Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Ayoahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Dipancar luaskan
- dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36
- Kalimangis Cibubur Bekasi, Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala, bagaimana kabar Anda
- di sore hari ini? Semoga dalam keadaan
- sehat walafiat dan selalu dalam
- lindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Senang sekali kami dapat kembali
- menjumpai Anda dalam program tausiah
- sore bersama Ustaz Ahmad Jazuli Khalil
- edisi Rabu 7 Ramadan 1444 Hijriah yang
- bertepatan di pula di tanggal 29 Maret
- 2023 Masehi. Di sore hari ini, ikhwan
- dan akhwat, ustaz akan bawakan kepada
- kita tausiah dengan tema keutamaan rojak
- bagian kedua. Dan alhamdulillah kita
- telah tersambung dengan Ustaz Ahmad
- Jazuli Kholil melalui aplikasi Zoom.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, bagaimana kabar Ustaz di sore hari
- ini? Sehat ya, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Baiklah ikhwan dan
- akhwat, kita akan simak pemaparan yang
- akan beliau sampaikan. Tafadol Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam. Alfadilah had sayyidina
- habibina rasulillah Muhammad ibni
- abdillah sallallahu alaihi wasallam wa
- ala alihi wa ashabihi wawaji wriyati w
- baitihi walih minalbi mursalin wal
- khulafa rasidinhabatiin
- wailidin
- alfatihahillah
- Irim. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin
- arrahmanirrahimiki
- yaumiddin. Iyaka na'budu wa iyaka
- nastainatal
- mustaqimathalladina
- anamta alaihim ghairil magdubi alaihim
- waladin.
- Amin. Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillaham
- wasatu wasalamu asil mursalin sayidina
- maulana Muhammadin waa alihi wasohbihi
- ajmain amma ba
- fana asqal hadis kitabullah taala wiral
- hadi muhammadin shallallahu alaihi
- wasallam
- umur mukdatha waa mukdatin bidah waa
- bidatin dolah waalatin finar
- Para pendengar radio silaturahim yang
- dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kembali kita dipertemukan
- oleh Allah dalam keadaan sehat walafiat
- di bulan Ramadan ini guna menjalankan
- perintahnya yang diwajibkan atas kita
- yaitu menuntut ilmu yang insyaallah pada
- sore ini kita akan melanjutkan kaji kita
- tentang akidah akhlak dalam tema
- besarnya yaitu Rajab dan subbahasannya
- adalah keutamaan raja bagian yang kedua.
- Ee kita berharap semoga Allah Subhanahu
- wa taala menjadikan pada kita apa yang
- kita kaji nanti sebagai ilmu yang
- bermanfaat fid dunia wal akhirah. Amin
- ya rabbal alamin. Selawat dan salam
- semoga selalu tercurah
- atas Nabi kita Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam beserta keluarganya,
- para sahabatnya, para pengikut dan
- pengamal sunahnya.
- Para pendengar Radia Silaturahim yang
- dirahmati Allah.
- Pada pertemuan yang lalu saya sudah
- sampaikan
- tentang keutamaan rojak yang pertama.
- Yang terakhir
- adalah saya bahas bahwa Allah Subhanahu
- wa taala
- menjelaskan
- yaitu berfirman, "Innalladzina yatluna
- kitaballah
- wa aqomus shat anqu mimma roqnahum
- sirron wa niatan yarjuna tijaratan lan
- tabur."
- Sesungguhnya orang-orang yang membaca ya
- sesungguhnya orang-orang yang membaca
- kitabullah. Awas membaca itu adalah
- perbuatan ya. Wa aqomus shah dan
- mendirikan salat juga ini adalah
- perbuatan.
- Wa anfaqu mimma roqnahum dan
- menginfakkan sebagian dari rezeki yang
- kami karuniakan kepada mereka. Ini juga
- adalah perbuatan sirron wala niatan baik
- secara diam-diam maupun secara
- terang-terangan. yarjunar
- tabur. Orang seperti itu kata Allah
- adalah orang yang mengharapkan
- perniagaannya tidak rugi.
- Nah, ya jadi orang yang berharap itu
- ya jelas berdasarkan ayat ini ada
- tindakan nyata yang bisa mengarahkan
- kepada terwujudnya, terkabulnya apa yang
- didambakan. Jadi enggak cuma berharap
- tanpa ada perbuatan nyata ya yang
- menjadi sebab terkabulkannya.
- Nah, itu yang sudah kita ee bahas, kita
- sampaikan, kita bahas pada pertemuan
- yang lalu, ya. Sekarang lanjutannya
- adalah bahwa
- wafir khabar di dalam satu hadis,
- innallaha taala aa ila Daud alaihi
- salam.
- Sesungguhnya Allah Taala itu berwy Nabi
- Allah Daud alaihialatu wasalam,
- yaitu ahibbani wa ahibba man yuhibbuni
- wa habibni ila khalqi. Hai Daud, kata
- Allah, cintai Aku
- dan cintai siapa saja yang mencintai Aku
- dan tanamkan rasa cinta kepadaku di hati
- makhlukku.
- Cintai aku.
- Allah Subhanahu wa taala enggak
- mungkinkan menyuruh Nabi Daud mencintai
- Allah kalau Nabi Daud enggak bisa
- mencintai Allah.
- Itu yang pertama. Dan kenapa beliau itu
- bisa mencintai Allah? Ya, karena Nabi
- Daud jelas sudah kenal betul siapa
- Allah.
- Ya, sudah sering saya katakan ajaran
- Islam yang ee tertinggi itu adalah
- mahabbah, yakni cinta. Cinta Allah,
- cinta Rasulullah, ya, cinta Islam.
- Dan orang enggak mungkin cinta kepada
- Allah, enggak mungkin orang cinta kepada
- Rasul, enggak mungkin orang cinta kepada
- Islam kalau orang itu enggak kenal siapa
- Allah, enggak kenal siapa Rasulullah,
- enggak kenal siapa apa itu Islam.
- Ya, jadi harus mengenal lebih dulu. Nah,
- dan Nabi Daud jelaslah sudah pasti
- beliau mengenal dengan benar siapa
- Allah.
- Nah, karena sudah kenal maka kata Allah,
- "Ya, cintai aku,
- cintai aku."
- Dan
- wa ahibba man yuhibbuni. Cintai pula
- siapa saja yang mencintai aku.
- Ya, yang mencinta aku. Karena kalau
- orang cinta kepada Allah, maka Allah
- pasti mencintainya juga.
- Ya Allah, Nabi Nabi Daud ini mencintai
- Allah, maka Allah juga cinta. Kita cinta
- kepada Allah, Allah pasti cinta kepada
- kita.
- Nah, cintailah siapa saja yang mencintai
- Aku, kata Allah, ya. Dan tanamkan rasa
- cinta kepadaku di hati makhlukku, di
- hati orang lain. Kata Allah.
- [Musik]
- faqala. Lalu bertanya Nabi Daud, "Ya
- Rabb, kaifa
- ila khqik,
- bagaimana caranya saya bisa menanamkan
- rasa cinta di hati orang kepadamu, rasa
- cinta kepadamu di hati orang lain."
- Jadi kalau Nabi Musanya, Nabi Daudnya
- bisa mencintai Allah, tapi bagaimana
- cara sekarang menanamkan rasa cinta
- kepada Allah di hati orang? supaya orang
- lain tuh cinta kepada Allah.
- Maka kata Allah Subhanahu wa taala, qola
- uzkurni bil hasanil jamil.
- Maka sebutlah aku, jelaskan aku,
- terangkan aku, ceritakan aku dengan
- hal-hal yang baik, dengan yang indah,
- jangan yang mengerikan, yang menakutkan.
- alai waani. Sebutkan pula oleh kamu
- tentang kenikmatan-kenikmatan
- yang aku berikan kepada mereka.
- Bagaimana kebaikan-kebaikan aku,
- ya Allah ya ceritakan kepada mereka.
- Kita ini misalnya bahwa kita ini
- di ee dititipkan oleh Allah, diletakkan
- oleh Allah di rahim seorang ibu yang
- penuh cinta.
- ya, sehingga kita dirawat dengan
- baik-baik oleh ibu kita selama 9 bulan
- 10 hari kurang lebih dalam kandungan.
- Padahal kan enggak sedikit di antara
- orang tua yang anaknya baru berusia 2
- bulan sudah dibunuhnya.
- Tapi kita itu enggak demikian. Oleh
- Allah dititipkan di rahim seorang ibu
- yang penuh cinta dirawat. Begitu juga
- adalah Bapak kita. Lalu begitu lahir
- juga kita dijaga, di dirawatnya
- dengan penuh cinta, penuh kasih sayang.
- Kemudian juga dididik ya dan Allah
- berikan juga kepada kita hidayah
- sea ee dan juga taufik sehingga mau
- melaksanakan perintahnya, salatnya,
- puasa dan sebagainya. Subhanallah. Ini
- kan kebaikan-kebaikan Allah. Kenapa ibu
- kita merawat kita dengan baik, mendidik
- kita dan sayang kepada kita? Karena
- Allah yang menanamkan rahmat, yang
- menanamkan kasih sayang itu di hati ibu
- kita, di hati bapak kita. Andai kasih
- sayang itu dicabut oleh Allah, maka
- nasib kita pun sama dengan anak-anak
- lain yang dibunuh oleh orang tuanya
- sejak dalam kandungan.
- Tapi karena rahmat Allah ni ihsannya
- Allah kepada kita ya. Kemudian ala illah
- ya kenikmatan-kenikmatan
- yang Allah berikan kepada kita. Dan yang
- hebatnya lagi kemudian Allah Subhanahu
- wa taala memberikan kepada kita manakala
- kita melakukan kebaikan minimal 10
- balasannya dari Allah. Tapi kalau
- melakukan kejahatan enggak ada
- balasannya kecuali yang sepadan
- dengannya. satu berbalas satu tapi kalau
- kebaikan minimal 10
- hebatnya lagi kemudian Allah jadikan
- buat kita umatnya Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam ya sebagai
- rahmatnya
- dalam 1 tahun ada 4 bulan yang disebut
- dengan bulan haram di mana kita kalau
- beramal di bulan itu nilainya lebih
- utama daripada beramal di luar di luar
- bulan yang empat. Kemudian Allah juga
- berikan kepada kita bulan Ramadan. Bulan
- di mana kita ini manakala melakukan
- kewajiban nilainya sama dengan 70 kali
- kewajiban yang kita lakukan di luar
- Ramadan. Kalau melakukan sunah nilainya
- sama dengan melakukan fardu. Subhanallah
- ya. Enggak sampai di situ. Allah juga
- kemudian berikan kepada kita satu malam
- yang nilainya lebih baik dari 1000
- bulan.
- Ini adalah merupakan kebaikan-kebaikan
- Allah kepada kita ni. Yang begini
- ceritakan kepada mereka. Kata Allah
- begitu ya.
- Kemudian
- wakiruhum dalik. Ceritakan itu kepada
- mereka.
- Fainnahum la yifuna minni illal jamil.
- Sehingga mereka ini mengenal aku itu
- yang indah-indah aja. enggak pernah
- mengenal ya ee ee yang tidak baik
- dariku. Nah, dari situlah kemudian
- husnudan selalu kepada Allah Subhanahu
- wa taala.
- Itulah kata Allah caranya.
- Para jemaah rahimakumullah,
- juga diriwayatkan war
- aban bin Abi Iyas
- bahwasanya beliau ini
- dimimpikan oleh temannya dalam tidur.
- Wakana yuksiruikro
- abwabir raja.
- Dan beliau ini dulu semasa hidupnya itu
- paling senang dia ini menceritakan atau
- menyebutkan ya menyampaikan bab raja
- ya bab raja sering kepada orang lain itu
- yang tanamkannya apa namanya
- harapan-harapan gitu optimis ya.
- Nah, dalam mimpi dalam dalam mimpi
- temannya itu bahwa beliau ini
- dihadirkan di hadapan Allah. Kemudian
- Allah bertanya, "Malladzi hamalaka
- alaik?"
- Apa yang membawa kamu, yang mendorong
- kamu
- ya melakukan hal itu? Senang banget
- menyampaikan bab Rajab. Aku jawabnya,
- faqulu aru anakaq.
- Karena saya ingin ya supaya makhlukmu
- itu semua pada mencintai Engkau ya
- Allah.
- Ya supaya makhluk-makhlukmu, manusia ini
- pada mencintai engkau. Makanya aku
- sampaikan itu bab roja terus. Senang
- saya menyampaikan bab Raja. Faq
- gofartulak. Lalu Allah berfirman,
- "Ya, aku sudah ampuni dosa-dosamu karena
- kau telah menanamkan di hati orang ya
- rasa apa
- ya dugaan baik kepadaku." Raja ya.
- Dan juga Yahya bin Aksam
- sesudah wafatnya
- beliau ini
- juga sama dimimpikan oleh kawannya.
- Kawannya ini dalam mimpinya bertanya,
- "Ma fa'allau bik?" faqala aqfaniallah
- baina yadai. Kata
- ee Yahya bin Aktam ini saya katanya
- dihadapkan ya dibawa ke hadapan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Lalu waqala ya Syekh Khasu.
- Allah kemudian berkata, "Hai orang tua
- yang buruk
- fa'alta wa fa'alta. Kamu telah melakukan
- ini, melakukan itu, melakukan ini,
- melakukan itu, dan seterusnya.
- Qakni minar. Kata beliau ini begitu
- Allah sebut aku ini orang tua buruk ndeg
- gemetar
- ya.
- Ya mau
- kata dia. Lalu aku berkata begini, "Ya
- Allah, tidak seperti ini, tidak begini
- yang aku ceritakan tentang engkau dan
- aku yang aku dengar tentang engkau."
- Lalu kemudian Allah bertanya, "Apa yang
- kamu ceritakan tentang aku dan apa yang
- kamu dengar tentang aku?"
- Jawab. Nah, jawabku katanya begini.
- Hadasani Abdur Razak. Syekh Abdur Razak
- itu berkata kepadaku,
- beliau dari Muammar.
- Muammar dari Azzuri. Azzuri dari sahabat
- Anas bin Malik radhiallahu anh. Anas bin
- Malik katanya dari Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Rasulullah dari Jibril. Dan Jibril
- adalah berkata
- bahwa engkau berfirman
- abdi falyadunabi
- maaunnubika
- alla tuadibani.
- Ya. Jadi Jibril berkata bahwa engkau
- engkau ya Allah berfirman,
- sesungguhnya aku ini pada dugaan
- hambaku. Tergantung dugaan hambaku
- kepadaku maka mendugalah kamu
- sekehendakku.
- Artinya kalau kamu menduga baik maka
- akibatnya baik. Menduga buruk akibatnya
- juga buruk.
- Nah,
- wuntu dan aku dari dulu adun bika alla
- tuadibani dan aku dulu menduga ya bahkan
- meyakini bahwa engkau tidak akan
- menyiksa saya.
- Faqalallahu azza waalla. Lalu Allah azza
- wa jalla katanya saudaraku
- berfirman shodqoh Jibril. Jibril itu
- benar. Wasodqo nabiyi. Nabiku juga
- benar. Wasodqoh Anas. Anas juga benar.
- Wasodqo zuhri. Begitu juga Zuhri. Begitu
- juga Abu Amar. Wasodakta. Dan begitu
- juga kamu. Benar ya Yahya. H. Ee. Nah,
- kemudian aku dipakai pakaian kebesaran
- lalu berjalan dikawal oleh Wildan menuju
- ke surga.
- Nah, itulah karena adanya apa namanya
- rajak ini.
- Wafil khabar. Dan dalam satu hadis
- diriwayatkan anarjulan min bani israil
- kana yuqonitunas wausadidu alaihi.
- Diriwayatkan bahwasanya seorang lelaki
- dari kalangan Bani Israil
- itu dulu suka bikin orang putus asa
- dan juga apa? Nakut-nakutin orang
- ya.
- Ini apa namanya? Ee neraka begini,
- neraka begitu neraka. Jadi kayaknya
- sulit semua enggak ada jalan menuju
- surga susah
- ya. Itu kerjaannya begitu tuh. Ini
- orangnya orang alim semua begitu.
- Qala kemudian
- Rasulullah bersabda fayaqulullah taala
- yaumal kiamah. Di hari kiamat nanti
- Allah akan berfirman, "Hari ini aku
- putus asakan kamu dari rahmatku.
- kunqitu ibadi minha sebagaimana dulu
- kamu juga telah membuat hamba-hambaku
- berputus asa dari rahmatku ya yang ada
- rasa takut putus asa. Kenapa? Karena ini
- neraka, ini neraka, itu neraka. Makanya
- jangan atau ini syirik, ini kafir, ini
- kufur. Wah, dan lain sebagainya.
- Jangan. Makanya kita jangan membuat
- orang putus asa. Jangan mudah kita
- mensyirik-syirikkan orang lain,
- mengkafir-kafirkan orang lain. Iya.
- Kalau kebetulan benar yang dikafirkan
- itu kafir, yang disyirikkan oleh kita
- itu adalah dia melakukan perbuatan
- syirik di indallah. Kalau tidak
- dikhawatirkan kalau kekufuran dan
- kesyirikan itu kembalinya kepada kita
- yang mengucapkannya.
- Nah,
- itulah para pendengar Radio Silaturahim
- dan juga pemirsa Rasil TV ya.
- Dan juga Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam tadi sudah ee menjelaskan
- bahwasanya ada orang dimasukkan rajulan
- yad finar fayamufi alasanah. Di dalam
- neraka orang ini disiksa 1000 tahun.
- Kemudian didengar orang ini yang di
- dalam neraka itu selalu mengucapkan ya
- Hannan, ya manan, ya Hannan, ya manan.
- Artinya walaupun dia di neraka masih
- tetap dia berharap. Ya, menyebut-nyebut
- nama Allah itu kan namanya berharap
- kepada Allah. Maka Allah kemudian
- perintahkan Jibril, coba katanya bawa
- tuh orang yang di neraka itu ke sini.
- Ketika sudah dihadapkan lalu Allah
- bertanya eh kaifa wajad makan? Bagaimana
- kau dapati tempatmu di sana? Syar makan
- itu adalah tempat terburuk ya Allah.
- Tempat terburuk.
- Lalu kemudian akhirnya kata Allah
- sesudah di ditanya-tanya dak Jibril
- kembalikan lagi dia ke sana. Orang ini
- ketika dikembalikan itu nengok lagi,
- nengok lagi. Kenapa? Katanya kamu
- tengok-tengok aja, nengok lagi ke
- belakang. Nengok ke belakang. Dia
- berkata, "Ya, ya Allah, ketika engkau
- aku dikeluarkan dari dari neraka, aku
- berharap bahwa aku tidak akan lagi
- dikembalikan ke sana. Aku berharap
- kepadamu bahwa engkau itu jelas ee
- mengeluarkan aku dari dari neraka dan
- tidak akan mengembalikan lagi. Itulah
- katanya harapan. Apa kemudian kata
- Allah? Ya. Nah, sekarang kata Allah bawa
- idhabu bihi ilal jannah. Bawa dia ke
- dalam surga. Itulah namanya harapan.
- Kok begitu mudahnya
- ya orang masuk surganya karena itu. Nah,
- ini yang yang bikin mudah itu bukan
- bukan itu sebenarnya ya. Bisakah kita ee
- hati kita dipenuhi dengan rajak dengan
- harapan ya husnudan kepada Allah
- subhanahu wa taala. Padahal Sayidina Ali
- saja mengatakan kan ketika ada orang
- yang berputus asa karena merasa dosanya
- begitu banyak. Apa kata Sayidina Ali?
- Ya, bahwa putus asamu dari rahmat Allah
- itu dosanya lebih besar dibandingkan
- dosa yang sudah kamu lakukan.
- Hmm. Demikian jemaah Allah. Maka penting
- sekali ini adanya husnudan atau juga
- raja di sini harapan. Nah, demikian
- jemaah rahimakumullah.
- Ee selanjutnya
- kita manusia ini kadang-kadang karena
- apa namanya? Ee karena banyaknya
- kesalahan ya, karena banyaknya dosa,
- kemudian akhirnya ketakutan yang
- berlebihan.
- sehingga
- dia tinggalkan kehidupan dunia ya,
- kesenangan dunia, kehidupan di dunia ya,
- pekerjaannya ditinggalkan
- dan dia hidupnya hanya ibadah. Salat,
- baca Quran, salat, semuanya
- ditinggalkan. Ya, bahkan juga semua yang
- tadinya ada untuk mencukupi kebutuhan
- hidup di dunia dia tinggalkan saking
- takutnya. Tapi ada juga karena saking
- putus asanya kemudian dia malah
- tinggalkan ibadah ya. Dia marah kepada
- Allah, dia tinggalkan. Nah, ini namanya
- putus asa. Jadi, kalau tadi adalah
- karena banget takutnya, yang keduanya
- karena berputus asa. Kadang orang
- terjadi seperti ini. Seperti ee saya
- pernah didatangi
- oleh
- wali santri ya, yang mengatakan, "Pak
- Ustaz, saya ini salat karena diajak oleh
- suami saya, diajarin sama suami saya."
- Ya, alhamdulillah saya bersyukur. Cuma
- sekarang ini suami saya malah enggak
- salat
- loh. Kata saya, "Kenapa bisa begitu?"
- Jadi rupanya dia marah, Pak Ustaz,
- karena dia di PHK dari perusahaannya, di
- tempat dia pekerja. Dia katakan
- bahwasanya kan katanya kalau orang
- bertakwa menjalankan perintah Allah ya
- akan diberikan jalan keluar.
- Kemudian juga ee diberikan rezeki yang
- dari arah yang tidak diduga-duga
- ee dan juga di di apa dihancurkan segala
- dosanya. Kenapa aku yang salat di PHK
- malah teman-teman yang enggak salat kok
- enggak di PHK? Ya. Nah, ini akhirnya dia
- mana? Berhenti. Berhenti enggak salat
- lagi. Nah, itu satu. Yang kedua, ada
- lagi anak yang datang kepada saya murid
- ya. Jadi dia minta izin mau hidup
- katanya di tengah hutan aja karena
- merasa dia ini tengok kanan maksiat, ke
- kiri maksiat, ke depan maksiat ke
- belakang maksiat. Sementara dia beramal
- ya salat aja belum bisa khusyuk. Jadi
- yang dia bayangkan adalah dosa atau atas
- atas at atas maksiat yang dia lakukan
- tiap hari. Sementara pahala ya ee salat
- aja enggak khusyuk. Kata Imam Ghazali
- itu timbangannya seperti sebelah sayap
- ee
- lalat gitu ya. Jadi rasa ketakutan yang
- berlebihan sehingga kemudian ia minta
- izin kepada saya untuk mengungusi di
- hutan saja mau ibadah terus. Nah, ini
- kadang terjadi pada diri manus pada diri
- kita ya. Nah, sepintas kayaknya itu
- perbuatan bagus.
- Sepintas. Kenapa? Didorong oleh semangat
- keagamaan. Benarkah demikian? Ya. Ee
- tidak begitu. Apa yang kita anggap baik
- belum tentu baik menurut Allah.
- Sebagaimana apa yang kita anggap buruk
- belum tentu itu buruk menurut Allah buat
- kita ya. yang tahu mana yang baik dan
- tidak baik buat ee buat makhluk, buat
- kita. Ya tentu Allah karena Allahlah
- yang menciptakan kita. Nah, karena itu
- nanti kita akan bahas tentang ee dawaur
- raja. Solusinya bagaimana kalau kalau
- itu terjadi pada ee diri kita ya. Nah,
- rasa takut yang berlebihan atau juga
- kemudian ya berputus asa dari Allah
- Subhanahu wa taala. Mungkin inilah yang
- bisa sampaikan pada ee sore ini ya. Ee
- kebetulan juga itu Agus ini ada acara
- BKBER, jadi ee waktu pertanyaannya juga
- mungkin ee beberapa pertanyaan saja ya,
- enggak sampai
- ya. Barangkali ini saya sampaikan
- mudah-mudahan ada manfaatnya buat kita
- semua. Allahuam.
- kita.
- Baik. Baiklah, ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala. Tadi
- telah kita simak pembahasan yang
- disampaikan oleh guru kita Ustaz Ahmad
- Jazuli Khalil tentang
- keutamaan Raja bagian kedua. Dan bagi
- Anda ikhwan dan akhwat yang ingin
- bergabung, kami persilakan untuk
- memberikan pertanyaan di 0811999720.
- Kami akan segera kembali setelah jeda
- berikut ini.
- [Musik]
- Brazil
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan Akhwat, terima kasih Anda
- masih bersama kami dalam program tausiah
- sore di hari ini. Ada pertanyaan pertama
- datang dari hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Izin bertanya, bagaimana dengan
- tempat-tempat yang akan menjadi saksi
- atas dosa-dosa kita? Apabila kita sudah
- bertobat, apakah tempat-tempat tersebut
- masih akan bersaksi? Terima kasih.
- Baik.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- bersabda,
- "Attab kaman ladan balah." Orang yang
- bertobat itu seperti orang yang sudah
- enggak punya dosa, enggak pernah
- melakukan kesalahan.
- Ya. Kemudian juga
- ee
- Allah dalam Al-Qur'an kan juga
- berfirman, "Katakan,"Lilladina
- kafaru
- katakan olehmu Muhammad kepada
- orang-orang kafir, jika mereka
- menghentikan kekafiran mereka maka Allah
- lupakan kesalahan-kesalahan yang mereka
- lakukan sebelumnya."
- Allah ampuni semuanya. Artinya seperti
- orang yang belum pernah melakukan
- kesalahan. Ya, begitu juga dengan orang
- yang bertobat. Kalau memang sudah
- diterima oleh Allah, apa susahnya oleh
- Allah? Bumi itu kemudian di apa namanya?
- Dilupakan
- ya akan peristiwa yang dia pernah
- saksikan. Ya, mudah sekali bagi Allah
- ya. Itulah keuntungannya bertobat.
- Begitu. Jadi, Allah hapuskan semuanya.
- termasuk tuntutan itu pun tentu sudah
- tidak ada lagi. Kalau masih ada lagi,
- masih ada juga ya namanya belum belum
- terlupakan, belum terhapuskan, belum
- diampuni oleh Allah subhanahu wa taala.
- Demikian ya wallahuam.
- Baik, kembali dari
- hamba Allah, Pak Ustaz. Namun sebelum
- itu ada dari Ibu Aminah
- memberikan komentar.
- Asalamualaikum, Pak Ustaz. Semoga Pak
- Ustaz dan juga Kasil semuanya dilindungi
- Allah subhanahu wa taala. Begitu pula
- dengan keluarga saya. Amin ya rabbal
- alamin.
- Baik. Dari hamba Allah Pak Ustaz ingin
- bertanya. Ustaz mohon tanggapan
- bagaimana dengan
- ee tobat tapi setelah itu kumat?
- Apakah diampuni oleh Allah subhanahu wa
- taala atau bagaimana?
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Tbat itu eh Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam kan mengingatkan kepada kita
- bahwa dalam satu hari Rasulullah itu
- istigfar enggak kurang dari 100 kali.
- Dalam riwayat lain 70 kali.
- Padahal Rasulullah itu kan enggak punya
- dosa. Beliau enggak punya salah. Tapi
- istigfar jelas itu kan merupakan ee ee
- bimbingan pendidikan ya dari Rasul
- kepada kita semua untuk sering-sering
- kita ini beristigfar memohon ampun
- kepada Allah ya termasuk bertobat
- tentunya kan gitu ya. Dan sekaligus juga
- dengan
- disebutkannya jumlah 70 100 itu adalah
- bilangan yang banyak. Bahwa kita manusia
- itu enggak pernah luput dari dosa. Ada
- saja dosanya tuh. Nah, kalau kemudian
- berbuat dosa bertobat.
- Kemudian nanti berbuat dosa lagi ya
- bertobat lagi. Begitu. Nah,
- pertanyaannya adalah kalau kita sudah
- bertobat lalu kumat lagi, bagaimana?
- Apakah diterima oleh Allah Subhanahu wa
- taala? Ya, ada yang mengatakan tobat
- sambal.
- Barang siapa melakukan kebaikan sekecil
- darah, maka dia orang itu akan melihat
- balasannya. Kata Allah melihat
- balasannya.
- Apakah tobat itu perbuatan baik? Bukan.
- Kalau jelas perbuatan baik, maka tobat
- ini ya yang kita lakukan
- walaupun kuma tetap kita akan melihat
- balasan dari Allah atas tobat kita. Lalu
- kita berbuat dosa lagi, kita akan
- melihat balasan atas dosanya. Lalu
- bertobat, kita akan melihat balasan dari
- tobat kita. Jadi apakah bermanfaat juga
- tobat sambal? Bermanfaat. Lebih baik
- tobat sambal daripada enggak pernah
- tobat.
- Heeh.
- Ya, lumayan ya. Lebih baik itu. Nah,
- cuma tentu saja yang terbaik disebut
- tobatan nasuha.
- Ketika kita bertobat sudah kita enggak
- mau lagi melakukan kesalahan
- ya, apalagi kesalahan yang sama. Cuma
- karena cuma orang bodoh yang jatuh dua
- kali di tempat yang sama. Dan kita
- enggak mau kan disebut bodoh gitu. Tapi
- walaupun demikian, Allah itu ketika
- memaafkan, mengampuni enggak pakai
- syarat. Tidak seperti kita. Baik, gua
- maafin lu, tapi jangan ulangi. Allah kan
- enggak ngomong begitu. Allah kalau mau
- maafkan, maafin aja gitu ya. Demikian.
- Jadi tetap walaupun kumat tobat kita itu
- ada manfaatnya sekecil apapun. Karena
- tadi dasarnya ee
- man amila eh wam yamal misqartinar
- ya gitu.
- Ha.
- Begitu juga ayat yang lainnya.
- Wallahuam.
- Wallahuamab. Jadi lebih baik tobat
- daripada tidak sama sekali, Pak Ustaz
- ya.
- Iya. Lebih baik tobat sambal daripada
- enggak pernah tobat sama sekali.
- Tapi lebih baiknya lagi adalah tobatan
- nasuha.
- Nah, itu
- baik, Ustaz. Terima kasih banyak atas
- jawabannya. Demikian untuk ee pertanyaan
- dari hamba Allah dan ini menjadi
- pertanyaan terakhir, Pak Ustaz.
- Heeh.
- Baik, mungkin bisa ditutup dengan ee
- kesimpulan.
- Baik.
- Jadi para pendengar radio silaturahim,
- kita jangan pernah putus asa dari rahmat
- Allah. Karena hanya orang kafir yang
- berputus asa dari rahmat Allah. Kita ini
- optimis. Allah itu maha pengasih. Allah
- itu maha penyayang.
- Sebesar apapun dosa kita, segede apapun
- kesalahan kita, sangatlah kecil jika
- dibandingkan dengan rahmatnya Allah.
- Sementara rahmat Allah itu meliputi
- segala sesuatu dan kita itu adalah
- bagian kecil dari sesuatu itu. Tapi
- jangan karena rahmat Allah itu luas,
- lalu kita apa namanya? Jadi kurang ajar
- ya.
- lalu merasa karena Allah begini, lalu
- kita tertipu daya dengan rahmatnya
- Allah. Makanya kata Imam G, wagar
- birahmatillah, jangan kamu tertipu oleh
- kasih sayangnya Allah sehingga membuka
- jalan yang luas, yang lebar buat iblis,
- buat setan untuk menyeret kita lebih
- jauh lagi dari rahmatnya Allah Subhanahu
- wa taala. Ya, mudah-mudahan. Makanya
- kita memohon kepada Allah semoga Allah
- selalu membimbing hati kita ke jalan
- yang diridai dan dicintainya.
- Allah menjaga iman Islam kita dan Allah
- limpahkan selalu kepada kita rahmat,
- taufik, dan hidayah. Begitu juga kepada
- anak cucu kita sehingga dapat istikamah
- dalam menjalankan perintahnya dan menj
- larangannya. Yaanaqbalana
- yaimin. Rabbana atina fid dunya hasanah
- wafil akati hasan waqinaabanar
- wasallallahu ala sayidina Muhammadin wa
- wasallam. Alhamdulillahiabbil alamin.
- Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Jazakallah khairan katsir
- kami ucapkan kepada Ustaz Ahmad Jazuli
- Khil atas tausiahnya di sore hari ini.
- Semoga apa yang beliau sampaikan kepada
- kita ikhwan dan akhwat dapat bermanfaat
- dan kita bisa mengambil pelajaran
- darinya. Mohon maaf kami sudahi
- perjumpaan kita di sore hari ini karena
- setelah ini beliau akan ada ee urusan
- atau dakwah di tempat lain. Akhirul
- kalam kami mohon undur diri dari ruang
- dengar Anda. Ilaliq billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.