Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Rasul TV
- untuk Islam yang satu
- Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad
- dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi, inilah Radio Silaturahim dan
- Rasul TV untuk Islam yang satu. Siaran
- ini juga dapat disaksikan secara
- langsung melalui YouTube Rasul TV.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ikhwan dan akhwat yang
- dimuliakan Allah, bagaimana kabar Anda
- di hari ini?
- Semoga selalu dalam keadaan sehat
- walafiat, amin ya rabbal alamin. Bahagia
- sekali saya Riska Agustin, Khalid di
- meja operator, ada juga Fajar dan Atep
- di Rasul TV menjumpai Anda kembali dalam
- acara Fiqih Wanita pada hari ini edisi
- Jumat 9 Jumadil Awal 1439 Hijriah atau
- bertepatan dengan tanggal 26 Januari
- 2018
- dan seperti biasa Fiqih Wanita pada hari
- ini akan dibawakan oleh guru kita
- Ustadzah Herlina Amran dan beliau sudah
- hadir di studio, kita sapa dulu.
- Assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustadzah.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat ya Ustadzah ya?
- Alhamdulillah.
- Iya, sudah lama tidak bertemu kembali
- dengan Ustadzah.
- Masyaallah,
- Mbak Riska sehat ya?
- Mudah-mudahan semuanya juga sehat
- walafiat insyaallah. Amin ya rabbal
- alamin. Iya Ustadzah, pada hari ini kita
- akan membahas topik yang menarik ya.
- Yaitu kesehatan reproduksi wanita dalam
- Islam. Gitu ya Ustadzah ya? Iya, baik.
- Baik, kita langsung saja ikhwan dan
- akhwat menyimak tausiah dari Ustadzah
- Herlina Amran, silakan. Ya,
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahirobbil alamin alladzi
- allafa baina qulubina wa fa asbahna
- binikmatihi ikhwana.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- Muhammadin wa ala alihi wasohbihi ajmain
- wa ba'd.
- Alhamdulillah, mudah-mudahan kita semua
- pada saat ini berada dalam lindungan,
- naungan dan rahmat Allah dan
- mudah-mudahan kita menjadi hambanya yang
- senantiasa mensyukuri semua karunia
- nikmat yang telah diberikan Allah kepada
- kita semua.
- Hari ini kita membahas sedikit tentang
- kesehatan reproduksi wanita dalam
- pandangan Islam.
- Secara bahasa kesehatan itu kalau kita
- artikan ya per bahasa itu dari sihah
- di sehat ya itu dari bahasa Arab sihah
- artinya hilangnya penyakit ya atau salim
- ya selamat dari segala bahaya. Nah, jadi
- sehat itu adalah suatu keadaan yang
- tidak terbatas pada hal fisik yang tidak
- berpenyakit tapi juga mengenai mental,
- jiwa, akal yang baik, bersih dan
- lain-lainnya yang dapat mengganggu
- kesehatan orang. Artinya sehat fisik,
- mental, sosial dan spiritual, itu
- maksudnya pengertian sehat secara umum.
- Jadi kesehatan reproduksi didefinisikan
- sebagai suatu kondisi kesehatan dari
- keempat elemen kesehatan tersebut pada
- sistem, fungsi dan proses reproduksi
- manusia. Jadi kalau kita lihat
- secara umum kesehatan reproduksi itu
- pembahasannya mencakup kesehatan tentang
- alat-alat reproduksi wanita hak untuk
- mengatur kelahiran, hak untuk
- mendapatkan perlakuan baik dari semua
- pihak dan semua yang terkait dalam hal
- menjaga kesehatan dari
- organ-organ reproduksinya. Nah, ini
- kalau kita bicara dalam pandangan Islam
- itu luar biasa, Islam juga memberikan
- eh
- pandangan ya memberikan
- arahan bagaimana seorang wanita, seorang
- muslimah menjaga
- organ-organ reproduksinya. Kita paham,
- kita tahu semua bahwa Islam sangat
- memuliakan wanita, sangat memuliakan
- perempuan, menempatkan perempuan pada
- pada posisi yang mulia yang dengan
- kodrat penciptaannya wanita itu adalah
- seorang ibu, ibu generasi yang di
- pundaknya terletak tanggung jawab untuk
- melahirkan
- Maka oleh karena itu organ-organ
- reproduksinya itu wajib dijaga, wajib
- dipelihara agar bisa menunaikan tugasnya
- sebagai ibu yang mampu mendidik
- anak-anaknya. Ini maksudnya apa ya
- pembahasannya ya? Jadi begini salah satu
- organ reproduksi wanita itu adalah rahim
- nah, rahim ini untuk melahirkan generasi
- yang berkualitas, generasi yang akan di
- tunjukkan untuk merubah peradaban. Oleh
- karena itu jangan sampai rahim ini tidak
- dijaga
- hak-hak
- tidak dijaga hak-hak kesehatannya
- misalnya
- memasukkan benih yang bukan menjadi
- pasangannya ya, itu kan tidak menjaga
- organ reproduksi namanya. Sedangkan
- kesehatan reproduksi wanita wajib
- dijaga. Artinya jangan sampai terjadi
- eh
- apa namanya cacat ya, cela ya. Jadi
- maksudnya di sini bagaimana memelihara
- kesucian, bagaimana memelihara
- kebersihan dan bagaimana
- memelihara, menjaga jangan sampai
- keturunan kita enggak jelas ya, jangan
- sampai memasukkan
- bibit-bibit yang tidak hanya satu
- mungkin bibit yang mana ya. Jadi harus
- dijaga kesehatan reproduksi tersebut ya.
- Kita lihat misalnya ya Islam itu sudah
- membahas semua, kita lihat kita
- bandingkan dengan sistem sekuler
- demokrasi yang memberikan kebebasan
- pribadi ya misalnya kebebasan
- berperilaku kebebasan berhubungan
- seksual, homoseks, lesbian dan
- sebagainya dan sebagainya atas nama HAM
- itu kan semua rakyat kan tidak jelas
- nanti keturunannya bagaimana, itu
- namanya tidak menjaga hak-hak reproduksi
- ya, itu artinya
- organ-organ reproduksinya dibiarkan eh
- kotor tidak sehat, tidak bersih bahkan
- nauzubillahimindzalik itu dapat
- menyebabkan penyakit-penyakit ya
- merajalelanya HIV, AIDS dan penyakit
- menular seks itu akibat apa? Akibat
- tidak menjaga organ-organ atau alat-alat
- reproduksi wanita tersebut jadi
- muncullah penyakit-penyakit ya. Nah,
- dalam Islam itu diberikan rambu-rambu,
- diberikan panduan bagaimana dengan
- pernikahan seorang wanita itu diberi
- diperlakukan secara hormat ya kehidupan
- fisiknya terjamin, kesehatannya
- terjamin,
- bagaimana dengan kehamilannya pun
- terjaga itu maksudnya ya. Nah, oleh
- karena itu
- pembahasan tentang kesehatan
- reproduksi wanita yang pertama kita akan
- bahas
- secara umum ya, yang pertama adalah
- menjaga kebersihan jadi pangkal
- kesehatan itu adalah kebersihan dan
- kebersihan itu adalah sebagian dari iman
- nah, Islam sangat memberikan perhatian
- yang besar terhadap kebersihan. Makanya
- dalam kitab-kitab Fiqih ada namanya bab
- thaharah
- bab menjaga kebersihan. Jadi sebenarnya
- itu adalah salah satu
- pembahasan untuk menjaga organ-organ
- atau alat-alat reproduksi wanita. Itu
- menjaga kebersihan misalnya contoh
- Islam sangat memberikan
- perhatian misalnya bagaimana sex hygiene
- ya. Maksudnya apa? Hygiene itu
- kebersihan ya, sex hygiene itu misalnya
- apa? Bagaimana mandi, bagaimana istinja,
- bagaimana wudhu, ini diberikan
- rambu-rambunya oleh Islam. Mandi saja
- diatur saya rasa tidak ada
- aturan-aturan dari agama-agama yang lain
- yang mengatur tentang mandi
- kita dalam Islam ada ya kapan saatnya
- wajib mandi
- misalnya setelah berhubungan suami istri
- wajib mandi
- setelah haid wajib mandi, setelah nifas
- ya, setelah mimpi
- mengeluarkan air mani dan seterusnya itu
- ada aturannya dan ini salah satunya
- adalah dalam rangka menjaga
- kesehatan reproduksi kita semua.
- Bagaimana
- organ-organ reproduksi ini dengan cara
- mandi, kemudian bagaimana istinja. Nah,
- kita dalam Islam dibahas itu di kitab
- thaharah istinja itu dengan apa? Hanya
- dua
- dengan air
- kalau tidak ada air terpaksa ya karena
- memang darurat itu dengan batu
- ya, kalau tidak ada air
- nah, ini bagian dari ajaran Islam dalam
- rangka juga menjaga kesehatan reproduksi
- kita semua ya. Jadi bagaimana istinja,
- bagaimana wudhu
- bahkan
- dibahas juga bagaimana najis yang
- disebut najis adalah sesuatu yang keluar
- dari anus dan kemaluan. Itu kan juga ada
- bagaimana macam-macam najis, ini dalam
- rangka memberikan
- pengajaran kepada kita sebagai seorang
- muslimah itu bagaimana menjaga kesehatan
- reproduksi kita. Itu dimulai dari situ
- menjaga misalnya anus, kemaluan dari
- semua bentuk-bentuk najis ya, itu dalam
- hal yang terkait dengan sex hygiene ya,
- bagaimana menjaga kebersihan seks kita,
- seksual kita, alat-alat reproduksi kita.
- Dibahas najis itu apa saja, keputihan
- dan segala macam bahkan dalam salat pun
- juga diatur ya ketika menghadap Allah
- jangan sampai kotor tuh alat-alat
- reproduksi kita, dibersihkan dengan air
- ya, mandi dan seterusnya atau wudhu.
- Nah, itu satu ya. Jadi pangkal dari
- kesehatan itu adalah kebersihan dan kita
- dalam ajaran agama kita itu kebersihan
- itu adalah sebagian dari iman dan kita
- wajib menjaga kebersihan ya, menjaga
- kebersihan alat-alat reproduksi adalah
- bagian dari itu. Nah, ini pembahasan
- pertama tentang kebersihan secara umum.
- Nah, kemudian yang kedua
- dalam perhatian Islam terhadap kesehatan
- reproduksi wanita itu adalah Islam
- melarang
- laki-laki dan perempuan, terutama kalau
- kita bicara wanita itu jangan sampai
- berhalwat.
- Maksudnya apa itu berhalwat?
- Berhalwat ini adalah berdua-duaan dengan
- lawan jenis yang bukan mahram. Kenapa
- dilarang? Karena ini adalah sebagai
- tindakan preventif dari hubungan seksual
- di luar nikah, yaitu zina.
- Maka tentu saja kita tahu ya dampak dari
- hubungan seksual di luar nikah atau kata
- kata kata lainnya adalah zina, itu
- berdampak pada unwanted pregnancy,
- artinya
- terjadinya kehamilan yang tidak
- dikehendaki. Apa yang terjadi kemudian
- kalau sudah hamil? Aborsi. Kemudian apa
- lagi? Nauzubillah, penyakit kelamin dan
- seterusnya. Jadi, preventif itu adalah
- bagian dari ajaran Islam yang menjadi
- luar biasa ya
- ajaran Islam ini, Subhanallah. Kita
- patut bersyukur ya kita dilahirkan dalam
- keadaan Islam karena Islam itu mengatur
- semua sisi kehidupan kita. Bagaimana
- menjaga jangan sampai terjadi ya. Jadi,
- inilah
- bagaimana Islam memperhatikan kesehatan
- reproduksi wanita. Itu dengan apa?
- Jangan berhalwat. Gitu ya. Coba apa yang
- terjadi sekarang ketika ini tidak
- diindahkan?
- Banyak terjadi yang pacaran misalnya,
- kemudian namanya pacaran hawa nafsu,
- godaan setan terjadi perzinahan,
- kemudian apa? Terjadi kehamilan tidak
- dikehendaki, kemudian setelah hamil malu
- karena kondisinya dalam keadaan belum
- menikah. Rasa malu terus ya digoda
- setan, akhirnya apa? Melahirkan,
- akhirnya tidak ingin anaknya kemudian
- dibunuh. Sebagaimana kasus yang belum
- lama ini terjadi ya, masih anak di bawah
- umur, masih sekolah ya SMK itu membunuh
- anaknya sendiri, nauzubillah min dzalik.
- Nah, itu kalau itu terjadi. Belum lagi
- nanti nauzubillah pasangannya
- berganti-ganti pasangan. Menularkan
- penyakit
- seksual. Nah, ini kan berarti kita tidak
- menjaga
- kesehatan reproduksi reproduksi kita
- sebagai seorang muslimah. Maka Islam
- memberikan rambu-rambu preventif, yaitu
- jangan berhalwat.
- Ya, jangan berhalwat, jangan
- berdua-duaan.
- Bahkan
- ada solusi juga
- ketika barangkali nafsu semakin
- bergelora
- sementara berhalwat tidak boleh, apa
- solusinya dalam Islam? Menikah.
- Maka Islam menganjurkan pernikahan bila
- telah mampu.
- Nah, menikah ini adalah dalam satu salah
- satu cara untuk menjaga kesehatan
- reproduksi wanita. Ya, dengan menikah ya
- menikah artinya menikah ya dengan yang
- sah ya, tidak tidak artinya nauzubillah
- bukan nikah mut'ah ya. Kalau nikah
- mut'ah itu kan berganti-ganti pasangan
- itu paling banyak terjadi penyakit seks
- menular ya. Nah, ini pernikahan ini
- pernikahan yang
- alal abad ya dalam arti tidak sementara
- ya, itu.
- Kemudian apa lagi? Tidak hanya itu dalam
- menjaga kesehatan reproduksi wanita
- dalam Islam, Islam juga memberikan
- perhatian kepada perempuan hamil. Ya kan
- kalau sudah menikah terjadi kehamilan
- ya, kemudian terjadi penyusuan ya
- menyusui ya.
- Nah, ini luar biasa ajaran Islam. Ibadah
- yang wajib bagi umat Islam
- ketika bulan Ramadan misalnya puasa
- itu bagi wanita hamil dan menyusui itu
- diberikan dispensasi, boleh tidak saum.
- Itu dalam rangka apa? Menjaga kesehatan
- reproduksi wanita karena dalam kondisi
- hamil atau menyusui. Ini luar biasa
- keberpihakan Islam kepada kaum wanita.
- Kemudian juga memberikan hak kepada
- wanita untuk mengatur kelahiran. Jadi,
- Islam memberikan petunjuk kepada wanita
- agar reproduksi dilakukan dengan
- mengatur jarak kelahiran. Jadi, bukan
- berarti ketika semangatnya memang
- Rasulullah mengatakan
- tazawwajul wadudul walud ya, nikahilah
- wanita yang
- yang penyayang dan banyak anak kemudian
- semangatnya itu tiap tahun punya anak.
- Ya, dalam Islam tidak ada perintah
- setiap tahun itu harus punya anak. Ya,
- dalam arti bahwa menjaga kesehatan
- reproduksi itu
- bagian dari ajaran Islam. Nah, terbukti
- dengan menjaga atau mengatur kehamilan
- ini kita bisa melihat misalnya dalam
- surat Al-Ahqaf ayat 16 ayat 15 ya.
- Itu disebut wahamluhu wafisaluhu
- hamil dan menyusunya salasuna syahra 30
- bulan. Kemudian jadi artinya ketika 30
- bulan itu hitungan hamil dan menyusui
- itu kita bisa hitung saja ketika
- melahirkan berikutnya jaraknya sudah 3
- tahun ya Mbak ya, kurang lebih. Atau
- menyusunya haulaini kamilaini 2 tahun.
- Jadi, ada hak reproduksi yang diberikan
- Islam kepada wanita yang hamil atau
- seorang wanita yang ingin mengatur
- kelahiran anak. Itu untuk menjaga
- kesehatan wanita tersebut. Itu diatur
- walaupun tidak tersurat tapi tersirat.
- Bagaimana menjaga kesehatan itu lebih
- utama dibandingkan semangat ya semangat
- memperbanyak keturunan. Kesehatan itu
- lebih utama ya.
- Nah, begitu juga sikap preventif dari
- suatu penyakit misalnya ee
- ajaran yang kemajuannya mendahului ilmu
- medis ini ajaran Islam ini adalah ajaran
- yang kemajuannya melebihi
- mendahului ilmu medis misalnya ilmu
- medis membuktikan bahaya yang
- ditimbulkan akibat berhubungan dengan
- istri yang sedang haid misalnya, Islam
- pun melarang. Jadi, dalam menjaga
- kesehatan reproduksi wanita di dalam
- Islam itu hal-hal yang benar-benar itu
- dari Allah itu diatur. Jangan
- berhubungan ketika haid. Padahal kita
- lihat medis itu kan sudah beberapa
- penemuan ya, tidak boleh karena
- terjadinya
- kondisi sensitif, banyak
- penyakit-penyakit dan lainnya. Tapi
- Allah dalam Alquran surat Al-Baqarah 222
- itu menjelaskan untuk tidak boleh
- berhubungan ketika istri sedang haid.
- Jadi, luar biasa ya bagaimana Islam
- memberikan perhatian yang sangat besar
- terhadap kesehatan reproduksi wanita.
- Jadi,
- dalam Islam ini wanita itu sangat
- dilindungi, sangat diperhatikan,
- derajatnya diangkat, kesehatannya dijaga
- dan kita dalam hal ini kita sebagai
- seorang wanita patut mensyukuri ya
- nikmat karunia Islam yang Allah sangat
- memperhatikan dan menyayangi kaum wanita
- itu. Baik. Jadi, ini
- selintas Mbak
- Riska pembahasan reproduksi wanita dalam
- Islam. Barangkali selanjutnya kita bisa
- teruskan ya.
- Ya, ikhwan dan akhwat kita akan kembali
- setelah nasyid berikut ini.