Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:16 Rasul TV 0:23 Rahmatullah wabarakatuh. 0:26 Alhamdulillah rabbil alamin dalam 0:28 keadaan sehat Ustazah? 0:29 Alhamdulillah, Mbak Ulin sehat ya? 0:31 Alhamdulillah, sedikit flu Ustazah. 0:34 Mudah-mudahan 0:34 Syafakillah, mudah-mudahan sehat semua 0:36 yang sedang sakit diberikan kesembuhan 0:38 insya Allah. 0:39 Amin ya Allah Ustazah, terima kasih 0:40 doanya. Insya Allah Ikhwan dan Akhwat 0:42 selama kurang lebih 90 menit ke depan 0:45 tema yang akan diangkat Ustazah adalah 0:47 nasehat sahabat Utsman bin Affan 0:50 radhiallahu anhu. Tafadhol Ustazah 0:52 dimulai. 0:53 Ya, terima kasih jazakumullah khairan 0:55 katsiran. Bismillahirrahmanirrahim. 0:58 Assalamualaikum warahmatullahi 1:00 wabarakatuh. 1:01 Waalaikumsalam 1:02 Alhamdulillah washolatu wassalamu ala 1:05 Rasulillah wala haula wala quwwata illa 1:07 billah. Allahumma inna nas'aluka ridhoka 1:09 wal jannah wa na'udzubika min sakhotika 1:12 wan nar. 1:13 Alhamdulillah kita bertemu kembali di 1:15 hari Jumat ini di hari-hari yang 1:17 dimuliakan Allah yang dicintai Allah 1:20 awal-awal bulan Dzulhijjah. 1:23 Mudah-mudahan semua aktivitas kita 1:24 mendapatkan ridho Allah, cintanya, 1:27 rahmat dan kasih sayangnya insya Allah. 1:29 Yang sedang sakit kita doakan biar 1:31 segera disembuhkan oleh Allah 1:33 penyakitnya. 1:34 Jemaah haji yang sekarang berada di 1:36 tanah suci mudah-mudahan menjadi haji 1:38 yang mabrur. 1:39 Amin. 1:40 Yang belum mudah-mudahan Allah segera 1:42 panggil. 1:43 Karena 1:44 berangkat haji itu adalah panggilan ya 1:47 jadi tamu Allah. Semoga dimudahkan oleh 1:49 Allah dilimpahkan rezeki, diberikan 1:50 kesehatan insya Allah. Amin ya rabbal 1:52 alamin. 1:53 Hari ini kita bahas tentang nasehat 1:56 sahabat Utsman bin Affan radhiallahu 1:59 anhu. 2:00 Kita tahu beliau itu adalah seorang 2:03 sahabat Nabi yang luar biasa, menantu 2:05 Nabi juga dan nasehat beliau ini ditulis 2:10 dikumpulkan oleh Syekh Imam Nawawi ya di 2:14 Nashoihul Ibad. Ya jadi kita bahas 2:16 nasehat-nasehatnya yang insyaallah juga 2:18 bermanfaat untuk kita semua, saya dan 2:20 kita semua ya. Nasehat dari Utsman bin 2:24 Affan ada beberapa nasehatnya yang 2:27 menjadi insyaallah kita bisa menjadi 2:30 acuan ya karena yang beliau sampaikan 2:32 itu sebenarnya inti dari ajaran Islam 2:33 juga yang beliau dapatkan, beliau serap 2:37 dari ajaran Rasulullah Shallallahu 2:40 Alaihi Wasallam ya. Yang pertama nasehat 2:43 beliau ini untuk kita semua yang 2:45 sebenarnya juga 2:47 sari pati dari ajaran Islam itu sendiri 2:50 ya. Yaitu ee mestinya seorang mukmin itu 2:55 khawatir, takut mestinya ya terhadap 2:57 hal-hal yang akan disampaikan oleh 2:59 Utsman bin Affan ini. Yang pertama 3:02 adalah min qibalillah ayyakhuza minhul 3:05 iman. Mestinya seorang mukmin itu kata 3:09 beliau di dunia ini mestinya tuh 3:11 khawatir, takut ketika Allah mencabut 3:15 iman mencabut 3:17 ajalnya pada saat sakaratul maut itu 3:20 Allah cabut imannya. 3:21 Artinya 3:22 mestinya kita khawatir yang kita 3:24 khawatirkan itu adalah nanti 3:26 meninggalnya itu dalam keadaan iman atau 3:27 tidak ya. Tuh itu jadi itu yang beliau 3:31 nasehatkan kepada kita semua. Jadi bukan 3:34 takut atau khawatir terhadap 3:38 perdagangan rezeki yang 3:40 tidak kita dapatkan ya atau hal-hal yang 3:42 bersifat duniawi. Mestinya yang paling 3:45 utama dan pertama yang ditakuti, yang 3:47 dikhawatirkan bagi seorang mukmin adalah 3:50 ketika Allah mencabut ajal kita, nyawa 3:53 kita, itu Allah cabut imannya pada saat 3:57 sakaratul maut. Jadi, khawatir lah pada 3:59 saat Allah 4:00 memanggil kita, kita dalam keadaan nanti 4:03 suul khotimah, nauzubillah min zalik. 4:05 Itulah sebabnya kita berharap kepada 4:07 Allah agar 4:09 iman itu akan terus berada pada diri 4:12 kita, sehingga saat kita meninggalkan 4:14 dunia ini, kita dalam kondisi beriman 4:18 kepada Allah, dalam keadaan 4:20 husnul khotimah. 4:22 Jadi, ini yang mesti dikhawatirkan oleh 4:24 orang beriman, kata beliau. Jadi, 4:26 khawatir nih kira-kira nih kita 4:28 meninggal ini nanti masih ada iman 4:30 enggak ya? 4:31 Karena memang ini masalah hidayah. Kita 4:33 tahu ya yang namanya maut atau kematian 4:36 itu, itu kan dicabutnya roh dari jasad 4:39 kita, ya. Kita nih, diri kita ini kan 4:42 antara 4:43 fisik dan dan roh ya. Itu ketika rohnya 4:47 diambil, terpisah, itu jasad kita jadi 4:50 bangkai. Yang ada ini adalah roh. Roh 4:53 inilah yang nantinya akan menghadap 4:54 Allah ya. Nah, kondisi yang 4:56 dikhawatirkan tuh pada saat sakaratul 4:58 maut. Apakah kita nantinya akan 5:01 menghadap Allah dalam keadaan husnul 5:03 khotimah atau tidaknya, ya. Karena 5:06 kondisi sakaratul maut itu kondisi yang 5:10 ya mempertaruhkan keimanan ya. Kondisi 5:13 di mana terhentinya pernapasan kita, 5:15 kondisi di mana kita tidak menyadari 5:18 lagi apa yang kita lakukan. Itu kondisi 5:20 detik-detik yang luar biasa penentu tuh 5:21 ya. Luar biasa ya. Jadi, itu yang mesti 5:24 kita khawatirkan, kita takutkan. 5:26 Takutlah terhadap itu. Nah, kalau memang 5:28 itu kita khawatirkan, ketika kondisi 5:31 dalam sakaratul maut, khawatir Allah 5:34 mengambil 5:35 memalingkan kita, mencabut keimanan 5:37 kita, rugi sekali. Ya Allah, kan ada ada 5:41 beberapa riwayat ya. Ketika ada 5:43 seseorang yang sejengkal lagi mau masuk 5:47 ke ke dalam surga, takdir menentukan dia 5:49 tuh jadi ahlun nar. Ini kan masalah 5:51 hidayah, ya. Makanya kita tidak bisa 5:54 menjamin diri kita walaupun saat ini, 5:56 ya, dengan eh semangatnya kita 5:59 beribadah, semangat kita mengikuti 6:01 kajian, menjalankan perintah Allah, tapi 6:04 siapa yang bisa menjamin kalau kita itu 6:06 nantinya 6:08 diwafatkan Allah dalam kondisi 6:11 husnul khotimah, enggak ada jaminan. 6:13 Nah, ini yang kita khawatirkan. Makanya 6:15 kita berharap mudah-mudahan keimanan itu 6:17 terus berada pada diri kita sampai detik 6:20 penghabisan nyawa kita, sampai Allah me 6:22 me memanggil kita. Ini semuanya hidayah, 6:25 bimbingan Allah, ya. Kita tidak tahu 6:27 akhir dari kehidupan kita. Bisa jadi 6:30 seorang pendosa yang mungkin dilihat 6:32 amalnya sekarang itu nauzubillah min 6:34 zalik, mungkin orang mengatakan itu 6:35 ahlun nar. Siapa yang bisa menyangka, 6:38 menduga kalau ketika dia meninggal dalam 6:40 kondisi sakaratul maut, ya, artinya 6:42 sebelum dia meninggal itu Allah berikan 6:44 dia hidayah, ketika dia meninggal dalam 6:47 kondisi husnul khotimah, ada yang tahu, 6:48 kan? Nah, inilah hidayah, inilah yang 6:50 kita khawatirkan, inilah yang harus 6:52 ditakutkan, kata Utsman bin Affan 6:54 radhiallahu anhu. Mesti kita khawatir, 6:56 orang beriman itu khawatir, takut nanti 6:59 kalau meninggal itu dalam kondisi 7:02 suul khotimah, dalam kondisi sakaratul 7:04 maut Allah cabut keimanannya. Nah, 7:06 inilah hidayah, kita tidak tahu seperti 7:08 apa nantinya. Maka, kita berharap 7:11 mendapatkan hidayah dari Allah. Hidayah 7:14 itu kan ada beberapa, ya, eh 7:16 pengertiannya, tapi yang kita bahas ini 7:18 adalah hidayatut taufiq, ya, artinya 7:21 hidayah yang hanya hak prerogatif Allah. 7:24 Allahlah yahdillahu man yasya, Allah 7:27 memberikan petunjuknya, bimbingannya, 7:29 hidayahnya kepada orang yang eh menurut 7:32 ya, man yasya, kehendak Allah sendiri. 7:34 Kita enggak bisa menentukan bahwa saya 7:37 ini 7:38 nanti insya Allah pasti akan meninggal 7:39 dalam keadaan husnul khotimah. Tidak ada 7:41 yang bisa jamin. Nah, itulah sebabnya 7:43 kita minta terus kepada Allah 7:45 bimbingannya, hidayahnya. Kita ingin 7:48 Allah terus menjaga kita, mencintai 7:50 keimanan dalam hati kita. Kita ingin 7:53 nantinya ketika berpisah dengan antara 7:56 roh dan jasad kita, itu Allah tetapkan 7:58 iman dalam dada kita sehingga kita 8:00 mendapatkan husnul khotimah. Ya, itulah 8:03 sebabnya kita eh hikmahnya ya barangkali 8:06 kenapa kita selalu membaca Al Fatihah 8:09 dalam setiap 8:11 rakaat kita ya, sholat kita. Kan di situ 8:13 ada eh permintaan ya kepada Allah, 8:16 "Ihdinas shiratal mustaqim." Tunjuki 8:20 tunjukilah kami jalan yang lurus. 8:22 Berilah kami hidayah, tunjuki kami jalan 8:24 yang lurus. Ini sebagian 8:27 orang-orang yang non muslim yang enggak 8:29 paham, itu menjadikan eh ayat ini 8:33 sebagai eh apa ya 8:35 justifikasi mereka umat Islam tidak 8:37 berada dalam petunjuk katanya. Buktinya 8:39 apa? Itu minta-minta hidayah terus. Itu 8:41 mereka enggak paham. Mereka enggak paham 8:44 sebenarnya maksud apa maksud Ihdinas 8:46 shiratal mustaqim. Eh minta kita 8:49 dibimbing Allah ke jalan yang lurus. 8:51 Karena kita tidak tahu nanti akhir hidup 8:53 kita itu seperti apa. Jadi kita ingin 8:56 Allah membimbing kita agar kita selalu 8:59 mengikuti petunjuknya ghairul magh, 9:02 eh ghairul maghdhubi alaihim waladh 9:03 dhallin. Bukan jalan orang-orang yang 9:06 disesatkan, yang dimurkai. Tapi 9:08 jalan-jalan yang Allah Allah beri 9:10 an'amta alaihim ya, yang Allah berikan 9:12 nikmat atas mereka. Maka kita doakan 9:14 terus minta kepada Allah agar terus 9:16 diberikan eh bimbingan sampai ajal 9:20 menjemput kita. Karena ini adalah hak 9:23 prerogatif Allah. Allahlah yang memberi 9:25 petunjuk. Karena kita enggak tahu nanti 9:26 akhir, banyak kasus ya, Mbak Olin. 9:29 Ada orang yang ketika kondisi eh dalam 9:32 kondisi sakaratul maut ya, menjelang 9:34 meninggalnya, itu bukannya meninggal 9:35 dalam kondisi eh husnul, ada karena 9:38 enggak tahan ya apa dia bunuh diri ya 9:40 dia loncat dari gedung bahkan ketika 9:42 Rasulullah 9:44 melihat apa komentar sahabat ya ketika 9:47 dalam peperangan kan sahabat melihat ada 9:50 seorang laki-laki berjihad demikian 9:53 gesitnya banyak yang terbunuh gitu apa 9:55 kata sahabat itu wah itu dia tuh pasti 9:56 ahlul ahlul jannah wah dia pasti surga 9:59 kata nabi mana oh dia oh bukan dia ahlul 10:01 nar padahal kita lihat sudah ikut jihad 10:02 loh sudah berperang sudah luar biasa 10:05 ternyata meninggalnya suul khotimah ya 10:07 karena dia bunuh diri kan 10:08 nah intinya kita enggak bisa menjamin 10:11 diri kita itu selamat apakah kita husnul 10:14 khotimah atau tidaknya makanya mintakan 10:16 kepada Allah hidayahnya petunjuknya 10:19 karena kita itu yang kita khawatirkan 10:21 yang kita takutkan minta terus agar 10:23 Allah membimbing kita agar akhir hidup 10:26 kita itu dalam keadaan husnul khotimah 10:28 itu yang kita harapkan dan Rasul 10:31 mengatakan ya jadilah orang yang cerdas 10:33 al kaisuman dana nafsahu wa amila lima 10:36 ba'dal maut yang namanya orang cerdas 10:38 itu kata nabi bersiap mempersiapkan diri 10:41 beramal untuk hari setelah kematian ya 10:44 itu dipersiapkan nah dengan dipersiapkan 10:46 ini terus minta kepada Allah 10:48 mudah-mudahan antara bekal persiapan 10:50 kita dengan kehendak Allah tuh pas 10:52 ketemu sehingga kita mendapatkan husnul 10:55 khotimah jadi ini 10:57 yang dikhawatirkan seorang beriman jadi 10:59 nasehat Utsman bin Affan 11:02 mestinya 11:03 perkara yang ditakutkan oleh orang 11:06 beriman di dunia ini orang mukmin di 11:08 dunia ini adalah ketika dia dalam 11:10 kondisi 11:11 sakaratul maut itu Allah cabut imannya 11:14 jadi meninggal dalam keadaan suul itu 11:16 yang mesti dikhawatirkan nah itulah 11:18 sebabnya kita terus berdoa kepada Allah 11:21 minta bimbingannya 11:23 dimanapun kapanpun dan kita minta agar 11:26 mendapatkan akhir yang baik ya kita 11:28 minta Allahumma arzukhna husnal khotimah 11:31 ya atau misalnya doa minta hidayah ya 11:33 terus menjaga dijaga terus keimanan 11:36 kita. Allahumma inna nas alukal huda wa 11:39 tuqo wal afafa wal ghina. Jadi kita 11:41 berharap mudah-mudahan 11:43 akhir dari kehidupan kita itu dalam 11:46 keadaan iman, dalam keadaan 11:49 meyakini 11:50 ajaran Islam, Allah sebagai Rabb kita 11:53 dan mudah-mudahan kita bisa menyebutkan 11:56 kalimat tauhid lailahaillallah. 11:59 Itu yang kita khawatirkan jadi Utsman 12:01 bin Affan radhiallahu anhu mengatakan 12:03 mestinya orang beriman tuh khawatir, 12:05 takut kalau dia itu ketika dalam kondisi 12:07 sakaratul maut itu Allah cabut imannya 12:11 ya. Karena memang setan itu menggoda 12:13 manusia ya dengan berbagai cara ya. Jadi 12:17 yang kedua ya jadi tadi yang pertama ya 12:19 khawatirkan gitu ya dengan 12:22 ketika saat menemui Allah sakaratul maut 12:26 itu Allah cabut imannya. Jadi mati dalam 12:28 keadaan suul khotimah naudzubillah min 12:29 dzalik. Nah kemudian berikutnya min 12:31 kibali syaitan ayyuqila amalah. 12:34 Mestinya yang ditakutkan oleh 12:36 orang-orang beriman ini adalah 12:39 ketika syaitan itu merusak pahala amal 12:42 baiknya. 12:44 Wah udah banyak beramal baik eh datang 12:46 syaitan dia menggoda habis itu semua. Ya 12:49 dengan cara apa? Mungkin dimasukkanlah 12:51 riya, wujud, sombong, takabur itu ya. 12:55 Jadi ada memang berbagai hal yang 12:57 dilakukan oleh syaitan karena kita tahu 12:59 syaitan itu musuh. Innahu lakum aduwun 13:02 itu ya Allah sendiri sudah memberikan 13:05 hamba-hambanya peringatan itu syaitan 13:07 tuh musuh jangan dijadikan sebagai 13:10 sahabat innahu lakum aduwun fazaruhu 13:13 hati-hati. Karena kita 13:15 beramal udah udah maksimal ya eh dirusak 13:19 pahalanya oleh syaitan dibisik-bisikkan 13:21 itu naudzubillah. Jadi memang syaitan 13:23 itu musuh terbesar bagi manusia. Masuk 13:25 syaitan itu ke dalam hati manusia. 13:28 Kemudian dibisik-bisikan ya, dihasut ya, 13:31 di ya kita sebenarnya 13:33 tahu juga, merasakan juga itu godaan 13:35 setan. Pasti kita sudah memahami dan 13:38 merasakan. Contoh saja misalnya ya, 13:41 bangun malam hari misal jam 03.00. Terus 13:45 kan kita penginnya qiyamul lail, ya 13:47 mendekati mendekatkan diri kepada Allah 13:50 ya, bermunajat kepadanya. Terus ya sudah 13:53 bangun. Terus 13:55 kamar mandi, ngapain gitu ya. Nah di 13:57 sini kan kita berasa bahwa setan itu 13:59 menggoda kita. Dibikin ngantuk, akhirnya 14:01 apa? Numpang lewat saja ya, buang air 14:03 kecil sudah. Habis itu apa? Mau wudu 14:06 rasanya kayak itu setan menggoda kita, 14:08 menghasut kita. Sudah tidur masih lama, 14:10 masih jam 03.00 nanti saja, bisa sejam 14:12 saja atau setengah jam saja tidur nanti 14:14 bisa lagi bangun. Digoda oleh setan, 14:17 dirayu, dibisiki. Akhirnya apa? Iya ya 14:20 ngantuk, numpang lewat, tidur lagi. Eh 14:22 enggak tahunya apa? Bablas subuhnya, 14:23 nauzubillah min zalik. Nah itu, banyak 14:26 cara setan itu menggoda manusia. 14:28 Kalaupun berhasil wudu sudah bisa sudah 14:31 kita bisa berhasil melawan godaan setan, 14:33 kita wudu. Kan enggak ngantuk lagi. Itu 14:35 enggak sampai di situ. 14:37 Nanti salat ya. Sebelum salat diingatin 14:40 lagi, coba lihat dulu HP-nya tuh ada 14:42 yang masuk enggak pesannya itu. Ah nanti 14:44 siapa tahu nanti bisa dicas dulu saja. 14:46 Ah itu kan godaan bisikan setan. 14:48 Akhirnya dituruti, lihat HP. Eh ternyata 14:51 berlama-lama, oh ini ada berita penting. 14:53 Akhirnya apa? Habis tuh waktu. 14:55 Nauzubillah. Itu setan menggoda dengan 14:58 cara halus, berbagai upaya agar manusia 15:01 itu terhenti, terhalang dari amal-amal 15:05 saleh. Kalaupun berhasil, ah sudah deh 15:07 dicas saja sudah ke salat. Itu belum 15:09 sampai selesai. Lagi salat planning, 15:12 dibuatlah apa tuh agenda-agenda hari 15:15 ini. Wah habis ini mau ini, mau ini. Ya 15:17 Allah, jadi kita tahu setan itu adalah 15:19 musuh. Banyak cara setan itu menggoda, 15:22 menyesatkan anak manusia ya. Makanya 15:25 khawatirlah, hati-hati. Mestinya godaan 15:28 setan itu jangan sampai mengganggu amal 15:31 ibadah kita. Karena setan itu menggoda 15:34 dengan berbagai cara, di antaranya 15:35 dengan tazyiin. Tazyiin itu menghiasi 15:38 hal-hal eh dianggap baik hal-hal yang 15:41 buruk, dihiasi. 15:43 Setan itu tidak mengarahkan kepada orang 15:45 itu berbuat dosa, tapi dibuatlah, 15:47 diindah-indahkan ya. Ya apalagi yang 15:50 terkait dengan hawa nafsu, di dibuat 15:52 indah semuanya ya. Eh dihiasi, bertahap 15:56 ya. Misalnya 15:58 eh apa ya dihiasi eh banyak sih kasus 16:02 kalau hawa nafsu tuh ya. Eh ada 16:04 pertemuan alumni, nah terus ketemu 16:07 mantan, akhirnya "Lha coba cobalah di WA 16:10 aja sebentar aja." Akhirnya terus-terus 16:12 lama-lama nah selingkuh, nauzubillah 16:14 perzinahan. Kan itu dimulai dari hal-hal 16:17 yang menggelitik gitu ya, yang digoda 16:19 oleh setan. Tertarik terus beru 16:21 lama-lama. Nah itu dia setan, kerjanya 16:23 itu memang menghiasi perkara-perkara 16:25 yang batil, perkara yang maksiat dengan 16:28 hal yang indah-indah. Itu bisa 16:30 dirasakan, coba deh misalnya orang-orang 16:33 yang dulunya sebelum menikah berpacaran 16:35 ya, coba dulu se ketika pacaran aja 16:38 pegangan tangan aja dianggap indah ya. 16:40 Melihat fotonya kayak gimana, udah nikah 16:42 biasa aja tuh. Itulah setan. Kalau yang 16:44 halal-halal tuh enggak tertarik, tapi 16:46 justru yang haram itu jadi tantangan. 16:49 Betapa banyak hasutan setan, godaan 16:51 setan itu menghancurkan sebuah istana 16:54 rumah tangga yang sudah dibangun dari 16:56 awal hanya karena apa? Karena tazyiin, 16:58 dibuat indah-indah ya, akhirnya apa? 17:00 Menghancurkan rumah yang dibangun dari 17:03 awal, sementara ba rumah bangunan yang 17:05 baru itu belum tentu juga bisa dibangun 17:08 ya. Nah ini dia setan. Membuat talbis, 17:11 menipu ya. Menipu pikiran manusia dengan 17:14 meyakinkan bahwa larangan yang sebenar 17:16 itu boleh kok, enggak ada masalah ya. 17:19 Itu alah cuma sedikit misalnya pinjaman 17:21 ya, pinjol apa itu semuanya godaan 17:23 setan. 17:25 Amalan-amalan kita itu di 17:27 yang kita sudah bangun kemudian 17:29 diruntuhkan itulah setan. Makanya 17:30 hati-hati itu bahaya. Khawatirlah kalian 17:33 dengan godaan setan. Setan tuh menghasut 17:37 umat manusia yang mereka akan busuk. Itu 17:39 dosa kecil yang hal-hal yang remeh, alah 17:42 kecil ini enggak apa-apa. Itulah setan 17:44 ya. Maka itu yang mestinya diwaspadai 17:46 ya. Itu nasehat 17:48 eh Utsman bin Affan yang sebenarnya juga 17:51 bagian dari eh apa yang telah diajarkan 17:53 oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi 17:54 Wasallam sebagai eh mertuanya dan itu 17:57 adalah ajaran Islam. Kita tahu eh semua 18:00 yang ada itu semuanya adalah penjabaran 18:03 dari nilai-nilai Islam itu sendiri ya. 18:05 Tapi ini eh nasehat ini sangat 18:09 bermanfaat buat kita semua. Hati-hati ya 18:12 dengan godaan setan. Nah, itu yang 18:15 kedua. 18:16 Berikutnya nasehat eh beliau adalah eh 18:21 yang ke yang berikutnya itu ya. 18:24 Eh 18:26 apa? 18:27 Yang terkait dengan malaikat ya. Jadi di 18:29 sini beliau mengatakan mmm 18:33 khawatir kalau malaikat itu mencatat 18:36 amal buruk kita. Jadi min min qibalil 18:39 hafazah 18:40 an yak tubu alaihi ma eh ma yaf tadi 18:43 hubihi yaumal qiyamah. Hati-hati dengan 18:46 malaikat pencatat amal. Jadi jangan 18:49 sampai kita lengah, lalai. Semuanya tuh 18:52 dicatat oleh malaikat. Mestinya orang 18:55 beriman, orang mukmin itu takut kepada 18:57 malaikat yang nanti mencatat 18:59 amalan-amalan perbuatan kita tuh amalan 19:01 yang sangat memalukan yang mungkin 19:03 manusia tidak tahu kita berbuat maksiat. 19:06 Tapi kan malaikat eh Allah kan tahu, 19:07 malaikat kan mencatat. Nanti semuanya 19:09 akan diungkapkan semuanya di hari 19:12 kiamat. Makanya Rasulullah menyebutkan 19:13 ya, malu di dunia itu lebih ringan 19:17 daripada malu nanti di akhirat. Makanya 19:20 "Ma yal fidu min qaulin illa ladaihi 19:22 raqibun atid." Semua yang keluar dari 19:25 lisan kita, apapun yang kita lakukan itu 19:27 tercatat semuanya. Ada malaikat yang 19:30 mencatatnya. Maka dalam eh tafsir ya Dr. 19:33 Wahbah Zuhaili itu mengatakan bahwa 19:36 eh Allah itu telah mengetahui segala 19:39 sesuatu yang dalam dan ada di hati 19:41 manusia itu kan Allah Maha tahu ya. 19:43 Semua yang ada pada diri kita, dalam 19:46 lubuk hati kita yang paling dalam itu 19:48 Allah Maha tahu. Tapi Allah menugaskan 19:50 malaikat untuk mencatat dan mengawasi 19:53 semua perbuatan manusia. Jadi nanti ada 19:56 bukti ya, nanti di yaumil akhir kan kita 19:58 akan dihisab ya. Di yaumil akhir nanti 20:00 kita akan mempertanggungjawabkan semua 20:02 yang telah kita lakukan di dunia ini. 20:04 Nah, kita diberikan catatan. "Wa inna 20:07 alaikum lahaafizhin, kiraaman kaatibin, 20:10 ya'lamuuna maa taf'aluun." Ya, nanti eh 20:15 bagi kamu tuh ada malaikat yang 20:16 mengawasi perbuatanmu, yang mengawasi 20:19 perilakumu, pekerjaanmu, yang dimuli di 20:21 sisi Allah dan dia mencatat perbuatanmu. 20:24 Mereka mengetahui apa yang kamu 20:25 kerjakan. Jadi semuanya ada di samping 20:27 kita ya, pokoknya semua apa yang kita 20:29 lakukan, yang kita ucapkan, semua itu 20:32 akan tercatat. Jadi eh setiap perbuatan 20:35 kita tuh enggak ada yang luput, semua 20:38 dicatat. Mungkin kita suka lupa ya apa 20:39 yang kita ucapkan. Tapi semuanya ada 20:41 nanti, terekam. Ya. Ini jelas semua 20:44 perbuatan itu ada semuanya ya, semua tuh 20:46 nanti akan di ditunjukkan sebagai eh 20:49 bukti ini loh seorang hamba manusia yang 20:52 ketika hidupnya itu melakukan ini, apa 20:54 yang dia lakukan, apa yang dia ucapkan, 20:57 tercatat rapi nanti dalam catatan di 20:59 hari kiamat. Mau yang kecil, mau yang 21:01 besar, mau yang jahat, mau yang buruk, 21:04 mau apapun semuanya itu tercatat di 21:06 dalam di dalam kitab yang dicatat oleh 21:09 malaikat. Masya Allah, ya Allah. Itu kan 21:11 dalam ee surat apa? Al-Kahfi, ya. Waw 21:14 udi al kitabu fataro mujrimina 21:16 musyfiqina mimma fihi wayaquluna ya 21:19 wailatana mali hadal kitab la yughodiru 21:22 sogirotan wala kabirotan illa ahsoha 21:26 wawajadu ma amilu hadiro wala yazlimu 21:30 robbuka ahada. Subhanallah. Ketika 21:33 diletakkan kitab, ketika ee kitab, ya, 21:36 ee catatan amal hamba itu diberikan, 21:38 lalu kamu akan melihat orang-orang yang 21:40 bersalah itu ketakutan terhadap apa yang 21:42 tertulis di dalamnya. Mereka berkata, 21:44 "Aduh hai, celaka kami. Kitab apa ini 21:47 yang yang tidak meninggalkan yang kecil 21:50 dan tidak pula yang besar. Semuanya 21:52 tercatat." Dan ee semuanya dicatat. Yang 21:56 mereka mungkin lupa dulunya, tapi Allah 21:58 tidak lupa. Nah, itulah dia. Kita memang 22:01 kadang-kadang 22:03 abai, ya, dengan 22:05 yang di sekeliling kita, makhluk di 22:06 sekeliling kita. Ada malaikat, loh, 22:08 gitu, ya. Nah, jadi ada ee 22:12 para ulama itu menjelaskan kalau kenapa 22:15 kalau orang salat itu ketika mengucapkan 22:18 salam, ya, imam atau siapapun enggak 22:19 perlu dijawab salamannya, salamnya, ya. 22:23 Ya kan kalau kita ngomong salam kan 22:24 wajib, ya, dijawab, ya, salam. Tapi 22:27 kenapa ee orang yang sedang salat, yang 22:30 selesai salat, ya, imam, ya, misalnya 22:32 mengucapkan salam kepada makmum atau 22:34 kita sendiri sedang salat mengucapkan 22:37 salam itu enggak ada yang jawab, tapi 22:39 kita mengucapkan salam. Nah, para ulama 22:41 mengatakan kita mengucapkan salam kepada 22:43 yang ada di samping kanan dan kiri kita. 22:47 Nah, jadi jadi kalau kita hadirkan, ada 22:51 malaikat bersama kita, enggak akan 22:53 berani deh orang-orang beriman tuh 22:54 berbuat ee jahat, berbuat maksiat. 22:56 Karena ada yang di sampingnya. Makanya 22:58 kita hadirkan, ya, ketika salat, ya. 23:00 Assalamualaikum warahmatullah. Kita 23:02 khususkan ini untuk malaikat yang di 23:04 sebelah kanan. Assalamualaikum 23:06 warahmatullahi itu enggak perlu di 23:09 dengarkan jawabannya ya, artinya enggak 23:10 perlu itu karena kita mengucapkan salam 23:12 kepada makhluk gaib. Karena beriman 23:14 kepada yang gaib itu kan bagian dari 23:16 rukun iman ya. Nah, sekarang Mbak Olin 23:18 kenapa kita mengucapkan salam kepada 23:20 kuburan ya? 23:22 Padahal 23:23 kita tahu itu semua sudah meninggal kan? 23:26 Ya kan ucapan salam kepada penghuni 23:28 kubur kan Assalamualaikum ya ahladdiyar 23:32 minal mukminin wal muslimin wa inna 23:35 insyaallah bikum lahikun nas alullah 23:37 lana walakumul afiyah kan begitu ya. 23:40 Assalamualaikum kum kum itu kan kamu ya. 23:43 Kita ucapkan salam kepada penghuni kubur 23:45 memang penghuni kubur jawab. 23:48 Jawab enggak Mbak? 23:50 Eh, bisa jadi jawab cuman kita enggak 23:52 dengar. 23:54 Makanya salam itu ada tiga kan salam 23:55 yang wajib dijawab, salam yang tidak 23:59 perlu mendengarkan 24:01 salam yang 24:03 pertama salam yang wajib dijawab, salam 24:06 yang tidak perlu dijawab, salam yang 24:08 tidak perlu mendengar jawabannya. 24:10 Nah, kalau salam yang tidak perlu 24:11 dijawab itu salam tadi terhadap salat ya 24:13 terhadap malaikat sebelah kanan kiri 24:14 kita. Salam yang tidak perlu 24:16 mendengarkan jawabannya, salam yang 24:18 tidak perlu mendengarkan jawabannya itu 24:20 adalah salam yang diucapkan kepada 24:22 penghuni kubur itu enggak perlu didengar 24:24 jawabannya karena di sana beda alam kan 24:27 alam dunia dengan alam akhirat itu 24:30 enggak ini berbeda di situ. Ya mungkin 24:32 kita melihat kuburan 24:35 ketika kita melihat kuburan 24:37 itu kan seperti 24:38 ya itu 24:39 batu nisan sejauh mata memandang ya 24:42 kuburan lubang-lubang itu mayat itu 24:44 ditanam di situ dikuburkan di situ kan 24:45 ya. 24:46 Padahal kalau sudah di alam barzah 24:48 karena kita beda alam itu bisa seperti 24:52 raudhah min riyadhil jannah taman-taman 24:54 surga bisa juga seperti lubang neraka. 24:57 Bisa sejauh mata memandang tergantung 24:59 amal apa yang di yang yang yang 25:02 dilakukan oleh orang yang telah 25:03 meninggal itu semasa hidupnya. Karena 25:05 kan beda alam. Nah, jadi eh kalau dalam 25:09 kitab At-Tazkirah-nya Imam Qurthubi itu 25:11 ya, itu sebagian ulama menyebutkan itu 25:14 penghuni kubur itu juga tahu mendengar 25:16 eh eh keluarganya datang. Tuh ini 25:19 keluargamu tuh kita didoakan. Nanti 25:20 teman-teman ya kan mereka sedang 25:22 menunggu ya. Kalau orang-orang yang 25:25 beriman itu di alam kubur kan nunggu 25:26 sampai hari kiamat. Ya, mereka kan eh 25:29 tidak disiksa kubur ya. Nah, kalau orang 25:32 pendurhaka, pendosa kan memang ya alam 25:34 barzah, alam kubur itu kan ada siksa 25:36 kubur kan. Nah, itu mereka ketika ada 25:38 yang berziarah apa ke makam ya ke makam 25:42 mengunjunginya kan nanti mendoakan. 25:44 Senang tuh akan kebagian doa. Akan 25:46 ngucapin salam. 25:47 Ya kan kita enggak perlu mendengarkan 25:49 jawaban salamnya karena kita beda alam. 25:51 Tapi tetap mengucapkan salam ya. Nah, 25:55 jadi sekali lagi yang ingin eh saya 25:56 sampaikan dari nasehat eh 25:58 eh sahabat Utsman bin Affan ini takutlah 26:01 mestinya orang beriman itu terhadap 26:03 malaikat pencatat amal. Ya kan semuanya 26:06 dicatat. Semua ma yalfidzu min qaulin 26:08 illa ladaihi raqibun atid. Hati-hati. 26:10 Kita mungkin dulu suka ngomong tapi 26:12 enggak ingat lagi tapi semua tercatat. 26:14 Bagaimana kata-kata kita yang sangat 26:18 pedih, yang sangat tajam kepada orang 26:20 tua kita kan dicatat itu. Terhadap 26:23 siapapun yang mungkin ghibah yang kita 26:25 lakukan, fitnah, kemudian yang dilakukan 26:28 oleh eh orang-orang yang adu domba dan 26:30 nauzubillah min dzalik. Semuanya ada. 26:32 Nah, ini takutlah terhadap itu ya. 26:34 Mudah-mudahan 26:36 kita bisa menjaga lisan kita, menjaga 26:38 paling tidak eh dalam sebuah riwayat 26:39 dikatakan eh malaikat yang pencatat amal 26:42 itu jangan catat dulu, tunggu tunggu 26:44 kasih waktu dia. Siapa tahu dia 26:46 bertobat. Masya Allah. 26:48 Jadi, enggak langsung dicatat tuh. 26:50 Tunggu bertobat. Jadi, makanya eh sunnah 26:52 kita membaca doa kafarat itu ya, majelis 26:55 itu. Yang subhanakallahuma itu bisa jadi 26:58 pada saat kita bertemu apa tuh, ada 27:01 hal-hal yang menyebabkan kita berdosa. 27:04 Nah, ketika kita ucapkan itu habis 27:07 semua, enggak enggak jadi dicatat ya. 27:09 Jadi, mudah-mudahan 27:11 catatan amal kita tuh penuh dengan 27:13 kebaikan-kebaikan semua insyaallah. Amin 27:15 ya rabbal alamin. Kemudian 27:17 nasehat berikutnya lagi 27:21 apa 27:23 sahabat Utsman bin Affan radhiallahu 27:25 anhu mengatakan minkibali malikil maut 27:28 ayyu ayyu ayyakhu dahu fi ghaflatin 27:31 bakta. 27:32 Mestinya orang beriman itu 27:34 takut khawatir malaikat maut itu 27:38 mencabut nyawanya ketika lalai pada 27:41 Allah. Tadi kalau yang pertama itu kan 27:43 khawatir nanti ketika sakaratul maut itu 27:45 imannya dicabut Allah ya. Imannya di 27:48 enggak ada iman lagi. Kan makanya ada 27:49 orang yang meninggal dalam keadaan apa? 27:51 Ada orang yang 27:53 apa namanya keimanan itu sudah enggak 27:55 ada lagi ya, meninggalnya bunuh diri. 27:57 Nah, itu kan khawatir iman dicabut. Nah, 27:59 kalau yang ini khawatir ketika malaikat 28:01 mencabut nyawa kita itu kita dalam 28:04 kondisi lalai. 28:06 Lalai itu ya tidak ingat kepada Allah 28:08 ya. Makanya beberapa kasus terjadi 28:11 bagaimana orang-orang yang suul khatimah 28:13 itu ketika malaikat mencabut nyawanya 28:15 itu tiba-tiba ya dan mungkin dalam 28:17 kondisi hobinya apa? Hobinya nonton TV, 28:20 pegang HP ya Allah meninggal dalam 28:21 keadaan apalagi yang ditonton itu 28:23 naudzubillah pornografi. Jantungan 28:24 naudzubillah min dzalik ya. Atau ada 28:26 orang yang meninggal di atas perut 28:28 pelacur, astaghfirullahaladzim. 28:29 Meninggal dalam meninggal dalam keadaan 28:31 minum-minum mabuk, naudzubillah min 28:33 dzalik ya. Nah, kalau yang tadi yang 28:34 pertama itu kan khawatir ketika Allah 28:37 mencabut nyawa kita tuh iman kita 28:39 diambil. Jadi, bisa jadi dia tuh 28:41 bukanlah pendosa, ahli maksiat. Tapi 28:44 memang imannya sudah enggak ada lagi, 28:45 dicabut. 28:46 Ya Allah, itu yang kita enggak inginkan 28:48 ya, Mbak ya, meninggal dalam keadaan ya 28:50 kalau ini malaikat ya, malaikat itu 28:52 ketika mencabut nyawa kita itu, kitanya 28:55 dalam kondisi ghoflah. 28:57 Lalai, naudzubillah min dzalik. Ya 28:59 Allah, kita maunya mah yang yang ini ya, 29:02 nah yang benar-benar dalam kondisi 29:04 beriman. Nah, kalau yang pertama tadi 29:06 pembahasan eh nasehat 29:09 Utsman bin Affan radhiallahu anhu itu, 29:11 ya bisa jadi ketika ditalqinkan la ilaha 29:14 illallah itu berhentinya sampai la ilaha 29:16 aja. 29:17 Mmm. 29:18 Padahal dia ngomong juga la ilaha, ya 29:20 Allah, gimana tuh? Padahal dikit lagi ya 29:23 itu ya Allah yang ya itu semuanya 29:25 kembali kepada eh kekuasaan Allah. 29:28 Yahdillah mayyasa, yahdi yahdillah 29:30 mayyasa. Innaka la tahdima ahbabta, 29:33 engkau enggak akan mampu memberikan 29:34 hidayah, tapi Allahlah yang akan memberi 29:36 hidayah sekalipun orang yang kita 29:38 cintai. Jadi, enggak ada jaminan. Kayak 29:40 misalnya gini, 29:41 ketika Ahmad bin Hanbal itu eh dalam 29:43 kondisi sakarat apa meninggal sakit ya, 29:46 kan ditalqinkan oleh anaknya Abdullah. 29:49 Eh disuruh mengucapkan la ilaha illallah 29:51 itu kan bagian dari sunnah ya, Mbak ya. 29:53 Eh mengucapkan katakan mentalqinkan. Itu 29:56 jawaban dari ayahnya yang kita tahu Imam 29:59 Ahmad bin Hanbal itu luar biasa ya 30:01 keimanannya, 30:03 seorang ulama yang zuhud, masya Allah 30:05 keilmuan, oh pokoknya luar biasa. Itu 30:07 mengatakan la la 30:09 tidak tidak tidak, ya Allah. Itu sudah 30:12 habis itu pingsan. Waduh, ini anaknya 30:15 sampai merasa ya Allah ayahku nih, aduh 30:17 rasa ada rasa kayaknya gimana gitu ya. 30:19 Di ini diusahakan supaya bangun apa 30:21 alhamdulillah sadar ya. Terus akhirnya 30:23 ditanya, penasaran kan anaknya, "Ayah, 30:25 tadi ditalqinkan kenapa menolak? Kenapa 30:28 mengatakan tidak? La la." Apa kata Imam 30:31 Ahmad bin Hanbal, "Tadi waktu saya 30:33 enggak dengar eh apa yang kamu ucapkan, 30:35 itu setan itu gigit ujung jariku di kaki 30:38 ujung kakiku. 30:39 Mmm. 30:40 Sakit kan, jangan jangan gitu, Masya 30:42 Allah, jadi bukan jangan terhadap ee 30:45 talkin tadi, tapi itulah setan. Dia akan 30:48 menggoda manusia sampai penghabisan, 30:51 sampai roh itu dicabut dari fisik kita, 30:54 jasad kita. Karena dia itu memang sudah 30:56 berjanji kan, setan itu, iblis itu akan 30:59 menyesatkan manusia. Nah, begitu juga 31:01 ini tadi ya ee nasihat dari Utsman bin 31:04 Affan. Khawatirlah, takutlah orang-orang 31:08 beriman itu ketika malaikat mencabut 31:10 nyawa kita dalam keadaan lalai pada 31:13 Allah, ya. Ketika kita dalam keadaan 31:15 tidak ingat padanya. Ya Allah, namanya 31:17 ajal, Mbak. Jadi ee dalam hadis Tirmidzi 31:22 itu ada sebab kematian 99. Jadi sebab 31:25 kematian itu ada 99 penyebab. Kalau 31:28 semuanya meleset ya, artinya tidak kena, 31:31 paling tidak tidak akan bisa ee 31:33 menghindar dari usia tua. 31:35 Mmm. 31:36 Ya. Jadi kita ini sebenarnya diintai. 31:38 Ada beberapa riwayat ya bahwa malaikat 31:40 maut itu 70 kali mendatangi kita dalam 31:43 sehari. Ya Allah, itu kalau dalam setiap 31:46 menit berapa kali itu ya? Artinya kita 31:48 ini enggak lepas. Meninggal itu bukan 31:51 tidak se- 31:52 sebab itu sebab penyakit itu tidak 31:54 selamanya. Bet- betapa banyak orang yang 31:56 sakit tapi masih sehat masih hidup saja 31:58 sampai sekarang. 31:59 Mmm. 31:59 Justru yang menunggui orang sakit itu 32:01 kebanyakan juga dia dulu yang meninggal. 32:03 Mmm. 32:04 Ya, ini ada teman dekat saya, Mbak. 32:06 Ibunya sakit ya karena sudah tua. Ya, 32:08 dia kakak keluarganya itu nungguin ya di 32:10 rumah sakit giliran. Enggak ada yang 32:12 nyangka kalau yang meninggal kemudian 32:13 lebih dulu itu kakaknya. 32:15 Orang sehat-sehat saja kok selama ini. 32:17 Ya, mungkin ininya jantung atau apalah. 32:20 Ini kan ajal. Nah, kita enggak tahu 32:22 kapan waktu kita akan menemui Allah. 32:25 Kita kan tinggal menunggu, menanti ya. 32:28 Maka khawatirlah, takutlah orang beriman 32:30 itu kata Utsman bin Affan radhiallahu 32:32 anhu ketika saat malaikat Israfil ya 32:35 Izrail ee mencabut nyawanya itu dalam 32:38 kondisi lalai. Ya Allah, mudah-mudahan 32:40 Allah jaga kita, lindungi kita ya. 32:42 Allahummarzuqnal husnul khotimah, 32:45 Allahummarzuqnal husnul khotimah, insya 32:46 Allah biha ya Allah bihusnul khotimah. 32:49 Baik, Mbak, itu dulu ya. He em. 32:51 Baik, masya Allah Ikhwan dan Akhwat 32:52 telah dikemukakan tadi, dipaparkan 32:55 Ustadzah Herlini Amran mengenai 32:57 nasehat-nasehat yang telah disampaikan 33:00 oleh sahabat Utsman bin Affan 33:02 radhiallahu anhu. Akan dilanjutkan 33:04 Ikhwan dan Akhwat nanti pemaparannya, 33:06 namun kami akan ambil jeda sedikit. 33:08 Silakan sampaikan pertanyaan Ikhwan dan 33:10 Akhwat. Seperti biasa, nomor WhatsApp 33:12 08111999720. 33:18 Insya Allah akan dibahas Ustadzah, tapi 33:20 setelah nasyid berikut ini. 33:30 Rasul TV 33:46 Radio silaturahim juga Rasul visual via 33:49 Rasul TV. Ikhwan dan Akhwat saat ini 33:52 menyimak fikih wanita bersama Ustadzah 33:54 Herlini Amran. Dan tema yang diangkat 33:56 adalah nasehat-nasehat dari sahabat 33:59 Utsman bin Affan radhiallahu anhu. Sudah 34:01 ada beberapa poin, kalau enggak salah 34:03 saya catatnya ada sudah empat yang 34:05 dikemukakan Ustadzah. Tafadhol Ustadzah, 34:07 dilanjutkan. 34:08 Ya, 34:09 berikutnya adalah minkibalid dunya 34:11 yakhtarobiha wa tusyghiluhu minal 34:14 akhirah. Jadi, sahabat Utsman bin Affan 34:17 radhiallahu anhu mengatakan, mestinya 34:19 orang beriman itu takut pada kesenangan 34:21 dunia yang menyibukkannya. Karena memang 34:24 dunia itu kan menawarkan keindahan, 34:26 kesenangan. Dunia itu kan membuat kita 34:28 sibuk ya, sibuk ya. Kita sehari-hari kan 34:30 sibuk ya, urusan-urusan dunia ya 34:33 urusan-urusan ya mencari nafkah ya 34:35 urusan-urusan kesibukan sehari-harilah 34:36 ya. Kadang-kadang mengenyampingkan 34:39 urusan akhirat. Kadang-kadang karena 34:40 kesibukan bekerja lupa salat gitu ya. 34:43 Bahkan ada seorang ibu itu bertanya 34:47 "Boleh enggak saya menjamak salat saya 34:49 karena susah ngasih makan anak di ini oh 34:52 pokoknya masya Allah luar biasa ya. 34:54 Hanya gara-gara ngasih makan susah 34:57 kemudian bisa ya artinya me me 34:59 memudah-mudahkan perkara salat ya tunggu 35:03 akhirnya lah kan salat kan waktunya 35:04 banyak kan gampang." Nah ini dia kita ha 35:07 khawatir kita takut kalau karena 35:09 kesenangan atau kesibukan dunia ini kita 35:12 lupa dengan akhirat kita, lupa dengan 35:14 kewajiban kita, lupa akan halal dan 35:17 haram. Yang penting eee ya 35:19 lupa lupa ada halal yang haram ya 35:21 apalagi sekarang ini banyak sekali yang 35:22 menggoda eee keluarga-keluarga tuh 35:25 dengan pinjol ya pinjaman online ya kan 35:27 kita butuh ini ya kan ini ada nih ya 35:29 audzubillah min zalik ya Padahal kita 35:31 tahu yang 35:32 berinteraksi dengan riba itu luar biasa 35:34 dahsyatnya dosanya ya hilangnya 35:36 keberkahan waduh gimana akhirnya kita 35:38 tinggal evaluasi kita ini mestinya 35:40 mengevaluasi ya kenapa kondisi sekarang 35:43 ini jadi begini mungkin terasa sulit, 35:46 terasa agak sempit hidup ini coba lihat 35:48 adakah 35:50 dosa dan kemaksiatan yang kita lakukan 35:52 yang menyebabkan jauh kita dari rahmat 35:54 Allah ya rahmat Allah tuh tidak akan 35:56 diberikan pada orang yang contohnya 35:59 salah satu ya memutuskan silaturahmi ya 36:02 apalagi dosa-dosa yang lain audzubillah 36:03 min zalik ya nah itulah jadi di sini 36:06 bagaimana kita khawatir 36:08 dengan kesenangan dunia ini menyebabkan 36:11 kita melupakan akhirat. Jangankan 36:14 kesenangan kesibukanlah betapa kita 36:16 banyak lihat kita lihat saudara-saudara 36:17 kita ya kesibukannya mencari rezeki, 36:20 kesibukannya berdagang, kesibukannya 36:23 berjualan, kesibukannya bekerja itu 36:26 sampai-sampai itu lupa salat. 36:29 Ya, kita bisa saksikan saja nih hari 36:31 Jumat nih. Ya, mayoritas kan kita di 36:33 tinggal maksudnya di Indonesia ini kan 36:35 mayoritas umat Islam. Coba perhatikan 36:37 deh yang bapak-bapak yang laki-laki itu. 36:39 Berapa persen mereka salat? Di masjid 36:41 tuh yang semua kalau yang masjidnya 36:43 dekat dengan pasar coba. Hanya karena 36:46 kesibukan mencari 36:48 rezeki atau mencari uang. Iya kalau 36:50 uangnya banyak, sudah hidup susah, 36:53 kemudian ya tidak ingat dengan ibadah. 36:56 Khawatirlah, takutlah. Ya Allah, 36:58 tiba-tiba Allah mengambil kita ya Allah. 37:01 Mudah-mudahan Allah melindungi kita ya. 37:03 Jangan sampai nauzubillah ya, sudah 37:04 hidup di dunia susah, diberikan Allah 37:07 ujian cobaan, meninggalnya masuk neraka. 37:09 Nauzubillah min dalik ya Allah. Semoga 37:10 Allah berikan hidayah buat kita semua, 37:13 buat saudara-saudara kita kembali kepada 37:15 Allah. Ya, kita nih mau ke mana? Fa aina 37:17 tadzhabun? Mau ke mana kita? Apa sih 37:20 yang mau dicari nih di dunia ini? Apa 37:22 kita bangga dengan jabatan, pangkat, 37:24 gelar dan segala macamnya. Kemudian 37:26 kalau sudah jadi mau apa? Gitu ya, mau 37:28 dibawa ke mana? Tahu-tahu Allah ambil 37:29 kita, cabut kita, nyawa kita. Terus? 37:32 Aina fa aina tadzhabun? Jadi di sinilah 37:35 nasehat dari Utsman bin Affan ini 37:38 sangat-sangat ya bagi orang-orang yang 37:41 beriman. Mudah-mudahan kita termasuk 37:43 dari orang-orang yang beriman. Khawatir 37:45 jangan sampai kesenangan dunia ini, 37:48 kesibukan dunia ini, kalau dia memang 37:50 mendapatkan apa yang dia inginkan di 37:52 dunia ini. Sudah hidupnya susah, ujian 37:55 bertubi-tubi, lupa lagi dengan akhirat. 37:57 Nauzubillah min dalik ya. 37:58 Mengenyampingkan urusan akhirat ya. Itu 38:01 yang seharusnya kita takuti. Takut 38:03 dengan dunia ini kita lupa dengan tujuan 38:06 akhir hidup kita. Itu yang berikutnya 38:09 ya. Yang terakhir nih, Mbak. Yang 38:11 terakhir 38:13 min kibali ahlil iyal ayas ayas taghila 38:16 ya bihim fayusyghilahu nah 38:19 fayusyghilunahu an dzikrillah. Ya. 38:22 Karena dia memang eee sibuk dengan 38:26 keluarganya, pokoknya dengan apapun yang 38:29 ada masalah keluarganya itu ya, sibuk 38:31 mencari rezeki atau pokoknya 38:35 keluarganya, sibuk dengan keluarganya. 38:37 Sehingga dia lupa. Sibuk tidak-tidak 38:40 ingat dengan dzikrullah. Maksudnya apa 38:42 ya? Karena urusan keluarga inilah 38:44 menyebabkan dia 38:46 sibuk, ya. Dia lupa mengingat Allah. Dia 38:49 tidak taat kepada Allah atau mungkin 38:51 ketaatannya semakin berkurang, ya. Atau 38:54 mungkin prioritas-prioritasnya terhadap 38:56 kewajibannya kepada Allah itu 38:58 terabaikan. Yang dia inginkan, orientasi 39:02 hidupnya itu adalah bagaimana 39:04 mensejahterakan keluarganya. Atau 39:06 mungkin sebaliknya ya, atau mungkin 39:08 sebaliknya. Ketika Allah uji dia dalam 39:11 keluarga dan rumah tangga menyebabkan 39:13 dia jauh dari Allah. 39:15 Ya, bahkan menyalah-nyalahkan Allah, 39:16 tidak beriman kepada takdir. Itu juga 39:18 bahaya. Ya, pada hakikatnya kan hidup di 39:21 dunia ini kan adalah cobaan ya. 39:23 Dinabluwakum ayyukum ahsanu amala. Allah 39:26 itu kan menguji manusia. Hidup ini kan 39:28 untuk ujian, untuk melihat mana diantara 39:30 kita yang terbaik amalnya. Ya, banyak 39:33 kasus dalam keluarga ya yang menyebabkan 39:35 bukannya tambah dekat dengan Allah, 39:36 tambah lagi parah dia dengan Allah. 39:38 Mencela takdir ya, tidak beriman kepada 39:42 takdir, membanding-bandingkan dirinya 39:44 dengan keluarganya dengan keluarga yang 39:46 lain. Kenapa sih jadi begini? Kenapa 39:48 begini? 39:50 Ya, jadi mudah-mudahan 39:51 dengan nasehat ini kita bisa merenung 39:54 kembali, kita ini mau cari apa sih di 39:56 dunia ini? Apa sih yang mau kita 39:58 harapkan? 39:59 Sejauh mana sih pangkat, gelar, semua 40:02 jabatan yang kita, kecantikan, 40:04 kegantengan mau mau sejauh mana sih di 40:06 dunia? Lama-lama juga kembali kepada 40:08 Allah. Yang dulunya kecil jadi besar, 40:11 besar jadi tua ya. Apanya yang mau? 40:12 Enggak ada yang abadi di dunia ini ya. 40:15 Mudah-mudahan Allah meridhoi kita dalam 40:16 setiap langkah, perbuatan kita, ucapan 40:19 kita, kita mawas diri, kita 40:22 waskat ya pengawasan melekat dari 40:24 malaikat ya. Mudah-mudahan mampu 40:25 menggiring kita sehingga ketika 40:27 menjumpai Allah dalam keadaan husnul 40:30 khotimah bi haya Allah insyaallah bi 40:31 husnul khotimah. Wallahualam begitu 40:33 Mbak. 40:34 He em. 40:35 Baik masyaallah Ikhwan dan Akhwat 40:37 rampung sudah eh pemaparan Ustadzah 40:39 Herlini Amran perihal nasehat-nasehat 40:41 yang disampaikan oleh sahabat Utsman bin 40:45 Affan radhiallahu anha. Sudah ada 40:46 beberapa yang masuk Ustadzah eh kita 40:49 akan langsung saja masuk ke sesi tanya 40:51 jawab Ustadzah ya. 40:53 Dari eh hamba Allah Ustadzah ini 40:56 bertanya, "Assalamualaikum 40:57 warahmatullahi wabarakatuh Ustadzah." 40:59 Waalaikumsalam 41:00 warahmatullahi wabarakatuh. 41:03 "Ustadzah eh usia saya 60 tahunan. 41:07 2 minggu belakangan ini ketika saya 41:09 menyadari bahwa bisa saja sesaat lagi 41:12 atau lebih dalam waktu dekat saya akan 41:14 meninggal tiba-tiba saja saya langsung 41:17 panik bahkan tak jarang saya tidak bisa 41:20 bernafas seperti serangan panik begitu 41:22 saja karena membayangkan nanti akan ada 41:25 waktunya si tiba-tiba saya akan diambil 41:27 Allah dan tidak ada lagi di dunia ini. 41:30 Yang saya ingin tanyakan Ustadzah kenapa 41:32 saya mendapatkan serangan panik 41:34 tersebut? Apakah itu merupakan akibat 41:36 dari hal-hal yang tidak baik yang saya 41:38 lakukan di masa lalu atau Allah tidak 41:41 ridho dengan saya? Mohon petunjuk dan 41:43 penenangnya Ustadzah syukron." 41:45 He em. 41:46 Serangan panik ya. 41:48 Eh ini barangkali kalau dari sisi 41:51 psikologi atau psikiater itu yang lebih 41:53 lebih paham ya tapi paling tidak kita eh 41:56 umat Muhammad shallallahu alaihi 41:57 wasallam itu diberikan panduan. Panduan 42:00 ala bidzikrillah tatmainnul qulub. 42:04 Bahwa dengan mengingat Allah hati akan 42:06 tentram. Jadi kalau untuk kita khawatir 42:10 ya memang ada Mbak eh sahabat misalnya 42:12 ketika diingatkan neraka tahu-tahu 42:14 pingsan ya, itu saking merasakan 42:17 bagaimana dahsyatnya api neraka. Tapi 42:19 ee, sebenarnya kondisi-kondisi seperti 42:22 ini ya Allahu alam bisawab, 42:23 mudah-mudahan karena keimanan ya, tapi 42:25 paling tidak jangan sampai kita hanya 42:29 memikirkan tapi dalam keibad-ibadah kita 42:32 sehari-hari ada yang terlalaikan. Ya, 42:35 karena memang kita lihat banyak 42:36 cerita-cerita Mbak ya, salafus saleh 42:38 dulu, orang-orang Sufi dulu ya, ketika 42:41 baca ayat tentang azab neraka kemudian 42:45 tiba-tiba pingsan. Apakah ini serangan 42:47 panik atau tidak, apakah karena ee, 42:49 tadabburnya Allahu alam bisawab. Tapi 42:51 paling tidak ee, ketika kita memikirkan 42:53 dahsyatnya hari akhirat ini, kita ee, 42:56 sudah meyakini selama ini apa yang kita 43:00 lakukan itu tidak ada yang menyimpang 43:02 ya. Artinya kewajiban kita jalankan, 43:05 larangan Allah kita tinggalkan, kita 43:07 tidak dalam keadaan memutuskan 43:08 silaturahim, kita terjamin badan kita, 43:11 diri kita dari makanan-makanan haram, 43:14 semua rezeki kita halal. Artinya tidak 43:16 ada yang nah, pada saat kita mengingat 43:18 ee, dan merasakan bagaimana dahsyatnya 43:21 ee, hari kiamat ya, kemudian terasa 43:24 ya mungkin ada reaksi-reaksi ya, 43:26 mudah-mudahan itu bagian dari keimanan. 43:28 Tapi kalau masalah kesehatan silahkan 43:30 tanya kepada ahlinya. 43:32 Jadi sekarang gini aja. 43:34 Yang penting adalah 43:35 kita on the track ya, artinya tidak ada 43:38 perbuatan-perbuatan yang menyimpang yang 43:40 kita lakukan dan upayakan terus ya, agar 43:43 lisan kita itu basah dengan zikir kepada 43:46 Allah. Ya, dan kalau lagi itu sebaiknya 43:49 baca Quran ya. Kondisi-kondisi itu baca 43:51 Quran, kemudian membaca terjemahannya, 43:54 merenungkannya, mentadabburkannya. Kalau 43:56 ada ayat-ayat yang menyentuh dibaca 43:58 berulang-ulang ya, mudah-mudahan ini 44:00 bisa mengatasinya ya, Allahu alam apakah 44:02 ini ada kaitannya dengan sisi kesehatan 44:04 Allahu alam saya tidak tahu, tapi paling 44:06 tidak kita husnuzan, barangkali yang 44:08 bertanya ini karena menghayati betapa 44:11 dahsyatnya 44:13 ee hari kiamat nanti, kematian itu 44:16 berdasarkan ee bacaan Alquran, baca 44:18 terjemahan, tadaburnya, mudah-mudahan 44:20 itu bagian dari keimanan. 44:22 Amin. 44:23 Jadi bukan karena ketakutan, asal 44:24 ketakutan saja gitu ya, khawatir yang 44:26 seperti itu nanti godaan setan dibikin 44:27 takut, akhirnya lihat gelap takut, lihat 44:29 apa takut, ya itu ya. Ketakut itu muncul 44:32 karena ketakutan kita kepada Allah 44:34 berdasarkan yang tadi Alquran, baca 44:36 Alquran, bahkan ada ee rasa takut itu 44:39 yang sakit yaitu 44:41 yang menyebabkan langsung Allah ambil ya 44:44 nyawanya itu karena memang 44:46 ya Allah alam sob ya karena Alquran ya 44:48 mungkin itu bagian dari ee husnul 44:50 khotimah ya Mbak, mungkin kita pernah 44:52 dengar Mbak ya orang baca Quran gitu ya, 44:54 pada saat membaca itu saking ya Allah 44:57 alam mungkin karena ya memang sudah ajal 44:59 ya, enggak tahu Allah cabut nyawanya 45:00 dalam keadaan itu, bisa jadi Allah alam 45:02 ya. 45:03 Ya jadi ya sekali lagi ala bidzikrillah 45:08 tatmainnul qulub, mudah-mudahan dengan 45:10 mengingat Allah hati akan tentram dan 45:12 kita berbaik sangka dengan Allah, 45:14 mudah-mudahan Allah lindungi kita dari 45:16 godaan setan dan Allah berikan kita 45:18 nikmat karunia yaitu husnul khotimah, 45:21 banyak doa bi haya Allah bi husnul 45:23 khotimah 45:24 bi haya Allah bi husnul khotimah, semoga 45:26 kita mendapatkan husnul khotimah 45:28 insyaallah. 45:29 Begitu Mbak. 45:30 He em, amin ya, baik ee Bapak Ibu 45:32 penanya mudah-mudahan bisa diaplikasikan 45:35 tentang tadi yang Ustazah ee sampaikan, 45:37 berprasangka baik juga tidak lepas dari 45:40 zikir agar diberikan ketenangan. Saya 45:42 akan lanjutkan ke penanya berikutnya 45:44 dari ini insyaallah Bu Hajah Ita Rosita 45:47 bertanya, "Assalamualaikum 45:48 warahmatullahi wabarakatuh Ustazah." 45:50 Waalaikumsalam 45:52 warahmatullahi wabarakatuh. "Saya selalu 45:55 mengucapkan salam untuk almarhum ananda 45:57 saya begitu sampai di makamnya, selain 46:00 salam secara umum untuk ahli kubur, 46:02 apakah salam saya itu juga dijawab anak 46:04 saya ustazah? Kalau dijawab saya senang, 46:07 karena hanya itu komunikasi saya dengan 46:09 almarhum anak saya. Saya monitor ini 46:11 ustazah dari Mekkah Al Mukarramah. 46:14 Masya Allah. 46:16 Ibu lagi sedang menunaikan ibadah haji 46:18 ya? 46:18 Iya, nampaknya begitu ustazah. 46:19 Masya Allah, mudah-mudahan haji yang 46:21 mabrur amin insya Allah. Iya, eh begini 46:25 Bu. 46:26 Kita 46:27 betul ya eh berbeda alam ya, memang 46:31 proses eh manusia itu, kehidupan manusia 46:35 itu kan ada ada fase-fasenya ya. Alam 46:38 roh, alam rahim, alam dunia, alam barzah 46:42 dan semua fase itu nanti akan kita 46:44 lewati. Nah, ada yang lebih dulu 46:46 dipanggil gitu di alam barzah. Nah, kita 46:48 hanya menjalankan apa yang telah 46:50 dicontohkan, diajarkan oleh Rasulullah 46:53 sallallahu alaihi wasallam. Yaitu eh 46:55 mengucapkan salam. Nah, apakah salam itu 46:58 dijawab? Ya, kita yakin insya Allah 47:00 dijawab ya, tapi tidak perlu kita 47:03 mencoba dijawab enggak ya? Sudah, kita 47:05 ini sudah sudah komunikasinya kan sudah 47:07 tidak ada lagi secara eh alam ya, alam 47:09 dunia, alam akhirat, alam barzah itu kan 47:11 sudah terputus. Tapi paling tidak doa 47:15 kita itu insya Allah nyampe. Ya, jadi 47:17 kita tidak perlu tahu lagi Bu ya, 47:19 artinya dengar enggak ya anak kita ya? 47:21 Bahkan ada juga ini loh Mbak Olin. 47:23 He eh. 47:23 Eh ada ibu-ibu yang suaminya meninggal 47:26 ketika mereka eh ibu ini ziarah ke kubur 47:29 itu ya, itu diajak ngobrol. Ngomong gitu 47:32 ya. 47:32 He eh, ngobrol. 47:33 Bi, ini loh anak kita nih ini ini ini 47:37 ini loh ini ini. Jadi kayak curhat gitu 47:39 ya. Eh ya sebenarnya sih boleh atau 47:42 tidaknya itu tidak kaitannya selama 47:44 tidak eh ya tidak ada 47:46 penyimpangan-penyimpangan namanya juga 47:47 ngobrol ya. Apa artinya ya ada orang 47:50 yang ya artinya selama masih 47:53 saya katakan normal kan orang kan butuh 47:55 ngobrol ya. 47:56 Ya, bahkan kalau kita lihat ulama dulu 47:58 itu, itu kalau dia ada masalah terus dia 48:01 memutuskan sulit memutuskan, terus dia 48:04 menoleh ke sebelah kanan. "Gimana ya 48:06 menurutmu wahai malaikat sebelah 48:08 kananku?" 48:09 He em. 48:10 "Bagaimana ya malaikat sebelah kiriku?" 48:13 Eh, artinya tuh hanya untuk eh, bingung 48:15 karena bingung memutuskan, ya itu kan 48:17 nanti kan kembali kepada kekuatan 48:18 hatinya, ya. Nah, jadi hanya untuk 48:21 mengeluarkan apa ya, perasaan-perasaan 48:24 selama tetap meyakini bahwa ini adalah 48:26 ketentuan Allah, takdir Allah, selama 48:28 meyakini bahwa nanti juga akan 48:30 dipertemukan Allah. Artinya selama masih 48:33 dalam ya 48:34 ya, tidak ada penyimpangan gitu ya, 48:36 artinya 48:37 ya 48:38 enggak ada masalah ya, Bu ya, eh, Bu ya. 48:40 He em. 48:40 Wita, ya. 48:41 Iya. 48:42 Kalau kita, sekali lagi enggak usah 48:44 perlu tahu lah. Saya senang kalau saja 48:46 salam-salam saya itu dijawab. Ya, nanti 48:49 lama-lama nanti ada yang menjawab nanti. 48:52 Kalau ada yang menjawab nanti 48:54 gimana ya, Mbak? 48:56 Pernah di masa eh, Rasulullah itu ada 48:59 sahabat ketika eh, ziarah ke kubur itu 49:02 mengucapkan salam itu ya, diceritakan 49:04 seperti itu, ya. Eh, mengucapkan salam, 49:07 ada yang jawab. 49:09 Nah, padahal kan itu kuburan, ya. Itu 49:12 beliau bukan mencari sumber jawaban, 49:14 kabur. 49:15 Artinya wah, ini kerjanya jin kali, ya. 49:17 He em, he em. 49:17 Jadi, eh, intinya jangan sampai kita 49:19 dengan eh, keyakinan seperti ini nanti 49:21 di dipalingkan lagi oleh-oleh eh, setan, 49:24 ya. Jadi, sekali lagi, Bu, kalau saya 49:27 mengambil pandangan, Bu, ya. Kalau kita 49:29 sudah mengucapkan salam, ya sudah. Ini 49:32 kan bagian dari sunah nabi, ya. Kita 49:34 enggak perlu mencari-cari tahu. 49:36 "Kira-kira dijawab enggak ya? Aduh, 49:37 kalau jawab saya sudahlah kita kita 49:39 berpikir kepada dijawab atau tidaknya." 49:41 Yang lebih penting lagi adalah bagaimana 49:44 doa tulus kita kepada Allah untuk anak 49:46 kita. Kalau dia meninggal misalnya sudah 49:49 balik eh, sudah balik, kita minta, "Ya 49:50 Allah, ampuni dosanya semasa hidup." 49:53 Terus kita terus mintakan ampun, 49:55 insyaallah itu yang bermanfaat. Jadi, 49:57 Bu, tidak eh tidak hanya maksudnya tidak 50:00 menunggu dijawab enggak ya salamnya? Ya 50:02 sudahlah, itu enggak usah dipikirkan. 50:04 Dijawab atau tidak dijawab, kita lakukan 50:06 ini sunah nabi ya, mengucapkan salam 50:08 kepada ahli kubur. Yang terpenting 50:10 kiriman terbaik kita adalah doa ampunan 50:13 kepada Allah untuk anak kita. Begitu 50:15 juga mungkin yang suaminya meninggal, 50:17 untuk suaminya atau orang tua yang 50:19 meninggal, doa terbaik untuk untuk orang 50:22 tua kita. Itu yang diharapkannya. Karena 50:25 sesungguhnya 50:26 kebutuhan orang yang meninggal terhadap 50:29 doa kiriman doa, ya, kiriman ampunan itu 50:32 jauh lebih membutuhkan daripada kita 50:34 yang masih hidup di dunia ini terhadap 50:36 makan dan minum. 50:38 Mereka tuh butuh kiriman. Mereka butuh 50:40 ya dari orang-orang yang ahli warisnya, 50:43 anak-anaknya itu mereka butuh. Mereka 50:44 enggak ada kesempatan lagi. 50:46 Kan sudah meninggal, sudah di alam 50:48 barzah. Mereka kan tinggal nunggu hari 50:49 kiamat. Tapi kan ini masih ada yang 50:51 hidup di dunia, masih ada anaknya, masih 50:53 ada istrinya, suaminya, masih ada 50:55 keturunannya. Mereka kirimkan semua itu 50:57 akan bermanfaat untuk mereka. Itu yang 51:00 mereka butuhkan, ya. Jadi, sekali lagi 51:02 eh enggak perlu inilah, Bu, ya, artinya 51:05 dijawab, "Aduh, saya senang." Sudahlah, 51:06 yang penting kita mendoakannya, ya, 51:09 mengucapkan salam ketika ziarah. Jadi, 51:11 kalau kita analogikan begini, Mbak Olin. 51:14 Eh kita kan disunahkan ya berselawat 51:15 kepada nabi kita ya. 51:17 Apalagi hari Jumat. Inna salatukum 51:20 arudoh ya, eh selawatmu itu di 51:23 disampaikan. Bahkan eh man shola alaihi 51:25 sholatan wahidatan sholallahu asyaro 51:27 marot. Barangsiapa yang berselawat 51:29 kepadaku sekali, nanti Allah balas tuh 51:30 10 kali. Nah, kan kita kan gimana ya 51:33 Allah enggak balasnya kayak gimana ya? 51:34 Kan enggak itu yang kita pikirkan. Yang 51:36 kita jadikan eh amal kita ini adalah 51:39 selawat aja kepada nabi terus di hari 51:42 Jumat ini. Sholallahu ala Muhammad. Ya, 51:45 artinya banyak-banyak aja selawat. Jadi, 51:47 enggak mikirin 51:48 nanti ini loh eh malaikat apa nabi kita 51:51 jawab ya nanti gimana enggak mikirkan 51:53 nanti kalau fase memikirkan itu kita 51:55 berhenti selawat jadinya kan karena 51:57 memikirkannya dijawab enggak ya nanti 51:59 gimana sih cara menjawabnya seperti apa 52:01 ya. Udah terus aja berselawat terus gitu 52:04 ya. Jadi, 52:05 sekali lagi Ibu 52:08 ketika Rasulullah memberikan kita contoh 52:10 berselawat memberikan salam kepada yang 52:13 sudah meninggal udah salam. Apakah nanti 52:15 dijawab atau tidaknya dibalas atau 52:17 tidaknya kita yang kita butuhkan adalah 52:20 mengirimkan doa yang terbaik untuk anak 52:22 kita. Ya, mudah-mudahan ya kalau dijawab 52:24 ya mudah-mudahan insya Allah dijawablah 52:26 ya. Ya, artinya silakan 52:29 eh tadi ya berdoa dan membaca apa 52:32 namanya mengirimkan pahala-pahalanya ya. 52:34 Dan ini Mbak Olin apakah penghuni kubur 52:38 itu bisa mendengarkan apa yang kita 52:41 sampaikan tadi kayak komunikasi tadi ya. 52:44 Ibu ini kepada suaminya ngomong gitu ya 52:46 menceritakan kondisi anaknya anak kita 52:49 sudah sarjana Bi Bapak Pak itu ngomong 52:52 gitu ya ketika kuburan semua 52:53 diceritakan. 52:55 Apakah ini menyimpang dari akidah? Saya 52:57 rasa kalau hanya untuk ngomong sih 52:58 enggak ada masalah Mbak ya. Bukankah 53:00 pernah Rasulullah berkata melewati 53:02 kuburan ya. Ya, ya walaupun ini memang 53:04 terjadi perbedaan pandangan di kalangan 53:06 ulama ya. Bukankah Rasulullah ketika 53:08 melewati kuburan itu wahai ketika ada 53:11 kuburan orang kafir kalian sudah 53:12 mendapatkan apa yang telah Allah 53:14 janjikan buat kalian. Itu kan ngajak 53:15 ngomong kan. 53:16 He em. 53:17 Ya, mungkin dia tahu atau mendengar 53:18 Allah alam bisawab ada yang mengatakan 53:20 itu kan nabi beda sama kita gitu ya 53:22 Allah alam bisawab. Intinya selama kita 53:24 tetap 53:25 beriman kepada Allah ya artinya itu 53:27 hanya ya Allah alam bisa begitulah. Kita 53:30 juga suka ngomong kan Mbak ya dengan 53:32 kucing ya dengan hewan di rumah ya. 53:35 Betul. 53:36 Heeh mau dijawab mau enggak yang penting 53:37 ngomong kan lama-lama dia ngerti kan. 53:39 Sepertinya mengerti ya Ustazah ya. 53:41 Iya, mengerti. 53:43 Baik, iya Bu Hajah mudah-mudahan lancar 53:46 ibadahnya, doakan kami yang ada di sini 53:48 ya. Mudah-mudahan lancar dan selamat 53:50 nanti kembali kepada keluarga. Saya akan 53:53 menuju ke pertanyaan berikutnya Ustadzah 53:56 dari hamba Allah bertanya, 53:57 "Assalamualaikum warahmatullahi 53:58 wabarakatuh Ustadzah Herlini Amran." 54:00 Waalaikumsalam 54:02 warahmatullahi wabarakatuh. 54:04 Ustadzah juga ada salah satu nasehat 54:06 yang disampaikan oleh sahabat Utsman bin 54:09 Affan radhiallahu anhu 54:11 anhu bahwa diamnya orang yang diam lebih 54:13 bahaya dari perlakuan serangan orang 54:15 lain. 54:16 Maksudnya bagaimana Ustadzah? Apakah 54:18 kita harus berhati-hati dengan 54:20 orang-orang yang lebih banyak diam 54:21 daripada orang-orang yang ekspresif 54:23 Ustadzah? 54:25 Emm. 54:26 Ya itu banyak hal ya, diamnya orang diam 54:29 ya. 54:30 Emm. 54:30 Bisa jadi diamnya orang diam itu adalah 54:32 dendam gitu ya. 54:34 Bisa jadi strategi ya karena dia 54:36 tersinggung ya atau bisa jadi diamnya 54:38 orang diam itu karena dia merasa 54:39 dizalimi ya. Jadi ini memang perkataan 54:42 yang multi tafsir ya. 54:45 Ya jadi padahal kan hadis Nabi 54:47 mengatakan ya 54:48 "Falyakul khairan au liyasmut." Kalau 54:51 ngomong itu yang baik aja kalau enggak 54:52 diam. 54:53 Emm. 54:54 Tapi ini diam apa yang dimaksudkan oleh 54:56 sahabat Utsman ini? Apakah diamnya 54:58 seorang yang tersakiti, terzalimi? 55:01 Hati-hati kalau orang yang tersakiti 55:03 terzalimi dia enggak mau merespon dia 55:05 diam aja. Hati-hati loh nanti kalau doa 55:07 terkabul loh gitu. Hati-hati dengan 55:09 orang yang diam ketika hatinya sudah 55:12 tertutup ya dengan kejahatan atau 55:15 kezaliman orang lain. Nah hati-hati itu 55:17 jangan sampai bukankah diam itu apa 55:19 lautan yang diam itu bisa ini ya Mbak 55:21 menghanyutkan ya. 55:22 Emm emm diam-diam menghanyutkan. 55:24 Ya gitu ya. 55:26 Jadi multi tafsir ya wallahualam 55:27 bishawab seperti itu. Jadi ada banyak 55:29 sih sebenarnya ya perkataan-perkataan 55:32 para sahabat ya. Jadi kalau kita 55:34 menafsirkan boleh-boleh aja menafsirkan 55:36 ya kecuali orang yang memang diam 55:38 daripada dia berbicara dia salah kan itu 55:40 kan lebih baik diam, daripada dia 55:42 berbicara nanti orang yang 55:44 mendengarkannya sakit hati, merasa 55:46 terzalimi lebih baik diam 55:48 ya, jadi ini ada dua persepsi barangkali 55:50 ya 55:51 diam dia menjaga diri dari kesalahan dan 55:54 dosa diam dari sakit hatinya atau 55:58 mungkin karena dia diperlakukan tidak 56:01 tidak semestinya karena dia terzalimi 56:03 hati-hati ketika dia berdoa makbul, nah 56:06 itu hati-hati loh ya gitu 56:08 ya, baik sudah terjawab hamba Allah saya 56:11 akan ke penanya berikutnya ini masih 56:14 dari hamba Allah Assalamualaikum 56:16 warahmatullahi wabarakatuh Ustadzah dan 56:18 Mbak Olin, waalaikumsalam 56:19 waalaikumsalam warahmatullahi 56:22 Ustadzah mengenai tauladan sahabat 56:24 Utsman, apakah kita bisa 56:28 mempraktekkan apa yang beliau lakukan 56:30 yaitu zuhud atau tidak mencintai dunia 56:34 Ustadzah oleh karena itu apakah kita 56:36 juga tidak usah ngoyo dalam mengejar 56:39 dunia dalam hal ini mengejar materi 56:41 Ustadzah mohon petunjuknya 56:43 kalau kita mempelajari tentang sahabat 56:47 Utsman bin Affan itu pribadi beliau itu 56:49 luar biasa tuh masya Allah itu sahabat 56:53 terkaya itu termasuk konglomerat itu ya 56:56 tapi dia tidak menjadikan hartanya itu 56:58 ada di hatinya 57:00 kita tahu ya dulu ya waktu di masa Nabi 57:02 tuh kan sampai sekarang masih ada kan 57:05 wakafnya Utsman bin Affan yang masih 57:07 dirasakan ya 57:09 jadi beliau ketika 57:10 musim paceklik ya apa kemarau ya itu ada 57:14 sumur dikuasai oleh Yahudi oh jual 57:16 airnya mahal gitu kepada orang 57:19 orang-orang beriman kepada sahabat ya 57:21 itu akhirnya ini dibeli oleh apa 57:23 separuh-paruhan ya dibeli oleh Utsman 57:25 dengan harga mahal orang Yahudi itu 57:27 jualnya mahal, nah setelah dibeli oleh 57:29 Utsman itu diwakafkan dikasih tuh masya 57:31 Allah akhirnya harga yang dijual sama 57:33 Yahudi kan jatuh. Enggak kalau enggak 57:35 laku. Akhirnya dibeli oleh 57:38 Utsman bin Affan. Artinya beliau itu 57:40 ketika berusaha, ya kan kita enggak 57:42 bilang ngoyo juga ya. Ngoyo tuh kayak 57:44 apa sih? 57:47 Enggak itu kali, sampai lupa makan, lupa 57:49 tidur. Itu ngoyo kan bahasanya ngoyo. 57:52 Eee definisinya kali ya Mbak ya. 57:54 Heeh definisinya, memaksakan diri. 57:56 Kalau memaksakan diri sebenarnya kalau 57:58 berusaha itu kan eee yang penting di 58:01 sini adalah tawazun. 58:03 Tawazunitas itu artinya seimbang. 58:06 Proporsional. Artinya berusaha mencari 58:09 rezeki itu adalah bagian dari ikhtiar, 58:12 tapi jangan sampai melupakan kewajiban. 58:14 Bukankah nikmal mal, sebaik-baik harta 58:17 itu di tangan orang yang saleh. 58:20 Ketika dia memiliki harta, orang yang 58:22 saleh ini semua kebagian berkahnya kan. 58:24 Infaknya segala macam ya. Jadi Utsman 58:26 itu zuhud tapi kaya. Gimana tuh Mbak ya? 58:30 Jadi harta 58:31 itu tidak di hati, hartanya di tangan. 58:34 Bahkan pernah ya Utsman itu punya 58:37 apa barang-barang dagangannya itu ya 58:39 yang berapa unta tuh. Pokoknya ih kalau 58:41 kita katakan kaya deh konglomerat ya. 58:44 Itu ketika masuk tuh apa namanya ditawar 58:47 oleh Yahudi itu berlipat-lipat itu ya. 58:49 Itu Utsman enggak ada yang bisa. Saya 58:51 sudah sudah jual, enggak ada yang bisa 58:52 menyamainya sampai berlipat puluh-puluh 58:55 kali lipat. Ditawar paling harga tinggi. 58:57 Siapa sih yang mau beli? Allah katanya. 58:59 Itu semuanya di di inikan, di diberikan 59:02 kepada orang-orang yang yang enggak 59:04 mampu ya masyaallah. Kalau Yahudi tuh 59:06 lihat peluang itu kan bisa jadi kaya 59:08 dia, tapi kalau di sini jual belinya 59:09 dengan Allah. Nah itu coba. Justru 59:12 luar biasa ya Utsman bin Affan ini ya. 59:14 Jadi semakin dia 59:17 tidak mencintai dunia, semakin Allah 59:19 berikan limpahan harta gitu. Jadi 59:21 bedakan dengan zuhud pengertiannya itu 59:24 meninggalkan dunia enggak sama sekali 59:25 nengok dunia. Akhirnya apa? Hidupnya itu 59:27 di di bawah kasihan orang. Bukan begitu. 59:31 Ya, bukankah tangan di atas lebih baik 59:33 dari tangan di bawah. Jadi tadi ngoyo 59:34 tadi itu maksudnya apa sih gitu ya. 59:36 dia. Definisi ngoyonya harus dijabarkan. 59:38 Iya. 59:39 Oke. Baik, Ustazah nampaknya pertanyaan 59:41 tadi merupakan ya eh sebentar. Eh ada 59:46 satu yang baru masuk ini eh bertanya, 59:49 "Ustazah, assalamualaikum warahmatullahi 59:50 wabarakatuh." 59:52 Waalaikumsalam. 59:52 Waalaikumsalam warahmatullahi 59:53 wabarakatuh. Waktu Ustazah waktu cucu 59:55 pertama saya wafat di usia 2 hari, saya 59:57 menangis kemudian semua orang bilang 59:59 cucu saya tadi akan menolong ibu 1:00:02 bapaknya. Yang saya tanyakan Ustazah, 1:00:04 apakah balita yang meninggal atau cucu 1:00:06 saya dalam hal ini akan menolong 1:00:08 neneknya juga Ustazah? 1:00:10 Dari Hajah Dwi, 60 tahun. Masyaallah. 1:00:13 Masyaallah. Ya. Jadi emm 1:00:17 kalau kita eh apa namanya 1:00:21 kalau hanya orang tua orang tuanya itu 1:00:23 dari punya ini apa punya orang tua. Jadi 1:00:27 sebenarnya 1:00:28 keluarga kita ini nanti kalau memang 1:00:30 dalam kondisi beriman itu. Jadi kalau 1:00:32 dalam surat At-Tur itu ya, "Walladzina 1:00:35 amanu wa taba'athum dzurriyatuhum bi 1:00:37 imanin alhaqna bihim dzurriyatahum." 1:00:40 Gitu ya. Itu "Wa wa ma alasnahum min 1:00:43 amalihim min syai." Ya. Jadi dalam ayat 1:00:46 ini dikatakan Allah menyebutkan ya 1:00:48 orang-orang yang beriman itu beserta 1:00:50 anak cucu mereka yang mengikuti mereka 1:00:53 dalam keimanan "Kami pertemukan mereka 1:00:56 dengan anak cucu mereka tersebut." 1:00:58 Subhanallah. Jadi anak cucu ini adalah 1:01:01 tabungan ya. Jadi tidak hanya orang tua 1:01:04 itu yang yang kakek-kakek moyang 1:01:06 nenek-neneknya semua itu yang beriman 1:01:08 itu dikumpulkan. 1:01:09 Ya. Misalnya ya ada satu orang dari 1:01:11 keluarga kita itu misalnya syahid, itu 1:01:13 bisa memberikan syafaat kepada 70 ini ya 1:01:16 yang beriman juga. Jadi 1:01:19 makanya 1:01:20 ya jangan khawatir deh. 1:01:21 Nenek kakek apa segala macam. Semua 1:01:23 garis turunan itu kalau semuanya beriman 1:01:25 dipertemukan. 1:01:26 He em. 1:01:27 Tapi syaratnya sabar ya. Jadi insya 1:01:29 Allah dengan kesabaran ini jadi tabungan 1:01:32 dia yang menyelamatkan nanti orang 1:01:33 tuanya, nenek, kakeknya. Semua tuh yang 1:01:36 beriman-beriman dikumpulkan kembali. 1:01:38 Makanya kalau kita berdoa itu jangan 1:01:39 cukup hanya dengan anak. Sertakan 1:01:42 dzuriyah. Cucu, anak, cucu, keturunan. 1:01:45 Ya. Kan kalau selama ini kan "Ya Allah 1:01:47 jadikan anakku anak yang saleh." Jangan 1:01:49 anak saja. Jangan batasi dengan anak 1:01:51 tapi keturunan, dzuriyah, anak, cucu, 1:01:53 keturunan gitu. 1:01:54 Ya kan kalau yang didoakan hanya anak, 1:01:56 anaknya dong. Nanti cucunya gimana? 1:01:58 Betul. He em. 1:02:00 Dzuriyah ya. Eh, anak dan eh apa 1:02:02 dzuriyah kan rabbana hablana min 1:02:04 azwajina wa dzuriyatina. Itu dzuriyah, 1:02:07 keturunan. Insya Allah Ibu jangan 1:02:09 khawatir ini cucu insya Allah nanti akan 1:02:12 dapat jadi eh apa penolong juga nenek, 1:02:15 kakeknya juga insya Allah. 1:02:16 Amin. Insya Allah. Baik, sudah tenang ya 1:02:19 Ibu Hajah Dwi dengan eh jawaban 1:02:20 Ustadzah. Tampaknya ini juga yang 1:02:22 terakhir Ustadzah kiranya sebelum saya 1:02:24 tutup kesimpulan perihal tema kita pada 1:02:27 siang hari ini. 1:02:28 Pendengar yang dirahmati Allah, semua 1:02:32 yang kita lakukan di dunia ini 1:02:34 telah diberikan rambu-rambu oleh Allah 1:02:37 bahwa kita hanya sementara. Fa'aina 1:02:39 tadzhabun? Ke mana kita mau pergi? Ke 1:02:42 mana kita akan kembali kalau bukan 1:02:44 kepada Allah. Mudah-mudahan apapun yang 1:02:46 telah Allah berikan kepada kita 1:02:48 diarahkan melalui Alquran dan sunah Nabi 1:02:51 kita dapat lakukan semua. Dan eh sahabat 1:02:54 Ibnu Mas'ud pernah berdoa dengan doa 1:02:56 Allahumma inni as'aluka imanan la 1:02:59 yattadda wa na'iman la yanfadu wa 1:03:02 mirofakatan Muhammadin sallallahu alaihi 1:03:04 wasallam fi alal jannatil khuldi. Ya 1:03:07 Allah, sesungguhnya aku mohon kepadamu 1:03:09 keimanan yang tidak tergoyahkan, 1:03:12 kenikmatan yang tak berkesudahan, 1:03:14 kebahagiaan hati yang tiada terputus dan 1:03:17 kenikmatan bersama dengan Nabi Muhammad 1:03:20 Shallallahu Alaihi Wasallam dalam surga 1:03:21 yang paling tinggi dan abadi. 1:03:23 Mudah-mudahan kita bersama dengan para 1:03:26 sahabat Rasulullah semua sahabat-sahabat 1:03:28 kita dikumpulkan paling tidak 1:03:29 bertetangga dengan Nabi kita Muhammad 1:03:31 Shallallahu Alaihi Wasallam. Aku qouli 1:03:33 hadza astagfirullahalazim walakum. 1:03:35 Assalamualaikum warahmatullahi 1:03:37 wabarakatuh. 1:03:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:40 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat yang 1:03:42 dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala 1:03:44 telah kita dengarkan pemaparan Ustadzah 1:03:46 perihal kata-kata ataupun pesan-pesan 1:03:48 yang telah disampaikan oleh sahabat 1:03:50 Utsman bin Affan radhiallahu anhu. 1:03:52 Mudah-mudahan menginspirasi kita menjadi 1:03:55 panduan kita untuk menjalani kehidupan 1:03:56 ini untuk yang lebih baik ke depannya. 1:03:59 Yang bertugas pada hari ini saya 1:04:00 Caroline dipandu juga oleh Ondy juga 1:04:03 Anis mungkin sekarang sudah digantikan 1:04:04 oleh Yusuf. Kami mengucapkan terima 1:04:06 kasih atas atensi ikhwan dan akhwat 1:04:08 wabil khusus yang telah menyampaikan 1:04:10 pertanyaannya. Insya Allah Allah berikan 1:04:12 lagi kesempatan di lain waktu agar kita 1:04:14 bisa menuntut ilmu bersama kembali. Kami 1:04:17 pamit undur diri subhanaka Allahumma 1:04:19 wabihamdika asyhadu alla ilaha illallah 1:04:21 anta astagfiruka wa atubu ilaih. 1:04:24 Wabillahi taufik wal hidayah. 1:04:26 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:04:28 wabarakatuh. 1:04:29 Wa.