Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- hasil visual untuk Islam yang satu.
- Baik, Ikhwana, terima kasih masih
- bersama kami dalam program acara tausiah
- siang bersama Ustaz Ahmad Zaki membahas
- kitab Mukhtarul Ahadis Annabawiyah. Dan
- sekarang kita memasuki sesi tanya jawab
- dan sudah ada beapa pertanyaan yang
- masuk kita jawab pertanyakan satu-satu
- ya kita bacakan yang pertama
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah Ustaz saya hamba Allah
- dari Jakarta Selatan ingin bertanya
- kemaksiatan yang sudah lalu dan saat ini
- sudah bertaubat apakah nanti di yaumil
- akhir masih akan diperlihatkan kembali
- syukran Ustaz atas pencerahannya. Heeh.
- Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
- alhimna rusdana waimna ma yanfauna
- wazidna
- ilma. Allah subhanahu wa taala zat yang
- rahman,
- rahim, tawwabun
- hakim. Dan segala sifat-sifat baik,
- sifat-sifat mulia bagi Allah Subhanahu
- wa taala.
- Allah
- Taala zat yang
- menutupi, yang amat menutupi, sattarul
- uyub, yang menutupi kejelekan-kejelekan
- kita, dosa-dosa kita. Seandai kata Allah
- mau
- beberkan, Allah mau nampakkan dosa kita
- bisa. Tapi Allah
- Taala zat yang rahman dan rahim, zat
- yang latif.
- yang amat menutupi, amat sayang kepada
- hamb-Nya. Kalau ada orang berbuat salah,
- diketahui orang banyak, memang dia
- melakukannya di hadapan orang. Selagi
- dia menutupi kesalahannya, Allah tidak
- akan beberkan.
- Apalagi orang yang sudah tobat, sudah
- istigfar, pernah berbuat dosa,
- pernah
- zina beberapa tahun yang lalu, pernah
- mabuk, pernah
- judi, kemudian datang kepada Allah Taala
- dengan tobatan
- nasuha, tobat yang sebenar-benarnya.
- Kemudian dia tinggalkan seluruh maksiat
- yang pernah
- dilakukan.
- Dan belum cukup sampai di situ. Dia
- benar-benar menjadi orang yang saleh,
- orang yang baik dalam pandangan
- agama itu tidak ada lagi. Karena Allah
- sudah hapus attaubah tajubbu maqoblah.
- Jadi
- tobat dapat
- menghapus apa yang terjadi sebelum
- seorang bertobat. Jadi memang sudah
- dihapus. Ini umpama ya saya punya sebuah
- rekaman, rekaman ini saya sudah
- hapus maka selesai
- urusannya. Begitu juga dengan dosa-dosa
- yang pernah kita lakukan. Kemudian kita
- tobat kepada Allah Taala itu sudah
- dihapus catatannya, rekamannya. Jadi
- enggak ada lagi. Enggak akan diputar
- nanti di yaumul qiamah. Wallahuam.
- Baik, semoga terjawab untuk hamba Allah
- dari Jakarta Selatan. Kita sudah
- memasuki telepon ya, ada yang menelepon.
- Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Apakah masih tersambung?
- Oke, kita terputus. Baik, kita lanjutkan
- pertanyaan melalui WhatsApp, Ustaz, ya.
- Iya. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Ustaz, dulu anak yang pertama karena
- kita di kampung belum paham benar
- tentang akikah. Jadi baru diakikahi
- untuk anak laki-laki waktu itu baru satu
- ekor kambing. Terus saya harus
- menggenapi atau anaknya sendiri yang
- menggenapinya. Syukran, Ustaz. Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim. Memang
- terkadang kita
- banyak bingung dengan hal-hal seperti
- ini. Yang namanya akikah sebenarnya itu
- kewajiban orang tua di saat kita masih
- kanak-kanak. Itu yang sebenarnya.
- Maaf bukan kewajiban ya. Satu keharusan.
- Jadi akikah ini hukumnya bukan wajib
- tapi hanya sunah
- muakkadah yang memang ada
- waktunya ya. Dari mulai hari ke-et7 atau
- hari ke-14 atau hari
- ke-21. Jadi di saat kita masih
- kanak-kanak.
- Adapun kalau kita sudah remaja atau kita
- sudah
- dewasa sebenarnya sudah enggak berlaku
- lagi. Tapi kalau mau juga tetap pintu
- terbuka enggak masalah juga.
- Nah, jadi kalau dulu pernah baru satu
- karena kurang ngerti agama yang
- sebenarnya dua untuk anak laki kemudian
- sekarang mau nambah satu lagi atau
- katakan saya mau akikah ulang saja deh
- yang satu saya enggak enggak laku enggak
- berlaku. Kemudian saya akikah baru lagi
- saya beli dua kambing. Enggak apa-apa
- juga. emang niat sedekah juga walaupun
- waktunya sudah
- berlalu. Jadi ini masalah
- yang boleh-boleh saja enggak juga enggak
- masalah kita sedekah biasa, motong
- kambing biasa, sodqah biasa, enggak
- masalah juga mau di tambah kambing satu
- juga masih boleh ya. atau yang seperti
- tadi saya enggak anggap yang sudah
- berlalu. Udah saya mau akikah yang baru
- lagi, dua kambing sekaligus. Karena dulu
- orang tua enggak mampu, sekarang saya
- mampu. Boleh juga. Jadi jangan enggak
- ada yang mempersulit dalam masalah ini.
- Nah, jadi memang ada yang membatasi
- akikah hanya waktu masih bayi sekian
- hari. Lebih dari itu maka bukan lagi
- akikah, tapi bukan berarti dilarang.
- Jadi ini pendapat-pendapat dalam masalah
- ini fuqaha juga banyak
- pandangan-pandangan seputar masalah ini.
- Wallahuam.
- Baik, semoga menjadi jawaban untuk
- pertanyaan dari Bekasi ya. Tidak
- mengapa, Ustaz ya. Iya, tidak mengapa.
- Baik, pertanyaan selanjutnya masih dari
- Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah. dalam berdoa untuk orang
- tua yang masih yang masih ada atau yang
- telah tiada. Apakah sebaiknya kita
- menyebutkan nama orang tua kita atau
- tidak? Ee Pak Ustaz mohon pencerahannya.
- Namun sebelum dijawab ya pertanyaan tadi
- yang dari Bekasi sudah ada penelepon
- lagi yang masuk. Baik. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Halo. Ya. Halo.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Pak. Iya. Waalaikumsalam.
- Nama dan asal Pak ee dari Kodai di
- Kemayoran.
- dari Kemayoran ya? Iya dari Kodai. Oh
- iya iya Pak Kodai. Iya. Ee saya mau
- tanya nih Pak Ustaz. Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam.
- Ee saya mau tanya ee qiraat yang
- diajarkan oleh Rasulullah itu sebenarnya
- ada berapa jenis, Pak Ustaz? Ee soalnya
- ada ee kadang kita mendengar tuh ada
- yang baca misalnya waduha jadi waduhahe
- gitu, Ustaz. Terus yang
- kedua
- ee jenis kitab Al-Qur'an itu katanya
- berbeda-beda. Yang di Indonesia dengan
- di Arab Saudi dengan di Mesir. Yang
- dimaksud berbeda itu bedanya di mananya
- ya, Ustaz? Ya, terima kasih, Ustaz.
- Asalamualaikum, ya. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Ustaz.
- Iya. Ee bismillahirrahmanirrahim.
- Masalah
- bacaan memang Quran diturunkan ala
- sabati
- ahruf, tujuh dialek. Jadi di Arab ada
- beberapa suku-suku besar yang memang
- dialek mereka
- berbeda-beda. Kemudian dialek-dialek ini
- berkembang.
- itu pun terjadi di zaman Nabi dan
- masing-masing sahabat membaca hal itu di
- hadapan Nabi. Ini erat kaitannya dengan
- bahasa Arab. Jadi yang enggak ngerti
- bahasa Arab memang sulit. Nah, jadi
- termasuk imam-imam seperti imam di
- Mesir, ada imam di Yordan itu enggak
- semuanya
- sama. Nah, bacaan-bacaan mereka jadi ada
- kalau bacaan kita ini Hafz an Asim. Jadi
- bacaan Syekh Asim nanti ada lagi bacaan
- warasy itu paling tidak ada
- tujuh. Nanti ada itu yang yang
- populernya ada tujuh. Nah, nanti
- tambahan-tambahan ada lagi sampai 10 ya.
- itu yang kurang populer. Jadi yang
- populer ini memang ada
- tujuh, tapi kita enggak boleh mengikuti
- sembarangan karena itu ada pelajarannya
- masing-masing, ada aturannya dan harus
- belajar bahasa Arab biar mengerti. Jadi
- memang ada ilmunya, ada mazhabnya, ada
- ulama-ulamanya, ada tokoh-tokohnya.
- Jadi kalau kita jangan coba ikut-ikutan
- dari wadduha wadduhai kita baca seperti
- itu kita tetap
- dilarang. Jadi
- walaupun masih
- ada saya pernah baca satu buku yang
- ditulis oleh As Syekh Ali
- Tontawi. Dia mengarang seputar masalah
- Quran. Jadi beliau
- mengajak kalau bisa baca bacaan hanya
- satu saja yang
- dibaca disatukan karena nanti termasuk
- Bapak ketika mendengar perbedaan
- akhirnya bingung
- sendiri. Dan saya
- juga punya keinginan kalau bisa
- qari-qari yang ada di sini enggak usah
- baca-baca yang qiraah di luar yang kita
- baca karena akan membingungkan.
- umat. Dan enggak
- sedikit yang enggak mengerti
- ikut-ikutan. Jadi enggak mengerti
- jalurnya. Persis seperti mazhab. Ada
- mazhab Syafi'i, ada mazhab Hanafi. Kita
- boleh tapi tolong dipelajari. Kalau saya
- mau berbeda dengan mazhab
- Syafi'i, saya harus
- pelajari lebih luas lagi dalam masalah
- tertentu. Kalau saya ingin menggunakan
- itu
- mazhab. Begitu juga dengan masalah
- bacaan Quran. Jadi kalau buat saya lebih
- baik enggak usah dibaca karena
- membingungkan umat. Cukup kita baca
- untuk
- pribadi bahwa menunjukkan bahwa Quran
- ini memang ada ilmunya, ada cara bacaan
- yang lain tapi ada ilmunya karena memang
- diturunkan ala sabati ahruf ya
- berdasarkan tujuh dialek orang Arab.
- Nah, kemudian berkenaan dengan
- cetakan-cetakan Quran yang namanya
- cetakan negara Saudi nyata Quran,
- Indonesia nyata Quran, Mesir nyata
- Quran. yang namanya cetakan wajar
- terjadi
- perbedaan-perbedaan. Begitu juga nanti
- tanda-tanda
- baca. Mungkin kalau di
- Arab itu sedikit ada
- perbedaan. Mungkin kalau dicetakan
- Indonesia itu nanti ada tanda 1 ain, 1
- ain, 2 ain, ada ain-ain. Cetakan Saudi,
- cetakan Timur Tengah. Enggak pernah kita
- dapati
- ain-ain. Kita kan sering bilang ya, baca
- Quran walaupun satu ain. Saya habis baca
- dapat tiga
- ain. Nah, kalau di cetakan Saudi atau
- cetakan yang lain itu adanya namanya
- hizib. Nisful hizib. Itu bagian-bagian
- ya. Dari juz kan ada 30 juz. 1 juz itu
- ada dibagi dua hizib. Nah, hizib itu 1
- seteng juz ya.
- Nanti mungkin ada dibagi-bagi lagi. Jadi
- ini cuma beda istilah tapi tetap
- tulisan bacaan itu enggak akan ada
- perbedaan. Makharijul huruf dalam Quran
- sama semuanya. Jadi hanya beda cetakan.
- Ah, termasuk
- umpama di
- ee tanwin ketemu alif lam di cetakan
- luar cetakan Arab itu enggak ada nun.
- Nun kecil versi Indonesia karena kita
- bukan orang Arab ya. Ketika tanwin
- ketemu alif lam diberikan nun
- kecil. Jadi ini bukan masalah itu hanya
- membantu karena kita bukan orang Arab.
- Jadi dibantu ya dengan tanda-tanda
- seperti itu. Nah, termasuk nanti ada
- lagi ee soal masalah-masalah tajwid
- seperti ketika
- ee tanwin ketemu ba ada yang diberi mim
- kecil menunjukkan ini
- iqlab itu enggak masalah. Ada yang
- enggak diberi tanda. Ah, jadi itu sama
- sekali
- bukan masalah, bukan perbedaan. Tapi
- karena masing-masing apa
- percetakan, kemudian kita orang
- Indonesia yang enggak memahami bahasa
- Arab, jadi ee cetakan Indonesia lebih
- mudah daripada cetakan Arab. Itu sesuatu
- yang wajar. Wallahuam. Demikian ya, Pak
- Qodai dari ee Kemayoran. Ya, ternyata
- memang ada dan ada ilmunya juga nih,
- Ustaz, ya, untuk membahas hal tersebut.
- Baik, apakah ada yang masih tersambung,
- ya? telepon lain. Baik, kita sapa
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikums
- Waalaikumsalam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Nama Pak dan
- asal Pak Jana Rasyid dari Pondok Kopi.
- Iya, Pak Jana Rasyid dari Pondok Kopi.
- Silakan, Pak. Kami mau
- menanyakan apakah olahraga
- tinju terutama yang akhir-akhir ini ada
- wanita yang ikut pertandingan tinju?
- dibenarkan menurut ajaran
- Islam. Kalau menurut
- saya, karena negara ini berdasarkan
- Pancasila sila ketuhanan esa, yang kedua
- sila kedua kemusiaan beradab dari segi
- Pancasila saja tidak sesuai.
- Tetapi mengapa kok negara ini ee
- membolehkan olahraga
- tinju yang kadang-kadang muka itu
- dihantam dengan
- lutut sungguh ee tidak elok
- dilihat? Itu yang pertanyaan saya. Iya.
- Nah, kalau itu memang dilarang, tidak
- sesuai dengan ajaran Islam, mengapa
- Majelis Ulama Indonesia belum pernah
- mengusulkan kepada
- pemerintah bahwa olahraga tinju itu
- sebaiknya ditiadakan saja. Sekian,
- terima kasih. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Terima kasih Pak Rasyid
- dari Pondok Kopi. Silakan. Iya.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- olahraga,
- riyadah, gerak dalam Islam memang sangat
- dianjurkan ya karena untuk
- kesehatan. Demikian juga halnya bela
- diri, bersenjata, berkuda, memanah dan
- sebagainya itu dianjurkan dalam
- Islam. Tapi berbeda dengan olahraga atau
- bela diri yang satu ini tinju.
- Dalam Islam itu larangannya sangat
- keras. Memukul muka, memukul
- wajah itu sesuatu yang amat
- dilarang. Karena wajah ini merupakan
- kehormatan. Kita bisa mengenal seseorang
- karena wajahnya.
- Yang pertama kali saya mengenal
- seseorang, oi, fulan wajahnya seperti
- ini. Kemudian si B wajahnya seperti ini.
- Boleh orang tingginya sama, berat
- badannya sama, pendidikannya sama, tapi
- belum tentu wajahnya sama. Ee jadi wajah
- ini satu kehormatan. Bahkan kalau untuk
- wanita itu satu kecantikan. Laki-laki
- senang kepada wanita itu karena
- parasnya, karena kecantikannya.
- ini saya kira semua sama. Nah, oleh
- karena itu daerah-daerah wajah itu kita
- enggak boleh
- mukul. Seandai kata kita dibolehkan
- memukul daerah lain seperti anak kita
- agak nakal, boleh kita gebuk sedikit,
- kita pukul sedikit, tapi daerah yang
- enggak membahayakan. Seperti di
- betisnya, di pahanya, atau di apa? di
- pantatnya itu enggak apa-apa, tapi bukan
- tujuan membahayakan ya, sekedar
- memberikan pelajaran. Tapi kalau di
- wajah enggak boleh. Kita menampar wajah
- itu sangat diharamkan. Dilarang
- keras. Nah, adapun kalau masalah Majelis
- Ulama tidak melarang, ini saya juga
- enggak
- tahu. Kalau
- memang kita ingin, ya tentu kita harus
- dapat mendorong, mengajukan, mengusulkan
- hal ini bawa ke Majelis Ulama.
- Ini saya kira saya bukan wewenang saya
- masalah ini. Jadi silakan aja Bapak
- apa memberikan usulan ya ke majelis
- ulama atau ke pihak-pihak yang
- berwenang. Nah, mudah-mudahan hal ini
- ditanggapi. Wallahuam. Demikian ya, Pak
- Rasyid dari Pondok Kopi Riyad itu boleh
- dan ada batasan-batasannya, Ustaz, ya.
- Iya. Baik, kita kembali ke pertanyaan
- yang sebelumnya telah kami
- bacakan. Kita ulang nih Ustaz ya. tadi
- telah kita bacakan ee dalam berdoa untuk
- orang tua yang masih ada atau yang telah
- tiada, apakah sebaiknya kita menyebutkan
- nama orang tua kita atau tidak? Mohon
- pencerahannya. I
- bismillahirrahmanirrahim. Dalam
- Al-Qur'an, dalam hadis itu ada
- jelas. Bahkan yang sering kita
- baca, rbighfirli waliwalidaiya.
- Ya Allah ampuni
- aku dan kedua ibu
- bapakku. Jadi yang namanya doa
- permohonan kita mohon untuk siapa? Kalau
- mohon untuk saya sebut
- Allahummahdini. Allahumma inni as'aluka.
- Ya Allah, aku mohon
- padamu. Tapi kalau untuk orang lain
- jelas yang namanya kita ingin memberikan
- sesuatu, berdoa untuk sesuatu, untuk
- orang yang kita tujukan harus jelas
- tujuannya. Tapi cukup sekali kita sebut
- nama orang tua kita. Walaupun bukan
- sebut nama namanya cukup bapakku.
- Rabbighfirli aku
- waliwalidaiya dan ibu bapakku atau mau
- satu
- persatu walidi bapakku wa ummi
- ibuku. Walaupun doa tersebut panjang ya
- Allah lapangkan kuburnya cukup dengan
- kata-kata ganti nya.
- Jadi
- tetap harus disebut di awal karena kita
- ingin memberikan sesuatu tentu kita
- punya tujuan seperti kita ingin apa?
- Paketin barang. Tujuannya ke mana?
- Alamatnya ke mana, siapa yang kita tuju?
- Itu harus
- ada. Nah, jadi walaupun enggak disebut
- nama bapak kita Fulan bin Fulan, tapi
- cukup bapakku, ibuku.
- Ah, cukup. Kemudian selanjutnya cukup
- dengan kata damir. Allahumfillahu. Ya
- Allah ampuni
- dia. Kemudian warhamhu. Allahum wawas
- qobr dan luaskan kuburnya. Nah, cukup
- pakai kata gantinya karena itu sudah
- mewakili Bapak, Ibu ataupun orang-orang
- yang kita tujukan. Wallahuam.
- Baik, kita ke pertanyaan selanjutnya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- Oh, ternyata ada telepon masuk lagi ya.
- Baik, kita sapa terlebih dahulu.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Dari Bapak
- Asri di Jati Asih. Dari Bapak siapa,
- Pak? Bapak Asri. Iya, Bapak Asri dari
- Jati. Silakan, Pak. Asri pertanya
- begini, Ustaz. Iya, silakan, Pak. Saya
- mendengar belum
- [Musik]
- mendalami. Astagfirullah rabbal baraya
- minal qataya artinya dan tujukan ke mana
- satu.
- Kedua, diulang, Pak. Yang pertama bisa
- diulang, Pak. Kurang, kurang jelas, Pak.
- Tadi yang pertama bisa diulang. Kurang
- jelas. Astagfirullah rabbal baraya. Oh,
- iya. Astagfirullah minal khatayah. Oh,
- iya. Artinya apa dan ditujukan ke mana.
- Iya. Kemudian saya suka dengar kalau
- orang baca auzubillah tuh ada tambah
- auzubillahiil alim. Nah, itu maksudnya
- bagaimana? Oh, iya. Kami yang awam tuh
- agak jadi bingung kan. Iya. Iya.
- Barangkai itu Ustaz. Makasih.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Ya, Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ee,
- bismillahirrahmanirrahim.
- Istigfar ya. Astagfirullahalazzim.
- Astagfirullah rabbal baraya.
- Astagfirullaha minal
- khataya. Jadi ini jenis istigfar sangat
- banyak sekali dari Quran ada wa
- anastagfirbakum. Nah, kemudian
- redaksi dari kalimat istigfar.
- Kita boleh baca masing-masing. Saya baca
- bahasa Indonesia, ya Allah ampuni
- dosaku, ampuni dosa ibu bapakku. Padahal
- Nabi enggak mengajarkan bahasa
- Indonesia, tapi kita boleh menerjemahkan
- atau mungkin pakai bahasa Sunda atau
- mungkin dengan gaya bahasa kita
- masing-masing. Nah, begitu juga ini
- astagfirullaha rabbal baraya yang biasa
- itu di adanya di ratib ya, ratibul
- haddad memang istigfarnya seperti itu.
- Itu enggak masalah. Jadi kalau saya
- artikan astagfirullaha rabbal baraya ya
- Allah rabbul baraya. Rbun itu kan tuhan.
- Albaraya ini manusia tuhannya manusia.
- Tuhannya manusia siapa? Ya Allah. Tuhan
- alam Tuhan pencipta alam Allah juga.
- Kalau saya bilang tuhannya bapak ya
- Allah. Tuhannya jin ya Allah juga. Jadi
- Allah ini Tuhan
- semua. Nah cuma karena kebetulan ini
- saya kita manusia.
- Jadi Allah Tuhan manusia sebenarnya juga
- bukan cuma Tuhan manusia ya, Tuhan
- binatang juga yang menciptakan binatang
- yang ciptakan setan ya Allah juga. Ah
- jadi cuma ini cuma karena itu gaya
- bahasa silakan tapi itu enggak keluar
- dari atau enggak enggak mengubah ya
- enggak menyesatkan. Jadi, rabbal baraja
- kita manggil Allah. Ya Allah, Tuhan
- manusia, Tuhan pencipta manusia,
- astagfirullah aku mohon ampun padamu
- atau ampunilah
- aku. Astagfirullaha minal khatayya. Ya
- Allah, aku mohon ampun dariMu dari
- dosa-dosa. Alkhatayah jamak dari
- khatiah, kesalahan-kesalahan.
- Jadi ini sangat bagus sekali walaupun
- redaksi boleh berbeda. Banyak
- kalimat-kalimat istigfar dalam Al-Qur'an
- juga. Bagaimana istigfar Nabi Yunus? La
- ilaha illa anta subhanaka inni kuntu
- minadzolimin. Ini permohonan tapi enggak
- ada kata-kata ampunan. Dan masih banyak
- lagi tapi semuanya bagus. Silakan Bapak
- baca boleh enggak salah dan enggak
- bertentangan dengan akidah. Enggak
- bertentangan dengan syariah, enggak
- bertentangan dengan Quran dan hadis.
- Tadi saya sudah terjemahkan Allah Rabbul
- Baroya.
- Walaupun Allah bukan cuma Tuhannya
- manusia, Tuhan alam semesta ya, tapi
- enggak masalah. Saya rincikan Allah
- Tuhan yang menciptakan orang, yang
- menciptakan binatang. Kalau saya mau
- rincikan lagi yang menciptakan ikan,
- kalau saya mau rincikan lagi yang
- menciptakan ikan cupang. Ya Allah, cuma
- enggak ada habis-habisnya kalau saya
- bicara situ. Jadi, ini boleh ya.
- Wallahuam. Bentuk penghambaan, Ustaz.
- Ya. Iya. Baik. Baik. Kita sudah di
- penghujung acara ini, Ustaz. Mungkin
- kesimpulannya di sesi siang kali ini.
- Ya, para pendengar
- pemirsa TV Rasil yang dirahmati
- Allah. Alhamdulillah ada beberapa
- pertanyaan yang masuk yang mengamati
- memperhatikan.
- Saya sangat senang
- [Musik]
- adanya
- pendengar-pendengar yang memperhatikan
- saya. Apalagi umpama saya ada
- kesalahan, saya juga butuh saran. Saya
- sebagai manusia enggak lepas dari salah.
- Jadi saya membuka diri seandainya ada
- yang mau mengkritisi diri saya,
- mengoreksi kesalahan saya, fabiha
- wikmah, saya sangat senang.
- Dan kemudian juga marilah kita junjung
- tinggi radio Rasil ini adalah radio
- yang
- merekrut ustaz-ustaz yang berbeda,
- narasumber yang berbeda. Jadi kalau saya
- seperti ini mungkin nanti ada narasumber
- yang beda-beda dengan saya itu enggak
- masalah. Perbedaannya hanya
- masalah-masalah kecil bukan perbedaan
- pokok. Nah, mudah-mudahan
- perbedaan-perbedaan ini dapat memperluas
- cakraw cakrawala berpikir kita. Dan
- semoga
- kita Allah berikan kemudahan karena
- adanya narasumber yang
- berbeda. Setiap manusia punya kelebihan,
- punya kekurangan dan mudah-mudahan
- kelebihan yang ada pada narasumber yang
- lain ini
- merupakan penambal sulam untuk
- kekurangan saya.
- Wallahuam in uridual islaha w taufqi
- illa billah alaihi tawakaltu waaihi
- unib. Subhanakallahumma wabihamdik
- ashadu alla ilahailla anta astagfiruka
- wa atubu ilaik. Wasallallahu ala
- nabiyana Muhammadin waa alihi wasahbihi
- wasallam. Walhamdulillahi rabbil alamin.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
- kami ucapkan kepada Ustaz Ahmad Zaki
- yang telah mengisi tausiah siang pada
- kesempatan kali ini dan semoga selalu
- sehat Ustaz ya. Har kita bisa bertemu
- kembali di hari Senin depan insyaallah.
- Dan juga kami ucapkan terima kasih
- banyak kepada para penanya di siang hari
- ini ya. Masyaallah luar biasa sekali
- sampai banyak pertanyaan juga nih yang
- belum dijawab melalui WhatsApp dan SMS.
- Kami mohon maaf sekali karena keterbesan
- waktu yang kita miliki. Dan kemudian
- akhwat kami mengundang di hari Rabu
- nanti tanggal 26 September pukul .00
- pagi hingga 2 siang ada workshop nih
- bersama Ustaz Hamzah Alatos membahas
- faraid. Jangan lupa ya dan jangan sampai
- kehabisan nih kayak workshop kemarin
- wirausaha kita kehabisan slot kursi. Nah
- untuk workshop yang kedua kali ini
- jangan sampai kehabisan. Segera daftar
- yaitu ke AIT di nomor 0812.
- 0812
- 9499
- 9499
- [Musik]
- 484. Nah, ini bisa mendaftar di nomor
- tersebut yang telah kami bacakan. Dan
- Iwan akhwat tentunya nanti sore ee tetap
- bersama Rasil juga karena ada tausiah
- sore bersama Ustaz Zen M. Bahmid.
- Z Mahmid. Baik.
- Dan tadi kita mengutip ee perkataan
- ustaz terakhir dengan perbedaan dapat
- memperluas pikir cakrawala kita dan
- tentunya dari perbedaan tidak
- menghalangi kita untuk menjadi Islam
- yang satu. Dan demikian W Ahmad saya
- Panji Ahmad ee bersaku yang bertugas ada
- Fajar ada Yusuf Bangkit di meja operator
- mohon undur diri. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- orang