Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Allahu
- Akbar Allahu
- Akbar lailahaillallah
- [Musik]
- Radio Silaturahim yang dipancarkan dari
- Jalan Masjid Silaturahim 36 Kalimanggis
- Cibubur masih daerah sirah Nabawiyah
- bersama Ustaz Salman Alfarisi dan kita
- mengambil tema assabunal Awwalun. Sudah
- ada telepon. Halo. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Siapa ini? Pak Hasan
- Bintara, Pak. Siapa? Pak Hasan. Pak
- Hasan di Bintara. Padahal silakan ya,
- Ustaz Salman. Asalamualaikum, Ustaz.
- Waalaikumsalam Pak Hasan. Ahlan
- wasahlan. Asalamualaikum Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam. Sudah
- mendengarnya? Silakan. Asalamualaikum,
- Ustaz. Mohon maaf ee di luar tema
- sedikit mau minta resepnya sama Ustaz.
- kita diamanahin ee sebuah kayak macam
- pesantren yatim, tapi selama ini
- yatimnya itu non panti enggak mau
- mondok, Ustaz. Jadi caranya gimana biar
- yatim-yatim yang tadinya enggak di panti
- kita masukin ke panti? Kayaknya resep
- gitunya ada Ustaz Salman nih, Ustaz.
- Mohon mohon arahannya Ustaz. Terima
- kasih. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam. Beliau punya anak yatim.
- Ee enggak, tetapi dia mendirikan
- pesantren. Pesantren yatim ya. Heeh.
- Tapi dia mau pulang ininya. Oh, enggak
- mau. Pulang ke rumah. Maunya pulang
- gimana supaya bisa mondok gitu? Oh,
- maunya mondok.
- Ee kalau kita bikin pesantren ataupun
- rumah
- yatim memang ada beberapa hal yang harus
- kita siapkan, Bapakbapak ee Pak Hasan,
- ya.
- pertama kita pengurusnya ini ee misalnya
- tadi kan anak-anaknya enggak mau mondok,
- berarti ada sesuatu yang harus kita kita
- buat di pondok ini supaya anak-anak ini
- mau. Nah, gitu Pak Hasan ya. Atau coba
- aja bawa ke pesantren kita di Sawangan
- coba. He ya kan? Coba nanti Pak Hasan
- bawa ke kita.
- Ah, mana tahu di kita mau dia. Namanya
- kan dakwah ini kan bisa kita tukar
- sinergi istilahnya kan. Bapak bawa ke
- Parung ee ke pesantren kita Rhamma
- Alfajar. Nanti boleh Bapak minta nomor
- saya ke Pak Kris nanti kan. Iya boleh
- boleh. Ee supaya Bapak bisa WA saya
- kemudian apa namanya ee kita bantu Bapak
- untuk mendidik anak-anak yatim itu. Saya
- siap sekali itu. Nah itu Pak Hasan
- mungkin ya. Baik terima. Sementara itu
- dulu ya Pak Hasan ya. Heeh. Ee baik,
- kita terima telepon lagi. Halo.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam. Ya, dengan siapa ini?
- Dengan hamba Allah nih, Pak.
- Hamba Allah. Hamba Allah. Silakan,
- Bapak. Cukup, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ee ini mau
- nanya nih mengenai di luar tema nih,
- Pak. Ustaz. Oh, baik, baik, baik, baik.
- Ee saya pernah dengar tuh di salah satu
- stasiun itu, Iya. He nyanyian atau musik
- itu katanya haram. Terus gimana dengan
- yang sehari-hari penghasilannya dari
- nyanyi itu, Pak Ustaz? Oh, baik, baik,
- baik, baik. Terima kasih, Ustaz.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam
- warahmatullahi
- wabarakatuh. Aduh, ini sebenarnya
- masalah musik ini alhamdulillah ya
- sering dibahas oleh ustaz-ustaz kita,
- baik itu ustaz-ustaz kita yang lain ya
- sering ya. Saya yakin ada terjadi
- perbedaan juga di antara narasumber
- hasil ya. Ada yang menganggap itu total
- haram, ada yang menganggap itu selama
- diguna, ada yang menganggap itu seperti
- alat pada umumnya gitu ya. Alat pada
- umumnya
- misalnya bila kamera ini digunakan
- waliyazubillah untuk syuting pornografi,
- ya haram jadinya kan. Tapi bila kamera
- ini digunakan untuk syuting ceramah
- seperti ini halal. Maka bahkan
- mendapatkan pahala kita dari Allah
- Subhanahu wa taala.
- Saya ini tetap seperti ini. Saya tetap
- menghargai para ulama yang menyimpulkan
- bahwa musik itu haram apapun ceritanya.
- Karena memang ada hadis-hadis dari
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yang menjadi ee landasan itu ya gitu ya.
- Tetapi dengan sangat rendah hati saya
- juga ingin mengatakan kepada para ulama,
- para asatist yang menganggap itu haram,
- bahwa ada peluang untuk orang tidak
- menganggap itu haram selama digunakan
- untuk mengingat Allah subhanahu wa
- taala. Yang mempelajari perdebatan ini
- tentu dengan baik pasti mengetahui apa
- yang saya katakan nih. Cuman saya gak
- ingin ikut melibatkan orang banyak untuk
- membahas dalil. Tapi kalau ingin tahu
- tentang perbedaan dalil ini boleh datang
- kita diskusi ngobrol. Saya suguhkan
- bandrek jahe di
- pesantren. Kalau pisang kita sudah panti
- saya suguhkan goreng pisang tanduk
- misalnya kan kita ngobrol mengenai
- dalil. Karena saya masih sampai hari ini
- menjaga untuk tidak menjaga eh mengajak
- orang banyak beradu dalil. Saya hanya
- mau jika orang memang punya kapasitas,
- ayo kita ngomong dalil. Ee karena gini
- loh, Pak ee kan gini ya, kalau kita
- nonton film, udahlah kita nonton film
- matangnya aja. Masa kita berdebat, lu
- ngambil gambar ini gimana sih cara lu
- gini-gini? Pusing kita nanti kan enggak
- cocok untuk dilempar ke halayak ramai.
- Ah itu maka saya ngatakan gini, saya
- tetap dengan kerendahan hati menghargai
- ada yang mengatakan yang haram tapi saya
- sendiri mengikuti para ulama yang
- mengatakan bahwa bila digunakan untuk
- yang baik, menyemangati ee ee ee justru
- menambah keimanan, kenapa tidak?
- ee kalau itu yang mereka lakukan,
- penghasilan yang mereka dapatkan dari
- sini menurut saya halal. Mini pertanyaan
- itu tadi kan. Tapi kalau pula ee lagu
- dangdut yang jelek misalnya jangankan
- mengirim surat, h menitip salam pun
- sudah tak boleh. Itu kan lagu-lagu
- dangdut yang istilahnya
- perselingkuhanlah mengadap masih
- mencintai istri orang kan. Itu artinya
- apa? ee enggak bagus yang mereka
- hasilkan dari sini. Apalagi penyanyi ya
- buka aurat ya ini haram jelas ya enggak
- boleh. Tapi kalau seperti lagu Bang Haji
- Roma begadang jangan
- begadang kalau tiada
- artinya begadang boleh
- saja kalau ada perlunya. Heeh. Eh, aku
- pikir ini pesan baik yang nyampai ke
- mana-mana bisa diguna saya gunakan untuk
- dakwah. Mungkin Bang Haji Romah dapat
- pahala dia malah dari situ menurut saya
- tadi atau dari Sulaiman bikin lagu kan
- atau almarhum Jefri Albukhari bikin lagu
- bidadari surga yang cantik sekali lagu
- itu ya aku pikir opik bikin lagu ya
- penghasilan mereka dapatkan dari situ
- menurut aku saya sekali lagi tidak
- memaksakan jangan ajak saya debat tapi
- kan enggak usah saya hargai pendapat
- yang mana katakan haram sudah tapi saya
- tetap dengan kerendahan hati memohon
- juga kepada yang mantan haram tolong
- Tolonglah kita saling harga menghargai.
- Enggak usah kita habiskan waktu berdebat
- demi mana ini yang paling betul? Enggak
- ada yang paling betul tu enggak istilah
- yang paling betul. Tidak bisa dipungkiri
- banyak orang yang menikmati dakwah
- dengan musik. Pak Krisna banyak. Aku
- termasuk yang sering
- menikmati
- tergerakkah
- hati ketika azan
- tiba untuk
- melangkahkan kaki kita menuju
- rumahnya. Cantik kan? Artinya itu dakwah
- penghasilan didapatkan oleh Teda bila
- ada penghasilannya ya halal menurut saya
- tapi ya
- tapi ee dangdut-dangut yang malah
- digunakan untuk ee
- perselingkuhan menghalalkan segala cara
- demi cinta kan ada lagu-lagu yang kayak
- gitu kan siapa tapi apa cinta bisa
- dipersalahkan, kan ada lagu-lagu
- lirik-lirik kayak gitu itu lirik-lirik
- yang menyesatkan. H yang kayak gitu ya
- jelaslah kita haramkan.
- Ah, gitu Pak Krisna. Wallahuam.
- Baik. Asalamualaikum, Ustaz. Eh,
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana caranya
- mendirikan anak agar mencintai para
- rasul dan para sahabatnya?
- Yang pertama, jadilah orang tua yang
- mencintai rasul dan sahabatnya. Itu yang
- pertama, ya. Yang pertama, jadilah ayah
- atau jadilah ibu yang mencintai Allah
- dan Rasul-Nya. Itu itu wajib ya. Karena
- ee suri tauladan yang bagus itu mampu
- menghipnotis hampir
- 98% relung anak
- kita. Cerak dan yang baik ini ya.
- Misalnya gini, "Pak Krishna, aku enggak
- pernah minta anakku pakai jubah."
- Hm. Tapi karena aku pakai jubah terus.
- Oh, ayah aku beliin jubah ya ayah ya.
- Kalau ke Makkah ya aku maunya warna
- putih, Ayah. Kenapa? Karena aku pakai
- warna putih sekarang. Oh, dulu aku pakai
- warna warna-warna kan dia juga minta
- warna-warna. Beda tu adiknya yang tuh
- aku yang kayak gini ayah aku kayak gini.
- Padahal saya gak pernah bilang nak kalau
- pakai jubah anak yang enggak perlu
- enggak ada kayak gitu. Saya ada sekarang
- anak saya Muhammad ataupun Yas saya
- enggak bilang saya masih jangan juga
- saya terlalu sombong saya mengatakan
- saya berhasil gak. Sean anak saya masih
- 4 tahun perjuangan saya mendidik anak
- ini masih lama. Cuman yang saya lihat
- adalah di pesantren kita ini sekarang
- kan saya setiap salat itu pasti ke
- masjid tepat waktu dengan adanya
- pesantren ini
- ya. Enggak pernah tuh saya ajak nak
- salat yuk gak. Tapi karena saya karena
- masih kecil ngapain juga saya
- ajak-ajakir? Tapi karena saya pergi
- setiap hari dia nanya ayah ke mana? Ayah
- ke masjid nak ikut ayah? Hm. Ikut dia
- sama kita nanti sampai di sana masih
- awal-awalnya takut-takut sama orang
- banyak kan gitu ya. Ee dekat lama-lama
- berani sama orang banyak sekarang malah
- lari lari-lari
- terus. Kan kadang-kadang saudara-saudara
- itu mau diajak ke masjid karena
- lari-lari ayahnya malu. Ah lari-lari
- kamu gimana sih ayahnya dimarahin?
- Enggak. Saya enggak enggak saya marah ya
- anak saya. Cuman sesekali saya bilang,
- "Nak, kalau ikut ayah salat ikut ayah
- salat ya, Nak ya. Ah, kadang-kadang dia
- mau ya ikuti gerakan kita salat.
- Kadang-kadang ketika ada teman yang
- teman mainnya ya sudah lari-lari lagi
- dia." Tapi artinya teladan itu begitu.
- Yang ingin saya juga teruskan ini adalah
- saya ingin membiasakan membaca sama dia.
- Membaca sama ayo kita baca nih sering
- nih Pak Krisna ya. He sama Muhammad
- khususnya karena Muhammad yang sudah
- agak besar. Kalau saya lagi baca nih
- begini
- dia itu bilang gini yah. Ini huruf A
- huruf ba ya. Oh ya Allah. Oh saya sampai
- masyaallah tabarakallah. Saya sampai
- gimana gitu Paknya. Masyaallah
- masyaallah. Dia tanya iya nak betul.
- Masyaallah. Aku cim dia. Muah. Kita cium
- dia ini alif ya ayah ya. Dia ada berapa?
- Ada ha dia tahu, ada ba dia tahu, ada sa
- gitu ya. Nih ini
- karena apa? Enggak kita hanya sekedar
- main aja kan. Saya saya juga sering gini
- ya makna saya. Alif ba ta ts jim ha kha
- dal zal ra zai sin syin sad dad ta an
- ghin fa qaf kaf lam mim nun wau ha lam
- alif hamzah ya ah kita kita kita ajak
- anak-anak kita Adam Idris Nuh Saleh
- Ibrahim Lut Ismail terus gitu itu cara
- kita mendidik anak Kalau mendidik anak
- ya enggak bisa dan kita harus berikan
- waktu kepada anak-anak kita. Kesibukan
- kita pasti ada tapi waktu harus
- diberikan. Saya walaupun tidak selalu
- Pak Krisna ya, handphone ini kalau sudah
- saya bersama anak saya, saya taruh di
- ruangan lain. H apalagi Muhammad tuh
- kalau saya main handphone dia marah
- sekarang. Hm. Ya. Maka saya sudah e saya
- sudah sampai rumah memang saya harus
- bersama anak-anak. Sudah main main
- embek-embekan lah, main balon lah, main
- macam-macam. di situ kita berusaha ah
- misalnya apa? Ah nak kamu e kalau sama
- adik harus sayang nak. Enggak begitu ya
- nak ya. Itu melekat di hatinya Mbak
- Krishna. Saya kira nanti saya sama
- bilang sama abangnya kan kadang-kadang
- kita beli balon cuma satu rebutan dia.
- Dek sama abang enggak boleh gitu ya nak
- ya sama abang kamu sayang abang kan? Ah
- gantian ada eh main balon sama abang
- berdua ya. Ha itu sambil kita main. Hmm.
- Jadi kalau cuma hanya sekedar kita ee
- suruh, kita perintahkan apa kita
- marah-marahi, enggak mungkinlah.
- Wallahuam.
- Oke. Iya, Pak Krisna. Baik, ini mungkin
- pertanyaan terakhir. Ustaz menjadi
- khatib ya di masjid ee di daerah Depok.
- Asalamualaikum, Ustaz Salman. He. Saya
- ingin bertanya, bagaimana pada masa
- sekarang orang tua lebih mementingkan
- pelajaran umum daripada pelajaran agama
- dan tidak mau mengajar ee mengajarkan
- mengaji di Al-Qur'an dari ib di Jakarta
- Selatan. Ee dikotomi istilahnya
- pemisahan antara ilmu agama dan umum
- sebenarnya jangan lagi ada ya semuanya
- ilmu pengetahuan. Kalau saya menyarankan
- yang pertama kali kita ajarkan ke anak
- kita bukanlah ilmu apapun tapi akhlak
- sikap ya. Ee sikap yang harus kita
- ajarkan pertama kali. Sesudahnya memang
- baru ilmu mengenal agama ini dengan baik
- ya. Jika ditanya saya maka ayo dari yang
- masih generasi-generasi saya ini yang
- masih punya anak satu du yang pertama
- kali kita berikan ke anak-anak kita
- adalah apa tadi? sikap akhlak apa
- namanya respon dia terhadap orang lain.
- Ini yang ini yang paling penting. Baru
- memang kita berikan ilmu agama karena
- enggak bisa kita lagi lari bahwa agama
- inilah penenang segala-galanya. Sudah
- ya, agama ini bikin kita lebih enjoy,
- lebih enak, lebih bahagia dibandingkan
- yang lain-lain. Tapi memang enak sekali
- kalau kau pintar bahasa Inggris, pintar
- matematika, pintar kimia, pintar fisika,
- pintar statistik, pintar ekonomi, pintar
- hukum, tapi kau beragama dengan baik,
- akhlakmu baik. Allah bahagia betul. Jadi
- gitu ya, Ibu Nina ya. Kita ajarkan
- akhlak ke anak kita, kita ajarkan ilmu
- agama ke anak kita, kita ajarkan ilmu
- umum ke anak kita. Fenomena yang sedang
- terjadi ini tak perlu kita cibir, tak
- perlu kita ini. Yang penting ayo kita
- ajak orang lah ya. Kita ajak orang untuk
- memperbaiki pola pendidikan anak. Nanti
- perlu lagi kita sambung tentang tema
- kita pendidikan nabawi yang pernah kita
- bahas kemarin waktu hari guru
- internasional. Insyaallah di hari lain
- nanti kita sambung. Boleh kita cerita
- lagi mengenai pendidikan. Bagaimana sih
- pola pendidikan anak sesuai Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Baik, Ustaz
- Salman Alfarsi. Terima kasih Kaler atas
- uraiannya. Kita akan jumpa lagi pada
- minggu ee pada Jumat depan. Terima
- kasih. Saya Muhammad Krishna Fajar
- Hidayah. Kemudian juga
- Muhammad Panji Ahmad Panji mohon pamit.
- Wabillahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- Allahu
- Akbar Allahu Akbarhaillallah
- [Musik]