Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Ikikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Bagaimana kabarnya di sore hari ini?
- Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan
- selalu dalam lindungan Allah Subhanahu
- wa taala.
- Kembali kita berjumpa dalam program
- tausiah sore bersama guru kita Ustaz Z
- M. Bahmid di edisi hari Senin di tanggal
- 13 April 2026.
- Dan tema kita di sore hari ini yaitu
- kehidupan yang sempit dan komplikasi.
- telah terhubung kita dengan guru kita
- melalui aplikasi Zoom. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana kabar, Ustaz? Sehat, ya?
- Alhamdulillah binikmah waliah.
- Alhamdulillah. Baiklah ikhwan dan
- akhwat, seperti biasa kita nanti akan
- berdialog dengan ustaz dan juga dengan
- pendengar hasil di mana pun Anda berada.
- Dan langsung saja kita ikuti tausiah di
- sore hari ini. Kehidupan yang sempit dan
- komplikasi. Tafadol ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin.
- Alhamdulillahilladzi
- an'amana bifdolilan.
- Alhamdulillah alladzi anama alaina
- binikmatal islam wal iman.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- nabiyana Muhammad sahibil burhan wa ala
- alihi wa ashabihi ulil fadli wal irfan.
- Allahumma rabbisrohli sadri waassirli
- amri wahlul uqdatan min lisani yafqahu
- quli.
- Para pendengar sekalian yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Para pendengar
- yang mulia, dimuliakan Allah insyaallah
- kita sekalian.
- Segala puji dan puja bagi Allah
- Subhanahu wa taala
- yang selalu
- menaburkan nikmah-Nya kepada kita
- sekalian. Lakal hamdu ya rab alaka al
- para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala.
- Mungkin mendengar judul
- kita berpikir bagaimana kehidupan yang
- komplikasi itu gimana ya. Kira semua
- orang tahu kehidupan yang sulit
- bermacam-macam masalah.
- Hati tidak tenang.
- cobaan benturan datang berbabak-babak.
- Ah, itu namanya kehidupan yang
- komplikasi
- ya.
- Nah, di dalam mari kita lihat ketika
- peristiwa
- Nabi Allah Adam Alaih Salam
- ketika melanggar apa yang Allah
- Subhanahu wa taala perintahkan kepadanya
- untuk tidak mendekati pohon tersebut.
- Kita semua sudah tahu cerita ini.
- Nah,
- kemudian ketika Nabi Adam memakan buah
- dari pohon tersebut,
- itu satu pelanggaran yang dilakukan oleh
- Nabi Adam atas perintah Allah Subhanahu
- wa taala.
- Maka pada saat itu Allah Subhanahu wa
- taala menyatakan kepada Adam dan kisah
- ini sangat menarik dengan satu petunjuk
- yang luar biasa dan satu peringatan juga
- dari Allah yang luar biasa.
- Sehingga Allah Subhanahu wa taala
- wahyukan kepada Rasulullah dan abadikan
- di dalam Al-Qur'an untuk petunjuk kepada
- kita yang datang sesudah.
- Allah yang menciptakan manusia.
- Dalam Al-Qur'an itu banyak Allah Taala
- ceritakan tentang bagaimana penciptaan
- manusia dan Allah yang menciptakan.
- Tapi Allah tidak lepas begitu aja.
- Maka Allah mengirim nabi-nabi
- ya dengan kitab-kitab sucinya
- supaya manusia itu jangan tersesat di
- dalam perjalanan kehidupan.
- Karena Allah itu adalah zat yang maha
- pemurah
- warahman.
- Dia adalah zat yang sangat penyayang.
- Luar biasa
- melebihi daripada seorang ibu yang
- menyayangi anak bayinya. Enggak ada
- apa-apanya dibandingkan dengan sayangnya
- Allah kepada kita. Maka Allah Taala
- menginginkan kepada kita ini
- supaya kita bisa berhasil.
- Artinya dengan kalimat yang lain supaya
- kita jangan berakhir dengan nanti akan
- diadab oleh Allah Subhanahu wa taala
- karena keengkaran kita kepada Allah
- Taala.
- Manusia biasanya
- menjadi engkar kepada Allah karena tidak
- mau mematuhi apa yang Allah Taala
- terangkan di dalam kitabullah, dalam
- kitab suci yang dikirim kepada
- nabi-nabi. Mulai saja daripada Nabi Adam
- alaih salam sampai kepada Nabi Isa ee
- Nabi Musa ya, Nabi Ibrahim, Nabi Musa,
- Nabi Isa dan yang lain-lain sampai
- kepada Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Ketika Adam
- melakukan satu pelanggaran,
- Nabi Adam tidak engkar kepada Allah
- Taala, tapi dia melakukan satu
- pelanggaran.
- Nah, sama dengan kira-kira begini.
- Kalau kita memasuki tanda larang dalam
- perjalanan, satu jalan yang ada tanda
- larang atau one way itu kita melakukan
- pelanggaran
- belum berbentuk kejahatan baru
- pelanggaran.
- Dan pelanggaran
- sudah pada pasti ada konsekuensinya.
- Maka ketika Nabi Adam Alaih Salam
- melanggar salah satu perintah Allah
- Subhanahu wa taala pada saat itu Allah
- taala menyatakan qulbitu minha jamian.
- Maka turunlah kalian dari surga atau
- keluarlah kalian dari surga jamian bers
- waktu itu Nabi Adam dengan Hawa berdua
- kemudian Allah Subhanahu wa taala turun
- ke mana? ke bumi.
- Coba kita renungkan sejenak.
- Nabi Adam diturunkan di tempat yang
- berbeda. Hawa diturunkan di tempat yang
- berbeda.
- Kemudian mereka ketemu di Jabal Arafah
- sampai dikatakan Jabal Arafah.
- Arafah itu bisa berarti
- ketemu satu sama yang lain. Ya, jabal
- pertemuan boleh kita laksanakan begitu.
- Jabal Arafah yang biasanya
- kalau pada waktu haji banyak orang yang
- ingin naik ke Jabal Arafah
- gunung Arab. Padahal
- [berdehem] haji itu kita yang penting
- wukuf aja di Arafah. Tidak harus kita
- naik ke
- puncaknya Arafah atau Bukit Arafah.
- Sebab Jabal Arafah itu hanya merupakan
- bukit yang bukan termasuk gunung yang
- berapi.
- Nah, kalau kita lihat di musim haji,
- masyaallah fotonya itu hampir enggak
- kelihatan bukitnya. Kelihatan manusia
- yang penuh di situ.
- Tapi dalam haji kita enggak enggak
- diwajibkan harus naik ke Jabal Arab.
- Jadi mereka ketemu di Jabal Arab. Tapi
- Allah Subhanahu wa taala menyatakan
- ketika Allah mengusir mereka dari surga,
- mengeluarkan mereka dari surga, para
- mufassirin
- tidak mau menulis kalimat ini dengan
- mengusir dari surga.
- Ya, tapi banyak karena artinya kalimat
- yang agak kasar untuk padahal sebenarnya
- Allah Subhanahu wa taala keluarkan
- mereka dari surga. Jangan tanya surga
- yang mana. Wallahualam.
- Saya sendiri tidak tahu apa itu surga
- yang kita akan masuk. Wallahuam alim
- indallah.
- Jadi Allah Taala menyatakan qulna. Maka
- kami perintahkan kepada Adam ahbut
- [berdehem]
- minha jamian. Keluarlah kamu dari surga
- bersama turun ke bumi.
- Nah,
- kemudian Allah Taala ingatkan kepada
- kita faimannakum
- minudan
- hudaya fala khufun alaihim wum yahzan.
- Ada dua ayat dalam Al-Qur'an yang Allah
- Taala ceritakan tentang ini. Di dalam
- surat Albaqarah
- Allah Subhanahu wa taala menyatakan
- ya. Maka Allah berfirman,
- Allah mengatakan
- min
- turunlah kamu ke bumi, keluarlah kalian
- dari surga
- dan kalian akan menjadi
- akan bermusuhan.
- satu dengan yang lain.
- Justru itu terjadi
- peperangan-peperangan, permusuhan satu
- sama yang lain. Karena mereka itu tidak
- lain dan tidak bukan ingin memperebutkan
- apa yang bukan hak mereka.
- Dan begitu juga di dalam kondisi
- masyarakat yang kecil terjadi
- pembunuhan, terjadi permusuhan satu sama
- yang lain karena ada yang ingin mencuri,
- ada yang ingin mengambil hak orang.
- Jadi itu sudah dinyatakan oleh Allah
- dari jauh-jauh hari. Karena mereka
- karena kenapa terjadi yang demikian?
- Karena ada sebagian tidak mengikuti
- perintah Allah, ada sebagian taat kepada
- Allah Taala. Karena di ayat Allah Taala
- menyatakan
- faimmaannakum [berdehem]
- minni hudaal
- hudaya
- fala khaufun alai wum yahzanun. Di ayat
- yang lain Allah Taala menyatakan
- [berdehem]
- minudaal
- hudaya fala yadillu wala yasqa.
- Ayat ini sama maknanya.
- Cuma yang satu Allah Taala mengingatkan
- Anda tidak akan sesat dan Anda tidak
- akan celaka.
- Dan yang ayat yang satu di surah ee
- Thaha Allah Taala menyatakan fala
- khaufun alaihim wumun.
- Kalian tidak akan merasa takut
- dan tidak akan merasa rendah diri, tidak
- akan salah jalan,
- artinya tidak akan kecewa.
- Karena di ayat yang di surat la
- di surah Taha Allah Subhanahu wa taala
- menyatakan [berdehem]
- fala yadillu wala yaskar dia tidak akan
- sesat dan tidak akan celaka artinya
- celakanya dia bisa celaka dalam
- kehidupan
- tapi kepastian celaka di yaumul akhir.
- Dan hamba Allah yang mulia.
- Mari kita berbicara sedikit tentang
- kehidupan kita ini.
- Tiap-tiap masyarakat dia menginginkan
- kehidupan yang makmur, yang tenang.
- Dan tiap-tiap orang menginginkan
- kehidupan yang sukses.
- Cuma sayangnya
- kesuksesan ini berbeda-beda di dalam
- otak manusia.
- Ada hamba-hamba Allah yang berpikir,
- "Kalau saya sudah punya rumah,
- sudah punya mobil, punya pekerjaan yang
- menjamin, saya termasuk orang yang
- sukses."
- Mungkin tapi belum tentu.
- Hamba-hamba Allah dalam otaknya mereka
- berpikir
- kalau Allah telah memberikan rezeki yang
- cukup kepadaku
- dengan tempat tinggal yang cukup memadai
- dan ibadahku teratur kepada Allah.
- Dia menganggap kehidupannya sukses.
- Ah itu masyaallah.
- Itu masyaallah.
- Artinya dia menilai kehidupan ini, dia
- tidak akan memburu kehidupan
- dengan melupakan
- atau melalaikan perintah-perintah Allah
- Subhanahu wa taala.
- Karena banyak dalam kehidupan manusia
- mereka membunuh kehidupan
- dan tidak mementingkan apa ini halal
- atau haram.
- Yang penting kesuksesan yang mereka
- rencanakan
- mempunyai kekayaan yang berlebihan,
- mempunyai rumah yang besar, mempunyai
- mobil yang berderet. Dan itu banyak yang
- terjadi dalam kehidupan kita.
- Kita bisa saksikan sendiri dalam
- kehidupan kita
- bagaimana hamba-hamba Allah,
- manusia-manusia yang membunuh kehidupan
- dengan melupakan
- jalan yang sesungguhnya yang dia harus
- tempuh.
- Karena hamba Allah yang mulia.
- kehidupan kita. Allah Taala lalu
- berulang-ulang mengatakan dalam
- Al-Qur'an
- bahwa semua dalam kehidupan kita ini
- Allah Taala nyatakan tumma innakum
- ba'daitun.
- Semua dalam kehidupan yang kita tempuh
- kita akan berakhir dengan menjadi
- jenazah.
- Karena Allah menjanjikan
- ada kehidupan yang lebih kekal.
- Jadi berarti kita ini hanya melalui satu
- perjalanan.
- Mungkin pertanyaan,
- kalau Allah maha sanggup atas segala
- sesuatu,
- kenapa Allah Taala harus lalui dulu
- kita? Lalukan kita dulu di dalam alam
- rahim? Kenapa tidak langsung aja
- diciptakan oleh Allah Subhanahu wa
- taala?
- Sebenarnya dengan kita berada di alam
- rahim itu adalah satu pelajaran yang
- luar biasa kepada kita sekalian.
- Alam rahim itu alam yang sangat kecil,
- yang sangat terbatas. Tapi kita hidup
- nikmah di dalamnya ada kita tidak tahu,
- belum disadarkan oleh Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kemudian Allah Subhanahu wa taala
- memindahkan kita ke alam dunia, alam
- yang lebih besar. Kemudian Allah
- mencintrakan lagi, nanti ada kehidupan
- lagi yang lebih besar, lebih kekal
- tinggal memetik hasil.
- Tapi salah satu dari dua ya, kita
- berhasil insyaallah kita mendapatkan
- jannah. tidak berhasil. Mulai dari alam
- kubur kita tidak sudah mulai mendapatkan
- adab.
- Jadi, mari kita balik kepada ayat lagi
- yang tadi. Ketika Allah Subhanahu wa
- taala mengingatkan,
- "Maka siapa aja di antara kalian
- famanitaba hudaya yang mengikuti
- petunjuk petunjuk Allah Subhanahu wa
- taala." Petunjuk Allah Taala itu sangat
- jelas dalam Al-Qur'an, dalam hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam. Itu petunjuk
- Allah Taala.
- J itu kenapa kita disuruh untuk berteman
- dengan orang-orang yang baik?
- Kenapa kita disuruh untuk mempelajari
- agama dengan baik?
- Karena Allah Taala memberikan jaminan
- dalam janjinya.
- Dan berulang-ulang kali Allah Subhanahu
- wa taala mengingatkan, "Innallaha la
- yukliful miad." Allah taala tidak pernah
- memungkiri janjinya.
- Inna waallahil haq. Sesungguhnya janji
- Allah Subhanahu wa taala itu sangat
- benar.
- Allah menjamin fala yadillu wala yasfa.
- Itulah sehingga Rasul sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan dalam satu hadis
- yang pendek yang kebanyakan kalau saya
- memulai ceramah saya membawa di sini
- yang Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan alaika bitaqwallah
- faajmaun khair.
- Praktikkan dalam kehidupanmu.
- dekatkan dalam kehidupanmu
- untuk mentaati kepada Allah Taala.
- Mentaati kepada Allah untuk memasukkan
- golongan kita menjadi hamba Allah yang
- takwallah. Artinya yang 100%
- ya
- kita benar-benar mentaati kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Bukan kita
- memilih-milih mana yang senang bagi kita
- itu kita taat. Yang tidak cocok dengan
- kita kita lewat, kita langgar bukan.
- Maka Allah Taala menyatakan, "Siapa aja
- di antara kalian yang mengikuti
- petunjukku, taat kepadaku."
- Itu penunjuk Allah luar biasa dalam
- kehidupan kita. Itu sehingga saya
- katakan Allah tidak, Allah menciptakan
- kita dan Allah tidak lepas begitu aja.
- Karena kita membutuhkan petunjuk dari
- Allah Taala
- dalam segala hal.
- Kita membeli mobil aja ada petunjuk
- bagaimana maintenance-nya, bagaimana
- untuk memelihara mobil ini ya, bagaimana
- kita servis dalam tiap bulan. Untuk apa?
- Untuk supaya mobil ini kita pakai
- langgeng lama dan dia selamat. Enggak
- bakal mogok-mogok di jalan.
- Allah memberikan petunjuk kepada kita
- dengan satu janji yang Allah Taala
- menyatakan fala yadillu wala yask.
- Dia tidak akan sesat, tidak akan salah
- jalan, tidak akan lupa tempat berpijak
- dan dia tidak akan celaka.
- Karena kecelakaan itu baik di dunia
- ataupun di akhirat.
- Kemudian di ayat ini
- ya, jadi Allah memberikan pedoman kepada
- kita, petunjuk kepada kita. Inilah
- jalanku. Sehingga Allah Taala menyatakan
- inilah jalanku. Waat mustaqim fattabiu.
- Allah Taala kuatkan lagi dengan ayat
- yang lain dalam Al-Qur'an. Dan
- sesungguhnya petunjukku ini
- ya
- yang mana petunjuk yang mana petunjuk
- dalam Al-Qur'an
- dalam hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam. Para pendengar sekalian yang
- dimuliakan Allah Taala. Kalau kita
- berguru kepada Rasulullah,
- nah Rasulullah telah meninggal dunia,
- tapi Rasulullah mengingatkan
- rahmatullah khulafai.
- Allah Taala memberikan
- rahmah, memandang kepada mereka dengan
- kasih sayang kepada
- pengganti-penggantiku.
- Kemudian sahabat bertanya, "Man khulafa
- ya Rasulullah? Siapa
- pengganti-penggantimu?
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan mereka yang mengajarkan
- ayat-ayat Allah dan mengajarkan
- haduk-petunjuk
- yang mengajarkan ayat-ayat Allah dan
- hadis-hadis Rasulullah. Siapa mereka
- itu? Para ulama yang lurus.
- Bukan ulama yang menjual ayat
- semau-maunya.
- Ya. Pada ustaz-ustaz yang baik.
- Nah, Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan,
- jadi Rasulullah telah tiada di hadapan
- kita tapi Quran di hadapan kita, hadis
- Rasul sallallahu alaihi wasallam ada
- kata kita petunjuk-petunjuk dari para
- ustaz, dari para ulama ada di hadapan
- kita
- dan Allah menjanjikan
- fala yadillu wala yasfa
- Dia tidak akan sesat,
- tidak akan salah tempat berpijak
- wala yaska dan dia tidak akan celaka.
- Nah, hamba Allah yang mulia.
- Kemudian Allah Taala lanjutkan di dalam
- ayat ini
- Allah menyatakan
- fahu maahu
- yaumalqiamati.
- Namun siapa yang berpaling dari
- peringatanku, dari petunjukku?
- Aikri
- aikri ini artinya sangat luas.
- Dia berpaling
- apa dia engkar, dia kufur
- ya
- atau dia seorang muslim
- tapi hanya nama aja seorang muslim.
- Tapi tindak tanduknya lebih banyak
- berpaling daripada apa yang Allah Taala
- arahkan dalam kehidupan kita.
- Mau contoh banyak?
- Berapa banyak hamba-hamba Allah
- termasuk pengusaha-pengusaha besar.
- Salatnya terkadang dilalaikan,
- zakatnya dilalaikan.
- Bagaimana zakat yang dilaikan?
- Makin besar kekayaannya,
- makin dia rasa
- sulit untuk mengeluarkan zakat menurut
- perintah Allah Taala.
- Mungkin dia kasih 10.000, 20.000 bagi
- kepada beberapa orang, beapa tetangga
- dianggap dia sudah mengeluarkan selamat.
- Itu sadar.
- Zakat adalah sedekah yang diwajibkan
- oleh Allah Taala.
- Apalagi mereka yang melalaikan salat.
- Itu termasuk aradikri.
- Mereka yang berpaling daripada
- peringatanku.
- Peringatan Allah itu di mana? Dalam
- Al-Qur'an. Sudah sangat jelas dalam
- hadis Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- Mari kita lihat.
- Kemudian Allah Taala menyatakan
- kalau tadi Allah Taala menjamin
- hudaya fala yadillu w yas
- mereka yang mengikuti petunjukku
- mereka tidak akan sedih, tidak akan
- merasa rendah diri tidak akan salah
- tempat berpijak tidak akan sesat dan
- tidak akan celaka.
- Wala yasqa.
- Hamba Allah yang mulia, para pendengar
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kecelakaan
- dalam kehidupan kita itu bermacam-macam.
- Bermacam-macam.
- Mari kita masuk ke situ. Kemudian Allah
- Taala mengingatkan kalau tadi Allah
- menjanjikan
- dia tidak akan celaka. Dia tidak akan
- salah tempat berpijak.
- Tapi Allah Taala ingatkan wamanikri.
- Tapi mereka yang berpaling dari
- peringatan.
- Berpaling dari peringatan Allah
- Subhanahu wa taala.
- berpaling daripada apa yang Allah Taala
- telah
- menunjukkan jalan yang safe, jalan yang
- selamat, jalan yang akan membawa
- kesuksesan.
- Ada manusia dia menganggap sukses di
- dunia,
- tapi mungkin di hadapan Allah dia tidak
- ada bedanya dengan seakan-akan binatang
- yang tidak pernah kenyang.
- Contoh
- koruptor.
- Koruptor ini karena mereka berpaling
- dari peringatan Allah Taala. Jangan
- mencuri hak rakyat, jangan mencuri hak
- orang.
- Saya teringat ada satu hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Rasul sallallahu alaihi wasallam
- mengingatkan,
- inna hadal mal hadiratun.
- Sesungguhnya
- harta kekayaan
- itu sangat ya kita boleh bilang sangat
- manis di lidah
- menarik dalam penglihatan kita.
- Faman akhawatin nafsahu.
- Mereka yang mencari dengan jalan yang
- benar.
- Dia mencari harta, tapi dia berhati-hati
- dengan peringatan-peringatan Allah.
- Dia tidak mau mengambil hak orang, ya.
- Tidak mau menggelapkan hak orang,
- tidak mau menipu hak orang.
- Karena dalam kehidupan kita itu sangat
- banyak penggelapan-penggelapan hak orang
- itu terjadi, menipu secara alus terjadi
- sangat banyak.
- Allah Taala menyatakan mereka yang
- berhati-hati
- maka keberkahan akan mengikuti
- langkah-langkah mereka sehingga mereka
- akan terlepas daripada kesesatan dan
- kecelakaan.
- aks.
- Tapi mereka yang meng ingin mencari
- kekayaan, kesuksesan ini dengan tidak
- mempedulikan hukum-hukum Allah.
- yang halal, yang haram, yang penting
- ada harta yang bertumpuk untuk menjamin
- kehidupan masa tua saya.
- Allah Taala nyatakan, wanaadzi
- yaulu wala yasba. Mereka itu bagaikan
- binatang yang makan dan makan dan tidak
- pernah kenyang.
- Jadi hamba Allah yang mulia,
- ada manusia-manusia di dalam kehidupan
- kita ini. A'ad anzikri yang Allah
- Taatkan dalam Al-Qur'an berpaling
- daripada peringatan Allah. Allah Taala
- mengingatkan
- jujurlah dalam kehidupan jangan
- mengambil hak orang.
- Allah Taala menyatakan waman aiki dan
- siapa aja yang berpaling dari
- peringatanku.
- Artinya yang
- [berdehem] yang Allah Taala nyatakan
- al hudaya mereka yang mengikuti
- petunjukku. Artinya dia mengikuti
- peringatan Allah Taala
- bukan dia berpaling.
- Kalau di ayat ini Allah Taala menjatakan
- siapa yang berpaling dari peringatan
- fana lahu maisyatan bank.
- Ayat ini Allah mulai dengan fana lahu.
- Maka sesungguhnya bagi mereka itu
- penekanan dari Allah Taala.
- Penekanan dalam ayat maisatan danka
- hidup yang penuh komplikasi
- hidup yang sempit
- itu artinya
- sempit. Hidup yang sempit.
- Dalam kitab Ibnu Katsir radhiallahu
- anhu,
- Ibnu Katsir menerangkan hidup yang
- sempit ini
- terjemahannya itu sangat luas.
- Ada manusia-manusia dalam kehidupan ini
- kalau kita lihat sepintas terkadang kita
- berpikir, "Aduh enaknya hidupnya ya.
- Rumahnya
- besar mentreng
- ya. Depannya ada satpam yang jaga.
- Mobilnya berderet di depan.
- Posisinya, jabatannya. Masyaallah.
- Terkadang orang-orang banyak yang
- menginginkan, "Aduh kalau saya seperti
- dia."
- Tapi kita enggak tahu.
- Sebab maisyatan danka ini bisa aja hamba
- Allah diberikan
- segala sesuatu yang diinginkan karena
- mencarinya tanpa mempedulikan
- hukum-hukum Allah.
- Allah Taala jadikan dadahnya penuh
- dengan
- dadahnya itu sesat.
- Ada aja yang tidak bisa memberikan apa.
- [berdehem] Ada saja yang tidak
- menjadikan dia tenang.
- Allah Taala yang menjanjikan demikian.
- Fa inahu maka baginya maisanka
- kehidupan yang sempit.
- Kehidupan yang sempit ini sangat luas.
- Ada juga benturan bertubi-tubi
- datang kepada berbabak-babak.
- Ada juga tidak memenuhi ketenangan dan
- kebagian dalam rumah tangganya.
- Mungkin juga dalam rumah tangganya
- berhembus
- angin neraka, angin kekacauan,
- mungkin juga anaknya berantakan,
- hidupnya tidak tenang.
- Tidak ada manusia dalam kehidupan ini
- yang tidak menginginkan hidup yang
- tenang, sukses, tapi hatinya merasa
- puas, merasa tenang.
- Kan di hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam tadi Rasulullah mengingatkan
- mereka yang mencari kehidupan,
- harta, jabatan,
- apa aja demi untuk kesuksesan
- tapi tidak memperhitungkan
- peringatan-peringatan Allah Taala.
- Wakadzi ya w mereka itu bagaikan
- binatang yang makan-makan tidak pernah
- kenyang.
- Dan salah satu kesempitan yang Allah
- berikan di dalam otak dan dada mereka,
- hati mereka merasa selalu tidak cukup
- apa yang mereka dapatkan.
- Dan yang paling sulit dalam kehidupan
- seseorang ketika selalu dia merasa tidak
- cukup dalam segala hal.
- tidak cukup hartanya, tidak cukup
- jabatannya,
- ya tidak cukup pengetahuannya.
- Artinya pengetahuannya untuk memburu
- jabatan yang lebih tinggi.
- Pengetahuannya untuk mencari menumbung
- harta yang lebih banyak dan itu banyak
- di depan mata kita.
- Coba bayangkan. Subhanallah.
- Rakyat yang berteriak-teriak
- menginginkan keadilan, kejujuran.
- Para pejabat hidup dengan bermegah-megah
- ya. Masyaallah.
- Bergelim dengan harta benda melupakan
- kepada duafa dan fuqara.
- Untuk itu Allah Taala ingatkan kepada
- kita sekalian
- mereka yang tidak mempedulikan
- hukum-hukum Allah berpaling daripada
- peringatan Allah Taala. Allah Taala
- ingatkan kepada mereka. Allah akan
- berikan kepada mereka hidup yang penuh
- dengan komplikasi.
- Hidup yang sempit. Hidup yang sempit itu
- hidup yang penuh dengan komplikasi.
- segala-galanya dia dapatkan. Mungkin
- anaknya berantakan, ada yang terlibat
- narkoba, ada yang macam-macam.
- Dan kehidupan yang sempit ini bisa juga
- berarti Allah Taala memberikan
- kesempatan kepadanya sampai di waktu
- yang tertentu
- baru bermacam-macam cobaan-cobaan Allah
- Taala berikan kepadanya dengan
- kesulitan-kesulitan yang luar biasa.
- Di dalam kitab Ibnu Katsir,
- Ibnu Katir menghimpun beberapa pendapat
- daripada sahabat-sahabat Rasul
- sallallahu alaihi wasallam.
- Salah satu sahabat Rasul sallallahu
- alaihi wasallam yang menyatakan
- maisyatanka kehidupan yang sempit itu
- adalah dadanya yang selalu penuh dengan
- kesumpekan sumpek.
- tidak pernah merasa tenang, tidak pernah
- dia merasakan kenikmatan dan kebahagiaan
- dalam hidupnya.
- Padahal segala-galanya
- Allah Taala telah sedia kepadanya.
- [berdehem]
- Dan itu dalam kehidupan dunia.
- Belum lagi apa yang akan terjadi di
- yaumul akhir.
- Kemudian Allah Taala menyatakan.
- Kemudian ketika nanti Allah himpunkan
- dia di yaumul kiamah, yaumul mahsyar.
- Nah, hamba Allah yang mulia, para
- pendengar sekalian yang muliakan Allah
- Taala.
- Kita mungkin berpikir
- ya mahsyar masih jauh.
- Saya ajak masih hidup di dunia.
- Ya mahsyar masih jauh.
- Subhanallah.
- Salah seorang mufasir mengatakan
- bahwa kehidupan yang sempit juga Allah
- Taala akan jadikan kuburnya dia sangat
- sempit
- dengan bermacam-macam adab di dalam
- kuburnya.
- Karena kita ketika meninggal dunia kita
- masuk ke gerbang yaumul qiamah. Bagian
- daripada yaumul qiamah.
- Kubur itu gerbang dari yaumul kiamah.
- Begitu masuk enggak bisa balik lagi,
- enggak bisa keluar lagi. Terlepas dia
- siapa? Pejabat tinggi, pejabat penuh
- dengan pengawal-pengawal.
- Maka Allah Taala nyatakan,
- wahsuruhu yaumalqiamati.
- Kemudian Allah himpunkan dia di yaumul
- mahsyar dalam keadaan buta.
- Dan Allah masih memberikan masih
- memberikan kepadanya kesempatan
- untuk memprotes kepada Allah Taala.
- Qbi
- maka dia bertanya kepada Allah Taala.
- Ya Allah, kenapa aku dihimpunkan dalam
- keadaan buta ketika aku hidup di dunia
- itu dalam keadaan bisa melihat? Kenapa
- sekarang saya enggak bisa melihat?
- Allah Subhanahu wa taala ingatkan
- kepadanya.
- Jadi, Allah Taala memberikan kesempatan
- kepadanya untuk dialog dengan Allah
- Taala. Ya, dia protes. Wajarlah dia
- protes. H Allah yang mulia, kita buta di
- dunia aja kesulitannya sudah luar biasa.
- Terkecuali kalau orang yang memang lahir
- dia buta. Kalau lahir buta dia tidak
- bisa membedakan bahwa dia ini buta
- karena dia enggak pernah melihat.
- Tapi orang yang pernah melihat dan dia
- buta itu musibah yang luar biasa.
- Karena dia bisa bandingkan tadinya bisa
- melihat segala-galanya, sekarang dia
- dalam keadaan kegelapan yang luar biasa.
- Tidak tahu apa yang ada di depannya,
- harus dituntun.
- Maka dijawab oleh Allah Subhanahu wa
- taala ketika hamba Allah ini memprotes
- kepada Allah.
- Qala kadalika atatka ayatuna.
- Yang demikian
- Allah Taala nyatakan, "Karena kami telah
- memberikan petunjuk-petunjuk kepadamu.
- Ayat-ayat kami sudah jelas kami berikan
- kepadamu. Nabi-nabi sudah banyak yang
- kami kirim kepadamu."
- Karena kejadian ini bukan ajar kepada
- umat Rasul sallallahu alaihi wasallam.
- termasuk kepada umat Nabi Isa, Nabi
- Musa, dan umat-umat nabi-nabi yang lain.
- Allah Taala nyatakan, "Kami telah
- memberikan petunjuk kepadamu,
- menjelaskan ayat-ayat kami kepadamu."
- Fanasitaha
- walikal yaumuns.
- Tapi Anda lupakan
- hamba Allah yang mulia,
- kelalaian kelalaian kita dalam hidup.
- Salat kita gampangkan ya, zakat kita
- gampangkan,
- larangan-larangan Allah kita lewat
- semaunya. Bukan kita tidak tahu.
- Kita tahu bahwa ini dilarang oleh Allah
- Taala.
- Kita tahu bahwa kita harus salat pada
- waktunya. Kita tahu bahwa kita punya
- kewajiban untuk mengeluarkan zakat. Kita
- tahu kita perlu harus bersedekah. Itu
- semua mereka tahu.
- Orang-orang muslim sekalipun dia enggak
- belajar agama, dia tahu kewajiban
- tersebut.
- Tapi Allah Taala nyatakan Anda lupakan.
- Anda sengaja melupakan.
- Maka pada hari ini kami lupakan juga
- keadaanmu.
- Jadi hamba Allah yang mulia, para
- penengah yang dimuliakan Allah Subhanahu
- wa taala, kita semua tidak ada yang
- menginginkan hidup yang penuh dengan
- komplikasi.
- Enggak ada yang menginginkan hidup yang
- penuh dengan komplikasi.
- Kenapa ada hamba-hamba Allah yang bunuh
- diri? Padahal bunuh diri itu sudah
- dilarang oleh Allah.
- Karena ketika benturan demi benturan
- datang kepada mereka,
- bukannya dia balik kepada Allah Taala
- melihat kenapa komplikasi ini banyak
- terjadi kepada saya. Balik kepada diri
- kita masing-masing.
- Mungkin kelalaianku dalam salat,
- mungkin kelalaianku di dalam akhlak.
- dalam berbicara dengan hamba-hamba Allah
- yang lain.
- Karena ada manusia-manusia dalam
- kehidupan mereka penuh dengan
- keangkuhan.
- Wah, kalau ngomong
- dia tidak peduli. Ini bagaikan jarum
- yang akan menusuk jantungnya
- ya atau bagaikan penghinaan di depan
- umum dia enggak peduli.
- Dan itu termasuk penganiayaan kepada
- saudaranya.
- Hamba Allah yang mulia, kita jangan
- menganggap bahwa menganiaya seseorang
- itu hanya dengan bentuk fisik.
- Lidah manusia
- bisa menganiayaniaya orang
- bertahun-tahun,
- berbulan-bulan.
- Buktinya aja
- kalau kita dihinakan
- seorang yang lain di depan umum
- atau dituduh yang tidak di depan umum
- padahal sesuatu yang kita tidak lakukan
- dan itu banyak terjadi dalam kehidupan
- kita.
- Kalimat yang pendek.
- Sayidina Ali radhiallahu anhu
- mengatakan,
- "Terkadang
- lidah kita yang hanya beberapa detik
- bisa menyakitkan orang berbulan-bulan
- malahan bertahun-tahun."
- Justru itu ketika ditanya kepada Rasul
- sallallahu alaihi wasallam, "Ya
- Rasulullah, apa yang bisa menjadikan
- seorang itu masuk surga dengan cepat?
- Rasul sallallahu alaihi wasallam ini
- bagi mereka yang beriman. Rasulullah
- menunjukkan lisannya.
- Karena lisan kita bisa menganiaya
- seseorang. Lisan kita bisa menjadikan
- satu keluarga berantakan.
- Kalau kita menabur fitnah dalam keluarga
- tersebut,
- lisan kita bisa menjadi pertumpahan
- darah antara dua kampung
- dari lisan.
- Itulah sehingga Allah Subhanahu wa taala
- memberikan petunjuk kepada kita,
- menurunkan Al-Qur'an kepada kita,
- mengirim nabi-nabi kepada kita. Kita di
- akhir zaman Rasul sallallahu alaihi
- wasallam adalah nabi kita.
- Berapa banyak hadis-hadis Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam
- yang memberikan petunjuk kepada kita
- yang luar biasa. Para pendengar sekalian
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala.
- Kalau kita berguru kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam,
- Rasulullah berguru kepada Allah Taala
- langsung,
- kita tidak akan salah jalan.
- Nah, kalau antum bertanya, bagaimana
- kita berguru kepada Rasulullah? Ada
- khalifah-khalifahnya Rasulullah.
- Rasulullah menyatakan rahmatullah
- khulafai. Allah Taala memberikan rahmah,
- memandang kepada mereka dengan pandangan
- rahmat kepada pengganti-penggantiku,
- penerus-penerusku.
- Siapa mereka itu ya Rasulullah?
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- menyatakan yang mereka mengajarkan
- kepada kalian Al-Qur'an dan hadis Rasul
- sallallahu alaihi wasallam mengajarkan
- petunjuk-petunjuk Allah dalam Al-Qur'an
- itu kata Rasul sallallahu alaihi
- wasallam adalah penerus-penerus.
- Untuk itu, hamba Allah yang mulia,
- marilah kita berhati-hati dalam
- kehidupan kita ini supaya kita tidak
- akan menghadapi kehidupan yang
- komplikasi.
- Kalau kita lihat di ayat yang lain,
- maknanya subhanallah
- hampir sama dengan ayat.
- Maknanya berbeda tapi lebih detail.
- Allah Subhanahu wa taala mengingatkan
- kepada kita faamma man
- wattaq
- wasq bil husna fasuyiru lil usra.
- Mereka itu yang aa
- atainya
- dia suka memberikan sedekah ya,
- memberikan zakat yang wajib,
- menolong orang, membantu orang itu apa?
- Wattaqa.
- Dan dia taat kepada Allah Taala.
- sama dengan ayat ini.
- Artinya dia taat kepada Allah, dia
- mengikuti petunjuk Allah.
- Hudaya faladill w siapa yang mengikuti
- petunjukku, dia tidak akan salah jalan.
- Di ayat ini Allah Taala ingatkan
- kalau dia taat kepada Allah yang benar,
- mengikuti petunjuk Allah Taala, Allah
- permudah segala urusannya.
- Allah permudah ibadahnya.
- Allah permudah segala-galanya.
- Jadi maasyar muslimin rahimakumullah.
- Para pendengar sekalian yang dimuliakan
- Allah subhanahu wa taala. Itulah
- sebabnya sehingga kita perlu untuk
- kembali kepada diri kita masing-masing
- ya. Mengintrospeksi
- diri kita.
- Biasanya dalam kehidupan kita jarang
- kita melihat ke diri kita. Jarang. Lebih
- banyak kita lihat menilai orang.
- Dan yang paling celaka kalau seorang itu
- terlalu pandai menilai seseorang tanpak
- menilai dirinya sendiri. Artinya menilai
- diri kita ini maksudnya kita
- menghitung-hitung diri kita. Apa salat
- saya sudah benar? Apa akhlak saya sudah
- baik? Apa tindak tanduk kita untuk
- mentaati kepada Allah sudah pada
- jalannya?
- Apa yang saya lakukan ini diredai oleh
- Allah Subhanahu wa taala? Itu artinya
- kita kembali diri kita. Jadi ketika
- hidup kita ini sudah mulai penuh dengan
- komplikasi,
- disempitkan oleh Allah Taala,
- kembalilah kita kepada Allah.
- Kembalikan diri kita, kesadaran kita,
- pemikiran kita
- kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Ada tingkah laku kita yang tidak sesuai
- dengan Islam. Kita rubah.
- Rubah menurut apa yang diridai oleh
- Allah Taala.
- Ada tindak tindak tanduk kita yang
- terlalu membenci satu golongan.
- Padahal mungkin kita tidak tahu detail
- tentang kelompok atau golongan tersebut
- atau kepada seorang atau satu keluarga
- atau kepada salah seorang
- kita kembali kepada Allah Taala.
- Bersangka baik.
- Bersangka baik.
- Jadi berarti ayat ini mengajarkan kepada
- kita
- apa yang kita tanam.
- Itu yang kita akan petik. Kita tidak
- mungkin menanam pohon mangga. Kita akan
- memati pohon rambutan.
- Kita menanam
- pohon berduri akan muncul kembang yang
- indah.
- Apa yang kita tanam itu yang kita akan
- petik. Itu sunatullah yang terjadi.
- Contoh yang Allah berikan kepada kita.
- Kita tanam mangga tidak mungkin akan
- berbuah rambutan.
- Kita ikut petunjuk Allah, kita tanam
- kebaikan, maka pasti Allah Subhanahu wa
- taala menyatakan, "Fasaniruhu lil
- yusra." Di ayat ini Allah Taala
- menyatakan fala yadillu wala yaska. Dia
- tidak akan salah jalan dan tidak bakal
- celaka.
- Dan Allah Taala menyatakan Allah Taala
- akan jauhkan dia daripada kehidupan yang
- sempit.
- Tapi kalau kita tidak mau memperbaiki
- diri kita,
- kita menganggap ya
- nanti aja kalau saya umur 50 tahun atau
- 45 tahun baru saya bertobat.
- Itu kalimat yang paling celaka.
- Ada kalimat mumpung saya masih 20-an,
- mumpung saya masih 30-an.
- Subhanallah.
- Atau ada juga yang berpikir begini dan
- banyak kejadian
- nanti ajak saya umrah bertobat kepada
- Allah Taala baru saya akan mengikuti
- perintah Allah Taala. Itu mendahului
- takdir Allah malahan lebih celaka.
- Jangan mendahului takdir Allah Taala.
- Jadi kalau kita tidak menginginkan hidup
- yang komplikasi, hidup yang sempit,
- balikkanlah kepada Allah. Ikutilah yang
- apa Allah Taala nyatakan dalam
- Al-Qur'an.
- Yang Allah Taala berikan petunjuk dalam
- Al-Qur'an,
- yang Allah Subhanahu wa taala telah
- menjanjikan dan Allah tidak pernah
- memungkiri janjinya.
- Mudah-mudahan
- Allah Subhanahu wa taala jadikan kita
- hamba-hamba Allah yang selalu mengikuti
- petunjuknya.
- Kekacauan-kekacauan yang terjadi ini
- adalah karena beberapa golongan
- yang menganggap bahwa petunjuk Allah
- Subhanahu wa taala itu hanya merupakan
- sesuatu yang tidak perlu diukuti, tidak
- perlu ditakuti.
- Dan ada juga hamba-hamba Allah
- yang ingin untuk mengadu domba. Mengadu
- domba ini adalah fitnah.
- Dan fitnah itu
- sangat berbahaya.
- Lisan yang mengeluarkan fitnah tersebut,
- subhanallah
- itu akibatnya bakal fatal untuk dirinya.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- memberikan petunjuk kepada kita dan
- mentaati perintah-perintahnya.
- Kalau ada yang salah kepada Allah, saya
- mengharapkan magfirahnya. Wabillallahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Demikian tadi telah
- kita simak bersama pemaparan dan juga
- tausiah yang disampaikan oleh guru kita
- Ustaz Z Mahmid. Kami akan jeda sejenak
- terlebih dahulu dan kami akan kembali
- setelah jeda berikut ini. Tetaplah
- bersama kami.
- Dipancaraskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi. Terima kasih ikhwan dan akhwat
- yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala
- telah
- membersamai kami di sore hari ini. Kami
- ingin menyapa para pendengar Rasil
- terlebih dahulu. Ada Ibu Karisa,
- kemudian ada Tefani, ada Eyang Sri, lalu
- ada Ibu Ani Khani Khudaifah, Bapak
- Ruskandar, kemudian Bapak Arwin, Bapak
- Saian Rohili, Bapak Zahir Mukhlis Mi
- Hiju, Ibu Sundari, serta ada Ibu Liso.
- Kita akan bertanya untuk pertanyaan
- pertama Pak Ustaz dari Bapak Syan
- Rohili. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Apakah orang yang fakir dan miskin kalau
- ia beribadah dengan sempurna sudah pasti
- akan masuk surga?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ali
- orang fakir dan miskin
- kalau dia beribadah dengan baik apa akan
- masuk surga?
- Kan di dalam Al-Qur'an itu
- berkali-kali Allah Taala janjikan
- man amila shihan minakarin unsa
- mukmin
- falanahu hayatan thayibah.
- Itu janji baru di dunia
- ya.
- Seorang lelaki dan seorang
- perempuan. Nah, seorang perempuan
- tidak Allah berbicara dia kaya atau
- miskin terlepas kaya atau miskin.
- Hidupnya di dunia falan hayat thayibah.
- Hidupnya di dunia akan dihidupkan dengan
- baik. Kemudian Allah wadannahum.
- Dan nanti Allah Taala memberikan balasan
- kepada mereka itu di yaumil akhir dengan
- yang lebih baik. Apa yang mereka
- lakukan. Di ayat yang lain Allah Taala
- menyatakan inina amanu
- ya
- disambung
- azwajun.
- Ya, orang yang beriman kepada Allah,
- berbuat baik,
- Allah tidak bedakan yang kaya atau yang
- miskin.
- Tapi yang miskin lebih memasuki surga
- duluan daripada yang kaya.
- Dalam satu hadis Rasul sallallahu alaihi
- wasallam, orang-orang miskin itu pernah
- kirim delegasi kepada Rasulullah, kirim
- utusan.
- Ya, karena orang miskin dia berpikir dia
- enggak bisa keluarkan zakat malahan dia
- menerima zakat. Dia enggak bisa
- bersedekah leluasa.
- Ya, mereka kirim delegasi kepada
- Rasulullah.
- Kemudian sampai di hadapan Rasulullah
- mengatakan, "Nahnu rasulul fuqara." Ya
- Rasulullah, kami ini adalah utusan
- daripada orang-orang yang fakir miskin.
- He
- yang
- dalam hal ini dikatakan aak Rasul
- sallallahu alaihi wasallam,
- "Ahlan bikum
- minumin yuhibbuhumullah."
- Selamat bagi kalian dari kelompok yang
- dicintai oleh Allah.
- Nah, hadis ini dikatakan oleh para
- fasirin. Kenapa dikatakan dicintai oleh
- Allah Taala? Karena Allah telah mencobai
- mereka dengan kemiskinan, tapi mereka
- masih sabar dan tetap beribadah kepada
- Allah Taala.
- Malahan dalam hadis yang lain itu Rasul
- sallallahu alaihi wasallam menceritakan
- orang-orang yang miskin yang fakir di
- dalam kegemparan yaumal mahsyar
- mereka berada di satu tempat yang agak
- lebih tinggi daripada
- umat-umat manusia yang berada di
- panasnya yaumul mahsyar di bawa.
- Kemudian mereka itu ditutupi dengan awan
- untuk jadi mereka itu terlindung
- daripada panasnya luar biasa matahari
- yaumul mahsyar. Wallahuam.
- Kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam menyatakan maka Allah Taala
- akan mengatakan kepada mereka ya dengan
- kalimat kira-kira maknanya begini.
- Aku telah menjauhkan dunia daripadamu,
- daripada kalian, tapi kalian masih sabar
- dan beribadah kepadaku. Maka lihatlah di
- dalam kegemparan yaumal mahsyar ini
- orang-orang yang pernah memberikan
- bantuan kepada kalian, yang pernah
- mengusap air matamu, yang pernah
- mengeluarkan Anda daripada kesulitan,
- angkatlah mereka itu untuk bersama-sama
- dengan kalian. bersama-sama dengan
- mereka itu artinya mereka berada di
- bawah satu perlindungan awam yang tebal
- sehingga mereka tidak merasa kepanasan
- dan kegemparan yaumul mas. Jadi berarti
- orang yang fakir, yang fuqara, yang
- masih beribadah dengan benar, mereka itu
- masyaallah
- mendapat keistimewaan tersendiri dari
- Allah Taala. Karena apa?
- Allah mencobai kepada mereka dengan
- kemiskinan, tapi mereka mesti tetap
- sabar dan beribadah kepada Allah dengan
- baik. Saya berikan contoh begini aja.
- Subhanallah.
- Saya pernah mendatangi satu kampung
- dari kampung itu dari ee Rangas Dengklok
- ya, dari Karawang ke Rangas Dengklok.
- Kemudian dari Rangas Dengkro itu
- kira-kira masih ada lagi 5 kilo ke
- kampung tersebut masuk ke dalam.
- Dan kampung tersebut itu rumah-rumahnya
- itu rata-rata kira-kira hanya 2* 3 m
- dari bambu. Enggak ada perabotan.
- Enggak ada perabotan. Perabotnya itu
- kalau orang duduk dalamnya itu dari
- bambu yang dibikin dari bambu.
- Ada sebagian sebagian masih tanah.
- lantainya.
- Tapi saya perhatikan, masyaallah mereka
- ini orang-orang mukmin yang baik, orang
- muslim yang baik.
- Orang yang kaya
- yang Allah Taala berikan kelebihan
- hartanya,
- kamar mandinya di dalam kamar,
- sajadahnya lagi tebal. Mereka salat
- mungkin buka sajadahnya di tanah dan
- kalau dia mewudu di luar.
- Karena kampung tersebut kira-kira
- rumah-rumah yang ada di situ 60% atau
- mungkin 80%
- mereka tidak mempunyai toilet.
- Di depan mereka itu jalan kemudian
- samping jalan itu ada sungai. Di
- sungainya itu dibikin-bikin toilet umum
- dari bambu. Jadi orang yang subhanallah.
- Bayangkan.
- Coba bayangkan masih ada kehidupan yang
- demikian. Tapi mereka orang-orang
- muslim. Enggak ada satuun di situ yang
- nsara. Tidak ada. Semua muslim.
- Saya lihat, "Ya Allah,
- tapi kita kalau Allah sudah memberikan
- kemampuan macam-macam dan tidak
- beribadah asal-asalan
- sangat rugi dan akan membawa kepada
- kecelakaan." Mereka yang miskin masih
- tetap taat kepada Allah Subhanahu wa
- taala.
- Jadi, Allah tidak bedakan, malahan Allah
- istimewakan.
- bagi Allah lebihkan kepada mereka di
- yaumul akhir. Orang yang fakir tapi dia
- masih tetap taat beribadah dengan benar
- kepada Allah. Insyaallah terjawab.
- Baik. Insyaallah terjawab. Ada
- pertanyaan dari Ibu Rahma, Pak Ustaz, di
- Karawang. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Ustaz, bagaimana cara menanamkan di
- dalam hati agar selalu berhusnuzan
- kepada Allah walaupun kenyataan hidup
- tidak sesuai harapan?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali Muhammad. Jadi begini,
- selalu kita dalam kehidupan
- mengharapkan sesuatu yang lebih baik,
- mengharapkan sesuatu dengan keinginan
- kita.
- Tapi terkadang
- kita tidak dapatkan harapan yang kita
- harapkan.
- Kita harus tahu di dalam satu di dalam
- ayat Allah Taala menyatakan asaan
- fahuairakum
- wauhiban
- fahua lakum wallahu yam antum laamun.
- Biasanya Allah Taala katakan
- sesuatu yang engkau benci untuk terjadi
- tapi itu untuk baik untukku.
- Dan ada sesuatu yang engkau ingin benar.
- ingin benar
- sesuatu yang engkau benci untuk terjadi.
- Jadi umpama contoh begini
- ah subhanallah
- kita menginginkan sesuatu contoh-contoh
- aja contoh begini
- kita menginginkan kita akan membeli
- rumah satu tempat
- kemudian rumah yang kita inginkan tidak
- kita dapatkan
- Allah Taala menyatakan terkadang itu ada
- baik untuk
- begitu juga kita dalam kesehatan.
- Terkadang ada sakit yang kita tidak
- inginkan,
- tapi Allah Taala menyatakan itu baik
- untukmu.
- Dan ada sesuatu yang kita inginkan tapi
- mungkin tidak baik untuk
- kita kan semua enggak mau sakit.
- Tapi terkadang Allah mencobai kita
- dengan penyakit.
- Kalau kita bersangka kita selalu harus
- bersangka baik kepada Allah, pasti itu
- ada kebaikan untuk kita.
- Allah Taala tidak pernah memungkiri
- janjinya. Inallah la yukliful miad.
- Iya,
- pasti ada kebaikan. Justru itu
- kembalikanlah kepada Allah. Itu sehingga
- kita diajarkan oleh Rasulullah selalu
- kita mengatakan alhamdulillah ala
- kullial. Segala puji dan puja bagiu ya
- Allah tentang semua keadaan yang saya
- hadapi. Ada keadaan yang sangat yang
- mengecewakan kita tapi mungkin baik
- untuk kita.
- Jadi tidak selalu harapan yang kita
- harapkan itu Allah berikan. Kewajiban
- kita ini hanya berdoa.
- Tapi belum tentu apa yang kita inginkan
- itu baik bagi kita, bagi kehidupan kita
- ke depan. Allah lebih tahu. Karena di
- ayat ini Allah nyatakan, "Innallah
- ya'lamu maa tlamun." Wallahu y'lamu ma
- tamlamun. Dan Allah lebih mengetahui apa
- yang kalian tidak ketahui.
- Ini contoh yang saya sudah berkali-kali
- berikan ee berita e apa sampaikan di
- sini. Saya contoh begini aja.
- Kalau umpama ibu seorang yang sangat
- mampu,
- mau beli mobil apa aja mampu, beli motor
- mampu,
- anak ibu yang umur 7 tahun minta motor,
- beda motor.
- Heeh.
- Ibu enggak mau kasih.
- Karena sayangnya ibu kepada anak ini.
- Takutnya nanti sekali waktu
- motornya balik, dia sudah di rumah
- sakit.
- Karena sayangnya ibu kepadanya, ibu
- enggak mau kasih motor.
- Tapi subhanallah
- ketika dia sudah
- dewasa umpama dia enggak minta tapi ibu
- memberikan mobil kepadanya. Masyaallah.
- Itu karena apa? Karena sayangnya ibu
- kepadanya. Sehingga ibu enggak mau kasih
- apa yang diharapkan.
- Apalagi kesayangan Allah kepada kita.
- Belum tentu apa yang kita harapkan itu
- baik buat kita. Insyaallah terjawab.
- Baik, Pak Ustaz. Itu menjadi pertanyaan
- terakhir di sore hari ini. Namun sebelum
- itu kami juga ingin menyapa ada Ibu
- Retno begitu ya yang baru saja masuk dan
- ikut menyimak siaran ini. Terima kasih
- jazakallah untuk Ustaz ZM. Mbahmid.
- Baiklah, Ikhwan dan akhwat, langsung
- saja kita akan mendengarkan ee
- kesimpulan dari pembahasan kita di sore
- hari ini.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammad wa ali
- Muhammad. Ee sebelum saya bawakan
- kesimpulan, saya ingin ingatkan juga
- kepada para pendengar sekalian, kita
- masih menerima pendaftaran baru untuk ee
- tahfid Quran putri khusus putri full
- beasiswa tidak bayar, gratis. makan tiga
- kali tempat tidur sendiri-sendiri.
- Cibadak
- kita buka pendaftaran untuk yang kedua
- sampai akhir Juni
- selambat-lambatnya akhir Juni.
- Nah, kesimpulannya
- kita ini dalam kehidupan kita ini Allah
- Taala berbicara berulang-ulang
- berkali-kali dalam Al-Qur'an
- bahwa dalam kehidupan kita ini kita
- hanya lewat.
- hanya lewat aja
- semua dia presiden, gubernur, siapa aja
- orang yang pintar, yang bodoh, yang
- kaya, yang miskin, semua dia akan
- berakhir dengan kematian.
- Maka kesempatan yang Allah berikan
- kepada kita dalam kehidupan dunia ini,
- Allah Taala menyatakan, "Wa ahsin kama
- ahsanallahu ilaik." Berbuat baiklah
- sebagaimana Allah telah berbuat baik
- kepada kita. Karena ada saatnya
- kesempatan ini akan diangkat oleh Allah
- Taala.
- Ketika kita dimasukkan Allah ke alam
- barzakh, Allah mengakhiri kehidupan
- kita, mengakhirkan kepada karena Allah
- nyatakan tma innakum ba'da lamitun.
- Kalian semua sesudah usahamu, sesudah
- kepintaranmu, sesudah kekuasaanmu,
- sesudah apapun Anda akan berakhir dengan
- kematian.
- Mudah-mudahan Allah Taala hantarkan kita
- menjadi hamba-hamba Allah yang taala.
- Subhanakallah wabihamdika asadu alla
- ilahana Muhammadarasulullah
- nastagfiruka.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kami ucapkan jazakallah untuk Ustaz
- Zahat M. Bahmid. Semoga apa yang beliau
- sampaikan bermanfaat bagi kita semua.
- Akhirul kalam, kami yang bertugas di
- sore hari ini mohon undur diri. Billahi
- taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.