Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:23 Bismillahirahmanirahim, 1:25 assalamualaikum warahmatullahi 1:26 wabarakatuh. 1:28 Allahuma shali ala sayidina Muhammad wa 1:30 ala alihi sayidina Muhammad. 1:32 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 1:33 ini hari Rabu tanggal 7 Juni 2023 1:37 ini kalau enggak salah hari lahirnya 1:39 Bapak Ade Irawan ya. 1:41 Selamat ulang tahun Bapak Ade Irawan ya, 1:43 semoga sehat 1:45 dan selalu dalam 1:46 keberkahannya. 1:47 Amin amin. 1:48 Juga bertepatan dengan tanggal 17 1:50 Zulkaidah 1444 Hijriah ya. 1:53 Iya. 1:54 Baik 1:55 Nah, jumpa lagi dalam acara Tamu Kita, 1:57 Tamu Kita. Siapa ayo? 2:02 Ini orang-orang hebat ya, orang-orang 2:04 yang susah dijumpai dan ditemui ya. 2:06 Alhamdulillah kita bisa tarik ke sini 2:08 untuk mengenang masa lalu ketika jayanya 2:12 acara Dunia Dalam Berita TVRI. Kami 2:14 mengundang pembawa berita Dunia Dalam 2:18 Berita. 2:19 Yang pertama adalah 2:21 Agustian Erro Parta Wijaya atau biasa 2:24 dipanggil 2:25 dan Parta 2:26 Parta Wijaya. Lahirnya 2:29 tanggal 29 2:31 Agustus 2:31 Agustus tahun 52, jadi sekarang usianya 2:34 sudah 71 tahun, tapi masih ganteng, 2:37 masih eksis. 2:38 Amin. 2:39 Masih jadi direktur 2:41 APP Sinar Mas. 2:43 Bidang kertas ya? 2:44 Iya. 2:45 Bidang kertas. 2:47 Beliau 2:49 SD-nya di Kebayoran, anak Kebayoran nih. 2:52 SD 1 Kebayoran, egois gitu ya. 2:55 SD di Kebayoran, SMP-nya SMP 11 2:58 Kebayoran, SMA-nya SMA 6, kemudian 3:01 kuliah di Ekonomi 3:02 UI. 3:04 Masyaallah, sama mantan menteri Sampurna 3:06 ya? 3:07 Iya, betul. 3:08 Dia itu punya rambut ya. 3:09 Masyaallah. 3:11 Kemudian yang satunya lagi 3:14 Mbak Utari Nur Permadina. 3:16 Ini. 3:17 Lahirnya tanggal 11 Oktober, tahunnya 3:21 tidak kami sebutkan. 3:22 16 Oktober. 3:23 16 3:23 Iya. 3:24 16 Oktober. 3:26 16 Oktober. 3:27 16 Oktober. 3:29 SD-nya di Ungaran 2 Yogyakarta, SMP SMP 3:32 5 Yogyakarta, SMA 3 Yogyakarta, kemudian 3:36 kuliah di UGM 3:37 di Fisipol UGM, jurusan HI, Hubungan 3:41 Internasional. 3:42 Anda boleh juga memberi memberikan 3:43 pendapat apa 3:45 perbedaan penyiar 3:47 zamannya TVRI dulu dengan zaman 3:49 sekarang. Apa bedanya? Apa bedanya? 3:51 Silakan kirim 3:53 WA ke 08111999720. 3:58 Assalamualaikum Kang Yan. 3:59 Waalaikumsalam. 4:01 Saya panggil Kang Yan karena ada 4:02 Tasik-tasiknya 4:03 nama belakangnya. 4:04 Iya. 4:05 Yang orang Tasik siapa? 4:06 Bapak. 4:06 Oh, Bapak orang Tasik. Bisa bahasa 4:08 Sunda? 4:09 Muhun. 4:12 Gimana cara milih agar ganteng itu? 4:14 Olahraga ya, golf ya, olahraga golf ya. 4:17 Iya, iya. 4:17 Kalau 52 31 tahun masih kayak begini ya. 4:20 Alhamdulillah. 4:21 Saya 41 ya. Eh, Mbak Utari ya, 4:23 Assalamualaikum Mbak Utari. Mbak Utari 4:25 Nur Permadi. 4:26 Iya. 4:27 Dia itu masih pintar nari ya. 4:29 Nari. 4:29 Nari apa aja biasanya? 4:31 Biasanya Bedoyo. 4:32 Oh, Bedoyo ya. 4:33 Kalau kita sebutnya sekarang Bedayan 4:35 karena 4:36 eh, durasi diperpendek dan sudah 4:39 eh, karya baru ya, koreografi baru. 4:42 Sudah pernah 4:43 ketemu dengan Bapak Hamengkubuwono? 4:46 Waktu pernah waktu dulu mengantarkan ke 4:49 Jepang. 4:50 Eh, tim kesenian itu eh, dari dua 4:53 keraton dan dua kadipaten. Biasanya kan 4:56 mereka enggak mau bersama-sama, tapi 4:59 tahun 89 itu 5:02 dipentaskan di gedung kesenian Hibiya di 5:05 Tokyo, Jepang. 5:06 Oh, masyaallah. 5:07 Lalu eh, Ngarsa Dalem kesembilan pergi 5:10 ke Kyoto. 5:11 Kemudian sesudah itu 5:13 eh, untuk silsilah silsilah. 5:16 Lalu sesudah itu beliau meneruskan ke 5:18 Amerika. 5:19 Heeh. 5:20 Dan 5:20 beliau meninggal di sana. 5:22 Jadi waktu kami pulang untuk melaporkan 5:24 kegiatan tersebut 5:26 eh, seminggu kemudian kalau enggak salah 5:28 kita saya kembali lagi ke Jogja untuk 5:30 menjemput 5:32 setuhnya, meninggalnya. 5:35 Oke, oke. Terus sekarang karya-karya 5:37 Jogja enggak boleh dibawa tuh oleh 5:39 anak-anak ini pakai-pakai kayak pakai 5:42 jeans. 5:43 Heeh, 5:43 di dinding Malioboro gitu ya. 5:45 Iya. 5:46 Nah, Anda tentu kangen ya dengan 5:48 bagaimana sih siaran dulu ketika dunia 5:51 dalam berita kita 5:52 kita ini dulu ya 5:54 flashback ya, bagaimana ketika dia 5:56 membaca berita zaman dulu. 5:58 Ada, bisa di 5:59 Oh, mau saya ya? 6:00 Oke, ah kita dengar baik-baik. 6:01 Supaya supaya kelihatan wajahnya. 6:03 Kita dengar pemba pembacaan berita 6:06 oleh 6:07 Kayak pembacaan sumpah pemuda 6:09 Parta Wijaya dan Mbak 6:13 Utari. 6:13 Utari Nurpermani. 6:15 Amin. 6:15 Dunia dalam berita tet tet tet tet. 6:20 Assalamualaikum warahmatullahi 6:21 wabarakatuh. 6:23 Selamat pagi pendengar dan pemirsa Radio 6:25 Silaturahmi di kota maupun di di manapun 6:29 Anda berada. 6:30 Pagi ini saya yang Parta Wijaya bersama 6:33 Saya Utari Nurpermani akan mengantarkan 6:35 berita-berita penting dalam acara Tamu 6:38 Kita. 6:39 Ya, dari kawasan Cibubur kami menyapa 6:42 Anda yang berada di ujung timur 6:44 Indonesia Papua hingga titik paling 6:46 barat Indonesia di Sabang. Juga Batam 6:49 dan saudara-saudaraku yang ada di 6:51 Singapura. 6:52 Kesempatan pagi ini sangat istimewa bagi 6:55 kami berdua karena pewawancaranya 6:58 seorang pria tinggi gagah kelahiran 1 7:00 Desember sebetulnya seorang MC dan juga 7:03 penyiar radio yang terkenal di Indonesia 7:06 tetapi ada rahasia di balik itu. 7:09 Don't judge the book by its cover. 7:12 Penampilannya yang santun dan serius 7:14 ternyata telah memulai karirnya di dunia 7:16 hiburan. 7:18 Terkenal sebagai penyiar Radio Prambors 7:20 dan diteruskan menjadi pelawak ketika 7:22 bergabung dengan grup pelawak Sersan 7:25 Prambors bersama Sis and Heintz, Pepeng, 7:28 Mukhlis, Gumilang dan Nana Kribo. 7:31 Dan kita sambut pewawancara kita yang 7:33 akan kita wawancarai 7:35 eh Mas Krishna Purwana. 7:37 Jari-jari. 7:38 Jari-jari. 7:39 Bukan jari-jari. 7:40 Ini di luar 7:41 skenario ngomongnya. Jadi kita beri tahu 7:43 dia