biar begini begitu dia.
- Jangan main
- di sini, kirimin undangan ke
- Surabaya.
- Kemudian yang berikutnya,
- Wa ya'udul mardho, ya. Rasulullah itu
- suka menjenguk orang yang sakit.
- Jenguk orang yang sakit. Semua kita tahu
- kok ini. Cuma ini melaksanakannya ini
- yang yang berat itu.
- Dan sampai Rasul memberikan suatu
- sugesti,
- ya, siapa yang menjenguk orang mayit,
- pahalanya begini begini. Wah, sudah luar
- biasa.
- Padahal orang kalau memang niatnya
- menjadikan Nabi sebagai uswatun hasanah,
- ya, mestinya enggak melihat lagi
- pahalanya seberapa, pahalanya seberapa.
- Oh, ini perbuatan Rasul kok. Kalau
- perbuatan Rasul, kita ikutin sesuai
- dengan kesanggupan kita, ya, sesuai
- dengan kemampuan kita. Nah, inilah para
- pendengar Radio Silaturahim mengenai
- sebagian kecil dari eh apa namanya
- akhlak Nabi. Dan masih banyak lagi yang
- nanti yang belum saya sampaikan. Insya
- Allah pada pertemuan yang akan datang,
- nanti saya akan sampaikan. Demikian, ya.
- Wallahu a'lam.
- Ya, baik, Ikhwan Akhwat, para pendengar
- Radio Silaturahim yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa Ta'ala.
- Demikian yang disampaikan oleh Ustaz
- Ahmad Saiful Khalil mengenai sebagian
- kecil akhlak Nabi. Dan semoga apa yang
- disampaikan Ustaz Ahmad Saiful Khalil
- dapat kita terapkan tentunya dalam
- kehidupan kita. Apalagi mengenai akhlak
- Nabi
- Muhammad Shallallahu alaihi wasallam
- yang luar biasa sekali. Nah, baik,
- Ikhwan Akhwat, di sesi yang kedua kami
- akan membuka layanan tanya jawab.
- Dipersilakan untuk Ikhwan Akhwat yang
- ingin mau mengirimkan dan juga ingin
- menelepon, bertanya secara langsung
- bersama Ustaz Ahmad Saiful Khalil di
- acara tausiah pagi. Dipersilakan di line
- interaktif kita di 0218451512
- untuk layanan teleponnya, SMS dan juga
- WhatsApp-nya di 08111999720.
- Ditahan dulu untuk pertanyaannya, kami
- akan segera kembali
- setelah yang satu ini.